FF “Complicated” (PART 5) / DAMN!

 

Tittle                                     : Complicated Part 5 – DAMN!

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Hangeng, Jung Hyun Jin, Kibum, Zhou Mi, Yunho, Jungmo, Ryeowook

 

As Tagged                           : Taemin, Eunhyuk, Eunmi, Ahn Sung Mi

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Kyuhyun milik Yeon Hyo. Heechul  milik Rae Hee. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright*

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

 

Summary                             :
Kyuhyun melihat Hangeng melotot dan bersiap untuk menyerang. Saat itu juga, insting Kyuhyun untuk melindungi Yeon Hyo, bekerja. Kyuhyun menarik gadis itu keluar ruangan dan memberi satu tembakan ke arah Siwon yang langsung ditumbangkan Hangeng, membuat peluru yang ditembakkan Kyuhyun, meleset.

 

Happy Reading ^^

================================

Markas Rahasia SHADOW, Busan

 

~PRANG!!
Ryeowook meringis. Itu adalah gelas kedua yang dipecahkan sang BOS setelah sebelumnya pria itu membanting 4 piring dan 2 botol wine. Sebelum menambah daftar ‘serpihan kaca’ yang berada di markas, Ryeowook langsung menyembunyikan sisa barang yang masih bisa diselamatkan.

 

Bukan hanya Sang BOS yang mengamuk, Rae Hee dan Heechul pun menggila tinju sampai benar-benar babak belur. Yunho, Zhou Mi, Jungmo, dan Ryeowook yang bisa mengontrol emosi ketika mengetahui bahwa Siwon telah membunuh satu lagi anggota mereka, Lee Euhyun.

Amarah yang meluap karena kekesalan atas perbuatan Siwon. Terutama Kim Heechul. Pria itu berjanji, jika suatu saat sang KETUA tidak mampu membunuh Siwon, dia dan sang istri-lah yang akan mencincang dan merobek-robek tubuh orang itu. Pembalasan dendam untuk rekan yang juga merupakan saudara mereka, Choi Minho dan Lee Euhyun.

 

Deringan telepon membuat Yunho harus segera mengangkatnya, sementara Ryeowook masih sibuk menyelamatkan barang-barang dari ‘amukkan’ sang BOS. Yunho menelan ludah dan segera berlari lagi mengampi sang BOS, memberikan ponsel…

 

Sang BOS diam, tangannya terkepal kencang. Lalu perlahan, ketegangan diwajahnya mengendur. Ia menarik napas dan membuangnya keras, menuruti apa yang dikatakan sang KETUA diseberang sana.

Sang BOS mengangguk, namun sadar kalau anggukannya tak akan dilihat lawan bicaranya, akhirnya ia mengatakan lemah, “Dimengerti,” dan kembali menyerahkan ponsel itu pada Yunho.

 

Sang BOS masuk keruang tinju dan mendapati Rae Hee sedang puas beradu tinju dan sesekali melakukan tendangan dengan Kim Heechul. Keduanya sudah mendapat luka lebam yang cukup memprihatinkan. Wajar saja, karena mereka sudah saling menganggap lawan masing-masing adalah Siwon yang harus dihancurkan. Namun sadar kalau mereka akan menyakiti diri masing-masing, kegiatan itu dihentikan setelah sang BOS yang melempar kursi besi dan membuat mereka tersadar akan siapa yang dilawan masing-masing sebenarnya.

 

Heechul membantu Rae Hee berdiri, memberikannya handuk kecil. Sementara ia sendiri, sudah menumpahkan sebotol air dingin yang dilemparkan sang BOS ke kepalanya, membasahi rambut serta bagian atas tubuhnya.

 

“Keruanganku. Setelah kalian mebersihkan diri,” ucap Sang BOS dingin.

 

=====================================

 

Suatu Tempat di daerah terpencil, Mokpo

 

Berita tentang ‘penculikan’ putra termuda Keluarga tepandang Lee Nam Gil sudah menyebar keseluruh penjuru negeri dalam waktu beberapa jam saja. Foto Lee Donghae beserta keterangan tentang ‘penculik’ telah sampai di seluruh markas polisi kota Seoul.

 

Eunmi memeriksa keadaan Donghae untuk yang ke-12 kalinya. Mengernyit bingung karena sang ‘Tuan Muda’ tak kunjung tersadar dari aksi ‘pingsan tiba-tiba’-nya. Awalnya Eunhyuk merasa kalau Donghae hanya berpura-pura. Namun setelah beberapa usaha yang mereka lakukan, termasuk memberikan sengatan listrik kecil pada Donghae, anak muda itu tak juga bereaksi.

 

Eunmi. Biarpun karakternya keras, bagaimanapun ia adalah seorang wanita yang masih mempunyai rasa sensitif terhadap orang yang lemah –atau sakit. Ia menyarankan agar Eunhyuk jangan mengganggu anak muda itu, dan mulai penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Donghae.

 

Ketika Donghae belum juga sadar, Eunmi menyarankan Kibum untuk menelepon seorang dokter agar dapat memeriksa Donghae yang langsung mendapat teriakan dari Taemin, “Kau gila??!! Seluruh negeri sudah tahu kalau Donghae itu diculik! Kau mau mati hah?”

 

Eunmi tidak punya pilihan lain selain diam. Namun kali ini, baik dirinya, Eunhyuk, Taemin maupun Kibum juga menjadi cemas –atau was was. Akhirnya mereka memutuskan untuk ‘menculik’ seorang dokter yang bisa ditemukan secara kebetulan. Kibum yang berwajah innocent, mendapat tugas untuk melakukan aksi ini. Dan ia berangkat bersama Taemin.

 

Kibum mencoba menelepon sebuah nomor yang berhasil didapatnya secara acak dari internet. Seorang dokter yang mengatakan kalau ia sedang tidak ada praktek di rumah sakit saat ini. Kibum tersenyum pada Taemin.

 

Dokter itu dan Kibum berjanji untuk bertemu di taman depan rumah sakit Seoul, setelah mengatakan tujuan mereka ke Mokpo.

 

20 menit kemudian, dari dalam mobil, Kibum melihat seorang gadis menggunakan mantel cokelat dan membawa tas yang bisa ditebak berisikan perlengkapan medis, berdiri di depan sebuah pohon.  Tempat yang ditunjuk Kibum agar pria itu mudah mengenali targetnya.

 

Taemin memberikan sapu tangan yang sudah diberi obat bius kepada Kibum. Lantas, setelah memastikan kalau disekeliling mereka sepi pejalan kaki, Kibum berjalan pelan menghampiri sang dokter, diikuti mobil yang dikendarai Taemin dengan pelan.

 

Kibum menempelkan sapu tangan itu ke hidung sang dokter, membekapnya sehingga membuat dokter itu menghirup aroma obat bius yang disemprotkan di sapu tangan. Perlahan, tubuh sang dokter terkulai lemah dan Kibum buru-buru mengangkat sang dokter dan memasukkannya kedalam mobil. Tak lama kemudian, mobil itu melesat dengan kecepatan sangat tinggi, menuju Mokpo.

 

Kibum memarkirkan mobilnya di depan sebuah gudang. Ia turun dan memutari mobil menuju pintu belakang mobil, serta menggendong turun sang dokter yang masih pingsan, sementara Taemin membawa masuk tas dokter.

 

Sesampainya di dalam, Kibum mencoba membangunkan sang dokter dengan menepuk pelan pipinya dan sesekali meletakkan es batu di tempat-tempat tertentu. Muncul ide iseng Eunhyuk untuk mencium dokter tersebut, namun.. sebelum Eunhyuk sukses menempelkan bibirnya ke bibir si dokter, mata dokter muda itu mendadak terbuka.

 

Dokter itu duduk dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Ia bertanya dengan polos dimana ia berada..

 

“Anda ingat janji bertemu dengan saya dokter?”
“Panggil saja Hyun Jin, Tuan Kibum,” ucap Hyun Jin saat pikirannya mengingat.
“Jadi, saat saya sudah melihat Anda dan hendak menghampiri Anda, ada seseorang yang membekap Anda dari belakang, membuat Anda pingsan. Tapi untunglah, karena saya berada di sekitar situ, jadi saya langsung menyelamatkan Anda dan membawa Anda kesini.”

 

Hyun Jin mengernyit. Ya, dia memang ingat kalau ada seseorang yang membekapnya. Ia tidak tahu siapa yang melakukan itu. Dan jika apa yang diucapkan Kibum itu benar, Hyun Jin merasa berhutang pada pria itu.

 

“Lalu.. dimana adik Anda yang sedang sakit itu, Kibum-ssi?”
“Ah, mari saya antar, Nona.”

 

Kibum berjalan didepan, diikuti Hyun Jin. Awalnya Eunhyuk, Taemin, dan Eunmi tidak berniat ikut, namun ‘sesuatu’ menyuruh  mereka untuk mengikuti dan memperhatikan Hyun Jin memeriksakan Donghae.

 

“Apa yang terjadi dengan Kihae, Nona Jung? Saya mengajaknya ketempat ini, untuk mengenang kematian orang tua kami tapi ia mendadak pingsan dan belum sadarkan diri sampai sekarang.” Kibum mengarang nama untuk Donghae

 

“Sudah berapa lama?” tanya Jung Hyun Jin.
“Sekitar.. 12 jam.”

 

Hyun Jin sebenarnya sudah mengetahui kenapa pria muda dihadapannya ini tidak kunjung sadar. Ia sedikit curiga kalau salah satu dari saudaranya yang ada didekatnya saat ini-lah yang melakukannya. Karena tidak mungkin seseorang, yang kelihatannya tidak ‘nakal’, menggunakan ‘obat itu’.

 

“Obat bius jenis destrox. Obat bius dosis tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan akan lebih berbahaya dari narkotika. Dalam pembuluh darahnya terdapat destrox sekitar 5-10 ml. Hal tersebut bisa membuat adik Anda tidak sadarkan diri selama 48 jam.”

 

“MWOYA??!!” Eunhyuk, Taemin serta Eunmi refleks berteriak. Mana mungkin mereka menunggu Donghae tersadar dua hari lagi? Itu sama saja membuat mereka terperangkap dan ‘menyatakan’ siap untuk ditangkap.

 

“Apa tidak ada penawarnya? Untuk membuatnya cepat tersadar, Nona Jung? Saya takut nanti akan berdampak buruk padanya,” tanya Kibum berusaha tenang.

 

“Akan kusuntikkan penawarnya. Tidak akan cepat, membutuhkan proses sekitar 8-10 jam untuk adik Anda tersadar.”

 

“Baiklah. Lakukan yang terbaik untuk menyadarkan adik saya,” ucap Kibum tenang, lalu dia berpikir sesuatu,”ah.. Kihae-ya, kenapa kau menggunakan obat itu?”

 

Hyun Jin menatap Kibum dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Dalam penglihatan Hyun Jin, Kibum sangat mengkhawatirkan adiknya. Hyun Jin tersenyum samar dan segera menyiapkan jarum suntik berisi cairan bening untuk dimasukkan kedalam darah Donghae.

 

Wajah Hyun Jin mendadak pucat, tiba-tiba tubuhnya menegang setelah melihat DENGAN JELAS, siapa anak muda yang ditanganinya sekarang. Anak muda itu adalah orang yang dikabarkan diculik dalam waktu beberapa jam terakhir. Hyun Jin menelan ludah, bagaimana bisa ia terlambat menyadari hal itu?

 

Hyun Jin mengelap keringat yang mendadak membasahi keningnya. Mencoba bersikap ‘biasa’ dan menyamarkan kegugupannya. Ia buru-buru menyimpan peralatannya di dalam tas, menarik napas samar dan mulai menatap Kibum dengan ekspresi ‘biasa’.

 

“Kibum-ssi, saya sudah memberikan penawarnya. Hanya tunggu adik Anda tersadar dan hubungi saya lagi. Sudah tidak ada lagi yang Anda butuhkan?” tanya Hyun Jin berusaha se-relax mungkin.

 

Annimida, Nona Jung. Gamsahamnida atas bantuannya,” ucap Kibum dengan killer smile yang ia punya.

“Kalau begitu, saya pamit, Kibum-ssi.” Hyun Jin berdiri dan membungkuk kepada Kibum serta Taemin, Eunhyuk, dan juga Eunmi yang sedari tadi memperhatikan mereka, lantas berjalan keluar dengan gugup.

 

“Eunhyuk hyung,” ucap Kibum tanpa menoleh.

 

Saat itu juga Eunhyuk melesat keluar kamar sambil berseru mengatakan pada Hyun Jin kalau Eunhyuk akan mengantarnya. Sesaat kemudian, terdengar jeritan panjang penuh kesakitan, lalu berhenti tiba-tiba.

 

“Bersihkan,” titah Kibum kepada Eunmi yang langsung dijalankannya.

 

“Sekarang.. kita tinggal menunggu ‘Tuan Muda’ ini terbangun.”

 

======================================

Rumah Hyun Jin dan Yeon Hyo, Yeonshine, Seoul.

 

Jung Hyun Jin menghibur Yeon Hyo yang terlihat sangat terluka atas peristiwa penculikan yang terjadi di depan matanya. Ia sangat terpukul karena ia telah merusak citra kepolisian, meski memang hanya segelintir orang yang tahu kalau seorang polisi berada di TKP.

 

Yeon Hyo memakan shinseolo buatan Hyun Jin dengan tidak bersemangat. Memisahkan sayuran-sayuran yang sangat tidak ia suka kepiring lain, lantas memakan daging sapinya perlahan. Yeon Hyo mendongak ketika menengar Hyun Jin sedang berbicara, bukan padanya.

 

Ye, Naega.
“……….”

 

Neo eodi saseyo?”
“………”

 

“Mokpo? Daerah Jeolla Selatan? Saya akan kesana sebentar lagi.”
“……….”

 

“Ah, baiklah kalau begitu. Kita bertemu di taman depan Rumah Sakit Seoul, Tuan..?”
“………”

 

“Baik, Tuan Kibum. 20 menit lagi saya akan sampai.”
“……….”

 

Cheonmaneyo.”

 

Pip.

 

Hyun Jin membalas tatapan bertanya yang dilontarkan Yeon Hyo untuknya, “Seseorang membutuhkan pertolongan,”

 

“Mokpo? Itu kan jauh sekali, Hyun Jin-ya!” seru Yeon Hyo.
“Tapi ‘seseorang’ itu membutuhkan pertolongan.”

 

“Kayak gak ada dokter lain aja yang lebih deket. Pake jauh-jauh segala.”

 

Gwaenchana. Lagipula besok aku tidak ada shift di rumah sakit. Na khalkhe.”

 

Jhalga.”

 

****

 

Yeon Hyo mencoba sekali lagi menghubungi ponsel Hyun Jin yang lagi-lagi dijawab oleh seorang wanita dengan kalimat yang sama.

 

‘Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area. Cobalah beberapa saat lagi.’

 

Ini sudah pagi dan Hyun Jin belum juga kembali.

 

“Apa dia kerumah sakit? Tapi kan dia bilang gak ada shift?”

 

Perasaan Yeon Hyo mendadak menjadi tidak enak, lalu ia memutuskan untuk melihat Hyun Jin di rumah sakit sebelum pergi ke markas

 

Yeon Hyo meminjam Hyundai putih milik Hyun Jin yang gadis itu tinggalkan semalam. Hyun Jin bilang di-sms kalau ia akan dijemput oleh seseorang yang bernama Kibum dan orang itu juga yang akan mengantar Hyun Jin pulang. Tapi sampai saat ini, Hyun Jin belum pulang dan ponselnya belum bisa dihubungi.

 

“Apa ponselnya lowbatt ya? Aisshh.. tapi kan dia bisa mengatakan padaku kalau pulang telat! Tidak pernah seperti ini!”

 

Yeon Hyo berlari kecil dari parkiran menuju lobi rumah sakit. Bertanya di bagian Informasi tentang Jung Hyun Jin. Hati Yeon Hyo mencelos saat mengetahui kalau Hyun Jin tidak berada di rumah sakit. Perasaan Yeon Hyo semakin tidak enak, dan ia memutuskan untuk pergi ke Mokpo dan meminta izin Kangin kwanjangnim untuk tidak masuk hari ini karena ada urusan penting yang mendadak.

 

Dalam perjalanan, pikiran Yeon Hyo sudah menggambarkan hal yang macam-macam. Mulai dari seseorang bernama Kibum yang tidak jadi mengantarnya pulang, ponselnya lowbatt dan ia menunggu bus sendirian dan ternyata malah diculik untuk diperdagangkan keluar negeri. Yeon Hyo bergidik dan menggeleng cepat pemikiran bodoh itu.

 

Mokpo yang luas, sedangkan Yeon Hyo sama sekali tidak tahu dimana tepatnya tempat yang didatangi Hyun Jin. Yang ia dengar semalam, Hyun Jin dibutuhkan di provinsi Jeolla Selatan. Namun ia sudah mengitari daerah ini dua kali dan tak menemukan tanda-tanda keberadaan Hyun Jin.

 

Yeon Hyo menghentikan mobilnya di depan lahan kosong suatu jalan yang hanya ada bangunan berupa gudang kosong. Ia berhenti hanya untuk merilekskan tangan dan punggungnya yang pegal-pegal. Namun matanya menangkap sesuatu.

 

Seseorang yang dikenalnya sebagai Hangeng, bodyguard Lee Siwon, turun dari Toyota Camry hitam dengan tenang. Merapikan sedikit jasnya dan berdiri di pintu belakang penumpang. Setelah Hangeng membuka pintu tersebut, turunlah Siwon dengan pakaian formalnya dan kaca mata hitam. Hangeng menoleh kekiri-kanan, berharap tidak ada yang melihat mereka. Namun, pandangannya berhenti cukup lama ke arah mobil Yeon Hyo, seketika itu juga Yeon Hyo langsung menunduk dan  bersembunyi.

 

Ketika Yeon Hyo mendongakkan lagi kepalanya, ia sudah tidak melihat Hangeng maupun Siwon. Ia terdiam, lalu mulai turun dari mobil. Instingnya mengatakan kalau ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Yeon Hyo mengecek peluru pada pistolnya, dan menaruhnya di belakang punggung. Berjalan perlahan dengan was-was ke arah gudang yang ia kira, dimasuki Hangeng.

 

Dengan langkah hati-hati, Yeon Hyo semakin masuk menjelajahi gudang sambil mempertajam penengaran. Samar-samar, ia bisa menengar suara yang sedang melakukan pembicaraan.

 

Sekejap kemudian, terdengar keributan yang refleks membuatnya bersembunyi di dalam lemari tua tak jauh dari sebuah pintu yang tadi akan ditujunya.

 

Dari lubang yang tercipta di pintu lemari, Yeon Hyo melihat seorang wanita tinggi dengan boot heels dan rambut yang diikat tinggi, mendobrak paksa pintu yang tadi dituju Yeon Hyo. Terdengar beberapa kali tembakan sampai mata Yeon Hyo tertuju pada salah satu pria dari 5 pria yang menyusul di belakang sang wanita.

 

Cho Kyuhyun.

 

Untuk apa pria itu kesini? Dan siapa mereka?

 

Yeon Hyo melihat wanita itu dan matanya terbelalak kaget. Wanita itu adalah wanita yang pernah beradu pandang dengannya saat ia datang kerumah Keluarga Lee beberapa waktu lalu. Seorang wanita yang duduk dengan manis dan menatapnya tajam dari sebuah Mobil porsche hitam.

 

Mendadak situasi hening. Yeon Hyo hanya bisa melihat Kyuhyun yang berdiri mematung dengan tangan terangkat ke atas. Ia bertanya sendiri, apa yang sedang terjadi sebenarnya? Mengapa ada Kyuhyun dan wanita itu disini? Mengapa ada tembakan? Dan sekarang, kenapa suasana mendadak sepi sementara Kyuhyun hanya berdiri kaku didalam sana?

 

Yeon Hyo perlahan keluar dari tempat persembunyiannya. Merasa bodoh kenapa seorang polisi harus bersembunyi di situasi seperti ini? Perlahan ia maju dan menekatkan diri kearah ruangan yang tadinya tertutup pintu. Kini pintu tersebut sudah bengkok akibat tendangan dari seorang wanita tadi.

 

Yeon Hyo terbelalak kaget saat melihat Hangeng menodongkan pistol ke arah Kyuhyun dengan Siwon yang tersenyum disampingnya!

 

Yeon Hyo refleks mengambil pistolnya yang ia sembunyikan tadi, menjaga jarak dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi saat ini.

 

“Cho Kyuhyun,” panggil Siwon dingin.

 

“Sudah lama aku ingin membunuhmu. Tapi kutahan karena ‘pada awalnya’ aku ingin menyiksamu dulu dengan menerimamu sebagai pengawal Donghae. Kau tahu kenapa?”

 

Kyuhyun diam, rahangnya mengeras. Namun ia terlihat rileks sekali dimata Yeon Hyo. Entah apa yang ada dipikiran pria itu sehingga wajahnya menunjukan ketenangan.

 

“Karena, 8 tahun yang lalu kau telah menabrak mati kekasihku. Oh, Ahn Sung Mi yang malang. Apa kau ingat?”

 

Kyuhyun mengernyit. Ia berusaha mengingat kejadian yang dimaksud Siwon. Dulu, sewaktu SMA, Kyuhyun memang pernah menabrak seseorang karena waktu itu motornya melaju kencang. Saat itu Kyuhyun mendapat berita kalau ibunya kritis, dan pria itu tidak memikirkan hal lain lagi selain cepat sampai di rumah sakit.

 

Waktu itu ia memang menabrak seseorang dalam perjalanannya. Tapi ia sama sekali tidak tahu, apakah orang itu laki-laki atau perempuan. Apakah orang itu hidup atau tewas. Yang Kyuhyun tahu adalah, begitu ia tiba di rumah sakit, sang Ibu sudah tiada. Dan Kyuhyun merasa, itu adalah balasan dari Tuhan karena ia menabrak seseorang dan lari tak bertanggung jawab.

 

“Kau melaju dengan kecepatan tinggi. Belokkan tajampun kau tetap tidak menurunkan kecepatanmu. Saat itu Sung Mi hendak menyebrang karena sudah dipastikan jalanan sepi. Aku menunggunya diseberang jalan dengan tersenyum. Lalu tiba-tiba motormu muncul dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku melihat Sung Mi terpental ke jalanan sementara motormu sedikit oleng. Kupikir kau akan kembali dan bertanggung jawab. Namun yang kulihat adalah motormu yang semakin menjauh. Pikiranku terfokus pada Sung Mi yang kritis. Ia meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.”

 

“Bagaimana Anda bisa tahu kalau orang yang pada saat itu adalah saya, Tuan Muda? Bisa saja orang lain bukan?” tanya Kyuhyun enteng.

 

“BRENGSEK! Kau kira aku bodoh? Aku sempat menghapal plat nomor motormu dan dengan aksesku, aku bisa mencari informasi secepat aku mau!”

 

“Ah.. ya.. saya lupa.. Lalu kapan Anda merencanakan balas dendam untuk saya, Tuan Muda?”

Nada bicara Kyuhyun yang sedikit merendahkan, membuat Siwon geram.

 

“Saat kau datang untuk melamar menjadi bodyguard Donghae. Saat itulah aku mulai menyiksamu.”

“Pantas saja jika saya melakukan kesalahan kecil, Anda akan mengajar saya habis-habisan. Dengan mengeluarkan seluruh tenaga Anda untuk memukul saya, saya kira?”

 

Siwon tersenyum sinis, “Sekarang aku tidak akan menyiksamu lagi. Karena aku akan langsung mengirimu untuk meminta maaf langsung pada Sung Mi.” Siwon mundur selangkah, “Hangeng…”

 

Hangeng menodongkan pistolnya lebih tegak. Bersiap menekan pelatuk yang dilakukannya dengan sedikit gemetar. Tanpa sadar, Yeon Hyo yang sedari tadi ikut menengarkan perbincangan mereka, juga ikut menodongkan pistolnya kearah Hangeng.

 

Entah kenapa, dalam hatinya, Yeon Hyo merasa ingin melindungi Kyuhyun. Ia tak ingin ‘kehilangan’ Kyuhyun, jika bisa dikatakan seperti itu.

 

~DOOOR!!!

 

Kyuhyun terkejut.

 

Siwon menoleh dan melihat pistol Hangeng telah terpental jauh. Buru-buru Kyuhyun memungutnya sebelum Siwon mencapai pistol itu terlebih dahulu.

 

Hangeng merintih. Tangannya terkilir dan tergores sedikit akibat tembakan –yang tidak tahu berasal darimana- itu mengenai tangannya dan membuat pistol di tangannya terpental.

 

Yeon Hyo masuk keruangan tersebut dan membuat tiga orang pria didalamnya terbelalak kaget.

 

“Yeon Hyo-ssi..” desis Kyuhyun.

 

Kyuhyun melihat Hangeng melotot dan bersiap untuk menyerang. Saat itu juga, insting Kyuhyun untuk melindungi Yeon Hyo, bekerja. Kyuhyun menarik gadis itu keluar ruangan dan memberi satu tembakan ke arah Siwon yang langsung ditumbangkan Hangeng, membuat peluru yang ditembakkan Kyuhyun, meleset.

 

Baik Hangeng maupun Siwon terjatuh dan membuat mereka tergores karena terkena kawat yang berada di lantai.

 

“CEPAT KEJAR MEREKA BODOH!”

 

Hangeng mengangguk mengerti. Dengan cepat ia sudah berlari keluar dan menyaksikan sebuah Hyundai putih sudah melesat jauh.

 

Hangeng kembali kedalam, menjemput Tuan Muda-nya yang meringis kesakitan.

 

“Sudah melarikan diri.”
“Arghhhhhhhhhhhk!!”

 

Siwon membanting drum minyak kosong yang ada didekatnya. Sementara Hangeng mengangkat ponselnya yang berdering nyaring.

 

Ne?”
“……….”

 

Ye. Jaga dia baik-baik.”

 

Hangeng memutuskan sambungan teleponnya dan membantu Siwon untuk berjalan.

 

“Donghae berhasil dipindahkan. Mereka lolos dari pengejaran orang-orangnya Kyuhyun.”

 

Siwon tersenyum, dan meminta Hangeng langsung mengantarnya ketempat sang adik berada.

 

===============================

 

Kyuhyun mengemudikan mobil Yeon Hyo dengan kecepatan penuh. Menyetir bagai orang kesetanan.

 

Gomawo.”

“Ne?”

 

“Terima kasih karena sudah menyelamatkanku.”

 

Yeon Hyo tertegun. Baru kali ini Kyuhyun berbicara informal dengannya.

 

“Apa kau terluka?” tanya Kyuhyun. Yeon Hyo menyadari ada nada cemas yang bercampur di pertanyaan pria itu.

 

Anni. kau?”
Gwaenchana.”

 

Hening. Suasana ini membuat Yeon Hyo mendadak gugup. Lalu ia menepiskan perasaan aneh yang tiba-tiba  mengelilingi mereka dan mulai berpikir jernih.

 

“Aku tidak mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau ada di sana? Dan ada apa dengan Lee Siwon?” tanya Yeon Hyo bertubi-tubi, sementara Kyuhyun hanya diam.

 

“Cho Kyuhyun, jawab aku!”

 

“Aku tidak berhak mengatakannya, Yeon Hyo-ssi. Sampai kau tahu kebenarannya, aku ingin kau percaya padaku.”

 

Ingin sekali  Yeon Hyo mengatakan tidak percaya pada Kyuhyun, tapi hatinya justru berkata lain. Ia mempercayai Cho Kyuhyun dan lebih memilih untuk mengikutinya.

 

Yeoboseyo?”

 

Yeon Hyo menoleh. Kyuhyun sudah memakai earphone bluethooth di telinganya, dan melakukan sambungan dengan seseorang.

 

“Heechul hyung sudah tahu dimana?”
“………”

 

“Aku akan langsung kemarkas, eh? Masalah apa?”
“……..”

 

“Sebentar lagi aku sampai sana. Tunggulah.”

 

Setelah yakin kalau Kyuhyun sudah tidak bertelepon, Yeon Hyo membuka mulut dan bertanya ada apa.

 

“Teman-temanku kehilangan Tuan Muda. Ban van kami ditembaki, sama seperti yang terjadi pada mobilmu dulu.”

 

“Lalu, bagaimana menyelamatkan Donghae?”
“Salah satu temanku sudah tahu kemana Tuan Muda dibawa. Kami harus ke markas dulu untuk menyusun rencana. Tapi sebelumnya, kita menjemput teman-temanku dulu. Semoga mobilmu muat.”

 

Dari kejauhan, Yeon Hyo melihat van hitam yang terparkir tidak wajar di tengah jalan, bersama lima orang pria dan satu wanita berpakaian hitam berdiri tak jauh dari van itu, menatap ke arah mobil yang dikendarai Kyuhyun.

 

Kyuhyun turun, diikuti Yeon Hyo yang langsung mendapat tatapan aneh kelompok SHADOW. Zhou Mi, memandang Yeon Hyo seolah pria itu ingin menelan Yeon Hyo hidup-hidup.

 

Mata Yeon Hyo beradu dengan Rae Hee. Kedua gadis itu sama-sama merasakan sesuatu yang pernah mereka rasakan sebelumnya. Dengan perlahan, Yeon Hyo mendekati Kyuhyun, mendadak takut dengan orang-orang dihadapannya.

 

Rae Hee mendekati Kyuhyun dan Yeon Hyo. Berjalan dibelakang mereka berdua dan.. BUG! memukul Yeon Hyo, membuat gadis itu pingsan.

 

Kyuhyun refleks mengangkat Yeon Hyo, namun diurungkannya karena merasakan nyeri di bahu. Kemudian, Yeon Hyo diambil alih oleh Jungmo yang langsung mendudukan Yeon Hyo di kursi depan. Heechul mengambil alih stir saat melihat istrinya mengecek bahu Kyuhyun yang ternyata tergores karena peluru yang meleset.

 

“Hangeng yang melakukannya. Meleset karena gadis itu tepat menembak pistol yang dipegang Hangeng.”

 

Rae Hee mengangguk dan berjalan menuju mobil, berdesak-desakan di mobil dengan kapasitas enam orang. Sedangkan di mobil itu, ada tujuh orang.

 

===================================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan

 

“Sini. Lukamu harus diobati.” Rae Hee menarik Kyuhyun dan menyuruhnya duduk dimeja. Sementara Rae Hee mulai membuka baju yang dikenakan Kyuhyun, memposisikan bahunya agar tepat dibawah pencahayaan lampu. Membersihkan darah yang keluar dari sebuah lubang dengan air hangat. Rae Hee buru-buru menempelkan kassa berisi alkohol diatas lubang tersebut, menempelnya dengan plester.

 

“Sudah. Istirahatlah.”
Gomapta.”

 

Rae Hee tersenyum dan merapikan semua peralatan ‘operasi kecil’nya. Dan semua anggota langsung menunduk hormat begitu sang BOS masuk keruangan tersebut.

 

“Dimana gadis itu?” tanya Sang BOS.
“Diruang tengah BOS. Diikat,” jawab Heechul enteng.

 

Sang BOS berbalik. Rae Hee, Heechul, Jungmo, Zhou Mi, dan Yunho mengikuti BOS mereka. Sementara Kyuhyun menerima Samgyetang dan segelas air dingin dari Ryeowook

 

****

 

Yeon Hyo merasakan tubuhnya kaku, tidak bisa bergerak dan tengkuknya nyeri. Perlahan, ia membuka mata dan mengerjapkannya beberapa kali sebelum akhirnya penglihatannya benar-benar jelas.

 

Ia melihat seorang wanita dengan pria berwajah cantik berdiri beradampingan di sebelah kanannya. Lalu seorang pria paruh baya yang berdiri di depannya. Yeon Hyo menengok kebelakang dan mendapati dua orang pria, salah satu-nya yang menatapnya tajam beberapa saat lalu, dan seorang lagi bersender di pintu.

 

Yeon Hyo  kembali memandang kedepan, menatap seorang pria yang dirasa pernah dilihatnya. Setelah cukup lama mengingat, akhirnya ia ingat kalau pria didepannya adalah seseorang yang pernah ia lihat di rumah Keluarga Lee sewaktu Lee Nam Gil dikabarkan meninggal dunia. Seorang pria yang berdiri tak jauh dari pria Jepang.

 

“Yeon Hyo-ya…”

 

Panggil pria itu dan sontak membuat orang-orang yang berdiri disekeliling Yeon Hyo menatap heran kepada sang BOS. Yeon Hyo memperhatikan dengan seksama wajah pria yang memanggilnya itu, dari caranya memanggil, Yeon Hyo merasa tidak asing. Ia meneliti lebih dalam dan matanya membulat karena terkejut. Yeon Hyo menelan ludah dan menggeleng lemah…

 

“Tidak mungkin…”

 

“Yeon Hyo-ya.. gwaenchana?” tanya pria itu lagi.

 

Appa?” ucap Yeon Hyo lirih.

 

Sang BOS yang dipanggil ‘APPA’ oleh Yeon Hyo hanya tersenyum lemah, sementara Rae Hee, Heechul, Jungmo, Zhou Mi serta Yunho berteriak bersamaan, “MWO? APPA?”

 

TO BE CONTINUED

 

11 thoughts on “FF “Complicated” (PART 5) / DAMN!

  1. Aisshh… Knapa harus siwon oppa yg jd jahat sih thor?? T.T
    Omona… Ternyata kyu satu komplotan sama heechul?! :O
    Ganti aja nama komplotannya jd Evil thor, ㅋㅋㅋㅋ

  2. aigoo…
    daebak😀

    tadix aku kira SHADOW itu kelompok jahat, eh ternyata baik satu kelompok ma kyuppa buat lindungin donghae yg polos itu😀

    kirain yg nyulik donghae itu shadow, ternyata kelompokx siwon…

    jahat banget ternyata siwon, depannya aja baik aslix buruk…
    tapi untung dah ketahuan…

    izin lanjut baca yah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s