FF “Stupid Game Has Not Over” [OneShoot] – FREELANCE (Sekuel FF “Stupid Game Named Love”)

hyokyu

 

“Stupid Game Has Not Over” 

 

Author : Naya Cho 

Stupid Game Named Love [epilog]

 

Author’s POV

 

Yeon Hyo mengerjapkan matanya. Suara memekakkan telinga barusan berhasil menariknya kembali ke alam sadar.

“CHO YEON HYO! PALLI IREONA!!! Yak! Istri macam apa kau?! Sebagai seorang istri setidaknya kau harus bangun lebih dulu dari suamimu, aissh!” teriak Kyuhyun gusar sambil menendang-nendang kaki Yeon Hyo.

Gadis itu hanya menatap Kyuhyun sekilas, bergumam serak, memanjangkan jangkauan tangannya untuk membuat rileks, lalu kembali merapatkan selimut sampai batas puncak kepala. Tidak ada kepedulian sama sekali terhadap pita suara Kyuhyun yang ia pertaruhkan habis-habisan tadi demi membuat istrinya terjaga, tidak mau tahu jika tetangga, ayah ibu serta adiknya sebisa mungkin berusaha menulikan diri agar tidak lagi mendengar nyanyian pagi suami-istri mengerikan itu.

“Lima menit lagi.”

Dan respon yang didapat Kyuhyun sesedikit itu.

“YAK! Haruskah aku turun tangan menyeretmu ke kamar mandi dan memandikanmu secara paksa, huh Nyonya Cho?!”

Kyuhyun mendapatkan kembali seringaian iblisnya ketika akhirnya gadis itu bangun terburu sehingga kepalanya hampir saja membentur kepala ranjang dan dengan panik merapatkan selimut itu sampai dadanya, juga, berusaha jauh-jauh dari Kyuhyun.

“Yak! Hentikan pikiran mesummu itu!”

“Eoh? Aku berpikir mesum apa?” jawab Kyuhyun dengan tampang polos yang jelas sekali di buat-buat, aegyo bukanlah gayanya sama sekali, dan Yeon Hyo tahu benar ia tidak mungkin bergaya dengan wajah itu.

“Ck! Ck! Dasar gadis mesum!” tambah Kyuhyun lagi, membuat perubahan suhu yang kian matang di wajah cantik Yeon Hyo, wajah mungil polos yang membuatnya jatuh cinta setiap pagi, setiap menemukan wajah itu di sampingnya dan melihatnya untuk pertama kali dalam satu hari.

“Yak! Aish! Dasar makhluk menyebalkan!”

Sambil melempar keras bantal di tangannya ke arah Kyuhyun, Yeon Hyo cepat-cepat bangkit. Bukan apa-apa, tapi ia juga berkebutuhan untuk bangun dan mandi meski yang di inginkannya sekarang hanyalah tidur sedikit saja lebih lama, ia terlalu lelah setelah menyelesaikan lomba starcraft dengan Kyuhyun sampai jam dua pagi. Tapi yah, mau bagaimana lagi, ia juga harus berangkat kerja kalau tidak mau dipecat. Resiko yang ditawarkan Kyuhyun apalagi ibunya sendiri besar sekali jika ia sampai berhenti bekerja, yaitu mengurus rumah dan belajar memasak, betapa mengerikannya.

“Kau yakin tidak mau kubantu? Lagipula semua yang ada padamu itu milikku sekarang,” gumam Kyuhyun lagi, tak ketinggalan evilsmirk-nya, yang berhadiah sandal bulu kesayangan Yeon Hyo untuk kepalanya yang kelewat jenius saat bicara.

 

***

Kyuhyun menepikan audi hitamnya tepat di pelataran parkir kantor tempat Yeon Hyo bekerja, hobi gadis itu sebagai penulis membuatnya menolak mentah-mentah untuk bekerja di perusahaan Kyuhyun dan lebih memilih tempatnya sekarang, sebuah perusahaan penerbitan.

Ia diam di tempatnya di belakang kemudi sambil mengawasi Yeon Hyo yang segera melompat dari mobil karena terlambat. Kyuhyun bukan tipe pria romantis yang akan dengan senang hati membukakan pintu untuk kekasih terlebih istrinya, ia biasanya hanya akan mengawasi sampai punggung sempit gadis itu benar-benar menghilang dari pandangannya dalam keadaan baik-baik saja. Memastikan gadis itu tidak sampai terlalu ceroboh untuk terjatuh atau menabrak sesuatu sehingga melukai sedikit saja dirinya, hal semacam itu tidak boleh terjadi.

“Yeon,” panggilnya kali ini, sedikit canggung. Sapaan selamat pagi atau ucap perpisahan yang normal adalah terbalik menjadi sesuatu yang tabu di antara keduanya.

“Wae?!” Yeon Hyo memutar tubuh cepat dan memasang wajah tidak sabar. Bagaimana lagi, ia sudah terlambat sepuluh menit dan itu gara-gara Kyuhyun.

“Seminggu terakhir kau selalu pulang terlambat, dan sebagai suami aku tidak menyukainya sama sekali.”

“Aissh, itu ‘kan karena aku harus lembur, Kyu!”

“Aku tidak peduli. Kita buat sebuah permainan, bagaimana?”

“MWO?! Di saat seperti ini kau masih berpikir…. aissh! Apa?!”

Kyuhyun menyeringai puas, ia tahu pasti gadis itu tidak suka merasa kalah, jadi ia tidak akan melewatkan satu pun tantangan yang Kyuhyun usulkan, sekonyol apapun itu.

“Pulang. Kau tahu aku sudah berusaha mati-matian agar bisa pulang tepat waktu dan melihatmu secepatnya? Di saat aku sampai ke tempat yang kusebut rumah maka harus ada kau di dalamnya, begitu baru benar. Begitu aku baru bisa beristirahat dan merasa memiliki istri. Jadi berlombalah pulang denganku. Jika kau sampai duluan, kau boleh memintaku apa saja, tapi jika kau terlambat… awas saja!”

Yeon Hyo melirik jam tangannya cepat, sudah terlambat dua belas menit!

“Baiklah! Aku tidak akan kalah kali ini!”

***

“Kau sudah mau pulang Hyo-ya?”

Yeon Hyo segera menoleh, menghentikan aksi langkah seribu yang dirancangnya sedemikian rupa dari tadi pagi hanya agar ia bisa pulang secepatnya, lebih cepat dari Kyuhyun. Dan demi apa saja, siapapun yang menginterupsinya saat ini, ia benar-benar ingin mengutuki orang itu. Tapi pikirannya dengan cepat berubah ketika menemukan siapa yang memanggilnya barusan. Atasan barunya, merangkap masa lalunya.

“Eoh? Kim Sajang-nim, annyeonghaseyo,” sapanya sambil membungkuk dalam, masih agak canggung sebenarnya mengingat pria ini…. adalah pria yang dulu terbiasa ia tatap langsung matanya.

“Kita searah, biar ku antar,” ujar pria itu, terdengar lebih memerintah daripada menawarkan. Dia… masih sedingin itu.

 

***

“Aissh! Apa-apaan sih pria itu! Menyebalkan!”

Yeon Hyo berteriak kesal, hal paling normal yang bisa dilakukannya. Bagaimana tidak? Ia, sejak sore tadi, —anni, sejak pagi tadi— telah berkutat dengan pekerjaannya sepuluh kali lipat lebih rajin dari biasanya, hanya agar ia pulang cepat, agar ia dapat membalaskan dendam-dendamnya kepada Kyuhyun selama ini, agar ia… juga dapat melihat pria itu secepatnya.

Dan ia berhasil, pulang tepat ketika jam kerjanya berakhir, menyelesaikan pekerjaannya dengan kecepatan sedikit tidak masuk akal. Ia bahkan sudah merancang hukuman macam apa untuk pria itu, terlebih ia… merasa ada sesuatu yang kurang ketika ia pulang dan pria itu tidak ada, ia tidak dapat melihatnya atau mendengarnya, rasanya…. seperti di tempat asing, bukannya rumahnya dan Kyuhyun sendiri.

Ia menggeram dan menarik nafas kuat-kuat guna meredam emosinya yang terasa akan memuncak ketika sebuah pesan singkat masuk. Pesan yang sama sekali tidak membawa kabar baik.

 

From: My Evil Prince

 

Aku tidak akan pulang. Berkencanlah dengan pria yang kau sukai itu, puas?!

 

“Yak! Pesan macam apa ini?! Kyuhyun Bodoh!!!!”

 

***

Kyuhyun’s POV

 

Dia gadisku, istriku, milikku, dan demi apa saja aku tidak akan pernah mengizinkannya menatap pria lain. Termasuk pria itu. Cinta pertamanya. Pria yang paling tidak kuinginkan keberadaannya di muka bumi ini.

Aku mengenal Yeon Hyo dengan baik, menikmati pertumbuhannya dan menghafal kebiasaannya. Ketika pertama kalinya ia mengatakan mencintai seseorang dan orang itu adalah hama bernama Kim Myung Soo, ada sesuatu yang mengganjali tenggorokanku, rasanya benar-benar tidak nyaman. Seperti ingin muntah tapi tidak ada yang bisa dimuntahkan, lebih buruk dari itu. Dan ketika pria itu pergi dengan alasan meneruskan kuliah ke luar negeri, ketika Yeon Hyo terpaksa sakit hati, ada dua rasa baru membanjiriku. Pertama, aku tidak rela melihatnya menangisi pria lain, kedua adalah rasa senang setengah mati menyadari setelah ini Yeon Hyo tidak akan menatap pria itu lagi dan hanya menatapku seorang.

Tapi tadi sore, aku melihat orang itu lagi, berbicara dengan gadisku. Bodohnya, seharusnya aku langsung memukulnya tadi bukannya pergi dan mengasingkan diri di sini. Aissh, sekarang tanganku gatal ingin memukul siapa saja yang bisa kutemui di jalan. Atau mungkin mendatangi rumah pria itu untuk memperingatkannya bukanlah ide buruk, eh?

Lalu apa-apaan aku tadi? Mengatakan pada Yeon Hyo tidak akan pulang? Tidak! Dia istri sahku, memiliki ikatan hukum denganku dan si hama itu tidak boleh mengganggu. Kyuhyun bodoh! Apa yang kau lakukan di sini huh?! Kau harus pulang segera! Memastikan istrimu masih memakai cincin kawin di jari manisnya, menegaskan bahwa ia tidak akan pergi kemana-mana tanpa kau, ia tidak boleh beranjak, ia tidak boleh menatap apapun tanpa seizinmu.

Hanya harus menatapku ketika aku menatapnya, begitu pun hidupku sudah lengkap.

Yah, kepercayaan diriku akhirnya kembali. Aku nyaris bangkit untuk cepat-cepat sampai ke rumah ketika sesuatu yang keras dan menyakitkan menimpa kepalaku.

 

***

Yeon Hyo’s POV

 

-Flashback-

 

“Kita searah, biar ku antar,” ujar pria itu, terdengar lebih memerintah daripada menawarkan. Dia… masih sedingin itu.

Aku memberanikan diri menatap Myung Soo yang notabene adalah atasanku, tapi dalam situasi ini, jam kerja sudah berakhir, dan aku merasa harus menatapnya sekali lagi, paling tidak untuk yang terakhir. Bagaimana pun aku pernah menyukainya setengah mati, jadi… mungkin saja aku merindukannya.

Matanya yang kelam dan bagian-bagian lain yang tertata di wajahnya demi menyokong ketampanannya masih sama dengan yang bisa kuingat. Masih semempesona itu. Hanya saja, ada sesuatu yang tidak bisa kutemukan ketika menatapnya. Perasaan ketika kau menatap seseorang dan tidak ingin berpindah, tidak memikirkan hal lain bahkan mengabaikan bernafas. Di mata itu…. aku tidak menemukannya, lagi.

“Ah, gomapseumnida, keunde… aku sudah menikah sekarang, aku sudah memiliki seseorang yang menungguku pulang, seseorang yang karena mencemaskanku maka merasa harus mengantar dan menjemputku, seseorang yang pasti akan marah jika aku di antar orang lain. Jadi… maafkan aku,” pamitku sambil membungkuk sebentar. Lalu pergi, begitu saja.

Aku mungkin masih merindukannya, masih menyukainya, cinta pertamaku. Tapi aku tidak bisa menatapnya lebih lama dari rasa aneh semacam magnet yang selalu timbul ketika menemukan tatapan Kyuhyun. Dia… satu-satunya pria membuatku merasa cepat-cepat menemuinya agar dapat melihatnya lebih lama. Satu-satunya pria yang… kuharap, jika aku pulang kerumah, akan ada dia, semenyebalkan apapun sifatnya, asal itu dia, semuanya pasti akan baik-baik saja.

 

***

Author’s POV

 

Kyuhyun meringis satu detik setelah sebuah kerikil besar berhasil menghantam kepalanya tepat sasaran. Ia mendengus dengan tatap mematikan menyadari itu Yeon Hyo yang tengah melemparinya. Gadis itu, masih dengan pakaian kantornya yang sama kacaunya dengan pakaian Kyuhyun sekarang, berdiri di pinggir taman dengan wajah kesalnya, Kyuhyun hafal sekali bahwa itu adalah level teratas tinggal kemarahan gadis itu. Wajah yang sama seperti yang diperlihatkannya enam belas tahun lalu ketika Kyuhyun merebut mainannya dan gadis itu meneriaki bahwa ia tidak akan mau menikah dengan pria macam Kyuhyun. Ekspresi yang sama meski banyak sekali perubahan di wajahnya. Yeon Hyo berhasil tumbuh menjadi gadis dengan kecantikan di atas rata-rata, dan yang tercantik dalam lensa mata Kyuhyun sendiri, selamanya akan begitu meski gadis itu memiliki banyak kerutan nantinya. Karena ia sudah terbiasa dengan wajah itu dan akan terbiasa untuk waktu yang sulit diperhitungkan.

Ia memperhatikannya lebih detil lalu juga merasa ingin marah. Gadis itu! Berani-beraninya melepaskan blazernya dan hanya meninggalkan blus berwarna putih yang agak tipis dan transparan. Demi Tuhan baju jenis itu paling tidak disukai Kyuhyun kecuali di kamarnya saat mereka hanya berdua. Ia tidak akan suka orang lain melihat bagian tubuh gadisnya.

“Yak! Apa-apaan kau dengan baju itu! Cepat pulang dan ganti!”

“Kau yang apa-apaan?! Kenapa tidak pulang eoh?!”

Kyuhyun tidak segera menggubris. Ia cepat-cepat menghampiri Yeon Hyo untuk menyampirkan jasnya sendiri di tubuh gadis itu, tampak terlalu besar, tapi sangat bagus demi untuk melindungi istrinya.

“Yeonni-ya~ tolong… jangan gunakan matamu untuk menatap pria lain, karena…,” Kyuhyun berdeham sebentar lalu mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya persis di depan kedua bolamata Yeon Hyo, “kedua benda ini milikku, arasseo?”

“Cho Kyu Hyun pabo! Aku sampai di rumah lebih dulu, artinya kau kalah, kau tidak berhak meminta apapun dariku!”

Kali ini Yeon Hyo yang memasang seringai setannya ketika mendapati wajah Kyuhyun yang agak terlalu lucu baginya, pria itu menghentikan tangannya yang tadi sibuk merapikan jas di badan Yeon Hyo dengan wajah… menderita.

“Sekarang aku yang meminta padamu,”

Gadis itu, dengan tampang polosnya yang menipu coba menggantungkan kalimatnya, membuat Kyuhyun menatapnya ngeri tapi tidak berhasil, gadis itu menelengkan kepala sebentar lalu sedikit mendongak untuk mempertemukan tatapan dengan Kyuhyun, candu tersendiri baginya. Satu kali menatap, dan itu seperti magnet yang sulit sekali dilepas.

“Pulang. Aku ingin kau pulang.”

Kyuhyun balas menatap gadis itu dengan sedikit seringai geli yang berusaha ia tahan sekuat tenaga. Gadis ini… apa seidiot itu untuk memikirkan hukuman yang lebih adil? Tanpa diminta pun ia pasti akan kembali ke sisi gadis itu untuk mengacaukan hidup Yeon Hyo dan membahagiakan hidupnya sendiri, karena sumber kebahagiaannya adalah keberadaan gadis itu. Ia harus di sisinya dan mengawasinya, mau tidak maunya gadis itu. Ia… masih akan kelewat mencintainya.

“Aku mau pulang dengan satu syarat,”

Kyuhyun mengambil pinggang gadis itu dalam rengkuhan tangannya yang besar, menatap Yeon Hyo lebih intens, dan tiba-tiba saja senyum licik sudah kembali memenuhi pandangan Yeon Hyo di wajah setan tampan itu.

“Mari bertaruh lagi, tapi kali ini lebih privasi. Eung… beri aku waktu satu minggu, jika dalam waktu itu aku berhasil membuatmu mengandung anakku, artinya aku menang. Permainan yang bagus, bukan?”

 

 

FIN

 

Huaaaa Hyo eonni, mian pendek atau kurang memuaskan *bow*

And to readers… annyeong… Cho Yeon Hee, adik Kyuhyun yang setan imut ini sekedar berbagi. Maaf jika ada yang kurang berkenan dg Ffnya, aku harap semua suka dan meninggalkan koemntar ^^

Ah ya, mampir juga ke blog-ku ya~ http://specialnay.wordpress.com

Gamssahamnida~ J

 

120 thoughts on “FF “Stupid Game Has Not Over” [OneShoot] – FREELANCE (Sekuel FF “Stupid Game Named Love”)

  1. Kereeeennn!! .. aku suka kata”trakhirnya *plok😛
    ini bsa d jadiin sequel lainnya *nyengirsetan😀
    prmainan konyol(?) ini spertinya tidak akan selesai dengan cepat *High5withKyu😛

  2. kau benar eon, kata katanya bagus dan menarik gimana gitu ~~~ feelnya dapet banget. kau punya saingan baru eon wkwkkwkw *LOL *plak

    heiii authooorr *teriak pake TOA* ini sequelnya mana yaah ? wkwkk

  3. Huaaa..makin seru aja nich,, dan apa itu di scen akhr?? 1minggu m’buat Hyo hamil?? Hadeuh Kyu emang plng bisa wkwkwk^^ kayanya kalo sequel lg oke juga nich, di tnggu ya Author^^ fighting!!

  4. keren!! Lanjuts dong🙂

    Oen yoon kangen dh sama ff karya mu tapi yg cast nya yoon yeon hyo sama kyuhyun aja. . Bukan berarti aku ga suka sma myungsoo, dy bias q d infinite, cuma tiba2 kangen sama berantem ny kyuhyun n yoon yeon hyo yg badai itu hehehe

  5. Jeongmal daebak!!
    Aku suka banget ama kelanjutannya..
    Keren! Chingu naya keren nulisnya.
    Brasa banget klo ikatan mreka makin kuat. Hha
    Prmainan mreka bakal trus brlanjut nih kyknya. Kke.
    Ditunggu ff lainnya😉

  6. sequel’a ajiibb bner deh..kocak bgt game’a..taruhan pacaran truz married n ending’a taruhan bkin anak..wkwkwk…aq jg mw ikut game kaya gtu klo smw berkaitan kyu jd milikkuuuuuuuu..^O^
    klo sequel’a diterusin dbkin NC ajja thor..hwahahaha #Yadong.kumat

  7. ayo buat sequelnya lagi…hehe
    tapi kalau buat sequelnya, otomatis ada NCnya donk?!
    haha…nggak papa thor, sekali2 ada NCnya, masak ribut terus *disambet yadong

  8. ish jinjja mr. Cho! L dibilang hama masa’ -_-‘a trus apacobak “..kembali ke sisi gadis itu untuk mengacaukan hidup yeon hyo dan membahagiakan hidupnya sendiri” bener2 prinsip hidup iblis!! XDD
    awal2 sempet “yaaahh genre(?)nya udh nikah2 ky gini -,-” tp pertengahan keakhir seru juga #plak

  9. ah…sukaaa bangettt sma ff ini dri awal baca pas jdi pemenangnya juga udah jatuh hati dengan ff ini. bahasa authornya keren bangettt…!! gak berbelit2 dan gampang dipahamin. emang pas sih jdi juara lomba kemren🙂 .kerennn banget pokknya (y)

  10. Hahah..
    Gokil… Otak Kyu dipenuhi ama permainan yang menguntungkan diri sendiri.. Ckckck
    Hahaha.. silahkan oppa make baby ama Yeon Hyo.. Heheh.. Jangan tanggung2 ya..*plakkk😀

  11. buakakakak,. iiya kyu permainan yg sangat amat bagus sekali,. hahhah
    pinter bgt u kyu bisaan aja bkin permainannya,. hahaha
    kalo 1 minggu kgk hamil trus kalah bkin permainan lg aja kyu,. hahah #plak

  12. wahh eonni daebak! ^^ Tapi kok ending nya nggantung terus sih eon? Kasih sequel dong. Ya ya ya? Aku tunggu lho eon! Secepat nya di publish ya ^^

  13. kyaaaaaa……. tambah parah tuh permainannya, kalo yang bikin permainan bang kyu pasti gokil, udah gk sbar buwat baca lanjutannya chingu, ditunggu ya… jejak 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s