FF LOMBA “You Are Miracle” [OneShoot] – FREELANCE

Nama author : Mia Alawiyah

Akun Facebook : Mia Alawia

Judul FF : you are Miracle

Cast : Cho Kyuhyun , Yoon Yeon Hyo

Genre : Sad Romance

Rating : PG 15

Credit Pict : Mia Alawia

Disclamer :

Sudut pandang dari orang pertama , Yeon Hyo full POV .

Recommended Song :  Super Junior (Strom , Memories , Hate U Love U , She’s Gone , It Has to be you dan lagu-lagu sedih Galau lainnya ). Biar feelnya dapet

Warning :

Typo bertebaran seperti angin berhembus *plakk

Mianhe kalo gaje dan tidak sesuai dengan yg anda inginkan , jangan lupa tinggalkan jejak berupa RCL (Read , Coment , Like) 1 Like dan Coment anda sangat berarti untuk saya…

Lestarikan lah RCL! Karna iu sangat berarti buat author yg buat ini FF dan hargailah jerih payah author buat ini FF ..

NO COPAS ! NO BASHING !

 

 

Happy Reading ^^

 

 

 

 

‘Tiap helai daun cinta yang jatuh adalah untuk sebuah permohonan,  jadi memohonlah apa yang kau harapkan dan tiap helai daunnya yang gugur akan turut berdoa untukmu…

 

“Aku suka coklat ini , kamu suka juga ? Wahh terima kasih ya , “

 

“Ya aku juga suka coklat ini , coklat ini membawa perasaan cinta , “

 

Akh aku tidak tahu apa maksudnya , yg jelas aku suka coklat ini dan tidak perlu alasankan untuk menyukai sesuatu ? Aku segera membuka satu dan segera memasukannya ke mulutku .

Tiba-tiba dia memandangku .

“Aku ingin Tuan putri sepertimu .”

Aku diam beberapa saat .

“Benarkah ?”

 

“Ya . . . “

 

“Kalau begitu aku juga ingin pangeran sepertimu. “ candaku diiringi tawa .

Ah , aku rasa aku mulai menyukai Pangeran Kumbang ini .

 

“Hei Pangeran Kumbang , siapa namamu sebenarnya ? Dan bolehkah kumelihat wajah dibalik topengmu itu ? Sstt … mumpung tidak ada kakak kelas, “ kataku sambil berbisik penasaran saat itu

 

“Kamu harus mencari tahu sendiri dan kalau kita bertemu nanti kamu harus mengenaliku karena aku pasti akan mengenalimu , setuju ? “

 

 

 

 

September 2012 .

Seoul , South Korea .

 

Sudah setengah jam lebih aku berdiri dikoridor sekolahku, melihat pohon cinta dari kejauhan yg tepat menghadapku dan aku teringat sesuatu, aku segera mengeluarkan sesuatu dari tasku, ‘choki-choki’ .

 

Ini adalah cokelat kesukaanku , entah kenapa aku sangat menyukainya .

Padahal ada banyak cokelat yg lebih enak, tapi aku cuman suka sama yg namanya ‘choki-choki’ cokelat dari zamannya aku belum bisa jalan .Dan ‘cokelat’ ini harus wajib, ada di tasku . Dan syukurnya Ibu sangat mengerti kesukaanku .

Hujan tiba-tiba turun .

 

“Ya hujan lagi , akhir-akhir ini memang lagi musim hujan . Bagaimana ? “ gumamku setengah menggerutu .

 

Hujan terlihat semakin deras dan udarapun terasa semakin dingin saja .

Aku tak beranjak juga dari tiang utama ketika memasuki sekolah. Aku suka hujan, kupandangi langit yg semakin muram, yg mungkin semuram hatiku. Bagiku tak ada bedanya saat ini atau ketika sekolah ramai dengan siswa-siswi di jam pelajaran, bagiku semuanya sama , disini disudut hati ini tetap sepi, ada yg kurang .Tapi ketika aku lihat Kyuhyun tersenyum bahagia, sudut hati yg sepi ini jadi bahagia juga, sepi itu hilang .

 

Lalu bagaimana nanti ketika aku tak bisa melihatnya lagi , melihat senyum itu lagi? Kenapa aku tak pernah berpikir tentang itu. Aku tahu masa itu pasti datang … Pasti! Dan takkan terasa hari itu akan cepat sekali menyapa kami. Hari dimana suka atau tidak suka , mau atau tidak mau , pasti akan datang dan kami harus memilih jalan masing-masing dan nantinya aku pun tak tahu akankah aku bertemu Cho Kyuhyun disuatu persimpangan jalan, walau hanya berpapasan saja.  Dan aku pun tak tahu apakah senyumnya akan tetap sama seperti senyumnya saat ini .

 

Ada rasa takut yang amat sangat membuat hati ini perih , kalau kupikir masa itu . Saat itu hujan turun dengan sangat derasnya . Mungkinkah hujan kepadaku ? Aku terlalu jauh melangkah pikirku tentang aku dimasa mendatang. Kubuka tanganku , kuulurkan hingga aku bisa merasakan dinginya air hujan yg kurasakan menyatu dalam diriku . Tiap tetesnya adalah berkah untuk kita .

 

Di tengah hujan deras aku diikat di sebuah pohon di belakang sekolah tak jauh dari kantin sekolah . Pohon yang juga terlihat dari kelasku, ya sebuah pohon yang sejak tadi sempat aku pandangi, ‘Pohon Cinta’ katanya, mungkin karena bentuk helai daunnya menyerupai lambang cinta dan mereka meninggalkan ku sendiri ditengah hujan deras, teriakkan ku tak ada gunanya buat mereka .

 

Suaraku makin parau saja, hanya bisa menangis ketakutan . Aku lelah, ya Tuhan apa yang akan terjadi padaku ? Tolong aku Tuhan .

 

 

 

September 2010 .

Seoul , South Korea .

 

Flashback on

 

Saat itu aku melihatnya duduk sepertiku saat ini , tapi tidak dalam posisi terikat tentunya .

Dia melihat keatas melihat dahan dahan pohon cinta ini kurasa, saat itu dia dihukum mengumpulkan 100 daun dan hanya dari 1 ‘pohon cinta’ ini . Hingga ketika semua sisawa baru telah selesai dari Masa Orientasi , hanya dia yang belum selesai mengumpulkan ‘100 daun cinta’ .

 

Aku terlambat masuk dan tidak ikut MOS, sebagai gantinya aku ditugaskan mengumpulkan 1000 daun dari 1 pohon yang sama ‘pohon cinta’ ini. Kami berdua saat itu menunggu tiap helai ‘daun cinta’ yang jatuh. Semula kupikir kami akan saling berebut mengumpulkan tiap helai ‘daun cinta’ yang jatuh .Ternyata dugaanku salah, dia yang telah lebih dulu mengumpulkan ‘daun cinta’ membaginya padaku sambil tersenyum hangat padaku .

 

Saat itu tiap helai daun cinta yang jatuh kami mengambil bergiliran. Tahu berapa lama kami mengumpulkan nya ?? Satu minggu ! Dan ternyata daun yang kukumpulkan masih kurang , sementara daun yang dia kumpulkan sudah cukup, kupukir aku akan mulai sendirian duduk dibawah ‘pohon cinta’ ini, menunggu tiap helai daunnya yang jatuh tapi ternyata perkiraanku salah lagi “Mana kantungnya” ujar ‘Kumbang’ saat itu dan diraihnya kantung yang berisi daun yang telah dikumpulkan nya lalu daun-daun itu dari kantung miliknya disatukan dalam kantung milikku. Aku bingung, belum sempat aku bertanya dia menarikku menuju kakak kelas yang menberi kami tugas pada kami .

 

“Bagaiman sudah selesai ? Mana hasilnya ?” ujar seorang kakak kelas pada kami dengan nada galak dan menyebalkan .

 

Dengan santai disodorkannya kantung plastik yang berisi daun cinta penuh, dia menengok kearahku dan tersenyum .

“Kenapa cuman satu kantung ? Satu kantung lagi mana ?” tanya kakak kelas .

 

“Kami selalu berebutan tiap ada daun yang jatuh , jadi kami putuskan untuk mengumpulkan bersama dari pada hancur direbutin, “ sahutnya tenang

 

“Apa kakak mau tiap helainya kami bagi dua? Kami kan berdua sementara setiap kali daunnya jatuh cuman sehelai … dari satu pohon yang sama juga. “

 

“Tapi kan bisa gantian ngumpilinnya ? Mikir donk!Otaknya dipakai!” bentak kakak Pembina .

 

“Justru karena saya berpikir tidak mungkin mengumpulkan 1100 helai daun selam 3hari dan dari pohon yang sama , kakak sendiri tahu itukan ? Lebih-lebih sekarang bukan musimnya daun-daun untuk gugur . Kalau seperti itu waktunya juga harus lainkan, Kak ? Jangan diwaktu yang sama , sementara Kakak menyuruh kami untuk mengumpulkan dihari yang sama, “ jawabnya lagi dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya .

 

“Namanya hukuman , mana ada yang gampang ! Oke , saya tidak mau memperpanjang masalah ini , ngabisin waktu tahu! Yang jelas pada intinya hasil akhirnya kalian tidak dapat menyelesaikan tugas yang kami berikan , dan kalian mendapat tugas berikutnya . Kalian berdua sekarang buat satu baju dari daun-daun yang telah kalian kumpulkan ini … kalian ada waktu 1minggu tapi karena tiga hari kemarin kalian telah mengumpulkan daun, maka hanya ada waktu 3hari lagi jadi waktunya pas 1minggu! Jelas ? “ tanya kakak Pembina. Lalu sebelum kami menjawab, dia telah kembali meneruskan  “Saya tidak mau ada alasan lagi!”

 

Aku tahu saat itu ‘Kumbang’ sangat keberatan dan ingin membantah , sebenarnya akupun sangat keberatan namun segera aku pegang tangan nya untuk memberi tanda agar dia tidak melawan dan menuruti semua perkataan kakak kelas kami .

 

Karena daun yang diperlukan cukup banyak juga, dan daun yang kami kumpulkan belum cukup untuk membuat sebuah baju maka seminggu itu kami harus pulang sore untuk menunggu tiap helai ‘daun cinta’ yang jatuh , sambil merangkai tiap helai ‘daun cinta’ membentuk sebuah baju .

 

Aku sangat berterima kasih pada “Kumbang” karena seharusnya dia tidak ikut-ikutan mengerjakan tugas ini karena sebenarnya daun yang dia kumpulkan sudah cukupkan? Tapi dia telah menolongku .

 

Flashback end

 

 

 

 

November 2012 .

Seoul , South Korea .

 

Aku menghela nafas panjang setelah mengingat kembali segala kenangan yang pernah kualami dimasa lalu yang ada hubungannya dengan ‘pohon cinta’ .

 

Siapa sangka, kini aku menantikan sore itu kembali. Sore dimana aku duduk berdua dengannya. Entahlah tiba-tiba ada rasa rindu muncul, rasanya sama seperti ketika aku merindukan Kyuhyun dan entah mengapa bahagia yang kurasa saat melihat senyum Kyuhyun, rasanya sama dengan bahagiaku ketika melihat senyum ‘Kumbang’. Rindu kala menunggu tiap helai daun ‘pohon cinta’ yang jatuh dan tersenyum kala sehelai daunnya jatuh, senyum itu kurindukan saat ini .

 

Oh ya, baju apa yang berhasil kami buat saat itu? Sebuah gaun seorang putri. Meski tak semewah gaun sebenarnya, tapi menurutku kesederhanaan gaun ini justru membuatnya indah sekali. Aku juga masih ingat sesaat sebelum kami menyerahkan ‘gaun cinta’ itu pada kakak kelas, aku mencoba gaun itu dan tahu apa yang dia bilang ?

 

“Aku suka putri yang cantik! Bukan putri dengan sepatu kaca , tapi putri dengan sejuta daun cinta”

 

“Izinkan Pangeran Kumbang berdansa dengan Putri Siput yang cantik ini , “

 

Kami terus berdansa … berdansa dan berdansa dengan tarian ‘daun-daun cinta’ , bersama musik senja .

Kemudian tiba-tiba dia memberiku sebuah kotak sembari berkata “Sudikah Tuan Putri  menerimanya”

Setelah lelah berdansa kami duduk kembali merasakan tiap hembusan angin yang menerpa tubuh kami.

“Apa isi kotak ini?”

 

“Buka saja”

Aku pun membukanya. Dan aku hanya mampu tersenyum seketika melihat apa yang dia berikan padaku.

 

‘COKELAT!’

Bukan cokelat dengan harga yang lumayan mahal itu tapi ‘cokelat choki-choki’.

 

“Aku suka coklat ini , kamu suka juga ? Wahh terima kasih ya , “

 

“Ya aku juga suka coklat ini , coklat ini membawa perasaan cinta , “

Akh aku tidak tahu apa maksudnya , yg jelas aku suka coklat ini dan tidak perlu alasankan untuk menyukai sesuatu ? Aku segera membuka satu dan segera memasukannya ke mulutku .

Tiba-tiba dia memandangku .

“Aku ingin Tuan putri sepertimu .”

Aku diam beberapa saat .

“Benarkah ?”

 

“Ya . . . “

 

“Kalau begitu aku juga ingin pangeran sepertimu. “ candaku diiringi tawa .

Ah , aku rasa aku mulai menyukai Pangeran Kumbang ini .

 

“Hei Pangeran Kumbang , siapa namamu sebenarnya ? Dan bolehkah kumelihat wajah dibalik topengmu itu ? Sstt … mumpung tidak ada kakak kelas, “ kataku sambil berbisik penasaran saat itu .

 

“Kamu harus mencari tahu sendiri dan kalau kita bertemu nanti kamu harus mengenaliku karena aku pasti akan mengenalimu , setuju ? “

 

“Setuju! Tapi kalau nanti seandainya aku tak mengenalimu, beritahu aku ya Pangeran Kumbang? Tapi benar kamu tidak mau melihat wajah Putri Siput yang cantik ini?”candaku

 

Esoknya kami berdua mengantar daun yang telah kami rangkai menjadi sebuah gaun pada kakak kelas.

“Pangeran Kumbang tugas kita sudah selesai, sekarang Siput harus pulang dulu,”

 

“Ya dan Pangeran Kumbang pasti akan menemukan dan mengenali Putri Siput dibalik topeng itu,”

 

Ketika aku baru saja ingin beranjak pergi tiba-tiba ia menyentuh sebelah pipiku dengan jari telunjuknya dua kali dengan begitu lembut sambil berkata “Boleh aku minta satu senyumanmu?”

Aku pun tersenyum …

“Terima kasih. Senyummu sudah disimpan disini,”katanya sambil menunjuk dadanya.

Lalu kami tertawa bersama, tawa terakhir sebelum kami tak mengenal satu sama lain lagi.

 

 

 

 

 “Aku harap kau pergi jauh dan bawa senyummu itu karena aku tidak mau menyimpannya lagi”

 

Dia bukan Kyuhyun yang kukenal! Aku tidak percaya! Dunaiku gelap , rasanya untuk menahan beban tubuh ini pun aku tak mampu. Aku mimipikan? Benci? Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari bibirnya? Kata yang amat ingin aku bunuh dengan pisau cintaku , aku tak mampu . Dan yang kulihat kini hanya punggungnya yang pergi bersama cintanya, tinggalkan bencinya dalam diamku. Aku menangis?

 

Sesaat semua ingatanku akan dirinya pun lenyap bersama kebenciannya. Apakah daun-daun cinta itu pun membenciku ?

 

Perlahan dengan sedikit rasa yang kupunya aku melangkah menuju pohon cinta , aku mau menjadi ‘Siput keci’l seperti dulu . Aku ingin curhat dengan ‘Pangeran Kumbang’ , ‘Pangeran Kumbang’ aku rindu …

 

Tiba-tiba jantungku berdenyut nyeri. CUKUP ….CUKUPPP! ‘Daun-daun cinta’ ini semakin kabur menyatu dengan embun dimata ku . Akankah tetes Embun sang waktu jelaskan ini semua padaku ?

 

Sudah . . . sudah aku tak mampu lagi, aku tak peduli apa yang akan dikatakan dunia tentangku , tak peduli apa yang akan dikatakan ‘sehalai daun cinta’ tentangku .

 

Sebuah kesalahankah bila aku mencintai seseorang ? Tak peduli dia pun ‘cinta’ atau tidak , tapi salakah rasa ini ? ‘Cintaku’ menyakiti ‘cinta’ lain , rasaku terlalu sering sakiti rasa lain . Namun aku tak mungkin menghindar dari ‘rasa’ dan ‘cinta’ .

 

Tiap apa yang miliki rasa pasti membawa ‘cinta’ , itu kata-kata ‘Kumbang’ yang paling kuingat. Ya, karena rasa dan ‘cinta’ itu, aku mampu bernafas sampai detik ini, dengan itu kumaknai hidup sampai detik ini . Beritahu aku , bagaimana harusnya aku ?

 

Dengan ‘cinta’ ini aku akan baik-baik saja , ‘Cinta’ takkan merenggut senyum dari bibirku , aku kan selalu tersenyum . Bukankah ‘cinta’ itu ‘Anugerah’ maka akupun akan berusaha menjadi ‘Anugerah’ untuk orang-orang tercintaku .

 

 

 

 Desember 2012 .

Seoul , South Korea .

 

Dear Pangeran Kumbang…

 

Aku sakit! Tidak percaya bahwa semua ini terjadi padaku , kenapa harus aku ?

Andai aku memiliki pilihan lain yang lebih baik , aku takkan mau mempunyai penyakit Jantung ini , Pangeran . . .

 

Aku takut . . . amat takut , takut akan sesuatu terjadi padaku . Kenapa Tuhan lakukan ini padaku ? Bagaimana bisa aku jalani ini semua ? Aku memang benci dengan masalah-masalah dalam hidupku, tapi bukan berarti aku tidak mau hidup! Aku ingin terus hidup , aku ingin bahagiakan Ibu , buat Ayah bangga disana! Aku memang merindukan Ayah tapi aku masih ingin bersama Ibu …

 

Aku sayang Ibu , aku tahu betapa beratnya merawat aku seorang diri sejak kepergian Ayah 5 tahun yang lalu. Ayah bekerja sebagai pilot mengalami kecelakaan saat menerbangkan pesawat munuju Singapura . Sejak saat itu aku berjanji dalam hidup Ibu hanya akan da senyuman … senyuman dan senyuman … Namun sering kali aku tak mampu mewujudkannya .

 

Ibu , seribu senyumku takkan mampu gantikan satu tangis dalam hidupmu .

Namun satu senyummu adalah lebih dari cukup untuk gantikan seribu tangis dalam hidupku, maka tersenyumlah bunda, agar aku tidak menangis lagi…

 

Aku percaya… amat percaya, semua sayang padaku. Semua menyemangatiku tak pernah lelah, tak pernah bosan. Tapi tetap saja ada kalanya aku merasa amat bosan, rumah sakit adalah tempat yang paling membosankan dan selang infus ini? Akh tidak, sampai kapan?

 

Rasanya hidupku hanya tergantung dari selang infus ini, ‘Aku lelah’ entah sudah berapa kali aku mengatakannya… L-E-L-A-H

 

Pagi ini aku memohon pada dokter agar mengizinkanku rasakan segarnya udara luar walau hanya sesaat. Dan akhirnya… walau harus didampingi suster tak apala, tapi kursi roda ini. Ukh, aku memang sakit Jantung tapi bukan berarti aku tak bisa berjalankan? Kakiku cukup normal, malah sangat normal.

 

Dan Yeah, mau bagaimanapun sama saja selama masih berada di lingkungan rumah sakit, keluar dari kamar yang dilihat ya orang sakit juga. Tapi lumayan juga disini ada tamannya dan pohon itu mengingatkanku pada kumbang.

 

“Aku mau ke pohon itu,” ujarku pada suster yang mendorong kursi Rodaku.

 

“Kamu mau apa di sana Siput ?”

 

Aku kaget mendengar suara yang baru kudengar, rasanya tidak asing bagiku dan astaga, Kyuhyun? Entah sejak kapan dia ada dibelakangku menggantikan suster yang menjagaku.

 

Lalu Kyuhyun berjongkok dihadapanku, menyodorkan ‘choki-choki’ kesukaanku sambil menyentuh pipiku dengan jari telunjuknya dua kali, seraya berkata “Minta satu senyumnya dong, Putri Siputku.” Akh dia memang benar-benar Pangeran Kumbang-ku. “seluruh senyumku untukmu.” Bisikku.

 

Dia memelukku erat, aku pun memeluknya erat sambil marah-marah padanya karena dia tidak memberi tauhku sejak awal bahwa dia adalah Pangeran Kumbang.

“kalau dikasih tau jadi tidak seru.” Candanya padaku namun aku terus marah-marah padanya.

 

“SSsstt… “ desisnya memberi isyarat agar aku diam, dia meletakkan telunjuk kirinya di bibirku dan tangan kanannya mengambil sesuatu dari bahuku. “Kumbang yang tampan,” ujarnya. Ya, seekor kumbang menempel dibahuku.

 

“Jangan marah lagi Siput sayang… cantiknya jadi hilang.” Akh Kyuhyun, dia masih saja sempat bercanda padahal aku sudah terharu begini, sampai tak kurasa tetes-tetes Kristal cinta pun telah jatuh dari pelupuk mataku… kembali kupeluk dia.

 

Dear Pangeran Kumbang…

            Aku sudah menemukanmu! Pangeran Kumbang yang sebenarnya! Kenapa tidak bilang sejak awal? Aku selalu menulisimu tentang Kyuhyun, dan ternyata Kyuhyun adalah kamu Pangeran… Aku jadi merasa aneh, tapi aku tetap bahagia.

 

 

 

 

March 2013 .

Seoul , South Korea .

 

Sudah hampir 3bulan aku menghuni Rumah sakit, Kyuhyun selalu temani aku . Tapi sungguh 3bulan ini akan lebih berarati dari pada waktu hampir 3tahun yang kuhabiskan tanpa bisa dekat dengan Kyuhyun, sungguh 3bulan ini akan lebih memberi banyak kenangan indah tentang aku dan Kyuhyun .

 

Aku tahu tak ada banyak perubahan pada diriku, aku tetap sama tidur di ranjang rumah sakit, jalan dengan kursi roda, selang infus yang tak pernah lepas dari pergelangan tangan kananku membuatku sulit bergerak dan entah telah berapa banyak kantung infus kuhabiskan .

 

Entah kenapa aku merasa keadaanku makin parah saja, alat-alat yang tak kukenal yang mengekang tubuhku, kini makin banyak saja . ‘Ibu, bisakah kita pulang sekarang ?’ Aku lelah … sungguh lelah , kapan keadaan ini berakhir Tuhan ?

 

Dear Pangeran Kumbang . . .

 

Pangeran aku lelah . . .

Bila malam semakin larut dan mata ini perlahan kian terkatup . Jaga aku dengan do’a mu, agar esok pagi aku masih bisa membuka mata ini .

 

“Kyu, aku masih bingung bagaimana kamu bisa mengenali aku sebagai Siput ?”

 

“Wanita yang hampir setiap habis pulang sekolah betah duduk sendiri dibawah pohon cinta, kamu pikir siapa lagi ? Selain Siput

 

“Ternyata kamu memperhatikan aku ya ? Tapi aku tidak pernah lihat kamu Kyu ?”

 

Pangeran Kumbangkan bisa terbang, jadi mana mungkin kelihatan”

 

“Kyu, aku ingin kamu bernyanyi untukku”

 

“Aku baru akan menyanyi kalau kamu sudah sembuh nanti, makanya cepat sembuh ya dan kamu harus yakin kalau kamu memang pasti sembuh”

 

Menapa kamu selalu buat aku supaya bertahan untuk hidup, yakin untuk mampu selalu tersenyum . Aku tahu kemungkinan untukku sembuh amat kecil bahkan mungkin harapan itu tidak ada sama sekali, aku tahu karena aku yang merasakannya, jantungku tak akan mampu bertahan lama .

 

“Kyu, kalau . . . ini kalau . . . kalau aku tidak bisa sembuh juga dan ketika pada kenyataannya aku harus pergi, aku akan sangat sedih karena itu artinya aku tidak akan pernah bisa mendengarkan kamu bernyanyi untukku.”

 

“Kenapa kamu bilang begitu! Aku bilang kamu pasti sembuh! Ya harus sembuh! Kamu harus percaya sama aku seperti aku percaya sama kamu!”

 

“Kalau aku pergi nanti apa kamu sedih ? Apa kamu akn menangis untukku Kyu ? Apa . . .” Aku tak sanggup lagi melanjutkan kata-kataku, tangisku pecah . Kyuhyun memelukku. Tuhan nafasku ada ditanganMu, kalau detik ini ‘Engkau’ ingin mengambilnya aku tak mampu melakukan apa-apa, tapi kalau aku masih boleh meminta izinkan aku bersamanya ada banyak hal yang ingin kulakukan dengannya .

 

“Kyu, banyak hal yang sudah kamu lakuin untuk aku, tapi aku ? Aku tidak pernah bisa kasih apa-apa untukmu, aku cuma bisa bikin kamu susah.”

 

“Berikan satu seyummu saja untukku, itu adalah hal terindah yang kamu berikan padaku.” Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan memintaku memejamkan mata sesaat. Aku merasakan kalau dia melingkarkan sebuah kalung dileherku. Setelah itu kubuka mata ini, kulihat sebuah kalung perak cantik dengan buah berbentuk ‘Kumbang’ melingkar dileherku .

 

Siput, Kumbang kecil ini kuhadiahkan untukmu, untuk menjagamu. Anggaplah Kumbang ini seperti malaikat kecil yang akan selalu menemanimu, kamu harus selalu memakainya untukku,”

 

“Kenapa? Aku tidak perlu apapun lagi, bukankah kamu sudah ada disisiku dan selamanya akan selalu disisiku?” tanyaku tak mengerti ucapannya . Kyuhyun tidak menjawab dia hanya tersenyum kepadaku .

 

Satu hal yang entah Kyuhyun mengerti atau tidak, bahwa apapun yang terjadi takkan pernah ada sesalku. Karena aku adalah orang yang paling bahagia sedunia, bisa mengenalnya, miliki senyumnya .

 

Namun Aku adalah aku, aku tetaplah aku yang ada kalanya ‘detik itu’ terngiang penuhi kepalaku. Detik dimana aku harus tinggalkan semua ‘cinta dan senyumku’, bagaimana pun tak bisa kusangkal ada kepedihan di hati ini.

 

Betapa banyak orang yang akan menangis jika aku pergi?Aku takkan pernah tauh dengan pasti sebelum aku benar-benar pergi? , tetapi aku belum mau pergi ‘Tuhan’ . Biarkan aku lebih lama disini . . . .

 

Dan ada kalanya aku berdo’a pada Tuhan, seandainya Tuhan beri aku satu kesempatan untuk jalani hari lebih panjang, aku janji aku akan jadi anak yang rajin, akan menuruti semua kata Ibu, aku tidak akan berbohong lagi, tidak akan bolos lagi, tidak akan telat berangkat sekolah lagi, tidak akan mengeluh lagi masalah Bus panjang yang jalannya kayak siput di gurun batu itu, aku tidak akan banyak makan ‘cokelat’ lagi… aku…

 

Akh apa mungkin? Kutatap wajah Kyuhyun, lelaki yang sangat aku cintai, lelaki yang buat senyumku miliki  makna, lelaki yang kuharap ‘Tuhan ciptakan untukku’, kusentuh wajahnya yang sedang tertidur pulas dengan senyum tersungging dibibirnya, kepalanya tergolek di ranjangku dan tubuhnya tetap dengan posisi duduk dikursi tepat di sebelah ranjangku karena lelahnya menjagaku, tanganya menggenggam tanganku. Apa kamu sedang mimpikan aku sekarang? Tanya hatiku. Satu-satunya alasanku untuk tak menangis sampai detik ini adalah kamu , Kyuhyun~ah .

 

Tiba-tiba jantungku kembali terasa perih, nyeri, namun kurasa ini lebih perih, mungkin ini waktunya, detik ini. Aku tak kuat lagi, aku berteriak… Tuhan inikah saatnya aku pergi ?

 

 

 

May 2013 .

Seoul , South Korea .

 

Kembali kubuka mata ini, yang terasa begitu berat. Namun tak ada beban sama sekali, rasanya sama seperti ketika aku bangun dari tidur di pagi-pagi biasanya dan bersiap untuk berangkat sekolah. Aku melihat Ibu disampingku, sahabatku -Hyunmi dan Seoyeon- , Sungmin oppa -kekasih Hyunmi- , tapi ada yang kurang! Kyuhyun! Dia tak ada, dimana dia? Tak mungkin dia tak berada disisiku.

 

Dan dimana alat-alat yang mengekang diriku? Semuanya sudah dilepas? Apa karena aku sudah tak terselamatkan lagi? Tidak! Aku tak merasakan  sakit seperti kemarin-kemarin, kusentuh dada ini, tuk rasakan jantungku… jantungku baik-baik saja kurasakan.

 

Kalau aku akan segera pergi, kenapa mereka tak menagis, kenapa Ibu diam saja, tidak tersenyum juga .Tiba-tiba Ibu memelukku, ‘Ibu menangislah, tak apa aku pun ingin menangis dipelukanmu’ bisik hatiku.

 

“Kamu kembali sehat, sayang…” ucap Ibu sambil memelukku, aku tidak salah dengarkan? Sehat? Bahagia sekali mendengarnya. Tuhan kabulkan do’a ku, tapi kenapa aku tak mampu tersenyum? Tetap ada satu rasa perih menggelayut dihatiku. Lalu Sungmin oppa mendekatiku, memelukku sambil mengatakan sesuatu. Ya, kata-kata yang tak pernah kusangka seketika’kan hancurkan semua senyum yang aku punya’

 

“Kyuhyun yang selamatkan kamu, dia yang gantikan detak jantungmu. Nafasnya ada didirimu kini.” Aku ingin meronta seketika, menangis sekencang-kencangnya, berteriak, namun kenapa aku tak sanggup melakukannya, aku tidak juga melakukannya.

 

Diam itulah yang kulakukan, bahkan tuk teteskan ‘embun-embun’ dari pelupuk mata pun aku tak sanggup, seberapa pedih hati ini? Aku mau mati!Batinku berteriak sejadi-jadinya. Tiba-tiba wajah Kyuhyun, senyum Kyuhyun… memenuhi isi kepalaku. Nafasku sesak, jantungku tak mampu lagi kurasakan detaknya.

 

Sungmin oppa terus memelukku makin erat, mungkin dia menyangka aku akan meronta, bagaimana bisa? Jiwaku tak lagi diragaku, sedihkah aku? Marahkah aku? Bencikah aku? Rasaku tlah hilang bersama perginya Kyuhyun .

 

Aku Mati! Ingin Mati! Sampai kini pun tak kumengerti sedalam apa cintamu padaku Kyuhyun? Kenapa lagi-lagi kau lakukan sesuatu sendiri, tak bilang-bilang padaku? Kenapa? Aku tak mau ini semua, tidak! Kalau kehidupanku harus dengan kepergianmu, aku tidak akan pernah rela, tidak akan pernah. Dan lagi-lagi aku harus menyerah, kalah. Aku kehabisan kata-kata, kamu menang Kyuhyun, cintamu lebih besar dari benciku! Aku akan jadi apa yang kamu mau!

 

Sungmin oppa melepaskan pelukannya, setelah aku kelihatan sedikit tenang . Cho Ahra -kakak Kyuhyun- memberikan sesuatu kepadaku, sebuah surat bewarna merah jambu. Surat ini ditulis sesaat sebelum dia masuk ruang operasi. Itu berarti sudah lebih dari sebulan aku tertidur setelah operasi .

 

 

Dear Putri Siput ku yang cantik . . .

 

Ketika kau buka surat ini, aku yakin kau pasti sudah dalam keadaan sehat .

Aku tahu rasa amat pedih menyayat relung hatimu. Namun hatiku lebih pedih kala melihatmu terbaring, tersiksa karena sakitmu.

 

Yoon Hyo-ya, yang kulakukan tak akan pernah kusesali. Namun aku akan amat menyesal bila setelah ini kamu tak mau tersenyum lagi… Jadi tetaplah tersenyum. Tak ada yang lebih membahagiakanku selain orang yang kucinta bahagia.

 

Tak masalah aku ada disini atau tidak. Yakinlah aku ada dalam dirimu, menemanimu setiap waktu. Aku yakin kamu tak menangis sama sekali. Karena kau gadis yang tegar.

 

Berjanjilah untuk jangan pernah menangis lagi. Aku akan terus hidup karena tiap detak jantungmu adalah hidupku. Karena nafasmu adalah nafasku. Pedih ini takkan lama.

 

Untuk sekali ini lagi kumohon percayalah padaku. Takkan ada yang tak mampu dilalui… Juga untuk jalani langkah yang panjang ini, dan jangan pernah berpikir untuk berhenti tersenyum. Atau kamu kehabisan senyum?

 

Kalau begitu aku berikan satu senyum untuk hidupmu, kalau nanti kau tak mampu lagi tersenyum ingat saja senyumku, maka kau pasti kembali mampu tersenyum. Tersenyumlah bidadariku…

 

Maaf adalah kata yang amat kumohon kau menerimanya. Aku tak dapat menjagamu selalu, menggenggem tanganmu selalu.

 

Namun percayalah, aku akan selalu disisimu. Satu lagi jangan sampai terlewat… kumohon, jangan pernah menyesal karena mencintaiku.

 

With Love,

Cho Kyuhyun

 

Kenapa begini? Ini bukan akhir yang kuinginkan. Kutatatp suasana di luar melalui jendela-jendela kamar rumah sakit yang makin gelap ditutup kabut. Hujan turun begitu deras, sangat deras.

 

Aku memang tak menagis sama sekali namun hatiku menangis, setelah kubaca kata demi kata surat dari Kyuhyun, amat pedih. Di dalam amplop merah jambu ini ternyata terselip selembar foto, aku terpaku memandangi foto itu.

 

Foto seorang gadis tersenyum dengan wajah ditutupi topeng, berdiri memandang ‘pohon cinta’ dengan gaun seribu ‘daun cinta’! Itu fotoku, kapan ia mengambil fotoku? Kenapa aku tak menyadari saat aku mengenakan baju dari daun yang telah kami rangkai, Kyuhyun memotretku. Dan dibalik foto itu tertulis sebuah kalimat.

 

Senyum yang takkan pernah berlari dari ingatanku…

 

 

20 may 2013 …

 

Hari ini aku sudah diperbolehkan pulang. Aku menuju makam Kyuhyun, meletakkan sehelai ‘daun cinta’ yang telah kering yang pernah dia berikan padaku diatas pusarannya. Aku tak ingin pergi tinggalkan dia sendiri, tapi perlahan Ibu dan orang tua Kyuhyun membibingku untuk pulang.

 

Aku harus kuat, seperti kedua orang tua Kyuhyun yang begitu tegar melepas Kyuhyun. Tak ada kebencian sama sekali dimata mereka ketika menatapku .

 

Dear Pangeran Kumbang …

 

Apakah kau bahagia berada disisi-Nya? Apakah kau tersenyum melihatku disana?  Apakah kau tak merindukan ku disini? Mengapa kau pergi begitu cepat?

 

 Bukankah kau berjanji kalau aku sudah sehat kau akan berenyanyi untukku? Mengapa setelah aku sehat kau tak menepati janjimu? Mengapa? Apa karna kau tak mencintaiku? Salahkan aku masih berharap kepadamu… Pangeran ?

 

Mengapa kau begitu bertindak egois? Mengapa kau hanya memikirkan keselamatanku tanpa tauh aku pun membutuhkan mu disini? Mengisi kekosongan hati ini ? Mengapa kau begitu bodoh hingga menabrakan dirimu sendiri ? Mengapa ?!

 

Bisakah kau menjawab pertanyaanku Pangeran ? Bisakah?…

 

 

 

Waktu tak pernah mau menunggu, ia selalu melangkah dengan hari, jam , menit, dan detik yang sama. Waktu juga lalui cerita ‘cintaku’ dengan Kyuhyun, kenang-kenanganku akan dia. Seiring itu pula, kini aku mulai mampu menjalani hari-hariku dengan normal dan itu tak lepas karena sebuah senyum dari ‘cintaku’.

 

Pagi ini aku bersiap untuk kembali berangkat kesekolah. Kuhidukan handphoneku yang sudah begitu lama tak kusentuh. Tiba-tiba aku melihat beberapa baris kata di pesan tersimpan.

 

Pagi Yoon Hyo-ya….

 

Saat mentari mnyibak tiraimu kamarmu, sapalah dia dengan senyumanmu. Temui pagi… Jangan biarkan ini menanti lama, hingga siang pun mengalahkannya.

 

Kurasakan dalam-dalam udara pagi ini, aku berjalan keluar gang untuk berangkat kesekolah, entah mengapa aku mampu rasakan udara pagi hari ini, rasanya nikmat sekali, nafas ini pun terasa begitu nikmat, rasanya berbeda. Aku lebih bisa hargai hidup, lebih bisa hargai setiap apa yang kulihat, dengar, dan aku rasakan setiap harinya… setiap detiknya.

 

Aku memasuki gerbang sekolah, tiba-tiba hujan turun. Aku berdiri ditiang pertama sebelum masuk koridor pertama sekolahku. Kupandangi langit yang tetap cerah tidak mendung sama sekali meski hujan turun dengan derasnya, kuulurkan kedua tanganku hingga dapat rasakan hujan pagi ini. Kupejamkan mata ini.

 

Dulu aku ingin sekali merasakan hujan berdua dengan Kyuhyun, tapi ternyata sekarang aku… kata-kataku terehenti, kupalingkan wajah kearah samping, kalau saja Kyuhyun ada disampingku saat ini, rasakan hujan berdua. Aku tersenyum, Kyuhyun memang ada disampingku kini, tersenyum padaku sambil merentangkan kedua tangannya, kami merasakan hujan ‘berdua’.

 

Aku memasuki kelas, mataku langsung tertuju pada bangku milik Kyuhyun. Akh entah kapan terakhir kali melihatmu duduk disana. Aku melihat Hyunmi sudah duduk di bangkunya dan tersenyum melihat kedatanganku, aku pun langsung menuju bangku milikku tepat disebelah Hyunmi.

 

“Ukh… aku rindu duduk dibangku ini.” Ujarku pada Hyunmi sembari memasukan tasku kedalam laci meja, tapi aku merasa ada sesuatu yang mengganjal didalam laci meja, kutundukan sedikit kepalaku untuk melihat apa yang terdapat di laci mejaku. Setangkai mawar putih dan sebuah kartu bewarna merah jambu.

 

Akhirnya putriku yang manis telah kembali dan pagi ini dia sungguh terlihat lebih manis…

 

 

 

 

Senja ini aku berjalan memandang tiap sudut sekolah, memotret dalam ingatanku setiap tempat yang mengingatkanku pada Kyuhyun, bangku miliknya, kantin, lapangan sepak bola, dan ‘pohon cinta’. Akh semua sudut sekolah ini sungguh mengingatkanku padamu.

 

Tiba-tiba aku merindukan duduk dibawah ‘pohon cinta’, aku berlari menuju ‘pohon cinta’, kupandangi tiap ranting dan daun-daunnya yang berguguran diterpa angin, begitu Indah walau senja ini amat muram.

 

Kyuhyun, ini tempat pertama kali kita bertemu, tempat terindah kita, kau ada bersama akukan ‘Pangeran Kumbang?’ Aku rasakan tiap detak jantung ini, detak jantungmu yang buatku bernafas sampai detik ini, dengan izin Tuhan tentunya. Kamu bisa lihat dari sana? Aku percaya kau melihatku, karena kau ada disini. Selalu bersamaku.

 

 

*THE END*

 

Annyeong , Gomawo buat yang udah baca FF gajeku ? apakah chingudeul nangis baca FF ku ? Aku rasa tidak! Bahkan aku yang menulisnya pun tidak menangis , ekekekek~

Aku gagal yah buat FF sad Romance? *aku rasa begitu T.T

RCL yah bagi yang suka atau pun yang cuman lewat terus nemu nih FF , gamsahamnida buat admin yang undah publisin J

Doain aku menang yah , hehehe J sekali lagi gomawo yang udah mau baca FF ku *bow bareng bias …

\

32 thoughts on “FF LOMBA “You Are Miracle” [OneShoot] – FREELANCE

  1. DAEBAK!
    Aku smpe nangis ngga ketolongan pas baca ini TT___TT kata2-nya aku suka bgt! maknanya dalam bgt, chingu. smpe speechless, ngga tahu mau bilang apalg. feel-nya dpt bgt! amazing job! semoga menang ya😀

  2. Well ff nya sedih!
    Walau msh byk typo #ditimpuk
    dan ada kata2 dan tanda baca yg kurang pas
    di awal aku rada2 kurang mengerti…pohon cinta…pangeran kumbang….putri siput….daun cinta…..dan curahan hatinya yg ternyata.. layaknya menulis diatas sebuah diary! Nyadar2 pas dia dirumah sakit dan kyuhyun mulai ada disana. Yg bikin sedih..ya seperti biasa ‘surat wasiat’, itu benar2 membuatku sedih. Tp msh nyesek ff kamu saeng icha elfsparkyu chokyuhyun wkwk #ditabok
    disini menguras 2 tetes air mata #gubrak
    aku gk bisa ksh LIKE disini
    jd tolong di like in yah haha
    gumawo
    ff nya daebak!!!

  3. Waaaahh… Feelnya dapat banget Thor!! T_T andai saja aku tidak lagi di sekolah pas udah banjir air mata nih. T_T…

    Moga-moga menang ya??😀
    Tapi, mungkin judulnya lebih cocoknya “Leave of Love” ya??? #abaikan…
    Speechless deh bikinnya..🙂

  4. annyeong, 😀
    Emmm. . . awal aq bca ff ni, aq gk ngrti sama sekali apa maksud na. Tpi mulai kebwah aq dah ngrti, 😄
    crita na sih bgus, hanya saja pngguna’n kata sma penulisan EYD na kurang, jdi gmnaaa gtu bca na, gak sregg(?) jha, yg aq rasain sih feel na gk dapet,
    Biasa na kan mreka selalu brtengkar, dan sfat mreka sama” keras kepala, tpi di sni krakter mreka jauh dri semua itu, aq bner” gk dpt kraktrer mreka, jdi kyk bukan mreka.
    Dah sgtu ajha,
    Mian kpanjangan,
    Hehehe,😀

    Semoga menang ff na,😀

  5. awalnya aku g ngerti dengan alur cerita in,bingung itu kesan pertama..setelah terus kubaca hingga habis,rasanya nyesek dan bisa membayangkan gmn seandainya aku yg ad di posisi yeon hyo saat it,wlpun bisa kembali sehat tp ternyata harus membayar dengan kehilangan seseorang yg sngt berarti dalam hdup kta huhuhuhuu#ngmng ap in…masih ad bbrpa typo,tp daebak..

  6. akku mau jujur ajja yya,
    aku udaa pernah baca cerita ini sebelumnya, bukan niat ngebash atau apapun itu.

    Akku pernah baca cerita ini sebelumny di novel yg kurang lebih 120/130 halaman, dan cerita ny masih d Indonesia,
    seorang cewek sma biasa, yg d tolong sama pangeran kumbang ny sewaktu MOS,
    dya mempunyai penyakit jantung, sama persis, dan si pangeran kumbang nyanyiin lagu buat putri siput, Ungu-Tercipta Untukku.
    sama persis,.

    bukan niat akku mau ngebash, hnya mluruskan
    Kalo ada slah akku minta maaf.
    #Bow

  7. Awal ny aq krang faham tp stlah aq pahami aq bru mngrti alur crita nya,
    aq suka bgt ide crita ny mskipun sad ending tp ga gantung, hehe

  8. Sumpah ini ff paling menakjubkan yg pernah aku baca #Daebakk
    ini jga prtama kalinya aku nangis baca ff. pokoknya daebakk bgt deh chingu!! ^-^
    chingu punya potensi jadi penulis novel!!
    serasa aku yg ngalamin kisah ini, jadi makin cinta sama Kyu❤
    pokoknya keren! chingu udah berhasil bikin aku nangis T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s