FF “Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!” [OneShoot]

Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

Main Cast : Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyu Hyun

                        Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

                        Kim Ji Eun

                        Novia a.k.a Choi Heon Jin

 

As Tagged : Donghae Super Junior a.k.a Lee Dong Hae

                        Choi Rae Hee

                        Song Eun Na

 

Genre : AU!, Romance, Comfort, Little Hurt, Humor

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu

                        Super Junior milik ELF, tapi Kyuhyun dan Fanfiction ini hanya milik Yeon Hyo😄

 

Credit pict : Cover by Putri Prama Yegfin, Kim Shin Yeong ulzzang (visualisasi Yeon Hyo), Hyo-Kyu edited by Etta. Yeon Hyo with dress edited by @IchaGaemGyu.

 

Rating : PG15+

 

Lenght : 12.243 words.

 

Recommended Song :: Super Junior Kyuhyun – New Endless Love

                                    Super Junior K.R.Y – Loving You

                                    Infinite – Be Mine

 

 

 

FF “Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!” [OneShoot]

 

 

 

 

@Seoul, Korea Selatan.

 

08.00 a.m

 

 

 

 

“Yeon Hyo-ya!”

“Mm?”

“Yak! Ini sudah jam delapan pagi, Yeon Hyo-ya! Kau terlambat kuliah!” teriak seorang gadis yang membuat Yoon Yeon Hyo –gadis yang tidur dengan piyama pink kebesaran itu- sontak membuka matanya dengan cepat.

Jeongmal?!” tanya Yeon Hyo dengan suara serak. Choi Heon Jin mengangguk dan menarik paksa selimut pink berbulu yang menutupi tubuh adik sepupunya dengan sekali sentakan. Membuat Yeon Hyo mendengus dan mau tidak mau harus turun dari tempat tidurnya yang empuk itu dengan tampang malas.

“Sudah jam delapan. Sebaiknya tidak usah kuliah saja,” ucap Yeon Hyo asal. Gadis itu lalu menghempaskan kembali tubuhnya ke atas tempat tidur. Heon Jin bereaksi.

“Yak! Yoon Yeon Hyo! Dasar anak nakal! Sekarang kau mandi! Cepat! Jangan membantah!” teriak Heon Jin lagi. Yeon Hyo tertawa.

“Malas. Sudah ku bilang aku malas sekali, Eonni! Lagipula aku sudah terlambat, bukan?” sahut Yeon Hyo sambil bersiap untuk kembali memejamkan matanya yang terasa berat. Choi Heon Jin menggeleng melihat kelakuan adik sepupunya dan kembali teringat akan pesan ibu Yeon Hyo yang memintanya untuk menjaga anak tunggalnya itu selama ia liburan ke Shanghai bersama ayah Yeon Hyo. Menyebalkan memang, tapi itu lah yang terjadi.

Choi Heon Jin terpaksa menginap untuk sementara waktu dirumah Yeon Hyo yang mewah. Gadis itu adalah kakak sepupu Yeon Hyo dari pihak ibu. Mereka cukup dekat walaupun Choi Heon Jin sama sekali tidak menyukai sifat adik sepupunya itu.

Bagaimana tidak? Yeon Hyo bukan lah tipe gadis normal kebanyakan yang pintar memasak. Ia gadis keras kepala yang seenaknya sendiri. Yeon Hyo tidak pernah mau mendengarkan perkataan orang lain. Ia tetap berpegang teguh pada pola pikirannya yang abstrak dan caranya yang serampangan.

Yeon Hyo bukan gadis yang peduli dengan suaranya yang serak, cenderung berisik. Ia juga bukan gadis penggemar high heels yang rela membuang uangnya ratusan ribu won hanya untuk sepasang sepatu tinggi bermerek. Yeon Hyo adalah gadis yang lebih suka menghabiskan waktunya berjam-jam di cafe, menikmati milkshake strawberry lebih dari satu gelas dan menjahili teman-teman di kampusnya hingga mereka merasa kesal.

Sedangkan Choi Heon Jin adalah salah satu deretan gadis terpintar di Kyunghee University. Seorang gadis yang berusaha melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Gadis cantik dengan bakat musik yang begitu alami. Hampir sebagian besar pria di kampus mengejar-ngejar Heon Jin hanya untuk sekedar mendapatkan sedikit perhatiannya. Kecuali seorang pria yang sama sekali tidak cocok dengan Heon Jin.

“Setidaknya kau masih punya waktu untuk masuk pelajaran kedua, Yeon Hyo-ya,” ujar Heon Jin tidak menyerah. Yeon Hyo mendengus.

Eoh? Jadi Eonni tega menyuruhku berkutat dengan angka-angka berlabel statistik itu selama tiga jam dan mendengarkan celotehan panjang lebar Han Songsaenim tentang kelakuanku yang menurutnya sangat tidak sopan?” celetuk Yeon Hyo gemas. Heon Jin tersenyum.

“Setidaknya kau bisa melihat raut wajah Lee Dong Hae setiap hari,” ucap Heon Jin sambil mengerling nakal ke arah Yeon Hyo. Gadis itu terhenyak.

Eonni!!”

“Hahhaa! Bukankah kau menyukainya, Yeon Hyo-ya?”

~XXX~

 

 

 

 

Cinta adalah sesuatu yang tak dapat kau lihat.
Tapi bisa kau bayangkan.
Cinta juga bukan sesuatu yang bisa kau pegang.
Tapi bisa kau raih dengan usaha..
Cinta juga bukan sesuatu yang bisa dilafalkan dengan kata-kata.
Tapi cinta dapat dilukiskan dengan kiasan yang begitu indah.
Sehingga setiap orang menganggap cinta itu berharga..

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

            Kyu Hyun memijat dahinya keras-keras. Perutnya terasa mulas. Entah untuk kesekian kalinya, pria itu menatap nanar ke arah deretan amplop cokelat kecil yang menyimpan gambar sekitar belasan gadis yang tentu saja cantik. Amplop cokelat itu berbaris secara beraturan, diujung amplop sebelah kanan atas terdapat angka-angka yang ditulis menggunakan spidol merah tua. Mulai dari angka satu hingga seterusnya. Rasanya Kyu Hyun sudah tidak sanggup mengeluarkan suaranya lagi. Terlalu mengerikan untuknya.

“Jadi? Yang mana?” tanya Ha Na –ibu Kyu Hyun- sambil tersenyum simpul.

“Yang mana saja,” sahut Kyu Hyun malas. Pria itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah kaca besar yang berembun itu. Tampak asyik menikmati pemandangan yang tercipta dihadapannya. Bagaimana mungkin gadis manis yang berdiri di halte bus itu bisa menjadi tontonan semenarik ini?

Kyu Hyun tersenyum. Pria itu benar-benar memusatkan seluruh perhatiannya pada gadis muda yang tampak kesal dengan sweater hijau yang basah. Entah kenapa rasanya gadis itu jauh lebih menarik ketimbang pembicaraan serius yang tengah ia lakukan bersama ibunya sejak setengah jam yang lalu.

“Kau tidak menolak?” tanya Ha Na tak percaya. Kyu Hyun tersentak. Pria itu buru-buru mengangguk dan kembali menatap ibunya yang tampak heran dengan kelakuannya hari ini. Biasanya Kyu Hyun akan menolak dengan keras setiap kali ibunya menyodorkan foto-foto gadis pilihan ibunya untuk ia nikahi dalam waktu dua bulan ini. Tapi mau bagaimana lagi? Kyu Hyun akan tetap dijodohkan dengan gadis pilihan ibunya walaupun ia memberontak. Kesehatan ibunya jauh lebih penting daripada apapun di dunia ini. Dan Kyu Hyun menyadari kalau Ha Na menderita penyakit jantung yang sangat berbahaya jika ia tetap bersikeras untuk tidak menikah dalam waktu dekat ini. Ha Na akan baik-baik saja, selama Kyu Hyun mau menuruti kehendaknya.

“Kau mau yang mana? Mereka semua gadis cantik yang berasal dari keluarga baik-baik,” ucap Ha Na yang membuat Kyu Hyun mengangkat sudut bibir kanannya ke atas. Tersenyum miring.

“Berapa jumlah foto ini?” tanya Kyu Hyun pelan.

“Empat belas.”

“Ah~ ya, aku pilih nomor terakhir saja. Empat belas,” sahut Kyu Hyun sekenanya. Ha Na mengernyit.

“Kau yakin tidak mau memilih-milih dulu?” tanya Ha Na yang dibalas dengan gelengan ringan Kyu Hyun.

“Untuk apa? Mereka sama saja. Cantik, baik dan juga membosankan,” jawab Kyu Hyun sambil menyambar lemon tea dingin yang sejak tadi belum disentuhnya sama sekali. Pria itu lalu kembali mengalihkan pandangannya, menatap kaca besar berembun itu dan tersenyum kecut. Sudah berapa banyak waktu yang ia habiskan untuk mempermainkan perasaan wanita? Kyu Hyun bahkan tidak tahu persis berapa jumlah mantan kekasihnya. Ia juga tidak bisa mengingat wajah-wajah gadis itu satu persatu karena terlalu banyak. Mungkin tidak masuk akal, tapi semua orang tahu kalau semua itu akan menjadi masuk akal jika pria itu adalah seorang Cho Kyu Hyun. Pria yang memiliki kulit seputih susu dengan ketampanan di atas rata-rata.

“Kau yakin memilih nomor empat belas?” tanya Ha Na tampak mengulur waktu. Wanita paruh baya itu menatap Kyu Hyun penuh harap, terlihat menyembunyikan sesuatu.

“Aku tak kan mengubah keputusanku, Eomma.”

“Kau benar,” sahut Ha Na sambil menghela napas berat. Ia sangat hafal sifat putra tunggalnya yang keras kepala ini. Kyu Hyun tidak akan mengubah keputusan yang telah diambilnya, walaupun itu akan berakhir dengan buruk.

“Memangnya kenapa? Dia jelek?” tanya Kyu Hyun heran. Ha Na menggeleng. Pria itu menaikan sebelah alisnya dan menatap aneh ke arah ibunya yang gelisah.

“Ini nomor empat belas,” ucap Ha Na sambil menyodorkan amplop cokelat bertuliskan nomor empat belas itu ke arah Kyu Hyun. Wanita paruh baya itu tampak gugup. Walaupun Ha Na tahu kalau semua gadis didalam deretan amplop itu adalah gadis yang berasal dari keluarga baik-baik dan juga terpandang, tapi tetap saja ada satu orang gadis yang cukup menganjal pikirannya. Bukannya tidak suka, tapi gadis itu memiliki sifat dan tingkah laku yang hampir sama dengan Kyu Hyun. Walaupun gadis itu merupakan anak teman baiknya, tapi Ha Na sangat hafal bagaimana cara gadis itu bertingkah.

Kyu Hyun menyambar amplop cokelat itu dengan cepat. Tiba-tiba saja tangannya terasa lemas dan rasanya Kyu Hyun tidak sanggup membuka amplop cokelat bernomor empat belas itu.

Bagaimana jika nantinya gadis yang ada didalam amplop itu adalah gadis yang ia kenal? Atau mungkin salah satu mantan kekasihnya? Dan yang lebih parah, bagaimana jika gadis yang kelak akan menjadi istrinya itu adalah musuh bebuyutannya? Orang yang selalu membuat dirinya merasa kesal?

Kyu Hyun menghela napas berat dan mulai merobek ujung amplop itu dengan jantung berdebar. Siapa? Siapa gadis menyebalkan yang akan merecoki kehidupannya yang tenang? Gadis yang seperti apakah yang akan mengacaukan hari demi hari Kyu Hyun dan membuat jiwanya merasa tersiksa? Siapakah dia?

“Dia….”

Mata Kyu Hyun membulat dengan sempurna tatkala selembar foto berukuran sedang itu tercetak dengan jelas dihadapannya. Tampak kaget sekaligus tak percaya. Bagaimana bisa ibunya itu mengenal sosok gadis yang tengah berada dalam foto ini? Kyu Hyun sangat mengenali gadis ini. Tapi bagaimana mungkin?

“Bagaimana? Dia cantik, bukan? Pilihanmu tepat sekali, Kyu Hyun-ah. Dia adalah gadis tercantik yang pernah Eomma lihat,” ucap Ha Na senang. Walaupun Ha Na tahu kalau gadis yang ada didalam foto itu adalah gadis yang mungkin akan membuatnya sakit kepala, tapi wanita paruh baya itu senang sekali jika dapat mempunyai besan seorang Yoon Jin Ah. Ibu dari gadis didalam foto itu. Teman baiknya sejak kecil hingga sekarang.

Kyu Hyun tidak menjawab. Pria itu hanya mengangkat wajahnya dan tersenyum miring.

“Ini? Apa Eomma tidak salah?”  tanya Kyu Hyun yang diiringi gelengan ringan Ha Na.

“Tentu saja tidak. Kau mau tahu siapa namanya?” sahut Ha Na balik bertanya.

“Tidak perlu.”

Wae?”

“Tanpa Eomma ceritakan pun, aku sudah tahu siapa nama dan bagaimana kelakuan gadis itu.”

Jeongmal?” tanya Ha Na senang.

Ne, dia Yoon Yeon Hyo. Gadis berisik yang akan menjadi pengacau hidupku.”

~XXX~

 

 

 

 

 

Aku selalu menyebutmu dengan ‘utara’.
Sebuah mata angin yang selalu menembak lurus tanpa melenceng sedikitpun.
Bagaimana jika aku tersesat didalam hatimu?
Haruskah aku menjadikan dirimu sendiri sebagai tujuan hidupku?
Tidak berpaling dan tertarik untuk mencoba ke arah ‘selatan’? Atau ‘barat’?
Karena kau adalah ‘utara’.
Jadi lebih baik aku menuju ke arahmu saja
.”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Lee Dong Hae! Kau dengar? Lee Dong Hae tersenyum ke arahku! Kyaaaaa!” teriak Yeon Hyo heboh yang sontak membuat Kim Ji Eun menutup kedua telinganya dengan cepat. Gadis itu mendengus kesal tatkala Yeon Hyo kembali memekik kegirangan dengan suara serak yang ia miliki itu. Ji Eun memang sahabat Yeon Hyo, tapi siapa pun juga tidak akan ada yang tahan dengan sifat aneh yang dimiliki gadis itu. Termasuk Ji Eun.

“Aku tahu. Tapi sebaiknya kau menghentikan teriakanmu itu, Yeon Hyo-ya. Tanpa dijelaskan pun aku sudah tahu kalau kau tergila-gila pada Lee Dong Hae. Jadi bisakah kau menghentikannya?” ucap Ji Eun kesal. Yeon Hyo mencibir.

“Kau mulai lagi. Aish!” sambar Yeon Hyo sebal. Gadis itu lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kursi dengan malas dan kembali menatap wajah Ji Eun yang tanpa ekspresi itu.

“Kau terlalu cuek untuk ukuran seorang gadis. Mana ada laki-laki yang mau mendekatimu jika kau bersikap seperti itu, huh?” tambah Yeon Hyo yang membuat Kim Ji Eun sontak menoleh. Gadis itu mengernyit dan membalas tatapan Yeon Hyo dengan cara yang aneh. Tampak mengintimidasi.

“Lalu? Kau bagaimana? Kau bahkan terlalu berisik untuk ukuran seorang gadis normal, Yeon Hyo-ya. Jauh lebih buruk daripada sifatku, bukan?” sahut Ji Eun cuek. Gadis itu lalu tersenyum penuh kemenangan saat Yeon Hyo berteriak kesal ke arahnya.

“Hentikan itu. Dan singkirkan benda-benda berwarna merah jambu itu dari hadapanku,” tambah Ji Eun yang membuat mata Yeon Hyo sontak membulat dengan sempurna. Gadis itu melotot. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dilontarkan gadis itu padanya. Bagaimana bisa Ji Eun membenci warna pink? Warna kesukaan Yeon Hyo yang notabene adalah orang yang cukup dekat dengannya?

“Yak! Kau ini! Sama sekali tidak bisa bersikap manis padaku, huh?!” protes Yeon Hyo sebal. Ji Eun tersenyum tipis.

“Memangnya kau siapa? Cho Kyu Hyun? Aniya, aku tidak akan pernah berbaik hati padamu, Nona Yoon.”

“Ji Eun-ah!”

“Hahahaha!”

Aish! Kau ini benar-benar menyebalkan! Kau hanya mau bersikap manis jika berhadapan dengan Cho Kyu Hyun? Begitu maksudmu?” todong Yeon Hyo yang membuat tawa di wajah Ji Eun seketika lenyap. Gadis itu hanya tersenyum kecut.

“Menurutmu?” sahut Ji Eun balik bertanya.

“Tentu saja. Aku paham sekali kalau kau menyukainya. Menyukai Cho Kyu Hyun yang suka mempermainkan wanita itu.”

“Hei! Dia tidak seperti itu!”

Eoh? Memangnya kau tidak lihat kalau hampir setiap hari dia berganti pacar? Gadis mana yang belum ia pacari di kampus ini, huh?! Di antara gadis yang memiliki wajah lumayan, hanya tinggal kau dan aku saja yang tidak pernah didekati oleh setan berwajah malaikat itu!” seru Yeon Hyo berapi-api. Ji Eun menghela napas dan baru saja akan membuka mulutnya tatkala gadis yang dekat dengannya itu kembali berteriak kesal.

“Dengar! Mungkin ini kedengarannya konyol, tapi kurasa kita memang tidak masuk ke dalam tipe gadis yang memenuhi standar kriteria Kyu Hyun! Aku tahu, mungkin karena kau terlalu cuek dan sedikit pendiam. Sedangkan aku? Aku memang tidak suka dengannya! Musuh bebuyutannya sejak pertama kali melihat wajah menyebalkan pria itu di kampus ini! Aku tidak bilang kalau kita berdua ini jelek. Kau cantik, sangat! Dan aku? Sepertinya aku tidak memiliki wajah yang terlalu buruk untuk ukuran seorang gadis. Lalu kenapa dia tidak mau mendekati kita?”

Kim Ji Eun mendengus dan meletakkan dagunya dengan malas di atas meja. Gadis itu meniup poninya yang berantakan dan kembali melirik Yeon Hyo yang masih sibuk berceloteh ria soal pendapatnya tentang Kyu Hyun. Entahlah, walaupun Yeon Hyo mati-matian menyatakan kalau dirinya sangat anti terhadap pria paling tampan di kampus itu, tapi Ji Eun yakin sekali kalau Yeon Hyo mengetahui segala sesuatu tentang Kyu Hyun. Bahkan ukuran sepatunya.

“Aku menyukainya. Apakah itu salah?” tanya Ji Eun yang membuat Yeon Hyo terdiam.

“Dia tak mau mendekati kita karena aku memang tidak bisa mengeluarkan suaraku saat berhadapan dengannya. Kau tahu? Kyu Hyun itu sudah seperti oksigen bagiku. Mungkin kalau diuraikan akan begini, dimana aku berdiri, aku harus melihatnya. Aku harus tahu bagaimana kabarnya hari ini. Kalau tidak? Pasti hariku akan menjadi berantakan. Terasa ada yang salah. Walaupun aku tidak bisa memilikinya, tapi aku masih bisa hidup dengan baik setelah melihatnya tersenyum dan memastikan kalau dia baik-baik saja. Sesederhana itu.”

“Ji Eun-ah…”

“Kau tak percaya? Kau akan merasakan hal itu saat jatuh cinta pada seseorang nantinya,” ucap Ji Eun yang membuat Yeon Hyo buru-buru mengalihkan pandangannya. Kenapa rasanya aneh sekali. Benarkah kalau Kim Ji Eun mencintai Cho Kyu Hyun sampai seperti ini?

Arraseo,” sahut Yeon Hyo pelan. Ji Eun mengernyit.

“Kau kenapa?”

Aniya…”

“Hei! Kau kenapa?” desak Ji Eun lagi. Yeon Hyo menghela napas berat dan tersenyum kecut.

“Aku belum pernah merasakannya.”

“Merasakan apa?” tanya Ji Eun tak mengerti.

“Merasakan apa yang disebut dengan ‘cinta’. Entahlah, walaupun aku berpikir kalau Lee Dong Hae itu sangat mempesona, tapi sepertinya aku hanya tertarik pada pria itu. Tidak mencintainya seperti yang kau lakukan pada Kyu Hyun. Aku belum—“

“Kau belum pernah jatuh cinta?” sambar Ji Eun setengah tak percaya. Yeon Hyo mengangguk.

“Sepertinya…”

“Kau gila! Di usiamu yang sudah mencapai dua puluh tahun ini, kau belum pernah jatuh cinta? Jangan main-main, Yeon Hyo-ya!”

“Aku serius!” timpal Yeon Hyo cepat.

Aish!”

Yeon Hyo terkikik saat Ji Eun mengibas-ngibaskan telapak tangannya didepan wajah gadis itu. Ia tahu sekali kalau Kim Ji Eun bukan tipe gadis yang suka berdebat terlalu lama dengan Yeon Hyo.  Dan Ji Eun akan menghentikan pembicaraan secara sepihak jika ia mulai merasa tidak nyaman. Gadis yang sangat unik menurut Yeon Hyo. Dan juga gadis yang suka ‘bersembunyi’, bukan orang yang akan menonjolkan dirinya walaupun ia memiliki bakat.

“Kau percaya padaku?” tanya Yeon Hyo yang membuat Ji Eun menghentikan kebiasaannya itu dan kembali menoleh.

“Tentu saja. Tapi dalam masalah apa?”

“Cinta. Kau tahu? Cho Kyu Hyun tidak baik untukmu. Hhmm, ini menurutku. Tentu saja,” ucap Yeon Hyo kikuk. Ji Eun mengernyit.

“Aku tahu apa yang terbaik untukku, Yeon Hyo-ya.”

Jeongmal?”

“Tentu saja. Cho Kyu Hyun adalah pria yang pantas untuk dicintai. Nanti kau juga tahu.”

~XXX~

 

 

 

 

Kau tahu? 
Melihatmu tertawa dan masih bernapas dengan baik saja sudah membuatku begitu bahagia.
Apalagi jika kau mencintaiku?
Tidak ada kesempurnaan yang lebih lagi daripada itu..

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

“Ayah dan Ibumu pulang sore ini,” ucap Choi Heon Jin yang membuat Yeon Hyo sontak menghentikan langkahnya. Gadis itu menoleh dan menatap Heon Jin dengan raut wajah tak percaya.

Jeongmal? Tapi kenapa?” tanya Yeon Hyo sambil meletakkan tas putihnya dengan sembarangannya di atas sofa. Heon Jin mengangkat bahu.

Molla, membawakanmu seorang pacar. Mungkin,” sahut Heon Jin asal sambil menjulurkan lidahnya ke arah Yeon Hyo. Bermaksud menggoda adik sepupunya yang terkenal serampangan itu.

“Yak! Eonni! Menyebalkan!”

“Hhahahaha!”

Aish! Jinjja?! Di usiamu yang semakin menua ini, kau masih sempat-sempatnya menggodaku, eoh?” todong Yeon Hyo kesal. Heon Jin tersenyum.

“Kau ingat ulang tahunku?”

“Tentu saja. Bagaimana mungkin aku melupakannya,” sahut Yeon Hyo cuek. Choi Heon Jin lagi-lagi tersenyum. Yeon Hyo mungkin bukan orang yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Tapi setidaknya adik kecilnya itu masih mengingatnya walaupun tidak mengucapkan selamat untuknya.

Eonni.”

Ne?”

Saengil Chukkae Hamnida. Selamat bertambah tua,” ucap Yeon Hyo sambil tersenyum jahil. Heon Jin mengangguk dan melebarkan kedua tangannya. Seakan memerintahkan Yeon Hyo untuk memeluk tubuh gadis itu.

“Aku sayang Eonni. Yah, walaupun aku terlihat tidak mempedulikanmu, tapi entah kenapa pikiranku selalu mengarah pada Eonni. Aku merasa bersalah karena tidak memberikanmu hadiah semalam. Maaf, aku memang seperti ini. Mau kah Eonni memaafkanku? Maaf atas keterlambatan ini. Aku memang bodoh.”

Ya! Jangan bicara yang aneh-aneh. Kau tidak bodoh! Dengar, aku memang menantikan semua ini darimu. Karena aku berharap kau akan mengingatnya, tanpa ku minta,” ucap Heon Jin sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum kecil.

“Sekarang kau mandi, ne? Ibumu memintaku untuk mendadanimu sebaik mungkin. Untuk malam ini saja. Kau dengar?” ujar Heon Jin yang membuat Yeon Hyo mematung.

Eomma? Menyuruhku berdandan? Untuk apa?” tanya Yeon Hyo dengan suara pelan, hampir tak terdengar. Gadis itu terlalu syok untuk mendengar penjelasan Heon Jin selanjutnya.

Molla, aku juga tidak tahu. Hhm.. Makan malam keluarga secara formal, mungkin?” jawab Heon Jin yang membuat Yeon Hyo merasa lututnya lemas. Apa katanya? Makan malam formal? Kenapa kedengarannya buruk sekali?

Eottohke? Aku harus bagaimana Eonni?”

~XXX~

 

 

 

 

 

“Tuhan, tolong dengarkan permintaanku ini.

Aku ingin dia.

Ingin menjaga hatinya.

Menjaga jiwanya dan merekam semuanya dalam ingatanku selagi aku bisa.

Aku ingin cintanya.

Cinta dan kasih sayangnya.

Mungkin aku egois.

Tapi aku bisa apa saat dihadapkan dengannya?

Dia membuatku merasa hidup tak kan sempurna jika ia tak berada disisiku.

Hidup akan terasa bosan jika aku melewatkan wajahnya satu hari saja.

Dan apakah dia tahu perasaanku ini?”

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

            Kyu Hyun menghela napas dan menatap jalanan kota Seoul dengan nanar. Rasanya pria itu benar-benar tidak ingin pergi kesana. Ke rumah itu. Tapi bagaimana mungkin ia memberontak di saat-saat seperti ini? Kyu Hyun bahkan sengaja tidak pergi ke kampus tadi pagi karena terlalu kaget dengan keputusan ibunya. Dan yang lebih parah daripada itu, Kyu Hyun ternyata tidak sengaja memilih Yoon Yeon Hyo yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya untuk dijadikan calon istri yang kelak akan hidup menua bersamanya. Konyol bukan?

Dan sekarang, di saat ibu dan ayahnya menunggu Kyu Hyun dirumah itu, ia malah menghabiskan waktu dengan berlama-lama dijalanan. Mengatakan pada ibunya kalau sekarang ia tengah terjebak dalam kemacetan yang luar biasa. Dan seperti biasa, ibunya mengomel tentang sifat Kyu Hyun yang keras kepala dan menolak unuk datang secara bersama-sama. Tapi Kyu Hyun sama sekali tidak mendengarkan semua itu. Yang ia pikirkan sekarang hanya lah gadis itu. Gadis yang membuat dirinya terpesona dan tidak mampu berpikir dengan jernih. Entah lah.

Kyu Hyun menghentikan laju mobilnya secara perlahan saat hujan mulai turun membasahi kaca mobilnya sedikit demi sedikit. Pria itu lalu memarkirkan mobilnya didepan sebuah cafe yang cukup ramai sambil mengedarkan pandangannya tak tentu arah. Tampak mencari seseorang.

“Dimana dia?” gumam Kyu Hyun tak jelas. Pria itu lalu nekat turun dari mobilnya dengan hanya bermodalkan mantel berwarna hitam kelam yang terlihat sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Rambutnya yang berantakan mulai terkontaminasi dengan air hujan yang terus menerus menabrak rambut kecokelatannya yang berkilau. Kyu Hyun tampan. Bahkan sangat tampan di saat cuaca buruk yang mendukung seperti ini.

Tiba-tiba saja ekor mata Kyu Hyun menangkap sesosok gadis yang amat dikenalinya. Gadis yang selalu memenuhi pikirannya beberapa hari ini. Gadis yang membuatnya memutuskan hubungan dengan Song Eun Na, salah satu gadis tercantik di kampus dalam hitungan jam saja. Gadis yang mengalihkan perhatiannya dari wajah cantik Choi Rae Hee, target Kyu Hyun selanjutnya. Hanya gadis itu yang mampu membuat Kyu Hyun terpana untuk pertama kalinya. Gadis yang membuatnya tidak konsentrasi pagi tadi. Gadis itu….

“Kim Ji Eun?” panggil Kyu Hyun yang membuat gadis cantik itu menoleh. Tiba-tiba raut wajah ceria gadis itu berubah dengan drastis. Tampak pucat. Membuat Kyu Hyun bertanya-tanya, ada apa dengan gadis itu?

“Kau sedang apa disini?” tanya Kyu Hyun basa-basi. Pria itu menatap Ji Eun dari atas ke bawah. Kim Ji Eun mengenakan jaket hijau dipadu dengan dalaman kaus putih susu yang cukup serasi dengan payung transparannya yang terlihat basah. Gadis itu mengikat rambutnya menjadi satu serta menggulungnya ke atas, membentuk bulatan kecil sederhana yang cantik. Ji Eun tetap terlihat seperti biasa, tidak feminim dan juga tidak terlalu tomboy. Biasa-biasa saja tapi dengan wajah yang tidak biasa. Dia terlalu cantik untuk ukuran gadis Korea kebanyakan.

“Eh? Aku? Aku sedang—“

“Jangan bilang kalau kau sedang bermain hujan!”

“Kenapa kau bisa tahu? Aku memang menyukai hujan. Sangat menyukainya,” sahut Jie Eun aneh.

“Yak! Nanti kalau kau sakit bagaimana?!” seru Kyu Hyun sambil menarik pergelangan tangan Ji Eun tanpa basa-basi. Gadis itu terhenyak. Bagaimana bisa Kyu Hyun menyentuhnya dengan cara seperti ini? Kenapa pria itu menegurnya seolah-olah mereka adalah teman akrab sejak lama?

Kyu Hyun menyeret Ji Eun menuju ke arah mobil mercedes hitamnya yang terparkir beberapa langkah darinya itu dan membukakan pintu untuk Ji Eun. Gadis itu sama sekali tidak memberontak saat Kyu Hyun mendorongnya masuk. Menyelamatkannya dari hujan.

Kyu Hyun buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu mobil mewah itu dengan sekali sentakan. Membuat Ji Eun tertegun dan menatap aneh ke arah Kyu Hyun.

Wae?” tanya Kyu Hyun begitu menyadari kalau gadis itu tengah memperhatikannya.

“Tidak. Aku hanya berpikir bagaimana bisa kau tahu namaku? Eerr.. Maksudku, kita tidak pernah mengenal satu sama lain, bukan?” sahut Ji Eun pelan. Tenggorokannya terasa kering. Ternyata ini rasanya jika berdekatan langsung dengan Cho Kyu Hyun? Rasanya menegangkan sekali.

“Tentu saja. Aku memperhatikanmu tadi pagi di halte bus itu, sepertinya sedang menunggu bus datang. Kau sama sekali tidak membawa payung, hanya mengenakan sweater hijau yang menarik perhatianku. Dan kau tahu? Aku bahkan membatalkan kencanku dengan Choi Rae Hee hanya untuk mencarimu disini,” sahut Kyu Hyun yang entah kenapa terdengar aneh di telinga Ji Eun.

Apa katanya? Membatalkan kencan dengan Choi Rae Hee hanya untuk melihatnya disini? Apa pria ini sudah gila? Kim Ji Eun bahkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Choi Rae Hee. Lalu kenapa pria ini terlihat begitu memaksakan diri untuk bertemu sore ini dengannya? Pertemuan yang bahkan tidak direncanakan sebelumnya.

Jeongmal?” tanya Ji Eun yang membuat Kyu Hyun tersenyum miring.

“Tentu saja. Kau mau jadi pacarku?” sahut Kyu Hyun sambil menyentuh dagu Ji Eun dengan jari-jari tangan kanannya yang lembut. Pria itu langsung mengumbar seringai kemenangannya saat Ji Eun mengangguk ragu secara perlahan.

Jinjja? Terima kasih, Nona Kim,” ucap Kyu Hyun lembut. Pria itu lantas mendekatkan wajahnya ke arah Ji Eun. Bernapas disana.

Kim Ji Eun tidak bergerak. Bukannya ia tidak mau! Tapi pesona seorang Cho Kyu Hyun benar-benar membuatnya mati kutu. Ia tidak salah bukan? Memang ini yang menjadi impiannya sejak lama. Dan Ji Eun rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk beberapa menit berharga ini. Saat Kyu Hyun memintanya menjadi kekasih pria itu dan mendekatkan wajahnya seperti ini. Harum segar daun mint langsung menguar dengan hebat dan mulai mempengaruhi indera penciuman gadis itu. Merecoki pikirannya tentang hal-hal aneh yang sejak dulu ia impikan. Ciuman pria itu.

Saranghae,” bisik Ji Eun pelan. Gadis itu lalu mencodongkan tubuhnya ke arah Kyu Hyun. Pikirannya benar-benar liar! Bagaimana tidak? Seorang Kim Ji Eun yang cuek, bisa dengan begitu mudahnya bertekuk lutut dihadapan Cho Kyu Hyun tanpa melewatkan lima menit lebih lama lagi.

Gadis itu tersenyum kecil dan menempelkan bibir tipisnya pada guratan indah yang membentuk senyuman di wajah Kyu Hyun. Ji Eun melumat bibir Kyu Hyun lembut selama beberapa detik dan melepaskannya secara cepat saat pria itu tak kunjung membalas.

Wae?” tanya Ji Eun setengah protes. Kyu Hyun tersenyum tipis.

“Kau sama saja,” sahut pria itu yang membuat Ji Eun mengernyit.

“Maksudmu?”

“Dengarkan aku, Nona Kim. Awalnya ku pikir, kau berbeda. Kau bahkan tidak mau melihat ke arahku setiap kali aku berusaha menarik perhatianmu saat di kampus. Kau cuek, bahkan sangat menyebalkan saat seseorang memberitahuku kalau kau sama sekali tidak tertarik denganku. Dan pagi tadi, aku melihatmu berdiri di halte bus itu dengan sweater hijau yang basah. Kau terlihat polos dan tidak peduli dengan keadaan sekitarmu. Tontonan yang menarik saat kau berteriak marah ketika bus penuh dan kau menyadari kalau kau akan terlambat.”

“Tapi ternyata? Kau hampir sama dengan gadis-gadis itu, Nona Kim. Aku berhasil mendapatkan ciuman dari Song Eun Na dalam waktu lima detik setelah aku memintanya untuk menjadi pacarku. Dan Choi Rae Hee? Aku bahkan mendapatkan ciumannya sejak awal aku menyapa dan mengajaknya mengobrol.”

“Ku pikir kau berbeda. Tapi ternyata pertahananmu runtuh saat aku memancingmu sedikit. Kau tahu, Nona Kim? Selama ini aku tidak pernah mencium gadis mana pun didunia ini, walaupun hanya sebentar. Tapi mereka lah yang menciumku dan mengharapkan balasan dariku. Membosankan, bukan? Dan apakah kau tahu? Aku sebenarnya sudah ditunggu oleh keluargaku untuk dijodohkan dengan seorang gadis yang kelak akan menjadi istriku. Gadis yang belum pernah ku sentuh sama sekali. Gadis yang bahkan tidak mau bicara denganku. Sepertinya menyenangkan. Aku akan bermain-main sedikit dengannya,” ucap Kyu Hyun yang sukses membuat Kim Ji Eun mematung ditempat.

Gadis itu benar-benar tidak menyangka kalau Kyu Hyun akan berbuat seperti ini padanya. Mempermainkan perasaannya. Membuatnya malu setengah mati dan kemudian mencampakkannya begitu saja. Kejam sekali.

“Aku akan mengantarmu pulang, Nona Kim. Terima kasih karena telah menjawab rasa penasaranku,” sambung Kyu Hyun yang membuat Kim Ji Eun refleks melayangkan sebuah tamparan keras ke pipi kiri pria itu.

~PLAK!

“Dengar! Tuan muda Cho yang terhormat! Walaupun aku mengaku kalau aku begitu tergila-gila padamu, tapi setelah ini… Aku tidak akan menoleh ke arahmu lagi! Tidak akan peduli denganmu lagi! Kau sangat menyebalkan! Pria paling brengsek di muka bumi ini!” teriak Ji Eun dengan nada penuh emosi. Kyu Hyun tertawa.

“Bukankah kau sudah tahu bagaimana reputasiku saat di kampus?  Lalu kenapa kau masih bisa terjebak dengan permainanku yang bahkan sudah menjadi rahasia umum? Konyol sekali mengingat aku terpesona denganmu tadi pagi. Kau cantik, Nona Kim. Bahkan sangat cantik. Tapi tetap saja kau sama seperti yang lainnya. Membosankan,” balas Kyu Hyun yang membuat Ji Eun berteriak marah dan buru-buru keluar dari mobil mewah itu.

Ji Eun meninggalkan payung transparan kesayangannya dan berlari kecil menembus hujan. Gadis itu mengumpat, menyumpah dan menangis dalam keadaan kacau. Bagaimana bisa ia menghabiskan waktunya selama dua tahun ini hanya untuk memikirkan laki-laki brengsek macam Kyu Hyun? Kenapa ia tidak mendengarkan perkataan Yeon Hyo? Kenapa ia masih saja mengharapkan pria itu berubah dan sedikit menatapnya?

Molla, Kim Ji Eun benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya. Hatinya hancur dan pikirannya kacau. Ji Eun benar-benar tidak menyangka kalau Cho Kyu Hyun bisa sejahat itu padanya. Dan entah kenapa, terbesit pikirannya untuk membalas semua perbuatan Cho Kyu Hyun.

Tapi apa?

Tiba-tiba saja ponsel gadis itu bergetar dengan hebat, memaksanya untuk berteduh di pelataran toko dan merogoh ponsel itu dari saku celananya.

“Yeon Hyo calling…”

 

            Kim Ji Eun mengernyit dan menghapus air matanya dengan cepat. Gadis itu menghela napas dan mulai membuka suaranya yang terdengar serak.

Yeoboseyo?” sapa Ji Eun pelan.

“Yeoboseyo? Ji Eun-ah! Ini gawat! Kau dimana?!” teriak Yeon Hyo yang sukses membuat Ji Eun menjauhkan ponsel canggih itu dari telinga kanannya.

“Yak! Jangan berteriak ditelingaku, Yeon Hyo-ya! Ada apa?!”

Tolong! Kau harus membantuku kali ini, Ji Eun-ah! Kau tahu? Sebentar lagi aku akan dijodohkan! Dengan anak laki-laki sahabat Eomma! Dan kau tahu? Marganya apa? Cho! Marganya Cho! Entah kenapa, perasaanku tidak enak! Sungguh!” teriak Yeon Hyo panik. Ji Eun mematung.

“Marganya Cho?” tanya Ji Eun sambil memutar kedua bola matanya. Berusaha mengingat sesuatu.

Tunggu dulu! Bukankah Kyu Hyun tadi mengatakan kalau dirinya akan dijodohkan malam ini? Dengan seorang gadis yang bahkan tidak mau bicara sedikitpun dengannya? Dan jika dugaannya ini benar, mungkin kah kalau gadis yang dimaksud Kyu Hyun itu adalah Yeon Hyo? Sahabat terdekatnya? Kenapa rasanya sesak sekali?

Chukkae…” sahut Ji Eun sambil tersenyum kecut.

Hei! Kenapa kau malah memberi selamat untukku, Ji Eun-ah! Bantu aku! Aku membutuhkan bantuanmu sekarang!” protes Yeon Hyo yang lagi-lagi membuat Ji Eun berpikir keras. Membantu gadis itu? Bukankah ia sudah cukup beruntung mendapatkan pria tampan seperti Cho Kyu Hyun? Ah~ tidak! Kyu Hyun adalah pria yang suka mempermainkan wanita tanpa ada satu pun gadis yang berusaha membalasnya! Lalu kenapa rasanya Ji Eun perlu melakukan sesuatu. Misalnya membalas perlakuan Kyu Hyun? Melalui Yeon Hyo? Benar! Itu yang harus ia lakukan saat ini!

“Yeon Hyo-ya? Dengarkan aku baik-baik, mungkin kau memang tidak menyukai perjodohan seperti itu. Tapi kenapa kau tidak mencobanya saja? Sedikit bermain-main juga tidak apa-apa. Dan jika pria itu adalah orang yang menyebalkan untukmu, nanti kau bisa meninggalkannya kapan saja. Dan jika pria itu adalah orang yang pantas untuk diberi balasan, kau bisa membalasnya tanpa perlu takut kalau pria itu akan melakukan serangan balasan padamu. Karena kau adalah calon istrinya, orang yang harus ia jaga demi keluarganya,” ucap Ji Eun sambil tersenyum penuh kemenangan. Rasakan ini, Cho Kyu Hyun!

Bagaimana kalau tiba-tiba aku jatuh cinta padanya? Aku memang tidak tahu siapa pria itu karena belum diberi tahu. Tapi perasaanku benar-benar tidak enak. Sungguh! Terlebih lagi Heon Jin Eonni mengatakan padaku kalau pria itu juga satu kampus denganku dan marganya Cho! Hei! Setahuku hanya ada tiga pria yang memiliki marga Cho di kampus kita, dua di antaranya adalah pria yang benar-benar diluar kriteria laki-laki idamanku. Mereka bahkan tidak memiliki senyuman yang bagus untuk ku pamerkan pada teman-teman sekampus jika mereka berjodoh denganku. Dan satunya lagi? Huh! Kau tahu sendiri! Satu-satunya pria tampan bermarga Cho di kampus kita itu adalah Cho Kyu Hyun! Pria paling menyebalkan di muka bumi! Aku bahkan tidak pernah bicara dengannya karena melihat wajahnya saja sudah membuatku merasa muak!” balas Yeon Hyo yang membuat Ji Eun semakin yakin kalau pria yang dijodohkan dengan Yeon Hyo itu adalah Cho Kyu Hyun. Orang yang baru saja membuatnya patah hati sepuluh menit yang lalu.

“Terima saja Yeon Hyo-ya. Jika benar pria itu adalah Cho Kyu Hyun. Bukankah itu adalah hal yan bagus? Kau bisa membalas semua perbuatannya tanpa susah payah lagi kan? Walaupun ia tidak pernah menyakitimu, setidaknya ia membuat hampir semua gadis di kampus patah hati. Termasuk aku. Semua orang pasti akan mendukungmu jika itu memang benar terjadi. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah membuat pria itu jatuh cinta. Dan setelah ia jatuh cinta padamu, kau bisa mencampakkannya. Mudah bukan?”

Termasuk kau? Maksudnya?” tanya Yeon Hyo tak mengerti.

“Aku… Aku baru saja dipermainkan oleh Cho Kyu Hyun. Baru saja. Dan kau harus membalasnya, Yeon Hyo-ya.”

~XXX~

 

 

 

 

“Kita tidak akan pernah tahu, kemana hati ini berlabuh.

Kemana ia akan tertanam dan pada siapa ia akan tertambat.

Kita juga tidak akan pernah tahu, seberapa besar cinta yang akan kita miliki.

Seberapa besar pengorbanan kita.

Dan seberapa jauh kita memujanya.

Kita tidak dapat menentukan, tapi kita dapat memilih.

Memilih kepada siapa hati ini diserahkan.

Dan ketentuan macam apa yang akan terjadi selanjutnya.

Apakah kita berjodoh?

Atau tidak sama sekali.”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Dia—“ ucap Yeon Hyo sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dengan cepat. Gadis itu hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Benarkah? Benarkah kalau pria tampan yang tengah tersenyum angkuh dihadapannya ini adalah calon suaminya? Orang yang akan hidup dengannya sampai usia mereka menua dan pada akhirnya meninggal?

“Ah~ Kyu Hyun sudah datang rupanya!” seru Yoon Jin Ah sambil tersenyum senang. Wanita paruh baya itu lantas menoleh ke arah Yoon Hae Min –ayah Yeon Hyo- yang sudah lebih dulu berdiri ketika pria itu mulai terlihat di ambang pintu rumah mereka.

Ha Na tersenyum dan menyambut kedatangan putra semata wayangnya itu dan menarik tangan Kyu Hyun dengan cepat. Sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk mengenalkan Kyu Hyun pada keluarga Yoon.

Wanita paruh baya itu lantas menyuruh Kyu Hyun duduk setelah pria itu membungkuk tanda memberi penghormatan pada kedua calon mertuanya itu. Ha Na benar-benar puas saat mengetahui Kyu Hyun mau datang. Karena sebelumnya mereka pernah menjodohkan Kyu Hyun dengan seorang gadis baik-baik setahun yang lalu, tapi Kyu Hyun tidak datang saat itu dan menyebabkan perjodohan dibatalkan. Ha Na masuk rumah sakit karena serangan jantung dan ayah Kyu Hyun memarahi putranya itu habis-habisan.

“Maaf, aku terlambat,” ucap Kyu Hyun lembut sambil tersenyum tipis. Yoon Hae Min mengangguk, diikuti dengan Yoon Jin Ah. Mereka tampaknya senang sekali jika pada akhirnya akan berbesan dengan keluarga Cho. Lagipula sepertinya Kyu Hyun adalah pria bertanggung jawab yang tentu saja dapat menjaga Yeon Hyo dengan sangat baik.

Gwaenchana, bagaimana kabarmu?” tanya Jin Ah antusias. Yeon Hyo menghela napas dan menunduk. Kenapa ibunya terlihat senang sekali? Ini benar-benar menyebalkan! Seharusnya mereka semua tahu bagaimana kelakuan bejat Kyu Hyun diluar sana!

“Baik. Sangat baik. Aku bahkan tidak pernah merasa sebaik hari ini,” ucap Kyu Hyun yang membuat Ha Na hampir saja memekik kesenangan. Bagaimana bisa putranya itu bersikap manis sekali dihadapan calon mertuanya?

“Hahhaa! Kau pasti tidak sabar lagi untuk segera menikah dengan Yeon Hyo, ne? Bagaimana kalau pernikahan mereka dipercepat?” ucap ayah Kyu Hyun yang membuat mata Yeon Hyo nyaris membulat dengan sempurna. Gadis itu tercekat, tidak bisa mengeluarkan suaranya sedikit pun saat kedua orang tuanya langsung menyetujui usul tersebut. Dan Kyu Hyun? Pria itu sama sekali tidak menolak dan malah tersenyum menyeringai. Kenapa wajahnya tampak menyeramkan dengan senyuman miring seperti itu?

“Tapi Eomma,” sambar Yeon Hyo dengan maksud ingin membantah. Yoon Jin Ah menggeleng dan kemudian merangkul tubuh anak gadis satu-satunya itu.

“Kyu Hyun adalah pria yang baik untukmu, kau masih bisa berkuliah sementara Kyu Hyun menyelesaikan kuliahnya sebentar lagi dan memimpin perusahaan. Kalian akan menjadi keluarga yang sempurna dengan seorang anak yang mewarisi wajah tampan Kyu Hyun atau kecantikan yang kau miliki, Yeon Hyo-ya. Kyu Hyun adalah pria yang tepat untukmu. Tentu saja,” ucap Jin Ah yang sukses membungkam mulut Yeon Hyo.

Gadis itu benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, sesekali ia melirik ke arah Choi Heon Jin yang tersenyum iba ke arahnya. Kakak sepupunya itu paham sekali kalau Yeon Hyo membenci Kyu Hyun, membenci perjodohan ini. Bahkan Heon Jin menuruti kehendak Yeon Hyo tadi sore untuk tidak memaksanya mengenakan high heels malam ini, hanya karena gadis itu merasa Yeon Hyo sudah tertekan dengan semua ini. Jadi buat apa memaksanya lagi kalau begini saja sudah membuat Yeon Hyo tersiksa setengah mati? Menggantungkan hidup dengan orang yang kita benci, bukan lah perkara yang mudah. Yeon Hyo harus mempunyai kesiapan mental untuk menghadapi Kyuhyun.

“Jadi kapan kita menikahkan mereka berdua?” tanya Hae Min yang membuat Ha Na sontak menjawab dengan penuh semangat.

“Dua hari lagi. Aku yakin sekali kalau mereka juga setuju dengan keputusan ini, bukankah begitu Yeon Hyo-ya? Kyu Hyun-ah?”

Yeon Hyo tersentak. Gadis itu lalu mencuri pandang ke arah Kyu Hyun yang mengangguk mantap. Cih! Sebenarnya apa yang ada didalam pikiran pria bodoh itu? Bagaimana bisa ia menyetujui ide gila kedua orang tuanya untuk segera menikahkan mereka dalam waktu dua hari lagi? Ini benar-benar tidak masuk akal!

“Jadi semuanya sudah setuju, bukan? Tunggu apa lagi? Besok kita akan mulai mempersiapkan semuanya.”

~XXX~

 

 

 

 

“Menyebalkan.
Kau memang menyebalkan.
Bagaimana mungkin kau masuk kedalam hatiku secara diam-diam?
Tanpa meminta izin atau setidaknya permisi untuk berbasa-basi.
Kau bahkan menguasai semuanya.
Semuanya, tanpa terkecuali.
Seluruh hatiku.
Dan apakah kau tahu rasanya?
Sangat menyebalkan.
Bisakah kau berhenti membuat pikiranku terkontaminasi dengan bayangan wajahmu?

Aku bahkan tidak bisa melenyapkan wajahmu dari ingatanku sedetik saja.
Dan itu sangat menyebalkan.”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Aku akan menikah besok,” ucap Yeon Hyo yang membuat Ji Eun terhenyak.

“Me..menikah?” tanya Ji Eun dengan perasaan aneh berkecamuk didalam dirinya. Yeon Hyo akan menikah dengan Kyu Hyun? Secepat itu?

“Cho Kyu Hyun. Aku akan menikah dengan pria yang paling ku benci didunia ini! Aaarrggh! Benar-benar sial!” sahut Yeon Hyo sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Gadis itu lalu menutup wajahnya dan kembali menjerit kesal. Tampak putus asa.

Beberapa orang mahasiswa Kyunghee University sontak menoleh dan berbisik-bisik tatkala Yeon Hyo mulai berteriak dengan penuh emosi. Semua orang sudah tahu kalau Yeon Hyo akan menikah dengan Kyu Hyun besok dan mereka semua di undang dalam resepsi pernikahan yang serba mendadak itu. Seluruh kampus mendadak heboh dengan berita mengejutkan yang meluncur dengan bebas dari mulut Kyu Hyun sendiri. Pria itu bahkan membagi-bagikan undangan dengan  raut wajah senang, tanpa beban. Berbanding terbalik dengan Yeon Hyo yang tampak frustasi dan uring-uringan.

“Itu bagus,” timpal Ji Eun sambil tersenyum kecut. Yeon Hyo menoleh.

Mwo? Apa kau sudah gila, Ji Eun-ah?! Bukankah kau sangat mengidolakan pria bodoh bernama Cho Kyu Hyun itu?! Lalu kenapa kau malah mendukung pernikahan gila ini?!” teriak Yeon Hyo dengan nada tinggi. Ji Eun tidak menjawab, gadis itu hanya tersenyum dan menepuk bahu Yeon Hyo dengan pelan.

“Sepertinya calon suamimu datang menjemput,” sahut Ji Eun sambil mengerucutkan bibirnya ke arah yang berlawanan dengan tubuh Yeon Hyo. Memaksa gadis itu mau tidak mau harus berbalik karena tingginya rasa penasaran yang mendera hatinya.

Kyu Hyun berjalan dengan gontai ke arah Yeon Hyo, tersenyum miring dan menarik pergelangan tangan gadis itu tanpa basa-basi. Yeon Hyo tidak memberontak, gadis itu hanya menggerutu sambil sesekali melirik Ji Eun yang tampak bahagia. Hei! Apa matanya tidak salah lihat? Kenapa Ji Eun menatap Kyu Hyun dengan cara seperti itu? Apakah ia sungguh-sungguh dengan permintaannya semalam? Ji Eun meminta Yeon Hyo untuk membuat pria itu jatuh cinta padanya dan meninggalkan Kyu Hyun begitu saja saat pria mulai merasa ‘ketergantungan’ dengan Yeon Hyo. Benar-benar rencana yang sempurna untuk membalas dendam.

“Kau kenapa?” tanya Kyu Hyun begitu mereka sampai di parkiran mobil. Yeon Hyo tidak menjawab dan hanya menghela napas kesal. Sejak semalam gadis itu sama sekali tidak mau bicara dengan Kyu Hyun. Tentang apapun. Bahkan tidak mau menjawab pertanyaannya.

“Hei! Aku sedang bertanya padamu, gadis bodoh!” bentak Kyu Hyun yang membuat Yeon Hyo melotot. Gadis itu menatap Kyu Hyun dengan pandangan penuh kebencian. Tapi sama sekali tidak mau mengeluarkan suaranya sedikit pun seperti biasa.

Kalau pada hari-hari biasa, Yeon Hyo akan mencibir Kyu Hyun dan mengejek pria itu jika Kyu Hyun lewat didepannya dan menggandeng seorang gadis yang baru saja ia pacari. Yeon Hyo akan berteriak tepat di telinga Kyu Hyun dan mengatakan kalau suatu saat nanti pria itu akan mendapat ganjaran setimpal.

Yeon Hyo bukan lah gadis pembela kebenaran. Ia hanya tidak suka melihat cara Kyu Hyun mempermainkan hati wanita yang menurutnya sangat tidak manusiawi. Sejak dulu ia memang sangat anti terhadap pria itu dan mengutuk kalau suatu saat pria itu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Lalu bagaimana jika takdir memintanya untuk menjadi pendamping hidup pria itu? Pria yang membuatnya mengomel sepanjang hari dan mengatakan hal yang tidak-tidak. Yeon Hyo menyesal. Kenapa juga dulu ia sangat membenci Kyu Hyun dan bahkan mencoretnya dari daftar kriteria pria idaman gadis itu? Mungkin kah ini hukum karma baginya?

“Masuk lah,” ucap Kyu Hyun sambil berlalu meninggalkan Yeon Hyo. Pria itu masuk terlebih dahulu ke dalam mobil, meninggalkan Yeon Hyo yang hanya mampu berdiri mematung saat menyadari kalau seorang Cho Kyu Hyun yang playboy itu ternyata sama sekali tidak membukakan pintu mobil untuknya!

“Pria ini!” gerutu Yeon Hyo sebal. Gadis itu lalu membuka pintu mobil, masuk ke dalam dan membanting pintu mobil Kyu Hyun dengan kasar. Membuat Kyu Hyun yang sudah lebih dahulu menghidupkan mesin mobil itu sontak menoleh dan menatap Yeon Hyo dengan penuh emosi.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan, huh?! Aku sudah berbaik hati menjemputmu kesini walaupun sebenarnya karena Eomma memaksaku! Kau tahu? Aku bahkan menyiapkan pernikahan bodoh kita itu sejak pagi buta hanya untuk membuat segalanya terasa sempurna! Walaupun pernikahan ini sama sekali tidak kita inginkan, tapi aku tidak mau membuat satu hari yang sebenarnya sangat penting dalam hidupku menjadi berantakan karena ulahmu! Kau boleh membenciku, tapi kau harus mengerti posisiku! Semua ini karena penyakit Eomma! Sebenarnya aku juga tidak sudi menikah dengan gadis bodoh sepertimu!” teriak Kyu Hyun kesal. Yeon Hyo mendengus.

“Kau pikir aku bisa apa untuk menentang semuanya, huh? Dengar! Aku mau menikah denganmu karena Eomma yang memaksaku! Ia bahkan mengancam akan menyerahkan seluruh harta keluarga kami pada yayasan sosial jika aku tidak mau menikah dengan pria menyebalkan macam kau! Kalau harta kami diserahkan pada yayasan sosial? Lalu bagaimana dengan nasibku? Aku tidak bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah dengan benar! Aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku! Dan kamarku? Tentu aku tidak akan memiliki benda-benda pink kesayanganku lagi jika kedua orang tuaku menyerahkan soal harta warisan pada yayasan sosial! Kami harus pindah dari rumah itu dan aku sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa!” balas Yeon Hyo tak mau kalah. Kyu Hyun tersenyum menyeringai.

“Jadi itu alasanmu menyetujui pernikahan konyol ini?” tanya Kyu Hyun terdengar mengejek.

“Memangnya kenapa?!”

“Tidak. Tidak apa-apa. Aku hanya merasa kalau kau sedikit menarik,” ucap Kyu Hyun sambil menggantungkan kalimat terakhirnya. Membuat Yeon Hyo merasa tergelitik untuk kembali mengorek keterangan dari pria menyebalkan yang misterius itu.

“Menarik apanya?”

“Um, itu tidak penting.”

“Yak! Aku ingin tahu!” pekik Yeon Hyo tak sabar. Kyu Hyun tertawa dan mulai menjalankan mobilnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Yeon Hyo yang membuatnya terasa geli. Yeon Hyo memang menarik, ia sangat cantik dengan kulit seputih susu dan rambut panjang kecokelatan dengan bau harum yang menggoda. Tapi bukan itu yang dimaksud dengan Kyu Hyun. Pria itu merasa kalau Yeon Hyo akan menjadi gadis pertama yang akan membuatnya sedikit terhibur. Setidaknya Yeon Hyo tidak akan membuatnya merasa bosan. Sesederhana itu.

~XXX~

 

“Yak! Cho Kyu Hyun! Apa yang kau lakukan terhadap kamarku?!!” teriak Yeon Hyo emosi. Gadis itu menatap nanar ke arah tempat tidur kesayangannya yang semula penuh dengan benda-benda berwarna pink, kini berubah menjadi hijau! Yeon Hyo malah menemukan boneka berbentuk kodok berukuran besar di ujung kiri tempat tidurnya. Bed cover gadis itu sudah berganti warna dengan gambar pohon kecokelatan dan rumput hijau yang membuatnya tampak seperti padang ilalang. Dan sialnya lagi, Yeon Hyo bahkan tidak bisa menemukan selimut pink berbulu kesayangannya itu dimana pun!

Wae? Bukankah hal yang bagus? Sedikit pencerahan untukmu, kalau-kalau kau sudah bosan dengan warna merah jambu yang menggelikan itu,” sahut Kyu Hyun enteng. Pria itu lantas menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur Yeon Hyo dan berguling-guling disana. Tampak ceria.

Ya!! Pria bodoh! Berhenti mengacaukan hidupku! Dan satu hal lagi, cepat singkirkan boneke hijau mengerikan di ujung sana dari hadapanku! Aku benci kodok! Seharusnya kau tahu kalau aku sama sekali tidak menyukainya!” pekik Yeon Hyo frustasi. Kyu Hyun tertawa.

“Lalu? Bagaimana jika kau tidak mau? Besok pagi kau resmi menjadi istriku, itu artinya ini kamarku juga. Aku berhak atas segala sesuatu tentang kamar ini, termasuk mengubah semuanya sesuka hatiku. Mengerti?”

“Mana bisa begitu! Ini kamarku, bodoh! Dan kau tidak berhak atas kamar ini!” balas Yeon Hyo tak terima. Gadis itu menyambar boneka kodok besar itu dengan cepat dan menginjak-nginjaknya di atas lantai, lalu menarik selimut hijau muda itu dan turut melemparkannya ke lantai. Berusaha mengenyahkannya bersama boneka kodok yang menurut Yeon Hyo sangat menyebalkan.

“Mana barang-barangku?!” todong Yeon Hyo sesaat sebelum Kyu Hyun duduk di tepian tempat tidur gadis itu.

“Barang-barangmu? Sudah ku buang,” sahut Kyu Hyun yang sontak membuat Yeon Hyo mencekik leher pria itu kuat-kuat.

“Mana?! Mana barang-barangku?!” pekik Yeon Hyo disusul dengan teriakan merintih yang meluncur kacau dari bibir Kyu Hyun. Pria itu terbatuk kecil dan berusaha melepaskan jeratan tangan milik Yeon Hyo dari lehernya yang mulai memerah.

“Gadis gila! Lepaskan!!”

Shireo! Cepat katakan! Dimana barang-barangku?!”

“Uukkh! Gadis gila! Hentikan!”

“Mana?!!”

“Di gudang! Kau puas?!” bentak Kyu Hyun setelah berhasil melepaskan diri dari cekikan Yeon Hyo yang hampir membuatnya kehabisan napas. Yeon Hyo tersenyum mengejek dan berlalu dari hadapan Kyu Hyun yang mengomel panjang lebar soal kelakuan liar gadis itu. Bagaimana nantinya jika mereka menikah? Apa yang akan terjadi?

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Aku. Tidak mau. Memakainya. Untuk. Alasan. Apapun,” ucap Yeon Hyo lambat-lambat sambil memberi penekanan pada setiap kata yang ia lontarkan barusan. Choi Heon Jin menghela napas dan baru akan membuka suaranya lagi ketika terdengar suara pintu di banting dengan kasar.

“Kenapa lama sekali?! Semua tamu sudah datang!” seru seorang pria bersetelan jas putih yang membuat baik Yeon Hyo maupun Heon Jin sontak menoleh karena kaget. Pria itu tampak gelisah dengan raut wajah tampan yang tidak bisa disembunyikan. Ia mengenakan setelah jas putih yang serasi dengan gaun panjang berwarna senada yang harus dikenakan Yeon Hyo pagi ini. Rambutnya tidak di sisir dengan rapi, malah dibiarkan berantakan. Tapi tetap saja tidak mengurangi kadar ketampanan di atas rata-rata yang di miliki oleh pria itu. Kyu Hyun tetap saja tampan, setidaknya itu hal pertama yang terbesit dalam pikiran Yeon Hyo saat melihatnya.

“Aku tidak mau memakainya!” sahut Yeon Hyo sambil menunjuk-nunjuk sepatu dengan hak tinggi yang harganya ratusan juta won itu. Sepatu yang dirancang khusus untuknya. Untuk pernikahannya. Dan Yeon Hyo sama sekali tidak tahu kalau Kyu Hyun yang memesan salah satu high heels termahal di dunia itu dua hari yang lalu. Saat pernikahan mereka ditentukan dan Kyu Hyun bertemu dengan Yeon Hyo di kediaman keluarga Yoon itu.

Stiletto Guild Platinum Stuart Weitzman, adalah salah satu high heels termahal di dunia dengan model tali yang memuat berlian berbentuk pir dan bulat 464 Kwiat diatas seuntai benang platina murni. Aku harus menandatangani beberapa berkas perjanjian hanya untuk membeli sepasang sepatu mewah itu. Dan kau tidak mau memakainya? Apakah kau tahu berapa harga sepasang sepatu yang kau sebut dengan ‘benda terkutuk’ itu? Ratusan juta won! Jika aku tidak kaya, tentu aku sudah menjual semua perusahaan yang dikelola keluarga kami berikut dengan tiga rumah mewah kami hanya untuk membeli sepasang sepatu untukmu!” ujar Kyu Hyun yang membuat Yeon Hyo melongo.

Apa katanya? Salah satu high heels termahal di dunia? Kenapa rasanya ini terlalu berlebihan?

“Kenapa kau melakukan semua ini untukku?” tanya Yeon Hyo parau. Choi Heon Jin yang berada di dalam ruangan itu hanya diam mendengarkan, tidak bermaksud untuk menyela pembicaraan sepasang calon pengantin yang tampak serasi dihadapannya itu.

“Kenapa? Karena menurutku pernikahan itu hanya boleh satu kali seumur hidup. Jadi aku akan memberikan yang terbaik untuk istriku, walaupun aku tidak menginginkannya. Dan aku akan tetap melakukan hal ini sekali pun bukan kau yang menjadi istriku. Seandainya saja ada gadis lain yang menggantikan posisimu, aku tetap melakukan hal yang sama,” jelas Kyu Hyun yang entah kenapa membuat Yeon Hyo merasa kecewa. Gadis itu menunduk dan pada akhirnya meraih sepasang high heels mahal itu dan mulai memakainya walaupun terpaksa.

Noona, bolehkah aku bicara berdua saja dengan Yeon Hyo?” tanya Kyu Hyun yang dibalas dengan gelengan ringan Heon Jin.

“Tidak boleh. Kau seharusnya tidak boleh mengajaknya bicara sebelum kalian menikah,” jelas Heon Jin yang dibalas dengan senyuman tipis Kyu Hyun.

“Tidak apa-apa. Lagipula aku sudah minta izin pada orang tua Yeon Hyo untuk bicara dengan putrinya sebentar.”

Jeongmal?”

Ne.”

“Kalau begitu, silahkan. Aku akan menunggu kalian di luar,” ucap Heon Jin sambil tersenyum. Gadis itu kemudian berlalu meninggalkan Yeon Hyo dan Kyu Hyun sendirian. Tanpa ada siapa pun selain mereka berdua.

Wae?” tanya Yeon Hyo begitu Kyu Hyun menyodorkan secarik kertas berwarna ungu yang membuat gadis itu langsung menatap Kyu Hyun.

“Apa ini?”

“Surat perjanjian.”

“Untuk apa?” tanya Yeon Hyo tak mengerti.

“Surat perjanjian yang menyatakan bahwa aku tidak akan menyentuhmu sedikit pun. Kita tidak akan memberikan anak pada kedua orang tua kita, sekali pun mereka menginginkan cucu.  Aku tidak menyentuhmu, tidak mencium, apalagi tidur denganmu. Aku hanya akan menyentuhmu saat resepsi pernikahan kita. Itu saja. Selebihnya tidak,” jelas Kyu Hyun sambil tersenyum miring. Yeon Hyo tertegun.

“Jadi kita tidak akan memiliki anak?” tanya Yeon Hyo parau.

“Menurutmu? Aku hanya akan memberikannya jika kau yang menginginkan hal itu,” sahut Kyu Hyun enteng. Tanpa perasaan.

“Yak! Memangnya siapa yang sudi memiliki anak dari iblis macam kau?!” bentak Yeon Hyo kesal. Kyu Hyun tertawa.

“Cepat tanda tangan, waktu kita tak banyak.”

“Kau gila!” teriak Yeon Hyo dengan emosi meluap-luap. Bagaimana bisa Kyu Hyun meremehkan pernikahan mereka? Kenapa rasanya sakit sekali?

“Ini cukup menguntungkan buatmu, bukan? Dan satu hal lagi, aku tidak mau kau berhubungan dengan laki-laki mana pun di dunia ini. Kecuali keluarga kita sendiri, selebihnya tidak.”

“Kau!!”

“Hhahaha! Memangnya apa yang kau inginkan, Yeon Hyo-ya? Hidup bahagia dengan pernikahan yang sudah di atur oleh keluarga?” tanya Kyu Hyun yang membuat Yeon Hyo terdiam. Pria dihadapannya ini benar-benar sudah gila!

“Waktumu tinggal lima menit lagi, aku akan menunggumu diluar. Istriku.”

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Kenapa tidak menginap di hotel saja?” tanya Yeon Hyo yang membuat Kyu Hyun menoleh.

“Menurutmu? Apa aku harus menghamburkan uang lebih banyak lagi untuk sesuatu yang tidak penting? Walaupun menginap di hotel, kita juga tidak akan melakukan apa-apa, bukan?” sahut Kyu Hyun sambil tersenyum mengejek. Yeon Hyo mendengus.

“Kau benar.”

Yeon Hyo mulai membuka pintu dan turun dari mobil mewah Kyu Hyun itu secara perlahan. Gaun dan buket bunga yang harum itu membuat gerakannya semakin lambat saja. Gadis itu tersenyum kecil saat mengingat ciuman pertamanya dengan Kyu Hyun saat resepsi pernikahan tadi. Ciuman pertama dan terakhirnya, entah lah.

Chukkae…” ucap seorang gadis yang sontak membuyarkan lamunan Yeon Hyo. Gadis itu tampaknya sudah menunggu Yeon Hyo sejak lama disana.

“Kau? Yak! Kenapa kau tadi tidak datang ke resepsi pernikahanku, Ji Eun-ah?!” todong Yeon Hyo yang membuat Ji Eun terkikik. Sepertinya gadis itu merasa hampir gila saat mengetahui kalau sahabat terbaiknya itu menikah dengan pria yang membuatnya patah hati dua hari yang lalu.

“Hahhaa! Kau pikir aku masih bisa bernapas dengan lega jika aku melihat langsung pernikahanmu dengan Kyu Hyun?” balas Ji Eun setengah berbisik. Yeon Hyo mendengus.

“Ku pikir kau sudah membencinya setengah mati.”

“Memang. Aku hanya ingin memastikan keadaanmu baik-baik saja setelah melakukan pernikahan gila itu, itu sebabnya aku kemari.”

Yeon Hyo tersenyum dan langsung meraih Ji Eun ke dalam pelukannya.

“Ini sulit sekali dan bukan pernikahan yang seperti pada umumnya. Aku tersiksa,” ucap Yeon Hyo sambil menggigit bibir bawahnya dengan perasaan campur aduk.

“Aku juga. Sama tersiksanya denganmu,” sahut Ji Eun tanpa bermaksud untuk menyela. Tapi Yeon Hyo menyadarinya, ia sadar akan perasaan Ji Eun terhadap Kyu Hyun.

“Kau belum membenci Kyu Hyun sepenuhnya.”

Molla, ku rasa begitu.”

“Bisakah kita bertukar posisi? Aku benar-benar tidak ingin menjadi istrinya,” ujar Yeon Hyo aneh. Ji Eun tertawa.

“Hahaha! Kau tahu? Semalam Lee Dong Hae datang berkunjung ke rumahku secara tiba-tiba. Dia membawakan buket bunga mawar yang besar dan menyanyikan lagu romantis untukku. Ternyata dia menyukaiku, Yeon Hyo-ya! Hahaha! Konyol sekali! Orang yang ku cintai, malah menikah denganmu. Sedangkan orang yang kau sukai, malah berbalik mencintaiku. Apakah ini takdir?” balas Ji Eun yang membuat Yeon Hyo tertegun. Gadis itu mengangguk lemah dan pada akhirnya menyadari kalau Kyu Hyun sudah menunggu di pintu masuk rumah keluarga Cho itu. Dan itu berarti, Yeon Hyo harus menyudahi pembicaraan ini.

“Ji Eun-ah, terima saja. Aku tahu, pasti Lee Dong Hae adalah pria yang tepat untukmu. Kau pasti percaya dengan ucapanku, ne?”

“Siapa yang bilang?”

“Ji Eun-ah!”

“Hahaha! Tentu saja. Aku bukan wanita bodoh yang menolak seorang Lee Dong Hae mentah-mentah,” sahut Ji Eun sambil tersenyum senang. Yeon Hyo mengangguk.

“Yeon Hyo-ya!!” pekik Kyu Hyun yang langsung membuat Yeon Hyo kembali tersadar. Gadis itu lalu buru-buru meninggalkan Ji Eun yang terlihat bingung.

“Kenapa teriak-teriak?” sungut Yeon Hyo sebal saat dirinya berhasil mencapai tempat Kyu Hyun dengan susah payah, tentu karena gadis itu memakai high heels setinggi tujuh senti yang membuat jalannya nyaris tidak seimbang. Kyu Hyun mendengus.

“Aku sudah menunggumu disini sejak tadi, bodoh! Cepat masuk!” seru Kyu Hyun sambil menarik pergelangan tangan Yeon Hyo. Membuat gadis itu terseret walaupun sebelumnya sempat melambaikan tangan pada Ji Eun sesaat sebelum menghilang di balik pintu.

Kim Ji Eun membalas lambaian tangan Yeon Hyo dan tersenyum kecil. Setelah ini, ia akan memiliki cinta baru dengan seorang pria tampan yang baik hati. Begitu indah saat mengingat semalam Dong Hae mengulurkan tangannya, meminta gadis itu untuk menerima kehadirannya dalam hidup Ji Eun. Tapi bagaimana dengan Yeon Hyo? Apa yang akan terjadi pada gadis itu setelah ini?

~XXX~

 

 

 

 

 

 

            Kyu Hyun melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya tanpa merasa risih dengan tatapan penuh ketakutan milik Yeon Hyo. Pria itu lalu mengganti setelan jas itu dengan kaus tipis berwarna putih serta celana pendek hitam yang sangat kontras dengan kulit putih susu Kyu Hyun. Semenit kemudian, Kyu Hyun menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur putih yang penuh dengan kelopak mawar itu dan tersenyum miring.

“Kenapa kau belum mengganti pakaianmu?” tanya Kyu Hyun dengan maksud menggoda. Yeon Hyo mendengus.

“Memangnya aku ini gadis gila yang seenaknya saja membuka bajuku didepanmu, begitu? Kau sudah membuat jantungku hampir lepas karena mengganti baju sembarangan dihadapanku! Lain kali, lakukan hal itu di kamar mandi! Jangan di depanku, bodoh!” jawab Yeon Hyo dengan raut wajah kesal. Kyu Hyun tertawa.

“Hahhaha! Kau bukan seorang ‘gadis’ lagi, tapi Nyonya! Cho Yeon Hyo, mulai hari ini semua orang akan memanggilmu dengan marga yang baru. Marga yang sama denganku,” ucap Kyu Hyun yang membuat semburat rona merah menghiasi pipi yeoja cantik itu. Yeon Hyo merasa malu. Bahkan sangat malu saat ini.

“Cepat ganti bajumu. Apa kau masih betah berlama-lama memakai gaun pengantin yang kelihatannya berat itu, huh? Kau tenang saja. Tubuhmu itu tidak menarik sama sekali, jadi aku tak mungkin menyerangmu secara tiba-tiba saat kau berganti baju. Sekalipun kau telanjang dihadapanku, juga tidak berarti apa-apa. Aku bukan tipe pria yang suka mengingkari janji. Kita sudah menandatangani surat perjanjian tadi pagi, bukan?” tambah Kyu Hyun yang sontak membuat Yeon Hyo melempar wajah pria itu dengan bantal.

“Yak! Pria gila! Aku tidak akan semudah itu tertipu dengan bualan bodohmu itu!” teriak Yeon Hyo kesal. Kyu Hyun menghela napas dan kemudian beranjak mendekati Yeon Hyo walaupun masih dalam posisi tidur-tiduran di atas ranjang.

Kyu Hyun bangun dan dengan tubuh setengah miring, pria itu menyentuh dagu Yeon Hyo. Mendekatkan wajahnya hingga membuat yeoja itu salah tingkah. Yeon Hyo yang memang sejak tadi duduk di tepian tempat tidur, mau tidak mau harus menahan posisi tubuhnya agar tidak jatuh ke belakang.

Kyu Hyun menelusupkan tangan kirinya di belakang kepala Yeon Hyo, menjelajahi setiap helai rambut kecokelatan gadis itu dan menahan kepala gadis itu agar tidak pergi kemana-mana. Beberapa detik kemudian, Kyu Hyun kembali mendekatkan wajahnya. Bibir mereka hampir saja bersentuhan jika saja Yeon Hyo tidak mundur ke belakang sekali lagi.

Kyu Hyun tersenyum miring, tampak tampan dalam pakaian sederhana seperti itu. Pria itu memiringkan kepalanya, seakan bersiap melumat bibir Yeon Hyo kapan saja. Tapi ternyata ia tidak melakukan hal itu, malah bernapas di pipi Yeon Hyo dengan santai. Membuat gadis itu hampir saja terkena serangan jantung secara tiba-tiba jika ia tak berhasil menguasai dirinya. Ia tidak boleh mengikuti hawa nafsunya untuk mencium Kyu Hyun! Tidak boleh!

“Menjauhlah dariku,” desis Yeon Hyo hampir tak terdengar. Gadis itu lalu mendorong tubuh Kyu Hyun secara perlahan ke belakang dan tersenyum kecil.

Please stop teasing me, Cho Kyu Hyun. Semua perlakuanmu itu benar-benar membuatku mual. Kau dengar? Jadi berhenti menggodaku dengan cara seperti itu. Karena sama sekali tidak membawa pengaruh apa-apa bagiku. Aku tak tertarik dengan pria menyebalkan macam kau,” ucap Yeon Hyo yang membuat Kyu Hyun ternganga.

Apa? Yeon Hyo baru saja menolaknya? Hei! Bagaimana mungkin Yeon Hyo bisa menolak seorang Cho Kyu Hyun yang membuat hampir setiap gadis yang melihatnya tergila-gila?  Kyu Hyun tak pernah ditolak seperti ini. Sama sekali tidak pernah! Bahkan pria itu belum pernah mencium gadis mana pun, tapi gadis-gadis itu lah yang mencium Kyu Hyun terlebih dahulu.

Dan ciuman mereka saat resepsi pernikahan tadi sama sekali tidak bisa disebut dengan ciuman. Kyu Hyun hanya bergerak maju dan menempelkan bibirnya di indera pengecap Yeon Hyo kurang dari sepuluh detik dan yeoja itu sama sekali tidak membalasnya. Ciuman mereka terasa dingin, tidak berarti apa-apa.

“Aku mau ganti baju, sebaiknya kau keluar dari kamar ini,” lanjut Yeon Hyo dengan wajah tanpa ekspresi. Lagi-lagi Kyu Hyun tak menjawab, pria itu hanya terlalu kaget dengan reaksi yang ditimbulkan oleh Yeon Hyo beberapa saat yang lalu. Benar-benar di luar dugaannya.

“Kau butuh waktu berapa lama? Tiga menit? Sepuluh menit?” tawar Kyu Hyun sambil mengerling nakal. Yeon Hyo mendecak.

“Lima menit. Dan aku minta kau untuk tidak mengintip!”

“Yak! Kau pikir aku ini jenis pria mesum yang rela mencari celah kecil di pintu untuk sekedar melihat sebagian tubuhmu? Begitu? Cih! Sudah ku katakan berapa kali, kau itu sama sekali tidak menarik di mataku! Tubuhmu itu tidak ada bagus-bagusnya, jadi seharusnya kau bersyukur karena aku masih mau menikahi wanita liar macam kau!” teriak Kyu Hyun tak terima.

“Berhenti mengejekku, Cho Kyu Hyun!”

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Ini batasnya. Jangan dilanggar,” ucap Yeon Hyo yang membuat Kyu Hyun menghela napas kesal. Yeoja itu sama sekali tidak membiarkan Kyu Hyun menyentuh kulitnya lebih dari lima detik dan sepertinya sangat anti terhadap suaminya sendiri.

Yeon Hyo baru saja membuat tumpukan bantal guling dalam porsi banyak sebagai batas, mengingat yeoja itu memerintahkan pada dua orang pelayan rumah ini untuk mengumpulkan beberapa bantal guling untuknya. Yeon Hyo tersenyum puas saat bantal guling itu mulai menggunung dan membuatnya benar-benar tidak bisa melihat wajah Kyu Hyun lagi. Setidaknya dengan cara ini, ia dapat tidur dengan tenang tanpa melihat wajah tampan itu sebelum tidur.

“Yak! Jangan terlalu tinggi! Aku jadi tidak bisa melihat wajahmu, bodoh!” protes Kyu Hyun yang langsung membuat Yeon Hyo terkikik geli.

“Memangnya untuk apa kau melihat wajahku?” tanya Yeon Hyo sambil menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Yeoja itu sebenarnya belum mengantuk, hanya saja ia kaku jika harus mengobrol sampai larut malam dengan seorang pria yang baru hari ini tidur disampingnya.

“Kau itu istriku. Apa tidak boleh? Setahuku, tidak ada larangan seorang suami melihat wajah istrinya.”

“Kau benar. Tapi tetap tidak masuk akal untukku.”

“Kenapa?”

“Karena kita tidak saling mencintai. Jadi untuk apa?” tanya Yeon Hyo pelan. Kyu Hyun terdiam.

“Aku hanya tidak ingin jatuh cinta padamu,” sambung Yeon Hyo pelan. Kyu Hyun mengernyit. Untuk apa yeoja itu mengatakan hal ini padanya?

“Kenapa tidak?” sahut Kyu Hyun berusaha terdengar biasa. Pria itu lalu membaringkan tubuhnya secara perlahan, menghadap ke arah Yeon Hyo. Walaupun sebenarnya Kyu Hyun sama sekali tidak bisa melihat tubuh yeoja itu karena terhalang oleh tumpukan bantal guling.

“Karena… Karena mencintai seseorang itu sakit. Dan aku tidak mau merasakan sakit itu.”

“Itu kalau kau mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaimu, Yeon Hyo-ya.”

“Lalu? Apa kau mencintaiku? Tidak, bukan?” tanya Yeon Hyo yang sukses membungkam mulut Kyu Hyun. Kenapa Yeon Hyo menanyakan hal itu padanya?

“Ah~ sudahlah. Sekarang hampir tengah malam. Sebaiknya kita tidur, besok pagi masih banyak hal yang harus dikerjakan. Kita juga ditinggalkan sendiri oleh Eomma dan Appa karena mereka tidak mau menganggu bulan madu kita. Dan parahya dua orang pelayan terakhir yang melayanimu tadi, baru saja keluar dari rumah ini. Mengungsi.”

“Mengungsi?”

Ne, sebutan apa yang lebih pantas selain mengungsi? Mereka mengosongkan rumah dan meninggalkan kita berdua saja dengan harapan kita akan membuat anak tanpa diganggu siapapun. Padahal seharusnya mereka tahu kalau hal itu tak kan pernah terjadi. Benar begitu, Yeon Hyo-ya?”

Ne, kau benar,” sahut Yeon Hyo pelan. Memangnya penjelasan seperti apa yang ia harapkan keluar dari bibir Kyu Hyun?

Kyu Hyun menghela napas dan mulai memejamkan matanya yang terasa berat. Hari ini melelahkan, sangat melelahkan. Tapi entah kenapa, pria itu merasa kekuatannya kembali ada saat mendengar suara serak Yeon Hyo. Dan ternyata dugaan Kyu Hyun benar, Yeon Hyo sama sekali berbeda dengan gadis yang selama ini ia pacari. Dia adalah yeoja yang bahkan tidak terpengaruh dengan pesonanya dalam jarak sedekat ini. Entah senang atan tidak, Kyu Hyun merasa kalau Yeon Hyo berbeda. Dan yeoja itu sama sekali tidak membosankan.

~XXX~

 

 

 

 

 

 

Cahaya matahari menerobos jendela yang dilapisi tirai tipis itu tanpa ampun. Seorang yeoja menggeliat tatkala sinar sang surya itu mulai terasa menusuk matanya. Yeoja itu tidak berniat bangun. Hanya menguap lebar dan kembali memejamkan matanya. Masih mengantuk sekali.

Tapi tak berapa lama kemudian, terdengar suara pintu di banting. Mengagetkan Yeon Hyo sekaligus memaksanya untuk bangun dan membuka matanya lebar-lebar.

“Kau selalu bangun terlambat seperti ini?”

Suara yang familiar itu sontak membuat Yeon Hyo menoleh. Pria itu tersenyum sinis dan menyodorkan segelas susu cokelat dan beberapa potong sandwich pada Yeon Hyo.

“Makanlah, setelah itu kita pergi ke butik. Mengambil beberapa potong baju untuk kau pakai malam nanti,” ujar Kyu Hyun yang membuat Yeon Hyo sontak membulatkan matanya dengan sempurna.

Mwo?!”

Eomma meminta kita makan malam diluar, hanya bertiga saja dengannya. Ada yang ia bicarakan denganmu. Sepertinya,” sahut Kyu Hyun bimbang. Entah kenapa pagi ini Yeon Hyo merasa Kyu Hyun sedikit ‘jinak’. Pria itu bahkan belum meneriakinya sepanjang pagi ini. Apa Kyu Hyun sedang menjalankan peran sebagai seorang suami yang baik?

“Setelah kau makan, cuci piring itu. Tidak ada pelayan yang tersisa dirumah ini sampai besok lusa. Dan aku tidak suka jika rumahku kotor karena menampungmu disini,” ucap Kyu Hyun ketus. Yeon Hyo melongo. Pria itu memang tidak meneriakinya, tapi dia bicara lembut dengan kata-kata yang sangat menyakitkan!

“Aku tidak bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Seharusnya kau tahu akan hal itu, Kyu Hyun-ah,” tolak Yeon Hyo sambil tersenyum tipis. Kyu Hyun mengangkat bahu dan tertawa kecil.

“Lalu? Kau mau jika rumah ini dipenuhi lalat dan ulat yang menjijikan? Mereka baru mau kembali ke rumah ini besok lusa. Seharusnya kau sadar akan hal itu, Yeon Hyo-ya.”

Shireo!”

“Lakukan!”

“Aku tidak bisa Kyu Hyun-ah!” pekik Yeon Hyo keras kepala. Kyu Hyun mendengus.

“Yeon Hyo-ya!!”

~XXX~

“Ini tempatnya?” tanya Yeon Hyo sambil menatap ke arah butik mewah yang membuatnya takjub. Yeoja itu menempelkan wajahnya di kaca jendela mobil Kyu Hyun dan bernapas disana seperti orang bodoh.

“Berhenti melakukan hal itu, Yeon Hyo-ya! Kau mengotori kaca mobilku!” teriak Kyu Hyun ketus. Yeon Hyo menoleh dan menatap pria itu dengan penuh emosi.

“Begitu saja marah! Dasar menyebalkan!” gerutu Yeon Hyo sambil membuka pintu mobil Kyu Hyun dengan kasar. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebat, membuat yeoja itu kembali masuk ke mobil dengan gerakan tergesa.

“Sial!” umpatnya yang sukses membuat Kyu Hyun tersenyum mengejek.

“Itu balasan dari Tuhan karena kau telah bertindak tidak sopan pada suamimu sendiri,” ucap Kyu Hyun dengan raut wajah tanpa dosa. Yeon Hyo mendengus.

“Mana payung? Berikan padaku!” cecar Yeon Hyo sambil mengobrak-abrik isi laci dashboard mobil Kyu Hyun dengan kesal. Kyu Hyun tidak menjawab, pria itu hanya menyodorkan sebuah payung lipat berwarna putih dengan motif polkadot warna-warni ke arah Yeon Hyo. Payung yang ia simpan dibawah kursi belakang mobilnya.

“Cantik sekali!” seru Yeon Hyo antusias sambil menyambar payung itu tanpa basa-basi. Kyu Hyun tersenyum tipis.

“Cepat ambil bajumu. Aku akan menunggu di mobil.”

“Eh? Aku? Sendirian?” tanya Yeon Hyo konyol. Kyu Hyun mengangguk.

“Hanya mengambil baju saja, tidak perlu ditemani. Kau bisa sendiri, bukan? Lagipula payungnya hanya satu. Tidak cukup untuk kita pakai berdua, kecuali kau tidak keberatan jika aku memelukmu,” jelas Kyu Hyun sambil tersenyum iblis.

“Yak!!”

“Hahaha! Cepat ambil! Waktu kita tak banyak!” seru Kyu Hyun sambil mendorong pelan tubuh Yeon Hyo. Yeoja itu tidak memberontak, hanya mengomel tanpa henti saat mulai membuka payung itu lebar-lebar dan mulai menjejakkan kakinya dibawah hujan.

“Cho Kyu Hyun bodoh,” gumam Yeon Hyo sambil berdiri menatap ke arah butik yang berseberangan dengan tempat Kyu Hyun memarkirkan mobil. Yeon Hyo menghela napas dan berbalik menoleh ke arah Kyu Hyun. Membuat pandangan mereka bertemua sepersekian detik walaupun terhalang oleh kaca mobil.

Kyeopta,” bisik Kyu Hyun lirih sambil terus memandangi tubuh Yeon Hyo yang mulai berlalu dari hadapannya. Yeoja itu mengenakan atasan berwarna cream di padu dengan rok mini hijau bunga-bunga yang sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Yeon Hyo cantik, bahkan yeoja tercantik yang pernah Kyu Hyun lihat. Dan entah kenapa, Kyu Hyun merasa beruntung memiliki wanita yang menurutnya memiliki kecantikan di atas rata-rata itu. Memilikinya tanpa batas. Karena Yeon Hyo adalah istrinya, jadi Kyu Hyun berhak atas yeoja itu, bukan?

Kyu Hyun menghela napas dan melemparkan pandangannya ke arah butik mewah yang hanya menjual koleksi baju bermerek dengan harga selangit. Ia sengaja memilihkan butik itu untuk Yeon Hyo, berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya, siapa pun itu. Karena Kyu Hyun beranggapan bahwa istrinya adalah orang yang akan dijaganya baik-baik dan diberikannya barang yang terbaik pula. Sekalipun pada kenyataannya, Yeon Hyo lah yang menjadi istrinya kini. Yeoja yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya.

Kyu Hyun hampir saja terlonjak kaget saat seorang yeoja keluar dari butik itu dengan sebuah tas hitam yang tersampir di siku tangan kirinya. Mana baju-baju itu? Apakah mungkin orang suruhan ibu Kyu Hyun sudah mengambilnya terlebih dahulu sebelum mereka sampai? Ah~ itu artinya Kyu Hyun harus bersiap dengan omelan Yeon Hyo sebentar lagi.

Yeon Hyo menatap ke arah langit yang berangsur cerah itu sambil tersenyum. Hujan yang tadi lebat, berubah menjadi gerimis kecil-kecil. Yeon Hyo melangkah lambat-lambat, hatinya tergelitik untuk menyentuh butiran-butiran bening yang turun dari langit itu dengan telapak tangan kanannya yang masih bebas. Biasanya Yeon Hyo tidak menyukai hujan, lalu kenapa rasanya gerimis kali ini benar-benar menyejukkan jiwanya?

“Kau lama,” keluh Kyu Hyun begitu Yeon Hyo masuk ke dalam mobil mewah itu dan kembali duduk disamping Kyu Hyun.

“Baju-baju itu sudah tidak ada. Sudah diambil katanya,” ucap Yeon Hyo lembut yang membuat Kyu Hyun mengernyit. Kenapa yeoja ini tidak marah?

“Setelah ini kita kemana?” tanya Yeon Hyo yang membuat Kyu Hyun tersadar kembali dari lamunannya.

“Eerr.. Myeongdong? Sebaiknya kita mengganti baju dengan mantel. Cuaca hari ini tampak buruk dan kita sepertinya tidak sempat jika mampir ke rumah terlebih dahulu.”

Myeongdong?” ulang Yeon Hyo dengan sorotan mata berbinar. Kyu Hyun mengangguk.

Kajja! Aku sudah lama tidak kesana!”

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            “Aku lelah. Kakiku terasa sakit sekali. Bisakah kau menggendongku?” pinta Yeon Hyo dengan raut wajah memelas. Kyu Hyun mendengus dan pada akhirnya mau tidak mau pria itu mengulurkan tangannya ke arah Yeon Hyo, tanda mengiyakan.

“Terima kasih,” ucap Yeon Hyo dengan nada riang saat berhasil menaiki punggung Kyu Hyun.

Yeon Hyo dan Kyu Hyun tengah berada di pusat perbelanjaan, Myeongdong. Sejak satu jam yang lalu mereka berputar-putar, mencari mantel yang sesuai dengan keinginan Yeon Hyo. Hingga pada akhirnya mereka membeli sepasang mantel berbeda warna, sepasang sepatu cokelat muda untuk Yeon Hyo ditambah dengan kaus putih tipis beserta celana jeans berwarna biru untuk dikenakan yeoja itu.

Yeon Hyo mengganti pakaiannya di kamar mandi dan membuat Kyu Hyun harus menunggu lebih dari sepuluh menit diluar karena Yeon Hyo sama sekali tidak mengizinkannya masuk. Dan sekarang Yeon Hyo merengek karena lelah dan memaksa Kyu Hyun untuk menggendongnya menuju tempat dimana mereka memarkir mobil.

“Kau berat,” keluh Kyu Hyun yang membuat Yeon Hyo mendengus.

“Bukan urusanmu.”

“Tentu saja urusanku, karena posisinya saat ini aku sedang menggendongmu, bodoh!”

“Begitu saja mengeluh! Payah!” cibir Yeon Hyo sambil tersenyum mengejek. Kyu Hyun mendecak.

“Awas kau!”

“Kenapa? Kau mau mengancamku lagi?”

“Lebih parah daripada itu.”

“Apa?” sahut Yeon Hyo ingin tahu. Kyu Hyun tersenyum kecil.

“Aku akan mengurungmu seharian dirumah. Dan kau tak boleh kemana-mana sebelum tidur denganku. Bagus bukan?”

“Kau gila!” protes Yeon Hyo yang membuat Kyu Hyun tertawa setan. Pria itu hanya bermaksud menggoda Yeon Hyo, tidak lebih.

I like you. I also liked that you look like a fool. There is nothing more beautiful than to see your face when I first opened my eyes. You’re beautiful, even very beautiful. You are the one who made ​​me can not stop thinking about you. You’re a different girl. The girl who would not make me feel bored even be alive a hundred years longer with you.”

“Apa artinya? Aku tidak begitu paham dengan bahasa inggris,” sahut Yeon Hyo polos.

“Bodoh! Begitu saja tidak tahu!”

“Berhenti mengejekku dengan sebutan ‘bodoh’, Kyu Hyun-ah!”

~XXX~

 

 

 

 

 

“Bagaimana semalam? Apakah menyenangkan?” tanya Ha Na –ibu Kyu Hyun- tanpa basa-basi. Sepertinya sifat Kyu Hyun yang suka seenaknya itu memang keturunan. Dan Yeon Hyo menyadari hal itu.

“Lumayan,” sahut Kyu Hyun cuek. Yeon Hyo menunduk. Yeoja itu benar-benar kehilangan kepercayaan diri hingga tetap memakai mantel yang ia beli dengan Kyu Hyun tadi siang. Kyu Hyun dan Yeon Hyo memang tidak sempat pulang ke rumah, itu sebabnya Yeon Hyo tidak memakai baju yang seharusnya ia ambil dari butik itu.

“Apanya? Atau jangan-jangan, kalian sama sekali tidak melakukannya?” tebak Ha Na tepat sasaran. Kyu Hyun menghela napas dan melirik ke arah Yeon Hyo yang salah tingkah.

“Sepertinya aku memang tidak dapat melakukannya,” jelas Kyu Hyun yang membuat senyuman di wajah Ha Na memudar.

“Kenapa? Bukankah Yeon Hyo adalah gadis yang sesuai dengan tipe idamanmu? Bagaimana bisa? Jangan bercanda, Kyu Hyun-ah!” ucap Ha Na dengan suara bergetar. Kyu Hyun tersenyum kecut.

Eomma, aku sebenarnya tidak ingin mengatakan hal ini padamu. Apalagi didepan Yeon Hyo. Tapi apakah Eomma tahu? Aku bukan tipe orang yang memulai semuanya lebih dulu. Aku suka menunggu dan Yeon Hyo ternyata sama sekali tidak peka dengan semua itu. Dia juga tidak mau membiarkanku menyentuhnya sedikit saja. Itu berarti dia memang tidak menginginkannya? Benar begitu bukan, Yeon Hyo-ya?”

Yeon Hyo tidak menjawab. Yeoja itu hanya tersenyum lemah dan menunduk. Beberapa detik kemudian, Kyu Hyun pamit ke kamar kecil untuk mencuci tangannya yang terkena saus. Wanita paruh baya itu hanya mengangguk dan menatap punggung Kyu Hyun dengan rasa iba saat laki-laki itu menjauh.

“Ada apa denganmu, Yeon Hyo-ya? Apa ada yang masih kurang dengan anakku? Dia memang seperti itu. Tidak dapat mengungkapkan perasaan yang sebenarnya secara langsung dan jelas. Ia yang merancang pernikahan kalian dalam satu hari. Ia bekerja keras untuk memenuhi segala apa yang kau inginkan. Ia bahkan memintaku dan ayah Kyu Hyun untuk menginap di hotel sementara waktu dan meliburkan seluruh pelayan di rumah kami selama dua hari agar membuatmu terbiasa hidup dirumah itu.”

“Kyu Hyun adalah putraku satu-satunya. Dia sudah mengenal wanita sejak masih duduk di bangku sekolah menengah. Dan aku paham sekali kalau dia bahkan tidak mengingat berapa jumlah persis wanita yang pernah dijadikannya pacar, disakiti hatinya dan bahkan dicampakkan begitu saja. Kyu Hyun tak pernah jatuh cinta. Aku tahu sekali akan hal itu. Dan apakah kau tahu, Yeon Hyo-ya? Kyu Hyun tidak pernah mengajak gadis yang ia jadikan pacar itu pergi belanja dengannya, makan malam bersamanya atau sekedar mendengarnya mengeluh soal kebersihan rumahnya.”

“Kyu Hyun adalah sosok yang pendiam. Ia hanya bicara seperlunya dan bersikap tenang didepan wanita. Ia tak pernah mengeluh atau pun bermuka masam. Senyuman selalu menghiasi wajahnya walaupun saat itu ia sedang mencampakkan seorang wanita. Tapi entah kenapa, sejak tahu kalau gadis yang terpilih untuk menjadi istrinya adalah kau, Kyu Hyun mulai menunjukkan sifat asli yang sebenarnya padamu. Ia mengomel dan mengomentari apa saja yang kau lakukan. Karena apa? Karena ia peduli padamu dan merasa kau berharga. Atau mungkin berbeda?”

“Kyu Hyun sebelumnya tidak pernah seperti ini. Dan aku sangat tahu seberapa jauh ia berubah karenamu. Ia bahkan memesan salah satu high heels termahal di dunia dan menghabiskan seluruh uang dalam tabungannya untuk itu. Mungkin ia akan berkata kalau ia melakukan semua ini untuk istrinya, siapapun itu. Tapi sebenarnya ia sedang mengelabuhimu, Yeon Hyo-ya. Mungkin jika gadis lain yang terpilih untuk menikah dengannya, Kyu Hyun sudah meminta cerai setelah melewatkan malam pertama.”

“Kyu Hyun bukan tipe orang yang mudah merasa nyaman dengan orang lain. Hampir setiap hari ia memutuskan hubungan dengan seorang wanita dan mencari penggantinya dalam hitungan jam. Karena satu hal, ia bosan. Sesederhana itu. Dan Kyu Hyun sudah menjelaskan hal itu berulang kali padaku saat Kyu Hyun tahu kalau aku tidak suka dengan caranya bertindak.”

“Dan apakah kau tahu, Yeon Hyo-ya? Kau adalah gadis pertama yang berhasil melewatkan dua puluh empat jam bersama Kyu Hyun tanpa sedikit pun laporan yang disampaikan Kyu Hyun padaku. Awalnya malam ini, aku bersiap untuk mendengar kabar perceraian kalian berdua. Tapi ternyata Kyu Hyun tidak mengatakan hal itu. Ia hanya mengeluh soal kau yang tidak mau ia sentuh sama sekali. Bukankah itu bagus? Sama saja dengan artinya kalau Kyu Hyun menyukaimu, Yeon Hyo-ya. Tanpa ia sadari.”

Yeon Hyo mematung. Rasanya celotehan panjang lebar yang meluncur dari bibir mertuanya itu benar-benar membuatnya merasa pusing. Kyu Hyun mencintainya? Apakah hal itu benar? Kenapa ia tidak menyadari keanehan ini sebelumnya?

“Jadi—“

Eomma! Jangan teruskan!” seru seorang pria dengan wajah semerah tomat yang langsung mengambil tempat duduk di sebelah Yeon Hyo. Pria itu lantas menyambar cappucino dingin dihadapannya dan meneguknya sampai habis. Berusaha terlihat biasa saja didepan Yeon Hyo. Gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui kalau ia sedang jatuh cinta pada Yeon Hyo.

“Kalian bicara berdua saja, ne? Eomma harus pulang,” ucap Ha Na sambil mengerling penuh arti ke arah Kyu Hyun. Pria itu tersentak.

Eomma!”

“Kau sudah dewasa, Kyu Hyun-ah. Lakukan yang terbaik untukmu dan Yeon Hyo.”

Ha Na tersenyum sekali lagi dan berlalu dari hadapan Kyu Hyun dan Yeon Hyo dengan langkah tergesa. Sepertinya wanita paruh baya itu sudah merencanakan hal ini jauh sebelum mereka datang.

Eomma bilang apa saja padamu?” todong Kyu Hyun sambil menyipitkan matanya curiga. Yeon Hyo mendengus.

“Tidak ada.”

“Bohong!”

“Sudah ku bilang, tidak ada!” balas Yeon Hyo kesal. Kyu Hyun mendecak.

“Hah! Tak perlu kau tutupi lagi, aku paham sekali sifat Eomma. Dia pasti mengatakan hal yang benar-benar terdengar gila, bukan?”

Yeon Hyo tidak menjawab. Yeoja itu hanya tersenyum kecil dan membalas tatapan Kyu Hyun dengan intens.

“Menurutmu?”

“Ah~ ternyata benar,” sahut Kyu Hyun putus asa. Yeon Hyo tertawa. Yeoja itu lantas menyandarkan kepalanya di pundak Kyu Hyun. Membuat pria itu hampir terlonjak kaget dengan serangan tiba-tiba itu.

“Jangan bersikap manja disini,” ucap Kyu Hyun ketus.

“Memangnya tidak boleh?”

“Tentu saja—“

“Tentu saja boleh! Kau adalah suamiku, aku berhak atas dirimu!” sela Yeon Hyo memotong pembicaraan. Kyu Hyun melongo.

“Hhaha! Kenapa tampangmu jadi seperti itu, huh? Bodoh sekali!” ledek Yeon Hyo senang.

I do not care how much you shout rude in front of me. No matter how you look at me. All I know of only one, I love you. Without the various terms and also reasons. Only love, that’s all.”

 

            Yeon Hyo tertegun saat kata-kata indah itu meluncur dengan bebas dari bibir tipis Kyu Hyun. Entah kenapa rasanya dunia benar-benar indah saat pria itu mengatakannya. Mengatakan pada Yeon Hyo kalau ia mencintainya.

Saranghae,” bisik Kyu Hyun sambil tersenyum miring. Pria itu lantas mencium bibir Yeon Hyo sekilas dan kembali tersenyum.

“Malam ini, kau milikku. Persetan dengan semua isi surat perjanjian itu. Aku sudah tidak peduli lagi. Kau milikku, selamanya. Dan aku tidak menerima kata ‘penolakan’!” ucap Kyu Hyun yang sukses membuat Yeon Hyo tersenyum senang. Pria itu memang seperti ini. Dan ternyata Yeon Hyo menyukainya.

Saranghae. Aku mencintaimu, Kyu Hyun-ah.

-THE END-

 

 

 

 

#JEDEEERRR!!!

 

Huwaaaaaaaaa T.T

 

Ini FF Oneshoot terpanjang dalam sejarah dunia per-FF.an-ku pemirsaa~~ *plak

 

12.243 words !! *bunuh diri*

 

Aku bikin ini seharian =.=’

 

Udah panjang banget dan aku yakin kalau kalian menghabiskan waktu 1 jam untuk membaca ini :p

 

Kekekkeke~~

 

Ini adalah hadiah ulang tahun untuk Choi Heon Jin eonni (Novia eonni) dan juga sekaligus hadiah FF untuk Kim Ji Eun (pemenang pertama Lomba FF Hyo-Kyu STORY)

 

Maaf, kalo aneh =.=’ *plak

 

Oke, komentarnya ditunggu yak T.T

 

 

_Yoon Yeon Hyo_ 

508 thoughts on “FF “Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!” [OneShoot]

  1. annyeong eon,aq coMent lgy,plakkk
    maafkn aq yg suka baca FFmu tanpa seijin mu lebih dulu,jueDakk,

    FF mu semua Bagus,Oke.

    tp apa mksdny ChoKyuHyun bkin surat perjanjian itu?
    toh akhrny dilangar jg dlm kurun wkt 24 jam saja?hahaha

  2. Wah,
    Eonn bgitu msk pmberitahuan baru tntg FF ini,
    Aku buru2 membacanya.
    Dan sudah ku duga,pasti FF mu memang daebak,aku gk bisa koment apa” lg tentang FF mu in,selain daebak

  3. AUTHOR CANTIK… ff mu selalu membuat mataku membulat. aku suka, tapi… aku mau sequelnya (tulisannya bener gak tuh? ==’) itu si ji eun gak jadi balas dendam?
    aku mau liat kyuhyo bikin anak *plakk
    ff mu bagus2, thor. aku suka, banget2. ditunggu sekuelnya ya😀
    AKU pengen liat kyuhyo nangis😀

  4. huuaaaaaaa, panjang buanget eon
    tpi, kereeennn
    kya gni yg ku pngen, smua FF eon spanjang in *digorok

    bingung mau coment ap eon, yg psti ku brharap
    FF yg in ad klanjutan ny, *plak *dilemparlemari
    tpi ad satu yg bkin aku geli eon, smbil geliat”
    aku geli bgt wktu ad boneka kodok gede di ats ranjang eon,
    dn brsa bgt kmar eon kya hutan belantara
    pke wrna hijau smua *plak

    Daebak eon
    makin Cinta sam Hyo-Kyu :* :* :*

  5. daebak eon ..aq suka semua koleksi FF eonni icha deh..proud of being hyo-kyu shipper..hehe
    pengen jg pas ultah dbuatin FF jdi kadonya..hihi *ngarep

  6. gomawo untuk FF yg kau buat untuk eonn.. gomawo untuk ucapan ulang tahunnya ^^
    kau selalu saja punya ide cemerlang untuk membuat ff saeng..
    eonn menyukai semua ff yang kau buat
    bisakah kau selalu memasukkan nama eonn di setiap FFmu? hahhahahha
    itu pun kalau kau mau

  7. Ha..ha..ha.. akhirnya kelar juga baca ni FF
    daebak FFnya saeng ^o^
    nggak sia-sia nungguin ni FF rilis🙂
    soalnya ceritanya menarik banget

    I Love Hyo-Kyu couple

  8. Eonni~~
    #hug eonni
    bikin sekuel nya donk >.<
    #plakk
    ohya, kenapa kalian tidak mengakui anak kalian sendiri? Kan kalian sudah punya Cho Yong Jin =.='
    #ceritanya beda neng
    Daebak eonni ^o^

  9. huaaahhh seperti dugaanku sebelum ngebacanya, ceritanya bagus banget…
    sifat yg dimilikin kyu tu sesuatu bangetlah, benar” berhati” dalam memilih cewe yg baik untuk dirinya. memperlakukan istrinya dgn spesial, benar” bikin iri >_<
    DAEBAK😀

    berencana bikin sequel ga nih chingu…
    sequel dong, kyknya kehidupan rumah tangganya hyo-kyu couple ini menarik banget🙂

  10. huaaaaaaa…. ya ampuuunnn,,,,ini FF Hyo-Kyu termanis yang pernah ada….
    eottohke….aku jadi galau nikah,, sssttt ini rahasia*lirik kanan kiri
    jeongmal, itu yg terakhir keren bgt….jd pengen tau sebenarnya mereka udah saling suka sejak kapan…
    Oia, itu yg pas Hyo nyenderin kepalanya d bahu Kyu oppa,, itu udah jadi alasan buat Kyu oppa nyentuh Hyo kan ya,, cz kan udah dimulai duluan ma Hyo, ckckckck… Oppa,,,segitunya sifatmu…
    satu lagi, apaan tuh,,yeon hyo senyum senang pas Kyu oppa blg “malam ini kau milikku. bla bla bla..”…
    wah wah,,ternyata Yeon Hyo berharap juga “dimiliki” sama kyu oppa, hahahahahahaha…..

  11. yupz, bnr !! 1 jam penuh u/ mmbaca ff trpanjang dlm sejarah kau menulis ff .. Haha
    Daebak!! #acungin 100 jempol; jempol se.rt .. Hehe

    yeon hyo blg benci, pria menyebalkan tp ttp saja blg kyu pria tampan .. Haha

    kyu, knp sperti itu.. Aku kira dy bakal nyium jieun trnyata cuma nge.tes doank .. En smw wanita yg mncium.y dluan.. #bagus#haha

    tp kasian jieun jg, aku jja ngerasain sakit.y jg..😦 D.gituin sm cwo, heuh.. Aku bakal ngelakuin hal yg sm ky jieun, mgkn lebih.. Haha

    itu yeon hyo pake hak tinggi? #nunjuk gambar atas# wah, kemajuan tu .. Haha
    #tp d.kehidupan nyata, mna mungkin.. Haha😀

    seorang cho kyuhyun yg tampan d.tolak mentah2 oleh seorang gadis macam yeon hyo??! Haha #kena karma tu😀

    sekian….🙂

  12. OMG!!
    Ga tw knapa tp dr smw ff yg prnh aku baca, karakter kyu d ff ini rasanya bnr2 hidup n bikin aku jth trperosok lbh dlm k dlm pesona seorang cho kyuhyun *alay bahasa gw* -__-
    Tp suer thor, kyu nya hidup (?) Banget d sini.
    Amat sangat suka dgn karakternya d sini (´⌣`ʃƪ) ♡
    Kyaaa, cho kyuhyun aku padamu ㅋㅋㅋㅋ

  13. Nyonya cho yang cantik, ini keren..
    Sumpah ini KEREN BGT..
    Ini panjang tapi akau ga bosen bacanyaaaaa..
    Malah masi pengen baca walpun uda selesai..
    *jingkrak jingkrak..

    Aku kecanduan kalian ngomel2, sama teriak2..
    Kalo ga saling debat, kayaknya ada yg kurang..
    FF ini bikin aku deg2n, Kyuhyun mau gimana sama Yeon Hyo..
    Ishhh, itu Yeon Hyo nya emng bner2 beruntung yahhh, Kyuhyun itu perhatian wlpun mungkin diam2..
    Kyaknya ga bisa deh klo Cho Kyuhyun bukan sama Yeon Hyo..
    Quotesnya keren bgt eon..😀
    pokoknya DAEBAK deh..😀 (y)

    • kekeekek~~
      makasiiih yaa saeng😀
      bikin FF ini dalam suasana hati yg berbunga2 *plak
      ditambah dengan kenyataan kalo eomma mengganti bed cover eonn jadi warna HIJAU *nangis darah*
      katanya kalo warna pink terus kayak gak ganti2 T.T
      uhuhuhuhu~~
      gomawo udah komment🙂

  14. Aigoo…
    Jeongmal jjang eon!!😀
    Suka banget ama critanya
    Di sni si kyu bner” napeun! Suka mainin prasaan cwek! Aish.. Dsar.. Wkk.
    Untng seorng yooh yeon hyo bisa mengatasi sisi napeun kyum. Wkk..
    Eon lgi sibuk ya?
    Hhe. Jdi jrang post ff bru ya eon. Hhe..
    Ditunggu ff lainnya ya eon! Hhi
    Hwaiting!!😉

  15. Aku paling suka kalo FFnya ada gambar-gambar yang mendukung…
    Setiap FF bikinan eonni pasti daebak dan bikin aku ….
    Ternyata eonni jadi pake cover editanku.. covernya abal sekali… Hehehe

  16. huh… lap keringat! lama pakek banget!

    Doh… mau ngomong apa nih ya? speechless!

    singkatnya KECEH! KEREN! pokoknya CETAR MEMBAHANA! Like it! Nice FF!

    “Untuk apa? Mereka sama saja. Cantik,
    baik dan juga membosankan,”—— huah, jleb!
    waktu Ji Eun tiba-tiba langsung nyium. udah agak merinding tu bacanya. dan taunya si Kyu Hyun, kata-katanya…. nusuk ampe ulu hati! sakit! gak nyangka…
    gak sanggup ngebayangin jadi Ji Eun. gimana perasaannya? oh ya, pasti hancur!!

    adegan dimana Yeon Hyo nyekek Kyu Hyun… aaaaaaa!!! pen liat! seneng banget liat dia menderita *peace.. jan melotot* mustinya kau kasih bonus jitakan Yeon waktu dia udah nyerah!! LOL

    Malam pertamanya… kacau! si Yeon Hyo sadar juga gegara cuap-cuap Ha Na. Kekeke
    eh eh, Kyu bilang si Yeon Hyo akan menjadi miliknya seutuhnya? jan bilang abis itu di ceraiin! *gebukin

    Oiya, si Yeon Hyo ga jadi balas dendam, begitu?

    satu hal yang aku tau. pemenang lomba mempunyai namkor Kim Ji Eun. Okesip *smirk

  17. wahhhhh g tw mo coment pa…. ckup satu kata “DAEBAK”….hehehe low bs se*smbil kdip2in mata ma author* ^_^ d bkinin sekuel’a ea thor pleaseeeeeeee…………..

  18. kyaaaaa…. KEREN pake BANGET ><

    gabisa komen apa-apa selain keren… eonnie daebak😀

    bener-bener butuh waktu lama buat bacanya… -_-

  19. Daebak eonn daebak
    Yesyes akhrnya aku bisa bca ff eonni
    Taukah eonn kata” yg paling ku suka saat kyuhyun brkata bgni

    Malam ini kau milikku persetan dngn semua isi perjanjian itu,aku Sudah tdk pduli lagi
    Kau miliku slamanya dan aku tdak menerima kata ‘penolakan’ . Ucap kyuhyun yang sukses membuat yeonhyo trsenyum

    Hehehehe
    Jadi kpngn baca lanjtan nya🙂

  20. nice story
    ternyta hnya seorg yeon hyo sja yg bsa meluluhkn hti seorg cho kyuhyun keren euy…
    kta2 yg diucapkn kyu walopun sederhna tp lsg ngena ke hti .
    perlu ada next story nya nich soalnya nanggung bget .

  21. Kyu romantis bnget, ga nyangka dia ngelakuin semua persiapan itu buat hyo seorg, daebak bnget sumpah ini bener keren bnget bnget bngetttt bnget……^^^^

  22. aku nggak tau harus ngoment apa saking bagusnya
    #plaak
    ternyata memang hanya seorang Yoon Yeon Hyo yang hanya bisa merebut perhatian, hati bahkan cinta Cho Kyuhyun
    kebayang deh kalau di salah satu FF Yeon Hyo gg berantem sama Cho Kyuhyun
    gimana jdinya?? yang pasti FF itu jdi kya kopi tanpa gula
    bener gg eon??
    wkwkwkwkwkXD

  23. keren keren kerenn
    sequel sequel sequel….

    tadinya aku sempet mencak2 pas bca kyu nembak ji eun…ehhh tp trnyt ttp brakhr sma oenni* legaaa

    NB: aku setuju ama pemikiran kyu ttg tipe mmbosankn itu

  24. eonnie,,
    tepar bacanya,,, panjang banget,,,
    *lap keringet
    Tapi g sepanjang sinetron kok eon😀
    FFny Keren eon,,
    tapi akhirnya kurang gereget,,,
    -.-v
    Tapi Tetep 1000 jempol buat eon
    *pinjem jempol tetangga
    Jangan bosen2 bikin FF pnjang y eon,,,
    *pijitineonnie.
    Hwaiting!!!!
    (9 ” )9

  25. Jeder lagi –” … Ini seru tau eon… Ciyus dahh… Ahh yaa… Jadi pengen sequelnya nihh ^^ … Andai ini FF NC, pasti dilanjutin tuhh pas sampe rumahnya terus ….(sensor)😄 #anakyadong ini keren banget tau gak??? Sequelnya yaahh please… Kelanjutannya kaya gimana… Apakah Yeonhyo bakal ngikutin permintaan Jieun atau enggak??? Pokoknya yaaa sequelnya dehh…^^

  26. like this eon.
    suka bgt sama cerita ffnya, apa lg happy ending.
    tp aga ga mudeng, cerita ji eun & donghaenya gantung. endingnya jg aga gantung.
    ada sequel kah ?
    #ngareptingkatdewa hehe

  27. eeoonniieeee …
    Daebakkkk !!!
    sumpah ini FF yg gx bsa ku byangkn
    krna seorang KyuHyun begitu perhatiannya dengan Yoon Hyoo
    kau brcandaa –”
    iyaa eonn aku stuju dgn yg lain bkin squel’a eonn , sklai lagi FFmu
    slalu membuatku senang membcanya wlau panjang sekali😄

  28. hos..hos..hos..#bneran naik turun tangga Efek penasaran baca nii FF.. bawa tab kmn2…#lebayy
    aaa…mi apahhh enelaannn,,ff eon amazing cumpah…???
    si epil selalu saja terjebak dgn takdir harus mencintai yeon hyo,,,plakkk…
    tapii..tapii..bru kali inii si epill jadi bad boy gt,,.tambah nyebeliinnn..ckck #jitakkyu
    poor hyo dpt bibir y sdh d kissue yeoja2 lain,,,plakkk#mikirYD
    butuh sequel..butuh sequel…butuh sequel….>.<

  29. DAEBAK eon…
    Ternyata kyuhyun si evil itt bisa juga ya ngucapin kata2 mutiara sebagus itt #plakkkk *digampar sparkyu* XP
    Hmm…. Ak suka ceritanya…
    Dah itt foto yeon hyo digendong kyuhyun itt…. Keren bgt… Siapa yg ngedit ny?? Yeon eonni??
    Eniwei Ff ‘jinja?? You are froggy prince’ kpn lanjutnya??? Ak dh nunggu lanjutan ff it eon…😄
    Dah dulu eon… Daaaaa… (?)

  30. Wahaha bgus banget eon, aku baca saat diperjalan kepalembang,
    jdi asyik nih pa lagi liat hyo n kyuppa berantem kya biasanya tpi entengnya so sweet. Menurut aku kurang panjang eon *plak di jewer eon#
    andai aku tau rumah eon langsung kudatangi, mau minta tnda tangan*emangnya artis*
    eon tau kayuagung kan aku org sna. Hehehe*bawel*.

  31. Finally, sukaaa bgd karakter kyu nd yeon hyo di sinii… Gak perlu gengsi-gengsian sperty ff biasanya *plak hahaaaa… nd kisah yg happy ending ♥\(´▽`)/♥ … perlu skuel nih kayanyaa eon^^ mau liat little evil prince kekee

  32. annyeong eon… reader baru… gk bisa disebut baru juga siih… #karena aku emang udh bca FF eon dan T.O.P B,G,T…… mian baru kali ini RCL…. habisnya selalu bingung mau komen apaan,,, semuany udh diucapin readers lain -_____-
    btw,, keren yg ini…. terpanjang,,, teromantis,,,, terunik,,,, terspecial,,,, ter’gila’,….. daebak laah… Joha…..
    cho kyuhyun oppa yg bodoh sebenarnya,,,, bukan yeon hyo eonni😀 #digampar
    salam kenal eonni😀

  33. Fyuhh… *lap keringat
    Eon,, ff ini adalah ff terpanjang yg pernah kubaca.. Krg lebih 2 jam *halah*
    Eon,, ff ini sangat EMEJING, DAEBAK, DAN CETAR MEMBAHANA!!
    ceritanya benar benar hidup,, apalagi quotesnya,, daebak😀
    Eon,, bagaimana caranya kau buat ff se-AMAZING ini?? Lanjutkan karya karyamu yg CETAR MEMBAHANA ini,, eon!! Aku mendukungmu ^^

  34. Menyebalkan gra’ tugas kuliah ku menumpuk, jadinya aq tlat bca ff mu eon . .# gk nanya

    Aq udh ngubek2 kamus buat nyari kta yg smpurna u/ komentar d ff mu ini, dan kta yg ku tmukan itu hanyalah DAEBAK !!

    Ahh aku menyukaimu (?) eon, , #plak maksudku kryamu eon . .

    Kau tega skali mencekik kyuhyun hanya krna benda pink ksukaanmu itu , bgaimana klo kyuhyun kehabisan nafas eoh?:/

    aq suka scene akhir crita’a , bru x ini hyo kyu terlihat lebih manis dri biasanya, aq jg sngt menikmati (?) setiap kta2 quotes yg kau buat itu . .

    T.O.P B.G.T buat kau yeon hyo eonni ^^

  35. wahhh ini ff terbeda yang pernah ku baca dan termenarik yang pernah ku baca alurnya ga mudah di tebak semapat nebak ending pas baca tapi ternyata tebakannya salah bikin penasaran… bikin squelnya dong ini couple paling menarik menurutku .. responnya juga bagus jadi tolong di pertimbangin request squelnya ya😀 saranghae

  36. annyeong eon🙂
    FF nya KEEREEEEEENNNNNN……. BANGEET..ㅆ,ㅆ *kambuh lebay -___-
    Tapi bner eon ff bwtan eon ga ada 2 nya,keren semua,
    bneran udah ketagihan,kecanduan sma ff eon & gk bsa berpaling ke blog lain.

    DAEBAK dh bwt eonni (y)Ψ( ̄∀ ̄)Ψ
    d tunggu ff baru nya,jangan lama2 ya eon😉
    Always Waiting for Your FF \(” , ”)/(´˘з(˘⌣˘) FIGHTING

  37. Wohoooo benci jadi cinta ini mahh hahaha
    Sifat kyu disini keren lah pendiem tapi kalo udh di depan yeon hyo malah bawel
    Jadi perjanjian yg di buat hyo sama kim ji eun ga jadi di lakuin yah hahaha udah mikir jauh jauh nih bakalan kaya gimana jadinya khkhkh
    Ff eonnie kerenlah *tumbs up*

  38. icha kok kyuhyun karakter nya dibikin beda dr byasa nya, lbh jinak tp bosenan, aq sk crita nya apik bgt dan kamu bnr bgt butuh 1jam bwt baca ni ff, puas jd baca nya, tp kasian sm korban” nya kyu tuh ca

    pokonya daebak

  39. akhirnya baca juga eonn,,,

    wawwwwwwww daebakkkk
    ampe bengong baca kyuhyun gonta ganti yeoja dalam hitungan jam,,, playboy banget -_____-
    kyuhyun ganti semua isi kamar yeo hyo,, sampe ada boneka KODOK😀

    feelnya dapet,,,,, pasangan heboh, i like it.

    daebakkk eonn

  40. owhh, yha eon 1 lgi ,, ap aku boleh jdiin FF in,
    sbgai kado ultah ku jg, dri Hyo-Kyu?
    ku pngen ad kado dri Kyuhyun oppa sam Yoon Yeon Hyo eon
    klo boleh, ku makasih bgt sam eon *bilangiyhaajebelon *plak
    *tampangmelas

  41. bingung mau komen apa
    suka deh ff nya panjang jadi nak takut cepet end…
    kyuhyun itu gimana-mana tetep aja selelu maksain kehendaknya
    tapi aku justru suka sifatnya yang kayak gitu
    kalau yeon hyo ngak mau highheels buat aku aja biar aku jual^^^

    ff mu emang selalu daebak eon, ada gambarnya jadi tambah semangat bacanya.

  42. keren eonn😀 haha kyuhyun diam diam menghanyuktkan ah :p
    ah itu yeonhyo yakin banget nolak ciuman kyuhyun yg dimakar, yakin nolak? hha *nyengir setan
    keren keren😀 apalagi highheelsnya :p *ditampar yeonhyo*
    tapi, kenapa di ending gak ada ensehnya eonn ._.v ??? haha😄

  43. Ga prnh bosen bca ff dri icha,,,
    Salah satu author hebat. Smua ffmu daebak. Paling ska ff yg kyk gni. Keren bgt critanya,,,,
    Gmbarnya jg bgus2,,,, yeon hyo cntik bgt,,,,,,,
    HyoKyu…<3

    • udah dari tampilan blog-nya
      Kalo di NOTE Facebook ini udah pas banget.
      RAPI kalo dijadiin note facebook, sayangnya gak muat.
      Coba aja copy paste ke ms.word
      ini cuma 1 spasi dan rata kiri kanan.
      pas di blog, munculnya emang kayak gini

  44. Yeon Hyo tidak menjawab. Yeoja itu hanya tersenyum kecil dan membalas tatapan Kyu Hyun dengan intens.

    “Menurutmu?”

    “Ah~ ternyata benar,” sahut Kyu Hyun putus asa. Yeon Hyo tertawa. Yeoja itu lantas menyandarkan kepalanya di pundak Kyu Hyun. Membuat pria itu hampir terlonjak kaget dengan serangan tiba-tiba itu.

    “Jangan bersikap manja disini,” ucap Kyu Hyun ketus.

    “Memangnya tidak boleh?”

    “Tentu saja—“

    “Tentu saja boleh! Kau adalah suamiku, aku berhak atas dirimu!” sela Yeon Hyo memotong pembicaraan. Kyu Hyun melongo.

    “Hhaha! Kenapa tampangmu jadi seperti itu, huh? Bodoh sekali!” ledek Yeon Hyo senang.

    “I do not care how much you shout rude in front of me. No matter how you look at me. All I know of only one, I love you. Without the various terms and also reasons. Only love, that’s all.”

    Yeon Hyo tertegun saat kata-kata indah itu meluncur dengan bebas dari bibir tipis Kyu Hyun. Entah kenapa rasanya dunia benar-benar indah saat pria itu mengatakannya. Mengatakan pada Yeon Hyo kalau ia mencintainya.

    “Saranghae,” bisik Kyu Hyun sambil tersenyum miring. Pria itu lantas mencium bibir Yeon Hyo sekilas dan kembali tersenyum.

    “Malam ini, kau milikku. Persetan dengan semua isi surat perjanjian itu. Aku sudah tidak peduli lagi. Kau milikku, selamanya. Dan aku tidak menerima kata ‘penolakan’!” ucap Kyu Hyun yang sukses membuat Yeon Hyo tersenyum senang. Pria itu memang seperti ini. Dan ternyata Yeon Hyo menyukainya.

    “Saranghae. Aku mencintaimu, Kyu Hyun-ah.”

    hahahahaha.. aku demen banget adegan yang ini..kekekekekekkekeek so sweet dah eon..
    mereka lucu, malu-malu kucing gitu pertama-tamanya e…. ternyata saling suka..
    geli banget.. ama hyokyu..
    gemes..gemes deh setiap ngebaca ff eon yang berhubungan dengan hyokyu..
    bingung mau nulis apa lagi eon, karena semua ff bikinanmu membuatku ternganga, ketawa, sedih, galau..
    n entahlah sekarang aku jadi tergila-gila dengan ffmu yang banyak itu,wkwkwkwkwkwkwkwkk
    #hug icha eonnie..
    saranghae~ ~
    mianhe..eonnie aku komentar gak bertepatan dengan hari dimana ff ini di publish..
    soalnya aku nggak tahu kalau ada ff ini, nyesel kenapa nggak komentar …hiks…

  45. makin hari makin daebak… dan terharu bacanya T.T eonn icha keren banget bsa bikin kata” yang mengharukan… pokoknya 4 jempol buat eonn, mian gk bisa 5 atau 10 soalnya jempolku cma 4 ._.😀 nice ff

  46. 12.243 kata untuk fanfic oneshoot????
    eonni kau benar2 daebak!!!
    biasanya aku baca ff multichapter tuch,,
    wkwkwk
    aku selalu berharap semua ff ini perchapternya sepanjang ini hahahha *digorokparaauthor
    seperti biasa eon ff buatanmu daebakk kau sukses membuatku senyum2 sendiri sekaligus blushing liat hyokyu ini,,o>_<o~

  47. Omona eonni !! O.o
    FF mu yang ini sukses membuatku seperti orang gila, senyum2 gaje dari tadi >,<
    Awalnya agak ngeri waktu baca kalimat ini, "Kyu Hyun bahkan tidak
    tahu persis berapa jumlah
    mantan kekasihnya. Ia juga tidak
    bisa mengingat wajah-wajah
    gadis itu satu persatu karena
    terlalu banyak", kesannya play boy banget.
    Tapi waktu baca celotehan(?) mertuanya Yeon Hyo tentang Kyu, langsung deh senyum2 gaje akunya😀

    DAEBAK lahh pokoknya d^^b
    Hwaiting ne ^^9
    HKS Love U :*😀

  48. huft, ktinggalan lagi😦
    ff ny bagus chingu,, aplg cerita kali ini nujukin sisi playboy seorg cho kyuhyun bikin gemes😉 ya wlaupun akhir ny dy pasti balik sm aku#abaikan#

  49. sungguh terpesona ama kyu oppa… adakah cowok seperti itu di dunia kalo masih da au pesen satu..
    wkwkwkwk
    kyu playboy tp gc nyangka kalo uda suka ma cewe apapun kmauanx smua dituruti.,
    bener2 mengagumkan…
    buat eonni teruslah berkarya… aku gc boong karyamu daebak smua… jangan denger kata orang…
    fighting eonni…….!!!!!!

  50. jujur puas banget baca nya author
    Gak nyangka end nya sangat special apa lg
    Ada di tulisan bagian yg pake bahasa inggris
    Sumpah itu kata2 yg clise banget
    Daebak author
    Sukses slalu buat FF nya

  51. AAAAAAA naega neomu johaaaaaaaaa
    jinjjayooooo
    kyaaaaaaaa jeongmal daebak
    aaaaaaaa aku suka
    Kyu-yaaaaa neo jinjja ah keren
    yeon hyo kkkkk
    ah ternyata Kyu bisa malu juga kkkkkk
    wah wah ternyata Kyu mencintai hyo
    pertengkaran itu hnya alibi Kyu kkkkkkk
    daebak
    waaaaaaaaaa Hyo-Kyu so sweeeeeeet
    d tggu next FF for Hyo-Kyu again ne chingu🙂

    Love Kyu

  52. Pengen dapet laki ky githu…:*
    beruntung bgt hyo dapetin kyu, biarpun kyu playboy tp cintanya hanya utk yeon hyo🙂 co cweeet
    ffnya keren dan aq suka😀
    DAEBAKKKK

  53. eon,,, aq ninggalin jejak dlu ne,,,, bsok bru aku bca ffmu yg udh daebakk dri dlu ne,,, tgas kuliah emnk mnghmbt q bwt mmbca ff mu eon,,,, fighting,,,,

  54. Whooaaa… Panjang bgt eon.. Ampek punggung skit… #plak
    kyuuu…. Jgn mesum! Hehehe
    ternyata kyuhyun luluh juga *senyumsetan….
    Daebak eon… Keep writing…

  55. GILA. SUKA. BANGET. SAMA. SIFAT. KYU. DISINI!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Щ(ºДºЩ) Dae to the bak!! D A E B A K !!!!! Walaupun tepar bacanya tapi tapi tapi kyaaaaaahhhhhh Щ(ºДºщ) Ada ya ff sekeren-gila-sweet-lucu-kyeopta ini?! *teriak pake toa* Suka banget sifat Kyu disini. Malu tapi mau :p Gengsinya tinggi banget hahah, tapi itu yg bikin manis😄 I need sequel! Sequeell!! #plak

      • Abisnya aku kan pengen sequel eonnn, ayolah tintingting ;;) *kedip kedip modus*

        Nee hahah😄 Nama kita yang sama terus kenapa kyu yang dicekek😄 Suami kita juga sama-sama 조규현 sepertinya #eh *ditabok*

  56. anyeong onnie aku reader baru diblog kamu dan langsung jatuh cinta sama ff kamu :*
    aku lanjutin bacanya yaa, baguss lhooo tulisannya. tapi ada beberapa yg diprotect😦

  57. annyeong nana imnida,96line ^^.q reader bru.huaaaaaaaaaaaaaa eonnieeeeeee ^^ kmrin mlm q bru nemu blog ini n q mlai bca ff2 ny eonnie!!!!n 1 kta bwt eonnie KEREN AKHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!
    bwt ff ini,suka bgt eonnn!!!!!!tp mnrut q yah eon klo bsa ad crita ny Yoon Yeon Hyo blas dendam ma kyu gegara si eunj kn abis d skitn*aish bhasa kuhhh* ma si kyu kn.
    tp itu cmn sran saiia eon ^^ slbihnya BGS BEEETTTTTT FF INI!!!!!!!

  58. sweet…

    akhir yang manis..aku sukaaaa…
    #jingkrak2 breng kkoming😄

    Jujur aq merindukan ffmu yg berending happy sperti ini,,bosan dg ffmu yg slalu membuat air mataku meleleh..aishhh..aku benci itu..

    Untung ajah Yeon Hyo gak berniat buat blas dendam ke Kyu Hyun buat mencampakkannya…

    kalo ajah emang jdi balas dendamnya..aku cekek kau Yeon Hyo-ya…
    hahaha😄

    DAEBAK..I LIKE IT THIS FF..
    HAPPY ENDING…WITH SWEETESS MOMENT.. :*

  59. Hem… Sekuel sekuel sekuel
    ho… Ternyata bang kyuhyun bener2 menyebalkan! Dia mau aja dicium yeoja yg byknya itu bejibun #plak
    #gk rela
    tumben panjang ff nya? Gtu dong kekeke
    aku suka ff yg panjang2 hehe…
    Klo dibikin sekuel bagus nih
    seperti biasa ff mu daebak!!!

  60. WOOW…12rb lebih words!! Daebak eonnie ^^
    awalnya percaya ga percaya apa yg dikatakan cho ahjumma ttg kyu, soalnya sebelumnya sifat kyu ngeselin .kkeke😀 *digetokkyu
    eh…tp ternyata kyu so sweet bgt😄
    tp bener deh nyesek jadi ji eun T.T *poorjieun

  61. Authorr.. Gile ini panjanggg… Banget!!
    Hoho aku kira bakalan dimaini tuh perasaannya Kyu ternyata berakhir Mencintai..
    Wihh kata-kata emaknya kyuhyun bikin nyesek boo…😀
    terus ji eun ama donghaee.. Gimana tuh??
    daebak deh author🙂

  62. waw… kerenn chinguu… akhirnya bisa komen lagi..🙂
    setiap baca FF chingu,, karakter Kyu sma Hyo nya rasanya bener2 idup..
    beda sama FF yang laen.. daebakk lah pokoknya…
    teruskan perjuangannya ya chingu…
    ditunggu lagi cerita yg laen…\ ^o^ /
    *ngubek2 lagi ahh,, mau baca yg laen… ijinn ya..🙂

  63. Wahhh*treak histeris kyuppa dsni romantis bngt
    mw donk d bli’in spatu yg kyk gitu+d gendong lagi ..hehe#d plototin Hyoeunni
    ff nya KEREN Kak …oya Reminiscence part 11 kpan mo d publish Kak ??
    Gomawo🙂

  64. woah~ beneran panjang ya eon, ff oneshoot terpanjang yg prnh aku baca nih.-.
    haha cukup kilat juga ya mrk, dlm waktu satu hari lgsg saling suka. tapi gapapa lah suka bgt sm couple ini mrk lucu:mrgreen:

  65. annyeong chingu aku reader baru disini salam kenal ya🙂
    aku mau buat pengakuan ni sebenernya aku baca ff ini kemarin malem tapi pas mau komen eh paketen.ny keburu abis jadinya baru komen sekarang mianhae.
    yah chingu ini terlalu bagus kalau cuma dijadiin oneshoot doang harusnya dibikin part ni. aku ijin ngubek-ngubek blog ya pengen baca yang lainnya🙂

  66. Oke, ff.a terasa beda.. awal.a seru, bikin penasaran.. Ampe akhir juga seru sihh.. Cuma klimaks.a belum dapet.. Kurang cetaar klw bahasa.a syahrini.. “̮ћϱћϱ (♥̃͡♥̃͡) ћϱћϱ” alur.a juga berasa kecepetan..
    Tapi kisah.a okelahh.. ^^

  67. oenniiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, ff.mu daebakkkk . kyu keren sekali disiniiii *muka berbinar*
    oh iya eon, aku reader baru lhoooooo. jadi aku lanjutin baca ff laen dulu ya eonn. annyeong

  68. Panjaaaang bget thor….
    Dsini ad gmbr yg gx sesuai thor, cba deh si cek
    aq gx mw ksih tw yg mna ya hehe…
    Trus bwt yg Ji Eun’a itu terllu sdikit thor,,, mesti’a ad pmblsn dendam dlu…

    Hehe….
    Sequel bwt mrka ad gx?

    • gak sesuai?
      Uumm.. Gambar cuma memeriahkan aja sih. gak terlalu berpengaruh ^^
      Disini main castnya itu Yeon Hyo dan Kyu Hyun, jadi buat tokoh lain gak di bahas.
      Kalo dibahas semua ya gak bakalan habis2 dong.
      Pembalasan dendam juga gak di lakukan karena Yeon Hyo keburu tertarik sama Kyu Hyun, jadi buat apa balas dendam? Hahhahaha
      Sekuelnya ada, judulnya “PERFECTION”
      Sekali lagi, sekuel itu cuma Yeon Hyo dan Kyu Hyun aja fokusnya. Tentang kehidupan rumah tangga mereka 2 tahun kemudian.

    • Yeon Hyo udh dijelasin sama mertuanya bagaimana Kyu Hyun menyiapkan pesta penikahan mereka, merancang semuanya. Jatuh cinta kadang tidak bisa mengenal waktu dan tempat. Kita bisa mencintai seseorang di detik yang sama ketika kita baru melihatnya saat itu.
      Ini semacam pengalaman pribadi sih, jatuh cinta itu mudah. Tapi melepaskannya itu yang susah.
      Jadi ceritanya di sini Kyu Hyun itu tertarik sama Yeon Hyo dan menganggap gadis itu tidak akan membuat hidupnya bosan.
      Dan Yeon Hyo, dia itu tipe karakter yang sulit dijelaskan. Cuma ya, aku menempatkan diri sebagai Yeon Hyo. Siapa yang tidak tersanjung setelah suaminya melakukan semua itu hanya untuknya?
      Walaupun dia nikah secara paksa, tapi setidaknya ia tahu bagaimana sifat Kyu Hyun yang sebenarnya saat berada di kampus.
      Jadi… Yeon Hyo benar-benar menganggap Kyu Hyun sudah berubah. Hal yang wajar kalau ia berusaha mencintai pria yang sudah menjadi suaminya.
      Rencana balas dendam Ji Eun tentu tidak dilaksanakan karena Yeon Hyo ‘tertarik’ dengan Kyu Hyun.
      Saya menulis ini dengan memposisikan diri sebagai Yeon Hyo. Hheheehe
      Jadi misalnya, kalau saya di minta untuk melakukan balas dendam atas nama teman saya, saya tidak akan melakukan hal itu karena saya mencintai pria yang sudah menjadi suami saya.
      Lagipula teman saya itu tidak mempermasalahkannya lagi. Dia sudah bahagia dengan pria yang mencintainya (dalam hal ini Lee Dong Hae).
      Uumm.. Intinya saya memilih cerita ini agar lebih terlihat ‘hidup’ saja. Karena kalau mau ikutin khayalan yaaa… pasti saya akan membuat Yeon Hyo membalaskan dendam Ji Eun.

      *jadi panjang banget balesannya.. hahahahhaha😄

  69. jiah…apa ini???…..

    oh, mian hehehe
    first kenalkan Chy imnida, new reader….hohoho

    jgn slah paham ama kata2ku, ne??
    beneran deh aku suka ff.a….daebak pake banget…..
    boleh req ff sequel ngak?? after marriednya deh. maunya sih pake nc tp klo ndak mau jg ngak pa2…
    tp aku asli penasaran ama kehidupan mereka berdua selanjutnya klo perlu sampe ada anaknya…hahahaha

    #reader banyak maunya….maapin yah….hehehehe…

  70. eonnie……
    Knpa FF mu bagus sekali.. Ampe susah di ungkapin dengan kata2 lagi.. Pokok nya daebak deh eon..
    Well, tetap semangat buat FF yg lbih bagus lagi ya eon.. ❤😀

  71. annyeong,mian selama ini aku silent reader -,- *boooww with Kyu* T__T
    aaaah,Yeon Hyo aku sudah lama mengenalmu,dan aku tau karyamu pasti akan selalu cetar membahana badai petir gledek (?) Ckck

    Aku suka karakter KyuHyun disini…hehe
    KyuHyun memang cocok mendapatkan sosok yeoja seperti Yeon Hyo yang abstrak hha karena sebenarny Hyo-Kyu sama2 abstrak…hha

    Heeey sepertinya ada yang salah di FF mu ini, “Kyu ga pernah mencium yeoja,tapi yeojadeul lah yang menciumnya lebih dulu”

    Baiklah aku ungkapkan sebuuuaaah rahasia, Kyu sudah pernah mencium lembut bibir seorang yeoja…

    Dan yeoja ituuuu …..

    AKU !!!! Hha lol plak

    Ok sekian, keep writing Yeon Hyo…^+^

  72. satu kata => manis.. ^_^.)
    emang cekcok mulu..
    tapi perhatian terselubung kedua.n itu romantis bgt.. ^_^.)
    *tarikNapasHembusNapas
    satu jam, dan saya puas baca.n.. ^_^.)
    daebak, Author.. ^_^.) *angkatJempol

  73. sebenernya aku suka ini kalo ad sequelnya dan ada konflik didalamnya. karakter kyuhyun jg hidup banget. karena pria yg sebenar2nya pria dlm kehidupan nyata adl yg seperti kyuhyun lakuin . . n itu bener2 ada.
    keep writing author. good luck for you.

  74. baguuuuusss !!!! tapi labih bagus kalo nggak one shoot thooor….. dibikin perjalanannya gimana kyuhyun nnti suka sama yeon hyo-nya…. hehehe.

  75. astaga musuh jd cinta ckckck…
    gak nyangka kyu kamu perhatian sama yeon sampai nikah aja barang2 ya mahal semu,ecieeee yg lg jatuh cinta sama musuh bebuyutan😀😀

    buat sequel coba thor #saran

  76. Woowww eonniiii daebakkk ffnya,,seruuu walaupun lama bacanya tapi gk bikin boring,, eonnn knp gk di cetak aja ffny trus di bikin kayak novel,,aku pasti jd pembelii pertamany deh,,hehehhehee

  77. seruuu walaupun lama bacanya tapi gk bikin boring,, eonnn knp gk di cetak aja ffny trus di bikin kayak novel,,aku pasti jd pembelii pertamany deh,,hehehhehee

  78. annyeong eonnie, aku reader baru niy🙂
    ceritanya bgus bgt eon,, aku sampe byngin lo aku bener2 punya suami kaya kyuhyun.. huwaaa bkin klepek2^^

  79. Annyeong thor.. aku readers baru d sini. Thor aku udh follow twitternya author nanti di followback ya😉
    oh iya sekalian izin acak acak blognya🙂
    Ffnya unik.. karakter kyunya aku suka.. ada sequelnya gak?

  80. Annyeong thor.. aku readers baru d sini. Thor aku udh follow twitternya author nanti di followback ya😉
    oh iya sekalian izin acak acak blognya🙂
    Ffnya unik.. karakter kyunya aku suka.. ada sequelnya gak?

    :p

  81. I love this ff, feels like……ughhhhhh

    I like kyuhyun’s character here, he’s soooooo fckndamn awesome. Hahaha, keep writing, this’s such a beautiful romance fanfic that I’ve read

  82. Huaaaaaa need sequel authorrr…
    Pengen tau life after marriage mereka thor..
    Itu pan dikit lagi NC, knp di cut toh thorr..
    Need Sequel pokonya mah..

    Fighting author, keep writing (ง`o´)ง

  83. annyeong eon,aku suka semua ff yg kamu buat>< aku baru sempet comment di ff ini karena lagi on pc.biasanya aku siders *ehpeace._.v karena di hp lemot kalo comment u,u ini ceritanya manis banget.. kepengen jadi yeonhyonya deh *plak

  84. halo, saya pembaca baru disini. Salam kenal ya…
    ….Oh Tuhanku, alurnya keren…. Penggambarannya juga bagus….
    …. Romantis, untung rencana Ji eun tdk jadi dilaksanakan, kalau jadi, tambah ribet masalahnya. Kasihan kyuhyun n yeon hyo.
    …..author, ada sequelnya gg?
    ….. Btw, author line brp? Aq line 98. Terima kasih

  85. aku baca yang Perfection dulu kemarin baru kesini
    hehe
    jadi gini mereka jatuh cinta
    aku suka banget gimana kyu mandang cewek yang bener2 dicintaiinya

  86. anyeong aku readers baru*sebenernya sih bukan readers baru,tapi baru komen aj,hihihi*
    hwaa thor keren banget ff nya!suquel ok kan kakak author mah cantik,imut,baik hati dan tidak sombong hehehe

  87. Eonnie .. ide ceritanya daeebakkk~ ^o^
    Apalagi sifat Kyuhyun dengan tindak tanduknya yng menyebalkan . Gak manusiawi memang , tapi itu yng jadi daya tarik dan ciri khas sendiri buat baca cerita-ceritanya eonnie .. ^^
    Ditambah dengan imajinasi-imajinasi , andaikan ketemu cowok kaya gitu /tapi ngambil baiknya aja ya eonn , gak mau sakit hatinya XD/

    Oh ya , ada 1 typo tadi . Aku lupa bagian mana , pokoknya kata “mengganjal” jadi “menganjal” ..
    Tapi gak masalah kok eonn , namanya juga manusia tak luput dari kesalahan . Cuma 1 kesalahan aja ..

    Udah aah! Mau lanjut keliling blog ^^

  88. kerennn panjang bngtzzz seru juga…. iechhh setann lo lucu bngtz dech klo jd ank eoma gtuuu… wkwkk hrs nya ada squel nya nie klo yeon hyo nya nolak setan taw scra ga lnsg nerima prsaan setan ke dia… wkwkkk but its deeeeebakkk eoniiii

  89. Huwa DEABAK DAEBAK…!!!!! poko nya beribu DAEBAK bwad ff yg ini🙂
    kerennnnn!!!!!
    Lanjut nya udah ada blm? Apa engga di lanjut?

  90. wuaaaa panjang banget. Hampir pegel bacanya, tp gak jadi karna ada kyuhyun oppa hehe. Keren banget ceritanya. Akhirnya kyuhyun gak gengsi lg hehe. Bkin squel dong thor hehe

  91. annyeong…..
    readr bru salam kenal……
    bwt authorny 1 kta bwt ff km daebak….

    keren bnget…. apa lg kata2 kyu yg ni :

    “I do not care how much you shout rude in front of me. No matter how you look at me. All I know of only one, I love you. Without the various terms and also reasons. Only love, that’s all.”

    so sweet……
    ah jd pengen jd Yeon Hyo ,

    kyu oppa saranghae…… ^_^

  92. daebak eon. ne, memang ini ff oneshoot paling panjang yg pernah aku baca juga. tapi jujur, ini sama sekalumi tidak membosankan! dan aku mau usul sama eonnie, after story mereka eon aku mohon. gomawo *bow*

  93. daebak eon. ne, memang ini ff oneshoot paling panjang yg pernah aku baca juga. tapi jujur, ini sama sekali tidak membosankan! dan aku mau usul sama eonnie, after story mereka eon aku mohon. gomawo *bow*

  94. Hahaha.. Udah lama ngga mampir ke blog ini.. Miss you eon..
    Mm.. Senemg banget tau eonni masih setia sama SJ dan masih buat cerita tentang mereka…

    Neomu Joahe.. Eon.. Jangan berhenti nulis ya.. Karna nanti aku bakalan bingung baca ff apalagi.. Terutama dengan Cast SJ esp Evilkyu kkk~

  95. weeww hahaha bisa yaa yg tdinya musuh trus malah jd nikah .
    klo ada bner2 kejadian kaya gtu kayanya seru juga .
    tp kyu romantis bgd sii, nyiapin semua.a buat hyo .
    ngiriii sma hyo😥

  96. haaah emaaang lama banget mih eon aku bacanyaaa tapi seruu
    eon baek deh gak ada ‘adeganparah’ nya waktu baca akhir2 baru mau aku close eh ternyata enggak ada, jadi amaaan deh baca ff eonnie😀 Keep writinggg HYOKYUU❤

    • hahhahahah😀
      Blog ini bersih dari hal2 yang tidak pantas utk usia dibawah 17 tahun.
      Jadi mau diubek2 ya gak bakalan ketemu adegan2 seks (maaf) atau yg berbau porno lainnya di blog ini. soalnya aku gak suka nulis begituan🙂
      Coba perhatiin deh, aku bikin kissing scene aja JARANG banget🙂

  97. hahaha ujungnya kurang panjang wktu mereka sama2 suka eonnie, tapiiiii ceritanya lucu, kereeen, senyum2 sendiri gitu bacanya. hehhehehe keep writing eonnie😉 ({})

  98. So sweet Kyu oppa rupanya jatuh cinta od gadis yg menurutnya menarik, meskipun awalnya Yeon Hyo memang tdk terpesona pd dirinya tp akhirnya saat mrk menjadi suami istri Kyu oopa merasa kepribadian Yeon Hyo menarik wlpn berisik, dan mrk berdua pun melanggat perjanjian yg Kyu oppa buat sendiri krg dari 24 jam perjanjian itu dibuat

  99. sukaaaaa… ff nya keren.. ending nya sweet banget😀
    gak nyangka kyu bakal scepat itu cinta sm yeon hyo.. walopun pnjang tp gak bosen kog bc nya..

  100. Sungguh ini bgus.. luar biasa.. alur nya dapet bnget… bahasa nya juga pas.. mantepp…. w suka sama ceritanya.. kekeh sendiri bacanya ny.. tp thorrr ada baiknya ada nc nya.. yg buat mreka memang saling mencintaii.. tp sumpah ini kerennnn daebakkkkkk😝😊😣😁😝😜😜

  101. Gini ya..q ga nyangka kyu se se se apa lah ma cewe sebanyak itu.haha nd taklut hyo..
    tpi bagian jatuh cintanya menurt q kecepetan jd kurang dpt feel. Ni ga ngbhas sumpah..beneran selebihnya keren

  102. bagus auhtor ceritanya seru bgt seandainya ada laki2 seperti itu dalam dunia nyata pasti hidup ini bahagia tapi sayang itu hanya ada dalam drama korea

  103. Keren banget ni ff..waahh musuh bebuyutan yg dijodohkan
    Dri awal baca..kyu kok kyk gitu ya ke pacar2nya,eh ternyata ada maksud tersendiri..syukurlah ji eun gk jdi balas dendam ke kyu..udh ada donghae..
    Udh jodoh tuh sma yeon hyo pas kyu pilih foto yg no.14..kkk
    Hadeeuh kyu bkin perjanjian kyk gitu..mngkin dia blom sadar sma perasaannya,cuman dlm wktu 24jam dilanggar..hehee
    Akhirnya yeon hyo nyadar..berkat nasehat eomma,ahh kyu romantis banget..ngelakuan segala hal buat yeon hyo..duhh so sweet..nice ff^^

  104. Ff ini benar2 sangat2 keren eon
    Wahhhh bener2 wow lah buat ff ini, ide ceritanya keren,penulisan keren, bener2 keren lah
    Aku banget2 suka dgn ff ini,
    Buat nge fly,feel nya dapet bget,
    Cuma akhirnya kecepatan, tapi bagus thor
    Sequel boleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s