FF “Sarangeun Nunmurinikka” [OneShoot] – FREELANCE

[Hyo-Kyu] Sarangeun Nunmurinikka [OneShoot]

Title : Sarangeun Nunmurinikka

Cast : Cho Kyuhyun
Icha Elf-SparKyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Sub – cast : Kim Kibum

Genre : Fantasy, Romance, Angst, Hurt

Rating : PG-13

Author : Yoon Ji Young

Blog : www.gamekyusparkyu.wordpress.com

Recommended song : Jung Il Woo – Scarecrow (Ost. 49 Days)

Disclaimer : CHO KYUHYUN IT’S MINE !
Kyuhyun dan Fanfiction ini milik saya. Don’t copas ! Don’t plagiat !

 

 

Tidak bisa mengatakan sesuatu pada orang yang begitu kita cintai terasa sangat menyakitkan
Hanya karena terhalang oleh sesuatu keadaan yang telah digariskan oleh Tuhan, perpisahan menjadi begitu nyata
Ruang dan waktu yang berbeda menjadi tembok penghalang yang sungguh sulit untuk ditembus

****

 

Ditengah dinginnya malam dimusim salju saat itu, seorang yeoja bermantel bulu putih nampak terkantuk – kantuk dibalik kemudi mobilnya. Yeoja bernama Yeon Hyo itu tetap ngotot ingin mengemudi mobilnya sendiri padahal ia belum terlalu mahir dalam hal tersebut. Selesai mengerjakan tugas kuliahnya bersama Kibum, namja itu sempat menawarkan diri untuk mengantarkan Yeon Hyo pulang namun ditolak oleh yeoja itu. Yeon Hyo berpikir Kibum terlalu meremehkan kemampuannya. Dan Yeon Hyo tidak menyukai itu.

Brukk….

Mendengar suara aneh tadi sontak membuat kedua mata Yeon Hyo terbuka lebar. Yeoja itu menepikan mobilnya dipinggir jalan untuk memeriksa seseuatu. Ia harap apa yang pikirkannya tidak benar – benar terjadi.

“Omo…” desis yeoja itu tak percaya.

Ada seorang namja yang tergeletak bersimbah darah tak jauh dari tempat Yeon Hyo berdiri. Yeon Hyo lah yang menyebabkan namja tersebut tergeletak tak bergerak. Yeoja itu yang menabraknya karena ia mengantuk hingga tidak melihat jalan didepannya.

“Eotteokhae?” gumamnya lagi yang bertambah panik. Cepat – cepat Yeon Hyo mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang ia yakini orang tersebut bisa membantunya disaat yang genting seperti sekarang ini.

“Ehm… Yeoboseyo.”

“Kibum oppa tolong aku.”

“Wae irae? Kedengarannya kau sangat panik Yeon Hyo-ya.”

“Aku.. Aku baru saja menabrak seseorang.”

“MWO?!!” pekik Kibum dari seberang sana. “Bagaimana bisa kau menabraknya?”

“Aku mengantuk lalu…”

“Dimana kau sekarang?”

“Didekat taman Han Gang.”

“Aku akan segera kesana.”

 

@Han Gang Park, Seoul

 

“Yeon Hyo-ya.. Dimana dia.”

Kibum mengikuti arah telunjuk Yeon Hyo yang mengarah kesuatu arah. Mata sipit Kibum membulat melihat namja berkemeja kotak – kotak merah nampak tergolek dengan posisi menelungkup.

“Eotteokhae oppa?”

“Kau pulanglah.”

“Mwo? Lalu bagaimana dengan orang itu?”

“Aku yang akan mengantarkannya kerumah sakit.”

“Aniya. Karena kecerobohanku orang itu jadi celaka. Setidaknya biarkan aku ikut bersamamu ne?”

“Kau terlihat sangat lelah Yeon Hyo-ya jadi pulang dan istirahatlah. Jebal.”

“Hajiman..”

“Kau percaya padaku kan. Aku akan menyelesaikan semuanya. Pulanglah eoh?”

“Algaeseumnida.”

Baru beberapa langkah Yeon Hyo berjalan didengarnya derap langkah kaki Kibum yang menghampiri orang yang tadi ditabraknya. Tubuh Yeon Hyo seakan kaku ketika ia ingin menoreh kebelakang. Antara takut dan tidak sanggup untuk melihat tidak berdayanya namja malang yang menjadi korban kecerobohannya.

“Mianhae,” gumamnya diiringi tetesan air mata penyesalannya.

 

****

 

@Yeon Hyo’s Home – Seoul

 

Yeon Hyo yang masih terlelap diatas tempat tidurnya nampak gelisah. Alisnya bertaut dan keningnya dialiri oleh keringat. Dialam bawah sadarnya Yeon Hyo kembali menyaksikan bagaimana dengan kejamnya yeoja itu menabrak seorang namja hingga orang itu tewas ditempat karena luka parah yang dideritanya.

Dilihatnya roh dari namja tadi yang menatapnya penuh amarah. Roh itu mendekati Yeon Hyo yang masih berdiri mematung hingga tanpa disadarinya kedua tangan namja tadi mencekik lehernya.

“Andwae !!!” jeritnya begitu tersadar.

“Kau berisik sekali.”

Yeon Hyo tersigap mendengar suara seseorang dari dalam kamarnya. Dicarinya orang yang telah mengeluarkan suara tadi. Yeon Hyo mengerjap – ngerjapkan kedua matanya tatkala melihat sesuatu didekat sofa kamarnya. Semakin lama sosok yang ditatap oleh Yeon Hyo kian sempurna wujudnya hingga ia bisa melihat dengan jelas seorang namja mengenakan kemeja kotak – kotak bewarna merah. Namja itu menatap tajam pada Yeon Hyo dan Yeon Hyo pun melakukan hal yang sama.

“Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk kekamar ku?”

“Bukankah kau sendiri yang membawa ku masuk kekamarmu tadi malam.”

“Aku?” ucap Yeon Hyo sembari menudingkan jari telunjuknya didepan hidungnya. “Onje? Aku tidak mengingatnya.”

“Kau yang membawa ku tidak mungkin kau tidak mengingatnya.”

“Terserah kau mau mengatakan apa. Sekarang keluarlah dari kamar ku.”

“Jika aku bisa sudah dari tadi aku melakukannya.”

“Pintu kamar ku tidak dikunci. Ppalli keluarlah.”

“Kau tuli Nona. Kau tidak menyimak apa yang ku katakan tadi huh? Aku tidak bisa menyentuh benda – benda yang ada disini.”

“Mwo? Ya ! Jangan membodohi ku dengan ucapan bodoh seperti itu !!!”

“Kau tidak percaya? Akan ku tunjukkan,” dengan seksama Yeon Hyo memperhatikan gerak – gerik namja asing tersebut. Begitu tiba didepan pintu kamar, namja itu mengangkat sebelah tangannya dan meraih peganggan pintu namun gagal.

“Kau lihatkan.”

“Aneh. Kau tidak bisa menyentuhnya. Jinjja?”

“Karena aku roh.”

“Mworago? Roh?”

Yeon Hyo langsung memperhatikan bagian kedua kaki namja itu. Menjejak ke bumi atau tidak. Tetapi begitu ia perhatikan lagi namja asing ini berdiri dengan sempurna dan tidak tampak sedang ‘melayang’.

“Benarkah yang kau katakan tadi? Jika kau ini roh.”

“Wae? Kau masih tidak percaya?”

Namja itu sejenak memperhatikan seisi kamar Yeon Hyo lalu ia berjalan kearah meja rias Yeon Hyo yang diatasnya banyak terdapat botol parfum, bedak dan beberapa alat make up lainnya.

“Lihat ini.”

Yeon Hyo kembali merasa heran ketika namja itu akan mengambil botol parfum namun selalu luput dari jangkauannya. Perlahan Yeon Hyo melangkah mendekati namja itu dan menyentuh tangannya yang masih berusaha mengambil botol parfum.

“Aku bisa menyentuh tanganmu.”

“Ne. Tapi kenapa aku tidak bisa menyentuh benda – benda yang ada disini. Seseorang harus menjelasnya pada ku.”

“Tapi siapa?”

Namja itu menggelengkan kepalanya, nampak frustasi dengan keadaannya sendiri.Yeon Hyo yang terus memperhatikan namja tampan berkulit putih pucat itu hanya bisa diam saja tanpa tahu harus berucap apa.

 

****

 

“Sekarang pergilah.”

Yeon Hyo menggendikkan kepalanya sebagai isyarat agar orang ini bisa segera pergi dari rumahnya. Yeoja itu sengaja membukakan pintu agar si namja asing yang mengaku sebagai ‘roh’ bisa segera keluar dari rumahnya.

“Aku tidak bisa pergi dari sini.”

“Mwo? Wae?”

“Aku tidak tahu Nona. Seperti ada sesuatu yang menahan ku untuk tetap tinggal disini.”

“Apa maksudmu huh? Cepat keluar !!!”

Entah kenapa tiba – tiba saja Yeon Hyo merasa kesal melihat namja yang tidak ia ketahui siapa namanya itu, dan akhirnya Yeon Hyo mendorong bahu namja itu. Setelah ia keluar barulah yeoja itu mengunci kembali pintu rumahnya.

“YA NEO?!! Darimana kau masuk?!”

“Sudah ku bilang tadi. Aku tidak bisa pergi dari sini.”

“Alasan bodoh macam apa itu !!! Ini rumah ku dan kau tidak berhak untuk tetap tinggal disini !!!” teriak yeoja itu kesal.

“Kau pikir aku mau tinggal bersama orang asing !”

“Lalu bagaimana sekarang. Jika tetangga ku melihatmu apa yang akan mereka katakan. Aku tidak mau dipandang sebagai yeoja murahan yang tinggal satu atap dengan namja yang bukan suami ku.”

“Ah.. Ingatanmu benar – benar buruk. Aku roh jadi tidak ada seorang pun yang bisa melihatku kecuali kau Nona manis.”

“Eh? Hanya aku? Wae?”

“Jangan bertanya padaku karena aku sama sekali tidak mengetahui apa jawabannya.”

“Ah.. Michigettda,” ujar Yeon Hyo yang mengacak – ngacak rambut panjangnya.

Ting… Tong…

Mendengar suara bel rumahnya Yeon Hyo tak langsung membukakan pintu. Dilihatnya layar LCD yang terpasang didekat pintu rumahnya. Wajah Kim Kibum lah yang dilihatnya. Cepat – cepat Yeon Hyo memasukkan kode pintu agar tamunya bisa segara masuk.

“Kibum oppa.. Ada keperluan datang sepagi ini kerumahku.”

“Aku hanya ingin memastikan keadaanmu saja Yeon Hyo-ya.”

“Aku baik – baik saja. Oppa tidak perlu mencemaskan keadaanku.”

Kibum tersenyum senang dan mengacak – acak rambut Yeon Hyo. Yeoja itu melirik namja yang tepat berdiri disampingnya. Sepertinya Kibum memang tidak melihat namja yang berdiri disamping Yeon Hyo.

“Cepat mandi karena kita akan berangkat kekampus bersama.”

“Sepuluh menit lagi aku akan menemui oppa lagi.”

“Dia namjachingu-mu Nona?” bisik Kyuhyun yang mengikuti langkah Yeon Hyo dari belakang.

“Kau tidak perlu tahu.”

“Tentu saja aku perlu tahu. Bukankah mulai saat ini kita akan tinggal bersama.”

“Mwo? Aku tinggal bersamamu? Ya ! Namja yadong !!! Shireo !!! Kau bukan siapa – siapaku jadi kau tidak boleh tinggal disini.”

“Lalu aku harus tinggal dimana? Aku tidak bisa pergi dari rumahmu dan otomatis aku harus tinggal disini.”

“Aishh… Menyebalkan sekali kau.”

“Kau baru mengetahuinya? Hahaha….”

Selagi Kyuhyun tertawa buru – buru Yeon Hyo masuk kedalam kamar mandi. Jika dirinya dan Kyuhyun terus berdebat, yeoja itu yakin pasti tidak akan ada habisnya.

 

@Kyunghee University, Seoul

“Dimana namjachingu-mu itu?”

“OMO !!! K- Kau… Bagaimana bisa…” ucap Yeon Hyo terbata.

“Entahlah. Tiba – tiba aku sudah berada disini. Sepertinya, selain tidak bisa pergi dari rumahmu, aku juga harus terus mengikuti kemana pun kau pergi.”

“Ya ! Maniak !” pekik Yeon Hyo yang sontak saja membuat beberapa Mahasiswa yang berada dekat dengannya mengganggap Yeon Hyo sedikit terganggu jiwanya karena berteriak tanpa sebab.

“Kau pikir aku mau mengikutimu Nona.”

“Kenapa kau harus mengikuti huh?! Apa kau tidak mempunyai kegiatan lain selain menguntid ku.”

“Aku tidak tahu. Mungkin kita berjodoh.”

“Jangan gila kau !”

Yeoja itu segera membereskan beberapa buku tebal yang dibawanya dan segera meninggalkan Kyuhyun yang masih tetap berdiri ditempatnya. Sebenarnya namja itu juga merasa heran mengapa dirinnya harus selalu mengikuti Yeon Hyo.

 

****

 

“Bagaimana nasib namja yang kemarin aku tabrak, oppa? Dia baik – baik sajakan?”

“Dia koma.”

“Mworago?”

Mendadak tenggorokkan Yeon Hyo tercekat hingga membuat yeoja itu susah untuk berkata – kata. Kedua matanya yang indah berkaca – kaca merebak basah karena ia kembali merasa bersalah pada orang yang sudah ditabraknya.

“Antarkan aku kesana oppa. Aku ingin menemui keluarganya dan meminta maaf secara langsung.”

“Kau tidak perlu melakukan itu. Aku takut jika keluarganya akan melakukan sesuatu yang buruk padamu. Kemarin ketika aku membawanya kerumah sakit, mereka menuduhku yang menabrak namja itu. Sebaiknya untuk sekarang kau jangan kesana Yeon Hyo-ya.”

“Bagaimana jika namja itu tidak sadar lagi komanya, oppa.”

“Aku yakin Tuhan akan memberikan kesempatan kedua untuknya agar bisa hidup kembali. Geogjeonghajima,” hibur Kibum. Dipelukknya yeoja bertubuh mungil itu untuk menguatkannya.

“Uljimarayo.. Sebaiknya kita pergi makan siang. Kajja.”

 

@Tosokchon Restaurant, Seoul

 

“Ramyeon itu akan membengkak jika kau terus mengaduk – ngaduknya Nona Yoon.”

Kyuhyun yang ketika itu duduk disamping Yeon Hyo menatap aneh pada yeoja itu yang terlihat sedih.

“Ah.. Jika aku bisa memakannya pasti sudah ku habiskan Ramyeon lezat itu,” sahut Kyuhyun.

“Ige. Habiskan saja,” Yeon Hyo menggeser mangkuk Ramyeon-nya kearah kiri tempat Kyuhyun duduk. Kibum yang tidak bisa melihat keberadaan Kyuhyun yang tak kasat mata sontak saja mengernyitkan alisnya. Ia merasa aneh melihat tingkah Yeon Hyo yang tidak wajar.

“Yeon Hyo-ya.. Kau baik – baik saja kan?”

“Antarkan aku pulang oppa.”

Tanpa banyak bertanya Kibum langsung menuruti perkataan Yeon Hyo untuk mengantarkan yeoja itu pulang. Ternyata keanehan Yeon Hyo disebabkan kondisi tubuhnya yang sedang dalam keadaan tidak baik, pikir Kibum.

 

****

 

@Yeon Hyo’s Home – Seoul

“Waeyo? ”

Suara yang berasal dari Kyuhyun barusan membuat Yeon Hyo tersigap dari lamunannya. Ditatapnya sekilas Kyuhyun lalu yeoja itu kembali menatap lurus kedepan.

“Kau bertengkar dengan namjachingu-mu itu? Ku perhatikan sejak tadi siang kau terlihat sedih.”

“Kibum oppa bukan namjachingu-ku dia hanya temanku !!!”

“Lalu kau kenapa jadi seperti ini?”

“Kemarin malam aku tidak sengaja menabrak seseorang dan orang itu sekarang koma.”

“Mwo? Kenapa kau bisa seceroboh itu?”

“Kemarin aku mengemudi dalam keadaan mengantuk. Ketika dalam perjalanan pulang tiba – tiba saja namja itu sudah tertabrak. Kau tahu, aku sangat merasa bersalah padanya.”

Air mata yeoja itu jatuh dan entah mengapa Kyuhyun merasa sangat iba melihat Yeon Hyo yang menangis. Kyuhyun membetulkan posisi duduknya lalu memeluk Yeon Hyo, membiarkan yeoja itu menangis dalam dekapannya. Ditengah isak tangisnya Yeon Hyo merasa tubuh ‘orang’ yang dipeluknya begitu dingin. Didorongnya tubuh Kyuhyun dan namja itu terlihat bingung.

“Waeyo?”

Yeon Hyo hanya diam. Diraihnya tepalak tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat.

“Tanganmu dingin sekali.”

“Jinjja? Aku pikir tanganmu yang terlalu hangat Nona.”

“Nona? Sejak kemarin kau selalu memanggilku begitu. Yoon Yeon Hyo imnida. Neo?”

“Cho Kyuhyun imnida.”

“Boleh aku bertanya padamu, Kyuhyun-ah.”

“Tanyakan saja.”

“Jika kau roh, dimana tubuhmu? Lalu kenapa bisa roh dan tubuhmu berpisah? Dan kenapa kau bisa berada disini,” tanya Yeon Hyo beruntun.

“Moreugesseo. Ingatanku sudah dihapus makanya aku tidak bisa mengingat apa pun. Termasuk mengapa aku bisa menjadi roh, aku tidak bisa mengingat bagaimana awal kejadiannya.”

“Lalu kenapa kau harus tinggal bersamaku? Bukankah ini sangat aneh?”

“Terlalu aneh menurudku. Jangan – jangan…” ucap Kyuhyun menggantung.

“Mwo?”

“Kita memang berjodoh.”

Pletak…

“Ya ! Sakit !!!” pekik Kyuhyun.

“Kau terlalu mengada – ada Cho Kyuhyun pabbo !!!”

“Wae? Kau tidak mau memiliki pasangan namja setampan aku Nona Yoon?”

“Cih.. Kau bukan tipe ideal ku.”

“Memangnya seperti apa tipe namja yang kau sukai?”

“Entahlah.. Yang jelas bukan sepertimu.”

“Seandainya aku bisa hidup kembali lalu aku datang menemuimu dan mengatakan jika aku mencintaimu, apa kau akan menerima cintaku?”

Yeon Hyo mendengus. Sebenarnya yeoja itu bingung menjawab pertanyaan Kyuhyun. Berpikir sejenak lalu Yeon Hyo menatap Kyuhyun, nampak sedang menimbang – nimbang sesuatu.

“Kenapa aku harus melakukan itu Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun tersenyum samar dan berlalu meninggalkan Yeon Hyo yang menatap punggung namja itu. Pertanyaan dari Kyuhyun ini menurutnya sangat aneh dan tidak wajar.

 

****

 

@Kona Bean’s – Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul

 

“Oppa.. Tolong beritahu aku dimana namja itu dirawat. Aku ingin sekali bertemu dengannya.”

“Untuk apa kau bertemu dengannya Yeon Hyo-ya. Namja itu koma dan percuma saja jika kau pergi untuk menengoknya.”

“Aku hanya ingin menjenguknya saja. Jebal.. Antarkan aku pergi kesana oppa. Aku janji setelah oppa mengantarku kesana aku tidak akan datang lagi untuk menjenguknya.”

“Baiklah. Kajja.”

@AsanMedicalCenter, Seoul

“Ini kamarnya. Kau masuklah biar aku menunggumu disini.”

Yeon Hyo mengangguk. Biarpun ragu yeoja itu tetap membuka pintu kamar tersebut. Kyuhyun yang berada dibelakang Yeon Hyo juga ikut masuk kedalam ruangan itu.

“Omoo…” desis Yeon Hyo. Dadanya terasa sesak melihat namja yang sedang berbaring damai diatas ranjang. Perlahan Yeon Hyo mendekati ranjang dimana namja itu terbaring. Semakin lama wajah dari orang yang ditabraknya terlihat jelas. “Kau?” Yeon Hyo menangkupkan kedua tangannya menutupi mulutnya. Yeoja itu shock melihat orang yang tengah tertidur pulas tersebut.

“Cho Kyuhyun..”

“Kau memanggilku.”

Yeoja itu menggeleng, menatap Kyuhyun nanar. Kyuhyun mengernyitkan alisnya merasa aneh melihat sikap Yeon Hyo. Tanpa mampu menatap orang yang berada diatas ranjang, Yeon Hyo mengarahkan jari telunjuknya dan Kyuhyun pun melihat keranjang itu.

“Namja itu.. Dia..” sama halnya dengan Yeon Hyo, Kyuhyun sangat shock melihat siapa yang berada diranjang itu. Seorang namja yang wajahnya mirip dengannya. “Dia Cho Kyuhyun. Berarti namja itu adalah aku,” terka Kyuhyun.

“Maafkan aku Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun yang masih shock terduduk lemas didekat ranjangnya. Namja itu menangis. Kejadian dimalam naas tempo hari akhirnya bisa diingat olehnya. Hatinya begitu sakit ternyata selama ini ia tinggal bersama orang yang sudah mencelakainya hingga membuatnya menjadi koma.

Kyuhyun sangat menyesali kebodohannya itu. Pantas saja dirinya tidak bisa pergi meninggalkan rumah Yeon Hyo. Rasanya Kyuhyun sangat ingin melampiaskan kemarahannya pada yeoja itu. Namun entah mengapa namja itu tidak mampu untuk melakukannya.

 

 

@Yeon Hyo’s Home – Bucheon, Seoul

 

“Kenapa kau tega melakukan ini padaku.”

“Aku tidak sengaja menabrakmu malam itu, jeongmal.”

“Ya Tuhan… Kenapa aku harus tinggal bersama orang sudah membuatku celaka !!!” jerit Kyuhyun. “Karenamu, nyawaku terancam Yeon Hyo-ya. KAU TAHU ITU !!!”

“Arayo. Jeongmal mianhae.”

“Kata maafmu tidak bisa membuatku bangun dari koma. Kau kejam !”

Kyuhyun menghilang dari pandangan Yeon Hyo. Rasa bersalah yeoja itu semakin menjadi pada Kyuhyun. Yeon Hyo menerima jika Kyuhyun membenci dan menghujat perbuatannya yang telah mencelakakan Kyuhyun. Kyuhyun benar, jika kata maaf tidak akan bisa membuatnya sadar dari komanya.

 

****

 

“Mianhaeyo,” entah sudah berapa kali Yeon Hyo mengatakan kata yang sama setiap kali melihat Kyuhyun.

“Semuanya sudah terlambat.”

“Aniya. Aku yakin kau pasti bisa hidup kembali.”

“Jangan mencoba untuk menghiburku. Kau tahu, aku sangat kecewa padamu Yeon Hyo-ya. Sejak awal melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Tetapi begitu mengetahui jika kau orang yang telah membuatku terbaring koma, rasa cintaku mendadak hilang.”

“Mworago? Kau…”

“Tuhan begitu tidak adil padaku. Aku harus terperangkap dengan orang ku benci sekaligus ku cintai. Sangat konyol.”

Kyuhyun beranjak dari duduknya hendak pergi meninggalkan ruangan itu, namun dengan cepat dicegah oleh Yeon Hyo. Yeoja itu berlutut didepan Kyuhyun, memohon maaf dari namja itu.

“Mwohaeyo? Berdirilah.”

“Aku tidak akan berdiri sebelum kau memaafkanku, Kyuhyun-ah. Aku tahu jika caraku ini tidak layak, tapi aku benar – benar sangat menyesal. Jika bisa, aku rela Tuhan mengambil nyawaku jika itu bisa membuatmu hidup kembali.”

“Jebal, jangan seperti ini.”

“Lalu aku harus berbuat apa agar kau memaafkan ku.”

“Entahlah. Aku bingung.”

Yeoja itu menangis pilu dihadapan Kyuhyun, terlihat sangat menyesali perbuatannya. Jika saja waktu dapat berputar kembali, Yeon Hyo ingin pergi kemasa dimana kecelakaan naas itu terjadi. Sudah pasti tidak akan orang yang celaka dan Yeon Hyo pun tidak perlu merasa bersalah kepada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Kau bisa menghukumku. Mungkin dengan cara ini kau bisa melampiaskan rasa marahmu padaku.”

“Aku tidak bisa melakukannya. Tidak ada gunanya aku hal itu.”

Kyuhyun lebih memilih untuk menghindari Yeon Hyo. Berada didekat yeoja itu membuat dadanya sesak. Kyuhyun benar – benar tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Menjalani kehidupan seperti ini sungguh sulit baginya.

 

****

 

Berhari – hari lamanya Kyuhyun tidak menampakkan dirinya didepan Yeon Hyo. Yeon Hyo berpikiran jika Kyuhyun sangat membencinya hingga namja itu memutuskan untuk tidak muncul lagi didepan Yeon Hyo. Selama Kyuhyun tidak muncul, yeoja itu merasa seperti ada yang hilang. Entah apa Yeon Hyo tidak tahu, yang jelas ia merasa sangat kehilangan. Jika biasanya rumahnya selalu berisik oleh ucapan – ucapan aneh Kyuhyun namun sekarang rumah itu terasa begitu sepi. Namja itu sudah benar – benar pergi dan Yeon Hyo tidak mengetahui kemana perginya Kyuhyun.

Dalam kesendiriannya malam itu, Yeon Hyo mendoakan Kyuhyun agar namja itu bisa kembali. Diiringi air matanya yeoja itu terus berdoa untuk Kyuhyun. Tersemat dalam hatinya sebuah keinginan didalam hatinya. Yeon Hyo ingin melihat Kyuhyun sadar dari komanya, melihat namja itu sehat agar ia bisa meminta maaf pada Kyuhyun.

Tanpa diketahui oleh Yeon Hyo, Kyuhyun muncul didepan yeoja itu. Kyuhyun berlutut didepan Yeon Hyo yang masih berdoa dengan mata terpejam. Tangannya yang dingin menghapus jejak buliran air mata yang sejak tadi membasahi wajah sempurna milik Yeon Hyo. Yeon Hyo membuka kedua matanya perlahan, terlihat olehnya sosok Kyuhyun yang sedang tersenyum untuknya.

“Kyuhyun-ah…” begitu melihat kehadiran Kyuhyun, Yeon Hyo langsung memeluk namja itu. Kyuhyun terkejut saat Yeon Hyo tiba – tiba memeluknya. Tetapi namja itu tidak bisa memungkiri jika perasaannya terhadap Yeon Hyo masih ada. “Kau pergi kemana beberapa hari ini?”

“Aku tidak pergi kemana – mana. Kau tahukan jika aku tidak bisa pergi dari rumah ini.”

“Mianhae.”

“Tidak perlu meminta maaf lagi padaku. Aku juga bersalah karena menyeberang tidak melihat jalan. Kita berdua sama – sama ceroboh.”

“Tapi aku yang paling ceroboh hingga membuatku tertabrak. Kenapa aku begitu bodoh Kyuhyun-ah.”

“Kau baru menyadarinya Nona Yoon,” gurau Kyuhyun.

Dilepaskannya pelukkan erat Yeon Hyo dari tubuhnya. Kyuhyun dan Yeon Hyo saling berpandangan. Tatapan mata Kyuhyun yang tajam memberikannya sensasi aneh ketika yeoja itu menatapnya. Mata hitam Kyuhyun yang bulat seperti menarik Yeon Hyo untuk terus masuk kedalam pusaran aneh yang dibawa oleh Kyuhyun.

Yeoja itu tersentak kaget tatkala Kyuhyun mengecup keningnya sekilas. Rona merah terlihat begitu jelas menghiasi kedua pipi Yeon Hyo yang mengundang tawa dari Kyuhyun.

“Wajahmu merah Yeon Hyo-ya. Kau baru pertama kali dicium oleh seorang namja?”

“Ne.”

“Jinjja? Hahaha….”

“Memangnya lucu Cho Kyuhyun bodoh !!!”

“Beruntung sekali aku. Disaat aku sehat tidak ada seorang yeoja yang ingin menjadi yeojachingu-ku. Tetapi disaat aku menjadi roh, ada yeoja yang memberikan ciuman pertamanya untukku. Hahaha…”

“Ya ! Utjima !!!” pekik Yeon Hyo kesal.

“Jika Tuhan mengambil nyawaku sekarang aku siap.”

“Sssttt…” Yeon Hyo menempelkan jari telunjuknya dibibir Kyuhyun, menyuruh namja itu untuk diam. “Aku yakin kau akan sadar dari komamu.”

“Kau terlalu berharap Yeon Hyo-ya.”

“Wae? Kau tidak mau hidup kembali?”

“Sangat ingin, tetapi aku tidak yakin.”

“Kau harus optimis Kyuhyun-ah. Aku akan membantumu agar kau bisa kembali hidup. Besok aku akan kerumah sakit untuk menjengukmu.”

“Untuk apa?”

“Lihat saja besok.”

 

****

 

@Asan Medical Center, Seoul

“Annyeong Kyuhyun-ah..” sapa Yeon Hyo. Biarpun yeoja itu merasa sesak, Yeon Hyo berusaha untuk ceria didepan Kyuhyun. “Bagaimana kabarmu hari ini?”

“Aku baik,” sahut Kyuhyun.

“Aku tidak bertanya padamu.”

“Ya ! Sama saja bodoh !!!”

“Jangan berisik. Aku sedang mengobrol dengannya.”

“Aishh… Yeoja pabbo,” gerutu Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Sekali lagi aku minta maaf padamu. Karena aku, kau jadi seperti ini.”

“Tidak usah meminta maaf padaku. Aku sudah memaafkanmu.”

“Jinjjayo?”

“Jika aku bisa mencintaimu kenapa aku aku tidak bisa memaafkanmu.”

“Gomawoyo.”

“Kau mau berkencan denganku Nona Yoon?”

“Kencan?”

“Ne. Anggap saja ini sebagai permintaan terakhirku.”

“Baiklah. Kajja.”

 

 

@Namsan Park, Seoul

 

“Sejak dulu aku ingin sekali mengajak orang yang ku cintai pergi ketempat ini.”

“Waeyo?”

“Taman ini sangat indah. Kau tidak lihat pohon – pohon disini warna dedaunan mirip dengan bunga sakura. Bagiku taman ini sangat romantis.”

“Lalu kenapa kau mengajakku?”

“Karena hanya kau bisa melihatku jadi aku mengajakmu dan kau adalah yeoja yang ku cintai, niga arayo. Jika Tuhan masih memberiku kesempatan suatu saat nanti aku ingin pergi mengajakmu datang ketempat ini lagi.”

“Kau pasti bisa hidup kembali Kyuhyun-ah.”

“Ne.”

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Tanyakan saja.”

“Bagaimana bisa kau mencintaiku sedangkan aku sama sekali tidak mengenalmu.”

“Ah.. Itu. Pertama kali melihatmu di restaurant Tosokchon waktu itu kau sudah membuatku jatuh cinta. Kau tahu, setiap kali aku pergi ke restaurant itu pasti kau juga ada disana.”

“Jinjjayo? Kibum oppa yang sering mengajakku kesana.”

“Namjachingu-mu itu tampan juga.”

“Dia bukan namjachingu-ku. Dia hanya temanku.”

“Arasseo,” Kyuhyun tertunduk, namja itu tersenyum tipis. “Sejak aku menjadi roh, aku merasa lebih baik.”

“Eh? Waeyo?”

“Dulu tidak ada menganggapku ada, termasuk keluargaku sendiri. Tidak ada yang mau berteman denganku karena aku ini namja yang bengal. Setiap malam aku selalu mabuk – mabukkan. Tapi sejak bertemu denganmu aku merasa menjadi orang yang dibutuhkan.”

Begitu Kyuhyun ingin melanjutkan lagi perkataannya, ada sebuah kekuatan yang menarik Kyuhyun untuk pergi. Tanpa disadari oleh Yeon Hyo, namja itu telah raib dari sampingnya.

 

Drrrtttt…. Drrrtttt….

 

“Yeon Hyo-ya.. Eoddiga?”

“Aku sedang di NamsanPark. Waeyo oppa?”

“Namja yang kau tabrak itu keadaannya semakin kritis.”

“Mworago.”

Yeon Hyo langsung mematikan ponselnya. Dilihatnya Kyuhyun sudah tidak berada didekatnya, namja itu menghilang entah kemana. Yeon Hyo segera bergegas menuju ke rumah sakit untuk menengok Kyuhyun. Ia sangat berharap Kyuhyun masih bisa bertahan.

@AsanMedicalCenter, Seoul

“Eotteokhae oppa? Kyuhyun baik – baik saja kan?”

“Keadaannya semakin memburuk.”

“Andwae. Kau harus tetap hidup Kyuhyun-ah.”

Sambil menangis Yeon Hyo berdoa untuk keselamatan Kyuhyun, Kibum yang melihat kesungguhan yeoja itu juga ikut berdoa. Yeon Hyo sangat berharap agar Kyuhyun bisa selamat. Yeoja itu ingin mendengar Kyuhyun menyatakan cintanya dengan tubuhnya yang sebenarnya bukan dengan wujud roh nya.

“Kalian berdua kerabat pasien?”

“Ye, Uisanim,” sahut Yeon Hyo.

“Mianhamnida, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawanya tetapi pasien tidak bisa bertahan.”

“Maksud Uisanim, Kyuhyun meninggal?”

“Ye, Nona.”

“Andwae Kyuhyun-ah.. KYUHYUN-AH….”

 

 

****

 

 

NamsanPark tempat dimana Kyuhyun pernah mengajaknya,Yeon Hyo yang murung menatap kosong kedepan. Perkataan Kyuhyun yang pernah berjanji akan mengajaknya lagi ketempat ini membuatnya begitu bersedih. Kyuhyun tidak akan pernah menepati janjinya sampai kapanpun.

“Uljima,” Yeon Hyo menoreh kearah samping kanannya. Seorang namja berpakaian putih tengah tersenyum manis padanya.

“Kyuhyun-ah.. Kau..”

“Ne, ini aku. Sebelum aku pergi, ada yang ingin ku katakan padamu, Yeon Hyo-ya,” Kyuhyun merengkuh wajah Yeon Hyo, menatap tepat kemanik matanya yang bercahaya. “Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu” yeoja itu menangis haru dalam pelukkan Kyuhyun. Ia merasa jika Kyuhyun benar – benar akan pergi dari hidupnya. “Tidak bisakah aku ikut denganmu? Jebal, bawa aku pergi bersamamu,” ucap Yeon Hyo yang berusaha menahan air matanya.

“Tidak bisa Yeon Hyo-ya. Sekali pun kau bunuh diri untuk bisa ikut bersama ku, caramu itu hanya akan membuat kita terpisah.”

“Hidup sendiri terlalu berat bagi ku, Kyuhyun-ah.”

“Bukankah selama ini kau selalu hidup seorang diri eoh? Ada ataupun tanpa diri ku, hiduplah dengan baik agar aku bisa tenang.”

Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambut panjang Yeon Hyo. Sementara yeoja itu menangis sesunggukkan karena tidak rela berpisah dari Kyuhyun.

“Uljima. Aku yakin jodoh diantara kita belum berakhir. Kita masih bisa bertemu suatu hari nanti, arasseo.”

“Shireo. Aku tidak mau berpisah darimu.”

Sekali lagi Kyuhyun tersenyum. Namja itu memutar tubuhnya kebelakang lalu berjalan menjauhi Yeon Hyo, tanpa mau menoreh lagi kearah yeoja itu.

“Kyuhyun-ah kajima… Kyuhyun-ah…”

Semakin Yeon Hyo berteriak memanggil nama Kyuhyun, namja itu terus melangkahkan kakinya hingga akhirnya ia pun raib dari penglihatan mata Yeon Hyo. Orang yang ditinggalkannya hanya bisa menangis seorang diri disana. Rasa sakit akibat ditinggal pergi oleh Kyuhyun begitu membuatnya tersiksa. Mungkin untuk saat ini Tuhan belum mengijinkan mereka untuk bersama. Tetapi suatu saat nanti ia yakin Kyuhyun dan dirinya akan bisa kembali bersama.

 

 

THE END

 

41 thoughts on “FF “Sarangeun Nunmurinikka” [OneShoot] – FREELANCE

  1. Wahhh… ceritanya udah bagus.. tapi sayang kok rasanya alurnya terlalu cepat ya??? Jadi feelnya kurang dapt gitu deh.. Hehehehe, mian ini hanya pendapatku saja.. Tapi overall semuanya udah bagus kok…Ahh, kirain bakalan happy ending ehh kok malah sad ending sih.. Hehehhehehe… Keep writing aja yah thor??😉

  2. Cerita-nya bagus, sedih bet u,u
    Hyo-Kyu nya greget banget!
    Lagi ngebayangin Kyuhyun jadi roh. Kekeke
    Eh itu si Kyuhyun kan selalu ngikutin kemanapun Yeon Hyo pergi kan? Kamar mandi termasuk? *hening*
    Tadinya aku ngarep kalo Kyuhyun bakalan sadar dari komanya dan nyatain perasaan dia ke Yeon Hyo di Namsan Park kan so sweet tuh. Ahahah..
    Tapi taunya Kyuhyun beneran pergi ;;Aaaaa;;
    I Like it, Like it, l
    Like it!!!

  3. ceritanya kyk drama korea 49 DAYS. Cmn bedanya di sini nggak ada malaikat mautnya.
    tapi ff ini sukses bikin q nangis.. padahal sebenernya q yeoja yg paling susah nangis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s