HKS 08 – FF Lomba “Hurt” [OneShoot]

“HURT”

Author      : Maria Agatha Utami .D

TWITTER : @amiedrajad

Genre       : hurt, sad,

Cast          : Yoon YeonHyo

                 : Cho KyuHyun

Additonal cast : Park HyunMi (author numpang eksis)

                             Appa YeonHyo

                             Appa KyuHyun

                             Yang lain cari sendiri ya.. ^^

 

Impian dan cinta tidak akan bisa bersatu bila ada ambisi di tengahnya. Kau bisa mengejar impianmu. Kau juga bisa memilih mengejar cintamu. Tetapi jika kau disuruh memilih impian dan cinta, siapa yang kau pilih? –YeonHyo-

Impian itu sudah sangat lama ingin ku raih. Kau datang menawarkan impian dan cinta padaku. Dan aku harus memilih. Kau tahu, aku paling benci memilih. Bisakah keduanya menjadi milikku? –KyuHyun-

 

“HURT”

 

Januari 2012, Cafe Amouris, pagi hari.

Seorang wanita, menggunakan terusan berwarna pink, sibuk mengacak-acak rambutnya sambil memandang frustasi buku yang ada di depan matanya.

“Yah, YeonHyo apa kau mau membuatku malu,” ujar seorang wanita kepada sahabat sekaligus bosnya.

“Aku harus bagaimana Mi-ah.. Appa akan benar-benar membunuhku jika laporan ini belum selesai,” jawab YeonHyo sambil kembali mengacak rambutnya.

Sahabat YeonHyo –Park HyunMi- menghela nafas sejenak dan kemudian mengambil kertas-kertas yang bertumpuk di depan YeonHyo.

“Apa yang membuatmu bingung dengan laporan ini?” tanya HyunMi sambil membalik kertas-kertas YeonHyo.

“Angka-angka ini. Ah, aku bisa gila jika berhadapan dengan angka-angka seperti ini. Rasanya ingin kutumpukan ke dalam kotak, kulempar ke samudara pasifik biar dia tenggelam dan tidak kembali ke hadapanku!” jerit YeonHyo frustasi.

HyunMi menggeleng sambil tersenyum pelan melihat kelakuan YeonHyo. Dia mulai mengeluarkan kertas, kalkulator, dan pulpen. YeonHyo langsung tersenyum lega melihat tindakan temannya dan langsung memeluknya. “Kau benar-benar penyelamatku Park HyunMi!”

“Hanya kali ini, jadi kau harus memperhatikan penjelasanku!” jawab HyunMi.

óóó

“Kerjamu bagus kali ini anakku,” ujar appa YeonHyo setelah melihat pekerjaan YeonHyo yang telah ia selesaikan –tentu saja dengan bantuan–

YeonHyo tersenyum lega mendengar penjelasan appanya dan kemudian memeluk appanya. “Apa yang mau kau minta kali ini,” tanya appanya yang membuat YeonHyo tersenyum.

“Wah, Yoon sajangnim. Anda benar-benar hebat. Langsung mengerti keinginanku,”

“Tentu saja aku tau bagaimana putriku bertindak saat menginginkan sesuatu. Kau boleh meminta apapun asal tidak meminta libur sebulan atau berhenti dari perusahaan ini,”

“APPA!! Kau tau kan aku sangat tidak suka bekerja seperti ini. Biarkan aku bebas, Appa!”

“Kau satu-satunya anak Appa, setelah kakak tertuamu pergi dan lebih memilih hobinya. Hanya kau harapan Appa untuk melanjutkan perusahaan Appa,”

“Tapi Appa,” belum selesai YeonHyo menyelesaikan kalimatnya, Appa YeonHyo langsung memeluk putrinya dan berkata, “Ini permintaan Apaa yang terakhir. Appa tidak akan meminta lagi darimu. Bisakah kau mengabulkannya?” tanya Appanya sambil memandang lembut YeonHyo.

YeonHyo hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan appanya dan membalas pelukan appanya.

óóó

YeonHyo POV

Kau satu-satunya anak Appa, kau harapan Appa, ini permintaan Appa yang terakhir, kata-kata itu selalu terngiang di telingaku. Aku hanya bisa menghela nafas dan mencoba menghadapi semua kenyataan yang sebenarnya ingin aku hindari. Bagaimana bisa aku –seorang anak yang tersisa- menolak keinginan Appanya.

“YeonHyo isanim *manajer*, apa yang sedang kau lamunkan?” HyunMi selalu memanggilku isanim ketika kami berada di kantor, padahal aku tidak suka hal itu.

“Oh, kau HyunMi, kau lapar tidak? Aku lapar sekali rasanya,”

“Bukankah barusan isanim makan cake stroberi serta minum 2 gelas milkshake stroberi tadi pagi? Kau sudah lapar lagi sekarang?” tanya HyunMi sambil menatap heran padaku.

Ahh, wanita ini. Apa dia lupa, kalau aku sedang badmood aku akan makan banyak. Aku harus segera menyeretnya, jika tidak dia akan kembali mengomel, dan aku benci itu.

“Bisakah nanti saja aku menemanimu?” tanya HyunMi menghentikan langkahku.

“Kenapa?”

“Aku masih ada pekerjaan. Aku benar-benar tidak bisa menemanimu kali ini. Mianhae Hyo-ah,”

Aku kembali menghela nafas mendengar penjelasan HyunMi. Hari ini benar-benar berjalan tidak sesuai keinginanku. Arghhhh!!!

“Mianhae YeonHyo, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat dan menemanimu, aku tau kau sedang…

“Sudahlah, tidak apa-apa,” kataku memotong perkataan HyunMi, “Aku pergi dulu ya,”

Aku langsung pergi meninggalkan HyunMi yang masih memandangku dengan perasaan bersalah. Aku tidak ingin merepotkannya 2 kali hari ini. Ahh, aku harus menenangkan otakku dulu.

 

-Taman di dekat sungai Han-

Ahh, ini lebih baik daripada di kantor tadi. Pandanganku luas tidak terbatas oleh dinding dan kaca-kaca yang membosankan itu. Paling tidak aku harus menemukan setitik tempat untukku bernafas jika aku berada di dalam kondisi yang mencekikku tadi. Ini benar-benar menyenangkan. Oppaku sedang melakukan apa ya? Tiba-tiba aku merindukannya.

“Oppa, kau sedang di mana sekarang?” tanyaku langsung saat teleponku diangkat oleh oppaku.

“Yakk YeonHyo, kau masih saja tidak sopan padaku. Paling tidak katakan annyeonghaseyo terlebih dahulu, kemudian menanyakan kabarku…”

“Ahh Oppa, kau tau aku paling tidak suka seperti itu. Kau di mana sekarang?” potongku

“Aku di Paris sekarang, ada pekerjaan memotret di sini. Bagaimana kabarmu?” tanya JungMo oppa yang membuatku terdiam. Dia pasti tau jawabannya, kenapa masih bertanya lagi, membuatku kesal saja.

“Nae yeodongsaeng. Kau sudah 25 tahun sekarang. Dewasalah! Kau tidak bisa menjalani harimu tergantung dari moodmu hari itu!” omel oppaku.

“Yah oppa, kau pikir kau juga dewasa? Memilih hobimu daripada adikmu sendiri?!” jawabku langsung mengakhiri perbincangan kami. Apakah dia tidak tau kalau aku kangen dan membutuhkan perhatiannya sekarang, bukan omelan!

DUKK!!

Apa ini?! Mengapa ada kaleng minuman jatuh dari kepalaku? Tidak mungkin ada hujan kaleng minuman kan?!

Aku langsung mengedarkan pandanganku dan menangkap sesosok lelaki yang menendang kaleng minuman ke arah lain sambil berrteriak di teleponnya. Lelaki ini! Benar-benar membuat hariku semakin buruk!

“YAH KAU!!! MENGAPA KAU MENENDANG SEMBARANGAN!!” teriakku kepada lelaki itu.

Lelaki itu menoleh dan kemudian membuatku terkejut melihatnya.

“KAU!!”

óóó

KyuHyun POV

Aku benar-benar kesal hari ini! Mengapa proyek yang kurancang malah gagal?!! Bisa-bisa aku dipecat oleh sajangnim dan itu appaku sendiri. Aku mau dapat uang darimana bila aku dipecat?

“Mengapa bisa gagal sekretaris Lee? Bukankah kau bilang seharusnya kita menggunakan rencana itu?” ucapku gusar kepada sekretarisku sambil menendang kaleng yang ada di dekatku. Untung kaleng itu di dekatku, bukan sekretaris Lee. Saat aku ingin menendang kaleng lagi, tiba-tiba..

“YAH KAU!!! MENGAPA KAU MENENDANG SEMBARANGAN!!” teriak seorang wanita di dekatku. Wanita ini benar-benar membuat hariku menjadi tambah buruk. Mengapa dia berteriak tidak jelas seperti ini.

Aku menoleh untuk melihat siapa yang berteriak kepadaku dan aku terkejut melihatnya.

“KAU!!” tunjuk wanita itu

“Dunia ini benar-benar sempit ya, Yoon YeonHyo!”

“Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau sudah diusir dari Seoul?” tanya YeonHyo

“Yak!! Aku bukan diusir. Tetapi aku kuliah di luar negeri!” jawabku.

“Bagiku sama saja!!” balasnya

“Lalu mengapa kau berteriak tidak jelas padaku?! Kau seperti orang gila.”

“MWO??!! Kau itu benar-benar!! Membuatku kesal!!”

“Yak!! Kau itu yang membuatku kesal. Marah-marah tidak jelas!”

YeonHyo sejenak terdiam dan kemudian menepuk kepalanya sendiri. –kebiasaan yang masih kuiingat jelas saat dia lupa terhadap sesuatu–

“Kau menendang kaleng minuman dan itu mengenaiku. Kalau kau ingin bermain bola bukan di sini tempatnya! Apakah kau tidak tau tempat yang bernama lapangan?”

Aku benar-benar gemas melihatnya, aku langsung memnbungkam mulutnya dan menarik dia ke tempat yang lebih aman. Pertengkaran ini menjadi pemandangan yang mengasyikan bagi orang-orang di sekitar kami

HMMMPPHHH!!! YeonHyo terus saja memukul tanganku yang membungkam mulutnya.

“Auwww,, YAK!! Apa yang kau lakukan!!” teriakku sambil melihat tanganku yang berbekas gigitan tangannya

YeonHyo memandangku dan melihat tanganku sambil tersenyum puas.

óóó

Author POV

@ Yoon YeonHyo house , sore hari.

YeonHyo langsung pulang setelah sukses membuat tangan KyuHyun memar karena pukulan dan gigitannya. Dia langsung mengacak-acak lemari yang berada di samping tempat tidurnya untuk mencari sesuatu. Sesuatu yang dapat ia lampiaskan ketika bertengkar dengan KyuHyun.

“Ahh, ketemu!” ujar YeonHyo kepada sebuah boneka berbentuk seperti alien yang tertempel foto KyuHyun di depannya. “Lama tidak berjumpa Cho KyuHyun,” lanjut YeonHyo sambil tersenyum licik dan kemudia langsung memukul, membanting, mengacak-acak boneka tersebut.

Sekitar 15 menit YeonHyo melampiaskan kekesalannya dan kemudian langsung tertidur karena kelelahan.

Tok tok tok

“Hyo-ah, kau di dalam?” tanya HyunMi di depan kamar YeonHyo. Karena YeonHyo tidak menjawab, HyunMi langsung membuka pintu tersebut dan kaget melihat kamar YeonHyo yang tertidur sambil memeluk boneka alien.

“Kau bertemu KyuHyun Hyo-ah?” ujar  HyunMi kepada YeonHyo yang masih tertidur.

óóó

@ Cho KyuHyun house , di waktu yang sama.

Sama seperti YeonHyo, KyuHyun langsung pulang setelah ditinggalkan oleh YeonHyo. Ia kembali melihat tangannya yang memar karena perbuatan YeonHyo tadi. Dia mengambil sebuah foto di dalam dompetnya, foto dirinya dan YeonHyo yang saling memandang satu sama lain.

“Bagaimana bisa aku bertemu lagi denganmu, Hyo-ah? Seoul benar-benar sempit,” ujar KyuHyun melihat foto tersebut. Lamunan KyuHyun terhenti karena HP nya bergetar.

“Yeobseyo,”

“KyuHyun, kau di mana? Appa ingin berbicara padamu,”

“Aku di rumah Appa, ada apa?”

“Bisakah kau ke kantor sekarang? Ada proyek penting yang ingin Appa serahkan padamu!”

“Baiklah Appa, aku segera ke sana,”

óóó

@ Cho Corporation

“Proyek ini hanya kau yang bisa menjalankannya KyuHyun. Appa yakin kau bisa memenangkannya!” ujar Appa KyuHyun ketika KyuHyun baru saja tiba.

“Proyek apa, sajangnim?” ujar KyuHyun sambil mengambil berkas yang diserahkan Appa KyuHyun. “Mengambil kepemilikan saham Yoon corporation di Kang corporation? Maksud dari proyek ini apa, sajangnim?”

“Kau tahu, perusahaan kita selalu bersaing dengan perusahaan Yoon dalam bidang apapun. Salah satunya memiliki saham di perusahaan penting, Kang corporation contohnya. Jika kita bisa memiliki saham lebih banyak dari Yoon corporation di Kang corporation, perusahaan kita tidak akan terkalahkan Kyu. Dan yang Appa dengar, kau pernah dekat dengan anak dari pemilik perusahaan Yoon, jadi..”

“Maksud Appa?” tanya KyuHyun bingung.

“Appa akan memberikan seluruh perusahaan ini padamu, jika kau bisa menyelesaikan misi yang Appa berikan,” ujar Appa KyuHyun sambil tersenyum.

KyuHyun diam sejenak, mencoba mencerna ucapan appanya. Mengambil saham Yoon dan seluruh perusahaan Cho akan menjadi miliknya. Tawaran yang benar-benar menggiurkan. Selama ini Appa KyuHyun selalu menolak permintaan KyuHyun untuk memiliki salah satu perusahaan Appanya, walaupun itu hanya perusahaan kecil. Apakah Appanya benar-benar serius, pikir KyuHyun.

Appa KyuHyun tersenyum melihat anaknya berpikir, ia tahu KyuHyun sangat ingin memiliki perusahaan ini. Ini hal yang bagus menurutnya, ambisi yang sangat kuat. Ia  ingin memastikan 1 hal jika ia benar-benar ingin menyerahkan perusahaan ini kepada anaknya. Anaknya tidak boleh jatuh cinta pada wanita manapun, cinta hanya membuat seorang lelaki menjadi lemah –menurut Appa KyuHyun–.

“Bagaimana anakku, apakah kau berminat? Kau tinggal membuat putri Yoon itu jatuh cinta padamu, mengambil miliknya, dan semuanya menjadi milikmu,” kata Appa KyuHyun berbisik di dekat KyuHyun.

óóó

01 Februari, 2012, Yoon Corporation

YeonHyo POV

“Mi-ah, jam berapa rapat direksi?” tanyaku pada HyunMi yang sedang sibuk memeriksa hasil pekerjaanku. Sebulan ini, aku berusaha untuk menerima kenyataan yang harus aku jalani. Bekerja di dalam dinding dan kaca yang mengurung kebebasanku. Untung saja masih ada HyunMi di dekatku. Dia membantu semua pekerjaanku, walau terkadang aku merasa tidak enak jika terus-terusan meminta bantuannya.

“Jam 10, isanim. Oh iya, anda mendapat undangan pesta, apakah sudah dilihat?” tanya HyunMi padaku.

“Undangan pesta? Pesta apa?” tanyaku gusar. Pesta lagi, benar-benar membosankan. Semua orang memakai topeng hanya untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain. Mudah-mudahan pesta kali ini ada menu milkshake stroberi atau coklat, hanya 2 hal itu yang membuatku betah.

Aku mengambil undangan dari tangan HyunMi dan langsung membukanya. Hmm, 2 hari lagi pestanya. 3 Februari? Sebentar, tanggal ini seperti tidak asing di ingatanku. Aku mencari siapa yang mengadakan pesta ini, dan nama yang tercetak tebal dan besar di tengah undangan sukses membuatku terkejut.

“MWO?? Cho KyuHyun??” jeritku.

“Tidak usah menjerit seperti itu isanim. Ya, pesta ulangtahun Cho KyuHyun. Dan isanim tidak bisa menolak untuk tidak datang,”

Aku langsung memandang HyunMi dengan tatapan protes. Mengapa aku tidak boleh menolak? Apakah ada hukuman jika aku menolak sebuah undangan?

“Jika isanim tidak hadir, besok pagi headline di koran akan berisi –Perseteruan Yoon Corp. dan Cho Corp. memanas–. Para direksi akan membaca, kemudian akan langsung mengadakan rapat. Kita sudah membuat janji, walaupun itu tidak tertulis, bahwa perusahaan Yoon dan perusahaan Cho akan bersaing secara adil dan tidak akan menjatuhkan satu sama lain. Apakah perjanjian itu mau isanim rusak, isanim tau akibatnya jika sajangnim…”

“Aku tau.. aku tau.. baiklah aku akan datang, tapi kau harus menemaniku,” ucapku memotong perkataan HyunMi yang kutau akan berakhir seperti apa.

“Maaf isanim. Untuk kali ini aku tidak bisa menemanimu. Aku harus menemani Ibuku ke Busan,”

Aku hanya bisa menghela nafas dan menyiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang buruk, nanti.

óóó

03 Februari 2012, Cho KyuHyun house

Cho KyuHyun POV

Sebenarnya aku tidak begitu menyukai pesta. Tapi karena permintaan Appa dan Eomma yang ingin merayakan ulangtahunku, akhirnya di sinilah aku. Di tengah-tengah keramaian yang hampir 80% tamu yang ada tidak kukenal. Sebagian besar adalah teman Appa atau Eomma. Sedangkan sisanya, orang yang kukenal, baik itu temanku atau mungkin hanya kenalan saat aku bekerja.

Aku berjalan mencari seseorang yang kuundang di pesta ini. Sebenarnya aku tidak yakin dia akan datang, tapi kata sekretaris Lee dia akan datang karena perjanjian perusahaan Appa dan perusahaan Appanya. Aku penasaran, dia akan berdandan seperti apa. Apakah mungkin dia akan menggunakan kets atau flat shoes di pesta seperti.

DUKK.. “Ah, maaf, aku tidak sengaja,” ucap seorang wanita yang menabrakku.

Aku menoleh untuk melihat siapa wanita itu dan kemudian tersenyum melihatnya, “Ternyata keseimbangan masih belum bisa kau miliki, Yoon YeonHyo,”

“YAK!! KAU!!” YeonHyo langsung mendekatiku dan dia tetap saja tidak bisa mengendalikan high heels yang ia pakai. Sebelum dia mendaratkan diri ke bumi, aku menangkapnya terlebih dahulu. Ia terkejut melihatku dan langsung berdiri, membuat jarak antara kami.

“Ehm.. Saengil chukkae Cho KyuHyun,”

“Hmm.. Gomawo. Mana hadiahku?”

“Aku tidak tahu mau memberikanmu apa, lagipula kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan.”

“YAK!! Setidaknya bawalah kado. Kau benar-benar tamu yang tidak sopan.”

“Salah sendiri, mengapa mengundangku. Sudahlah, hari ini adalah harimu, aku tidak ingin bertengkar denganmu. Kau juga sedang dipanggil temanmu yang di sana. Dan aku lapar, aku mencari makan dahulu,” ujar YeonHyo langsung meninggalkanku begitu saja. Padahal aku masih ingin berbicara dengannya.

óóó

YeonHyo POV

Ahh, untung saja ada coklat dan milkshake stroberi di sini. Tapi aneh juga, bukankah KyuHyun tidak suka milkshake stroberi, mengapa ia menyiapkan makanan yang tidak ia sukai di pestanya sendiri? Ahh,, itu bukan urusanku. Aku harus memikirkan perutku terlebih dahulu.

“HyunMi, kau benar-benar menyiksaku dengan pakaian dan sepatu ini,” gumamku sambil tertatih mengambil coklat dan milkshake stroberi.

Aku membawa makananku dan menjauh dari keramaian. Aku selalu seperti ini saat di pesta. Hanya hadir saat datang dan pulang. Sisanya aku akan mencari tempat tersembunyi, yang sepi untuk diriku sendiri. Ahh,, aku menemukan tempatku. Cho KyuHyun, rumahmu bagus juga.

“Mengapa kau di sini?” sebuah suara mengagetkanku dari keasyikan menikmati coklat.

Aku melihat pemilik suara tersebut dan hanya bisa tersenyum pasrah.

óóó

KyuHyun POV

Pesta ini melelahkan, aku harus beristirahat sebentar, daripada aku meledak nanti. Kenapa ada seorang wanita di tempat favoritku? Aku mendekatinya dan tersenyum melihat heels yang diletakkan begitu saja oleh pemiliknya.

“Mengapa kau di sini?” tanyaku kepada pemilik sepatu.

YeonHyo terkejut melihatku dan tersenyum pasrah. Senyuman dan tatapan memohon itu mengartikan bahwa aku seharusnya tahu mengapa ia ada di sini.

“Kau masih membenci pesta dan heels?”

“Begitulah.. dan kau, kau menyukai pesta sekarang?”

“Tidak. Aku tidak pernah menyukai pesta. Terlalu ramai dan berisik. Tapi aku harus berterimakasih pada pesta kali ini.”

YeonHyo menatapku bingung sambil memegang gelas milkshakenya. Ada sedikit sisa milkshake di pinggir bibirnya dan ia tidak menyadari itu. Aku bergerak mengusap sisa milkshake di bibirnya, “Karna pesta ini, aku bisa sedekat ini denganmu.”

“MWO?? YAK!! Tuan Cho, kau tidak mabuk kan? Atau mungkin kau lupa minum obatmu malam ini?” teriak YeonHyo yang terkejut mendengar ucapanku tadi.

“Hahahaha,, mengapa responmu seperti itu nona Yoon?”

“Aku benar-benar gila jika di dekatmu terus menerus.”

“Kalau begitu bersiaplah menjadi orang gila sekarang.” Aku mulai mendekati YeonHyo yang sukses membuat YeonHyo gugup dan bingung.

“Baiklah baiklah.. Aku tahu kau marah karena aku tidak membawakan kado. Kau mau minta apa?” tanya YeonHyo sambil mendorong tubuhku menjauh darinya.

“Aku minta kau, bisa?”

“MWO?!!

“Ahh,, bisa tidak kau berhenti berteriak?! Aku belum mau tuli!”

“Tadi kau bilang apa? Kau ingin apa?”

“Kuulangi sekali lagi, nona Yoon. Aku menginginkanmu menjadi milikku. Bisa?”

óóó

YeonHyo POV

“Kuulangi sekali lagi, nona Yoon. Aku menginginkanmu menjadi milikku. Bisa?”

Ucapan KyuHyun benar-benar membuatku terdiam. Aku mencoba menatap matanya, memastikan bahwa apa yang ia ucapkan hanya bercanda.

“Aku tidak bercanda Hyo-ah, aku tidak ingin melepaskanmu lagi,” kata KyuHyun yang benar-benar sukses membuatku bingung.

 

5 tahun lalu, ShinHwa highschool

“Kau benar-benar serius dengan keputusanmu, Kyu?”

KyuHyun hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaanku. Aku tidak menyangka hari ini akan datang. Aku dan KyuHyun berpisah.

“Kau merindukanku, jika aku pergi nanti?” tanya KyuHyun padaku.

“Entahlah, aku bingung. Setiap bertemu denganmu aku selalu merasa kesal. Tapi jika aku tidak melihat wajahmu,,,”

“Merindukanku kan? Mengaku saja!!” potong KyuHyun sambil terkekeh. Aku mendengus mendengar perkataannya. PD sekali dia. “Bukan hanya kau yang merasakan seperti itu Hyo-ah, aku juga begitu. Setiap malam aku selalu menanti pagi agar bisa bertemu, memandang wajahmu yang selalu siap bertengkar denganku,” lanjutnya.

“Ahhhh.. Cukup sedih dan gombalmu itu. Selamat berjuang Kyu. Kau harus sukses di sana! Bukankah kau ingin menjadi CEO sukses?” kataku sambil menepuk punggungnya.

“Hmm.. kau juga Hyo-ah. Perjuangkan mimpimu menjadi designer.”

“Baiklah, ayo kita taruhan. Siapa yang bisa mencapai mimpinya, dia boleh meminta apapun,”

“Okeh, aku sudah menyiapkan permintaanku.”

Aku menoleh pada KyuHyun, penasaran. Secepat itu dia memikirkan permintaannya. Padahal kami belum memulai langkah kami.

“Aku minta dirimu menjadi milikku Hyo-ah,” kata KyuHyun, membuatku terdiam seketika

 

“Kau masih ingat taruhan kita nona Yoon?” kata KyuHyun membuyarkan lamunanku

“Yakk.. Kau belum menjadi CEO yang sukses. Permintaan itu didiskualifikasi!” jawabku

“Paling tidak, aku lebih dekat ke impianku daripada dirimu,”

Perkataan KyuHyun membuatku tersentak. Dia benar, aku semakin jauh dari impianku dulu. “Maaf jika perkataanku menyinggungmu, aku akan membantumu, jika kau mau,” lanjut KyuHyun.

“Kau bisa membantuku? Bagaimana?”

óóó

Maret 2012, Yoon corp.

Author POV

“Keahlianmu meningkat, Hyo-ah. Tumben kau mau mengerjakan tugas-tugas ini tanpa mengeluh sedikitpun,” ujar Appa YeonHyo setelah melihat perkembangan YeonHyo 1 bulan ini.

YeonHyo hanya tersenyum kecil mendengar ucapan appanya. “Banyak yang membantu saya, sajangnim.”

“Iya, Appa tahu. Paling tidak frekuensi mengeluhmu sedikit berkurang. Jangan-jangan..” Appa YeonHyo menatap anaknya curiga.”Kau punya namjachingu sekarang?”

“Anio Appa..,” jawab YeonHyo cepat. “Ah, maksudku animida sajangnim. Saya belum mempunyai namjachingu,”

“Hahahaha,, anakku sudah dewasa. Baiklah Appa tidak akan menggodamu lagi. Jangan lupa hadir rapat direksi nanti siang,”

“Siap sajangnim,”

óóó

Ruang rapat, Yoon corp.

“Rapat kali ini membahas topik pembagian keuntungan dari proyek yang telah dilakukan oleh Yoon YeonHyo isanim. Keuntungan yang didapatkan akan menambah jumlah saham perusahaan. Bagaimana pendapat para direksi mengenai penambahan saham ini?” ujar Park HyunMi sebagai moderator rapat.

“Bagaimana jika saham tersebut langsung kita berikan kepada YeonHyo isanim, sebagai penghargaan atas kerja kerasnya?” usul Appa YeonHyo

“Ah, sajangnim, saya pikir itu tidak perlu. Lebih baik saham tersebut dibagi rata saja,” bantah YeonHyo

“Saya setuju dengan pendapat sajangnim. Sebaiknya keuntungan ini kita berikan saja kepada YeonHyo isanim.” ujar direksi Kim JongWoon

“Iya, saya setuju dengan pendapat direksi Kim. Bukankah YeonHyo isanim belum memiliki saham di perusahaan ini. Anda sudah bekerja setahun di sini, paling tidak saham tersebut bisa menjadi tanda kepemilikan anda di perusahaan ini,” tambah direksi Lee HyukJae

“Tapi, saham ini 20% dari total keseluruhan saham perusahaan. Saya tidak berani memilikinya,” ujar YeonHyo

“Sudahlah anakku, kau terima saja. Bukankah, saham Appa  akan menjadi milikmu? 20% hanya awal, Hyo-ah. Kau harus memiliki tanda kepemilikan perusahaan ini,”

YeonHyo tidak bisa membantah perkataan Appanya. Ia hanya mendesah pelan. Membantah bagaimanapun, ia tetap tidak bisa menolak. Toh, seluruh direksi akan menyetujui ide Appanya.

óóó

April 2012, Cho corp.

KyuHyun POV

Sudah sebulan ini, aku menjalankan misi dari Appaku. Awalnya aku sempat menolak tawaran Appa, hanya saja orang slalu berkata kesempatan baik tidak datang 2 kali kan? Semua bisa kudapatkan, perusahaan Appa, cita-citaku, dan YeonHyo. Benar-benar rencana yang sangat bagus.

 

Tring..

Aku lapar. Aku bisa menemaniku makan siang?

-nona Yoon-

 

Aku tahu maksud dari sms YeonHyo ini, dia pasti sedang suntuk. Sebaiknya dia kutelepon saja.

 

“Yeobseyo,”

“Hai nona Yoon, kau kenapa?”

“Kau tidak bisa membaca tuan Cho? Aku lapar.”

“Cihh,, kau selalu ingin mengajakku bertengkar.”

“YAK!! Kau yang membuatku makin kesal. Terserah kau mau atau tidak. Aku lapar. Aku pergi sendiri saj.”

“Yak yak!! Kau ini! Aku akan menemanimu. Kita bertemu di mana?”

“Di Cafe Amouris. Aku ingin menelan seluruh pasokan milkshake di sana.”

“Milkshake lagi? Tidak bisakah tempat lain? Kau tau aku tidak suka minuman itu!”

“Kan sudah kubilang, terserah kau mau atau tidak. Aku mau makan di sana. Sudahlah aku lapar, kau membuang waktu istirahatku,”

“Arraso.. arraso.. kita bertemu di sana,”

 

óóó

@ Cafe Amouris

“Ada masalah?” tanyaku pada YeonHyo yang sedang sibuk dengan gelas ke 2 milkshakenya.

“Aku bosan Kyu. Aku ingin keluar dari perusahaan itu.”

“Andwae!!” Tidak! Ia tidak boleh keluar dari perushaan itu sekarang. Aku masih membutuhkannya!

“Kau seperti Appaku saja tuan Cho.”

“Ani, maksudku mengapa kau ingin keluar dari perusahaan itu, bukankah kau sudah mulai terbiasa dengan pekerjaanmu?

“Ya walaupun begitu, aku tidak nyaman. Aku tidak suka!”

“Bertahanlah! Kau pasti bisa! Aku akan selalu menolongmu!” aku mengusap perlahan kepala YeonHyo untuk menenangkannya. Sebentar lagi saja Hyo-ah, kau akan bebas dari semuanya..

óóó

Juni 2012

Author POV

YeonHyo mulai menerima pekerjaannya sekarang. Ia membuang impiannya menjadi designer untuk membahagiakan Appanya. Ia menerima alasan kakaknya –JungMo- yang memilih hobinya sebagai fotografer. JungMo ingin menghasilkan uang sendiri tanpa melibatkan Appanya. Tentu saja itu sulit, setiap ia melamar pekerjaan di manapun, jika mereka melihat CV JungMo, mereka langsung menerima JungMo dan akhirnya meminta pertolongan JungMo untuk berbisnis dengan Appanya.

JungMo merasa tidak enak pada YeonHyo karena melimpahkan semua beban yang seharusnya ia tanggung kepada YeonHyo. YeonHyo berulang kali meyakinkan kakaknya bahwa ia sudah agak menyenangi pekerjaan ini, sehingga kakaknya tidak perlu merasa bersalah.

@ Yoon corp, YeonHyo office

“Isanim, bagaimana hubunganmu dengan KyuHyun?”

“Hah? Mengapa kau bertanya seperti itu HyunMi?”

“Aku sudah kenal isanim lebih dari 10 tahun. Aku tahu semua ceritamu. Perubahanmu yang sekarang, itu sangat drastis. Kau rajin ke kantor, menerima semua pekerjaan sajangnim. Apa yang sudah KyuHyun lakukan padamu?”

“Ah HyunMi, kau ada-ada saja. Aku dan KyuHyun tidak ada apa-apa,” YeonHyo masih mencoret-coret kertas sejak HyunMi mengajaknya berbicara.

“Isanim tidak bisa berbohong padaku. Isanim bilang tidak ada apa-apa, mengapa kertas itu berisi tulisan Cho KyuHyun semua? Apakah proyek selanjutnya bernama Cho KyuHyun?”

YeonHyo langsung melihat hasil coretan yang membuatnya malu. “Ah, ini. Aku hanya iseng saja, HyunMi.”

“Aku tidak bisa melarangmu dekat dengannya, tapi kuharap isanim bisa lebih berhati-hati.”

“Kenapa? Apakah kau mengetahui sesuatu?”

“Tidak. Aku tidak, ah bukan, lebih tepatnya aku belum tahu sesuatu. Perasaanku mengatakan, isanim harus berhati-hati terhadap Cho KyuHyun.”

óóó

Juli 2012, Cho corp.

KyuHyun POV

Argh!! Aku kesal sekali sekarang. Appa melarangku terlalu dekat dengan YeonHyo. Bukankah dia menyuruhku dekat dengannya, mengapa sekarang melarangku. Kepercayaan yang kudapat dari Appa, tidak mungkin menghilang begitu saja kan. Aku harus membuktikan padanya, bahwa aku bisa menjadi penerusnya.

Aku akan mulai mengambil semuanya, sekarang!

 

Flashback, 10 menit lalu

“Appa dengar kau sering bertemu dengan putri Yoon, itu benar?”

Aku mengangguk, menjawab pertanyaan Appa. “Ada apa sajangnim?”

“Kau ingat misi yang Appa berikan padamu?”

“Mengambil saham perusahaan Yoon, sedang aku jalankan sajangnim. Apakah ada masalah dengan pekerjaanku?”

“Appa lupa memberitahumu 1 hal. Jika kau ingin memiliki semuanya, kau tidak boleh jatuh cinta kepada siapapun.”

Aku menatap Appa heran. Mengapa aku tidak boleh jatuh cinta? Bukankah itu hal yang wajar bagi manusia, dan aku manusia kan?

“Wanita hanya membuatmu lemah dan jatuh. Appa hanya menyuruhmu mengambil saham, terserah bagaimana caranya. Jika dengan mengambil hati pemilik saham tersebut, Appa bisa terima. Tetapi jika kau melibatkan perasaan dalam pekerjaan ini sebaiknya kau mundur!”

Aku terkejut mendengar ucapan Appa. Bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu? Aku tidak melibatkan perasaanku dalam tugas ini.

“Appa pernah muda, Kyu-ah. Appa tau bagaimana sikap seseorang jika jatuh cinta. Kau hanya boleh membuatnya jatuh cinta, bukan kau yang jatuh cinta!”

Flashback end

óóó

September 2012, @ YeonHyo house

YeonHyo POV

Akhirnya aku dapat libur dari Appa. Rasanya aku ingin tidur seharian saja di rumah. Tapi, tiba-tiba aku teringat HyunMi. Ia membawakan bekal untuk namjachingunya. Aku ingin membawakan bekal untuk KyuHyun, tentu saja karena ia temanku, bukan namjachinguku. Sampai sekarang hubungan kami tidak jelas, kami tidak berpacaran, tapi kami merasa ada yang kurang bila tidak berhubungan. Aku sayang padanya, aku merasa dia juga begitu padaku. Mudah-mudahan ini benar dan bukan perasaanku saja.

Aku mencoba membuat seafood bbokeumbbop untuknya, walaupun aku tidak pernah memasak sebelumnya. Kata bibi, untuk seseorang yang tidak pernah masak, rasanya enak. Lets hope, he will like it.

 

@KyuHyun house

Di mana dia? Bukankah dia bilang, hari ini dia libur. Aku mencari KyuHyun dan menemukannya di taman, berdiri membelakangiku. Aku ingin mengejutkannya, tetapi..

“YeonHyo sudah percaya padaku, ia sudah menyerahkan separuh kepemilikan saham di perusahaan Kang kepadaku. Appa tenang saja,”

Mwo?! Apa maksud KyuHyun, mengapa ia berkata seperti itu? Aku diam dan tetap mendengarkan pembicaraan KyuHyun dan Appanya.

“Tidak Appa, aku tidak pernah jatuh cinta padanya. Aku mendekatinya untuk menjalankan tugasku.”

“Aku akan memastikan memiliki semuanya. Perlahan demi perlahan semua akan menjadi milikku.”

 “Baiklah Appa, Appa tenang saja. Aku tidak akan mengecewakan Appa!”

KyuHyun, dia, selama ini dia.. mengapa? Apa keuntungannya? Bukankah dia sudah memiliki semuanya? Bagaimana bisa dia berakting sebagus itu hingga aku tidak menyadarinya? Apa benar dia tidak pernah jatuh cinta padaku?

“Nona Yoon, hati-hati kalau berjalan. Kau hampir saja masuk ke kolam jika aku tak menahanmu. Apa yang kau lakukan di sini?” KyuHyun tiba-tiba berada di sampingku, memegang lenganku.

“Kau rindu padaku, nona Yoon?” KyuHyun memamerkan senyum separuhnya itu. Senyum yang membuatku merasa nyaman. Apakah semua senyum yang kau berikan padaku hanya pura-pura?

Tidak! Aku tidak boleh bertanya padanya sekarang. Aku harus berpura-pura aku tidak tahu apa-apa, walaupun itu menyakitkan.

“YAK!!! PD sekali kau! Aku sedang bereksperimen! Kau harus memakannya!” aku menyerahkan makanan yang kubuat tadi.

“Kau memasak? Kau yakin tidak memasukkan racun di dalam makanan ini?!”

“Yak! Kalau kau tidak mau, tidak usah dimakan. Biar kubawa pulang saja!”

“Ah, arraso.. jangan marah begitu nona Yoon. Aku akan menghabiskannya. Ayo temani aku makan!” KyuHyun menarikku ke taman tadi. Ia membuka bekal yang aku berikan padanya dan mulai memakannya.

“Agak keasinan, tapi masih bisa dimakan,” kata KyuHyun setelah mencoba makananku.

Aku segera mengambil makananku darinya, tetapi ditahan olehnya. “Yak! Kau tidak boleh mengambilnya. Ini milikku! Dan kau jangan ke mana-mana. Temani aku!”

KyuHyun-ah, bisakah kau berhenti berpura-pura seperti itu. Jika memang kau ingin menyakitiku, lakukan di depanku saja. Jangan membuatku bingung seperti ini. Mengapa kau membuatku menyayangimu? Mengapa kau membuatku tak bisa melepaskanmu padahal kau akan melepaskan diri dariku? Bisakah aku mengembalikanmu seperti dulu?

“Kau mengapa tiba-tiba menangis, Hyo-ah?” tanya KyuHyun sambil mengusap air mataku.

“Ah, ani. Mataku terkena debu! Salahmu mengajakku di sini! Debu bertebaran di mana-mana! Sebaiknya kau makan di dalam saja,”

“Baiklah, ayo!” KyuHyun mengulurkan tangannya mengajakku. Aku hanya bisa memandang tangan itu. Untuk sekarang, sebaiknya aku tidak menerima uluran tangan hangat itu, walau sebenarnya aku ingin.

“Aku pulang dulu! Aku sudah berjanji pada HyunMi untuk menemaninya.”

KyuHyun mengangguk dan kemudian menarikku untuk dipeluknya. “Gomawo makanannya. Ini benar-benar enak,” ujarnya di telingaku.

Kyu, jika benar semua ini hanya pura-pura, mengapa pelukanmu sehangat ini?

óóó

November, 2012. @ Yoon corp

Author POV

BRAK! Suara itu mengagetkan YeonHyo dari lamunannya. Appanya tiba-tiba membanting tumpukan kertas meja YeonHyo.

“Kau itu bodoh atau apa?! Bagaiman bisa kau menyerahkan sahammu di perusahaan Kang kepada Cho KyuHyun?!”

“Sa-sa-sajang-nim, ba-ba-gai-ma-na an-da ta-hu?” tanya YeonHyo gugup.

“Bagaimana aku tahu?! Kau tidak lihat laporan pemegang saham! Tiba-tiba 10% saham kita di perusahaan Kang menghilang begitu saja dan itu atas namamu! Kepada siapa lagi kau memberikan saham itu selain Cho KyuHyun?!

“A-Ap-pa,”

“YeonHyo, kau benar-benar mengecewakan Appa kali ini! Sebaiknya kau tidak datang lagi ke kantor besok!”

YeonHyo hanya bisa tertunduk, menahan tangisannya. Ia benar-benar merasa bersalah pada Appanya.

Bruk

“APPA!!”

 óóó

@ Seoul Hospital

“Kondisi tuan Yoon sangat lemah sekarang. Sebaiknya kita biarkan ia beristirahat terlebih dahulu.”

YeonHyo terduduk lemas di luar ruang UGD, ditemani HyunMi.

“Isanim… Isanim.. “ panggil HyunMi yang tetap tidak digubris oleh YeonHyo

HyunMi memapah YeonHyo yang hanya diam sejak appanya dibawa ke rumah sakit. Ia tidak berkata apa-apa.

Kring… kring… kring..

“Hyo-ah, telepon berdering,”

YeonHyo mengambil HP dari saku bajunya dan tertegun sejenak. Ia mengambil nafas dalam-dalam menyiapkan diri berbicara dengan KyuHyun.

“Weiyo, KyuHyun?”

“Kau tidak apa-apa? Aku dengar appamu di rumah sakit, benar?”

“Hmm.. appa kelelahan. Aku tidak apa-apa,”

“Apakah kau butuh aku untuk menemanimu?”

“Tidak. Tidak perlu. Aku baik-baik saja. Kau tenang saja!”

“Baiklah. Aku lanjutkan pekerjaanku. Sampai jumpa nona Yoon.”

“Hmm.. annyeong,”

YeonHyo menghela nafas dan kemudian berbicara kepada HyunMi, “Usahakan tidak ada yang tahu kalau sajangnim pingsan karena masalah saham. Bilang saja Appa kelelahan.”

“Baiklah, aku mengerti isanim.”

“Bisakah kau memanggil pengacara Kim untukku, aku ingin berbicara padanya?”

“Ne Isanim. Akan segera kupanggilkan.”

óóó

@ YeonHyo house

YeonHyo POV

Ah, bagaimana ini, pengacara Kim tidak mau bekerja sama denganku. Aku hanya ingin melihat apa isi surat wasiat Appa. Bukannya aku mengharapkan Appa meninggalkanku, aku hanya ingin memastikan bahwa bukan namaku yang tertera dalam surat itu. Aku tidak ingin semua hasil kerja keras Appa jatuh ke tanganku.

Aku ingin merubah itu, tetapi di saat pengacara Kim bertanya alasanku, apakah harus kubilang bahwa aku tidak ingin tertipu Cho KyuHyun dengan memberikan MILIK APPA padanya. Tertipu bukan kata yang tepat sebenarnya, yang benar adalah aku tidak ingin menyerahkan yang bukan milikku kepada orang yang aku cintai. Jika itu dari hasil kerja kerasku sendiri, tentu saja akan kuberikan.

Ting tong ting tong

“YeonHyo, bisakah kau membuka pintu. Aku kedinginan di luar,”

Suara itu, suara KyuHyun. Mengapa ia ke sini? Kondisi benar-benar tidak baik sekarang. Aku tidak ingin bertemu dirinya sekarang.

“Hyo-ah, aku tahu kau di dalam. Tolong bukakan, hatchii

Aku bergegas membuka pintu untuknya, aku tak ingin ia sakit.

“Ada apa kau ke sini?”

Pertanyaanku tidak digubris KyuHyun, ia langsung saja masuk dan duduk di sofa rumahku. “Yak!! Aku bertanya padamu tuan Cho. Mengapa kau ke sini?!”

“Suasana hatiku sedang tidak baik YeonHyo. Bisakah kau kuculik? Temani aku jalan-jalan hari ini,”

“Aku tidak bisa Kyu, appaku sedang sakit. Aku harus menjaganya,”

“Sebentar saja,, tidak akan lama. Bukankah appamu tidak boleh diganggu dahulu?”

Aku tersentak sebentar, bagaimana ia tahu? Bukankah berita yang disampaikan hanya Appaku kelelahan?

“Ah, benar kan? Appamu terlalu keras bekerja, sehingga ia butuh istirahat. Jika kau di sana, bagaimana ia bisa beristirahat dengan nyaman?”

Aku menghela nafas lega mendengar perkataan KyuHyun, jangan sampai ia tahu jika Appa sakit karena tindakanku yang melibatkan dia.

“Baiklah, aku akan menemanimu. Jangan lama-lama!”

“Siap laksanakan, nona Yoon!”

óóó

@ Donghae Beach

KyuHyun POV

Aku berhasil mengajak YeonHyo ke pantai hari ini. Aku tahu ia pasti merasa bersalah karena Appanya sakit sekarang. Aku tahu sebenarnya AKULAH yang membuat Appanya sakit bukan dia. Aku tidak tahu apakah langkah yang kuambil ini benar atau tidak.

Kulihat YeonHyo di sebelahku. Ia diam, menutup matanya.

“Appamu baik-baik saja?”

Ia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. “Kau lapar tidak?”

“Kyu, aku ingin bertanya padamu,”

“Apa”

“Apakah kau masih ingin menjadi CEO yang sukses?”

“Ya, kenapa?”

“Apakah kau akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan impianmu?”

“Ya. Bagaimana denganmu, apakah kau..”

“Termasuk mempermainkan hatiku seperti ini?”

Perkataan YeonHyo membuatku kaget, bagaimana ia tahu?

“Aku tahu. Walaupun aku tahu, entah kenapa aku tidak bisa membencimu.”

“Lalu, apa yang kau ingin lakukan padaku?” tanyaku, penasaran.

“Aku akan menyerahkan seluruh sahamku padamu. Hanya sahamku. Tapi jangan ganggu usaha Appaku. Dia berjuang keras untuk mendapatkan semua ini,”

YeonHyo menatapku dengan tatapan yang membuat hatiku sakit. Tidak KyuHyun, kau tidak boleh lemah. Kau harus tetap menjalankan tugasmu.

“Kapan kau menyerahkan sahammu padaku?”

“Secepatnya. Kau bisa berjanji tidak menganggu Appaku?”

“Tentu saja, selama kau menyerahkan sahammu, aku tidak akan menyentuh Appamu,”

YeonHyo menatapku kembali dan tersenyum. Bagaimana bisa ia tersenyum seperti itu. Bukankah seharusnya dia marah padaku. Mengapa dengan gampangnya ia menyerahkan sahamnya padaku?

óóó

Desember, 2012. @Yoon Corp.

YeonHyo POV

Aku sudah menyerahkan sahamku kepadanya. Saham itu tidak berarti apa-apa bagiku. Tapi saham itu sangat berarti bagi perusahaan Appa. Sebagai penebusan, aku mati-matian, sebulan ini bekerja tanpa mengenal waktu. Mengembalikan saham yang seharusnya menjadi milik Appa.

“Isanim, sajangnim. Sajangnim kritis!”

Mendengar perkataan HyunMi, aku langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Appa. Bagaimana bisa, bukankah kondisi Appa membaik, mengapa tiba-tiba?”

 

@Seoul hospital

“Kami rasa ada yang menyabotase alat pernapasan tuan Yoon, sehingga ia menjadi kritis. Kami mempunyai bukti dari kamera CCTV yang dipasang di kamar tuan Yoon.”

Aku mengecek video yang ditunjukkan oleh petugas rumah sakit dan langsung menyuruh HyunMi mengecek siapa yang berbuat itu pada appaku.

óóó

@Donghae Beach, KyuHyun POV

Tiba-tiba YeonHyo menghubungiku untuk bertemu dengannya. Semenjak pertemuan kami di pantai, kami tidak pernah bertemu lagi. Mengapa ia ingin bertemu denganku.

“Ada apa YeonHyo?”

“Kau, bukankah kau berjanji tidak menganggu appaku?!!”

“Aku tidak melakukan apa-apa, aku tidak mengerti..”

YeonHyo tiba-tiba melempar beberapa kertas kepadaku. Setelah kubaca kertas tersebut, aku terkejut. Aku tidak menyangka bahwa akan seperti ini.

“Kyu, aku mohon. Kau tahu aku menyayangimu. Kau hanya perlu menyakitiku, jangan Appaku. Dia tidak tahu apa-apa,”

YeonHyo menahan tangisannya, mengigit bibirnya dengan keras. Aku melihat setitik darah di sudut bibirnya.

“Kau berdarah, Hyo-ah,”

Kring… kring…

“HyunMi, wae?”

“Aku tidak di rumah. Ada apa?”

“MWO?? Kau bilang apa? Ada apa dengan Appaku?!”

YeonHyo terdiam dan menjatuhkan teleponnya. Ia tiba-tiba menatapku sadis, marah, sakit, tidak percaya.

“KAU!!! MENGAPA KAU BUNUH APPAKU?!!!

YeonHyo memukuli tubuhku tanpa henti. Ia menangis. Aku sakit melihatnya menangis seperti itu. Aku tidak membunuh Appanya. Aku tidak pernah menyuruh siapa-siapa untuk menganggu appanya. Appa! Aku teringat Appaku yang menginginkan perusahaan Yoon. Ini pasti perbuatannya.

Aku berusaha menenangkan YeonHyo dengan memeluknya. Ia terus menolakku dan berlari menuju mobilnya. Tidak! Ia tidak boleh menyetir dengan keadaan seperti ini!

“Hyo-ah, biar kuantar. Kau mau ke mana?”

Ia tidak memperdulikan panggilanku dan segera pergi. Aku menyusulnya. Kecepatan ia terlalu tinggi. Jalan sepi, terlalu sepi menurutku, ini membuatku takut.

Tin Tin..

“YOON YEONHYO PELANKAN KECEPATANMU! KAU BISA MATI!”

YeonHyo semakin cepat mengendari mobilnya. Dan yang kutakutkan terjadi. Tiba-tiba ada truk yang berjalan tanpa arah dari arah berlawanan. Pengemudinya mabuk, sepertinya.

Aku menambah kecepatanku, tetapi..

óóó

Maret 2013, @taman dekat Cho corp.

KyuHyun POV

Sepi, sekarang benar-benar sepi. Bahkan di keramaian seperti ini aku tetap merasa sepi. Aku mendapatkan impianku. Memiliki perusahaan Appa dan menjadi CEO sukses di negara ini. Tapi entah mengapa, hatiku tetap kosong. Aku tidak bisa menikmatinya. Mungkin kalian mengira, aku memiliki Yoon corp. Tidak.. aku mengembalikan saham YeonHyo kepada perusahaannya. Appa tentu saja marah besar. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena aku pemilik perusahaan ini.

Hyo-ah kau sedang apa? Aku merindukanmu.

“Ah, HeeRa hati-hati,” aku mengedarkan pandanganku, mencari pemilik suara tadi.

Bahaya! Salah satu dari mereka sedang memanjat pagar untuk mengambil balon yang tersangkut di pohon. Dia akan jatuh.

Aku berlari menyelamatkannya. “Ahh,,” aku mengusap kepalaku yang terbentur lantai karena menyelamatkan anak itu.

“Kau tidak apa-apa?”

“Terima kasih Ahjussi. Aku tidak apa-apa. Bisakah kau menolongku mengambil itu?” aku mengambil balon yang ditunjuk anak itu dan memberikannya.

“HeeRa-ah.. jangan kabur seperti itu lagi, kau membuatku stres karena mencarimu,”

“Imo, mianhe. Balonku terbang dan aku….”

Aku tidak menyimak jawaban anak itu, aku hanya menyimak suara wanita yang memanggilnya. Suara itu, tidak mungkin. Ia menghilang. Setelah kecelakaan itu ia menghilang. Aku memberanikan diri melihat pemilik suara tersebut.

Dia

“Gamsahamida tuan, sudah menolong keponakanku,” wanita itu tersenyum padaku.

Aku langsung menariknya untuk kupeluk. “Bogoshipo Hyo-ah, Jinjja bogoshipo,”

Wanita itu melepas pelukanku dan langsung menamparku.

“YAK!! Kau benar-benar tidak sopan! Aku tidak mengenalmu!”

“Aku KyuHyun Hyo-ah. Kau tidak ingat padaku?”

“Maaf tuan. Aku benar-benar tidak mengenalmu!”

“Namamu Yoon YeonHyo kan? Kau menyukai coklat dan milkshake stroberi. Kau menyukai pantai dan salju. Kau benci matematika. Kau tidak suka memakai terusan dan heels, tetapi kau menyukai warna pink. Apakah aku salah?”

“Sekali lagi kutegaskan padamu tuan KyuHyun. Aku tidak tahu mengapa kau mengerti kesukaanku, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu. Ayo HeeRa, kita pulang,”

“Tunggu..”

“Apa lagi?”

“HeeRa, apakah imomu sakit?”

“Kata eomma, YeonHyo imo sakit am-am-am,”

“Amnesia HeeRa.”

óóó

 

Jreng jreng.. gomawo geurigo mianhae buat Icha dan para readers. Gomawo udah mau baca karyaku, aspirasinya dan kemudian komennya. Mianhae karena baca karyaku.

Asli karyaku yang pertama aku ikutkan ke lomba..

 

 

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba :D

Terima kasih sebelumnya.

18 thoughts on “HKS 08 – FF Lomba “Hurt” [OneShoot]

  1. seru ceritanyaaaaaaaaaaaaaaaa,wlpun ad typo sedikit..
    huwaaaaaaaaa menurutku ceritanya blm sllse dan btuh sequel hehehehhe
    ad bbrpa yg terlewat,bgmn kea noona yoon,gmn reaksi cho kyuhyun trhdp appanya yg sdh mencelakai appa noona yoon bla bla bla….
    tp daebak author,smga mndptkn ap yg kau cita2kan ne…
    fighting…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s