HKS 19 – FF Lomba “4 Seasons of Love” [OneShoot]

Author        : Verena Vania
Twitter       : @Vereniavaniaa
Facebook   : Verena Vania

Main cast   :     – Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyu Hyun
:     – Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Genre          : Romance

 

“4 Seasons of Love”

 

Aku bersyukur Tuhan mempertemukanku denganmu, Kau membuat hidupku lebih berwarna seperti pelangi.

—Yoon Yeon Hyo—

 

Kebahagiaanku adalah melihat senyum manis terukir di wajahmu. Dan bisa mencintaimu adalah suatu kebahagiaan tersendiri dalam hidupku.

—Cho Kyuhyun—

 

================

Summer

================

 

Musim panas, musim panaslah yang mempertemukan ku denganmu yang diawali dengan sebuah pertengkaran.

—Yeon Hyo—

 

 

 

 

========First Summer========

 

 

 

Yeoja itu menyandarkan punggung nya ke batang pohon maple besar yang terdapat di sebuah bukit. Dari sini ia bisa melihat bagaimana indahnya alam ciptaan Tuhan, Kota Seoul juga terlihat sangat indah dari sini.

 

Panas matahari yang menyengat tidak membuat yeoja itu kepanasan karna ia terlindungi oleh pohon mapel yang besar. Tempat ini ia temukan saat sedang berjalan-jalan dengan ibunya yang sekarang sudah tidak berada di dunia ini lagi.

 

Sebelum ibunya meninggal, beliau memberikan pesan terakhirnya langsung kepada anak kandung yang ia sayangi itu, inti pesan itu adalah….

 

 

“Hey kau! kenapa kau menduduki tempatku?” suara khas bass pria yang terdengar oleh gadis itu membuatnya menoleh.

 

 

“Enak saja kalau bicara! Yang datang dulu itu aku!” balas gadis itu.

 

 

“Ya! mana bisa begitu? Itu tempatku! dan kau harus segera pergi darisana! ”

 

 

“Apa? aku? pergi darisini? Shireo!!”

 

 

“Aissh! Dasar gadis menyebalkan, aneh, jelek!!”

 

 

Yeoja itu bangkit berdiri dan berjalan mendekati pria tinggi itu lalu ia menghentakkan kakinya kesal, “YA! Kau pikir kau tidak menyebalkan? kau pikir kau tidak aneh? kau pikir kau tampan eo? Dasar pria jutek!”

 

 

Pria itu menaikkan sebelah alisnya, “Jutek? Kau yang jutek!”

 

 

“Aku? Aku tidak jutek! Kau kan pria jadi harusnya mengalah dengan wanita!”

 

 

“Mana ada wanita yang berteriak seperti singa seperti mu? dasar gadis jadi-jadian!”

 

 

gadis itu melongo, “YA! Dasar pria tidak punya sopan santun!”

 

 

“Gadis cerewet!”

 

 

“Pria menyebalkan”

 

 

Kedua orang itu saling bertatapan dengan sengit. Gadis itu harus sedikit mendongak karena pria dihadapannya benar-benar tinggi, pria yang notaben nya adalah sesosok yang selalu mengalah dan mengutamakan kata ‘Ladies first’ sama sekali tidak ada pada diri pria dihadapannya ini. Yah walaupun gadis itu sendiri baru sadar kalau pria dihadapannya itu tidak terlalu jelek, tampan malah. Gadis itu menepis jauh-jauh pikirannya itu karna teringat kalau pria dihadapannya ini membuatnya kesal.

 

 

Sedangkan pria berparas tinggi itu semakin menatap gadis dihadapannya dengan tajam. Ia memang harus sedikit menunduk karena gadis yang ia tatap itu lebih pendek darinya. Sama seperti gadis itu, pria berparas tinggi ini juga memikirkan hal-hal tentang wanita yang notaben nya adalah sesosok yang lemah lembut, sabar, dan juga ramah sedikitpun tidak ada dalam diri gadis dihadapannya itu.

Yah pria itu akui kalimat yang mengatakan kalau gadis itu jelek harus ditariknya. Gadis dihadapannya benar-benar cantik secara natural bukan cantik make up. Dia benar-benar gadis yang berbeda—pikirnya. Pria itu menepis kuat pemikirannya begitu teringat gadis dihadapannya ini sangat menyebalkan, dan juga cerewet.

 

 

Mereka masih saling beradu tatapan dengan sengitnya.

 

 

“Terserah!” ujar mereka bersamaan.

 

 

Gadis itu kembali duduk di tempatnya semula, sedangkan pria itu duduk bertolak belakang arah dengannya.

 

 

“Hey! mau bertukar tempat? pemandangan disini lebih indah” tawar pria itu seraya menengok arah belakang, tapi sia-sia karena tubuh gadis itu tidak terlihat olehnya.

 

 

“Dasar Modus! bilang saja kau ingin duduk disini” cibir gadis itu.

 

 

Pria itu mendengus, memutar otaknya lagi untuk bisa merebut tempatnya dari tangan gadis itu.

 

 

Sedangkan gadis itu sedang sibuk mencoret-coret buku diari nya dengan serius. Gadis itu sedang menggambar, gambaran gadis itu terlihat sangat rapi dan telaten. Dulu ibu nya adalah pelukis, jadi bakat menggambar itu ia dapatkan dari ibu nya. Baginya Ibu adalah sesosok malaikat yang diutus Tuhan untuk melindungi anak-anaknya dan juga merawatnya. Ibu lah yang selalu ada untuknya, Ibu lah yang membesarkannya dan merawatnya, dan hanya Ibu lah yang bagi gadis itu mampu memberikan kasih sayang yang utuh bagi anak-anaknya.

 

 

Gadis itu benar-benar menyayangi Ibu nya, menyayangi dengan segenap hati yang ia miliki. Hanya sesosok Ibunya lah yang mengerti bagaimana perasaan hatinya.

 

 

Gadis itu benar-benar membenci Ayahnya, setiap hari Ayahnya itu selalu membentak-bentak dia dan Ibunya. Sejak kecil ia sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang dari Ayahnya. Sejak kecil pula ia sudah sering melihat adegan kekerasan rumah tangga. Harusnya seorang anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan mendapat perhatian dan kasih sayang untuk bekal hidupnya di masa depan. Tapi apa yang gadis itu dapat? Kekerasan! Bentakan! Kata-kata kasar! Dan yang lebih parah, di usianya yang baru beranjak 6 tahun Ayahnya menceraikan Ibunya dan menikah lagi dengan tante-tante genit yang setiap hari di bawa pulang oleh Ayahnya.

 

 

Gadis itu sudah tidak tahan dengan hidupnya yang sengsara seperti itu, ia tidak tega melihat Ibu nya yang selama ini mengabdi pada suami nya, melakukan hal-hal yang suami nya suruh dengan rasa sayang malah dibalas dengan perilaku buruk dari Ayahnya.

 

 

Gadis itu dan Ibunya pindah dari rumah lama dan memilih untuk tinggal di rumah neneknya. Nenek dari Ibu nya itu menerima kembali mereka dengan tangan terbuka. Ibunya dan Neneknya itu memang sudah tidak bertemu lagi sejak Ibunya menikah dengan Ayahnya, nenek nya saat itu tidak merestui hubungan kedua orang tuanya karna neneknya yakin Ayahnya bukan pria yang baik-baik.

 

 

Selama 10 tahun gadis itu hidup dengan Ibu nya dan berpenghasilan cukup banyak. Setelah neneknya wafat, beliau memberikan aset perusahaan milik keluarganya yang memang diperuntukkan bagi keturunan saja.

 

 

Perusahaan Ibu nya itu maju pesat dan mengalahkan beberapa perusahaan yang sudah berdiri kokoh, tapi perusahaan itu harus mengalami gulung tikar karena Ibunya ditipu oleh Suami nya sendiri.

 

 

Ibunya saat itu terkena serangan jantung dan harus dirawat di rumah sakit, biaya yang diperlukan saat itu benar-benar banyak dan gadis itu tidak tahu bagaimana melunasi biaya rumah sakit Ibunya. Lalu dengan penuh harapan gadis itu bertekad akan melunasi biaya itu dengan jerih payahnya sendiri, dengan bakat yang ia miliki gadis itu membuat lukisan-lukisan alam yang ternyata menghasilkan banyak uang.

 

 

Selama 3 tahun ia berjuang keras mencari penghasilan dengan melukis, ia punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga bagi Ibunya yang sudah lumpuh dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hingga akhirnya Ibunya menghempuskan nafas terakhirnya dan pergi untuk selamanya.

 

 

Sejak saat itu, gadis yang sekarang terlihat selalu ceria itu sama sekali tidak percaya yang namanya cinta dan tidak pernah percaya dengan yang namanya pria.

 

 

“Kau sedang apa gadis jutek?”

 

 

Gadis itu tersentak, ia menoleh dan seketika itu juga wajahnya melongo. Matanya mengerjap-ngerjap beberapa kali, muncul semburat merah di pipinya.Ini pertama kalinya seorang pria sedekat ini dengannya. Wajah pria itu begitu dekat wajahnya, terlalu dekat hingga gadis itu bisa menghirup wangi rambut coklat tua pria itu.

 

 

Lekuk wajah pria itu terlihat sempurna, Matanya yang sayu dan bibir tebal nya membuat wajahnya terlihat sangat tampan.

 

 

“Eh? kau menggambar apa?” tanya pria itu, di kertas itu terlihat gambar seorang yeoja yang berdiri dihadapan seorang pria yang lebih tinggi beberapa centi dari sang yeoja dan digambar itu terlihat kalau kedua orang digambar itu saling bertatapan tajam. Background digambar itu terlihat seperti bukit dan langit saja.

 

 

Merasa tidak mendapat respon atas pertanyaannya, pria itu beralih menatap gadis yang membuat gambar itu. Pria itu menyipitkan matanya saat melihat wajah gadis dihadapannya merah padam,

 

 

Pria itu mendekatkan wajahnya, “Kenapa wajahmu merah padam eo?” tanyanya bingung.

 

 

Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya lagi, astaga ini pertama kalinya ia bertatapan dengan seorang pria dan sedekat ini!

 

 

“Aa..ak..ti..” suara gadis itu terdengar sangat pelan dan terdengar seperti geraman sehingga pria itu mendekatkan wajahnya lagi agar bisa mendengar apa yang dikatakan gadis itu.

 

 

“Apa kau bilang? coba katakan lagi aku tidak dengar” ujarnya tepat di wajah gadis itu.

 

 

Yeoja itu gugup bukan buatan, dekatnya wajah mereka membuat sang gadis sulit bernafas. Dan gadis itu tidak bisa berkutik kemanapun, tubuhnya sudah membentur batang pohon maple itu.

 

 

Pria itu juga tersentak, dengan dekatnya wajah mereka pria itu bisa melihat betapa rupawan wajah gadis itu, matanya yang lembut dan bibir mungil membuat wajahnya semakin indah. Pasti Tuhan sedang bermood baik saat menciptakan gadis dihadapannya ini. Sial–umpatnya dalam hati. lagi-lagi ia terpana dengan wajah gadis itu. Awalnya pria itu hanya ingin mengerjai gadis itu agar gadis dihadapannya ini akan segera pergi karena malu dan akhirnya ia bisa bersandar di tempat favoritnya. Tapi pria itu malah terperangkap dalam permainannya sendiri, terjerumus dalam jurang yang ia buat sendiri.

 

 

Tanpa sadar pria itu sadari, ia memiringkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya lagi yang memang sejak daritadi sudah dekat. Sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, gadis itu semakin kalap seiring dengan mendekatnya wajah pria itu.

 

 

Duakk.

 

 

Gadis dan pria itu merintih kesakitan sambil memegangi dahi mereka yang memerah. Suara benturan antara dahi mereka memang cukup keras, dan dapat dipastikan dahi mereka pasti berdenyut nyeri.

 

 

“Aduuuh..” rintih Yeon Hyo

 

 

Sedangkan pria itu berguling-guling diatas rumput hijau berjenis rumput jepang berkali-kali. Pria itu tak henti-hentinya mengusap-usap dahi nya yang memerah.

 

 

“Ya! Sakit tahu!” teriak pria itu cukup keras.

 

 

“Salahmu! Kenapa wajahmu itu semakin lama semakin dekat? Mau menciumku eo?”

 

 

“Apa? Percaya diri sekali kau! Aku hanya bingung kenapa wajahmu memerah tadi” bantah Pria itu.

 

 

Wajah gadis itu memerah, benar-benar malu dengan dirinya sendiri. Kenapa dia bisa berpikir kalau pria dihadapannya ini akan menciumnya? Benar-benar gila.

 

 

Pria itu segera bangkit dan kembali duduk dihadapan gadis yang masih mengusap-usap dahinya sambil mengeluarkan gerutuan-gerutuan yang tidak jelas. Pria itu akui, ia memang benar-benar akan menciumnya tadi jika saja dahi mereka tidak saling terbentur. Entah apa yang ada dipikiran pria itu, tiba-tiba saja ia mendekatkan wajahnya dan hampir saja mencium gadis itu. Pria itu seperti terhipnotis dan benar-benar tidak bisa mengendalikan detak jantungnya saat berdekatan dengan gadis itu.

 

 

Hening. Hanya terdengar suara angin yang berhembus di sekitar mereka. Tidak ada percakapan yang tercipta untuk waktu yang lama. Sang gadis sedang sibuk mencoret-coret buku diarinya dan mulai melanjutkan gambarnya sedangkan sang pria asik menikmati pemandangan dari atas bukit itu.

 

 

“Emm, gambarmu… bagus” Suara bass pria itu berhasil menghentikkan gadis yang sedang menggambar menghentikkan aktifitasnya.

 

 

“Eungg.. terima kasih” balasnya.

 

 

Suasana hening tercipta lagi, gadis itu mulai melanjutkan karyanya lagi dan mulai berkonsentrasi melakukan finishing untuk gambarnya.

 

 

“Ngomong-ngomong namamu… siapa?”

 

 

Gadis itu menghentikkan aktifitasnya lagi, ia masih belum percaya kalau pria dihadapannya ini menanyakan namanya. Selama hidupnya, tidak ada satupun pria yang berani menanyakan namanya apalagi mendekatinya. Karena setiap pria-pria yang ada di luar sana mencoba menarik perhatiannya akan langsung mendapat tatapan tajam plus membunuh.

 

 

“Nama?” Tanya gadis itu memastikan apa yang ia dengar tadi.

 

 

Pria itu mengusap-usap tengkuknya gugup, “Eo, namamu” ujarnya pelan.

 

 

Gadis itu terkikik geli, pria yang tadi membentak-bentaknya sekarang menjadi pria yang gugup, “Yeon Hyo, Yoon Yeon Hyo imnida” ucap Yeon Hyo yang langsung mendapat anggukan dari pria itu, “Kalau kau? Siapa namamu?”

 

 

Pria itu mendongak dan tersenyum simpul, “Kyuhyun. Cho Kyuhyun”

 

 

 

 

================

Summer

================

Musim panas adalah saat dimana aku mengetahui namamu. Pertengkaran yang membawaku mengenal lebih tentang dirimu.

-Cho Kyuhyun-

========Last Summer========

 

 

 

Yeon Hyo dan Kyuhyun memang sering bertemu setelah kejadian di awal musim panas lalu, yah walaupun saat mereka bertemu yang ada hanya ocehan-ocehan dan pertengkaran-pertengkaran yang bisa memekakan telinga. Berebut tempat, dan saling mengejek satu sama lain memang sudah tidak aneh lagi bagi mereka. Karena pertengkaran itulah yang membuat mereka menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain. Musim panas memang kadang membuat orang-orang akan menggerutu kesal karena panasnya terik matahari yang membuat mereka gerah. Tapi jika tidak ada musim panas, maka musim semi tak akan pernah tiba. Musim semi ada karna musim panas juga ada.

 

 

Akhir musim panas akan menjadi penghujung yang bahagia, jika ada akhir maka akan selalu ada awal. Berakhirnya musim panas akan terganti dengan Berawalnya musim semi, dimana saat bunga-bunga kuncup akan bermekaran dengan indahnya, memamerkan betapa indahnya mahkota yang mereka miliki. Musim semi adalah sesuatu yang indah.

 

 

Sama dengan Yeon Hyo dan Kyuhyun. Saat musim panas mereka sama dengan bunga kuncup yang belum mekar, belum mau terbuka dan masih malu untuk menunjukkan mahkotanya. Mereka belum saling terbuka dengan perasaan mereka sendiri, dan malu untuk menunjukkan kelebihan mereka masing-masing. Dengan berawalnya musim semi, sedikit demi sedikit kuncup mereka akan terbuka dan keajaiban akan terjadi dalam hidup mereka.

 

 

 

 

 

================

Spring

================

 

 

 

 

Musim semi, adalah musim yang kutunggu-tunggu. Musim yang membawaku terbang kelangit 7~

-Yoon Yeon Hyo

 

 

 

========First Spring========

 

 

Yeon Hyo berlari kecil sambil menenteng tas ransel berisi beberapa cat lukis dengan macam-macam warna dan disebelah tangannya ia membawa sebuah kanvas berbentuk persegi panjang. Setiap tahun gadis itu akan datang saat awal musim semi. Gadis itu akan melukis perubahan-perubahan bunga yang semula kuncup perlahan akan terbuka lebar. Ibu nya pernah bilang, bunga yang mekar pada musim semi bukan sekedar bunga yang membuka lebar mahkotanya, mekarnya bunga pada musim semi mempunyai arti yang lebih dari sekedar kata ‘mekar’

 

 

Untuk itulah ia selalu melukis perkembangan kemekaran bunga-bunga yang mekar pada musim semi, ia tidak tahu maksud ibunya saat mengatakan itu karna ia memang masih sangat kecil, dan ibunya bilang gadis itu tidak perlu mencari arti lebih itu karna arti itu akan datang dengan sendirinya.

 

 

Yeon Hyo mulai membuka cat warna khusus dengan berbagai warna, dengan bakatnya ia tidak perlu membuat sketsa, jadi dia langsung memulai aksinya diatas kanvas putih yang sudah siap menjadi sebuah karya indah.

 

 

“Sedang apa?”

 

 

Suara itu terdengar sangat familiar ditelinga Yeon Hyo, ya dia Cho Kyuhyun yang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu dengannya dengan sebuah pertengkaran yang menjadi sapaannya.

 

 

“Kau tidak lihat aku sedang melukis?” jawab Yeon Hyo masih fokus dengan kanvasnya.

 

 

Kyuhyun mendengus, “Ditanya baik-baik, jawabannya seperti itu. Tch!” gerutunya.

 

 

Yeon Hyo tertawa kecil, “Kau lupa? Pertengkaran kan sudah menjadi sapaan kita kkk~”

 

 

“Benar juga sih…” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Oh ya, kau kan pernah bilang kalau setiap tahun kau melukis awal musim semi kan? Memangnya kenapa harus musim semi?”

 

 

Yeon Hyo meletakkan kuasnya perlahan lalu memandang langit yang terlihat berwarna cerah biru, “Ibuku bilang bunga mekar saat musim semi mempunyai arti lebih dari sekedar mekar, hingga sekarang aku sama sekali tidak tahu maksud ibuku itu”

 

 

“Kenapa kau tidak tanyakan artinya saja pada Ibumu?”

 

 

“Dia bilang aku tidak perlu mencari tahu arti lebih itu, karna arti itu akan datang dengan sendirinya”

 

 

“Bisakah aku bertemu dengan Ibumu? Aku sangat penasaran sosok ibumu yang sering kau ceritakan”

 

 

Tatapan Yeon Hyo menjadi kosong dan datar, “Dia sudah meninggal 3 tahun yang lalu”

 

 

Kyuhyun tiba-tiba menjadi bersalah, ia benar-benar tidak menyangka ibu Yeon Hyo sudah meninggal. Kyuhyun kira, sesosok ibu yang selalu diceritakan oleh Yeon Hyo dengan gembira masih berada di dunia ini, ternyata salah, dugaannya meleset jauh.

 

 

Kyuhyun menundukkan kepalanya, “Maaf.. aku benar-benar tidak tahu, maaf”

 

 

Yeon Hyo tersenyum kecut, “Tidak perlu bersalah, wajar jika kau ingin bertemu dengan ibuku. Aku sudah menceritakan banyak tentang ibuku dan bukan hal yang aneh lagi”

 

 

“Lalu Ayahmu..?” Tanya Kyuhyun ragu, ia takut kalau lagi-lagi ia berbuat kesalahan seperti yang baru saja ia lakukan tadi.

 

 

“Entahlah, ditelan bumi mungkin” jawab Yeon Hyo santai.

 

 

Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung.

 

 

“Haha aku bercanda, tapi aku benar-benar tidak tahu dimana pria itu berada”

 

 

“Memangnya dia kema—”

 
“Menikah lagi saat usia ku 6 tahun”

 

 

Geez. Kyuhyun kaget bukan main. Ia benar-benar tidak menyangka, dibalik senyuman dan wajahnya yang selalu terlihat ceria ternyata bertolak jauh dengan kehidupan nyatanya? Dan betapa malangnya hidup dalam kesendirian tanpa kasih sayang. Jika Kyuhyun jadi gadis itu mungkin ia sudah gila karena begitu banyak tekanan yang dialami. Selama ini Kyuhyun hanya menyia-nyiakan waktunya dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna, bermain game hingga larut malam misalnya. Kyuhyun juga tidak pernah menghabiskan waktunya bersama keluarganya.

 

 

“Kau masih punya keluargakan?” Tanya Yeon Hyo

 

 

Kyuhyun mengangguk.

 

 

“Jangan pernah sia-siakan keberadaan mereka, lingkaran hidup itu terus berputar Kyuhyun-ssi. Lakukanlah hal yang berguna selagi ada waktu. Kita tidak akan pernah tahu berapa lama kita hidup di dunia ini, berapa lama orang-orang yang kita sayangi akan hidup dan kita tidak akan pernah bisa menentang takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan”

 

 

Yeon Hyo menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.

 

 

“Jangan pernah salahkan Tuhan jika Ia mengambil salah satu orang yang berharga dalam hidup kita, salahkan lah diri sendiri yang tidak bisa menggunakan waktu sebaik mungkin bersama orang yang berharga itu. Dimana ada kehidupan pasti ada kematian dan waktulah yang menentukan”

 

 

Yeon Hyo mengambil kuasnya lagi dan mulai melukis lagi dengan teliti, kata-kata yang tadi ia lontarkan ia dapat dari pengalaman hidup. Hidup yang penuh dengan penderitaan tapi juga ada kebahagiaan. Dan bertemu dengan Kyuhyun adalah suatu Kebahagiaan baginya.

 

 

 

========Mid Spring========

 

 

 

Semakin lama kedekatan Kyuhyun dan Yeon Hyo semakin menjadi, mereka sudah mulai saling terbuka. Saling mengenal satu sama lain dengan baik, hal-hal yang mereka suka dan tidak sudah bukan menjadi rahasia lagi. Mereka mulai merasakan saling ketergantungan, kegelisahan saat tidak bertemu. Mulai merasakan rindu amat sangat saat 1 hari saja mereka tidak berjumpa. Tapi mereka belum mengerti apa itu yang namanya cinta atau bukan. Karena mereka sama-sama belum mengenal apa itu arti cinta yang sesungguhnya.

 

 

~*~

 

 

Kyuhyun melipat tangannya didepan lutut dan memandang kosong lurus kedepan. Tubuhnya memang disini tapi pikirannya melayang jauh entah kemana. Banyak pertanyaan yang berkecamuk di otaknya, dan belum satupun pertanyaan yang berhasil terjawab. Ia ingin bertanya tapi pada siapa?

 

 

Pertanyaan-pertanyaan itu datang begitu saja ketika ia memikirkan 1 kata yang asing baginya. Cinta. Ya 1 kata itu terdengar begitu asing bagi pria itu, ia sama sekali tidak tahu apa yang dirasakan saat jatuh cinta, ia tidak tahu kenapa ia bisa berpikir kalau ia sedang jatuh cinta. Kata itu selalu muncul tepat disaat ia memikirkan gadis yang selama ini selalu menemaninya melewati hari-hari sulit, gadis yang selalu member motivasi untuk terus maju menghadapi arus hidup yang kuat.

 

 

Orang pernah bilang kalau definisi cinta itu adalah saat dimana jantung seseorang berdebar sangat kencang saat berada di dekat orang yang dicintainya, tapi jika seseorang sedang berhadapan dengan pencopet jantung orang itu juga akan berdebar kan? Jadi bukan cinta namanya.

 

 

Orang juga pernah bilang, cinta itu adalah saat dimana seseorang rela berkorban demi orang yang dicintainya, jika orang yang dicintainya bahagia maka orang itu juga akan merasa bahagia. Tch! Bukankah seseorang yang cinta mati dengan orang itu akan mempertahankan dengan segenap hidupnya?

 

 

Lalu apa yang sedang dialaminya sekarang? Memangnya saat dimana seseorang selalu memikirkan orang yang muncul dalam hidupnya dinamakan jatuh cinta?

 

 

Kyuhyun bingung, benar-benar bingung. Jika benar ia jatuh cinta, pria itu harap gadis itulah yang menjadi tempat tujuan hidupnya.

 

 

“Kyu…”

 

 

Kyuhyun menoleh dan tersenyum begitu melihat wajah gadis yang sejak tadi ditunggunya, “Hai…”

 

 

“Kenapa melamun?”

 

 

“Eh? Itu.. hanya sedang memikirkan sesuatu”

 

 

“Sesuatu?”

 

 

Kyuhyun menghela nafas panjang, benarkah ia harus mengatakannya sekarang? Hufft rasanya begitu berat, tapi jika ditunda sesuatu yang tidak diinginkan mungkin bisa terjadi bukan?

 

 

“Menurutmu… definisi dari cinta itu apa?”

 

 

Yeon Hyo tampak berpikir keras, selama hidupnya ia sama sekali tidak pernah tahu apa itu cinta, dan sekarang ada yang menanyakannya tentang cinta. Ia harus menjawab apa?

 

 

“Menurutku… cinta itu adalah dimana seseorang rela berkorban demi kebahagiaan orang yang dicintainya, merasa ketergantungan dengan kehadiran sesosok itu, Merasakan gelisah dan rindu yang amat sangat ketika tidak melihatnya sehari saja, tidak akan rela jika melihat orang yang dicintainya bersanding dengan orang lain. Dan.. menerima apa adanya tanpa memandang dari segi apapun, benar benar tulus member kasih sayang orang tersebut”

 

 

“Yeon Hyo–ya, sepertinya aku sedang jatuh cinta”

 

 

Yeon Hyo mencelos, “Dengan siapa?” Tanya nya hati-hati.

 

 

“Denganmu”

 

 

 

 

 

========FIN ========

 

Disaat dunia hanya memberiku 2 pilihan, mati atau hidup, aku tidak bisa memilih pilihan lain selain mati. Kematian adalah siklus kehidupan, kehidupan seseorang ditentukan oleh waktu yang diberikan oleh Tuhan. Aku rela mati asal aku bisa bahagia selalu bersamamu, Cho Kyuhyun.

 

 

Tuhan, biarkanlah dia mati setelah aku agar dia tidak merasakan betapa sakitnya kehilanganku dikemudian hari, biarkan aku saja yang merasakan sakit yang amat sangat jika dia Kau panggil. Aku hanya mohon pada-Mu, buatlah aku terus mencintai gadis itu. Karena mencintainya adalah suatu kebahagiaan tersendiri dalam hidupku. Saranghae Yoon Yeon Hyo.

 

 

 

Jjang! First of all, terima kasih syuda mau baca karya saya yang meragukan ini…
Oke, judulnya bertuliskan 4 season of love tapi di naskah ini hanya ada 2 season. Kalau aku lanjutin, akan lebih dari 600 kata jadi aku potong cuman 2 musim.
Well, aku janji bakal bikin 2 season nya lagi kok kalau pada mau, kalau gak mau ya tidak apaa kkk~ dan juga kalau Icha eonni mengijinkan hoho \slap\

 

Ini hasil karya murni dari otakku yang masih error sehabis TO jadi yah maklum kalau tidak sesuai keinginan. Menang atau gak menang aku janji akan bikinin sequelnya, yah doain aja saya menang hoho *cipok readers*

 

Oke, mohon komen nya ya teman-teman sekaliaan *bowing*

 

Oh ya disitu juga banyak yang belum aku certain tentang latar belakang kyuhyun jadi yaah.. tergantung readers mau sequel atau tidak. Kkk.

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

14 thoughts on “HKS 19 – FF Lomba “4 Seasons of Love” [OneShoot]

  1. Unnie, aku kritik sedikit ya ^^
    Ceritanya bagus, cuman alurnya sedikit kecepetan. Ya itu maklum sih karena maksimal cuman 6000 kata *lirik Hyo unnie #eh*
    Tapi bahasanya bagus, karakter HyoKyu-nya cocok sama yang asli hehehehe~ cuma kurang tanda bacanya sih (menurutku)
    Tapi sungguan, ini bagus banget._. Ga pernah kepikiran kalau mau buat FF beginian hahahaha~ maaf kalau komennya keterlaluan ._. #hiks
    Keep writing unnie!^^ xD fighting~~~

  2. Ini aku baca kok nangis ‘-‘ /lebay/
    Feel nya dpt sumvah ‘-‘v daebak deh buat authornya
    Sequel thor sequel ~(‘-‘~)~( ‘-‘ )~(~’-‘)~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s