FF “Love Is…” [OneShoot]

 

Love Is…

 

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

 

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

 

Twitter : @IchaGaemGyu

 

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

 

Main Cast : Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

 

                        Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

                        Indri Yani a.k.a Yoon Min Rin

 

 

Genre : AU!, Romance, Hurt, Sad, Angst

 

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu

                        Super Junior milik ELF, tapi Kyuhyun dan Fanfiction ini hanya milik Yeon Hyo😄

 

 

Credit pict : Yarica Eryana edited😀

 

 

Recommended Song :: Super Junior – Daydream

 

                                    Super Junior – My Love, My Kiss, My Heart

 

                                    Davichi – Hot Stuff

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Love Is…” [OneShoot]

 

 

 

 

 

Cinta itu ibarat anak panah..

Sekali ia terlepas, ia akan menancap dimana saja..

Tidak tanganmu atau tanganku yang mampu mematahkannya..

 

Kadang cinta tidak sepaham dengan logika..

Tidak juga dengan pemikiran manusia..

Semua bisa terjadi begitu cepat, sangat cepat..

Tidak ada satu pun yang sanggup menghentikannya..

 

Di kala cinta itu datang, tidak ada keraguan untuk memilih satu hati..

Satu rasa yang bermakna ‘cinta’..

Rasa yang membuat semua orang mengorbankan segalanya..

Menghalalkan segala cara..

Sampai kehilangan jati diri sendiri..

 

Dan di saat kata itu terucap..

Hati berkembang layaknya bunga bermekaran..

Tak mampu menepis, apalagi menghindar..

Cinta adalah suatu rasa yang suci..

Rasa yang terlalu indah untuk diungkapkan..

Juga terlalu sakit untuk dilupakan..”

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

:: Love Is…(Light) ::

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Yeon Hyo-ya!”

 

“Mmm?”

 

“Bangun Yeon Hyo-ya! Ini sudah pagi!” pekik seorang wanita paruh baya sambil menarik-narik ujung kaki Yeon Hyo dengan cepat. Yeon Hyo tidak bergerak, gadis itu hanya membuka matanya sedikit lalu menguap lebar.

 

Eomma, ini masih terlalu pagi. Biarkan aku tidur dua jam lagi, ne?” sahut Yeon Hyo serak. Tapi Yoon Jin Ah malah menggeleng tegas.

 

“Tidak! Ini sudah jam delapan pagi, Yeon Hyo-ya! Kau bisa terlambat!”

 

“Masih lama. Kuliah dimulai jam sembilan nanti.” Jawab Yeon Hyo asal. Jin Ah mendengus.

 

“Min Rin sudah menunggumu dibawah sejak tadi! Kasihan dia!” teriak Jin Ah sambil menarik selimut pink berbulu milik Yeon Hyo dan melemparkannya ke lantai ruangan kamar yang serba merah muda itu. Lagi-lagi Yeon Hyo hanya membuka matanya sedikit dan kembali menguap.

 

“Dia terlalu rajin.”

 

Ne, dia rajin dan kau pemalas! Cepat bangun, Yeon Hyo-ya!”

 

Eomma…”

 

“Tidak! Hari ini tidak ada kelonggaran sedikitpun untuk kemalasanmu, Nona Yoon! Sekarang bangun dan mandi! Jangan membantah!” seru Jin Ah kejam. Yeon Hyo terhenyak.

 

Aish!”

 

Yeon Hyo mengacak-ngacak rambutnya dengan gusar tatkala Jin Ah membanting pintu kamar gadis itu dengan keras.

 

Eomma!”

 

Yeon Hyo menghela napas dan berusaha duduk di tepian tempat tidurnya dengan malas. Gadis itu lalu beralih menatap jam dinding bergambar Hello Kitty yang menempel di salah satu sudut ruangan kamar itu. Yeon Hyo mengerjap-ngerjapkan matanya, tanda tak percaya. Beberapa detik kemudian, gadis itu menjerit frustasi.

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Happiness) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

            “Kau lama..” ucap Min Rin sambil tersenyum kecut. Yeon Hyo mendengus.

 

“Kau yang terlalu rajin, Min Rin-ah! Ini masih pagi!” balas Yeon Hyo tak mau kalah. Lagi-lagi Min Rin hanya tersenyum.

 

“Katakan pada Han Songsaenim, aku sakit. Tidak bisa masuk.” ucap Yeon Hyo santai. Min Rin melotot.

 

Ya! Eonni! Kau sudah tiga kali membolos pelajaran statistik!”

 

Eoh? Aku lupa.” sahut Yeon Hyo cuek. Min Rin mendesah.

 

“Aahh~ ya, satu lagi. Bukankah kau bisa menyamar jadi aku untuk sementara?” tambah Yeon Hyo yang membuat Min Rin tersentak.

 

“Jangan bilang…”

 

Ne, gantikan aku.”

 

Eonni!”

 

“Hahhahaha! Kita ini kembar identik, Min Rin-ah! Tidak ada satu pun yang bisa membedakan kita kecuali eomma!” ujar Yeon Hyo sambil tertawa penuh kemenangan.

 

“Tapi itu curang!”

 

“Tidak masalah.”

 

Eonni!”

 

“Jangan membantah atau akan ku laporkan kau pada Cho Kyuhyun!” ancam Yeon Hyo yang lagi-lagi membuat Min Rin tersentak. Mata gadis itu membulat dan menatap Yeon Hyo tak berkedip.

 

“Cho Kyuhyun?”

 

Ne, aku tahu kalau kau sangat menyukainya.” ucap Yeon Hyo santai. Min Rin terdiam.

 

“Aku…aku—“

 

“Jangan mengelak, Min Rin-ah. Aku kembaranmu, umur kita hanya terpaut dua menit. Kau dengar? Hanya dua menit! Tentu saja aku bisa menebak pikiranmu dengan mudah. Aku tahu kalau kau menyukai pria bodoh dan menyebalkan itu sejak lama. Jadi percuma saja jika kau berbohong padaku dan mengatakan kalau kau sama sekali tidak menyukainya!”

 

Eonni!”

 

“Hahhahhaa! Aku benar bukan?” tanya Yeon Hyo sambil tersenyum penuh kemenangan. Min Rin terdiam.

 

“Aku akan merahasiakan semua ini jika kau mau, Min Rin-ah. Tapi sebagai gantinya kau harus menyamar jadi aku saat pelajaran statistik nanti!”

 

“Apa tidak ada cara lain?” tawar Min Rin putus asa. Yeon Hyo menggeleng.

 

“Tidak, itu satu-satunya cara yang ku inginkan.”

 

Eonni…”

 

“Sebentar lagi dia datang, ku harap kau mau membantuku kabur kali ini.”

 

“Aku tidak bisa, eonni..”

 

“Aku juga tidak bisa jika dipaksa duduk tenang selama tiga jam dan menikmati angka-angka menyebalkan berkeliaran di depan mataku. Itu terlalu membosankan, Min Rin-ah..”

 

“Tapi jurusan kita berbeda.”

 

“Memang. Dan hal itu yang membuatku selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah menakdirkanku mempunyai seorang adik kembar yang sangat mirip denganku.”

 

“Huh! Menyebalkan!” gerutu Min Rin. Yeon Hyo tertawa.

 

“Kau hanya tinggal duduk manis dan menjawab soal-soal ujian statistik hari ini. Sebaliknya, aku yang akan menikmati pelajaran sastra dikelasmu.” sahut Yeon Hyo enteng.

 

Eonni!”

 

“Hhahahaa!”

 

“Ah~ baiklah, nanti siang aku akan mengganti warna rambutku!” ancam Min Rin yang membuat Yeon Hyo melotot.

 

Mwoya? Kau mau mengganti warna rambutmu? Yaakk! Kita sudah ditakdirkan untuk memiliki warna rambut kecokelatan yang indah, Min Rin-ah! Kenapa kau malah berniat keji dengan mengubah warna rambutmu! Jangan pernah lakukan hal itu!” teriak Yeon Hyo panik. Min Rin tertawa.

 

“Aku hanya akan menggantinya dengan warna hitam, agar kita mudah dikenali. Aku tak mau berpura-pura menjadi Yeon Hyo sepanjang pelajaran statistik berlangsung!”

 

“Setidaknya kau bisa duduk disamping Cho Kyuhyun selama tiga jam. Dan ku rasa kau pasti akan menikmatinya.”

 

“…….”

 

“Kenapa diam? Tebakanku tepat sekali, bukan? Hhahahaha!” ucap Yeon Hyo jahil. Min Rin tersenyum.

 

“Kenapa kau selalu menghindar darinya eonni? Dia menyukaimu.”

 

“Tidak, kau salah. Kami musuh besar. Dia sangat menyukaimu.” balas Yeon Hyo yang sambil tersenyum miris.

 

“Kita kembar. Tidak ada yang tahu siapa yang ia sukai sebenarnya.” bela Min Rin yang lagi-lagi membuat Yeon Hyo mengangkat kedua sudut bibirnya dengan terpaksa.

 

“Kau benar. Lagipula walaupun dia menyukaiku, aku tidak bisa menerimanya. Dia lebih pantas untukmu, bukan aku.”

 

Eonni..”

 

“Cinta adalah salah satu jalan untuk memperoleh kebahagiaan bukan? Kau harus mencintai orang yang tepat untuk mencapai kebahagiaan tersebut.”

 

Min Rin tidak menjawab. Gadis itu hanya menunduk dan kemudian mengangguk.

 

“Kyuhyun sudah menunggu diluar. Ingat, hari ini kau adalah Yeon Hyo! Yoon Yeon Hyo!” ucap Yeon Hyo sambil menarik pergelangan tangan Min Rin.

 

Min Rin tidak menjawab. Lagi-lagi gadis itu hanya mengangguk kecil dan tersenyum miris.

 

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Gift From God) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            “Pelajaran pertama adalah statistik. Apa kau tidak berniat kabur seperti minggu lalu, Yeon Hyo-ya?” tanya seorang pria tampan yang membuat Min Rin menoleh. Pria itu tersenyum, senyuman jahil yang membuat semua wanita bisa mabuk kepayang.

 

“Tidak. Aku mau masuk.” sahut Min Rin yang membuat Kyuhyun mengernyit.

 

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun tak percaya. Min Rin mengangguk kikuk lalu beralih menatap Yeon Hyo yang duduk di kursi bagian belakang. Gadis itu tak bergeming, tetap sibuk sendiri dengan ponselnya.

 

“Kalau kau Min Rin-ah? Kenapa tiba-tiba kau memakai baju pink konyol seperti itu?” todong Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo beraksi.

 

Pink itu bagus! Tidak konyol!” pekik Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun sontak menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Pria itu lalu menoleh ke belakang.

 

“Min Rin-ah?” panggil Kyuhyun aneh. Pria itu lalu menyipitkan matanya, berusaha memperhatikan raut wajah gadis yang langsung terlihat pucat pasi itu. Yeon Hyo tersentak. Dia lupa sama sekali kalau Min Rin adalah tipe gadis yang lembut, tidak suka berteriak, dan terlebih lagi Min Rin itu membenci warna pink setengah mati! Sial!

 

“Yeon Hyo eonni yang memaksaku memakainya!” elak Yeon Hyo cepat. Gadis itu lalu menunjuk-nunjuk ke arah Min Rin yang sedang berpikir keras. Bagaimana caranya agar sikapnya mirip dengan Yeon Hyo?

 

Ne, aku yang memaksanya! Hahahhaa!” sambar Min Rin dengan tawa sumbang. Kyuhyun mengernyit.

 

“Kalian aneh.” ucap Kyuhyun sambil menggeleng. Pria itu lalu menghela napas berat dan kembali menghidupkan mesin mobilnya dengan cepat.

 

Cho Kyuhyun adalah putra tunggal keluarga Cho. Dia adalah pewaris utama semua kekayaan keluarga yang hanya memiliki satu orang putra itu.

 

Walaupun Kyuhyun tidak bisa membedakan Yeon Hyo dan Min Rin, tapi pria itu sangat paham dengan sifat keduanya yang sangat bertolak belakang. Mereka adalah kembar identik yang sama sekali tidak bisa dibedakan kecuali salah satu di antara mereka mengganti warna rambut aslinya.

 

Yeon Hyo adalah gadis yang tidak bisa diam, selalu berisik dimana saja, orang yang ceria dan penuh dengan pemikiran konyol tentang kecintaannya terhadap benda-benda berwarna pink, hewan berbulu dan milkshake strawberry. Yeon Hyo takut gelap, dia membenci kodok dan sayuran setengah mati juga matematika.

 

Sedangkan Min Rin adalah gadis yang memiliki wajah yang sama persis dengan Yeon Hyo, namun tidak dengan sifat dan karakternya. Min Rin cenderung pendiam dan ramah pada siapa saja. Dia adalah gadis yang mudah bergaul, tidak suka warna pink dan mencintai apa yang Yeon Hyo benci. Termasuk Kyuhyun.

 

Kyuhyun adalah salah satu ‘jenis’ yang tercantum dalam catatan konyol milik Yeon Hyo yang berisi tentang benda apa saja yang ia benci didunia ini. Dan lebih hebatnya lagi, pria itu berada di urutan kedua setelah kodok! Ya, Yeon Hyo sangat membenci hewan berlendir yang menurutnya harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Sebuah pemikiran abstrak yang terkadang membuat orang menganggap gadis itu sudah gila.

 

“Kau yang aneh.” desis Yeon Hyo tajam. Kyuhyun tersenyum.

 

“Kau harus masuk pelajaran statistik nanti, Yeon Hyo-ya. Jangan berpura-pura menyamar sebagai Min Rin, karena aku sudah tahu semuanya.” sahut Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo tersentak. Sedangkan Min Rin hanya bisa menoleh dan menatap saudara kembarnya itu dengan geli.

 

“Yaakk! Bagaimana kau?!”

 

“Bagaimana apa? Bagaimana caraku bisa membedakan kalian berdua, begitu? Cih! Aku sangat mengenalmu Yeon Hyo-ya! Tidak ada gadis yang lebih berisik di dunia ini daripada kau! Bahkan kau sangat berbeda dengan Min Rin, walaupun sebenarnya kalian kembar identik! Lagipula kau itu sangat bodoh dalam pelajaran statistik, Han songsaenim pasti akan curiga jika kau mendapatkan nilai bagus dalam pelajaran itu! Hhahahhaa!”

 

Aish! Jinjja?! Kau menyebalkan, Kyuhyun-ah!” pekik Yeon Hyo kesal. Kyuhyun tertawa.

 

“Kyuhyun oppa benar, sebaiknya kita batalkan saja rencana ini eonni. Aku takut kalau kita akan ketahuan seperti minggu lalu.” ucap Min Rin sambil tersenyum.

 

Shireo!”

 

Eonni..”

 

“Aku tidak mau, Min Rin-ah!”

 

Ya!! Yeon Hyo-ya, kalau seperti ini terus otakmu akan semakin bodoh!” sambar Kyuhyun sambil tertawa.

 

“Aku tak butuh pendapatmu, Cho Kyuhyun bodoh!”

 

“Kau yang bodoh!”

 

“Kau!!”

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Desire) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            “Nilaimu buruk sekali.” ejek Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo sontak menoleh ke arah pria itu. Tatapan matanya begitu tajam dan menusuk. Seolah-olah selama ini Yeon Hyo memang menyimpan dendam yang tersembunyi pada Kyuhyun.

 

“Setidaknya aku sudah berusaha.” sahut Yeon Hyo membela diri. Kyuhyun tersenyum kecut.

 

“Kau memang tidak berubah, Yeon Hyo-ya. Terlalu keras kepala.” Ucap Kyuhyun sambil mengacak pelan rambut Yeon Hyo. Gadis itu terdiam. Tiba-tiba saja ada desiran aneh menelusup ke dalam relung hatinya yang paling dalam. Mengusik pikirannya dan mengacaukan debaran jantung milik Yeon Hyo.

 

“Aku..aku tetap sama seperti dulu.” Balas Yeon Hyo kikuk. Kyuhyun tertawa.

 

Ne, tetap bodoh seperti biasanya.”

 

“Aku tidak bodoh, Kyuhyun-ah!”

 

“Kau bodoh! Bodoh! Bodoh! Semua orang tahu akan hal itu Yeon Hyo-ya!”

 

“Kau yang bodoh!”

 

“Kau!!”

 

“Selama bertahun-tahun bahkan kau tidak bisa membedakan antara aku dan Min Rin secara benar! Bukankah itu kebodohan yang paling memalukan, huh?! Kau bahkan tidak tahu siapa yang paling kau sukai!” jerit Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun terdiam. Beberapa orang mahasiswa tampak menoleh dan kemudian mulai berbisik-bisik. Kyuhyun dan Yeon Hyo memang selalu bertengkar setiap kali bertemu. Keduanya tidak pernah akur dan semua orang tahu akan hal itu. Tapi entah kenapa, Kyuhyun sangat menaruh perhatian pada gadis itu. Memperhatikannya tanpa alasan yang jelas.

 

“Aku suka padamu! Mengerti!” balas Kyuhyun emosi. Yeon Hyo membuang muka.

 

“Kau menyukai Min Rin, bukan aku!”

 

“Tidak! Lihat mataku, Yeon Hyo-ya! Aku menyukaimu! Kau dengar? AKU MENYUKAIMU, bukan Min Rin!” teriak Kyuhyun sambil menguncang-nguncangkan tubuh Yeon Hyo agar gadis itu mau menatapnya kembali.

 

Eoh? Bagaimana jika kau salah? Bagaimana kalau sebenarnya cincin itu milik Min Rin? Apa kau masih mengatakan kalau aku adalah gadis yang kau sukai?” tanya Yeon Hyo dingin. Gadis itu menghela napas dan menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Kyuhyun terdiam.

 

“Kau jatuh cinta pada seorang gadis yang memberimu sekotak cokelat berbentuk hati lima belas tahun yang silam. Saat itu hujan deras dan kau baru saja kehilangan ayah-mu yang meninggal dalam kecelakaan. Kau berdiri dipinggir pemakaman dengan air mata mengalir deras. Gadis itu datang menemuimu dengan pakaian basah kuyup hanya untuk memberikan sekotak cokelat yang sebenarnya ia bawa untuk diletakkan di atas makam ayah-nya dan menghapus air matamu. Gadis itu sangat mengerti kesedihanmu karena dia juga pernah mengalami hal itu. Ditinggalkan oleh seorang ayah karena penyakit paru-paru ditambah dengan syndrom Stevens-Johnson yang membuat gadis itu harus hidup bertiga saja dengan ibu-nya dan seorang saudara kembar. Kau memberikan sebuah cincin berharga milik keluargamu sebagai ucapan terima kasih. Kau pindah dan hidup di luar negeri sambil terus memikirkan gadis kecil yang membuatmu tak bisa melupakan bayangan tentangnya sedetik pun. Lima belas tahun berlalu, kau kembali ke Korea. Mencari gadis kecil itu dengan maksud menikahinya dan menemukan kami. Kau secara tidak sengaja melihat cincin itu berada di jari manis milik Min Rin saat ujian test masuk universitas. Dan konyolnya lagi, saat itu kau menyadari kalau ada seorang gadis lain yang bersama Min Rin saat itu. Gadis yang memiliki wajah sama persis dengan Min Rin. Itu aku, Yeon Hyo. Lalu apa yang membuatmu menyukaiku, eoh? Aku bahkan tidak memiliki cincin itu.”

 

Kyuhyun menggeleng dan kemudian menunduk. Pikirannya kalut.

 

“Aku tidak tahu, Yeon Hyo-ya. Aku selalu merasakan debaran aneh ini setiap kali melihatmu, bertengkar denganmu dan berdebat soal hal-hal sepele seperti anak kecil. Sifatmu membuatku bingung. Aku tahu kalau Min Rin pemilik cincin itu, tapi entah kenapa aku tidak bisa memandang Min Rin secara ‘lebih’, sangat berbeda rasanya setiap kali aku memandang wajahmu.”

 

“Kau aneh.” ucap Yeon Hyo sambil tersenyum kecut. Kyuhyun tersenyum.

 

“Jika saja aku tidak berjanji untuk menikahi gadis yang memiliki cincin itu, tentu aku tidak akan begini Yeon Hyo-ya. Kau tahu? Ini sulit. Aku harus memilih salah satu di antara dua orang gadis yang memiliki wajah yang sama. Min Rin memang memiliki cincin itu, tapi hatiku malah mengatakan kalau kau adalah gadis yang ku temui saat itu. Gadis yang menghapus air mataku dan mengatakan kalau aku adalah orang yang beruntung karena masih memiliki seorang ibu. Sama sepertinya.”

 

“Aku tidak memiliki cincin itu, Kyuhyun-ah. Lagipula aku tidak ingat pernah bertemu denganmu dan memberi sekotak cokelat. Lagipula aku sangat suka cokelat, tidak mungkin aku akan memberikan cokelat itu pada seorang pria cengeng sepertimu.” cibir Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun mendecak.

 

“Yeon Hyo-ya!”

 

“Hahhahahaa!”

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Confidence) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            “Dia Min Rin. Adikku yang tersayang.” ucap Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun menoleh.

 

“Aku tahu.” sahut Kyuhyun sambil menatap ke arah Min Rin yang sedang berjalan ke arah mereka berdua dengan raut wajah gembira.

 

“Karena itu jangan membuatnya kecewa, apalagi menangis.”

 

“Tidak akan.”

 

“Kau sudah memilihnya. Kau harus membahagiakannya untukku. Atau kalau tidak, aku akan membunuhmu Kyuhyun-ah.”

 

“Ancamanmu mengerikan.”

 

“Berjanjilah untuk menjaganya untukku.”

 

“Aku berjanji.”

 

“Bagus.” balas Yeon Hyo sambil tersenyum kecut.

 

“Ucapanmu aneh.”

 

“Aku memang aneh. Kau tahu sendiri akan hal itu.”

 

“Tapi hari ini lebih aneh daripada biasanya.” ucap Kyuhyun sambil terus menatap Min Rin yang jaraknya semakin lama semakin dekat.

 

“Perasaanmu saja.”

 

Eonni! Aku membawakan cokelat khusus untukmu!” seru Min Rin sambil menyodorkan sekotak cokelat berbentuk hati yang sontak membuat Yeon Hyo dan Kyuhyun saling berpandangan.

 

“Aku tak pernah salah.” ucap Yeon Hyo pelan. Kyuhyun mendesah.

 

“Salah apanya?” tanya Min Rin tak mengerti.

 

Aniya, bukan apa-apa.”

 

“Min Rin-ah, kita pulang sekarang ne?” ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangan kanan-nya ke arah Min Rin. Gadis itu tidak menjawab. Hanya berdiri tegak sambil menatap tangan kekar itu dengan perasaan aneh.

 

Eonni mau kemana? Tidak pulang bersama kami?” tanya Min Rin sesaat setelah menerima uluran tangan Kyuhyun. Yeon Hyo menggeleng.

 

“Mau mampir ke suatu tempat. Kau pulang duluan saja.”

 

Ne..”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Heart) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

            “Appa, apa kabarmu?” ucap seorang gadis berusia sekitar dua puluh tahunan sambil membungkuk hormat. Gadis itu kemudian berlutut dan meletakkan sekotak cokelat berbentuk hati di atas makam yang sudah lebih dulu dihiasi dengan buket bunga mawar pink yang harum.

 

“Aku datang menemuimu lagi, appa. Aku sangat merindukanmu.”

 

Yeon Hyo menghela napas dan kembali berbisik, “Aku membawakan sekotak cokelat untukmu lagi, appa. Cokelat yang sama setiap bulannya. Cokelat buatan Min Rin. Cokelat yang sebenarnya dibuatkan khusus untukku.”

 

Yeon Hyo mengerjap-ngerjapkan matanya dan kemudian tersenyum kecut. Setetes butiran bening mulai mengalir menuruni wajahnya yang cantik.

 

“Dulu Min Rin pernah menitipkan cokelat ini untuk diberikan padamu, appa. Tapi aku malah melakukan kesalahan dengan memberikan cokelat ini pada orang lain. Seorang bocah laki-laki kecil yang menangisi makam ayah-nya. Dia pasti sangat kehilangan karena aku juga merasakan hal yang sama dengannya. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan ayah yang sangat dicintai. Ku pikir dia akan merasa terhibur dengan cokelat yang ku berikan padanya dulu.” ucap Yeon Hyo sambil terisak. Gadis itu lalu menutup wajahnya dan mulai menangis dengan keras.

 

“Aku bersalah appa, aku tidak menepati janjiku pada Min Rin untuk memberikan cokelat itu padamu disini. Aku malah memberikannya pada orang lain. Hingga pada akhirnya, bocah laki-laki itu memberikanku sebuah cincin dengan permata yang cantik. Warisan keluarganya. Dia memintaku untuk menyimpannya. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa melakukan apa yang diinginkan oleh orang lain secara benar. Aku lantas memberikan cincin itu pada Min Rin sebagai balasan atas titipan cokelat yang tidak sampai padamu hari itu. Aku merasa bersalah dan sebagai gantinya aku datang mengunjungimu setiap bulan semampuku tanpa sepengetahuan Min Rin. Aku meminta Min Rin untuk membuatkan cokelat yang sama setiap bulan dengan alasan aku menginginkan hal itu. Min Rin adalah saudara kembar yang baik, dia selalu membuatkanku cokelat yang sebenarnya tak pernah ku makan walaupun aku ingin sekali mencoba rasanya sedikit.”

 

Yeon Hyo menghela napas kasar dan menatap langit dengan mata basah.

 

“Maaf, aku telah mengecewakanmu appa. Aku punya alasan kuat untuk menutupi semua ini dari Kyuhyun dan Min Rin. Aku sengaja memberikan cincin itu pada Min Rin sebagai ganti cokelat dan berjanji bahwa aku tidak akan pernah mengungkit masalah itu lagi. Tapi apakah kau tahu, appa? Kyuhyun datang mencariku dan pada akhirnya menganggap Min Rin adalah aku. Gadis yang menyeka air matanya dan memberikan sekotak cokelat berbentuk hati agar dia berhenti menangis dan tersenyum. Aku tidak bisa berbuat banyak, itu kesalahanku. Dan sudah sepantasnya Kyuhyun menyukai Min Rin. Pemilik cokelat itu yang sebenarnya. Tapi entah kenapa, rasanya hatiku begitu sakit saat Kyuhyun mengatakan kalau dia menyukaiku. Dia menyukaiku, appa. Aku juga menyukai Kyuhyun, tapi aku tak dapat mengatakannya pada siapa pun. Aku berusaha membencinya semampuku. Demi Min Rin. Karena aku juga tahu kalau Min Rin sangat mencintai Kyuhyun. Itu sangat menyakitkan, appa.”

 

Yeon Hyo tersenyum kecut dan menyeka air matanya dengan punggung tangan. Berusaha tetap menatap fokus ke arah makam yang mulai basah karena rintik-rintik hujan.

 

Appa, jika dapat ku putar waktu. Aku tak ingin menemui bocah laki-laki itu, aku tak ingin menyeka air matanya dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Aku juga tak ingin memberikan cokelat itu padanya. Kalau saja aku tidak melakukan semua itu, mungkin aku dan Min Rin sudah bahagia dengan pria pilihan masing-masing. Kami tidak mungkin terjebak dalam cinta yang sama. Cinta untuk pria yang sama.”

 

“Yeon Hyo-ya?”

 

Tiba-tiba saja bahu kanan Yeon Hyo ditepuk dengan pelan. Gadis itu tersentak, tapi tidak kuasa untuk menoleh. Tubuhnya mendadak gementar. Menggigil pucat.

 

“Kau salah kali ini, Yeon Hyo-ya. Salah untuk yang kedua kalinya.” bisik suara itu yang membuat Yeon Hyo menjerit histeris.

 

“Sadar Yeon Hyo-ya! Kau harus sadar! Kau mencintaiku!” teriak Kyuhyun bersamaan dengan suara hujan yang turun semakin deras. Yeon Hyo menggeleng kuat-kuat dan berusaha melepaskan diri dari pelukan kuat pria itu.

 

“Tidak! Aku tidak salah! Bukankah Min Rin memang membuatkan cokelat itu untukmu? Dia adalah gadis yang membuat semua cokelat-cokelat itu! Apa kau tidak lihat tadi siang? Min Rin yang menyerahkan cokelat itu padaku! Dia yang membuatnya tengah malam, membungkusnya pagi-pagi buta dan kemudian menyerahkan cokelat itu dengan tujuan membuatku tetap tersenyum! Aku adalah orang yang paling terpukul dengan kematian appa! Appa sangat suka cokelat, sama sepertiku! Dan Min Rin paham sekali akan hal itu! Aku tak baik untukmu, Kyuhyun-ah! Aku tak baik untukmu!” pekik Yeon Hyo sambil menangis hebat. Kyuhyun tersentak. Rahang pria itu mengeras.

 

“Apanya yang tidak baik? Kau baik! Seandainya saja aku tidak mengikutimu kemari, mungkin sekarang aku menganggap kalau Min Rin adalah gadis yang bertemu denganku lima belas tahun yang lalu! Tapi ternyata? Bukan dia yang ku cari, Yeon Hyo-ya! Tapi kau! Kau adalah gadis kecil konyol yang datang ke pemakaman dengan gaun pink basah! Gadis yang menyerahkan sekotak cokelat rusak dan menyeka air mataku! Gadis yang mengatakan semua akan baik-baik saja! Gadis yang menerima cincin warisan keluargaku! Dan gadis yang membuatku merasakan cinta untuk yang pertama kali! Aku tak pernah merasakan hal gila seperti ini pada gadis lain, kecuali kau! Dan apakah kau tahu? Min Rin yang menyuruhku untuk menyusulmu kemari!” bentak Kyuhyun bertubi-tubi.

 

Yeon Hyo tercekat. Gadis itu tak mampu menjawab. Hanya air mata yang terus menerus mengalir membasahi wajahnya. Seakan-akan berlomba dengan hujan yang sejak tadi menguyur pemakaman sepi itu. Kyuhyun mengatur napasnya yang terengah-engah dan kembali meraih gadis pucat itu ke dalam pelukannya.

 

“Aku disini, Yeon Hyo-ya. Aku disini. Aku yang akan melindungimu.” bisik Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo semakin merasa kacau.

 

“Aku…aku—“

 

“Kau tak perlu menjawab.”

 

“Tapi kau harus mendengar penjelasanku, Kyuhyun-ah.” desis Yeon Hyo lemah.

 

“Apa?”

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis itu dengan bingung. Ada perasaan aneh yang lagi-lagi menjalar mengusik batinnya.

 

“Aku.. aku tak bisa, Kyuhyun-ah.”

 

“Maksudmu?”

 

“Aku tak bisa bersamamu. Tidak bisa..”

 

“Yeon Hyo-ya…”

 

“Aku ingin kau mau memaafkan segala kesalahanku, segala kebencianku dan semua yang pernah terjadi selama ini. Aku minta maaf jika pernah menyakiti perasaanmu.”

 

“Jangan bicara macam-macam, Yeon Hyo-ya!”

 

“Maaf, aku tak bisa. Aku tak pantas.” desis Yeon Hyo pelan. Rasanya oksigen disekitar gadis itu mulai menipis, sehingga Yeon Hyo mulai kesulitan bernapas.

 

“Cukup! Aku tak mau dengar!”

 

“Tolong jaga Min Rin. Cintailah dia Kyuhyun-ah. Aku mohon.”

 

“Yeon Hyo-ya!!”

 

“Aku mencintaimu, Kyuhyun-ah. Saranghae.” bisik Yeon Hyo lirih bersamaan dengan hilangnya kesadaran gadis itu dalam pelukan Kyuhyun. Yeon Hyo jatuh lemas dan Kyuhyun menahan beban tubuh gadis itu dengan susah payah.

 

“Yeon Hyo-ya? Bangun! Yeon Hyo-ya!!” panggil Kyuhyun panik. Pria itu lantas mengangkat tubuh pucat Yeon Hyo dan berjalan menembus hujan dengan  cepat. Beberapa saat kemudian, sebuah mobil Hyundai putih tampak meninggalkan areal pemakaman itu dengan kecepatan tinggi.

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(Hurt) ::

 

 

                                                                                  

~XXX~

            “Jelaskan padaku apa yang terjadi pada Yeon Hyo?! Dia kenapa? Dia sakit?!” todong Kyuhyun begitu Min Rin menghampiri pria itu dengan langkah tergesa. Gadis itu tidak langsung menjawab. Hanya mampu menatap Kyuhyun dengan raut wajah yang tak bisa dijelaskan.

 

“Dia..dia—“

 

“Dia kenapa?!”

 

“Yeon Hyo eonni punya penyakit, keturunan dari appa.” jawab Min Rin pelan. Hampir tak terdengar.

 

“Sakit? Tapi selama ini dia baik-baik saja! Apa yang terjadi padanya?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Min Rin menunduk.

 

“Yeon Hyo eonni punya penyakit pneumonia. Dia tak boleh terkena hujan begitu lama karena itu akan membuat sakitnya kambuh.”

 

“Itu saja? Bukankah penyakit itu bisa sembuh dengan minum obat? Lalu kenapa tadi ku lihat kondisinya kritis? Kenapa bisa semakin parah?”

 

Min Rin tak menjawab. Gadis itu tersenyum kecut dan kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin milik keluarga Cho.

 

“Ini punyamu.” ucap Min Rin yang membuat Kyuhyun mengernyit.

 

“Kenapa dikembalikan?”

 

“Aku tak pantas memilikinya. Itu milikmu. Benda yang kau berikan untuk Yeon Hyo eonni, bukan aku. Maaf, selama ini aku benar-benar tidak tahu tentang kebenaran dibalik cincin cantik itu.”

 

“Tapi—“

 

“Aku sudah tahu semuanya saat kau mengatakan akan menyusul Yeon Hyo eonni ke pemakaman. Aku tahu kalau ini tak boleh, tapi aku mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri. Aku membongkar kamar Yeon Hyo eonni. Aku mencari catatan, buku atau apa saja untuk menjawab semua pertanyaan yang sejak dulu selalu memenuhi pikiranku. Tapi Yeon Hyo eonni sama sekali tidak menyimpan benda-benda semacam itu. Aku hanya menemukan selembar foto kusam yang robek dibagian ujungnya. Foto yang diambil secara diam-diam dan terlihat tidak fokus pada objek karena memakai kamera ponsel. Itu foto dirimu, Oppa. Yeon Hyo eonni menyimpannya dibawah bantal pink kesayangannya. Dan apakah kau tahu artinya itu? Dia sangat mencintaimu. Tapi dia tak ingin aku mengetahui kenyataan itu.” Jelas Min Rin dengan suara tercekat. Kyuhyun menunduk. Setetes kilauan bening meluncur dengan bebas dari sudut mata kanan Kyuhyun. Menandakan bahwa saat ini perasaan pria itu benar-benar hancur.

 

“Yeon Hyo eonni melarangku untuk mengatakan semua ini. Hanya aku dan eomma yang mengetahuinya. Tapi sebelum aku pergi menemuimu disini, eomma menyuruhku untuk menjelaskan semua yang terjadi.”

 

“Katakan.. Aku sudah siap..” sahut Kyuhyun parau. Min Rin mengangguk.

 

“Yeon Hyo eonni lahir dua menit lebih awal dariku. Dia adalah saudaraku satu-satunya. Saudara yang memiliki postur tubuh dan wajah yang sama persis denganku. Tapi kami berbeda. Aku terlahir dengan tubuh sehat, tanpa cacat. Sedangkan Yeon Hyo eonni? Sejak lahir dia mengalami gangguan pernapasan yang disebut asfiksia. Dia kesulitan bernapas dan saat itu kondisinya kritis. Tapi Tuhan masih menyelamatkannya. Yeon Hyo eonni akhirnya berhasil keluar dari rumah sakit setelah seminggu mendapatkan perawatan yang intensif.”

 

“………”

 

“Kami tumbuh dewasa dengan kondisi kesehatan yang berbeda. Yeon Hyo eonni adalah orang yang mudah sakit. Setelah kabur dari rumah saat perayaan ulang tahun kami yang kelima tahun, dia kembali masuk rumah sakit karena gangguan pernapasan. Kau tahu? Saat itu dia pergi ke pemakaman appa dengan gaun ulang tahun berwarna pink lembut dan membawa sekotak cokelat hasil buatanku dan eomma. Seluruh keluarga kami mencarinya dan pada akhirnya menemukan Yeon Hyo eonni dalam keadaan pingsan tak jauh dari pemakaman. Dan sekotak cokelat itu hilang. Kami hanya bisa menemukan sebuah cincin indah yang berada dalam genggaman tangannya.”

 

“Cincin itu…” desis Kyuhyun lirih. Pria itu lalu menghela napas dan menghembuskannya dengan kasar. Ada perasaan terluka saat Min Rin mulai membuka semuanya. Segala hal tentang Yeon Hyo.

 

Eomma selalu menjaga Yeon Hyo eonni agar tidak terkena hujan, tidak keluar saat musim dingin dan berusaha menjaga agar penyakit paru-parunya itu tidak kambuh lagi. Itu sebabnya Yeon Hyo eonni membenci hujan. Dia tidak suka dengan cuaca mendung dan terlalu dingin. Itu akan membuatnya kesulitan bernapas. Dan yang lebih parah lagi, Yeon Hyo eonni tak hanya mewarisi penyakit pneumonia dari appa. Dia juga mewarisiSyndrom Stevens-Johnson yang lebih berbahaya dibandingkan dengan infeksi virus herpes.”

 

“Apa itu sangat berbahaya?”

 

Ne, tubuhorang yang menderita Syndrom Stevens-Johnson tidak bisa menerima segala jenis obat antibiotik, analgetik dan analgesik. Kematian biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, bronkopneumonia, serta sepsis. Dan Yeon Hyo eonni termasuk kedalamnya. Dia penderita pneumonia yang parah ditambah dengan tubuhnya yang alergi terhadap semua jenis obat-obatan yang mendukung kesembuhannya. Antibiotik digunakan sebagai obat utama untuk membunuh kuman penyakit, melumpuhkan virus dan sebagainya. Sedangkan analgetik adalah jenis obat untuk menghilangkan rasa sakit, obat penenang dan juga obat yang berfungsi untuk meringankan sakit yang dialami oleh penderita. Lalu analgesik? Aku tak bisa menjelaskan lebih jauh soal ini. Yang jelas tipe obat analgesik itu semacam paracetamol dan metamizol. Itu artinya Yeon Hyo tidak dapat meminum obat apapun! Satu pun tidak ada yang mampu meringankan rasa sakitnya karena ia alergi terhadap semua jenis obat itu! Dan apakah Oppa tahu? Satu-satunya benda yang bisa membuat Yeon Hyo bertahan hanya lah oksigen! Hanya oksigen oppa! Tidak lebih!” ucap Min Rin tanpa bisa menahan air matanya yang sejak tadi mengalir bebas membasahi wajahnya yang cantik.

 

Kyuhyun menunduk. Pria itu hanya mampu menangis dalam diam. Dan mulai berpikir kalau dunia ini terlalu kejam.

 

Beberapa detik kemudian, Kyuhyun mengangkat wajahnya dan berjalan menuju ruangan yang sejak tadi tertutup. Memukul-mukul pintu ruangan serba putih itu sambil menjerit frustasi. Min Rin tak bisa berbuat banyak. Gadis itu hanya mampu menatap punggung Kyuhyun yang membelakanginya. Terlalu sakit untuk dikatakan secara jelas.

 

Kyuhyun berteriak beberapa kali, meminta petugas medis untuk membuka pintu dengan perasaan campur aduk. Tak ada yang mendengar jeritannya. Semua petugas medis didalam sana berusaha menyelamatkan Yeon Hyo tanpa bisa memberikan jenis obat apapun. Tidak bisa memberikan suntikan atau cara lain agar membuat gadis itu bertahan.

 

Beberapa detik kemudian, pintu terbuka. Tampak dua orang petugas medis keluar dari ruangan itu disambut oleh Kyuhyun dan Min Rin. Tak lama kemudian, Jin Ah muncul dari dalam ruangan itu dengan mata sembab.

 

Eomma..”

 

“Min Rin-ah, kau harus kuat.. Kita harus mengikhlaskan Yeon Hyo, ne? Kasihan dia…” ucap Jin Ah sambil terus menerus menyeka air matanya. Bibir wanita paruh baya itu bergetar hebat. Membuat Min Rin seketika menangis histeris dan memeluk tubuh wanita yang melahirkannya dua puluh tahun yang lalu itu.

 

“Ini tidak mungkin…” desis Kyuhyun lirih. Air matanya mulai merebak, meronta-ronta ingin keluar dengan bebas.

 

“Yeon Hyo masih hidup, bukan?” tanya Kyuhyun parau. Jin Ah menggeleng perlahan.

 

“Dia pergi.. Beberapa menit yang lalu.. Tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Yeon Hyo.. Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi.. Kasihan dia..” jawab Jin Ah berusaha tegar. Wanita paruh baya itu lantas meremas bahu Kyuhyun yang gemetar.

 

“Terima kasih karena telah mencintai putriku, Tuan Cho.” Ucap Jin Ah sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Min Rin. Kyuhyun tak menjawab. Pria itu hanya berjalan pelan ke dalam ruangan dimana tubuh tak bernyawa Yeon Hyo tengah berbaring dia atas tempat tidur putih berhiaskan selang-selang aneh yang entah untuk apa. Tubuh kaku Yeon Hyo ditutup dengan selembar kain putih bersih, tanpa noda. Menandakan Yeon Hyo memang sudah pergi, meninggalkan semuanya. Meninggalkan rasa sakit yang selalu ia rasakan bertahun-tahun. Meninggalkan ibu dan adik yang menyayanginya serta seorang pria yang ternyata sangat mencintainya.

 

“Yeon Hyo-ya..” panggil Kyuhyun serak. Pria itu menatap raut wajah pucat Yeon Hyo dengan nanar. Rasanya semua kejadian ini tidak nyata. Ini mimpi. Ya, Kyuhyun yakin kalau ini mimpi!

 

“Bangun Yeon Hyo-ya..

 

“……….”

 

“Aku mohon bangun..”

 

“………..”

 

“Yeon Hyo-ya! JANGAN BERCANDA!! INI SAMA SEKALI TIDAK LUCU!!”

 

“………..”

 

“BANGUN!! AKU MOHON JANGAN PERGI!!! KAU TAK BOLEH PERGI!!!!”

 

“………..”

 

“AKU MENCINTAIMU!! AKU MOHON JANGAN PERGI!!!”

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

:: Love Is…(You) ::

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

            “Satu tahun berlalu…”

 

“Kau benar.”

 

“Lalu apakah oppa tetap akan terus seperti ini?” tanya Min Rin yang membuat Kyuhyun menoleh.

 

“Aku hanya menunggunya datang. Tidak lebih.”

 

“Tapi Yeon Hyo eonni—“

 

“Aku tahu. Aku tahu ini tidak mungkin. Tapi biarkan aku tetap merasakan kehadirannya disini. Sebentar saja.” Jawab Kyuhyun yang membuat Min Rin menghela napas berat.

 

“Tapi oppa.. Sebentar lagi hari akan hujan. Bukankah Yeon Hyo eonni sangat membenci hujan?”

 

“Kau benar. Tapi apakah kau tahu? Aku bertemu dengan Yeon Hyo disini saat hujan deras. Dan aku ingin bertemu dengannya lagi dengan cara yang sama.”

 

“Aku sudah memakai baju konyol ini seharian, tapi kapan waktu itu akan tiba?” tanya Min Rin yang membuat Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“Saat hujan turun dengan deras dan gaun pink-mu itu basah kuyup. Berikan cokelat itu padaku dan katakan kalau aku akan baik-baik saja.” Ucap Kyuhyun tenang. Min Rin mengangguk pasrah.

 

Hari ini adalah hari peringatan satu tahun kematian Yeon Hyo. Dan Kyuhyun ingin sekali Min Rin berubah menjadi Yeon Hyo untuk hari ini saja. Memakai gaun pink dan memberikan sekotak cokelat berbentuk hati padanya.

 

Saat hujan turun nanti, Kyuhyun akan menangis. Mengingat kenangan tentang Yeon Hyo, merasakan segenap rasa yang ia simpan untuk gadis itu. Dan Min Rin akan menghapus air matanya, memberikan sekotak cokelat dan mengatakan kalau Kyuhyun akan baik-baik saja.

 

“Hujan datang.” ujar Min Rin yang dibalas anggukan ringan Kyuhyun.

 

Kyuhyun lalu berdiri dipinggir makam Yeon Hyo. Menatap ke arah makam yang sudah lebih dulu dihiasi dengan buket bunga mawar pink harum kesukaan Yeon Hyo. Dan tersenyum kecut.

 

“Aku mencintaimu, Yeon Hyo-ya.. Sangat mencintaimu..”

 

Oppa..” panggil seorang gadis yang sontak membuat Kyuhyun menoleh. Pria itu lalu berbalik dan berhadap-hadapan dengan Min Rin yang wajahnya benar-benar sama persis dengan Yeon Hyo.

 

Min Rin tersenyum dan menyeka air mata Kyuhyun. Gadis itu lalu menyerahkan sekotak cokelat buatan sendiri yang telah rusak oleh hujan dan menatap kedua bola mata hitam kecokelatan milik Kyuhyun.

 

“Semua akan baik-baik saja. Yeon Hyo eonni selalu mencintaimu, oppa. Dia akan selalu hidup didalam hatimu. Saranghae. Aku mencintaimu, oppa. Sangat mencintaimu. Aku tahu ini salah. Tidak seharusnya aku tetap mencintaimu seperti ini. Tapi bisakah kau belajar mencintaiku sedikit saja?” ucap Min Rin sambil menunduk.

 

Kyuhyun tersenyum kecut dan meraih tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Seakan-akan sangat merindukan gadis itu, walaupun sebenarnya bukan Min Rin yang ia rindukan saat ini.

 

“Aku akan belajar, Min Rin-ah. Aku akan belajar tentang cinta yang menyertakan kau didalamnya. Saranghae.”

 

 

 

 

 

 

 

-THE END-

 

 

 

 

 

 

#JEDEEEERRR !!!!

 

*bunuh diri*

 

*nangis guling2 dipojokan T.T

 

Huwaaaaaaaaaa !! Lagi-lagi saya membuat diri sendiri MATI !! T.T

 

Ini FF GALAU, hahahhaa😄

 

Dibuat dalam kondisi tubuh yang tidak sehat.

 

Saya lagi demam saudara-saudaraaaaa~~ *curcol*

 

Ini FF spesial buat Indri Yani yang ulang tahun tgl 22 september kemaren..

 

Dia minta FF HAPPY ending~

 

Tapi aku malah bikin FF dengan SAD plus HAPPY ending..

 

SAD ENDING buat diriku sendiri.. dan HAPPY ENDING buat Indri Yani =.=’

 

 

 

Komentarnya ditunggu😄

 

 

 

 

_Yoon Yeon Hyo_

 

128 thoughts on “FF “Love Is…” [OneShoot]

  1. ededeh..eoni sad ending lagi T.T doyan benget eon bikin sad ending. but nice ff, ah— anni, daebak ff #ngadain selametan,
    >saran : eon yg canti klo bikin ff oneshoot Jangan sad ending ne T.T

  2. Sedih saeng
    bolehkah aku mengatakan hal itu saja? Haaahhhh… It’s hurt
    tp kurasa msh sedihan a good bye
    Kau tau, ff a good bye..disana aku bs ngerasain feel nya kyuhyun wktu dia ‘kosong’ akibat tertekan.
    TP INI SEDIH..hue…. Nangis jg sih.. Efek nonton kal ho naa ho jg wakakakak…
    FF nya daebak saeng
    thankyu

  3. Wahh..
    Yeonhyo, mu makan apa si?
    bisa bikin cerita bagis gini walaupun lagi demam?
    aku hampir nangis bacanya..
    Mungkin kalo ceritanya ditambah dikit lagi, bisa nangis beneran..

    Oy, gpp g ditag,,
    Mu cepet sembuh ya?
    biar bisa berantem ma kyuhyun lagi =_=`..
    Biar bisa bikin karya yg lbih banyak lagi..
    Hwaiting!!

  4. huweee. ..
    meweeek. . .T.T
    kau memang selalu hebat dalam ff macam ini eonni-ya. .
    tak tau lagi lah harus ngomong apa. .
    kau berhasil membuat aliran sungai han tercipta dari mataku. .
    #plak

    eh iya, syndrom stevens-johnson itu sama kayak yg diderita mendiang eonni admin BFI itu kan eon. . ?

  5. huwaaaaaaaa knpa sad ending,tp tak apalah sekali2 boleh,biar air mata in bisa berganti dengan yg baru xixixi#ngomong apa in…kasihan kyuhyun tp belajarlah mencintai min rin,dia gadis yg baik..

  6. wahhh,, sedih…. bener2 bahaya baca ginian pas mendung,, kebawa emosi jadinya… T_____T
    tpi q suka ma cerita kyk gni.. walau fisik bisa bohong tapi hati nggak bisa bohong..
    daebak ceritanya,, ditunggu cerita2 yg laen ya…

    oia,, mau tanya,, genre angst t mksdnya gmn ya chingu?? klo hurt mash agak ngerti soalnya..

  7. kok malah sad ending >.<
    tpi daebak FFnya feelnya dapet😀 d tunggu next partnya
    oiya FF “What If, I Was a Vampire?” udh lama aku tungguin next partnya loh, aku pling suka sma ff itu😀

  8. Hikz. . . Hikz. . . Eoni jahat ma diri sendiri ya. Ah eon tega buat sad ending lagi bikin nih mata ngalahin air trus. Ff bikinan eon memang selalu daebak.

  9. oenni ….aku jujur yahhh..kau mengingatkanku sama iik oenni..T_T…semoga iik oenni bahagia disanaa……aku ga bisa ngomong apa2…:'(

  10. unnie apa ini?
    sad ending huweeee T.T
    sering sering bikin yang happy ending ya un :’)
    terus itu adaptasi kisah nyata? omo, speechless

  11. cinta itu sejuTa aNomali, berbeda trgantung pda tiap jiwa yg disinggahi..
    Happines? Light? Disire? Gift from God? Confidence? Hurt ?
    Hanya hati yg bsa menilai ..
    Tpi tpi tpi ?
    Knpa sad ending icha?
    Bsok bkin yg happy ending ya, ntar tabungan air mata q mengering..
    Abisnya km kalo bkin ff sad ending total bget jdi bkin aq nangis..

  12. *nongol buat komen lagi*

    Yeonnie….
    ini ngapa cerita NYESEK TO THE MAX?
    Gak tanggung-tanggung banget meres.aer mata, eoh??

    Doh… ini masih ngalir aer mataku u,u
    Dalam banget!

    Kau benar-benar daebak Hyo-ah…
    Harusnya kau jadi penulis dan tinggalkan dunia kebidanan… #digebukin

    eh atau mungkin… siapapun yang mau jadi penulis handal kek Yoon Yeon Hyo harus ngambil jurusan kebidanan…
    *oke, lupakan!*

    aku cuman mau bilang ‘Dae to the Bak! DAEBAK – DAEBAK – DAEBAK !! DAEBAK Yeon….

    moah

  13. kenapa mati eonniiiiii😥 #korek” tanah, hug kyu :p

    eonni keyennnn >,<
    ni ff nyentuh bgt eonn, aku ampe banjir air musi(?) bacanya eonn :')
    eonni daebakkkkkkk ^^d #kibar spanduk

  14. wah ini ff barunya eonni ya …
    baru liat …
    jadi telat deh bacanya T_T …
    tapi ff eonni emang paling daebakkk deh …

    tapi knapa yeon hyo harus meninggal eon ,,,
    apa tak ada cara lain untuk membuat ending yg bahagia(?)

    eonni bkin ff nyesek mulu nih ,,,
    tapi tetep daebakk ko …
    ff eonni emang kren” …
    feelnya dpet banget jadi ngerasa gimna gitu…

    terus berkarya ya eon …
    ditunggu klanjutan ff mu yg lainnya …
    hehehe

  15. Aku bingung mau komen apa sking bagusnya
    Alur cerita yg susah ditebak bhkan mlah bkin penasaran,
    FFnya sangat menyenth hati eon, eon bner2 seorng author yg daebak bnget

  16. daebak eonn..
    wahh lagi seneng FF sad ending y eonn..
    tpi wlaupun sad ending tetep daebak..
    fighting eonn truslah berkarya dengan FF eonn yang lbih banyak lgi..
    hihihi😄

  17. kenapa Yeon Hyo mati lagi?
    banyak banget sih FF yg endingnya Mati.
    but, no problem.
    FFnya keran wuabizzz.
    dan lagi-lagi tentang coklat T_T
    bikin galau aja.
    DAEBAK eon. dunggu FFnya yg laen

  18. Aduuuh senang sekali bikin sad ending si kaka ini -_- huft gmn ya?yaaa galau gmn lg?haha tp kyu klo ud cinta ama org kebangetan *dzig hehe

  19. eonnie semoga apa yg terjadi sama yeon hyo disini gak terjadi beneran sama eonni :’ kalau beneran gak bisa baca karya eonn lagi dunz huhuhu :’
    overall dae~~bakk deh konfliknya keren banget❤

  20. Haha… Eon, mian kemaren pakai gw segala. >.< Gak tau sih kalo eoniie udah tua *Ohok

    Baca lagi nih FF, nangis lagiiiiii! Eonnie daebak!!! Bikin novel aja eon

  21. Kyaaaaaa nyeseekk bngeeett thor,.😥
    feelnyaa krasa bnget,.😥
    hiks,.hiks,.hiks,. ksihan yeon hyo hiks,.hiks😥
    kren bnget dia bsa nhan smuanya dengan senyuman,.😥
    Daebak pokoknya,.🙂

  22. Tadi dijelaskan Min rin sangat mencintai apa yang Yeon hyo benci,.
    Brrti Minrin mencintai kodok juga dong.?? Heheheh xD,..

    Endingnya sukses membuatku menangis eon,..

  23. OMG Hello.. #Lebay. epep’nya (?) Amazing🙂 Keren🙂 Daebakk🙂
    Love is “Heart” “Hurt”
    Ending’nya maniss ^^ #EmangGula ??

    Keep Writing and Hwaiting !!

  24. yaampun eonni… sampe merinding baca ff ini~
    aku suka ff eonni yg berbau ‘angst’ gtu deh seru banget kkk
    aku baca selalu yg angst dan cast nya pasti kyuhyun … tapi aku ga selalu komentar eon.. soalnya aku baca ff selalu malem jadi komen nya kadang2 aja .. maaf ya eon.
    aku suka ff eonni ^-^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s