HKS 20 – FF Lomba “The Different Summer” [OneShoot]

Author : Park Ran Sung

Nama FB : Ghita Asmarhani Drew
FF Title : The Different Summer.
Cast :
– Find by yourself!
Genre : ?
Disclaimers :
– Intinya, ini FF gaje banget deh. Authornya aja bingung, apalagi readers. Tapi, jangan plagiat, copas atau apalah itu.😄

The Different Summer story’ s begining… 

Namaku Yoon Yeon Hyo.

Aku benci setan jelek itu! Seenaknya saja berbuat curang kepadaku! Mencium bibirku tanpa izin dan mengalahkanku dalam pertarungan sengit game tadi. Ku ambil Laptopku dan aku memilih untuk duduk di kursi balkon Hotel tempat aku dan Kyuhyun menginap untuk beberapa hari. Ah, mengingat Kyu aku jadi kesal. Meskipun kami sehotel namun kami tidak sekamar. Kamarnya di sebelah kamarku. Umm.. Ohiya, aku sekarang lagi ada di Paris untuk sekedar berlibur mengingat hari-hari biasa meletihkan.

Aku yang memilih untuk berlibur di sini. Aku memilih kota ini karena menurutku kota ini memiliki kesan dan suasana yang berbeda. Elegan, romantis dan nyaman ada di kota ini. Ini adalah untuk kedua kalinya aku mengunjungi kota ini bersama Kyuhyun. Kota yang terkenal dengan keromantisannya ini telah menyimpan kenangan antara aku dan tunanganku. Cho Kyuhyun. Kota ini telah menjadi saksi bisu salah satu dari sekian banyak adegan romantis kami berdua.

Sering aku menumpahkan kisahku dengan Kyuhyun pada lembar kerja Miss. Words Laptopku. Tidak jarang juga aku menjadikan kisahku menjadi FunFiction yang ku share di blog pribadiku. Dan kau tahu? Meskipun aku yang menulis semua kisahku. Tapi terkadang aku lupa apakah aku pernah mengalaminya atau tidak. Sehingga saat tanpa sengaja aku membaca ulang, aku akan tertawa terpingkal-pingkal sendiri. Oh demi boneka bugs buny~ ingatanku benar-benar baik. Namun.. Ada satu kisah yang masih jelas ku ingat.

Ciuman sekaligus kisah menegangkan bagiku di musim gugur – Paris..

————————

October, 15th 2009.

Itu adalah musim gugur setahun setengah yang lalu. Saat itu hubunganku dengan Kyuhyun masih dalam status berpacaran. Satu tahun sudah kita berpacaran. Saat itu Kyuhyun mengajakku berlibur ke Paris. Dia juga meminta izin langsung dari kedua orang tuaku. Untunglah, mereka mengizinkan. Tapi dengan syarat, tidak boleh menyentuh mahkotaku.

Tanpa ku ketahui. Ternyata pria tampan itu sudah menyiapkan dua tiket untuk aku dan dia. Yang lebih mengejutkan, dia juga ternyata sudah membeli dua tiket lagi untuk kedua orang tuaku. Kyuhyun bilang, dia takut kedua orang tuaku tidak mengizinkan makanya dia fikir lebih baik mengajak mereka juga. Mengajak mereka berangkat ke bandara dan menaiki pesawat yang berbeda. Umm.. Maksudku, aku dan Kyuhyun ke Paris sedangkan kedua orang tuaku ke pulau Jeju. Dan alhasil, tiket sogokan itu di tolak mentah-mentah oleh kedua orang tuaku. Oh ayolah.. Kyuhyun itu tak sebaik yang kalian fikir.

But it was exactly happy.

~~~~~~~~~~~~

Incheon Airport to go to Paris.

“Yeonie.. Kajja! Pesawatnya mau take off.” Seru Kyuhyun sambil menyeret kopernya. Dia tidak menghiraukanku yang tengah bermanja-manja pada kedua orang tuaku.

“Iya, sebentar. Umm.. Eomma, appa. Aku akan merindukan kalian,” Kataku pada Kyuhyun yang beralih pada kedua orang tua di hadapanku. Eomma dan appa memang mengantarkan kami ke bandara. Tapi kenapa tidak ada kecemasan di raut wajah mereka — atau mungkin mereka menyembunyikannya — atau karena bualan Kyuhyun yang mengatakan bahwa Hye Mi dan Eun Ae sudah menunggu lama di Trocadèro berhasil? Entahlah.

“…Jaga kesehatan, makan yang teratur, jangan tidur terlalu malam, jangan berbuat macam-macam, katakan pada Kyuhyun agar dia memesan kamar yang berbeda denganmu. Umm.. Bilang juga pada pria itu agar tidak lagi-lagi melakukan hal bodoh — membujuk kami dengan dua tiket ke pulau Jeju. Sedangkan kalian ke Paris.” Sungut eomma bersemangat. Aku dan appa terkekeh mendengar penuturan eomma. Sedangkan Kyuhyun, ku lihat dia salah tingkah dengan ucapan eomma karena memang eomma berbicara cukup keras tadi.

“Pesawat tujuan Paris – Prancis akan berangkat. Di harapkan penumpang tujuan Paris – Prancis segera menaiki pesawat. Terima Kasih.” Suara menggetar di area bandara — memperingati seluruh penumpang.

Aku tersenyum tipis pada eomma dan appa. Mereka ikut tersenyum. Ku rasa mereka mengerti..

~~~~~~~~~~~~

On Airplane. Take to Paris.

Duduk diam di kursi pesawat memang tidak semudah kelihatannya. Berjam-jam hanya bisa geser sedikit ke kiri dan ke kanan, rasanya pinggangku mau copot. Dua batang lolipop yang ku selipkan diam-diam juga sudah habis di hisap kami berdua. Tapi untunglah, pria-ku itu menyelipkan PSP-nya. Jadi aku fikir aku bisa sedikit menghilangkan suntukku dengan meminjamnya sesering mungkin. Meskipun sedikit sulit membujuknya. Namun pada akhirnya dia menyerah juga.

Kami bertarung permainan yang kami mainkan. Aku akui dia memang hebat.. Tapi dia sedikit licik. Dia mencium pipiku tiba-tiba saat aku hampir menang. Dia membuatku terdiam karenanya. Tapi, bukan Yeon Hyo namanya kalau tidak bisa memenangkan pertarungan seperti ini. Akupun cukup sering mengalahkan dia. Terkadang kami justru saling menyoraki satu sama lain, jika salah satu dari kami kalah. Dan itu tentunya membuat Pramugari menegur kami dengan gerakan khasnya dan gaya bicara khasnya. Aku dan Kyuhyun pun diam dan hanya bisa saling bertukar senyum.

“Pramugrari itu cerewet,” Celetuk Kyuhyun di telingaku. Wajahku memerah menahan tawa — Kyuhyun pun begitu.

~~~~~~~~~~~~

Much Later. Arrived in Paris.

“Grudug.. Grudug.. Grudug..” Aku menyeret koperku keluar bandara. Sambil sesekali memutar leher yang pegal, aku memukul pelan pipiku agar sepenuhnya sadar. Aku masih sangat mengantuk saat itu. Baru saja tidur, tapi sudah tiba. Akupun hanya bisa membuang nafas sambil menggembungkan pipiku.

“Kau masih ngantuk? Yasudah. Habis ini kita ke Hotel dan istirahat saja. Berkelilingnya besok saja, gimana? Kau butuh istirahat,” Ucap Kyuhyun tiba-tiba. Dia terlihat penuh perhatian.

Aku sontak langsung menggeleng mantap, “Tidak, Kyu. Aku sudah tidak ngantuk, kok. Lihatlah.. Mataku juga sudah melotot. Lebih baik sehabis ini kita letakkan dulu koper kita di Hotel, dan langsung berkeliling. Aku tidak sabar ingin ke sungai seine.” Sahutku cepat.

Sejenak dia menatapku – menyipitkan matanya, “Yakin?” Tanyanya. Aku mengangguk, “Ya. Aku yakin. Kajja! Umm.. Kyu. Aku titip ponselku di tasmu, ya?” Jawabku enteng dan langsung memasukkan salah satu ponselku ke dalam ranselnya.

Dia tersenyum — mengacak pelan rambutku. Tidak berapa lama, Taksi datang dan kami berdua pun meninggalkan bandara menuju Hotel. Sepanjang perjalanan menuju Hotel, aku dan Kyuhyun kembali bertanding games di PSP miliknya. Lagi-lagi kami membuat kegaduhan dengan teriakan kami. Terlihat si supir jengah terhadap kami. Tapi kami abaikan. Tidak butuh waktu lama untuk menanti Taksi tiba di Hotel, karena memang jarak yang tidak begitu jauh.

~~~~~~~~~~~~

Night – Elysèes Regencia Hotel.

Setibanya lagi kami di Hotel. Kami memilih untuk berdiam diri di kamar masing-masing. Kami harus beristirahat mengingat kaki yang dari tadi siang sampai petang terus di paksa berkeliling tempat wisata. Arch de Triomphe, Eifel, Seine River, Boulevards garden.. Ah capeknya. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan di kamarnya. Tapi aku memilih bersantai di balkon Hotel — menatap langsung indahnya kota Paris. Terlebih letak Menara Eifel yang cukup dekat dan terlihat jelas dari tempatku sekarang. Bersantai di temani secangkir cappucino hangat. Saat aku tengah asik menyesap cappucino hangatku. Sesuatu yang bergetar mengganggu momen ini. Ponsel. Ya, seseorang mengirimi aku pesan. Dan si pengirim pesan tidak lain dan tidak bukan adalah iblis itu; Cho Kyuhyun.

Heh nyonya Cho..
Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.
Turun dan temui aku di halaman Menara Eifel.

“Cih apa-apaan dia? Seenaknya saja menyuruhku! Tapi.. Apa yang ingin dia sampaikan? Ah, entahlah.” Rutukku. Aku langsung meletakan ponselku ke dalam saku sweaterku. Walaupun tadi aku bilang Hotel ini dekat dengan menara itu. Tapi kan, lumayan jauh juga. Dia bodoh! Ku teguk habis cappucino hangatku dan meletakan cangkir yang telah kosong itu begitu saja di meja balkon hotel. Ya, ku fikir sayang kan kalau terbuang sia-sia. Setelah itu.. Aku berlari keluar dari hotel itu menemui iblis tampanku. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

~~~~~~~~~~~~

For Minutes Later. Eifel Tower’ s Hall.

“Cho Kyuhyun!” Panggilku pada seseorang yang terlihat tengah mengeratkan jaketnya. Pria itu — Kyuhyun menoleh dan tersenyum. Senyum indah yang selalu ampuh untuk menghipnotis diriku.

“Kau sudah datang?”

“Kau bisa melihatnya. Hum.. Sudah lama?”

“Ya, ya.. Aku lihat. Ku rasa belum. Kemarilah, ” Dia mengeluarkan salah satu tangannya dari saku jaket, dan melambai kepadaku. Menyuruhku untuk mendekat padanya. Aku mengangguk pelan sambil tersenyum dan menurutinya.

Kyuhyun menatapku sekilas dan kembali melayangkan tatapannya pada Puncak Menara Eifel. “Dingin, ya? Udara di sini ternyata tidak berbeda jauh dengan di Korea,” Ucapnya yang membuat gumpalan asap dari mulutnya.

Ku tundukkan kepalaku. Menatap ujung flat shoes putih milikku, “Iya. Umm.. Apa yang ingin kau sampaikan?” Jawabku pelan hampir tidak terdengar.

Dia diam. Ku angkat wajahku menatapnya. Wajahnya terlihat lesu, berbeda sekali seperti beberapa menit lalu. Ku lihat dadanya naik-turun. Bibirnya mengerucut dengan pipi menggembung dan gumpalan-gumpalan asap putih saat itu juga tergambar di depan wajahnya.

“Kyu.. Kau kenapa, hum?” Tanyaku pelan agar tidak mengganggunya.

Dia sedikit kaget, kurasa. Dia menoleh ke arahku, “Eh? Hmm.. Yeonie. Kau suka parfum? Mumpung kita lagi di sini.. Ayo ke Champ Elysee. Ada banyak parfum yang gak ada di Korea. Bagaimana?” Usulnya mengalihkan pembicaraan. Dia mengedip-ngedipkan matanya dan tangannya bergelayut manja pada tanganku.

Aku tersenyum cemas, “Baiklah. Tapi, bisakah kau buang tampang bodohmu, tuan Cho?” Jawabku sarkatis. Dia hanya tersenyum dan mulai menarik pergelangan tanganku.

“Yak tapi pelan-pelan, bodoh!”

~~~~~~~~~~~~

Champ Elysèe.

Aku benci dia! Hei.. maksudku, kenapa dia terus menarik tanganku? Apa dia tidak tahu cengkramannya kuat? Di tambah langkahnya yang sedikit lebih cepat di banding aku. Lihatlah sekarang. Bekas cengkramannya masih membekas di pergelangan tanganku. Dasar Cho Kyuhyun, bodoh!

Kyuhyun melepas genggamannya padaku. Tanpa menoleh lagi ke arahku, dia langsung melayanglan tatapannya pada keramaian Champ Elysèe. “Haah~ akhirnya sampai juga.” Serunya girang.

“Heh! Apa kau bilang? Heh, tuan Cho. Lihatlah, tanganku merah karena kau!” Sungutku sambil memperlihatkan pergelangan tanganku.

Dia menoleh sebentar, “Oh. Sudahlah jangan cengeng, Yeonie.” Jawabnya enteng tanpa memperdulikanku.

“Aish.. Terserah. Terserah kau!” Ku acak rambutku sedikit kasar. Dan saat itu juga aku mendengar kekehan mengerikan. Itu pasti Kyuhyun! Siapa lagi?

GREP!! Dia menarikku ke dalam pelukannya. Mendekap bahuku dengan keras seolah tidak mau melepaskanku. Tawa renyah yang sempat ku dengar beberapa detik lalu hilang. Dia kembali menjadi Kyuhyun saat beberapa menit lalu di halaman Menara Eifel. Hembusan nafasnya yang cepat tidak beraturan pun kini dapat ku lihat dari gumpalan-gumpalan asap yang menari di atas poniku.

Awalnya aku sedikit kaget. Tapi setelahnya aku sudah biasa. “Kyu~ hmm.. Kau bilang kita akan memburu parfum. Tapi, kenapa kau malah memelukku? Aku malu, Kyu. Di sini banyak orang, ” Kataku gugup. Aku sedikit memberontak tapi Kyuhyun tetap menahanku.

“Jangan pernah melupakanku meski aku pergi. Jangan pernah lari dariku, karena aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Jawabnya berbisik mengacuhkan pertanyaanku. Bisikan lembut yang masih bisa ku dengar. Ku rasakan setetes air jatuh mengenai ujung hidungku. Aku mendongak.

Sulit di percaya. Kyuhyun — dia menangis.

Ku raih tangan kirinya yang menggantung di sisi bajunya. Ku selipkan jemariku perlahan di antara jari-jarinya. Aku memang tidak mengerti kenapa dia sekarang. Tapi, setidaknya sebagai orang spesial di hatinya aku bisa menyalurkan sebagian kebahagianku untuknya.

“Yeonie,~” Panggilnya parau. Ku lihat poninya sedikit menggeser tertiup angin. Tatapannya tidak bergeming; tetap menatap jalan lurus di depan kami.

Aku hanya menggangguk. Aku tidak berani menatap wajahnya saat ini. Terlalu menyakitkan, “Di sini ramai. Moodku hilang. Aku kira ada di tengah-tengah ratusan toko parfum akan terasa nyaman. Tapi malah sebaliknya.” Lanjutnya.

Aku masih diam. Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan sesuatu padanya. Tapi, aku takut menyinggung perasaannya. Aku juga takut, kalau aku menanyakan hal yang ingin ku tanyakan. Maka jawabannya berbanding terbalik dengan harapanku. Karena aku tahu, Kyuhyun yang saat ini mendekapku sedang tidak baik-baik saja.

~~~~~~~~~~~~

Your one day, my one day..
Because of each other every day can be beautiful..
Don’ t bring up, breaking up, such hurtful words..
Just stay by my side like this..
-Haru (Translate)

Cukup lama. Cukup lama dia menahanku. Berdiri mematung dengan fikiran kami masing-masing di tengah keramaian Champ Elysèe. Ketegangan yang tadi menghinggapi kami berangsur melunak. Deru nafas yang ku dengar dari pria-ku kini mulai terdengar normal.

“Yeonie~ berjanjilah kau tidak akan lari dariku. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kalau pun kau lari, aku yakin aku akan mengejarmu. Dan kau juga harus berjanji.. Kau akan mengejarku jika aku lari darimu.” Bisiknya lagi dan lagi. Aku sontak menjauhkan sedikit tubuhku karena kaget dengan penuturannya. Tapi dia segera menarikku kembali. Dia menahan diriku untuk tetap berada di pelukannya.

Entah mengapa dadaku terasa mulai sesak. Ini pasti ada apa-apanya. “Kau bicara apa, Kyu? Eh iya. Kau tadi bilang ada yang ingin kau sampaikan, bukan? Apa itu?” Ucapku sedikit terkekeh di tengah kecemasan yang mulai menjalar di tubuhku. Mungkin kekehanku terdengar aneh.

Mendengarku bersuara, dia langsung menatapku. Tatapannya kali ini terasa menyedihkan. Sesaat kemudian dia melepaskan dekapannya padaku. Dia berjalan begitu saja menjauhi keramaian meninggalkanku. Jaketnya melambai cepat seiring langkah kakinya yang cepat. Dia berjalan tanpa memperdulikan aku lagi. Dari langkahnya yang tergesa-gesa dapat ku pastikan ada hal buruk terjadi. Aku mengejarnya, namun dia terlalu cepat.

“Kyuhyun, tunggu!” Ucapku masih berlari kecil mengejarnya, berharap dia akan berhenti dan menatapku. Tapi tidak, dia tetap tidak menghiraukanku. Pertahananku luruh saat itu.. Air mataku tumpah.

Aku menghentikan langkahku dan menatap punggungnya nanar. Ku rasakan sakit di sekitar lambungku. ‘Ah, jangan-jangan magh-nya kambuh’ Pikirku untuk beberapa detik. “Kyuhyun, berhenti. Sebenarnya kau kenapa?” Teriakku sambil meremas perutku yang terbalut baju.

“…..” Tidak ada jawaban. Dia masih diam tidak menghiraukan. Aku tersenyum tipis dan mengusap kedua pipiku yang basah. Tapi sayang, air mataku kembali menetes. Memberi sedikit penyejuk pada mataku yang sudah memanas.

Aku terdiam di tempatku. Rasanya, rasa perih di sekitas lambungku sudah melemaskan tubuhku hingga rasanya aku tidak kuat untuk mengejarnya. “Pergilah jika kau mau,” Pekikku sarkatis.

Dia berhenti. Ternyata teriakanku tidak sia-sia. Dia menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya menatapku. Masih sama — tidak ada senyum di wajahnya. Sejenak dia menatapku dingin dan kemudian berjalan kembali menghampiriku. Memelukku erat dan mengecup kilas puncak kepalaku saat mendapati diriku. Aku tersenyum, namun air mataku mengalir.

Dia menggenggam kedua bahuku dan mendorongku pelan; terkesan sedikit menjauhkan tubuhku dari tubuhnya. “Maaf. Tapi–” Dia menggantungkan ucapannya — Menatapku dalam penuh arti. “Itu tentang Kim Myung Soo.” Sambungnya.

DEG. Jantungku berdegup kencang seketika. Rasanya seluruh sendiku lemas dan bergetar. “Kim Myung Soo?” Kataku gugup. Aku tidak mampu membalas tatapannya kali ini.

“Maaf Yeon Hyo.. Tapi, ada hubungan apa sebenarnya antara kau dengan Myung Soo?” Tanyanya pelan. Aku tahu, dia takut aku kaget. Makanya, dia berusaha tenang di hadapanku sekarang.

Aku tidak menjawab. Aku terlalu bingung dan takut saat ini. Aku tidak tahu kenapa pria di hadapanku bisa sampai menanyakan hal ini. Aku bahkan tidak tahu kalau dia kenal Kim Myung Soo, mantanku sewaktu di SMA. Sungguh, aku kini mengerti kalau ketegangan malam ini karena aku. Secara tidak langsung aku lah pembuat masalahnya.

Tangan kanan Kyuhyun meraba saku jaketnya. Beberapa saat kemudian tangannya kembali terulur keluar sambil menggenggam ponsel berwarna putih. Aku terkejut setengah mati saat Kyuhyun menyerahkan ponsel itu padaku. Aku yakin, karena benda bodoh itulah malam pertama liburanku di Paris jadi menegangkan.

“Ini milikmu. Tadi sewaktu di bandara kau ‘kan yang menitipkannya padaku? Aku lupa mengembalikannya. Maaf. Dan umm.. Maaf, secara tidak sengaja aku membuka pesanmu,” Papar Kyuhyun padaku.

“Sudahlah. Aku tahu kau tidak salah. Aku percaya padamu, Yeonie. Maafkan aku telah membuatmu menangis tadi,” Lanjutnya. Dia meraih tanganku dan menyelipkan ponselku di telapak tanganku. Mataku kembali memanas saat itu juga.

Air mataku tumpah. Aku sudah jahat padanya karena aku telah menyakitinya. “Kyu~ maafkan aku. Aku sudah jahat padamu. Tapi jujur, Aku dan Myung Soo tidak ada hubungan apa-apa.” Ucapku memberi penjelasan meski terisak. Kyuhyun langsung menarik tubuhku begitu melihatku menangis.

“Sudahlah Kyu~ Aku tahu kau marah padaku, ‘kan? Aku minta maaf. Sungguh, dia hanya masa lalu ku saja. Aku dan dia sudah tidak ada apa-apa, Kyu. Aku minta maaf~ Maafkan aku~” Isakku di dadanya. Dapat ku rasakan.. Sekitar kaus yang ku jadikan sandaran menangis basah. Kyuhyun membelai punggung dan rambutku. Dia juga terus berkata; ‘Sudah. Kau tidak salah.’

“Sudah-sudah. Aku juga minta maaf. Maafkan aku.. Tidak seharusnya aku pergi meninggalkanmu begitu saja tadi. Entah mengapa tadi emosiku naik. Seharusnya kita berdua bersenang-senang, ‘kan? Maafkan aku.. Maaf.” Kyuhyun memelukku erat. Tangannya mengusap lembut rambutku yang tergerai. Sedangkan aku masih menangis di pelukannya. Sungguh, aku malu kepadanya.

Sesaat kemudian ku rasakan sentuhan hangat menggerayang di sekitar leher dan wajahku. Dia menarik rahangku, dan mengusap air mata yang mengalir di pipiku dengan lembut. “Yeonie~ uljima, jebal.” Pintanya pelan. Dapat ku lihat dari kedua sudut matanya, dia juga menangis sama sepertiku.

“Maafkan aku, Kyu~”

“Tidak ada yang perlu di maafkan. Karena memang kau tidak salah. Maafkan aku juga,”

“Kyu~” Tangisku kembali pecah. Aku menenggelamkan kembali kepalaku pada dada bidangnya. Tapi, dengan cepat dia menarik kepalaku dan mendekatkan wajahku padanya. Menarik tengkukku dan menyapu bibirku dengan bibirnya.

CHU~

~~~~~~~~~~~~

I only see you..
I keep thinking about you..
That never fails to make me smile..
You’ re my everything, my heart..
-Angel (Translate).

CHU~

Kyuhyun mencium bibirku. Hanya sekedar menempel, tidak lebih dari itu. Dia menarik tengkukku lagi agar lebih memperdalam ciumannya. Aku diam tidak memberontak karena aku merasa lemas sekarang. Cukup lama, tapi aku menikmatinya. Inilah yang aku benci darinya; dia selalu berhasil membuatku terhipnotis.

“Aku mencintaimu. Nan manhi-manhi saranghaeyo,” Bisiknya pelan di sela tautan kami.Aku mengangguk mengiyakan ucapannya. Kami saling bertukar senyum dan membiarkan bibir kami bertaut kembali.

Begitulah kisah ciuman pertama kami di musim gugur di tengah keramaian kota Paris. Hmm.. Baiklah. Mungkin itu adalah kisah cinta di musim gugur yang terdengar aneh dan menggelikan, atau mungkin tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Ya aku tahu itu. Sejujurnya kalau boleh aku katakan, masih banyak kisah kacangan yang pernah terjadi antara aku dan Kyuhyun. Ya.. Semua orang bahkan memiliki kisah cinta mereka, bukan? Bahkan bisa jadi kisah mereka lebih bagus di banding kisahku, dan jika kisahku ini di lombakan mungkin akan menjadi juara nomer satu dari belakang kekekek.

Ku hela nafasku untuk yang ke dua kalinya. Tidak terasa, mengingat hal itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Umm.. Apa Kyuhyun sudah tidur? Ku rentangkan kedua tanganku dan memutar badanku yang terasa pegal. Ah~ ternyata sudah tengah malam. Kini aku sangat mengerti bahwa kenangan di masa lalu memang tidak bisa di sembunyikan. Tapi kenangan di masa lalu bisa di hapus jika memang itu hanya akan menyakiti masa depan atau di jadikan sebuah pelajaran berharga. Aku benar-benar belajar dari kejadian itu.

“Hei nyonya Cho. Apakah kau sudah tidur? Kalau belum, sini temani aku.” Teriak seseorang. Ah aku yakin, kalau dia Kyuhyun. Dengar saja dari nada suaranya.. Mana ada manusia lain yang kalau berbicara seakan mengajak ribut? Umm.. Oke, inilah saatnya pembalasan karena telah berbuat curang padaku. Menciumku diam-diam.

“Diam kau bodoh! Kau mengganggu suasana tengah malamku di sini,” Pekikku sambil menyembulkan kepalaku menoleh ke balkon di sebelah kamarku. Aku melotot padanya, dan dapat ku lihat ke dua alisnya terangkat melihat sikapku. Ha! Aku rasa aku masih kurang puas. Baiklah.. Aku akan melotot lebih lebar, tapi apakah mataku bisa melakukan itu?

 

————————

PROLOG..

Pip.. Pip.. Pip..
“Pesan untuk Yeonie? Umm.. Apa mungkin pesan dari orang tuanya?” Gumam pria itu. Pria berambut cokelat itu kemudian membuka pesan singkatnya. Matanya terbelalak sempurna saat sederet kalimat menghiasi layar ponsel tunangannya yang tertinggal di dalam tas miliknya.

From : Kim Myung Soo~

‘Yeon Hyo. Aku menyesal telah meninggalkanmu. Ku mohon.. Kembalilah padaku dan tinggalkan pria itu. Aku janji tidak akan menyakitimu seperti beberapa tahun lalu. Yeon Hyo, fikirkanlah lagi tawaranku, ya? Saranghae^^’

Tubuh pria itu bergetar. Semua urat saraf yang semula melemas kini menegang, seolah mengikat seluruh organ dalam yang membuatnya merasa gerah, tercekat dan sesak. Dia meremas dada yang terbalut kaus putih tipis. Dengan cepat, pria itu meraih ponsel miliknya. Jemarinya menyentuh secara bergantian huruf-huruf hangeul yang terpampang di layar datar ponselnya.

Heh nyonya Cho..
Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.
Turun dan temui aku di halaman Menara Eifel. —SEND

 

THE END

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

4 thoughts on “HKS 20 – FF Lomba “The Different Summer” [OneShoot]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s