HKS 03 – FF Lomba “Memories of Autumn” [OneShoot]

Title                                        : Memories of Autumn

Author                                    : Anggi Praditya Arlina

Facebook                                : Anggi Praditya Arlina

Twitter                                       : @anggiKYUline

Main cast                                 :

-Kyuhyun Super Junior   as Cho Kyu Hyun

-Icha Yarica Eryana      as Yoon Yeon Hyo

 

Sub cast                                  :

-Myung Soo (L) Infinite  as Kim Myung Soo

-Yuanithee Raeheechul   as Choi Rae Hee

-Hee Chul Super Junior   as Kim Hee Chul

-Anggi Praditya Arlina    as Park Seung Rin

-Cho Ahra (Kyu Hyun’s sister)

-Cho Kyu Hyun’s Parents

 

Genre                                                 : AU, romance, sad, hurt, angst

Length                                    : Oneshoot

Warning          : perhatikan mana flashback dan masa kini
alur maju mundur(?) bold untuk saat ini,
normal untuk                                                              flashback

 

Recomended song  :

Super Junior                                                 –  Memories

Xiah Junsu ft. Zhang Li Yin            –  Timeless

 

 

  –Memories of Autumn-

 

Perlahan-lahan wanita itu mulai membuka buku kecil yang sedari tadi ada di pangkuannnya. Sangat hati-hati, seolah benda itu akan hancur jika sedikit saja mendapat sentuhan. Ia memperhatikan sebaris kalimat yang tertulis di halaman pertamanya.

 

Aku pernah sekali merasa bahagia

 

Tanpa terasa air matanya mulai terjatuh. Teringat akan masa lalunya.

 

 

 

Seorang gadis terlihat tengah berdiri di bawah pohon maple sambil merentangkan kedua tangannya. Ia seperti tidak peduli dengan dinginnya angin musim gugur yang menusuk tulang. Baginya, musim gugur pertama tahun ini sama sekali tidak boleh terlewat. Itu adalah momen favoritnya.

 

Dari kejauhan,seorang pria terlihat sedang memperhatikan gadis itu dan mulai mengabadikan gambar dirinya. Si pria mengamati hasil ‘karyanya’ dan kemudian tersenyum puas.

 

Merasa ada yang memperhatikan, gadis itu mengamati sekelilingnya tapi ia tidak menemukan apapun.

 

Tiba tiba ponselnya berdering. Dari kakak sepupunya.

 

 

“Ne oppa,”

 

“………..”

 

Arra, aku akan segera pulang,”
 

Wanita itu kemudian mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Ia melihat sepasang kekasih sedang bermain dengan kucing mereka, hal itu mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang telah sangat lama berada di hatinya.

 

 

 

“Hei, kucing siapa ini?”ujar seorang pria.

 

Sementara itu di ujung lain taman tersebut, seorang gadis sedang kebingungan mencari kucing yang memang agak nakal itu.

 

“Aish..dimana sebenarnya kucing nakal itu?”gerutunya.
“Aku bersumpah tidak akan sudi menjaganya lagi lain kali sekalipun Hee Chul oppa memohon-mohon,” umpatnya setengah kesal.

 

Setelah mencari sekitar dua puluh menit, ia akhirnya menemukan makhluk berbulu abu-abu itu tengah bermain dengan seorang pria.

 

“Heebum-ah,” panggilnya.

 

Kucing itu kemudian menghampiri sang gadis yang lantas menggendongnya.

 

“Hei, kenapa kau kabur seperti ini? Aku bisa dibunuh oleh Hee Chul oppa kalau kau sampai hilang,”

 

“Behati-hatilah nona, untung aku yang menemukannya kalau tidak kucing mahalmu itu tidak akan pernah kembali padamu,” ujar pria tadi.

 

Gadis itu menaikkan sebelah alisnya.

 

“Siapa kau?”

 

“Aku? Cho Kyu Hyun. Kau bisa memanggilku Kyu Hyun,”

 

“Bagaimana Heebum bisa bersamamu?”

 

“Hei, kau tidak sedang menuduhku menculiknya kan? Lagipula aku tidak terlalu tertarik dengan hewan peliharaan,”ujarnya.

 

Gadis itu memperhatikan dandanan si pria. Benar, sama sekali bukan tipe seorang penculik hewan peliharaan. Hanya satu kata yang bisa dideskripsikan gadis itu. Tampan.

 

“Kenapa melihatku seperti itu? Terpesona dengan ketampananku?”

 

“Cih, apa yang kau pikir menarik darimu Cho Kyu Hyun-ssi?”

 

“Hahaha… Jangan mengelak, wajahmu itu tidak bisa berbohong,”

 

“Aish.. Kau ini menyebalkan sekali. Sudahlah aku harus pergi. Tidak ada gunanya berdebat dengan namja menyebalkan sepertimu,” ujar gadis itu sambil berlalu pergi.

 

“Hei, siapa namamu?”

 

Gadis itu berbalik kemudian berteriak
“Yoon Yeon Hyo, itu namaku,”

 

Yeon Hyo tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Kyu Hyun. Ia pun tak habis pikir kenapa semudah itu meneriakkan namanya pada orang asing.

 

Kemudian ia memandangi pohon di belakangnya.

         Pohon milik Kyu Hyun dan Yeon Hyo

 

 

Kata-kata seperti itulah yang tertulis di sana. Menggelikan memang. Orang yang melihatnya mungkin akan berpikir kalau itu adalah pekerjaan sepasang remaja yang sedang terjebak cinta monyet, tanpa tahu jika pria yang mengukirnya saat itu telah berusia 22 tahun.

 

“Apa yang sedang kau lakukan di sana Kyu Hyun-ah?”

 

Kyu Hyun yang terkejut pun mencoba menutupi ukiran yang tengah ia buat.

 

Ani, bukan apa-apa,”

 

“Minggir,” ujar Yeon Hyo sambil mendorong Kyu Hyun menjauh.

 

Seketika tawa gadis itu pecah.

 

“Hahaha…Kau itu kekanak-kanakan sekali,”

 

Kyu Hyun yang telah tertangkap basah pun mencoba memberi argumen.

 

“Hei, aku hanya ingin memberikanmu hadiah yang tidak mungkin akan kau terima dari orang lain,”

 

“Apa? Jadi kau berniat menjadikan pohon ini sebagai hadiah untukku?”

 

Ne, bukankah ini bagus? Pohon ini milik kita sekarang,”

 

“Milik kita?”

 

Ne, mulai sekarang kau dan pohon ini adalah milikku,”

 

Yeon Hyo yang terkejut pun berusaha menutupi perubahan ekspresinya.

 

“Yak! Kau itu seenaknya sekali? Kau pikir aku sudi?”

 

Kyu Hyun kemudian berbalik dan berjalan menjauh.

 

“Yak! Mau kemana kau?”teriak Yeon Hyo.

 

Kyuhyun tidak menghiraukan teriakan gadis itu. Gadis yang selama beberapa bulan ini berhasil menguasai pikirannya. Ia terus berjalan meninggalkan area taman.

 

Yeon Hyo masih berdiri mematung di dekat pohon maple yang “dihadiahkan” Kyu Hyun untuknya.
Beberapa pertanyaan berputar di otaknya.

 

“Kenapa pria menyebalkan itu pergi begitu saja? Apa ia marah padaku? Aku hanya meneriakinya sekali, kenapa ia marah? Bukankah biasanya ia akan balas meneriakiku? Apa kata-kataku tadi menyinggungnya?”

 

Untuk pertama kalinya, Yeon Hyo merasa jika ia adalah orang paling bodoh sedunia. Ia menatap ukiran yang dibuat Kyu Hyun untuknya. Harus ia akui bahwa memang benar pria bodoh dan aneh itu telah menguasai pikirannya akhir-akhir ini. Ia memiliki perasaan yang entah-apa-namanya untuk pria itu. Mungkin itu yang disebut cinta? Entahlah. Ia bahkan belum pernah merasakan hal yang seperti itu sebelumnya.
“Yeon Hyo-ya,”

 

Yeon Hyo menoleh dan mendapati Kyu Hyun tengah berlari ke arahnya.

 

“Bodoh! Kenapa kau pergi begitu saja? Kupikir kau marah padaku,”

 

“Kau yang bodoh! Aku tidak mungkin marah hanya karena teriakan bodohmu itu,” ujar Kyu Hyun sambil menjitak kepala gadis itu.

 

“Yak! Sakit bodoh!” teriak Yeon Hyo tepat di telinga Kyu Hyun. Ia hendak membalas jitakan pria itu, tapi tangannya dihalau dan jitakannya mendarat di kotak yang tengah di bawa oleh Kyu Hyun.

 

“Apa itu?” tanya Yeon Hyo sambil menunjuk ke arah kotak di tangan Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk daun maple.

 

“Untukmu” ujarnya cuek.

 

“Whoa, ini cantik. Dimana kau membelinya?”

 

“Apa itu penting? Kau tinggal memakainya saja,”

 

Yeon Hyo mencibirnya tapi sedetik kemudian perhatiannya teralih pada kalung cantik yang ada di tangannya.

 

“Bisa kau bantu aku memakainya? Aku tidak bisa melakukannya sendiri,”

 

“Dasar merepotkan. Kau memang tidak bisa melakukan apa-apa. Bodoh!” Kyu Hyun mengucapkan kata-kata yang sama sekali bertolak belakang dengan yang ia lakukan saat ini. Karena pada kenyataannya ia tengah membantu Yeon Hyo memakai kalungnya itu.

 

“Ingat Yeon Hyo-ya, kalung ini sudah mengikatmu. Jadi selamanya kau tidak boleh melepasnya,” wajah Kyu Hyun bersemu merah saat mengatakan hal itu. Ia sendiri tak habis pikir kenapa bisa mengucapkan kata-kata yang pada kondisi normal akan ia anggap menggelikan itu. Benar. Saat ini, ia sedang dalam kondisi yang tidak normal. Kondisi yang selalu ia alami saat bersama dengan gadis itu.

 

“Cih, siapa kau yang seenaknya mengaturku? Lagipula aku juga tidak berniat melepasnya,”

 

 

Yeon Hyo menggenggam liontin kalungnya dan kembali merasakan kepedihan yang menjalar ke hatinya.

 

Kenangannya bukan hanya tentang liontin dan Kyu Hyun-nya tapi juga tentang hari pertama musim gugurnya.

 

 

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

“Hmm,”

 

“Kenapa kau menyukai musim gugur?”

 

Molla,”

 

“Hei kau itu benar-benar bodoh eoh?”

 

“Yak! Apa butuh alasan aku menyukai sesuatu? Lalu kenapa kau menyukai game?”

 

Molla, aku menyukainya begitu saja,”

 

“Berarti kau sama bodohnya denganku, kau juga tidak memiliki alasan menyukai game,”

 

“Sudahlah. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu sekarang.”

 

Tidak biasanya memang. Tapi itulah yang dirasakan oleh Kyu Hyun saat ini. Kebersamaanya dengan Yeon Hyo merusak akal sehatnya.
“Hei apa kau mau berjanji satu hal padaku?” ujar Kyu Hyun kemudian.

 

“Janji apa?”

 

“Berjanjilah kalau kau akan terus melewatkan hari pertama musim gugur bersamaku setiap tahun,”

 

“Baiklah,”

 

“Kau tidak membantahku?”

 

“Aku sedang malas berdebat denganmu,”

 

 

“Kyu Hyun-ah, tidak butuh alasan bagiku untuk menyukai musim gugur. Begitu pula menyukaimu. Ah, bukan. Mencintaimu, aku juga tidak butuh alasan,” gumam Yeon Hyo.

 

“Tetapi, kau tidak pernah menepati janjimu untuk menemaniku disini setiap tahun,”

 

 

“Yeon Hyo-ya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan,”

 

“Apa?”

 

“Aku ingin segera mengakhiri semuanya,”

 

Yeon Hyo tersentak.

 

“Mengakhiri? Ap..Apa?”tanyanya tergagap. Jangan bilang…..

 

“Mengakhiri semua game di PSP ini,”jawab Kyu Hyun polos.

 

“Yak! Kau membuatku takut setengah mati Cho Kyu Hyun,”

 

“Memang apa yang kau pikir ingin aku akhiri?”

 

Yeon Hyo mendengus kesal. Tapi sejujurnya ada sedikit kelegaan. Setidaknya itu tidak seperti yang ia khawatirkan.

 

“Yak! Jangan bilang kau berpikir yang tidak-tidak,”

 

Yeon Hyo masih tidak menyahut. Ia kesal setengah mati dengan pria di hadapannya ini.

 

“Kau takut kehilangan aku, eoh?”goda Kyu Hyun.

 

“Bukan! Tidak seperti itu, aku hanya… hanya…,”

 

Bagus. Ia kehilangan kata-kata. Sejak kapan Yoon Yeon Hyo menjadi seperti ini? Sejak kapan ia tidak mampu lagi mendebat Kyu Hyun?

 

“Hanya sangat mencintaiku?”sambar Kyu Hyun yang sontak membuat rona wajah Yeon Hyo memerah. Gadis itu sepenuhnya tak bekutik.

 

Ia hendak membalas. Tapi tidak cukup cepat dibanding Kyu Hyun. Pria itu malah melontarkan kata-kata yang lagi-lagi membuat Yeon Hyo malu setengah mati.

 

“Itu tidak akan terjadi Yeon Hyo-ya. Kita tidak akan pernah berakhir,”

 

 

“Kyu Hyun-ah, jangan pernah berjanji jika kau tidak pernah bisa menepatinya,”gumam Yeon Hyo.

 

“Kau tahu? Hati manusia mudah sekali berubah,”

 

 

 

Yeon Hyo-ya, aku tunggu kau di tempat biasa pukul 4

 

 

Pesan teks dari Kyu Hyun itu diterima Yeon Hyo setengah jam yang lalu. Sekarang sudah lewat 15 menit dari jam yang ditetapkan Kyu Hyun.Walaupun ia punya kebiasaan selalu terlambat, tapi untuk Kyu Hyun ia akan sangat berusaha tepat waktu. Ia juga tidak mengerti kenapa seperti itu. Saat ini, ia bahkan sudah memikirkan omelan yang akan diterimanya dari pria itu nanti.

 

Ia memarkirkan mobilnya kemudian berlari ke arah pohon maple “milik” mereka.

 

“Jangan mengomel kepadaku. Aku sudah berusaha secepat mungkin mencapai tempat ini. Tadi ada banyak pelanggan di toko. Aku tidak bisa meninggalkan Hee Chul oppa sendirian. Bahkan ia meminta Rae Hee membantu kami hari ini,”

 

Kyu Hyun tidak bereaksi. Tidak seperti biasa.

 

“Eh, tidak biasanya kau seperti ini Kyu Hyun-ah, biasanya kau akan mengomeliku habis-habisan?”ujar Yeon Hyo merasa aneh.

 

Kyu Hyun tersenyum tipis.

 

“Mulai hari ini dan seterusnya tidak akan ada yang mengomel padamu lagi Yeon Hyo-ya,”

 

“Maksudmu?”

 

“Kita berpisah. Aku sudah lelah dengan pertengkaran-pertengkaran kita selama ini,”ujar Kyu Hyun dingin.

 

Yeon Hyo mencoba tidak mempercayai apa yang didengarnya saat ini.

 

“Itu sama sekali tidak lucu Kyu Hyun-ah,”

 

“Aku tidak sedang bercanda. Kita berakhir saja sampai di sini. Lagipula aku akan segera pindah ke Amerika,”

 

“Jadi itu alasanmu ingin berpisah? Karena kau akan pindah ke Amerika? Tidak masuk akal!”

 

“Tidak, sudah ku bilang aku bosan dan lelah denganmu,”

 

“Kau berbohong,”

 

“Terserah kau saja. Aku pergi,”

 

Air mata Yeon Hyo mulai mengalir. Untuk pertama kalinya air matanya mengalir untuk pria itu.

 

“Baiklah! Aku juga tidak membutuhkanmu! Aku baik-baik saja tanpa kau Cho Kyu Hyun bodoh!!” teriak Yeon Hyo.

 

 

 

“Waktu itu, selama dua tahun aku sama sekali tidak bisa menghilangkan bayang-bayangmu.”

 

“Sampai kemudian pria itu masuk ke dalam kehidupanku. Pria yang sangat baik. Bahkan mungkin terlalu baik untukku.”

 

 

 

“Kau masih memakai kalung itu?” tanya Rae Hee.

 

Yeon Hyo mengalihkan pandangannya ke arah kalung berliontin daun maple yang masih ia pakai itu.

 

“Kyu Hyun juga punya satu yang seperti ini,”

 

“Yeon Hyo-ya, dia mencampakkanmu. Dia sudah meninggalkanmu. Kenapa kau masih saja mengingatnya?”

 

Yeon Hyo hanya tersenyum kecut.

 

“Aku akan ke berangkat ke London akhir bulan ini,”ujarnya kemudian.

 

“Baguslah kalau itu keputusanmu. Paling tidak kau bisa berusaha pelan-pelan melupakannya,”

 

Yeon Hyo tersenyum tipis, kemudian ia mengingat sesuatu.

 

“Besok, sepertinya musim gugur akan tiba,”

 

 

****

 

Yeon Hyo melangkahkan kakinya menuju tempat favoritnya.

 

Langkahnya terhenti saat mendapati sesosok pria bertopi tengah memandangi pohon “milik” mereka.

 

Yeon Hyo memberanikan diri untuk menyapanya.

 

“Bagaimana kabarmu Kyu Hyun-ah?”

 

Pria itu menoleh dan tersenyum samar.

 

“Aku baik. Kau?”

 

Belum sempat Yeon Hyo menjawab, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang memanggil Kyu Hyun.

 

“Kyu Hyun oppa,”

 

Yeon Hyo mengamati gadis yang berdiri di dekat mobil Kyu Hyun.

 

“Sepertinya tidak sebaik dirimu, bahkan sudah ada yang memanggilmu oppa sekarang,”

 

Kyuhyun tersenyum miris.

 

“Aku pergi dulu Yeon Hyo-ya, aku berdoa untuk kebahagiaanmu,”

 

 

 

***

 

 

“Rae Hee-ya, aku bertemu dengannya tadi,” ujar Yeon Hyo.

 

Rae Hee sudah mengetahui siapa yang disebut Yeon Hyo dengan sebutan “nya” itu.

 

“Dia datang ke sana bersama seorang gadis,”

 

Kali ini Rae Hee sedikit terkejut. Ada sedikit rasa kesal di hatinya. Mudah sekali pria itu bersama seorang gadis. Sementara sahabatnya, sepupu dari kekasihnya, masih tidak bisa melupakan pria itu sampai sekarang.

 

“Aku benar-benar akan melupakannya. Lebih baik aku mempercepat keberangkatanku,” ujar Yeon Hyo kemudian.

 

Rae Hee tersenyum senang dan memeluk sahabatnya itu. Ia lega mendengar perkataan Yeon Hyo tadi. Paling tidak untuk saat ini gadis itu memiliki niat. Niat untuk memulai hidupnya lagi tanpa Cho Kyu Hyun.

 

 

***

 

 

Yeon Hyo memulai kehidupannya di London. Ia menyibukan diri dengan pekerjaannya. Terlalu sibuk malah. Ia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Sesuatu yang telah lama ia impikan. Di tempatnya bekerja, ia berkenalan dengan seseorang bernama Kim Myung Soo. Seorang pria yang hangat dan menyenangkan.

 

 

***

 

 

Yeon Hyo dan Myung Soo tengah menghabiskan waktu bersama di taman kota sore itu. Kemudian ia mendengar sebuah suara yang tidak asing baginya. Suara yang masih sangat ia rindukan.

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

Yeon Hyo menoleh dan betapa terkejutnya ia saat benar-banar mendapati Kyu Hyun juga tengah berada di tempat itu.

 

“Kyu Hyun-ah,”

 

“Sedang apa kau di London?”tanya Yeon Hyo kemudian.

 

Belum sempat Kyu Hyun menjawab seorang gadis muncul dan menarik lengan Kyu Hyun. Gadis yang sama ketika mereka di Korea dulu.

 

Kajja oppa, urusanku sudah selesai,”

 

“Ah ne, kita pulang,”

 

“Aku pulang dulu Yeon Hyo-ya. Sampai jumpa,”

 

 

 

Yeon Hyo membuka lembar ke dua buku di pangkuannya.

 

        “Aku bahagia melihatmu bahagia”

 

Tanpa dikomando, air matanya mulai meluncur bebas menghiasi wajah cantiknya.

 

 

 

Yeon Hyo sedang berada di toko bunga milik temannya, Anna. Saat hari libur seperti ini ia memang sering berkunjung kesana dan membantu Anna.

 

Annyeong Yeon Hyo-ya,”sapa sebuah suara. Itu Myung Soo.

 

Dari hari ke hari,Yeon Hyo memang semakin dekat dengan pria itu. Ia pria yang sangat baik. Tapi sayangnya belum mampu mengalihkan hati Yeon Hyo untuk memandangnya sepenuhnya. Hatinya masih sepenuhnya dikuasai Kyu Hyun.

 

Annyeong, cepat sekali kau sampai? Bukankah kau baru menelponku 10 menit yang lalu?”

 

“Tentu saja aku cepat. Apa kau lupa kalau aku punya kekuatan teleportasi? Hahahaha…”

 

Myung Soo, pria itu memang sangat pandai membuat suasana menjadi hangat.

“Yeon Hyo-ya, kau mau di foto? Aku ingin mencoba kamera ini,”ujar Myung Soo. Pria itu memang sangat menyukai fotografi.

 

Ani, aku sedang tidak ingin. Lagipula kau selalu menjadikanku sebagai objek fotomu tanpa dibayar,”cibir Yeon Hyo dengan sedikit penekanan pada dua kata terakhir.

 

Sebenarnya tidak ada masalah dengan hal itu, Yeon Hyo hanya ingin terlihat ‘senormal’ biasanya. Karena sejujurnya ia sedang sangat bermasalah dengan pikiran dan hatinya saat ini. Tapi, sepertinya hal itu percuma saja. Pria yang sedang bersamanya saat ini, terlalu mudah membaca pikirannya.

 

“Seperti apa dia?” tanya Myung soo.

 

Ne?” Ia berpura-pura bodoh.

 

“Cinta pertamamu itu?”

Yeon Hyo tertegun sejenak. Ragu. Apakah ia memang harus menceritakannya pada Myung Soo?
Ia menarik nafas panjang kemudian mulai menuturkan ceritanya.

“Cho Kyu Hyun, ia seperti hari pertama musim gugur untukku.Walaupun dingin tapi begitu menyejukkan, menenangkan. Aku bahkan tidak pernah benar-benar bisa membencinya. Seburuk apapun ia memperlakukanku.”

 

“Kalau begitu, aku akan jadi hari pertama musim semimu. Aku yang akan mencerahkan hari-harimu selanjutnya. Sebisa mungkin aku tidak akan menyakitimu,” ujar Myung Soo.

 

Yeon Hyo terkesiap. Ia tahu Myung Soo menyukainya. Tapi ia tidak menyangka akan secepat ini.

 

“Yeon Hyo-ya, aku berjanji akan membahagiakanmu. Aku tidak akan pernah membiarkan air matamu terjatuh lagi,”

 

Yeon Hyo tersenyum. Mungkin ini saatnya. Ia memulai melupakan Kyu Hyun. Memulai lagi segalanya bersama pria di hadapannya itu.

 

 

“Kau tahu? Kau memang sangat bodoh!! Bagaimana kau bisa melakukan hal itu kepadaku? Rasa sakitnya bahkan ribuan kali lipat dibandingkan saat kau meninggalkanku,”

 

 

 

`1st day of autumn

 

Ini pertama kalinya Yeon Hyo menikmati hari pertama musim gugur tanpa “pohon maplenya”. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan di taman kota tempat ia bertemu Kyu Hyun waktu itu.

 

Annyeonghaseyo Yeon Hyo-ssi,”

 

Yeon Hyo melihat gadis yang menyapanya.

 

“Bukankah kau yang bersama Kyu Hyun kemarin?”

 

Gadis itu tersenyum.

 

Ne, ternyata kau mengingatku,”

 

Yeon Hyo hanya tersenyum.

 

“Kau belum mengenalku. Namaku Park Seung Rin. Aku sepupu Kyu Hyun oppa,”

 

“Sepupu?”

 

“Benar, kau pasti terkejut mendengarnya. Selama ini, aku tinggal di Amerika dan hanya beberapa kali ke Korea. Waktu itu, terakhir kali aku ke Korea.”

 

“Tapi, ku kira kau…”

 

“Pacar baru Kyu Hyun oppa,”

 

Yeon hyo mengangguk.

 

“Memang hal itu yang diinginkan Kyu Hyun oppa. Kau menganggap aku sebagai kekasih barunya.”

 

Seung Rin mulai bercerita.

 

“Kyuhyun oppa sakit. Tiga tahun yang lalu, dokter memvonisnya mengidap kanker. Setelah konsultasi ke banyak dokter, ia tidak menemukan solusi. Keadaanya sudah terlalu parah. Akhirnya dia memilih mengakhiri hubungannya denganmu. Dia tidak ingin kau merasa sedih saat waktunya tiba,”

 

Seung Rin mengambil jeda sebentar. Hanya ingin melihat reaksi Yeon Hyo. Gadis itu terlihat sangat terkejut. Dan entah apa lagi yang di rasakannya. Seung Rin kemudian memberanikan diri untuk melanjutkan ceritanya.

 

“Dia sempat tinggal bersama keluargaku selama dua tahun di Amerika. Di sana kami juga mencari dokter terbaik dengan harapan bisa membantunya. Tapi satu tahun yang lalu sepertinya dia menyerah dan memilih tinggal di tempat ini. Di sini ada dokter teman Ahra eonni yang berkata akan mengusahakan yang terbaik untuk kesehatan Kyu Hyun oppa.”

 

Air mata Yeon Hyo sudah mengalir deras.

 

“Kyu Hyun oppa memintaku merahasiakan hal ini. Dia berharap kau tidak akan pernah mengetahuinya. Tapi aku tidak tega padanya. Dia membutuhkanmu Yeon Hyo-ssi,”

 

Lutut Yeon Hyo lemas. Rasanya ia sudah tidak sanggup lagi berdiri.

 

“Ku harap kau mengerti keadaannya. Dia sangat mencintaimu,”

 

Yeon Hyo hanya bisa menangis sesenggukan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Seung Rin memeluknya. Berusaha menenangkan gadis yang amat dicintai oleh kakak sepupunya itu.

 

“Aku harap kau mau menemani Kyu Hyun oppa melewati saat-saat tersulitnya,”

 

Yeon Hyo hanya mengangguk-angguk mengiyakan permintaan gadis yang sempat dicemburuinya itu.

 

 

***

 

 

Yeon Hyo memutuskan untuk menemui Myung Soo dan memberitahukan keputusannya. Ia tahu hal itu akan sangat menyakitkan untuk pria itu karena ia pun pernah merasakannya dulu.

 

“Kau kenapa Yeon hyo-ya?”

 

Myung Soo heran dengan raut wajah Yeon Hyo yang seolah-olah sedang memikul beban yang sangat berat.

 

“Dia sakit. Selama ini dia menyembunyikannya dariku.”

 

Myung Soo langsung mengetahui siapa yang dimaksud oleh Yeon Hyo.

 

“Lalu apa rencanamu?”

 

“Dia membutuhkanku. Aku harus bersamanya,”

 

“Jadi kau akan meninggalkanku?”

 

Yeon Hyo tidak mampu menatap Myung Soo. Bagaimana bisa ia tega melakukan hal ini pada pria sebaik Myung Soo? Yeon Hyo merasa sangat bersalah padanya.

 

“Pergilah. Aku tahu, kau sama sekali tidak bisa melupakannya. Kau masih sangat mencintainya. Aku juga tidak ingin menghalangi kebahagiaanmu,”

 

 

 

 

“Aku meninggalkannya. Pria baik itu. Dan memilih kembali pada pria egois sepertimu,”

 

“Tapi aku tidak pernah menyesal. Sedikit pun,”

 

 Yeon Hyo kembali membuka lembar ketiga bukunya itu.

 

 

       Sekarang, aku merasa sangat bahagia


Yeon Hyo mendatangi ruangan tempat Kyu Hyun di rawat beberapa bulan terakhir.
Ia melihat pria itu tengah berbaring menghadap ke arah jendela besar di seberang ruangan.

 

Noona, sudah kubilang aku tidak ingin diganggu,” ujar Kyu Hyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari jendela besar. Entah apa yang sedang ia lihat di sana.

 

Yeon Hyo mencoba menahan air matanya.

 

“Sejak kapan kau memanggilku noona?”

 

Kyu Hyun tersentak. Suara itu, bukan suara Ahra noonanya. Ia mengingat betul pemilik suara itu. Seseorang yang teramat ia rindukan. Kyu Hyun berbalik.

 

“Mau apa kau?” tanyanya setelah melihat ke arah Yeon Hyo. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana ia harus bersikap saat ini.

 

“Bodoh! Tentu saja ingin melihat keadaanmu,”

 

Yeon Hyo mendekat. Berusaha terlihat senormal mungkin.

 

“Aku tidak butuh kau jenguk!”

 

“Cih, kau bahkan masih memakai kalung itu Tuan Cho,”

 

Yeon Hyo kemudian duduk di tepi ranjang Kyu Hyun dan meraih tangannya.

 

Mianhae, aku memang bodoh Kyu Hyun-ah. Harusnya aku tahu ada yang aneh denganmu sejak dulu,”

 

Kyu Hyun masih ingin bertahan dengan sikap keras kepalanya. Tapi ternyata ada hal lain yang lebih mendominasi otak dan hatinya. Bahwa ia merindukan gadis itu. Sangat.

 

Ne, kau memang sangat bodoh Yoon Yeon Hyo,”ujar Kyu Hyun sambil menarik Yeon Hyo ke dalam pelukannya.

 

Mereka tidak mampu lagi menahan air mata. Air mata yang sekaligus menumpahkan segala emosi yang selama ini mereka pendam.

 

“Mulai sekarang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi Tuan Cho,”

 

 

***

 

 

“Aku kembali padanya Rae Hee-ya,” ujar Yeon Hyo melalui telepon.

 

Rae Hee tersentak. Bagaimana bisa?

 

“Pada Kyu Hyun maksudmu?”

 

Ne,”

 

“Kenapa?”

 

“Dia sakit. Aku harus mendampinginya,”

 

Yeon Hyo kemudian menceritakan segala yang ia tahu pada sahabatnya itu.

 

“Yeon Hyo-ya, kalau kau melakukannya hanya karena rasa simpati, hal itu tidak akan bagus untuk kalian berdua,”

 

Ani, aku mencintainya. Dan kau tahu persis hal itu. Bahkan sampai saat ini, perasaanku padanya tidak pernah benar-benar hilang. Masih sama seperti dulu,”

 

“Baguslah. Dampingi dia Yeon Hyo-ya. Dia memang membutuhkanmu,”
 

 

Yeon Hyo memutuskan untuk fokus sepenuhnya merawat Kyu Hyun. Setiap hari ia datang ke rumah sakit dan mengurus segala kebutuhan Kyu Hyun, mendampinginya. Bahkan ia memutuskan untuk resign dari perusahaan tempatnya bekerja.

 

Tidak satu haripun terlewat untuk menemani Kyu Hyun. Seakan-akan ia ingin menebus saat-saat dimana mereka tidak bersama. Ia sungguh-sungguh. Tidak terpikir lagi tentang keinginannya merintis karir di negara impiannya itu. Hanya Kyu Hyun saat ini yang mendominasi otaknya, hatinya, hidupnya.

 

 

***

 

 

Siang itu seperti biasa, Yeon Hyo sedang menyuapi Kyu Hyun dengan bubur.

 

“Aku tidak mau makan lagi Yeon Hyo-ya,”

 

“Yak! Kau harus makan,”

 

Shireo, rasanya tidak enak. Aku ingin makan ramen,”

 

“Yak! Cho Kyuhyun bodoh! Mana mungkin dokter mengijinkanmu makan ramen!”

 

“Aku tidak butuh ijin dokter. Aku ingin makan ramen,”

 

“Yak! Kenapa kau manja sekali?”
Yeon Hyo mendengus kesal dan meletakkan bubur itu di atas meja. Ia hanya pura-pura. KyuHyun pun tahu hal itu.

 

“Baiklah, aku mau makan bubur itu dengan satu syarat,”ujar Kyu Hyun disertai senyum jahilnya.

 

Yeon Hyo merasa ada yang tidak beres, dan benar saja.

 

Kyu Hyun tidak berkata apapun. Ia hanya menunjuk bibirnya.

 

“Yak! Dasar namja mesum!”

 

Kyu Hyun tidak peduli dengan teriakan Yeon Hyo karena sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di atas bibir milik Yeon Hyo. Untuk sesaat gadis itu merasa seperti tersengat listrik voltase rendah. Ia membeku.

 

Tapi tak lama kemudian pintu ruang rawat itu terbuka.

 

“Yak! Ini rumah sakit. Bukan tempat kalian bermesraan!”

 

Itu suara yang sangat mereka kenal.

 

Benar saja, Cho Ahra dan Park Seung Rin sudah berdiri di depan pintu lengkap dengan ekspresi gembira mereka karena telah menangkap basah adegan yang sebenarnya tidak harus mereka lihat.

 

“Yak! Kalian tidak sopan! Seenaknya saja masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu!”sambar Kyu Hyun.

 

“Hei! Tarik kembali ucapanmu adikku sayang atau aku akan membawa pulang lagi kaset game terbaru ini,”

 

Kyu Hyun sontak membelalakan matanya saat tahu bungkusan yang dibawa Ahra adalah kaset game keluaran terbaru.

 

“Ah…Ahra noona. Kau memang noona terbaik di seluruh dunia,”

 

“Cih, bagaimana bisa kau merubah kelakuanmu secepat itu,”

 

Kemudian dalam sekejap ruangan itu pun ramai dengan teriakan-teriakan seperti

 

“Mati kau.. Mati kau..,”

 

“Ya diam di sana.! Aku akan membunuhmu,”

 

Tanpa mereka sadari ada dua orang yang tengah mengamati mereka dari luar.

 

Yeobo, Kyu Hyun kita terlihat sangat bahagia,”

 

Ne, dia terlihat sangat menikmati saat-saat bersama Yeon Hyo,”

 

 

  “Saat itu kau mengatakannya. Hal yang sebenarnya tidak ingin kudengar. Apa kau tidak pernah mendengar jika perkataan kita ibarat sebuah doa?”

 

 

 

 

Seorang dokter tengah berbicara dengan sepasang suami istri di ruangannya.

 

“Sepertinya kanker dalam tubuhnya itu telah semakin ganas dan menyebar ke organ lain,” ujar dokter tersebut.

 

Nyonya Cho hanya bisa menangis tertahan. Ia sebenarnya tahu hal itu akan terjadi tapi ia tidak tahu jika akan semenyakitkan ini saat menerima kabar itu.

 

“Sebaiknya mulai sekarang biarkan ia melakukan hal yang bisa membahagiakannya,”

 

 

 

Keluarga itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke Korea. Tempat yang dulu menyimpan kenangan masa lalu untuk anak laki-laki mereka. Tempat yang sejak dulu berusaha dihindari oleh Cho Kyu Hyun. Bukan apa-apa. Ia hanya tidak ingin kehilangan kendali atas perasaanya. Perasaan yang telah merasuki hatinya begitu dalam.

 

Tetapi segalanya telah berubah sekarang. Tidak hanya ada kenangan disana. Tetapi hal yang pria itu yakin akan menjadi sangat indah. Sekalipun hanya sebentar.

 

 

 

*****

 

 

 

“Yeon Hyo-ya, aku tidak mau ke taman biasa,”

 

Waeyo?”

 

“Taman itu tidak akan bagus jika kita ke sana sekarang. Ini bukan musim gugur,”

 

Yeon Hyo tersenyum.

 

“Baiklah, kita akan ke tempat lain kali ini,”

 

Yeon Hyo membawa Kyu Hyun ke sebuah padang yang di tumbuhi banyak bunga.

 

“Tempat apa ini?” tanya Kyu Hyun.

 

“Hanya tempat favoritku yang lain. Tempat ini sangat bagus saat musim semi seperti ini,”

 

“Ish…. Sepertinya kau punya banyak tempat favorit. Apa kau juga punya pria favorit selain aku?”

 

Yeon Hyo melirik sekilas ke arah Kyu Hyun.

 

“Tentu saja ada. Dia pria yang tampan, hangat, dan baik. Bahkan dia mengorbankan perasaannya sendiri agar aku bisa kembali padamu.”

 

Kyu Hyun melotot kemudian ia melompat ke depan Yeon Hyo.

 

“Apa pria yang bersamamu waktu itu?”

 

Yeon Hyo tertawa.

 

Ne, namanya Kim Myung Soo.”

 

Kyu Hyun sepertinya kesal dengan pengakuan Yeon Hyo.

 

“Dia menjadi favoritku karena membiarkanku kembali kepadamu. Lagi pula walaupun dia pria favoritku tapi aku tidak mencintainya,”

 

Dalam sekejap, ekspresi Kyu Hyun pun berubah.

 

“Aku tahu Yeon Hyo-ya, kau tidak mungkin bisa mencintai pria selain aku,”cibir Kyu Hyun.

 

“Cih, kau pikir kau tidak?”

 

Kemudian tawa mereka meledak. Tawa yang begitu sering menghiasi hari-hari mereka akhir-akhir ini.

 

Kyu Hyun dan Yeon Hyo masih menghabiskan waktu di tempat itu. Saat ini Yeon Hyo tengah duduk di padang rumput dan Kyu Hyun tidur di pangkuannya.

 

“Kyu Hyun-ah,”

 

Wae?”

 

“Apa aku boleh bertanya?”

 

“Apa?”

 

“Kenapa kau memilih meninggalkanku dulu?”

 

Kyu Hyun menarik napas panjang kemudian berkata

 

“Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan denganmu. Aku begitu mencintaimu. Dan kupikir aku tidak perlu berbagi penderitaan denganmu. Aku tidak ingin melihatmu menangis,”

 

“Yak! Kau pikir apa yang kau lakukan? Apa kau tidak pernah berpikir jika perbuatanmu yang seperti itu malah akan membuatku terlihat sangat bodoh? Juga jahat,”

 

Kyu Hyun tidak terpancing untuk meneriaki Yeon Hyo kali ini. Ia hanya ingin menikmati saat-saat ini tanpa teriakan. Tanpa perdebatan bodoh mereka. Hanya kali ini saja.

 

“Sudahlah. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu,”

 

Yeon Hyo merasa ada yang aneh dengan Kyu Hyun saat itu. Ia bahkan tidak berani untuk berpikir apa yang sedang Kyu Hyun rasakan saat itu, apa yang sedang dipikirkan pria itu.

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

“Hmm…”

 

“Apa kau tahu apa yang ada di pikiranku saat ini?”

 

“Apa?”

 

“Aku pikir, tidak akan apa-apa kalau aku mati sekarang,”

 

Yeon Hyo memalingkan wajahnya ke arah lain. Itulah kenapa ia tidak berani menebak tadi. Akan terlalu menyakitkan. Air matanya bahkan hampir tumpah, ia tidak ingin Kyu Hyun melihatnya.

 

 

 

 

“Aku tahu hari itu akan datang Kyu Hyun-ah. Tapi aku tidak pernah mengira jika akan secepat itu. Dan apa benar rasanya pun sesakit ini? Aku tidak berlebihan bukan?”

 

 

 

 

“Yeon Hyo-ya, kapan musim gugur tiba?”

 

Waeyo?”

 

Ani, hanya ingin tahu saja,”

 

“Sepertinya, minggu depan,”

 

“Itu masih sangat lama,”

 

Kemudian Kyu Hyun terdiam. Seperti memikirkan sesuatu.

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

“Hmm….”

 

“Aku ingin menikah denganmu akhir minggu ini,”

 

Yeon Hyo yang saat itu tengah memotong buah untuk Kyu Hyun sedikit terkejut. Menikah? Benarkah apa yang ia dengar tadi?

 

“Apa kau yakin? Kau baru saja mengajakku menikah?”

 

Ne, aku ingin kita menikah akhir musim semi ini. Jadi, saat musim gugur kita sudah menjadi suami istri,”ujar Kyu Hyun.

 

“Baiklah.”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

“Yeon Hyo-ya, kau terlihat…eeerrr…cantik,”

 

Begitulah komentar Kyu Hyun saat melihat Yeon Hyo dengan gaun pengantinnya.

 

Yeon Hyo tersipu, selama ini Kyu Hyun tidak pernah memujinya seperti itu.

 

Acara pernikahan dimulai. Mereka menikah di sebuah kapel kecil di dekat rumah sakit. Hanya keluarga dan beberapa sahabat keduanya yang hadir. Tapi hal itu sama sekali tidak mempengaruhi kesakralan acaranya. Bahkan boleh dibilang pernikahan sederhana mereka benar-benar memiliki banyak warna. Bahagia. Tentu saja. Terharu, kelegaan. Tapi mengingat keadaan Kyu Hyun, ada sedikit kekhawatiran, rasa was-was yang terselip di antaranya.

 

Pernikahan berjalan lancar sampai akhir acara. Hanya sebentar karena Kyu Hyun harus kembali beristirahat. Ia tidak boleh dibiarkan terlalu lelah atau akibatnya akan fatal.

 

 

 

***

 

 

Yeon Hyo berjalan sambil tersenyum. Ia membawa sebuah amplop berwarna coklat. Tiba-tiba ponselnya berdering.

 

Yeoboseyo,”

 

“Yeon Hyo-ya, kau dimana? Cepatlah ke rumah sakit.”

 

Wae eonni-ya?” Yeon Hyo mulai panik. Nada suara Ahra terdengar sangat khawatir.

 

“Kyu Hyun…. Dia kritis,”

 

Yeon Hyo melemparkan ponselnya sembarangan ke dalam tas tangannya kemudian berlari secepat yang ia bisa. Tangannya menggenggam erat amplop yang sedari tadi ia bawa. Ia sama sekali tidak menghiraukan tatapan aneh orang orang di sekitarnya. Yang ada di pikirannya hanya Kyu Hyun. Suaminya.

 

Yeon Hyo sampai di depan ruang gawat darurat dengan nafas terengah-engah. Ia menatap nanar pintu ruangan tersebut. Berharap masih ada waktu tersisa baginya untuk bersama Kyu Hyun-nya.

 

Sekitar sepuluh menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut. Yeon Hyo kemudian menerobos ke dalam.

 

“Kyu Hyun-ah,” panggilnya. Pria itu tidak bergeming.

 

Ireona, lihatlah apa yang aku bawa. Ini lisensi pernikahan kita. Aku dan abeoji sudah mendaftarkannya,” ujar Yeon Hyo sambil menggenggam erat tangan Kyu Hyun.

 

Perlahan Kyu Hyun membuka matanya dan tersenyum.

 

“Yeon Hyo-ya,”ujarnya parau.

 

Yeon Hyo tersentak. Ia sontak memeluk pria yang telah resmi menjadi suaminya itu.

 

“Kau membuatku khawatir bodoh!”

 

“Aku ingin ke taman,” ujar Kyu Hyun tiba tiba.

 

Yeon Hyo memandangnya. Ke taman? Saat keadaanya seperti ini?

 

“Aku akan minta ijin pada dokter,”

 

 

 

***

 

 

 

Yeon Hyo mendorong kursi roda Kyu Hyun. Ia berjalan dalam diam. Masih terngiang apa yang dokter katakan padanya tadi.

 

“Kesehatan Tuan Cho memang menurun akhir-akhir ini. Kejadian seperti tadi akan fatal jika tidak cepat di tangani. Bahkan kami sedikit terkejut bagaimana dia bisa bangun secepat itu. Sepertinya campur tangan dokter tidak lagi berpengaruh disini. Segala sesuatunya bisa terjadi kapan saja,”

 

Yeon Hyo masih tidak akan sadar dari lamunannya jika saja Kyu Hyun tidak bersuara.

 

“Ya! Yeon Hyo-ya! Tempatnya terlewat,”

 

Yeon Hyo segera memutar jalan dan menuju ke arah pohon “milik mereka”.

 

“Yeon Hyo-ya, ini musim gugur pertama kita sebagai suami istri,”

 

“Aku tahu,”

 

“Rasanya hidupku sudah lengkap saat ini,”

 

“Eh… Tumben bicaramu benar Tuan Cho,”

 

Kyu Hyun tersenyum.

 

“Apa selama ini aku tidak pernah berbicara benar?”

 

“Menurutmu?”

 

Kyu Hyun tersenyum geli. Ia jujur. Saat ini ia memang merasa hidupnya lengkap.

 

 

 

Sudah sepanjang sore mereka menghabiskan waktu di taman itu. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke rumah sakit.

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

Wae,”

 

“Aku ingin tidur,”

 

Mendengar Kyu Hyun berbicara seperti itu entah kenapa Yeon Hyo merasa takut.

Ia takut kalau Kyu Hyun tidak akan bangun lagi.

 

Andwae, tidur nanti saat kita sudah sampai di rumah sakit,”

 

“Tapi aku mengantuk,”

 

“Jangan tidur sekarang Kyu Hyun-ah,”

 

Waeyo?”

 

Yeon Hyo mencoba mencari alasan yang tepat. Ia tidak mungkin mengatakan ketakutannya pada pria itu.

 

“Aku tidak akan kuat memindahkanmu ke kursi roda nanti. Kau sangat berat,” ujarnya.

 

“Ish… Dasar yeoja aneh. Baiklah, nyanyikan lagu untukku,”

 

Mwo?”

 

“Bernyanyi. Apa kau masih tidak bisa bernyanyi? Suaramu masih sumbang?”

 

“Yak! Apa katamu?”

 

Kyu Hyun tertawa lepas. Ia merasa seolah-olah bebannya telah lepas saat ini.
Mereka telah sampai di pelataran rumah sakit sekarang. Yeon Hyo kembali mendorong kursi roda Kyu Hyun menuju kamarnya.

 

“Yeon Hyo-ya,”

 

“Hmm,”

 

“Boleh aku tidur sekarang? Rasanya aku sudah tidak tahan,”

 

“Apa kau tidak bisa menahannya sebentar lagi? Kita hampir sampai kamarmu,”

 

“Aku sudah tidak tahan lagi,”

 

Kyu Hyun mengucapkannya dengan sangat tenang.

 

Yeon Hyo tahu Kyu Hyun sudah lelah berjuang selama ini. Ia hanya bisa membiarkannya “tidur” meskipun hatinya tengah hancur saat ini. Tapi ia tahu, ia tidak boleh egois.

 

“Tidurlah Kyu Hyun-ahJaljja,”

 

 

Yeon Hyo kembali merasakan kepedihan yang sama dengan saat itu.

Saat Kyu Hyun meninggalkannya. Meskipun hari itu sudah sangat lama berlalu.

 

Ia kembali membuka buku di pangkuannya. Buku yang ditinggalkan Kyu Hyun untuknya.

 

Di sana, ada beberapa lembar foto dirinya. Foto yang diambil Kyu Hyun bahkan sebelum mereka saling mengenal.

Dalam foto itu Yeon Hyo merentangkan tangannya untuk menikmati hari pertama musim gugur saat itu.

 

Yeon Hyo menatap foto itu nanar.

 

“Ternyata kau memang sudah mengincarku Tuan Cho,” gumamnya.

 

Kemudian ia membuka lembar terakhir buku kecil itu. Berbeda dengan lembar-lembar sebelumnya yang hanya berisi satu kalimat, di lembar terakhir itu terisi penuh coretan tangan Kyu Hyun.

 

 

 

Yeon hyo-ya

Saat kau membaca ini aku mungkin sudah tidak bersamamu lagi.

Mianhae, aku harus meninggalkanmu.

Mianhae, karena aku mencintaimu.

Mianhae, karena kau telah jatuh cinta pada orang sepertiku.

Tapi tahukah kau Yeon Hyo-ya, aku sesungguhnya tidak benar-benar meninggalkanmu.

Ingatlah kata kataku ini

Meskipun kau sangat menyukai musim gugur tapi aku akan terus bersamamu sepanjang tahun

di musim panas…
saat matahari bersinar dengan hangat sepanjang hari

di musim dingin…
saat salju mulai turun dan akhirnya menumpuk di halaman rumah

di musim semi…
saat bunga bunga pada akhirnya bermekaran

dan musim gugur…
saat daun daun maple dari “pohon kita” mulai menguning dan akhirnya berguguran.

sepanjang waktu itu aku akan terus bersamamu Yeon Hyo-ya

Saranghae

 

 

 

 

Yeon Hyo mengusap air matanya dan mendekap bukunya. Buku itu, sudah berpuluh-puluh kali ia baca. Dan sebanyak itu pula ia merasakan hal yang sama. Perasaan yang bahkan ia sendiri tidak menyangka akan tersimpan begitu lama. Perasaan yang masih saja menimbulkan perasaan rindu yang sama sekali tidak berubah sejak dulu.

 

Perlahan daun-daun dari “pohon maplenya” juga berguguran.

Saat itulah, ia merasakan Kyu Hyun tengah ada disana bersamaan dengan gugurnya daun-daun dari “pohon mereka”. Mengobati rasa rindunya. Berulang-ulang setiap tahunnya. Dan ia yakin masih akan terus berlanjut bertahun-tahun selanjutnya.

 

 

 

 

-End-

 

Note : Ini Peserta FF LOMBA Musim kedua, tolong beri komentar kalo udah selesai baca ya ^^

Komentar kamu sangat penting buat peserta lomba😀

Terima kasih sebelumnya.

49 thoughts on “HKS 03 – FF Lomba “Memories of Autumn” [OneShoot]

  1. omona…. alur cerita pas. simple tapi bermakna. bikin nangis ditengah hujan. ataga T.T kyuhyun disini benar-benar tulus “aku ingin berbagi kebahagian denganmu, tapi aku tidak ingin berbagi penderitaan denganmu____” hwaa >< apalagi pas kyuhyun udah nikah.. dan dia udah nggak kuat lagi___ itu bikin uaaaa T.T aku support banget ini ff. semoga menang ne^^9 kkeut___

  2. oh bagus bagus
    huwaaaa aku meweeeek
    eonni ini FF sad
    aku sbnrnya tak mnyukai genre sad ending huweee
    tapi tapi demi klncaran voting#plak
    FF ini yg bgus hahaha#Evillaugh
    oh bagus
    Kyu mninggal dan aku huwee sesaaak
    gilaaaa
    sapa nih authornya
    thooor lu bikin hati gue tersayat2#apadah

    baru bbrapa hari nikah kyu uda pergi hiks

  3. dari 1-4, aku masih suka sama yg ini..
    aku nangis bca’y,,
    suka jln crta’y meski end’y pas sih kyu blg ingin k tman yha? trus pas kyu blg ingin tidur,, di situ kan uda bnyak jln crta seperti itu,, dan akhirnya pasti bakal meninggal,,
    tpi dri 1-4 aku paling suka sama yg ini lho..
    mga menang yha, jrg’ ni bsa bkin aku nangis
    haha
    fighting!!!

  4. astagaaaaa
    feel’a dapett bangettt , Q suka sama ff ini alur cerita’a nyambung dari awal ampe akhir*plakk
    ini bener-bener sad ending sesuai sm keinginan Q ..*thank’s thoor

    dari awal konflik sampe terakhir ff ini bner” menguras air mata dan pass bangett dengan lagu timeless’a junsu oppa .. rasa’a passsssss~ *pas nyesek’a
    *nangis di dpan orang banyak smpe segukan pula* hikss T.T

    Q suka kata” a eonn ,, kyuuuuuuuuuu~ knpa di saat detik” terakhir itu kau teruss aja bercanda eoh ?
    ngrasa’n kekhawatiran yeon hyo eonni tauuu
    dan untuk L , Q mau koq jadi pengganti yeon hyo eonni *di bejek icha eonn* Q mau mengobati rasa sakit mu oppa LOL *komenan anehh*

    moga menang ^^

  5. huah, nyesekk! bisa sad gini…
    padahal unni baru baca ampe setengah doang masa -,-
    tanggung jawab…
    kalo unni udah selese baca ubbi komen lagi oke?

  6. Huwa~
    Aku nangis bacanya…T.T
    Aku mulai nangis pas Yeon Hyo tau penyakitnya Kyuhyun..
    Sumpah miris banget…
    Feelnya dapet…
    Kata katanya ngena banget..
    Daebakk..
    Semoga menang ya..

  7. _aaa,,
    aku nangis,,sedih pastinya ,seandai’a q yg jd yeon hyo,,ANDWAE,,
    nyesek wktu kyu bilang “aku mengantuk,,dan ingin tidur”

    hiks,,icha eon a.k.a yeon hyo eon jgn nangis ne,,

    thor,,smoga menang ,FIGHTING

  8. eoh!! ku kira kyuhyun akan mengakhiri hubungannya ternyata tidak =-=’ (cuma mengakhiri psp)
    tapi hiks,,hiks u,u Ya!! kenapa ceritanya menyedihkan ?
    aku suka sad story.. tapi ngga sesedih ini
    agh authornya bikin orang nangis
    Huuwwwa aku tidak bisa berhenti menangis
    #plak “lebay”
    Author aku mendukung mu menjadi pemenang
    ckckckc~~ ^-^ Hwaiting

  9. entah knpa aku trtarik untuk baca ff ini ketika liat judulnya ..
    dan ternyata ff-nya bagus bgt .
    feel-nya bener” dapet, aku serasa jd tokoh yeon hyo saat bacanya
    author DAEBAK !!

  10. DAEBAKKKKKKKKKKK !!!!!!!!!!
    Feelnya dapet banget , ini baca malem2 sambil bercucuran(?) air mata T:T *ambil tisu*
    daebak pokoknya ;;)

  11. hiks😥 knpa kyuhyun mati??
    Keren ceritanya thor, sedih bgt. . Semoga menang ya thor hwaiting!
    Aku suka bgt sama kta2 ‘ Mencintaimu itu Seperti air yang mengalir Terkadang harus berbelok ke kanan dan kiri Berbagai penghalang menanti aliran itu’ sama yg lain nyaa
    waah keren keren keren pokok ny keren thor

  12. aku bener2 nangis huwaaa~
    sedih banget, aku ga tega ama mereka
    rasanya sesak bgt diulu hatiku
    takdir mereka memang bgto
    yeonhyo sabar ya

    tp mending buat ff happy end aja, seneng saya
    kalo yg sad end, nangis ㅠㅠ

  13. huwaaa…..
    nyesekkkkkk bacanyaaa…aq ampekk mewekkkk niiyyyy…hikss…hikss…hikss…
    asliii aq bcanyaa smpe’ nyesekkk bngtt….
    kereeennn…. :’)

  14. ff sad ending adl favorit saya:’)
    saya belom bisa nangis baca ini, tapi deg2an…
    feelnya nyampe, simple dn gak kayak dkjar waktu.
    tp tdi aq nemu kata ‘behati-hatilah’
    typo:)
    secara keseluruhan saya suka,harusnya dbkin lebih nyesek lagi T_T
    somoga ff.nya sukses:)

  15. Astaga !

    FF MACAM APA INI??!!!!! eon… tanggung jawab !! aku nangiss bacanyaaa… hueee… T_T

    FF-nya bener-bener Daebaaakk… Kerenn tingkatt dewaaaaaaaaaaaaaaa…. ^0^

    Smoga menang yah eon… ^0^

    FuFuFuuu~

  16. Omona.. alurnya bagus.. bangett.. aku sukaaa bangett aku ini penggila fantasy & sad dan ini sukses buat aku nangis.. gila mengharukan banget apalagi bagian akhirnya. sbnrnya aku bc kmrn tp kmrn blm smpt komen soalnya lowbat jd skrg deh & kebetulan hari ini d skolah ada pertanyaan bagaimana jika hidupmu itu tersisa hanya tinggal 1 hari lagi? apa yang akan kamu lakukan d saat” terakhirmu itu? & aku jwb hmpr ngikutin ini krn ngepas bngt crt sm pertanyaan nya itu. pokoknya smoga menang ya..
    sorry aku br bc skrg

  17. Dan aku g nyangka Kyuhyunnya bakal meninggall… pas d hari pertama musim gugur.. dan d hari pertama (kl g slh) pas mrk udh nikah..
    Feelnya nyampe banget dan stlh baca jg msh aja trs inget. S’moga menang.. dan aku gtw km mng ato g yg ptng ini ff bgs bngt.. jg kl pun g mng km bs trs bkn ff.. Hwaiting!! ^^

  18. huwaaa nangis bacanya, apa lagi wktu kyuhyun bilang pengin tidur karna ngantuk😥
    bagus bnget ff-na.. Hyo-kyu couple akhirnya terpisah lagi u,u
    T.O.P d^^b
    eon, aku boleh minta ijin wat nyimpen ff ini di fb ga? author, cast n linknya bakal aku sertain semua lengkap🙂

  19. sedih ceritany.
    Aku paling gk bisa tahan baca cerita yg salah satu pasanganny harus mati . . .
    Benar” sesak rasany.
    Ff ny bgs aku paling suka kyuhyo couple.
    Sangat cocok, serasi.

  20. fanfic yang bagus.. alurnya bagus.. dari awal ending nya udah ketebak kalo tokoh utama nya akan mati.. tapi karena alurnya yg bagus saya bisa menikmati ceritanya sampai akhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s