FF LOMBA “Jinjja? You Are a Frogy Prince” [Chapter 2] – FREELANCE

 

Title : “ JINJJA? You are a Frogy Prince? [Chapter 2]  ”

Author : Devi Nurita Sari (Choi Ji Ra)

Facebook : Devi ‘empy’ Adjalah

Twitter : @devi_empy

Genre : Sci-fi, AU, Fantasy, Romance, comedy -__-

Type   : Short Story

Length : Chapter

Rating : G

 

Main Cast :   

1. Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun as Yoon Yeon Hyo

2. Kyuhyun Super Junior as Cho Kyuhyun (Frogy Prince)

 

Another Cast :

1. Siwon Super Junior as Choi Siwon (Choi Ji Ra’s brother)

2. Devi ‘empy’ Adjalah as Choi Ji Ra.

3. Eunhyuk Super Junior as Lee Hyuk Jae

 

Recommended song :

  1. Super Junior — SPY
  2. Super Junior – Only You
  3. Super Junior – Haru

 

Desclaimer : Super Junior milik tuhan, orang tua serta milik management mereka. Tapi, FF ini milik saya….! murni dari otak kanan saya yang sudah bekerja keras dan tidak ada unsur ‘PLAGIAT’ , ‘COPYCAT’, dan sejenisnya. Jika ada kesamaan nama, karakter, tempat, cast, ulzzang yang berperan sebagi visualisasi, dan lain sebagainya. Itu hanya sebuah kebetulan yang tak terduga, karena semua unsur tersebut hanya bersifat relatif.

 

 

 

 

“JINJJA? You are a Frogy Prince [Chapter 2]”

 

 

 

 

 

KYAAAAAAA~!..” terdengar suara teriakan histeris bergema dari dalam hutan.

 

 

Sedetik kemudian, tercipta keheningan setelah teriakan keras dari dua makhluk imbisil tersebut.

 

“Kau kenapa berteriak, ahjumma?

 

“Kau yang kenapa?”

 

“Kenapa balik bertanya, eo?

 

“Kau yang kenapa balik bertanya?” Jawab Yeon Hyo sengit.

 

“Aish~ dasar ahjumma bodoh..!”

 

“Kau yang bodoh” cibir Yeon Hyo yang hanya dibalas Ji Ra dengan cengiran abstraknya.

 

“Apa ini ahjumma?” Ji Ra melemparkan benda hijau lembek dari dalam tasnya.

 

“Kyaaa~” Yeon Hyo berteriak saat benda hijau lembek itu mendarat diatas kepalanya.

 

“Kodok?” Yeon Hyo membulatkan matanya ketika benda asing itu terjatuh ditanah. “Karet sintetis? YAAA~ CHOI JI RA………….!” Yeon Hyo berteriak sambil menjitak kepala Ji Ra, dan dibalas makhluk abstrak Choi Ji Ra dengan gelak tawa.

 

 

Yahh~ ternyata Yeon Hyo dan Ji Ra berteriak bukan karena ada sesuatu menyeramkan atau tarzan yang lari-lari dengan baju balet pink didalam hutan, mereka berteriak hanya untuk mengikuti naluri ketarzanan mereka dimasa lalu *ditabok

Setelah pertarungan sengit yang tercipta antara kubu Yeon Hyo dan Ji Ra, kini bola digiring kegawang lawan. Dimana Lee Soo Man berperan sebagai keeper, Yeon Hyo terus menggiring bola, diover ke Ji Ra, kembali ke Yeon Hyo. Daaaaaannn yakkk ‘Author’ mulai gila -_____-“ *disambit pake sandal

 

(Baiklah~ kembali ke-TKP..!)

 

“Sudah berapa kali kita melewati tempat ini Ji Ra-ya?” Tanya Yeon Hyo bingung.

 

“Entahlah, aku rasa kita baru saja melintasi tempat ini”

 

“Dan sudah berapa kali kau menjawab pertanyaanku dengan ‘baru saja melintasi tempat ini’ , eo?

 

“Kau cerewet sekali ahjumma”

 

“Aku memang orang yang cerewet, kau tahu itu kan?”

 

Ne, semua orang tahu kalau Yeon Hyo itu cerewet” Ji Ra tersenyum.

 

“Jadi, sudah berapa kali kita melintasi danau buatan ini? Pepohon yang menjulang tinggi ini, eo?

 

“Kita baru saja melewati jalan ini ahjumma” jawab Ji Ra santai.

 

“Berhenti menjawab pertanyaanku seperti itu, anak kecil.! Ini pertanyaan serius”

 

“Serius? Grup band yang bubar itu? Si candil yang suara melengking itu kan vocalistnya?”

 

“YAA~ bukan saatnya untuk bercanda Ji Ra-ya..! ini emergency, kita tersesat. Bagaimana ini? Bagaimana kalau kita tidak bisa keluar dari hutan ini? Lalu bertemu dengan tarzan dengan rambut gimbal, ah~ tidak ini zaman modern, rambut tarzan mungkin sudah di rebonding.. bla.. blaa.. blaa..” Yeon Hyo terus berbicara seakan mengeluarkan mantra layaknya pak tarno -___-

 

“Bisakah kau diam ajhumma?” Ji Ra menatap Yeon Hyo dengan tatapan mengenaskan. “Kau membuatku tidak bisa berpikir, aku mohon tenanglah sedikit aku sedang mengumpulkan kejeniusan disini” Ji Ra menunjuk kepalanya.

 

“Kejeniusan? Kejeniusan level cemenmu lagi, eo?”

 

“Ho-oh” jawab Ji Ra polos.

 

Aish..! aku tidak mau tahu. Kita harus keluar dari hutan ini sebelum langit mulai gelap dan malam mulai datang, arra?” Yeon Hyo melangkah meninggalkan Ji Ra.

 

YAA~ ahjumma..! kau mau kemana?” Ji Ra berteriak kearah Yeon Hyo yang semakin menjauh. “Ahjumma..! tunggu aku” Ji Ra mengejar Yeon Hyo dari belakang.

 

 

 

*** ***

 

 

~Yeon Hyo Pov~

 

 

 

 

Kenapa? Kenapa kau begitu bodoh Yeon Hyo-ya. Seharusnya kau tidak mengikuti keputusan bocah tengil Choi Ji Ra untuk masuk kehutan ini. Seharusnya kau hanya mengelabuhi Siwon tanpa harus ikut masuk kehutan. Andai kau tidak terlalu cepat mengambil keputusan, mungkin sekarang kau sekarang sedang menyesap dan mengaduk milkshake strawberry-mu bersama Siwon hari ini.

 

Aishh~ Yeon Hyo kau benar-benar bodoh” kutukku dalam hati.

 

 

“Sekarang kita kemana lagi Ji Ra-ya?” aku menoleh kebelakang dimana ada Ji Ra yang terus mengekor langkahku. “Ya~ cepat buka petanya bodoh..!” Yeon Hyo menjitak è (” `з´ )_,/”(>_<‘!) ç  Ji Ra yang hanya menatapnya dengan tatapan kosong.

 

“Aku bukan Choi Ji Ra” jawab yeoja bertubuh mungil dihadapanku.

 

“Jangan bercanda..!” Aku menatap Ji Ra yang bertahan pada tatapan kosongnya, jujur disini aku mulai merasa khawatir. Aku khawatir kalau dia kesambet setan alay dan mulai berteriak ‘yeye lalala.. yeyeye lalala’ seperti orang-orang diacara musik tv swasta -___-“

 

“Ji Ra-ya..?”

 

“Aku bukan Ji Ra” jawabnya dengan nada setinggi 4 oktaf.

 

“Kau kenapa? Aku mohon jangan bercanda”

 

“Aku akan membunuhmu” jawab yeoja dihadapanku dengan tatapan kosong ini.

 

Jantungku seakan berhenti memompah darah untuk dialairkan keseluruh tubuh. Aku bergetar ketakutan ketika yeoja ini mengeluarkan pisau dari tas ranselnya, kenapa? Kenapa semuanya menjadi seperti ini, aku mundur empat langkah kebelakang saat yeoja ini mulai mendekat kearahku.

 

“Aku mohon jangan lakukan ini Ji Ra-ya, aku mohon. Aku janji aku tidak akan berteriak dan menyiksamu dengan menjitak ataupun mencubitmu lagi”

 

“Terlambat..! kau akan kuhabisi” yeoja mungil ini tersenyum sangat dingin, dia benar-benar menyeramkan ketika berubah dingin seperti ini. Dia seperti bukan Ji Ra yang kukenal.

 

“Aku mohon” pintaku tulus.

 

Aku rasa memohon tidak ada gunanya, aku terus mundur beberapa langkah hingga akhirnya punggungku tersandar dipohon besar yang rindang. Mulutku mulai terasa keluh, kaki bergetar dan tak dapat berbuat apa-apa. Inilah saat yang baik untuk Ji Ra menikamku.

 

“KYAAAAAAA~” aku berteriak saat yeoja ini akan menikamku.

 

 

 

*** ***

 

 

YAAA~ ahjumma, kau sudah sadar?” suara seorang yeoja menyadarkanku. Aku pun sedikit demi sedikit membuka mata sipitku.

 

“Pisau? Kemana pisaumu?” tiba-tiba aku beranjak saat mendapati Ji Ra yang duduk disampingku.

 

“Pisau?” jawab Ji Ra bingung.

 

Ne, kau membawa pisau kan?”

 

“Ehh?” Ji Ra mulai bingung. “Aish~ kau berhalusinasi, ini pasti pengaruh benturan keras dikepalamu sewaktu kau terjatuh tadi”

 

“Jatuh?”

 

“Ne, kau tadi terjatuh saat melintasi jalan yang cukup terjal dipinggir danau” jelas Ji Ra.

 

“Benarkah?” Yeon Hyo nampak berpikir sejenak “Jadi kau tidak akan membunuhku kan?”

 

MWO? membunuhmu?” Ji Ra membelalakan matanya “Keterlaluan..! untuk apa aku membunuhmu ahjumma bodoh sepertimu, eo? Aish~” Ji Ra mendengus kesal.

 

“aaa~” aku  memegang keningnya yang sedikit lecet dan memar.

 

Aish~ sini lukamu harus segera diobati” Ji Ra mulai membuka kotak P3K yang ia bawa.

 

Syukurlah, ternyata Ji Ra tidak ingin membunuhku. Tadi hanya sebuah bayangan saat aku pingsan.

 

Fiuhh~ ini pasti efek dari terlalu sering menonton film thriller ‘Beranak Dalam Kubur’ *plaaak

 

 

 

 

~Yeon Hyo Pov End~

 

 

 

Akhirnya matahari mulai tenggelam, teletubies berpamitan..! *(`▽´)-σ  author mulai ngelantur

 

Tidak..! kali ini serius, matahari kini sudah mulai tenggelam bersembunyi dibawah awan kelabu yang membuat guratan-guratan jingga kemerahan yang memancar keseluruh penjuru ruang dilangit.

 

“Kau harus bertanggung jawab Ji Ra-ya”

 

“Kenapa aku harus bertanggung jawab?” cecar Ji Ra sibuk dengan dedaunan dari tumbuhan dikotil yang ia kumpulkan sembari menyusuri jalan dihutan tadi.

 

“Kita tidak bisa keluar dari hutan ini, bodoh..!” Yeon Hyo berhenti sejenak “sebentar lagi hutan ini akan berubah menjadi gelap gulita, kau tahukan aku tidak suka gelap?”

 

“Aku tahu..!” jawab Ji Ra santai.

 

“Bagaimana bisa kau menjawabku dengan santai dalam keadaan genting seperti ini?”

 

“Kau tenang saja, aku sudah mempersiapkannya secara matang”

 

“Apanya persiapan matang? Kalau persiapanmu sudah matang tidak akan mungkin kita tersesat seperti ini.” Cecar Yeon Hyo yang membuat Ji Ra menghela napas.

 

“Ambil ini..!” Ji Ra mengeluarkan lampu emergency, boneka kelinci berwarna pink, dan juga selimut berbulu kesayangan Yeon Hyo dari dalam ranselnya.

 

Yeon Hyo tertegun dengan benda-benda yang keluar dari ransel Ji Ra, dan ia pun mulai angkat bicara “Itu..!” Yeon Hyo menunjuk kearah ransel hijau milik Ji Ra.

 

“itu ransel apa kantong doraemon? Kenapa benda-benda seperti ini dapat keluar dari sana?” Tanya Yeon Hyo konyol dan dibalas Ji Ra dengan senyuman. Ji Ra merasa sudah tidak punya energi untuk meladeni Yeon Hyo yang cerewet.

 

“Bisakah kau memberiku waktu untuk berpikir dan mencari jalan untuk keluar dari sini?” Ji Ra menatap mata Yeon Hyo dalam “Tujuanku masuk ke hutan ini bukan hanya untuk mencari kebenaran dari rumor pangeran burik—“

 

“Dikutuk, pangeran yang dikutuk” ralat Yeon Hyo pada kata yang dilontarkan Ji Ra.

 

Ne, itu maksudku. Aku kesini juga mencari tumbuhan dikotil untuk ku teliti kandungan senyawa alkaloidnya”

 

“Senyawa alkaloid?”

 

Ne, senyawa alkaloid. Senyawa organik yang berasal dari hasil metabolisme sekunder.”

 

“Untuk apa kau mencari senyawa seperti itu?”

 

“Penelitian” Ji Ra tesenyum kecil “Aku hanya ingin menelitinya”

 

“Apa gunanya kau meneliti hal senyawa bodoh seperti itu?”

 

“YAA~ apanya yang senyawa bodoh? Senyawa alkaloid ini banyak fungsi, mulai dari melindungi tanaman dari hama dan penyakit, sebagai basa mineral untuk mempertahankan keseimbangan ion pada tumbuhan, dan juga alkaloid ini juga berguna bagi bidang farmakologi sebagai obat. Dari situlah aku harus meneliti senyawa ini agar tahu kandungan apa saja yang terdapat pada senyawa ini hingga berguna dibidang farmakologi” jelas Ji Ra panjang lebar selebar badan Shindong.

 

“oo~” Yeon Hyo mengangguk”

 

“Kau mengerti ahjumma?” Tanya Ji Ra.

 

“Anniya~”

 

“Lalu kenapa kau menganggukan kepala, eo?”

 

“Aku mengerti kalau kau menjelaskan seperti ini, kau mirip seperti ikan sarden yang terlalu lama didaratan. Mangap-mangap seolah amat sangat membutuhkan oksigen” jawab Yeon Hyo cuek.

 

“YAA~ AHJUMMA..! Neo jugulae? (kau cari mati?)” Ji Ra mengerucutkan bibirnya, sementara Yeon Hyo tertawa renyah.

 

 

*** ***

 

 

 

~Choi Ji Ra Pov~

 

 

            Hutan kini menjadi gelap, aku dan Yeon Hyo eonnie terpaksa untuk bermalam dihutan ini. Aku tahu eonnie tidak suka gelap, jadi kubiarkan saja dia berada didalam tenda dengan keadaan terang benderang oleh sinar dua lampu emergency yang kubawa.

 

Aku sekarang sedang didepan tenda yang ditemani oleh api unggun. Sementara eonnie tetap berada didalam tenda. Aku mulai membuka buku catatan kecil bermotif kodok, kubuka lembar demi lembar kertas dibuku tersebut. Aku mendapati catatan tentang penelitianku.

 

“Senyawa alkaloid” gumamku pelan sambil menatap tulisan tersebut yang di penuhi dengan ornamen-ornamen ♥  ditulisan buku tersebut.

 

Aku kembali tersenyum saat membuka lembar berikutnya, kali ini aku menemukan nama partner kelompok penelitianku yang telah terukir dikertas ‘Myeol Chi’ begitulah tulisan dibuku ini. Yahh~ aku tahu mungkin aku pandai dibidang akademis, tapi kau tahu? Aku ini bodoh dalam hal ‘cinta’. Makanya aku dan kepala pelayan dikediaman ku , pak Han terlihat sangat akrab. Hanya alasan sederhana kenapa kami begitu dekat, kami sama-sama makhluk dengan nasib jomblo menahun..! -___-“ . Cuma bedanya pak Han jomblo karena susah move on dari mantan dan aku susah untuk jatuh cinta. Aku hanya mencintai satu pria, yah~ satu pria yang tertulis dibuku motif kodok ku ini. Lee Hyuk Jae, itulah namanya.

 

Pliiip~ pliiip~ pliiip~

 

Tiba-tiba mataku menangkap secercah cahaya hijau kebiruan dari balik pohon didepanku. Aku megerjab-ngerjabkan mata untuk melihat lebih jelas. Benar..! itu sebuah cahaya. Tapi, cahaya apa itu? Apa dihutan ini ada orang selain aku dan Yeon Hyo eonnie? Cahaya apa itu?

 

Aku semakin tertarik dan penasaran dengan cahaya tersebut. Apakah aku harus mendekati sumber cahaya tersebut? Aishh~ ini benar-benar membuatku gamang.

 

Akhirnya, aku memberanikan diri, beranjak dari tempat dimana aku duduk. Aku melangkah selangkah demi selangkah. Awalnya aku ragu, tapi lama kelamaan aku semakin yakin untuk melangkah ke sumber cahaya.

 

Cahaya hijau kebiruan..!

 

 

~Choi Ji Ra Pov End~

 

 

 

*** ***

 

 

 

“Eung~” nampak seorang yeoja cantik menggeliat dibalik selimut pink. Sedetik kemudian ia membuka matanya perlahan, mengerjabkan mata indahnya untuk beberapa kali sebelum ia akhirnya beranjak dari tempat dimana ia berbaring.

 

“Choi Ji Ra..!” panggilnya dengan suara serak-serak becek yang khas *ditabok ahjumma-___-v

 

Tidak ada jawaban dari seseorang yang ia panggil.

 

“Choi Ji Ra………!” ia kembali memanggil seseorang yang tidak lain adalah calon adik iparnya. Tapi percuma, seseorang yang ia panggil tetap tidak menjawab.

 

Aish~ apa dia sudah tidur?” gumam yeoja bernama lengkap Yoon Yeon Hyo.

 

“Sebaiknya aku melihatnya diluar” Yeon Hyo beranjak dan melangkahkan kaku keluar. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti, ia ingat kalau diluar pasti sangat gelap. Dengan keberanian yang ekstra, Yeon Hyo pun keluar dengan membawa dua lampu emergency yang dibawa oleh Ji Ra.

 

“Tidak ada?” Yeon Hyo membulatkan matanya ketika ia tidak mendapati sosok Choi Ji Ra diluar tenda. Ia hanya menemukan bekas api unggun yang apinya sudah mati dengan abu dan kayu baker yang berserakan.

 

“Ji Ra-ya.. kau kemana?” gumam Yeon Hyo, khawatir.

 

Yeon Hyo mulai bergidik ngeri saat ekspektasi konyolnya berjalan.

 

Bagaimana kalau Ji Ra diculik tarzan, lalu mereka berteman baik, kemudian mereka mengarungi sungai amazone yang pada akhirnya mereka berdua digrepe piranha, penghuni sungai amazone yang unyu(?) tersebut..

 

“Arrggggghh” Yeon Hyo mengacak rambutnya frustasi.

 

Tiba-tiba—

Pliiip~ pliip~ pliip~ sebuah cahaya hijau kebiruan yang dilihat Ji Ra, kini juga terlihat oleh Yeon Hyo.

 

Yeon Hyo mengerjab-ngerjabkan sepasang mata bolanya, sesekali menyipitkan mata minusnya untuk melihat lebih jelas.

 

“Cahaya apa itu? Aneh.!” Gumam Yeon Hyo pelan.

 

Dengan perasaan yang campur aduk, bagai gado-gado tanpa sayur(?). Yeon Hyo melangkahkan kakinya mendekati sumber cahaya.

 

Degup jantungnya yang berdetak sangat cepat seakan sedang menyanyikan sebuah lagu anak-anak Eno Lerian “Du Di Dam” , yang makannya tempe gak pake sambel, karena si tempe takut matanya pedih karena si sambel lenje. Dan maaf tolong abaikan mengenai tentang tempe barusan, karena author suka ngelantur kalo ngomongin lagu “Du Di Dam”, lagu favorit(?) author ini. Ngiiik~

 

Yeon Hyo terus melangkah, semakin menjauh dari tenda. Dan akhirnya ia sampai kesumber cahaya. Ia melihat sosok yeoja mungil dibalik pohon yang postur tubuhnya sangat ia kenali. Yeoja yang terlihat seperti sedang mengintip author yang sedang menyelesaikan tugas suci ditoilet *plaak

 

“Choi Ji Ra..!” teriak Yeon Hyo sembari mendekat kearah Ji Ra.

 

“Apa yang kau lakukan disini, bodoh.?”  Kata Yeon Hyo dengan suara bagai petir disiang bolong.

 

“YAAA~ CHOI JI RA…!” Yeon Hyo semakin menjadi-jadi.

 

“sssssssssttt..!” Ji Ra meletakkan jari telunjuk di garis philtrumnya, tanda menyuruh Yeon Hyo untuk diam.

 

Mwoya..!” Yeon masih dengan nada 4 oktafnya.

 

“ssssstttttt” Ji Ra mengulangi aksi menyuruh Yeon Hyo diam sembali menarik tangan Yeon Hyo agar duduk disampingnya.

 

“Apa yang kau lihat, eo?” kata Yeon Hyo berbisik.

 

“Itu..!” Jawab Ji Ra pelan.

 

Mata Yeon Hyo pun kini mengikuti arah jari telunjuk Ji Ra. Namja..! seorang namja yang menjulang tinggi sedang berdiri dan bermain-main dengan puluhan kunang-kunang yang mengitari tubuhnya. Namja itu terlihat sangat senang, ia terus mengeluarkan suara tawanya yang khas, mempertontonkan semua deretan giginya yang putih dan rapi. Benar-benar seorang namja yang tampan..!

 

“Siapa dia?” gumam Yeon Hyo dalam hati..

 

 

 

 

-TO BE CONTINUED—

 

 

 

            Mabok..! apakah chapter ini sedikit membuat kalian mabok laut dengan beberapa istilah ilmiah didalamnya? Kayaknya gak adanya ya, cuma authornya doang yang mabok -____-“ . chapter kali ini, unsur comedy-nya dikit + gak terlalu ngefeels. Kita sedikit serius(band) dichapter kali ini pemirsa :p

 

Hmm` kira-kira siapa yah namja yang dilihat oleh Yeon Hyo dan Ji Ra ditengah hutan ‘GreenForest’ tersebut?

 

Apakah ia Cho Kyuhyun, pangeran yang terkutuk? Eeh~ maksudnya pangeran yang dikutuk. Ataukah seorang tarzan tampan dengan rambut rebondingnya seperti yang sering keluar dari otak konyol Yeon Hyo?

 

Nantikan kisah selanjutnya dichapter berikutnya. Salam HKS..! *ala Yeon Hyo, ahjumma (¯▾ˆ◦)

36 thoughts on “FF LOMBA “Jinjja? You Are a Frogy Prince” [Chapter 2] – FREELANCE

  1. KAU GILA Ji Ra-ya !!! >.<
    heeeiii~~ kau beberkan semua tentang selimut berbulu pink, benci gelap dan hal2 aneh seperti SUARAKU yang serak2 becek -__________-
    #injek eunhyuk
    Ngeeeeeeekkk -_______-
    ini beneran dah AUTHOR paling SARAP !!!! *plak
    hahahhahahahhaa😄
    NGAKAK dari awal sampe akhir😄

  2. Astagfirulohhh..
    Dari awal nympe ujung ga berenti ketawa..
    Ini authornya, kata2 jleb bgt deh..
    Huehehhehe..
    Mabok laut?
    Mabok darat yg ada.. =.=
    si kyu kagak muncul2..
    Numpang eksis namanya?

  3. bnr kta icha, ini author sarap. Sumpah! Kesambet setan apa tu mpe sarap bgtu ?? #ngiikk

    BUAHAHAHA~ #sambil pegang perut buncit ala kentung d.tyul en mba yul

    author.y bnr2 sarap dah, pak tarno d.bwa2, tarzan gimbal yg akhir.y d.rebonding jg d.bwa2, kantong ajaib doraemon jg d.sulap mnjadi ransel ajaib ala devi .. WKWKWK

    sangat d.tnggu next part

  4. Makin ngelantur… Tapi part ini memang agak seriusan sih!! ^^

    namja?? Apa kyuhyun yg terkutuk sudah muncul?? Kita nantikan dipart selanjutny, kalo belum muncul juga ayo kita beramai” ngintip author menyelesaikan tugas suciny di toilet *ketularanauthor*

    nice ff, gak sabar nunggu lanjutanny!!

  5. Yuhuuuu…..! aye dateng.. *gandeng tarzan rebonding

    Kenapa pada bilang aye sarap, pemirsa? -____-” . aye waras loh, ciussss gak pake miapah..! :p

    . ahjumma Icha…..! kau sarap, aku nggak..!! *lempar celengan Yong Jin😀
    kau benar-benar sosok yang menginspirasi di ff ini. terima kasih Tong F**g (jgn sebut merk dagang, ntar disuruh bayar royalti -__-)

    GamsaHAE yakk chingudeul yang udah pada baca ff ancur ini ^^

  6. author ini emang saraaaap. . .
    emang lebih ngakak yang chapter 1 tapi ini juga gak kalah SETRESS. .
    bener kau .
    aku mabok soal senyawa alkaloid dan bla bla bla itu. . .
    #plak

    pokoknya aku dukung FF ini .
    ayo HKS dukung author sarap ini. .
    #ala provokator demo
    #plak

  7. pas yeonHyo manggil pake Ji Ra ya, jd keingetan ma gurunya naruto temennya sunade…hehehehehe
    emang si jira kuliah jurusan apaan si ?

  8. wkwk, crita na dah ngelantur kmana” . . . Author na sarap, hahaha
    #piss

    Disni emang rada srius, dan komedi na emang kurang, tpi gk apa, tetep kerrrren, kocak, apa lg wktu di bagian
    ” “Bagaimana
    kalau kita tidak bisa keluar
    dari hutan ini? Lalu bertemu dengan tarzan dengan
    rambut gimbal, ah~ tidak ini
    zaman modern, rambut
    tarzan mungkin sudah di
    rebonding.. bla.. blaa..
    blaa..” Yeon Hyo terus berbicara seakan
    mengeluarkan mantra
    layaknya pak tarno -___- ”

    Itu bner” bkin aq ngakak, smpe skit perut, sjak kpan tarzan rmbut na di rebonding?
    Eoh?
    O.o?

    Sampe bwa” pak tarno juga. . . Kekekek

    Chapter slanjt na ditunggu, , , jgn lama”😀

    • Author apakah kau anaknya sule?
      Atau anaknya pak Tarno..berbakat jd pelawak, ini FF kocak sekale. #plaak😄
      aku baca chapter ini berasa belajar kimia..BANYAK SENYAWA2 gt. ._.
      knp cho kyuhyun blm bergentayangan disini(?)

  9. Mwo? Suara mu yg serak2 becek? (eh..aneh saeng icha)

    bagus..bagus..ff nya
    pastilah yg diliat itu seorang Cho Kyuhyun
    ayo..ayo..ayo..dilanjutkan
    dan gumawo..

  10. kyaaaaa~ Choi Ji Ra klo mw ngobroli “sang alkaloid” jangan ama Ny.Cho ampe kodok berambut jg kga bkal nyambun..hwaahaahaa..
    *mianhaeyo Ny.Cho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s