Last Romeo (BAB 1) / The prince and his throne

10807855_620492201394613_475197515_n

 

LAST ROMEO

 

Author : Yarica Eryana

Acc Twitter : @IchaGaemGyu

 

Cast : HKS (Hyo-Kyu-Soo) ; Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Kim Myung Soo, others.

 

Credit pict : Susi Shine

 

****

BAB 1

The prince and his throne

 

 

 

            “Bisakah kau melupakanku?”

            “Tidak.”

            Yoon Yeon Hyo menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak percaya hal ini bisa terjadi. Bagaimana mungkin pria dihadapannya ini menyukainya?

            “Mengapa kau tidak bisa melakukannya?” tanya Yeon Hyo lagi, kali ini suara gadis itu terdengar parau.

            “Aku tidak bisa membunuh perasaan ini begitu saja.”

            “Tapi….”

            “Sudahlah Yeon Hyo-ya, aku akan mencari jalan keluar yang baik untuk kita berdua,” sela Kyu Hyun seraya bangkit dari tempat duduknya, meninggalkan sarapannya yang masih utuh di atas meja makan. Pria itu menyambar mantel coklat tuanya di atas nakas kecil disamping lemari pendingin, lalu bergegas membuka pintu yang menghubungkan antara ruang makan dengan ruang keluarga.

            Yeon Hyo bereaksi.

            “Tapi kita saudara tiri,” lirih Yeon Hyo, membuat langkah Kyu Hyun terhenti seketika.

            Kyu Hyun menghembuskan napas kesal, lalu memutar arah posisi tubuhnya, kembali menatap Yeon Hyo yang kini hanya bisa terpaku di kursi kayu itu dengan tubuh mulai gemetaran.

            “Kau benar. Kita memang saudara tiri, Yeon Hyo-ya. Tapi yang harus kau ingat adalah … kita tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Jika saja ayahku tidak menikahi ibumu tiga tahun yang lalu, mungkin saat ini aku sudah merencanakan pernikahan kita. Ini sudah yang ke sekian kalinya kau memintaku untuk melupakanmu. Kau pikir semudah itu membunuh perasaanku sendiri? Apa kau tidak pernah memiliki perasaan yang sama denganku, Yeon Hyo-ya? Bukankah kau juga mencintaiku?” sahut Kyu Hyun tajam.

            Yeon Hyo terdiam. Demi Tuhan, ia juga mencintai pria itu. Mencintai Cho Kyu Hyun! Tapi kenyataan kalau Kyu Hyun adalah kakak tirinya, membuat gadis itu harus mati-matian mengubur perasaannya terhadap Kyu Hyun.

            “Lantas apalagi yang kau inginkan sekarang? Kembali memintaku untuk tidak menghalang-halangi perjodohanmu dengan Kim Myung Soo? Kau pikir aku akan diam saja melihatmu bersanding dengan pria menyebalkan itu? Kau tahu sendiri, sejak dulu Myung Soo adalah musuh bebuyutanku! Alasan ayahku menjodohkanmu dengan Myung Soo juga karena masalah perusahaan. Beliau ingin Cho’s Corporation dan Kim’s Textile Company bersatu dan membentuk jaringan yang lebih luas! Kau mau dijadikan alat pemersatu seperti itu? Kenapa kau begitu bodoh, Yeon Hyo-ya?!”

            “Cukup, Cho Kyu Hyun! Aku bukan alat!” teriak Yeon Hyo sambil menahan tangis. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca sejak tadi. Ia benci mendengar kata “alat” yang digunakan oleh Kyu Hyun untuk menggambarkan keadaannya saat ini.

            Yeon Hyo bangkit dari kursinya, melangkah gontai ke arah Kyu Hyun, menyeka air matanya tepat sebelum buliran bening itu mengalir di pipi kanannya.

            “Kau pikir aku bahagia dengan semua ini, hm? Kau pikir, aku tidak sakit hati?” cecar Yeon Hyo sengit. “Kau terlalu egois, Kyu Hyun-ah. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak tahu sebenarnya apa yang akan terjadi, jika aku menolak perjodohan itu!”

            “Memangnya apa yang akan terjadi?” tantang Kyu Hyun dengan muka merah padam, menahan amarah.

            “Kau tidak perlu tahu, ini adalah urusanku.”

            “Maksudmu? Apa yang kau sembunyikan dariku, Yeon Hyo-ya? Apa ayahku mengancammu?” tanya Kyu Hyun tak mengerti. Pria itu menautkan kedua alisnya ketika Yeon Hyo menggeleng cepat.

            “Aku sudah hampir terlambat ke kampus, kita bicarakan lain kali,” jawab Yeon Hyo seraya menyambar tas ransel merah mudanya dan berjalan cepat melewati Kyu Hyun.

            Pria itu tak bergeming, hanya mampu menatap punggung Yeon Hyo yang kini menghilang dibalik pintu. Pikirannya kini penuh dengan sejuta pertanyaan yang seakan tiada habisnya.

            Sebenarnya … apa yang sedang disembunyikan oleh gadis itu?

 

****

 

            Kyu Hyun mengetuk-ngetuk ujung meja kerjanya sambil sesekali menoleh ke arah kaca super lebar yang menyajikan keindahan kota Seoul di sore hari. Ruang kerja Kyu Hyun di lantai 13 ini ternyata cukup membuat pria itu terhibur dengan pemandangan lampu-lampu indah yang mulai dihidupkan diluar sana. Rasanya begitu tenang dan damai, hingga pada akhirnya….

            “Kenapa kau belum pulang?”

            Kyu Hyun menoleh ke arah pintu yang ternyata sudah terbuka lebar itu dan menggeleng dengan malas. “Sejak kapan kau berdiri di sana?” tanyanya, berusaha terdengar dingin.

            “Baru saja,” sahut gadis cantik itu seraya tersenyum kikuk, “Mau makan malam denganku?”

            “Pasti ayahku yang menyuruhmu datang kemari,” ucap Kyu Hyun tanpa berniat menjawab pertanyaan gadis itu.

            “Ya,” balas gadis itu singkat.

            “Apa yang kau inginkan, Eu Hyun-ah?” tanya Kyu Hyun malas. Pria itu menatap Lee Eu Hyun yang kini berjalan mendekati meja kerjanya dengan tatapan tak bersahabat.

            “Makan malam dengan Lee Dong Hae.”

            “Ya, silakan. Kupikir, kau sudah tahu jawabanku. Tak perlu repot-repot menemuiku di sini hanya untuk meminta izin seperti itu,” jawab Kyu Hyun ketus.

            “Bagaimanapun juga, awal musim semi nanti kita akan menikah. Aku butuh izin dari tunanganku ini,” balas Eu Hyun tak kalah sengit.

            “Oh baiklah, Nona Lee yang terhormat, sudah kutegaskan sejak awal … aku sama sekali tidak berniat melarangmu melakukan apapun. Termasuk berpacaran dengan Lee Dong Hae yang tak lain adalah orang kepercayaanku. Jika pada akhirnya kita memang harus menikah, aku memperbolehkanmu untuk tetap menjalin hubungan dengan pria itu. Tenang saja,” jelas Kyu Hyun enteng.

            Lee Eu Hyun tertawa.

            “Kenapa kau tertawa?” sela Kyu Hyun dengan nada tidak senang.

            “Hahaha!”

            “Memangnya ada yang lucu?”

            Eu Hyun menghentikan tawanya dan kemudian menjawab, “Mana ada seorang suami rela membiarkan istrinya menjalin hubungan dengan pria lain, kecuali dia sudah tidak waras.”

            “Terserah kau saja. Yang jelas, aku sama sekali tidak menaruh perasaan terhadapmu. Kita dijodohkan karena alasan perusahaan. Ayahku sedang berniat menjalin kerjasama permanen dengan Kim’s Textile Company dan Lee’s Corporation dengan jalan menjodohkan anak-anaknya. Menarik, bukan?”

            Eu Hyun mendengus.

            “Kau pikir, aku senang dijodohkan denganmu?” balas Eu Hyun sengit.

            “Tentu saja tidak. Bukankah kau sudah berpacaran dengan Lee Dong Hae selama lima tahun? Dari sifatmu yang keras kepala seperti ini, kau tidak mungkin menyerah begitu saja dan menuruti semua perintah ayahmu, kan?”

            Eu Hyun menarik kedua sudut bibirnya ke atas, tersenyum. “Kau sudah tahu rencanaku, Kyu Hyun-ah. Apakah kau memiliki pikiran yang sama denganku?”

            “Tidak. Posisiku sebagai direktur utama bisa terancam, jika aku memberontak sepertimu,” sahut Kyu Hyun tenang.

            “Aku tidak memberontak. Aku hanya akan menggagalkan semuanya di hari pernikahan kita.”

            “Rencanamu berisiko tinggi. Kau tidak khawatir kalau semua yang kau lakukan akan berdampak pada Lee Dong Hae? Ayahmu mungkin tidak akan tega terhadapmu, Eu Hyun-ah, tapi beliau tentu saja akan menyerang titik kelemahanmu. Bagaimana?” ucap Kyu Hyun seraya mengembangkan senyumnya dengan begitu sempurna.

            Eu Hyun terdiam.

            “Lee Dong Hae yang malang,” tambah Kyu Hyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya secara berlebihan, membuat Eu Hyun menghela napas kesal.

            “Lantas menurutmu, mencintai adik tiri sendiri adalah suatu hal yang patut dibanggakan? Yoon Yeon Hyo itu adalah adik tirimu sendiri, Kyu Hyun-ah. Lagipula ia sudah dijodohkan dengan putra pertama keluarga terhormat Kim. Gelar bangsawan akan melekat pada diri gadis itu, jika ia menikah dengan Myung Soo. Apakah kau berniat menggagalkan pernikahan itu? Hah, mustahil!”

            Kyu Hyun menggeram. Ia tidak suka jika nama Yeon Hyo diseret-seret dalam pembicaraan mereka.

            “Jangan—”

            “Jangan sebut nama Yoon Yeon Hyo dengan cara yang seperti itu dihadapanku. Itu kan yang ingin kau katakan?” potong Eu Hyun sambil tersenyum penuh kemenangan. “Carilah gadis lain yang bisa membuat posisimu aman dalam keluarga Cho. Jika pernikahan Yeon Hyo dan Myung Soo digagalkan, kau benar-benar akan kehilangan segalanya, Cho Kyu Hyun. Kehilangan segalanya.”

            Kyu Hyun memukul meja kerjanya dengan kasar bersamaan dengan tubuh ramping Eu Hyun berbalik menuju pintu dan pergi dari tempat itu, setelah membanting pintu besar itu dengan keras.

            Tak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Semuanya sudah begitu jelas. Cho Young Hwan—ayah Kyu Hyun—menikahi Nam Hyo Mi yang merupakan ibu kandung Yeon Hyo karena wanita paruh baya itu adalah mantan pacarnya ketika mereka masih berada di sekolah menengah dulu.

            Hubungan keduanya putus, ketika Young Hwan harus melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Sedangkan Hyo Mi yang miskin, harus puas dengan pekerjaan barunya setelah lulus sekolah. Hyo Mi bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kertas dan pada akhirnya menikah dengan ayah kandung Yeon Hyo—Yoon Jung Soo—tak lama setelah kepergian Young Hwan. Yoon Jung Soo juga berasal dari keluarga miskin yang memiliki pekerjaan yang sama dengan Hyo Mi.

            Dua bulan setelah Yeon Hyo lahir, Jung Soo meninggal dunia karena serangan jantung. Hyo Mi harus membanting tulang selama belasan tahun demi menghidupi Yeon Hyo. Gadis yang ia besarkan sendiri itu bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dari ibunya. Hingga pada akhirnya, Hyo Mi kembali bertemu Young Hwan secara tidak sengaja di Seoul National Hospital tiga tahun yang lalu.

            Mereka kembali menjalin hubungan selama beberapa bulan dan pada akhirnya menikah. Kyu Hyun yang saat itu berumur dua puluh satu tahun, ternyata harus mendapatkan seorang adik tiri yang berusia empat tahun darinya. Namun, bencana ternyata dimulai setelahnya, saat Yeon Hyo berulang tahun yang ke dua puluh, pria itu baru menyadari kalau Yeon Hyo sudah mencuri hatinya.

            Tanpa sadar … selama ini ia ternyata sangat mencintai adik tirinya sendiri. Sebuah perasaan yang seharusnya tidak pernah ada.

            Hal yang selalu menjadi beban pikiran Kyu Hyun adalah … Young Hwan menikah dengan Kim Ha Na—ibu kandung Kyu Hyun—setahun setelah ia meninggalkan Seoul. Bukankah itu artinya Yeon Hyo seharusnya berusia satu tahun lebih tua dari Kyu Hyun? Lantas kenapa usia gadis itu justru empat tahun lebih muda darinya?

            Apakah Young Hwan sempat menjalin hubungan dengan Ha Na dan mendapatkan anak diluar pernikahan sebelum pada akhirnya ia berpacaran dengan ibu kandung Yeon Hyo? Setelah meninggalkan Seoul setahun lamanya, ayahnya itu baru menikahi ibu kandung Kyu Hyun untuk bertanggungjawab? Itu sebabnya, ia tidak pernah kembali lagi pada Hyo Mi.

            Atau kemungkinan terburuknya adalah …. Kyu Hyun bukanlah anak kandung Cho Young Hwan dan Kim Ha Na, melainkan anak hasil adopsi. Terlebih lagi, Ha Na meninggal karena kanker rahim saat Kyu Hyun berusia enam tahun. Bukankah itu artinya ada kemungkinan Ha Na tidak memiliki keturunan karena penyakit yang diidapnya selama bertahun-tahun itu?

            Kyu Hyun pernah menanyakan soal ini pada ayahnya, namun Young Hwan selalu mengalihkan pembicaraan. Young Hwan tidak pernah menjawab dengan jelas tentang status Kyu Hyun. Tapi Young Hwan selalu mengatakan kalau Kyu Hyun adalah putra kebanggaannya, keturunan satu-satunya.

            Pertanyaan demi pertanyaan berkelebat dalam pikiran Kyu Hyun. Perebutan harta warisan dalam tubuh Cho’s Corporation semakin menambah beban pikirannya. Ia tidak ingin harta ayahnya jatuh di tangan pamannya. Jika ia memang anak hasil adopsi, itu artinya ia bisa menikahi Yeon Hyo yang merupakan putri tiri Young Hwan. Secara tidak langsung, status Yeon Hyo dalam keluarga Cho lebih tinggi darinya. Yeon Hyo lebih berhak mendapatkan semua aset Cho’s Corporation dibandingkan Kyu Hyun.

            Namun, jika Kyu Hyun adalah anak dari hasil hubungan diluar pernikahan antara Young Hwan dan Ha Na, itu artinya ia memang keturunan keluarga Cho. Kyu Hyun sama sekali tidak bisa menikahi Yeon Hyo karena status pernikahan kedua orangtua mereka. Hal itu juga berarti … ia harus menikah dengan Lee Eu Hyun. Itu adalah syarat dari ayahnya untuk mendapatkan semua kekayaan keluarga Cho. Kalau tidak … ia tidak bisa mewarisi Cho’s Corporation dan Yeon Hyo juga tidak memiliki hak atas semuanya.

            Itu artinya … jika Cho Kyu Hyun tidak menikahi Lee Eu Hyun, maka Cho’s Corporation akan jatuh ke tangan Cho Hyun Sang—paman Kyu Hyun—yang hanya memiliki sepuluh persen saham dari perusahaan warisan keluarga Cho tersebut. Mereka akan diusir, termasuk Yeon Hyo dan ibunya.

            Sedangkan ibu kandung Yeon Hyo sedang menjalani cuci darah seminggu sekali karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Itu sebabnya Young Hwan dan Hyo Mi bertemu di rumah sakit. Young Hwan yang masih menaruh perasaan pada Hyo Mi dan keadaan wanita itu yang memprihatinkan, membuat Young Hwan memutuskan untuk menikahi Hyo Mi dan membiayai seluruh pengobatannya.

            Yeon Hyo sangat menyayangi ibunya. Jika mereka semua diusir dan tidak memiliki hak atas Cho’s Corporation karena Kyu Hyun tidak menikahi Eu Hyun, maka pengobatan Hyo Mi juga terhenti. Yeon Hyo pasti akan sangat tersiksa dan Kyu Hyun tidak akan sanggup melihat semua itu terjadi.

            Itu sebabnya, Kyu Hyun selalu berharap … ia adalah anak hasil adopsi dan tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan Young Hwan, sehingga ia bisa menikahi Yeon Hyo dan gadis itu mendapatkan warisan keluarga Cho.

            Semoga saja.

****

 

            “Sebenarnya kau tidak perlu menjemputku, Myung-ie. Aku bisa pulang sendiri.”

            “Sudah kewajibanku untuk menjemput tunanganku, Yeon-ie,” sahut pria bermata elang itu sambil tersenyum manis.

            Yeon Hyo menghela napas panjang dan membalas senyuman itu dengan kikuk.

            “Memangnya kenapa? Kau tidak suka?” tanya Myung Soo tanpa basa-basi. Dahinya berkerut samar saat melihat perubahan ekspresi di raut wajah Yeon Hyo.

            “Ah, bukan begitu. Aku tidak ingin merepotkanmu,” jawab Yeon Hyo lemah. Gadis itu selalu merasa keberaniannya tersedot habis begitu saja, saat berhadapan langsung dengan Myung Soo. Ada banyak hal yang ingin ia katakan pada pria itu, tapi tidak pernah sanggup ia ungkapkan.

            Kenyataan bahwa ia sama sekali tidak mencintai Myung Soo, membuatnya begitu terpuruk. Ia harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai. Walaupun Kim Myung Soo sangat baik dan penuh perhatian, namun tetap saja tidak membuatnya tertarik.

            Oh Tuhan, ia harus bagaimana sekarang?

“Aku tidak pernah merasa direpotkan olehmu,” ucap Myung Soo seraya memasangkan sabuk pengaman pada tubuh Yeon Hyo. Pria itu sempat mengacak pelan rambut Yeon Hyo, sebelum pada akhirnya ia memasangkan sabuk pengaman di tubuhnya sendiri.

            Detik selanjutnya, Mercedes hitam itu mulai melaju secara perlahan. Menambah perasaan aneh Yeon Hyo yang sejak tadi menghantuinya ketika melihat senyuman secerah matahari milik Myung Soo.

            Pria yang masih merupakan keturunan bangsawan itu benar-benar membuatnya mati kutu. Mata elang dengan bola mata coklat gelap yang memikat. Hidung Myung Soo mancung, bibirnya tipis dengan lesung pipi yang terlihat menawan saat ia tersenyum. Kulitnya seputih susu dan tingginya 178 cm dengan berat badan proposional. Secara fisik … pria itu lebih dari kata “sempurna”. Kesempurnaan itu bertambah saat mengenali dirinya lebih dalam lagi. Pribadi yang hangat dan perasaannya yang tulus.

            Yeon Hyo benar-benar merasa tidak pantas jika disandingkan pria sesempurna Myung Soo. Jika saja Myung Soo tidak menyukainya, mungkin ia masih bisa merengek pada ibunya agar perjodohan ini dibatalkan. Tapi kenyataan kalau pria itu mencintainya, membuat Yeon Hyo benar-benar tidak berkutik!

            Kakak tirinya—Cho Kyu Hyun—tak kalah tampan dari Myung Soo. Kyu Hyun memiliki tubuh yang sedikit lebih tinggi dari Myung Soo. Wajah sempurna dengan senyuman miring yang menawan. Kulitnya putih susu dan sorotan matanya begitu tajam. Nilai tambahnya, Kyu Hyun adalah seorang pria yang memiliki otak jenius! Ya, dia sangat pintar dan mampu menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu dua setengah tahun saja dengan nilai terbaik di Kyunghee University.

            Itu sebabnya, Cho Young Hwan langsung mengangkatnya menjadi direktur utama ketika Kyu Hyun mulai tertarik pada bidang bisnis. Pria itu memang dipersiapkan ayahnya untuk menjadi pewaris seluruh kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Cho.

            “Sudah sampai.”

            Suara merdu Myung Soo sukses membuyarkan lamunan Yeon Hyo. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya dan menoleh dengan cepat.

            “Ada apa?” tanya Myung Soo bingung.

            “Tidak ada apa-apa,” sahut Yeon Hyo gugup.

            “Gelagatmu aneh sekali hari ini. Kau punya masalah?”

            “Ti—tidak.” Kegugupan Yeon Hyo bertambah.

            Sial!

            “Bertengkar lagi dengan kakakmu?” tebak Myung Soo tepat sasaran.

            Yeon Hyo mengangguk. Menyerah.

            Myung Soo mengetahui semuanya, kecuali satu hal yaitu … perasaan Yeon Hyo. Pria itu tahu kalau Kyu Hyun dan Yeon Hyo adalah saudara tiri. Walaupun baru tiga bulan yang lalu ia bertunangan dengan Yeon Hyo, namun Myung Soo sudah mengetahui semuanya.

            Myung Soo juga tahu kalau Kyu Hyun mencintai adik tirinya sendiri. Calon kakak iparnya itu selalu menghalang-halangi Myung Soo untuk berhubungan dengan Yeon Hyo. Entah bagaimana awalnya, Myung Soo dan Kyu Hyun saling membenci satu sama lain. Semuanya terjadi sejak dulu, bahkan sebelum ayah Kyu Hyun menikah dengan ibu Yeon Hyo.

            “Oh,” komentar pria itu singkat, seperti sudah tahu kronologis kejadian yang dialami oleh Yeon Hyo.

            “Kumohon … lupakanlah masalah ini. Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa.”

            Myung Soo mengerutkan dahinya, menggeleng cepat, lalu membelai pipi kanan Yeon Hyo dengan penuh kasih sayang.

            “Aku tidak bisa membiarkanmu menghadapinya sendirian,” sahutnya lembut. “Tidak ada yang patut kau cemaskan. Kyu Hyun memang berusaha menggagalkan pernikahan kita, tapi aku yang akan mempertahankannya mati-matian.”

            “Apa rencanamu?” tanya Yeon Hyo, penasaran. Tubuhnya gemetar saat tatapan mata Myung Soo yang lembut itu berubah drastis sepersekian detik, tiba-tiba saja sudah berganti dengan sorotan mata tajam yang menakutkan.

            “Membujuk Paman Lee untuk mempercepat pernikahan Cho Kyu Hyun dengan Lee Eu Hyun.”

            “Apa?”

            Mata Yeon Hyo membulat sempurna ketika mendengar rentetan kata-kata tersebut meluncur bebas dari mulut Myung Soo. Otaknya mendadak buntu, seperti kehilangan fungsi. Tubuh gadis itu terasa menggigil, ketika  Myung Soo mengangkat sebelah tangannya ke udara, lalu mengelus puncak kepala Yeon Hyo dengan kasih sayang.

            Yeon Hyo tahu kalau ayah kandung Lee Eu Hyun adalah adik dari ibu kandung Myung Soo. Lee Eu Hyun dan Kim Myung Soo adalah saudara sepupu. Oh, sial! Tentu saja Myung Soo dekat dengan pamannya sendiri. Hal yang mudah bagi Myung Soo untuk mempengaruhi Lee Sung Min—ayah Eu Hyun—untuk cepat-cepat menikahkan putrinya dengan Cho Kyu Hyun.

            Keluarga Kim dan keluarga Lee adalah keluarga terhormat yang memiliki “pengaruh” yang besar di bidang industri Korea. Darah bangsawan Korea yang turun temurun mengalir di dalam tubuh Myung Soo melalui ayah kandungnya—Kim Sung Yeol—yang kini berniat menyerahkan seluruh kekuasaannya pada Myung Soo yang masih berusia dua puluh tahun, tentu saja setelah pria itu resmi menikah dengan Yeon Hyo.

            Yeon Hyo dan Myung Soo sama-sama masih berusia dua puluh tahun, bahkan Yeon Hyo lebih tua dua bulan dari Myung Soo. Namun, sang pewaris perusahaan sebesar Kim’s Textile Company harus menikah terlebih dahulu dengan gadis yang memiliki “derajat” yang hampir sama dengannya, sebelum mendapatkan tahta.

            Status Yeon Hyo sebagai anak tiri dari Cho Young Hwan, sama sekali bukan halangan untuk menjodohkan Myung Soo dengan Yeon Hyo. Apalagi setelah Young Hwan menyerahkan seluruh kekuasaannya pada Kyu Hyun, tentu saja Yeon Hyo otomatis tidak akan mendapatkan apapun dari kekayaan Young Hwan.

            Sebenarnya, Young Hwan ingin memberikan sekitar tiga puluh persen saham perusahaannya pada Yeon Hyo. Namun, status Yeon Hyo tentu menghalangi keinginan Young Hwan. Anak tiri yang tidak memiliki hubungan darah dengannya itu sama sekali tidak diperbolehkan mendapatkan bagian sepeser pun. Keluarga besar Cho menentang hal itu. Posisi Yeon Hyo juga terancam dalam keluarga tersebut. Karena bagaimanapun juga, Young Hwan memiliki seorang adik laki-laki bernama Cho Hyun Sang yang hanya memiliki sepuluh persen saham dari perusahaan warisan keluarga Cho tersebut.

            Cho Hyun Sang selalu berusaha mengambil alih Cho’s Corporation dengan berbagai cara. Termasuk menyiapkan putra semata wayangnya—Cho Si Won—untuk bersaing melawan Kyu Hyun. Apalagi saat ini Cho’s Corporation belum sepenuhnya jatuh ke tangan Kyu Hyun, karena pria itu belum menikah dengan Lee Eu Hyun.

                Oleh karena itu, Young Hwan menjodohkan Yeon Hyo dengan Myung Soo. Selain untuk memperbesar Cho’s Corporation, hal itu juga untuk menjamin kehidupan Yeon Hyo selanjutnya. Perebutan kekuasaan di dalam tubuh Cho’s Corporation sangatlah tidak sehat. Itu sebabnya, Young Hwan mengambil “jalan aman” untuk Yeon Hyo dan ibunya.

                 Young Hwan tentu melakukan semua ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa kejanggalan dari gelagat Young Hwan mulai tercium oleh Yeon Hyo, namun gadis itu belum memiliki bukti sama sekali untuk meyakinkan dirinya kalau kejanggalan ini memang benar adanya. Itu sebabnya, ia tak pernah berani memikirkan hal ini lebih jauh. Yeon Hyo ingin menikmati hidupnya dengan keluarga yang utuh tanpa ada masalah lagi. Dan semua yang ia dapatkan kini sudah sangat membuatnya bahagia.

            “Yeon-ie?” panggil Myung Soo lembut, namun sukses membuat Yeon Hyo tersentak kaget.

            “Ya?”

            “Kau melamun lagi.”

            “Ah, maafkan aku,” sahut Yeon Hyo gugup. “Mungkin aku terlalu lelah. Jadwal kuliahku hari ini padat sekali, Myung-ie.”

            “Kau harus beristirahat setelah ini,” saran Myung Soo yang langsung dijawab dengan anggukan ringan Yeon Hyo.

            Gadis itu tersenyum dan mengelus pelan pipi kiri Myung Soo, lalu berkata, “Terima kasih, Myung-ie.”

            Myung Soo tertegun. Baru kali ini Yeon Hyo memberikan sentuhan yang lebih dari sekadar membalas genggaman tangan Myung Soo. Biasanya gadis itu selalu terlihat kaku dan cukup menjaga jarak.

            “Kuantar kau ke dalam,” putus Myung Soo cepat. Pria itu keluar dari mobil dan bergegas membukakan pintu untuk Yeon Hyo. Seperti biasanya, Myung Soo tidak mengulurkan tangannya untuk menuntun gadisnya turun dari mobil, tidak seperti adegan romantis yang terjadi di film-film kebanyakan.

            Kim Myung Soo memang begitu hangat dan baik pada Yoon Yeon Hyo. Tapi ia tetaplah seorang Kim Myung Soo yang terkenal sangat dingin. Saat mereka pertama kali diperkenalkan oleh kedua orangtua masing-masing sekitar satu tahun yang lalu, Myung Soo yang dingin, sama sekali tidak mau membalas senyuman manis dari Yeon Hyo.

            Myung Soo begitu kaku, tidak pernah tersenyum, berbicara seperlunya saja, dan benar-benar seperti pangeran es yang menakutkan. Namun, perlahan-lahan es tersebut mencair seiring dengan intensitas pertemuan mereka yang diperbanyak. Hingga pada akhirnya, tiga bulan yang lalu, Myung Soo meminta ayahnya untuk menggelar pesta pertunangan antara dirinya dengan Yeon Hyo.

            Myung Soo sang pangeran es ternyata mulai mencintai Yeon Hyo. Pria itu pun berubah secara perlahan-lahan menjadi sehangat cahaya matahari pagi agar membuat Yeon Hyo merasa nyaman didekatnya. Yoon Yeon Hyo pun menyadari hal itu dengan cepat.

            “Kenapa belum turun juga?”

            “Eh?” Yeon Hyo tersentak.

            “Kau melamun lagi dan ini sudah yang ketiga kalinya sore ini. Ada apa sebenarnya?” tanya Myung Soo seraya mengulurkan tangannya pada Yeon Hyo.

            Gadis itu menerimanya dengan malu-malu, lalu bergegas turun dari mobil Myung Soo. Senyuman kaku itu menghiasi bibirnya tatkala Myung Soo menatapnya tajam, tampak mengintimidasi.

            “Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku,” ucap Myung Soo dengan nada menutut. “Aku tidak memaksamu untuk mengatakannya padaku, tapi gelagatmu hari ini benar-benar membuatku penasaran setengah mati. Jika kau tidak mau menceritakannya, maka aku yang akan mencari tahu sendiri.”

            “Tidak,” sahut Yeon Hyo parau. “Tidak ada sesuatu yang terjadi, aku hanya lelah dan semalam tidak bisa tidur,” tambahnya gugup.

            Myung Soo menghela napas kasar, lalu “menyeret” Yeon Hyo masuk ke dalam rumah mewah keluarga Cho. Tak kurang dari sepuluh pelayan tampak berjejer menyambut kedatangan Nona Muda Yeon Hyo itu. Semuanya membungkukkan badan dan menyapa Myung Soo dan Yeon Hyo, mengucapkan “selamat datang”, kemudian mengiringi mereka dari belakang setelah keduanya melewati pintu utama.

            “Siapkan semua makanan kesukaan Nona Yeon Hyo dan hubungi dokter Jung,” perintah Myung Soo kepada para pelayan yang langsung menimbulkan reaksi super cepat dari Yeon Hyo.

            “Jangan panggil dokter Jung, aku tidak sakit!” sambar Yeon Hyo seraya menatap Myung Soo dengan sorotan mata memohon.

            Yeon Hyo benci kalau Myung Soo sudah seperti ini. Sikapnya benar-benar membuat Yeon Hyo kalang kabut. Ia tahu kalau Myung Soo bermaksud baik dan ingin memberikan yang terbaik pula pada Yeon Hyo. Tapi … memanggil dokter pribadi keluarga Cho kemari untuk memeriksa keadaan Yeon Hyo? Astaga, apakah itu tidak berlebihan? Yeon Hyo sama sekali tidak sakit. Gadis itu sehat. Tentu saja!

            “Aku hanya lelah, bukan sakit,” ucap Yeon Hyo dengan nada rendah. “Mungkin makan malam bersamamu akan membuat keadaanku membaik,” tambahnya manis.

            Myung Soo mengerjap-ngerjapkan matanya, seolah tidak memercayai pendengarannya sendiri. Sejak kapan Yeon Hyo meminta hal-hal manis semacam itu padanya? Yeon Hyo yang kaku dan selalu menjaga jarak, kini berubah menjadi gadis manja yang sedang merengek minta ditemani makan malam dalam waktu sekejap.

            Aneh. Ini benar-benar aneh!

            “Tentu saja aku akan menemanimu makan malam di sini,” balas Myung Soo tak kalah manis. Benar-benar membuat Yeon Hyo kehilangan akal sehatnya saat ini. Kenapa interaksi di antara mereka semakin lama semakin membuat Yeon Hyo merasa terjebak begitu saja?

            “Bagaimana kalau aku yang memasakkan sesuatu untukmu? Kau tidak tahu kan, kalau sebenarnya tunanganmu ini pintar memasak?”

            Bingo! Ini bagian terbaiknya! Seorang Kim Myung Soo yang dingin itu sekarang malah menawarkan diri untuk memasak makan malam Yeon Hyo!

            Astaga, lelucon macam apalagi ini?

            Bagaimana caranya melarikan diri, jika kenyataan yang terjadi adalah … Yeon Hyo sudah terseret begitu jauh ke dalam kehidupan semacam ini? Terjebak bersama pangeran es yang baik hati. Ini sebuah keberuntungan yang luar biasa atau penderitaan yang baru saja akan dimulai?

            Entahlah. Yang jelas, Yeon Hyo tidak sanggup berbuat apapun, kecuali menganggukkan kepalanya dan kembali memamerkan senyuman terbaiknya pada Tuan Muda Kim Myung Soo yang kini menatapnya dengan penuh cinta.

 

****

 

            “Sejak kapan dia ada di sini?” tanya Kyu Hyun dengan nada suara tak senang.

            Sang kepala pelayan—Choi Ah Mal—membungkukkan tubuhnya, lalu menjawab, “Maaf, Tuan Muda Kim sudah ada di sini sejak tiga jam yang lalu, Tuan.”

            “Oh, lantas apa yang dia lakukan di dapur? Pelayan Moon mengatakan kalau Myung Soo sempat menggunakan dapur untuk melakukan sesuatu. Maksudnya … memasak? Benarkah?”

            “Tuan Muda Kim memasak makan malam untuk Nona Muda. Mereka makan malam bersama di sini dan semua makanan dimasak oleh Tuan Muda Kim. Nona Muda sepertinya sangat senang, Tuan. Baru kali ini, Nona Muda begitu bersemangat dan menghabiskan semua makanan yang dihidangkan.”

            Kyu Hyun menghela napas panjang, lalu menyuruh sang kepala pelayan untuk kembali bekerja. Ia tak habis pikir bagaimana mungkin seorang “pangeran” dengan gelar bangsawan terhormat seperti Kim Myung Soo mau memasak makan malam untuk putri tiri keluarga Cho? Gadis itu bahkan tidak memiliki warisan sepeser pun untuk menguntungkan pihak keluarga Kim.

            Apakah Kim Myung Soo benar-benar jatuh cinta pada Yeon Hyo? Sehingga menikahi putri tiri keluarga Cho saja sama sekali tidak membuatnya keberatan. Pria itu juga sangat perhatian dan memanjakan Yeon Hyo.

            Hal lain yang membuat Kyu Hyun merasa aneh adalah … kenapa keluarga Kim mau menjodohkan putra pertama mereka yang mewarisi seluruh saham Kim’s Textile Company dengan putri tiri keluarga Cho? Apa yang telah dijanjikan oleh ayahnya, sehingga keluarga Kim mau menyetujui perjodohan ini?

            Kyu Hyun merasa harus menyelidiki masalah ini, sebelum semuanya terlambat. Ia tidak akan membiarkan pernikahan antara Yoon Yeon Hyo dan Kim Myung Soo berlangsung. Ia harus menikahi adik tirinya itu bagaimanapun caranya.

****

 

            “Mudah sekali tertidur,” gumam Myung Soo seraya membelai lembut pipi Yeon Hyo. “Kau ini jelmaan putri tidur, hm?” celotehnya sendirian.

            Kim Myung Soo menarik kedua sudut bibirnya ke atas, tersenyum dengan begitu manis ketika Yeon Hyo menggeliat dan membenarkan posisi tidurnya tanpa membuka kelopak matanya sama sekali. Gadis itu terlihat begitu cantik dengan blouse lengan panjang perpaduan warna putih dan hitam dengan motif polkadot kecil-kecil serta rok baby pink selutut yang begitu pas dengan tubuhnya.

            Sangat cantik.

1416300204_0

            Myung Soo memandangi wajah itu secara saksama. Ternyata memandangi wajah Yeon Hyo berlama-lama tidak akan merasa bosan. Gadis yang memiliki tinggi 170 cm itu sangat manis dengan hidung mancung dan bibir tipisnya yang merah. Mata Yeon Hyo tidak sipit seperti Myung Soo. Kulitnya putih susu dan lebih putih dari Myung Soo dan Kyu Hyun. Rambutnya panjang melewati bahu, berwarna coklat, dan bergelombang. Sangat cantik, lebih mirip dengan boneka porselen hidup ketimbang manusia.

            Myung Soo memperlebar senyumannya ketika terbesit dipikirannya untuk menggendong Yeon Hyo dan mengantarkan gadis itu ke kamarnya. Tapi baru saja Myung Soo beranjak dari kursinya, seseorang sudah mendahuluinya.

            Pria itu—Cho Kyu Hyun—langsung mengangkat dan menggendong Yeon Hyo dalam dekapannya tepat dihadapan Myung Soo yang tak bergeming karena terlalu kaget. Pria itu hanya mampu menatap tajam ke arah Kyu Hyun, ketika kakak tiri Yeon Hyo itu melemparkan senyuman sinisnya pada Myung Soo dengan gelagat tak bersahabat.

            “Oh, kukira kau sudah pulang, Myung Soo-ssi,” ucap Kyu Hyun berbasa-basi, setengah menyindir.

            “Aku baru mau pulang setelah mengantar tunanganku ke kamarnya,” jawab Myung Soo sekenanya. “Aku tidak tahu kalau kakak tiri Yeon Hyo sudah pulang,” tambahnya, menekankan kata “kakak tiri” dalam pengucapan kalimatnya.

            “Oh, ternyata begitu. Tapi seharusnya kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, biar aku saja yang mengantar adikku ke kamar,” balas Kyu Hyun tak kalah sengit.

            “Ada apa, Kyu Hyun-ah?”

Sebuah suara menyela, membuat ketegangan keduanya mencair seketika. Kyu Hyun tak menoleh sama sekali dan tetap menatap Myung Soo dengan pandangan tak suka. Sedangkan Myung Soo lebih memilih memamerkan senyuman terbaiknya pada wanita paruh baya yang baru saja menghampiri mereka itu.

“Selamat malam, Nyonya Cho,” sapa Myung Soo seraya membungkukkan tubuhnya penuh hormat.

            “Bagaimana kabarmu?” balas Hyo Mi—ibu Yeon Hyo—dengan penuh kelembutan. Ia sangat menyukai calon menantunya ini. Semua ibu di dunia ini pasti menginginkan yang terbaik untuk putrinya, bukan? Kim Myung Soo adalah sosok menantu ideal menurut Hyo Mi.

            “Baik. Sangat baik,” sahut Myung Soo sambil tersenyum. “Aku kemari untuk mengantar Yeon Hyo pulang. Kami mengobrol sampai malam, hingga Yeon Hyo ketiduran saat aku pamit ke toilet sebentar.”

            “Dasar anak itu,” komentar Hyo Mi sambil menggelengkan kepalanya. “Maafkan Yeon Hyo kami, Myung Soo-ya. Kelakuannya benar-benar….”

            “Aku permisi sebentar untuk mengantar Yeon Hyo ke kamar,” sela Kyu Hyun, memotong pembicaraan antara Hyo Mi dan Myung Soo dengan begitu dingin.

            Hyo Mi hanya mampu mengangguk kaku dan membiarkan Kyu Hyun menggendong Yeon Hyo naik ke lantai dua. Posisinya di rumah ini tidaklah sebebas yang dibayangkan. Status sebagai istri kedua—setelah istri pertama Young Hwan meninggal—membuatnya semakin tersudut.

            “Maaf, telah banyak merepotkanmu,” ucap Hyo Mi yang dibalas dengan gelengan ringan Myung Soo.

            “Aku tidak pernah merasa direpotkan. Sama sekali tidak. Tapi ada suatu hal yang ingin aku sampaikan padamu, Nyonya Cho.”

            “Silakan,” sahut Hyo Mi dengan dahi berkerut samar. Baru kali ini calon menantunya itu meminta sesuatu darinya. Apakah hal ini ada hubungannya dengan Kyu Hyun? Entahlah. Firasat Hyo Mi mengatakan kalau Myung Soo sepertinya kurang menyukai keberadaan Kyu Hyun di sekitar Yeon Hyo.

            “Nyonya Cho, aku sangat mencintai putrimu. Aku ingin menikahinya. Tapi, aku melihat keinginan yang sama dan begitu besar pada diri Cho Kyu Hyun. Terus terang saja, semakin lama Kyu Hyun semakin menghalang-halangi hubungan kami. Aku sangat menyukai Yeon Hyo, hal itu pula tengah dirasakan oleh Kyu Hyun, walaupun rasa cinta semacam itu tidak wajar baginya. Aku tidak mungkin memusuhi Kyu Hyun yang sebenarnya adalah calon kakak iparku. Tapi jika hal itu harus dilakukan demi mempertahankan Yeon Hyo, maka aku akan melakukannya. Maaf, jika aku harus seperti ini. Nyonya Cho, aku tak mau kehilangan Yoon Yeon Hyo. Sama sekali tidak ingin kehilangannya.”

****

 

TO BE CONTINUED

63 thoughts on “Last Romeo (BAB 1) / The prince and his throne

  1. huh rumit ini mah.. jadi kasian sm kyu. knapa juga hyo nya nurut bgt sama ortunya. Jadi penasaran, apa yg terjadi sama mreka kelak.
    Ini bakal jd novel lg kah eon ?
    Oiya yg ff sblm ini brarti udah ga bakal dilanjut yaa ?

  2. kangen ceritanya ka icha. udah lama banget rasanya ga baca ff-nya kakak haha. anyway, ga perlu di komentarin lah ya ceritanya. udah pasti bagus, bikin penasaran banget pengen baca lanjutannya. ditunggu banget lanjutannya! ff yg lain juga loh😉

    • Iya emang udah lama banget. Hampir setahun gak nulis naskah sama sekali. wkakakakka.
      Maaf yaaaa😀
      Doain mood nulis meluap2 dan kesempatan nulis diperbanyak.
      Sibuk sama kerjaan nih, jdi naskah terbengkalai semua😦

  3. oenniiii.. huaaaa beneeraaan kangen amaatiimiitt ama apdetan ff ny :’) *ketjupketjupauthoenya* :p
    baruu bca part awal ajaa ud deg2aan dan berdoa dalem hatii peliiiss jadiin ama abang kyupil ajaa.. kangeen bgd ama kopel inii gentayangan di sinii😀
    sbnernyaa mksd tuan cho baik sii yaa pgn yg terbaik buat anaknya.. tapii apalaah dayaa fans hyokuu tetep merajalelaaa
    udaa lg g apdet tp tulisan muu teteep kece badaai oenn.. dtunggu bgd story lanjutan nya.. smogaa inspirasi nyaa terjun bebas yaa di lapy nya wakakaa

    • Hhahahhaa😀
      Aamiin. Makasih ya doanya😀
      Lagi butuh semangat dan kesempatan buat melalang buana di dunia FF nih😛
      sibuk sama urusan kerja dan sebagainya, jadi naskah terbengkalai.
      Maaf yaaaa udh buat HKS terlantar😛

  4. huwwwa,eonni daebakkk!!!
    selalu ada hal yg mambuatku penasaran, konfliknya eon gk nyangka bgt. >< mudah2n yeon hyo sama kyu hyun ny bukan adik kakak meskipun tiri.
    apakah benar yoon yeon hyo tidak setertarik itu pada seorang kim myung soo?
    ahh,keren deh eon gk kerasa juga udah TBC aja ditunggu eon part 2 ny.😀

  5. Buahahahaha~ FF -mu cameback dengan feeling yg kembali rumit eonnie, aigoo~ peperangan antara dua -setan- innocent tampan itu kembali memnuhi otak ku ~.~

    tapi makin rumit lg Kyu it kakak tirinya, sedang Myung? dia udh punya status jelas,- kpengen tau lnjutan’a haha😀 jangan terlalu lama eoh noona Yoon or Cho? or Kim? hahaha😉

    dan selamat datang kembali di dunia ini/?😛 #tebarKyuMyung/?

  6. Seperty iank dikatakan temen2 iank lain di kument emang rumit skali… hohoho pa lagy bagian penjelasan harta2.. ahh pusing semoga saja kyuhyun memang anak angkat.. (bantu doa)
    posisi perjodohan@ kisah perjodohan itu paling seru…(au suka au suka) apa lagy saling menguntungkan dlm artyan untuk perusahaan meski di sisi lain tidak merasa untung… sebenarnya au lebih lebih dan lebih suka lagy lau kyuhyun menikah dgn Yeon hyo..(maunya akuuu seh gitu). dan senangnya au *v* Eun hyun menolak perjodohan (au sangat berterimakasih) skali2 ada wanita iank menolak kyuhyun selain yeon hyo kwkwkwkw…. tapi smua tergantung EOONNIE (author)… sbgai reader au hanya bisa berharap..u.u
    Myungsoo@… siapa iank tidak menolak lau di tunangkan ama namja sempurna ituu. (pintar memasak, tampan,perhatian aw aw aw.. au aja mau bngeut#plakkk) kayaknya yeon hyo eonnie harus mencoba… (mencoba mencintai myungsoo oppa maksudnya) hahaha_xD
    adegan favorit au di part 1 ini adalah ketika Kyuhyun oppa tiba2 menggendong Yeon hyo eoonnie di depan Myungsoo oppa… Bayangkan saja bagaimana expresinya Myungsoo saat itu pasty lucu sekali… hahahahahaha_*O*

    LANJUT ke part selanjutnya EONNIE…^^ semoga semakin banyak pertengkaran atau tindakan saingan antara KYUHYUN dan MYUNGSOO untuk memiliki YEON HYO …
    Eh… sejauh ini sepertynya au belum melihat adegan pertengkaran serasi antara KYUHYUN dan YEON HYO…? tapi malah melihat pertengkaran iank menyayat hati…
    T.T (saat YEON HYO menyuruh KYUHYUN untuk melupakan cintanya huaaaa )

    ICHA EONNNIIIEEE,,,, FIGHTING….*V*

  7. pilihan yang sulit siapapun yg diposisi yeon hyo sulit untuk memilih tapi tapi kyu anak adopsi ? kayaknya anak kandung deh….
    ditunggu next part banyak banget bagian bagian yg bikin bertanya tanya

  8. pilihan yang sulit siapapun yg diposisi yeon hyo sulit untuk memilih tapi tapi kyu anak adopsi ? kayaknya anak kandung deh….
    ditunggu next part banyak banget bagian bagian yg bikin bertanya tanya…
    pilihan yang sulit siapapun yg diposisi yeon hyo sulit untuk memilih tapi tapi kyu anak adopsi ? kayaknya anak kandung deh….
    ditunggu next part banyak banget bagian bagian yg bikin bertanya tanya

  9. Haaah… ada ff baru ya? Kok aku baru tau… huhuhu kyudet benget deh…
    Eonnie lanjut ya ffnya, aku kepo maksi nih… FFnya si Eonnie emang paling ddaebak dah…
    Aku pengen bisa nulis ff seru kayak Icha Eonnie xD
    Lanjut ya eon… d(^.^)b

  10. Eakhhhh perang badar bakal terjadi bhahahaha ~
    22-nya sama keras kepala terus yang ngalah siapa dong?? yeon ayo mau pilih siapa yg ga di pilih buat aku ikhlas ko hihihi
    next part ditunggu ~

  11. waahhhh…cerita.y seru baget eonn….konflik keluarga.y terlalu rumit. Apakah kyuhyun bs menikahi yeonhyo???
    Wahh penasaran mau baca lanjutan.y….eonn kapan part salanjut.y d posting?? aQ harap jagn lama2 yah eonn….:)

  12. ceritanya tetep bagus s3perti biasanya ^^
    aku selalu suka tulisan kamu author
    disini kliatan konfliknya bakal seru ini
    penasaran dengan hal hal ‘tersembunyi’ yg gak pengen yeon hyo selidiki dan yg pengen kyu selidiki
    pokoknya mau akhirnya sama kyu atau sama myungsoo aku tetep seneng seneng aja
    tapi mungkin aku tebak akan sma kyu *soktau
    oke segitu aja komen aku
    tetep berkarya ya🙂

  13. Yahh kyuhyun jadi kakak tiri nya Yeonhyo, semoga kyu bisa bersatu sma yeonhyo, aamiin. Fighting kak buat ceritanya!! Ff nya kereenn bikin penasaran lanjutannya,

  14. Nice….
    Bagus banget. Pilihan kata-katanya bagus. Dialognya khas. Dan yang paling penting, penataannya rapi. Ini bikin aku tertarik.

    Oh iya. Hwang Yeon Sung imnida…aku reader baru, Eon. Maaf, ya selama ini silent rider…

  15. Wach nich author bener2 ya. Myung gk thu klau yeon hyo suka ma kyuhyun. Klau tahu gimna reaksi myung ya? Tp kyaknya dia bklan egois. Lihat aja dia belum2 aja udah pengaruhi paman lee buat cepet2 nikaihin kyuhyun ma eu hyun n bilang ma hyo mi tntang kyuhyun. Kasian jg donghae oppa😢. Menurutq hyo mi jg bukan ibu peka ma perasaan anaknya yg terpuruk atau ini emang masih awal ya.Aq dukung kyu-hyo jadi yeon hyo jgan goyahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s