FF LOMBA “Lovelite” [OneShoot] – FREELANCE

 

FF  “LOVELITE”  (Hyo-Kyu story)

FF “LOVELITE” (Hyo-Kyu story)

 

Cast                : Cho Kyuhyun (super junior)

                         Yoon Yeon Hyo a.k.a Icha-elf sparkyu cho kyuhyun

                          Lee Donghae (super junior)

                         Lee Min Young a.k.a Laily oktavia smahaty

                         Other cast..

 

Genre             : AU, Romance

Lenght            : Oneshoot

Ratting           : G

Author            : Laily oktavia

             Facebook       : Laily oktavia smahaty

            Twitter           : @LailyOelf

 

Credit pict      : Oktavia Lee edited

Disclaimer      : Hyo-Kyu for HKS (HyoKyuShipper), this fanfict is mine.

Recomended song     : Super Junior – Only U

 

****happy reading****

 

 

Yoon yeon hyo quotes

“setiap orang punya cerita mereka sendiri, begitu juga denganku. Dan semua ceritaku adalah tentangmu”

 

Cho kyuhyun quotes

“setiap tinta yang aku torehkan, hanya tertuliskan namamu. Ya hanya kau yang ada dihatiku”

 

Author POV

 

Awal  musim panas. Suhu kota seoul hari ini terbilang cukup tinggi. Pagi ini jalanan terlihat masih sepi dengan kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin semua orang nampak enggan keluar karena terik matahari yang membakar kulit.

Namja itu berjalan tergesa sambil sesekali mengangkat lengannya untuk menutupi wajahnya yang putih bersih. Sepertinya sorotan sinar mentari begitu menyilaukan matanya.

Ia tersenyum sejenak kemudian mempercepat langkahnya mendekati sebuah butik. Disana sudah nampak gadis cantik dengan postur tinggi dan tubuh ramping sedang berdiri di depan pintu dengan wajah kesal. Wajahnya memerah nampak menahan marah ketika di dapatinya namja yang sejak tadi ditunggunya itu berlari kecil kearahnya.

“yeon hyo-ya kau sudah lama menungguku?” tanyanya dengan nafas yang masih tersengal.

Gadis itu hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun. Ia menatap marah tunangannya itu kemudian berbalik memasuki butik gaun pengantin, meninggalkan namja yang terpaku sambil menatapnya bingung.

 

“annyeong  haseyo agashi” sapa seorang pelayan butik itu ketika yeon hyo memasuki ruangan yang penuh dengan gaun pengantin terpajang dietalase maupun di dalam lemari kaca. Nampak sekali kemewahan yang ditunjukkan oleh butik ini.

“apa pesananku sudah siap?”

“ne, akan aku ambilkan. Tunggu sebentar nona yoon”

 

Pelayan itu kemudian beranjak pergi, dan lima menit kemudian ia kembali membawa sebuah gaun cantik berwarna merah muda dengan lekukan di setiap sisinya yang dibentuk seperti bunga mawar. Dan salah seorang lagi di belakangnya membawa sebuah jas yang berwarna senada untuk pengantin pria.

Seketika senyum yeon hyo mengembang. Segera ia menyambar  gaun itu dari tangan pelayan  dan membentangnya di hadapan kyuhyun yang baru saja sampai untuk menyusulnya.

“bagaimana menurutmu?”

“cantik. Cobalah!”

Yeon hyo mengangguk sambil tersenyum kemudian berjalan menuju ruang ganti.

Satu menit, dua menit, tiga menit, setelah lima menit berlalu terdengar suara pintu ruang ganti yang dibuka dari dalam.

Kyuhyun sontak mengalihkan pandangannya, ia nampak terpana sampai tak sengaja  menjatuhkan majalah fashion yang tadi sempat di bacanya saat menunggu yeon hyo mencoba gaun pengantinnya.

Yeon hyo berjalan kearah kyuhyun yang masih belum berkedip. Ia tersenyum mencibir kearah namja yang satu bulan lagi akan resmi menjadi suaminya.

“wae? Apakah aku begitu cantik?”

Ujar yeon hyo, yang sekita mengembalikan kesadaran kyuhyun. Namja itu buru-buru memasang wajah acuh.

“ya!! siapa bilang kau cantik. Sama saja kau memakai pakaian biasa atau gaun pengantin sekalipun kau tetap terlihat jelek”

“aish jangan munafik, kau tadi sampai tak berkedip menatapku tuan cho”

“andwae, aku terpesona melihat gaunmu yang sangat cantik itu. Bahkan terlalu cantik kalau kau yang memakainya”

“ya!! apa maksudmu huh?”

“sepertinya kau harus rajin merawat tubuhmu hingga saat upacara pernikahan nanti, agar kau terlihat sepadan dengan gaun itu”

“jangan banyak bicara. Aku tau kau hanya tak mau mengakui kecantikanku kan?”

“cih, kau percaya diri sekali. Sudahlah mana jasku aku juga ingin mencobanya”

Yeon hyo mencibir kesal, kemudian menoleh ke kiri dan memberi isyarat kepada pelayan tadi untuk menyerahkan jas milik kyuhyun.

**

Kyuhyun mengerutkan kening ketika pelayan itu memberikan sebuah jas untuknya.

“yeon hyo-ya apa yang kau lakukan, kenapa jasku juga berwarna merah muda?

“karena itu serasi dengan gaunku tuan cho”

“aish bukankah aku sudah bilang, aku ingin memakai jas putih saat aku menikah”

“ya!! jangan membantah kau coba saja”

“shireo, aku tidak mau memakainya”

“cho kyuhyun”

“kenapa kau selalu memutuskan semaumu huh? Kau juga harus meminta persetujuanku. Kau…egois”

Yeon hyo tertegun mendengar ucapan kyuhyun. Ia terdiam sambil menunduk, tanpa dia sadari buliran bening mulai berjatuhan dari matanya yang indah.

Kyuhyun terkesiap melihat reaksi yeon hyo yang tidak biasa, ia jarang sekali menangis bahkan hampir tak pernah menangis saat bertengkar dengannya.

Ingin sekali dia memeluk yeoja yang sangat dicintainya itu, tapi niatnya terurungkan ketika yeon hyo tiba-tiba saja berlari keluar dan masih menangis.

 

****

 

“yeon hyo ya kau kenapa?”  ujar seseorang saat memasuki kamar yeon hyo yang bercat merah muda itu. yeon hyo mendongakkan wajahnya. Wajahnya menunjukkan sedikit keterkejutan dengan kehadiran gadis cantik yang terlihat satu tahun lebih tua darinya itu.

“eonni-ya kapan kau datang?” serunya sambil berhambur memeluk kakak sepupunya itu.

“kau sampai tak menyadari kedatangannku ya, aku sudah sampai di rumahmu sejak tadi pagi”

Yeon hyo melepaskan pelukannya dan menatap min young dengan wajah bertanya-tanya.

Dia baru ingat sekarang,  tadi saat memasuki rumahnya dia langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Pantas saja dia tidak tau bahwa tadi sebenarnya min young sedang berbincang dengan ibunya di ruang tamu.

“kau belum menjelaskannya padaku, kenapa kau tiba-tiba pulang dan menangis. Ahjumma bilang yadi kau pergi dengan kyuhyun untuk melihat gaun pengantin kalian”

“ne, memang benar. Tapi semua berantakan”

“euh? Apa maksudmu yeon hyo ya?”

“cho kyuhyun sudah menghancurkan semuanya”

“kau bertengkar lagi dengannya?”

“dia menolak jas yang sudah susah payah aku rancang untuknya. Aku sendiri yang mendesainnya  eonni dan dia malah menghinaku”

“kau tau bagaimana kyuhyun kan? Mungkin dia tidak bermaksud seperti itu”

Yeon hyo menghela nafas panjang, kemudian kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia menatap kosong langit-langit kamarnya.

“yeon hyo-ya dengarkan aku” ucap min young sambil membelai lembut rambut kecoklatan milik yeon hyo.

“hubungan sepasang kekasih itu tidak selalu berjalan baik-baik saja. Pasti ada masalah-masalah kecil yang datang. Tapi kau harus bisa menahan emosimu agar masalah kecil itu tidak sampai merusak hubungan kalian. Cho kyuhyun sangat mencintaimu, dan  kau harus percaya itu”
“ne, arraseo. Gomawo eonnie. Itulah kenapa aku memintamu untuk datang sebulan sebelum pernikahanku agar kau bisa menenangkanku disaat seperti ini”

 

***

 

Kyuhyun mendecak kesal berulang kali. Ia menatap nanar layar ponselnya yang hanya menunjukkan tanda panggilan tanpa ada balasan dari ujung sambungan.

Berulang kali ia menghubungi yeon hyo, tapi gadis itu tidak menjawabnya. Perasaannya semakin tidak karuan, ia takut perubahan sikap yeon hyo akan berdampak buruk nantinya.

“yeon hyo-ya mianhe” gumamnya nampak menyesal. Ia merebahkan tubuhnya disofa sambil menghirup oksigen dalam-dalam.

Ia sempat berfikir selama beberapa menit, sebelum akhirnya beranjak pergi dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja kecil.

 

***

 

Namja itu berdiri mematung di depan pintu rumah yeon hyo. Tangannya sudah terangkat keatas untuk mengetuk pintu, namun iya urungkan lagi untuk kesekian kalinya. Hingga akhirnya pada saat ia memutuskan untuk pergi, terdengar suara pintu dibuka yang membuat kyuhyun memutar tubuhnya kembali.

“kyuhyun-ah” panggil min young dari ambang pintu.

Kyuhyun tersenyum kemudian berjalan mendekati lee min young.

“annyeong noona” sapa kyuhyun seraya menunduk

“ne annyeong, kau mencari yeon hyo?”

Kyuhyun mengangguk tanda mengiyakan.

“kalau begitu masuklah, aku akan memanggilkan yeon hyo”

***

Tak butuh waktu lama untuk kyuhyun menunggu.  Setelah ia duduk selama beberapa saat di sofa ruang tamu rumah yeon hyo, ia berdiri lagi ketika gadis yang ditunggunya itu berjalan menuruni tangga yang menghubungkan lantai bawah dengan kamarnya.

“yeon hyo-ya” ujar kyuhyun sambil tersenyum.

Tapi yeon hyo tak menunjukkan respon apa-apa.

“kita bicara diluar” jawab yeon hyo ketus sambil berjalan menuju pintu melewati kyuhyun yang masih tercengang dengan sikap dingin yang ditunjukan yeon hyo padanya.

 

**

 

“kyuhyun-ah aku sudah membuat keputusan” ucap yeon hyo membuka pembicaraan.

“mwoya?” tanya kyuhyun yang masih bingung.

Yeon hyo menghela nafas panjang sambil berfikir bagaimana cara yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.

“sebaiknya kita tidak usah bertemu dulu untuk beberapa minggu kedepan” ujar yeon hyo nampak hati-hati  mengucapkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“ya!! apa maksudmu berbicara seperti itu, pernikahan kita tinggal sebulan lagi yeon hyo-ya” sahut kyuhyun dengan geram

“aku hanya ingin kita memiliki waktu untuk berfikir. Bukankah akhir-akhir ini kita sering sekali bertengkar? Hal itu sangat mengangguku kyuhyun-ah.  Aku rasa sebaiknya kita menjaga jarak dulu” tutur yeon hyo sambil menunduk, ia tak berani menatap wajah kyuhyun.

Sedangkan namja itu hanya bisa terdiam berusaha mencerna kata-kata yeon hyo yang menusuk perasaannya. Ia mengangkat kepalanya keatas nampak menahan cairan  yang sudah menggenang di matanya yang bulat.

“baiklah kalau itu maumu, lalu kapan kita bisa mengakhiri semua itu?”

“sampai aku dan juga kau benar-benar yakin bahwa kita tidak bisa berpisah sedetikpun”

 

***

 

Lima  hari sejak yeon hyo memutuskan untuk tidak bertemu dengan kyuhyun. Gadis itu nampak lebih tenang dan bisa berpikir jernih dengan situasi yang harus dihadapainya menjelang hari pernikahannya yang tinggal beberapa minggu lagi.

Walaupun min young yang harus lebih banyak membantunya mengurus segala kebutuhan untuk hari pernikahan adik sepupunya itu, karena yeon hyo sangat membenci hal-hal rumit yang menguras otaknya.

“apa kau lelah?” tanya min young saat dirinya bersama yeon hyo bersama-sama merebahkan tubuh mereka disofa.

“tentu saja, aku sangat lelah. Ternyata mengurus sebuah pernikahan tidak semudah yang ku bayangkan”

“ apa kau merasa kewalahan mengurusnya sendiri tanpa bantuan kyuhyun?”

“aniya, justru kalau aku mengurusnya bersama namja itu pasti semuanya berantakan. Dia sama saja sepertiku eonni, oh chakkaman apa lagi yang belum kita persiapkan?”

Min young membuka tas tangannya dan mengeluarkan sebuah note kecil yang berisi daftar kebutuhan untuk persiapan pernikahan yeon hyo dan kyuhyun.

“uum tinggal dua hal lagi yang belum, yang pertama cincin pernikahan. Kau akan mencarinya bersama kyuhyunkan?”

“aku tidak yakin, lalu yang kedua?”

“gedung pernikahanmu. Apa kau sudah mempersiapkannya?”

“aish aku tidak tau soal gedung pernikahan. Eottohke?” ujar yeon hyo frustasi

Min young tersenyum geli melihat ekspresi bodoh yeon hyo.

“kau tenang saja, aku kenal seseorang yang bisa membantumu”

“nuguseyo?”

“dia memiliki sebuah hotel besar di Jepang, tentu saja aku mengenalnya saat kuliah di Jepang dulu. Dan tiga cabang hotelnya berada di Korea. Dia sendiri yang mengurusnya disini”

Yeon hyo menyipitkan mata napak curiga dengan raut wajah min young yang berbinar saat menceritakan orang yang menurutnya bisa membantu menyelesaikan masalah terakhir yeon hyo itu.

“eonni-ya, apa dia kekasihmu?” goda yeon hyo yang membuat min young tersipu.

“eh, uumm. Sudahlah kau datang saja ke cafe langganan kita besuk siang, kita akan bertemu dengannya disana”

 

***

Kyuhyun menatap kosong ruang rekaman yang baru saja di gunakan itu. ia menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Satu hal yang sedang dirasakannya, ia sangat merindukan yeon hyo. Gadis yang sudah satu tahun ini menjadi tunangannya dan tinggal menghitung hari mereka akan melangsungkan pernikahan.

Tapi mengingat perjanjiannya dengan yeon hyo, ia tak bisa berbuat banyak. Ingin sekali ia menghubungi yeon hyo. Tapi satu sisi hatinya bergejolak melarangnya untuk menghubungi gadis itu terlebih dulu, bukankah gadis itu yang membuat keputusan jadi harus dia juga yang mengakhiri semuannya

Kyuhyun menghela nafas berat kemudian beranjak menuju sebuah piano yang terletak tak jauh darinya.

Perlahan ia mulai memainkan tuts piano itu secara bergantian membentuk alunan merdu. Ia memejamkan matanya menikmati lagu instrumental Yiruma yang merupakan lagu favorite yeon hyo. Gadis itu sering memintanya memainkan piano untuk lagu ini saat dia sedang sedih atau mendapat masalah. Karena menurut yeon hyo suara kyuhyun saat bernyanyi atau permainan musiknya dapat menentramkan hati yeon hyo.

Cho kyuhyun bukan seorang penyanyi meskipun memiliki suara yang bagus. Ia memang bercita-cita menjadi seorang penyanyi dulu,  tapi appanya melarangnya dengan alasan kyuhyun harus meneruskan perusahaan ayahnya. oleh karena itu dia membangun sebuah perusahaan rekaman untuk menyalurkan hobi bermusiknya disamping mengurus anak cabang perusahaan ayahnya.

 

***

 

Yeon hyo berjalan cepat menyusuri trotoar di jalanan menuju sebuah cafe yang merupakan tempat favoritenya bersama min young dulu, sebelum gadis itu pindah ke mokpo mengikuti appanya yang di pindah tugaskan disana lima tahun lalu.

Min young, gadis pendiam dan juga pintar. Sifatnya sangat berbanding terbalik dengan yeon hyo yang sangat ceroboh juga bodoh dalam hal-hal tertentu, seperti matematika. Sejak kecil mereka selalu bersama. Selain karena rumah mereka yang berdampingan, mereka juga sama-sama anak tunggal jadi dua gadis itu sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara kandung.

Yeon hyo sangat terpukul ketika keluarga Lee yang merupakan keluarga pamannya itu pindah ke mokpo. Ditambah lagi min young memutuskan untuk meneruskan studinya ke jepang yang membuat mereka nyaris tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun.

 

***

“yeon hyo ya kau sudah lama?” tanya ssebuah suara yang sangat di kenali yeon hyo. Membuat gadis itu sontak mengalihkan pandangannya dari android pink yang sejak tadi dimainkannya karena bosan.

Min young datang bersama seorang namja tinggi berwajah tampan dengan senyum yang sangat ramah.

Wajah itu tidak asing bagi yeon hyo. Sekelebat memori kembali terngiang dalam ingatannya. Hatinya berdesir. Yeon hyo menatap nanar kedua sosok yang tengah berdiri di depannya.

“donghae oppa” gumamnya hampir tak terdengar. Matanya masih belum berkedip.

Min young menatapnya heran, kemudian berganti menatap donghae yang hanya mengangkat bahu.

“kau mengenal lee donghae?” tanya min young nampak curiga.

Yeon hyo tersentak dan buru-buru mengatur nafasnya agar tetap terlihat sewajar mungkin.

“ah duduklah eonni” pintanya, kemudian min young menarik kursi di depan yeon hyo untuk duduk dan diikuti namja yang sejak tadi menggenggam tangannya, Lee donghae.

“donghae oppa apa kabar?” sahut yeon hyo sambil mengulurkan tangannya.

Donghae nampak kikuk kemudian menjabat kembali tangan yeon hyo dengan diiringi senyum manis dari wajahnya.

“eonni ya, donghae oppa adalah seniorku ketika di sekolah menengah. Tentu saja aku mengenalnya. Apa kau lupa denganku oppa?”

Donghae terdiam sebenatar nampak berfikir. Beberapa detik kemudian ia tersenyum, sepertinya sudah menemukan apa yang dia cari dari deretan memorinya.

“ah yoon yeon hyo, kau yang waktu SMA dulu memimpin sekelompok siswa untuk berdemo menurunkan harga uang bulanan sekolah kan?”

Yeon hyo terkejut lalu menunduk malu, ia tak menyangka justru hal itu yang mengingatkan donghae dengannya. Tingkah konyol yang bahkan ingin ia lupakan sejak saat itu.

Dulu yeon hyo memang bukan siswi yang biasa. Ia bahkan tergolong terlalu pemberani untuk ukuran seorang gadis. Waktu itu yeon hyo mendengar kasak kusuk dari teman-temannya mengenai penyelewengan dana sekolah oleh beberapa staff pengurus komite, tetapi murid-murid justru harus membayar uang sekolah yang dinaikkan. Yeon hyo geram. Ia berniat membantu teman-temannya dari ketidak adilan. Tapi yang menjadi kesalahannya, ia tidak mengumpulkan bukti otentik dulu untuk melancarkan aksinya.

Siang itu ia mengumpulkan sekelompok siswa untuk berdemo. Bahkan mereka memakai pakaian aneh sudah seperti orang gila yang berteriak-teriak di depan sekolah. Siswa yang berada ditingkat tiga hanya tertawa melihat ulah juniornya dari lantai dua, termasuk donghae yang saat itu hanya mendengar nama yeon hyo sebagai profokator dari aksi siswa-siswa itu.

Yeon hyo tak menyangka, masalah yang ia timbulkan benar-benar berakibat fatal yang hampir membuatnya di drop out dari sekolah. Untung saja saat itu teman-temannya membelanya hingga ia lolos dari hukuman itu.

 

Min young tertawa terbahak mendengar cerita donghae. Sementara yeon hyo dengan wajah merah bak kepiting rebus masih tetap menunduk menyembunyikan rasa malunya.

“yeon hyo ya aku tak menyangka kau seanarkis itu dulu” ujar min young masih dengan tawanya.

“ya!! eonni berhenti menertawaiku”

“ah ne, mianhae tapi itu benar-benar tingkah paling konyol yang pernah kau perbuat”

“aah sudahlah jangan mengingat hal itu lagi. Kita bahas masalah yang sebenarnya saja” sentak yeon hyo yang langsung membuat min young bungkam lalu menatap penuh arti kearah lee donghae.

“begini yeon hyo ya aku bisa mengantarkanmu melihat beberapa hotel agar kau bisa memilih salah satu diantaranya untuk resepsi pernikahanmu. Tapi aku masih ada urusan besuk, jadi kita baru bisa pergi lusa nanti. Bagaimana menurutmu?” yeon hyo terdiam.

Ia menatap wajah lee donghae dalam, seperti ada kerinduan yang terpancar dari wajahnya. Ia masih belum bergeming sampai min young menyenggol lengannya yang langsung membuatnya tersadar.

“ah mianhae, mungkin aku sedikit lelah. Uumm baiklah kita bisa pergi lusa nanti oppa”

Yeon hyo tersenyum untuk menyembunyikan perasaannya.

 

Lee donghae, namja yang pertama kali menarik perhatiannya dulu. Dia adalah cinta pertama yeon hyo saat memasuki sekolah menengah. Namja tercerdas yang sangat di kagumi banyak orang itu selalu membuatnya sesak nafas saat berpapasan dengannya.

Tiga tahun ia mengagumi sosok lee donghae tapi yeon hyo tidak pernah mampu menyatakan perasaannya. Hingga akhirnya setelah lee donghae lulus dari sekolah menengah dia tak pernah mendengar kabarnya lagi.

Yeon hyo tidak pernah menyukai pria lain setelah kehilangan lee donghae. Sampai dia mengenal kyuhyun. Namja dingin yang sangat acuh pada siapa saja. Wajahnya memang tampan seperti malaikat tapi sikapnya sangatlah angkuh. Cho kyuhyun satu fakultas dan satu jurusan dengan yeon hyo. Namja itu sangat suka menggoda yeon hyo yang punya sikap pemarah dan selalu bertindak semaunya sendiri.

Karena terbiasa bersama meskipun selalu bertengkar saat bertemu justru dari situlah tumbuh perasaan cinta dari keduannya. Yeon hyo perlahan bisa melupakan sosok lee donghae dan sebagai gantinya kini hatinya sudah sepenuhnya milik cho kyuhyun.

Tiga tahun berpacaran dan satu tahun resmi bertunangan, mereka sama sekali tak berubah. Selalu bertengkar mempermasalahkan hal-hal sepele yang sebenarnya sangat tidak penting untuk diperdebatkan, tapi itulah yang selalu membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain.

 

***

 

“eonni ya bisakah kau membantuku?” ujar yeon hyo saat min young berjalan menghampirinya yang tengah sibuk mengemasi barang-barangnya kedalam kardus besar.

“oh ne, baiklah” min young tersenyum mengangguk kemudian mengikuti aktifitas yeon hyo.

Min young mengambil tumpukan buku-buku yang warnanya sudah pudar, menunjukkan usianya yang sudah lama. Tapi sepertinya buku yang lebih terlihat seperti diary itu sangat berarti bagi yeon hyo sampai gadis yang terkesan pemalas itu mau menyimpannya.

Min young tertarik untuk melihat isinya, ia duduk diatas tempat tidur yeon hyo lalu membuka diary itu secara perlahan. Semetara pemiliknya tengah sibuk membereskan tumpukan boneka pink yang tersusun rapi diatas meja dipojok kamarnya.

Min young membaca dengan teliti setiap guratan pena yang di torehkan yeon hyo. Sesekali ia tersenyum kecil melihat kisah lucu yang ditulis gadis cantik itu.

Tak selang lama, tiba-tiba senyumnya memudar begitu saja. Kini justru ketegangan yang menghiasi wajah manisnya. Min young mengerutkan kening, bibirnya bergerak-gerak mengucapkan sesuatu tanpa mengeluarkan suara.

“eonni-ya kau sedang apa?” tanya yeon hyo seraya menghampiri min young dan duduk disebelahnya.

Min young tersentak, buru-buru ia meletakkan diary yeon hyo kedalam kardus besar yang tergeletak di sampingnya. Ia tersenyum lalu mengacak pelan ujung kepala yeon hyo.

“aniya, aku hanya sedang berfikir kau sudah benar-benar dewasa sekarang. Bahkan kau menikah mendahuluiku”

Yeon hyo terdiam kemudian mengalihkan wajahnya menatap lantai kamarnya dengan tatapan kosong. Ia menghela nafas penjang.

“aku sedikit ragu eonni” gumamnya lirih

“yeon hyo-ya kenapa kau bicara seperti itu?”

“entahlah, aku  merasa sedikit ragu saja dengan semua ini. aku belum yakin sepenuhnya untuk menyerahkan hidupku pada kyuhyun”

“yeon hyo-ya jangan biacara sembarang, sebentar lagi kalian akan menikah. Tidak baik mengucapkan kata-kata seperti itu. buang jauh-jauh pemikiran buruk itu yeon hyo-ya”

Yeon hyo tersenyum kecut, nampak sekali ada yang mengganjal dihatinya.

“kau taukan eonni, kami selalu bertengkar setiap saat. Aku tidak yakin kami akan bisa terus bertahan seperti itu”

“yoon yeon hyo, percalah kyuhyun adalah pendamping hidup yang terbaik untukmu. Kau sendiri yang memutuskan untuk menerimanya, jadi kenapa kau harus ragu?”

“arraseo, aku tidak akan berfikiran seperti itu lagi”

Yeon hyo tersenyum meskipun hanya sebuah senyum kecil yang terasa hambar. Ia kembali mengalihkan wajahnya ke lantai kamarnya dengan raut wajah bimbang.

 

***

 

Yeon hyo berdiri gelisah di depan halte yang tak jauh dari rumahnya. Gadis itu mengenakan kaos putih lengan panjang dengan bawahan jeans yang nampak sangat cocok dengan postur tubuhnya. Yeon hyo melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya kemudian kembali menatap jalanan yang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.

Yeon hyo tersenyum lega ketika sebuah Hyundai hitam berhenti tepat di depannya. Beberapa saat kemudian kaca jendela kemudi di buka perlahan. Nampak seorang namja tampan dengan kaca mata hitam tengah tersyum ramah kearah yeon hyo.

“maaf membuatmu lama menunggu, masuklah” ujar donghae yang di balas anggukan ringan yeon hyo.

Gadis itu lantas berjalan memutari mobil mewah donghae, kemudian masuk dan duduk disampingnya.

“kau sudah siap?”

“ne”

 

***

 

“ini adalah hotel yang pertama kali diserahkan appa padaku. Sering disewa untuk acara pernikahan juga. Desain mewah yang khusus di rancang oleh appa sendiri. Bagaimana menurutmu?”  donghae memutar kepalannya hingga menghadap yeon hyo. Gadis itu belum bereaksi masih meneliti setiap senti bangunan mewah tersebut.

Lima detik kemudian dia menggeleng dan menghela nafas lemah.

“sebenarnya aku tidak suka dengan hal-hal yang terlalu mewah oppa” ucapnya nampak hati-hati agar tidak menyinggung perasaan donghae.

Namja itu tersenyum mengerti. Kemudian mengajak yeon hyo untuk keluar dari ruang besar itu.

 

“baiklah, kajja kita akan melihat hotel yang lain” ujarnya ramah sambil menuntun yeon hyo untuk masuk kedalam mobilnya

 

***

 

Yeon hyo terkesima seketika memasuki ruangan yang cukup besar itu. ia memutar badannya beberapa kali dan mengamati dengan detail setiap lekuk ruangan bergaya yunani dengan ukiran di sisi dinding dan atapnya yang kaya dengan nilai seni itu.

Ia tersenyum puas lantas menoleh cepat kearah donghae yang hanya tersenyum melihat tingkah lucu gadis yang ada di hadapannya itu.

“oppa ya aku sangat suka dengan dengan tempat ini” serunya dengan senyum mengembang. Lee donghae melangkah mendekatinya kemudian mengacak pelan rambut gadis itu, membuatnya seketika tertegun dan hanya bisa menatap donghae dengan penuh arti.

Kebimbangan itu kembali terbersit dihatinya…

 

***

 

kyuhyun mengemudi mobilnya dengan kecepatan penuh. Sesekali ia melirik sebuah foto yang di bungkus bingkai kayu di atas dashboard mobilnya. Tampak yeon hyo sedang tersenyum riang disana.

Entah kenapa hari ini sejak bangun tidur perasaannya tak karuan. Rasa rindu kepada gadis yang hampir dua minggu tidak di temuinya itu tidak bisa di bendung lagi, hingga akhirnya sore ini dia memutuskan untuk menemui yeon hyo lebih dulu. Dia tidak peduli kalaupun yeon hyo akan menertawainya habis-habisan. Yang  jelas hanya ada satu keinginan dalam hatinya saat ini, segera bertemu dan memeluk gadis yang sangat di cintainya itu.

Lima belas menit perjalanannya, ia sampai di ujung jalan kemudian berberbelok di sebuah gang menuju rumah yeon hyo.

Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum turun dari mobil. Ia melihat rumah mewah berlantai dua itu dengan seksama. Ia berfikir sejenak menghilangkan semua keraguan dalam dirinya hingga akhirnya melangkah menuju pintu masuk bercat putih itu.

 

Setelah mengetuk pintu tiga kali, ia mendengar suara gagang pintu yang di putar dari dalam. Tak lama seorang gadis sudah berdiri diambang pintu.

“kyuhyun-ah” sapa gadis itu seraya tersenyum.

Kyuhyun mendongakkan wajahnya, ada kekecewaan disana karena bukan yeon hyo yang langsung keluar menyambutnya.

“noona, aku ingin bertemu dengan yeon hyo”

Min young terdiam nampak berfikir. Kemudian tersenyum ramah kearah kyuhyun yang masih menatapnya penuh tanya.

“masuklah kita biacara di dalam”

 

****

Di luar dugaannya, perjalan yeon hyo dan donghae memakan waktu hingga larut malam. Tapi yeon hyo sepertinya tidak peduli akan hal itu. Entah  karena dia terlalu senang karena sudah menyelesaikan keperluan terakhir untuk kebutuhannya, atau karena seharian ini dia bersama donghae.

Yeon hyo menatap lekat-lekat wajah donghae yang sedang fokus mengemudi. Sama sekali tidak berubah, tetap lee donghae yang dulu pernah di sukainya.

“yeon hyo-ya apa kau sudah menghubungi eommamu kalau kita pulang terlambat?”

Tanya donghae yang membuat yeon hyo tersentak. Gadis itu nampak tersenyum kikuk sambil mengangguk.

“mianhae oppa aku sudah merepotkanmu hari ini”

“gwaenchana, aku senang bisa membantumu”

Yeon hyo tersenyum entahlah ia sepertinya takut perasaannya yang telah lama ia kubur kembali mencuat kepermukaan.

Lama ia terdiam hingga sebuah decitan keras membuyarkan lamunannya membuatnya sontak menatap lee donghae yang sudah mendecak kesal terlebih dulu. Namja itu mengacak rambutnya frustasi.

“aishh sial aku kehabisan bahan bakar yeon hyo-ya”

Yeon hyo membulatkan matanya mendengar ucapan lee donghae

“mwoya, eottohke oppa apa yang harus kita lakukan?”

“hhmm aku akan keluar mencari bantuan. Kau tunggu saja di sini ne,?”

“aniya, aku ikut dengan mu aku tak mau sendirian disini”

“tapi diluar gerimis yeon hyo-ya”

“tak apa, aku lebih keberatan kau meninggalkanku sendirian”

“baiklah kalau begitu, kajja”

***

 

Kyuhyun menggeram nampak menahan marah. Baru saja min young menceritakan padanya kalau hari ini yeon hyo pergi dengan lee donghae untuk mencari gedung yang digunakan untuk resepsi pernikahannya dua minggu lagi. Tapi anehnya hingga larut malam begini yeon hyo dan donghae belum juga pulang dan gadis itu sama sekali tak memberi kabar.

Min young sudah mencoba menghubunginya namun gadis itu tidak menjawab panggilannya, sementara ponsel lee donghae justru tidak aktif.

Min youg menatap kyuhyun dengan perasaan campur aduk. Ada kekhawatiran sekaligus ketakutan yang terpancar dari wajahnya.

“noona ya aku harus mencari mereka”

“tapi kyuhyun-ah apa tidak sebaiknya kita menunggu mereka beberapa saat lagi”

“tapi dia bersama seorang laki-laki yang baru saja di kenalnya dan belum kembali sampai sekarang noona”

“aku tau kau khawatir kyuhyun-ah, tapi bukannya aku sudah bilang yeon hyo bersama kekasihku. Dia tidak akan melakukan hal buruk pada yeon hyo”

“tapi noona, tetap saja perasaanku tak tenang. Aku akan pergi”

Kyuhyun beranjak hendak pergi sebelum min young menahan tangannya.

“kalau begitu aku ikut”
***

Donghae dan yeon hyo sudah berjalan hampir seratus meter tapi mereka belum menemukan apa-apa. Karena sudah malam tentu saja kebanyakan bangunan disekitar situ sudah menutup rapat pintunya.

Hujan semakin deras, yeon hyo merangkul tubuhnya untuk menahan dingin. Donghae jadi tak tega mengajaknya berjalan lagi. Dia mengajak yeon hyo untuk berteduh di emperan toko swalayan yang sudah sepi.

“yeon hyo-ya gwaenchana?”

Yeon hyo hanya mengangguk, ia tak bisa menjawab karena tubuhnya menggigil kedinginan. Donghae terlihat khawatir dengan keadaan yeon hyo, ia membuka jasnya kemudian menyampirkannya di bahu yeon hyo dan memeluk tubuh gadis itu untuk menghangatkannya.

Yeon hyo tak bisa berbuat apa-apa, ia justru dengan polosnya menenggelamkan tubuhnya kedalam pelukan lee donghae.

Hingga lima menit kemudian, mereka nampak terkejut oleh silauan cahaya yang tiba-tiba menyorot kearah yeon hyo dan lee donghae yang masih mendekapnya.

Sepasang kaki turun dari sebuah mobil yang sangat dikenali yeon hyo.

Kyuhyun berjalan cepat dengan wajah kesal menghampiri donghae dan yeon hyo yang sontak langsung menjauh ketika menyadari siapa yang datang.

Tanpa bicara sepatah katapun, kyuhyun menarik krah baju donghae dan hampir saja mendaratkan sebuah pukulan kewajahnya sebelum tangannya di tahan oleh min young.

“kyuhyun-ah apa yang kau lakukan?” teriak min young yang langsung reflek melindungi tubuh donghae yang hanya berdiri terdiam. Begitu juga dengan yeon hyo yang nampak ketakutan melihat kemarahan kyuhyun. Kedatangan kyuhyun dan min young yang secara tiba-tiba itu membuat yeon hyo bingung harus berbuat apa.

“kau, beraninya kau memeluk calon istriku ditengah malam seperti ini. Dan kau noona jangan halangi aku. Kau bilang dia kekasihmu tapi ternyata dia berani memeluk yeon hyo di tempat sepi seperti ini” pekik kyuhyun dengan amarah yang meluap.

Yeon hyo sontak bereaksi, ia menoleh tak percaya kearah min young yang kini merangkul lengan lee donghae sambil menitikan air mata.

Kyuhyun hendak melayangkan tinju kearah donghae lagi sebelum tangan yeon hyo kembali menahan niatnya.

“kyuhyun-ah aku bisa menjelaskannya” teriak yeon hyo mengimbangi bunyi rintik hujan yang semakin deras.

Kyuhyun mendengus kesal, tanpa menjawab sepatah katapun, pria itu langsung menyeret lengan yeon hyo memasuki mobilnya.

 

***

 

Yeon hyo masih terdiam di meja makan. Ia takut menatap wajah min young, atau lebih tepatnya malu. Tadi malam setelah mengantarnya, kyuhyun tak berbicara sepatah katapun dan langsung pergi begitu saja.

“eonni-ya mianhae aku sangat menyesal atas apa yang terjadi tadi malam” ujarnya pada akhirnya yang membuat min young menghentikan aktifitas makannya.

“aniya, aku mengerti persaanmu yeon hyo ya. lalu apa yang kau rasakan setelah bersamanya kemarin? Apa perasaan itu masih ada?”

Yeon hyo tersentak, ia membulatkan mata tak percaya. Sedangkan min young justru tersenyum melihat reaksinya.

“aku membaca buku harianmu saat membantumu kemarin. Kau pernah menyukai lee donghae kan. Itulah yang membuat hatimu bimbang beberapa hari ini”

Yeon hyo mengangguk. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

“aku sudah memastikan semuannya eonni. Perasaan itu sama sekali tak tersisa. Hanya cho kyuhyun yang membuatku merasakan perasaan aneh itu. tapi eonni, aku minta maaf karena lee donghae adalah kekasihmu”

“aniya kau tak perlu minta maaf. Aku hanya ingin kau menyadari perasaanmu terhadap kyuhyun. Oleh karena itu aku tak memberitahumu kalau sebenarnya lee donghae adalah kekasihku”

Dua saudara sepupu itu sama-sama tersenyum…

 

***

 

“ya!! cho kyuhyun” teriak min young sambil melebarkan senyumnya. Kyuhyun menoleh dan menatap yeon hyo aneh.

“aishh, apa kau masih berhak marah huh? Kau yang membiarkanku mengurus sendiri persiapan pernikahan kita lalu kenapa kau protes saat aku meminta bantuan orang lain”

Kyuhyun terdiam mendengar omelan yeon hyo. Gadis itu kembali menjadi dirinya sendiri.

“ya!! kenapa kau malah melamun, kajja ikut aku” teriak yeon hyo sambil menarik tangan kyuhyun. Pria itu tersentak kemudian dengan cepat menahan tangan yeon hyo hingga gadis itu berhenti.

Kyuhyun menarik yeon hyo mendekat, menatap wajah yang sudah lama ia rindukan. Kini tambatan hatinya kembali lagi dihadapannya. Perlahan kyuhyun menarik tengkuk yeon hyo dan memutar kepala gadis itu. Ia mengecup lembut bibir yeon hyo. Gadis itu tersenyum lalu membalas ciuman kyuhyun.

 

***

Two weeks later

 

Gedung mewah itu sudah penuh sesak dengan tamu undangan. Ruang itu di hias dengan bunga-bunga yang di sebar di seluruh sisi. Semua orang saling berbincang hangat, ada yang duduk bergerombol di meja tamu yang sudah di persiapkan, ada juga yang masih berdiri sambil menikmati hidangan.

Hari ini adalah pesta pernikahan cho kyuhyun dan yoon yeon hyo. Semua rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama akhirnya berjalan lancar hingga pada hari sakral sepasang kekasih yang sebentar lagi resmi menjadi suami istri itu.

Kyuhyun berdiri di depan altar dengan perasaan gugup. Ia terlihat tampan dengan jas pink. Setelah di bujuk yeon hyo beberapa kali akhirnya ia mau mengenakan jas yang menurutnya sangat memalukan itu.

Ia melirik jam yang melingkar dilengan kirinya. Sudah setengah jam ia menunggu tapi gadis yang ditunggunya itu belum juga keluar. Dan hal itu semakin membuatnya gugup.

Kyuhyun memiringkan wajahnya kesamping kearah lee donghae yang menjadi pengiring pengantin pria. Setelah kejadian malam itu min young meluruskan salah paham diantara keduanya.

“hyung, kenapa yeon hyo lama sekali” tanyanya lirih. Donghae tersenyum kemudian membisikkan sesuatu di telinga kyuhyun. Tiba-tiba saja wajah kyuhyun memerah nampak kesal. Ia lalu berjalan cepat meninggalkan altar tanpa memperdulikan setiap mata yang menatapnya heran.

 

***

 

Yeon hyo masih duduk di meja rias dengan wajah kusut. Dua orang penata rias yang mendandaninya hanya bisa saling pandang.

“agashi, ini sudah waktunya cepat gunakan high heels itu” perintah seorang penata rias dengan lembut. Yeon hyo mendengus kesal kemudian memutar tubuhnya menghadap dua gadis di belakangnya.

“bukankah aku sudah bilang aku tak mau memakainya” pekiknya kesal.

Braakkk

Yeon hyo juga dua gadis penata rias itu terlonjak saat mendengar pintu ruang rias pengantin di buka dengan paksa.

Kyuhyun berjalan cepat kearah yeon hyo yang terlihat ketakutan dengan kedatangannya.

“ya gadis bodoh cepat pakai high heels itu”

“shireo! Aku tak mau memakainya”

“jangan membantah, semua orang sudah menunggu di sana”

“shireo, kau taukan aku tidak sudi memakai benda terkutuk itu”

Kyuhyun memejamkan matanya menahan emosi. Sedangkan yeon hyo membuang muka sambil melipat tangannya di depan dada.

“baiklah untuk kali ini saja, aku mohon kau memakainya. Setelah upacara pernikahan kita, kau boleh membuangnya jauh-jauh” ujar kyuhyun berusaha selembut mungkin. Yeon hyo nampak berpikir lagi kemudian menatap kyuhyun, pria itu mengangguk menyakinkan.

 

***

 

Kyuhyun dan yeon hyo sama-sama tersenyum lega. Akhirnya mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri. Tak ada halangan yang berarti selama upacara sakral itu.

Kedua pengantin saling berhadapan. Kyuhyun menarik tengkuk yeon hyo pelan kemudian mencium bibir istrinya itu lembut. Yeon hyo membalas ciuman kyuhyun sambil memeluk tubuh suaminya itu.

Terdengar tepuk tangan meriah dari tamu undangan. Termasuk min young yang menangis haru disamping lee donghae.

 

“cho yeon hyo saranghae”

“nado saranghae cho kyuhyun”

 

**THE END**

 

 

Ini FF LOMBA… silahkan memberi komentar buat peserta ini yaa HKS😀

 

 

 

 

33 thoughts on “FF LOMBA “Lovelite” [OneShoot] – FREELANCE

  1. Eaaaa…. Tumben… Romantis haha
    kurasa typo nya dikit
    ahh yeon hyo disini bener2 deh
    pernikahan tggl 1 bulan! Ee…malah minta waktu untuk berpikir..hadeehhhhhhh
    untung gk ada kejadian yg bs membuat pernikahan itu batal! Klo batal.. si tuan cho itu akan kurampas dr tangan yeon hyo!!! Haha siapa suruh menyia-nyiakan si tuan cho kekeeeee……
    FF nya bagus
    ROMANTIIIISSSSSSSSS!!!
    Gumawo

  2. msh ada bbrpa typo tp d.luar itu ff ini bagus .. Cerita.y ttg syndrom pra nikah tp untung jja yeon hyo jd nikah sm kyuhyun ..
    Lucu pas gaun en jas.y warna pink? Langka bgd dah..
    En pas cerita yeon hyo demo. Aigoo~ polos bgd jd gadis .. Lom ada bukti main demo2 jja .. Haha

  3. Kyaaaa! HyoKyu! Aku suka! ><
    FF lomba ya? Bagus kok ^^b
    Gak kebayang Kyuhyun pake jas warna pink, pasti manis ;3
    Emm.. konflik antar peran kurang *digampar Tapi tetep bagus, soalnya penuh dengan Romance xD
    Ahh.. Bagus pokoknya! ^^/

  4. penggunaan bahasanya udh cukup bagus,tapi masih harus diperbaiki..
    alur ceritanya bagus,,tapi masih kurang cukup menarik.
    Ceritanya terkesan terburu” ,,jadi feelnya kurang dapet..
    maaf kalo terkesan menggurui..
    ^^

  5. Lgi kangen sma HyoKyu couple#curcol
    crita nya bagus dan te2p ya HKcouple ga prnah bnr2 akur hehe
    jas Kyuppa warna pink?!cucok bngt deh hehe#d seret
    mmm …ngmng2 hi-heels nya jdi d buangkn??#ngarep
    bwt ka2 “pecinta”HKS te2p SMANGT bwt nex story Ff nya
    gomawo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s