HKS 12 – FF Lomba “My First Tuxedo for Mr. Kyuhyun” [OneShoot]

Title:   My First Tuxedo for Mr. Kyuhyun

Author : JuanaCloud (Shin Ha Kyo) 

Facebook : Shin Ha Kyo

Twitter : @akusartika  

Blog : http://sartikadevicloud.wordpress.com/

 

Main Cast :    Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyu Hyun

                        Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Genre : Romance

Length: 5774

——Happy Reading——

 

Angin musim gugur mulai menggelayut ringan pada tangkai-tangkai daun maple yang menguning, perlahan memisahkannya dari ranting dan kemudian menghantarkannya pada aliran angin lain. Harum musim gugur berpadu dengan maple kering,

Tampak seorang wanita sedang berjalan dengan anggun di sebuah peron kereta api, di tangan kanannya ia menjinjing sebuah kotak berwarna coklat yang cukup besar sedangkan tangan kirinya memegang lembut tangan gadis mungilnya agar ikut segera menyamakan langkah dengannya. Sesekali angin musim gugur memainkan lembut helaian rambut gadis manis bermata indah tersebut dan kemudian menghempaskan rambut hazelnutnya tepat mengenai kedua matanya lucu sekali, gadis berambut hazelnut itu terlihat memajukan sebagian bibirnya sambil tangannya sibuk membetulkan letak rambutnya. Yoon Jin Ah menghentikan langkahnya dan tersenyum melihat tingkah menggemaskan putri kecilnya, Jin Ah kemudian berlutut menyamakan tingginya dengan gadis berambut hazelnut itu.

“Apakah angin itu menjahatimu?” Tanya Jin Ah sembari menyisir lembut rambut Yeon Hyo dengan jemarinya.

Aniya eomma, rambutku hanya terbawa angin sedikit.” Jawab gadis berumur lima tahun tersebut dengan mimik muka yang lucu.

“Hmm baiklah, saat di dalam kereta nanti eomma akan menyisir ulang rambutmu lagi eothe?” Jin Ah menegelus pipi tomat Yeoh Hyo.

ne eomma”Yeon Hyo mengangguk kemudian mengikuti eommanyamasuk ke dalam gerbong kereta.

Kepulan asap putih berlomba-lomba ingin keluar dari cerobong asap gerbong kereta masinis, siulan pluit serta deru roda besi yang mulai bergerak menandakan kuda besi tersebut melaju meninggalkan peron yang mulai terlihat sepi. Angin musim gugur masih terasa bahkan kali ini terasa lebih menggigit daripada sebelumnya.

Jin Ah terlihat sedang menepuk-nepuk kecil gaun putih milik gadis mungilnya, membuat beberapa serpihan daun ataupun ranting kecil yang menempel dari gaun white blue milik putrinya bertebaran.

“Kau harus terlihat rapih dan bersih sayang.” Seru Jin Ah sembari terus membersihkan gaun Yeon Hyo. Gadis itu sedikit memiringkan kepalanya menatap ibunya dengan kebingungan.

“Apakah kita akan ke rumah halmeoni? tapi biasanya aku hanya memakai baju pororo ku dan celana pendek jika akan rumah halmeoni. Apakah halmeoniulangtahun eomma?” tanya Yeon Hyo sambil memandang ibunya bergantian dengan gaun cantik yang dipakainya.

Aniya sayang, hari ini kita bukan pergi untuk bertemu halmeoni. ” Jin Ah terdengar memberi penjelasan.

“Lalu kita akan kemana eomma? Eommabahkan tidak mengajak Chae Rim dan Appa. Ini benar-benar perjalanan yang aneh.” Gadis pintar itu bertingkah lucu dengan mimik muka sedang berpikir, membuatsiapa saja orang yang melihatnya kini, mungkin akan berfikir akan menculik gadis manis itu.

“Anak manis yang sangat cerewet.”Jin Ah mencubit sekali lagi pipi tomat anaknya itu.

“Nikmati saja perjalananmu dan kau akan segera tahu kemana tujuan kita sebenarnya. Arraseo? ” Jin Ah mengakhiri percakapan dengan buah hati kecilnya itu disertai senyum bulan sabit yang dimilikinya, cantik.

Siang ini matahari tidak terlalu terik, gumpalan awan putih senantiasa bergelung dihadapannya membuat sinar terik yang dimilikinya sedikit terhalang untuk sampai ke permukaan bumi. Angin musim gugurpun masih menari-nari bebas di udara Seoul, sesekali masuk ke rongga penciuman para pejalan kaki dan berpadu dengan wangi khas daun kering.Jin Ah dan putri kecilnya Yeon Hyo sudah berjalan meninggalkan stasiun kedatangan mereka, saat ini  mereka berdua tengah menyusuri jalan setapak di sisian taman. Tangan kanan Jin Ah masih membawa kotak coklat berukuran cukup besar yang sedari tadi dibawanya, entah benda apa yang tersembunyi di dalamnya. Yeon Hyo –si gadis pipi tomat- itu terlihat sedang menghalau debu-debu yang ingin memasuki mata indahnya menggunakan lengan mungilnya, ia terlihat kesusahan.

“Apakah angin-angin itu masih mengganggumu chagi ?”Jin Ah terlihat menggoda putrinya. Yah, sebenarnya Jin Ah kasihan melihat putrinya kesusahan menghalau debu-debu itu, tapi entah mengapa rasa ingin menggoda putrinya lebih besar.

Aniya, gwenchana-yo eomma” lihatlah, Yeon Hyo tak pernah sekalipun ingin membuat eommanya khawatir. Ia selalu berusaha mengatasi apapun sendirian. Benar-benar anak nakal.

“Sebentar lagi kita akan sampai, bertahanlah ne.” Jin Ah menyemangati putrinya disambut dengan senyuman sabit duplikat milik putrinya. Benar-benar mirip.

 

—–Cho’s family house——-

Sebuah bangunan tampak berdiri kokoh bersebelahan dengan rumah-rumah cantik lainnya. Tidak terlalu megah, namun cukup membuat seseorang gadis kecil berdecak kagum dengan desain minimalis yang dimiliki rumah tersebut. Gerbang hitam tanpa motif rumit menyambut pasangan ibu dan anak tersebut sebelum sampai di pintu utama keluarga Cho. Mererka berdua disuguhi banyak pemandangan pohon rimbun yang sengaja ditanam oleh tuan rumah di halaman depan. Ya… ini musim gugur dan daun-daun kebanyakan sedang gugur, tak ada rimbunan pohon kali ini, hanya daun-daun kering berguguran dan berkumpul di serasah jalan setapak menuju pintu utama.

Eomma…” panggil Yeon Hyo tiba-tiba

“Saat pulang nanti, bantu aku membuat lengan baju untuk ‘yeonbob’ ya eomma.” Tanya gadis itu seraya menegadahkan kepalanya menghadap Jin Ah.

“Hmmmm, kalau kau bersikap manis saat di dalam nantieomma akan membantumu membuat baju untuk ‘yeonbob’. Eotthe??” tawar Jin Ah kepada anak gadisnya.

“Tentu saja aku akan bersikap manis eomma, memangnya kapan aku pernah bersikap tidak manis? ” Yeon Hyo menggelayut manja di lengan Jin Ah seakan-akan memberi bukti bahwa dirinya memang ‘manis’. Yah, Jin Ah sangat pandai memanfaatkan keadaan, ia akan memberikan penawaran yang menarik bagi putrinya dan tentunya akan menguntungkan dirinya setiap kali Yeon Hyo merajuk sesuatu. Benar-beanr pintar.

“Ah, selamat siang tuang Cho.” Sapa Jin Ah kepada seorang laki-laki paruh baya tepat di depan pintu masuk keluarga Cho.

“Jin Ah-ya cepat sekali kau sampai kemari. hahahaha” laki-laki yang dipanggil Jin Ah dengan panggilan tuan Cho terlihat kaget sekaligus senang atas kedatangannya tersebut.

ne, aku naik kereta paling pagi untuk datang ke tempat ini tuan. hahaha” Jin Ah menanggapi pertanyaan Tuan Cho dengan membungkukan badan seraya memberi hormat.

“Kau membawa Yeon Hyo kecil ? lihatlah, dia cantik sekali, manis seperti eommanya.” Tuan Cho mengelus lembut pipi tomat Yeon Hyo, entahlah mengapa banyak sekali yang tertarik pada pipi tomat Yeon Hyo.

Kajja, kita masuk ke dalam, cuaca lumayan dingin di luar sini.” Tuan Cho membawa masuk kedua tamu yang memang sedari tadi di nantinya tersebut.

———Family room Cho’s family———–

“Apakah kau membawa pesananku Jin Ah-ya ?” tanya Tuan Cho kemudian saat mereka sampai di ruang keluarga. Terlihat mimik khawatir di wajahnya, mungkin takut ibu Yeon Hyo tidak membawa apa yang dimaksudkan olehnya.

ne, tentu saja aku membawanya Tuan, bukankah tujuan utamaku datang ke sini adalah untuk membawakan ini.” Tutur Jin Ah sopan sembari membuka kotak coklat yang sedari tadi membuat sibuk lengan kanannya dan kemudian menyerahkan isi dari kotak tersebut kepada pria berkemaja turqoise dihadapannya.

Tuan Cho kemudian mengambil sesuatu di dalam kotak tersebut dan melihatnya dengan rasa takjub dan puas. “Sempurna seperti biasanya, aku tahu kau tidak akan pernah mengecewakanku Jin Ah-ya. ” Tuan Cho tersenyum senang. “Kau adalah penjahit nomer satu di Seoul. Ah, aniya bukan hanya di Seoul, tapi di seluruh dunia, kau menjahit dengan sangat baikJin Ah-ya  hahahaha.” Ujar Tuan Cho bangga lalu kemudian mengepaskan tuxedo yang telah di buat ibunda Yeon Hyo sambil terus menatap puas tuxedo baru miliknya.

Ya, Yoon Jin Ah ibu dari Yoon Yeon Hyo adalah seorang penjahit pakaian khusus untuk keluarga Cho. Yoon Jin Ah bukanlah orang pertama yang menjahitkan pakaian khusus untuk keluarga Cho, keluarga Yoon sudah secara turun temurun menjadi ‘tailor’ khusus untuk keluarga tersebut dan mungkin Jin Ah adalah generasi ke empat yang meneruskan tradisi unik itu. Mulai dari pemilihan bahan, pembuatan desain, proses penjahitan sampai ke tahapan finishing keluarga Cho sangat mempercayakan pakaian yang akan dikenakannya pada keluarga Yoon dan hasilnya pun dapat ditebak bukan, yah… tak ada keluhan berarti dari keluarga Cho atas hasil karya keluarga Yoon yang memang selalu profesional dalam karyanya. Mungkin karena hubungan yang terjalin dengan sangat baik inilah keluarga Cho tidak pernah menganggap keluarga Yoon sebagai rekan bisnis, mereka benar-benar menganggap keluarga Yoon sebagai kerabat dekat karena tradisi turun menurun ini.

“Tuan terlalu memuji, aku bahkan belum bisa menjahit sebaik ibuku.”Jin Ah terdengar merendah.

“hahahaha, aku tidak akan memujimu jika hasilnya tidak sebaik ini. Kau terlalu merendah Jin Ah-ya.

“Apakah nyonya Cho sedang berada di luar Tuan?” tanya Jin Ah bingung karena sang nyonya tidak terlihat.

Aniya,  dia sedang ada di atas di kamar Kyuhyun membangunkan bocah nakal itu.” Jawab Tuan Cho tidak fokus karena sedang melipat rapih tuxedo baru miliknya.

“Jin Ah-ya kau sudah datang? ” Nyonya rumah yang sedari tadi dibicarakan akhirnya datang dengan menuruni tangga, turun dari lantai atas.

ne, Nyonya.” Jin Ah terlihat tersenyum senang dan menyambut pelukan dari Nyonya Cho meskipun mereka sudah seperti keluarga dekat, namun Jin Ah nampaknya masih enggan untuk memanggil keluarga pewaris marga Cho tersebut tanpa embel-embel Tuan dan Nyonya.

“Ah, gadis manis ini apakah putrimu Jin Ah-ya ?” Nyonya Cho sedikit terkejut karena keberadaan Yeon Hyo. Ya, sedari tadi Yeon Hyo duduk dengan sangat manis, sehingga sedikit terlupakan saat orang-orang disini sibuk bercengkrama satu sama lain. Yeon Hyo mungkin saja sedang menepati janji yang tadi dia buat bersama ibunya ‘menjadi gadis manis dan tidak berulah nakal’ Yeon Hyo benar-benar melakukannya dengan sangat baik.

“Benar Nyonya, Yeon Hyo adalah putriku.” Jin Ah menjelaskan.

Neomu yeoppo.” Nyonya Cho terdengar memuji Yeon Hyo. Yeon Hyo –si gadis yang dipuji- hanya tersenyum lugu dan terlihat malu-malu khas anak kecil sambil sesekali matanya melihat ke arah pelayan yang sedang membawakan beberapa cookies dan minuman hangat. Tentu saja setiap anak kecil akan luluh dengan sebuah cookies, begitu juga si pipi tomat Yeon Hyo. Lucu sekali.

Chagi-ah, bukankah kau sudah membangunkan Kyuhyun? Dimana dia sekarang eoh ?” Tuan Cho mencari-cari seseorang yang dipanggilnya Kyuhyun itu.

ne, sebentar lagi dia pasti akan turun yeobo. Ah, itu dia uri Kyuhyun.” Terlihat seorang anak lelaki tampan yang mengenakan setelan T-shirt putih berkerah dan celana santai sedang menuruni anak tangga dan berhenti bergerak di anak tangga terakhir. Kyuhyun memandangi orang-orang ‘baru’ yang berada di ruang keluarga rumahnya, bukan dengan tatapan heran atau tatapan ‘siapa mereka?’ entahlah, untuk seusia bocah lelaki berusia delapan tahun tatapannya sedikit berbeda. Pandangan Kyuhyun terfokus cukup lama pada sosok gadis kecil dengan bando putih yang sedang sibuk dengan cookies coklat di tangannya. Yeon Hyo –gadis yang sibuk dengan cookiesnya- tidak menyadari bahwa dirinya sedang ditatap oleh Kyuhyun sampai Jin Ah menggenggam tangannya dan mengajak Yeon Hyo untuk berdiri

“Yeon Hyo-ah. Kau lihat anak laki-laki itu?” Jin Ah menunjuk kecil ke arah Kyuhyun sebagai anak laki-laki yang dia maksud.

“Kau ingat yang eommakatakan mengenai ‘tradis keluarga Yoon’.” Jin Ah menatap dalam yeoja kecil berusia lima tahun tersebut.

“Hmmm….” Yeon Hyo sedikit kebingungan untuk menjawab pertanyaan perempuan yang telah melahirkannya ke dunia ini.

“Keluarga Yoon adalah ‘tailor’ khusus untuk keluarga Cho, kau pasti sudah mengerti hal itu bukan?”Jin Ah mencoba menjelaskan sesuatu.

“Ah, ne.. tentu saja aku tahu eomma. Halmeoniselalu berulang-ulang kali mengatakan itu sampai aku bosan.” Jin Ahtertawa kecil mendengar jawaban Yeon Hyo tersebut, di lain sisi Tuan dan Nyonya Cho sedang duduk berdampingan seakan mengerti apa yang sebenarnya Jin Ah sedang lakukan.

“Bolehkah eommadengar sekali lagi, apa cita-citamu.” Sekali lagi Jin Ah menatap dalam mata hazelnut milik Yeon Hyo. “Mungkin, Tuan dan Nyonya Cho mau mendengarnya juga.” Jin Ah melanjutkan perkataannya dan melirik kearah Tuan dan Nyonya Cho yang senantiasa tersenyum sejak Jin Ah melontarkan pertanyaan-pertanyaan aneh tersebut.

“Hmm, aku ingin membuka toko pakaian dan aku ingin menjahit semua pakaian orang-orang itu.”Yeon Hyo menjawab dengan sedikit malu-malu khas yeoja kecil. Lucu sekali.

Eommaakan memberitahumu suatu rahasia kecil.” Jin Ah berbisik pelan dan disambut tatapan ingin tahu oleh Yeon Hyo.

“Kau sudah mengerti mengenai ‘tradisi’ yang ada pada kelurga kita dan keluarga Cho, tapi eommabelum memberitahumu satu hal penting yang selalu dilakukan ‘penjahit keluarga Yoon’.”Jin Ah mengacungkan jari telunjuknya sembari mengedipkan satu matanya.

“Penjahit keluarga Yoon dibolehkan untuk membuat pakaian untuk orang lain setelah membuatkan tuxedo atau gaun pernikahan untuk keluarga Cho.” Jin Ah mencoba menjelaskan maksudnya dan Yeon Hyo hanya dapat memandang eommanya itu dengan tatapan bingung, kaget dan tidak mengerti. Jin Ah yang mengerti dengan kebingungan anaknya mencoba untuk menjelaskan sekali lagi.

“Saat eomma masih kecil sepertimu, halmeonijuga menjelaskan hal yang sama pada eommadan tentu saja hal itu membuat eommatidak mengerti, tapi akhirnya eommamengerti maksud perkataan halmeonisetelah eommaberanjak dewasa.”Jin Ah mengambil jeda sebentar agar putrinya tidak kebingungan lagi.

“Saat eommaberumur sekitar 20 tahun eommaakhirnya mengerti maksud perkataan halmeoniadalah eommaharus membuatkan tuxedo pernikahan untuk Tuan Cho jika eommaingin menjadi seorang ‘tailor’.”Jin Ah melanjutkan penjelasannya.

“Aaaahhh, berarti aku harus membuatkan tuxedo pernikahan untuk anak Tuan Cho jika aku ingin menjual pakaian yang kubuat untuk orang lain? ” seru Yeon Hyo sembari menggenggam kedua tangannya di depan dagunya, pertanda dia telah paham.

“Kau memang anak pintarYeon Hyo-ah.”Jin Ah terlihat puas dengan komentar putrinya.

“Tapi eomma….

Tuxedo pertama yang kau buat adalah untuk Kyuhyun.” Jin Ah tidak sengaja memotong perkataan Yeon Hyo karena sedang menyuruh Kyuhyun untuk mendekatinya menggunakan gerakan tangannya. Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Jin Ah dan Yeon Hyo dan kemudian berdiri berhadapan dengan Yeon Hyo yang terlihat masih terfokus pada eommanya. Jin Ah sedikit menjauh ‘mungkin’ memberikan kesempatan untuk Kyuhyun memperkenalkan dirinya.

Yeon Hyo memutar tubuhnya sejenak untuk melihat sosok laki-laki yang kini telah berdiri di  hadapannya. Sesoosok pria berusia delapan tahun dengan warna rambut mirip sepertinya dan kulit seputih susu tampak sedang menatap wajah Yeon Hyo dengan ekspresi yang mungkin tidak bisa ditebak untuk anak seumurnya. Yeon Hyo yang merasa dirinya diperhatikan terus menerus oleh kyuhyun menjadi sedikit kesal apalagi setelah eommanya berkata bahwa tuxedopertama yang dibuatnya kelak adalah untuk pria ini. Sungguh, meskipun Yeon Hyo masih sangat muda, namun dalam pikirannya ia berharap bisa memberikan tuxedo pertamanya pada pria yang ia cintai, pria yang suatu saat nanti akan menikahinya dan sekarang impiannya tersebu mungkint tak akan pernah terwujud karena alasan ‘tradisi keluarganya’ yang mungkin sedikit tidak masuk akal ini.

a..a..anye…” Yeon Hyo mencoba menyapa pria manis di hadapannya, namun perkataannya terhenti karena tiba-tiba saja Kyuhyun melakukan…..

SLURP….

“hmmm, aku kira ini tomat, tapi rasanya cukup manis.” Ya Tuhan, tiba-tiba saja Kyuhyun mendekatkan bibirnya untuk disapukan ke arah pipi Yeon Hyo, mungkin tidak tampak buruk jika Kyuhyun memberikan ciuman perkenalan pada gadis dihadapannya, tapi ini….. YA TUHAN!!!! Kyuhyun menjilat pipi Yeon Hyo dan mungkin sedikit menggigitnya karena pipi yeoja mungil tersebut tampak memerah. Kedua orang tua Kyuhyun hanya bisa saling berpandangan karena tingkah laku putranya sedangkan Jin Ah hanya dapat tersenyum kecil ketika anaknya diperlakukan seperti itu. Jika kalian bertanya bagaimana keadaan Yeon Hyo sekarang kalian pasti bisa menebak bagaimana reaksi –seorang gadis berusia lima tahun- mendapatkan perlakuan tidak terduga dari lawan jenisnya. Mata hazelnut Yeon Hyo mungkin bisa keluar detik itu juga karena keterkejutannya, ya, dia hanya bisa berdiri mematung, sedikit membuka bibirnya karena saking terkejutnya dan selanjutnya ia berubah menjadi geram, marah atas perlakuan Kyuhyun terhadapanya. Kyuhyun yang masih berada di hadapannya lalu mengusap perlahan pipi ‘tomat’ Yeon Hyo.

“Jadi, kau yang akan membuat pakaian untukku kelak? Hahaha.” Kyuhyun mulai bicara.

“Sepertinya kau harus berusaha keras agar bisa mewujudkan mimpimu itu, karena aku tidak mudah menyukai hal-hal baru, termasuk seorang ‘tailor’ baru.” Bocah laki-laki berusia delapan tahun tersebut melanjutkan kata-katanya, sungguh tidak dapat dipercaya jika anak seusianya bisa berkata-kata seperti itu. Yeon Hyo yang sudah marah berusaha untuk mengajaknya berkelahi detik itu juga, namun ia teringat pesan eommanya  agar tidak membuat ulah karena taruhannya adalah ia tak bisa membuatkan baju untuk ‘yeonbob’. Akhirnya, Yeon Hyo hanya bisa mencengkram ujung gaunnya sekeras mungkin untuk meredakan amarahnya. Kyuhyun?? Ya, dia melenggang pergi dengan santainya untuk menuju kamarnya lagi. Benar-benar sangat unik, gadis berpipi tomat dengan namja musim gugur.

Sepertinya musim gugur tahun ini sedikit lebih hangat dari sebelumnya….

 

 

 

 

—————Limabelas tahun kemudian—————

Suara derit mesin jahit terdengar cukup berirama pertanda seseorang sedang menggunakan alat tersebut, sesekali yeoja berkacamata bingkai hitam tersebut mengalunkan nada lagu-lagu favoritnya.

“Yeon Ho-ah tinggalkan pekerjaanmu dulu, eommadan halmeoniingin bicara denganmu.” Chae Rim adik Yeon Hyo meberitahu Yeon Hyo yang sedang menjahit pakaian.

“Dasar bocah gila, seharusnya kau memmanggilku eonni kau mengerti.” Yeon Hyo sedikit berteriak disertai kekehan karena adik ‘paling tidak sopan’ nya itu sudah berlalu meninggalkan ruang ‘kerjanya’. Yeon Hyo berjalan sedikit gontai ke arah eomma dan halmeoninya, ya.. dia sudah tau hal apa yang akan mereka bahas saat bertemu nanti kalau bukan berakhir dengan pertengkaran salah satu cara untuk mengakhiri kegelisahannya nanti adalah dengan cara mengalah. Sangat membingungkan…..

“Lalu bagaimana keputusanmu?” saat ini halmeoniYeon Hyo menghadangnya dengan pertanyaan yang sama dengan sebelum-sebelumnya.

“Apakah harus seperti itu? Bisakah kita rubah saja ketentuannya dan jadikan hal ini lebih mudah?” Yeon Hyo mulai menegang, sepertinya bosan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

“Yeon Hyo-ah kau sudah mengerti ‘tradisi’ kita bahkan saat kau masih kecil dulu,lalu kenapa sekarang kau jadi begini?” Jin Ah mulai angkat bicara.

eomma… aku benci Kyuhyun dia menyebalkan dan kurang ajar. ” Yeon Hyo membalas pertanyaan ibunya.

“Jaga perkataanmu nona Yoon Yeon Hyo.” HalmeoniYeon Hyo sedikit meninggikan suaranya. “Baiklah, kau ingin membuat semua ini mudah bukan?” Jin Ah memandang putrinya yang sejak tadi bahkan belum sempat untuk duduk.

“Kau hanya tinggal memilih saja kali ini, kau ikuti tradisi yang kelurga kita miliki atau kau tidak usah menjadi seorang penjahit selamanya?” Jin Ah memberi pilihan.

Eomma, mana bisa seperti itu… aku…” Yeon Hyo berusaha berargumen.

“Sudah kubilang kau hanya memilih saja nona Yoon.” Jin Ah meninggalkan tempat duduknya dengan sedikit amarah, namun sebelum langkah ke limanya menjauhi Yeon Hyo, Yeon Hyo terdengar bergumam.

“Baiklah eomma, aku mengalah, aku akan membuatkannya untuk Kyuhun.” Yah, akhirnya percakapan ini berakhir dengan kondisi Yeon Hyo yang harus mengalah. Yeon Hyo sadar jika dirinya ingin mempertahankan mimpinya dia harus menjalani ‘tradisi’ aneh yang dibuat oleh keluarganya.

“Kau memang anak pintar Yeon Hyo, kau tak pernah mengecewakan eomma. Eomma tahu itu.” Jin Ah berbalik dan seraya memeluk erat puteri pertamanya itu. “Kapan kita akan berangkat ke rumah Tuan Cho lagi hum?” Jin Ah bertanya.

“Secepatnya eomma, bila perlu kita berangkat besok. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikannya.” Yeon Hyo bicara dengan nada datar. Jin Ah hanya bisa mengusap punggung putrinya dengan lembut, tak ada lagi kata-kata yang bisa keluar dari mulutnya. Menyedihkan….

——Train Station—–

Limabelas tahun yang lalu di tempat yang sama di musim yang sama. Angin masih senantiasa bermain dengan tangkai-tangkai daun maple yang mulai mengering sama seperti limabelas tahun yang lalu, angin dingin yang menusuk masih menggulung-gulung helaian daun maple yang ingin jatuh ke tanah coklat kering, tak ada yang berubah dengan limabelas tahun yang lalu. Gadis bermata hazelnut tersebut datang lagi bersama ibunya dengan tujuan yang sama seperti limabelas tahun yang lalu, mungkin yang berbeda adalah suasana hati yang dirasakan gadis pipi tomat itu tak seriang limabelas tahun yang lalu, entahlah sepertinya ada yang salah dengan musin gugur kali ini…..

“Yeon Hyo-ah, kenapa wajahmu murung seperti itu, Tuan Cho pasti…”

“Aniya, saat sampai disana nanti aku akan merubah ekspresi wajahku, jadi untuk saat ini aku harap eomma tidak berkomentar apa-apa.” Yeon Hyo bicara tanpa melihat wajah eommanya. Jin Ah yang mengerti perasaan putrinaya akhirnya memilih untuk diam.

Kereta listrik melaju dengan kecepatan seperti biasanya, menembus angi-angin dingin yang mungkin saja bisa membuat seseorang menjadi sakit, perjalanan kali ini mungkin tidak biasa….

———Cho’s Family House———

Rumah minimalis itu lagi, tak banyak hal yang berubah di sana, mungkin ada beberapa tanaman-tanaman baru yang sengaja ditambah oleh sang pemilik rumah. Yeon Hyo dan Jin Ah berjalan beriringan menuju pintu yang sama saat limabelas tahun yang lalu. Yeon Hyo terlihat sedang berusaha untuk tersenyum, mungkin ingin memperbaiki ekspresi wajahnya agar tidak terlihat sedang dalam kondisi buruk. Jin Ah yang melihat tingkah putrinya, hanya bisa mengulum senyum bulan sabitnya, ia sangat tahu Yeon Hyo adalah anak yang sangat manis, hanya saja karena kejadian limabelas tahun yang lalu, Yeon Hyo menjadi enggan sekali untuk sekedar mampir ke kediaman kelurga Cho untuk menemani Jin Ah mengantarkan pakaian pesanan keluarga Cho.

Ting tong…..ting tong….

Jin Ah menekan bel pintu utama berharap akan segera dipersilahkan masuk karena cuaca di luar sini begitu dingin.

Cklek….

Seorang pelayan wanita terlihat membukakan pintu coklat tersebut dan menunduk dengan sopan.

“Apakah Tuan Cho sedang berada di rumah?” Jin Ah bertanya pada pelayan tersebut.

“Oh, silahkan masuk Nyonya. Tuan Cho sedang di ruang perpustakaan, nanti akan saya panggilkan.” Pelayan tersebut mempersilahkan Jin Ah dan Yeon Hyo untuk masuk.

“Silahkan duduk Nyonya, saya akan memberitahu Tuan Cho sebentar.” Pelayan ramah tersebut mempersilahkan Jin Ah dan Yeon Hyo sekali lagi, namun sebelum pelayan tersebut pergi untuk memberitahu Tuan Cho, seseorang yang sedari tadi dibicarakan datang dengan wajah terkejut sekaligus gembira.

“Jin- Ah-ya…sudah lama sekali.” Tuan Cho seraya memeluk Jin Ah dengan senang seperti bertemu dengan sahabat lama.

“Aku bahkan baru 3 minggu yan lalu ke sini untuk mengantarkan gaun untuk Nyonya Cho. Anda berlebihan sekali Tuan. hahaha” Jin Ah sedikit bergurau

“Ini….. apakah ini Yeon Hyo atau Chae Rim?” Tuan Cho sedikit menyipitkan matanya untuk melihat gadis yang ada di sebelah Jin Ah. “Ya Tuhan, aku sudah tua sekali.” Tuan Cho sedikit menurunkan letak kacamatanya untuk sekedar menegaskan sosok dihadapannya.

“Yeon Hyo imnida Tuan.” Yeon Hyo membungkukan badannya denga sopan dan diselingi dengan senyum bulan sabit mirip ibunya.

“Ya Tuhan, kau tumbuh menjadi gadis yang sangat manis Yeon Hyo-ah, tidak ada yang berubah sejak terakhir kali kau berkunjung kemari.” Tuan Cho terdengar memuji Yeon Hyo.

“Tinggi badanku juga bertambah Tuan, aku jadi cukup tinggi sekarang.” Yeon Hyo membalas pujian Tuan Cho dengan gurauan lucunya.

“Ah, kau benar sekali sayang. Lalu ada apa kalian datang kemari? Apakah untuk mengunjungiku yang sudah tua ini? hahahaha” Tuan Cho mempersilahkan tamunya untuk duduk.

“Hmm, sebenarnya tujuanku dan Yeon Hye kemari adalah untuk melaksanakan tradisi yang ada antara keluarga Yoon dan keluarga Cho. Anda pasti mengerti kan Tuan.” Jin Ah terdengar to the point pada maksud utamanya.

“Ah, ye… apakah memang sudah waktunya? Hmm, apakah Yeon Hyobersedia melakukannya?” Tuan Cho membenarkan sekali lagi letak kacamatanya sembari menimbang-nimbang sesuatu di pikirannya.

“Tentu saja tuan, Yeon Hyo sendiri yang menginginkannya. Yeon Hyo sudah siap untuk menjadi seorang ‘tailor’. ” Jin Ah meyakinkan Tuan Cho.

“Kalau begitu aku turut senang, aku sempat khawatir Yeon Hyo tidak ingin melakukannya mengingat apa yang dilakukan bocah nakal itu pada Yeon Hyo. Aku sungguh bersyukur, tradis ini masih tetap terjaga.” Tuan Cho terlihat sangat senang sekali

“kalau begitu, mungkin Yeon Hyo harus tinggal disini sekitar satu bulan bukan untuk membuatnya?”

NDE!!!??” Yeon Hyo yang sedari tadi diam tiba-tiba membelalakan matanya mendengar kalimat terkahir Tuan Cho.

Waeyo Yeon Hyo-ah? Tentu saja kau butuh tinggal disini untuk mebuat tuxedo untuk Kyuhyun bukan? Sama seperti ibumu ketikamelakukan tradisi ini.” Tuan Cho sedikit terlihat bingung.

“Sebentar Tuan, sepertinya ada kesalahpahaman antara Yeon Hyo dan saya. Saya permisi untuk ke belakang sebentar.” Jin Ah terlihat menggandeng lengan Yeon Hyo untuk menemaninya ke belakang rumah.

“Ya!! Eomma-ya, eomma tidak bilang jika aku harus menginap di sini untuk mebuat tuxedo Kyuhun. Bukankah aku bisa membawa pekerjaanku ini ke rumah dan mengerjakannya di sana?” Yeon Hyo terlihat kesal.

“Dasar anak bodoh, kau tentu saja harus menginap di sini untuk membuat tuxedo Tuan Cho Kyuhyun. Kau hanya menghabis-habiskan uang jika harus mengerjakan di rumah. Apa kau tahu biaya pulang pergi dari rumah kita ke sini? Lagipula kau ini pasti pemula, kau harus mencocokan keinginan Tuan Kyuhyun dengan gaya menjahitmu, bagaimana bisa kita bermain-main dengan hal seperti ini. Dasar bodoh.” Jin Ah terlihat memarahi Yeon Hyo.

“Tapi eomma??” Yeon Hyo masih belum puas berdebat rupanya.

“Kau sudah sampai sejauh ini untuk meraih mimpimu, apa kau tidak menyesal nantinya jika harus melepaskannya?” Jin Ah berusaha membangkitkan semangat Yeon Hyo lagi. Yeon Hyo berfikir sekali lagi tentang hal yang dibicarakan eommanya tersebut. Menyerah??

“Baiklah eommaaku akan tinggal di sini dan menyelesaikannya.” Yeon Hyo mengalah sekali lagi dan menyelipkan senyum manis di bibirnya. Ya, paling tidak ia ingin melihat senyum eommanya saja bukan yang lain, mungkin..

Mereka akhirnya kembali ke ruang keluarga dimana Tuan Cho berada tadi. Jin Ah menggenggam erat jemari putrinya sekedar untuk memberikan semangat yang tidak seberapa, ia sangat tahu mimpi putrinya dan Jin Ah berusaha untuk melindunginya sekaligus melindungi tradisi keluarganya.

“Aku akan menitipkan Yeon Hyo pada anda Tuan dan Nyonya Cho.” Ternyata Nyonya Cho sudah duduk di dekat suaminya, mungkin saat mereka pergi tadi Nyonya Cho datang.

Eomma….” Yeon Hyo terlihat ingin menangis, genangan air matanya membentuk bendungan di pelupuk matanya.

“Tenang saja, aku akan menjaga Yeon Hyo seperti menjaga putri kandungku sendiri.” Tuan Cho berjanji.

“Kalau begitu aku permisi dulu.” Jin Ah mengusap kasar air mata yang ingin turun dari matanya, berjalan cepat ke arah pintu tanpa melihat Yeon Hyo yang meremas buku-buku jarinya saat ini. Yeon Hyo sendiri kali ini, eommanya tidak disampingnya untuk sekedar membantunya memasukan benang jahit atau dimintai komentar tentang hasil jahitannya. Ya, dia harus membuktikannya sekarang, bahwa dia sudah mahir. Tuxedo pertama yang akan dibuatnya, seperti apakah?

“Yeon Hyo-ah, apakah kau mau melihat ruang menjahitmua?” Nyonya Cho terlihat bersemangat.

“Ah, n… ne Nyonya.” Jawab Yeon Hyo kaget.

“Kau boleh memanggilku eomma kalau kau mau. Aku akan sangat senang jika kau mau memanggilku eomma. Kyuhyun lama berada di Inggris, sekarang saat dia pulang ke Korea dia malah memanggilu dengan sebutan ‘mom’. Ya Tuhan, aku sangat bingung dengan kelakuan anehnya itu.” Nyonya Cho sedikit bercerita.

“Ne, Eomma..” Seru Yeon Hyo lirih, dia tidak ingin menyakiti perasaan Nyonya Cho yang sangat baik, mungkin dengan memanggilnya seperti itu dia akan senang, mungkin itu yang ada dipikiran Yeon Hyo saat ini.

Kajja..”

——-Evening momment in Cho’s Family———-

Gadis bermata hazelnut tersebut duduk di pinggir ranjang bercorak baby blueyang ada di kamarnya. Setelah tadi melihat-lihat ‘ruang kerjanya’ Yeon Hyo akhirnya meminta izin untuk istirahat sebentar. Entahlah, saat ini dikepalanya sedang berkecamuk berbagai macam hal, sulit sekali untuk meluruskan benang-benang kusut yang ada di pikirannya.

Ttook..ttokkk

Terdengar ada seseorang yang mengetuk kamar Yeon Hyo

“Masuk..” Yeon Hyo mempersilahkan orang tersebut masuk.

“Nona, anda ditunggu di ruang jahit sekarang.” Ternyata seorang pelayan yang memberikannya sebuah pesan.

“Ah, ne. Aku akan segera ke sana.” Yeon Hyo tersenyum lalu kemudian menggerakan kakinya menuju tempat menjahit. Apakah sudah waktunya?

———Sewing Room——-

Yeon Hyo memutar kenop pintu ruangan menjahit, di sana nampak seorang laki-laki sedang duduk mebelakanginya senbari memainkan sebuah meteran yang biasa digunakan seorang penjahit untuk mengukur. Yeon Hyo sama sekali tidak memperhatikan siapa sebenarnya namja yang sedang membelakanginya tersebut.

“hmmm, permisi…” Yeon Hyo menyapa orang tersebut, namun orang tersebut sama sekali tidak membalikan badannya hanya saja dia berhenti memainkan meteran tersebut karena ada seseorang yang menyapanya.

Yeon Hyo mendekat beberapa langkah lagi, mungkin pria ini tidak mendengarnya. Yeon Hyo sama sekali tidak berfikir bahwa seseorang di hadapannya adalah Kyuhyun sampai ketika….

“Akhirnya kau datang juga heh,” pria berkulit susu limabelas tahun yang lalu, ya… itu Kyuhyun.

“K…Kau…” Yeon Hyo mundur beberapa langkah saat tahu siapa pria di hadapannya.

“Aku kira kau tidak berani datang ke sini lagi.” Kyuhyun tampak memperhatikan Yeon Hyo dari ujung kaki sampai ujung rambut dan berhenti di mata hazelnut milik Yeon Hyo.

“Ini…” Kyuhyun melemparkan meteran ke arah Yeon Hyo.

“Cepat lakukan, aku tidak punya banyak waktu.” Kyuhyun segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Yeon Hyo. Yah, siap atau tidak Yeon Hyo harus melakukan ini, dia benar-benar ingin cepat menyelesaikannya. Yeon Hyo sebenarnya sedikit terpesona pada namja di hadapannya ini. Kyuhyun benar-benar berubah menjadi sosok laki-laki yang sangat tampan.

“hmmm, baiklah..” Yeon Hyo segera mendekati Kyuhyun untuk mengukur tubuhnya untuk menemukan ukuran yang pas. Yeon Hyo mengambil catatan beserta pinsil yang memang berada di ruangan tersebut dan memulai mengukur tubuh Kyuhyun.

“Apa kau ingat kejadian pipi tomat??” Kyuhyun membuka percakapan. Yeon Hyo spontan langsung memandang wajah Kyuhyun dengan muka kesal, namun Yeon Hyo akhirnya menunduk lagi karena malu.

“Hahaha, aku ingat sekali saat aku menghisap pipimu yang seperti tomat itu dan membuatnya jadi merah.” Kyuhyun berceloteh lagi, namu Yeon Hyo tak berani menatapnya lagi. Saat tiba Yeon Hyo mengukur dada Kyuhyun, tiba-tiba saja Kyuhyun merapatkan tubuhnya ke arah Yeon Hyo dan mendekatkan bibirnya pada telinga gadis tersebut.

“Setelah pipimu yang kubuat merah, mungkin selanjutnya adalah bibirmu. hmm” Kyuhyun terdengar menggoda Yeon Hyo. Tentu saja Yeon Hyo membeku sketika mendengar perkataan yang mungkin saja terdengar sangat memalukan tersebut.

“Aku mungkin tak ingin membuat ini mudah, jadi bersiaplah.”Kyuhyun melenggangkan kakinya untuk meninggalkan Yeon Hyo yang sama saekali belum seratus persen pulih kesadarannya dari pesona mematika Kyuhyun. Benar-benar menarik…..

———“Sepertinya kau harus berusaha keras agar bisa mewujudkan mimpimu itu, karena aku tidak mudah menyukai hal-hal baru, termasuk seorang ‘tailor’ baru.”——-

Ya, sepanjang malam perkataan tersebut terus terngiang di telinga Yeon Hyo, ia merasa keputusannya untuk datang kemari adalah kesalahan besar. Kyuhyun pasti tidak akan membuatnya lolos dengan mudah. Sepertinya ini benar-benar melelahkan…..

Yeon Hyo sudah membuat tuxedo untuk Kyuhyun selama satu minggu, ini mungkin adalah waktu terlama yang dintuhkannya untuk membuat sebuah pakaian selama masa latihannya menjadi seorang ‘tailor’. Kyuhyun benar-benar melakukan apa yang diucapkannya mengenai

“Aku mungkin tak ingin membuat ini mudah, jadi bersiaplah.”

Mulai dari pemilihan bahan untuk tuxedo Kyuhyun sudah membuat Yeon Hyo menggeram karena kesal. Bagaimana tidak, Yeon Hyo hampir lima kali pergi ke toko bahan hanya karena Kyuhyun bilang “Aku tidak suka warnanya, tidak suka bahnnya, Aku harus pilih sendiri.” dan lain lain. Ini sungguh membuat jengkel Yeon Hyo. Belum lagi saat Yeon Hyo di ruang menjahit, Kyuhyun terus saja mengusilinya, mulai dari mengikat rambutnya dengan benang, membuat macet mesin jahit, dan segala hal lainnya yang membuat Yeon Hyo naik darah. Yeon Hyo ingin sekali berteriak, mengumpat dan memaki Kyuhyun kalau saja dia tidak ingat apa konsekuensi yang ia dapatkan jika melakukan hal tersebut. Ya, mungkin saja mimpnya menjadi seorang penjahit tidak akan pernah terwujud, jadi Yeon Hyo hanya bisa menggeram kesal tanpa bisa memaki Kyuhyun yanga sangat menjengkelkan tersebut.

“Kau sebenarnya bisa menjahit atau tidak hah??” Kyuhyun memulai kejahilannya lagi.

“Hei, kenapa kau menjahit sebuah tuxedo lagi? Untuk siapa itu hah?” Kyuhyun tiba-tiba saja marah karena melihat Yeon Hyo menjahit sebuah tuxedo yang bukan miliknya.

“Aku membuat ini untuk ‘yeonbob’, aku bosan menjahit untukmu, kau selalu protes dan hasil jahitanku tidak pernah benar dimatamu.” Yeon Hyo menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan ketus sembari mempoutkan bibirnya.

“YAAAAk!! Siapa itu ‘yeonbob’? Kau hanya boleh membuatkan tuxedo untukku hanya untukku kau dengar!!. Memangnya kau tak ingat syaratnya, kau harus memberikan tuxedo pertamamu padaku bukan orang lain kau mengerti!!” Kyuhyun membentak Yeon Hyo dengan berapi-api, apa mungkin dia sedang???, Yeon Hyo yang masih duduk di kursi jahitnya tidak sanggup lagi menampung airmatanya, airmatanya terlihat mengalir di pipi tomat khasnya.

“Kenapa kau begitu menyebalkan!!! kenapa kau selalu menggangguku!!! Bahkan aku tidak boleh membuat pakaian untuk bonekaku huh? Kau jahat, aku benci padamu… CHO KYUHYUN PABBO!!!!! Aku benci…”Yeon Hyo berlari meninggalkan Kyuhyun di ruang menjahit. Kyuhyun masih mengeraskan rahangnya dan mengepalkan jemari tangannya, saat tiba-tiba saja..

“Maaf atas kelancangan saya Tuan..” seorang pelayan tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya.

“Ada apa..” jawab Kyuhyun ketus.

Tuxedo yang di buat Nona Yeon Hyo tadi adalah untuk ‘yeonbob’ Tuan.‘yeonbob’ adalah boneka seukuran Tuan yang dimiliki oleh Nona Yoon yang dibawakan ibunya kemarin lusa. Maaf jika saya lancang Tuan. Saya permisi.” Pelayan tersebut meninggalkan Kyuhyun yang masih belum menyadari kebodohannya. Perlahan Kyuhyun mengendurkan rahangnya dan melepas cengkraman buku-buku tangannya. Entah mengapa dia bisa jadi semarah itu pada Yeon Hyo, dia sendiri bingung, namun satu hal yang sudah dipastikannya sejak dulu. Ya, Kyuhyun mencintai gadis itu, terdengar sangat klise mungkin… namun, bukan kah cinta selalu seperti itu, tak bisa ditebak, hanya bisa dirasakan saat kita bersama seseorang yang kita cintai. Aneh? Memang…

———– one week later ———-

Yeon Hyo melanjutkan jahitannya untuk tuxedo Kyuhyun, sebenarnya tuxedo itu sudah selesai sejak dua hari yang lalu sebelum kejadian Kyuhyun memarahinya. Kyuhyun selalu berkomentar sesuatu tentang tuxedo miliknya, sehingga Yeon Hyo harus memperbaiki sesuatu yang memang tidak seharusnya diperbaiki. Hal tersebut tentu saja membuat Yeon Hyo menjadi kesal dan memutuskan untuk membuat pakaian untuk ‘yeonbob’ boneka kesayangannya. Tapi entah mengapa Kyuhyun begitu marah saat tau Yeon Hyo menjahit bukan untuk dirinya. Sampai saat ini Yeon Hyo belum bertemu Kyuhyun lagi, entahlah kemana perginya namja nappeun tersebut. Hal tersebut sedikit banyak mengganggu pikiran Yeon Hyo, entah sejak kapan keisengan Kyuhyun begitu mengasikkan, kejahilan Kyuhyun seolah menjadi hiburan, entahlah sejak kapan perasaan itu tiba-tiba muncul pada Yeon Hyo. Sepertinya Yeon Hyo merindukan Kyuhyun.

——— on the night——–

Waktu menunjukan pukul 21.40, Yeon Hyo masih setia diatas kursi menjahitnya sembari membenarkan hal-hal yang dirasa kurang untuk tuxedo Kyuhyun. Saat memandangi tuxedo ini sebuah perkataan tiba-tiba saja terlintas di pikiran Yeon Hyo

“Penjahit keluarga Yoon dibolehkan untuk membuat pakaian untuk orang lain setelah membuatkan tuxedo atau gaun pernikahan untuk keluarga Cho.”

Berarti tuxedo yang sedang dibuat Yeon Hyo adalah tuxedo untuk pernikahan Kyuhyun?? Tiba-tiba saja ada perasaan sesak yang menyelimuti perasaan Yeon Hyo.

Cklek…. suara pintu terbuka. Kyuhyun terlihat memasuki ruang menjahit dengan wajah sedikit tertunduk, sebelum dirinya sempat berkata sesuatu, Yeon Hyo mencoba mengatakan sesuatu.

“Sebentar lagi tuxedo milikmu selesai, tunggulah.” Yeonhyo menjahit tangan sebuah kacing.

“Aw..!” Yeon Hyo mengaduh kesakitan ketika tahu jarinya tertusuk jarum dan berdarah. Kyuhyun yang melihat hal tersebut dengan segera mengambil jari Yeon Hyo dan menghisap darahnya. Sebenarnya, itu mungkin tidak terlalu sakit, entah mengapa tiba-tiba Yeon Hyo mengeluarka air matanya.

“Mianhe..” Kyuhyun bersuara lirih. Yeon Hyo masih dalam isakannya.

“Apakah kau tau alasan mengapa saat pertemuan pertama kita aku menjilat pipimu? Apakah kau tahu mengapa aku bilang ‘aku tidak akan mudah menyukai tailor baru’ atau saat aku bilang ‘aku akan membuatmu kesulitan untuk meraih mimpimu? ’ dan juga mengapa aku sering sekali menggoda bahkan menjahilimu? Huh.” Kyuhyun memberikan bermacam pertanyaan pada Yeon Hyo dan Yeon Hyo hanya bisa menggeleng dalam tangisannya.

“Entahlah apa kau percaya padaku atau tidak, tapi…. aku mencintaimu… aku mencintaimu Yoon Yeon Hye.” Sebuah kata-kata tak terduga meluncur dari bibir Kyuhyun, manis sekali.

“Aku hanya ingin kau menjadi milikku, maka dari itu aku membuatmu terus tertahan disini, menjahilimu untuk sekedar mendapat perhatianmu, marah padamu karena aku cemburu bukan menjadisatu-satunya pria yang kau buatkan tuxedo.

“Tapi tuxedo itu untuk yeon…

“Aku tahu itu untuk bonekamu yeonbob.

“Lalu kenapa kau begitu marah padaku” Yeon Hyo terlihat ingin menangis lagi.

“Karena aku begitu mencintaimu sampai-sampai aku tak bisa berpikir jernih, bahkan harus cemburu dengan sebuah boneka, cih !” Kyuhyun tersenyum sinis diikuti dengan senyuman Yeon Hyo.

“Aku akan menikahimu… aku akan menikahimu dengan tuxedo yang kau buat. Aku akan menikahimu tepat di hari ulang tahunmu 14 Januari, aku akan menikahimu tepat saat umurmu menginjak 21 tahun. Aku akan menikahimu sesuai dengan keinginan masa kecilmu.” Kyuhyun berlutut di hadapan Yeon Hyo dan mengenngam jemari tangannya.

“Bagaimana kau tahu keinginan masa kecilku?” Yeon Hyo terlihat bingung.

“Karena aku mencintaimu.” Jawab Kyuhyun singkat berdiri dari posisi berlututnya kemudian melumat kecil bibi Yeon Hyo dengan tidak sabar dan Yeon Hyo pun memejamkan matanya menikmati keegoisan Kyuhyun dengan cara berbeda.

“Nado Saranghae.” Yeon Hyo menjawabnya dengan gumaman lemah.

“Tapi aku belum menyetujui lamaran pernikahanmu itu.” Yeon Hyo melepaskan sebentar tautan bibirnya denga Kyuhun.

“Akan ku pastikan kau menjadi milikku tanggal 14 Januari nanti.” Jawab Kyuhyun dengan smirknya kemudian melumat kembali bibir mungil Yeon Hyo.

—–The End——-

Saengil chukae hamnida…. saengil chukae hamnida for Icha Eonn… :*… harapan aku buat Icha eonn adalah semoga bisa tercapai semua keinginan di umur yang ke 21 tahun ini, semoga tambah sehat dan sukses selalu.. :*:*

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

73 thoughts on “HKS 12 – FF Lomba “My First Tuxedo for Mr. Kyuhyun” [OneShoot]

  1. Eonni…. sumpah eonn ini ceritanya keren banget eonn.. aku belum pernah nemu ide cerita kayak gini, ini fresh banget…gak seperti perjodohan-perjodohan yang sering banget jadi genre ff, aku bosen….. ini daebak lah eonn parah (aku jadi nge fans ><). penggambaran dari awalnya aja udah bagus banget, manisnya dapet banget lah eonn… cuman itu kenapa kata-katanya jadi gak ada spasi nya ya eonn?? apa wpnya bermasalah?? tapi aku suka kayak gitu juga sih eonn kalo misalnya mindahin ke blog, jadi gak beraturan gitu… over all, KECE BADAI eonn…. wajib sequel eonnn…. aku doain menang… ^^9 fighting !!!!

  2. Aigooo…ini bagus banget ^^…
    keren-keren kata-2xnya…Si Kyu Evil banget…#ditendang Sparkyu
    kalau dijadiin sequel pasti bagus banget….jadi pengen nyulik Yeon Hyo kecil, hahaha…ngebayangin mukanya yag cute n’ imut itu….
    Kyu tuh Evil n’ juga bisa ngeramal juga yah, masak dia tau keinginan masa kecil Yeon Hyo, mau donk jdi tailor~nya kel. Kyu…mudah-2xan ada lowongan jadi tailor kel. KIM, wkwkwkwk~…
    GOOD JOB,… d(^_^)b …

  3. satu kta buat n ff…
    WOW…..
    alur critanxa bguuuuzzzz bnget….
    ak mnta squelxa ya…. ^_^

    smoga ff ni menang lomba….

    #say AAMIIIIIIIIIINNNNN……..

  4. daebak banget… d(^_*)b
    itu knapa si Kyu bisa evil gitu dah gtu bisa ngeramal lagi…mo donk diramal kyu …
    ceritanya bagus n’ alurnya juga ok … jadi ngebayangin muka cute n’ imutnya si Yeon Hyo, jdi pgen nyulik ^^
    kira-kira ada ga’ yah lowongan kerja jdi pnjahitnya di kel. KIM hehehe…
    Good Job, Keep Writing !!
    kalo bisa dibuat sequel nya ^^

  5. Satu kata : Daebaaaaaaakkkkkk~~~ FFnya menarik bgt!! keren loh! bsa bikin kita terbawa suasana sama ffnya😀 keren deh thor sungguh.. fighting ya! smoga author bsa menang~~ hehe

  6. Bagus sekali ya ceritanya menarik dan seru. Semangat buat authornya. Semoga bisa menangin lomba FFnya yaa! Dan terus menghasilkan karya2 bagus kayak gini. Daebak deh (y)😀

  7. waaa lucu ceritanya, kisah cinta anak kecil terus setelah dewasa cintanya semakin bersemi😀
    kyuhyun-ah kau memang iseng, usil, jail, rese, tapi ketampananmu tak ada yang mengalahkan, bener kan? ^o^)/
    Semangat authornya, FF dan alur ceritanya keren (Y)
    Good Luck \(^o^)/

  8. Kyaaaaaaaa !!!! Kata”nya keren banget !!
    Gue suka FF’ yang kata’nya begini … Berasa tersentuh hati’nya (?) .. Feel’nya berasa banget🙂

  9. ya ampun thor,,, ini kok ceritanya bagus banget.. ide ceritanya tuh beda dari yang lainnya… author kayaknya bakal jadi author favorit aku deh… keep writing ya thor…. ahahahahahaha semoga menang yaaaa…

      • manis bgt, betapa polosnya ya anal kcil ^^ sekuel dong chingu yayaa? *puppy eyes’ over all bahasa n tata nulisnya bgs jd aku ga bete bcanya, two thumbs up buat author yg udah nulis dgn bahasa dan susunan kata yg baik n bgs ^^v plg cm ceritanya rada kecepetan aja… ayo dong masa cm sampe disitu ajaa blm jg tuxedo jadi, nikah, punya anak heheheheh jgn lupa bulan madu! ><

  10. Sampe bingung mesti komen apa >//////<
    Penggambaran Yeon Hyo kecil disini manis banget, sampe geregetan sendiri bayangin pipi tomatnya apalagi pas dijilat sama Kyu😄 /gigit bantal/
    Idenya fresh dan gak terduga banget, endingnya so sweet dan alur ceritanya juga pas~~ Gak bertele-tele tapi gak kecepetan juga, feelnya dapet, daebak!! Good luck, semoga menang ya ^^

    • gak dijodohin sebenernya… itu perjanjian antara tailor sma majikannya gitu deh… kayak tradisi sebenernya… ff ini seharusnya dibikin part, soalnya mau ditarik ulur gitu cerita cintanya kyu… hahahaha…. tapi aku gak menang ternyata T.T ahahahaha

  11. Crita hyo-kyu nya DAEBAK !!
    Kangen bngt sma HK couple ,,krn dh lumayn lama crita hyo-kyu ga d publish*lirik icha eonni(nung’u klanjutan Reminiscence part 11)
    salut bwt author yg dh bikin ni ff …ffnya KEREN !!krn byar pun bukn Sparkyu tpi te2p bisa ngbwt ff tntang kyu*bhasa nya ribet amat
    Ttp SMANGAT bwt nex ffnya yaaa …🙂

  12. annyeong aku reader baru😀
    aku suka banget kalo uda baca ff yang kyu jd main cast nya😀

    aku kaget baca ff nya ini, gak kebayang deh mukanya yeon hyo waktu kyuhyun ngejilat pipinya dia =)) aku jg mau #plak :p

    pasti dah gaya nya kyu cool banget pas bilang bakalan nyium bibirnya yeon hyo wwkwkwkk😀

    intinya ff nya ini daebakkkkk ^^

  13. Ahh . Ish kyu dari kecil ternyata udah mecum pluss evil . Tuh ny.Cho ngidam apa ya dulu.a ampe si kyu sifat.a ke gtu . Ff.a seru simple pembawaan.a manis lucu tanpa konflik berat .

  14. FF ny bgs banget,, sukaaa,,
    Pas di bagian akhirny smpe menitikkan airmata pas kyu nyatain cinta,, rasanya bahagia aja,, smpai mau nangis,, hiks,,
    Pkokny nih FF 2 thumbs up deh,, kkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s