FF LOMBA “Jinjja? You are Frogy Prince” [Chapter 1] – FREELANCE

 

Title : “ Jinjja? You are a Frogy Prince? [Chapter 1]  ”

Author : Devi Nurita Sari (Choi Ji Ra)

Facebook : Devi ‘empy’ Adjalah

Twitter : @devi_empy

Genre : Sci-fi, AU, Fantasy, Romance, comedy -__-

Type   : Short Story

Length : Chapter

Rating : G

 

Main Cast :   

1. Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun as Yoon Yeon Hyo

2. Kyuhyun Super Junior as Cho Kyuhyun (Frogy Prince)

 

Another Cast :

1. Siwon Super Junior as Choi Siwon (Choi Ji Ra’s brother)

2. Devi ‘empy’ Adjalah as Choi Ji Ra.

3. Eunhyuk Super Junior as Lee Hyuk Jae

 

Recommended song :

  1. Super Junior — SPY
  2. Super Junior – Only You
  3. Super Junior – Haru

 

Desclaimer : Super Junior milik tuhan, orang tua serta milik management mereka. Tapi, FF ini milik saya….! murni dari otak kanan saya yang sudah bekerja keras dan tidak ada unsur ‘PLAGIAT’ , ‘COPYCAT’, dan sejenisnya. Jika ada kesamaan nama, karakter, tempat, cast, ulzzang yang berperan sebagi visualisasi, dan lain sebagainya. Itu hanya sebuah kebetulan yang tak terduga, karena semua unsur tersebut hanya bersifat relatif.

 

 

 

“JINJJA? You are a frogy prince?”

 

 

 

 

 

‘Hal tergila apa yang paling tidak bisa kau lupakan?’

 

Tentu saja Yeon Hyo akan menjawab dengan cepat seperti ini “KODOK..! Saat seekor kodok melompat dan masuk kedalam bajuku -__- “ .

Yahh~ Yoon Yeon Hyo, yeoja cantik pemilik kulit putih susu itu sangat benci dengan hewan berjenis(?) kodok. Karena sebuah insiden melompatnya sang kodok kedalam bajunya lah menjadi alasan kuat, kenapa seorang Yeon Hyo sangat membenci hewan amphibi tersebut.

 

“CHOI JI RA.. singkirkan semua barang kodokmu ini dari hadapanku.!” teriak Yeon Hyo pada yeoja mungil yang tengah sibuk menjejerkan semua benda bermotif kodok dihadapan Yoon Yeon Hyo, putri tunggal keluarga Yoon yang merupakan tunangan dari Choi Siwon, kakak kandung Choi Ji Ra.

 

“Lihat..! dia frogy prince” Ji Ra mendekatkan boneka kodok kecil dengan mahkota dikepalanya diwajah Yeon Hyo “ini sangat susah aku dapatkan” tambah Ji Ra.

 

“Kau benar-benar sudah gila..! kenapa kau suka sekali dengan kodok, eo?” Yeon Hyo menyipitkan matanya yang memang sudah sipit, “ Amphibi berlendir, benar-benar menjijikan”

Ji Ra tak memperdulikan semua umpatan Yeon Hyo yang amat sangat jengkel dengan benda hijau menjijikan baginya, Ji Ra malah semakin senang jika Yeon Hyo merasa tersiksa karena benda hijaunya ini.

 

Yaa~ ahjumma..!”

 

YA..! kenapa kau suka sekali memanggilku dengan ahjumma, eo? memangnya kapan aku menikah dengan pamanmu?” protes Yeon Hyo.

 

“Kau sudah tua jadi sudah sewajarnya aku memanggilmu dengan ‘ahjumma’.  Hahahaha” Ji Ra tertawa renyah.

 

“Dasar.! Aku hanya lebih tua satu tahun darimu, dasar anak kecil -___- “

 

Ahjumma, kau tahu?” tanpa memperdulikan protes Yeon Hyo, Ji Ra langsung menodongnya dengan pertanyaan.

 

Anni~ aku tidak tahu, kau belum memberi tahunya -__-“

 

“Baiklah~ dengarkan aku, ne?” Ji Ra menatap mata Yeon Hyo tajam, kemudian tiba-tiba ia menyibakkan rambut Yeon Hyo yang panjang kecoklatan dan menyelipkannya ditelinga Yeon Hyo.

 

YAA~ apa yang kau lakukan?”

 

“Hanya melihat kau punya telinga atau tidak ahjumma”

 

Nde? Kau kira aku ini makhluk apa sampai harus memeriksa ada tidaknya telinga, eo?” Yeon Hyo mendengus kesal, sementara Ji Ra terus menertawakannya.

 

Yah~ mereka memang terlihat sangat akrab. Keluarga Yeon Hyo dan Ji Ra memang sangat dekat sejak lama, kedua orang tua mereka bersahabat sejak duduk dibangku SMA. Selain itu Yeon Hyo juga adalah tunangan dari putra sulung keluarga Choi, yaitu Choi Siwon. Kakak kandung Choi Ji Ra.

 

Yeon Hyo dan Ji Ra memiliki  dua kepribadian yang amat sangat bertolak belakang. Yeon Hyo yeoja feminim tapi tak suka memakai high heels, yeoja yang amat sangat maniak ‘PINK’, yeoja evil yang terlalu keras kepala, penyuka hewan berbulu seperti kelinci dan kucing, dan yang terpenting Yeon Hyo sangat benci ‘KODOK’. Benar-benar bertolak belakang dengan Choi Ji Ra, putri bungsu keluarga Choi pemilik jaringan Hyundai corporation terbesar di Korea. Ji Ra yeoja tomboy yang tidak terlalu menyukai ‘PINK’, benci hewan berbulu karena ia alergi dengan benda berbulu, dan Ji Ra amat sangat menyukai ‘KODOK’. Bertolak belakang bukan?

 

Tapi, semua perbedaan itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk hidup secara harmonis didunia ini. Kita memang memiliki pandangan dan hak tersendiri untuk menyukai sesuatu, kita tidak bisa melarang atau menghentikan seseorang untuk menyukai sesuatu yang tidak kita sukai. Karena kita tidak punya hak untuk melarang mereka. Perbedaan bukan untuk menjadi penghalang sebuah persahabatan, perbedaan itu indah jika kita dapat mengkaji dan memahami arti dari sebuah perbedaan tersebut. Perbedaan akan membawa kehidupan menuju keharmonisan dunia.

 

YAA~ Choi Ji Ra, berhenti tertawa..! apa yang ingin kau beritahukan pada ku, eo?

 

“Ehem~” Ji Ra berdeham pelan untuk menetralisir tawanya, “ Kau tahu soal hutan terlarang yang banyak orang ceritakan?”

 

“Hutan?”

 

Ne, hutan.! Hutan yang bernama Green Forest

 

aa~ hutan itu. Kenapa dengan hutan itu?”

 

“Aku dengar dari orang-orang, katanya dihutan  tersebut terdapat seorang pangeran yang dikutuk karena sudah melanggar perjanjian untuk tidak memakan buah-buahan yang berada didalam hutan saat melintasi hutan tersebut”

 

“Pangeran yang dikutuk? Dikutuk jadi apa? Batu bertuah?”

 

YAA~ kau korban Harry Potter, eo? Bukan batu bertuah seperti yang kau sebutkan”

 

“Lalu? Dikutuk jadi apa dia?” Tanya Yeon Hyo penasaran.

 

“Entahlah, sampai saat ini belum ada orang yang mengetahui dengan pasti pengeran tersebut dikutuk menjadi apa”

 

Aissh~ benar-benar tidak jelas. Memangnya pangeran bodoh macam apa yang bisa dikutuk macam itu? Heii..! ini zaman sudah modern, sekarang sudah abad ke-21. Mana ada istilah pangeran yang dikutuk. Aku tidak mempercayai rumor itu. Lagipula, jikalau hal tersebut memang benar adanya, pasti dia adalah pangeran bodoh yang suka bertindak semaunya” racau Yeon Hyo tanpa jedah.

 

“Aku juga tidak mempercayai rumor tersebut sebelum aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau pangeran itu memang benar-benar dikutuk”

 

“Ini benar-benar rumor yang gila, ne?

 

Ne” Jawab Ji Ra sambil menganggukan kepala.

 

“Rumor yang terlalu primitif, mana ada kutukan dizaman modern seperti ini. Sangat sulit untuk dipercaya” cecar Yoon Yeon Hyo.

 

“Aku harus membuktikan rumor tersebut, ahjumma”

 

“Jangan ikuti rasa penasaranmu itu Ji Ra-ya, romor itu terlalu berbahaya. Rumor itu suatu penyakit yang ditandai dengan gejala fisiologi yang mengalami abdomen pada bagian tubuh yang dicurigai sebagai rumor”

 

“ehh? Abdomen? Bukankah abdomen itu pembengkakan? Tonjolan? YAA~ itu tumor BUKAN rumor -_____- . Kau gila ahjumma” Ji Ra membulatkan matanya kearah Yeon Hyo yang hanya tertawa layaknya seorang setan -__- .

 

*** ***

 

 

 

~Choi Ji Ra Pov~

 

 

            Seoul, 10PM KST  —  Choi Ji Ra’s bedroom

 

 

            “Hutan? Pangeran? Dan kutukan?” tiga pertanyaan yang amat sangat membuatku penasaran. Aku terus mencoret-coret buku kecil bermotif kodok diatas meja belajar dikamarku, mencoba memecahkan suatu persoalan yang menurutku adalah sebuah misteri yang harus diungkapkan dan dibuktikan kebenarannya.

 

Green Forest..?” aku menggambar hutan dengan pepohonan yang lebat dan nampak mengerikan. Dengan bakat kesotoy-an yang ku miliki, aku terus membayangkan hal-hal yang menyeramkan dari hutan ini.

 

Bagaimana kalau pangeran itu adalah pangeran burik dari animal planet, manusia dengan kepala menyerupai kura-kura kesetrum aliran listrik dengan tegangan tinggi, suara melengking layaknya anak ABG kejepit pintu, atau jangan-jangan pangeran itu dikutuk menjadi Protozoa dari kelas Rhizophoda atau jangan-jangan amoeba, hewan bersel satu dengan tubuh lembek layaknya ramyeon yang terlalu banyak air? Aissh~ entahlah.. terlalu banyak ekpektasi yang keluar dari otak berlatar belakang sotoy ini.

 

“Misteri ini harus segera ku ungkapkan” Aku mengangguk, mengepalkan tangan, dan memasang ekspresi seorang pelari marathon yang menahan panggilan alam dari toilet. Benar-benar ekspresi yang sangat absurd bin abstrak. *-____-“ ngiiik~

 

Besok aku harus mempersiapkan semuanya. Aku harus memasuki hutan yang katanya Green Forest ini, aku harus mencari bukti otentik dan memecahkan misteri yang sudah lama tersebar secara tak jelas seperti ini. Benar..! hal ini harus segera aku selesaikan.

 

Tapi, bagaimana aku harus mengelabuhi seorang Choi Siwon, kakak kandung yang terlalu protect itu? Kalau rencana ini tercium olehnya, berakhirlah sudah, dia pasti akan menghalangi langkah detektif genius bin nekat ini untuk memasuki hutan dan mulai mengerahkan pengawal untuk mengawasiku agar tidak berbuat yang aneh-aneh yang dapat membahayakan diriku sendiri.

 

“Aishh~ Choi Siwon yang merepotkan..!” Aku mengacak rambut, frustasi.

 

 

 

~Choi Ji Ra Pov End~

 

 

 

*** ***

 

            Keesokan paginya, Ji Ra bangun sangat pagi sebelum semua makhluk, terutama makhluk bernama Choi Siwon, kakaknya terbangun dari tidur. Mempersiapkan barang-barang perlengkapan untuk memasuki hutan yang sudah sangat lengkap. Tali tambang, senter, tenda, kantung tidur, dan lain sebagainya. Sudah bernaung indah didalam tas ransel hijaunya.

 

“Baiklah, semua sudah siap. Selanjutnya menjalankan plan B untuk mengelabuhi Simba” racau Ji Ra seraya memutar otaknya.

 

aa~ Yoon Yeon Hyo..! ya, benar aku butuh bantuannya” Ji Ra tersenyum absurd.

 

Beberapa saat kemudian, Ji Ra membalut tubuhnya yang sudah siap untuk memasuki hutan dengan piyamanya agar penghuni rumah tidak mencurigainya. Ia pun keluar dari kamar menuju lantai satu dengan santainya, sampai pada suara pria paruh baya menghentikan langkahnya.

 

“Nona? Mau kemana sepagi ini?” cegat pak Han, kepala pelayan keluarga Choi. Dengan ragu-ragu Ji Ra menoleh kearah sumber suara.

 

“Anni~ aku hanya ingin menghirup udara segar” ujar Ji Ra dengan senyum bodonya.

 

“Udara segar? Tumben sekali” pak Han menyipitkan matanya.

 

“Sesekali menghirup oksigen yang bersih sebelum terlalu banyak orang malakukan aktivitas diluar rumah tidak menjadi masalahkan? Udara pagi bagus untuk kesehatan pak Han, apa kau tidak tahu itu?”

 

aa~ benar juga. Aku pernah membacanya diradio”

 

“ehh? ¬_¬ radio dibaca?” Ji Ra menatap pak Han dengan tatapan mencurigakan, ekpektasi konyol mulai berkeliaran diotak Ji Ra “apa syaraf neorotik pak Han pagi ini telah putus karena efek dari penyakit jomblo menahun yang dideritannya? Sehingga syaraf tersebut tidak dapat menyampaikan impuls-impuls positif diotaknya” Ji Ra terus bertralala trilili dengan pikiran abstraknya.

 

“Sudahlah~ aku mau menghirup udara segar” ujar Ji Ra menyudahi obrolan yang tidak masuk akal ini. “Oiya, aku tidak sarapan pagi dirumah. Aku akan kerumah Yeon Hyo eonnie

 

“Dengan pakaian yang seperti ini?” Tanya pak Han sambil memperhatikan Ji Ra dengan piyamanya.

 

Ne, apa ada yang salah?” cecar Ji Ra yang sontak membuat pak Han menggeleng-gelangkan kepalanya.

 

“Baiklah~ sampaikan pada oppa, tidak usah mencariku. Hari ini aku akan pergi bersama Yeon Hyo eonnie”

 

“Dengan pakaian seperti ini?” Pak Han kembali menghajar Ji Ra dengan pertanyaan yang sebelumnya sudah ia lontarkan.

 

“IYA -____-“ jawab Ji Ra sebal.

 

Andwae..! nona tidak boleh memakai pakaian seperti itu, bagaimana kalau orang-orang yang mengenali nona adalah putri bungsu dari keluarga Choi dan ia melihat nona dengan piyama seperti ini, apa yang dunia akan katakan?”

 

“Dunia akan berkata ‘So? I must say WOW, that?’ (Jadi? Gue harus bilang WOW, gitu?)” ujar Ji Ra dengan bahasa korban kealay-an remaja.

 

“Pokoknya nona harus mengganti pakaian”

 

Shireo~” tolak Ji Ra.

 

“Ganti..!”

 

Shireo~”

 

“Ganti..!”

 

Triing~ tiba-tiba muncul bohlam dari kepala Ji Ra, otak Albert Einstein KW-10nya mulai bekerja.

 

“Baiklah~ aku akan bawa baju ganti” Ji Ra tersenyum penuh arti “Sebenarnya aku sudah menyiapkan baju ganti dikamar dan sudah kumasukan ke dalam ransel, tapi aku pikir aku tidak perlu memakainya, terlalu ribet”

 

“Dimana tasnya? Kau harus membawanya nona dan ganti pakaianmu di kediaman nona Yoon”

 

“Aku malas untuk naik keatas lagi, tasnya tergeletak dilantai kamar dekat meja belajar”

 

“Baiklah~ aku akan menyuruh pelayan mengambilkan tas nona, diatas” Pak Han pun memerintahkan pelayan. Pak Han yang sangat peduli atau lebih tepatnya orang yang kadar khawatirnya diatas ambang normal ini, sangat peduli dengan image keluarga Choi yang terkenal elegan. Hal ini lah yang dimanfaatkan Choi Ji Ra pada pak Han yang sangat mudah termakan kegeniusan level cemennya.

 

 

Beberapa menit kemudian—

 

“Ini tasnya nona..!” seorang pelayan wanita memberikan ransel hijau yang penuh dengan perlengkapan perang(?) untuk memecahkan misteri pangeran burik, ehh? Maksudnya pangeran yang dikutuk.

 

Gamsahamnida~” Ji Ra tersenyum senang.

 

“Baiklah saatnya menjalankan rencana” Gumam Ji Ra dalam hati sambil melangkahkan kaki keluar rumah.

 

Baru beberapa meter menjauh dari rumah, Ji Ra bergegas membuka piyama konyolnya yang menutupi t-shirt dan short pants yang sudah ia kenakan sebelumnya. Setelah piyama dilepas, dimasukkannya piyama tersebut secara sembarang ke dalam ransel. Kemudian ia mengeluarkan sepatu sneakers biru dari dalam tasnya, dan lengkaplah sudah style Choi Ji Ra.

 

 

*** ***

 

Setelah beberapa jam di perjalanan, kini Ji Ra sudah sampai dipintu gerbang kediaman keluarga Yoon. Dengan wajah yang sumringah Ji Ra berlari riang memasuki pintu gerbang yang telah dibukakan pengawal untuknya.

 

AHJUMMA………….!” Teriak yeoja mungil itu didalam rumah berkonsep luxury house itu.

 

“Mana ahjumma Yeon Hyo?” Ji Ra bertanya pada salah satu pelayan kediaman keluarga Yoon.

 

“Nona Yeon Hyo masih tidur dikamarnya”

 

“Baiklah, aku akan membangunkannya” Ji Ra mulai melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Yeon Hyo. Tiba-tiba Ji Ra menghentikan langkahnya yang baru menaiki dua anak tangga.

 

“Tidak usah temani aku” Ji Ra membalikkan badan kearah pelayan yang mengekor dibelakangnya sambil mempertontonkan gummy-smilenya.

 

Pelayan yang gelagapan itupun hanya bisa mengangguk pelan.

 

Sesampainya diambang pintu kamar Yeon Hyo, Ji Ra mulai bergidik ngeri. Aroma(?) pink yang menerobos masuk indera pencium Ji Ra seakan membuat Ji Ra enggan melangkahkan kaki memasuki kamar.

 

Cklek~ Ji Ra memutar handel pintu kamar Yeon Hyo.

 

Benar saja, baru menampakkan kepala dari pintu kamar, sudah bisa terlihat semua benda berwarna pin dari ruangan ini. Mulai dari dinding sampai interior ruangan.

 

AHJUMMA..!” Ji Ra kembali berteriak, namun Yeon Hyo tetap saja tidak bangun.

 

AHJUMMA..! cepat bangun.!”  Ji Ra menarik selimut berbulu Yeon Hyo sambil menarik tangannya.

 

Ahjumma, cepat bangun..!”

 

Eung~” Yeon Hyo menggeliat dan mengerjab-ngerjabkan matanya, beberapa menit kemudian, ia menoleh kearah Ji Ra yang sudah memasang senyum abstraknya.

 

YAAA~ Apa yang kau lakukan pagi-pagi buta seperti ini, anak kecil?” Yeon Hyo beranjak terkejut.

 

“Hehehe, aku butuh bantuanmu ahjumma

 

“Bantuan? Pagi-pagi buta seperti ini?” Yeon Hyo mulai beranjak sambil mengumpulkan nyawanya yang berceceran(?).

 

“Ho-oh.. bantuan” Ji Ra mengangguk”

 

“Apa yang bisa aku bantu?”

 

“Jangan terburu-buru, sadarkan dulu dirimu dari sisa-sisa mimpi semalam ahjumma”

 

aa~ ne. tapi cepat katakan apa yang bisa aku bantu?”

 

“Bisakah kau membantuku untuk mengelabuhi Simba hyung?

 

Hyu.. Hyung?

 

“Maksudnya oppa, ne Siwon oppa” dengan geli Ji Ra menyebut nama kakaknya dengan oppa.

 

Aish~ kenapa kau masih saja memanggilnya hyung, eo? kau itu perempuan, berlatihlah memanggilnya dengan oppa

 

“Nanti saja kita bahas masalah itu, sekarang kau mau tidak membantuku ahjumma?

 

“tentu saja aku bisa, tapi mengelabuhi untuk apa?”

 

“Hari ini aku akan pergi ke Green Forest

 

Green.. Green Forest? MWO?” Yeon Hyo membelalakkan matanya. “Untuk apa kau kesana, eo? jangan katakana kalau kau akan membuktikan kutukan pangeran antah berantah itu?”

 

“Antah berantah? ¬_¬ . YA~

 

“Tidak mau, aku tidak mau membantumu”

 

“Ayolah ahjumma, bantu aku untuk kali ini saja”

 

“Ini hal yang berbahaya Ji Ra-ya, masuk hutan bukanlah hal yang mudah. Bagaimana kalau kau tersesat ditengah hutan? Lalu digrepe hewan buas? Aissh~ membayangkannya saja otakku keriting”

 

“Ayolah ahjumma bantu aku, ne?

 

Shireo..!

 

“Ayolah~” Ji Ra memohon dengan tulus.

 

Aish~ jangan pasang wajah seperti itu” Yeon Hyo mulai tidak tega melihat ekspresi Ji Ra yang memelas membuat orang yang melihat menjadi mulas *plaak

 

“bantu aku, ne?

 

“Hmm~ baiklah” Yeon Hyo berhenti sejenak “Tapi aku akan membantumu sesuai rencanaku, bukan rencanamu”

 

“Hmm~ baiklah, apa rencanamu?”

 

“Aku akan ikut denganmu memasuku alam liar green forest tersebut”

 

“Kau yakin?”

 

“Tentu saja”

 

“Kau juga penasaran kan ahjumma tentang pangeran tersebut?” cibir Ji Ra.

 

YA~ mana mungkin seorang Yeon Hyo penasaran dengan hal bodoh macam itu”

 

“Benarkah?” Ji Ra menyipitkan matanya.

 

“Aish~ kau ini” Yeon Hyo mencubit pipi Ji Ra “kau tunggu disini, aku akan mempersiapkan diri dulu”

 

Ne, tapi—“

 

“Siwon kan? Kau tenang saja, aku akan mengurus semuanya”

 

Gomawo eonnie-ya” Ji Ra tersenyum lega.

 

 

*** ***

 

 

~Yeon Hyo Pov~

 

 

Pagi-pagi buta seperti ini sudah diberi shock therapy oleh bocah tengil, Choi Ji Ra. Dasar..! tapi sebenarnya aku juga penasaran dengan rumor yang telah beredar itu. Bagaimana bisa dizaman modern ini orang-orang masih mempercayai adanya kutukan? Terlalu primitif, menurutku.

 

Pangeran macam apa juga yang sudah terkena kutukan itu? Apa dia seorang yang bodoh? Benar-benar makhluk aneh, manusia dari mana dia sampai bisa terkena kutukan? Benar-benar tidak masuk akal. Aku harus mengikuti Ji Ra yang juga penasaran dengan hal ini.

 

Setelah satu jam, semua persiapan pun selesai. Ransel sudah terisi penuh dengan peralatan untuk dihutan. Siwon juga sudah ditipu, dengan alasan Ji Ra menginap dirumahku. Benar-benar rencana yang berdosa, kalau Siwon mengetahui semua ini, habislah kami akan diceramahi sampai telinga lepas olehnya. Aish~ terserah..! yang penting sekarang saatnya meluncur ke lokasi tempat dimana pangeran bodoh itu.

 

Didalam perjalanan, aku dan Ji Ra terus mengobrol, dari obrolan yang berat sampai ke obrolan yang ringan.

 

“Ji Ra-ya, kau tahu tempatnya kan?”

 

Ne, menurut peta dari bukit halla, kita hanya berjalan sekitar 2 kilo meter lagi untuk sampai ke hutan tersebut”

 

“Berarti dua kilo meter lagi kita sampai?”

 

Ne

 

“Mobil ini kita apakan?”

 

“Dibuang saja”

 

Mwo?

 

“Aku bercanda, kita parkirkan saja dipinggir-pinggir pepohonan. Kan mobil tidak bisa masuk?”

 

“Baiklah~” Aku menganggukan kepala.

 

Akhirnya setelah dua kilo meter perjalanan dari bukit halla, kami pun sampai di lokasi. Benar saja, dari luar hutan ini terlihat sangat menyeramkan. Pepohonan yang lebat, belum lagi suara-suara aneh bermunculan. Aish~ ini mengerikan, apakah aku sanggup masuk kedalam hutan ini? Mengerikan..!

 

“Kau kenapa?” pertanyaan Ji Ra membuyarkan lamunanku “Kau takut?” tambahnya.

 

“Mana mungkin aku takut” kataku bohong, padahal sebenarnya aku memang takut.

 

“Kalau kau takut pulang saja. Ambil dot dan pasang popokmu ahjumma”

 

Mwo? kau menghinaku?”

 

“Hahahaha, aku hanya bercanda” Ji Ra tertawa renyah “Jadi bagaimana? Apa kau siap masuk kedalam?”

 

Ne

 

Kajja~ kita masuk” Ji Ra mengulurkan tangannya, aku pun meraih dan merangkul tangannya dengan keras. Jujur saja dari luar hutan ini terlihat sangat mengerikan.

 

Tuhan, aku mohon lindungi kami berdua. Semoga makhluk dihutan ini tidak melukai kami, semoga kami bertemu dengan pangeran bodoh itu dan misteri ini terungkap.

 

Ini awal dari petualangan absurd di hutan, Green Forest..!

 

 

~ Yeon Hyo Pov End~

 

 

Akhirnya dua makhluk Yoon Yeon Hyo dan Choi Ji Ra pun memasuki hutan.

Baru beberapa meter masuk lokasi, mereka sudah dikejutkan oleh sesuatu.

 

KYAAAAAAA~!..” terdengar suara teriakan histeris bergema dari dalam hutan.

 

 

 

–          TO BE CONTINUED –

 

 

 

Duaaarr~ *ledakin petasan

 

Hal apakah yang sudah terjadi pada Yeon Hyo dan Ji Ra hingga membuat mereka berdua berteriak histeris? Apakah mereka sudah bertemu dengan pangeran yang katanya dikutuk itu? Atau mereka berdua bertemu dengan tarzan yang sedang menari indah dengan gerakan dance ‘Gangnam style’ ? Hanya Yeon Hyo, Ji Ra dan author lah yang tahu apa yang sudah terjadi..! kekekeke~

 

Nantikan petualangan absurd dua makhluk imbisil ini di “JINJJA? You are Frogy Prince [Chapter 2]” ^^

40 thoughts on “FF LOMBA “Jinjja? You are Frogy Prince” [Chapter 1] – FREELANCE

  1. hwhahahahaha…..sumpah dah.. bikin ngakak gak berhenti-henti dari awal…
    petualangan yang seru!!!!
    eonni.. jangan takut ama kodok, kodoknya kayaknya ganteng lo..
    pasti naksir dahh..
    bingung mau koment apa lagi,
    abisnya lucu banget..
    apalagi bagian yeon hyo debat ama ji ra, di tambah errrrr… kodok(fakta bangat

  2. bagus eonn (y)
    giliran lgi seru-serunya malah bersambung (?)😄
    pasti itu yg teriak ji ra soalnya ketemu sma kodok cute *ada emang kodok yg CUTE? -___-“

  3. mian, ngikut read
    egak sengaja nemu di jlan *plak
    egak, tdi nemu di wall ny Icha eon
    biasa penggemar FF *plok ^^

    keren, gokil, lucu ,konyoolll ,
    dn psti ny absurd dn abstrak *ploak
    ap lagi klakuan eon Ji Ra sam eon Yoon
    clon adik dn kaka ipar yg bsa di bilang stengah” *plokk
    daebak,, ^^
    #skali lgi mian, ngikut read ^^

  4. wkwkwk dr awal mpe akhir ketawa ngakak ..
    Sumpah nee author pinter bgd bkin comedy bareng yeon hyo yg gy galau .. Hehe🙂

    en itu, apa.an pak han? Kira mw mrh2 sm jira trnyta malah nyuruh jira ganti baju .. Ckckck

    sangat d.tunggu next part.. Semoga cpt ktmu kyuhyun si ‘frogy prince’ yg tampan..
    En u/ yeon hyo, siapkan hatimu krna kau akan mnyukai kodok si hewan hijau brlendir itu.. Kekekke~😀

  5. Kyukyu jadi pangeran kodok gt?
    Kbnyakan ‘dosa’ jadi dikutuk itu..
    Xixixiix..
    Eh eh, emng sejarah asli yeon hyo takut kodok gegara hal itu? =.=

  6. Ini lucu
    kyknya si author pinter dlm bidang Biologi deh
    dan kyknya ini author yg udah biasa bgt nulis ff
    ff nya rapi, bagus bgt malah,
    ceritanya jg menarik, penyampaian cerita nya jg bagus, semuanya seperti sdh terencana dgn baik, sayang..hrs TBC..
    #good luck author, smoga menang

  7. jiah,,ngeluarin ilmu bidang kedokteran dah..
    :-p
    eh,,ada aja idenya. tpi kok kodok? biar kayak dongeng kli ya.
    hmm,,ntr siapa yang nyium biar blik jadi pangeran??
    :-*
    ditunggu next chapter….😉

  8. Wkwk sumpah, banyak bgt kata” saraf (?) disini,😄 bikin ngakak…
    Kok bisa authorny buat cerita kaya gini, daebak…
    Pangeranny kyuhyun ya??

  9. hahahaha. . . Ngakak
    baca na, bener”
    kocak. . .
    Apa lagi wktu
    perckapan yeon hyo
    sma jira yg tentang rumor sma tumor. . .
    Itu bner” bkin
    ngakak. . .

    Emmm, tpi aq mrasa
    di sni sdut pandang
    na lbih ke ji ra. . .
    Knpa gk yeon hyo?
    Dia kan cast utma
    na . . .

    Ywda aq mau lanjt ke part 2. . .😀

  10. hyaaa haha kocak ne ff,,, ji ra emnk kocak,, ska ma karakter ji ra dsni,,,
    maaf bru bsa coment krg,, hehehe,,,
    aq ska ma quotes yg ne
    Tapi, semua perbedaan itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk hidup secara harmonis didunia ini. Kita memang memiliki pandangan dan hak tersendiri untuk menyukai sesuatu, kita tidak bisa melarang atau menghentikan seseorang untuk menyukai sesuatu yang tidak kita sukai. Karena kita tidak punya hak untuk melarang mereka. Perbedaan bukan untuk menjadi penghalang sebuah persahabatan, perbedaan itu indah jika kita dapat mengkaji dan memahami arti dari sebuah perbedaan tersebut. Perbedaan akan membawa kehidupan menuju keharmonisan dunia

  11. Ping-balik: Pengumuman Pemenang FF Lomba Fanfiction [Hyo-Kyu] STORY | [Hyo-Kyu] STORY…

  12. “Kalau kau takut, pulang saja. Ambil dot dan pakai popokmu, ahjumma.”

    “Mwo? Kau menghinaku?”

    eoh Ji Ra~ya, setega itukah dirimu dg Yeon Hyo ahjumma -_____-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s