HKS 11 – FF Lomba “Donut” [OneShoot]

ok1-1

 

DONUT

Title                 : DONUT

Author             : KiimUwii

Cast                 : Cho Kyuhyun

                          Yoon Yeon Hyo

Genre              : AU, Romance

Length             : Oneshot

Pict                 : Rinie Angel

 

 

Happy Reading ^^

∞——–∞

Siang hari Seoul terlihat sangat ramai, kesibukan kota pun tidak terelakkan. Puluhan mobil melesat cepat melewati badan jalan, halte bus yang ramai, tak jarang juga kita bisa melihat beberapa pejalan kaki yang tergesa-gesa menyebrang saat lampu merah menyala.

 

Suasana bertambah ramai ketika saat salah satu Toko Roti yang jaraknya tidak jauh dari halte bus membuat sedikit keributan.

 

“Yakk!! Lepaskan aku. Aku tidak bersalah.” Seorang yeoja berteriak keras pada dua namja yang sedang menggeretnya keluar dari toko roti tersebut. Dia meronta-ronta sekuat tenaga agar bisa terlepas dari cengkraman mereka.

 

Brukkkkk!!!

 

“Aawww…”

 

“KAU…. sudah ketahuan bersalah tetap saja tidak mengakuinya.” Seorang koki yang juga pemilik dari Toko Roti tersebut berteriak sambil menunjuk-nunjuk yeoja yang tersungkur dihadapannya itu.

 

Yoon Yeon Hyo, dia hanya meringis kesakitan karena lututnya sedikit berdarah akibat bergesekan dengan aspal. “Tapi memang bukan aku yang melakukannya.” suara yang keluar dari mulutnya itu tidak kalah tinggi dari Bosnya.

 

Jari telunjukknya yang mungil menunjuk seseorang yang berdiri tepat dibelakang Bosnya itu. “Dia. Dia yang melakukannya.” seketika aura pembunuh menjalar ditubuhnya, tatapan tajam dia berikan khusus untuk teman yang dengan tega mengkhianatinya itu.

 

‘Aku?” jawab Min Gi polos

 

“Iya KAU. Kau kan yang membuat cupcake tadi?”

 

Yeon Hyo POV

 

Aisshhh…. yeoja itu, ingin sekali aku memakannya hidup-hidup. Dia itu bodoh atau apa? Jelas-jelas yang membuat cupcake itu dia, tapi mengapa aku yang dituduh???

 

Aarrgghhhhh…. sial sekali aku hari ini. Hanya karena tidak sengaja memegang sisa adonan yang digunakan untuk membuat cupcake tadi aku langsung dituduh karena membuat cupcake yang beracun.

 

Beracun?? Tentu saja, siapa saja yang memakan cupcake itu sudah dipastikan perutnya akan mulas-mulas hebat. Beruntung yang memakan cupcake itu hanya beberapa orang saja, bagaimana kalau banyak bisa-bisa aku dimasukkan kepenjara.

 

Tunggu.. Aku?? Ani bukan aku, tapi yeoja pabo itu. Huh….

 

Tokk… Tokk…. Tokk…

 

“Yeon Hyo..Yeon Hyo… Aku tahu kau ada didalam. Cepat keluar dan bayar uang sewamu”

 

Langkahku tiba-tiba berhenti di dekat pagar saat mendengar ibu kos yang berteriak kencang memanggil namaku. Dia menggedor keras pintu kamar kos ku itu dan tidak henti-hentinya berteriak. Segera aku bersembunyi didekat tembok yang tidak terlalu tinggi yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari tempatnya berdiri.

 

“Yeon Hyo…….. KE LU AR!!!!!!!” seketika kurasakan sedikit goncangan ketika ibu kosku itu berteriak dengan indahnya. Beruntung kedua gendang telingaku tidak rusak.

 

Kuberanikan diri untuk mengintip apakah dia masih berada di depan kamar kosku atau tidak setelah suara nyaringnya itu tidak terdengar lagi ditelingaku. Kedua sudut bibirku terangkat menandakan jika makhluk yang menyerupai nenek lampir itu sudah lenyap dari posisinya semula.

 

“Fiuhhh…” kuseka keringat dikeningku. “Sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur dikamarku.”

 

Kruyukk… Kruyukk….

 

Tiba-tiba kudengar suara yang tidak begitu asing bagiku. Apa tadi itu suaramu? Kuelus perutku yang sejak pagi belum terisi makanan apapun. “Uhh… aku lapar.” Segera kuambil handphone disaku celanaku dan menekan beberapa nomer yang mungkin saja pemilik nomor ini sedang berdampingan dengan malaikat yang baik hati.

 

“Yeoboseyo. Min Ri-ah.”

 

“…………………”

 

“Kau sedang dimana sekarang?”

 

“………………..”

 

“Baiklah, aku akan kesana.”

 

Tuutttt….. Tuutttt….Ttuttt……

 

Segera kutekan tombol berwarna merah sebelum Min Ri menolakku untuk datang menemuinya. “Min Ri, mianhe malam ini aku akan merepotkanmu lagi. Hehe.”

 

Author POV

 

Min Ri hanya menganga melihat sahabatnya itu makan dengan ganasnya. Sudah dua porsi ramyeon dia habiskan. “Kau seperti gembel yang tidak makan berhari-hari.” Ejek Min Ri

 

“Terserah katamu, kau boleh mengejekku sepuasnya. Asalkan aku kenyang.” Yeon Hyo tetap menyantap ramyeon dihadapannya tanpa memperdulikan berapa banyak kata yang akan keluar dari mulut Min Ri

 

“Ahh…. aku selesai.” Yeon Hyo mengelus perutnya yang sudah kenyang dan tersenyum lebar karena berhasil membuat Min Ri sahabatnya jatuh bangkrut. Empat porsi ramyeon dia habiskan sendiri.

 

“Apa kau sudah puas Hah?” teriak Min Ri

 

“Hehe.. Eoh Min Ri ada apa dengan wajahmu?” tanya Yeon Hyo tiba-tiba sambil melihat wajah Min Ri serius.

 

Seketika Min Ri memegang wajahnya. “Ada apa dengan wajahku?” tanya Min Ri panik.

 

“Neomu yeppo.” Goda Yeon Hyo

 

“Jinja??” Yeon Hyo mengangguk semangat tanpa menyadari Min Ri sudah siap siaga untuk menjitak sahabatnya itu.

 

Pletakkk!!!!

 

“Ya, appo……” rengek Yeon Hyo

 

“Selalu saja seperti ini. Kau akan memujiku jika aku sudah membantumu. Huh…” Min Ri melipat kedua tangannya didada sambil menatap Yeon Hyo kesal.

 

“Aih… kenapa kau jadi marah padaku. Memang kenyataannya begitu. Kau itu cantik Min Ri. Lagipula… aku tidak tahu bagaimana caranya membalas kebaikanmu. Aku tidak punya banyak uang untuk membelikan hadiah yang mahal untukmu.” jelas Yeon Hyo dengan sedikit akting yang meyakinkan.

 

Min Ri yang mendengar itu merasa iba pada sahabatnya. “Arra… Arra… jadi apa masalahmu saat ini?” Yeon Hyo tersenyum lebar mengetahui jika sahabatnya itu akan membantunya.

 

Selama perjalan menuju apartemen Min Ri, Yeon Hyo menceritakan masalah yang menimpanya hari ini. Entahlah, memang Yeon Hyo berbakat menjadi pemain film atau apa. Dari caranya mempraktekkan saat dirinya terjatuh, menahan sakit dilututnya, bersembunyi dari ibu Kosnya, pokoknya semua kejadian yang menimpanya hari ini sukses dia praktekkan hingga membuat Min Ri menangis.

 

“Begitu ceritanya.”

 

“Yeon Hyo, kenapa kau malang sekali? Huuaaa….” tangis Min Ri semakin kencang mengetahui jika nasib sahabatnya itu sangat memprihatinkan.

 

“Eum… Oleh karena itu. Kau harus membantuku mencari pekerjaan.” Yeon Hyo mengepalkan kedua tangannya tepat didepan Min Ri, seperti orang memohon.

 

“Eum… Baiklah… ikut aku.”

 

Min Ri menarik tangan Yeon Hyo kuat dan mengajaknya berlari menaiki puluhan anak tangga agar cepat sampai diapartemennya. Saat sampai Min Ri dengan sigap menekan beberapa tombol agar pintu apartemennya itu terbuka. Setelah pintu terbuka Min Ri langsung melesat masuk ke dalam dan terlihat sibuk mencari sesuatu, sedangkan Yeon Hyo masih mengatur nafasnya karena kelelahan.

 

“Ketemu.” Seru Min Ri. Yeon Hyo memiringkan kepalanya bingung. “Jadi hanya karena selembar kertas itu dia hampir membuatku mati karena kehabisan nafas? Awas kau Shin Min Ri……” batin Yeon Hyo kesal

 

“Lihat ini, Sweet D©nuts sedang membutuhkan karyawan. Sebaiknya kau melamar saja disana. Kau tahu kan….. Sweet D©nuts itu cukup terkenal.” Jelas Min Ri antusias

 

Yeon Hyo masih menatap brosur yang dipegang olehnya sambil berpikir. Apa harus dia mengikuti saran sahabatnya itu.

 

Kyuhyun POV

 

Tap Tap Tap….

 

Suara deru langkah seseorang berhasil memecahkan kesunyian diruangan ini. Aku yang sedang mempelajari laporan keuangan bulanan pun harus mengalihkan pandanganku pada orang itu.

 

“Maaf mengganggu Tuan. Semua sudah siap, apa bisa dimulai sekarang?” aku tidak menjawab pertanyaan sekretarisku itu dan langsung bangkit menuju ruangan dimana aku harus memilih beberapa karyawan baru untuk Tokoku.

 

Pesanan Donut ditokoku makin hari semakin meningkat, aku yang juga ikut dalam proses pembuatan merasa lelah apabila setiap hari harus membuat ratusan Donut. Jadi inilah jalan satu-satunya yang menurutku baik, menambah karyawan baru.

 

“Silahkan Tuan.”

 

Segera kududuk ditempat yang sudah disediakan sebelumnya untukku, dan dihadapanku pun sudah ada beberapa orang yang sengaja datang untuk mengikuti tes hari ini. “Ternyata banyak juga yang datang.” batinku

 

“Bagaimana Tuan, apa bisa dimulai?” kali ini aku tidak mengabaikan pertanyaan dari sekretarisku itu, tapi tetap saja aku tidak mengeluarkan suara. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

 

“Baiklah tes hari ini akan segera kita mulai. Tetapi sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih pada kalian yang sudah jauh-jauh datang kemari. Aku juga sangat senang ternyata banyak juga yang berantusias untuk bekerja di Sweet D©nut.”

 

Selama sekretarisku itu berbicara panjang lebar mengenai tata cara dalam mengikuti tes. Kegiatanku hanya memandangi mereka-mereka yang ada didepan. Bisa kulihat beberapa dari mereka adalah pegawai dari Toko Donat yang menjadi sainganku.

 

Yeon Hyo POV

 

Akhirnya aku berada disini, Sweet D©nuts. Benar apa kata mereka yang sudah pernah berkunjung disini. Suasana di toko ini sangat nyaman sekali, bahkan ada tempat khusus bagi anak-anak dan juga orang tua.

 

Bukan hanya itu, Toko ini juga menyediakan tempat bagi sepasang kekasih yang sedang berkencan. Pantas saja Sweet D©nuts sangat terkenal. Toko ini lebih mengutamakan kenyamanan  dan kepuasan bagi konsumennya, mulai dari tempat sampai donat-donat yang disediakan.

 

“Permisi Nona. Ada yang bisa saya bantu?” wah…. bahkan pelayan toko disini sangat ramah sekali.

 

“Ne.. aku kesini untuk mengikuti tes bagi karyawan baru.” jawabku

 

“Begitu. Sepertinya tes hari ini sudah dimulai. Mari saya antar.” pelayan itu mempersilahkan diriku untuk bejalan terlebih dahulu dan diikuti olehnya.

 

“Silahkan.” dia membukakan pintu untukku dan mempersilahkanku masuk. Ah…. benar, ternyata sudah dimulai.

 

Sedikit kubungkukkan badan memberi hormat pada semua orang yang ada diruangan ini dan berjalan menuju satu-satunya kursi kosong yang sepertinya memang untukku. “Kenapa yang mengikuti tes hari ini banyak sekali. Apa karena ini hari terakhir.” batinku

 

Aku mendengarkan semua ucapan yang dikeluarkan oleh seorang pak tua, mungkin dia pemilik dari Toko ini. Ahh… tidak-tidak sepertinya bukan. Aku melewatkan pandanganku pada seorang namja yang sedang duduk disamping pak tua itu.

 

“Tampan.” seketika kata itu meluncur bebas melewati bibirku. Tapi… memang benar dia itu tampan, padahal dia hanya memakai kemeja berwarna putih dan celana berwarna hitam. Simple sekali bukan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Nona, tes sudah dimulai.”

 

“Nona.”

 

“Ne?” kesadaranku kembali normal ketika wanita yang dihadapanku ini sedikit menggoyangkan tubuhku.

 

“Tes sudah dimulai. Kau bisa menuju meja nomor 12.” katanya menunjuk salah satu meja.

 

“Mian tadi aku tidak mendengarmu. Gomawo.” aku beranjak dari dudukku dan menuju meja nomor 12. Dengan sedikit keberanian kupalingkan wajahku kesebelah kiri hanya untuk melihat namja tadi.

 

TEPPP….

 

Kyyaaa…… dia melihatku. Dan apa itu, senyuman itu. Aigoooo… tisu tisu mana tisu, sepertinya aku mimisan.

 

Author POV

 

Tes hari ini dinilai dari seberapa menariknya donat untuk dimakan dan tidak lupa kelembutan donat saat digigit pun tetap dinilai. Yeon Hyo sedikit kesusahan pada tes hari ini, kenapa? Karena keahliannya adalah membuat cupcake bukan donat.

 

Terlihat sekali Yeon Hyo amatir dalam membuat donat, padahal semalaman dia sudah mencari beberapa artikel diinternet mengenai proses pembuatan donat. Tapi tetap saja menurutnya susah. Beberapa kali dia menengok ke kanan dan ke kiri hanya untuk melihat sekilas beberapa orang yang sedang sibuk dengan adonannya.

 

“Arrgghhh…” Yeon Hyo terlihat sedikit frustasi dan pasrah atas hasil adonannya itu.

 

Perlahan-lahan Yeon Hyo menuangkan adonan itu kedalam cetakan. Dalam satu cetakan bisa membuat empat donat sekaligus. Selama menunggu donat itu matang, Yeon Hyo mempersiapkan beberapa jenis bahan yang akan digunakan untuk menghiasi kue donat nanti.

 

Gadis itu, Yeon Hyo tidak tahu jika sejak tadi Kyuhyun memperhatikannya. Bukan karena dia cantik, tapi Kyuhyun merasa takjub melihat kerja gadis itu. Sungguh berantakan.

 

Waktu yang tersisa tinggal lima menit lagi. Ada beberapa peserta yang sudah selesai mengerjakan tugasnya dan menaruh piring sajinya itu dimeja yang sudah disediakan oleh para juri.

 

Akhirnya…. hasil kerja keras Yeon Hyo selesai juga. Dengan langkah ragu, Yeon Hyo menaruh donat hasil buatannya itu di meja yang sudah dipenuhi oleh donat-donat dari peserta lainnya.

 

Ini dia Donat buatan Yeon Hyo.

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah semua peserta menyajikan donat buatan mereka. Kyuhyun dan juga juri-juri yang lain mencicipi satu persatu donat tersebut. Tidak jarang Kyuhyun mengeluarkan kata yang tidak enak didengar oleh peserta.

 

“Tidak enak, terlalu manis. Membuatku mual.”

 

“Apa ini? Aku tidak tertarik memakannya.”

 

“Keras!!!!”

 

Selanjutnya donat buatan Yeon Hyo lah yang akan dicicipi. Kyuhyun memegang donat tersebut dan memperhatikannya sangat serius. Yeon Hyo yang melihat hal itu hanya bisa diam dan berharap jika donat buatannya itu tidak terlalu aneh, sehingga dia tidak akan mendengarkan kata-kata yang terlontar dari namja itu.

 

“Terlalu berminyak.” Kyuhyun meletakkan donat itu lagi tanpa mencicipnya. Sungguh perbuatan namja itu berhasil membuat Yeon Hyo menganga lebar.

 

Yeon Hyo POV

 

“Tuhan…. kenapa nasibku selalu sial seperti ini?”

 

Baru saja tiga hari yang lalu aku merasa senang menjadi pegawai Sweet D©nuts. Tapi kebahagiaan itu semua sirna. Kalian tahu? Seharusnya saat ini aku sedang mengolah adonan bukan mengangkat berpuluh-puluh karung terigu seperti sekarang.

 

“Euugghhh.. berat sekali”

 

“Hei kau kura-kura. Bisa kah kau berjalan lebih cepat?”

 

Kalian dengar?? Orang yang memerintahku itu adalah namja yang pernah ku bilang tampan. Isshhh…. seharusnya aku tidak pernah mengeluarkan kata tampan untukknya. Dia itu selalu membuatku kesal.

 

Kakiku terus melangkah maju menghampiri dirinya yang sedang bersandar ditepi pintu. “Sebenarnya dia itu namja atau bukan. Melihat wanita yang sedang kesusahan bukannya membantu tetapi hanya melihat saja.” rutukku

 

Dengan sisa tenaga yang kupunya. Kuangkat karung terigu yang tadi kubawa keatas tumpukan-tumpukan terigu yang lainnya.

 

“Kau lama sekali kura-kura.” ejeknya

 

Aisshhh… Sejak kapan dia ada dibelakangku. Huh… Saat ini aku benar-benar sedang kesal padanya. Sudah cukup aku memendam kesal selama berhari-hari. Ini saatnya aku meluapkan semua kekesalanku.

 

“Yakk!!! Bisa tidak jangan memanggilku kura-kura? Aku ini punya nama.” teriakku kesal

 

“Aku ini lelah. Kau tidak lihat sudah berapa karung yang aku bawa kesini.” kataku sambil menunjuk puluhan karung terigu yang tadi kubawa. “Sudah tiga hari kau menyuruhku seperti ini. Memangnya aku namja, yang kuat mengangkat berpuluh-puluh karung terigu?” mataku semakin memerah karena menahan buliran air mata yang menurutku sebentar lagi akan jatuh. Aku sangat kesal sekali padanya. Kesal, kesal, KESAL……!!!!!!!

 

“Kenapa kau diam eoh?”

 

Kyuhyun POV

 

Aisshhh… Gadis itu. Lama sekali kerjanya. Karung terigu yang dia angkat kan tidak terlalu berat. “Hei kau kura-kura. Bisa kah kau berjalan lebih cepat?” perintahku.

 

Kura-kura? Ya, menurutku dia itu seperti kura-kura. Lihat saja terigu yang ada dipungunggungnya itu seperti cangkang yang berhasil membuat dirinya berjalan lebih pelan.

 

Butuh waktu lima menit untuk dirinya sampai kegudang penyimpanan bahan baku. Bahkan dia tidak menyapaku setelah berhasil melewatiku yang sedang bersandar ditepi pintu. “Heii… aku ini bosmu.” batinku kesal

 

Kuikuti langkahnya dan berdiri tepat dibelakang gadis itu “Kau lama sekali kura-kura.” kataku yang berhasil membuat dirinya berbalik arah menghadapku.

 

“Yakk!!! Bisa tidak jangan memanggilku kura-kura? Aku ini punya nama.” teriaknya

 

“Dasar Yeoja stres!!!” batinku

 

“Aku ini lelah. Kau tidak lihat sudah berapa karung yang aku bawa kesini.” Ehh.. kenapa dia jadi marah-marah seperti itu. Mataku melirik ketumpukkan karung terigu yang berada disampingnya. “Aigoo.. sudah sebanyak itukah yang dia bawa?”

 

“Sudah tiga hari kau menyuruhku seperti ini. Memangnya aku namja, yang kuat mengangkat berpuluh-puluh karung terigu?” kupandang lagi dirinya yang kini sedang menatapku kesal.

 

“Kenapa kau diam eoh?” tanyanya

 

“Aku…..”

 

“Aku apa?.” ucapnya memotong pembicaraanku.

 

“Aiisshhh.. bisakah kau tidak memotong pembicaraanku.”

 

“Heuh… aku sudah lelah bekerja disini. Ternyata bekerja disini tak seperti yang kubayangkan. Bahkan lebih baik aku bekerja dineraka dari pada harus bekerja di tokomu.” ucapnya kesal

 

Mwooo??? dia membandingkan tokoku yang terkenal ini dengan neraka. Iissshhh… yeoja ini.

 

“Heii.. Kau mau kemana? Berhenti!!” perintahku saat sadar dirinya ingin keluar dari gudang. Tapi percuma saja, dia tidak menghiraukan racauanku dan terus berjalan.

 

“Jika kau tidak berhenti, aku yang akan memaksamu berhenti.” teriakku kencang. Yeoja itu hanya menoleh kebelakang menatapku dan menjulurkan lidahnya seperti mengejek. “YA!!!!!”

 

Kulangkahkan kakiku untuk mengejar yeoja pabo itu, seenaknya saja dia pergi tanpa memperdulikanku. Apa dia tidak tahu, dia itu salah satu aset berharga bagi Toko ku.

 

Flashback

 

Peserta tes hari ini kacau semua. Sudah beberapa donat aku periksa dan sebagian aku cicipi tetapi hanya sedikit yang sesuai dengan kriteria penilaian. Dan apa ini, teksturnya keras.

 

Nomor 12??  Euumm… Jika dilihat dari tampilannya, lumayan menarik. Bahan yang digunakan untuk menghiasi donatnya sama, tapi bisa dibuat beberapa variasi. Kreatif… Kuedarkan pandanganku kedepan untuk melihat siapa pemilik dari kue donat ini.

 

Bingo!! Ahaha.. ternyata benar yeoja itu. Yeoja yang selalu memperhatikanku sejak tadi. Kuambil salah satu kue donat yang dia buat. Kuperhatikan secara keseluruhan, kutekan-tekan pelan. Eum… tidak terlalu buruk, hanya saja. “Terlalu berminyak.” kataku dengan nada sedikit tinggi.

 

“Nomor 12.” bisikku pada asisten yang bertugas mencatat siapa saja yang lolos tes hari ini.

 

Flashback End

 

“Berhenti!!” kutarik lengannya yang berhasil kugapai.

 

“Ihh… Lepaskan.” susah payah dia mencoba untuk terlepas dari genggamanku, tapi maaf-maaf saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

 

Author POV

 

Kyuhyun yang berhasil menggapai lengan Yeon Hyo pun langsung memegangnya erat, karena Kyuhyun tidak mau salah satu aset berharganya itu pergi meninggalkan tokonya.

 

“Kau mau membawaku kemana hah??” pertanyaan itu sudah berkali-kali dilontarkan oleh Yeon Hyo, tapi tetap saja Kyuhyun akan menjawab “Nanti juga kau tahu.”

 

Entahlah Kyuhyun akan membawa Yeon Hyo kemana, sejak tadi dia hanya menarik Yeon Hyo agar mengikuti langkah kakinya. Semula Yeon Hyo berpikir bahwa dia akan diajak ke dapur, teryata bukan. Lalu kemana?? Apa ke ruang kerja Kyuhyun? Ternyata bukan juga.

 

“Sudah sampai.” ucap Kyuhyun

 

Yeon Hyo memandang Kyuhyun dengan penuh curiga. “Ruangan apa ini? Kenapa letaknya dilantai paling bawah?”

 

“Kau mau tahu. Ayo masuk.” Kyuhyun membuka pintu ruangan itu dan lagi-lagi menarik lengan Yeon Hyo agar mengikutinya. Tapi belum sempat masuk, langkah Kyuhyun terhenti karena Yeon Hyo menahan langkahnya yang membuat Kyuhyun sedikit kesusahan menariknya.

 

“Apa kau akan berbuat jahat padaku?” Yeon Hyo mulai sedikit resah atas perlakukan Kyuhyun terhadapnya. Dia dibawa ke ruangan yang aneh, hanya ada mereka berdua, yang lebih parah lagi jarak ruangan ini jauh dari keramaian Toko.

 

Ciri-ciri tersebut sudah berhasil membuat Yeon Hyo bergidik ngeri. Ditatapnya Kyuhyun intens agar tahu jawaban dari pertanyaannya itu. Tapi apa yang Yeon Hyo dapat. Hanya senyuman aneh dari Kyuhyun. “Andwae… benar kan kau ingin berbuat jahat padaku?” teriaknya

 

“Ani. Sudah ayo masuk.” Kyuhyun sekuat tenaga menarik Yeon Hyo agar mau masuk ke dalam. “Andwae……. aku tidak mau. Tolong… Tolong..”

 

Ternyata benar yang dikatakan Kyuhyun, Yeon Hyo itu yeoja stres. Apapun dia lakukan agar tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Berpegangan pada pintu, menggigit lengan Kyuhyun, berjongkok lalu berdiri lagi, tidak jarang dia meronta-ronta sangat hebat yang membuat Kyuhyun kewalahan menghadapinya.

 

“Aiisshhhh…. kau bisa diam tidak.” bentak Kyuhyun dan saat itu juga Yeon Hyo berhenti dari aktifitas yang sedang dia lakukan. Memegangi kaki Kyuhyun.

 

“Berdiri.” perintah Kyuhyun. Yeon Hyo yang takut karena Kyuhyun sedang marah langsung menuruti perintah Bosnya itu.

 

“Coba lihat sekelilingmu. Apa kau tidak sadar jika kau sudah berada didalam?” Yeon Hyo mengedarkan pandangannnya keseluruh penjuru ruangan. Ternyata benar dia sudah berada didalam. “Tapi sejak kapan?” batinnya

 

Pandangan Yeon Hyo berhenti disatu titik, dimana terlihat sebuah meja yang diatasnya sudah terdapat beberapa bahan-bahan dan juga alat-alat untuk membuat kue.

 

“Kau lihat itu kan. Aku mengajakmu kesini untuk mengajarimu membuat donat bukan seperti apa yang kau kira.”

 

“Hehe.. aku kan tidak tahu kalau kau ingin mengajariku membuat donat. Siapa suruh kau tidak memberitahuku. Ya.. beginilah jadinya.” Yeon Hyo menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu sambil terkekeh pelan seperti orang bodoh.

 

Kyuhyun yang sudah dibuat kesal mati-matian olehnya hanya bisa pasrah menghadapi sikap yeoja tersebut. Tapi tiba-tiba saja senyuman evil dibibirnya terbentuk sempurna setelah menemukan ide cermelang yang terlintas begitu saja diotaknya.

 

“Ka.. kau kenapa?” Yeon Hyo yang merasakan aura iblis disekitar tubuh Kyuhyun langsung melangkah mundur menjauhinya.

 

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya menemukan sebuah ide untuk menghukummu.”

 

“Menghukumku?”

 

“Eumm…” Kyuhyun hanya mengangguk dan sedikit mendekatkan tubuhnya pada Yeon Hyo.

 

“Mau apa kau?” teriak Yeon Hyo.

 

“Aishh… sudah diam saja.” Kyuhyun menarik tubuh Yeon Hyo dan langsung membisikkan sesuatu ditelinga gadis itu.

 

“MWO???” itulah reaksi yang bisa digambarkan oleh Yeon Hyo setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Kyuhyun.

 

Yeon Hyo POV

 

Sudah beberapa hari ini aku menuangkan tinta pulpen di buku catatanku. Tentu saja bukan sembarang mencoret. Ini semua karena ide gila siapa itu namanya, nama bosku. Ku… Kyu… ya pokoknya dia. Eerrrrr

 

Aku harus membuat lima puluh desain baru untuk hiasan donat kesayangannya itu. Bayangkan lima puluh desain hanya dalam waktu empat hari, sedangkan besok adalah batas terkahir aku memperlihatkan hasilku padanya. Memangnya otakku terbuat dari apa? Masih sukur otakku tidak berpikir untuk memakannya.

 

“Hhuuuaaaa….. Dasar bos sialan.” kuacak-acak rambutku asal. Ya… Inilah hobiku sekarang, mengacak-ngacak rambut jika pikirannku sudah buntu dan aku yakin pasti rambutku sudah seperti sarang burung yang siap untuk disinggahi penghuninya.

 

Kyuhyun POV

 

Gadis kusam, rambut berantakan, mata panda, kurus kering, kasian sekali dia. Apa dia sengaja berpenampilan seperti ini dihadapanku sekarang? Terlau mendramatisir…..

 

“Sudah berapa hari kau tidak makan? Badanmu kurus sekali.” tanyaku padanya tanpa melepas penglihatanku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

 

“Ini semua karna hukuman yang kau berikan padaku.” Ihh… ihh… ihh… tatapan macam apa itu. Dia kira aku takut ditatap sinis seperti itu.

 

“Aku kan tidak menyuruhmu untuk tidak makan. Aku hanya menyuruhmu untuk membuat lima puluh desain baru. Hanya itu saja.”

 

“Hanya katamu? Kau….”

 

“Sudah-sudah. Mana hasil desainmu, aku ingin lihat?”  ucapku memotong pembicaraannya.

 

“Aiisshhh.. bisakah kau tidak memotong pembicaraanku.” Mwooo??? itu kan kata-kataku. Berani-beraninya dia meniru.

 

“Wae?? Kau masih ingat kata-kata itu.” katanya sambil meletakkan buku berukuran sedang dimeja kerjaku.

 

Sial.. apa dia bisa membaca pikiranku. Aku langsung mengambil buku itu tanpa mendengar ocehan yang keluar dari mulutnya.

 

Author POV

 

Berkali-kali Kyuhyun membolak-balikkan buku catatan milik Yeon Hyo. Dia sedikit takjub melihat hasil desain yang Yeon Hyo buat. Sebenarnya Kyuhyun sengaja menyuruh Yeon Hyo untuk membuat desain baru. Bukan karena ulahnya waktu itu, tapi karena dia ingin Yeon Hyo dan dia mewakilkan Sweet D©nuts dalam perlombaan tahunan yang biasanya diadakan setiap bulan Februari.

 

“Yeon Hyo.”

 

“Eumm…”

 

“Gomawo.” mendengar ucapan terimakasih dari Kyuhyun, Yeon Hyo langsung mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun.

 

“Ne?”

 

“Gomawo karena kau sudah bekerja keras untuk membuat semua desain ini.” Kyu melambai-lambaikan buku yang dipegangangnya itu kearah Yeon Hyo. Sedikit tidak percaya atas apa yang didengarnya, tapi Yeon Hyo tetap membalas senyuman dari bosnya itu.

 

Hari ini benar-benar menakjubkan. Dua insan yang semula seperti kucing dan anjing kini terlihat sangat kompak. Kyuhyun sudah memberi tahu Yeon Hyo tentang perlombaan itu, dan kalian tahu Yeon Hyo sangat senang karena bisa mewakili Sweet D©nuts diperlombaan nanti. Karena saking senangnya Yeon Hyo tidak sengaja memeluk Kyuhyun.

 

“Ahh.. mian aku tidak sengaja.” jelas Yeon Hyo

 

“Ne. Gwaenchana.” Kyu terlihat salah tingkah karena dipeluk oleh Yeon Hyo bahkan dipipinya sudah tercetak jelas rona merah karena malu.

 

“Bagaimana kalau kita lanjutkan membahas masalah ini sambil makan siang?” ajak Kyuhyun

 

“Itu ide yang bagus. Kau yang bayar kan?” tanya Yeon Hyo

 

“Iya iya aku yang bayar. Anggap saja ini ucapan terimakasihku.”

 

“Horee…. Jadi aku bisa makan sepuasnya.” ucap Yeon Hyo girang.

 

Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat reaksi karyawannya itu. “Sepertinya uang yang ada didompetku akan menipis drastis.” batinnya

 

Setelah beberapa menit Kyuhyun dan Yeon Hyo keluar dari ruang kerja Kyuhyun. Terlihat seseorang yang sedang mengendap-ngendap menuju ruangan tersebut. Dia menoleh kekanan dan kekiri untuk melihat keadaan sekitar sebelum akhirnya dia masuk ke dalam.

 

Betapa senangnya orang itu karena berhasil menemukan buku catatan milik Yeon Hyo yang tergeletak bebas diatas meja kerja Kyuhyun. Dengan sigap dia langsung mengeluarkan handphone dari tasnya dan langsung memotret hasil desain milik Yeon Hyo dibuku itu.

 

Yeon Hyo POV

 

Huhh… Hahh… Huhh… Hahh…

 

Berkali-kali aku mengatur nafasku karena gugup. Hari ini adalah hari penentuan bagi Sweet D©nuts dan juga Toko Donat lainnya. Aku sangat berharap besar jika nanti aku dan Kyuhyun bisa memenangkan lomba ini, dengan begitu Toko milik Kyuhyun akan semakin melambung tinggi.

 

Wait?? Apa kalian tidak heran aku berhasil menyebutkan nama bosku itu. Tapi.. Ah sudahlah abaikan saja.

 

“Bagi para peserta lomba dipersilahkan untuk menuju meja yang telah dipersiapkan karena sebentar lagi lomba akan dimulai.”

 

Suara MC itu semakin membuatku gugup. Enggan sekali aku bangkit dari dudukku, tapi aku harus.

 

“Apa kau gugup?”

 

“Sedikit.” jawabku

 

Entah angin dari mana yang membuat tangan Kyuhyun bergerak menggenggam tanganku dan mengajakku untuk menuju meja yang telah dipersiapkan untuk kami. Caranya menggenggam tanganku sangat lembut sekali, berbeda dari sebelumnya.

 

Apa harus aku akui. Aku sangat senang sekali Kyuhyun bersikap seperti ini padaku. Eumm… Sebenarnya bukan sekarang saja, tapi semenjak membahas tentang perlombaan ini sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat. Dia lebih lembut dan menyenangkan, bahkan aku merasa nyaman didekatnya.

 

Grrepppp!!!

 

Kurasakan tanganku yang satunya lagi digenggam oleh seseorang. Aku berhenti untuk melihat siapa dia. Kyuhyun yang semula menggenggam tanganku kini melepasnya dan ikut berhenti melangkah.

 

“Hai.. Apa kabar Yoon Yeon Hyo.”

 

Dia… kenapa dia bisa berada disini? Dan seragam yang dipakainya “Mr. Donuts”. Tidak, ini tidak mungkin. Sejak kapan dia bekerja disana, bekerja di Toko Donat yang merupakan saingan terbesar Kyuhyun.

 

“Apa kau kaget melihatku dengan seragam ini.” katanya membanggakan diri.

 

“Min Gi. Kau, sejak kapan bekerja di Mr. Donuts?” tanyaku

 

“Kau tidak perlu tahu itu. Yang perlu kau tahu adalah Mr. Donuts akan memenangkan perlombaan ini. Dan kau akan kalah.” ejekknya dan langsung pergi meninggalkan kami.

 

Aku masih diam mematung mencerna ucapan Min Gi barusan. “Apakah hari ini aku akan sial lagi?” pertanyaan itu seketika muncul setelah melihat Min Gi. “Aku harap tidak.”

 

“Yeon Hyo. Kau kenal dengan gadis itu?” Kyuhyun menunjuk Min Gi yang sedang berjalan menghampiri Bosnya.

 

“Ne. Dia adalah gadis yang sudah memfitnahku ditempat kerjaku dulu Kyu.”

 

“Jadi dia gadis yang kau ceritakan?”

 

“Eumm…” jawabku

 

“Ya sudah. Kau tidak usah memperdulikan perkataannya tadi. Aku yakin kita pasti akan menang. Fighting!!” Aku sangat senang sekali karena Kyuhyun tidak termakan omongan Min Gi dan tetap semangat mengikuti perlombaan ini. Tapi… ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Seperti ada hal buruk yang akan terjadi.

 

Author POV

 

Sudah sepuluh menit   waktu berlalu sejak perlombaan dimulai. Semua perserta kini telah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Perlombaan kali ini sepertinya lebih seru dari pada tahun lalu. Banyak Toko Donat baru yang mengikuti perlombaan ini sehingga persaingan pun terasa semakin ketat.

 

Tidak ada kata ragu ataupun tidak percaya diri dalam diri mereka. Mereka semua terlihat semangat sekali mengikuti perlombaan ini, termasuk Kyuhyun dan juga Yeon Hyo.

 

Kyuhyun yang sedang sibuk dengan adonannya itu sesekali dibantu oleh Yeon Hyo. Tidak jarang pandangan mereka saling bertemu dan saat itu juga mereka menjadi salah tingkah. Seperti ada sesuatu yang meletup-letup didada mereka saat bertatatapan tadi.

 

Karena pikiran Yeon Hyo sedikit kacau berada didekat Kyuhyun, dia memutuskan untuk meneruskan perkerjaannya yang tertunda. Dengan lihai Yeon Hyo memotong-motong coklat putih menjadi ukuran lebih kecil dan memasukkannya ke dalam panci double boiler. Sengaja Yeon Hyo menggunakan panci itu agar mendapatkan hasil lelehan cokelat yang sempurna.

 

Kyuhyun sudah selesai dengan pekerjaannya. Tapi dia hanya memandang Yeon Hyo yang sedang sibuk mengaduk-ngaduk lelehan coklat putih dengan berbagai macam pewarna makanan. Pemandangan yang dia lihat saat ini berbeda sekali dengan apa yang dia lihat sebulan yang lalu.

 

Dulu dia melihat Yeon Hyo sangat takjub karena kerjanya yang sangat berantakan. Tapi kini dia tidak melihat hal itu lagi, melainkan dia melihat keseriusan diwajah Yeon Hyo yang membuatnya terlihat lebih dewasa dan juga menawan. “Cantik.” Ya kata itulah yang ingin dilontarkan Kyuhyun pada Yeon Hyo.

 

“Waktu yang tersisa tinggal dua puluh menit lagi. Kuharap kalian menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Ingat ini adalah perlombaan yang bergengsi.” ucap salah satu juri yang berdiri didepan para peserta.

 

“Omo… dua puluh menit lagi Bos?” pekik Yeon Hyo

 

Kyuhyun POV

 

Sudah berapa menit aku memandangi Yeon Hyo seperti ini? Dan kenapa aku jadi terpesona melihatnya? Apa otakku sedikit bergeser dari singgahsananya? kupukul-pukul ringan kepalaku agar bisa berpikir lebih jernih.

 

“Omo… Dua puluh menit lagi Bos?” teriaknya panik

 

“Ne?” Aku tidak mengerti apa yang dia maksud dengan dua puluh menit lagi.

 

“Hiiyyaaa…… Makanya kau jangan memandangiku terus sejak tadi. Apa kau lupa kita sedang mengikuti lomba?”

 

Lomba??? Astaga… Benar. Aku dan Yeon Hyo kan sedang mengikuti perlombaan. Aisshhhh… Kenapa aku bisa lupa seperti ini. Dan apa yang tadi dia katakan. Aku memandanginya, ouhh… Shhitt.. Kenapa dia bisa tahu?

 

Yeon Hyo POV

 

Ishh… Dasar namja pabo. Bukannya serius mengikuti lomba malah asik memandangiku sejak tadi. “Cepat ambil kue donatnya, kita tidak punya banyak waktu lagi.” perintahku

 

Kyuhyun memberikan delapan buah kue donat tepat dihadapanku. Langsung saja kuserbu kue donat itu satu persatu untuk kuhias. Ahh… Tidak lupa aku menyuruh Kyuhyun untuk melakukan ini dan itu. Kalian tahu ini sangat menyenangkan. Kapan lagi aku bisa menyuruhnya, ini adalah kesempatan yang sangat langka. Hahaha..😄

 

“Cha!! Selesai.” Bagaimana? Tidak terlalu burukkan?

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sudah selesai? Hah.. Syukurlah. Cepat taruh dimeja depan.”

 

“Shireo. Kau kan Bosnya. Jadi kau yang harus meletakkan ini dimeja depan.” perintahku

 

“Mwo? Aku tidak mau diperintah olehmu lagi. Sekarang aku yang berkuasa jadi kau harus menuruti perintahku. Cepat!!!” katanya sambil berdacak pinggang.

 

Tuhan.. Kenapa kau menciptakan makhluk seperti dia. Hihh… Mengerikan. Kulangkahkan kakiku cepat menuju meja yang berada di depan sekaligus menjauhi evil tampan itu. Aku tidak mau mempunyai masalah lagi dengannya.

 

“Haiii… Yeon Hyo. Kita bertemu lagi.”

 

Suara itu seperti bisikkan aneh yang terbang begitu saja melewati telingaku. Apa aku sedang berada di neraka? Ah..ternyata benar. Kulihat gadis disampingku dengan tanduk berwarna merah diatas kepalanya, sontak aku langsung mengeluarkan sayap malaikatku agar bisa melawan iblis itu. (Kyyaa….. Yeon Hyo sedang berimanjinasi jangan diganggu #Plakk)

 

“Ternyata seleramu menghiasi kue donat tidak terlalu buruk.”  ucapnya

 

“Ohh… Tentu saja. Aku harap kau juga seperti itu.” balasku

 

“Kalau begitu jangan lupa nanti ucapkan selamat padaku. Arra? ”

 

“Baiklah, kita lihat saja nanti.”

 

Ughhh…. Min Gi. Ingin sekali aku ajak kau terbang kelangit yang pa…..ling tinggi. Setelah itu aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu jatuh ke bumi.

 

Bughhh!!!!

 

Tunggu. Sepertinya bukan Min Gi yang terjatuh, tapi aku.

 

Mataku membelalak melihat kue donat yang diletakkan oleh Min Gi. Itu.. Itu desain yang aku buat beberapa hari yang lalu. Tapi kenapa bisa sama persis dengan yang dibawa Min Gi. Bentuknya, cara menghiasnya sama persis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kukerjap-kerjapkan mataku untuk memastikan bahwa ini hanya halusinasiku saja. Tapi tetap saja tidak berubah, bentuk dan hiasannya masih sama.

 

“Yeon Hyo kenapa kau diam saja disini?” Kyuhyun menepuk pundakku dan saat itu juga aku sadar bahwa aku sedang tidak berhalusinasi. Ini semua nyata.

 

“Itu.” jariku menunjuk hasil karya dari Toko Mr. Donuts. Aku yakin Kyuhyun sama kagetnya sepertiku.

 

Author POV

 

Semua firasat buruk yang Yeon Hyo rasakan ternyata memang benar-benar terjadi. Hasil desain yang sengaja dia buat untuk produk baru Sweet D©nuts sama persis dengan hasil karya milik Mr. Donuts. Bukan hanya itu, dia juga harus mengucapkan selamat pada Min Gi karena dia dan Bosnya memenangkan perlombaan waktu itu.

 

Selama beberapa hari setelah perlombaan. Kyuhyun tidak lagi bersikap lembut pada Yeon Hyo, semua sikapnya saat pertama kali Yeon Hyo bekerja kembali lagi ke dalam tubuhnya itu.

 

“Bos, kau kenapa?”

 

“Apa kau marah padaku?”

 

“Kenapa kau diam saja Bos?”

 

Itulah pertanyaan yang berkali-kali Yeon Hyo katakan pada Kyuhyun. Tapi amat sangat disayangkan, beratus-ratus kali pun Yeon Hyo bertanya tetap saja Kyuhyun akan diam.

 

Yeon Hyo POV

 

Kyu.. Kenapa kau mendiamkanku? Bisakah kau mengucapkan satu kata saja padaku? Aku lebih baik mendengar kau memakiku habis-habisan dari pada kau diam seperti ini. Itu sangat menyiksaku Kyu.

 

Saat ini aku hanya bisa memandanginya dari meja kasir karena aku tidak diperbolehkan lagi bekerja di dapur bersamanya dan juga teman-teman yang lainnya.

 

“Terima kasih. Selamat menikmati.” itu lah kata-kata terkahir yang kuucapkan pada pelanggan malam ini. Sekarang sudah pukul sepuluh malam dan itu tandanya bahwa Sweet D©nuts akan segera tutup.

 

Aku yang sudah lelah langsung berjalan menuju lokerku untuk mengambil tas dan juga pakaianku. Aku tidak berniat untuk mengganti pakaian terlebih dahulu karena aku ingin cepat pulang.

 

Greppp!!

 

Baru saja aku ingin keluar dari Toko ada seseorang yang langsung menarik lenganku untuk mengikuti langkahnya yang cepat. Aku tidak merasa takut ataupun meronta-ronta diperlakukan seperti ini, karena aku tahu seseorang itu adalah Kyuhyun.

 

Aku hanya bisa diam ketika sudah berada di dalam mobil milik Kyuhyun. Aku tidak berani untuk menanyakan “Kita mau kemana?” pada Kyuhyun. Bukan karena aku takut bertanya, tapi aku takut dia tidak meresponku.

 

Suara decitan ban mobil sangat terdengar olehku saat kyuhyun tiba-tiba menghentikan mobilnya yang sedang melaju cepat. “Dimana ini?” sekarang aku dan Kyuhyun sedang berada dipusat pertokoan yang masih ramai didatangi oleh para pengunjung.

 

Tak sengaja kumelihat seorang ahjumma yang sedang berjalan tidak jauh dari mobil menenteng sebuah kotak yang bertuliskan Mr. Donuts. Dan saat itu juga aku sadar Kyuhyun ingin mengajakku kemana.

 

“Ayo kita turun.” ajak Kyuhyun

 

Aku yang kaget mendengar Kyuhyun berbicara padaku hanya bisa menatapnya yang keluar dari mobil. “Aku tidak percaya Kyuhyun berbicara padaku.” batinku senang

 

Author POV

 

Saat ini Kyuhyun dan juga Yeon Hyo sudah berhadapan dengan pemilik dari Toko Mr. Donuts, Tuan Park namanya. Kyuhyun menceritakan apa tujuannya datang kemari dan juga dia ingin menunjukkan sesuatu pada Tuan Park. Yeon Hyo yang bingung dengan maksud Kyuhyun tersebut hanya bisa mengamati yang dibicarakan oleh Kyuhyun.

 

Sudah berhari-hari ini Kyuhyun seorang diri mencari tahu sebab kenapa desain milik Yeon Hyo bisa sama dengan hasil karya milik Mr. Donuts saat perlombaan waktu itu. Kyuhyun pun sempat merasa putus asa saat usahanya itu belum juga membuahkan hasil. Berulang-ulang kali dia berpikir apa yang harus dia lakukan, tapi seketika dia berpikir untuk mengecek video CCTV di ruang kerjanya.

 

Bingo!! Ternyata benar, setelah Kyuhyun mengecek video CCTV diruang kerjanya dia menemukan sebuah jawaban yang selama ini dia cari.

 

“Bagaimana Tuan, kau sudah lihat semuanya?” tanya Kyuhyun pada Tuan Park yang baru saja selesai melihat video CCTV yang dia berikan.

 

“Aku tidak tahu bagaimana karyawan Anda bisa masuk ke ruang kerja saya. Tapi Anda tenang saja, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun.” Kyuhyun menengok kearah Yeon Hyo yang duduk disampingnya untuk melihat apakah Yeon hyo setuju dengan keputusan yang dia buat. Yeon Hyo hanya tersenyum menandakan bahwa dia juga setuju dengan keputusan Kyuhyun itu.

 

Kyuhyun POV

 

“Gomawo Kyuhyun-ssi” aku menoleh kearah Yeon Hyo yang baru saja mengucapkan terimakasih padaku.

 

“Terimakasih saja tidak cukup Yeon Hyo-ya.” sekali lagi kutunjukkan senyum evilku padanya. Sepertinya dia tahu apa yang aku maksud, terlihat sekali dari raut wajahnya yang berubah.

 

“Arra.. Arra.. Apa yang kau inginkan?” tanyanya ketus.

 

“Yakk!! aku sudah membantumu jadi jangan bersikap ketus seperti itu padaku.”

 

Author POV

 

Yeon Hyo sangat kesal sekali pada Kyuhyun. Baru saja tadi dia merasa bahwa Kyuhyun adalah malaikat penyelamat baginya. Tapi sekarang, Kyuhyun sudah menjelma kembali menjadi malaikat yang berhati iblis.

 

“Huftt… Baiklah Bosku tersayang. Sekarang apa yang harus aku lakukan sebagai ucapan terimakasihku padamu?” tanya Yeon Hyo lembut

 

“Tersayang?” batin Kyuhyun. Ishh.. apa dia tidak sadar memanggilku Bos tersayang? tapi tapi, aku suka dipanggil Bos tersayang olehnya.

 

Sebisa mungkin Kyuhyun menahan rasa senangnya itu. Dia merasa gengsi jika Yeon Hyo tahu dia merasa senang di panggil Bos tersayang.

 

“Heii Bos, kenapa kau senyum-senyum saja sejak tadi. Cepat katakan.”

 

“Bisakah kau sabar sebentar? Dasar gadis tidak sabaran.” ejek Kyuhyun

 

“Kau??”

 

“Kau apa hah?? Kau ingin bilang bahwa aku itu tampan? Tidak usah kau katakan pun aku tahu kalau aku itu TAMPAN” Kyuhyun sedikit memberikan sensasi tekanan pada akhir kalimat yang dia katakan.

 

“AHH…. Sudah-sudah aku tidak mau mendengar ocehanmu. Sekarang kau katakan apa yang harus aku lakukan. jika tidak.” Yeon hyo mengambil cetakan kue yang terbuat dari besi di dalam tasnya dan mengarahkannya kemobil Kyuhyun “Aku akan berbuat sesuatu pada mobilmu.”

 

“Yak!! Dasar yeoja stres. Baik baik akan aku katakan. Tapi jauhkan dulu benda itu dari mobilku.” perintah Kyuhyun

 

“Sudah. Ayo katakan.” pinta Yeon Hyo

 

“Aku ingin kau menjadi aset berharga bagiku dan juga kehidupanku.” kata Kyuhyun cepat.

 

Yeon Hyo mengerutkan dahinya karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Kyuhyun. “Kau bilang apa barusan? Aku tidak jelas mendengarnya. Bisa kau ulangi lagi?”

 

“Aku ingin kau menjadi aset berharga bagiku dan juga kehidupanku.” Kyuhyun melontarkan kalimatnya itu sejelas jelasnya pada Yeon Hyo. Tapi tetap saja Yeon Hyo tidak mengerti apa yang dimaksud Kyuhyun.

 

“Aset? Aku? Maksudnya?” tanya Yeon Hyo polos

 

“Apakah aku harus mengatakannya secara detail?” Yeon hanya mengangguk semangat menyetujui saran Kyuhyun tersebut.

 

“Dasar yeoja pabo. Tidak peka.” batin Kyuhun

 

“Dengarkan aku baik-baik. Aingin kau menjadi aset berharga bagiku itu karena aku mencintaimu. Apa kau dengar? Aku mencintaimu.” ulang Kyuhyun “Dan kenapa aku menganggap kau sebagai aset berharga? Karena aku ingin menjagamu, melindungimu, menatapmu, dan harus kupastikan juga kau tidak boleh hilang ataupun meninggalkanku.”

 

Yeon Hyo yang mendengar penjelasan dari Kyuhyun hanya bisa mengaga lebar. Dia tidak menyangka namja evil seperti Kyuhyun bisa berkata seperti itu. Andaikan saja Yeon hyo sedang berada ditaman bunga, sudah dipastikan bunga-bunga yang berada ditaman itu akan menghampiri Yeon Hyo sebagai tanda jika hatinya sedang berbunga-bunga.

 

“Yang kedua” lanjut Kyuhyun “Aset berharga bagi kehidupanku.” Kyuhyun berpikir sejenak apakah dia harus mengatakan hal ini. Jika tidak, maka rencananya bisa gagal.

 

“Kenapa diam?” tanya Yeon Hyo. Bisa dilihat dari tatapan Yeon Hyo pada Kyuhyun bahwa dia sangat penasaran apa yang akan dikatakan Kyuhyun selanjutnya. Dia berharap akan mendengarkan kata-kata yang membuat jantungnya berdegup lebih cepat karena merasa bahagia.

 

“Aku ingin kau menjadi aset berharga bagi kehidupanku karena…. Aku berniat untuk membuka Toko Cupcake di dekat rumahku dan aku ingin kau yang menjadi koki disana. Bagaimana? Jika kau menjadi koki disana aku yakin pasti Toko Cupcakeku akan laris  manis seperti Sweet D©nuts dan aku akan mendapatkan banyak uang.”
“MWO?? Kau sungguh keterlaluan Cho Kyuhyun. Bisa-bisanya kau mengucapkan kata-kata manis diawal hanya untuk merayuku agar mau bekerja di Toko barumu itu. Andwae… TIDAK AKAN.” Teriak Yeon Hyo

 

“Jebal Yeon Hyo-ya.” Pinta Kyuhyun

 

“Itu tidak akan pernah terjadi. tidak akan, tidak akan, tidak ak.. MMpphhhh”

 

Kyuhyun menarik tengkuk Yeon Hyo tiba-tiba dan mengunci bibir gadis itu dengan bibirnya. melumat dan menghisap bibir Yeon Hyo lembut agar aset berharganya itu tidak lecet sedikitpun. “Aku tidak ingin mendengar penolakan darimu. Arra?” ucapnya setelah melepas ciuman mereka berdua.

 

Bagaikan tersihir mantra dahsyat Yeon Hyo menyetujui permintaan tersebut dan langsung memeluk Kyuhun. “Saranghae Cho Kyuhyun.” bisiknya.

 

“Nado Saranghae Yoon Yeon Hyo.”

END

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

5 thoughts on “HKS 11 – FF Lomba “Donut” [OneShoot]

  1. Uwii…
    Okeh, ini komentar aku..

    Aku suka tipe cerita yang simpel dan nyaman di baca. Ini salah satunya.
    Kamu bisa menggambarkan karakter Kyu yang evil itu dengan baik..
    Alurnya rapi. tapi mungkin di ending agak buru2 dikit, tapi ga apa, ga mempengaruhi jalan cerita banget kok..

    Keep writing yah..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s