HKS 10 – FF Lomba “This All Because My Fault” [OneShoot]

This All Because My Fault
Author : Enni Aprilliyani

Facebook : Enniee April

Twitter : @Enniee_April
Main Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Icha Yarica Eryana a.k.a Yoon Yeon Hyo
Kim Sung Gyu
Sub Cast : Kim Tae Joon
Kim Namjo
Kim Tae Woong

Genre : Romance,Action, Fantasy, Little Hurt
This All Because My Fault
The story begins…


@Parkiran,
Kegelapan telah menyelimuti seisi muka bumi. Hanya ada seberkas cahaya kecil dari pendamping bumi dan sekelompok kawannya yang selalu setia menemaninya menghiasi permukaan kanvas alam. Begitu indah dengan sedikit sentuhan lembut dari semilir angin dan suara merdu nyanyian malam.
Dari kejauhan, tepatnya diparkiran sebuah gedung bertingkat terlihat seorang yeoja tengah bersembunyi dibalik sebuah mobil dengah wajah cemas dan napas yang terengah-engah. Tangannya menggenggam erat sebuah tas berwarna saphire blue. Kelihatannya dia tengah berusaha menghindari sesuatu yang sangat ditakutinya. Beberapa saat kemudian, terdengar derap langkah kaki mulai mendekati tempat persembunyiaannya. Yeoja itu semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tas yang digenggamnya. Yeoja itu perlahan mulai menutup matanya berusaha mengurangi kecemasan yang menyelimutinya sekarang ini.
“Dia disini…” Teriak seorang namja paruh baya sembari berlari mendekati yeoja itu. Yeoja itupun membulatkan matanya menyadari keberadaannya tak lagi aman. Yeoja itupun berusaha berlari dan menghindari segerombolan orang yang tengah mendekatinya. Tapi semua usahanya itu sia-sia. Salah satu dari gerombolan itu telah lebih dulu mencengkram tangannya. Yeoja itu tak ambil diam. Dia menggigit pergelangan tangan namja itu, lalu berlari kesembarang arah.
Belum sempat ia berlari menjauh, tiba-tiba ada salah satu dari anggota gerombolan itu menghadangnya. Dengan pistol digenggaman tangannya.
“Serahkan barang itu sekarang, nak!”
“Tidak! Aku tak akan pernah menyerahkan barang ini pada kalian.”
“Serahkan sekarang atau senjata kami yang akan bicara.”
“tidak! Tidak akan pernah!”
“Oh.. jadi kau lebih suka mati rupanya…” kata salah satu dari gerombolan itu dan mengarahkan pistolnya pada kepala yeoja itu. Yeoja itu menutup matanya, dan…
~DOORR….
Terdengar suara pistol memenuhi seisi parkiran gedung bertingkat itu.
Yeoja itu membuka matanya. Dihadapannya terdapat seonggok tubuh namja yang bersimbah darah segar di sekitar tubuhnya, yang tak lain adalah orang yang hampir membunuhnya tadi.
~DORR… DORR… DORR….
Suara pistol masih menggema diseluruh parkiran itu. Seseorang telah menyelamatkan nyawa yeoja itu.
“Tae Joon oppa.. ” Kata yeoja itu masih tak percaya dengan apa yang terjadi dihadapannya.
“Cepat pergi Hyo-ah. Biar oppa yang urus ini semua.. Cepat pergi dan selamatkan barang itu..” Tanpa babibu lagi, yeoja itu langsung berlari menjauhi tempat kejadian. Namun, belum sempat ia pergi dari tempat itu, tiba-tiba….
~DORR…
Terdengar suara yang memekakan telinga disertai jeritan kesakitan dari seorang namja dan sirine polisi yang entah sejak kapan telah berada disana. Tiba-tiba saja yeoja itu menjadi terpaku beberapa saat. Waktu disekitarnya seakan berhenti. Dadanya sesak dan serasa ada sebuah batu besar yang menipanya. Dengan segala kekuatannya yang tersisa, ia balikkan badannya. Kakinya serasa melemah. Pandangannya menjadi kabur karena tertutup oleh genangan air dipelupuk matanya.
“Oppa.. tidak!… tidak!.. ini tidak mungkin… Oppa… Tae Joon oppa… OPPAAAA!….”
*********
@Perkebunan,
“Oppa?…” Jerit seorang yeoja. Kelihatannya yeoja itu telah terjaga dari tidurnya. Napasnya terengah-engah.
“Gwancana?” Kata seorang namja yang entah sejak kapan telah berdiri dihadapannya, sembari menyodorkan air mineral kepadanya.
“ne..” jawab yeoja itu singkat lalu meneguk air mineral itu. Namja itu tersenyum dan mengambil duduk disebelah yeoja itu.
“Apa mimpi itu datang lagi?” Tanya namja itu. Memang mimpi itu akhir-akhir ini selalu hadir dalam tidurnya. Yeoja itu hanya meliriknya sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya pada hamparan tanaman hijau dihadapannya.
“Jadi kau sama kali belum melupakan kejadian itu?” Tanya namja itu dengan nada tak percaya.
“Apa kau gila? Mana bisa aku melupakan kejadian itu. Orang yang aku cintai mati mengenaskan saat itu. Dan hal yang aku janjikan untukku jaga berada disana. Tapi kau menyuruhku untuk melupakannya begitu saja, kemudian menguburnya dalam-dalam? Begitu maksudmu? Hah… Yang benar saja?!” Jawab yeoja itu lalu tersenyum sinis.
“Tapi kau harus melupakannya.”
“Wae? Kenapa aku harus melupakannya?”
“Jika kau terus seperti ini kau akan dalam bahaya Hyo-ah.” Jawab namja itu. Terlihat raut kecemasan dari wajahnya.
“Aku tak takut mati. Lagi pula cepat atau lambat pasti aku juga akan mati. Karna kematian telah tertulis jelas dalam lembaran takdir setiap orang didunia ini.” jelasnya.
“Lalu kenapa kau masih mengejar orang itu dan masih tetap berniat membunuhnya jika sudah pasti kematian telah menantinya?”
“Karna aku ingin dia mati ditanganku.. Dan aku ingin apa yang bukan miliknya juga kembali sebagaimana seharusnya…” Kata yeoja itu sembari meninggalkan sang namja.
“Hyo-ah, kau mau kemana? Jangan keras kepala!” Kata namja itu berusaha menghentikan langkah yeoja itu.
“Yoon Yeon Hyo..” Lanjut namja itu. Namun semua usaha namja itu sama sekali tidak digubris oleh yeoja yang bernama Yeon Hyo itu. Yeoja itu justru mempercepat jalannya, hingga…
~BRUKK…
Langkah Yeon Hyo terhenti ketika tanpa sengaja tubuhnya menabrak tubuh tegak seorang namja yang berjalan dari arah berlainan. Namja itu memandang wajah Yeon Hyo. Sedang Yeon Hyo hanya meliriknya sinis.
“Mian he?!” Ucap namja itu ragu-ragu.
“eobseo!” jawab Yeon Hyo sinis, sembari meninggalkan namja itu.
“MWO?…” kata namja itu setengah tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Yeon Hyo.
“Mwo? Eobseo?…hahahaa… sepertinya dia tidak terkontaminasi oleh pesonamu Kyu Hyun-ah… hahahaaa… Aku tak menyangka ternyata didunia ini masih ada orang yang tak terpengaruh oleh pesonamu Kyu… hahahaaa..” Kata seorang namja yang sejak tadi berdiri disebelah namja yang bernama Kyu Hyun itu.
“Ya! Lee Dong Hae… hentikan tawamu itu! Tak ada yang perlu ditertawakan. Lagi pula dia seperti itu karena melihat wajah mengerikanmu itu. Jadi, berhenti menertawakanku dan tertawakan wajahmu sendiri itu!”
“aish… kau ini! Mana ada orang yang menertawakan dirinya sendiri? Dan panggil aku ‘HYUNG’ atau aku akan melaporkanmu pada Heechul hyung!” Jawab namja yang bernama Dong Hae dengan penuh penekanan pada kata ‘hyung’ itu.
“Arra…Arra, hyung.”
************
@Kyunghee university, Seoul
Cuaca begitu cerah. Bola kristal alampun memancarkan cahayanya dengan terang. Memberi aura panas bagi para penghuni bumi. Beberapa gumpalan putih terhampar diatas karpet biru alam yang menyelimuti bumi. Terlihat begitu indah disertai kumpulan hijau dedaunan dan gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi.
Yeo Hyo menuruni mobil mercendes merahnya. Sebelum pergi, Yeon Hyo menyempatkan diri merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah permainan angin. Pada saat Yeon Hyo tengah merapikan rambutnya, tanpa sengaja dia mendengar sayup-sayup beberapa orang namja yang tengah berbincang-bincang tak jauh dari tempatnya berada.
“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan kuncinya?”
“Belum. Sangat sulit menemukannya. Sungguh…” kata orang itu berusaha meyakinkan.
“Bagaimana kalian ini? Hanya mencari benda yang biasa seperti itu saja tidak becus.”
“Bukannya begitu. Tapi kurasa kuncinya bukan berupa benda yang seperti itu.”
“Bukan benda seperti itu? Maksudmu bukan berupa benda berbentuk kunci..begitu?”
“Ne. Tapi aku sendiri juga belum tau itu apa. Soalnya waktu kita berhasil menemukan X-Cross, disana sama sekali tidak ada lubang kunci. Hanya ada alat semacam pendeteksi sidik jari tangan. Dan kami juga menemukan fakta lain. Aku dengar dipergelangan tangan kiri anggotanya ada tanda keanggotaan X-Thunder yang berupa perpaduan antara Naga dan ular dengan kobaran api disekitarnya. Dan kabarnya mereka sering beroperasi di salah satu gang kecil didaerah Nowon.”
‘mwo? Kuncinya bukan berupa benda yang sebenarnya? Lalu apa? Dan pendeteksi sidik jari tangan…berarti hanya bisa dibuka oleh orang tertentu atau bahkan hanya satu orang saja yang bisa membukanya. Tapi siapa? And..wait, wait, wait… Didaerah Nowon? Mungkinkah tempat itu…?’ tanya Yeon Hyo dalam hati, lalu kembali masuk kedalam mobilnya.
*******
@Yeon Hyo’s car
Yeon Hyo menekan beberapa nomor pada handphonenya. Setelah menekan tombol hijau pada layar handphone, Yeon Hyo menempelkan benda kecil berwana putih itu pada telinga kanannya.
“Yoboseyo, Sung Gyu-ah…”
*******
@Gang kecil, Nowon
Yeon Hyo berjalan seorang diri. Tak banyak orang yang berlalu lalang di gang itu. Kalaupun ada hanya satu atau dua orang saja. Yeon Hyo celingukan seorang diri seakan sedang menunggu sesuatu. Tiba-tiba saja wajahnya berubah sedikit sumringah ketika melihat sesosok namja dengan topi hitam yang bertengger dikepalanya.
‘dipergelangan tangan kiri anggotanya ada tanda keanggotaan X-Thunder yang berupa perpaduan antara Naga dan ular dengan kobaran api disekitarnya’.Mengingat kata-kata itu, Yeon Hyo Spontan melirik pergelangan tangan kiri namja itu. Ternyata benar. Dengan gerakan cepat, Yeon Hyo mengeluarkan sebuah handphone, lalu menempalkannya pada telinga kirinya, seakan sedang menelepon seseorang, meski tak satupun orang yang ia hubungi. Ia kemudian kembali memasukkan handphonenya itu kedalam tas. Tanpa diduga, namja itu mengambil tas Yeon Hyo secara paksa dan membawanya belari entah kemana.Yeon bukannya mengejar atau berteriak minta tolong malah tersenyum. Ia mengingat percakapan yang ia lakukan bersama Sung Gyu beberapa waktu lalu.
“Sung Gyu-ah.. Siapkan tas, handphone, dan…. sebuah alat pelacak! Aku sudah menemukan tempat operasi mereka. Untuk menemukan persembunyian mereka, aku akan membiarkan mereka merampokku kali ini.”
“Jinjja? Bukankah tujuanmu mencari mereka untuk mebalaskan dendammu dan mengambil lagi Barang itu?”
“Ya, kau benar. Tapi bukankah begitulah hidup? Untuk mencapai sesuatu harus ada yang kita korbankan.”
“Dan untuk apa alat pelacak?”
“Aku akan menaruhnya pada tasku. Jadi kita tinggal memantau keberadaan mereka dan menunggu waktu yang tepat untuk mengepung mereka nanti.”
Yeon Hyo tersenyum kecil ketika rencananya berhasil. Tapi sepertinya kenyataan tidak mendukung rencananya. Seorang namja malah mengejar orang itu. Sepertinya dia menyangka itu berupa sebuah pencurian.
“Ah.. namja itu! Merusak rencanaku saja.” gumam Yeon Hyo sembari memakaikan sebuah topi berwarna abu-abu di kepalanya, yang entah sejak kapan sudah berada ditangannya.
Langkah mereka terhenti ketika tanpa sengaja mereka mengambil jalan buntu. Napas mereka naik turun tak beraturan karena memang mereka berlari cukup jauh.
Namja yang mengejar pencuri itu akhirnya berhasil mencengkram pergelangan tangan sang pencuri.
~BUKK..
Satu pukulan kerasnya tepat mengenai pipi kiri pencuri itu. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali, hingga pencuri itu terkapar tak berdaya. Awalnya, Yeon Hyo yang melihat kejadian itu hanya diam saja, tanpa bermaksud membantu, mengingat karna sikap heroik namja itu rencananya gagal. Namun, ketika namja itu sedang mengambil tas Yeon Hyo, tiba-tiba sang pencuri kembali bangkit dan hampir memukul tengkuk namja itu. Tapi Yeon Hyo berhasil menangkisnya dan berhasil balik memukul sang pencuri hingga pencuri itu tak sadarkan diri.
Setelah merasa urusannya selesai,Yeon Hyo mengambil alih tasnya dan berniat meningalkan sang namja yang masih dalam ketidakpercayaannya terhadap kemampuan berkelahi Yeo Hyo. Namun, baru satu langkah ia berjalan, tiba-tiba….. pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang membuat yang Yeon Hyo spontan membalikkan badannya.
“Wae?” tanya Yeon Hyo dingin.
“Gomawo” jawab seseorang yang ternyata namja yang berusaha menolong Yeon Hyo tadi sambil tersenyum evil.
“Gomawo? Hah.. yang benar saja. Seharusnya kata ‘mianhe’ yang kau ucapkan!” jawab Yeon Hyo sembari tersenyum sinis.
“Mwo?” jawab namja itu bingung.
“Apa kau tau? Gara-gara sikap heroikmu itu semua rencanaku gagal. Kau dengar itu? GAGAL!” Jelas Yeon Hyo dengan penuh penekanan pada kata ‘gagal’.
“Mwo? Rencana? Rencana apa maksudmu? Bukankah tadi…kau…kau…kau dirampok?”
“Ah eobseo!” jawab Yeon Hyo geram, sembari meninggalkan namja itu.
Menyadari yeoja itu mulai menjauh darinya, spontan namja itu berteriak memanggil Yeon Hyo. “Hey…kau! Namamu siapa?” tanya namja itu pada Yeon Hyo sebelum yeoja itu benar-benar pergi meninggalkannya.
“Yoon Yeon Hyo” jawab Yeon Hyo singkat tanpa membalikan badannya.
“Aku Cho Kyu Hyun. Ingat namaku baik-baik. Aku akan mengabulkan permintaanmu sebagai balasan terima kasihku suatu saat nanti.” Mendengar ucapan itu, Yeon Hyo kemudian mengangkat tangan kanannya dan menyatukan ujung jari telunjuknya dan ujung ibu jarinya membentuk tanda ‘O’ sebagai jawaban ‘ok’.
**********
@Kyunghee university, Seoul
Kyuhyun menyusuri koridor seorang diri. Sesekali ada tatapan kagum yeoja yang ia lewati. Namun, semua itu tidak berpengaruh banyak padanya karena pikirannya kini sedang sibuk pada seseorang yang ia temui kemarin.
‘Yeon Hyo? Namanya Yeon Hyo? Hmm.. menarik juga. Aku harus menemukannya. Tapi dimana aku harus menemukannya? Ah… aku lupa menanyakan dimana universitasnya, atau sekedar menanyakan nomor handphonenya.. ah bodohnya diriku…’pikir Kyuhyun dalam hati sambil merutuki dirinya sendiri. Setelah sekian lama berpusing-pusing ria, Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Wajahnya terlihat kaget. Dengan gerakan cepat, Kyuhyun berlari kecil menuju ketikungan koridor. Sesekali ia melihat kearah seorang yeoja yang berjalan dari arah yang berlawanan dengannya tadi, yang ternyata Yeon Hyo.
“Kenapa dia ada disini? Apa mungkin dia mencariku? Ah… itu tidak mungkin.” kata Kyuhyun berusaha meyakinkan diri. “Dia mencariku?” ulangnya masih ragu. “Tapi kenapa aku bersembunyi? Bukankah ini bagus? Aku tak perlu mencarinya kesana kemari.” Senyumnya mulai mengembang. “Tapi bagaimana caranya aku menemuinya?” senyumnya mulai luntur. “Ah.. kenapa aku bingung? Aku tinggal mendatanginya dan berkata ‘hai’ padanya” senyumnya kembali mengembang. “Tapi itu sedikit memalukan. Terkesan aku sok kenal dengannya.” wajahnya terlihat kecewa. “Ah… Mungkin dengan dengan cara itu..” Kyuhyun kemudian berlari dengan kecepatan penuh menuju kearah Yeon Hyo. Semakin dekat… dekat… dekat… dan…
~BRUKK
“Yeon Hyo-ya..”
Tanpa disangka Sung Gyu telah berdiri dihadapan Yeon Hyo. Kyuhyun yang berlari dengan kecepatan penuh tidak mampu menghentikan larinya dan menabrak punggung Sung Gyu cukup keras.
“Gwaenchanha?” Tanya Yeon Hyo khawatir pada Kyuhyun dan Sung Gyu sembari membantu Sung Gyu berdiri.
“Ne. Gwancana.” Jawab Sung Gyu.
“Aww…” Ringis Kyuhyun kesakitan sambil memegangi punggungnya yang sempat terkatuk lantai. “Ya! Kenapa kau tak membantuku? Disini aku yang sakit. Dan dia tidak apa-apa. Seharusnya kau membantuku terlebih dahulu!” protes Kyuhyun pada Yeon Hyo.
“Siapa suruh lari-larian tak karuan dikoridor seperti itu?”
“Ya itu karena… karena…. karena.. Yak! Kenapa kau menanyakan hal yang tidak penting seperti itu? Yang penting sekarang bantu aku berdiri!”
Yeon Hyo menghela napasnya, berusaha menetralkan amarahnya yang memuncak karena ulah Kyuhyun, kemudian menjawabnya dengan nada halus “Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat, tak bisakah anda berdiri sendiri? Huh? Cerewet sekali..”
“Mwo? Cerewet? Siapa yang kau maksud cerewet huh?”
“Kau!”
“Kau yang cerewet!”
“Kau!”
“Kau!”
“Pokoknya kau! Kau! Kau! Dan kau!”
“Ya! Tak bisakah kalian berhenti bertengkar eoh?” Tanya Sung Gyu berusaha menghentikan pertengkaran mereka. “Sekarang bukan waktunya kalian untuk bertengkar. Yeon Hyo-ya… kau sedang dalam bahaya. Mereka menemukan rumahmu. Jadi, lebih baik kau pulang kerumahku terlebih dahulu. Jangan kesana karena itu terlalu berbahaya.” lanjut Sung Gyu.
“Jinjjayo? Bagus! Berarti kita tak perlu pusing-pusing mencarinya.” Jawab Yeon Hyo sembari meninggalkan Kyuhyun dan Sung Gyu.
“Tapi sekarang bukan waktunya. Dan mereka terlalu besar.” Yeon Hyo tak menanggapinya dan malah mempercepat langkahnya.
“Ya! Yeon Hyo-ya? Kau mau kemana?? Kenapa kau tak pernah mendengarkanku? Yoon Yeon Hyo?” tanya Sung Gyu sembari berusaha mengejar Yeon Hyo. Tapi langkahnya terhenti ketika pergelangan tangannya ditarik oleh Kyuhyun.
“Apa maksudmu dengan mereka? Dan siapa mereka?” tanya Kyuhyun.
“Mereka X-Thunder. Komplotan pencuri yang sudah lama di incar oleh Yeon Hyo.”
“Kenapa Yeon Hyo mengincar mereka?” Tanya Kyuhyun. Namun belum sempat Sung Gyu menjawabnya tiba-tiba…
“Oppa?” seorang gadis datang dan menghampiri Kyuhyun.
“Kim Namjoo? Kenapa kau ada disini? Bukankah kau ada kelas sekarang?”
“Ahh… Aku ikut kelas yang bersamamu saja oppa.”
“Ahh… Sepertinya kalian butuh waktu bicara berdua. Aku harus mengejar Yeon Hyo.” Sela Sung Gyu.
“Cakaman. Kau belum menjawab pertanyaanku. Mengapa Yeon Hyo mengincar mereka?” cegah Kyuhyun.
“Dulu, sebenarnya Yeon Hyo anak yatim piatu. Setelah orang tuanya meninggal, ia tinggal di panti asuhan karena tidak ada yang mengurusinya hingga ia diangkat sebagai dongsaeng oleh seorang namja. Namja itu ternyata adik sepupu dari appanya yang sudah lama tinggal di Jepang.Tapi namja itu tertembak mati oleh gerombolan bernama X-Thunder yang memiliki tanda keanggotaan berupa perpaduan antara Naga dan ular dengan kobaran api disekitarnya dipergelangan tangan kiri mereka dan berhasil mencuri tas yang berisi semua harta serta aset kekayaan keluarga Yoon, yang tak lain keluarga Yeon Hyo. Sebenarnya harta itu rencananya akan disumbangkan kepanti asuhan tempatnya tinggal dulu, karena Yeon Hyo pernah berjanji pada putra pemilik panti asuhan itu untuk kembali dan menyumbangkan sebagian hartanya disana. Tapi X-Thunder lebih dulu mencium niat itu dan menghadangnya. Semua harta rampokannya itu disimpan disuatu tempat yang disebut X-Cross. Karena itu semua, Yeon Hyo ingin membunuh pimpinan X-Thunder. Demi tercapainya tujuannya tersebut, ia mengikuti pelatihan Taekwondo. Tak tanggung-tanggung, bahkan ia pernah menjuarai lomba taekwondo tingkat nasional. Kabarnya, X-Cross disembunyikan disuatu tempat didaerah Busan, dan itu berupa ruangan bawah tanah. Kami sudah pernah kesana. Tapi yang jadi kendala, kami tak tau kuncinya, karena berupa pendeteksi sidik jari.”
“Mwo? Maksudmu tanda seperti ini?” tanya Namjoo sembari mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya, dan membuka ujung sebuah bolpoint dan menunjukkan sebuah tanda yang sama persis seperti yang disebutkan Sung Gyu. Perpaduan antara Naga dan ular dengan kobaran api disekitarnya. Ternyata itu bukan sekedar bolpoint melainkan bolpoint dengan sebuah cap diujungnya.
“Darimana kau mendapatkan benda seperti ini?” Tanya Sung Gyu pada Namjoo.
“Appaku yang memberikannya ketika aku berulang tahun yang ketujuh belas. Dia bilang ini akan berguna bagiku suatu saat. Jadi, dia memintaku menjaganya. Aku sempat meminta tinta pada ayahku. Tapi beliau bilang cap ini sama sekali tidak membutuhkan tinta.”
“Cap tanpa tinta?… Sung Gyu-ah. Kau bilang kuncinya berupa alat semacam pendeteksi sidik jari. Apa mungkin itu cap ini??? Bukankah cap ini memiliki lambang yang sama persis seperti tanda keanggotaan mereka? Dan bukankah alat semacam itu sensitif dengan segala macam sentuhan, bahkan sidik jari??” Tanya Kyuhyun.
“Itu dia jawabannya!” Jawab Sung Gyu semangat sembari menarik lengan Kyuhyun dan Namjoo bersamaan menuju ke rumah Yeon Hyo.
*********
@Yeon Hyo’s house
Yeon Hyo menuruni mobil mercendes merahnya dengan gerakan cepat. Ia berdiri didepan pintu mobilnya dengan pandangan jauh kedepan, tepatnya pada pekarangan rumahnya yang kini penuh dengan namja bertubuh kekar disetiap sudut rumah dan beberapa mobil yang berjejer rapi disana. Ia menghela napasnya, berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua yang telah ia tempuh benar. Kemudian, ia mengenakan topi berwarna abu-abu yang biasa ia kenakan. Perlahan tapi pasti, Yeon hyo melangkahkan kakinya mendekati rumahnya. Terlihat dengan jelas, namja-namja bertubuh kekar itu mulai memasang sikap siaga atas kedatangan Yeon Hyo. Jarak antara yeon Hyo dengan namja-namja itu kini semakin dekat…dekat… dan dekat… hingga…..
~BUKK
Salah satu dari namja-namja itu berlari mendekati Yeon Hyo dan mencoba memukul Yeon Hyo dengan kepalan tangannya. Tapi, Yeon Hyo lebih dulu meluruskan kakinya dan menggerakkannya memutar hingga mengenai salah satu pergelangan kaki namja itu hingga namja itu kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ketanah. Namja-namja yang lain mulai ikut menyerang Yeon Hyo seolah tak terima atas apa yang telah dilakukan Yeon Hyo pada salah satu teman mereka. Seolah tak mau kalah, Yeon Hyo mulai melayangkan tinju pada wajah beberapa namja itu. Bahkan ia juga meninju perut namja-namja itu hingga mulut mereka mengeluarkan darah. Seolah seperti angin, namja-namja itu sama sekali tak bisa menyentuh Yeon Hyo.
Namja-namja itu mulai berguguran satu persatu. Darahpun juga mulai membanjiri pekarangan rumah Yeon Hyo. Nafas Yeon Hyo mulai terengah-engah karena sudah cukup banyak tenaga yang ia keluarkan untuk melawan namja-namja itu.
‘Tinggal satu hentakan mereka semua akan mati’ gumam Yeon Hyo dalam hati sembari mengangkat salah satu kakinya keudara dan mengangkat tubuhnya keudara lalu bergerak memutar hingga mengenai tengkut namja-namja yang berada disekelilingnya, sampai mereka tergeletak tak berdaya ditanah.
Setelah merasa tak ada yang tersisa lagi, Yeon Hyo menghela nafasnya sembari tersenyum kecut dan berjalan menuju pintu masuk rumahnya. Ia berjalan kesana kemari dirumahnya mencari sesuatu yang sudah ia incar sejak tadi. Langkahnya terhenti pada ruangan bernuansa putih abu-abu. Ruangan yang sering ia gunakan untuk berceloteh ria bersama dengan namja yang telah lama meninggalkannya. Terlihat dengan jelas dari tempatnya berdiri sekarang, seorang namja bertubuh tegap berdiri membelakanginya dengan segelas angur ditangan kirinya.
“Kau bodoh Yeon Hyo-ya. Kau menggunakan barang yang sudah diketahui dengan baik oleh musuhmu sebagai penyempurna penyamaranmu.” kata namja itu tanpa membalikkan badannya.
“Apa maksudmu?” tanya Yeon Hyo bingung dengan nada dingin.
“Topi itu. Topi berwarna abu-abu itu pemberian dari Kim Tae Joon, yang tak lain kakak angkatmu saat usiamu delapan belas tahun. Topi dengan warna abu-abu, warna kesukaan kakakmu, seperti warna cat yang menempel pada dinding ruangan ini. Ruangan favorite kalian berdua untuk berceloteh bersama.” Jelas namja itu masih tanpa membalikkan badannya.
“Da…da..darimana kau…”
“Tau semua itu?” Jawab namja itu memotong perkataan Yeon Hyo dan membalikkan badannya, menampilkan sesosok namja paruh baya dengan senyum sinis menghiasi wajahnya.
Yeon Hyo kaget. Bahkan, matanya kini telah membulat sempurna mengetahui dirinya mengenal namja itu. Air matanya mulai naik dipelupuk mata. “Kau… Kau… Bukankah kau hyung kandung dari Tae Joon oppa?” tanya Yeon Hyo terbata-bata. Suaranya pun kini mulai bergetar.
“Ne.. Aku.. Kim Tae Woong. Hyung kandung dari Kim Tae Joon, oppa angkatmu serta saudara sepupu dari appa kandungmu.” Jelas namja paruh baya yang bernama Kim Tae Woong itu tegas.
“Tapi kenapa kau melakukan ini semua?? Bukankah Tae Joon oppa orang yang yang baik? Dia juga menyayangimu.” Tanya Yeon Hyo. Kini air matanya mulai deras mengucur dari kedua buah manik matanya, menyadari betapa perihnya kenyataan yang dihadapi oppa angkatnya selama ini.
“Heh.. menyayangi… Apa orang yang merebut semua kebahagiaanmu bisa kau sebut menyayangimu?? Dan apa orang yang merebut segala sesuatu yang menjadi milikmu masih kau sebut baik? Huh?” Emosi Tae Woong kini mulai memuncak.
“Tidak! Oppaku bukan orang yang sekejam itu!” Bela Yeon Hyo.
“Lalu.. bagaimana kau menjelaskan sikap orang-orang yang memandang hebat padanya dan memandang rendah padaku? Huh?? Dan semua harta itu… Harta yang diberikan appamu kepadanya seharusnya menjadi milikku. Dan kau… kau seharusnya menjadi putriku bukan adiknya. Aku menyesalkan keputusanmu yang lebih memilihnya daripada aku. Dan aku juga menyesalkan permintaanmu untuk menyumbangkan seluruh harta yang seharusnya menjadi milikku itu kepanti asuhan tempat tinggalmu dulu demi menepati janjimu dengan cinta pertamamu dulu yang merupakan putra dari pemilik panti asuhan itu yang bernama Cho Kyu Hyun. Bodohnya Tae Joon, mengapa dia harus menuruti semua permintaan bodohmu itu?” Kata Tae Woong dengan emosi yang meluap-luap. Napasnya kini terengah-engah, seakan perbincangan antara dirinya dengan Yeon Hyo menguras banyak energi. Wajahnyapun kini sudah berubah menjadi merah padam.
“Tidak! Tidak seperti itu. Mereka semua menyayangimu. Hanya saja mungkin kau tak menyadarinya… atau mungkin mereka salah mengapresiasikan rasa sayang mereka..” Jawab Yeon Hyo berusaha meyakinkan Tae Woong.
“Jika itu benar.. bagaimana kau menjelaskan atas pelimpahan seluruh aset keluarga dan seluruh harta appamu kepadanya? Bukankah itu sudah cukup membuktikan bahwa appamu lebih menyayanginya daripada aku? Huh???”
“Jika appaku tak menyayangimu.. appaku tak mungkin mengorbankan nyawanya dan menantang badai yang bisa merenggut nyawa kapan saja hanya untuk melihat keadaanmu ketika kau membohongi appaku kau sedang sakit keras dan dirawat di London?? huh??”
“Pembohong!”
“Aku tak berbohong. Saat itu,.. setelah mendengar kabar darimu bahwa kau sakit keras dan dirawat di London.. appaku langsung melakukan penerbangan seorang diri menuju London. Kebetulan cuaca pada saat itu kurang mendukung untuk melakukan penerbangan…” Jelas Yeon Hyo dengan sedikit isakan kecil mewarnai ceritanya.
Yeon Hyo melanjutkan ceritanya sambil menerawang pada waktu beberapa masa silam. “Saat itu.. hujan turun dengan deras. Angin juga berhembus kencang. Badan pemantau cuaca sudah meramalkan bahwa hari itu kemungkinan akan terjadi badai. Tapi appaku masih tetap nekat melakukan penerbangan hanya untuk melihat keadaanmu. Tapi… diwaktu yang sama.., Kim Namjoo putrimu…menghubungiku dan mengatakan kau sedang berlibur di pulau Jeju berdua untuk menghabiskan waktu libur kalian. Dan kau tau apa yan terjadi pada appaku?? Dia diterjang badai sebelum sampai di London. Pesawatnya hancur berkeping-keping. Beruntungnya.. tubuh appaku masih utuh, dan kami langsung memakamkannya dipemakaman keluarga setelah kami menemukan jasadnya..” Jelas Yeon Hyo panjang lebar.
“Tidak mungkin. Jangan bohong Yeon Hyo-ya…” Kata Tae Woong tak percaya dengan apa yang telah ia dengar dari mulut mungil Yeon Hyo. Matanya mulai memerah menahan tangis.
“Aku tak berbohong. Dan begitulah faktanya..”
“Berhenti!” teriak Tae Woon frustasi. Gelas berisi anggur digenggaman tangannya kini mulai luruh dan terjatuh kelantai.
“Appaku benar-benar melakukan penerbangan itu.. Dia sama sekali tak pernah melukaimu! Tapi kau yang membunuhnya.” Kata Yeon Hyo yang kini terkesan menyalahkan Tae Woong.
“Aku bilang berhenti!” Teriak Tae Woong sembari mengeluarkan sebuah pistol dari saku celanya, dan mengarahkannya pada kepala Yeon Hyo.
Tiba-tiba… Kyuhyun, Sung Gyu dan Namjoo berlari memasuki ruangan itu dengan napas yang terengah-engah. Mereka melihat kejadian itu dengan sangat jelas, tapi tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu Yeon Hyo.
“Baiklah! Kali ini aku menyerah. Bunuh saja aku. Bunuh aku jika itu bisa membuatmu percaya bahwa kami disini semua menyayangimu. Habisi saja seluruh anggota keluargamu jika itu bisa memuaskan batinmu. Aku siap…” jelas Yeon Hyo lirih, tapi masih dapat didengar dengan jelas sembari memejamkan matanya.
“Appa… jangan lakukan itu appa… Dia saudara kita! Aku mohon! Appa…”
~DORR…
“Appa………..” Teriak Namjoo sembari menghampiri appanya yang tergeletak tak berdaya di lantai.
“Yeon Hyo-ya…” Teriak Kyuhyun lalu menghampiri Yeon Hyo yang masih menutup matanya.
Yeon Hyo membuka matanya perlahan. Air matanya mengalir deras menyadari bukan dirinya yang tertembak. Perlahan, ia biarkan tubuhnya meluruh kelantai. Membiarkan kulit-kulit kakinya merasakan dinginnya lantai berubuin itu. Matanya memandang lurus pada tubuh seorang namja paruh baya dengan darah yang mengucur deras dari kepalanya. Ya.. Namja paruh baya itu Kim Tae Woong.
“Maafkan appa Namjoo-ya.. Appa tidak bisa menjagamu.. dan appa tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu selama ini… maafkan appa…” Begitulah kata terakhir yang keluar dari mulut namja paruh baya itu, sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan dunia fana ini.
“Appa… Jangan tinggalkan aku sendiri… appa…” Teriak Namjoo histeris.
“Aku membunuhnya… Aku membunuhnya… Kau lihat, Kyuhyun-shi?? Aku membunuhnya!” racau Yeon Hyo dengan pandangan kosong dimatanya.
“Ne… Kau melakukannya. Kau melakukannya dengan baik.” Kata Kyuhyun lembut, berusaha menenangkan Yeon Hyo. Tapi… Tiba-tiba…
~BRUKK.
@Rumah Sakit, Seoul
“Yeon Hyo-ya… ireona! Palli ireona!” pinta Kyuhyun sambil menggenggam erat tangan mungil Yeon Hyo, kemudian menundukkan kepalanya dan menenggelamkannya pada sisi ranjang tempat Yeon Hyo terbaring.
Yeon mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha membiasakan matanya dengan cahaya lampu yang ada diruangan berwarna serba putih itu.
“Kyuhyun-ah… aku dimana??” tanya Yeon Hyo setelah ia benar-benar sadar sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdenyut.
“Yeon Hyo-ya.. kau sudah bangun?” Tanya Kyuhyun senang bercampur tak percaya.
“Ne.. Wae?”
“Kau tadi pingsan karena kehabisan tenaga.”
“Jinjja?” tanya Yeon Hyo tak percaya.
“Ne…” Jawab Kyuhyun lembut.
“Jangan pernah melakukan hal-hal yang membuatku cemas lagi Yeon Hyo-ya…”pinta Kyuhyun pada Yeon Hyo. Yeon Hyo hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban ‘ya’.
“emm… Kyuhyun-shi… Tentang permohonan maafmu waktu itu.. bolehkah aku minta satu hal padamu?”
“Ne.. Apa?”
“Bisakah kau berada disisiku selamanya dan terus mencintaiku sampai kita menua nanti?”
“Ne. Aku akan menyayangimu dan mencintaimu seumur hidupku, sampai ajal memisahkan kita.” Jelas Kyuhyun sembari menarik Yeon Hyo dalam pelukannya.
-EPILOG-
“Ya! Cho Kyuhyun! Cepat bawa barang-barang itu.” Teriak Yeon Hyo pada Kyuhyun sambil menunjuk kearah barang belanjaannya yang cukup banyak.
“Shireo!” Jawab Kyuhyun tegas.
“Cepat bawa!!!” Pinta Yeon Hyo sambil memelototkan matanya tajam pada Kyuhyun.
“Kenapa kau selalu menyuruh-nyuruhku?? heh?” Protes Kyuhyun pada Yeon Hyo.
“Ya! Cho Kyuhyun! Apa kau lupa dengan janjimu untuk menuruti semua permintaanku sabagai rasa terima kasihmu huh?”
“Aku tidak lupa. Tapi kau sendiri yang mengatakan bahwa kau hanya meminta satu hal dariku waktu kau sakit dirumah sakit. Apa kau juga lupa Cho Yeon Hyo?”
“Itukan hanya berlaku untuk hari itu. Hari ini sudah berbeda lagi.”
“Tetap saja sama. Kau yang memintanya.”
“Beda”
“sama”
“beda”
-THE END-

 

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

2 thoughts on “HKS 10 – FF Lomba “This All Because My Fault” [OneShoot]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s