FF “Tangle” [OneShoot] – Sekuel FF “She Is My Girl! Don’t Touch! Touch!” – FREELANCE

 

Title                       : Tangle

Author                  : Cherish Shin

Facebook             : Shin Hye Bin

 

Cast                       : Choi Si Won; Shin Hye Bin; Cho Kyu Hyun; Yoon Yeon Hyo 

 

Length                  : Oneshoot

  

Genre                   : Soft Romance

 

Type                      : Sequel

 

Credit Picture    : Ayu Prabasari Dharmajayanti

 

Desclaimer         : CherishFiction © 2012

 

Author’s Note:

Annyeong haseyo ^^

 

Kalian merindukanku? Berapa lama aku menghilang ya? Sepertinya cukup lama hingga mungkin diantara kalian ada yang tidak mengingatku u.u *poor me T.T

Ini kemunculan perdanaku setelah menghilang beberapa bulan terakhir, aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku menyentuh folder fanfictku =,=

 

FF ini aku dedikasikan buat Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun Unnie yang sudah memberiku tanggung jawab untuk membuat sekuel FFnya yang dia buat untukku -___-

 

Readers ingat FFnya yang berjudul “She’s My Girl! Don’t Touch! Touch!”? Disana ada tokoh Si Won dan Hye Bin yang masih menggantung nasibnya ‘kan? Nah ‘beliau’ memintaku untuk membuat kelanjutan kisah mereka. Kalau tidak ia akan membunuhku =’= *plakk

 

Okay.. Maaf kalau tidak sesuai harapan. Aku tidak terbiasa membuat karakter Hyo-Kyu yang jarang banget ‘akurnya’ itu ==a *ditabok

 

Happy Reading ^O^

 

=====================================================================================

 

 She’s My Girl! Don’t Touch! Touch!

 

 

 

Benang- benang kenangan, seperti mimpi..

Berusaha memintal diri menjadi sebuah cerita.

Tapi.. seperti halnya mimpi..

Makin keras aku berpikir..

Untaiannya terjurai seperti sarang laba-laba..

Putus, lalu lenyap..

-Shin Hye Bin-

 

 

Aku disini..

Untuk segenap cinta..

Seratus impian..

Seratus keraguan..

Dari kusutnya sebuah penguraian..

-Choi Si Won-

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Seorang gadis dengan pakaian musim dingin lengkap tengah duduk dengan manis di sebuah halte bis yang mulai lengang. Gadis itu mengeratkan mantel putih salju yang membalut tubuhnya yang kedinginan. Cuaca memang cukup dingin hari ini, namun gadis itu diam. Bergeming sambil sesekali menatap licinnya jalan raya akibat lapisan salju yang –mulai- menumpuk. Shin Hye Bin, nama gadis itu. Dia menatap layar ponsel yang sedari tadi berada dalam genggamannya. Matanya yang jernih terlihat keruh dan mengabut. Dadanya tiba-tiba perih saat beberapa saat yang lalu ponselnya menerima sebuah pesan. Pesan singkat yang ia yakin jelas siapa pengirimnya. Hingga kata-kata yang ditangkap retina matanya seolah terpatri dengan jelas dalam ingatannya.

 

“Eotteokhae?” gumamya pelan nyaris tak terdengar.

 

Shin Hye Bin menggosok pipinya yang terasa semakin membeku. Dia bangkit setelah panggilan nyaring membuatnya tersentak dan berbalik memunggungi panggilan itu. Dia hendak berjalan sampai sebuah tangan mencegah langkahnya untuk menjauh dari tempat itu.

 

Eonnie kau kenapa?”

 

Hye Bin diam, dia mengubah mimik wajahnya dengan cepat dan berbalik mengghadap sosok yang memanggilnya dengan panggilan eonnie itu. “Yeon Hyo-ya? Sedang apa kau disini?” sahutnya terdengar biasa. Menyembunyikan rasa gugup yang tiba-tiba menyelimuti tubuhnya.

 

Yeon Hyo memicing, ditatapnya gadis itu lekat. “Eonnie? Kau tidak dengar aku memanggilmu?”

 

“Hah? Aniya.. memang kau tadi memanggilku? Kau belum menjawabku.. sedang apa kau disini? Dimana Kyu Hyun?” sahut Hye Bin berusaha menetralisir rasa gugupnya. Entahlah.. gadis itu merasa Yeon Hyo berusaha mengetahui sesuatu darinya melalui tatapan matanya.

 

“Aku mencarimu!” Yeon Hyo mengerucutkan bibirnya dan menatap Hye Bin dengan tatapan kesal. Rasanya gadis itu ingin sekali mencekik Hye Bin.. namun dia mengurungkan niatnya. Seburuk apapun, dia hampir menjadi sepupu iparnya. Ipar? Memikirkannya saja sudah membuat otak Yeon Hyo kehabisan suplai oksigen. Sulit dipercaya akhirnya dia menerima keberadaan namja iblis itu –Cho Kyu Hyun- disampingnya.

 

“Mencariku? Wae?”

 

Yeon Hyo melotot. “YakEonnie! Kau tidak baca pesanku eoh? Aish!!”

 

Hye Bin dengan cepat merogoh ponsel yang belum lama dia masukan kedalam saku mantelnya. Dilihatnya ada ikon surat disudut atas layarnya. Dia tidak menyadari ada pesan masuk berbarengan dengan pesan menyesakkan yang dia terima beberapa saat yang lalu.

 

Eonnie.. kau dimana? Cho Ahjumma menyuruhmu untuk segera pulang.

 

“Cho Ahjumma? Jadi Imonim sudah pulang?” sahut Hye Bin sedikit kaget.

 

Ne, dia baru saja kembali tadi siang. Kau kenapa sih Eon? Tidak biasanya keluar rumah tanpa memberitahuku atau Kyu Hyun terlebih dahulu?”

 

Hye Bin menatap Yeon Hyo yang sedang memasang wajah serius. Jarang sekali dia melihat Yeon Hyo memasang wajah seperti itu. Gadis itu.. mungkinkah ia mengetahui sesuatu? Pikirnya.

 

Ani.. amugotdo. Kalian sedang sibuk berdebat tadi, aku hanya tidak ingin mengganggu kesenangan kalian,” sahut Hye Bin sambil tertawa ringan. Yeon Hyo mendelik dan memutar bola matanya kesal.

 

“Apapun itu Eonnie. Terserah kau saja,” ucap gadis itu sambil menarik tangan Hye Bin meninggalkan halte bis yang sedari tadi menjadi saksi bisu percakapan bodoh mereka.

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Nowon, Seoul. South Korea.

 

Yeon Hyo berjalan mendahului Hye Bin setelah baru saja dia turun dari mobil yang terparkir di halaman rumah Kyu Hyun. Gadis itu memasang wajah sebal karena harus mencari Hye Bin seharian di tengah cuaca yang dingin hanya karena seorang Cho Kyu Hyun tiba-tiba ada urusan mendadak dan tidak bisa mencari noonanya itu. Noona yang ternyata hanya sedang melamun seorang diri di depan halte bis. Bayangkan betapa kesalnya Yeon Hyo, dia bahkan mendatangi hampir seluruh apartemen teman-teman Hye Bin untuk mencari keberadaannya. Dan yang membuatnya lebih kesal, Hye Bin mengabaikan pesan darinya.

 

Hye Bin menghela napasnya kasar. Dia membuka pintu mobil dan perlahan berjalan menuju rumah itu. Rumah Cho Kyu Hyun sudah seperti rumahnya sendiri, Cho Ahjumma sudah menjadi pengganti ibunya sendiri setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk tinggal di Boston.

 

“Hye Bin-ah! Astaga.. kau terlihat pucat. Kemana saja? Kasian Yeon Hyo sampai mencarimu seharian,” sahut seorang wanita paruh baya saat Hye Bin memasuki rumah besar itu.

 

Hye Bin tersenyum, menyambut pelukan hangat wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibu itu. “Imonim.. aku merindukanmu!”

 

“Hye Bin-ah, kau sudah mendengar kabarnya ‘kan sayang?”

 

Hye Bin mengangguk lemah dan tersenyum kecut. “Aku baru mendapat pesannya hari ini, Imo kembali untuk hal ini?”

 

“Hemm.. begitulah. Appamu itu sulit sekali untuk dinasehati, dia bersikeras menyuruhmu kembali dan melanjutkan pertunanganmu yang batal beberapa tahun yang lalu itu.” Nyonya Cho memandang Hye Bin dengan tatapan sedih.

 

“Aku tidak menyukai pria itu Imonim. Kenapa Appa terus memaksaku? Kupikir dia sudah lelah.” Hye Bin menundukkan wajahnya, berusaha menahan rasa sesak yang menghujam ulu hatinya.

 

“Aku tidak suka diatur seperti ini, yah aku tahu Kyu Hyun juga mengalami fase yang sama. Tapi dia berbeda.. dia mencintai Yeon Hyo sejak pertama kali bertemu dengannya. Sedangkan aku.. aku tidak mencintainya. Aku mencintai pria lain. Tidak bisakah Appa mengerti hal itu Imonim?”

 

Nyonya Cho merentangkan tangannya, memeluk gadis itu dengan lembut. Berusaha memberikan ketenangan yang dibutuhkannya. “Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja. Kau bisa mencobanya pelan-pelan. Dia—Appamu—Kakakku—menyuruhmu pulang bulan depan dan menyelesaikan urusanmu sebelum itu.”

 

Hye Bin terisak dan menenggelamkan wajahnya dibalik bahu hangat milik Nyonya Cho. Gadis itu kembali merasa dijatuhkan pada lubang yang sama sebelum dia benar-benar bangkit dan mendapatkan kebahagiannya.

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

 

“Yoon Yeon Hyo! Mwo hae? Sejak kapan kau suka mengintip?”

 

Yeon Hyo tersentak kaget di tempatnya berdiri, dia menatap namja yang sedang berdiri tepat di hadapannya saat ini dengan ekspresi kesal.

 

“Bisakah kau tidak mengagetkanku Kyu Hyun-ah?” desisnya pelan dengan tangan terkepal.

 

“Huh? Aku tidak bisa,” sahut Kyu Hyun cuek sambil berjalan ke arah kamarnya.

 

Yak! Aish!” Yeon Hyo menggeram dan mengikuti namja itu sampai Kyu Hyun berbalik dan memandangnya dengan wajah datar.

 

Wae? Mau masuk ke kamarku?” sahutnya membuat Yeon Hyo diam.

 

“Siapa bilang? Aku punya kamar sendiri!”

 

BLAMMM

 

Yeon Hyo membanting pintu kamarnya dengan kasar, dia berjalan menuju kasur dan mengambil ponselnya yang terletak di atas meja. Gadis itu menimang-nimang ponselnya beberapa saat hingga akhirnya dia melemparnya dengan sembarang ke arah kasur.

 

“Perlukah aku ikut campur?” sahutnya sambil merebahkan diri dan memandang langit-langit kamarnya dengan pandangan menerawang.

 

“Jangan lakukan hal bodoh! Kau tidak akan bisa mengubah apapun.”

 

“Benarkah?” sahut Yeon Hyo lebih pada dirinya sendiri, lalu beberapa saat kemudian matanya membulat sempurna.

 

Neo! Cho Kyu Hyun!! Sedang apa kau disini?”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Choi Si Won memarkirkan mobilnya setelah beberapa jam yang lalu dia mendapat sebuah pesan yang menyuruhnya untuk datang ke sebuah Coffee Shop yang terletak tepat di pusat kota Seoul. Namja itu berjalan dengan senyum terkembang sampai matanya menangkap siluet seorang gadis tengah duduk di dalam Coffee Shop itu sambil mengaduk-ngaduk milkshake strawberrynya dengan malas.

 

“Yeon Hyo-ssi?” sahut Si Won kemudian.

 

Yeon Hyo lantas mendongak dan tersenyum saat melihat Si Won sudah berdiri di hadapannya, lalu ia  mempersilahkan pria itu untuk duduk. Si Won menarik kursi di depan Yeon Hyo.

 

“Apa Yagami membuatmu kewalahan?” sahut Si Won berusaha menebak dan disambut gelengan keras dari gadis di depannya itu. Yeon Hyo menyeruput milkshake kesukaannya dan menyisakannya setengah bagian.

 

“Kau tidak pesan minuman dulu?” tawar Yeon Hyo.

 

Si Won menggeleng, “Aku tidak akan lama. Jadi bisakah kau menceritakan maksudmu mencariku? Kalau bukan tentang Yagami. Apa mungkin tentang—” ucapan Si Won menggantung, dia menahan napas saat gadis di hadapannya mengangguk dengan ekspresi sedih.

 

“Hye Bin Eonnie akan kembali ke Boston bulan depan, tepat seminggu sebelum hari pernikahanku dengan Cho Kyu Hyun,” jelas Yeon Hyo.

 

“Boston?”

 

“Hemm.. begitulah. Dia—dijodohkan,” sahut Yeon Hyo setengah bergumam.

 

“Sepertinya alasan dia menghilang di London waktu itu juga karena masalah ini. Dia kabur dari pertunangannya beberapa tahun yang lalu dan tinggal di rumah Cho Ahjumma. Aku sama sekali tidak tahu hal ini sebelumnya, kukira dia sengaja tinggal di rumah kami untuk menjadi mata-mata ChoAhjumma. Ternyata aku salah..” Yeon Hyo menghela napas. Dia menatap Si Won yang sekarang tengah menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

 

“Si Won-ssi, apa kau tidak ingin bertemu Hye Bin Eonnie?”

 

Si Won diam, dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Memperhatikan lalu lalang kendaraan yang tidak cukup ramai di akhir pekan.

 

“Tadinya—kupikir aku melakukan kesalahan hingga dia meninggalkanku. Kupikir dia tidak suka lagi denganku, kupikir dia cemburu melihatku akrab dengan gadis lain, lalu kupikir dia mungkin tidak benar-benar mencintaiku. Ternyata.. pemikiranku tidak ada yang benar sama sekali. Gadis bodoh! Kenapa dia sama sekali tidak mengatakannya? Aku hampir saja membencinya saat aku tidak bisa menemukannya lagi. Lalu aku bertemu denganmu dan kemudian berpikir untuk kembali menemuinya walau tidak ada niat sedikitpun aku kembali menjadi kekasihnya.” Si Won tersenyum kecut.

 

“Si Won-ssi.”

 

Eotte? Apa dia juga ingin bertemu denganku?”

 

Yeon Hyo mengaduk sisa milkshakenya dan kemudian meminumnya hingga tak tersisa. “Molla.. yang kutahu dia bilang dia menolak perjodohan karena mencintai pria lain. Dia—menangis semalaman dan mengurung diri bahkan kekita Cho Ahjumma kembali ke Beijing.”

 

Si Won bergeming, lalu sedetik kemudian menarik lengan Yeon Hyo yang hampir menghilang meninggalkannya. “Yeon Hyo-ssi, pertemukan aku dengannya.”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Hye Bin berjalan dengan santai didampingi Yeon Hyo disampingnya, gadis itu menatap tanpa minat pada setiap apa yang di tangkap oleh retina matanya. Hari ini gadis bernama Hye Bin itu menemani Yeon Hyo untuk pergi jalan-jalan bersama kucingnya meski awalnya Hye Bin menolaknya habis-habisan, tapi toh bukan Yeon Hyo jika dia tidak bisa memaksa gadis itu pergi. Dan akhirnya—gadis bernama Hye Bin itu mengalah dan setuju untuk menemani Yeon Hyo jalan-jalan, setidaknya dia juga perlu udara segar. Yagami, kucing Persia putih kesayangannya yang dia sering panggil Tuan Cho Kecil itu mendadak tidak berselera makan dan selalu berlari ke arah pintu sambil mengeong. Yeon Hyo menyadari perubahan kucing itu dan membawanya pergi jalan-jalan. Yeon Hyo menggendong kucing itu sambil sesekali mencubit pipinya dengan gemas. Meski ia tahu kucing itu tak suka ia perlakukan seperti itu.

 

Eonnie-ya,” panggil Yeon Hyo sambil duduk di atas bangku taman. Gadis itu menepuk tempat di sebelahnya. Hye Bin berjalan ke arah Yeon Hyo dan duduk di sebelahnya.

 

“Dingin tidak?”

 

“Lumayan,” sahut Hye Bin kemudian.

 

Joha, aku beli dulu coklat panas. Atau kau mungkin ingin kopi?” tawar Yeon Hyo.

 

Hye Bin menggeleng lalu menerima Yagami yang disodorkan Yeon Hyo padanya, “Ani—kurasa coklat panas lebih baik.”

 

“Emm—joha, tolong jaga Tuan Cho Kecil sebentar,” sahutnya kemudian.

 

Hye Bin menatap Yeon Hyo yang berjalan menjauh dan mengelus kucing di atas pangkuannya itu dengan sayang. Jujur sebenarnya ia sangat menyukai kucing, terlebih kucing yang ada di atas pangkuannya itu. Entah kenapa dia merasa ada ikatan antara dia dan kucing itu. Astaga.. benar-benar aneh!

 

Hye Bin masih bergelut dengan pikirannya sampai tiba-tiba kucing itu melompat turun dari pangkuannya dan berlari ke arah seseorang.

 

“Ah, jangan lari!” teriak Hye Bin sambil mengejar kucing itu sampai langkahnya terhenti saat mendapati kucing milik Yeon Hyo di angkat oleh seorang namja.

 

Gamsaham—

 

“Hye Bin-ah?”

 

Hye  Bin mengambil kucing itu dengan gerak cepat dan berbalik memunggungi namja itu. Namun tanpa diduga kucing itu malah menggigit jarinya karena tanpa sadar Hye Bin memegang kucing itu terlalu kuat.

 

“Ahh..” Hye Bin meringis dan membiarkan kucing itu meloloskan diri lagi dan berlari ke arah Yeon Hyo yang berjalan ke arah mereka.

 

Gwaenchana?”

 

Hye Bin bergeming, lalu sejurus kemudian pergi meninggalkan namja yang menatapnya dengan pandangan cemas. Yeon Hyo menatap mereka bergantian. Hye Bin menarik Yeon Hyo yang menatap Hye Bin dengan penasaran, seolah meminta penjelasan kenapa eonnienya itu sama sekali tidak senang saat bertemu kembali dengan namja itu. Namja yang setahu Yeon Hyo menjadi alasan Hye Bin menolak pertunangannya selama ini.

 

Eonnie,” panggil Yeon Hyo kemudian.

 

Gwaenchanayo?”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Hye Bin termenung di tempatnya berdiri saat ini, dia menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Pandangannya menerawang tanpa fokus. Tubuhnya sedikit menggigil, gaun tidur yang membalut tubuhnya tak cukup memberinya kehangatan di tengah cuaca yang sedinging es. Dia menutup matanya sejenak, membiarkan hembusan angin musim dingin memainkan rambutnya dan membelai pipinya yang memucat. Ia kedinginan, namun sulit baginya meninggalkan suasana yang sangat ia sukai itu. Ia suka salju dan cuaca dingin. Membuatnya merasakan kehangatan karena saat itulah seseorang selalu memeluknya dengan erat. Bayang-bayang itu terlukir semakin jelas dalam pikirannya, membuatnya tersenyum samar.

 

“Rasanya sudah lama sekali, aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia memelukku seperti itu.” Hye Bin menghela napas lalu menutup jendela kamarnya dan berjalan ke arah pintu. Langkahnya terhenti saat menatap Kyu Hyun tengah berdiri di ambang pintu dan menatapnya.

 

Eomma bilang dia akan kembali seminggu sebelum pernikahanku dengan Yeon Hyo,” sahut Kyu Hyun sambil mendekat ke arah Hye Bin yang kini tengah duduk di sudut tempat tidurnya.

 

“Begitu? Maaf aku sedikit tidak enak badan jadi tidak keluar untuk mengantarnya waktu itu,” sahut Hye Bin sambil tersenyum tipis.

 

Noona,”

 

“Hem?”

 

“Dia menyuruhmu membantu Yeon Hyo memilih gaun pengantin siang ini. Kau tidak keberatan?”

 

Hye Bin diam beberapa saat lalu kemudian mengangguk setuju. “Tentu. Tidak ada hal lain yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan memilih gaun pengantin. Setiap wanita selalu menunggu momentseperti ini Kyu Hyun-ah. Ahh.. aku juga akan segera mengenakan gaun pengantin beberapa bulan lagi. Sayang sekali mungkin Yeon Hyo tidak akan membantuku saat itu,” sahut Hye Bin dengan ekspresi senang yang –tampak- dibuat-buat. Seolah dia sendiri tak sabar menunggu hari pernikahannya itu tiba.

 

Kyu Hyun mendengus lalu berjalan ke arah pintu, “Noona, jangan memaksakan diri! Kau terlihat sangat jelek!” sahut Kyu Hyun kemudian.

 

MwoYak! Cho Kyu Hyun! Beraninya kau mengataiku jelek! Memang siapa yang sedang memaksakan diri? Sok tahu!!” seru Hye Bin kemudian. Ia lega.. setidaknya Kyu Hyun bersikap jujur padanya. Ia tahu Kyu Hyun sedang menghiburnya walau caranya menghibur sama sekali tidak lucu. Bahkan lebih berkesan menyebalkan. Tapi—itulah Kyu Hyun.. dan Hye Bin sudah mengenalnya dengan sangat jelas.

 

Hye Bin tersenyum lalu berjalan ke arah kamar mandi. Langkahnya terhenti saat ponselnya berdering dengan nyaring. Sebuah pesan singkat.

 

Yeon Hyo bilang dia menunggumu di tempat favoritnya. Amouris Coffee Shop.

 

Lagi—gadis itu tersenyum ringan sambil meletakkan ponselnya di atas kasur. Dia menyambar handuknya yang tergeletak di atas sofa sambil bergumam pelan.

 

“Sejak kapan kau begitu menuruti Yeon Hyo, Kyu Hyun-ah?”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Yeon Hyo melambaikan tangannya ke arah seorang namja yang baru saja masuk ke dalam butik. Gadis itu terlihat kesal. Dia berjalan dengan langkah kasar lalu menarik –setengah menyeret- namja itu untuk mengikuti langkahnya dan mulai memilih gaun yang cocok dikenakan olehnya.

 

“Kau ini ada-ada saja, Noona tidak akan memaafkanmu Nona Yoon,” sahut namja itu sambil memilih pakaian yang sama sekali tidak menjadi minatnya. Harusnya ini menjadi tugas Hye Bin, namun karena rencana Yeon Hyo, Kyu Hyunlah yang harus menggantikan tugas noonanya itu.

 

“Kau lihat saja nanti Kyu Hyun-ah, Hye Bin Eonnie mungkin justru akan berterima kasih padaku.” Yeon Hyo mengambil gaun pengantin tanpa lengan dengan manik-manik di bagian dadanya serta beberapa hiasan senada menghiasi bagian bawah gaun itu.

 

“Yang ini bagaimana?” sahut Yeon Hyo sambil mengahampiri Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun berbalik, mengamati gaun itu dari atas hingga ke bawah. Dia menggaruk dagunya dan beralih menatap Yeon Hyo dengan tatapan menerawang.

 

“Cantik. Tapi aku tidak yakin kau akan cantik menggunakan itu. Aish! Yeoja aneh sepertimu memakai gaun pengantin? Membayangkannya saja aku sudah—” Kyu Hyun berbalik memunggungi Yeon Hyo dengan wajah memerah, “sangat gugup,” lanjutnya dalam hati.

 

Yeon Hyo hampir saja memaki Kyu Hyun jika dia tidak ingat dimana dia berada saat ini. Yeon Hyo menarik napas dan mengeluarkannya perlahan. “Tenang Yoon Yeon Hyo.. tidak usah meladeni setan bodoh ini. Rileks..”

 

“Ya sudah, kita pulang saja. Kita batalkan pernikahannya. Lagipula kalau bukan karena Cho Ahjumma, mana mau aku menikahi namja setan sepertimu.”

 

Kyu Hyun mendelik, menatap  Yeon Hyo yang hampir pergi meninggalkannya dengan tatapan tak percaya.

 

Yak! Yoon Yeon Hyo! YakAish.. gadis bodoh kembali kau!”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Tringgg~

 

Si Won mengalihkan pandangannya ke arah pintu saat mendengar suara bel yang dipasang di atas pintu masuk Coffee Shop berdenting. Darahnya berdesir saat retina matanya menangkap sosok seorang gadis yang belakangan memenuhi ruang dalam kepalanya. Gadis itu mengedarkan pandangannya, mencari seseorang yang dijanjikan akan bertemu dengannya.

 

Deg!

 

Pandangan mereka bertemu untuk kedua kalinya setelah beberapa hari yang lalu mereka tanpa sengaja bertemu di taman. Gadis itu menegang dengan tangan terkepal. Bibirnya sedikit bergetar sampai dia sadar sosok namja di hadapannya bangkit dan berjalan ke arahnya. Ia berbalik dan dengan langkah tergesa berusaha meninggalkan tempat itu sebelum namja itu menghampirinya.

 

Si Won mempercepat langkahnya dan berhasil meraih lengan gadis itu, sedikit bergetar. Napasnya memburu, antara perasaan senang dan marah yang bercampur menjadi satu.

 

“Lepas..” lirih gadis itu.

 

Si Won menarik gadis itu dengan kuat dan berusaha membalikkan tubuhnya. Gadis itu menyerah, dia menghadapkan tubuhnya dan menatap Si Won dengan pandangan datar.

 

W-wae?”

 

Hening..

 

“Kau tak ingin bertemu denganku? Kenapa kau selalu berusaha menghindariku?” sahut Si Won dengan nada rendah.

 

Gadis itu menggeleng, dia menatap manik mata Si Won tajam. “Tidak ada alasan untukku bertemu denganmu lagi,” sahut gadis itu sekuat tenaga menghilangkan nada tercekat dalam bicaranya. Namun gagal, suaranya terdengar goyang.

 

Si Won tersenyum kecut, “Kau masih sama. Sama sekali tidak pandai membohongiku. Berapa lama kau pergi? Kenapa tidak ada kemajuan sama sekali?”

 

“Si Won-ah!”

 

W-wae?”

 

“Lepaskan tanganmu.”

 

“Tidak mau, sebelum kau menjelaskan kepergianmu. Kau ingat? Hubungan kita belum berakhir,” sahut Si Won dengan tenang, emosinya yang meledak-ledak perlahan mulai terkontrol.

 

“Lepas! Tidak ada yang perlu kujelaskan, aku pergi berarti aku tidak mencintaimu lagi.”

 

Yak! Shin Hye Bin!” Tanpa Si Won sadari suaranya meninggi, sungguh dia tidak bermaksud untuk membentak gadis itu. Tapi gadis itu mempermainkan emosinya hingga dia kehilangan kendali.

 

Hye Bin diam, wajahnya memerah. Dia menggigit bibirnya sendiri, rasanya sakit saat orang yang kau cintai membentakmu seperti itu. Ya! Hye Bin mencintai Si Won. Dia tidak bisa membohongi perasaannya, betapa ia ingin memeluk tubuh pria itu sekarang juga dan menangis dalam pelukan hangatnya. Hye Bin mengangkat kepalanya, menatap namja di hadapannya itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.

 

“Si Won-ah.. eotteokhajyo?”

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Hye Bin menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Rasanya terlalu sesak hingga dia tidak bisa menahannya sendiri. Perlahan air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan lebih lama lagi. Perasaannya membuncah, memenuhi dadanya hingga dia kesulitan untuk bernapas.

 

Uljima..” sahut seorang namja sambil mengusap pipi Hye Bin dengan lembut.

 

“Si Won-ah, mianhae.” Hye Bin terisak dalam pelukan namja itu.

 

Si Won membalikkan posisi gadis itu hingga beralih menatapnya. Dia menarik Hye Bin dan kembali memeluknya dengan erat. Si Won bisa merasakan dadanya yang polos basah oleh air mata gadis itu.

 

“Tenanglah, aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan namja lain. Aku akan menjagamu, berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi dengan alasan apapun.” Si Won mengecup lembut kening gadis itu, tangannya kembali menghapus sisa air mata Hye Bin. Menelusuri wajah gadis itu dengan tatapan lembutnya.

 

Hye Bin mengangguk pelan, “Tapi bagaimana caranya? Appa tidak akan membiarkanku membatalkan pertunanganku lagi untuk kedua kalinya.”

 

Si Won nampak berpikir lalu tersenyum menatap Hye Bin, “Kau—menikah saja sebelum pertunanganmu dilaksanakan.”

 

Mwo?”

 

“Ide yang bagus ‘kan?” sahut Si Won sambil tersenyum senang.

 

“Ide yang gila! Kau pikir itu hal yang mudah eoh?” Hye Bin memukul bahu Si Won pelan. Entah kenapa gadis itu merasa sangat tenang saat bersamanya.

 

“Atau—” Si Won menggantung ucapannya, “aku akan menelepon Appaku yang sedang berada di London besok.”

 

Appamu? Untuk apa?”

 

“Untuk melamarmu! Kau pikir apa lagi? Kau tidak tahu Appaku sudah menjadi rekan bisnis Shin Ahjussisejak lama?”

 

“Mwo?? Kenapa baru sekarang?”

 

“Apa?”

 

“Kenapa tidak mengatakannya padaku dari dulu?” sahut Hye Bin kemudian.

 

“Memangnya itu penting eoh?”

 

Hye Bin nampak berpikir sejenak lalu dia mensejajarkan wajahnya dengan Si Won yang kini tengah tersenyum menatapnya.

 

“Apa akan berhasil dengan cara seperti itu?”

 

“Kalau tidak berhasil—aku punya rencana kedua,” sahut Si Won sambil menatap Hye Bin dengan tajam. Seolah gadis itu tak boleh menghilang lagi dari pandangannya. Tanpa tahu siapa yang memulai, bibir mereka saling berpaut. Si Won kembali mengeratkan pelukannya. Tangannya menahan tengkuk Hye Bin dan memperdalam ciumannya pada gadis itu. Penguraian yang manis.

 

Plan B?” gumam Si Won di sela ciumannya.

 

-oO00OOOO00Oo-

 

 

Yeon Hyo menatap Kyu Hyun yang sedang duduk di sebelahnya. Gadis itu ingin bertanya, namun rasa canggung menghinggapi tubuhnya tatkala ia mengingat di rumah besar itu hanya ada mereka berdua. Kyu Hyun pura-pura tidak menyadari tatapan Yeon Hyo dan fokus pada psp yang tengah dimainkannya. Namja itu sebenarnya tahu apa yang dipikirkan Yeon Hyo, gadis yang selalu dipanggilnya bodoh itu pasti sedang mengkhawatirkan Hye Bin. Sudah hampir tengah malam dan gadis bernama Hye Bin itu belum menampakkan wajahnya. Hye Bin tengah dalam kondisi rapuh saat ini, pikiran-pikiran buruk bergantian menghinggapi otak Yeon Hyo dan membuatnya tidak tenang.

 

“Kyu Hyun-ah,” panggilnya pada akhirnya.

 

Wae?” sahut Kyu Hyun cuek.

 

“Apa tidak sebaiknya kita mencari Hye Bin Eonnie?” Yeon Hyo menatap Kyu Hyun.

 

“Sudah kubilang ‘kan jangan mencampuri urusannya, kau ini!” bentak Kyu Hyun sambil mematikan pspnya.

 

Yeon Hyo geram, bisakah namja itu tidak membuatnya kesal disaat seperti ini?

 

Yak! Jangan membentakku! Kau pikir aku tahu Hye Bin Eonnie sampai tidak akan pulang?”

 

“Ahh, molla. Aku lelah! Aku akan tidur.. tidak usah dicari. Paling Noona  ada di tempat Si Won Hyung,” sahut Kyu Hyun sambil meregangkan ototnya yang pegal. Dia berjalan meninggalkan Yeon Hyo di sofa sendirian.

 

“Bagaimana kau tahu?” seru Yeon Hyo.

 

“Kau pikir orang yang saling mencintai dan sudah lama tidak bertemu akan apa lagi selain—” Kyu Hyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“Selain apa?” sahut Yeon Hyo sambil menghampiri Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun diam, merasa gugup dengan tatapan Yeon Hyo yang dianggapnya. Emm—tajam? Kyu Hyun berjalan mendekati Yeon Hyo yang berdiri tak jauh di depannya. Yeon Hyo menatap Kyu Hyun heran. Kyu Hyun membisikan sesuatu ditelinga Yeon Hyo dan sukses membuat wajah Yeon Hyo memerah.

 

YAK! CHO KYU HYUN! NEO!! MATI KAU!”

 

Yeon Hyo berlari ke kamarnya sementara Kyu Hyun memeluk perutnya sendiri dan tertawa terbahak-bahak, “Hahahhhahaaa… Cho Yeon Hyo! Kau harus lihat wajahmu sekarang!”

 

“KYU HYUUUNNN-AAHHHHH!!”

 

“BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA….”

 

 

 

 

-THE END-

 

 

 

Yeayyyy… nari hula-hula bareng Si Won *plakkk

FFnya gaje? Yup ^^

Plat? Emang😄

Ga dapet feel? Apalagi itu😄

Need sekuel? Minta sama ICHA ELF-SPARKYU CHO KYUHYUN Unnie ^O^ *ditabok -___-

 

Ini Oneshoot paling pendek yang pernah kubuat, ga tahu kenapa.. pemanasan untuk kembali mungkin hahahaha *alasan =.=

 

Okayyy… jeongmal mianhae karena FFnya bener-bener ancur ditangan saya, sepertinya saya emang udah ga bakat bikin FF lagi *nangis di pojokan T^T

 

 

52 thoughts on “FF “Tangle” [OneShoot] – Sekuel FF “She Is My Girl! Don’t Touch! Touch!” – FREELANCE

  1. Neomu daebaakkk eooooonnn…..!!!
    Aku suka pas bagian Kyu ngebisik ‘SOMETHING’ ke Yeon Hyo.. Jadi ikutan ketawaa😄
    eon, yang ‘plan B’ nyhaa ithhuu appaaa??? #EvilSmirk😄

  2. hm, plan B ny apa ya? #sokpolos#
    tuan cho blg saja kau juga ingin seperti itu iya kan? hha #yadongkumat#

    masih gantung thor, sekuel lagi dong😉

  3. Hah, udah? Segitu doang? Sequel lagi masa🙂

    Ceritanya seru, ampe gak berasa udah abis. Ini alurnya yang kecepetan apa ceritanya yang terlalu bagus? Belum puas bacanya…

    Need sequel! Masih nge-gantung soalnya. Banget😀

    Si Hye Bin gimana ama Si Won? Beneran mau lamar-lamaran? Terus mereka lagi dimana? Disitu tertulis Hye Bin menatap langit-langit kamarnya. Tapi kenapa Yeon Hyo mengkhawatirkan keadaan Hye Bin yang belum pulang ampe larut malam? Bukankah Hye Bin tinggal satu rumah dengan keluarga Cho? *bingung asli disini*

    Terus pernikahan Hyo-Kyu lancar gak nih? Jangan-jangan si Kyu Hyun kecantol ma Yeoja lain sebelum hari pernikahanny ;A;
    #gebukin

    Nice xD

  4. Keren keren keren eon bagussss
    ahh aku suka ceritanya gax rumit dan….sekuel lagi eon sampe tu hyokyu dan jg siwon hye bin mknikah yyyy eon sekuel ok:)
    dtunggu bneran lho eon

  5. Paling suka ama kalimat ini😀
    ‘Aku disini..
    Untuk segenap cinta..
    Seratus impian..
    Seratus keraguan..
    Dari kusutnya sebuah
    penguraian..’

    butuh sequel lagiiiiiiiiii😀

  6. Annyeong haseyo eonni🙂 *bow
    Minta izin share ya di pageku Big Fans Of Donghae (Fishy Indonesia)
    Boleh ya🙂

    Gomawo🙂

    By: Kim sakura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s