FF LOMBA “Someday” [OneShoot] – FREELANCE

 

Author               : Risca Ariestantya

 

 

Facebook           : http://www.facebook.com/risca.ariestantya

 

 

Twitter               : @iechaalways

 

 

Tittle                 : Someday^^

 

Main Cast          : Cho Kyuhyun Super Junior a.k.a Kyuhyun

 

 

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

 

Risca Ariestantya a.k.a Yoon Hyun Mi (Yeon Hyo’s daughter)

 

 

Choi Siwon Super Junior a.k.a Siwon

 

 

Other Cast

 

 

Genre                : AU! Romance, Soft!

 

 

Rating               : Galau (?) -,- #terserah reader aja deh. hehe

 

 

Credit Pict          : Risca Ariestantya edited

 

 

Disclaimer          :  “THIS FANFICT IS MINE !! SUPER JUNIOR FOR ELF ! CHO KYUHYUN FOR SPARKYU ! ICHA EONIE TIDAK SAH MEMILIKI KYUHYUN ! #digampar -,-

 

 

Recommended Song :: Super Junior – ONLY U

 

Super Junior – Someday

 

S.M THE BALLAD – Miss You

 

 

2NE1 – LONELY

 

 

 

Happy Reading^^

 

 

 

 

 

FF “Someday^^ [ONESHOOT]”

 

=000=

 

“Setiap waktu aku menutup mataku

 

Dan berdo’a di setiap malam yang gelap dan dingin

 

Aku melihatmu memberikan sebuah sayap untuk terbang

 

Meraih mimpi – mimpiku

 

Kau selalu berkata : “Kau disini terbang tinggi dengan senyuman indah terukir di wajahmu. Selamanya, kau akan tetap dicintai”

 

 

=000=

 

        Satu per satu daun berjatuhan diterpa angin yang lumayan kencang berhembus di pagi hari di kota Seoul. Terlihat, seorang gadis berjalan menyusuri taman dengan flat shoes putih yang di pakainya sambil merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara segar yang berasal dari pepohonan rindang yang asri. Ia memejamkan matanya dan melebarkan sebuah garis indah pada bibirnya. Sementara itu, sebuah catatan kecil dengan cover Bugs Bunny dan sebuah pena berada di genggaman tangan kirinya.

 

 

“Segar sekali udara di pagi hari. Haahh~~ aku tidak akan melewati pagi ini dengan sia – sia !” ucap Yeon Hyo sambil menatap langit biru yang cerah dihiasi oleh awan – awan putih yang bergelantungan diatasnya.

 

 

Yeon Hyo berjalan menyusuri taman itu hingga akhirnya dia menemukan sebuah kursi taman yang berada tepat di bawah pohon rindang yang sejuk. Ia duduk diatasnya dan memasangkan sebuah earphone pada ponsel putih dari sakunya.

 

 

Kepala Yeon Hyo bergerak kanan dan kiri seiring dengan alunan music yang ia dengarkan. Udara yang segar di pagi hari, membuatnya merasa nyaman. Ia membuka catatan kecil yang ada di genggamannya dan mulai menulis bait demi bait lagu pada catatan itu.

 

 

“Na….na…na….” Ia terus menulis bait lagu tersebut hingga akhirnya seseorang memperhatikan dia dari kejauhan.

 

 

Pria itu melihat Yeon Hyo dengan kamera yang ada di tangannya. Diam – diam, ia memotret gadis berkulit putih susu itu. Setelah memotret, dia tersenyum dan berjalan menghampiri Yeon Hyo. Dengan senyuman evilnya, ia duduk disamping Yeon Hyo dan mulai mengganggunya. Ia mulai mendesak Yeon Hyo untuk semakin bergeser ke tempat yang lebih kosong. Sontak, hal itu membuat Yeon Hyo kesal dan membuka earphone yang tengah terpasang di telinganya.

 

 

“Yaak ! Yak ! apa yang kau lakukan ?? k..kkaauu ??” ucap Yeon Hyo ketika melihat siapa yang ada di hadapannya.

 

 

“Wae ?? Ini adalah tempat umum. Kau melarangku datang ke sini ? Aish~ kau kira kau siapa ?”

 

 

“Hey~ tuan Cho, aku tidak bilang kau dilarang datang kemari. Kau mau kemari ataupun tidak, itu terserah kau ! Tapi, bisakah kau memberikan ruang untukku bernafas sebentar saja tanpa kau disini ?! Aku sedang tidak ingin berdebat !”

 

 

“Hey~ siapa bilang aku ingin berdebat denganmu ? Aku juga tidak ingin berdebat. Yeon Hyo-ya, berhentilah menggangguku dengan kata – kata itu. Kau ini cerewet sekali. Pacarmu datang menghampiri bukannya di beri senyuman, malah di usir. Apa mau mu, hah ?”

 

 

“Yak ! Kau ! Menyebalkan !”

 

“Kalau aku menyebalkan, kau tidak mungkin ada di dekatku selama ini, eoh..” ucap Kyuhyun sambil menyilangkan kedua tangannya ke belakang kepalanya.

 

 

“Cih, kau terlalu percaya diri..” Ucap Yeon Hyo sambil berdiri dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

 

“Hey~ kau mau kemana ?”

 

 

“Kemana saja terserah aku !”

 

 

“Yaakk ! Tunggu aku !”

 

 

Yeon Hyo tidak menggubris ucapan Kyuhyun yang mulai berlari mendekatinya. Ia tetap saja berjalan dengan earphone yang ditempelkan lagi di telinganya. Sementara itu, Kyuhyun berusaha mengejar Yeon Hyo yang sedikit demi sedikit menjauh dari matanya.

 

“Yaak! Tidak bisakah kau pelankan jalanmu ? Jalanmu seperti roket yang siap di luncurkan ke planet Pluto !” ucap Kyuhyun ketika berada di samping Yeon Hyo.

 

 

“Aku tidak menyuruhmu untuk mengejarku, Tuan Cho !” jawab Yeon Hyo dengan langkah yang semakin cepat.

 

“Ternyata dugaanku salah tentangmu Yeon Hyo-ya..”

 

“Dugaan apa maksudmu ??” kata – kata Kyuhyun berhasil membuat gadis itu menghentikan langkahnya dan menatap kearahnya.

 

 

“Kau ……” ucap Kyuhyun memenggal kata – kata nya dan menghentikan langkahnya.

 

 

“Kau……. Lebih aneh dari apa yang aku pikirkan. Kau maniak pink, hingga kau selalu membeli benda – benda bernuansa pink di kamarmu tanpa memperhatikan untuk apa kau membeli benda – benda itu. Selain itu, kau juga menyukai Strawberry Milkshake yang lagi – lagi memiliki warna yang tidak asing lagi, pink. Tapi satu hal yang selalu aku ingat padamu. Otakmu itu harus segera di reparasi Yeon Hyo-ya. Hilangkan sedikit warna pink yang ada di otakmu itu, kau harus isi dengan angka – angka supaya nilai matematikamu itu bagus !” ejek Kyuhyun sambil memberikan senyuman evil pada Yeon Hyo.

 

 

“Yaak ! Aish~ geurae, Tuan Cho yang baik hati dan telah memberikan ceramahnya padaku, aku ucapkan terima Kasih. Aku tidak mempermasalahkan kata – katamu tentang kepinky-anku (?). Tapi, kata – katamu untuk mereparasi otakku itu tidak sopan ! Hey~ Tuan Cho, bisakah kau berkaca pada dirimu sendiri ? Kau juga sama denganku. Bahkan kau lebih parah dariku. Kau seorang maniak game. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan PSP berjejer di kamarmu. Apa kau ingat ? Gara – gara PSP bodohmu itu kau melupakan kencan kita di Namsan Tower pada musim dingin tahun lalu! Aku sudah menunggumu lebih dari 2 jam ! Tapi orang yang aku tunggu malah asyik memainkan benda putih bodoh yang selalu mengeluarkan bunyi ‘Biiippp dan booommbbb….” Yeon Hyo memainkan bibirnya meniru suara yang biasa ia dengar dari PSP Kyuhyun.

 

 

 

“Kau gadis aneh. Walaupun aku menggemari game, tapi aku tidak bodoh sepertimu. Ingatlah, aku pernah meraih juara pertama dalam olympiade Matematika se-kota Seoul. Sedangkan kau, maniak pink mu itu tidak berguna sama sekali. Jangankan matematika, soal Teka – Teki Silang yang biasa dikerjakan anak SD saja kau masih tidak bisa mengerjakannya. Aish~ kau memang gadis yang tidak bisa di andalkan.”

 

“Yaakk !”

 

 

Kyuhyun tertawa geli ketika ia melihat Yeon Hyo melakukan ‘pout’ pada bibirnya. Namun, walau pun begitu Yeon Hyo terlihat manis dengan bibir yang dimanyunkan (?) seperti itu.

 

 

Yeon Hyo melanjutkan langkahnya. Namun kali ini tidak seperti sebelumnya yang berjalan cepat di depan Kyuhyun. Ia lebih mempelankan langkahnya sehingga Kyuhyun bisa mengimbanginya. Dan kini, Kyuhyun berjalan disamping kanan Yeon Hyo dan menggandeng tangannya.

 

 

Mereka berjalan bergandengan hingga berada di palang pintu rel kereta api. Yeon Hyo mendengar ponselnya berbunyi. Ternyata ada sebuah pesan. Ia menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap jalan raya. Kyuhyun menatap gadisnya dengan senyuman merekah di bibirnya. Selama ini, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya menjadi seorang fotografer sehingga waktu berdua dengan Yeon Hyo sangat jarang. Oleh karena itu Kyuhyun terlihat senang karena saat – saat inilah yang ia nantikan.

 

 

Yeon Hyo meraih ponsel putih yang ada di sakunya. Ketika akan mengirimkan pesan, dia bergumam.

 

 

“hmm, kenapa mengirimnya lama sekali. Pesanku tidak mau terkirim..” ucapnya pelan.

 

 

Kyuhyun yang melihat gesture Yeon Hyo yang lucu, siap membidik kameranya memotret Yeon Hyo. KLIK ! Kyuhyun berhasil memotret Yeon Hyo.

 

 

 

 

“Yakk ! apa yang kau lakukan ??” ucap Yeon Hyo ketika menyadari Kyuhyun memotret dirinya tanpa pose yang benar – benar siap untuk di potret.

 

 

“Anni, aku tidak melakukan apa – apa..”

 

“Jangan Bohong. Aku tahu kau memotretku.”

 

“Kalau sudah tahu, kenapa kau bertanya ?aish~ dasar gadis ppabo..” Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Yeon Hyo.

 

“Yaakk ! Tunggu !” Yeon Hyo berlari kecil mengejar Kyuhyun.

 

 

“Sekarang malah kau yang mengejarku. Pesonaku memang tidak di ragukan. Bukan begitu, Yeon Hyo-ya ?? hahaha” ucap Kyuhyun sambil memamerkan deretan gigi – gigi putihnya yang rapi.

 

 

“Cih, kau percaya diri sekali Tuan Cho. Ini karena terpaksa. Waktumu denganku hanya ada hari ini. Jadi manfaatkanlah waktu ini sebaik mungkin. Besok mungkin kau akan sibuk dengan jadwal pemotretanmu itu.” Yeon Hyo berhasil meraih tangan Kyuhyun dan menyilangkan tangannya di lengan Kyuhyun.

 

 

“Hmm,, arraseo..”

 

 

=000=

 

Tidak bisakah aku melihat hatiku ?

Aku tahu, ini adalah kesalahan.

Mencintai yang seharusnya tidak boleh dicintai

Sulit untuk dilepaskan, sulit untuk dihilangkan

Hati ini akan terpejam hingga cahaya datang

Jemput aku dalam gelap, dan melihat cintaku yang baru

 

=000=

 

 

Seorang gadis tengah duduk di balkon rumah sambil membuka buku Diary yang ada di pangkuannya. Ia membuka selembar demi selembar kenangan yang telah dia jalani di masa lalu. Masa yang begitu sulit hingga ia menemukan cintanya. Namun, cinta itu tidak sempat ia ungkapkan. Biarlah waktu yang akan menjawabnya, ia masih berharap akan bertemu dengannya walau kenyataannya itu sangat mustahil.

 

I got you little Runaway !

I got you little Runaway !

 

Terdengar bunyi yang berasal dari handphone berwarna biru Saphir yang berada di dekatnya. Ia meraihnya dan menekan tombol hijau pada handphonenya.

 

 

“Yeobosseo ??”

 

“Chagi, kau ada dimana ?”

 

“Aku sedang dirumah, oppa. wae ??”

 

“Aku merasa bosan dirumah. Bagaimana kalau kita pergi keluar sebentar ? Kau mau menemaniku ? Kau sedang tidak sibuk, bukan ?”

 

“Hmm, ne. aku sedang tidak sibuk. Tapi..apakah harus hari ini, oppa ?”

 

“Ne, kalau kau mau. Tapi kalau tid…”

 

“Ahh,, arraseo. Aku tunggu kau dirumah 10 menit lagi, ne ? Kalau kau tidak datang dalam waktu 10 menit, kita tidak akan berangkat.” Potong Hyun Mi sambil tersenyum. Hyun Mi adalah adik tiri Yeon Hyo. Orang tua Hyun Mi meninggal karena tenggelam di lautan atlantik ketika berlayar dari Paris ke Amerika. Oleh sebab itu, Hyun Mi di asuh oleh ibu Yeon Hyo yang tak lain adalah bibinya. Yap ! Ibu Yeon Hyo adalah adik dari ayah Hyun Mi. Hyun Mi di jadikan anak oleh Nyonya Yoon Jin Ah, ibu Yeon Hyo. Ibu Yeon Hyo tidak mungkin membiarkan Hyun Mi tinggal sendirian. Oleh Karena itu, Hyun Mi dibawa ke Seoul dan tinggal bersama keluarga Yoon. Umur Hyun Mi yang tidak berbeda dengan Yeon Hyo, membuat mereka terlihat sangat akrab seperti adik dan kakak.

 

 

“Geurae, kau tunggu saja. Sebelum kau mengedipkan mata, aku sudah ada di depanmu, Hyun Mi-ya..”

 

“haha, itu mustahil oppa. Jarak dari rumahmu kesini saja cukup jauh. Palliya, aku akan menunggumu.”

 

“Arraseo, Saranghaeyo Yoon Hyun Mi..”

 

“Nado Saranghae Choi Siwon”

 

 

BIPP ! Hyun Mi mematikan handphonenya. Sejenak, ia terdiam. Apakah rasa yang ada di hati ini adalah perasaan cinta ? Tiba – tiba ia menggeleng – gelengkan kepalanya dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia telah melupakan pria yang telah dia cari selama ini. Hatinya kini telah berlabuh pada seorang Choi Siwon, anak seorang Pengusaha terbesar no. 1 di Korea. Ia yakin akan hal itu.

 

 

Dengan langkah gontai, Hyun Mi bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengganti piyama yang sedang di pakainya dengan dress Jeans berwarna biru yang simple. Setelah itu, dia menyisir rambutnya yang bergelombang dan menancapkan sebuah bando di rambutnya untuk mempercantik penampilannya. Lalu, dia berjalan menuju lemari besar yang ada di pojok kanan kamarnya. Dibukanya lemari itu. Bisa dilihat, berbagai sepatu mulai dari high heels hingga sepatu cats berjejer rapi di lemari cokelat tersebut. Ia mengambil white shoes yang di kombinasi oleh warna pink.

 

 

“Ahh~ ini sepatu pemberian Yeon Hyo eonie. aku pakai ini saja..” ucapnya pelan. Ia menutup pintu lemari dan mulai memakai sepatu itu. Ketika ia memakai sepatu, seseorang mengetuk pintu kamarnya pelan.

 

 

“Sayang, apakah kau didalam ?? Siwon~sii sudah datang..”

 

“Ah, ne. sebentar lagi aku keluar, eomma.”

 

“Arraseo. Palliya, jangan biarkan ia menunggu lama. Ne ?”

 

“Ne..” jawab Hyun Mi setengah berteriak.

 

Setelah mengecek dandanannya dicermin, dia langsung meraih ‘back bag’ nya yang simple dan menaruhnya di punggung indahnya. Lalu, ia membuka pintu dan turun ke lantai dasar menemui kekasihnya.

 

 

“Kau sudah siap ??” Tanya Siwon ketika Hyun Mi sudah ada di hadapannya.

 

“Kajja, kita berangkat. Eomma, aku pergi dulu. Ne ?”

 

“Ne, hati – hati dijalan. Siwon~sii, aku titipkan Hyun Mi padamu.” Pesan Nyonya Yoon pada Siwon.

 

“Ne, ahjumma. Aku akan menjaganya dengan baik. Kami pamit..” jawab Siwon sambil menundukkan badannya.

 

Siwon dan Hyun Mi berjalan menuju mobil Mercedez Benz SL 350 berwarna merah yang terparkir di depan rumah Hyun Mi. Setelah itu, Hyun Mi masuk ke dalamnya.

 

“Oppa, kita mau kemana ??” Tanya Hyun Mi ketika berada di dalam mobil.

 

“Ke suatu tempat. Aku yakin kau pasti akan menyukainya.” Jawab Siwon sambil menunjukkan lesung pipitnya yang menawan.

 

Hyun Mi hanya menurut. Perlahan, mobil mulai melaju dan Siwon mulai berkonsentrasi di balik kemudi mobilnya. Hyun Mi menatap kearah jendela, otaknya memikirkan betapa Siwon adalah seorang pria yang sempurna. Bagaimana tidak ? Selain anak seorang pengusaha kaya di Korea, tampangnya pun bisa dibilang sempurna. Walaupun dia anak orang kaya, tapi dia sangat ramah pada siapa saja yang ia temui. Banyak orang – orang yang pernah bertemu dengan Siwon menganggap bahwa Siwon adalah anak biasa dan bukan dari kalangan atas. Itu dikarenakan sifat Siwon yang mau bermasyarakat. Terlebih lagi, Siwon memiliki badan yang kekar dan tinggi serta dipadukan dengan kulitnya yang putih walaupun tidak seputih Hyun Mi yang memiliki kulit putih susu. Walaupun begitu, dia masih terlihat sempurna. Calon suami idaman. Namun, hati Hyun Mi masih bimbang dengan apa yang ia rasakan. Mungkinkah ia benar – benar mencintai pria ini ??

 

Satu jam dalam perjalanan, Mercedez Benz SL 350 merah yang di kendarai Siwon berhenti di sebuah tempat parkir di salah satu tempat wisata di Seoul. Siwon membuka pintu dan turun dari mobilnya, diikuti oleh Hyun Mi.

 

“Kita sudah sampai…” ucap Siwon sambil meletakkan tangan kanannya ke pinggang Hyun Mi.

 

“Tempat ini sejuk sekali, oppa. hhmmmm..udaranya enak ! :D” Hyun Mi menghirup dalam – dalam udara itu.

 

“Ne, karena aku terlalu penat dengan semua pekerjaanku. Aku harap kau tidak keberatan aku ajak kau kemari, chagi..”

 

“Tentu, oppa. Aku tidak merasa keberatan. Sebaliknya, aku sangat senang. Belum pernah aku mengunjungi tempat se-asri ini selain taman kota yang biasa aku kunjungi bersama Yeon Hyo eonie.”

 

 

“Oh, iyaa. Kemana eonimu itu ?? Aku tidak melihatnya..”

 

 

“Tadi pagi ia mengajakku pergi ke taman kota. Tapi aku malas. Oppa, kau tau ? kejadian aneh menimpa Yeon Hyo eonie. Tumben sekali pagi ini ia bangun pagi. Biasanya dia belum bangun sebelum aku selesai mandi dan menonton TV di hari libur. Tapi kali ini, dia bangun bahkan sebelum aku mandi ! Aahhh,, andai saja Yeon Hyo eonie seperti itu setiap hari. Pasti eomma tidak akan menyuruhku untuk selalu membangunkannya pada hari biasa.” Hyun Mi bercerita panjang lebar dengan bibirnya yang mengembang. Siwon yang mendengar itu, hanya tersenyum dan mengangguk.

 

 

“Kalau begitu, mungkin ada sesuatu yang terjadi padanya chagi. Oh iya, dia sudah memiliki pacar ? Mungkin saja ia berkencan dengan pacarnya..”

 

“jinjyaa?? Hmm, molla oppa. aku tidak tahu Yeon Hyo eonie sudah memiliki pacar atau belum. Aku belum melihat Yeon Hyo eonie berjalan dengan namja di depan mataku. Eh, tapi apakah ada pria yang mau berpacaran dengan Yeon Hyo eonie ? sifatnya yang semaunya sendiri, apa ada yang mau dengannya ?? hahaa” Hyun Mi menutup mulutnya karena takut tertawa semakin lebar.

 

“Hey, itu eoniemu. Kau tidak boleh seperti itu, chagi..”

 

 

“Haahh, oppa. kau menceramahiku lagi” -______-

 

 

Siwon tertawa mendengar perkataan Hyun Mi. Mereka sudah meninggalkan tempat parkir sekitar 10 menit yang lalu. Dan kini, keduanya sedang berjalan di sebuah jalan dimana terdapat banyak pohon yang memiliki daun yang sangat hijau.

 

“Oppa! Lihat itu ! disana ada banyak sekali balon – balon lucu. Kajja kita kesana!” Hyun Mi menarik tangan Siwon dan menghampiri sebuah stand yang menjual mainan anak – anak dan makanan ringan. Siwon hanya tersenyum dan pasrah melihat tingkah pacarnya itu.

 

“Aigoo, ini lucu sekali. Oppa,,,” Hyun Mi mulai berkicau ketika tangan indahnya menyentuh balon – balon itu dengan gemas.

 

 

 

“Kau mau??”

 

“Hmm, gwenchanayeo ? tapi aku rasa ini untuk anak kecil. Tidak pantas untukku..”

 

 

“Kau jangan berbohong, chagi. Bilang saja kalau kau menginginkannya.”

 

 

“Hmm,, aku memang menginginkannya, oppa. Tapi aku rasa ak….”

 

 

“Bibi, aku ambil satu. Chagi, kau mau yang mana ?” Potong Siwon sambil tersenyum.

 

 

 

“Oppa, aku tida…. Ak…”

 

 

 

“Aku rasa Hello Kitty cocok untukmu..” Siwon langsung menyambar sebuah balon berbentuk Hello Kitty dan memberinya pada Hyun Mi.

 

 

“Oppa, gomawo..” Hyun Mi menerima balon itu dengan sebuah senyuman mengembang di bibirnya.

 

 

“Kajja kita jalan..” Siwon mengajak Hyun Mi pergi dari stand itu setelah membayarnya.

 

 

“Hmm, oppa…”

 

 

“Wae ?”

 

“Bisakah aku mengenang ini dalam album fotoku ? Err… aku sangat menyukai ini. Semua ini tidak akan aku lupakan dalam hidupku..” ujar Hyun Mi.

 

 

 

“Ahhh~ ne. Aku lupa kalau kau sangat suka dengan fotografi. Kau selalu mengabadikan setiap moment yang kau anggap patut untuk di abdikan. Mianhae, chagi..”

 

 

“Ne, gwenchana oppa. Aku sudah sangat senang. Jadi sekarang bagaimana ?” Hyun Mi mulai merayu Siwon dengan wajah aegyo.

 

 

“Geurae. Berposelah, aku akan memotretmu. Kau siap ? hana… dull… set !”

 

KLIK !

 

 

Siwon berhasil memotret Hyun Mi.

 

“Baguskah, oppa ??” Tanya Hyun Mi.

 

 

“Ne, keopta^^ lihatlah ..” siwon mengajak Hyun Mi untuk melihat hasil jepretannya.

 

“Aaaa~ ini keren sekali.” Ujar Hyun Mi sambil memegang Android Siwon.

 

 

“Ne, kau terlihat sangat cantik. Chagi, berjanjilah padaku untuk tidak pergi dari hidupku. Jeongmal Saranghaeyeo..” Siwon menatap mata Hyun Mi dalam. Sementara itu, Hyun Mi hanya memberikan senyuman kikuk dan mengalihkan pandangannya dari Siwon.

 

 

=000=

 

Kau adalah NYAWAKU, tapi bukan CINTAKU!

 

 

 

Aku bisa mengganti cintaku kapanpun aku mau.

 

 

 

Tapi aku tidak pernah bisa mengganti nyawaku. Nyawaku hanya satu, dan itu kau!

 

 

=000=

 

Udara dingin mulai menusuk jantung kota Seoul. Kini, mentari telah kembali ke peraduannya dan berganti dengan gelapnya malam yang terlihat indah karena dihiasi lampu – lampu kota yang satu per satu mulai menyala. Seorang pria mengenakan mantel berwarna cokelat tua tengah berjalan tergesa – gesa sambil memeluk tubuhnya agar tidak merasa dingin. Terlihat di pundaknya, tergantung sebuah tas kecil berisi sebuah kamera serta beberapa lensa kameranya. Dalam perjalanannya, ia melihat seorang gadis tengah berdiri di sebuah halte bus yang sepi dengan mata terpejam. Ia mengenakan seperangkat piyama berwarna merah muda dan sepasang sandal berbulu putih yang menghiasi kakinya yang putih. Sejenak, pria itu memandang kearah gadis itu dan terkejut ketika ia merasa yakin dengan apa yang di lihatnya.

 

“Yeon Hyo ?” decak Siwon kaget. Ia menghampiri Yeon Hyo yang berada di kesunyian halte bus yang tidak berpenghuni (?) tersebut.

 

Siwon menggoyang – goyangkan tangannya di depan wajah Yeon Hyo. Yeon Hyo masih dengan posisinya. Rambutnya yang kecoklatan dan terurai terbawa angin malam yang mulai berhembus. Seketika, tubuh Yeon Hyo bergidik karena terpaan angin yang mengenai tubuhnya. Ketika Siwon hendak menepuk pipi Yeon Hyo dan bermaksud untuk mengajaknya pulang, sebuah cahaya mobil menghampiri Siwon dan Yeon Hyo. Siwon yang merasa kenal dengan pemilik mobil itu hanya tersenyum dan menyapanya.

 

“Kyuhyun-ahh! Sedang apa kau disini ?” Sapa Siwon.

 

 

“Ahh.. hyung. Aku hendak menjemput dia.” Tunjuk Kyuhyun pada Yeon Hyo yang masih berdiri tegak sambil memejamkan mata itu.

 

 

“Kau mengenalinya ?” decak Siwon kaget.

 

“Ne. Dia pacarku. Setiap jam 10 malam seperti ini, terkadang aku datang kemari untuk melihatnya berjalan sambil tertidur. Memang, ini kebiasaan yang sangat aneh untuk gadis seperti dia. Aku sudah memperingatkan dia untuk menghilangkan cara tidurnya yang bisa berdampak buruk baginya. Tapi, tetap saja. Dia selalu seperti ini di setiap jam menunjukkan pukul 10.” Kyuhyun berjalan mendekati Yeon Hyo yang terlelap dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. Sementara itu, Siwon hanya terpaku melihat Yeon Hyo yang sedang dibawa Kyuhyun.

 

“Hyung, aku pergi dulu. Aku akan mengantarkan Yeon Hyo pulang. Apakah kau ingin ikut ? Rumahnya hampir satu jalur dengan rumahmu. Hanya saja rumahmu belok ke….”

 

“Tidak usah, Kyu. Kau antarkan saja dia. Kasihan tubuhnya sudah menggigil. Aku bisa pulang sendiri.” Siwon memotong perkataan Kyuhyun karena Siwon tahu arah itu adalah jalan menuju rumah Hyun Mi, pacarnya, yang tak lain adalah adik tiri Yeon Hyo. Tapi, mengenai Kyuhyun dan Yeon Hyo, Siwon baru mengetahuinya kali ini. Padahal, Kyuhyun dan Siwon adalah rekan bisnis yang solid. Yap ! Kyuhyun bekerja di Perusahaan keluarga Choi sebagai fotografer majalah produk – produk yang dipasarkan oleh Perusahaan Choi. Umur Kyuhyun dan Siwon yang tidak terpaut terlalu jauh membuat mereka merasa seperti keluarga. Tak jarang, disamping mereka mengobrol tentang bisnis, mereka pun sering sharing tentang masalah pribadi mereka. Namun, mengenai pacar keduanya tidak begitu terbuka. Untuk soal kehidupan pribadi seperti pacar, itu adalah masalah privasi antara anak buah dan atasan. Kyuhyun tidak berani mengungkit – ungkit siapa pacar Siwon, begitu pula sebaliknya.

 

“Hmm, arraseo~ kami pulang dulu, eoh.. annyeong” Kyuhyun melambaikan tangannya kearah Siwon sambil membuka pintu mobilnya. Sementara itu, Siwon membalas lambaian tangan Kyuhyun dengan tersenyum simpul.

 

Kyuhyun melaju mobilnya dengan kecepatan sedang karena takut membuat gadis di sebelahnya itu terbangun. Sesekali, ia melirik gadisnya dan bergumam.

 

“Yeon Hyo-ya, kenapa kau begitu ceroboh ? kau selalu membuatku khawatir ketika malam menjelang. Padahal sudah beberapa bulan ini kau tidak keluar rumah dalam tidurmu itu. Tapi, kenapa sekarang kau melakukannya lagi, Hyo-ya??” Kyuhyun membelai rambut Yeon Hyo yang tengah terlelap. Tiba – tiba ..

 

“Gomawo sudah mengantarkanku pulang, Tuan Cho!” Ucap Yeon Hyo sambil terpejam. Sontak, Kyuhyun menghentikan laju kendaraannya dan mengalihkan pandangannya pada gadis yang tengah memeluk lengannya itu.

 

 

“K..kkau ?? yak ! kau mengerjaiku, eoh ??” Ujar Kyuhyun terkejut.

 

“Ehhmm… wae ? hoooaamm, aku mengantuk” -_____- Yeon Hyo merentangkan kedua tangannya. Sementara Kyuhyun tengah asyik memandangi bidadarinya itu.

 

“hey~ gadis ppabo! Kau mengerjaiku ?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yeon Hyo.

 

“Yakk! Berhenti memanggilku ppabbo! Tuan Cho, kaulah yang ppaboo!” decak Yeon Hyo kesal. Sejenak, Yeon Hyo menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan membuang muka kearah jendela. Kyuhyun yang melihat tindakan Yeon Hyo lalu membuat senyuman evil di bibir tipisnya.

 

 

Tiba – tiba, Kyuhyun menarik dagu Yeon Hyo dan menempelkan bibirnya di bibir lembut Yeon Hyo. Ia mencium Yeon Hyo dengan penuh kelembutan.

 

“Jangan lakukan lagi, eoh. Jangan membuatku khawatir. Kau tahu? Aku selalu khawatir jika jam sudah menunjukkan jam 10 malam seperti ini. Tidak bisa ku bayangkan, kau berdiri di halte bus itu dengan mata terpejam seorang diri di malam hari. Apa kau tidak mencintaiku ?” ucap Kyuhyun lirih.

 

 

Yeon Hyo menatap lekat bola mata Kyuhyun. Terlihat, kedua mata Kyuhyun mulai berkaca. Yeon Hyo merasa bersalah atas tindakannya kali ini.

 

 

“Ne, Tuan Cho. Arraseo~ aku tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi.” ucap Yeon Hyo lembut sambil menundukkan kepalanya.

 

 

*hening* seketika itu,

 

“HAHAHAAA! Mukamu merah Yeon Hyo-ya! Haha, kau lucu sekali kalau sedang bermuka aegyo seperti itu. hahahaa” Kyuhyun tertawa terbahak – bahak di kursi kemudinya.

 

 

“Yaak! EVIL PRRIIINNCCEEE !!! KAU MENYEBALKAN !” Yeon Hyo mendengus kesal.

 

#kediaman Yoon

 

TIINGG TOONG !

Suara bel membangunkan Hyun Mi yang tengah tertidur pulas diruang tengah dengan TV yang masih menyala. Seketika itu pun, Hyun Mi berjalan gontai menuju arah pintu dan membukanya.

 

“Annyeonng!! Apakah ada orang di dalam ? Aku pulang !!” teriak Yeon Hyo.

 

Hyun Mi masih dalam mimpinya. Dia mengucek matanya pelan dan melihat sepasang pria dan wanita tengah berdiri tepat di hadapannya. Ketika matanya sudah pulih, dia mengamati pria tersebut dan..

 

“K..kau ??” Hyun Mi terkejut.

 

“Wae? Kau mengenali Kyuhyun, Hyun Mi-ya??” Tanya Yeon Hyo setelah melihat reaksi Hyun Mi.

 

“Apakah dia kekasihmu, eon ??”

 

“Ne, dia kekasihku. Keopta^^ ne??” Yeon Hyo memeluk tangan Kyuhyun erat. Sementara itu, Kyuhyun menatap Hyun Mi dengan tatapan kaget. Tidak menyangka ia akan bertemu dengan gadis yang sekarang berada di hadapannya ini setelah 7 tahun tidak bertemu.

 

 

“Annyeong, nae..neun Hy..Hyun Mi imnida..” ucap Hyun Mi kikuk memperkenalkan diri. Sementara itu, Kyuhyun hanya membungkukkan badan dengan ragu.

 

“Naeneun Kyuhyun imnida..” Kyuhyun memperkenalkan diri dengan senyuman palsunya.

 

“Nah, sekarang kalian sudah saling kenal. Kau, Hyun Mi-ya. Sekarang, berhenti menagihku untuk meminta bercerita tentang kekasihku. Aku sudah menghadirkannya di depan matamu, arraseo?”

 

“N..ne…” jawab Hyun Mi gugup.

 

“Dan kau, Tuan Cho. Pulanglah. Ini sudah malam.” Ucap Yeon Hyo sambil memberikan smilenya yang menawan.

 

“Arraseo^ aku pulang dulu. Hyun Mi-ya, sampai jumpa lain waktu.” Kyuhyun membungkuk kearah Hyun Mi.

 

“Hey, Tuan Cho !” panggil  Yeon Hyo dan membuat Kyuhyun membalikkan badan ke arahnya.

 

 

*CUPS !

“Gomawo sudah mengantarkanku. Mimpi indah..” Yeon Hyo mencium pipi kanan Kyuhyun dengan tiba – tiba. Hal itu cukup membuat Kyuhyun kaget dan hanya tersenyum simpul.

 

 

Hyun Mi hanya bisa menatap keromantisan yang diciptakan oleh pasangan Kyuhyun dan eonienya, Yeon Hyo. Perlahan, butiran bening mulai membasahi pipi chubby nya. Dia langsung membasuh kedua pipinya berharap agar Yeon Hyo tidak melihat air matanya.

 

 

“Hati – hati dijalan, My Evil Prince!!” Yeon Hyo melambaikan tangannya kearah mobil Kyuhyun yang mulai melaju meninggalkan halaman rumah keluarga Yoon.

 

=000=

 

Jarak. Ku rasa, ini sudah terlalu jauh.

Takdir mempertemukanku kembali dengan kenangan yang masih ku simpan rapi dalam hatiku

Eottokeh?

 

=000=

 

“Tuan Cho, apa kau tidak ingin ke rumahku ? sekali saja, ne?” seorang gadis tengah memohon sambil menempelkan handphone di telinga kirinya.

 

“Mianhae, chagi. Aku sedang sibuk. Aku harus selesaikan pekerjaanku lebih dulu.” tolak suara diseberang telepon.

 

“Tapi, ini sudah tiga minggu. Kau selalu sibuk sejak menjemputku dari halte bus itu. Apa kau marah padaku ??”

 

Kyuhyun terdiam. Ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya karena ia tahu itu akan menyakiti perasaan Yeon Hyo. Terlihat, ia masih memikirkan kata – kata apa yang harus ia keluarkan kepada Yeon Hyo agar tidak menyinggung perasaannya.

 

“Yaak! Tuan Cho! Apa kau masih disana?” ucapan Yeon Hyo membuyarkan lamunan Kyuhyun yang masih bingung.

 

“Ahh, ne. mianhae, aku harus pergi. Pemotretanku segera dimulai. Annyeong, Yeon Hyo-ya, saranghae!”

 

 

BIPP! Telepon terputus. Kyuhyun duduk terdiam di kamarnya yang bergaya minimalis berwarna cokelat dan cream. Terpaksa ia harus membohongi Yeon Hyo dengan mengatakan bahwa ia ada acara pemotretan. Kyuhyun menghela nafas. Terasa berat. Kenapa dia harus bertemu dengan Hyun Mi ketika ia telah mencintai Yeon Hyo ? kenapa adik tiri Yeon Hyo adalah Hyun Mi?

 

 

Tak berapa lama ia melihat meja kecil disamping tempat tidurnya. Dia menatap benda persegi panjang berwarna purple yang telah usang dengan Menara Eiffel sebagai covernya. Ia raih benda itu dan membukanya.

Paris, 21 Desember 2005

Mr. Camera. Aku sangat merindukanmu ! Kau tahu, aku tidak bisa menghilangkanmu dari pikiranku. Mungkin ini terdengar gila mengingat kita baru bertemu sekitar dua minggu yang lalu. Namun, aku sudah merasa nyaman berada di dekatmu. Seperti Paris tanpa menara Eiffel. Tentu itu tidak akan menarik. Seperti itulah perasaanku kini. Apakah kau merasakan hal yang sama denganku ??

 

Sejenak Kyuhyun mengingat kejadian tujuh tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 7 Desember 2005 di kota Paris.

 

#Flash Back

 

Gubrraakk !

“Aahh!” seorang gadis menumpahkan secangkir kopi yang di bawanya kepada pria yang tengah berjalan di hadapannya.

 

“Mianhae, jeongmal mianhae…” ucap gadis itu dengan bahasa Koreanya sambil membungkukan badan.

 

“Err… kau orang Korea ?” Tanya Kyuhyun.

 

“Ne, Namaku Park Hyun Mi. Mianhae, Tuan….??”

 

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Ne, gwenchana. Apa kau sudah lama tinggal di paris?”

 

“Hmm, iyaa. Sekitar lima tahun. Tapi walau pun begitu, aku tetap belum bisa menghilangkan logat Koreaku disini.” Jelas Hyun Mi sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

 

“Apa kau seorang Fotografer?” Tanya Hyun Mi setelah melihat Kyuhyun membawa sebuah kamera.

 

“Ahh, aniya. Aku hanya senang dengan fotografi. Aku gemar mempotret hal – hal indah yang pernah terjadi dalam hidupku.” Ucap Kyuhyun.

 

“Hmm, sama sepertiku. Sudah berapa lama kau menyukai fotografi?” Hyun Mi dan Kyuhyun mulai berjalan.

 

“Sejak aku duduk di bangku SMP. Oh iya, kau mau pergi kemana?”

 

“Place de la Concorde. Aku ingin pergi kesana.”

 

“Aku juga akan pergi kesana. Kita pergi bersama – sama, eoh ?” tawar Kyuhyun.

 

“Ne, aku rasa itu ide yang bagus.”

 

#Flash back end

 

 

Kyuhyun tersenyum simpul setelah membaca buku tersebut. Seolah kembali ke masa lalu, dia teringat kenangan yang telah ia alami kala ia berada di Paris. Setelah perkenalan itu, Kyuhyun sering berjalan – jalan walaupun sekedar makan siang maupun berwisata selama ia tinggal di Paris. Hyun Mi sering mengajak Kyuhyun berkeliling Paris. Mulai dari melihat pertunjukan opera pada hari natal, hingga perayaan kembang api di Menara Eiffel pada malam tahun baru. Semua terasa berjalan cepat, seolah ia hanya merasakan sedetik dari kenangan itu.

 

Setelah ia mengingat masa lalu, Kyuhyun mulai mengernyitkan dahinya ketika melihat sebuah foto Yeon Hyo yang berada di sebuah bingkai berwarna merah muda, warna kesukaan Yeon Hyo. Perlahan, Kyuhyun meraih foto dengan tangan kanannya dan menatapnya bersamaan dengan buku usang yang berada di tangan kirinya.

 

 

“Apa yang harus aku lakukan ??” Lirih Kyuhyun pelan.

 

=000=

 

 

Melihat walau mata terpejam

Mendengar walau telinga tak bisa mendengar

Bukankah kita saling cinta ?

Kenapa takdir selalu tidak memihak kepada kita ?

Seperti pagi yang merindukan embun,

Itulah yang bisa menggambarkan hatiku ini.

 

 

=000=

 

 

 

        Suara music berdentum keras di sebuah kamar bercat Cream. Cahaya matahari sore masih menyinari kamar itu melalui jendela besar yang dihiasi oleh beberapa gantungan dolphin. Terlihat, seorang gadis tengah membereskan tempat tidurnya sambil berjingkrak kesana dan kesini mengikuti alunan music yang tengah di dengarnya dengan volume full !

 

 

“Yaak ! Hyun Mi-ya! Kecilkan suara musikmu itu! Telingaku hampir pecah mendengarnya!!” Teriak Yeon Hyo dari ruang tengah sambil memakan snacknya.

 

 

“Aish~~” Yeon Hyo mulai beranjak dari singgasananya (?)karena Hyun Mi tidak menggubris perkataannya. Sejenak, ia menaiki tangga satu per satu. Tak berapa lama kemudian, dia sampai di depan pintu berwarna Pink-Purple (warna pink yang di kombinasikan dengan Purple) dan mengetuknya.

 

 

DUG! DUG! DUG!

 

Dengan keras Yeon Hyo menggedor pintu kamar Hyun Mi. Ia yakin, kalau ia mengetuk pintu itu pelan, Hyun Mi tidak akan membuka pintunya mengingat suara music yang sangat keras!

 

 

Tapi naas bagi Yeon Hyo. Ternyata, dugaannya salah. Hyun Mi tetap tidak mendengar ketokan pintu yang menurut Yeon Hyo ketukan itu sudah bertaraf Internasional (?).

 

 

“Aigoo, Hyun Mi-yaa!!”

 

 

CEKLEK!

 

Ketika Yeon Hyo hendak menggebrak pintu itu sambil memegang knopnya, pintu itu perlahan mulai terbuka. Ternyata, Hyun Mi tidak mengunci pintu itu sehingga jika knop pintu di pegang sedikit saja, maka siapa saja bisa masuk ke dalam kamar itu.

 

Ia masuk ke dalamnya dan mendapati Hyun Mi tengah sibuk dengan buku – buku dan beberapa kardus yang ada di sampingnya.

 

“Yaak! Hyun Mi-ya! Sedang apa kau dengan buku – buku itu?” Yeon Hyo berteriak dengan telinga yang ditutupi oleh kedua tangannya.

 

 

“Hah?? Eonie bilang apa??” Hyun Mi balik berteriak.

 

“Matikan musikmu!”

 

“Ahh, ne~. Tunggu sebentar…” Hyun Mi menghampiri home player dan mematikan musiknya.

 

 

“Aish~ ada apa denganmu Hyun Mi-ya? Baru kali ini aku melihatmu membereskan barang – barangmu dan menyalakan music dengan sangat keras! Kau tahu? Telingaku hampir pecah karena mendengar suara musikmu itu! Aish~” Yeon Hyo mulai mengomel pada Hyun Mi.

 

 

“Hehe, mianhae eonie. Entah kenapa tanganku ingin sekali membereskan tempat tidur dan semua buku – buku ini. Aku merasa ringan kalau ada music di sekitarku. Oleh karena itu, aku menyalakan music dengan keras. Hehe” ujar Hyun Mi sambil memegang kepalanya dan tersenyum kikuk.

 

“Haahh~ kenapa kau tidak meminta bantuanku saja, eoh ? Aku bisa membantumu Hyun Mi-ya..”

 

 

“Ah, aniya. Nanti semua barangku bisa hilang kalau kau membantuku, eonie..” Hyun Mi meledek Yeon Hyo.

 

“Mwoo?? Yaakk!!” Yeon Hyo bersiap mengejar Hyun Mi bermaksud memukul kepalanya. Melihat situasi itu, Hyun Mi segera berlari menghindar. Dan saat itu pula, kedua gadis itu saling kejar mengejar layaknya Tom and Jerry mencuri timun (?).

 

“Heyy! Kemari kau!!”

 

 

Tak berapa lama, kaki Yeon Hyo tersandung dan ia jatuh ke lantai. Melihat itu, Hyun Mi langsung menghampiri gadis itu dan berusaha membantunya.

 

 

“Eonie, gwenchana??”

 

 

“Aaarrhh!! Kaki ku…” Yeon Hyo memegang kakinya yang sudah mengeluarkan cairan merah dari dalam tubuhnya.

 

“Darah? Geurae, tunggulah disini. Aku segera kembali mengambil obat.”

 

Hyun Mi bergegas ke dapur untuk mengambil kotak P3K. sementara itu, Yeon Hyo berusaha meraih tempat tidur Hyun Mi dan duduk di atasnya. Dia sedikit mengerang beberapa kali ketika ia menyentuh darahnya yang tidak berhenti keluar dari lututnya. Ia memutar pandangannya pada tumpukan buku di bawahnya. Sebuah buku cantik berwarna blue shapire bersampul gambar kamera menarik perhatian Yeon Hyo. Diraihnya buku itu dan ia mulai membuka lembaran kertas yang ada di dalamnya.

 

Lembaran 1 :

 

    Entah ada apa dengan matanya. Mata itu selalu membayangiku kemanapun aku pergi. Apa aku mulai merasakan apa yang dikatakan cinta? Setelah lama aku tidak merasakan perasaan seperti ini. Dan perasaan itu tiba – tiba muncul ketika aku telah bertemu denganmu. Pertemuan yang konyol saat kau menumpahkan secangkir kopi hangat di bajuku. Ah~ anii.. aku bahkan baru mengenalnya 3 hari yang lalu. Waktu yang terlalu singkat untuk menyimpulkan ini adalah perasaan cinta. Kagum. Mungkin itu yang aku rasakan sebenarnya..

 

 

 

“Cinta pertama Hyun Mi?” gumam Yeon Hyo sambil memamerkan senyumnya yang merekah. Setelah itu, ia membuka lembaran selanjutnya.

 

 

Lembaran 2 :

 

 

Setiap hari bahkan setiap detik, kau selalu ada disampingku. Membantuku mengenali Kota Paris yang indah. Apakah kau tahu ? Aku selalu ingin bersamamu. Semakin mengenalmu, aku semakin mengenal cintaku yang sebenarnya. Bukan sebuah cinta yang biasa aku rasakan, datang dan pergi, melainkan sebuah perasaan pria yang ingin selalu disisimu dan berharap dapat meraih hatimu, Park Hyun Mi ..

 

 

DEG ! Jantung Yeon Hyo berdegup kencang saat ia mengetahui bahwa buku yang tengah ia pegang adalah bukan Diary Hyun Mi.

 

“Lalu, ini punya siapa ?” Yeon Hyo bermaksud berfikir keras. Namun, rasa penasaran untuk membuka lembaran berikutnya terlalu kuat di bandingkan pikirannya. Kemudian, dia pun membuka lembaran selanjutnya.

 

 

Lembaran 3 :

 

Hyun Mi-ya, kau terlihat cantik dengan gaun merah itu. Malam ini kau terlihat sempurna. Entah kata apa lagi yang bisa aku ungkapkan. Namun yang pasti aku sangat mencintaimu.

 

    Hyun Mi-ya, kau pasti pernah mendengar pepatah mengatakan, ‘setelah pertemuan pasti aka nada perpisahan’ bukan ? Malam ini adalah malam terakhirku di Paris. Masa liburanku sudah habis. Besok, aku harus kembali ke Seoul. Terima Kasih untuk pertunjukan Opera nya. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Aish~ apa yang aku bicarakan ? lupakan.. -_____-

 

 

Yeon Hyo mengerutkan dahinya. Sebuah kejanggalan terlintas dalam benaknya. Ia seperti mengenali setiap kata yang tertulis dalam buku Diary tersebut.

 

 

Yeon Hyo hendak menyimpan buku itu ke dalam kardus. Namun, selembar kertas terjatuh dari salah satu halaman yang terselip. Tatkala, lipatan kertas itu membuat Yeon Hyo membuka dan membacanya.

 

 

=000=

 

 

Apa yang aku lakukan ?

Haruskah aku mementingkan diriku sendiri ?

Tapi aku bisa melihat kebohongan!

Ya! Aku sangat mencintainya!

 

 

=000=

 

 

        “Hey~ gadis ppabo! Palli, makanlah makananmu. Jangan hanya dipandang begitu…”

 

Sepasang pria dan wanita sedang berada di sebuah restoran di siang hari yang mendung. Pria itu berusaha mendesak wanita yang ada di hadapannya itu untuk memakan makanan yang saat ini ia mainkan.

 

 

“Yak!” Teriak Kyuhyun pada Yeon Hyo. Yeon Hyo hanya menatap pacarnya sekilas dan melanjutkan memainkan makanannya.

 

 

 

“Oppa, ada yang ingin aku tanyakan padamu..” ujar Yeon Hyo dengan tatapannya masih mengarah pada makanannya.

 

 

 

“Hmm, waeyeo ?” Kyuhyun menjawab santai.

 

 

 

“Seberapa besar cintamu padaku?”

 

 

“Kenapa kau menanyakan itu?”

 

 

“Jawab saja! Aku hanya butuh jawaban.”

 

 

“Geurae. Aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku selalu mengkhawatirkanmu di setiap hembusan nafasku. Bagiku kau adalah oksigen. Jika kau tidak ada disekitarku, maka aku tidak bisa bernafas. Aku bisa mati..”

 

 

“Hmm, Beberapa tahun lalu sebelum kita bertemu. Apakah kau pernah merasakan hal yang sama pada seorang gadis ?”

 

 

Kyuhyun menghentikan aktifitas makannya ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir seorang gadis yang ada di hadapannya kini. Ia menatap lekat wajah Yeon Hyo dan mengamati mimiknya. Yeon Hyo terlihat serius dengan membalas tajam tatapan mata Kyuhyun.

 

 

“Kenapa kau menanyakan hal itu ? Kau sangat aneh..”

 

 

“Aku ini pacarmu, Tuan Cho. Wajar saja kalau aku inign mengetahuinya. Kita sudah berpacaran selama satu setengah tahun, tapi kita tidak pernah mengungkit masa lalu..”

 

 

“Aku rasa masa lalu tidak untuk diungkit Yeon Hyo-ya. Biarlah itu menjadi sebuah masa lalu. Yang kita hadapi sekarang adalah masa kini dan masa depan..” Kyuhyun meminum cocktail dan memalingkan wajahnya ke arah jendela yang ada di samping kanannya.

 

 

 

“Tapi bagiku, masa lalu harus diungkit jika terdesak. Kalau masa kini memiliki situasi yang sama dengan masa lalu, tidak ada salahnya kita mengungkit masa lalu. Semua itu bisa kita jadikan untuk panduan kita agar kita tidak salah melangkah dalam menghadapi masa kini dan masa depan.” Yeon Hyo menatap tajam mata Kyuhyun dan berharap ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalunya.

 

 

 

“Aku tidak memiliki rasa yang sama seperti yang aku rasakan kepadamu di masa laluku..” Kyuhyun menjawab pertanyaan Yeon Hyo sambil menatap kendaraan berlalu lalang di hadapannya melalui jendela besar itu.

 

 

=000=

 

Haruskah aku melihat kebohongan itu ?

Ini kisahnya, ini kisahku

Apa yang menjadi miliknya, pasti menjadi milikku

Bukankah begitu cinta seharusnya ?

 

=000=

 

 

        Malam itu hujan rintik – rintik mulai membasahi Kota Seoul. Di sebuah menara bernama Namsan Tower, seorang pria dan gadis sedang berhadapan saling menatap satu sama lain. Pria itu menunjukkan wajah kecewa, sedih, bahkan rasa tidak percaya. Sementara gadis itu, hanya menunduk sambil meneteskan air mata.

 

 

 

“Apa harus seperti ini, Hyun Mi-ya??” Siwon menatap wajah Hyun Mi berharap ia segera meralat apa yang ia ucapkan sebelumnya.

 

 

 

“Mianhae, oppa. Jeongmal mianhae….” Hyun Mi terisak dan terus menerus mengeluarkan butiran air dari matanya.

 

 

 

 

“Apa yang menyebabkanmu ingin putus denganku, Hyun Mi-ya?”

 

 

“Aniya, aku rasa… aku memang bukanlah gadis yang tepat untuk mengisi harimu. Oppa, masih banyak gadis lain di luar sana yang mencintaimu. Berbahagialah, dan lupakan aku..”

 

 

 

“Apa gara – gara Kyuhyun ?” pandangan Siwon menerawang. Apa yang dikatakan Siwon membuat Hyun Mi terkejut.

 

 

“Ap…apa maksudmu, oppa??”

 

 

“Aku sudah mengetahui semuanya, Hyun Mi-ya. Kyuhyun, kau dan Paris..”

 

 

“Maksudmu ?”

 

 

“Aku sudah memastikan ini akan terjadi, cepat atau lambat. Ketika kau menerima cintaku. Kau pasti ingat dengan apa yang selalu kau bawa. Buku bersampul Kamera itu. Aku tahu Kyuhyun sangat berharga untuk hatimu. Dia berhasil menempatkan namanya di hatimu. Entah apa yang kau pikirkan sehingga kau bertekad untuk menerima cintaku, padahal kau sangat mencintainya. Tapi kurasa ak….”

 

 

 

 

“Mianhae, oppa. Kyuhyun memang sudah berhasil merebut hatiku. Tapi bukan itu alasan aku mengakhiri semua ini…”

 

 

 

“Lalu karena apa? Bukankah hubungan kita selama ini baik – baik saja ?”

 

 

 

“Aku… aku sudah menganggap kau sebagai oppaku sendiri. Aku mencintaimu seperti aku mencintai ibuku. Aku menyayangimu karena kau mampu membuat senyuman dibibirku. Kau pasti tahu dengan tragedy Appa dan Eomma beberapa tahun yang lalu. Kejadian itu membuatku semakin terpuruk. Aku merasa tidak memiliki siapa – siapa di dunia ini. Beruntung, bibi Yoon mau menerimaku sebagai anak tirinya dan aku mengenalmu melalui Yeon Hyo eonie karena kau pernah satu kampus dan berteman dekat dengannya walaupun kalian berbeda angkatan. Semenjak mengenalmu, aku ingin melupakan masa laluku dan menjalani sebagai Yoon Hyun Mi yang baru. Bukan menjadi seorang Park Hyun Mi yang selalu merasa sendiri dan tertekan. Tapi, aku tidak bisa. Aku tetap menjadi Park Hyun Mi ! aku tidak bisa menjadi Yoon Hyun Mi. Jadi sebelum aku menyakitimu, ak….”

 

 

 

Siwon memeluk gadis itu dengan erat. Ia bisa merasakan kesedihan serta rasa tertekan yang luar biasa atas apa yang menimpa gadis yang sudah ia cintai selama beberapa tahun ini. Sementara itu, tangisan Hyun Mi semakin menjadi ketika Siwon merekatkan pelukannya.

 

 

“Cukup Hyun Mi-ya. Aku mengerti. Tapi, aku tidak bisa menjauhimu. Rasa ini terlalu berat untuk aku lepaskan. Kau sudah menjadi urat nadi dalam tubuhku. Jika kau memutuskannya, aku akan mati. Jeongmal saranghaeyeo Yoon Hyun Mi…”

 

 

 

“Mianhae, oppa…” Hyun Mi melepaskan pelukan Siwon.

 

 

“Baiklah, aku akan menerimanya. Tapi ku mohon, kau tidak menjauhiku. Anggap saja aku sebagai oppamu. Aku ingin kau tetap disampingku,”

 

 

“Ne, oppa. Aku berjanji..”

 

=000=

 

 

Kesempatan ini tidak hanya datang sekali

Jika kita bisa mengambilnya secara bijak

Semuanya akan sesuai dengan harapan kita ..

 

 

=000=

 

 

        “Yakk! Warna ini tidak cocok untukmu, oppa! Pink ini terlalu girly untuk pria seperti itu! Kemarikan!”

 

 

“Andwee, chagiyaa. Aku juga ingin benda itu. Aku sudah mengincarnya sejak awal…”

 

 

“Aku duluan yang menemukannya! Shireo, aku tidak akan memberinya kepadamu!”

 

 

“Yakk…. Yeon Hyo-ya…”

 

 

Kehidupan Yeon Hyo kini berubah ketika ia bertemu dengan Lee Sungmin. Sungmin yang memiliki warna favorit yang sama, membuat Yeon Hyo terlihat bahagia ketika ia mengerjai Sungmin. Saat ini, Sungmin dan Yeon Hyo tengah berdebat mengenai sebuah benda berwarna pink di salah satu Toko di kawasan belanja di Seoul.

 

 

 

“Geurae, aku akan memilih benda yang lain…” Ujar Sungmin sambil memperlihatkan wajah Aegyonya.

 

 

“Nah, bagus. Kau harus mengalah pada yeojachingu mu, ne? haha…” Yeon Hyo tertawa renyah sambil menutupi mulutnya.

 

 

 

“Yakk! Apa yang kalian lakukan disini, eonie ?” Hyun Mi dan Siwon datang menghampiri ‘The Pink Couple’ yang aneh itu.

 

 

“Haa~ kau Hyun Mi-ya, Siwon oppa, annyeong.. aku dan Sungmin oppa sedang berlomba mengoleksi benda – benda berwana Pink. Dan sepertinya, aku yang akan memenangkan permainan ini.. haha” Ucap Yeon Hyo sambil mengeluarkan senyuman evilnya.

 

 

“Yeon Hyo-ya, berhentilah mengerjai Sungmin hyung. Lihat, dia terlihat kebingungan dengan apa yang dia cari. Disini, benda seperti yang kau pegang terbatas jumlahnya. Benda itu pula yang diincar Sungmin hyung selama ini..” Siwon menceramahi Yeon Hyo dengan gesture nya yang khas.

 

 

 

“Yak, Siwon~sii. Harusnya kau bilang pada Hyungmu itu untuk berhenti menyukai warna yang sama denganku. Dia itu pria, dan kebanyakan pria tidak suka dengan warna girly sepertiku. Tapi dia ??” Yeon Hyo melihat tingkah Sungmin yang sedang sibuk mencari benda pink di etalase – etalase toko yang ada.

 

 

“Yeeyy! Yeon Hyo-ya! Lihat ! aku mendapatkan Teddy Bear berwarna pink! Aku yang akan memenangkan pertandingan ini, chagiyaa!” Sungmin mencibir Yeon Hyo setelah ia menemukan sebuah Teddy Bear besar berwarna pink yang kini sudah ada di genggamannya.

 

 

“Yak! Aegyo man! Kemarikan itu padaku. Aku tidak ingin kau memilikinya!!”

 

 

“Andwe ! aku sudah susah payah mencarinya..”

 

 

“Yaakk!!”

 

 

Yeon Hyo dan Sungmin saling mnegejar satu sama lain. Yeon Hyo mulai mengejar Sungmin yang terlihat seperti tengah berlari marathon (?) dengan boneka Pink yang ada di kedua tangannya. Di belakangnya, Yeon Hyo berusaha mengejar Sungmin agar ia mendapat apa yang ia inginkan.

 

Hyun Mi dan Siwon hanya tertawa melihat mereka. Hubungan Hyun Mi dan Siwon berjalan dengan baik sebagai sepasang kakak dan adik. Walaupun begitu, Hyun Mi maupun Siwon tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain. Hyun Mi senang dengan adanya Siwon di sampingnya, begitupun sebaliknya.

 

 

Terlihat jauh beberapa meter dari mereka, seorang pria berkulit putih susu sedang memperhatikan mereka. Ia membawa sebuah kamera dan menatap kedua gadis yang pernah mengisi hatinya. Perlahan, pria itu tersenyum.

 

 

 

Masih teringat kenangan manis yang pernah terjadi dalam hidup Kyuhyun, Yoon Hyun Mi dan Yoon Yeon Hyo. Dua gadis yang memiliki kepribadian berbeda membuat Kyuhyun sangat merindukan mereka.

 

#FLASH BACK

8 years ago in Paris

 

 

Sudah berjam-jam pria bernama Kyuhyun itu menunggu di depan bandara. Hari ini ia akan kembali ke tempat asalnya di Seoul. Dua buah buku berada di genggamannya. Ia memperhatikan kedua buku yang bersampul berbeda itu. Yang satu bersampul gambar kamera sedangkan yang lainnya bersampul menara Eiffel.

 

 

Ia mulai gelisah tatkala panggilan kepada penumpang penerbangan Korean Air harus sudah menyelesaikan proses Check In mereka dan segera masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi, pesawat itu segera lepas landas. Kyuhyun masih menunggu seseorang. Berkali – kali ia melihat jam tangan yang menempel di tangan kirinya, namun sosok yang dia cari belum nampak batang hidungnya.

 

 

Lalu, ia memutuskan untuk meninggalkan buku bersampul kamera itu di tempat dimana ia dan Hyun Mi akan bertemu. Ia menyobek secarik kertas dan menulis :

 

 

Hyun Mi-ya, mianhae aku harus segera pergi meninggalkan Paris. Kau tahu, aku sudah menunggumu disini selama 2 jam. Aku berharap bisa bertemu denganmu untuk terakhir kali aku berada di Paris. Tapi aku harus segera memasuki pesawat. Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu. Buku Diarymu tertinggal di tas ku setelah kita menonton opera kemarin malam. Sebagai gantinya, aku memberikan catatan harianku padamu. Aku menulis semua perasaanku disini. Aku ingin kau mengetahuinya.

Park Hyun Mi, Saranghae~~

Cho Kyuhyun~

 

#FLASH BACK END

 

 

        Kyuhyun tersenyum ketika ia melihat Hyun Mi telah bahagia dengan Siwon. Di sudut lain, ia melihat sepasang kekasih aneh yang tengah mengejar satu sama lain. Memperebutkan sebuah benda berwarna pink. Kyuhyun melihat sebuah foto di kameranya. Foto tiga tahun silam ketika ia merasa semuanya begitu sempurna.

 

#FLASH BACK

3 Years Ago.

 

 

“Aku menemukan kertas ini di kamar Hyun Mi. Aku ingin kau menjelaskannya.” Yeon Hyo memberikan sebuah kertas pada Kyuhyun. Sementara itu, Kyuhyun yang sedari tadi tengah melihat kendaraan lalu lalang di hadapannya melalui jendela di sampingnya mulai menoleh kepada Yeon Hyo dengan pandangan aneh.

 

 

 

Kyuhyun mengambil surat itu dan ia terkejut setelah membacanya. Melihat reaksi Kyuhyun yang seperti itu, Yeon Hyo segera melontarkan pertanyaan pada Kyuhyun.

 

 

 

“Apa itu adalah sebuah bukti kalau kau memang tidak pernah mencintai gadis lain di masa lalumu seperti kau mencintaiku kini, Cho Kyuhyun??”

 

 

Seperti tersambar petir, Kyuhyun terdiam seribu bahasa. Ia tidak dapat berkata apa – apa lagi.

 

 

“Aku ingin kau jujur, Kyunie..”

 

 

“Arraseo~ aku akan mengemukakan yang sebenarnya. Kau pasti sudah tahu bahwa tujuh tahun lalu aku pergi ke Paris untuk mengisi liburanku. Disana, aku bertemu dengan seorang gadis bernama Park Hyun Mi dan ternyata adalah saudaramu. Ketertarikan yang sama pada kamera membuatku sangat dekat dengannya. Dari sanalah, rasa itu mulai tumbuh dalam hatiku. Seperti rasa yang sedang aku rasakan padamu saat ini, aku pun pernah mengalaminya dengan Hyun Mi. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Hyun Mi sebenarnya padaku sebelum ia meninggalkan Diary nya di tasku tanpa sengaja. Ketika aku tahu ia juga mencintaiku, aku memutuskan untuk memberikan catatan harianku padanya. Catatan yang berisi tentang perasaanku padanya berharap ia segera mengetahuinya karea aku harus segera kembali ke Seoul” Kyuhyun tertunduk. Ia sangat merasa bersalah dengan kebohongan yang telah ia lakukan.

 

 

 

“Apakah cinta itu masih ada untuk Hyun Mi?” Terlihat linangan air mulai membasahi pipi Yeon Hyo dengan deras. Ia tidak percaya dengan apa yang Kyuhyun lakukan terhadapnya.

 

 

“Aku sudah berusaha menghilangkannya. Yeon Hyo-ya, jeongmal mianhae. Kau jangan menangis seperti ini, ne..” Kyuhyun menghapus linangan air mata yang bersarang di pipin Yeon Hyo.

 

 

“Kalau perasaanmu kepada Hyun Mi masih tersisa, aku merelakannya..”

 

 

“Apa maksudmu ?”

 

 

“Aku tidak bisa bersamamu lagi, Cho Kyuhyun..”

 

#FLASH BACK

 

 

        “Aku tidak bisa bersamamu lagi, Cho Kyuhyun..”

 

 

Kata itu yang masih terngiang di kepala Kyuhyun. Ia kembali mengembangkan senyuman pada bibirnya dan menatap Yeon Hyo dalam.

       

 

 

        “Gomawo, Hyun Mi-ya, Yeon Hyo-ya, kalian telah mengajarku bagaimana caranya mempertahankan apa yang seharusnya dipertahankan. Kalian memiliki hidup baru, begitupun dengan aku…”

 

 

“Kyuhyun-ah ! Kajja, kita harus segera menghadiri pameran.” Panggilan seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun dan berbalik ke arahnya.

 

 

“Ahh, ne Hyung. Aku segera kesana.”

 

“Paliyaa, kau ingin di marahi oleh Lee Soo Man ahjushi ? Ingat Kyu, dia adalah seorang seniman yang galak” -______-

 

 

“Yaak ! Donghae Hyung, kalau Soo Man ahjushi mengetahuinya, kau pasti akan dicincang! Haha”

 

 

“Maka dari itu kau jangan memberitahunya, ne?” Donghae merangkul Kyuhyun dan mengajaknya keluar dari pusat perbelanjaan yang bising itu.

 

 

“Haa,, ne…”

 

Akhirnya dua namja itu keluar dengan selamat (?). Saat ini, Kyuhyun tengah menekuni bidang Fotografi dengan serius. Ia telah memiliki beberapa kolega dari kalangan artis hingga kalangan pejabat. Banyak orang yang mengagumi hasil jepretannya di kamera. Dia telah menjadi seorang fotografer yang sukses!

 

Sementara itu, Yeon Hyo tengah menikmati kehidupan barunya dengan Lee Sungmin. Seorang pria yang telah menjadi kekasihnya selama 6 bulan terakhir. Sungmin adalah seorang pria aegyo yang memiliki darah China. Oleh karena itu, walaupun ia terlihat sangat aegyo namun ia sangat jago dalam hal bela diri China. Ia dan Siwon adalah saudara sepupu. Berbeda dengan Hyun Mi dan Siwon, mereka tetap menjalani kehidupan bersama. Bukan sebagai sepasang kekasih, melainkan sebagai kakak beradik yang tidak akan bisa di pisahkan. Dimana ada Hyun Mi, pasti ada Siwon disana. Seperti sandal jepit (?), mereka sama sekali tidak bisa di pisahkan^^

 

= THE END =

 

Huuaaa ! Endingnya kaga jelas -_____-

Ini adalah Fanfict aku yang pertama kali kelar ! *maklum tiap bikin FF pasti ngegantung terus -,-*

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun eonie, mianhae aku memisahkan Hyo-Kyu di ending. Ini demi kepentingan bersama (?) lol

This is my FF Freelance for Lomba😀

Don’t forget for RCL yaa😀 satu like dan komen sangat berguna bagi agama, nusa, dan bangsa #plaaakk!

Gomawo ~

33 thoughts on “FF LOMBA “Someday” [OneShoot] – FREELANCE

    • Ah, jinjyaa ??
      But ini murni dri pmikiran saya. Klw bagian tulisan yg mirip ma cerita titanic, aku emg sdkit mengadopsi dri titanic biar ceritanya pas ma pmikiranku. Cz entah knp ktika aku nulis nih FF abal2, yg ad di pkiranku tuh jack dawson -,- *saking fans ma Leo -,-

      mianhae klw ga suka😥
      gomawo udah komen🙂

  1. Oneshoot yg panjang haha… Aku suka
    dan eng ing eeeeeng…. HyoKyu PISAH!!! #Ketok palu
    ff nya buagus tenan
    #semoga menang
    kurang sedih, memisahkan hyokyu itu hrs nyesek biar feelnya dpt #hua ditabok
    hrs dramatis….
    #piss saeng icha ^,^v
    maksudku kyk ff nya saeng icha yg gk tanggung2 bikin hyokyu MENDERITA ABIS haha
    gumawo and good luck!

  2. wua~ trnyata akhir.y sperti itu. Hyokyu pisah.
    Pas awal, uda bagus. Feel.y dpt. Apalagi pas hyokyu brdebat .. Hehe tp k.bwh.y kurang ..

    gag kebayang yeon hyo jd sm sungmin, pasti ribut brebut bnda2 pink trz .. Haha😀

    iia ini hrs.y lebih nyesek lg, tp ini uda bagus ko ..
    Semangat wat meluncurkan (?) krya2 baru.

  3. Bagus bnget.., tapiiii hyo kyu couple kok pisaaah ..(T_T) tngis dlm kuburan XD) dan kyuhyun gk pnya pcar (wkwkwk). Tpi tnang aja kyu ada gue yg slalu stia nemenin loe.
    Wkwkwkwk

  4. bagus sih..
    feel nya juga dpt, tapi end nya kurang srek (?)
    kyaa hyo kyu pisah ><
    aigoo kenapa kyu keliatan plin plan bgt disini?
    sebenernya dia lebih cinta siapa?
    kenapa dg mudahnya melepaskan yeon hyo dan hyun mi?
    kenapa yeon hyo dg mudahnya ngelapasin kyu dan ganti dg umin ? aish bnyk bgt pertanyaan yg ingin aku lontarkan..
    aah tapi nih ff daebak kok..
    fighting ! ^^
    #bow bareng yeye

  5. Huhuhu*sedih …bru kLi ini aku bca ff HyoKyu couple yg d pishkan
    duh2h Wonppa kacian bngt ciiih d tolak ma hyunmieonni,,sni sma aku aja#d jewer

  6. Rasanya Happy Ending, tp koq sediih yaah😦 Ceritanya gakk gantung tp Kisah cinta Kyu gantung gtu.. gmna gakk sdih Pemeran utama mlah gakk dpt kisah cinta yg bgus huaaaaaaa kyunya sma aku aja deeeh ><😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s