HKS 16 – FF Lomba “Stupid Game Named Love” [OneShoot]

“STUPID GAME NAMED LOVE”

 

Author : Naya Cho (http://sapphireblueangelf.wordpress.com)

Disclaimer : Plot and story originally mine. Plagiarisme and copycat is something that I couldn’t accept.

 

***

 

“Benar pria ini pacarmu?”

Aku menguap.

“Yoon YeonHyo ! benar pria kelewat tampan impian nomor satu setiap gadis, model terkenal Cho Kyu Hyun ini pacarmu?!”

Jiyong tidak sabar, ia segera merangsek padaku dengan wajah menuntut, seolah ia akan segera memakanku jika aku tidak memiliki inisiatif untuk menjawab pertanyaan itu secepatnya. Jika boleh ditambahkan, matanya yang besar itu seolah menyala-nyala siap memanggangku kapan saja, belum lagi kalimatnya yang terdengar final, dengan penekanan penuh pada kata Cho Kyu Hyun.

Aku mengangguk pasrah setelah sebelumnya menahan nafas oleh pelototan ketiga gadis di hadapanku. Astaga! Bolehkah aku menggeleng saja?! Ini membuat sesuatu diperutku berlarian melesak minta di keluarkan. Dan aku tidak suka muntah. Asam, pahit, dan jangan sekarang, di kampus.

“Omooooooooooooo kau beruntung sekali YeonHyo-ya~ “

Ganti EunSoo yang mendekatkan wajah padaku, menatap penuh kagum dan terlihat sedikit… menggelikan.

Huah! Aku menggebrak meja. Bersamaan dengan nafas yang kuhembuskan dua kali lipat lebih banyak dalam satu sentakan tanpa benar-benar menyadari kapan aku menghirupnya. Beruntung? Cih, ini gila! Mereka tidak tahu saja setan macam apa Cho Kyuhyun itu. atau mereka tidak tahu saja betapa inginnya aku, Yoon Yeon Hyo, melempar makhluk itu ke planet yang bahkan tidak teridentifikasi agar ia membusuk disana.

Well, dia tampan, kuakui hal yang satu itu selagi dia tidak ada, jangan harap aku perlu mengakui ini secara langsung dihadapannya, ia bisa sekarat karena tertawa bergulingan. Biarpun matahari dimampatkan sampai sekecil bola ping pong lalu ddi lemparkan ke batok kepalaku, atau walaupun aku sudah renta sampai-sampai tidak mampu menghafal namaku sendiri, aku tidak akan pernah mengakui hal yang satu itu. Itu alergi terbesarku.

“Kyaaaaaaaaa!!!!!!”

Teriakan heboh gadis-gadis diluar sana mengejutkanku sekaligus membawa firasat aneh lainnya. Aku segera melongokkan kepala keluar jendela, dimana gadis-gadis layaknya semut sedang mengerubungi sesuatu _ seseorang. Benar saja! Tiba-tiba aku merasa tersedak sekarang.

Aku buru-buru merapikan buku-buku, menjejalkan apasaja yang bisa kumasukkan kedalam tas lalu menyelempangkannya secara serampangan. Siapa yang peduli soal penampilan sih kalau yang ada diotakmu sekarang hanya satu hal, kabur.

Namun bahkan sebelum aku sempat meloloskan diri dari gerombolan orang yang hiruk-pikuk berjejal di ambang pintu kelas, seseorang telah menarikku, lengan yang hangat, dan familier.

“Yak! Kyu! Lepaskan aku!”

“Tidak bisa, karena kau sekarang pacarku.”

“Tidak ada pacar baik-baik yang menyeret pacarnya seperti penjahat tertangkap basah, pabo!”

Kyuhyun terdiam, genggamannya merenggang tapi tidak sepenuhnya lepas. Kini aku mulai merasa kelabakan sendiri ketika ia menatapku. Lagi. Aku benci setiap mempertemukan tatap kami karena mungkin setelahnya aku bisa kehilangan kewarasanku, mungkin setelah ini aku bisa jadi gadis paling bodoh sedunia.

Ia menatapku dengan cara yang sama, dengan cara yang puluhan kali daur kehidupan pun, aku tidak bisa melepaskannya, aku hanya menyukai cara tatapannya, hanya dia, dan aku sama sekali tidak membiarkan orang lain menatapku begitu intens setelahnya. Tatapannya, selalu berbanding terbalik dengan mulutnya yang minta dirobek, dan entah sejak kapan mata cokelat bening itu adalah hal yang paling ingin kulihat setiap aku mulai membuka mata, dan asal kau tahu, ini terjadi sejak bertahun-tahun lalu.

“Yeonnie-ya~”

Ia menagkupkan telapak tangan di kedua pundakku, menahanku sekaligus protektif pada orang-prang sekitar yang dari tadi melewati dan tak sengaja menyenggolku.

“Pertama, aku bukan pria baik-baik, jadi aku bukan pacar baik-baik. Kedua, kau pacarku, itu saja, jadi wajar bukan kalau tidak ada orang lain yang boleh melirikmu?, aku bisa mengirim mereka ke rumah sakit kalau nekat. Itu sebabnya aku harus menyembunyikanmu cepat-cepat dari pandangan orang-orang itu”

Kyuhyun menurunkan tangannya pelan, sampai akhirnya telapak tangan kami bertemu. Ada sensasi aneh ketika jemari kami bertautan, begitu pas, seperti memang dirancang untuk melengkapi satu sama lain.

“Ayo pulang.”

Hanya itu. lalu aku menyumpah-nyumpah dalam hati kenapa tidak menendang pria yang suka seenaknya ini saja?! Kenapa aku justru balas menatapnya, bukannya memakinya. Kenapa aku justru menggenggam tangannya yang hangat alih-alih melayangkan satu dua tamparan seperti yang biasa kulakukan.

Karena dia pacarku? Oh ayolah! Ini hanya permainan paling konyol yang ku sesali seumur hidup. Karena ternyata permainan ini berakibat fatal. Aku tidak bisa berhenti menatapnya, membuat jantungku meletup-letup, lalu terlihat bodoh. Jika saja merutuk diri bisa mengurangi kadar kesalahanku…

Yeon… jinjja pabo!

 

***

Flashback

 

“Kyu… aku bosan!”

Gadis itu meniup-niup poni yang menjuntai tidak begitu rapi di atas keningnya. Ia merebahkan diri sembarang dengan kepala menjadikan kaki Kyuhyun sebagai bantalnya, tidak bisa di katakan empuk, tapi ia selalu menikmatinya. PSP ditangannya tergenggam longgar, kelihatan sekali ia sedang tidak berminat melanjutkan game yang sama yang sudah dimainkannya puluhan kali dengan Kyuhyun dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Ia butuh game baru, demi Tuhan!

Kyuhyun turut melepas PSP ditangannya, kali ini seluruh konsentrasinya kembali tercurah pada sosok gadis mungil yang berbaring tak tahu diri diatas kakinya gadis yang memang selalu, secara ajaib berhasil menarik perhatiannya ketimbang apapun di dunia ini. Yoon Yeon Hyo.

Gadis itu tetangganya semenjak orang tua Kyuhyun memutuskan untuk berpindah dari Busan ke daerah GangNam, mungkin itu terjadi dua atau tiga belas tahun yang lalu. Saat itu YeonHyo masih gadis kecil ingusan yang teramat tomboy, sampai sekarang pun hal ini sepertinya tidak bisa berubah. Gadis itu, sejak awal sudah memegang robot ditangannya, bukannya boneka beruang seperti kebanyakan anak perempuan yang manis. Ck! Kyuhyun merasa selalu ingin tersenyum geli setiap mengingat moment pertama pertemuan mereka, saat itu KyuHyun sangat menginginkan robot yang dimiliki YeonHyo, ia berniat merebutnya dengan cara apapun, tak peduli anak perempuan yang mungil dan tampak rapuh itu nantinya akan menangis hebat. Tapi anehnya YeonHyo tidak menangis, ia melempar Kyuhyun dengan batu tanpa belas kasih dan berteriak bahwa ia tidak akan pernah mau menikah dengan pria macam Kyuhyun.

Sekarang gadis itu masih sama galaknya, sama mengerikannya, tidak ada yang berubah. Ia masih menyukai hari minggu. Masih terobsesi pada hujan tipis yang turun pelan di pagi atau sore hari. Masih YeonHyo yang sama yang membuatnya gila sekaligus bodoh, semakin idiot dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Sesaat ia masih fokus mmeneliti wajah itu. Cantik. Tanpa definisi. Hanya wajah yang ia merasa bukan sesuatu yang bisa dengan mudah ia lupakan, bahkan tidak dengan mudah untuk melepaskan mata dari objek yang satu itu. Lalu sebuah seringai terpampang tepat di wajahnya.

“Yeonnie-ya~ mari kita buat sebuah permainan.”

“Apa?”

YeonHyo menjawab malas seraya menarik-narik bajunya yang terbuat dari bahan rajut, biasanya ini membuat Kyuhyun khawatir, bisakah gadis ini tidak memakan baju-bajunya semudah itu?! tapi kali ini pria itu membiarkan saja ia bersenang-senang, karena mungkiin sebentar lagi keadaan akan berbalik.

“Kita pacaran.”

“MWOYA?!!!!!”

YeonHyo segera bangkit, sedikit pusing karena ia bahkan melakukan gerakan hampir tak kasat mata saat bangun tadi. Matanya yang bulat lebar seperti biji kenari menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.

“Kita pacaran saja,” ulang pria itu seraya mengendikkan bahu, seolah apa yang ia ucapkan bukan suatu masalah.

“Siapa yang meminta putus, maka dia kalah. Setuju?” tambahnya.

 

***

“Kau yakin ini tempatnya?”

YeonHyo mengedarkan pandangan, pada deretan buku tua yang tampak mulai berdebu, pada susunan meja dan kursi tua, kelihatan lapuk dan kosong, mungkin benda-benda itu juga berdebu.

“Kau sudah gila, ya Cho KyuHyun?! Kenapa tidak membawaku ke kafe atau apa, setidaknya perutku tidak perlu ikut-kutan mengeluh seperti ini!”

Gadis itu, seperti biasa, berteriak, sepertinya itu memang hobinya. Membuat Kyuhyun terpaksa melempar sebuah buku kusam ditangannya agar lengannya bisa lebih bebas saat menarik pinggang YeonHyo untuk duduk disampingnya.

“Diamlah. Kita sedang berkencan.”

Mata itu mengerling sesaat, lalu kembali terarah pada bacaan yang sedang ia pegang. Entah apa. Tapi dari banyaknya huruf yang terpampang di sampul buku itu, YeonHyo menebak bahwa itu adalah buku teori kalkulus, kitab luhur yang hanya mau di baca segelintir orang dengan kadar jenius tidak waras.

“Di perpustakaan yang bahkan mau di renovasi?!”

Kyuhyun hanya mengangguk tanpa dosa, lalu melanjutkan membaca. YeonHyo nyaris memaki pria itu lagi ketika matanya menohok judul buku diatas meja, hal yang kemudian membuat matanya berbinar.

“Shakespeare!”

“Sudah kubilang kau akan menyukainya.”

YeonHyo menatap sosok Kyuhyun tidak begitu percaya. Wajah itu tampak lebih tampan dengan sinar samar yang memantul ke wajahnya, bersumber dari sebuah jendela besar terbuat dari kaca di ruangan itu. ah ngomong-ngomong kaca itu tampak bagus, dari sana kau bisa memandang keramaian di bawahmu, kontras dengan suasana perpustakaan yang nyaris tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan lainnya.

Gadis itu menarik nafas dalam. Aroma kusam dan sedikit debu-debu memenuhi indera penciumannya. Tapi di luar itu, ketika ia coba mengedarkan pandang sekali lagi, pada rak-rak, meja-meja berbahan kayu yang mulai lapuk, peliturnya hampir terkelupas, atau pada buku-buku yang menguning, tapi bersusun rapi karena jarang terjamah. Terlebih lagi ada Kyuhyun disana, disisinya, dengan begini ia merasa akan baik-baik saja.

Kesimpulannya, ia menyukai ini.

Tanpa begitu sadar, dimenit berikutnya gadis itu telah tenggelam dalam bacaannya sendiri, tak ubahnya anak autis jika sudah dihadapkan pada novel atau sejenisnya, jadi, jika masih ingin gadis ini merespon apa yang kau katakan, jauhkan dia dari benda bernama buku.

“Yeon~”

Ia berjengit kaget, hampir saja terjengkang dari tempatnya duduk karena tiba-tiba saja, Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya, dengan jarak begitu intim. Ketika pria itu bicara, aroma mint yang hangat segera memenuhi ruang nafas YeonHyo sehingga ia tidak bisa menampiknya, dan bahkan ia menyukainya.. YeonHyo melirik sinis, menemukan pria itu sedang menyanggakan dagu pada pundaknya.

“Menyingkir atau aku akan mematahkan lehermu, Cho!”

“Memangnya kau mau memiliki pacar yang tidak memiliki kepala?!”

“Aku bisa dengan mudah mendapatkan pria manapun selain setan menyebalkan sepertimu!”

“Benarkah? Aku meragukan soal kau bisa laku, kau bahkan tidak bisa berdandan. Dan kalau kau ingin mencari pria lain, lakukan saja. Kuanggap ini bentuk pernyataan bahwa kau menyerah pada perjanjian kita. Artinya, kau kalah.”

Pria itu menyeringai menang ketika jawaban terakhirnya hanya di sambut dengus kesal YeonHyo. Gadis itu menggembungkan pipi dan meniup-niup poninya, tanda lainnya ketika ia sedang bosan atau kesal. Kyuhyun segera berdiri untuk meneliti arlojinya.

“Ayo pulang. Kau tidak boleh melewatkan kejutan kencan pertama kita.”

“Ada lagi?!”

YeonHyo menatap hampir seperti akan memakan pria dihadapannya.

 

***

“Kau?”

Kyuhyun menatap nyalang gadis yang tersenyum girang tanpa beban di hadapannya.

“Yoon Yeon Hyo! Kau sudah merebut seenaknya game limited edition yang bahkan sudah kupesan seminggu sebelumnya?!”

“Benar. Dan aku tidak berencana meminjamkannya pada siapapun.” Jawabnya mantap sambil menyengir setan lebih lebar.

“Yoon Yeon Hyo!!!”

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, matanya nyaris berair karena harta karun yang dimimipi-mimpikannya dalam kurun waktu dua puluh empat jam sekarang telah lenyap begitu saja, ditangan Yoon YeonHyo, orang yang sebenarnya menempati posisi diatas semua gamenya jika dikumpulkan, tapi tetap saja ini membuatnya kesal. Bayangkan saja, ia sudah tersenyum tidak jelas sejak pagi tadi mengingat game yang sudah di pesan khusus itu akan segera berada dalam genggamannya, tapi YeonHyo… gadis itu tanpa dosa mengambilnya lebih dulu dari toko, dengan dalih atas perintah Kyuhyun sendiri, dan lebih sial lagi penjaga toko yang kelewat bodoh itu begitu mudah percaya dengan tampang YeonHyo yang memang… polos.

“Itu balasan untukmu karena memperlakukanku secara tidak hormat setiap pagi!”

“Yak! kalau kau tidak ditendang dari kasurmu yang kau bilang surga itu, kau tentu masih tidur sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan kalau kau tidak tahu, biar kuinformasikan bahwa tidurmu itu tidak lebih baik dari seekor babi, kau tahu?!”

YeonHyo mendengus kesal. Apa seburuk itu? ah, tapi ia juga tidak peduli. Ia melipat tangan di dada dan menunjukkan wajah menyeramkannya, bersiap melemparkan sumpah serapah karena ia tahu akan sangat tidak etis jika ia melempar meja atau benda padat lainnya walaupun tangannya sangat gatal untuk melakukan itu.

“Memangnya kau tidak?! Kau suka mengigau tidak jelas setiap pagi dan bergulung seperti kepompong dalam selimutmu. Kau tidak lebih baik untuk menasehatiku, Cho Kyuhyun!”

Mereka kini berhadapan dalam jarak dekat, sangat dekat sebenarnya, hanya gara-gara mereka adalah dua orang yang memang terbiasa berdekatan sejak kecil, atau mudahnya sebut saja teman akrab, jarak adalah hal tabu diantara keduanya. Kyuhyun ataupun YeonHyo sudah menjadi kebiasaan setiap pagi untuk berlomba bangun pagi yang yah… sebenarnya itu adalah sebutan untuk siang bagi orang lain. Lalu salah satu yang beruntung karena terbangun lebih dulu akan memanjat jendela yang lainnya untuk membangunkan ‘sahabat’nya dengan cara paling tidak ramah yang dibisa. Minimal akan ada satu teriakan diiringi bunyi rusuh membentur meja atau yang paling parah Kyuhyun pernah mengangkat tubuh mungil YeonHyo dan mengancam akan melemparnya dari balkon jika tidak segera mau membuka mata.

Tetangga dan orang tua mereka sudah menulikan telinga untuk ini, karena tidak pernah ada yang berhasil menegur kedua titisan setan itu, lebih mengerikan lagi karena mereka membuat komplotan. Mungkin orang tua mereka sedang berkomplot juga, mendiskusikan untuk mengadopsi anak lain yang setidaknya tidak memalukan.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya cepat dan berat.

“Baiklah, terserah kau! Tapi lihat saja, dipermainan kita selanjutnya, siapa yang akan menang!”

Menyeringai. Lagi.

YeonHyo sempat mendelik, tapi kemudian memutuskan untuk tidak memperpanjang perkara dan mendadak ingin cepat sampai dirumah. Bukan apa-apa, ia hanya tidak bisa menunggu memainkan game hasil rampokannya tadi.

Dengan cekatan gadis itu bermaksud memasuki mobil Kyuhyun yang ia tumpangi, tapi pria itu lebih cepat mencegat tangannya.

“Apa lagi?! Kau memutuskan balas dendam dengan tidak mau memberiku tumpangan?!”

Kyuhyun menatap gadis itu lalu berdecak. Jarinya yang panjang terulur menyentuh kening gadis itu, menjentiknya.

“Apa semua yang ada diotakmu itu hanya prasangka buruk?!”

Pria berambut cokelat itu lalu menurunkan tangannya, kali ini meraih jemari YeonHyo untuk ditautkan bersama miliknya. Gadis itu terkesiap pelan, tapi tidak membantah lebih banyak, tangannya bahkan merespon dengan baik dengan menggenggam jemari Kyuhyun yang selalu terasa hangat.

Ia menyukai ini, setiap sentuhan yang diberikan pria itu, tidak bisa dikatakan lembut, tapi lebih dari cukup baginya untuk merasa semacam… pria itu hidup untuk dilihat olehnya agar pada detik berikutnya ia merasa nyaman. Hanya melihat, dan kehidupannya terasa lebih baik. Dan bertengkar dengan pria itu adalah heroin mutakhir yang membuatnya nyaris gila, ia bisa saja mati jika tidak mencari masalah dengan setan bernama Cho Kyuhyun itu.

Tapi sentuhan kali ini… genggaman Kyuhyun kali ini… berbeda. Jari mereka bertaut begitu pas, saling melengkapi, seperti memang tercipta satu untuk yang lainnya. Seperti sepasang mur.

Pria itu bergerak pelan, menuntunnya berjalan dengan tenang. Dipinggir jalanan yang berisik, tapi semua suara asing itu mendadak hanya seperti melodi samar yang membuatnya merasa tuli ketika ia menyadari… ia jatuh lagi, ia akan segera menjadi bodoh. Bahkan sekarang matanya tidak bisa dialihkan dari sosok Kyuhyun yang berjalan disisinya, yang menatapnya dengan cara yang sama. Yang kemungkinan juga tidak bisa menggeser arah pandangnya pada objek lain.

Bodoh dalam waktu bersamaan.

 

***

Mereka berjalan disepanjang trotoar, tidak bicara, hanya menyesap aroma daun-daun kering yang gugur oleh musim kedalam indera penciuman masing-masing. Massih bergandengan tangan layaknya pasangan normal lainnya, bukannya saling berteriak atau melakukan kekerasan yang mengerikan satu sama lain.

Kali ini hening, bahkan desau angin terasa begitu jelas, tapi tidak mengganggu. Aneh bukan?

YeonHyo mendongak ke langit, merasakan satu tetes dingin menyentuh pipinya, disusul tetes-tetes lain yang semakin banyak. Lagi, tidak berinisiatif untuk melakukan apa-apa selain mendongak dan merasa takjub. Hujan adalah hal paling mengagumkan baginya di dunia ini, hujan tipis di pagi atau sore hari, bercampur aroma dedaunan dan tanah basah. Bukankah mereka terlihat sempurna?

Ia lalu menatap Kyuhyun  beberapa menit setelah mengembalikan dirinya kedunia nyata, pria itu sekarang juga telah menatapnya. Sejak awal memang begitu, ia suka langit tapi tak sependapat soal hujan, dan memangnya kau mau susah-payah melihat sesuatu yang biasa saat ada hal lain yang membuatmu lebih takjub? Di hadapanmu. Ya, gadis bodoh ini.

“Kau suka hujan, bukan?”

“Ehm.”

“Aku juga.”

“Sejak kapan?” gadis itu mengerut bingung, setahunya pria itu bahkan akan marah-marah tidak jelas jika basah sedikit saja karena gerimis.

“Sejak hujan membuatmu terlihat seperti orang idiot. Dan bodohnya lagi, aku tidak menemukan hal yang lebih menarik untuk mataku selain orang idiot itu.”

 

***

Yoon Yeon Hyo berulang-ulang mengecek penglihatannya, mengedarkan pandang pada taman yang tidak begitu ramai, pada danau tenang yang tampak begitu bersih dan menimbulkan kedamaian tersendiri, pada bangku tua yang ia duduki, dan tentu saja menatap penuh waspada pada sosok setengah manusia di sampingnya.

“Ini kencan yang benar seperti yang kau bilang?”

Gadis itu menyipitkan mata dan menatap lebih intens saat tidak menemukan jawaban yang ia inginkan dari Kyuhyun yang kelewat santai dengan gelas kopinya.

“Kau tidak sedang merencanakan sesuatu yang membahayakan keselamatan jiwaku kan?”

Kyuhyun menyesap latte terakhirnya lalu meletakkan gelas kertas itu diujung bangku yang ia duduki.

“Dengar nona Yoon. Aku tidak sekriminal itu, dan lagipula aku tidak mungkin mencelakai pacarku sendiri, jadi berpikirlah sedikit lebih normal!”

“Cho Kyuhyun! Kau juga dengar aku! Pertama, wajahmu memang semengerikan itu. kedua, ini bukan pertama kalinya kau coba melenyapkanku,. Terakhir, singkirkan kata pacar itu, menjijikkan!”

“Yak! kalau menjijikkan kenapa tidak mundur saja?!”

“Kau yang akan melakukannya! Aku tidak manis, jadi menyerah saja!”

Kyuhyun sepertinya tidak sedang dalam mood dimana biasanya ia akan beradu mulut dengan YeonHyo sampai berbusa-busa dan yang mendengar bisa mati serangan jantung. Ia hanya menarik nafas lalu menarik pinggang ramping gadis itu hingga berada di dekatnya. Memutarnya, mengakibatnya posisi mereka kini berhadapan, dengan ujung hidung nyaris, sangat nyaris menempel.

Kyuhyun tidak bicara apa-apa, dan YeonHyo melakukan yang sama. Seperti tiba-tiba koleksi kata-kata tajam yang mereka miliki membludak lalu hilang begitu saja. Hanya mempertemukan kedua manik mata mereka, hal yang sebenarnya paling keduanya sukai, tapi benci sekaligus, karena sekali menatap, hal ini pasti akan terjadi lagi.

Ayolah YeonHyo! Ini sudah puluhan kali kau menatapnya sejak kencan-kencan aneh yang semakin sering saja diadakan Kyuhyun, belum terhitung masa’masa sebelum permainan laknat ini dimulai saat ia tidak sengaja menatap manik cokelat itu, dan masih terjebak. Keledai pun tak akan sebodoh ini, batinnya. Tapi nyatanya ia masih dalam jarak itu, memasukkan aroma Kyuhyun kedalam paru-parunya dan berusaha menyimpannya dalam-dalam. Wangi musk.

“Yeon~”

Sekarang apalagi?! Pria itu bicara di depan wajahnya, menggelitik.  Beresiko membuatnya lebih tidak waras!

“Menyerahlah sekarang juga atau aku akan berbuat semakin jauh.”

“Tidak.”

Kyuhyun berdecak, tapi tidak menghentikan pergerakannya yang tiba-tiba memperpendek jarak antara mereka.

“Jangan salahkan aku.” Gumamnya untuk yang terakhir sebelum menempelkan bibir miliknya tepat diatas cherry merah YeonHyo, menguncinya sehingga tidak memungkinkan pergerakan dari bibir itu untuk mengutuk atau apa. Perlahan. Lalu semakin lancang dengan ketagihannya terhadap aktifitas itu.

Ajaibnya, YeonHyo tidak menolak sama sekali. Tubuhnya seperti tidak mau bekerja sama dengan hatinya yang terus-terusan merutuki diri.

Astaga! Setelah ini apakah ia akan terlihat semakin tidak punya otak lagi di depan Kyuhyun?!

 

***

Di sela tawa menyenangkan _atau sebenarnya dukacita ditelinga YeonHyo_ Kyuhyun yang mengibas-ngibaskan joystik miliknya bangga, menandakan bahwa ia baru saja memenangkan game yang mereka mainkan barusan. Sebaliknya, YeonHyo melempar benda yang mendadak menjadi benda paling menyebalkan sedunia itu ke pojok kamar lalu berbaring di kaki Kyuhyun seraya menormalkan nafasnya.

“Kyu…”

“Ya?”

“Aku menyerah…”

“Kau memang sudah kalau Yeon…”

Seperti yang sudah-sudah, Kyuhyun kembali tertawa puas tanpa berkesudahan.

“Bukan itu. aku menyerah!”

“Apa…”

Kyuhyun, berniat menatap tepat manik YeonHyo yang berbaring di kakinya, seperti kebiasaan, tapi kemudian gadis itu lebih cepat bangkit mengelak. Dengan segera ia telah berdiri di ambang pintu kamar Kyuhyun, dan berhenti sebentar disana tanpa berniat membalik badan.

“Aku menyerah. Aku juga tidak bisa jadi sahabatmu lagi. Aku takut jika terus menatapmu, suatu hari aku akan sesak nafas ketika tidak bisa menatapmu, atau menatapmu lagi, tapi bersama orang lain. Ah ya, eomma pasti sedang mencariku. Annyeong!”

 

***

Hujan. Pagi hari. Dan tidak ada hal lebih indah selain tidur lebih lama.

Dengan alasan itu YeonHyo merapatkan selimutnya sampai ke kepala. Ia sedikit lagi akan terlelap jika saja…

“YAK! CHO KYUHYUN! KAU MATI MATI MUDA, HUH?!!!”

Teriakan khasnya membahana tepat setelah pria yang disebutkan tadi menggulingkannya semena-mena dari tempat tidurnya sendiri. Dengan kesadaran yang sebenarnya belum begitu pulih, ia mengambil benda terdekat berupa remote tv yang rencananya mau ia jadikan alat untuk melakukan pencetakan rekor lempar melempar paling akurat ke batok kepala Kyuhyun, tapi sebelum benar-benar melakukannya, kesadaran itu telah kembali.

“Keluarlah.” Gumamnya pelan, menaruh kembali remote itu entah dimana.

“Yeonni~”

“Sudah kubilang aku tidak mau menatapmu lagi.”

Dan dengan begitu ia bicara dengan mata tertutup, sedikit meraba untuk menemukan kembali tempatnya bergelung.

“Awww!!!”

Ada semacam duri tumpul ketika ia coba berbaring, membuat YeonHyo melompat seketika, menemukan bahwa barusan tangan Kyuhyun lah yang tidak sengaja ia jadikan tempat merebahkan diri. Yah, memang hal biasa sih Kyuhyun yang seenaknya berbaring ditempat tidurnya, tapi kali ini fakta itu membuatnya sedikit… sesak.

“Yeonni~ kau bilang menyerah, artinya kau kalah. Lupa tentang hukuman eoh?!”

Kali ini mata YeonHyo yang tadinya hanya separuh terbuka kali ini benar-beanr membelalak sempurna, lebih lebar daripada biasanya.

“MWO?! Apalagi yang kau tuntut dariku, huh?!”

Kyuhyun hanya mengerling geli tanpa menjawab cepat-cepat. Dengan santainya ia menyemankan diri dikasur YeonHyo dan bahkan membuat selimut YeonHyo menutupi seluruh badannya.

“Hukumannya adalah, kau harus mengikuti permainan baruku, tidak boleh tidak.”

“Aissh, apalagi?! Menerjunkan diri dari atap rumahku sendiri?!”

Benar saja, pria itu semakin terpingkal. Ia lalu menarik YeonHyo agar jatuh ke kasur juga, berhadapan dengannya yang sedang dalam posisi miring. Menampaki gadis itu, menopangkan tangan untuk menyangga kepalanya sehingga semakin leluasa untuk menatap YeonHyo yang mendadak tidak berdaya ketika Kyuhyun menariknya. Ekspresinya berganti menjadi serius.

Menatap gadis ini adalah kesukaanya. Adi sebisa mungkin ia ingin melakukan hal-hal yang ia sukai sebanyak-banyaknya. Menatap gadis ini pertama kali setiap pagi, seperti yang selalu mereka lakukan. Mengecup kening gadis ini secara berkala, hal yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan. Mengucapkan selamat pagi dengan cara tidak wajar, saling meneriaki seperti sedang di hutan. Lalu kembali menatapnya, tanpa henti, tanpa bosan.

Ia sudah mencintai sebanyak ini, dan sepertinya akan terus bertambah. Mungkin sampai tua. Sampai saat-saat dimana ia tidak akan peduli lagi bahkan lupa tentang bagaimana itu jatuh cinta. Tapi ketika menatap gadis ini yang sama tuanya, ia ingin belajar lagi apa itu jatuh cinta.

Mungkin masih akan bertanding game di usia senja, meski saat itu anak-anak telah meaminkan mainan yang auh lebih canggih. Atau bisa saja mereka mencoba permainan aneh lainnya. Sepertinya tidak akan ada yang berubah dan memang ia tidak mau. Karena ini masih belum cukup.

Ia masih menginginkan menatapnya. Semudah itu.

“Kita… menikah.”

“A-apa?!”

“Kita menikah. Siapa yang menuntut cerai, dia akan kalah.”

 

END

A/N : Wkwk, selesai dalam waktu mepet. Ah mian jelek, ngalor ngidul atau apalah, endingnya aneh pula! *ditendang*

Yang penting aku sudah berusaha bikin, jadi comment ya ^^

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

55 thoughts on “HKS 16 – FF Lomba “Stupid Game Named Love” [OneShoot]

  1. hualah,ini FF IdEny cemerlang,wkwkwkwk
    kita PaCaran,Siapa yg lbh dulu meminta pUtUs dia yg kalah,
    lbh parahnya lgy,
    kita menikah, siapa yg menuntUt cerai dia akan kalah,
    hehehehehe apik.plak

  2. konyollll……!!!!
    kocak bgt crtanya, emang cinta bsa dibuat permainan. dan kyknya setelah bca ff ini cinta emang bsa dbikin permainan.kkk

    tulisanmu msh ttp bagus seperti biasanya, diksi sempurna🙂
    semoga menang yee :*

  3. Nice… d^^b
    Yang paling ku suka dari ff ini adalah porsinya pas.. Ga gantung dan ga bertele tele…
    Penulisannya rapi walau ada sedikit typo but it’s okey.. Ga ngurangin nilai alurnya yang emang udah bagus kok…
    Eoh iyaa.. Endingnya mengejutkan sekaligus Manis…^^
    kyu.. Ayo nikah ma aq ja… Haha..
    Daebak!!

  4. Nice……d^^b

    Paling suka cerita kaya gini.. Konfliknya ringan dan yang paling ku suka adalah porsinya pas.. Ga gantung dan ga bertele tele.. Alurnya juga menarik dan yang paling penting itu endingnya.. Mengejutkan^^

    Kyu oppa… Nikah ma aku aja… Hahaha…
    Daebak^^

  5. Good! Alur ceritanya ga ribet, penceritaannya sederhana dan gamapng diterima. Aku suka yang spt ini, banyak hal yg dijelaskan lewat penceritaan penulisnya, bukan percakapan. Walopun percakapan disini juga menjelaskan lebih detail. Ini comment sok dewasa bgt mian *plak keep writing thor-nya~

  6. Cho KyuHyun,sosok setengah manusia, aq suka julukan itu*digaplokKyu*
    kekekeke:p
    ada bbrpa typo*wjar* dn kslhn pmakaian tnda bca.
    tp aq suka idenya,,,
    “kita menikah, siapa yg menuntut cerai, dia akan kalah”
    hidup kyuhyun emang gak jauh2 dr game:p
    semogha sukses:D

  7. Xixixixixi..
    Suka jalan ceritanyaaa..
    Simpel dan menaik..
    Kata2 nya juga mntep bgt..
    Nympe idiot bhkan babi pun ada..
    Semoga menang yahhh..

  8. Kyaaaaaaaa~ Suka sekali ff ini ^^ Pas, ga banyak basa-basi, seperti biasa tetep so sweet dengan cara Hyo-Kyu yang keras kepala dan sama-sama kayak anak kecil =__= endingnya manis banget, sukaaaa😄 Good luck ya, semoga menang!! Fighting!😀

  9. Aigoo…
    Cerita macam ini?? Konyol! Bikin aku ketawa tawa sendiri bacanya😀
    Astaga, Cho Kyuhyun… Kau terlalu mencintai game! Idenya bagus, eon! Diksinya juga bagus banget. Alurnya oke. Sip deh, ff ini d^^b

    Ngomong-ngomong, eonni tau siapa aku?😀

  10. Anyeong aku reader baru disini、🙂
    thor、ff ny bgus bgt!!!! critany ntu loh bkin penasarn trus ampe akhir。。
    daebak!!!!
    game yg bkin ketagihan😉
    ijin lanjt k sequelny ya thor😀

  11. wkwkwkwkwk..
    sumpah sih kyu sih konyol mampos loh itu permainannya,. ahhaah
    gw jg mau donk kyu kalo maenan sama kamu,. wkwkwk #plak
    asal gw gx d’suruh lompat dr atas rumah aja,. wkwkwk

  12. whaaaaa….
    game nya menarik bnget,
    dri pacaran,siap yg mnta putus itu kalah,
    terus menikah,siapa yg mnta cerai ia kalah jg,
    oia min,cara dpatin PW it kayak mana??
    pngen bca ff yg d proteck itu,:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s