FF “Complicated” (PART 8) / HURTS – END

 

Tittle                                     : Complicated Part 8 – HURTS

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Yesung, Jungmo, Yunho, Ryeowook, Zhou Mi, Hangeng, Eunhyuk, Eunmi, Taemin, Kibum, Henry

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Kyuhyun milik Yeon Hyo. Heechul  milik Rae Hee. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

 

Summary                             :
Donghae gemetar dan air matanya semakin deras. Ia mulai mundur perlahan ketika Siwon juga semakin mendekatinya. Donghae tidak sadar akan tanah yang ‘sudah tidak ada’ dibelakangnya.

 

Rae Hee menjerit dan  bangkit dengan sekuat tenaga, menghampiri Donghae dan mendorong anak muda itu ke depan, ke arah Siwon. Menyelamatkan Donghae sebelum anak itu jatuh ke jurang.

 

 

Happy Reading ^^

================================

 

Suatu tempat di Mokpo

 

~DOOR!!

 

~PRAAANG!!

 

Kaca jendela disamping Siwon, bolong karena tembakan yang meleset dari Yeon Hyo.

 

Yeon Hyo melongok keluar jendela dan mendapati situasi yang gelap, namu dalam pendengarannya, ia tahu kalau teman-temannya telah mengejar Siwon dan anak buah pria itu.

 

Yeon Hyo mengecek keadaan Donghae dan menemukan hembusan napas yang semakin kecil. Gadis itu cukup kesulitan saat memeriksa nadi Donghae yang juga sudah mulai berdenyut  lemah. Yeon Hyo menangis sambil berusaha mencari cara bagaimana menolong Donghae.

 

“Donghae-yaIreona…”

 

Ucap Yeon Hyo frustasi. Ia lalu menoleh dan menemukan cawan di dekat tubuh Donghae. Dengan gemetar, gadis itu mencium cawan tersebut dan terduduk lemas saat mencium bau racun.

 

Rae Hee masuk ke dalam kamar dan terperanjat saat melihat mayat Hangeng tak jauh dari pintu. Gadis itu lalu menoleh pada Yeon Hyo dan pria yang terbaring disampingnya.

 

Rae Hee buru-buru mengecek keadaan Donghae dan melihat Yeon Hyo yang menggeleng. Rae Hee membuka mulut Donghae dan mengendusnya, kemudian ia mulai memeriksa mayat Hangeng.

 

Kantung celana, kantung jas, dan kantung kemeja sudah dirogoh gadis itu. Dan saat menemukan sebuah kantung yang diselipan di balik kaus kaki, gadis itu membukanya.

 

“Donghae bisa diselamatkan.” Rae Hee lantas menghampiri Donghae dan Yeon Hyo yang terheran, “Hangeng sudah memberikan Donghae jahe mentah sebelum dia meminum racunnya. Ambilkan aku air,” lanjut Rae Hee, kemudian memberikan perintah pada Yeon Hyo.

 

Tanpa pikir panjang, Yeon Hyo langsung keluar dan mencari letak dapur. Dengan cepat ia kembali dan menyerahkan gelas berisi air kepada Rae Hee yang tengah menghancurkan ginseng dan memasukkannya ke mulut Donghae, lantas menegukan air secara perlahan ke dalam mulut pria muda itu.

 

“Bagaimana kau tahu?” tanya Yeon Hyo pada Rae Hee yang masih berkonsentrasi ‘menyelamatkan’ Donghae.

 

“Kau tahu racun apa yang digunakan?”

 

“Ban Ha,” jawan Yeon Hyo dan Rae Hee mengangguk.

 

“Ban Ha adalah tanaman obat, namun beracun. Zaman dahulu, Ban Ha digunakan sebagai obat, tapi jika mau dipakai dalam tonik obat, kadar racunnya harus dikurangi dulu dengan mencampurkan agen kimia. Biasanya, digunakan jahe mentah untuk  yang berfungsi sebagai pengurang racun.” Rae Hee tetap berkonsentrasi memeriksa denyut nadi dan jantung Donghae serta sesekali memberikan CPR.

 

“Hangeng membeli Ban Ha karena hanya itu racun yang menurutnya tidak terlalu berbahaya. Ia juga membeli jahe yang langsung diberikan pada Donghae sebelum Donghae meminum racunnya, berharap akan ternetralisir. Aku mencium samar bau jahe tadi, makanya aku langsung memeriksa Hangeng.” Yeon Hyo mendengarkan analisa Rae Hee sambil menatap cemas kearah Donghae.

 

“Lalu, apakah Donghae bisa diselamatkan?”

 

“Kuharap iya. Ban Ha itu harus dicampur jahe sebelum diminum. Tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita memasukkan jahe-nya terlambat. Semoga saja, Hangeng memberi Donghae jahe yang banyak sebelumnya.” Rae Hee mengernyit, “nadinya…”

 

Yeon Hyo terkesiap dan langsung menghampiri Donghae, berhadapan dengan Rae Hee. “Kembali berdenyut kuat..”

 

Yeon Hyo ikut merasakan detak jantung Donghae yang perlahan kembali normal. Degupnya terasa di telapak tangan Yeon Hyo, gadis itu menitikkan air mata bahagia.

 

“Donghae-yaireona..kau bisa dengar noona?”

 

“Tuan Muda.. Anda bisa mendengar saya?”

 

Donghae bergeming dan Yeon Hyo menatap Rae Hee cemas, “Kita tunggu,” jawab gadis itu kemudian.

 

Kyuhyun masuk keruangan dan berlutut disamping mayat Hangeng, Cho Han Kyung, sang kakak. Matanya berair dan rahangnya mengeras. Yeon Hyo yang melihatnya, segera menghampiri pria itu dan menggenggam tangannya yang terkepal.

 

Kyuhyun marah dan Yeon Hyo melihat kebencian terpancar dari matanya. Samar-samar, ketiga orang itu mendengar suara tembakan.

 

======================================

 

Siwon melesatkan lagi satu peluru kebelakang, ke arah pengejarnya dan berhasil menumbangkan satu dari pistol yang diberikan Henry padanya..

 

Terdengar teriakan yang menyebut nama ‘Ryeowook’, Siwon menduga itu adalah nama orang yang baru saja ia tembak.

 

Taemin yang memang kondisi kakinya tidak memungkinkan untuk berlari, sudah sukses mendarat di tanah tanpa nyawa tak jauh dari rumah tempat Donghae berada. Dan kini, hanya tersisa Henry, Eunmi, Eunhyuk, dan Kibum yang bersamanya, sedangkan.. Siwon tidak tahu, ada berapa musuh yang mengejarnya sekarang.

 

Dibelakang Siwon, berlari Heechul, Zhou Mi, dan Jungmo. Kondisi Zhou Mi sudah parah. Bahunya terus mengucurkan darah segar akibat ‘hadiah’ peluru yang diberikan Eunmi.

 

Jungmo berhenti dan mengeluarkan snipper-nya dan meluncurkan peluru yang menembus punggung dan dada Eunmi, membuat gadis itu tumbang.

 

Jungmo menyusul kedua temannya dan memberikan cengiran pada mereka berdua, “Sudah kubilang kalau aku akan membutuhkan ini,” ujarnya bangga. Namun sedetik kemudian, cengirannya berubah diam, dan pria itu jatuh tersungkur, bersama dengan bunyi tembakan kedua yang menumbangkan Zhou Mi.

 

Zhou Mi jatuh karena tak menyadari Kibum telah melayangkan peluru ke jantungnya. Heechul berhenti dan memeriksa keadaan kedua temannya yang sudah tak bernapas.

 

“SHIT!!!” umpat Hee Chul dan langsung berlari lagi mengejar Kibum.

 

Yunho berlari kencang dengan jalan memutar dan menghadang Siwon, Kibum, Eunhyuk dan Henry dari depan.

 

Henry dan Siwon berhasil melarikan diri saat menyadari kalau pistol Yunho kosong, begitu juga dengan Eunhyuk dan Kibum.

 

Tanpa ragu, Eunhyuk dan Kibum menghajar Yunho yang hanya sendiri. Heechul menyusul dan mulai membantu Yunho.

 

Keempatnya dalam kondisi babak belur yang sangat parah. Darah dikepala dan memar diseluruh tubuh dan wajah tak dihiraukan. Melihat ada celah, Heechul melayangkan tinju dan tendangan yang langsung membuat Eunhyuk tersungkur. Tak berpikir panjang, pria cantik itu mengeluarkan tali dan mulai mengikat kedua tangan Eunhyuk dan menyatukannya dengan Kibum yang baru saja tersungkur lemah akibat penghajaran ‘istimewa’ Yunho.

 

Heechul dan Yunho menggeret korbannya dengan kasar. Sedangkan Eunhyuk yang masih mempunyai sisa tenaga, berusaha melepaskan diri sambil mengumpat.

 

=================================

 

Kyuhyun menggendong Donghae yang sudah sadar namun masih dalam keadaan lemah. Mencari jalan untuk menghindari yang lain dan membawa Donghae ke mobil Yesung dengan selamat. Yeon Hyo berada di belakang mereka sedangkan Rae Hee menjaga didepan Donghae dan Kyuhyun.

 

Hyung.. kau lelah? Aku bisa berjalan sendiri kok,” ucap Donghae lemah ditelinga Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun tidak lelah, hanya merasa nyeri dan pegal pada bahunya yang terluka. Tapi Kyuhyun berusaha diam, menyembunyikannya dari Donghae.

 

Annimida, Tuan Muda. Anda sungguh ringan. Tetap bertahan dan tarik napas Anda secara normal. Usahakan tetap berbicara pada saya meski hanya berupa gumaman, arrachi?”

 

Donghae menggumam dan menutup matanya lagi. Ia semakin menenggelamkan kepalanya di punggung Kyuhyun.

 

“Arrghkkk..”

 

Kyuhyun menoleh dan melihat Yeon Hyo berlutut. Pahanya mengeluarkan darah dan gadis itu meringis. Kyuhyun menurunkan Donghae dan menyenderkan anak itu ke Rae Hee.

 

“Bawa Tuan Muda pergi dari sini sekarang. Dia lebih aman ditanganmu.”

 

Rae Hee menurut. Meski ia tidak menggendong Donghae, mereka pun meninggalkan Kyuhyun dan Yeon Hyo. Dengan bertopang pada Rae Hee, Donghae berusaha juga untuk berlari meski kondisi tubuhnya lemah.

 

Kyuhyun melihat Rae Hee dan Donghae menjauh, lantas memperhatikan sekelilingnya. Ia melihat Henry tak jauh dari tempat mereka dengan tangan yang menodongkan pistol.

 

“Tuan Muda sangat ingin membunuhmu, Kyu. Tapi kurasa ia tak keberatan jika aku yang melakukannya. Lagipula, sekarang ia pasti sedang bertemu dengan Tuan Muda Donghae. Tak disangka kalau ia masih hidup.”

 

“Kita tidak punya urusan Hen. Menyingkirlah,” jawab Kyuhyun pada Henry yang semakin mendekat.

 

“Kita berada di pihak yang berlawanan, Kyu.”

 

Kyuhyun siaga dan saat Henry lengah, pria itu segera menendang pistol Henry dan membuat pistol itu melayang jauh. Kyuhyun meninju wajah Henry. Henry merasakan ada cairan hangat mengalir dari hidungnya. Henry mengusap darah itu ke bajunya yang sudah tanpa jas.

 

“Brengsek !” Henry meninju Kyuhyun balik dan mereka berkelahi.

 

Yeon Hyo meringis saat darah yang terkucur dari pahanya semakin deras. Ia juga menjerit saat Henry berhasil membuat Kyuhyun jatuh kesakitan. Namun dalam sekali tendangan, akhirnya Kyuhyun berhasil menghempaskan Henry di tanah. Kyuhyun langsung menghampiri Yeon Hyo dan membantu gadis itu berdiri.

 

Yeon Hyo terbelalak, saat Henry yang berdiri di belakang Kyuhyun sudah menodongkan pistol ke arah pria itu. Seketika jantungnya berdetak lebih cepat. Hatinya tidak ingin melihat Kyuhyun terluka. Entah apa yang gadis itu rasakan, Yeon Hyo memutar tubuh Kyuhyun dan memposisikan tubuhnya membelakangi Henry.

 

~DOOOR!!!

 

Yeon Hyo terkejut saat Kyuhyun menolak pergerakannya. Kyuhyun tetap memunggungi Henry dan berhadapan dengan Yeon Hyo, melindungi gadis yang ingin melindungi dirinya.

 

Kyuhyun jatuh perlahan, bersamaan dengan Yeon Hyo yang tidak sanggup menopang kakinya. Yeon Hyo melihat Henry mulai bersiap menembak lagi. Dengan cepat dan susah payah, gadis itu mengambil pistolnya dan menembak Henry yang langsung jatuh tersungkur, tak bergerak lagi.

 

Semuanya terjadi begitu cepat. Yeon Hyo melihat Kyuhyun terbatuk-batuk di lengannya. Punggungnya terkena peluru Henry dan membuat napas pria itu tersengal.

 

“Kyuhyun-ssi! Bertahanlah!” Yeon Hyo mulai menangis dan merogoh saku untuk mengambil ponselnya. Kemudian ia menjerit frustasi karena tidak menemukan sinyal sedikit pun.

 

“Kyuhyun-ssi !!!” Yeon Hyo menjerit saat melihat mata Kyuhyun yang perlahan tertutup.

 

=========================================

 

Donghae tersudut di atas tebing, melongok kebawah dan mendapati jurang curam serta air terjun yang sangat deras.

 

Rae Hee terluka parah karena Siwon telah menembak bahu dan menghajarnya habis-habisan. Ia tersungkur di dekat pohon yang berjarak dengan Donghae.

 

“Tak kusangka kau masih hidup, Hae..”

 

Hyung…”

 

“SUDAH KUKATAKAN JANGAN PANGGIL AKU HYUNG!” teriak Siwon murka lantas menoleh kepada Rae Hee yang masih tersungkur, “bagaimana?”

 

“Hangeng memberikan penawarnya sebelum kau memberikan racun itu. Racun itu jenis Ban Ha, kuduga kau tidak tahu ‘kan?” jawab gadis itu meremehkan, meski kondisinya sudah sangat parah.

 

“Hahahaha! Hangeng pintar! Ya! aku memang tidak tahu jenis racun.” Siwon kembali fokus pada Donghae, “dan kujamin kali ini tidak ada ‘penawar’ yang akan membuatmu tetap hidup.”

 

Donghae gemetar dan air matanya semakin deras. Ia mulai mundur perlahan ketika Siwon juga semakin mendekatinya. Donghae tidak sadar akan tanah yang ‘sudah tidak ada’ dibelakangnya.

 

Rae Hee menjerit dan  bangkit dengan sekuat tenaga, menghampiri Donghae dan mendorong anak muda itu kedepan, ke arah Siwon. Menyelamatkan Donghae sebelum anak itu jatuh ke jurang.

 

Dorongan itu tak hanya membuat Donghae menabrak tubuh Siwon sehingga membuat mereka berdua jatuh, tapi juga membuat keseimbangan Rae Hee yang berdiri di ‘pinggir’ langsung oleng. Gadis itu jatuh ke jurang, menggantikan Donghae yang diselamatkannya.

 

Donghae berteriak. Ia merangkak untuk melihat kebawah saat bunyi air terdengar di telinganya. Rae Hee masuk kedalam air dan tak muncul lagi ke permukaan. Membuat Donghae menjerit frustasi.

 

Donghae menoleh saat mendengar suara tembakan dibelakangnya. Ia mendapati Siwon yang sudah berdiri memunggunginya.

 

Siwon meringis kesakitan saat pistol yang ia pegang terhempas begitu saja dari tangannya. Dan ia  berhadapan dengan seorang yan ia kenal.

 

“Kenichi Matsuyama…,” Siwon terkejut, “Anda…”

 

“Cuih.. Jangan panggil namaku, Anak Muda. Aku tidak sudi,” jawab Kenichi sambil tetap menodongkan pistolnya.

 

“Kau di balik semua ini?”

 

“Ehm.. bagaimana ya? Bisa iya, bisa tidak. Karena sebenarnya, aku hanya menginginkanmu, untuk kubunuh dengan tanganku sendiri.”

 

“Kenapa? Harta ayahku ?”

 

“Persetan dengan harta! Aku tidak butuh semua harta BAJINGAN itu!”

 

“Jangan pernah hina ayahku, Ken !” Siwon geram.

 

“Aku membenci ayahmu…”

 

Siwon diam. Menunggu. Ia tahu kalau pria dihadapannya ini belum selesai berbicara..

 

“..Sama seperti aku membencimu.” Kenichi mendekat, sambil tetap mempertahankan pistol di tangannya, “Nam Gil menikahi kekasihku dan menaruh benihnya di tubuh Tae Hee, yaitu kau.”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Aku adalah kekasih Tae Hee yang ia tinggalkan karena dipaksa menikah dengan Nam Gil. Aku membencinya sejak saat itu, apalagi ketika aku tahu kau lahir dan mulai berusaha untuk membunuh Donghae. Aku tidak bisa diam. Lalu aku membentuk sebuah kelompok untuk membalas dendam dan menyelipkan orang-orangku untuk menjaga Donghae. Tapi sayangnya, mereka sudah kau bunuh..”

 

 

“Euhyun, Minho, Hangeng, Kyuhyun.. mereka orang-orangmu?”

 

“Ya. Kutugaskan untuk mengawasimu dan melindungi Donghae.”

 

“Kenapa Donghae? Apa hubungannya Donghae denganmu?”

 

“Kau terlalu bertanya anak muda. Tapi akan kujawab, yaaaaaaaah.. anggap saja sebagai hadiah perpisahan.” Mata Kenichi berubah tajam, seringaiannya menyeramkan, “Donghae adalah.. anak dari adik perempuanku. Reika.”

 

Siwon terbelalak kaget. Tapi sayangnya, keterkejutannya itu tidak berlangsung lama karena tubuhnya jatuh berdebum di tanah. Kenichi melayangkan lagi peluru di kepala, perut dan sekali lagi di jantung Siwon. Benar-benar menginginkan agar Siwon tidak hidup kembali.

 

Setelah memastikan kematian Siwon, Kenichi tersenyum ramah pada Donghae yang memandang takut-takut..

 

“Si.. siapa.. siapa kau sebenarnya?” tanya Donghae tergagap.

 

“Sudah kukatakan tadi ‘kan? Atau kau belum bisa mengartikannya?” Kenichi menghampiri Donghae yang malah mundur, namun sadar kalau dibelakangnya adalah jurang, Donghae diam dan menurut saat Kenichi membantunya berdiri, memegang lembut bahunya, “Aku adalah pamanmu. Kakak dari ibumu.”

 

===================================

 

Seoul National Hospital, Seoul.

 

Pagi harinya, semua stasiun TV menyiarkan berita yang sama. Kembalinya Donghae dan tewasnya Siwon dalam aksi ‘penyelamatan’ yang dilakukannya tanpa melibatkan polisi.

 

Dini hari tadi, polisi datang karena mendapat laporan dari warga yang tinggal tak jauh dari hutan yang mendengar bunyi tembakan berkali-kali.

 

Kangin, yang saat itu ikut ‘mengecek’ terkejut melihat Yeon Hyo yang pingsan dengan seorang pria disampingnya.

 

Setelah pengecekan menyusuri hutan dan sebuah rumah –yang diduga sebagai lokasi penculikan-, polisi menemukan sembilan orang tewas, termasuk Siwon.

 

Donghae ‘meminta’ polisi menyembunyikan fakta kalau Siwon-lah dalang semuanya. Meskipun pria itu telah berusaha membunuhnya, Donghae tetap menyayangi Siwon dan menganggap Siwon sebagai kakaknya, selamanya.

 

Yesung dan Kenichi yang semulai merasa keberatan, juga ikut menurut akan kemauan Donghae.

Kenichi, Heechul, dan Yunho dibebaskan dari kantor polisi setelah mendengar kesaksian Donghae yang mengatakan bahwa mereka bertiga-bersama Yeon Hyo dan Kyuhyun- datang menyelamatkannya. Setelah membayar uang denda, Kenichi, Heechul, dan Yunho bergegas kerumah sakit.

 

Kenichi masuk ke kamar rawat VIP dan menghampiri Yesung yang duduk disamping Donghae. Anak itu tertidur pulas, kata Dokter, Donghae dalam kondisi lemah dan letih. Setelah memberikan penawar racun yang lebih bermanfaat, Donghae tertidur dan belum juga bangun.

 

Kenichi meremas bahu Yesung, lantas berjalan ke sofa dan membaringkan tubuhnya, tidur seolah tidak terjadi apapun.

 

Yesung mengeluarkan cincin bertuliskan ‘Reika Kim’ yang ia buat menjadi sebuah kalung. Yesung melepasnya dan mengalungkan kalung itu pada Donghae. Tepat saat Donghae membuka matanya.

 

Mianhae.. appa membangunkanmu.”

 

Donghae mengerjap. Setelah Kenichi mengaku sebagai pamannya, pria Jepang itu membawa Donghae menuju sebuah mobil dimana Yesung telah menunggu dan mengatakan pada Donghae kalau pria itu adalah ayahnya.

 

Awalnya ia tidak percaya, tapi saat Yesung menyerahkan bukti DNA pada Donghae, perlahan anak muda itu percaya. Apalagi setelah apa yang dikatakan Siwon tentang dirinya.

 

Donghae mengambil cincin yang dibuat kalung dilehernya. Memutar cincin itu dan menemukan sebuah nama..

 

“Nama ibuku…”

 

“Ya, itu nama ibumu, Hae-ya..”

 

Donghae tersenyum lemah. Ia menitikkan air matanya. Tak ada yang tahu betapa hancurnya ia sekarang. Mengetahui rahasia kelam yang selama ini tersembunyi, hendak dibunuh oleh hyung yang ia sayangi dan percayai. Bertemu dengan ayah dan paman yang memang sejak awal berniat membalas dendam pada ‘ayah’-nya, Lee Nam Gil dan Siwon.

 

Donghae tidak ingin memikirkan apapun. Ia kembali memejamkan matanya, mencoba tidur kembali. Karena ia hanya berharap, semua yang ia lalui ini, hanyalah sebuah mimpi.

 

****

 

Yeon Hyo masih duduk di kursi roda depan ruang ICU. Belum ada yang bisa masuk untuk melihat keadaan Kyuhyun yang masih sangat kritis. Pria itu berhasil diselamatkan dan di operasi tepat waktu, namun masih belum sadarkan diri.

 

Yeon Hyo menoleh saat Yunho meremas bahunya.

 

“Bagaimana?” tanya pria itu kemudian.

 

“Belum ada perkembangan,” jawab gadis itu singkat. Kentara sekali menahan rasa sakit dan sedih.

 

“Lalu kau?”

 

“Dibekukan satu tahun karena bertindak sendiri. Tidak masalah asal Donghae selamat.”

 

“Rae Hee?” tanya Heechul yang duduk bersender di kursi samping Yeon Hyo.

 

“Rae Hee yang membawa Donghae, Heechul-ssi. Aku tidak tahu, saat aku sadar, aku sudah disini bersama Kangin kwanjangnim yang membawa surat pembekuanku.”

 

“Berarti kita harus menunggu Tuan Muda,” ucap Heechul lemah, “aku mengkhawatirkannya. Harusnya aku tetap bersama istriku.” Heechul menghembuskan napasnya berat.

 

“Rae Hee gadis yang kuat, hyung..” ucap Yunho berusaha ‘menegarkan’.

 

===============================

 

Seminggu kemudian.

 

Kediaman Keluarga Lee. Gwangjin.

 

Prosesi pemakaman Siwon baru saja dilaksanakan. Kini semuanya sudah berkumpul kembali di kediaman keluarga Lee. Donghae menyalakan dupa dan berdoa di depan foto Siwon di depan kamarnya. Yesung dan Kenichi menahan rasa geramnya atas permintaan Donghae ini. Tapi karena mereka menyayangi Donghae, akhirnya dituruti juga pemakan yang layak untuk sang ‘kakak’.

 

Yeon Hyo datang bersama Kyuhyun yang duduk di kursi roda. Yunho, Leeteuk, Changmin, juga ikut berkumpul di ruang keluarga, menunggu Donghae.

 

Heechul masih terpukul atas hilangnya Rae Hee. Ia sangat shock saat mengetahui dari Donghae kalau Rae Hee jatuh ke jurang karena berusaha menyelamatkannya. Sejak tiga hari lalu, pria cantik itu terus saja menyusuri sungai yang menjadi lokasi hilangnya Rae Hee dengan dibantu polisi setempat yang sebenarnya sudah mulai kehilangan harapan.

 

Heechul menerima perkiraan dari orang-orang kalau istrinya tak mungkin masih hidup. Saat Donghae mengatakan kondisi Rae Hee yang tertembak dan luka yang menghiasi seluruh tubuhnya, polisi berpikiran kalau Rae Hee tak akan mampu bertahan di air yang dingin dan mengalir deras ini.

 

Tapi bukan Heechul namanya kalau ia belum melihat sendiri ‘mayat’ sang istri, jika memang Rae Hee sudah meninggal.

 

Donghae duduk di samping Yesung, bersender di bahu sang ayah. Yesung menepuk paha Donghae lembut. Anak itu sekarang sudah cukup tegar, tidak mudah menangis lagi meski masih saja manja.

 

“Tuan Muda. Maafkan kelancangan saya. Saat Tuan Muda di rumah sakit, saya datang kerumah ini untuk membuka brankas rahasia yang dititiplan Tuan Lee Nam Gil untuk Tuan Muda Siwon. Brankas itu hanya bisa dibuka oleh sidik jari Tuan Muda Siwon, oleh karena itu, saya meminta sidik jari Tuan Muda Siwon untuk saya gunakan dalam membuka brankas tersebut.” Leeteuk mengambil sebuah amplop cokelat besar dari dalam tasnya, lantas menyodorkan amplop itu ke arah Donghae, “saya menemukan ini. Karena Tuan Muda Siwon sudah tiada, saya rasa, Tuan Muda-lah yang berhak membukanya. Saya permisi, Tuan Muda.”

 

Leeteuk pamit dan pergi diikuti Changmin. Rasa penasaran menghantui Donghae, Yeon Hyo, Yesung, Kenichi, Kyuhyun, dan Yunho. Dengan sigap, Donghae membuka amplop itu dan mulai membacanya.

Tangannya gemetar dan membuat kertas surat  yang ia pegang jatuh bebas ke lantai. Yesung melihat Donghae meneteskan air matanya deras. Namun tidak ada suara dari mulut anak itu. Donghae menutup wajahnya dengan kedua tangan.

 

Kertas yang jatuh didekat kaki Yeon Hyo segera ia ambil. Tak lama, Yeon Hyo pun menutup mulutnya karena keterkejutan yang menyakitkan. Lantas mengoper surat itu pada Yesung.

 

Yesung membaca perlahan. Ada keterkejutan juga di wajahnya, “Tidak mungkin..”

 

Hyung…..” Donghae memanggil Siwon lirih.

 

Rasa penasaran akibat reaksi yang ditimbulkan oleh orang-orang disekitarnya membuat Kenichi menyambar surat tersebut.

 

Untuk Putra Sulungku, Lee Siwon..

 

Siwon-ah.. Saat kau membaca surat ini adalah saat kau sedang bertengkar dengan adikmu kan?

 

Appa tahu kau marah dan merasa iri pada Donghae karena seluruh harta Appa, telah Appa berikan padanya.

 

Jangan merasa iri Siwon-ah. Appa hanya ingin memberikan seluruh yang Appa punya untuk darah daging Appa sendiri.

 

Maafkan Appa, Siwon-ah. Appa harus mengatakannya padamu.

 

Kau bukan anak kandung Appa. Ibumu, Kim Tae Hee, sudah mengandungmu sebelum menikah dengan appa. Appa sangat marah mengetahui hal itu. Namun, appa tetap mencintaimu seperti anak kandung appa sendiri.

 

Siwon-ah.. Sebelum ibumu meninggal, ia mengatakan padaku untuk menceritakan semuanya padamu. Mengatakan siapa dirimu sebenarnya, agar kau tidak selamanya hidup dalam ketidaktahuan.

 

Appa tidak tahu siapa ayahmu. Tapi ibumu mengatakan kalau semua tentang ayahmu telah ia simpan di dalam brankas pribadinya. Di dalam lemari ibumu.

 

Kuncinya Appa letakkan di dalam amplop ini, kau bisa membukanya sendiri. Selama ini, appa juga penasaran siapa ayahmu sebenarnya. Tapi ibumu melarang Appa untuk membuka brankas itu, dan appa menghargai ibumu.

 

Siwon-ah..

 

Kau jangan khawatir. Appa memberikanmu sebuah perusahaan yang akhir-akhir ini appa rintis dan mulai berkembang di Jepang dan Australia. Biarkan Donghae yang memegang perusahaan dan kekayaan Appa di Seoul dan Beijing. Kau mengurus yang di Jepang dan Australia saja.

 

Siwon-ah..

 

Jangan berpikir kalau Appa tidak sayang padamu. Karena Appa… sangat menyayangimu, sama seperti Appa menyayangi Donghae. Berbaiklah dengannya, OK? Appa ingin, benar-benar mempunyai ‘dua orang putra’.

 

Salam sayang.

 

Lee Nam Gil

 

Kenichi langsung mengambil  amplop cokelat tadi dan menemukan sebuah kunci kecil berwarna perak, lantas berlari cepat menuju ruangan yang ditunjuk Donghae sebagai kamar kedua ‘orangtuanya’.

 

Kenichi membuka kasar pintu lemari dan menyingkirkan baju-baju yang diduga milik Tae Hee dan menemukan brankas silver didalamnya.

 

Pria itu dengan sigap mengeluarkan brankas itu dan meletakkannya di atas bed. Memasukkan kunci dan membuat brankas itu terbuka.

 

Dengan takut-takut, Kenichi perlahan membuka brankas itu lantas mengambil salah satu surat dengan tulisan tangan yang dikenalnya.

 

Untuk putraku, Siwon.

 

Kenichi dengan cepat menyobek pinggir amplop tersebut dan mulai membacanya…

 

Siwon-ah..

 

Maafkan Eomma karena menyembunyikan ini darimu. Eomma harus mengatakan padamu yang sebenarnya.

 

Ayahmu bukan Lee Nam Gil dan margamu bukanlah Lee.

 

Ayahmu adalah seorang pria Jepang yang sangat tampan. Eomma meninggalkannya karena perjodohan dengan Lee Nam Gil. Waktu itu, Eomma sudah berhasil kabur dan hendak menyusul ayahmu untuk mengatakan kalau Eomma mengandung dirimuu. Namun, Eomma tertangkap lagi.

 

Eomma ingin kau mencari ayahmu dan mengatakan maaf padanya. Bawalah surat ini bersamamu ke Jepang, agar ia yakin kalau kau adalah putranya.

 

Siwon-ah..

 

Eomma sangat menyayangimu.. Maafkan Eomma..

 

Ayahmu tinggal di daerah Karuizawa. Bernama… Kenichi Matsuyama..

 

Salam sayang,,

 

Kim Tae Hee

 

Kenichi terduduk lemas dan matanya menatap kosong surat tersebut. Ingatan Kenichi kembali ke seminggu lalu, saat ia menembak mati Siwon, putra kandungnya, darah dagingnya sendiri. Lalu ke hari ini, dimana ia mencibir dan menatap kesal ke jenasah Siwon yang perlahan diturunkan ke dalam tanah. Dengan tidak rela, Kenichi menaburkan tanah dan bunga ke atas peti mati Siwon.

 

Ia mulai menangis dan menatap nanar foto Kim Tae Hee yang  terpajang dengan pigura besar dihadapannya.

 

“Tae Hee-ya.. Aku membunuhnya… Aku membunuh putra kita…”

 

Di ruang keluarga, Yesung menatap Yunho yang berjalan lemas menuruni tangga.

 

“Siwon… Siwon adalah putra KETUA dan Kim Tae Hee,” lapornya kemudian.

 

Semua yang berada di ruangan tersebut benar-benar seperti dihantam batu yang tajam, terutama Donghae dan Yesung. Ternyata, Siwon adalah kakak sepupu Donghae.

 

Tak lama terdengar gelak tawa frustasi dari Kenichi serta jeritan menyayat yang menggambarkan penyesalan dan kesedihan yang amat dalam.

 

Yeon Hyo memejamkan matanya. Tangannya yang ia letakkan di gagang kursi Kyuhyun, gemetar. Kyhyun yang menyadari itu, menggenggam tangan Yeon Hyo erat. Memberikan sensasi kehangatan yang langsung menjalar ke hati dan tubuh gadis itu. Gadis itu meneteskan air matanya lebih deras. Sama seperti Donghae yang sudah sangat terisak.

 

Heechul muncul di pintu dengan keadaan yang kacau. Napasnya tersengal dan menatap heran ke arah semua orang orang yang menangis.

 

“Ada apa?” tanyanya berubah was-was.

 

Yunho menceritakan keadaan yang baru saja terjadi pada Heechul, pria berwajah cantik itu terbelalak kaget, sama dengan respon pertama orang-orang dihadapannya sekarang.

 

“Bagaimana dengan Rae Hee? Apakah ketemu?” tanya Kyuhyun sambil tetap menggenggam tangan Yeon Hyo.

 

“Ditemukan,” ucapnya lemah..”.. dalam keadaan tak bernyawa..” Heechul berlutut lemas dan bersender di daun pintu. Menangis lagi.

 

Yunho refleks memeluk Heechul  yang benar-benar frustasi dan terisak dalam. Kabar duka itu juga membuat air mata dan isakan Donghae serta Yeon Hyo semakin deras. Sementara Yesung dan Kyuhyun, hanya menunduk shock.

 

****

 

Dendam tidak akan menyelesaikan segalanya. Yang ada, hanya menyisakan luka yang terus menerus dan akan memacu dendam yang baru. – Orizuka; Our Story {dengan perubahan}

 

 

 

THE END

 

34 thoughts on “FF “Complicated” (PART 8) / HURTS – END

  1. yah~… gak ada adegan romance antara kyuppa dan hyonnie…
    tapi, tetep DAEBAK thor!!! wuih~.. puas banget endingnya, walwpun wonppa, selingkuhan-ku #digampar siwonniest#plakk!!
    udah mati..!!! huaaa~… 200 jempol buat author

  2. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    baru kali ini nih!! BEUH!! KEREEEEEEENN!!!!

    hebat banget bisa kepikiran bikin FF kyak gini.. ckckckck… salut banget!

    tapi……. kalo misalnya siwon anaknya kenichi, donghae anaknya yesung, lalu yeon hyo anaknya siapa??

    SEQUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEELLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. ini bener2 complicated *muka sok serius mode on*

    jd donghae sm siwon itu msh ada hubungan sodara. walaupun cuma sepupu. aturan abang siwon buka dulu wasiat bokapnya yg di bilang pengacara kalo mereka berantem nanti, kan gak bakal ada pertumpahan darah kayak gini lagi.

    bener kata yeon hyo, dendam jgn di bls..

    doh, yg tabah ya bokapnya siwon yg kandung.. sakit bgt pasti ngebunuh anak sendiri, mlh sempet dijelek2in lagi T_T

    trus endingnya Hyo Kyu bersatu kan?

    Sequel napa, thor😦

  4. Hhhuuaaaa T.T
    Suami aku (baca : Siwon) dibikin mati dan yang lebih parah ayahnya yang bikin dia meninggal..
    Aegyo.. Aegyo.. Aegyoo..
    Ceritanya penuhh konflik dan kebingungan

    Kyyyaaaaaaa…..
    Butuh Sequel eonn !!

    Perasaan masih ada yang ngegantung gitu tapi apaa yaaa???
    *Lirik HyoKyu* mereka belum bersatu kan ?? dan Yeon Hyo belom tau kalo dia bukan anaknya Yeye !!

  5. Wow daebak ffnya…dari baca oneshootnua mpe part 8…keren ceritanya…action bgt…dendam cuma bawa luka..anak dibunuh ma ayahnya sendri..

    Ditunggu ff lainnya ne…ceritanya laen drpd cerita2 ff lainnya…

  6. aaaaa DAEBAK ! Konfliknya benere2 bkin penasaran dan yah aq ga bsa berkata* karna ffnya terlalu daebk mungkn aq telat comentnya hehe but i like .. Keep writing🙂

  7. Wahh sumfehhh dari awal baca mulai ga ngerti jalan cerita nya eh pas ending nya ternyata begini T.T kirain ada adegan romance nya sih hyo-kyu ternyata T.T ga ada

  8. Kyaaa eonni!!
    Kenapa coba endingnya semua nya pda ngis?? Dan gmna coba crtanya yeon hyo sma kyu?? Kata nya sequel..tpi kok gk terfokus ke kyu n yeon hyo?? Endingnya gk jelas..gmna prsaan mrka b’dua
    tapi aku tetep suka ;D seru bangus feelnya dpet bgt..Ksian hee kehilangan istrinya,,trs ayahny siwon? Gk tau dah,psti dy terpukul bget udh bnuh anaknya sndri,,oh ya..yeon hyo kan gk tau klo dy bkan anak kndungnya yesung😮 knpa gk di jelasin eon??
    Awl bca sbnernya aneh bget sama sifat hae😄 msak jdi namja cengeng bget melebihi kadar normal /?😄 lol
    maaf y eon bru koment di part endingnya :” soalnya lgi seru”nya bca ;D eonni,jebal y kasih sequelnya buat akhrnya yeon hyo sma kyu😦 jebal~ oneshoot aja gpp deh,yg pnting tau gmna akhr dri prsaan mrka :”

  9. aku kira sequel ini masih ada sangkut pautnya sama oneshoot yang sebelumnya, ternyata ga ada selain hyokyu raeheechul ama yesung yang selalu kehilangan orng tekasih😀 . Tapi gapapadeh ceritanya tetep seru ko’. Mian baru komen dipart terakhir.

  10. Tinggalkan jejak duluu. . .
    Maaf eonn aku komen nya cuma di part 1 sma 8, soal x kalw komen satu2 di tiap part kaya x gk mungkin😎
    Cerita nya bnr2 Complicated banget sesuai sma judul FF nya *yaiyalaah. Hehe😎
    Dan dirimu berhasil menjungkir balikan(?) perasaan q Eonn. Dari yg tegang, kesel, marah, sedih ampe’ yg panas dingin, semuaa nya q alami Eonn.. DDAEBAK! . FF mue bnr2 apalah-apalah Eonn.😀 Oiia btw itu sie Yoon Hyo Yeon nyaa masih blm tau yaa kalw dia bukan anak kandung Yesung?? Kasihan banget siiee.
    Hehe y udh lah segitu dulu comment nya, udh kepanjangan nanti author nya malah males baca nyaa..😀

  11. Aigooo~ menegangkan..
    Oh sbelumnya, annyeong~ reader baru izin baca2 dsini ne~
    Fiuh~ baca ngebut ampe baru sempet komen d chap trakhir hehe
    Nice! Bener2 complicated. Sharusnya smua akan brakhir bahagia, klo siwon nemuin leeteuk dlu baru jenguk donghae. Psti endingnya g kya gini. Amat Sangat disayangkan siwon ah *miris
    Author daebak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s