FF LOMBA “Only One” [OneShoot] – FREELANCE

 

“Only One”

Author : Nika Silvia Febriani
Facebook : Nick Chappy Febrianz
Twitter : @nick_chappy

Main Cast :

– Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

– Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo / Cho Yeon Hyo

Sub cast :
– Daniel hyunoo L. a.k.a Cho Yong Jin
– Yoon Chae Eun / Lee Chae Eun (Yeon Hyo’s Sister)
– Lee Hyukjae a.k.a Lee Eunhyuk 
– All member SJ

Genre : AU!, Romance, Comfort

Rating : PG-15 

Credit Pict : thita edited

Disclaimer : Kyuhyun milik Yeon Hyo! xD *Protes jejelin SoNais*

FF ini resmi milikku. Dan aku persembahkan FF perdanaku ini buat Hyo-kyu couple. Couple ter-kece di dunia.

Recommended Song :
BoA – Only One
Super Junior k.r.y – Loving You

FF “Only One” [OneShoot]

” Mencintaimu…Lagi, lagi dan lagi
Tak kan pernah merasakan lelah
Apalagi bosan..
Jiwa ini haus akan cintamu…
Kau bahkan merebut seluruh tahta hatikuTanpa menyisakan sedikit ruang…
Hanya satu…
Kaulah segalanya”

…Only One…

“Cho Kyuhyun!” teriak seorang yeoja dari dalam kamar. Sedangkan namja yang di panggil hanya bisa mendengus kesal. Kyuhyun masih sibuk menaklukkan benda-benda terkutuk yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya. Dapur.

“Ya, Cho Kyuhyun! Kau ingin membunuhku secara perlahan, huh?”

“Ya! Kenapa kau berisik sekali? Bisakah kau sabar sedikit, Nyonya Cho! Yeoja menyebalkan!” Kyuhyun merasa sangat terganggu dengan teriakan si yeoja yang mampu memecah konsentrasinya.

Sekarang, seorang Cho Kyuhyun yang benci memasak sedang berusaha mati-matian membuatkan semangkuk ramyeon untuk yeoja yang beberapa menit lalu meneriakinya. Tentu saja hal itu tidak akan terjadi kalau Yeon Hyo -nama yeoja itu- tidak mengancam akan menyakiti belahan jiwa Kyuhyun. Yup! Si PSP putih kesayangannya itu. Itulah mengapa Kyuhyun tidak bisa menolak.

…Only One…

“Ini!” ucap Kyuhyun dingin. Namja itu menyerahkan mangkuk berisi ramyeon buatannya kearah Yeon Hyo tanpa dengan raut sebal tergambar jelas di wajahnya yang sangat tampan. Yeon Hyo mendengus pelan dan langsung menyambar mangkuk itu.

“Kau payah sekali Kyuhyun-ah! Hanya memasak ramyeon saja kau menghabiskan waktu hampir satu jam. Dan ramyeon buatanmu rasanya benar-benar aneh.” komen Yeon Hyo sambil memamerkan senyum meremehkan kearah Kyuhyun dengan mulut penuh. Yeoja itu kembali menyantap ramyeon itu dengan ganas. Membuat Kyuhyun menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Aneh sekali. Yeon Hyo mampu memakan ramyeon buatan Kyuhyun yang terkenal dengan julukan ‘Legenda Sungai Han’ itu yang jelas-jelas tidak bisa dijamin keamanannya. Bahkan yeoja itu terlihat sangat menikmatinya. Sepertinya Kyuhyun juga menyadari keanehan yang terjadi pada diri yeoja itu.

“Hyo-ah, apa kau benar-benar kelaparan?” tanya Kyuhyun penuh selidik. Tapi kemudian ia menambahkan.

“Aahh, aku tahu! Kali ini pasti ramyeon buatanku sukses besar. Bukan begitu, Yeon Hyo-ya?” tanya Kyuhyun percaya diri.

“Ya! Kenapa kau bisa percaya diri sekali? Kau Kira ramyeonmu itu enak? Kau salah besar Kyuhyun-ah. Ramyeon buatanmu benar-benar aneh dan terlalu banyak kuah. Ah~ dan ramyeon buatanmu itu memang pantas mendapat julukan ‘Legenda Sungai Han’!”
sahut Yeon Hyo enteng tanpa memperdulikan raut Kyuhyun yang sudah memerah.

“Lalu mengapa kau begitu menikmatinya, huh?”

“Entahlah, aku pasti sudah gila.” jawab Yeon Hyo menerawang. Tatapannya kosong.

“Aish.. Kau benar-benar aneh.” ucap Kyuhyun sambil mencubit kedua pipi Yeon Hyo gemas dan melenggang pergi.

“Ya!” protes Yeon Hyo dan berusaha membalas perbuatan Kyuhyun barusan. Namun, namja itu sudah lebih dulu menghampiri belahan jiwa tercintanya.

“Aish.. Tunggu pembalasanku Tuan Cho menyebalkan!” pekik Yeon Hyo kesal yang hanya bisa memandang punggung Kyuhyun yang mulai menghilang di balik pintu.

Yeoja itu telah menyelesaikan makannya. Ini adalah makan malam untuk kali kedua. Sebelum Yeon Hyo menyuruh Kyuhyun memasakkannya ramyeon, yeoja itu terlebih dulu menyantap satu piring kimbap buatan eomma Kyuhyun yang memang hari ini datang berkunjung ke rumahnya. Eomma Yeon Hyo langsung memutuskan untuk datang ke rumah Kyuhyun begitu mendengar kabar bahwa Yeon Hyo sedang tidak enak badan.
Seharian yeoja hanya berbaring di kamarnya yang bernuansa serba pink. Kyuhyun yang memang sedang tidak ada jadwal memutuskan untuk tinggal dirumah, menemani Yeon Hyo. Kondisi yeoja sudah lumayan membaik sejak sore tadi. Tapi, ada hal yang berbeda dari yeoja itu. Sekarang, ia lebih cenderung doyan makan. Sebentar-sebentar ia mengeluh kelaparan. Dan dengan cekatan, Kyuhyun mengabulkan semua keinginan Yeon Hyo. Namja tidak ingin jika sampai hal buruk menimpanya.

Baru saja yeoja menginjakkan kakinya di lantai, tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing dan sangat berat. Tubuhnya oleng karena tidak adanya keseimbangan. Mangkuk yang sedari tadi ia pegang pun terjatuh ke lantai begitu saja.

Kyuhyun yang menyadari ada yang tidak beres segera berlari menghampiri Yeon Hyo dan melemparkan belahan jiwanya begitu saja ke sembarang tempat.

“Ya, Yeon Hyo-ya! Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun mulai panik. Ia melihat kearah Yeon Hyo yang sedang memegangi kepalanya dengan wajah yang sudah memucat. Kyuhyun langsung memapah tubuh Yeon Hyo yang hanya berdiri mematung sejak tadi dan mendudukkannya di atas ranjang.
Kyuhyun buru-buru menyambar gelas berisi air putih yang tergeletak tak jauh dari tempatnya duduk.

“Hyo-ah, minumlah.” pinta Kyuhyun yang langsung di respon oleh yeoja.

“Yeon Hyo-ya, gwaenchana?” tanya Kyuhyun masih mencemaskan keadaan istrinya itu. Namun yeoja itu tetap bergeming. Diam tanpa kata.

“Yeon Hyo-ya….” pekik Kyuhyun sambil mengguncangkan bahu Yeon Hyo pelan. Lagi-lagi tak ada jawaban. Yeon Hyo menunduk dengan nafas yang lumayan cepat.

“Eomma,” teriak sebuah suara di ambang pintu. Bocah itu kemudian berlari menghampiri Yeon Hyo yang masih membisu di tempat.
“Eomma, gwaenchana?”

“Yong Jin-a,” Kyuhyun berusaha mencegat Yong Jin yang notabene adalah anak kandung Yeon Hyo dengan Kyuhyun untuk tidak mengganggu Yeon Hyo.

“Eomma, gwaenchanayo?” tanya Yong Jin sekali lagi. Mendengar suara itu, Yeon Hyo menarik kedua sudut bibirnya keatas membentuk sebuah senyuman. Senyum yang dipaksakan.

“Ne. Nan gwaenchana, chagi. Eomma baik-baik saja.” sahut Yeon Hyo dengan suara yang dibuat seriang mungkin. Ia tidak ingin putra semata wayangnya itu ikut mencemaskan keadaannya.

Yeoja itu kemudian merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut dengan pelukan hangat si bocah. Yeon Hyo seakan mendapat kekuatan tersendiri begitu melihat Yong Jin.

“Sebaiknya kita pergi ke dokter untuk memastikan keadaanmu, Nyonya Cho!” sela Kyuhyun.

“Mwo?”

“Ne, kita harus segera ke dokter.”

“Itu tidak perlu Tuan Cho! Aku hanya membutuhkan istirahat yang cukup.”

“Ya! Apa kau sudah gila? Wajahmu sudah mirip dengan mayat hidup!”

“Ya! Apa maksudmu mengatakan hal seperti itu, huh? Anni, aku hanya kurang tidur semalam. Dan aku hanya perlu beristirahat sekarang.”

“Aish… Kau benar-benar keras kepala!”

“Oh ayolah, aku baik-baik saja Kyuhyun-ah. Lihatlah, aku tidak seburuk yang kau kira!” jelas Yeon Hyo berusaha meyakinkan sang namja. Kyuhyun menyipitkan matanya yang memang sudah sipit dan menatap Yeon Hyo nanar. Matanya mulai bergerak menelusuri setiap jengkal tubuh Yeon Hyo untuk memastikan.

“Ya, Kau tak perlu melihatku seperti itu! Aku baik-baik saja Tuan Cho bodoh!” sahut Yeon Hyo kesal merasa risih dengan tingkah Kyuhyun.

“Yong Jin-a, kau pasti percaya pada eommamu ini bukan?” ujar Yeon Hyo mencoba mencari pembelaan. Yong Jin yang masih polos, belum bisa mencerna dengan baik keadaan yang sedang terjadi persis didepan matanya itu hanya bisa menatap Yeon Hyo dengan pandangan tak mengerti. Tetapi sedetik kemudian ia mengangguk mengiyakan. Ternyata bocah itu hanya ingin melihat eommanya tersenyum. Seharian ini, ia sama sekali belum melihat eommanya itu tersenyum.

“Aish… Kalian ini!” Kyuhyun mendengus kesal dan mengacak rambutnya frustasi. Melihat kejadian itu, Yeon Hyo tersenyum penuh kemenangan.

…Only One…

“Yeoboseyo….”

“Chae Eun-ah, bisakah kau datang ke rumah oppa?” ucapnya di telepon.

“Ne, eonnimu sedang tidak enak badan. Dan sekarang oppa ada pekerjaan yang tidak mungkin di tinggalkan.”

“Hm, Gomawo ne? Anyeong….” Kyuhyun memutuskan sambungan telepon.

Kyuhyun memasukkan ponselnya ke saku celananya dan pandangannya beralih menatap kedua malaikatnya yang masih damai di alam mimpi. Sebuah senyuman tergambar jelas di wajah tampannya. Ia berjalan mendekat dan mencium kening mereka satu persatu pelan. Ia sama sekali tidak berniat membangunkan keduanya.

~xXx~

“Eonni, Yong Jin-ah, aku datang!” ujar seseorang dengan sangat ceria begitu memasuki kediaman Yeon Hyo.

Yeon Hyo mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali dan mencoba mempertajam pendengarannya. Ia berusaha bangkit dan duduk untuk mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya menyatu.

“Chae Eun? Apa aku tidak salah dengar?”
Beberapa detik kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan bergegas keluar kamar.

“Ya, eonni-ya! Kau baru bangun,eoh? Eonni, kau baik-baik saja?” seru yeoja yang bernama Chae Eun itu sambil memutar badan Yeon Hyo. Berusaha memastikan tidak ada luka serius disana.

“Ya! Aku baik-baik saja bodoh!”

“Ahh– syukurlah kalau kau baik-baik saja.”

“Eh? Kau tahu darimana kalau aku sedang tidak enak badan?”

“Tadi, pagi-pagi sekali Kyuhyun oppa meneleponku dan mengatakan kalau telah terjadi sesuatu padamu. Dia menyuruhku datang menemanimu.”

“Aish… Namja itu!” gumam Yeon Hyo pelan yang tidak didengar oleh Chae Eun.

“Eonni… Bagian mana yang terasa sakit?”

“Ya! Aku baik-baik saja bodoh!”

“Jeongmal? Ahh~ syukurlah.” Chae Eun mengusap dadanya lega. Yeoja itu terlalu mengkhawatirkan keadaan Yeon Hyo yang tak lain adalah eonni kandung satu-satunya.

“Eh? Apa itu?” tanya Yeon Hyo begitu menyadari di tangan Chae Eun terdapat kantong besar yang terlihat begitu merepotkan.

“ahh~ hampir saja aku lupa!” seru Chae Eun menepuk dahinya. Kemudian ia berjalan ke dapur yang diikuti Yeon Hyo.

“Sebelum jalan kesini, aku memasakkan sesuatu untukmu eonni-ya. Karena aku tahu pasti kalau eonni tidak memasak.”
Karena memang eonni tidak bisa memasak. Lanjutnya dalam hati.

“Jinjja? Kau benar-benar dongsaeng paling baik sedunia Chae Eun-ah. Kebetulan sekali eonni sudah lapar. Apa saja yang kau bawa?”

“Ini bulbogi kesukaanmu.” Chae Eun menyodorkan kotak makan yang tutupnya ia buka terlebih dulu.

“Wohaaa… Boleh aku memakannya sekarang?” tanya Yeon Hyo sambil mengusap bagian perutnya. Matanya terus fokus menatap bulbogi di depannya.

“Tentu saja. Aku juga membawakanmu Japchae, kimbap, Jajangmyeon, juga kimchi.” jelas yeoja itu sambil mengeluarkan satu persatu makanan yang ia bawa. Membuat Yeon Hyo seketika menghentikan makannya.

“Ya! Kimchi?”

“Kimchi sangat bagus untuk tubuhmu. Kau harus memakannya.” sahut Chae Eun tanpa menoleh.

“Makanan terkutuk itu? Aku tidak sudi memakannya.”

“Sudah ku duga!” Chae Eun tersenyum penuh arti. Kemudian ia melanjutkan.

“Aku hanya bercanda eonni-ya. Aku tahu kau tidak suka sayuran. Tadinya aku memang berniat membawakanmu kimchi, tapi kemudian niat itu aku urungkan.”

“Kau persis dengan Kyuhyun. Tidak suka sayuran.” tawanya meledak. Bukan. Bukan Chae Eun. Kali ini suara itu berasal dari seorang namja yang sedari tadi sibuk mencari minuman di kulkas.

“Ya! Sejak kapan kau berada di situ monyet yadong?”

“wae?”

“Kau benar-benar membuatku hampir jantungan.” mendengar itu, Eunhyuk kembali tergelak. Yeon Hyo memonyongkan bibirnya kesal.

“Eonni-ya, selesai makan kita pergi ke dokter ne?”

“Ya! Kau masih belum percaya, eoh? Aku baik-baik saja Chae Eun-ah.”

“Aku tahu. Kita hanya perlu memastikan keadaanmu. Itu saja.”

“Shireo!” tolak Yeon Hyo cepat.

“Begitu? Oppa, sepertinya kita perlu memanggil Crunk. Dia pasti akan senang disini.”

“Ne? Siapa Crunk?” Tanya Yeon Hyo memiringkan kepalanya. Ia menatap Chae Eun dengan tatapan curiga. Chae Eun hanya mengembangkan senyum termanisnya. Yeon Hyo semakin menatapnya tak mengerti.

“Crunk itu anak asuhku bersama Eunhyuk oppa. Kami membelinya beberapa hari yang lalu. Benar begitu oppa?” Chae Eun melirik sekilas kearah Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum mengiyakan.

“Ne. Kau pasti akan sangat menyukainya Hyo-ah. Dia lucu sekali bukan?” Eunhyuk menunjuk tangannya yang sudah memegang seekor katak.

“Ya! Kalian mau membunuhku, huh?” pekik Yeon Hyo histeris. Sekarang ia sudah menarik kakinya keatas kursi. Yeoja itu memang sangat takut dengan binatang amphibi satu itu.

…Only One…

“Eonni, apa yang uisa katakan padamu?” Chae Eun menghambur kearah Yeon Hyo begitu yeoja itu melihat Yeon Hyo keluar dari ruangan serba putih itu.

Sekarang mereka tengah berdiri di Seoul National Hospital. Chae Eun tampak cemas yang melihat Yeon Hyo berjalan dengan gontai dan tatapannya kosong. Tampak lemas. Melihat keadaan Yeon Hyo yang sekarang, seperti melihat orang yang sudah tidak bergairah melanjutkan hidup.

“Eonni-ya, apa yang uisa katakan padamu?” tanya Chae Eun sekali lagi.

“Ceritakan padaku eonni. Bilang padaku apa yang terjadi? Katakan padaku kalau kau baik-baik saja. Eonni-ya, katakan sesuatu! Jangan terus diam seperti ini.” Chae Eun mengguncang-guncangkan pundak Yeon Hyo berkali-kali. Namun yeoja itu tetap bergeming. Berdiri mematung. Diam seribu bahasa.

“Eonni, jawab pertanyaanku!” air mata mulai mengalir menuruni pipi mulusnya. Chae Eun terisak melihat respon Yeon Hyo yang seperti itu. Ia merengkuhnya kedalam pelukan. Yeoja itu takut telah terjadi hal buruk pada eonni satu-satunya itu.

“Chae Eun-ah…” gumam Yeon Hyo lirih pada akhirnya. Chae Eun langsung melepaskan pelukannya dan beralih menatap Yeon Hyo iba.

Chae Eun terus menunggu kelanjutan kata-kata yang akan meluncur dari bibir mungil milik Yeon Hyo. Samar-samar, ia menangkap perubahan raut wajah Yeon Hyo.
Yeon Hyo mengeluarkan amplop berwarna Sapphire Blue dari dalam tas putih kesayangannya kemudian memberikannya pada Chae Eun. Dengan cepat yeoja itu membuka dan langsung membacanya.

“Eonni-ya,” ujar Chae Eun dengan mata yang kembali berkaca-kaca seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia baca. Yeon Hyo mengangguk.

“Chae Eun-ah, eonni mohon jangan katakan hal ini pada siapapun. Termasuk Kyuhyun oppa. Biar eonni sendiri yang mengatakannya.”

“Eonni….” Chae Eun kembali menarik Yeon Hyo kedalam pelukannya. Ia berharap dengan memeluknya dapat meringankan beban yeoja di depannya itu.

“Besok adalah hari ulang tahun Kyuhyun.”

…Only One…

Kyuhyun baru saja tiba di rumahnya yang berkawasan di daerah Gangnam, Seoul ketika jam menunjukkan pukul 00. 30 KST. Ia melemparkan jasnya begitu saja ke sembarang tempat dan bergegas untuk mandi. Hari yang cukup melelahkan karena jadwalnya hari ini lumayan padat.

Ia langsung merebahkan dirinya keatas ranjang begitu selesai mandi. Tepat di samping seorang yeoja yang amat sempurna di matanya. Yeoja yang memenuhi ruang hatinya sampai-sampai tak menyisakan ruang. Yeoja yang telah banyak memberikan kebahagiaan hidupnya, yeoja yang amat ia cintai dan yeoja yang telah memberikannya keturunan yang amat tampan. Ia senang menerima kenyataan bahwa yeoja di sampingnya itu istrinya. Milik Kyuhyun seutuhnya.

Sejenak, ia memandangi wajah yeoja yang sudah terlelap dengan damainya. Ia mengecup kening Yeon Hyo sekilas sebelum akhirnya ikut menutup mata. Tidur.
Malam ini, baik Eunhyuk maupun Chae Eun memutuskan untuk menginap di rumah berlantai dua milik Kyuhyun dan Yeon Hyo yang di berikan oleh orang tua Kyuhyun sebagai kado pernikahan mereka. Seperti biasa, Yong Jin selalu meminta mereka untuk ikut bergabung bersama mereka di waktu tidur. Tentu saja dua sejoli itu tidak bisa menolak. Mereka sangat menyayangi Yong Jin dan mereka sudah menganggap bocah itu sebagai anak mereka sendiri. Kebetulan mereka memang belum di anugerahi momongan.

Baru beberapa menit Kyuhyun memejamkan mata, ia merasakan ada sesuatu yang menempel di keningnya. Ingin rasanya namja itu membuka mata saat itu juga, namun kemudian ia mengurungkan niatnya. Tanpa melihatpun ia tahu persis apa yang menempel barusan. Yup! Sebuah bibir yang paling sexy menurutnya yang tak lain adalah bibir milik Yeon Hyo. Kyuhyun membuka matanya tepat ketika yeoja itu tengah mengecup bibir tipis milik Kyuhyun.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Kau mesum sekali Nyonya Cho!” pekik Kyuhyun yang sontak membuat muka Yeon Hyo bersemu merah.

“Aish…. Kenapa bisa sampai ketahuan? Kau bodoh sekali Yeon Hyo-ya. Benar-benar memalukan!” gumam Yeon Hyo tak jelas dan langsung membenamkan diri dibawah selimut. Ia mencoba menutupi mukanya yang sudah seperti kepiting rebus. Dengan cepat Kyuhyun menyibakkan selimut itu dan melemparnya ke sembarang tempat.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Aku mau tidur Tuan Cho menyebalkan!”

“Cih! Harusnya aku yang berkata demikian Nyonya Cho bodoh!” sahut Kyuhyun sengit. Namja itu kemudian melanjutkan.

“Apa yang telah kau perbuat padaku barusan, eoh? Kau bahkan menciumku tanpa sepengetahuanku!” protes Kyuhyun tak terima. Yeon Hyo mendengus pelan.

“Tidak ada.” sahut Yeon Hyo berusaha menyembunyikan rasa malunya. Yeoja itu kemudian memutar badannya menghadap ke tembok, membelakangi Kyuhyun. Namun dengan sekali sentakkan, Kyuhyun menarik pergelangan tangan Yeon Hyo. Posisi yeoja sekarang menghadap Kyuhyun. Sangat dekat. Sampai-sampai yeoja bisa merasakan nafas segar namja didepannya itu. Yeon Hyo takut Kyuhyun bisa mendengar detak jantungnya yang rasanya siap meledak kapan saja.

Kyuhyun menatap bola mata kecoklatan milik Yeon Hyo dalam. Membuat yeoja itu kehabisan kata-katanya. Jemari Kyuhyun mulai bergerak-gerak menelusuri setiap jengkal keindahan yang tercipta di setiap lekuk wajah Yeon Hyo. Kini yeoja itu bisa merasakan pipinya mulai memanas.

“Yeon Hyo-ya, kau tahu? Wajahmu sudah seperti kepiting rebus. Lucu sekali!”

“Mwo? ” Yeon Hyo melotot. Kyuhyun tak menjawab. Ia mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibir tipisnya ke bibir milik Yeon Hyo kemudian melumatnya dengan lembut.
Yeon Hyo masih tertegun dengan perlakuan Kyuhyun barusan. Tidak seperti biasanya, malam ini namja tampak begitu romantis.
Apakah aku sedang mimpi? Kalau iya, tolong jangan sekalipun mencoba membangunkanku. Begitulah bathin Yeon Hyo berucap.

“Ya! Kau mesum sekali tuan Cho!” pekik Yeon Hyo begitu ia berhasil menguasai dirinya kembali.

“Cih! Lalu apa namanya kalau menciumi orang yang tengah terlelap? Kau jauh lebih mesum nyonya Cho!” balas Kyuhyun tak mau kalah.

“Aku hanya~ ”

“Hanya apa, huh?”

“Hanya ingin bilang…. Saengil chukkahamnida, my evil prince!”

“Eh? Aku bahkan lupa kalau ternyata hari ini ulang tahunku.”
namja menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Gomawo Yeon Hyo-ya. Ku kira kau akan melupakannya.”

“Aish… Mana mungkin aku melupakan hari istimewa ini!”

“Istimewa? Benarkah?” bukannya menjawab, Yeon Hyo justru mendaratkan sebuah jitakan tepat di kepala Kyuhyun. Membuatnya meringis kesakitan.

“Eh, Mana kadonya? Jangan bilang kau melupakannya!”

“Memang.” sahut Yeon Hyo enteng. Yeoja kembali memiringkan tubuhnya, membelakangi namja. Namun gerakannya terhenti ketika Kyuhyun kembali menariknya. Rupanya Kyuhyun masih menggenggam erat tangan Yeon Hyo.

“Buka bajumu!” perintah Kyuhyun yang sekarang posisinya berada di atas yeoja.

“Mwo? Apa yang akan kau lakukan?”

“Hanya meminta kado darimu. Itu saja.” sahut Kyuhyun sambil memperlihatkan senyum evilnya.

“Yaak! Kau benar-benar mesum tuan Cho menyebalkan!”

“Cepat lakukan!”

“Shireo!”

“Cepat!”

“Shireo!”

“Ya! Kau berani menolakku, eoh?”

Tantang Kyuhyun yang sontak membuat raut wajah Yeon Hyo berubah drastis. Kyuhyunpun menghentikan gerakannya begitu ia menyadari wajah Yeon Hyo yang tampak cemas dan menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Yeon Hyo menghela napas pelan.

“Besok kau akan mendapatkannya.” ucap Yeon Hyo pada akhirnya. Kemudian ia kembali melanjutkan.

“Sekarang sudah malam, lebih baik kita segera tidur. Bukankah besok kau harus bangun lebih awal? Good night tuan Cho.” Yeon Hyo menarik selimutnya dan membenamkan seluruh tubuhnya.disana. Meninggalkan Kyuhyun yang masih tertegun dan mematung.

… Only One…

Sinar matahari mulai menyelusup masuk ke kamar dengan nuansa serba pink yang di kombinasikan dengan warna biru itu. Seorang namja menutup mukanya menggunakan kedua tangannya untuk menghalau sinar yang begitu menusuk matanya. Ia mengerjap-erjapkan matanya berulang kali. Berusaha membiasakan dengan sinar ultra violet tersebut. Ia bangkit duduk dan berusaha mengumpulkan seluruh nyawanya. Namja menoleh ke tempat tidur di sebelahnya sekilas. Kosong.

“Jam tujuh?” gumam Kyuhyun ketika namja itu melirik jam weker hello kitty milik Yeon Hyo di samping ranjangnya.

“tak biasanya Yeon Hyo bangun sepagi ini. Dia bahkan selalu datang terlambat ke kampus.” Kyuhyun memutar otaknya kembali ke masa dimana Kyuhyun dan Yeon Hyo masih kuliah di satu universitas.

“Yeoja itu semakin aneh saja.”

“Eh? Bagaimana dengan Yong Jin, Chae Eun dan juga Eunhyuk hyung? Kenapa mereka juga tak terlihat sama sekali?”
Kyuhyun mengedarkan matanya menjelajah setiap sudut ruangan. Sesekali ia memanggil nama anak dan istrinya.

“Aish… Mereka semua kemana?” Kyuhyun pasrah setelah ia mencari semua penghuni rumah ke seluruh penjuru ruangan dan hasilnya nihil. Tepat pada saat itu, terdengar Seven Years of Love miliknya mengalun melalui ponsel hitam miliknya. Pertanda ada panggilan masuk. Ia melirik sekilas tulisan yang muncul di.layar. Dengan enggan namja menjawab panggilan itu.

“Yeoboseyo!” jawabnya ketus ketika berhasil menempelkan ponsel ke telinga kanannya.

“Ya! Kau kenapa? Tidak bisakah kau sopan sedikit terhadap hyungmu, eoh?” sahut sesorang di seberang sana.

“Ya! Kau yang kenapa hyung? Kenapa pagi-pagi begini kau sudah meneleponku? Menggangu saja!”

“Aish… Kalau begitu kita putus!”

“Mwo? Ya! Apa yang kau katakan? Baiklah, ada apa kau meneleponku hyung?” kini Kyuhyun telah merendahkan nada bicaranya.

“Dalam waktu lima menit kau harus sudah berdiri di Konabeans!”
“Ya! Aku bahkan baru saja bangun dan belum sempat mandi!” protes Kyuhyun yang tanpa sadar menaikkan kembali nada bicaranya.

“Tidak ada tawar menawar dan tidak boleh menolak!”

“Yaak– ” baru saja Kyuhyun hendak melancarkan aksi protesnya, panggilan telah lebih dulu di putus oleh si penelepon.

…Only One…

Konabeans, 3 februari
07.00 KST

“Kyuhyun pasti kesal setengah mati.” ucap seorang namja yang tingkahnya sangat lembut. Ia terkekeh pelan sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

“Aku menyukai ancaman yang kau gunakan Sungmin-ah.” ujar Heechul dan member member lain terkikik mendengarnya.

Konabeans telah di penuhi dengan empat belas pria tampan di dalamnya. Leeteuk, Kangin, Shindong, Yesung, Sungmin, Siwon, Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook sedang duduk dengan manisnya menunggu kehadiran evil magnae kesayangan mereka. Bahkan Henry, Zhoumi, Heechul, Kibum dan juga Hangeng telah hadir disana. Mereka datang kesini hanya untuk melakukan misi penting yang tidak boleh terlewatkan.

“Ya! Itu dia datang!” pekik Leeteuk begitu menyadari pintu terbuka. Ia kemudian menyuruh semua member untuk mulai beraksi menjalankan misi dengan mengedipkan mata.

Seorang namja tampan yang memiliki tinggi 180 cm itu melenggang memasuki Konabeans yang masih sepi. Tentu saja karena memang toko ini belum buka. Namja itu berjalan lurus dan langsung mengambil tempat duduk tepat didepan sang leader, di samping Sungmin yang telah menyambutnya dengan senyum aegyonya.

“Apa sebenarnya yang telah terjadi, hyung?” tanya Kyuhyun langsung pada intinya. Kyuhyun melepas kacamata dan topi yang sedari tadi menutupi ketampanannya.

“Uum, sebenarnya,” jawab Leeteuk terputus atau lebih tepatnya di putus. Ia menggosokkan tangan ke dagunya berkali-kali. Tampak berpikir keras yang membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang tampak bingung. Kebingunannya itu bertambah begitu ia menyadari kehadiran Henry, Zhoumi, Kibum, Heechul dan juga Hangeng.

“Wae? Sejak kapan kalian disini?” tangan Kyuhyun bergerak-gerak menunjuk kearah mereka satu persatu. Kyuhyun benar-benar di kagetkan dengan kehadiran mereka.

“Ya! Cepat jelaskan padaku apa yang terjadi?” desak Kyuhyun mulai tak sabar.

“Kyuhyun-ah, sebenarnya kami tidak tega untuk mengatakan hal ini, hanya saja~”

“Hanya apa hyung?”

“Hanya~ ”

“Saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida, saranghaneun uri magnae, saengil chukkahamnida…. ” tiba-tiba semua member berdiri bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu tersebut.

Tepat pada saat itu Yeon Hyo datang dengan membawakan kue ulang tahun berbentuk stik PS dan diatasnya terdapat lilin yang sudah siap untuk di tiup. Di samping kanan Yeon Hyo telah berdiri seorang anak kecil yang amat tampan. Siapa lagi kalau bukan Yong Jin anak hasil buah pernikahan Yeon Hyo dan Kyuhyun. Dan di sebelah kiri Yeon Hyo tengah berdiri seorang yeoja cantik yang mukanya begitu mirip dengannya dan sekarang sedang tersenyum kearah Eunhyuk. Lee Chae Eun. Adik kandung Yeon Hyo.
Kyuhyun terharu. Ia tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti ini. Tanpa di sadari, namja itu menitikkan air mata bahagia.

Yeon Hyo berjalan mendekat dan menyodorkan kue ulang tahun berbentuk stik PS tersebut.

“Tiup lilinnya, tiup lilinnya… ” seru mereka kompak.

“Cepat buat permohonanmu!” perintah Yeon Hyo. Seperti tersihir, namja menurutinya.
Kyuhyun mulai memejamkan matanya.

“Aku selalu berharap suatu saat nanti, lima belas Superman kembali bersatu berdiri di atas panggung yang sama. Aku sangat merindukan kebersamaan masa-masa itu. Berdiri di depan peri-peri kami, ELF, memberikan senyuman terindah kami. Semoga Super Junior tetap bisa berkarya dan membuat ELF tersenyum bangga. Dan semoga ELF di seluruh dunia akan tetap setia mencintai kami sampai kami kakek-kakek nanti.” Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum.

“Cepat tiup lilinnya!” seru Yeon Hyo. Tetapi kemudian yeoja itu memekik sambil menepuk dahinya. Yeoja itu buru-buru membuka tas putih kesayangannya. Tangannya bergerak-gerak cepat mencari sesuatu. Ia kemudian menyodorkan sebuah amplop berwarna sapphire blue kearah Kyuhyun. Kyuhyun menerima dengan bingung.

“Hadiah ulang tahunmu.”

Dengan cepat Kyuhyun membukanya dan langsung membaca kertas didalamnya. Sesekali Kyuhyun menatap Yeon Hyo dari balik kertas itu.
Kyuhyun menjatuhkan kertas itu begitu saja dan beralih menatap Yeon Hyo tanpa kedip.

“Benarkah itu Nyonya Cho? Katakan padaku!” Yeon Hyo hanya mengangguk dan memaksakan senyumnya.

“Jinjja?” lagi-lagi Yeon Hyo mengangguk.Kyuhyun langsung menarik Yeon Hyo kedalam pelukannya.

“Yong Jin-a, sebentar lagi kau akan menjadi seorang kakak!” Kyuhyun memekik girang. Dengan senang ia menggendong Yong Jin sambil memutar-mutarkannya. Yong Jin tertawa melihat appanya itu begitu bahagia.

“Jeongmal?” tanya mereka -semua member Super Junior terkecuali Kyuhyun- serempak.
Kyuhyun mengangguk mantap sambil menyodorkan sebuah kertas kearah Leeteuk. Mereka membacanya bergantian.
Kyuhyun mendekati Yeon Hyo. Kemudian menarik tangan yeoja itu dan menggenggamnya erat.

“Yeon Hyo-ya, ini adalah hadiah terindah kedua dalam hidupku. Gomawo Hyo-ah. Saranghae. Jeongmal saranghae.”

“Nado saranghae, my evil prince.” Kyuhyun mengecup bibir Yeon Hyo sekilas yang membuat seisi Konabeans berteriak riuh. Sedangkan Eunhyuk berusaha mati-matian menutup mata Yong Jin menggunakan kedua tangannya.

“Ya! Kapan kau akan meniup lilinnya, eo?” seru Leeteuk menyudahi. Muka Kyuhyun dan Yeon Hyo seketika memerah.
Semua bertepuk tangan dan memberikan selamat untuk Kyuhyun begitu namja itu berhasil meniup lilinnya. Sedetik kemudian muka Kyuhyun sudah penuh dengan colekan kue yang di berikan oleh semua member. Bertubi-tubi Heechul melempari Kyuhyun dengan balon berisi air, Eunhyuk mengejar kemanapun.Kyuhyun berlari untuk menempelkan kue itu ke muka Kyuhyun, sedangkan Shindong sedang sibuk memesan makanan. Yeon Hyo dan Yong Jin sangat menikmati posisinya sebagai penonton.

… Only One…

Semakin hari, yeoja itu semakin uring-uringan semenjak dokter menyatakannya positif hamil. Ada-ada saja yang ia inginkan. Dalam hal ini Kyuhyunlah yang selalu menjadi korbannya. Tak heran, kehidupan sehari-hari merekapun selalu di warnai dengan keributan. Hal yang sejak dulu selalu menemani kehidupan rumah tangga mereka.

Kyuhyun yang hari ini jadwalnya tidak begitu padat memutuskan untuk tinggal di rumah. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah suami yang baik serta appa yang begitu perhatian.
Namun sial bagi namja itu karena Yeon Hyo menyuruhnya mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Di rumahnya yang berlantai tiga itu sebenarnya ada pelayan yang memang khusus di tugaskan membersihkan rumah. Tetapi Yeon Hyo hanya ingin melihat Kyuhyun yang melakukannya. Bukan pelayan maupun orang lain. Mulai dari membereskan kamarnya pribadi, menyapu, mengepel, mengelap kaca rumah yang lumayan lebar dan tinggi, bahkan sampai membersihkan toilet.

Kyuhyun tidak bisa melepaskan tugas terkutuknya itu karena Yeon Hyo sendiri yang mengawasi selama Kyuhyun beraksi. Kyuhyun yang malang. Namun walau bagaimanapun namja tidak bisa menolak karena Yeon Hyo selalu berdalih bahwa semua itu keinginan bayi yang ada di dalam perut yeoja berparas cantik itu.

“Ini semua keinginan anakmu tuan Cho!” ucapnya suatu ketika sambil menunjuk perutnya yang mulai membuncit. Kyuhyun yang mendengar hal itu hanya mendengus kesal namun hanya bisa pasrah. Sebagai appa yang baik ia selalu mencoba melakukan apapun demi anak yang sedang dalam kandungan.

Yoon Yeon Hyo, yeoja cantik pemilik kulit putih susu dengan tinggi badan 170 cm yang namanya sekarang berubah menjadi Cho Yeon Hyo sebenarnya tidak menginginkan untuk menambah keturunan. Hanya saja waktu itu Kyuhyun mendesaknya untuk memberikan adik untuk Yong Jin. Awalnya Yeon Hyo sempat menolaknya. Namun Kyuhyun terus menerus merengek dan mendesak untuk melakukannya dan pada akhirnya yeoja menurutinya karena tidak tega melihat wajah Kyuhyun yang seperti anak anjing belum di kasih makan seharian.

~xXx~

“Ya! Tidak bisakah kita memakan korean food seperti biasa? Tempatnya sangat jauh… ” keluh Kyuhyun suatu hari ketika Yeon Hyo mengajaknya makan di salah satu japanese restauran yang tempatnya lumayan jauh. Membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai di tempat tujuan dan itu belum termasuk dengan kemacetan yang terjadi. Hari ini sabtu malam dan Kyuhyun sangat yakin pasti kalau semua jalanan kota Seoul bertambah padat pada malam-malam seperti sekarang.

“Tidak bisa! Aku hanya ingin memakan japanese food. Bukan yang lain.”

“Tapi aku sangat lelah dan juga mengantuk… ”

“Tapi anakmu hanya ingin memakan makanan itu.” sahut Yeon Hyo kesal sambil menunjuk perutnya.

“Aish… Kau saja yang menyetir. Aku mau tidur saja!”

“Cih! Kalau begitu kau saja yang hamil!”

“Mwo? Yaak~ kau!”

“wae? Kalau kau yang hamil, tentu saja dengan senang hati ku antarkan kemanapun kau mau. Kau tahu tuan Cho betapa menyusahkannya orang hamil? Hamil benar-benar membuatku menderita! Untuk bergerak saja susah, gerakanku jadi lamban, aku tidak bisa memakan makanan dingin yang artinya aku tidak bisa menyesap strawberry milkshake kesukaanku, tidak bisa memakan makanan yang terlalu pedas, dan parahnya aku selalu mual-mual begitu selesai makan dan pada akhirnya aku memuntahkan makanan yang dengan susah payah aku telan. Semua itu sangat menyiksaku tuan Cho.” Yeon Hyo menatap Kyuhyun nanar. Namja tertegun mendengar penjelasan yeoja barusan. Ia mempererat pegangan kemudinya dan menatap lurus jalanan kota Seoul yang memang selalu di padati kendaraan. Dia diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun melalui bibir tipisnya. Dia sadar, semua itu adalah keinginannya dan tidak boleh egois.

“Eomma, appa, kapan kita sampai? Aku lapar sekali.” tanya Yong Jin dari jok belakang sambil memegangi perutnya yang sudah bersahut-sahutan. Kyuhyun dan Yeon Hyo sontak menoleh dan menatapnya dengan iba.
“Sebentar lagi kita sampai. Sabar sedikit ne?”

…Only One…

Kyuhyun berjalan mondar-mandir di dekat pintu utama rumah bergaya paris modern itu. Raut wajahnya menggambarkan kecemasan yang begitu kentara. Tak lama kemudian terdengar bunyi bel pintu rumahnya berbunyi. Secepat kilat ia membuka pintu dan berhambur keluar. Namja sedang menunggu kedatangan seseorang rupanya.

“Gomawo,” ujarnya pada namja paruh baya yang beberapa detik lalu menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna merah yang ukurannya lumayan besar.
Kyuhyun bergegas memasuki rumah dan langsung berjalan menelusuri anak tangga menuju kamarnya.
Namja itu berdiri di dekat ranjang bermotif bunga-bunga miliknya sambil memandang seorang yeoja yang tengah mematut dirinya di depan cermin. Setahu Kyuhyun yeoja itu bukanlah tipe perempuan yang suka berdandan. Mungkin ibu hamil di luar sana juga melakukan hal yang sama. Pikir Kyuhyun.

“Wae?” seru Yeon Hyo yang melihat keberadaan namja yang tengah menatapnya tanpa kedip melalui pantulan cermin. Kyuhyun terlonjak kaget. Namja melamun rupanya.

“Yeon Hyo-ya, malam ini aku harus menghadiri sebuah pesta yang cukup meriah. Dan kau, harus menemani!” kata Kyuhyun begitu ia telah menguasai dirinya kembali.

“Ini perlengkapan yang harus kau kenakan!” lanjut Kyuhyun sambil menunjuk kotak beludru yang sedari tadi berada dalam genggamannya.

Yeon Hyo memiringkan kepalanya sekilas. Tampak bingung. Kemudian ia berjalan mendekati namja didepannya.

“Apa itu?” Yeon Hyo terus memandangi kotak beludru itu.

“Yaaak– apa ini? Kau mau menyiksaku, huh?” Yeon Hyo membulatkan matanya lebar-lebar ketika ia berhasil membuka kotak tersebut yang ternyata berisi gaun berwarna putih. Kekagetannya bertambah kali lipat begitu di dalam kotak itu terdapat juga musuh bebuyutannya.

“Dan ini….?” Yeon Hyo mengangkat benda yang menurutnya paling menyebalkan sedunia hanya menggunakan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya. Ia takut kalau-kalau benda tersebut bisa menyebarkan virus semacam rabies.

“Sebaiknya kau singkirkan benda sialan dan terkutuk itu dari hadapanku tuan Cho yang terhormat!”

“Kau bilang pestanya cukup meriah buka? Berarti akan ada banyak wartawan di sana. Dan aku tidak mungkin pergi kesana.” lanjut Yeon Hyo. Sebuah senyuman evil menghiasi wajah putih bersih miliknya.

“Itu tidak akan. Karena acara ini tertutup jadi tidak akan ada wartawan yang di.ijinkan masuk kesana. Kau tenang saja.”

“Dan sekarang kau harus memakainya Nyonya Cho. Malam ini juga!”

“Shireo! Jangan harap aku akan memakainya tuan Cho bodoh!”
“Ya! Cepat ganti bajumu!”

“Kau mau menyiksaku, eoh?”

“Cepat ganti! Apa perlu aku yang memakaikannya, huh?”

“Yaak– Sudah ku bilang aku tidak akan sudi memakainya!”
“Baiklah….”

~xXx~

Kyuhyun tertegun melihat pemandangan di depannya. Yeoja yang memakai gaun putih selutut berhiaskan manik-manik di bagian dada dan terdapat pita besar berwarna pink di bagian belakang gaun tersebut di padu dengan high heels berwarna senada membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun. tanpa kedip. Kyuhyun mematung di tempatnya berdiri. Matanya bergerak-gerak ke atas dan ke bawah mengagumi keindahan yang tercipta di setiap lekuk tubuh yeoja itu. Entah cara apa yang Kyuhyun gunakan sampai yeoja itu mau memakai gaun yang ia berikan.

“tunggu apa lagi? Ayo cepat jalan!” Yeon Hyo berjalan mendahului Kyuhyun yang masih menatapnya tanpa kedip. Kyuhyun kembali tersadar setelah beberapa detik kemudian.
Namun baru beberapa langkah yeoja itu menuruni anak tangga, ia kehilangan keseimbangan tubuhnya dan menyebabkan ia oleng. Buru-buru Kyuhyun menyodorkan sikunya.

“Pegang tanganku!” Yeoja itu menatapnya sekilas dan pada akhirnya menyelusupkan tangannya ke tangan Kyuhyun.

“Eomma, appa, kalian mau kemana?” tanya sebuah suara yang sangat familiar di kuping Yeon Hyo dan Kyuhyun. Sontak mereka menghentikan langkah dan dengan serempak mereka menengok ke sumber suara.Merekapun menarik sudut bibir masing-masing membentuk sebuah senyuman.

“Bolehkah aku ikut bersama kalian?”

kyuhyun membungkukkan badannya supaya sejajar dengan Yong Jin. Tak lupa ia memamerkan seulas senyum terlebih dulu.

“Yong JIn-a, appa dan eomma harus menghadiri acara penting. dan acara ini khusus untuk orang dewasa. kau di rumah saja, ne? Kau bisa mengajak Chae Eun ahjumma bermain. Bukan begitu Chae Eun-ah?”

Yong Jin menatap ahjummanya yang sedari tadi berdiri di belakangnya sekilas. kemudian pandangannya beralih menatap kembali kedua orang tuanya.

“Baiklah, kalian boleh pergi. Hati-hati di jalan.”

“Ne. Kau juga baik-baik di rumah ne? jangan bandel. kasihan ahjummamu.”

“Bye eomma, bye appa… jangan pergi terlalu lama!” teriak Yong Jin yang masih menatap orang tuanya yang mulai menjauh.

…Only One…

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah restoran mewah. Dimana tempatnya berkesan sangat romantis ketika pertama kali melihatnya. Kyuhyun berjalan memutar dan membukakan pintu mobil untuk Yeon Hyo. Gadis itupun keluar dengan wajah berseri. Senyuman menghiasi setiap lekuk wajahnya yang terbilang sangat cantik.

Kyuhyun menyodorkan sikunya kearah yeoja itu. Yeon Hyo menatapnya sekilas kemudian menyelusupkan tangannya ke tangan Kyuhyun. Mereka berjalan dengan begitu romantis. Seperti pasangan normal pada umumnya. Pemandangan yang sangat langka.

“Yeon Hyo-ya, aku mau ke toilet sebentar. Kau masuk duluan saja.” ujar Kyuhyun begitu mereka memasuki halaman resto itu.

“Ne? Aku masuk sendirian? Yang benar saja Kyuhyun-ah. Bahkan aku tak mengenal seorangpun di dalam.”

“Ya! Kau masuk saja. Acara hampir saja dimulai!” pekik Kyuhyun mulai tak sabar.

“Benarkah tak apa?” tanya Yeon Hyo masih ragu.

“Ne, Cepetan masuk!” perintah Kyuhyun sambil mendorong bahu yeoja itu. Kyuhyun pun berlalu.

…Only One…

“Ya, gelap sekali!” pekik Yeon Hyo kaget. Baru saja yeoja itu menginjakkan kakinya beberapa langkah, tetapi tiba-tiba lampunya padam. Yeon Hyo pun mulai panik. Yeoja itu tak suka gelap.
“Cho Kyuhyun! Kau dimana?” teriak yeoja itu panik.
“Ya, Cho Kyuhyun! Aku takut gelap! Cepatlah kembali!”

“Acara macam apa ini? Benar-benar menyebalkan!!” gumam yeoja itu di sela paniknya. Ia menyumpah tidak akan pernah mau ikut lagi acara yang sama sekali bukan acaranya.

“Gara-gara Cho Kyuhyun menyebalkan yang memaksaku untuk ikut datang kesini, aku malah sial begini!! Cho Kyuhyun pabbo! Jeongmal pabbo-ya!” umpatnya dalam hati.
“Eh.. kenapa sepi sekali? Mana tamu undangan yang lain? Apakah aku salah masuk ruangan? Aish… Awas kau Cho Kyuhyun menyebalkan!!”

Yeoja itu mulai berjalan sambil memegangi setiap tembok yang ia lalui untuk mencari sumber cahaya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat lilin-lilin yang menyala dan mengapung dengan indahnya diatas kolam.

“Woah… kyeopta!”

Baru saja yeoja itu mau membuka mulutnya untuk memanggil nama Kyuhyun, samar-samar mulai terdengar suara dentuman piano yang tak jauh dari tempatnya sekarang berdiri. Yeoja itu mulai berjalan mencari piano itu berada.
Ia sangat mengenali setiap nada yang keluar dari piano itu. Seven Years of Love. Yah, itu lagu yang biasa di bawakan Kyuhyun ketika Kyuhyun tampil solo. Dan juga akhir-akhir ini, Yeon Hyo gunakan sebagai nada dering ponselnya.

Yeoja itu berjalan mendekati piano dan melihat seseorang tengah duduk memainkan piano itu. Tetapi tidak begitu jelas, karena orang itu membelakanginya. Tapi dari cara duduknya dan bentuk bahunya, Yeon Hyo mampu mengenali siapa orang itu. Sosok orang yang sangat ia cintai dan sedang ia cari beberapa menit terakhir.

Namja membalikkan badannya setelah selesai memainkan permainan pianonya dan menatap Yeon Hyo tanpa kedip. Namja itu berjalan mendekati Yeon Hyo.

“Kyuhyun-ah.. apa yang kau lakukan disini? Mana tamu undangan yang lain? Kenapa begitu sepi? Katamu semua sudah menunggu…” todong Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun tersenyum. Tidak! Kali ini ia tersenyum dengan sangat manis. Bukan seringaian yang ia tampilkan seperti biasanya. Tampan sekali. Sampai-sampai Yeon Hyo dibuat terpesona oleh ketampanannya. Yeoja itu mematung di tempatnya berdiri.

Perlahan lampu mulai dinyalakan. Tapi tidak semuanya, hanya beberapa lampu saja. Sehingga menimbulkan kesan romantis di dalamnya.

“Wow, Pinckatastic!” pekik Yeon Hyo begitu menyadari semua ruangan dan barang-barangnya bernuansa pink. Dan ia baru menyadari kalau pakaian yang ia kenakan juga berwarna pink. Dan ternyata Kyuhyun juga mengalami hal yang sama. Dan Yeon Hyo baru menyadari ternyata baju yang ia kenakan sangat serasi dengan setelan jas Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah… apakah semua ini rencanamu?” tanya Yeon Hyo seraya menatap Kyuhyun meminta penjelasan. Kyuhyun tak menjawab, lagi-lagi ia tersenyum.

Kyuhyun kemudian menepuk tangannya beberapa kali. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawakan nampan yang sudah penuh dengan… bunga mawar?
Kyuhyun mengambil bunga mawar dan sebuah kotak berwarna pink dan sesaat kemudian ia menyuruh pelayan itu meninggalkan tempat kami dengan sekali sentakkan tangan.

“Yeon Hyo-ya… untukmu.” ucap Kyuhyun sambil mengulurkan seikat bunga mawar berwarna pink. Yeon Hyo menatapnya seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Membuatnya diam seribu bahasa. Tersadar, yeoja itupun menerima bunga itu dengan gerakan lambat.

“Kyuhyun-ah….” gumamnya dengan mata berseri-seri. Yeon Hyo mengamati bunga pemberian Kyuhyun dan sesekali menciumnya.
“Yeon Hyo-ya, apakah kau tak ingin tau berapa jumlah bunga mawar tersebut?” tanya Kyuhyun yang sontak membuat Yeon Hyo menoleh. Yeoja memiringkan kepalanya, tampak ragu dengan ucapan Kyuhyun barusan.

“Ne, Hitunglah !” sahut Kyuhyun yang seakan tau arti dari raut wajah Yeon Hyo.

“Empat belas?” tanya Yeon Hyo ketika gadis itu menyelesaikan kegiatan berhitungnya. Kyuhyun, lagi-lagi tersenyum.

“Empat belas, ya benar. Kau tahu? Aku sangat menyukai angka empat belas. Dan seperti kau lihat di sana,” ucap Kyuhyun sambil menunjuk kolam yang telah mengapung beberapa lilin berwarna pink dan menyala dengan indahnya. Romantis.

“Omo! Empat belas?” pekik Yeon Hyo begitu menyadari lilin-lilin itu membentuk angka empat belas. Ia menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya. Dan yeoja itu dengan jelas melihat tulisan ‘7 Years of Love’ di bawah angka 14 tadi.
“Dan ini…” lanjut Kyuhyun sambil membuka kotak berwarna pink dan mengeluarkan isinya.

Kyuhyun melangkah sedikit, mendekatkan diri dengan yeoja. Ia pun mulai mengangkat tangannya keatas dan menempelkan sesuatu di leher Yeon Hyo. Gadis itu akhirnya mencoba meraba benda yang telah menempel di lehernya dengan manis.
“Cantik sekali, Kyuhyun-ah!” pekik Yeon Hyo sambil mengamati liontin berbentuk hati yang dipenuhi dengan permata berwarna pink.

“Bukalah liontin itu, kau akan lihat apa yang ada di dalamnya!” seperti tersihir, gadis itupun menuruti semua perkataan Kyuhyun. Perlahan, Yeon Hyo mulai membuka liontin berbentuk hati dan berwarna pink itu dengan hati penasaran.
Suaranya tercekat dan bibirnya mendadak kering ketika gadis itu telah sukses membuka liontin itu.

“Hyo-Kyu.. 14 Februari, 7 Years of Love?” begitulah Yeon Hyo membaca tulisan yang terdapat didalam liontin tersebut. Kemudian yeoja itu mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun dengan intens.
“Gomawo Kyuhyun-ah..” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Aahh.. Aku hampir lupa!” Katanya sambil menepuk keningnya.
“Masih ada satu lagi untukmu, Hyo-ah.” lanjutnya. Kyuhyun mulai mengeluarkan benda dari kotak yang berwarna pink tadi, kotak yang sama dengan tempat liontin itu. Kyuhyun mulai mengeluarkan isinya, lagi.

Yeon Hyo menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh tanya. Ia pun mulai mencoba menerka-nerka benda apa yang akan diberikannya lagi padanya.

“Ulurkan tanganmu!” perintah Kyuhyun dan menunjuk tangan Yeon Hyo menggunakan dagunya. Dengan ragu-ragu, Yeon Hyo mulai mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun.
Kyuhyun mulai memakaikan sebuah gelang yang ternyata juga berwarna pink.
“Disetiap inci gelang tersebut tergantung beberapa benda.” jelas Kyuhyun.

“Angka 14, artinya tanggal hari pernikahan kita dan angka 2 adalah bulannya. Waktu itu kita menikah tepat tanggal 14 Februari bertepatan dengan hari valentine, tujuh tahun yang lalu. Kemudian angka 7 mempunyai arti lamanya hubungan yang sudah kita jalin selama ini, Hyo-ah. Dan bentuk hati itu mewakili hatiku yang akan selalu mencintaimu, Yeon Hyo-ya. Kaulah separoh hati dan jiwaku. Kau seorang!” lanjut Kyuhyun panjang lebar. Sepertinya Yeon Hyo sudah hanyut bersama kata-kata romantis yang meluncur begitu saja dari bibir tipis milik Kyuhyun.

Yeon Hyo tersentak begitu menyadari kini Kyuhyun telah berdiri sangat dekat dengan dirinya. Namja itu mulai mendekatkan wajahnya. Kyuhyun tersenyum melihat raut wajah Yeon Hyo yang berubah seketika.

“Dan aku sengaja membuat semuanya menjadi pink. Karena pink adalah warna favoritmu Hyo-ah. Bukankah begitu?” Yeon Hyo mematung.

“Jadi, apakah kau menyukainya?” tanya Kyuhyun sambil melebarkan tangannya kesamping. Reflek, Yeon Hyo pun memeluk namja yang berdiri tepat di hadapannya.

“Gomawo Kyuhyun-ah. Jeongmal gomawoyo!” seru Yeon Hyo masih dalam keadaan memeluk Kyuhyun. Dan sekarang Kyuhyun mulai membelai rambut Yeon Hyo dengan mesra.
“Happy seven anniversarry yeobo…” ucap Kyuhyun yang sontak membuat Yeon Hyo melepaskan pelukannya. Kyuhyun menatap Yeon Hyo lekat-lekat. Namja itu bingung dengan perubahan sikap yeoja di depannya.
“Wae?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Apakah ada yang salah dengan tindakannya? Atau mungkin ucapannya?
“Kau bilang happy anniversarry?”

“Ne.” sahut Kyuhyun. Yeon Hyo masih belum sadar akan hari ini.

“Maksudmu?” tanya Yeon Hyo dengan tampang polosnya yang membuat Kyuhyun mendengus kesal kemudian namja sukses menjitak kepala Yeon Hyo. Yeoja itu hanya bisa meringis menahan sakit.

“Permainan pianoku yang pertama kali kau dengar begitu masuk kesini, Seven Years of Love. Itu mewakili semua perasaanku saat ini padamu Nyonya Cho bodoh! Ungkapan dari hati yang terdalam. Dan semua undangan yang tak muncul, itu semua hanya akal-akalanku saja. Tak pernah benar-benar ada undangan. Aku hanya membohongimu untuk kesuksesan acara yang telah ku persiapkan 3 hari yang lalu. Dan semua ini, semua yang telah aku lakukan dan semua yang aku berikan sengaja aku buat hanya untukmu. Sebagai kado ulang tahun pernikahan kita Yeonnie… Sebagai bukti cintaku selama ini. Terima kasih Nyonya Cho, terima kasih telah hadir dalam kehidupanku dan merubah hidupku menjadi lebih berwarna. Terima kasih karena kau mau menerimaku apa adanya, lengkap dengan semua kekuranganku. Terima kasih.”

“Oh, ne. Happy Valentine’s day too Yeon Hyo-ya. Saranghae yeobo…” Yeon Hyo terdiam. Ia mengerti akan arti dari semua ini. Kemudian yeoja itu berpikir sejenak dan….

“Tadi kau panggil aku apa? Yeobo?”

“Itu… itu~ ”

Ucapnya terpotong karena mulutnya sudah di tutup mulut Yeon Hyo.

“Nado saranghae… yeobo!”

Giliran Kyuhyun yang berdiri mematung.
Tak lama kemudian terdengar suara musik waltz mengalun dengan indahnya. Seorang pelayan datang dan mengatakan kalau makan malam mereka telah siap. Kyuhyun dan Yeon Hyo berjalan mengikuti pelayan tadi, menuju tempat makan yang terletak di dekat kolam renang. Candle Light Dinner.

…Only One…

“Hm… Pinckalicious!!” pekik Yeon Hyo ketika berhasil menyuapkan satu sendok cake yang berbentuk hati dan juga berwarna pink kedalam mulutnya.

Kyuhyun menunjuk mulutnya, menyuruh Yeon Hyo menyuapkan cake tersebut ke mulut Kyuhyun. Yeon Hyo mendecakkan lidah namun pada akhirnya menurut.

Kyuhyun mendekatkan badannya dari balik meja dan menatap Yeon Hyo dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
Kyuhyun mulai mengulurkan tangannya ke wajah gadis itu. Yeon Hyo menatapnya tak mengerti. Dengan gerakan cepat, Kyuhyun membersihkan cake yang menempel sembarangan di sudut bibir Yeon Hyo. Kemudian ia menjilat jarinya, membuat Yeon Hyo tersipu malu.

Musik waltz terus mengalun mengajak mereka untuk berdansa.
“Maukah kau berdansa denganku, Nyonya Cho?” tanya Kyuhyun yang sudah berdiri dan membungkukkan badannya di depan Yeon Hyo sambil mengulurkan tangannya. Yeoja itu berpikir sejenak dan beberapa detik kemudian menerima uluran tangan Kyuhyun. Mereka berdansa, dengan sangat romantis. Lagi-lagi ini pemandangan yang sangat sulit di dapatkan, sangat langka.

“Kyuhyun-ah, aku tak pernah menyangka kau bisa seromantis ini. Berapa lama kau berguru dengan Donghae oppa, eoh?” cecar Yeon Hyo.

“Mwo? Ya, Nyonya Cho! Aku berusaha sendiri tanpa ada siapapun yang membantu. Semua ini hasil jerih payahku. Hargailah sedikit! Aish… Kau menyebalkan sekali Nyonya Cho! Pabbo-ya!!”

“Begitu saja marah…” Sahut Yeon Hyo enteng.
“Ya, Cho Kyuhyun bodoh! Mukamu jelek sekali kalau kau ngambek seperti itu!” seru Yeon Hyo begitu melihat wajah Kyuhyun di tekuk berlipat-lipat. Kyuhyun hanya mendengus.

“Ya, Kyuhyun-ah! Aku hanya bercanda. Kenapa kau begitu marah? Ya~ ” ucap Yeon Hyo terputus karena kini, Kyuhyun, telah melumat bibirnya dengan ganas.

“Aku juga hanya berpura-pura marah.” sahut Kyuhyun dengan seringaian khasnya.

“Yaak !!” tak sempat yeoja itu melontarkan kata-kata untuk membalas perkataan Kyuhyun barusan, namja itu sudah melumat bibirnya lagi. Kyuhyun mengunci tubuh Yeon Hyo, membuat gadis itu susah bergerak dan napasnya sesak, sesak yang membuatnya bahagia. Yeoja tak mau tinggal diam, iapun membalas ciuman Kyuhyun tak kalah ganas.

Yeoja itu tak tahu apa yang menyebabkan Kyuhyun berubah begitu drastis. Yang ia tahu, Kyuhyun sukses membuat dirinya sangat bahagia malam ini dan sangat menikmati setiap kenyamanan yang Kyuhyun berikan.

“Wah, kalian romantis sekali!” pekik sebuah suara tak jauh dari tempat mereka, sontak mereka menghentikan aksi cium ganas mereka. Suara yang begitu familiar di telinga Kyuhyun maupun Yeon Hyo.

“Yong Jin-a!!!!!!” teriak mereka serentak.

-THE END-

-EPILOG-

“Ahjumma… Eomma appaku kemana? Kemana mereka? Aku sudah mencari-cari disetiap ruangan tapi tak ketemu juga.” tanya seorang anak kecil yang hampir saja menangis putus asa.
“Yong Jin-ah… Eomma appamu sedang ada urusan. Kau main dengan ahjumma saja, ne?”

“Anni, aku tak mau! Aku hanya mau main sama appa!” pekik anak tersebut.

“Bagaimana kalau ahjussi membelikanmu ice cream, mau tidak? Kau sangat suka ice cream rasa coklat, bukan? Ayo, ikut ahjussi!”

“Shireo!” pekik Yong Jin memberontak.

“Bagaimana kalau ahjussi beli dua untukmu!”

“Ayolah, Yong Jin-a… Kau jangan uring-uringan terus seperti ini. Appamu bisa memarahiku kalau dia sampai tahu. Kau tak kasihan pada ahjussimu ini, eoh?” ucap Eunhyuk menjelaskan. Yong Jin hanya tertunduk lemas. Bagaimanapun caranya ia harus bisa bertemu Appa eommanya sekarang, pikirnya dalam hati. Tapi bagaimana?

Tiba-tiba terdengar sesuatu terjatuh dari saku celana Eunhyuk.
Seperti maling yang tertangkap basah, Eunhyuk pun langsung buru-buru memasukkan kaset tersebut ke dalam kantong.

“Kaset apa itu ahjussi?” tanya Yong Jin polos.

“Ya, Eunhyuk-ah!” teriak Lee Chae Eun yang sedari tadi hanya diam berdiri disamping Eunhyuk.

“Kaset apa itu ahjussi, ahjumma?” tanya Yong Jin lagi.
“Ah~ bukan apa-apa Yong Jin-ah. Hanya kaset.. Uum… Ah, kaset game! Yah, kaset game!” ujar Eunhyuk dengan napas tercekal.

“Jinjja?”

“Ne, tentu saja. Iya kan Chae Eun-ah?” tanya Eunhyuk sambil menyenggol siku Chae Eun, berusaha meyakinkan Yong Jin.

“Ah~ ne Yong Jin-ah.”

“Kalau begitu, mari kita mainkan Eunhyuk ahjussi!” seru Yong Jin girang, penuh semangat.

“Ya..!!!” Eunhyuk kehabisan kata-kata. Tenggorokannya kering.
Dengan hati yang berat, Eunhyuk dan Chae Eun pun mengantarkan Yong Jin ke tempat Yeon Hyo dan Kyuhyun berada. Eunhyuk tak sanggup harus membayangkan dirinya di cincang habis oleh Kyuhyun kalau ia sampai tahu Eunhyuk mengajarkan hal yang tidak-tidak.

Tetapi dugaannya salah. Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Eunhyuk, Chae Eun dan Yong Jin sudah disambut dengan pemandangan yang belum pernah terpikir oleh siapapun.
“Ya, kalian romantis sekali!” pekik Yong Jin begitu melihat pemandangan yang belum pernah sekalipun ia lihat.

“Yong Jin-ah!!!!” mereka balas memekik secara bersamaan.

END

A Hyo-Kyu Story of Hyo-Kyu Couple from Hyo-Kyu Shipper.

*Salam cipok*

-HKS-

47 thoughts on “FF LOMBA “Only One” [OneShoot] – FREELANCE

  1. kyaaaaaaaaaaaaa kyu romantis banget…….jdi iri sm nyonya cho hehhehehe,feelnya dpt dan sukses membuat aku senyum senyum,wlpun ada typo sedikit tp daebak……..

    • iya itu titik sebenarnya mau pencet spasi.. dan karena cepet-cepet salah pencet deh😦

      aku juga baru nyadar pas baca ulang ternyata baju Yeon Hyo waktu di rumah ama pas udah nyampe resto warnanya beda u,u
      lupa ganti.. tadinya emang mau cerita kalo gaun yang di pakek Yeon Hyo itu cuman di jelasin pink aja. Taunya berubah pikiran dan lupa edit -___-

      Gomawo komen dan koreksinya…

  2. cerita.y bagus.. D.sini kyu.y jd romantis bgd, sedikit prdebatan dgn yeon hyo, wlw msh ada bbrpa typo; pnggunaan tnda baca sprti “Eunhyuk mengejar kemanapun.Kyuhyun berlari untuk menempelkan kue dimuka Kyuhyun.” >> itu ada titik sblm kyuhyun, pas baca jd aneh ..
    Trz pas sblm prgi yeon hyo pake gaun putih tp pas d.restoran “-pakaian yang ia kenakan juga berwarna pink” (?)
    tp itu hnya sebagian kecil typo dr ff yg bagus ini. Setiap kelebihan pasti ada kkurangan kn?? #mgkn author.y k.cape’an .. Hehe🙂

    keep writting

    • iya itu titik sebenarnya
      mau pencet spasi.. dan
      karena cepet-cepet salah
      pencet deh

      aku juga baru nyadar pas
      baca ulang ternyata baju
      Yeon Hyo waktu di rumah
      ama pas udah nyampe
      resto warnanya beda u,u
      lupa ganti.. tadinya
      emang mau cerita kalo
      gaun yang di pakek Yeon
      Hyo itu cuman di jelasin
      pink aja. Taunya berubah
      pikiran dan lupa edit -___-

      Gomawo komen dan juga
      koreksinya…

  3. FF nya seru
    tp..menurutku, ada kalimat2 yg kurang pas, aku ngerasa ada kata yg hilang yakni kata “itu”.
    Ex #pd awal2 ff
    *namja tdk ingin jika sampai hal buruk menimpanya, bukankah seharusnya memakai ‘namja -itu- tdk ingin jika smpai hal buruk menimpanya’ (lbh enak dibaca)
    dan kalimat selanjutnya
    *baru saja yeoja menginjakan kakinya dilantai=baru saja yeoja -itu- menginjakan kakinya dilantai.
    (dimulai dr contoh kalimat yg pertama ke kalimat selanjutnya di ff ini ada yg kekurangan kata -itu-
    ah jeongmal mianhe author, ini hanya menurutku, jd mian klo aku salah. Tp ff nya menarik sangad!!!
    Gumawo..aku senang yong jin punya adik, dan mudah2an gk ketuker lg yah ff nya saeng Icha keke..gumawo

  4. daebak !! feelnya dapet bnget, terharu bacanya😄 *readers lebay
    walaupun ada typo dikit tpi tetep keren pake banget >.<😀
    d tunggu next ff-nya🙂

  5. feelnya dapet?
    wohaa… gomawo xD

    dan Gomawo juga udah komen :)))

    next FF? Doain yah…
    semoga Tuhan memberikan ku kesempatan yang kedua kalinya dan berikut berikut berikut selanjutnya ;;;;;

  6. Huaaaaaa~ So Sweeeet banget nget nget nget nget.. Aku suka aku suka~
    Kyaaaa Yeonhyo-Kyuhyun ketauan Yong jin..hayo loh..

    walopun ada typo tp tetep gak mempengaruhi kesosweetan(?)nya kekeke~ Daebak😀

  7. maaf aq baru ninggalkan balasan. g kebayah deh klo kyu akan se romantis itu n buat aq iri sma nyonya cho. huaaaaa bikin aq melting banget

  8. Jeongmal johahae!
    Eonnie jjang!
    Disini tumben banget hyokyu bisa romantis. Jdi senyum” sndiri. Wkwkk.
    Kyu so sweet! Pingin bnget rasanya dikasi surprise anniversary kyk gitu..
    Hha
    Feel nya dpet bnget!
    Bkin ngiri nih eon. Hhi

  9. Authorrrrr……. Kyuhyun ngajak Yeon Hyo dansa tengah mengandung, eoh? Kan kasian Yeon Hyonya lagi hamil disuruh make heals. Aku pikir pas Kyuhyun ngajak pergi, Yeon Hyonya udh melahirkan. Gk taunya blm u,u pas bagian itu aja sih aku bingung

    Typo masih lumayan banyak. Tapi bagus kok ceritanya (y)

    Keep writting😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s