FF “Complicated” (PART 6) / Siblings

 

Tittle                                     : Complicated Part 6 – Siblings

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Yeon Hyo, Kyuhyun, Rae Hee, Heechul, Yoon Ye Ra, Lee Siwon

 

As Tagged                           : Lee Donghae, Victoria, Cha Seung Won, Choi Minho, Jung Hyun Jin, Lee Eu Hyun, Hangeng

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Kyuhyun milik Yeon Hyo. Heechul  milik Rae Hee. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright*

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

 

Summary                             :
Rae Hee menepis pergelangan tangan Zhou Mi yang sudah menodongkan pistol ke arah Yeon Hyo yang meringkuk ketakutan. Raut Zhou Mi menegang menatap tajam Yeon Hyo meski sekarang pistol sudah terlempar jauh darinya.

 

Happy Reading ^^

================================

 

18 Tahun yang lalu

 

Karuizawa, Japan.

 

Sepasang kekasih yang sedang dilanda cinta, duduk saling membelakangi dengan punggung menempel dibawah suburnya pohon sakura. Beberapa bunga berjatuhan diterbangkan angin yang bertiup di bulan April. Kedua pasang mata mereka terpejam, merasakan kedamaian yang selalu ada ketika mereka bersama.

 

“Reika-chan..,” panggil sang pria pada kekasihnya. Gadis yang dipanggil Reika itu hanya bergumam, tetap memejamkan matanya.

 

“Aku ingin bicara.”

Reika membuka matanya, kini duduk berhadapan dengan sang pria, “Apa yang ingin kau katakan, niichan? (oppa?)

 

Pria itu menatap dalam mata Reika, menguncinya dengan pendaran cinta yang ia keluarkan. Degup jantung keduanya terdengar berirama, saling berkolaborasi membentuk nada indah karena rasa gugup yang tiba-tiba menyerang mereka

 

“Reika-chan..,” sang pria membuka mulut. Memilah dan memilih kata yang tepat untuk diucapkan. Ia menelan ludah dan menghembuskan napas perlahan, kemudian..

 

Would you marry me?

 

Empat kata meluncur bebas dari mulut Yeson. Tegas, lugas, dan berperasaan. Tatapan tulus bersama kata-kata indah yang terucap, membuat Reika menganggukan kepalanya mantap.

 

Sedetik kemudian, Yeson mengalungkan sebuah cincin emas putih bertuliskan ‘Reika Kim’ dileher sang gadis yang jenjang. Reika tersenyum senang. Bahagia melanda keduanya.

 

****

 

Tepat dua minggu aksi pelamaran yang dilakukan Yeson untuk Reika, mereka kini resmi menjadi sepasang suami-istri.

 

Seharusnya hari ini hanyalah ada rasa bahagia yang tercipta, tapi tidak untuk Reika. Gadis itu sedikit sedih dan bingung melihat kakak kandungnya, Kenichi Matsuyama, menghumbar senyum dengan tatapan mata ‘sakit’.

 

“Ken-ani (oppa kandung), ada apa?” tanya Reika yang menghampiri Kenichi di balkon rumah mereka

“Apanya?” Ken balik bertanya.

 

“Kau tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dariku, ani. Katakan.”

 

Kenichi menghela napas pasrah, dia tahu kalau Reika benar, Ken tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari adiknya.

 

“Kau masih ingat saat aku mengatakan akan mengenalkanmu pada kekasihku?” Ken memulai.
“Gadis Korea itu? Yang studi di Amerika?”

 

“Ya..”

 

“Lalu?” kejar Reika.

 

Jeda yang tidak enak dan sungguh membuat tidak nyaman, menyelip diantara keduanya. Yeson melihat kakak-beradik itu terlihat serius, membuat dirinya sungkan untuk menghampiri keduanya.

 

“Dia sudah menikah. 5 tahun lalu. Dijodohkan orang tuanya dengan putra pengusaha traktor dan elektronik terkemuka Seoul. Dia sempat melarikan diri, namun tertangkap. Tak ada yang bisa kulakukan.” Setitik bulir bening keluar dari sudut mata Ken. Perih.

 

“Darimana kau tahu semua itu, ani?”

 

“Semalam aku berhasil mendapatkan alamat e-mailnya. Aku berniat mengundangnya ke pesta pernikahanmu dan mengiriminya pesan. Dia mengatakan semuanya, Reika-chan.. Seandainya aku tahu kejadiannya akan seperti ini, aku akan melamarnya sebelum ia pergi dulu.”

 

Reika memeluk Ken erat, membuat Ken semakin menangis. Hanya dari pelukan Reika, Ken tahu kalau sang adik mengatakan ‘jangan bersedih lagi, ada aku disampingmu’, walau kata itu tak terucap.

 

****

 

Satu bulan kemudian

 

Kyu Karuizawa Hotel, Kusatsu-matchi, Japan.

 

Reika berjalan sepanjang koridor, membawa dua botol red wine diatas nampan. Reika bekerja menjadi waitress di hotel tersebut.

 

1355

 

tok.tok.tok

 

“Siapa?” sahut orang dari dalam kamar.
“Pelayan restauran mengantarkan red wine pesanan Anda, Tuan.”

 

Tak ada jawaban. Namun pintu itu kemudian terbuka, mempersilakan Reika untuk masuk. Gadis meletakkan nampan itu diatas meja dan terlonjak kaget saat pemilik kamar memeluknya dari belakang.

 

“Tuan,” ujar Reika pelan sambil mencoba ‘menolak’ pria itu secara halus.
“Temani aku minum, atau nama hotel ini akan tercemar.”

 

Saat itu Reika hanya bisa pasrah, ia menyesal karena tidak menuruti perkataan Yeson pasca mereka menikah bulan lalu. Yeson meminta agar Reika berhenti bekerja. Dan sekarang, ia tahu maksud Yeson mengatakan itu.

 

Satu botol wine habis. Reika sudah pening dan hampir hilang kesadaran. Sementara, pria dihadapannya masih meracau tidak jelas. Ucapan-ucapan yang lebih terdengar seperti curhatan terus meluncur dari mulut pria itu. Sedangkan Reika, hanya merespon dengan diam dan sesekali bergumam.

 

“Tuan Lee, saya sudah cukup.” Reika menolak gelas berisi wine yang disodorkan Lee Nam Gil.

 

Lee Nam Gil tak menggubris, tetap disodorkannya gelas itu, memaksa Reika mengambilnya. Gadis itu mengalah, ia hanya mengambil gelas itu dari tangan Nam Gil dan meletakkannya diatas meja.

 

“Sudah 5 tahun kami menikah dan aku sama sekali tidak mencintainya. Anak kami Lee Siwon- ah tidak! Dia bukan anakku. Wanita itu penipu. Sebelum menikah denganku, dia sudah mengandung, entah dari laki-laki mana. Yang jelas aku tahu kalau Siwon itu bukan anakku, tapi lama kelamaan aku jadi menyayanginya.” Nam Gil sudah berbicara melantur tak jelas.

 

Laki-laki itu menghampiri Reika dan meminumkan gadis itu wine-nya, sedikit memaksa sehingga gadis itu tersedak. Nam Gil berkata lirih tepat ditelinga Reika.

 

“Temani aku malam ini, Reika-ya.. Saranghae…”

 

Reika tahu arti kata ‘saranghae’ yang diucapkan Nam Gil, karena suami Reika yang merupakan orang Korea, selalu mengatakan hal itu padanya. Reika menolak, namun sesaat kemudian, gadis itu kehilangan kesadaran.

 

=======================================

 

Dua hari kemudian

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin

 

“Pelacur itu bahkan belum sadar sampai sekarang!”
“Dia bukan pelacur sepertimu, Tae Hee-ssi!”

 

“Apa kau bilang? Aku? Aku pelacur?”

 

~PLAK

 

Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi Lee Nam Gil, pria itu menggeram marah. Ia mencengkran bahu Tae Hee kencang, menesis pelan di depan wajah sang istri yang menatap ketakutan.

 

“Siwon itu bukan anakku. Jangan kau kira aku tidak tahu, Kim Tae Hee! Kau sudah mengandung anak itu sebelum menikah denganku. Jika kau mau aku menganggap Siwon sebagai anakku dan menyembunyikan hal ini dari keluarga kita, kau harus mengikuti apa yang aku inginkan dan perbuat!”

 

Lee Nam Gil menghempaskan istrinya cukup kencang ke atas bed dan menutup pintu kamar mereka dengan kencang.

 

Kim Tae Hee menangis, ia memang tidak mencintai Nam Gil, tapi mengetahui ada wanita lain di dalam rumah tangga mereka, membuat wanita itu merasa terhina.

 

Eomma?”

 

Tae Hee buru-buru menyeka air matanya ketika melihat putranya yang berusia 5 tahun berdiri di ambang pintu.

 

“Siwon-ah.. kemari, sayang. Ada apa?”

 

Siwon duduk di pangkuan ibunya, melihat berkas air yang masih ada di kedua pipi Tae Hee, “Eomma jangan menangis. Bidadari tidak boleh menangis,”

 

Tae Hee tersenyum, “Eomma hanya lelah, sayang..”

 

Siwon mengangguk mengerti, ia lalu bertanya.. “Eomma, siapa wanita yang sedang berciuman dengan  appa?”

 

Tae Hee terdiam. Seperti disambar petir mengetahui putranya melihat sebuah adegan yang tidak pantas dilihat.

 

“Dia, wanita yang telah menyakiti eomma sayang. Membuat eomma menangis seperti ini,” gumam Tae Hee pelan, namun cukup didengar oleh Siwon.

 

****

 

13 Bulan Kemudian

 

Yeson sampai di depan rumah besar bercat putih. Matanya menyusuri pagar tinggi yang memenjarakan rumah tersebut. Setelah berbulan-bulan ia mencari keberadaan Reika, akhirnya ia menemukan alamat yang mengatakan kalau Reika berada didalam rumah ini. Rumah milik Lee Nam Gil, pengusaha tersohor Seoul.

 

“Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya security  dengan nada yang sedkit jutek.
“Apa Tuan Lee Nam Gil ada?”

 

“Anda siapa? Apa sudah membuat janji?”
“Saya Kim Yesung. Dan belum, saya belum membuat janji.”

 

“Ah, mianhamnida Tuan Yesung. Tuan Lee sedang pergi ke Beijing. Dan jika Anda belum membuat janji, Anda tidak bisa bertemu dengannya.”

 

Arrachi (Saya mengerti). Hem.. Tuan, apa saya boleh bertanya?” tanya Yeson ragu

Ye?”

 

“Apa Reika-ssi, ada?”

 

Wajah security itu menegang. Ia terkejut karena ada yang tahu tentang ‘simpanan’ Tuan-nya. Seharusnya, tidak ada yang tahu tentang semua ini.

 

“Anda siapa? Tidak ada yang bernama Reika disini. Sebaiknya Anda pergi.” security itu mengusir Yeson, menutup pagar dan berbalik menjauh

 

“Tunggu, Tuan. Saya datang karena kakak-nya menitipkan ini.” Yeson menyodorkan sebuah amplop putih berisi surat untuk Reika. Ia sudah mempertimbangkan akan terjadi hal seperti ini.

 

Security itu berbalik, dan sedikit ragu. “Percayalah. Anda bisa mengatakan bahwa surat ini dari Yeson Kim dan Kenichi Matsuyama.”

 

Mendengar nama belakang Reika disebut, security itu akhirnya memutuskan untuk mengambil surat dari tangan Yeson dan menyuruh pria itu pergi.

 

****

 

Yeson sudah 25 menit menunggu Reika di pinggir sungai Han ini. Ia mendadak sangsi kalau security tersebut benar-benar menyampaikan suratnya untuk sang Istri. Yeson menyerah, ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu sebelum akhirnya.

 

“Yeson niichan!”

 

Yeson menoleh. Ia sangat merindukan suara itu. Merindukan senyuman gadis yang dicintainya. Senyuman yang diberikan Reika selalu menggetarkan jiwanya. Ia sama sekali tidak bisa bergerak, tubuhnya terlalu kaku ketika akhirnya ia bertemu lagi dengan sang istri yang sangat ia cintai dan rindukan.

 

~BRUK!

 

Satu detik.

 

Dua detik.

 

Tiga detik.

 

Yeson bergeming. Air mata mengalir deras dari pelupuk matanya. Ia mendapati kekuatan yang sebelumnya hilang karena menyaksikan truk besar menghantam tubuh Reika dan melemparkan tubuh itu jauh dari sebelumnya. Di seberang jalan sana, disaat istrinya hendak menyebrang untuk menghampiri Yeson.

 

Yeson berlari sekuat tenaga, ia sendiri hampir tertabrak oleh kendaraan yang melintas. Ia tidak peduli. Pikirannya hanya tertuju pada satu titik. Reika yang tergeletak dengan darah yang berceceran dijalanan.

 

“Reika-chan..”

 

“Yeson niichan.” Reika membuka matanya, napasnya terputus-putus.

 

“Jangan bicara, aku akan segera menyelamatkanmu. Tolong. Tolong telepon ambulans,” pinta Yeson frustasi pada orang-orang yang menonton mereka. Salah satu dari mereka tergerak untuk menerima permintaan tolong Yeson.

 

“Dengarkan aku, niichan. Waktuku tak banyak,” ucap Reika dengan gemetar.

 

“Jangan bicara sembarangan. Aku mau kau bertahan. Cepatlah!!” Yeson membentak orang yang sedang menelepon ambulans.

 

“Tolong, kumohon dengarkan aku,” pinta Reika lirih, akhirnya dengan terpaksa Yeson mengangguk dan mendengarkan Reika.

 

“Maafkan aku karena tidak menghubungimu. Sejujurnya aku TIDAK BISA menghubungi siapapun. Lee Nam Gil membatasi akses-ku. Yeson niichan, ada satu hal yang harus kau ketahui.” Reika mengambil napas dalam, terlihat begitu sakit.

 

“Anak kita, anakmu sudah lahir. Lee Nam Gil mengira itu adalah anaknya, kenyataannya bukan. Donghae, dia adalah anakmu, putra kita. Jaga dia, niichan. Kim Tae Hee begitu membenci anak itu. Donghae selalu dilindungi oleh Nam Gil, sehingga Tae Hee tidak bisa berbuat banyak. Tapi aku takut kalau akhirnya Tae Hee nekat terhadap Donghae. Aku… Aku tidak bisa menjaganya lagi.”

 

Mata Reika terpejam, napasnya melemah dan tubuhnya sudah mulai dingin, Yeson menjerit histeris..

 

Dalam sisa-sisa napasnya, Reika berucap.. “Yesung oppaSaranghae..”

 

Sedetik kemudian, hanya ada jeritan frustasi yang keluar dari mulut Yeson, membuat siapapun yang mendengarnya bergidik dan juga menumpahkan air mata. Teriakan yang begitu menyayat bersama bunyi sirine ambulans yang terlambat datang.

 

=========================================

 

Hacker Night Club, Seoul

 

“Nam Gil bajingan. Brengsek. Dia membuatku kehilangan Reika untuk selamanya.” Yeson menenggak botol bir yang  kelima sambil meracau sendiri di nightclub yang bising ini.

 

“Aku akan membalasmu! lihat saja apa yang akan aku lakukan. Hahahaha. Hey Reika sayang, kau setuju?” Yeson meminta sebotol lagi kepada waitress yang berada tak jauh didepannya, “ya, sayang.. Aku tahu kau setuju.” Lalu matanya terpejam.

 

*****

 

Apgujeong, Seoul.

 

“Yeon Hyo-ya.. ambil air dingin di kulkas sayang,” teriak Yoon Ye Ra kepada putrinya yang berusia 5 tahun.

 

Tak lama kemudian, gadis berambut panjang yang mengenakan pita ungu di rambutnya datang membawa sebaskom air dingin dan memberikannya kepada sang eomma. Ye Ra mengucapkan terima kasih kepada putrinya itu yang tersenyum manis. Lantas, Yeon Hyo memperhatikan sang ibu yang mengompres Yeson.

 

Appa kenapa eomma? Apa dia sakit?”

 

Ne, chagi. Neo appa appo. Ia kelelahan. Kau tidak boleh mengganggunya ya? Sekarang pergilah kekamarmu dan tidur. Ingat! Jangan berisik, nanti appa  tambah sakit.”

 

Arraseo, eomma. Ehmm.. eomma, apa aku boleh mencium kening appa?” pinta Yeon Hyo polos, sang eomma mengangguk.

 

Yeon Hyo mencium kening Yeson, dan mengucapkan “Selamat malam appa, semoga kau sudah sehat besok,”

 

Ye Ra melihat Yeon Hyo yang sudah berjingkat pelan kearah kamarnya, benar-benar tidak ingin membuat keributan. Setelah memastikan kalau Yeon Hyo sudah masuk kamarnya, ia menatap Yeson..

 

“Yesung-ah.. kenapa kau seperti ini?”

 

Yoon Ye Ra adalah mantan kekasih Yeson sewaktu di SMA dulu. Pertemuan tak sengaja terjadi dua tahun yang lalu, ketika Yeson menginjakkan kakinya kembali di negara kelahirannya karena mencari Reika. Waktu itu Yeson babak belur karena berhasil dirampok. Saat Yeson terhuyung, seseorang memeganginya. Yeson dan Ye Ra sama-sama terkejut, karena ternyata, mereka bertemu kembali.

 

=======================================

 

Waktu sekarang

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan.

 

Yeon Hyo menatap pria dihadapannya. Ia sungguh tidak menyangka akan bertemu sang Ayah di tempat ini. Entah apa yang ada di pikiran Yeon Hyo saat mengetahui bahwa sang BOS yang disebut-sebut adalah Kim Yesung, ayahnya yang SEHARUSNYA sudah meninggal.

 

“Bagaimana… bagaimana bisa?” Yeon Hyo bertanya dengan pandangan kosong.

 

Yesung menyuruh Rae Hee melepaskan ikatan yang menempel erat di tubuh Yeon Hyo. Dalam sekejap Yeon Hyo sudah berdiri dihadapan Yesung, dengan air mata mengalir. Air mata campuran antara shock, harapan, kebahagiaan, dan sakit hati.

 

Bagaimana tidak? Sang ayah yang ia tahu meninggal saat kecelakaan bersama ibunya ternyata ada dihadapannya. Merupakan BOS dari sekelompok orang yang dicurigainya. Dan mengatakan kalau Donghae adalah anak ayahnya? Adik Yeon Hyo?

 

Appa.. jawab aku.. bagaimana bisa? Tubuhmu hangus terbakar. Dokter dan polisi menyatakan kau meninggal di tempat.” Yeon Hyo menatap pilu sang ayah yang hanya berdiri memandang hampa Yeon Hyo. Yesung meremas lembut pundak Yeon Hyo dan mulai berbicara.

 

“Aku tidak meninggal, Yeon Hyo-ya. Waktu itu, saat Ye Ra menyetir dengan emosi menuju rumah Lee Nam Gil karena mendengar Donghae diusir oleh Kim Tae Hee, mobil kami mendadak oleng. Ban depan tiba-tiba meledak dan menabrak pom bensin yang saat itu sedang kosong. Percikan api yang tercipta langsung membuat mobil itu meledak. Sebelum mobil itu meledak, aku sudah mendorong Ye Ra yang pingsan keluar mobil, menariknya menjauh..”

 

Yesung menelan ludah, ia mendudukkan Yeon Hyo yang masih diam, lantas Yesung berjongkok di hadapannya..

 

“..sayangnya, ada seorang pria yang sedang mengecek mobil kami dan tidak sempat melarikan diri sampai saat mobil itu akhirnya meledak. Saat itu aku marah, jika saja tidak ada kejadian yang menimpa Donghae, kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi dan tidak akan menewaskan 4 orang yang tidak bersalah lainnya. Aku marah, dan saat itu aku memutuskan untuk benar-benar balas dendam. Namun aku tidak bisa melakukannya jika kau tetap bersamaku. Lalu aku membuat kematian palsu dengan menaruh ID ku di pria yang tadi, membuat aku seolah-olah mati.”

 

“Apa kau tahu kalau eomma meninggal? Dan betapa sedihnya aku saat aku mengetahui bahwa aku yatim-piatu? Tidak punya keluarga lagi satupun? Kau benar-benar tega. Meninggalkan anakmu sendirian hanya untuk menyelesaikan ambisimu membalas dendam!” tuduh Yeon Hyo pada Yesung.

 

“Aku tahu kalau Ye Ra meninggal. Aku tidak meninggalkanmu Yeon Hyo-ya.. akulah yang meminta dokter itu -ayah Jung Hyun Jin- untuk mengadopsimu. Aku mengiriminya uang setiap bulan untuk kehidupanmu. Aku mengecek keadaanmu setiap hari dari kejauhan, melihatmu tumbuh dan bahagia.”

 

“KAU SALAH APPA! AKU TIDAK BAHAGIA! BAGAIMANA BISA AKU BAHAGIA? SAAT HYUN JIN MENDAPAT KASIH SAYANG DAN PERHATIAN DARI AYAH KANDUNGNYA, SEMENTARA AKU MENDAPATKAN PERHATIAN DARI AYAH ORANG LAIN?!!!”

 

Yesung terdiam. Ia membiarkan amarah Yeon Hyo meluap. Pria itu memaklumi emosi Yeon Hyo yang memang pasti sedang bingung dan mencerna semuanya. Memaklumi posisi perasaan dan logika Yeon Hyo yang masih ‘kritis’.

 

“Maafkan Appa, Hyo-ya.. appa ingin kau mengerti appa.”
“Tapi appa sama sekali tidak bisa mengerti aku!”

 

Hening lagi. Yesung dan Yeon Hyo sama-sama terdiam. Rae Hee, Heechul, Zhou Mi,  Jungmo, dan Yunho juga tidak ada yang bersuara. Mereka hanya mendengar isak tertahan milik Yeon Hyo dan desahan napas frustasi yang dihembuskan Yesung.

 

Yesung berdiri dan melirik Rae Hee sekilas. Gadis itu mengangguk lantas berjalan kebelakang Yeon Hyo, menariknya berdiri.

 

“Lepaskan aku !” Yeon Hyo menghentakkan tangannya yang dipegang Rae Hee dan menatap geram pada gadis itu. Lalu ia berbalik memandang tajam Yesung, “kita belum selesai appa! Semua ini belum dijelaskan!”

 

Appa akan menjelaskan semuanya jika emosimu sudah stabil. Kalau dalam keadaan seperti ini, kau tidak akan mencerna semuanya dengan baik.”

 

“Tapi…”

 

Yeon Hyo terkulai lemah. Pukulan ditengkuk yang dilakukan Rae Hee sukses membuatnya jatuh pingsan. Atas perintah Yesung, Kyuhyun yang saat itu masuk karena mendengar teriakan, menggendong Yeon Hyo menuju sebuah kamar tamu yang ‘awalnya’ dipersiapkan untuk Donghae. Membaringkannya perlahan dan menyelimutinya. Kyuhyun menatap lirih gadis itu. Sesungguhnya ia mulai menyukai Yeon Hyo. Namun pekerjaannya mengharuskan ia bersikap profesional. Jauh dalam lubuk hatinya, ia ingin semua ini segera berakhir. Agar tidak akan ada lagi korban seperti Choi Minho, Lee Eu Hyun -yang merupakan kekasih Hangeng- dan Jung Hyun Jin.

 

****

 

Rae Hee dan Heechul yang duduk di ruangan Yesung,  nampak diam. Tak ada yang berbicara ketika sang BOS sedang berbicara melalui telepon dengan KETUA mereka.

 

“Aku menemukan Yeon Hyo. Secara tidak langsung, ia telah masuk kedalam lingkup kita. Aku tidak bisa membiarkannya, sementara orang-orangnya Siwon mulai menyusun rencana untuk membunuh anak itu.”

 

“……….”

 

“Biarkan ia ikut dalam misi kita. Dengan begitu, aku juga bisa menjaganya.”

 

“……….”

 

“Aku yakin ia akan membantu. Meskipun ia seorang polisi, ia tetap akan membelaku sebagai ayahnya, dan melindungi ‘adiknya’.”

 

“……….”

 

“Terima kasih.”

 

Yesung menutup teleponnya, lantas berpaling menatap sepasang suami-istri yang duduk sabar menunggu.

 

“Yoon Yeon Hyo bukan anakku. Atau lebih tepatnya.. bukan ANAK KANDUNGku.”

 

Rae Hee dan Heechul masih diam, menunggu sang BOS menceritakan alasan kenapa mereka berdua dipanggil.

 

“Pekerjaan Yeon Hyo yang kita ketahui sebagai polisi akan menyusahkan kita dalam misi. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, Yeon Hyo bukanlah anak kandungku.”

 

Ayah Yeon Hyo, Cha Seung Won, meninggalkan Yoon Ye Ra saat diminta pertanggung jawaban perbuatannya. Pada awalnya, Seung Won menyuruh Ye Ra untuk menggugurkan Yeon Hyo yang saat itu dikandung Ye Ra atau, jika tidak, Seung Won akan meninggalkan Ye Ra dan tidak akan menemuinya lagi. Saat itu Ye Ra memang mencintai Seung Won, namun ia lebih memilih anak yang berada dalam kandungannya, dan menerima pasrah saat Seung Won mengucapkan selamat tinggal.

 

Ye Ra sangat terpukul saat ia membawa pulang Yesung kerumahnya, karena Yeon Hyo yang saat itu berumur tiga tahun, memanggil Yesung dengan sebutan ‘appa’. Yesung mengernyit, dan melihat tatapan ‘sakit’ yang dimunculkan Ye Ra, mulai saat itu, Yesung membiarkan Yeon Hyo untuk memanggilnya dengan sebutan ‘appa’, menganggap putri kecil itu sebagai anaknya, tanpa memberitahu Yeon Hyo yang sebenarnya.

 

“Jika dia tahu hal ini, tentunya dia tidak punya pilihan untuk tetap menegakkan kebenaran dengan memenjarakan dan menghukum kita semua, lain ceritanya kalau Yeon Hyo tetap ‘berpikir’ kalau aku adalah ayahnya dan misi kita adalah menyelamatkan Donghae, dimana posisi anak itu sebagai ‘adik’ Yeon Hyo…”

 

“…Dia akan bergabung dalam misi ini,” lanjut Heechul dan Yesung mengangguk.

 

“Jadi yang kumaksud adalah, kalian berdua tetap menganggap Yeon Hyo sebagai putri-ku, perlakukan dia se-’normal’ yang kalian bisa. Aku mempercayakan sandiwara ini pada kalian karena kalian berdua-lah yang akan menjadi contoh dan tongkak kepercayaan anggota lain.”

 

“Dan apakah Anda akan menceritakan ‘tujuan’ yang lainnya?” tanya Rae Hee.

 

“Masalah Siwon, kita tidak boleh menganggunya. Biar KETUA yang mengurus anak itu. Sisanya, aku akan menceritakan semuanya. Kita harus mendapatkan kepercayaan Yeon Hyo.”

 

“Bagaimana jika Yeon Hyo ‘keras kepala’ ?” pancing Rae Hee lagi.
“Tidak punya pilihan lain. Kita harus ‘membungkam’-nya,” jawab Yesung tajam.

 

“Dimengerti BOS,” ucap Rae Hee dan Heechul bersamaan.

 

“Dan Heechul-ssi… katakan pada Yunho untuk segera membuat strategi, secepatnya. Jangan sampai lolos lagi, atau nyawa putraku dalam bahaya,” perintah Yesung tegas dengan nada sedikit mengancam.

 

“Baik, BOS. Kami permisi.”

 

Yesung mengangguk dan melihat pintu tertutup. Ia berkata lirih, “Ye Ra-ya.. maafkan aku telah melibatkan putrimu.”

 

================================================

 

Suatu tempat di Mokpo

 

Hutan wilayah Mokpo yang gelap gulita menyorot sebuah pondok yang menyala terang. Disekeliling pondok dipasangi pagar bambu yang ujungnya di runcingkan. Jika menajamkan pendengaran, maka akan terdengar suara gemericik samar air sungai yang jauhnya sekitar 5 km dari pondok.

 

Didalam pondok, Eunmi sedang menyiapkan makan malam untuk teman-teman dan dua orang ‘Tuan Muda-nya’. Taemin masih berlatih tinju dengan Kibum di ruang belakang, sementara Hangeng masih mengobati luka yang didapat Siwon ketika Hangeng menubrukkan tubuhnya untuk melindungi ‘Tuan Muda’-nya tersebut dari tembakan yang ‘tadinya’ di arahkan padanya Siwon.

 

Eunhyuk masih berjaga di depan kamar berpenghunikan Lee Donghae yang sedang tertidur, begitulah yang mereka lihat beberapa saat lalu. Padahal, didalam kamar, Donghae kedinginan dan takut setengah mati akan apa yang sedang dialaminya. Ia menangis tertahan. Kejadian yang ingat sebelumnya adalah mendengar ada suara pistol dan samar-samar.. suara hyungnya.

 

Ia juga ingat kalau tadi Kyuhyun sempat memegang tangannya namun sedetik kemudian lepas dengan teriakan ‘Tuan Muda’ yang Kyuhyun ucapkan.

 

Ada yang terlewat ! Donghae berhenti menangis dan mulai mengingat. Sesaat setelah Kyuhyun memegang tangannya, Kyuhyun mengatakan.. ”Tuan Muda, jika dalam kondisi terdesak dan saya belum datang untuk menyelamatkan Anda, minum obat yang ada disaku jaket Anda. Itu akan membuat Anda tertidur selama 12 jam, menunda ‘kematian’ yang akan menghampiri Anda.”

 

Donghae bergidik. Kematian? Apa dia akan dibunuh? Lalu dimana Kyuhyun? Mengapa dia belum datang?

 

Donghae bimbang. Apakah ia harus menelan rasa penasarannya untuk melongok keluar dan mencari tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya, ataukah mengikuti instruksi Kyuhyun, bodyguard yang sudah ia anggap sebagai hyungnya?

 

Donghae menyeka air matanya dengan jaket yang ia kenakan. Merapikan sedikit rambutnya dan mulai berjalan ke pintu…

 

=================================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan

 

“Zhou Mi GE!! Apa yang kau lakukan ?!!”

 

Rae Hee menepis pergelangan tangan Zhou Mi yang sudah menodongkan pistol ke arah Yeon Hyo yang meringkuk ketakutan. Raut Zhou Mi menegang menatap tajam Yeon Hyo meski sekarang pistol sudah terlempar jauh darinya.

 

~PLAK!

 

Zhou Mi menoleh ke arah Rae Hee, menatap geram ke arah gadis itu, “Jangan ganggu aku. Aku ingin membunuhnya!”

 

“Kau gila?! Dia putri dari BOS kita! Alasan apa yang mengharuskanmu membunuhnya, hah?!” teriak Rae Hee.

 

“Karena dia telah menembak mati adikku, Victoria, 5 tahun yang lalu.”

 

Rae Hee membelalakkan matanya, Yeon Hyo yang  mendengarnya juga terkejut. Ia mengernyit berusaha mengingat ‘kejadian’ yang dimaksud Zhou Mi.

 

“5 tahun lalu. Penyergapan narkotika wilayah Namdaemun, kau menembak salah satu korban tak bersalah dan menyatakan bahwa adikku, yang kau tembak, merupakan bagian dari orang-orang yang terlibat.”

 

Yeon Hyo ingat. Saat itu ia yang baru lulus dan mendapat lisensi untuk terjun ke dalam penyergapan, menemukan seorang mayat wanita cantik dengan tubuh tinggi dan molek. Sejujurnya, Yeon Hyo tidak menembak gadis itu, sebelum pelatuk ia tekan gadis itu sudah jatuh kelantai dengan dada yang mengeluarkan darah.

 

“Zhou Mi…”

 

Zhou Mi, Rae Hee, dan Yeon Hyo menoleh kearah Yesung yang masuk ruangan. Zhou Mi dan Rae Hee menunduk hormat.

 

“Bukan dia yang membunuh adikmu,” ucap Yesung sambil memandang lurus pada Yeon Hyo.

 

“BOS…”

 

“Siwon-lah yang melakukannya.”

 

Tiga orang dalam ruangan itu terkejut. Bagaimana bisa?

 

“Aku selalu mengawasi gerak-gerik Siwon. Aku tahu kejadian itu. Adikmu terjebak dalam perangkapnya, menyuruh Victoria datang dan memanfaatkan gadis itu sebagai kambing hitam. Saat Yeon Hyo masuk ruangan dimana adikmu berada, Siwon yang menggunakan sniper telah menghabisi nyawa Victoria.”

 

“Apa kau berbohong padaku?”

 

“Untuk apa aku merekrutmu? Apa hanya karena riwayat ‘tembakan’mu yang bagus? Tidak, Zhou Mi..” kini Yesung menatap Zhou Mi dalam, “…itu karena kita punya musuh yang sama.”

 

Hening. Rae Hee berinisiatif untuk membawa Yeon Hyo keluar ruangan. Membawanya kedapur untuk makan. Sementara Zhou Mi langsung berlari keluar, Yesung berteriak “INGAT ZHOU MI! SIWON HANYA BOLEH DISENTUH KETUA!”

 

Zhou Mi mendengar hal itu, tapi saat ini ia tidak peduli. Ia melesatkan mobilnya jauh dari markas, dengan emosi yang memuncak. Betapa sangat inginnya Zhou Mi untuk menghabisi Siwon, tapi ia tahu.. hanya Ketua-lah yang boleh menyentuh pemuda itu.

 

Kyuhyun masuk dan menatap tanya pada Yesung.

 

“Apa kau pikir aku sungguh-sungguh? Haruskah aku mengatakan kalau Siwon sama sekali tidak terlibat? Dan menceritakan pada Zhou Mi kalau adiknya adalah pemimpin penyelundupan narkotika yang bunuh diri? Kita harus membuat suasana disini sedikit relax, Kyuhyun-ah.. dan membuat Yeon Hyo berpihak kepada kita.”

 

Yesung menepuk pelan pundak Kyuhyun dan tersenyum. Kyuhyun lantas mengangguk dan ikut berjalan keluar.

 

TO BE CONTINUED

 

 

17 thoughts on “FF “Complicated” (PART 6) / Siblings

  1. Wah… tambah comlicated.. Padahal udah dapat petunjuk tentang ceritanya… Tapi malah bikin tambah penasaran !! ><

    Uploadnya jangan lama eonn… Nggak sabar nihh!!😀

  2. apa jangan jangan KETUA itu leeteuk oppa8jeng jeng jeng…
    heheheee ternyata si BOS itu telah dibutakan oleh dendan#ceile.
    ..
    jangan lama lama ya eon klanjutannya
    wokiehh .. !!

  3. Iya ya..
    Jangan” bosnya Leeteuk Oppa lagi ??

    Arrgghh… Benar” membingungkn + menegangkan nih crtaa

    Lanjutannya dipercepat yaa..

    Hehehe😀

  4. waaah…!! bener2 complicated!! aku aja ampe bingung ngapalin cast nya.. xD
    blum selese inget cast yg ini, udh ada lg cast yg baru…
    blum ingat masalah yg ini, udh ada masalah yg baru… hehehe…
    ampe2 aku bngung yg mna ayahnya siwon, yg mna ayahnya yeon hyo, yg mna ayahnya donghae.. kekekeke~~ xD

    tp keren eon!! bener2 ga ketebak cerita nya..😀
    di tunggu! di tunggu! di tunggu next part nya!! oke eon?😀

  5. RUMIT. banyak banget cabang(?) ceritanya..aku kira Yeon hyo anak yesung tapi..ternyata anaknya seung won…..victoria yg dibilang dibunuh siwon ..ternyata bunuh diri…puyeng!😄..tapi daebbakkk BGT…lanjuti yah oen..dan harus Happy Ending!😄

  6. Aigooo…. Bang awan, dirimu bnr2 licik -__-
    Knapa smw masalah jd disalahin k siwon??
    Thor, kereeenn banget ceritanya, tak terduga alurnya.
    Jangan2 KETUA yg dimaksud yesung itu Ken n dlm hal ini adlh Appa kandungnya siwon krna eomma nya siwon adlh mantan pacarnya. *sotoy* ^^v
    Sesuai dgn judulnya, nih ff bnr2 complicated :S
    Neomu2 daebak!! d(⌒o⌒)b
    Next part nya ditunggu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s