FF LOMBA “Stay To Go” [OneShoot] – FREELANCE

Author : Park Ran Sung
Nama FB : Ghita Asmarhani Drew
FF Title : Stay To Go
Cast :
-Yoon Yeon Hyo.
-Cho Kyuhyun.
-Lee Hyuk Jae.
-Lee Donghae.
-Cho Ahra and Other cast.
Find the other by yourself!🙂

Genre : Romance, Little Comedy, Sad, Hurt

Rating : 16+

Credit Pict : Yeon Hyo edited😀

Disclaimers : This FF real is mine, I got this FF from my hard work. Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk, Yeon Hyo, Sungmin, Ahra milik Allah S.W.T. Cerita ini sebenarnya gak begitu jelas karena aku membuat FF ini ketika aku sedang mumet pikiran *gaknanya. Stay To Go ini bisa kalian dapetin diakhir cerita dan FF ini menceritakan konflik yang biasa terjadi dikalangan remaja masa kini *bahasalu-__-
One more guys, DON’T COPAS AND DON’T TO BASH AND DON’T FORGET TO RCL😀

Recomended song :
– No Other by Super Junior
– From U by Super Junior
– Waiting For You by Yesung Super Junior

 

…xxXxx…
” Aku bilang KAU ADALAH SEORANG YEOJA TERJELEK YANG PERNAH ADA HAHAHAHA!!! ”
” BERHENTILAH MENGESALKANKU!!! “

 

” Sekalipun tidak pernah terpikir kalau aku dan kau adalah satu, aku resah jika kau tidak ada disampingku, seperti seekor burung yang kehilangan sebelah sayapnya… ” -Cho Kyuhyun

” Jangan pernah berpikir kalau aku akan semudah itu melupakanmu karena aku yakin hanya kau seorang yang bisa melengkapi hidupku dengan segala kekuranganku.. ” -Yoon Yeon Hyo

Stay To Go Story’s begin..!

…xxXxx…
Sreek Sreek Sreek…
Seorang yeoja dengan dress pink terlihat menyeret kakinya dengan lesu dan sesekali menendang kaleng bekas yang menghalangi jalannya, lenguhan napas berat terdengar sesekali keluar dari kedua bibirnya dan kepala yang berhiaskan sebuah bando kecil terlihat kembali menengadahkan wajahnya melihat langit pagi yang sudah sedikit menampakan sinar mentari.
” Heh! Yeon Hyo!! ” Teriakan keras dari arah berlawanan berhasil membuat yeoja itu tersentak dan segera menghentikan langkahnya, dengan dengusan kesal Yeon Hyo berbalik untuk melihat seorang yang telah seenaknya mengganggu paginya.
” ekhh Cho Kyuhyun, mau apa dia? ”

Yaaa, Cho Kyuhyun adalah seorang namja dengan IQ yang bisa dibilang tinggi, dia terkenal dengan keahliannya dalam pelajaran matematika yang membuatnya jarang mendapat nilai 9 dan hampir setiap pelajaran sulit itu dia dengan mudahnya mendapat nilai 10 dikelasnya tapi kebiasaan jeleknya adalah seenaknya tertawa dikelas dengan suara menggema ala setan negeri angin yang memekakan telinga setiap orang dan yang mengherankannya hampir seluruh yeoja dikampus tergila-gila kepadanya.
Berbeda dengan yeoja-yeoja dikampusnya, Yeon Hyo melihat seorang Kyuhyun seperti setan dengan dua tanduk merah dikepalanya dan itu sebabnya dia selalu kesal setiap melihat Kyuhyun, diluar pemikiran aneh Yoon Yeon Hyo, Cho Ahra yang tidak lain adalah kakak perempuan Kyuhyun dan Lee Hyuk Jae yang tidak lain teman kecil mereka bertiga, menyebut Cho Kyuhyun dan Yoon Yeon Hyo sebagai Enemy Couple sejak kecil, Entah kenapa sampai mereka berpikir seperti itu.

” Heh mwoya?! ” Dengan ketusnya yeoja itu mengangkat kedua tangannya dan melipatnya didepan dadanya, dihadapannya terlihat seseorang mengenakan sweater biru dilengkapi headphone menatap wajah Yeon Hyo heran.
” Eh, kenapa? Kenapa terlihat seperti iblis? ” Bukan seorang Cho Kyuhyun namanya kalau tidak membuat Yeon Hyo kesal, dengan entengnya namja itu mengejek yeoja didepannya dan yang lebih mengesalkan lagi, dia mencolek sekejap dagu Yoon Yeon Hyo dengan senyuman aneh yang sulit ditafsirkan selain setan negeri angin.
” Eh?!! HEHH tuan Cho! Aku sedang tidak mau ribut denganmu! ” Sergah Yeon Hyo menepis kasar jari namja dihadapannya yang masih menunjukkan senyuman aneh khas-nya.
” He’eh wae Yeon Hyo..?? Eung, kemana dengan high-heels yang kau janjikan eoh? Yeoja ingkar! ” Cibirnya menatap rendah yeoja didepannya.
” ERGGGHH TUAN CHO!! ” Teriak Yeon Hyo sesaat sebelum dia akhirnya memilih untuk pergi menjauh dari namja itu.

Kyuhyun melihat Hyo dengan heran dan membiarkan yeoja itu pergi sedangkan dia hanya berdiam diri ditempatnya seraya memikirkan apa yang sebenarnya membuat yeoja itu berteriak keras seperti tadi.
” Eh, apa salahku? ” Tanyanya pada dirinya sendiri dengan wajah innocent membuatnya terlihat mengerikan sekali. Yaaa ekspresi Cho Kyuhyun terlihat aneh disetiap suasana, terlebih ketika dia mengerutkan dahi-nya dan membiarkan jemari telunjuknya memijit ke pelipisnya.
” Heh, tunggu aku! ” Teriaknya kemudian dan berlari mengejar Hyo yang sudah menjauh.

Dengan secepat angin yang berhembus, secepat pesawat jet yang meluncur ke bulan, secepat Yesung yang diam berubah aneh, Kyu segera berlari menghampiri Hyo yang masih menunjukan aura hitamnya efek setelah melihat setan eh, Kyuhyun.
” Heh kenapa kau seperti itu? ” Tanya seorang namja yang tidak lain adalah Kyuhyun setelah mendapati langkahnya yang akhirnya sejajar dengan Yeon Hyo.
” Pergilah, aku capek kau ledek terus! ”
” Eh wae? Apa salahku? ”
” Heh tuan Cho! Kau ini bodoh atau apa? Kau bilang apa salahmu? Sudah jelas aku marah karena kau meledekku tadi! ” Bentak Hyo geram sementara si setan hanya diam seolah berpikir -sebenarnya-apa-yang-telah-ku-lakukan?

” AHA! Ya aku ingat, mianhae ne? Aku kan hanya sengaja kekekek..! ” Ucap namja aneh itu yang kemudian terkekeh keras, bukannya terlihat cute dan lucu tapi terlihat menyedihkan dengan mata yang tinggal segaris.
” Ckckck tuan Cho gila! Sepertinya perjalanan ke kampus akan panjang.. ” Dengus Hyo kesal dengan mengerucutkan bibir kecilnya.
” Heh jangan seperti itu, aku tidak gila Yoon Yeon Hyo jelek! ” Cibir Kyu menekankan kata Yoon Yeon Hyo dan berjalan melewati Hyo yang berdiri mematung dengan bibir yang masih mengerucut selayaknya kerucut yang mempunyai garis lukis 17cm, diameter 12cm.
” Hhh baiklah, aku benar kalau perjalanan ini akan panjang sekali dan ini semua karena Cho Kyuhyun yang menyebalkan.. ”

— — —
@Kyung Hee University
Akhirnya, Yoon Yeon Hyo dan Cho Kyuhyun sampai didepan sebuah gedung besar tempat mereka meraih ilmu selama dua tahun ini. Kyu tersenyum evil seraya mengangkat sudut alis kirinya kepada yeoja yang sejak diperjalanan tidak lelah dikerjai seenaknya oleh sikapnya yang mengesalkan, sementara yeoja maniak pink itu sedari tadi hanya bisa menarik napas geram melihat sikap menjengkelkan dan mengesalkan namja yang sedari tadi bersamanya.
” Yoon Yeon Hyo! ” Panggil seseorang memecah suasana diantara kedua generasi penerus bangsa itu yang segera disambut wajah gelagapannya.
” Eh? ” Sentak Hyo kaget, yeoja itu seketika memutar kepalanya mencari arah suara yang sepertinya memanggil namanya dengan suara keras seperti itu.
” Yeon Hyo! Disini! ” Teriak seseorang seraya melambaikan tangan kirinya kearah yeoja bermarga Yoon, terlihat senyum lebar menghiasi wajah namja bermarga Lee itu.
” Eh? Dong.. Donghae oppa?! ”
” Ne, cepat sini! ” ajak namja yang tidak lain adalah Donghae dan Yeon Hyo yang tertarik dengan sunbaenya itu segera berlari kecil menghampirinya, sementara Kyu yang melihatnya berdecak kesal seraya mengacak rambutnya.
” Erghh!! ”

” Do.. Donghae oppa? Wae.. wae geure? ” Yeon Hyo tampak gugup, yaaa bagaimana tidak? Yeon sudah menyukai sunbaenya itu yang menurutnya Lee Donghae itu ketika berjalan terlihat seperti seorang pangeran yang hendak berjalan kearahnya yang sebenarnya semua itu hanya angan-angannya saja.
” Ehm ani, Yeon Hyo a.. Eh, apakah dia namjachingu-mu? ” Selidik Donghae seraya melirik Kyu yang masih berdiri mematung.
” Eh?! Mwo?! Ish hueeekkkk!! ” Cibir Hyo dengan tatapan mengejek kepada seseorang yang masih berdiri mematung dengan wajah depresinya sementara Donghae tertawa geli melihatnya reaksi Yeon Hyo.
” HEH JELEK! SIAPA JUGA YANG MAU SAMA YEOJA ANEH!! HUEEEKKK! ” Balas Kyu yang mendengar cibiran Yeon Hyo yang memang cukup keras, dua tanduk merah pun terlihat perlahan muncul dikepala Kyu dan dengan aura setan Kyu segera pergi dari tempat itu.
” Eh kenapa dia? ” Tanya Donghae masih tertawa dan yeoja bermarga Yoon itu hanya menggeleng.

” Yeon Hyo a.. ” Panggil Donghae pelan selepas Kyu pergi, matanya menerawang lurus seolah sedang memperhatikan gerak angin yang tidak terlihat.
” Ne, wae? ”
” Yeon Hyo a.. Apa benar Kyuhyun bukan siapa-siapamu? ” Tanya namja itu tanpa berani melirik yeoja cantik yang tengah duduk disebelahnya sedikitpun, tanpa disengaja pertanyaannya sentak saja seketika membuat yeoja itu menegang beberapa detik sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan sunbae-nya.
” Ehm aku– Jelas saja aku tidak ada apa-apa dengannya karena ku menyukai seseorang yang jelas berbeda jauh lebih baik darinya! ” Jawab Yoon Yeon Hyo keras, jari-jarinya terlihat menggenggam erat bagian depan rok dress-nya untuk menyembunyikan ketegangannya.
” Eh, geureya?! ” Donghae seketika menatap lekat yeoja disebelahnya, ada sedikit rasa tidak percaya dengan ucapan yeoja yang tengah menatapnya canggung tepat disebelahnya. Yeon Hyo hanya menggangguk pelan seraya menunduk.
” Nuguya? ” Tanya namja berkulit putih itu tapi Yeon Hyo hanya mampu diam seolah tidak mendengar yang lebih tepatnya berpura-pura tidak mendengar, seketika dadanya terasa sesak dengan napas yang tertahan.
” Hei Yoon Yeon Hyo a.. Nugu? ” Tanya Donghae kembali dengan lebih lembut tapi sekali lagi, yeoja maniak pink itu hanya mampu diam seolah tidak mendengar dan segera berlari membiarkan namja itu dengan pertanyaan tentangnya.
” Permisi, oppa… ” Ucap Yeon Hyo sedetik sebelum dia pergi.
” Yoon Yeon Hyo… ” Gumam namja yang masih duduk disebuah kursi seraya menatap miris punggung yeoja yang perlahan menjauh, terlihat tangan kanannya menggenggam erat dada yang ditutup kemeja putihnya.

 

— — —
–Kenapa kau tega sekali berkata seperti itu? Aku sakit sekali mendengarnya tapi aku tidak bisa menjawab apa alasannya karena aku sendiri tidak mengetahuinya… —

 

” Yoon Yeon Hyo! ” Teriak seseorang yang kini menatap geram Yeon Hyo, entah sudah keberapa kali si dosen berteriak didepan kelas seperti itu tapi tetap saja tidak dihiraukan oleh yeoja sekaligus muridnya itu. Yeon Hyo hanya diam menatap kertas bukunya yang masih bersih yang tergeletak rapih didepannya, sehingga– BRAKK..!
” Yoon Yeon Hyo!!! ” Teriak si dosen kesekian kalinya tapi bedanya kali ini terpaksa tangannya memukul keras meja yeoja itu yang mungkin saja membuat telapak tangannya berdenyut nyeri karena pukulan kerasnya itu.
” TUAN CHO, DONGHAE OPPA AKU BINGUNG!! ” Kali ini Yeon Hyo berteriak keras setelah sebelumnya dia terlihat kaget mendengar gebrakan keras pada mejanya yang membuat perhatian seluruh anak mengalih kepadanya tidak terkecuali dengan seorang yeoja yang usianya lebih tua darinya yang sedari tadi mengomel kearah Yeon Hyo yang terdiam membisu dimeja-nya.
” YOON YEON HYO?!! ”

Sadar dengan apa yang dilakukan, Yeon Hyo segera tertunduk setelah dia merasa ribuan pasang mata menghujam kepada dirinya yang kini semakin kecil, kecil, kecil, kecil dan kecil sekali.
” KELUAR SEKARANG!! ” Bentak Jessica yang tidak lain adalah si dosen. Tanpa berani menatap dan menjawab bentakan si dosen, Yeon Hyo segera bergegas keluar setelah merapikan buku yang sempat tergeletak menganggur diatas mejanya.
” Cklekk.. “ Pintu terbuka dan tertutup secara halus karena tidak mungkin dia menggebrak pintu kalau dia ingin selamat.
” Semua karena mereka.. ” Desahnya meratapi kesialannya.

Dengan langkah gontai Yeon Hyo berjalan menyusuri koridor-koridor yang ramai oleh mahasiswa dari berbagai jurusan. Langkahnya terhenti ketika seseorang menarik pelan pergelangan tangan kirinya dan segera menariknya menuju sebuah tempat dimana hanya ada mereka berdua. Gudang.
” Mau apa? ” Tanya Yeon tanpa menatap namja dihadapannya setelah mendapati dirinya tengah berdiri disebuah tempat persegi pengap yang sepi dibelakang gedung Kyung Hee, enggan sekali rasanya dia menggerakan tubuhnya demi melihat setan aneh satu itu.
” ……. ” Tidak ada jawaban dari mulut Kyu sehingga terasa jelas kesunyian ditempat yang sepi.
2menit..
7menit..
Belum juga ada diantara mereka yang berusaha memecah keheningan yang terasa sangat jelas membosankan, Kyu berkali-kali menggaruk tengkuk yang sama sekali tidak gatal seraya menatap heran yeoja didepannya yang sedari tadi menunduk tidak bergerak, kalau dipikir-pikir semua ini memang karena ulahnya sendiri yang memilih diam dari pertanyaan Yeon Hyo kepadanya. Sepi dan canggung itulah kata-kata yang tepat yang menyelimuti keduanya. Deheman, decakkan dan lenguhan yang sesekali terdengar dari bibir Kyu sama sekali tidak dihiraukan oleh Yeon Hyo.
” Ehem!! ” Dehem Kyu kesekian kalinya dengan keras berpikir kalau Yeon Hyo menghiraukannya tapi salah! Yeon Hyo sama sekali tidak menghiraukannya.

” Aku.. ” Akhirnya terdengar lirihan lembut dari kedua bibir seseorang yang sedari tadi sebenarnya sudah sangat dinanti seorang namja bersweater biru didepannya  tetapi sekalipun bersuara sama sekali tidak mengubah gerak serta posisinya untuk sekedar menatap wajah namja didepannya dan berhasil membuat kedua mata Kyu menatapnya lekat.
” Aku… Huwaaaa!! ” Tangis Yeon Hyo pecah seketika yang entah disengaja atau tidak segera saja yeoja itu menghambur kepelukan Kyu, membuat namja bermata hazel didepannya panik bukan main, kedua tangannya terlihat menari-nari tidak jelas dibalik kepala Yeon Hyo yang kini berada ditengah pelukannya.
” Heh, waeya?! Eh aku tidak mau tau kalau kau menangis!! Cepat diam!! ” Bentaknya bingung berbuat apa sedangkan Yeon Hyo terus menangis dan tidak sengaja menggerakan kedua tangannya untuk mempererat dekapannya kepada Kyu.
” Oettoekeh??? ” Isak yeoja yang mengenakan dress pink itu dipelukan Kyu yang tengah membeku sedangkan yeoja ber-dress pink itu kembali memendamkan kepalanya ke dada bidang namja evil itu seolah melupakan perdebatan yang sering terjadi diantara mereka.
” ……. ”
” Ottoekeh??? ” Tangis Yeon Hyo semakin menjadi yang semakin membuat namja bermarga Cho itu semakin tidak tau apa yang harus dia lakukan. Membeku sejenak didalam senyum kecil hati kecilnya.

” Hhhhh.. ” Dengan nafas berat Kyuhyun berusaha mengatur nafasnya untuk melelehkan kebekuannya.
” Heh jelek, kenapa menangis dan kenapa kau peluk aku yang tampan ini? ” Tanyanya selembut mungkin seraya membelai rambut Yeon Hyo perlahan.
” Heh aku sedang sedih karena aku dikeluarkan dipelajaran miss. Jessica dan aku kesal karena selalu bertemu denganmu dan ingat ya aku tidak akan pernah memelukmu.. ” Jawab Yeon Hyo enteng, sepertinya dia belum menyadari sikapnya.
” Ckckck, kau mengelak? Tsh jelas-jelas kau sedang memelukku kekekeke..! ” Cibir Kyu yang perlahan kembali mengeluarkan tanduk merah dikepalanya eh tidak tapi seringai evil si pewaris tahta kerajaan setan negeri Angin.

Yoon Yeon Hyo segera membuka matanya setelah mendengar ucapan dari bibir setan tampan didepannya dan terkejut mendapati dirinya yang tengah memeluk erat tubuh Kyuhyun dan segera melepas pelukannya.
” Heh!! Kenapa kau memelukku dan kenapa kita berada ditempat seperti ini?!! ” Bentak Yeon Hyo kasar, ehm siapa yang memeluk siapa yang berteriak!
” Hei hei hei siapa yang memelukmu? Kau yang memelukku babo! ” Jawab Kyu tidak mau kalah, dia menyilangkan kedua tangan didepan dada bidangnya seraya menatap yeoja dihadapannya yang kini terdiam.
” ……. ”
” Ckckck, aku sudah sering bilang kan kalau marah harus ada sebab kekeke.. ” Ejek tuan Cho dan bergegas pergi tapi sebuah tangan melarangnya sehingga aura aneh seketika memenuhi tempat sepi itu.
” Heh aku yang salah karena telah memelukmu tapi apa kau tidak berpikir, siapakah yang menarikku ketempat sepi ini? ” Interogasi Yeon Hyo dengan nada datar dan menatap Kyu tajam setajam silet.
” Eh? Aku… Aku.. ” Namja tampan itu kini tidak dapat menjawab pertanyaan dari yeoja yang berdiri tepat disebelahnya, sesekali dia berusaha menenggak ludah yang entah sejak kapan menyangkut ditengah kerongkongannya.
” Tuan Cho yang mengesalkan! Pergilah.. ” Cibir Yeon Hyo dengan menunjukan senyum mengerikan yang membuat Kyu sempat bergidik ngeri membuat pergi seringai evil anehnya setelah sebelumnya menciut perlahan.

Dengan sedikit ragu Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan was-was tapi baru beberapa langkah dia kembali menghentikan langkahnya, lebih tepatnya, langkahnya terhenti karena mencemaskan seseorang.
” Gwenchana? ” Tanyanya tanpa menoleh sedikitpun, dia menatap lurus kedepan dengan raut wajah cemas, yaaa karena sebenarnya dia mencemaskan enemy nya itu tapi sayang dia sendiri tidak menyadarinya.
” Ne, pergilah.. ” Jawab Yeon Hyo datar, perlahan airmata terjatuh begitu saja membasahi pipinya. Setelah mendengar jawaban yeoja itu Kyu kembali melangkahkan kakinya yang perlahan membuatnya jauh dari Yoon Yeon Hyo.
Tinggalah gudang yang sepi semakin sepi setelah kepergian Kyu, kini hanya Yoon Yeon Hyo yang berdiri mematung dengan airmata yang terus membasahi kedua pipinya. Dia sendiri tidak mengetahui kenapa dia harus menangis karena memang dia sendiri tidak mengerti kenapa hatinya terasa sakit sekali mengingat kejadian pagi tadi saat tuan Cho si enemy nya sengaja berkata hal yang entah mau atau tidak mau didengar olehnya.
” Apakah aku sejelek itu? Apa dia serius? Seharusnya aku merasa senang tapi kenapa sakit sekali? Entah kenapa aku merasa sakit setelah aku mengingatnya. Ternyata benar, tidak mengetahui perasaan sendiri lebih menyakitkan dibanding memendam perasaan.. ”

 

…xxXxx…
— Entah kenapa, seiring berjalannya waktu perasaan ini berubah seketika terhadapmu. Aku sendiri tidak mengerti jelas perasaan apa ini tapi yang jelas hatiku tersenyum serta sakit bersamaan saat melihatmu —

 

Sinar mentari memancarkan cahaya hangatnya perlahan ke bumi, berusaha menembuskan cahaya-nya melalui celah kecil yang seperti menghalanginya untuk memberikan indahnya hangat mentari sehingga akhirnya celah kecil tidak bisa menolak cahaya yang menerobos gigih dan segera membidikkan cahayanya kesegala arah, tak terkecuali dengan seorang yeoja yang masih terlelap.
” eunghh~.. ” Lenguhan kecil terdengar melewati kedua bibir tipis yeoja yang sedang asik menggeliatkan badannya diatas tempat tidur berukuran king size. Perlahan kedua kelopak matanya yang masih terasa berat terbuka, kedua tangannya dia gerakkan dengan lemah untuk mengucek sekilas kedua kelopak matanya yang terasa lengket sekali.
” Hari apa? Apakah ada tes hari ini? ” Gumamnya pelan berusaha mengumpulkan nyawa yang sepertinya belum berkumpul.

Drrt Drrt Drrt…

Getar ponsel terdengar menderu menggesekkan tubuh ponsel dengan meja kayu disamping tempat tidurnya. Kedua tangannya dengan sigap menyingkap selimut tebal yang telah menghangatkan tubuhnya selama semalam yang dingin. Wajah serta rambutnya masih terlihat sangat kusut, diikuti dengan decakkan kesalnya terhadap getar ponselnya.
” Ish, siapa lagi? Mengganggu saja! ”
Satu… Dua… Tiga… FLIP!
Tertera sebuah nama yang tidak asing pada layar ponselnya, entah kenapa jantungnya berpacu kencang hanya dengan membaca nama dilayar touchscreen ponselnya.

 

From : Tuan Setan, Jelek!
Annyoung Yeon Hyo ^^ Apa kabar dan sedang apa? Eung, aku mau menawarkan sesuatu padamu… ^^
Apakah kau bisa menemaniku untuk menghadiri acara pernikahan temanku beberapa minggu lagi, Lee Sungmin. Otte? ^^
Dress, high-heels dan riasan rambut untukmu sudah kusiapkan dan kupikirkan!

” MWO???!! ” Teriakkan yang lebih tepat dibilang sebagai lengkingan terdengar seperti suara seekor tikus yang tengah terjepit.
” Ish,kenapa si evil itu tega sekali memilihku? Apakah dia tidak tau kalau banyak sekali yeoja aneh yang rela melakukan hal gila itu untuknya? Kenapa aku?! ” Gerutu Yeon Hyo kesal seraya memukul kasar tempat tidurnya seolah benda besar itu adalah seorang Cho Kyuhyun.

— — —
” Heh Yeon a.. Wae geure? ” Sapa Sica teman sekelas Yeon Hyo, Jessica Hee yang sering dipanggil Sica berhasil membuat yeoja disebelahnya kaget. Berbeda dengan miss. Jessica yang super galak, Sica sangat lembut sekali.
” Eh? Ani, Sica a.. ”
” Geure? Tell me! ” Desakan Sica membuat Yeon Hyo sejenak kesal tapi yeoja itu memang sudah berjanji kalau diantara persahabatan mereka tidak ada yang dirahasia-kan.
” Sica, aku— ”
” Yeon Hyo!!! ” Sentak teriakkan keras yang membuat pengunjung kantin menatap seorang namja berkemeja biru langit dengan tatapan menyelidik, tapi si pemilik suara itu hanya membalas tatapan mereka semua dengan wajah innocent.
” Aku hanya ada perlu dengan dia.. ” Lanjut Kyu yang kemudian menunjuk seorang yeoja dengan dress putih berenda pink yang juga tengah menatapnya tajam dan semua pasang mata kini berganti melihat tajam kearah yeoja berkulit putih susu itu seolah akan menerkamnya.
” Aku?! ” Seru Yeon Hyo kaget, yaaa bagaimana tidak? Seseorang dengan entengnya berteriak disebuah keramaian kantin dan membuatnya malu sedangkan Kyu hanya menebar senyumnya kearah Yeon Hyo sebagai jawaban.

” Ne!! ” Dengan terpaksa yeoja bernama Yoon Yeon Hyo itu menghampiri enemy-nya yang setelah sebelumnya yeoja itu izin kepada seseorang yang sedari tadi menemaninya, Jessica.
” Heh, dasar pembuat onar! ” Rutuknya kesal setelah mendapati dirinya berdiri bersebelahan dengan Cho Kyuhyun dan segera kembali berjalan melewati Kyu yang kini berdiri mematung dengan senyuman evil diwajahnya.
” Ck.. ”

Sementara Yeon Hyo dan Kyu pergi, Sica yang melihatnya hanya mengaduk kasar jus dihadapannya dengan sebuah sedotan panjang berwarna putih.
” Ekhh, Yeon a kenapa kau tidak memberi tau-ku? ” Kesalnya yang sesekali menghentakkan kakinya.
” Permisi… ”
” Eh? ”
” Bisa aku duduk disebelahmu? ”
” Ne, ehm naega Jessica Hee imnida… ”
” Rye— ”

Disisi lain, terlihat seorang yeoja tengah geram melihat sikap kekanak-kanakkan seseorang.
” Heh ada apa? Seenaknya saja berteriak seperti tadi! ” Omel Yeon Hyo kesal, merasa diomeli Kyu segera menjitak pelan kepala yeoja didepannya.
” Heh kenapa bertindak kasar?! ” Omelnya kembali.
” Mianhae, ehm sms yang kukirim apakah sampai? ”
” Eh?! ” Pertanyaan yang benar-benar tidak terpikirkan oleh yeoja itu membuatnya tidak tau harus menjawab apa.
” Hei Yeon Yoon Hyo a? Gwenchana? ” Tanya Kyu enteng seraya mengibaskan tangannya kehadapan wajah yeoja maniak pink itu.
” Eh?! Ani, ehm kalau tentang acara pernikahan itu aku— ”
” Baiklah kalau kau tidak mau pergi lagipula aku hanya bercanda saja, aku tau kau benci high heels makanya aku lega sekali kalau ternyata kau tidak mau! Haha bye! ” Sekali lagi dengan entengnya Kyu berbicara tapi bedanya sepertinya kali ini Yeon Hyo mengira bahwa dia serius. Setelah berkata seperti itu Kyu segera berjalan tidak menghiraukan Yeon Hyo yang sejujurnya merasa kecewa.
” Heh dasar namja mengesalkan.. ” Lirih Yeon pelan yang sebenarnya masih bisa didengar namja yang berdiri tidak jauh darinya, sedikit ada perasaan kecewa terhadap reaksi Kyu, dia menundukkan wajahnya sehingga membuat rambutnya yang tergerai terjatuh indah.

Mendengar ucapan pelan yeoja dibelakangnya yang ternyata masih tertangkap pendengaran Kyu, dia segera menoleh kebelakang dan mendapati seorang Yeon Hyo tengah menunduk lemah.
” Yeon Hyo? Ah apakah ucapanku berlebihan?” Bisiknya sepelan-pelannya, karena merasa penasaran yang lebih tepatnya merasa cemas, Kyu berniat kembali tapi segera saja namja itu mengurungkan niatnya. Kyu merasakan jantungnya berdetak kencang sesaat setelah melihat seseorang berhasil lebih dulu mendekati dan lebihnya lagi seseorang itu kini berani menggerakan telunjuknya untuk sekedar membuat wajah yeoja itu melihatnya.

 

— Enyahkanlah senyum terindahmu untuknya karena hanyalah aku seorang yang bisa memilikinya. Engkau, senyummu, hatimu hanya untukku.. —

 

” Senyumlah Yeon Hyo a… ”
” Donghae sunbae? Eh, mianhae.. Eung ada apa Sunb— ? ” Pekiknya kaget sedangkan namja dengan dagu runcing didepannya terlihat seketika cemberut yang telah merubah senyumnya.
” Eh, jangan! Kau mau bilang Sunbae?! Sejak kapan kau memanggilku Sunbae? Aku masih muda! ” Sergah Donghae dengan mengangkat salah satu sudut alis kirinya dan bibirnya, melihat ekspresi itu Yeon Hyo tersenyum geli.
” Ckckck mianhae Donghae oppa… Aku tau kau masih muda karena kau masih jelas terlihat tampan tapi aku sedang ingin memanggilmu Sunbae! Eung… bisakah kau menjauhi ekspresi anehmu itu? ” Ucap Yeon Hyo setengah terkekeh geli.
” Geure? Nado mianhae Yeon a, Oppa tidak bisa menjauhi ekspresi yang membuat semua yeoja meleleh.. ” Jawab namja itu yang kini telah memperlebarkan senyumannya, membuat Yeon Hyo secara tidak sadar telah mengusap lembut pipi Sunbae-nya itu, gemas.
” Eh? Eh, aku lupa kalau aku ada janji dengan Ryeowook di kantin..! ”
” Ehh, Sica?!! Ah aku lupa kalau Sica juga sendirian di kantin! Donghae oppa, kajja! ” Ucap Yeon Hyo yang tidak kalah heboh dan rusuh, keduanya pun pergi setelah sebelumnya yeoja itu menarik tangan kiri Donghae kegenggamannya untuk mengajaknya pergi sementara kini seorang namja bermarga Lee itu masih menautkan alisnya heran melihat sikap gusar Yeon Hyo.

Melihat kedekatan antara Lee Donghae dan Yoon Yeon Hyo, Kyu seolah hanya menjadi patung bisu yang berdiri menyaksikan kedekatan keduanya yang sama sekali tidak disadari oleh Yoon Yeon Hyo juga Lee Donghae sendiri.
” Yeoja bodoh yang mengesalkan… ” Desahnya pelan, tersirat jelas kekecewaan diwajah tampannya.

Drrt Drrt Drrt… Getar ponsel Kyu menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk, dengan sigap namja itu segera berlari kecil menjauh dari tempatnya berdiri.

” Siapa? ” Perlahan Kyu membuka pesan dengan tidak ada nama pengirimnya.

 

From : XXXXXXXXXX
Hei Kyuhyun-ssi, sedang apa tadi kau melihat kearah kami berdua? Eung, apa kau benar-benar ingin melepas yeoja-mu eh salah, tapi musuhmu untukku..? Aku tadi berpikir bahwa perdebatan kalian telah berakhir dan bahkan anehnya aku berpikir kalau kalian berdua telah berpacaran tapi ternyata syukurlah tidak. Kamsahae ne, saeng?🙂

Seperti sebuah sembilah yang menusuk jantungnya, Kyu segera terduduk lemas dengan tangan yang menggenggam erat dadanya yang tertutup kemeja-nya, membiarkan sebuah benda kecil yang tega membuatnya merasakan sakit terjatuh dari tangannya. Tanpa disengaja airmata keluar secara perlahan melewati kedua pipinya membentuk aliran sungai kecil.
” AKHHH— Erghh Lee Donghae!!!  ” Kyu terduduk dan mencengkram kuat dada yang terbalut kemeja, dia menangis dalam diam melampiaskan emosinya dan tidak menghiraukan setiap orang yang melihatnya tapi yang jelas dia rasakan saat ini adalah kenapa hatinya terasa sakit sekali?
” Kyuhyun-ssi? ” Ucap seseorang yang berhasil membuat namja itu segera menghapus airmata yang sempat membasahi kedua pipinya.
” Ahra nuuna? ” Lirih Kyu bergetar, ditatapnya seorang yang tengah mendekat kearahnya dengan nanar.
Perlahan yeoja yang berusia lebih tua darinya berjalan menghampiri seorang yang tidak lain adalah namdongsaeng-nya.
” Wae saeng? ” Tanya Ahra nuna dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
” …….. ” Tidak ada jawaban sama sekali, namja itu hanya menatap nuna-nya dengan nanar.
” Wae? Beritahu nuna.. ” Mendengar ucapan nuna-nya Kyu hanya tersenyum dan segera menarik Ahra nuna pergi.

 

…xXx…
— Jangan pernah pergi dariku, genggamlah selalu tanganku dan peluklah diriku dengan kehangatanmu.. —

 

Terlihat jelas seseorang tengah berdiri dibalkon rumahnya dengan sebuah sweater biru langit yang sedikit lebih menghangatkan dirinya dari dinginnya kota Seoul, negeri gingseng itu. Sehelai demi sehelai rambut sesekali tertiup angin sehingga terpaksa membuatnya sesekali merapikannya, kedua matanya menatap kosong lurus kedepan. Desahan nafasnya sesekali terdengar mencerminkan kalau sebenarnya pikirannya sedang tidak baik.
” Apa benar yang dibilang Ahra nuna kepadaku? ” Tanyanya kepada dirinya sendiri, kini namja itu menggenggam erat dadanya yang tertutup sweater.
Drrt Drrt Drrt..
Getar ponsel yang sengaja diletakkan disaku sweaternya terasa sedikit menggelitik, dengan malas tangan kiri Kyu meraih ponselnya. Perasaan tidak karuan saat melihat pesan itu tidak tertera nama pengirimnya kembali menyelimuti hatinya dan dengan cemas Kyu membuka pesan untuknya.

 

From : XXXXXXXX
Hei Kyuhyun-ssi? Sedang apa kau? Apa kau masih ingat SMS yang kukirim tadi pagi?

Kedua mata Kyu seketika membesar setelah membaca pesan yang benar-benar sama sekali tidak diharapkannya, tangannya melemas sehingga dengan mudahnya membiarkan benda kecil terjatuh cukup keras dan sekali lagi lututnya terasa tidak sanggup menopang tubuhnya membuatnya tersungkur. Sekelebat nama Lee Donghae memenuhi pikirannya dengan semua pikiran jelek tentang apa yang akan namja itu lakukan kepada Yeon Hyo.
” Yoon Yeon Hyo?!! ” Pekiknya dan segera Kyu mengangkat dirinya untuk berdiri.

— — —
Seseorang dengan sweaternya terlihat terengah-engah dengan nafas yang memburu, sesekali dia merasa dadanya sesak tapi dia berusaha tidak menghiraukannya. Dia mempercepat langkahnya menuju sebuah rumah yang berdiri indah dari beberapa blok rumahnya sendiri dan benar saja, dia segera mendapati dirinya kini berhasil berdiri didepannya.
” Yoon Yeon Hyo?!! ” Teriakkan yang terdengar keras menggema melalui celah pagar yang tertutup rapat, beberapa detik kemudian terlihat seseorang dengan dress putih keluar dan berdiri didepan pintu dengan kedua tangan melipat didepan dada dan yeoja itu kini memasang wajah kesal kepada seorang Cho Kyuhyun yang terlihat cemas sekali.
” Heh Yeon Hyo!! Cepat buka!!! ” Bentak Kyu seraya menendang pelan pagar rumah Yeon Hyo.
” Heh tuan Cho, semua keberisikkan!! Bisakah kau sedikit lebih sopan?!! ”
” HEHHH CEPAT JELEKKK!!! ” Bentak Kyu sekali lagi dengan lebih keras membuat Yeon Hyo geram dan mau tidak mau terpaksa membiarkan Kyu masuk.
” GREKK!! “ Pagar itu terbuka lebar dan segera seorang namja bersweater biru langit itu berlari menerobos rumah didepannya sedangkan Yeon Hyo sengaja dibiarkan berdiri mematung dengan wajah heran.
” Heh!! Sedikit lebih sopan kubilang!!! ” Teriaknya kemudian berlari menghampiri Kyu yang kini sudah sedang apa didalam rumahnya.

— —
” Hei mau apa kau?! ” Sentak teriakkan keras yang terdengar tidak asing membuat kedua tangan Kyu berhenti pada sebuah kenop pintu kamar yeoja itu.
Mendengar Yeon Hyo bicara, Kyu seolah teringat sesuatu. Dengan cepat Kyu menghampiri yeoja yang tengah berdiri tidak jauh darinya, Kyu segera mencengkram lengan Yeon Hyo kasar.
” Yeon Hyo, gwenchana?! Apa ada yang berani memegangmu?! Heh cepat jawab!! ” Tanya Kyu cemas, terlihat jelas dari tatapan mata yang tersirat.
” ……. ”
” HEH!! Jawab!! Ah, aku tau..! ” Entah apa yang Kyu lakukan, dia menghempas cengkramannya dan kembali dengan sebuah kenop yang sepertinya membuat dirinya bergetar.
” Lee Donghae keluar!!! Lee Donghae!!! ” Racau Kyu tidak jelas membuat Yeon Hyo geram.
” Hei mau apa kau?! Lee Donghae?! Lee Donghae apa?!! Ada apa ini?!! ” Teriak Yeon Hyo menegaskan, Kyu membalikkan badannya sehingga memperlihatkan raut wajahnya yang tidak terbilang rapi. Kyu terduduk seketika membuat yeoja yang berdiri itu mengernyitkan dahinya heran, benar-benar tidak mengerti dengan sikap Kyu.
” Mianhae… ” Mendengar ucapan aneh itu Yeon Hyo memberanikan diri untuk sekedar mendekati namja yang tengah terduduk lemas.
” Wae irae? ”
” ……. ”
” Wae irae? ” Pertanyaan yang lebih tepatnya adalah sebuah penegasan kedua kalinya dibalas dengan tatapan tajam dari seorang Cho Kyuhyun.

Segera saja jantung Yeon Hyo berdetak kencang sekencang kereta shinkansen, tatapan tajam namja bersweater itu berhasil membuat yeoja itu membeku seketika seperti serpihan es untuk pop-ice yang tidak hancur terblender, keduanya terjebak di kesunyian sejenak.
” Kemarilah… ” Ucapan pelan Kyu yang ternyata masih bisa didengar oleh yeoja itu seketika membuatnya perlahan mendekati Kyu.
Entah setan apa yang menggerakan yeoja itu, yang jelas sekarang yeoja itu duduk perlahan didepan Kyu sementara Kyu terlihat sedikit demi sedikit menggerakkan kedua tangannya untuk segera meraih wajah yeoja didepannya.
” GREP! “ Kedua tangan kekar Kyu kini berhasil meraih wajah kecil yeoja yang sedari tadi diam membeku, segera saja Kyu mencengkram rahang Yeon Hyo dan menariknya untuk lebih dekat dengan wajahnya sehingga— CUP!

Bibir Kyu perlahan mendarat dibibir yeoja yang berdress-kan selutut, tanpa disadari Kyu melumat ganas bibir Yeon Hyo sehingga membuat yeoja itu meringis kecil.
” Hmpph..! ” Raungan Yeon Hyo membuat Kyu kembali membesarkan kedua matanya. Kaget, senang, heran bercampur dipikiran namja itu dan segera saja Kyu menghempaskan wajah Yeon Hyo dengan keras.
” Mianh– ” Ucap Kyu tanpa sedikit pun berani melirik kearah yeoja didepannya. Pikirannya kacau sekali saat ini, dia sendiri sama sekali tidak tahu kenapa dia tega sekali melakukan hal aneh terhadap yeoja yang sekarang terdiam membisu didepannya.
” Pergilah, aku akan menganggap semua kejadian ini tidak pernah terjadi… ”
” Yeon Hyo..? ”
” Pergilah atau aku tidak akan pernah mengingatmu lagi!! ” Sergah Yeon cepat, segera saja Kyu merasakan telinganya panas sehingga dengan perasaan kecewa juga sesal Kyu pergi meninggalkan tempat itu, langkahnya terlihat sedikit gontai dan degup jantungnya masih terasa jelas dipermukaan telapak tangan yang tengah mencengkram erat dadanya.

 

…xxXxx…
— Apakah kau mengerti seberapa sakitnya aku? Pernahkah mendengar istilah ” Malam tanpa Bintang adalah Hampa? ” Ya, itulah perasaanku. Semua tentangmu yang selalu menjadi tenagaku, sirna karena keteledoranku sendiri.. —

 

Sejak kejadian malam itu, Yeon Hyo berubah seratus persen. Senyuman aneh yang tidak bisa ditafsirkan yang juga terkadang sering membuat Yeon Hyo kesal sekaligus tertawa geli dalam hatinya milik Kyu sangat dirindukan Yeon Hyo dan begitupun sebaliknya. Lengkingan keras, bentakkan, ekspresi kesal Yeon Hyo ketika dengan sengaja dia membuatnya kesal juga sangat dirindukan Kyu. Tetapi seperti tembok yang bisu, keduanya memilih diam disaat tanpa sengaja bertemu dan bertatap, kecanggungan masih terlihat jelas diraut wajah keduanya.

— —
Terdengar suara derap langkah kaki menggema pelan dikoridor. Seorang yeoja bertubuh kecil dengan white flat shoes dan milky pink dress yang dikenakannya terlihat serasi dengannya. Diantara kedua tangan kecilnya terlihat setengah tertahan keatas karena tumpukan beberapa buku tebal yang baru saja dipinjam untuk pembelajaran ujian semesteran kali ini.
” Ugggh, berat sekali..! ” Keluhnya kesekian kalinya, entah mau dibawa kemana buku-buku itu.
” Sreet..! “ Sebuah buku yang diletakkan ditumpukan paling atas bergeser sedikit membuat kedua mata yeoja itu seketika membesar.
” Jangan… ” Rengeknya pelan kepada buku yang bergeser itu seolah memerintahkannya untuk tidak bergeser sekali lagi tapi— ” BRUKKK..! “

Seakan membantah, buku-buku tebal itu terjatuh kelantai dan berserakan. Dengan sedikit kesal, Yeon Hyo menarik napas berat yang kemudian terpaksa memungut kembali buku-buku itu.
” Ergh! Bisakah tidak bergeser?! ” Omelnya kepada satu buku yang sempat bergeser tadi dan perlahan kedua tangannya kembali menyusun buku-buku itu sehingga tersusun rapih.
” Ah, selesai juga! ” HAP! Kembali Yeon Hyo mengangkat buku-buku itu tapi segera saja seseorang mencegahnya.
” Seorang yeoja sepertimu kupikir tidak bisa membawa semua buku ini kalau kau tidak mau tersandung jatuh ke selokan..! ” Sentak Yeon Hyo kaget melihat siapa yang telah berani mendekatinya.
” Kyu?! Heh pergilah, biar aku saja!! ” Ucapnya ketus.
” Eh?! Aniya! ” Bantah Kyu pergi meninggalkan Yeon Hyo yang terdiam mengumpat kesal. Tanpa menghiraukan yeoja itu, Kyu tetap berjalan menjauh dengan setumpuk buku tebal diantara kedua tangannya sedangkan seorang yeoja yang masih berdiri diam tidak jauh dibelakangnya menggeram kesal.
” Hehh!!! ” Panggil Yeon Hyo kasar.
” Heh? Heh siapa? ” Jawab Kyu sengaja meledeknya.
” ERGGHHH!! TUAN CHO!!! ”
” BERISIIIIIKKKKK!! ”
Teriakkan keduanya memang cukup keras, bisalah untuk membuat jantungan seorang kakek-kakek yang mendengarnya. Koridor yang sepi sekali berubah seratus persen menjadi ramai sekali hanya karena teriakan-teriakan kedua remaja ini.

Dengan kesal Yeon Hyo mendekati Kyu yang berdiri tidak jauh didepannya. Kedua tangannya terlihat mengepal disamping rok dress-nya.
” TAP! “ Sekarang Yeon Hyo akhirnya berdiri tegap tepat didepan Cho Kyuhyun yang menatapnya heran.
” Eh? Cepat sekali… ” Ucapnya enteng, sekali lagi Kyu menebar evilsmirk-nya.
” Heh kembalikan buku-buku itu dan pergi dari hadapanku juga pergilah dari– ”
” Apa? Kembalikan? Pergi? ” Ketus Kyu kasar seraya menatap tajam kedua mata Yeon Hyo yang juga tengah menatapnya.
” Ne! Pergi hadapanku dan segeralah kau juga pergi dari– ”
” Dari hidupmu? Hhh, lelucon macam apa yang kau buat huh?! Heh Yoon Yeon Hyo, apa kau tidak bisa mengerti sedikitpun betapa sakitnya aku saat akhir-akhir ini kau menghinda— ”
” Cho Kyuhyun, lihatlah dirimu sekarang. Cih, sekarang lelucon memuakan apa yang akan kau katakan kepadaku? Kau mau bilang kalau kau sakit ketika aku menghindarimu?! Tsk, kalau memang aku menghindarimu lalu kena– ”
” AKU SEDANG BICARA!! ” Bentak Kyu yang seketika membuat Yeon Hyo terdiam dan BRUKK! sekumpulan buku tebal terjatuh dari tangan Kyu.
” Yoon Yeon Hyo, dengarkan! Aku… Aku mencintaimu.. ” Terang Kyu tanpa basa-basi, dilihat dari tatapannya sepertinya dia memang tidak sedang main-main dengan ucapannya.

Airmata mengalir perlahan keluar dari kedua sudut mata indah Yeon Hyo, bibir serta tubuhnya bergetar seketika mendengar sesuatu yang dengan lancang keluar dari kedua bibir seorang Cho Kyuhyun. Kedua lutut Yeon Hyo melemas sehingga tubuh kecil yeoja itu terduduk lemas dilantai.
” Bohong, katakan semua itu bohong.. ” Pintanya disela isakkan yang menggambarkan betapa sakit hatinya terhadap seseorang yang berdiri mematung didepannya.
” Shireo. ”
” Cepat katakan! ”
” Shireo, Yeon Hyo a!! Aku mencintaimu! Entah sejak kapan perasaan cinta tumbuh, yang jelas aku mencintaimu!! ”
” Tapi kau tau dengan jelas kalau kau membenciku dan aku juga tau dengan jelas kalau aku membencimu! Hahaha, kita sendiri bisa melihat dengan apa yang telah selama bertahun-tahun kita rasakan. Kita, aku– Yoon Yeon Hyo dan kau– Cho Kyuhyun, kita berdua selalu bertengkar seolah menggambarkan dengan jelas apa yang kita simpan didalam hati! ”
” Aku tau sikapku terhadapmu memang berlebihan tapi satu hal yang sekarang kuketahui dengan jelas. Yoon Yeon Hyo, jongmal saranghaeyo.. Sekarang, kurangkah penjelasanku?!! ” Jelas Kyu dengan nada yang lebih meninggi beberapa oktaf diakhir katanya, dia masih enggan melepaskan tatapannya kepada yeoja yang sepertinya sudah merasa enggan dengan apa yang didengarnya.
” Kurang? Ya, jelas sangat kurang sekali untuk sebuah kebohongan!! ” Bentak Yeon Hyo, Kyu yang sedari tadi berdiri didepan Yeon Hyo yang terduduk akhirnya menggerakkan badannya untuk mensejajarkan dirinya terhadap Yeon Hyo.

” Yoon Yeon Hyo, apakah kau mencintaiku? ” Tanya Kyu setelah mendapati dirinya sejajar dengan Yeon Hyo yang terduduk dan mencengkram pelan kedua lengan kecil Yeon Hyo.
” Apa? Apakah aku juga harus membuat sebuah lelucon menyedihkan sepertimu itu? ” Ucap Yeon Hyo menatap kedua mata Kyu lekat, sisa airmata masih terlihat jelas disekitar mata hazel indah Yeon Hyo.
” Lelucon katamu? Apakah sebuah lelucon jika aku harus selalu merasakan sakit saat melihatmu lebih memilih tertawa bersama dengan Sunbae pangeranmu itu? Apakah kau tidak tahu seberapa cemasnya aku saat seseorang mengirim pesan aneh tentangmu? Apakah kau tidak tahu bahwa semua sikap mengesalkanku semata hanya untuk membuatmu tertarik kepadaku? Apakah kau tidak tahu seberapa sakitnya aku saat melihat seorang Lee Donghae mampu membuat jantungmu berdetak cepat? Aku sedih saat aku tau kau menghindariku. Aku tahu kalau menyukai Sunbae perfect itu tapi apakah kau tidak tahu seberapa irinya aku terhadap dia yang hanya dengan menggerakkan jarinya berhasil membuatmu tersenyum senang? Dan ciuman itu, aku benar-benar tidak sengaja.. Kurangkah penjelasanku sekarang? ” Jelasan Kyu lebar yang sebenarnya membuat dia sendiri tidak sanggup menahan airmatanya dan juga terpaksa harus mengingat kejadian itu.
DEG! Seakan ada sebilah pedang yang menancap, perih sekali hati yeoja itu mendengar sebuah penjelasan yang keluar dari bibir seorang Cho Kyuhyun, yang selama ini Ia kenal sebagai true enemy-nya.

 

— Sepertinya benar jika tuhan mentakdirkan aku dan kau bersama, indah pada waktunya adalah sebuah kata indah yang melukiskan dengan jelas perjalanan rumitku denganmu ternyata bisa berakhir bahagia, saranghae, I wish it will be forever.. —

 

…xXx…
— ” Berjanjilah kalau kau selalu menjadi matahariku… ” —

 

Seorang namja tengah berdiri menyender ke sebuah tembok jalan, mobil sport putih terlihat terparkir didepannya. Berkali-kali angin malam membuat rambut dan kemeja biru langitnya melambai.
” Hhh… ” Entah keberapa kali dia mendesah, kedua matanya sesekali menatap jarum kecil pada sebuah arloji yang menggelang dipergelangan tangan kirinya.
” Drrt.. Drrt.. Drrt.. “ Sebuah getar kecil diantara jari-jari tangan kanannya kembali memecah pikiran heningnya, segera saja tangannya membuka sebuah gambar pesan yang tertera dilayar ponsel.
” Yeon Hyo? ” Bisiknya pelan.

 

From : Yeon a…
Eh Cho Kyuhyun, sedang apa? Sedang berdiri menungguku kah? Kemeja dan mobil sport putihmu keren sekali..! Dapat darimana? Kemana audy putihmu?

Seketika senyum lebar mengembang indah menghiasi wajah tampan Cho Kyuhyun, kekehan kecil keluar dari kedua bibirnya. Sejenak dia berpikir, apakah sekeren itu? Hei tapi kenapa dia hanya bilang kemeja dan mobil sportku saja yang keren? Pikirnya dengan mengerutkan dahinya, benar-benar ekspresi yang aneh disela kekehannya.
” Eh, dia bilang.. Sedang apa?! Sedang berdir— ”
” Heh, aku sedari tadi disini!! ” Teriakan keras yang melengking berhasil membuat Kyu kaget sejenak tapi seketika berubah ketika melihat seorang yeoja tengah berdiri tidak jauh disampingnya. Sebuah senyuman dari seorang Yeon Hyo yang terlihat mengenakan dress pink susu dengan renda putih, flat shoes putih dan rambut yang tergerai membuat yeoja itu terlihat cantik sekali.

Perlahan kedua kaki yeoja itu melangkah mendekat kearah namja berkemeja biru langit yang telah menjauhkan dirinya dari dinginnya tembok. Senyum indah yeoja itu semakin terlihat jelas seiring dengan jarak yang semakin terlihat tipis.
” Yeon Hyo? Apa senyum indahmu itu untukku? ” Ucap seseorang dengan tidak percaya.
” Ehehe, ne oppa.. ” Jawabnya melebarkan senyum indahnya.
” Geure? Yeon Hyo-a, kau bilang apa? ” Kyu sepertinya benar-benar belum bisa percaya dengan mimpi indah yang terjadi, perlahan Kyu menghampiri yeoja itu yang juga sedang menghampirinya.
” Aku bilang, ne oppa… ” Ulang Yeon Hyo ketika mendapati dirinya tepat berdiri didepan seseorang yang selama ini dia kenal sebagai pangeran kejam yang tampan.
” Yeon Hyo?! ” Segera saja Kyu memeluk tubuh kecil Yeon Hyo sedangkan yeoja berdress pink itu tersenyum senang didada Kyu.

Cukup lama Kyu mendekap Yeon Hyo, pikirannya masih mengira semua hanya mimpi tapi pelukan hangat yeoja dipelukannya benar-benar nyata.
” Oppa, aku sesak..! ” Omelnya pelan.
” Eh, mianhae?! ” Mendengar ucapan yeoja-nya, Kyu segera melepas dekapannya dan berganti menatap kedua mata hazel yeoja didepannya.
” Yoon Yeon Hyo, seorang enemyku sejak kecil dan sekarang berubah menjadi yeoja cantik dari seorang Cho Kyuhyun? ” Racau Kyu, sepertinya namja tampan ini masih mengira semua mimpi.
” Heh tuan Cho, sebegitunyakah kau mencintaiku eoh? Ckckck, menyedihkan… ” Cibir Yeon Hyo, sementara dia membiarkan hatinya tertawa umpat.
Mendengar cibiran yeoja didepannya, Kyu kembali kesal. Perlahan dua tanduk merah dengan asap cinta muncul diantara kepalanya, seringai kesal menghiasi wajah Kyu. Melihat ekspresi mengesalkan itu, Yeon Hyo sengaja menggerakkan jari-jarinya untuk memukul pelan kepala Kyu, membuatnya meringis.
” Heh! Kenapa menjitakku?! ” Protesnya seraya mengusap kepalanya.
” Heh!! Ekspresi anehmu, aku benci. Tuan Cho aneh!! ” Jawab Yeon Hyo tidak mau disalahkan.
” Heh, kau yang memulai! Ternyata kau memang keras kepala ya! Ergh..! ” Gerutu Kyu kesal dan menatap jengkel yeoja didepannya yang terlihat tengah melipat kedua tangannya dengan ekspresi menyebalkan.
” Heh, sebagai hukuman karena kau memulai kembali perdebatan ini. Selain kau hanya menemaniku ke acara pernikahan SungMin hyung, kau juga harus memakai high-heels yang kupilih!! ” Lanjut Kyu dengan seringai evil, sementara Yeon Hyo menegang mendengarnya.
” HIGH-HEELS?!! ” Pekik batin Yeon Hyo.
Kyu sentak menarik tangan kecil yeoja itu menuju mobil sport-nya. Setelah keduanya menaiki sport putih itu, Kyu menarik gasnya dengan keras dan BRUMMMM!!! Yeon Hyo kaget dan tegang seketika.
” Heh!! Pelan saja dan… mau kemana?!! ” Bentaknya disela jantungnya yang berdetak kencang.
” Hei keren kan? ckckck, aku mau membelikan high-heels untukmu! ” Tanya Kyu bangga, sedangkan kedua mata Yeon Hyo kembali membesar menatap wajah tampan yang tengah menyetir disebelahnya. Setelah mendengar ucapan berlebihan Kyu, Yeon Hyo merasa ada sedikit rasa sakit pada telinganya.
” Heh keren?!! TIDAK!! YAK, PELAN-PELANLAH CHO KYUHYUN!!! ” Bentaknya dengan teriakan yang keras sekali yang sama sekali tidak dihiraukan namja yang masih asik dengan gaya sok keren disebelahnya.

 

— — —
— Pernahkah kau berpikir kalau kau seperti pensil dengan berbagai warna cerah yang telah mewarnai hariku, senyummu seperti air yang selalu menyegarkanku, teriakkan cemprengmu terdengar seperti simphony indah yang pernah kudengar, apakah terdengar seperti lelucon? Tidak, kau memang seperti itu dimataku. —

 

Sebuah mobil sport putih berdecit saat seseorang memberhentikannya dengan sedikit bergaya, senyum si pemilik mobil sport itu terlihat mengembang disepanjang perjalanan, berbeda dengan seorang berwajah kecil yang sedari tadi memperlihatkan kekesalannya.
” Taraaa! Let’s go! ” Teriak seorang namja dengan girang ketika mendapati sebuah mobil sport miliknya berhenti tepat didepan sebuah butik dan juga sebelum sempat dia melepas safe belt-nya.
” Heh kau cewek atau cowok? Berbelanja? Berbelanja high-heels?!! ” Sergah seseorang disebelahnya dengan ketus, dilihatnya dengan seksama baner besar bertuliskan Hee Trendsetter maker!
” Yak! Heh, Yoon Yeon Hyo cepat! Berisik sekali sih! ” Omel Kyu membalas bantahan yeoja disebelahnya.
” Heh, aku melepas belt-ku? Kau saja belum! ” Ketus Yeon Hyo kembali, mendengar itu Kyu segera tersenyum aneh dan segera melepas safe belt-nya.
” Hei yeoja cantik sejagad raya dunia gaib. Lepaskan sekarang safe belt-mu! ” Ucap Kyu dengan menyeringai, terpaksa yeoja itu melepas beltnya dan menuruti Kyu untuk menemaninya berbelanja high-heels untuknya.

Kyu menggenggam dan menggandeng tangan Yeon Hyo ketika memasuki sebuah Butik. Gaun putih dengan corak golden terlihat cantik yang menyapa Yeon Hyo, membuat yeoja itu sejenak terdiam menatapnya.
” Cho Kyuhyun?! ” Panggil seseorang kepada seorang namja yang tengah menatap gaun putih bersama yeoja-nya, Keduanya pun tersentak kaget.
” Eh? Ah, Hee Ae nuna? ”
” Apa sudah lama? Hei, apakah dia Yeon Hyo yang sering kau ceritakan? ” Ucapnya kemudian berjalan mendekati adik sahabatnya, Cho Ahra.

Dengan senyum ramah, Hee Ae nuna mendekati Kyuhyun yang juga tengah tersenyum kepadanya sedangkan Yeon Hyo tersenyum sedikit heran, dia terlihat berkali-kali melempar tatapan tanya kearah Kyu dan Hee Ae.
” Aku baru saja sampai, Ehm ne. Kenalkan, Yoon Yeon Hyo dan Yeon a, kenalkan dia Kim Hee Ae sahabat Ah Ra nuna.. ” Jelas Kyu kepada kedua yeoja didekatnya, memperkenalkan keduanya.
” Kim Hee Ae, panggil saja Hee Ae.. ” Sapa Hee Ae dengan senyumnya dan menjabat tangan Yeon Hyo.
” Yoon Yeon Hyo imnida, bangapseumnida Hee Ae unnie.. ” Balasnya tidak kalah ramah.
” Eh iya, Yeon Hyo a.. Kyuhyun sering membicarakanmu saat bertemu denganku, dia bilang kau manis.. ” Ledek Hee Ae unnie yang seketika saja membuat namja didepannya menatapnya tajam.
” Eh, Hee Ae! Cepat pesananku! ” Kesal Kyu yang merasa tidak terima dengan ledekkan nuna-nya.
” Heh, Hee Ae nuna! Kenapa hanya Hee Ae?! Ck! ” Omel seorang yeoja yang sudah lama dikenalnya dengan kesal.
” Ckck, ne Hee Ae nuna. Pesananku..? ” Ingat Kyu dengan tatapan tajam yang masih terlihat, mendengarnya Hee Ae segera menatap Yeon Hyo yang sedari tadi hanya diam heran. Hee Ae kemudian pergi, entah apa yang akan dia lakukan.

Beberapa menit kemudian, terlihat seseorang yang bernama Kim Hee Ae datang dengan membawa sebuah High-heel putih yang cantik dikedua tangannya sedangkan dibelakangnya, terlihat seorang yeoja yang sepertinya adalah pegawainya membawa sebuah gaun putih selutut, corak pink sebagai hiasan belt digaun itu terlihat manis sekali.
” Hei, Cho Kyuhyun. Ini pesananmu, cantik sekali ne? ” Seru Hee Ae bangga dengan memperlihatkan kreasinya.
” Yaaak! Hee Ae nuna..! Darimana kau belajar membuat gaun secantik ini?! Heh, Yeon Hyo! Kau pasti terlihat cantik sekali dengan sepasang gaun dan high-heels itu! ” Ucap Kyu menyeringai, Yeon Hyo menatap gaun dan high-heels itu tanpa berkedip. Nomu yeppo! Batin Yeon Hyo bersemangat.
” Yeon Hyo a, pakailah. Aku ingin melihatmu memakai gaun dan high-heels ini. Kyu memesannya sendiri kepadaku dan dia bilang dia mau memberikannya ke seseorang yang spesial.. ” Seru Hee Ae senang dan Kyu berdecak kesal karena merasa dikhianati untuk kedua kalinya dengan Hee Ae.
” Eh?! Aku?! ” Kaget Yeon Hyo. Senang? Tentu.
” Ne! Cepat..! ” Ucap Hee Ae kembali dan menarik yeoja yang tengah membesarkan kedua matanya kaget.

” Lihatlah dirimu, kau cantik sekali. Seandainya bisa, aku ingin sekali melihatmu suatu saat nanti bergaunkan gaun yang kupesan khusus untukmu dan berdiri disampingku didepan altar. ”

Seorang yeoja dengan t-shirt putih membuka perlahan tirai yang menutupi sebuah kamar ganti sehingga terlihatlah perpaduan pas antara sepasang gaun dan high-heels dengan seorang yeoja berambut panjang yang berhiaskan bandana perak tengah berdiri membelakangi Kyu juga Hee Ae setelah sebuah tirai besar yang telah menutupinya selama beberapa menit itu, membuat yeoja cantik itu sesaat tidak ada didepan pandangan kedua mata Kyuhyun.
” Yeon Hyo, berbaliklah.. ” Perintah Hee Ae yang segera menuruti perintahnya.
” SRET! “ Yeon Hyo berbalik dengan senyum yang seakan dipaksakan menghiasi wajahnya. Kedua kakinya sedikit limbung ketika dengan perlahan mulai berjalan keluar dari kotak yang penuh kaca bertirai besar itu. Berbeda dengan Yeon Hyo yang menegang, Kyu dan Hee Ae justru tengah menatap kagum seseorang yang kini berjalan mendekat kearah mereka.

” Yeon Hyo, nomu yeppo…! ” Puji Hee Ae girang, yaa bagaimanapun juga gaun dan high-heels itu kreasinya.
” Gomawo unnie, ehm apa benar gaun dan benda ting— eh high-heels ini cocok untukku? ” Tanyanya ragu, kedua kakinya masih saja limbung.
” Ne, saeng… Yeppo ne, Kyu?! ” Ucap Hee Ae kemudian beralih pada Kyu, tapi sepertinya Kyu tidak mendengarnya.
” HEH! Dia cantik ne?! ” Ucap Hee Ae mengulang dengan lebih keras, seketika saja Kyu yang sedari tadi tidak berkedip menatap Hee Ae nuna tajam.
” Heh, Hee Ae nuna! Jangan berteriak, berisik! Aku sudah tau kalau memang Yeon Hyo-ku cantik sekali! Ck! ” Omel Kyu tidak santai, tanpa sengaja omelan Kyu membuat yeoja dengan gaun putih itu tersipu malu sehingga tanpa sadar dia menggerakkan kaki kirinya dan—
” Awww!!! ” Teriak Yeon Hyo kaget ketika merasakan seluruh badannya ada yang mendorong kedepan, tapi untung saja sebuah dada bidang lebih dulu bisa menangkap tubuh kecil yeoja itu. Merekapun terjatuh bersamaan.

” BRUK! “ Kedua tubuh sepasang kekasih itu terjatuh dengan posisi yang bisa dibilang tidak pantas ke lantai. Jantung keduanya berdetak kencang setelah mendapati posisi mereka yang benar-benar tidak direncanakan, terlebih saat secara tidak sengaja bibir Yeon Hyo sempat sejenak menyapa ramah kedua bibir Kyu yang sekarang bergetar.
” Ehem! ” Deheman keras berhasil membuat keduanya berdiri dan merapihkan pakaian mereka dengan mengibaskan tangan mereka pada masing-masing mereka.
” Gwenchana? ” Tanya Hee Ae dengan bersikap cemas kepada Yeon Hyo, kekehan kecil sesekali terdengar dari kedua bibir Hee Ae.
” Gwenchana, unnie.. Ehm gaunnya cantik dan high-heelsnya juga.. ” Jawab yeoja yang masih mengenakan gaun itu, raut malu terlihat jelas diwajahnya.
” Eh geure? Gomawo saeng. Ehm.. lepaslah gaun itu dan aku akan kemaskan untukmu. ” Lanjut Hee Ae yang segera dianggukkan oleh Yeon Hyo. Yeoja itu segera melepas dan menenteng high-heelsnya tergesa-gesa pergi dari tempatnya untuk berganti pakaian.
” She is really really pretty. Kyu, you’re the lucky one… ” Gumam Hee Ae pelan yang dibalas dengan tatapan heran dari Kyu.

— — —
” CKIT! “ Tangan kekar Kyu perlahan mendorong keluar pintu kaca besar sehingga terbuka lebar, membiarkan dirinya dan tubuh kecil yeoja-nya keluar dari lemari super besar itu, Hee Ae terlihat mengekor dibelakang mereka.
” Hee Ae unnie, gomawo ne? Gaun dan high-heels nya cantik sekali.. ” Puji Yeon Hyo sesaat sebelum pergi dari Butik mewah yang besar itu.
” Ne saeng.. Ck, dipernikahan Lee Sungmin nanti pasti kau tidak kalah cantik dengan pengantinnya Lee Sungmin.. ” Balas Hee Ae kembali memuji.
” Nuna, aku tahu dia cantik tapi jangan memuji berlebihan karena dia nanti besar kepala! ” Cibir Kyu kepada yeoja yang tengah menggenggam erat tali tas kertas sedang yang berisi gaun yang indah.
” Ck! ” Decak Yeon Hyo kesal.
” Bye, Hee Ae nuna! Gratis untukku, ne?! ” Teriak Kyu menyeringai seraya berlari menuju mobilnya yang segera dinaiki.
” Eh?! Yakk Cho Kyuhyun! Hhh, Yeon Hyo a, hati-hati terhadap Cho Kyuhyun ne?! ” Balas Hee Ae memperlihatkan seringai kejam yang tidak kalah seram dengan Kyuhyun.
Tanpa menjawab Yeon Hyo tersenyum kepada Hee Ae unnie, tangan kirinya yang menganggur dibiarkan bergerak melambai kearah yeoja yang masih berdiri didepan pintu besar Butiknya. Yeon Hyo menyusul Kyu menaiki mobil sport putih didepannya setelah sebelumnya dia membungkuk kepada Hee Ae yang notabene lebih tua darinya, sedangkan Kyuhyun hanya terus terkekeh karena berhasil kembali meledek sahabat nuna-nya itu.

Gas mobil sport putih yang sedari tadi terdiam terparkir dihalaman Butik, bergerak perlahan meninggalkan tempatnya dengan deruan gas yang menemani laju mobil nya.
Cahaya kota Seoul indah sekali, puncak namsan tower terlihat begitu kecil dari sebuah kaca mobil yang melarang udara malam yang menusuk menembus kulit si kedua orang itu. Senyum indah terlihat tidak terlepas dari bibir Yeon Hyo, mengingat kesenangan yang tidak pernah terpikir olehnya.
” Kau lapar? ” Sebuah suara berhasil membuyarkan lamunan yeoja yang tengah menatap indahnya Seoul.
” Heh tuan Cho, terima kasih ne? Gaun dan high-heels bodoh ini cantik sekali, ehm kau bilang apa? Lapar? Yaaa lapar sekali! ” Jawab Yeon Hyo lepas.
” Ck, heh lebih feminim sedikit gaya bicaramu bisa tidak?! ” Protes Kyu yang mendengar ucapan lepas seseorang yang sekarang tengah duduk disampingnya.
” Jangan protes, aku lapar. Cepat! ” Perintah Yeon Hyo tidak menghiraukan protesan Kyu, dengan berdecak kesal namja keren berkemeja biru langit itu kembali berfokus pada setir.

…xxx…

— Kenapa namja itu selalu bisa membuatmu tertawa lepas? Apakah kau benar mencintaiku? Kenapa kau selalu bersemangat ketika secara tidak sengaja maupun sengaja bertemu dengannya? Say that you love me, please… —

 

” Yak! Sampai dan kau.. Keluar! ” Perintah Cho Kyuhyun kepada Yeon Hyo selayaknya mengusir seekor kucing.
” Heh, kenapa seperti itu? Bisakah kau lebih lembut? Apakah seperti itu caramu menunjukan cintamu? ” Protes Yoon Yeon Hyo kesal, bibirnya mengerucut sempurna.
” Tsk, cepat keluar chagiya.. ” Balas Kyu menyeringai dengan senyuman aneh terlihat mengerikan.
Setelah berkata seperti itu, tanpa basa-basi Kyu segera melepas safe beltnya dan kemudian keluar dari mobil, Yeon Hyo menatap jengkel namja didekatnya.
” Namja aneh yang tampan! Aku sendiri heran kenapa bisa mencintainya… ” Desah Yeon Hyo seraya melepas safe beltnya.
Keduanya pun berjalan bergandengan memasuki sebuah cafe bercat orange mewah dengan sebuah plat banner bessar bertuliskan White Cafè.

Kyuhyun dan Yeon Hyo bergandengan mesra saat memasuki sebuah cafe, layaknya pangeran William dan putri Kate, semua mata menatap keduanya yang segera disambut senyuman PD Kyu dan tundukan malu Yeon Hyo.
” Lihatlah para yeoja itu menatapku, apakah aku terlalu tampan? ” Bisik Kyu dengan bangga, Yeon Hyo yang mendengarnya mendengus kesal.
” Tsk, aku tau aku sangat cantik. Heh Kyu, lihatlah mereka para namja sekarang melihatku! ” Balas Yeon Hyo tidak mau kalah, dia tersenyum menang sekarang.
” Eh aku sedang tidak mau bertengkar jadi… Duduk disana ne? ” Kyu berubah melembut, tangannya mengeratkan genggamannya pada Yeon Hyo dan menarik yeoja itu kesebuah meja sebelah jendela.
” Yes, mr. Evil..! ”
” Terserahlah.. ”

— —
Cahaya malam yang berkelap-kelip, puncak namsan tower masih terlihat begitu kecil. Kesekian kalinya decakan kagum Yeon Hyo terdengar ketika melihat puncak Namsan Tower yang menyala.
” Huwaaa, oppa aku ingin ke Namsan Tower..! ” Pinta Yeon Hyo yang tidak melepaskan pandangannya pada cahaya-cahaya itu.
” Ne, eh kau bilang apa? Oppa? ” Jawab Kyu disertai rasa ketidak percayaannya.
” Wae? Ne, oppa.. Wae? ” Ucap Yeon Hyo menekankan kata Oppa.
” Tidak, aku hanya sepertinya baru sekali mendengarmu berkata seperti itu.. ” Balas namja itu dengan datar.
” Eh?! Tsh, Cho Kyuhyun. Apakah kau lupa kalau dulu saat kita masih taman kanak-kanak, aku pernah memanggilmu Oppa? ” Mendengar pengakuan Yeon Hyo, Kyu terdiam sejenak, jantungnya kembali berdetak kencang. Apakah benar dia masih ingat? Pikir Kyu, dia benar-benar tidak mengira kalau yeoja didepannya masih mengingat ucapannya dulu.
” Yeon Hyo, aku— ”
” YEON HYO a..! ”
” EH?! ” Sentak Kyu dan Yeon Hyo kaget ketika mendengar seseorang berteriak memanggil nama Yeon Hyo.
” Lee.. Lee.. Donghae? ” Gumam Kyu kaget, segera saja raut wajahnya berubah.

Seorang namja dengan kemeja biru dan grey jeans menghampiri sebuah meja yang berada disudut sebelah jendela, senyumnya terus menghiasi wajahnya dan tatapannya tertuju kepada seseorang yang sedang duduk dengan anggun dikursinya.
” Lee Donghae oppa? Sedang apa? ” Tanya Yeon Hyo gembira, dia segera berdiri dan tersenyum semanis-manisnya kepada Lee Donghae sedangkan Kyu melihatnya kesal, Donghae yang sudah berdiri didepannya mengusap pelan kepala yeoja itu.
” Sedang lapar karena itu oppa kesini, kau sendiri? ”
” Eh iya, aku juga. Ehm sendirian? ” Tanya Yeon Hyo lagi seraya melihat kesebelah Lee Donghae.
” Ne, eh? Ada Kyuhyun? ” Ucap namja berahang tajam itu tersenyum kepada seorang namja yang sedari tadi menatapnya kesal.
” Eh aku lupa, Kyuhyun berdiri dan senyum! ” Perintah Yeon Hyo polos yang semakin membuat Kyu kesal, dengan kasar Kyu menghentakkan kakinya dan berdiri.
” Hei Lee Donghae-ssi. ” Sapa Kyu malas, dengan senyum terpaksa.
” Ne. Eh jangan Lee Donghae-ssi, Donghae saja. ” Balas Hae ramah dan mengulurkan tangannya, dengan terpaksa Kyu menjabat tangan Donghae.

Setelah Kyu berjabat tangan dengan namja yang pernah disukai yeoja-nya itu, dia kembali menghempaskan tubuhnya kasar.
” Ehm, Yeon Hyo.. Aku pergi dulu ne? ”
” Eh?! Bukannya kau lapar? ” Jawab Yeon Hyo kecewa.
” Ehm iya sih, tapi a— ”
” Silahkan duduk oppa, bersama seperti ini lebih asik! ” Sergah Yeon Hyo cepat seraya memerintahkan namja itu duduk disebelahnya.
” Eh? Gwenchana? ” Tanya Donghae memastikan, senyuman lepas kembali terlihat.
” Ne, Kyuhyun oppa juga tidak keberatan… ” Jawab Yeon Hyo berpihak sendiri, Kyu yang mendengarnya mendengus kesal.

Selama Dinner, Yeon Hyo lebih sering tertawa bersama Donghae, seakan Kyu tidak ada diantara mereka. Kyuhyun yang merasa tidak dihiraukan beberapa kali terlihat mengetuk-ngetuk piringnya dengan sumpit berharap kalau yeoja didepannya akan melihatnya tapi salah! Yeon Hyo tetap asik dengan Lee Donghae.
” Oppa, aku mau pulang.. ” Rengek Yeon Hyo disela tawanya dengan Donghae kepada Kyu tapi sebagai balasan namja itu tidak menghiraukannya.
” Oppa… ” Rengeknya lagi tapi Kyu terlalu gengsi dan kesal sehingga—
” Bersamaku saja. ” Seru Donghae menjawab rengekan yeoja yang tengah memelas itu.
” Eh? Geure? Yey! ” Segera saja Yeon Hyo gembira tapi berbeda dengan Kyu yang seketika membesarkan kedua matanya, kesal sekali.
” Tidak! Yeon Hyo, cepat! ” Sergah Kyu yang kemudian berdiri. Yeon Hyo dan Donghae sejenak terdiam heran.
” Tsh, ne Kyuppa.. ” Setelah Yeon Hyo menjawab dengan nada ketus, Kyu segera menarik tangan kecil yeoja itu. Sementara Lee Donghae tersenyum miris kearah mereka yang pergi menjauh.
” Yakk!! Cho Kyuhyun! Bisakah kau tersenyum sedikit saja tadi?! Wajahmu terlihat menyebalkan sekali tahu!! ” Omel Yeon Hyo ketus, kedua tangannya melipat didepan dadanya.
” Berisik sekali kau! ” Jawab Kyu yang merasa kesal karena dia mengira Yeon Hyo terlalu melebih-lebihkan sikapnya kepada Lee Donghae.
” Ck! Heh tuan Cho, aku kesal sekali tadi mendengar dentingan sumpit dan garpumu dipiring! Berisik tahu! ” Omelnya lagi, sepertinya yeoja ini memang senang mencari kesalahan namja disebelahnya.
” Lee Donghae! Lee Donghae! Lee Donghae terus! Aku benci mendengarnya! Kenapa sih kau senang sekali membuatku kesal karena sikap berlebihanmu terhadap Lee Donghae?! Aku sengaja bersikap seperti itu! Heh Yoon Yeon Hyo!! Aku cemburu tahu! ” Jelas Kyu panjang lebar, Yeon Hyo yang mendengarnya merasakan jantungnya berdetak kencang, senyuman indah tersirat diwajah cantiknya.
” Benar yang kau bilang, Kyu? ” Tanya Yeon Hyo meyakinkan, senyuman dibibirnya terlihat semakin mengerikan untuk Kyu.
” Ne! Tsk, aku capek dan… eh eo.. eh.. Kau jangan dekat-dekat namja sok perfect itu lagi ne? ” Ucap Kyu tanpa berani menatap yeoja yang tengah tersenyum mengerikan disebelahnya, jantungnya tidak kalah deg-degan seperti Yeon Hyo, bedanya Kyu tidak berani menatap Yeon Hyo sedangkan Yeon Hyo terus menatap lekat wajah memerah Kyu dengan tetap tersenyum.
” Tuan Cho, apakah kau tahu? Aku senang kau berkata seperti itu dan.. bisakah kau melihat kearahku? ” Timpal Yeon Hyo, kesunyian sejenak tercipta diantara keduanya.

Disisi lain, seseorang dengan rambut blonde sedang mengintai mereka, sebuah hyundai putih menyembunyikan dirinya.

 

…xxXxx…
— Aku tidak pernah memaksamu untuk memilih siapa yang pantas untuk kau taruh ditempat spesial didalam hatimu tapi mianhae, karena sejujurnya sudah ada seseorang yang telah mengisi tempat spesial didalam hatiku. —

 

Beberapa hari telah berlalu dengan status Yeon Hyo menjadi kekasih seorang Cho Kyuhyun. Sinar mentari pagi terasa begitu hangat, terasa pas dipadukan dengan udara dingin Seoul yang menusuk. Embun pagi didaun-daun terjatuh pelan membasahi beberapa helai rambut seorang yeoja yang tergerai. Earphone berwarna Pink terpasang dikedua telinganya menandakan alunan musik yang sedang menyegarkan pendengarannya, sesekali kepalanya ikut berdendang riang.
” Tskkk, really cool..! ” Ucapnya bergidik, kedua tangannya kembali mengeratkan sweater putih yang dikenakannya.
Seandainya ada si setan tengil itu, pasti akan sedikit panas! Dingin sekali! Pikirnya mengeluh, lagi-lagi yeoja itu mengeratkan sweaternya dan menggesekkan kedua telapak tangannya kasar.

” Permisi, bisa aku duduk disini? ” Sapa seseorang, suaranya yang sedikit keras berhasil menyadarkan Yeon Hyo.
” Ne, silahk— Lee Hyuk Jae oppa?! ” Pekik yeoja itu yang sentak berdiri, raut wajah senang sekaligus kaget tergambar jelas diwajahnya.
” He’eh saengku yang cantik kenapa kaget? Tsk, apa kau tidak mau memelukku karena aku kan baru sampai di Korea..! ” Protes namja bernama Lee Hyuk Jae itu, kedua tangannya merentang didepan Yeon Hyo.
” Tskkk, heh siapa yang mau memelukmu?! Ehm, Hyuk oppa, kenapa sebentar sekali di Amerika? Apa kuliah di Amerika enak? ” Tanya Yeon Hyo melipat kedua tangannya didepan dada dan tidak menghiraukan ekspresi Hyuk yang siap memeluknya.
” Cih, saeng macam apa? Heh Yeon Hyo, sejak kecil kita kenal dan selalu bersama tapi kenapa berpisah selama itu sepertinya kurang?! ” Cibir Hyuk Jae mengerucutkan bibirnya.
” Ck! Heh Lee Hyuk Jae ssi! Siapa yang bilang kalau selama beberapa tahun kau berada di Amerika itu kurang?! Kau ini kenapa berlagak segala berkuliah di Amerika?! Tsk! ” Balas Yeon Hyo bersikap acuh tapi kemudian dia segera memeluk teman yang sudah dianggap Oppa nya itu.
Lee Donghae, sahabat Hyuk Jae sekaligus Sunbae Yeon Hyo ketika di Kyung Hee tidak sengaja melihat kedekatan mereka, niatnya untuk menemui Yeon Hyo ternyata telah didahului oleh Lee Hyuk Jae membuatnya terpaksa tertahan dibalik sebuah pohon besar. Jantungnya berdetak kencang tidak terarah melihat yeoja yang secara perlahan mengisi hatinya tengah memeluk sahabat dan saingannya sendiri, Donghae memang mengenal bahkan dekat dengan Yeon Hyo karena Hyuk Jae.

” Hyuk oppa, ehm apa kau sudah bertemu Ahra unnie? ” Tanya Yeon Hyo melepas pelukannya.
” Eh?! A.. Ahra? Ehm su.. sudah. Wae? ” Entah kenapa, Hyuk berubah.
” Ehm, benar? Eh iya, oppa? Oppa tahu tidak kalau si setan aneh itu adalah kekasihku sekarang! ” Ucap Yeon Hyo polos, seperti sebuah pedang yang menusuk jantung, Hyuk Jae menegang seketika, sakit sekali.
” Se.. tan? Cho.. Cho Kyuhyun? ” Tanya Hyuk meyakinkan, berharap kalau pendengarannya salah tapi semua salah!
” Ne oppa, ajaib ne? ”
Hyuk terdiam sejenak seakan memikirkan sesuatu.
” Berapa lama? ” Setelah beberapa detik namja berambut blonde itu terdiam, akhirnya kedua bibirnya bergerak juga.
” Ehm, beberapa hari lalu. Wae? ” Jawab yeoja itu polos.
” Yeon Hyo a, boleh aku.. jujur? ” Perasaan sesak yang seolah ingin meledak benar-benar tidak terkontrol, dipikirannya hanya ada nama yeoja yang tengah berdiri didepannya.
” Ne, cepat! ” Desak Yeon Hyo.
” Sebenarnya aku sudah berada di Seoul dua bulan lalu tapi– ”
” Apa?!! Heh Lee Hyuk Jae! Kenapa tidak memberitahuku?! ” Bentak Yeon Hyo menyeka pembicaraan namja itu, Hyuk Jae hanya tersenyum menunggu yeoja cantik didepannya berhenti bicara.
Melihat reaksi Hyuk Jae yang terdiam, Yeon Hyo mengerti dan membiarkan namja didepannya meneruskan ucapannya.
” Yak! Katanya kau ingin bilang sesuatu, katakanlah… ” Perintah Yeon Hyo polos tanpa mengetahui apa yang sebenarnya ingin dikatakan Lee Hyuk Jae.

Tidak segera menjawab, namja bermarga Lee itu selangkah mendekat ke yeoja didekatnya. Selangkah mendekat sepertinya kurang sehingga Lee Hyuk Jae  melangkahkan kembali kakinya lebih dekat dan dapat diketahui jarak diantara keduanya sudah sangat tipis.
” Yeon Hyo a, aku– Apakah pernah sekali saja kau berpikir? Aku tahu kalau kita selalu bersama-sama sejak kecil. Aku, Cho Ahra, Cho Kyuhyun dan kau– Yoon Yeon Hyo.. Ehm, tapi entah kenapa setiap aku didekatmu aku merasa sesuatu yang berbeda. Yaa mungkin aku sudah gila, tapi aku jujur. Yeon Hyo a.. Aku tahu kau sudah memilikinya tapi biarkan aku mengatakan ini, setidaknya hanya untuk jujur kepadamu. Yoon Yeon Hyo, aku– ” Jelas Hyuk Jae dengan serius, jantung Yeon Hyo berdegup kencang, perasaannya sudah merasakan ada sesuatu yang aneh. Dengan sedikit keberanian Yeon Hyo menatap tajam kedua mata namja itu tepat dimanik matanya untuk mencari sebuah kebohongan tapi nihil!
” Hyukkie oppa.. Apa.. yang kau.. bicarakan? ” Tanya Yeon Hyo, seketika tubuhnya terasa membeku dan bergetar hebat bahkan kini kedua matanya terasa perih.
” Yeon Hyo a, dengarlah. Aku mungkin egois tapi– ”
” Lee.. Hyuk.. Jae.. oppa..? ” Airmata mengalir begitu saja melalui kedua sudut mata yeoja itu, perlahan membasahi kedua pipinya.
” Yoon Yeon Hyo, aku– saranghae.. Jongmal saranghae… ”

Brukk! ” Sebuah benda terjatuh tepat didekat sebuah pohon pinus besar, terlihat seseorang berdiri menegang dengan dua gelas plastik kopi yang kini telah terjatuh. Lee Hyuk Jae yang sudah dapat menebak siapa orang itu sama sekali tidak menoleh seakan enggan melihatnya, berbeda Hyuk Jae, Yeon Hyo yang menyadari ada seorang yang memperhatikan segera berlari menghampiri namja yang masih terdiam mematung dengan kesedihan diraut wajahnya.
Bagaimana tidak? Seseorang yang tidak lain adalah kekasihnya tadi terlihat tengah berdiri didepan seseorang yang tidak lain Sunbae-nya yang sekaligus teman masa kecil juga salah satu sahabat seseorang yang dibencinya, Lee Donghae. Kyu tidak sengaja mendengar secara jelas semua pengakuan yang keluar dari bibir Lee Hyuk Jae.
” Kyuhyun oppa, jangkaman?!! ” Teriak Yeon Hyo berusaha mengejar Kyu yang lebih dulu berlari pergi. Lee Donghae yang melihat semua kejadian drama nyata didepan matanya hanya mampu menggigit bibir bawahnya kencang.

Tanpa menghiraukan Yeon Hyo yang mengejarnya untuk memberikan penjelasan dengan apa yang telah terjadi, Kyuhyun terus berlari menjauh seakan menghindar.
Udara dingin di Seoul yang begitu menusuk dalam sekejap berubah menjadi panas bagi Yoon Yeon Hyo. Cemas? Panik? Sedih? Kecewa? Itulah yang sekarang dirasakan yeoja bermarga Yoon itu.
” Kyuhyun, jangkaman!! Heh, Cho Kyuhyun!! ” Teriak Yeon Hyo seraya berlari, seakan tidak merasa lelah yeoja itu terus berlari mengejar Kyu yang kini sudah berada jauh didepannya. Yeon Hyo cemas, dia takut kalau namja tampan itu marah kepadanya.
” YAK..! CHO..! KYUHYUN..!!! ” Teriak Yeon Hyo kembali dengan nada lebih keras, suara lengkingannya ternyata mampu seketika membuat langkah Cho Kyuhyun terhenti.
” Hhh… syu.. kur.. lah.. dia.. hh.. ber.. hen.. hh.. ti.. ” Entah kenapa, setelah mendapati namja bermata hazel itu menghentikkan langkahnya, kedua lututnya yang sedari tadi dia rasakan kuat untuk berlari tiba-tiba saja melemas dan–
“BRUKK!” Tubuh kecil yeoja bermarga Yoon terhempas kerumput hijau Kyung Hee University.

Kyuhyun masih terdiam ditempatnya berdiri, dia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada Yeon Hyo. Dadanya masih terasa sesak sekali, pengakuan Hyuk Jae yang benar-benar tidak pernah terpikirkan olehnya masih mengiang dengan jelas dikedua telinganya.
“GREP!” Tangan kanannya menggenggam erat dada yang tertutup kemeja putihnya. Kepalanya menengadah menatap langit biru yang dihiasi sinar matahari yang belum sepenuhnya terik, memang masih pagi jadi matahari belum sepenuhnya terbit.
” Yoon Yeon Hyo.. Kenapa suara teriakkanmu tidak terdengar lagi? Kemana kau? Kau yang menginginkanku berhenti karena kau sepertinya lelah mengejarku tapi kenapa sekarang kau tidak berteriak memanggilku dan memelukku? ” Gumamnya pelan dengan wajah yang masih menata lekat langit biru.
” Oppa..!!! ” Teriak seseorang dengan lengkingan khasnya, yeoja itu terduduk lemah diatas rumput hijau sedangkan seorang yang merasa dipanggil segera menoleh, alangkah kagetnya ketika dilihat seseorang yang disayanginya menatapnya miris dari kejauhan.

Disisi lain, seorang yang tidak lain bernama Lee Hyuk Jae masih terdiam menyesal. Ya, dia menyesal dengan apa yang telah Ia katakan pada yeoja yang tanpa sengaja telah mengisi isi hatinya yang terasa masih polos. Desahan berat terdengar diantara udara yang tidak bergeming, kedua telapak tangannya mengepal mengumpat semua penyesalan yang ada dirinya, kedua matanya menatap miris rumput-rumput hijau yang tertanam rapih dibawah penglihatannya dan pikirannya pun seolah tertarik kembali ke kejadian bodoh yang telah dilakukannya beberapa waktu lalu.

–FLASHBACK ON–
” Hyukkie, kapan kau akan kembali ke Korea huh?! ” Kesal seseorang dibalik telefon genggam milik namja berambut blonde yang akrab disapa EunHyuk.
” Eung hahaha, mollaso Donghaengi! Wae?!” Sahut Hyuk Jae santai sembari menyeruput perlahan segelas cappuchino yang dipegangnya.
” Cih! Heh Hyukkie, bagaimana kuliahmu di Amerika? Apakah yakin kau bisa berbahasa inggris dengan baik?! ” Celos Donghae mencibir, untuk sesaat Hyuk Jae berdecak jengkel dibalik ponsel yang digenggamnya.
” YAK, DONGHAENGI! Kau mengejekku? Ck, aku akan kembali ke Korea beberapa hari lagi, awas ne?! ” Ancam Hyuk Jae dengan terkikik kecil, mereka memang terlihat senang sekali bergurau, keduanya telah menjadi sahabat baik sejak SMP tapi semenjak Hyuk Jae memutuskan untuk berkuliah di Negeri Paman Sam itu keduanya jarang bergurau walau hanya lewat benda kecil bernama ponsel.
” Jincha? Aish, kau berani mengancamku eoh? Hahaha, you will never!! Eh iya, kau ingat Yeon Hyo kan? Dia— ”
” Ne, wae? Kau menyukainya?! ” Timpal Hyuk Jae memotong ucapan Donghae dengan sedikit nada bergurau.
” Tsh..! Ani, aku hanya– Eum mianhae Hyukkie, aku ada jam pelajaran. Bye! ” Jawab Donghae dari balik ponsel, suaranya terdengar sedikit bergetar entah karena apa membuat Hyuk Jae sejenak termenung gelisah.
” Eh? Engh, ne Donghaengie. ” Ucap Hyuk Jae sesaat dan kemudian memutus hubungan telefon mereka.

Kedua mata Hyuk Jae menatap lurus deretan awan biru yang sesekali terlihat membentuk seperti beberapa benda yang seakan melayang indah dan kemudian hilang karena tiupan angin yang memaksa. Dicengkramnya erat gelas kosong yang sejak tadi memberikan aroma dan sajian nikmat cappuchino, sementara tangan lainnya menggenggam erat benda kecil yang sering disapa ponsel diantara jemari nya dengan kuat. Raut penyesalan tampak jelas dari wajah seseorang yang kini berdiri diambang pintu sebuah cafetaria dengan baner besar yang berlogokan Kyung Hee-taria Coffe.
” Donghaengie, mianhae aku berbohong kepadamu. Amerika? Sekarang? Huh, alasan bodoh itu! Bahkan aku sebenarnya sudah setengah bulan yang lalu menjajakan kaki-ku di Korea. Donghaengi.. aku tidaklah seorang sahabat yang baik untukmu, bahkan perasaanmu terhadap yeoja bernama Yeon Hyo yang sudah kuketahui malah kini berusaha kuhancurkan sendiri, haha. ” Lirihnya penuh sesal dengan menarik salah satu ujung bibirnya secara paksa.
” Kyuhyun a, mianhae karena sikap egoisku yang telah menjadikanmu sasaranku. Aku gila sekarang karena kerinduanku dan perasaan terpendamku telah membuatku benar-benar hanya menginginkan Yeon Hyo untuk menjadi milikku. Sms bodohku terhadapmu– ah, mianhae Kyuhyun a. ” Lanjutnya yang kemudian melangkahkan kedua kakinya berat pergi meninggalkan sebuah bangunan berukuran sedang yang terletak dibelakang gedung besar bernamakan Kyung Hee University.
–FLASHBACK END–

…xxx…
Seorang yeoja berkulit putih susu terlihat anggun dengan gaun putih selutut berhiaskan pita pink yang melingkar dipinggul rampingnya, sepasang high-heels putih ber-hak 9cm menambahkan kesan anggun yang memancar dari yeoja tersebut. Dengan sedikit berjalan terseok-seok, yeoja bernama lengkap Yoon Yeon Hyo menghampiri seorang namja yang kini hanya bisa membesarkan kedua mata menatapnya penuh kekaguman. Sebuah tarikan yang membentuk lengkungan indah mengembang diwajah namja tampan berbalut jas berwarna hitam senada yang ternyata segera dibalas dengan senyum kecut dari wajah yeoja yang sudah berdiri dihadapannya seakan melupakan kejadian dipagi hari tadi.
” Kau– cantik! ” Puji Kyu menyeringai, matanya masih belum terlepas dari tubuh indah yeoja didepannya.
” Ckckck! Cho Kyuhyun, cepatlah! Aku tidak mau berlama-lama terjebak dengan high-heels bodoh pemberianmu! ” Protes Yeon Hyo kesal seraya setengah mengangkat kaki kirinya seolah ingin memperlihatkan betapa tersiksa dirinya.
” Iya, jelek!! ” Jawab Kyu berdecak kesal dengan kedua tangan sedikit membenarkan ujung kerah jas-nya. Namja bermata hazel itu berjalan dengan bergaya sok cool menuju pintu mobil dan segera menaiki mobil sport berwarna putih-nya.
” Heh cepat naik, bodoh! ” Teriaknya dari dalam mobil, dengan menggerutu kesal Yeon Hyo menaiki mobil sport didepannya.

— —
Selama perjalanan memang tidak ada yang menarik yaa karena keduanya selalu mempermasalahkan hal kecil dan menjadikannya alasan untuk bertengkar. Beberapa menit sudah keduanya berada didalam benda yang terasa gerah untuk Yeon Hyo karena pertengkaran tidak pentingnya itu, akhirnya Kyu menghentikan mobilnya tepat disebuah parkiran Hotel mewah yang berdiri megah dihadapan matanya.
” Cepat keluar… ” Perintah Kyu datar seraya melepas safe belt-nya.
” Ne, arra! Ck! ” Jawab Yeon Hyo ketus, dia segera melepas safe belt-nya dan mengikuti namjachingu-nya menuruni ferarri putih itu.
Setelah keduanya keluar dari benda mewah berwarna putih tersebut, dengan anggun mereka berjalan memasuki gedung bertingkat itu.
” Eh tuan Cho! Pernikahan temanmu, Lee Sungmin sebenarnya menikah dengan siapa? Kenapa aku tidak pernah mengenal namja bernama Lee Sungmin itu? ” Tanya Yeon Hyo panjang dan Kyu hanya tersenyum tanpa menjawab, dengan tanpa permisi Cho Kyuhyun menarik tangan yeoja disampingnya kedalam rangkulannya.

” Lee Sungmin hyung?! Hee Ae nuna?! ” Seru Kyuhyun riang, dia melambaikan tangannya kearah sepasang kekasih yang memakai pakaian putih.
” Eh? Hee Ae? Hee Ae unnie, katamu? ” Tanya Yeon Hyo menatap tajam namja disebelahnya yang tidak menghiraukannya.
” Cho Kyuhyun?! Akhirnya kau datang..! ” Seru seseorang yang sepertinya adalah yeoja, Yeon Hyo yang merasa mengenal suara itu menoleh kearah suara itu.
” Hee Ae unnie?! ” Sentaknya kaget, kedua matanya membesar menatap seorang yeoja yang tengah berjalan menghampirinya berbalut gaun putih elegan yang panjang dengan seseorang disampingnya yang menggandeng tangan Hee Ae.
Kim Hee Ae dan Lee Sungmin tersenyum hangat kearah mereka, Yeon Hyo hanya bisa membalas dengan senyum kebingungan sedangkan Kyuhyun terlihat tengah menyeringai lebar kearah kedua pengantin serasi tersebut.

” Annyoung Kyuhyun ssi, ah aku pikir hanya Ahra yang datang.. Ah iya, Ahra sedang dibelakang sepertinya. Kau telat Kyu, pesta dansa hampir dimulai dan kau tidak melihat ketika kami berdua melempar serangkai bunga, ck! ” Sapa seorang namja yang bernama Lee Sungmin yang langsung disertai beribu pertanyaan.
” Annyoung.. Eh, biarkan Ahra nuna. Ehm, ani hyung kekekek~ ” Balas Kyu menyeringai semakin lebar.
” Iya. Heh cepat hilangkan kekehan anehmu! Dan– waah Cho Kyuhyun sudah memiliki calon pengantin ne? Siapa namanya??? ” Ledek Sungmin melirik nakal kearah Yeon Hyo yang masih menatap mereka heran.
” EH?! Ehm itu.. ehm.. eh.. ”
” Yak! Kyuhyun ssi, kenapa kau gugup hah? Dan kau, Yeon Hyo! Kenapa kau menatap seperti itu? Apa kau tidak malu diledek seperti tadi oleh Minnie-ku?! ” Protes Hee Ae sedikit berteriak, dia menyipitkan kedua matanya membuat Yeon Hyo tersadar.
” Eh? Mwo? Ah mianhae, aku hanya tidak habis pikir kalau setan disebelahku tega membuatmu ribet dengan gaun-ku sementara kau sendiri mau menikah! ” Jawab Yeon Hyo polos, Sungmin yang mendengar pernyataan yeoja didekatnya terkekeh geli sedangkan Kyu menatap tajam yeoja disebelahnya yang hanya setinggi telinganya walau sudah memakai high-heels.

 

You and I must make a part..
We must bring, salvation back..
Where there is love..
And I’ll be there…

Tiba-tiba suara musik lembut terdengar diseluruh ruangan menandakan puncak acara hari ini yang tidak lain adalah pesta dansa akan segera dimulai. Setiap undangan terlihat bersiap-siap memenuhi aula tengah yang akan menggemakan alunan musik klasik sebagai backsound acara dansa pasangan.
” Hei, namdongsaeng-ku! Dengar, lagu sudah dimainkan dan sebentar lagi akan berganti menjadi musik klasik jadi cepat, kita berkumpul disana! Dansa akan segera dimulai. ” Seru Hee Ae bersemangat, Kyu dan Yeon Hyo mengangguk mengerti, mereka pun berjalan beriringan menuju aula tengah.
lagu Mariah Carey – I’ll be there pun segera berganti menjadi alunan indah musik klasik, Kyu menarik paksa Yeon Hyo dan membawanya ke tengah aula untuk berdansa dengannya.
” Let’s dance with me, my dear.. ” Bisik Kyu lembut, dia terlihat membungkuk dan mengulurkan tangannya dihadapan Yeon Hyo, tanpa basa-basi yeoja yang sudah merona merah meraih tangan Kyu.

 

— Jangan kau pernah berani-beraninya berpikir kau akan melepaskan genggamanmu kepadaku, karena aku tidak akan pernah berpikir akan bisa melepaskanmu.. —

 

” Yeon Hyo a.. Apa kau tahu? Sedikitpun tidak pernah terpikirkan olehku kalau pada akhirnya aku dan kau seperti ekarang. Ada perasaan geli memang, saat meningat semua yang pernah terjadi diantara kita. Kau sendiri tahu kalau kita selalu bertengkar dan saling ejek sejak kecil tapi ternyata kita saling menyimpan sebuah perasaan yang kita sendiri tidak pernah menyadarinya. Bagaimana menurutmu, Yeon Hyo-ku? ” Tanya Kyu disela dansa mereka, suasana romantis seketika tercipta dan membuat kedua pipi Yeon Hyo merona merah seketika.
” Ah iya, aku juga tidak pernah menyangka kalau sebenarnya si monyet jelek itu menyimpan rasa padamu. Kukira dia menyukai Ahra nuna, eh, ternyata tidak. Yeon Hyo a, ehm.. Apa kau senang ketika Hyuk Jae hyung berkata seperti itu kepadamu? ” Lanjut Kyu.
Mendadak suasana romantis yang telah tercipta berubah menjadi ketegangan bagi yeoja bermarga Yoon itu. Wajahnya yang sempat memerah kini terlihat menegang dan ini semua karena si setan tampan itu.
” Eh.. oh.. eo.. itu.. ”
” Hahahaha, Yeon Hyo a! Kau ini lucu sekali dan seharusnya kau lihat ekspresimu tadi! Ckck, mana mungkin pangeran tampan disamakan dengan monyet jelek?! ” Ucap Kyu menyeringai, Yeon Hyo menarik napas lega dan tersenyum mengejek ke namja berjas hitam didepannya.

Susana romantis tengah menyelimuti aula dimana pesta dansa berlangsung, Sungmin dan Hee Ae selaku pengantin diacara yang sedang diadakan ikut bergabung diantara banyak pasangan yang juga tengah menari mengikuti alunan musik klasik. Berbeda dengan kedua pengantin dan Kyuhyun juga Yeon Hyo yang tampak sangat menikmati puncak acara malam ini, tampak sepasang undangan yang hanya terdiam mematung dengan segelas wine dimasing-masing tangan mereka.
Cho Ahra, yeoja yang kini sudah merasa sangat bosan meneguk langsung segelas penuh wine yang sedari tadi hanya dipegangnya dalam satu tarikan napas, membuat Hyuk Jae yang tidak sengaja melihat hal itu segera menelan ludahnya secara kasar.

” Cho.. Cho.. Cho Ahra?! Ka.. Kau?! ”
” Mwo? Aku bosan, Hyuk Jae oppa! Melihat mereka berdansa sedangkan kita hanya terus berdiam diri disini! Huh… ” Keluh Ahra kesal seraya menatap jengkel namja berambut blonde yang terlihat masih kaget.
” Mwo??! Yak Ahra a… Kenapa kau tidak bilang hah?! Ehm.. Aku juga sedari tadi merasa bosan. Ck, jangan minum wine lagi, aku tidak mau kau mabuk. Cepat, Ahra a..! ” Paksa Hyuk Jae yang kemudian menarik paksa tangan yeoja bergaunkan gaun biru langit panjang dan membawanya kerangkulan tubuh kekarnya, Hyuk Jae menggenggam tangan Ahra dan menari mengikuti alunan musik klasik yang semakin terdengar memanas.
” gomawo Lee Hyuk Jae oppa.. ” Bisik Ahra tersenyum yang dibalas kedipan nakal dari Hyuk Jae.

— — —
Sudah ketiga belas kalinya dentang jam berbunyi, tampak aula kian sepi hanya tinggal menyisakan beberapa undangan yang tidak lain adalah keluarga besar Lee Sungmin dan istrinya, Lee (Kim) Hee Ae. Cho Ahra yang sempat merasa pusing dan limbung sudah terlebih dulu diantar kerumah oleh Lee Hyuk Jae, sedangkan Cho Kyuhyun dan Yoon Yeon Hyo terlihat tengah asik bertukar pembicaraan dengan kedua pengantin itu.
” Yeon Hyo a.. Kau sepertinya lelah sekali, lebih baik kau pulang ne? Aku tidak mau kau sakit.. Heh, Cho Kyuhyun, antar yeoja cantik ini dengan selamat ne? ” Cemas Hee Ae yang kemudian berganti meledek namdongsaeng dari sahabatnya, Cho Ahra.
” Ehm gwenchana unnie? Kau juga harus tidur seusai semua selesai karena sepertinya kau yang lebih lelah dibandingkan aku.. ” Balas Yeon Hyo seraya tersenyum dan menggenggam tangan Hee Ae.
” Ne saeng, ah ya.. Cepat kau antar dia Cho Kyuhyun, hari semakin gelap! ” Sambung Hee Ae lagi, Yeon Hyo dan Kyu tersenyum menatap kedua pengantin dihadapannya itu. Hee Ae memeluk kedua orang yang sudah dianggap sebagai saengnya itu, begitu juga dengan Sungmin sebelum membiarkan keduanya pergi dari tempat yang masih berhiaskan paduan warna elegan dan glamour.
‘ Hhh, akhirnya sebentar lagi high-heels bodoh ini terlepas dari kedua kakiku! ‘ Batin Yeon Hyo senang.

 

— —
— ” Takdirku adalah.. mencintaimu tanpa pernah kau cintai. ” —

 

Sedangkan ditempat lain, terlihat seorang namja berdiri menatap indahnya cahaya malam yang tampak seperti ribuan bintang menghampar didepannya. Wangi khas embun yang mulai jelas tercium diantara rumput hijau diketinggian bukit padatnya kota Seoul, dengan tarikan napas dalam namja bernama Lee Donghae menghirup aroma embun itu dan membiarkan sesekali paru-parunya mengembang karena udara segar ditengah malam  yang sepi itu. Kedua tangannya merentang kesamping seakan ingin memeluk ribuan liter angin yang tidak dapat disentuh, tidak ada semburat senyum indah diwajahnya, kepalanya menengadah keatas dengan kedua mata yang terpejam seolah sedang melepas kesedihan terdalam yang ada dihati dan pikirannya.
” AAAAAAAAAKH!!! ” Teriaknya lepas. Entah kenapa, setetes air terjatuh pelan mengenai kedua pipinya yang semakin lama semakin deras. Ya, namja yang kini berdiri diam itu ternyata benar-benar tengah meluapkan semua emosi yang ada dibenaknya.

 

…xxXxx…
— ” Senyummu senyumku, sedihmu sedihku karena itu tersenyumlah! ” —

 

Beberapa tahun telah terlewati dengan berbagai canda tawa, tangis dan kesedihan diantara area luas gedung Kyung Hee University. Terlihat hampir ratusan mahasiswa tengah mengisi aula dengan pakaian khas wisuda, senyum lebar mengembang disetiap wajah ceria mereka. Riuh riang suara teriakkan gembira terdengar menyenangkan, suara jepretan-jepretan kecil terdengar disela riuh riang gemuruh teriakkan para wisudawan dan wisudawati. Terlihat seorang namja berkulit putih, berambut raven dan bermata hazel ikut meramaikan suasana diantara mereka, dia terlihat menggenggam erat sebuah tangan kecil seorang yeoja bernama lengkap Yoon Yeon Hyo. Keduanya pun asik menikmati kegembiraan yang tidak akan pernah terulang.
” YAK CHO KYUHYUN! YOON YEON HYO! KENAPA KALIAN BERDUA TIDAK BISA DIAM? JANGAN SALAHKAN KAMERA-KU KALAU SETIAP HASIL JEPRETANKU HAMPIR SEMUA NGE-BLUR! ” Pekik seorang yeoja yang telah lebih dulu lulus dari universitas yang sama beberapa tahun lalu, dia Cho Ahra.
” Aish Ahra a! Kau bisa tidak, sedikit lebih pelan berteriaknya? Lihatlah semua orang menatapmu! ” Umpat Donghae kesal seraya menarik pelan tangan kecil sahabatnya menjauhi kerumunan para mahasiswa yang tengah bahagia itu, bibirnya sesekali mensunggingkan senyum ke setiap orang yang tengah menatap mereka eh lebih tepatnya yeoja yang berdiri disebelahnya, Cho Ahra.
” Eh Donghae ssi, siapa suruh mereka tidak bisa diam? Huh! ” Gerutu Ahra melunak, dia menarik salah satu sudut bibir atasnya.
” Hhh, ne. ” Donghae kembali terdiam disebelah Ahra, yaa sejak tadi mereka dikerjai habis-habisan karena Cho Kyuhyun meminta Ahra untuk menjadi potographer sehari untuk hari wisudanya bersama Yeon Hyo. Tapi karena Ahra merasa bosan akhirnya dia mengajak Donghae yang tidak lain adalah teman sekelas dan sejurusannya sewaktu kuliah, dia juga mengajak Lee Hyuk Jae tapi sampai sekarang namja yang terkenal pintar dance itu belum juga datang. Entah kemana Hyuk Jae sekarang.

” Ahra a! Donghaengie! ” Sentak saja kedua orang yang tengah bertengkar kecil menoleh kearah suara dibelakangnya. Dengan senyum merekah Cho Ahra menghampiri namja bernama Lee Hyuk Jae tanpa menghiraukan Lee Donghae sedangkan namja yang dikenal sebagai Ikan tampan hanya menatapnya gembira tanpa bergeming dari tempatnya berdiri.
” Hyukkie oppa, kenapa lama? ” Omel Ahra dengan manja.
” Eh? Geure? Ah, mianhae.. ” Jawab Hyuk Jae seraya menggaruk tengkuk yang tidak gatal sama sekali.
” Ck oppa! ” Cibir Ahra setengah tersenyum, dia menatap Hyuk Jae berbeda dan segera saja jantungnya kembali berdetak kencang kedua matanya menatap lekat namja yang baru saja tiba dihadapannya sehingga tanpa sengaja kedua bibirnya–
” Hyukkie, sar– ”
” NUNA, HYUKNYET, DONGHAE HYUNG CEPAT FOTO AKU DENGAN YEON HYO! ” Teriak seseorang dari kejauhan dengan seringaian khas yang selalu membuat setiap yang melihatnya jengkel pun terlihat begitupun dengan yeoja yang sedari tadi berdiri disampingnya, Yeon Hyo, dia tampak menjitak sekilas kepala Kyuhyun karena teriakan yang lebih tepatnya suara speaker keras tepat disebelahnya. Sentak saja teriakkan keras milik Cho Kyuhyun membuat sang kakak, Cho Ahra tersadar dari pikirannya sendiri.
” YAK CHO KYUHYUN! Kenapa memanggilku seperti tadi?! ” Protes Lee Hyuk Jae kesal, dengan wajah memerah namja bergummy smile itu berlari kecil kearah Cho Kyuhyun sementara namja berahang tajam, Lee Donghae dan nunanya, Cho Ahra hanya terkikik melihat pertunjukkan didepannya.
” Mereka terlihat sangat akrab. ” Komentar Donghae masih mengumpat dalam kikikan kecilnya yang hanya dibalas senyuman dari yeoja manis disebelahnya, Ahra.
‘ Yak, Ahra a! Kalau saja si setan kecil jelek itu tidak berteriak seperti tadi, pasti mulutmu ini sudah berkata macam-macam terhadap Lee Hyuk Jae! Ergh! ‘ Umpat batin Ahra.

 

…xXx…
— ” Setetes embun yang keluar dari matamu sangat menusuk jantungku, begitupun dengan segaris senyum indah yang keluar dari bibirmu yang bisa dengan sekejap menghangatkan hatiku. Bertahun-tahun bersamamu, kuyakinkan diriku untuk tidak meninggalkanmu tapi takdir berkata lain, aku harus pergi. ” —

 

Semilir angin sesekali membuat rambut panjang Yeon Hyo yang tergerai menari indah, rok dress yang dikenakannya ikut menari mengikuti irama arus angin disiang hari. Tampak dua pasang tangan tengah bergandengan mesra diantara rerumputan hijau yang juga tengah menari-nari kecil terkena tiupan angin, genggaman yang begitu erat sekali seolah tidak ingin dilepaskan. Hanya sebuah pohon besar disebuah bukit kecil yang kini melindungi dua insan yang menatap lekat kearah langit biru diatas sana yang terkadang terlihat seperti membentuk lukisan-lukisan indah menggemaskan yang tidak dapat disentuh.
Ya, kini mereka telah tumbuh menjadi dewasa, meninggalkan masa-masa kecil hingga remaja yang dilewati bersama dalam canda. Terkekeh pelan ketika tanpa sengaja mengingat kejadian dimasa lalu, memutar dengan jelas ingatan-ingatan indah itu. Matahari, langit biru yang terbentang, kicauan burung serta bukit kecil ini seakan menjadi saksi perjalan hidup juga cinta mereka selama ini.
” Yeon Hyo.. ” Panggil Kyu tanpa menoleh, senyuman tergambar jelas yang membuat wajahnya terlihat semakin tampan walaupun hanya dilihat dari samping.
” Hum? ”
” Apakah kau ingat sewaktu kita berusia sekitar lima tahun, aku, kau, Ahra nuna dan Hyuk Jae sering sekali bermain disini? Dulu– aku sering sekali membuatmu kesal hahaha, lucu sekali. ” Ingat Kyuhyun masih tanpa menoleh yeoja yang kini menatapnya dalam, pandangannya masih tertuju pada langit indah yang terbentang dihadapannya.
” Yoon Yeon Hyo, mianhae karena dulu aku sering mengejekmu dengan kasar, membuatmu menangis dan apalah. Yeon Hyo, kau sudah tahukan kondisi appaku sekarang? Dia semakin lemah, perusahaan kami membutuhkan seorang penerus. Ahra nuna tidak mungkin menjadi penerus karena dia tidak mau dan– ” Lanjut Kyu dan sekarang dia merubah posisinya, dia menatap kedua mata yeoja yang duduk disebelahnya dengan lekat, tidak ada sedikit pun tarikan indah dari bibirnya. Entah kenapa tiba-tiba Yeon Hyo merasakan dadanya sesak sekali.
” Kyuhyun… ”
” Yeon Hyo, perjanjian bisnis appa dengan perusahaan Amerika masih belum tuntas. Yaa aku tahu seharusnya aku tidak terlibat tapi– ternyata kesehatan appa sudah tidak memungkinkan, eomma sudah terbang ke Amerika kemarin karena appa tiba-tiba saja ngedrop, jadi– ”
” Kyuhyun?! Ah jangan diteruskan, aku tidak mau dengar! Tsh, jadi itu alasan kenapa kau mengajakku kesini?! Kau mau memberitahuku kalau kau ingin pergi ke Amerika menyusul mereka?! Kenapa harus kau? Kenapa tidak Ahra unnie saja?! ” Sergah Yeon Hyo mulai menangis, dia menghentakkan kakinya kasar dan berdiri dari duduknya dan membalikkan badannya membelakangi namja yang disayanginya.

” Yeon Hyo, dengarlah! Bukan hanya Aku saja, Yeon Hyo, tapi Ahra nuna juga menyusul kesana bersamaku. Aku tahu kau mencintaiku, begitu juga aku. Aku hanya dua tahun di Amerika dan sepulang aku di Korea lima tahun kemudian, aku berjanji kaulah orang pertama yang kutemui. Yeon Hyo, percayalah! ” Ucap Kyuhyun dengan nada meninggi, perlahan namja bermata hazel itu berdiri dan mendekati yeoja yang tengah menangis dalam diam.
” Yeon Hyo, trust me please. I will go back cause I love you, my enemy.. ” Bisik Kyu ditelinga yeoja bermarga Yoon itu dan melingkarkan tangannya diperut ramping yeoja didepannya sedangkan Yeon Hyo masih terdiam mematung, menyembunyikan tangis dan sakitnya.

Cukup lama mereka bertaut dalam pelukan yang menyiratkan seberapa dalam cinta Kyuhyun terhadap yeoja itu. Yeon Hyo menundukkan kepalanya dan mengumpat tangisnya, Kyuhyun pun yang merasa enggan meninggalkan yeoja ini meneteskan airmatanya perlahan mengenai bahu Yeon Hyo. Suara kicauan burung terdengar indah diikuti tiupan angin yang menjadi saksi bisu.
” Hahaha. ” Kedua bibir Yeon Hyo tiba-tiba tertawa dengan getir, kepalanya menengadah pelan dan kedua tangannya melepaskan pelukan Kyu yang memeluknya erat.
” Cih, Cho Kyuhyun! Kenapa menangis huh?! ” Cibir Yeon Hyo seraya membalikkan badannya dan menatap setiap lekuk wajah namja dihadapannya.
” Yeon Hyo sudahlah. Kau juga menangis kan? ” Tanya Kyuhyun membalas tatapan Yeon Hyo yang tadi sempat bergeming.
” Yoon Yeon Hyo, kau tahu? Wajahmu terlihat aneh saat menangis hahaha. Enghh~ Hei lihatlah! ” Sambung Kyu yang kemudian mengalihkan pandangannya ke bentangan langit biru yang indah, ditariknya secara paksa ujung bibir sehingga menampakkan sebuah senyuman. Salah satu dari kedua tangan mereka masih bergenggaman erat, erat sekali.
” Hum. ” Dehem Yeon Hyo sebagai balasan, Kyuhyun terdiam sejenak seraya menghirup udara yang menggelitik hidungnya.

” Langit birunya indah sekali, lihatlah burung-burung yang sedang terbang itu! Rasanya aku ingin seperti mereka yang bisa terbang dengan bebas kesana kemari, hhh. Yoon Yeon Hyo, ehm.. Apa yang kau rasakan ketika sinar matahari menyinari tubuhmu? ” Lanjut Kyu dengan senyum yang dipaksakan diwajahnya, sesekali dia menghirup dalam udara disekitarnya.
” Eh? Matahari? Eum.. hangat! Yaa, sangat hangat! ” Geming Yeon Hyo mengeratkan salah satu genggamannya kepada sebuah tangan kekar namja disebelahnya.
” Yeon Hyo.. ” Kyuhyun merubah posisi tubuhnya, kini tubuh tingginya berdiri didepan tubuh yeoja yang tingginya hanya sebatas dadanya, kedua tangannya meraih dan menggenggam kedua tangan Yeon Hyo, tanpa sadar airmata kembali keluar dari kedua sudut mata yeoja maniak pink itu.
” Yoon Yeon Hyo.. Bayangkan aku sebagai bumi dan kau matahari, bagaimana jika salah satu dari mereka tidak ada? Has died? Ya, seperti itulah aku dan kau sekarang Yeon Hyo. Sejauh apapun jarak diantara kita tapi sinarmu masih mampu menyinariku dengan sinarmu. Engkau adalah matahari dengan sinar hangat yang selalu menyinari serta menghangatkanku, sedangkan aku adalah bumi yang selalu membutuhkanmu walaupun jarak diantara kita sangat jauh. Yeon Hyo, ingat! Sejauh apapun jarak diantara kita tapi aku akan selalu membutuhkanmu karena engkau matahariku. ” Ucap Kyuhyun seraya mengusap airmata yang terjatuh pelan dikedua pipi yeoja cantik itu, lagi-lagi bibirnya ditarik paksa membentuk sebuah senyum getir.
” Cho.. Kyu.. Hyun.. ” Dengan tangis yang semakin menjadi, kedua tangan kecil yeoja bermarga Yoon itu menarik tubuh namja bernama Cho Kyuhyun dan memeluknya erat.
” Jongmal saranghae.. ”
” Ehm.. ”

” EHHH, TUNGGU! ” Pekik Yeon Hyo melepaskan pelukannya dan kembali menatap tajam Kyuhyun.
” Yak! Wae huh? ”
” Tadi kau bilang apa? Aku matahari? Heh matahari itu kan panas dan seharusnya matahari itu kau karena entah kenapa setiap aku melihatmu aku selalu merasa panas! Kau kan setan. ” Ejek Yeon Hyo cuek.
” YAK YEON HYO, KAU MULAI LAGI?! Tsh terserah kau lah, eum ah iya! ” Timpal Kyu melunak diakhir dan kedua tangannya mulai merogoh kantung jeans-nya.
” Taraaa! ” Girang Kyuhyun seraya menunjukkan dua benda berwarna perak dengan dua hiasan yang berbeda, matahari dan bumi.
” Igosi mwoyeyo? ” Tanya Yeon Hyo tidak mengerti, bukannya dia tidak tahu kalau benda itu adalah dua buah kalung tapi dia hanya tidak mengerti arti dari ini semua.
” Ckck, kau bodoh ya? Ini kalung! ” Cibir Kyuhyun dengan raut evil miliknya.
” Ish, aku tahu! Aku hanya– ”
” Sudah jangan cerewet. Yeon Hyo, kau lihatkan ada dua kalung dengan liontin yang berbeda? Matahari dan bola ini, anggap saja ini bumi. Kau masih ingat kan kau itu seperti apa untukku? Ya, matahari. Yoon Yeon Hyo, kalung berliontin bola bumi ini akan kuberikan kepadamu agar selama aku pergi engkau tidak akan pernah sedikitpun melupakan aku, begitupun dengan kalung berliontinkan matahari ini. ” Terang namja bermata hazel itu, kedua tangannya perlahan terangkat dan memasangkan sebuah kalung berliontinkan bola bumi dileher jenjang Yeon Hyo.
” Kyu.. Hyun… ” Lirih Yeon Hyo, tangan kanannya memainkan pelan liontin bumi itu dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Sejenak Kyuhyun menatap nanar yeoja dihadapannya.

” Heh Yeon Hyo a! Pakaikan kalung mataharinya, cepat! ” Rusuh Kyu tiba-tiba, dia menyodorkan tangan kanannya yang tengah menggenggam kalung matahari kedepan wajah Yeon Hyo yang sempat memerah. Tanpa menjawab, yeoja itu segera meraih dan berusaha memakaikan kalung itu ke leher namja tinggi didepannya.
” Turunkan kepalamu! ” Perintahnya ketus, yaa karena memang Yeon Hyo tidak bisa menggapainya, Cho Kyuhyun terlalu tinggi untuknya.
Mendengar ucapan Yeon Hyo, Kyuhyun menundukkan kepalanya sehingga wajah mereka secara tidak sengaja berdekatan. Jarak yang begitu tipis membuat napas mereka dapat mereka rasakan dengan jelas dan menggelitik hidung keduanya pelan. Merasa tidak cukup, Kyuhyun menyeringai nakal dan– CUP! Bibir mereka bersentuhan membuat kedua tangan Yeon Hyo yang masih berusaha mengaitkan ujung kalung menegang seketika.

…xxXxx…

— Tega sekali caramu memberikan ucapan perpisahan! Seandainya aku tahu kalau itu adalah ciuman, pelukan dan genggaman terakhirmu maka aku akan memaksa untuk memberhentikan waktu saat itu juga sehingga aku bisa lebih lama denganmu. —

 

Sinar mentari pagi begitu menusuk, memancarkan cahayanya memasuki sebuah ruangan berukuran sedang dengan dinding bercatkan warna pink. Seorang yeoja bertubuh mungil dengan dress berwarna biru dengan polkadot putih senada tampak menggeliat dibalik selimut tebalnya, lenguhan berat terdengar kesekian kalinya dari bibir pink kecil yeoja tersebut.
” Yoon Yeon Hyo!! Ppali ireona!! ” Entah sudah keberapa kali suara lengkingan yeoja yang lebih tua darinya menggebu untuk membangunkan putrinya yang masih enggan untuk bangun.
” Eungggghhh~ ” Lenguhan itulah yang menjadi jawaban teriakkan yeoja yang sudah menatapnya geram.
” YAKKK YOON YEON HYO PPALI IREONAAA!! LIHATLAH! KARENA KAU TERLALU SUSAH UNTUK DIBANGUNKAN SEKARANG CHO KYUHYUN SUDAH PERGI!! ” Pekik yeoja paruh baya itu lagi dan kini berhasil membuatnya terbangun.
” Mwo??! Aish eomma kenapa tidak bilang????! ” Gerutu Yeon Hyo seraya menyingkap dengan kasar selimut yang sempat menutupi tubuhnya.
” Tsk Yeon Hyo, eomma tadi sudah berkali-kali mengetuk pintu kamarmu dan berteriak seperti orang gila tapi kau tidak juga bangun! Untung saja eomma punya kunci cadangan, jadi eomma bisa membuka pintu kamarmu, huh tapi tetap saja kau susah dibangunkan! Ah iya.. Ini ada surat dari Kyuhyun, dia bilang dia harus pergi ke Amerika sekarang karena tiba-tiba Ayahnya tiba-tiba koma jadi– ”
” Kyu.. Kyuhyun?! ” Tanpa mendengar kelanjutan penjelasan eomma-nya, Yeon Hyo berlari meninggalkan eomma yang menatapnya sendu setelah dengan cepat dia meraih sweater putih untuk menutupi lengannya.

— — —
Kini langkahnya terhenti disebuah bukit hijau kecil yang indah, kicauan burung terdengar indah bahkan lebih indah dari kemarin, awan putih yang membentuk senyuman tergambar jelas dilangit biru. Dengan isakkan tangis Yeon Hyo memberanikan diri untuk sekedar membuka kertas yang terlipat digenggamannya, dan– ” SRET! “

 

To : My True Enemy!😀
Hei Yeon Hyo, jelek! Sedang apa? ^^
Didalam suratku ini aku ingin memberitahumu sesuatu tentang apa yang kuinginkan.. ^^
Yeon Hyo ketahuilah.. Ada satu kata yang belum pernah kudengar dari bibirmu dan kuharap aku bisa mendengarnya sebelum pesawat itu membawaku terbang ke Amerika dalam waktu yang cukup lama, bisakah kau menebaknya? Ya, aku menginginkanmu untuk sesekali saja berteriak dan memanggilku ‘ OPPA, JONGMAL SARANGHAEYO ‘ hahaha permintaan yang tidak penting kan?
Ah iya, apakah kau tahu? Sebenarnya aku enggan mengirimimu surat tapi karena kau terlalu lelap jadi terpaksa aku menulisnya kekekek. Ehm perlu kau ketahui, aku meminta maaf karena kepergianku terlalu mendadak karena ini semua diluar dugaanku dan juga yang perlu kau ketahui, ketika aku menulis surat ini tadi pagi entah kenapa aku jadi cengeng. Aku hanya merasa sedih karena aku memikirkan hal yang seharusnya tidak aku pikirkan, yaa aku berpikir apakah kau masih akan tetap mencintaiku beberapa tahun mendatang disaat aku kembali ke Korea yang pastinya selama aku berada di Amerika kita tidak akan pernah bisa saling bertemu.
Yeon Hyo, kau ingatkan janjiku kemarin? Sejauh apapun jarak diantara kita tapi aku akan selalu membutuhkanmu karena engkau matahariku. Aku akan tetap mencintaimu dan berjanjilah bahwa kau akan tetap menjaga hatimu untukku atau setidaknya jangan pernah melupakan aku. You’ll always be my sun. Sun : the words that will never ever let me down cause without you, the earth is nothing. I’m the earth and you are my sun so please to stay here, stay here to keep me and please to stay here in my heart…

Dari : Tuan Cho-mu (your earth), Cho Yeon Hyo jelek! ^^

 

Airmata terjatuh pelan membasahi kedua pipi putih yeoja yang lebih akrab disapa Yeon Hyo, sungai kecil kini sudah semakin melebar seiring dengan arus deras airmata yang keluar dari kedua sudut mata yeoja tersebut. Tangannya mendekap erat kertas berukuran sedang yang bertorehkan tulisan tangan namja yang dicintainya didadanya seolah ingin menyeka rasa sesak yang begitu terasa menyiksa. Semua kenangan tentang namja bernama lengkap Cho Kyuhyun kembali terputar diingatan Yeon Hyo dimulai dari kenangan yang paling menjengkelkan hingga yang paling indah.
Semburat senyum getir yang dipaksakan sekilas memancar diwajah yeoja bertubuh ramping yang kini hanya bisa menatap langit yang membentang luas dengan isak tangisnya.

” Yes, I’ll always keep you here in my heart but you are stay here in to go. Hahaha dasar Cho Kyuhyun! Kenapa tega sekali kau pergi tanpa aku? Yaa setidaknya kan kau bisa menyuruhku untuk menemanimu ke bandara! Hahaha tidak, ini semua salahku! Siapa suruh jadi yeoja yang malas bangun? Ckckck, kau bilang kau akan terbang beberapa minggu lagi tapi kenapa sekarang? Ah tidak, bukan sekarang tapi tadi, yaa mungkin saja saat aku masih asik terlelap dengan selimutku hahaha. Tuan Cho.. Apakah sekarang pesawatmu sudah melintas jauh diantara awan-awan itu dan pergi menjauh meninggalkan Korea? ” Bisik Yeon Hyo lirih. Kedua bibir serta tubuhnya bergetar, kepalanya sedikit pusing karena menangis, pikirannya mulai kacau membayangkan hari esok tanpa seorang tuan Cho yang selalu membuatnya kesal dan tersenyum secara bersamaan sehingga membuat dadanya kini semakin sesak mengingat senyuman yang diberikan Kyuhyun kemarin ternyata adalah senyuman terakhirnya sebelum dia
pergi dan entah kapan kembali.

” WUZZZZZ!! NGIUNGGGG!! “ Sebuah pesawat melintas diantara awan-awan putih ringan yang berterbangan dilangit biru. Kedua mata Yeon Hyo membesar sejenak dan kembali menangis.
” Cho Kyuhyun, pangeran devil yang tampan.. Apakah pesawat itu adalah pesawat yang kau tumpangi? Tuan Cho, bersenang-senanglah dinegeri itu. Jadilah seorang presdir yang sukses, bahagiakan mereka dan kembalilah ke Korea. Tuan Cho, mianhae baru mengatakannya sekarang tapi– Oppa.. Jongmal saranghae.. ” Lirih Yeon Hyo kembali, kedua matanya masih mengekor pada sebuah pesawat yang melintas walau terlihat sangat kecil. Airmatanya masih tetap mengalir dan semakin deras tapi bedanya, kini sebuah lengkungan kecil diwajahnya terlihat indah sekali.

 

— FINISH —

 

PROLOG..
” Pesawatku memang sudah lepas landas dan kini tengah membawaku terbang pergi meninggalkanmu juga negeri gingseng ini untuk waktu yang tidak sebentar, tapi aku percaya satu hal bahwa meskipun kita berada didua negeri yang berbeda kau akan tetap menjadi matahari yang menyinari buminya dan itu pasti. Yoon Yeon Hyo, saranghae… ”
-Cho Kyuhyun

 

” Sejak lama aku mengenalmu tapi baru sekilas saja aku merasakan cintamu. Takdirkah yang berbuat? Kenapa tega? Kenapa kau pergi disaat aku merasakannya? Cho Kyuhyun, my true enemy. I promise to keep my heart cause my heart just for you and cause I know that the earth will die without the sun. Oppa, saranghaeyo.. ”
-Yoon Yeon Hyo

 

” Keegoisanku telah menyakiti sahabat-sahabatku sendiri bahkan kau juga tersakiti. Tuhan memang adil, menciptakan perasaan untuk merasakan bagaimana rasanya sakit dan tidak hanya untuk kebahagiaan semata.. ”
-Lee Hyuk Jae

 

” Sakit yang benar-benar sakit didalam sini hanya aku yang mengetahui. Entah sampai kapan aku harus menunggumu, aku tidak peduli karena hatiku terlanjur terpaut padamu.. ”
-Lee Donghae

 

Eh eh eh eottoekeh? Bad story? Nice story?😀 Huwaaa akhirnya FF gaje dari otak kanan mumet aku kelar juga… -__-
Mianhae guys kalau gak ada Point Of View-nya, tapi aku janji deh kalau di sequel nanti author akan ngetik POV-nya tapi kalau readers mau sequelnya… komentar serta likersnya banyak pasti aku share sequelnya walaupun sekarang baru sedikit ngetiknya -__-V *ngeksis lu?😀
Si abang ikan *nunjuk Donghae , si abang monyet *ehh?! *nunjuk Hyukkie , Cho Ahra masih gantung ya storynya..?😀 *sengaja tuh! -__-

Sekian cuap-cuap gaje dariku, author terkece tergila teraneh sejagad dunia gaib *ehhh?! Sarapnya kambuh -__-
I NEED MORE RCL HAHAHA, mianhae gila ini semua karena si setan! *nunjuk Kyu😀

36 thoughts on “FF LOMBA “Stay To Go” [OneShoot] – FREELANCE

  1. DAEBAAAK! YEON HYO DAN CHO KYUHYUN NYA BENER-BENER LUCU TAPI DONGHAE HYUNG SAMA EUNHYUK HYUNG NGEGANTUNG CERITANYA..! T.T
    AHRA NUNA CINTANYA BERTEPUK SEBELAH TANGAN..!!! T.T
    SEQUEL THOR SEQUEL😄

  2. Sumpah…Kereeennnn!!!
    Panjang SANGAT!!!
    Akhir yg sedih namun terdapat kenangan yg membahagiakan. Typo.. Ada tp dikit. Dan mengapa ff ini puaaannnjang sekaleee….
    Ya..tp PUAS lah keke…
    Daebak thor
    gumawo

  3. Wahhh.. keren!! Thor!!
    Sequel??? Jangan ditanya lagi thor!! HARUS!! Soalnya ceritanya masih ngegangtung…

    Wahh.. kasiand banget Donghae oppa, dia menikmati kesakitannya sendiri… Ckckckckck, Eunhyuk oppa pada akhirnya bisa ngerelain Yeon Hyo ya??

    Ahra eonni pada akhirnya menyukai Eunhyuk oppa.. Hahahahaha, bisa nggak thor nanti klo buat sequel *berharap* dibuatnya tiap2 couple deh ceritanya tapi tetap disertakan deh cerita couple Kyu-Hyo nya, diselipkan gitu.. jadi, cerita utamanya bukan Kyu-Hyo-nya… tapi klo nggak bisa full story couple Kyu-Hyo juga nggak papa kok..😀

    • waaah ada likers lagi😀
      Iya entar sequelnya dishare deh😄
      Alhamdulillah kalau kamu suka😄 Aku pikir enggak ada yang minta share sequel eh alhamdulillah ada😄 KAMSAHAE CHAGI🙂

  4. Waaa DAEBAK !!!
    SEQUEL WAJIB THOR, ceritanya ngegantung soalnya🙂
    Emang awal cerita agak ngebingungin sh, tp makin lama makin jelas ceritanya😄
    Sequel thor sequel

    • Kamsahaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee chagi… :*
      masa sih sampe nangis? nangisnya guling-guling gak???😄
      Gila itu harus kalau lagi baca FF… XDDD
      Sequel will be finished dear…😄 XP😄

  5. aduhh aku baru selesai vakum nih dan sekarang aku mulai baca ff lagi hehe.#abaikan Daebak thor!! senyum² sendri bacanya. ada sequelnya gak ini? boleh minta linknya gak kalau ada hehehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s