HKS 13 – FF Lomba “Strom!!” [OneShoot]

“Strom!!”
Author            : Ikmalia Firdaus
Facebook        : Liiea Bepelovers Saranghae Yeppa
Twitter           : @FierrdaLee
Main Cast      :
·         Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
·         Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.ka Yoon Yeon Hyo
·         Song Qian a.k.a Victoria Song
Sub Cast         :
·         Cho Yoo Hyun
·         Cho Yeon Hyun
Genre: AU, Hurt, Sad, Angst, Romance (?)
Disclaimer:
This FF is My Mine and Cho Kyuhyun milik kita bersama /(^0^)\
Recommended Song:
Super Junior – Daydream
Yesung – Love Really Hurt
Super Junior – Strom
Warning: Typo bertebaran😄
AND
 
Happy Reading^^
  FF Lomba “Strom!!” [Oneshoot]
–            “Harapan itu telah sirna, terganti dengan badai yang menggelapkan langit yang indah
Gemericik air membuatnya semakin rapuh tanpa tulang belulang. .”   –
~XXX~
Alunan cantik sebuah melodi terdengar indah di setiap indra pendengaran untuk siapa saja yang mendengarnya. Memencet satu persatu tuts-tuts piano tak beraturan. Pikirannya pun kosong, hanya menatap replika bunga mawar yang terpajak di atas piano yang dimainkannya.
“Omma. .” Panggil suara halus nan lembut menyapu indra pendengarannya. Tapi, yang di panggil hanya membisu tak mengiyakan.
“Omma. .” Panggil suara lembut itu yang kini sudah mendekat pada Ommanya. Yoon Yeon Hyo masih mematung, sekali lagi ia tak mengiyakan panggilan putri kecilnya, Cho Yeon Hyun.
“Ommaaa. .”
“DIAM!! TIDAK BISAKAH KAU DIAM YEON HYUN-A!!” Teriak Yeon Hyo kalang kabut. Dadanya naik turun mengatur nafas dan emosinya. Sedangkan Yeon Hyun, ia menunduk dalam tidak berani menatap Yeon Hyo.
“Masuklah kamarmu!.” Ujar Yeon Hyo kali ini lirih, sangat lirih. Bahkan air matanya mengalir sangat deras di kedua pelupuk matanya. Ia tau betul siapa yang tadi dibentaknya. Tapi apa daya, emosinya beberapa hari ini membuatnya merasa terkekang. Terlebih saat ia kehilangan putra sulungnya, Cho Yoo Hyun.
–          “Hati berkata lain, hati ini menangis
Tidak akan bisa menerima, mungkin belum terbiasa menerima kecaman pahit yang membuat hati siapa saja hancur seperti serpihan kaca. .”   –
~XXX~
Semilir angin berhembus kencang. Awan yang putih tergantikan dengan awan hitam pekat, menandakan sebentar lagi akan hujan. Dan benar saja, sedetik kemudian hujan turun dengan deras membasahi bumi pertiwi.
Dari dalam balkon yang berada di kamar Yeon Hyo, ia masih saja termenung, memikirkan putra sulungnya yang telah tiada. Lagi-lagi air matanya mengalir dari pelupuk matanya. Segala hal telah ia lakukan untuk melupakan anak sulungnya, dari menyibukkan diri sendiri sampai mengurus Yeon Hyun yang baru menginjak 4 tahun, tapi semua itu sia-sia. Ia tidak akan sanggup jika harus melupakan putra sulungnya yang sangat di cintainya.
“Hyo-a?” Panggilan kecil keluar dari mulut namja yang sudah 8 tahun ini menjadi suaminya. Masih sama, Yeon Hyo seakan bisu tak memperdulikan suaminya, Cho Kyuhyun.
“Hyonie-a.” Kyuhyun memanggil lagi. Ia mendekat ke arah Yeon Hyo dan memeluk tubuh yeoja yang sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri dari belakang. Kyuhyun merindukan sifat Yeon Hyo yang dulu, yang selalu ceria dan selalu membangkang padanya. Ia benar-benar telah kehilangan yeoja yang sangat di sayanginya itu.
“Hyo-a, sampai kapan kau akan seperti ini, hum?” Tanya Kyuhyun lembut, sangat lembut mengalun indah di bibirnya.
Yeon Hyo seakan bungkam. Ia tidak tau harus menjawab apa pada Kyuhyun. Hidupnya benar-benar redup tanpa Yoo Hyun, putra sulungnya. Yeon Hyo seakan lupa jika ia masih memiliki tanggung jawab kepada Yeon Hyun, padahal gadis kecil itu juga masih membutuhkan kasih sayang dari Omma tercintanya.
“Kajja, kita masuk ke dalam, Hyo-a. Disini tidak baik untuk kesehatanmu.”
Kyuhyun melepaskan pelukannya dan melepas jas yang melekat pada tubuhnya. Pria yang baru berumur 30 tahun itu memasangnnya ke tubuh Yeon Hyo, lalu menghela nafas sejenak sebelum menuntun Yeon Hyo memasuki kamar mereka.
“Tidurlah yang nyenyak, aku menyayanimu.” Kyuhyun mengecup dahi Yeon Hyo lama, menyalurkan sebuah rasa sayangnya yang sangat mendalam padaYeon Hyo. Di lepaskan kecupan pada dahi Yeon Hyo, lalu membenarkan selimut yang membalut tubuhnya. Sekali lagi dia tersenyum lembut pada Yeon Hyo, sebelum ia beranjak meninggalkan Yeon Hyo menuju kamar putri kecilnya yang berada tepat di samping kamarnya.
Setelah kepergian Kyuhyun, air mata Yeon Hyo mengalir dengan deras. Yeon Hyo merasa bersalah telah mengacuhkan Kyuhyun dan Yeon Hyun. Tapi apa daya, ia tidak akan bisa berubah, kecuali Yoo Hyun, putra sulungnya kembali padanya.
***
–           “Senyuman kecil,
Hanya kecil, namun begitu mendebarkan hati,
Perubahan? Akankah akan terjadi perubahan?”    –
~XXX~
Dentingan sendok dan garpu berbunyi nyaring di penjuru ruang makan. Keadaan yang hening, bahkan Yeon Hyo kembali mengingat saat-saat dulu. Saat Yoo Hyun maupun Yeon Hyun berebut makanan. Insiden kecil itu selalu rutin dilakukan oleh mereka setiap pagi. Tapi, kini itu hanyalah masa lalu yang sudah menjadi angan belaka. Ia merindukan malaikat kecilnya itu, sungguh.
“Hyo-a, kau menangis, eo?” Kyuhyun menghentikan makannya saat melihat butiran-butiran kristal itu kembali mengalir dari kedua mata indah istrinya.
Tak tinggal diam, Kyuhyun beranjak mendorong kursinya kebelakang dan menghampiri Yeon Hyo. Di pegangnya pundak Yeon Hyo agar sejajar dengannya, lalu ia menghapus butiran bening itu dengan kedua ibu jarinya.
“Berhenti bersikap seperti kau kehilangan Yoo Hyun, chagi-a. Aku juga merasa kehilangan, tapi itu ada batasnya. Lihatlah Yeon Hyun!! Ia begitu merindukanmu, sampai kapan kau akan seperti ini, eo?” Suara Kyuhyun menaik. Dadanya sedikit naik turun untuk mengatur emosinya. Di tatapnya lagi Yeon Hyo yang masih setia dengan tatapan kosongnya.
Bukan, dia bukannya tidak mendengarkan Kyuhyun. Hanya saja dirinya seperti di tarik di alam bawah sadarnya, membuatnya seperti ini. Hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan kosong, tetapi ia mendengarkan apa yang di katakan oleh suaminya itu.
“Yeon Hyo!! Sadarlah, Yeon Hyo-a!! Aku lelah setiap hari melihatmu seperti ini!! Aku muak!!”
BRAK
 “Appaa. .”
Mata Yeon Hyun memanas, air mata itu juga mengalir dari pelupuk matanya, melihat sang Appa yang sedang meluapkan emosinya. Dia tak akan pernah menyangka Appanya akan berbuat kasar seperti itu, setaunya Appanya selllu bersikap lebut dengannya dan juga Yoo Hyun, Oppa-nya.
Setelah acara menggebrak meja, Kyuhyun meninggalkan Yeon Hyo dan Yoo Hyun dengan membawa  segores luka bakar yang sangat menyayat hati.
“Ommaa. . .” Yeon Hyun turun dari kursinya dan melangkah menghampiri Yeon Hyo. Di peluknya tubuh Yeon Hyo walau sang Omma tidak membalas pelukannya. Yeon Hyun melepas pelukannya dari Yeon Hyo dan menatap wajah Yeon Hyo.
“Omma. . Nae Saranghae.” Yeon Hyun kembali memeluk tubuh Yeon Hyo dan keajaiban itu datang. Perlahan Yeon Hyo membalas pelukan Yeon Hyun dan mengatakan. . .
“Nado saranghae. .”
–           “Sebuah kebahagiaan yang tak akan pernah pudar, kecuali jika badai yang menghantamnya”            –
~XXX~
Angin berhembus kencang membuat pepohonan yang rindang bergerak tak beraturan. Sama seperti perasaan Kyuhyun yang kini tak menentu. Dia sudah terlalu muak dengan sikap Yeon Hyo yang seperti mayat hidup. Bahkan Kyuhyun sangat merindukan belaian Yeon Hyo setiap malam saat akan menjelang tidur. Tapi apa? Sekarang itu telah sirna karena satu hal yang membuat Yeon Hyo seperti itu, yaitu Yoo Hyun, putra pertama mereka.
“Oppa, mengapa kau datang sepagi ini, eo?” Tanya seorang yeoja yang terkejut melihat Kyuhyun masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu.
“Tidak, aku malas di rumah.” Jawab Kyuhyun sambil menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
Yeoja itu hanya menanggapinya dengan senyum, lalu melangkah untuk menghampiri Kyuhyun dan duduk di pinggir ranjangnya. di tatapnya sekali lagi namja yang sudah hampir 13 tahun menjadi namjachingunya dan dari 13 tahun itu  8 tahun dia telah menjadi selingkuhan namja yang tidur di atas ranjangnya itu.
“Yeon Hyo?” Tanya yeoja itu memastikan. Sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk malas dan menarik tangan yeoja itu untuk berbaring di sebelahnya.
“Aku sudah lelah dengannya, Qiannie.” Ujar Kyuhyun lirih seraya memeluk tubuh yeoja yang di panggilnya Qian itu.
“Arraseo. . Oppa hanya perlu menceraikannya saja. .”
“Anio. . Aku tidak akan bisa melakukan itu.” Potong Kyuhyun sedikit mendesah gusar.
“Lalu? Apa Oppa akan tetap bersama yeoja mayat sepertinya? Tidak mungkinkan, Oppa?” Tanya yeoja itu yang bernama Song Qian.
“Mianhae, Qiannie. Aku tidak akan bisa, jika aku berpisah dengannya. Maka harta kekayaan Yeon Hyo tidak akan jatuh ke tanganku.”
Lagi-lagi ucapan Kyuhyun terdengar gusar. Benar saja, namja itu sebenarnya hanya menikah dengan Yeon Hyo karena harta kekayaan yeoja itu, bukan karena adanya cinta. Saat itu Kyuhyun hidup terlantar dan Tuan Yoon mengadopsinya sebagai anaknya dengan imbalan menikahi Yeon Hyo. Sebenarnya Kyuhyun  dulu sempat menolak, tapi apa boleh buat, ia terlanjur memiliki hutang balas budi kepada Tuan Yoon.
“Jika kau berpisah dengannya, kau tidak akan jatuh miskin, Oppa. Masih ada harta kekayaanku yang cukup membiayai kehidupan kita.” Jawab Qian meyakinkan. Tapi, lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa menghela nafas dan kembali mengeratkan pelukannya pada Qian serta menghirup aroma tubuh wanitanya.
“Tidak semudah itu, Han. Masih ada Yeon Hyun.” Kyuhyun melepas pelukannya dan beranjak bangun, membuat Qian ikut beranjak bangun pula.
“Hanya dia, Yoo Hyun putra-mu itu juga telah tiada. Kau hanya perlu mengurus surat cerai dan berpindah ke rumah ini. Dan kau juga masih bisa menemui anakmu itu. Bahkan jika kau ingin membawanya, bawa saja ia kemari.” Jelas Qian terdengar gamblang.
“Baiklah, akan aku usahakan.” Desah Kyuhyun membuat Qian melebarkan senyumnya dan mendorong Kyuhyun untuk berbaring di ranjangnya.
 
–           “Di khianati? Tentu saja terasa sakit. Terlebih yang mengkhianati itu adalah suami sendiri”     –
~XXX~
Detik, menit dan jam telah berlalu. Birunya langit kini terganti dengan langit hitam pekat. Bunyi suara katak pun terdengar nyaring, tapi tak menyurutkan Yeon Hyo untuk tak menatap bintang. Di langit sana, ada satu bintang yang bersinar cerah. Ia terus memandang penuh takjup pada satu bintang yang bersinar cerah itu. Dalam arti pandangannya itu, ia meyakinkan dirinya bahwa bintang itu adalah Yoo Hyun, putra sulungnya.
“Yoo Hyun-a. . Omma disini merindukanmu, Chagi-a. Mengapa kau meninggalkan Omma secepat ini, eo?” Tak terasa air mata Yeon Hyo kembali mengalir. Ia benar-benar kembali membuka luka lamanya yang menganga lebar. Dan di saat ini juuga, lintasan peristiwa ketika seseorang menghubunginya terngiang kembali di telinganya.
-FLASHBACK-
Siang yang terik, tak menyurutkan langkah Yeon Hyo dan juga Yoo Hyun untuk mengelilingi jalan setapak di daerah Myeongdong. Hari ini sepulang sekolah Yoo Hyum merajuk kepada Yeon Hyo untuk menemaninya ke Myeongdong hanya untuk mencicipi makanan dakkochi, potongan satai ayam saus cabai, dengan minum lemonde, minuman dari perasan lemon yang di peras langsung dan ditambah soda manis, lalu di tuang ke dalam kandong plastik.
“Omma. . Aku juga ingin jajangmyeon.” Rengek Yoo Hyun seraya menarik-narik baju bagian belakang Yeon Hyo, membuat Yeon Hyo yang sedang membeli makanan ringan sedikit terganggu.
“Aish!! Mengapa sifatmu sama seperti Appa, huh!!” Desis Yeon Hyo yang membuat Yoo Hyun terkekeh. Ia sangaat suka melihat wajah Yeon Hyo yang mengerucutkan bibirnya kesal. Dengan cepat ia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar belanjaannya dan langsung melenggang pergi dengan Yoo Hyun menuju kedai yang menjual jajangmyeon.
“Ahjumma, jajangmyeon seporsi.” Ujar Yeon Hyo pada seorang ahjumma penjual saat mereka telah sampai di kedai penjual jajangmyeon.
“Ne, tunggu sebentar.” Jawab ahjumma itu ramah. Yeon Hyo tersenyum, lalu menarik tangan mungil Yoo Hyun menuju salah satu meja yang berada di pokok kedai itu. “Omma tidak memesan makanan?” Tanya Yoo Hyun santai. Bocah kecil itu mengeluarkan sesuatu dari tas ranselnya.
“Anio. . Omma sudah kenyang.” Jawab Yeon Hyo sekenanya. Yeoja cantik itu pun juga sibuk mengalihkan pandangannya ke penjuru kedai ini. Cukup ramai, guman batinnya seraya menganggukkan kepalanya.
“Omma. . Kau gila, eo?” Tanya Yoo Hyun dengan polosnya membuat Yeon Hyo mendelik kesal. Di tariknya kursi yang di duduki anaknya dan memeluk tubuh Yoo Hyun, lalu tangannya dengan lihat menggelitiki tubuh putra sulungnya.
“Haha. . haha. . Am. . pun. . haha. . i. . ni. . ge. . li. . haha. . Omma. . haaha”
“Hahaha. . Biarkan saja!! Kau nakal Yoo-a!!”
Yeon Hyo masih saja menggelitiki tubuh Yoo Hyun membuat bocah kecil itu terus tertawa, tak mempedulikan pandangan pengunjung di kedai ini yang menatap geli adegan Omma dan aegy itu.
“Ini pesanan anda, nyonya.” Suara ahjumma pemilik kedai membuat acara penggelitikan tubuh Yoo Hyun berhenti. Yeon Hyo mengangguk dan tersenyum ke ahjumma pemilik kedai itu.
“Kamsahamnida, ahjumma.” Ucap Yeon Hyo membuat ahjumma itu mengangguk.
“Makanlah. .” Jawab sang ahjumma sebelum ia melenggang pergi dan kembali berkutat dengan para pembeli lainnya.
“Cepat makan!” Ujar Yeon Hyo pada Yoo Hyun yang mengerucutkan bibirnya.
“Ani!” Jawab Yoo Hyun ketus. Kedua tangannya terlipat di depan dada dan wajahnya menoleh ke arah lain, tak ingin menatap wajah Yeon Hyo.
“YA!! Makan!! Tadi kau meminta Omma untuk membelikan makanan ini?!” Pekik Yeon Hyo kesal. Entah dosa apa yang telah di perbuatnya, sehingga ia memiliki anak yang benar-benar mewarisi sifat suaminya.
“Omma, nappeun!!” Protes Yoo Hyun membuat Yeon Hyo lagi-lagi harus lebih bersabar. Dia tidak boleh gegabah, karena ia tau jika Yoo Hyun sudah marah seperti ini, maka harus di bujuk lebih keras lagi.
“Yoo-a. . Mianhae, Omma tadi hanya bercanda. Mengapa kau jadi marah seperti ini, eo?” Tanya Yeon Hyo mencoba membujuk anak sulungnya. Tetapi, Yoo Hyun masih bersih keras untuk tidak melakukan kesalahan Yeon Hyo.
“Yoo Hyun-a. . Anak Omma jangan marah pada Omma lagi, ne? Omma hanya bercanda, chagi-a.” Bahkan sekarang Yeon Hyo menunjukkan jurus aegyo yang di milikinya. Membuat para pengunjung lagi-lagi menggelengkan kepala melihat tingkah aneh Omma dan Aegy itu lagi. Mengapa sifat mereka berubah-ubah? Bukankah tadi mereka saling tertawa? Mengapa sekarang malah ada yang merajuk? Batin salah satu pengunjung kedai jajangmyeon itu.
“Yoo Hyun-a, permintaan apa yang harus Omma lakukan sehingga kau memaafkan Omma, eo?”
TING!!
Detik berikutnya senyum Yoo Hyun mengembang. Di lihatnya ke samping dan mendapati Yeon Hyo yang masih menunjukkan tampang masamnya.
“Jinjja? Yaksok?” Yoo Hyun sedikit ketus.
“Ne yaksok. Apapun akan Omma lakukan asalkan kau memaafkan Omma.” Jawab Yeon Hyun lemah. Dia akan siap menerima konsekuensinya jika bocah kecilnya meminta sesuatu yang ‘aneh’ padanya.
“Aku ingin adik!!”
“MWO? Bukankah kauu sudah memiliki Yeon Hyun?!”
“Sayangnya aku tidak menerima penolakan, Omma. .”
***
Hari yang cerah secerah hati Yeon Hyo. Dia dengan telatennya memandikan kedua anak kesayangannya. Sedikit susah karena mereka saling berebut mainannya. Membuat Yeon Hyo lagi-lagi harus ekstra keras memberi pengertian kepada kedua anaknya.
“Yoo-a. . Geumanhae, chagi-a! Omma masih harus mengurusi Appa kalian yang sedikit manja dan tidak mau di atur. Apa kalian tidak kasihan kepada Omma, eo?” Yeon Hyo memasang wajah memelasnya membuat Yoo Hyun dan Yeon Hyun menghentikan aktifitas mereka yang saling memperebutkan bebek mainan.
“TIDAK!!” Jawab mereka ketus dan tentunya membuat mata Yeon Hyo terbelalak. Bisa-bisanya anaknya berani membentaknya.
“YA!! MENGAPA KALIAN MEMBENTAK OMMA, EO? AISH!! KALIAN MENYEBALKAN!!” Yeon Hyo keluar dari kamar mandi dengan menghentakkan kakinya dan teriakannya tadi tentunya membuat kedua bocah yang sedang berada di dalam kamar mandi terkikik pelan. Pasalnya mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membuat Yeon Hyo kesal.
“Wae geurae, Hyo-a?” Tanya Kyuhyun bingung ketika melihat Yeon Hyo yang memasuki kamar mereka dengan wajah kesalnya.
“Anio. . Aku hanya kesal!” Ujar Yeon Hyo penuh penekanan. Di tariknya tubuh Kyuhyun dan membenarkan dasi suaminya, tanpa dia sadari ia malah merapatkan dasi itu membuat leher Kyuhyun tercekik.
“Aakkh. . aakhh. . Yeon-akhh. . Hyo-akhh!”
Yeon Hyo melihat wajah Kyuhyun dan mendapati Kyuhyun sedang terbatuk-batuk. Yeon Hyo segera melonggarkan dasi yang melekat di leher Kyuhyun dan membantu suaminya mengambil minum.
“Oppa. . Gwenchana?” Tanya Yeon Hyo khawatir. Di letakkan gelas yang sudah kosong di atas nakas dekat ranjangnya dan kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan khawatir.
“Anio!! Kau hampir membunuhku, Hyo-a!!” Ujjr Kyuhyun yang mampu membuat Yeon Hyo menundukkan kepalanya. Akh. . baiklah, jika seperti ini ia harus mengalah kepada istrinya yang menurutnya sangatlah manja.
“Aku tak akan marah. Jangan bersikap seperti itu,” Lanjut Kyuhyun seraya menarik pinggang Yeon Hyo, membuat tubuh mereka saling menempel. Di angkatnya dagu Yeon Hyo dan menatap manik mata yeoja yang sudah 8 tahun ini menjadi istrinya. Istri yang mungkin tidak di cintainya dan hanya di anggapnya dongsaeng saja.
Selama delapan tahun memang benar Kyuhyun dan Yeon Hyo melakukan hubungan layangnya yang harus di lakukan suami istri. Tapi tetap saja Kyuhyun melakukan itu tidak di dasari dengan cinta, melainkan keterpaksaan.
Yoo Hyun anak pertamanya, malam itu malam pertama mereka, karena orang tua Yeon Hyo memasukkan sesuatu di dalam minuman yang di minum Kyuhyun, akhirnya kejadian yang sangat di hindari Kyuhyun terjadi. Dan Yeon Hyun, malam itu saat Yoo Hyun masih menginjak umur ke tiga tahun Yeon Hyo sendiri yang meminta mereka untuk memiliki anaknya. Dia memasang wajah memelasnya dan tentu saja membuatnya dengan terpaksa untuk kesekian kalinya melaakukan hubungan intim itu dengan Yeon Hyo.
“Oppa kau melamun, eo?” Pertanyaan Yeon Hyo membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan melepas tangannya di pinggang Yeon Hyo.
“Anio. .” Jawab Kyuhyun singkat, lalu melenggang pergi meninggalkan Yeon Hyo keluar dari kamar mereka.
“Kau aneh, oppa” Guman Yeon Hyo.
***
            Meja makan riuh dengan suara gebrakan yang ditimbulkan oleh kedua malaikat kecil Yeon Hyo. Yoo Hyun baik Yeon Hyun saling memukuli meja makan dengan sendok maupun garpu di kedua tangan mereka dan mulut mereka pun sedari tadi mengeluarkan suara-suara yang membuat telinga siapa saja akan sakit jika mendengarnya.
“Makan. . Makan. . Makan. .”
“Makan. . Makan. . Makan. . Makan. .” Teriakan Yoo Hyun dan Yeon Hyo sedari tadi menggema, membuat Kyuhyun yang baru datang membelalakkan mata.
“Ya!! Apa yang kalian lakukan?!” Teriaknya. Membuat kedua anaknya terdiam dan menatap Kyuhyun dengan wajah aegyo yang di miliki mereka.
“Kita lapar, Appa!!” Rengek Yeon Hyun manja. Ia turun dari kursinya dan berlari kearah Kyuhyun, meminta Kyuhyun untuk menggendongnya.
“Mengapa tak makan jika kalian lapar, eo?” Tanya Kyuhyun pada Yeon Hyun yang mendapatkan gelengan dari putri kecilnya.
“Omma tidak masak. .”
“MWOYA?? YA!! YEON HYO-YA!!” Teriak Kyuhyun dengan suara kerasnya membuat kedua anaknya menutup telinga mereka dengan kedua tangannya.
“Wae geurae, Oppa?” Tanya Yeon Hyo yang baru saja terlihat di ambang pintu.
“Mengapa kau belum memasak, huh?!”
“Hehehe. . Kau tau sendiri kan, oppa? aku tidak bisa memasak!”
“TAPI KITA LAPAR!!!” Pekik Kyuhyun, Yoo Hyun dan Yeon Hyun bersamaan membuat Yeon Hyo terdiam. Ia hanya menunjukkan wajah polosnya dan tersenyum tanpa dosa.
“Hahaha. . Benarkah? Lebih baik Oppa makan di kantor saja dan kau Yoo Hyun makanlah di kantin sekolah, bereskan?” Jawab Yeon Hyo enteng membuat Kyuhyun menghela nafas.
“Huh!! Kau menyebalkan, Omma. . Kajja Appa kita berangkat.” Yoo Hyun turun dari kursi yang di dudukinya dan berjalan keluar tanpa pamit kepada Yeon Hyo.
“YA!! YOO HYUN-A, AKU INI OMMA-MU!!” Teriak Yeon Hyo yang tak di dengarkan oleh Yoo Hyun.
“Aku berangkat dulu.” Ujar Kyuhyun yang masih berada di ruangan itu. Tanpa kecupan di dahi, Kyuhyun langsung melenggang pergi.
Di ruangan itu hanya tinggal Yeon Hyo dan Yeon Hyun. Suasananya menjadi hening membuat Yeon Hyo menghampiri putri bungsunya. “Waeyo, Yeon-a?” Tanya Yeon Hyo membuat Yeon Hyun menggelengkan kepalanya. Membuat Yeon Hyo menggerutkan keningnya. Tak seperti biasanya Yeon Hyun akan bersikap seperti ini jika Kyuhyun dan Yoo Hyun sudah berangkat, ia akan lebih cerewet dengan Yeon Hyo.
“Wae geurae, chagi-a?” Tanya Yeon Hyo lagi. Yeon Hyun menggelengkan kepalanya dan berjalan mundur. Air matanya pun mengalir di pelupuk matanya membuat Yeon Hyo semakin khawatir.
“O-mma. . A-ppa. . O-ppa. . Omma mereka. . .”
PYARR
Pecah. . Guci yang harganya sangatlah mahal sudah hancur berkeping-keping karena Yeon Hyun yang tak sengaja telah menyenggolnya.
“O-mma. . Mianhae. . .” Yeon Hyun memunguti serpihan beling itu dan dengan cepat Yeon Hyo menggendong putrinya menjauh dari serpihan beling itu.
“Kau kenapa, sayang? Jangan membuat Omma khawatir!” Tanya Yeon Hyo setelah mereka duduk di kursi ruang tamu.
“A-ppa. . O-ppa. . .”
Belum sempat Yeon Hyun melanjutkan kalimatnya, suara deringan telepon sudah menggema di penjuru ruang tamu mereka. Dengan terpaksa Yeon Hyo harus mengangkat telepon itu.
“Yeoboseo. .”
“. . .”
“MWOYA? ANDWE!!!!”
-FLASBACK OFF-
Kepala Yeon Hyo menunduk, ia tak sanggup jika mengingat kenangan yang sangat menyakitkan hatinya, mendengar Yoo Hyun dan Kyuhyun kecelakaan. Waktu Kyuhyun akan mengantarkan Yoo Hyun kesekolah, tapi na’asnya mobil yang merek tumpangi menabrak pembatas jalan. Kyuhyun hanya mendapat luka kecil, sedangkan Yoo Hyun tidak dapat terselamatkan karena kepalanya membentur kaca mobil.
 
–           “Di persimpangan jalan. . Sendiri. . Hening. . Sunyi. . Hanya tertinggal sendiri. . Tanpa seseorang yang menemani. . Seperti badai, badai yang dapat menghancurkan Hati. .”      –
-XXX~
Ini sudah hari ketiga Kyuhyun tak pulang. Yeon Hyo hanya mendesah pasrah, ia berusaha menghubungi kantor Kyuhyun, tapi hasilnya nihil. Sekertaris Kyuhyun mengatakan jika Direktur-nya itu sudah beberapa hari ini tidak datang ke kantor dan itu sukses membuat Yeon Hyo khawatir. Istri mana yang tidak akan khawatir jika sang suami tidak ada kabar? Bahkan Yeon Hyun pun selalu menanyakan Kyuhyun kepada Yeon Hyo.
“Omma. . Yeon Hyun merindukan Appa. .” Yeon Hyun berdiri di ambang pintu kamar Yeon Hyo dengan boneka teddy bear-nya. Sedangkan Yeon Hyo merentang tangannya menyuruh Yeon Hyun untuk memeluknya.
“Appa kerja, chagi-a. .” Yeon Hyo memberi pengertian pada Yeon Hyun.
“Tapi aku rindu. .” Rengeknya sekali lagi membuat Yeon Hyo menghela nafas.
“Nado. . Sudahlah, mungkin besok Appa akan pulang. Sekarang kau tidur bersama Omma, ne?” Yeon Hyo menidurkan Yeon Hyun di ranjang miliknya dengan Kyuhyun dan menyelimuti tubuh putri kecilnya.
“Tidurlah, besok Appa akan pulang.” Yeon Hyo mengecup dahi Yeon Hyun dan membenarkan selimut yang menyelimuti tubuh putri kecilnya. Di tatapnya wajah Yeon Hyun yang sudah tertidur pulas beberapa menit yang lalu. Ada sedikit beban yang mengganggu pikirannya. Hanya satu beban, yaitu Kyuhyun.
Beberapa hari ini, ia baru menyadari sikap Kyuhyun terhadapnya. Sikap yang jauh dari kata suami-istri. Ya!! Yeon Hyo baru menyadari sifat Kyuhyun terhadapnya seperti apa. Bukan, bukan karena adanya cinta. Melainkan ada perasaan yang menurut Yeon Hyo adalah keterpaksaan. Dari sorot mata Kyuhyun, sorot tajam tanpa minat. Bukan sorot tajam dengan cinta.
Sikapnya juga terkesan acuh. Padahal Yeon Hyo selalu mencari perhatian terhadap Kyuhyun agar namja itu tidak mengacuhkannya. Yeon Hyo juga baru menyadari sesuatu. Waktu itu, saat kecelakaan yang menimpa Kyuhyun, ada seorang wanita datang menjenguknya.
Cantik, satu kata yang terlintas di benak Yeon Hyo saat melihat wanita itu. Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai teman Kyuhyun kepada Yeon Hyo dan tentunya Yeon Hyo mempercayainya, karena ia juga tidak terlalu memikirkan Kyuhyun, yang hanya ada dalam benaknya waktu itu adalah Yooo Hyun.
Seiring berjalannya waktu, yeoja itu yang bernama Victoria Song selalu menemani Kyuhyun ketika Kyuhyun pemulihan. Tetapi tetap saja, waktu itu Yeon Hyo tidak menyadari jika Kyuhyun dan Victoria memiliki hubungan di belakangnya.
“Hyo-a. .” Sebuah suara menyentakkan Yeon Hyo membuat yeoja itu membalikkan badan dan mendapati Kyuhyun berdiri di sampingnya. Di tatapnya wajah lelaki yang sangat di cintainya itu dengan seksama. Namja tampan yang sudah dengan lancangnya telah merebut hatinya dan membuatnya tergila gila padanya.
“Kau belum tidur, Hyo-a?” Suara Kyuhyun melembut. Namja itu duduk di pinggir ranjang dan menatap Yeon Hyo yang masih menatapnya tanpa mengeluarkan suaranya.
“Yeon Hyun juga tidur di sini, selama aku tidak pulang?” Masih sama, Yeon Hyo seolah bungkam tak menjawab pertanyaan Kyuhyun.
Yeon Hyo tak akan pernah tau ingin menjawab apa. Bibirnya seolah bungkam tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dia merasa sangat merindukan namja tampan yang duduk di hadapannya ini, sehingga tanpa permisi langsung memeluk tubuh Kyuhyun. Menegang? Tentu saja menegang. Tubuh siapa yang tidak akan menegang melihat seseorang memeluknya. Terlebih Yeon Hyo yang dulu seperti mayat hidup bagi Kyuhyun.
“Oppa. . .” Yeon Hyo bersuara. Hanya memanggil Kyuhyun saja dan itu sukses membuat mata Kyuhyun terbelalak.
Di lepaskan pelukan Yeon Hyo di tubuhnya dan menatap wajah Yeoja yang sudah di anggapnya dongsaeng sendiri itu. Di rengkuhnya wajah Yeon Hyo dengan kedua tangannya dan menatap manik mata yeoj itu.
“Hyo-a. . Kau. . .” Kyuhyun tak percaya. Ia bernjak dan berjalan mundur meninggalkan Yeon Hyo. Dia berlari keluar kamar mereka. Membuat Yeon Hyo harus berlari mengikuti Kyuhyun.
“Oppa. . Chakkaman!!”
Tidak. . Malam ini Kyuhyun bermaksud pulang ke rumah untuk tujuan lain. Bukan untuk melihat kesembuhan yang terjadi pada Yeon Hyo. “Qiannie, kajja kita pergi dari sini!” Kyuhyun mencekram pergelangan tangan Victoria yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya.
“Wae geurae, oppa? Bukankah tujuan kita kemari hanya untuk meminta tanda tangan Yeon Hyo?” Tanya Victoria bingung. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan bersikukuh untuk pergi dari rumahnya.
“Oppa, kau sudah mendapatkan tanda tangan dari istrimu itu, heh?” Tanya Victoria membuat Kyuhyun geram.
“Tidak!! Aku belum memintanya menandatangani surat cerai itu.”
PYARR
Untuk kesekian kalinya Yeon Hyo kembali menitihkan air matanya. Kini bukan untuk Yoo Hyun, tapi untuk dirinya sendiri. Kyuhyun, namja yang sangat di cintainya itu meminta cerai dengannya? Apa salahnya?
“O-ppa, apa maksudmu itu?” Tanya Yeon Hyo dengan suara paraunya membuat Victoria tersenyum mengejek kepadanya.
“Kau sudah hidup kembali? Ah, bukankah Yoon Yeon Hyo telah mati menjadi mayat, okh?” Tanya Victoria membuat Yeon Hyo membelalakkan matanya.
“Apa maksudmu, eonni? Dan apa yang harus aku tanda tangani?”
“Apa Kyuhyun oppa belum memberi tahumu, eo? Malang sekali nasibmu nona Yoon.” Ejek Victoria.
“Qian, geumanhae. Jangan sekarang!!” Pekik Kyuhyun yang mendapat tepisan dari Victoria.
“Biarkan aku yang menjelaskannya, oppa.” Ujar Victoria pada Kyuhyun.
“Menjelaskan apa? Cepat katakan padaku?” Tanya Yeon Hyo setengah berteriak menahan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun.
“Kami memiliki hubungan gelap di belakangmu. Bahkan sebelum kau menikah dengan Kyuhyun aku sudah menjadi kekasihnya. Dan sekarang Kyuhyun memilihku sebagai wanitanya, itu berarti kau harus bercerai dengannya!” Pernyataan Victoria mampu membuat Yeon Hyo semakin terurai air matanya. Di bekap mulutnya dengan kedua tangannya dan kepalanya menggeleng tak percaya. Yeon Hyo berjalan mundur ketika Kyuhyun menghampirinya.
Jangan!! Dia sudah tidak akan sudi lagi bersentuhan dengan namja itu. Namja yang benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping. Ini terlalu sakit, penghianatan Kyuhyun benar-benar menyakitkan.
Yeon Hyo kembali untuk memperbaiki rumah tangganya. Tetapi, setelah ia kembali menjadi Yeon Hyo yang dulu, ia di kejutkan dengan pernyataan Kyuhyun yang bermain api di belakangnya. Terlebih Kyuhyun yang akan menceraikannya.
“Yeon Hyo-a. .” Kyuhyun semakin mendekat membuat Yeon Hyo jatuh terkulai di lantai.
“Andwe!! Jangan mendekat!! Aku membencimu!!” Pekik Yeon Hyo dengan lirihnya.
“Anio. . Mianhae jeongmal mianhae. .” Kyuhyun semakin mendekat, bahkan namja itu kini berjongkok di depan Yeon Hyo.
“JANGAN MENYENTUHKU, CHO KYUHYUN!!” Pekik Yeon Hyo saat Kyuhyun memegang pundaknya. Yeon Hyo segera menepis tangan Kyuhyun, tetapi Kyuhyun telah lebih dulu menariknya dalam pelukannya.
“Mianhae, mianhae jeongmal mianhae, Hyo-a.” Kyuhyun merasa bersalah pada Yeon Hyo. Bahkan kini ia juga menitihkan air matanya.
“Lepasss. . Aku sudah tak sudi melihatmu, Kyu!!” Yeon Hyo semakin memberontak dalam pelukan Kyuhyun. Hingga Kyuhyun mengeluarkan pernyataannya yang benar-benar sangat kembali menyayat hatinya.
“Mianhae Hyo-a. . Aku selama ini tidak mencintaimu, hanya menganggapmu sebagai adikku, tidak lebbih. Setelah ini aku harap kau kan bahagia dan hidup ebih baik lagi tanpaku. Saraanghae. .”
Semenjak kejadian, kehidupan Yeon Hyo berubah drastis. Bahkan Yeon Hyo harus mengasing di negeri orang untuk melupakan semuanya dan kembali merintis dari awal. Sekarang tak ada Kyuhyun di sampingnya, hanya ada Yeon Hyun yang kini menjadi penyemangatnya hidupnya.
                        END
Untuk Icha eonni Saengil Chukka Hamnida. . Moga di tahun 2013 ini harapan dan permohonan eonni terkabul. . Dan Gomawo sudah menerima FF abal-abalanku^^

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

26 thoughts on “HKS 13 – FF Lomba “Strom!!” [OneShoot]

  1. Astaga, itu Kyuhyun kenapa kejam banget sam Yeon hyo, aish padahal dia sudah memiliki nasib..
    keren, pertama baca aku kira kyuhyun bakal sadar ternyata tidak
    nyesek banget jadi Yeon Hyo
    bikin sequelnya, biar Yeon Hyo balas dendam sama kyu…

  2. Huaaaa Kyu jahat !! Vic juga sama !! Kan kasian Yeon Hyo eonnie-nya !! Udah kehilangan anak pertamanya sekarang harus kehilangan suaminya😦 huaaaa jahat !!

  3. Ambil baju kyu oppa lap ingus + air mata *PLAKK

    it’s so very hurt sad humhum TT,.TT

    *ambil MIC* DAEBAK chingu :*
    *tissue mana tissue*

    wajib sequel *sambil bawa pedang*😄

    -iki udah komen yah chagi ku sayang :*

  4. saengi ige mboya?knp critanya kygn kyupa napeun tega jhat,slama it sm2 dy cm anggap hyo dongsaeng?d mana otakmu oppa?saeng nyesek sumpah bc ni neomu appo seakan2 aku yg jd hyo dsni#wkwkwkwk lebay*

  5. Ihh… kenapa sih Kyuhyun berkhianat!?
    Ah.. nyebelin bngt sih.. aku mkn sbl aja sm Victoria jgt bgt!!
    Critanya kurang menarik.. tp bagus kok😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s