FF [4 Season Stories] “Winter Tale” -OneShoot-

[4 Season Stories] Winter Tale

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

Main Cast : Yesung Super Junior a.k.a Kim Jong Woon / Yesung

                        Alinda Dyah a.k.a Yoo Seul / Yoomi

Sub Cast : Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

                        Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Genre : AU!, Romance, Sad, Hurt, Angst

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu

                        Super Junior milik ELF, tapi Kyuhyun dan Fanfiction ini hanya milik Yeon Hyo😄

Credit pict : Masih Lestari Edited

Recommended Song :: Super Junior – Daydream

             

 

 [4 Season Stories] “Winter Tale” –OneShoot-

 


————————————————————

 

“Salju..

Apakah kau tahu alasan kenapa aku sangat menyukai salju?

Karena salju selalu mengingatkanku akan kenangan tentangmu..

Salju juga membuat hatiku membeku.

Mengurung anganku tentang hadirnya dirimu..

Mengabaikan segala keletihan abadiku.

Salju mengajarkanku tentang indahnya kesetiaan..

Setia menanti musim dingin datang..

Hanya untuk mengenangmu, lagi..

———————————————————–

 

~XXX~

 

            Hari masih pagi. Kabut tipis tampak menyelimuti sebagian besar kota Seoul. Seorang gadis berkulit putih tampak sibuk merapatkan mantel cokelat berbulunya dengan tergesa. Angin musim dingin membelai rambutnya yang halus hingga menerbangkan beberapa helai rambut itu ke tanah.

Gadis itu menunduk sebentar dan mengamati beberapa helai rambut itu dengan seksama. Alisnya bertautan. Tak lama kemudian, terdengar gumaman yang tidak begitu jelas meluncur dari bibir tipis milik gadis itu.

“Yoomi-ya!” panggil seorang yeoja yang membuat sang gadis menoleh.

Ne?”

“Yaakk! Kau! Lagi-lagi disini! Apa kau tidak bosan-bosan menikmati salju, huh? Sejak tadi aku mencarimu, Yoomi-ya!” gerutu gadis yang mengenakan mantel putih itu sambil mendengus. Yoo Seul atau yang lebih sering dipanggil dengan nama Yoomi itu hanya tersenyum hambar. Hal ini sudah biasa baginya.

“Pelajaran baru akan dimulai setengah jam lagi, Yeon Hyo-ya.. Kenapa kau sudah ribut sekali? Bukankah kau sangat membenci pelajaran Han Songsaenim?” tanya Yoomi yang membuat Yeon Hyo memutar kedua bola matanya.

Aish! Siapa juga yang mengatakan ingin masuk pelajaran yang membosankan itu, huh? Tidak akan pernah terjadi dalam hidupku! Yoomi-ya, kau tahu sendiri kalau aku mudah lapar.. Apalagi musim dingin seperti ini.. Aku bisa mati kelaparan jika tidak mengisi perutku dalam waktu sepuluh menit lagi!”

“Jadi kau mengajakku ke kantin?” tebak Yoomi sambil tersenyum.

“Tentu saja! Memangnya ada tempat yang lebih indah selain kantin, huh? Itu satu-satunya surga yang ada di Inha University!” jelas Yeon Hyo sebal. Gadis itu kemudian menarik tangan Yoomi yang terasa dingin, lalu mengernyit.

“Kau kenapa? Belum mau beranjak dari tempat ini juga, eoh? Atau jangan-jangan kau meniru kebiasaan si namja aneh yang berdiri disana?” todong Yeon Hyo sambil menyipitkan matanya ke arah seorang namja berperawakan tinggi yang sedang merentangkan tangannya lebar-lebar. Menikmati salju.

“Cho Kyuhyun maksudmu?” sahut Yoomi balik bertanya.

Ne, siapa lagi? Dia adalah orang aneh yang selalu membawa benda kecil bernama PSP itu kemana pun! Dan tentu saja tampaknya dia sangat menyukai salju bodoh yang membuat jari-jariku terasa beku seperti ini! Aish!”

Yoomi tidak menjawab. Gadis itu hanya tersenyum kecil sambil mengikuti arah pandangan Yeon Hyo yang tak lepas dari sosok namja tampan yang menjadi idola satu kampus mereka itu. Yoomi tahu kalau sebenarnya Yeon Hyo sangat mencintai Kyuhyun yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya. Tapi gadis itu sama sekali tidak mengakuinya.

            “Jangan terlalu membencinya, Yeon Hyo-ya.. Nanti kau malah tak bisa lepas darinya sedetik pun..” goda Yoomi yang membuat Yeon Hyo menoleh ke arah sahabatnya itu dengan raut wajah memerah.

Aniya, hal itu tidak akan pernah terjadi!”

Yoomi tersenyum kecut dan menarik pergelangan tangan Yeon Hyo.

“Saat hal itu terjadi padamu.. Kau tak kan pernah menyadarinya, Yeon Hyo-ya.. Bahkan ketika semua itu sudah terlambat…”

~XXX~

 

“Mengukir kenangan tentang masa lalu..

Menapaki masa-masa sulit yang kelam..

Membuatku terus terkenang akan hadirmu yang semu..

Apakah hikayat indah itu tidak akan pernah terulang kembali

Hidup sudah sangat sulit..

Dan akan terasa lebih sulit lagi tanpamu disini..”

 

~XXX~


“Yoomi-ya?”

Ne?”

“Hari ini kau sibuk?” tanya Yeon Hyo sambil memasukkan buku-buku tebalnya yang berserakan diatas meja kedalam tas putihnya yang besar.

“Sepertinya.. Ada yang harus ku kerjakan siang ini.. Mungkin nanti malam aku baru pulang ke apartemen..” sahut Yoomi yang membuat Yeon Hyo terdiam.

Jinjja? Aish! Padahal aku ingin mengajakmu ke toko buku! Ada novel yang baru terbit hari ini dan aku tak mau kehabisan..” ucap Yeon Hyo terdengar mengeluh.

“Aku juga mau ke toko buku.. Kita pergi bersama saja..” ujar seorang namja yang membuat Yeon Hyo dan Yoomi seketika menoleh. Namja itu memang terdengar menawarkan bantuan atau mungkin tumpangan. Tapi raut wajahnya dingin, tanpa ekspresi. Tidak ada senyuman manis disana.

“Aku bisa pergi sendiri!” jawab Yeon Hyo ketus. Namja tampan itu menghela nafas berat dan melemparkan tatapan berbeda ke arah Yoomi. Gadis itu tersenyum, tanda mengerti.

“Kau pergi saja dengannya, Yeon Hyo-ya.. Kalau sempat, nanti aku menyusul kesana.. Lagipula bukankah apartemenmu dan Kyuhyun satu arah? Kalian bisa pulang bersama-sama..” ujar Yoomi tenang. Yeon Hyo mendengus.

Shireo! Memangnya siapa yang sudi pergi berdua saja dengan namja menyebalkan macam Kyuhyun? Lebih baik aku diculik makhluk alien daripada bersama dengannya!”

“Yaakk! Kau! Jaga ucapanmu, gadis bodoh! Lagipula aku tak memaksamu untuk ikut bersamaku! Aish! Ternyata aku salah besar karena telah menawarkan bantuan pada gadis sepertimu!” pekik Kyuhyun kesal. Yeon Hyo melotot.

“Berhenti mengejekku dengan sebutan ‘bodoh’! Kau yang bodoh, Kyuhyun-ah!”

“Kau!”

“Yaakk! Kau!”

“Cukup!!” jerit Yoomi yang membuat Yeon Hyo dan Kyuhyun sontak terdiam. Keduanya sama-sama membuang muka. Enggan melihat satu sama lain.

“Kalian ini.. Eerr.. Bisakah kalian akur satu kali saja?” tanya Yoomi sambil menggelengkan kepalanya. Gadis itu merasa heran dengan sikap Yeon Hyo dan Kyuhyun yang tak pernah terlihat akur. Padahal mereka adalah sepasang kekasih. Bukankah itu adalah hal yang aneh jika sepasang kekasih lebih terlihat seperti musuh bebuyutan jika bertemu?

Shireo!!” teriak Yeon Hyo dan Kyuhyun secara bersamaan. Keduanya saling pandang dan kemudian sama-sama terdiam.

“Aku sibuk hari ini, Yeon Hyo-ya.. Lagipula bukankah lebih baik jika kalian pergi bersama saja? Sudah lama kalian tidak berkencan..”

“Yoomi-ya!” protes Yeon Hyo yang membuat Yoomi tersenyum.

“Aku pulang duluan, ne? Sampai bertemu besok Yeon Hyo-ya!”

Ya! Ya!! Jangan pergi Yoomi-ya!” pekik Yeon Hyo cepat. Yoomi bergegas keluar dari kelas sembari mengedipkan sebelah matanya pada Kyuhyun. Beberapa detik kemudian, punggung gadis itu pun menghilang dibalik pintu.

~XXX~

 

“Katakan padaku bagaimana keadaanmu hari ini?

Apakah kau sehat?

Apa kau baik-baik saja?

Lalu… Mungkinkah kau merindukanku?

Sedikit saja?”

 

~XXX~

 

“Kita bertemu lagi..” ucap seorang namja yang membuat Yoomi menoleh. Gadis itu tersenyum kecut dan mengangguk secara perlahan.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Yoomi serak. Rasanya gadis itu kesulitan membuka suaranya.

“Baik.. Sangat baik..”

“Oohh..”

“Lalu kau? Bagaimana kabarmu, Yoomi-ya?” tanya Jong Woon lembut.

“Aku? Baik-baik saja.. Semuanya berjalan dengan normal.. Tidak ada yang berubah..” sahut Yoomi sambil meremas ujung mantelnya kuat-kuat. Tampak menahan perasaan agar tidak memeluk namja yang tengah berdiri dihadapannya ini.

Yoomi mencintai Yesung. Sangat mencintainya. Dan namja itu juga merasakan perasaan yang sama dengan Yoomi. Tiga tahun yang lalu, mereka adalah sepasang kekasih. Namun ternyata takdir tidak berpihak pada mereka.

Yesung yang menjadi pewaris utama perusahaan Kim itu mau tidak mau harus berpisah dengan Yoomi karena alasan keluarga.

Keluarga Kim tidak menyukai Yoomi bukan tanpa alasan. Itu karena ibu Yoomi ternyata adalah istri kedua dari ayah Yesung. Itu artinya Yoomi dan Yesung adalah saudara tiri. Dan mereka sedarah.

Pernikahan sedarah sangat terlarang. Yoomi yang sebelumnya tidak mengetahui siapa ayah kandungnya itu, harus menelan kenyataan pahit saat dirinya di vonis mengidap penyakit Leukimia stadium tiga dan harus mendapatkan donor sumsum tulang belakang untuk menyelamatkan nyawanya.

Empat bulan yang lalu, seorang namja paruh baya muncul dan menawarkan diri sebagai donor untuk Yoomi. Ibu Yoomi merahasiakan semua ini. Tapi lama kelamaan, akhirnya Yoomi mengetahui kalau namja yang menawarkan sumsum tulang belakangnya itu adalah ayah kandungnya sendiri. Dan yang lebih membuatnya merasa tertekan, ayah kandungnya itu ternyata juga merupakan ayah Yesung. Kekasih yang amat dicintainya.

“Lalu kapan kau akan menjalani operasi itu, Yoomi-ya?” tanya Yesung dengan suara bergetar. Yesung merasa lututnya melemas. Bagaimana mungkin pertanyaan menyakitkan itu bisa meluncur dengan bebas dari mulutnya sendiri?

“Minggu depan.. Appa sudah mengatur semuanya.. Aku hanya tinggal mempersiapkan mentalku saja..”

“Itu bagus..”

“Mungkin kau juga bisa datang nanti..” ucap Yoomi yang membuat Yesung mengernyit.

“Eerr.. Maksudku.. Jika kau tidak keberatan.. Aku pasti akan senang sekali saat melihatmu datang untuk memberiku semangat..” timpal Yoomi cepat. Gadis itu tersenyum kecut lalu menunduk.

“Aku pasti datang, Yoomi-ya.. Tenang saja..”

~XXX~

 

“Kadang rasanya lelah..

Tapi bagaimanapun juga hatiku selalu meminta berusaha bertahan..

Menganggap semuanya biasa saja..

Aku bukan lah orang yang tidak punya perasaan..

Bukan termasuk orang yang kuat..

Juga bukan orang yang bisa berdiri tegak sendirian..

Tapi aku berusaha untuk tetap tersenyum.

Berusaha untuk terlihat baik-baik saja..

Walaupun sebenarnya keadaanku rapuh..

Aku butuh pegangan untuk berdiri..

Tapi nyatanya tak ada sesuatu yang bisa ku temukan untuk membantuku..”

 

~XXX~

 

            Yoomi memutar gagang pintu apartemennya secara perlahan. Gadis itu menghela nafas dan bergegas masuk kedalam ruangan serba putih dengan langkah gontai.

Tiba-tiba saja langkah Yoomi terhenti. Gadis itu mengerjapkan matanya secara perlahan, tampak terkejut.

“Kau?”

“Malam sekali kau pulang, Yoomi-ya.. Aku lelah menunggumu disini..” ucap namja tampan itu yang membuat Yoomi mengusap tengkuknya. Terlihat gugup sekali.

“Aku..aku—“

“Kau pasti dari rumah sakit, ne? Kenapa tidak memintaku untuk menemanimu kesana?”

“Eerr.. Aku tidak ingin merepotkanmu, Oppa..” sahut Yoomi pelan. Yesung mendesah dan bangkit dari tempat duduknya. Pria tampan itu berjalan mendekati Yoomi sambil tersenyum.

“Kita saudara, bukan? Sudah sepatutnya aku membantumu..” jawab Yesung parau. Yoomi terdiam.

Yesung benar. Bukankah mereka adalah saudara? Tapi kenapa rasanya Yoomi benar-benar tidak ingin Yesung mengatakan hal itu didepannya? Ada perasaan sakit yang mengoyak hati Yoomi dan membuatnya jadi hancur berkeping-keping.

Mianhae oppa.. Lain kali aku akan memberitahumu..”

“Itu jawaban yang ingin ku dengar dari dulu..” timpal Yesung sambil mengacak pelan rambut Yoomi. Namun beberapa detik kemudian, gerakan tangan itu terhenti tatkala Yesung menyadari beberapa helai rambut Yoomi tersangkut disela-sela jari tangan kanannya. Rambut gadis itu rontok.

Gwaenchana..” ucap Yoomi saat menyadari perubahan sikap Yesung yang tampak bersalah.

Namja tampan itu tidak menjawab. Hanya mampu menatap wajah gadis yang sangat ia cintai itu dalam diam. Yesung menurunkan tangannya dan menatap ke arah rambut Yoomi yang mulai terlihat tipis. Tidak seperti dulu.

“Bagian mana yang terasa sakit?” tanya Yesung lemah. Sorotan mata teduh milik namja itu tiba-tiba saja berubah menjadi gundah. Rasa penyesalan yang teramat dalam menghantuinya.

Aniya, aku baik-baik saja Oppa.. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. Hanya tinggal menjalani operasi beberapa hari lagi dan aku sembuh..”

Jeongmal?” tanya Yesung lagi. Yoomi mengangguk dan tersenyum kecil.

“Aku berjanji padamu..”

~XXX~

 

“Aku akan berhenti mencintaimu.

Jika warna matahari berubah menjadi hitam.

Itu artinya tidak ada lagi kehidupan yang patut aku risaukan..”

 

~XXX~

 

Jinjja? Kau akan masuk rumah sakit hari ini?” tanya Yeon Hyo yang membuat Yoomi seketika menoleh.

Ne.. Siang ini aku akan menjalani serangkaian test untuk persiapan operasi tiga hari lagi..”

“Aahh~ pasti itu berat sekali.. Kau harus semangat, Yoomi-ya!” seru Yeon Hyo sambil tersenyum. Yoomi mengangguk perlahan dan mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam saja sambil mengaduk milkshake chocolate-nya. Kyuhyun adalah sepupu Yesung dari pihak ayah. Itu artinya dia juga sepupu Yoomi.

“Saat aku tak ada.. Kau harus menjaga Yeon Hyo dengan baik, ne?” ucap Yoomi pelan.

Mwo? Yaakk! Apa-apaan itu, Yoomi-ya?! Kau tak boleh bicara sembarangan!” sergah Yeon Hyo cepat. Gadis itu mendecak kesal. Tampak tak setuju dengan ucapan Yoomi barusan.

“Tentu.. Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik..” sahut Kyuhyun tenang.

“Kau juga jangan bicara sembarangan!” pekik Yeon Hyo kesal. Gadis itu menyipitkan matanya. Menatap Kyuhyun tajam.

“Aku hanya menyanggupi permintaan Yoomi.. Apa itu salah?”

Ne, itu salah besar!”

“Cukup! Yaakk! Bisakah kalian tidak bertengkar satu hari saja? Telingaku sakit!” seru Yoomi yang diiringi gumaman tak jelas dari Yeon Hyo. Gadis itu masih saja menatap Kyuhyun tajam. Dan namja itu juga bersikap sama.

“Aku akan baik-baik saja, ne? Kalian tenang.. Tak usah khawatir..” ucap Yoomi berusaha menenangkan. Walaupun sebenarnya Yoomi sendiri juga merasa tidak tenang. Pikiran buruk terus menerus menghantuinya.

Bagaimana jika akhirnya operasi itu gagal? Bagaimana jika tubuhnya menolak sumsum tulang belakang itu dan membuat keadaannya lebih parah daripada sekarang? Dan bagaimana jika Yoomi tidak bisa membuka matanya lagi pasca melakukan operasi itu?

Yoomi merasa kepercayaan dirinya semakin lama semakin menguap. Rasanya Yoomi tidak ingin melakukan operasi yang sangat ia takuti itu. Tapi harus bagaimana lagi? Yoomi harus segera melakukan operasi itu jika ia tak ingin keadaannya lebih parah dari ini.

~XXX~

 

“Ada satu hal yang sangat ku takuti didunia ini..

Apakah kau tahu?

Aku takut akan kematian..

Bukan karena aku memang takut akan kematian itu..

Tidak, bukan itu..

Tapi aku takut meninggalkanmu..

Membuatmu bersedih dan kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup didunia ini…”

 

~XXX~

 

“Kenapa kau tak bilang padaku, Yoomi-ya?” tanya Yesung sambil meremas ujung mantelnya dengan kuat. Rahang namja itu mengeras. Tampak emosi sekaligus merasa bersalah.

“Soal apa? Tidak ada yang perlu dibicarakan..” sahut Yoomi dingin. Gadis itu menatap langit-langit kamar bernuansa putih itu sambil menghela nafas berat. Tiba-tiba saja pandangan matanya terasa kabur oleh sesuatu. Benda berupa air yang jernih itu menghalangi tatapan Yoomi.

“Kau menangis?”

Yoomi menggeleng kuat-kuat dan menyeka air matanya dengan cepat.

“Siapa bilang? Aku tidak menangis, oppa.. Tidak ada gunanya menangis..” sahut Yoomi serak. Beberapa detik kemudian, gadis itu terisak hebat.

“Kau pasti bisa menghadapinya, Yoomi-ya.. Kau adalah gadis yang kuat..” ucap Yesung sambil meraih pergelangan tangan Yoomi. Gadis itu tidak menjawab. Dari air mukanya saja sudah terlihat kalau Yoomi takut menjalani operasi yang akan berlangsung dua jam lagi.

“Aku yakin sekali kalau kau akan sembuh dengan cepat.. Rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik di Seoul.. Lagipula sumsum tulang belakang Appa cocok denganmu.. Kemungkinan penolakan organ itu sangat kecil, Yoomi-ya.. Dan disaat kau merasa mual akibat pengaruh bius itu, aku akan selalu siap disisimu.. Aku tak kan pernah meninggalkanmu..”

“Sembuh? Aku bahkan hampir kehilangan seluruh rambut yang ada dikepalaku.. Kau ingat? Dokter bilang penyakitku sudah parah..  Semuanya sudah terlalu kacau, oppa.. Terlebih lagi masalah yang kita hadapi beberapa bulan terakhir ini.. Jika saja aku tidak mengidap penyakit mengerikan ini.. Tentu kita masih bersama.. Dan aku tak kan mengetahui kenyataan bahwa kau—“

“Cukup Yoomi-ya! Tidak ada seorang pun yang menginginkan semua ini terjadi! Termasuk aku!” bentak Yesung yang membuat Yoomi terdiam.

“Kau tahu? Aku masih sangat mencintaimu, Yoomi-ya.. Bahkan kenyataan bahwa kita adalah saudara tiri sangat membuatku terguncang.. Aku tak kuasa menerimanya, Yoomi-ya.. Cobaan ini sangat berat.. Bahkan terlalu tidak masuk akal untuk menjadi nyata..” ucap Yesung sambil mengenggam erat pergelangan tangan Yoomi. Seakan tidak ingin melepaskan tangan mungil itu lagi untuk yang kedua kalinya.

Yoomi tidak menjawab. Gadis itu hanya tersenyum kecil dan membelai wajah Yesung dengan penuh kasih sayang.

“Jika nanti aku tak ada disisimu lagi.. Teruskan hidupmu, oppa.. Jalani kehidupanmu dengan baik.. Berbahagialah dengan gadis yang akan menjadi pendamping setiamu kelak.. Aku selalu mendoakan kebahagiaan yang abadi untukmu.. Percayalah.. Saat kau merasa bahagia, aku juga merasakan hal itu walaupun dalam kondisi yang berbeda denganmu..”

“Yoomi-ya..”

“Waktu ku tak banyak.. Aku memang harus optimis dalam menjalani operasi ini.. Tapi bukankah kemungkinan hidupku sudah sangat kecil? Sudah terlalu banyak rencana yang ku rancang akhir-akhir ini.. Aku hanya tak ingin melewatkan rencana itu, oppa.. Kau pasti tahu apa saja rencanaku itu, ne?”

“Jangan pernah mengatakan hal itu lagi, Yoomi-ya.. Aku tak kan sanggup mendengarnya..” jawab Yesung dengan suara bergetar. Lututnya terasa melemas. Padahal Yoomi masih hidup dan keadaannya baik-baik saja. Tapi entah kenapa, Yesung benar-benar tidak suka mengikuti arah topik pembicaraan ini.

“Tidak ada yang bisa menentang garis takdir.. Walaupun kita berusaha lari sejauh mungkin dari kenyataan yang tidak kita kehendaki..” ucap Yoomi sambil tersenyum kecut. Gadis itu menatap wajah Yesung lekat-lekat. Seperti menyimpan rekaman kenangan tentang namja yang sangat ia cintai itu.

“Aku akan tetap menikahimu di akhir musim dingin nanti.. Karena itu, berjanjilah untuk terus hidup dan mendampingiku..”

“Pernikahan sedarah itu terlarang oppa.. Siapa pun juga mengetahui hal itu..” ujar Yoomi parau.

“Aku tak peduli..”

Oppa..”

“Aku mencintaimu, Yoomi-ya.. Dan aku akan tetap menikahimu sekalipun kau adalah adikku sendiri..”

“Tapi..”

“Kau harus sembuh, ne? Berjuanglah.. Demi aku..”

~XXX~

 

“Aku hanya ingin mencintaimu..

Aku tidak akan pernah berpikir untuk melihat yang lain lagi…”

 

 

~XXX~

 

“Bagaimana keadaannya?” tanya Yesung penuh harap. Namja paruh baya yang memakai jas putih itu sontak menggeleng perlahan.

Mianhamnida.. Keadaannya buruk.. Buruk sekali..” jawab dokter Choi yang membuat Yesung merasa tubuhnya melemas. Namja itu mengatupkan rahangnya kuat-kuat hingga membuatnya terlihat begitu terpukul.

“M..ma..maksudnya? Operasi itu gagal?” desis Yesung lemah. Suaranya begitu pelan hingga hampir saja dokter Choi tidak mendengar pertanyaannya.

Ne, awalnya operasi pencangkokan sumsum tulang belakang Nona Yoomi berjalan dengan lancar.. Tanpa hambatan.. Hingga pada saat operasi itu selesai dilakukan.. Nona Yoomi mulai menunjukkan tanda-tanda menolak donor sumsum tulang belakang itu.. Dia tak kunjung sadar dan juga mengalami pendarahan hebat yang sangat kami hindari.. Kondisinya kritis.. Dan operasi ini tidak mungkin bisa dilanjutkan lagi..”

“Apa ada jalan keluar untuk membuatnya kembali normal?”

“Untuk saat ini.. Kondisi Nona Yoomi belum stabil.. Oleh karena itu, kami tidak bisa mengambil tindakan apapun untuknya.. Terlalu berbahaya..”

“Jadi…”

Mianhamnida Tuan muda Kim.. Kita hanya bisa berharap akan ada keajaiban yang membuatnya keluar dari masa kritis.. Mianhamnida.. Semoga pihak keluarga diberi kekuatan dalam menerima cobaan ini..” ujar dokter itu sambil membungkuk.

Aniya, ini tidak mungkin terjadi.. Tolong katakan padaku kalau ini tidak benar!”

Mianhamnida Tuan Kim..”

Andwae! Yoomi-ya!” pekik Yesung sambil menerobos masuk ke dalam ruangan yang serba putih itu. Ekor matanya menjelajahi ruangan itu dengan nanar. Ada ketakutan disana.

“Yoomi-ya!”

Mianhamnida Tuan.. Kondisinya kritis.. Anda tidak diperkenankan untuk masuk kedalam..” cegah seorang yeoja yang berusia sekitar dua puluh tahunan itu sambil membungkuk. Yeoja itu mengenakan seragam putih-putih yang membuat Yesung otomatis menghentikan langkahnya.

“Aku kakaknya! Aku berhak tahu apa yang sedang terjadi pada Yoomi!”

“Tapi Tuan..”

“Jangan halangi aku..” ucap Yesung dingin. Suster itu kemudian mengangguk perlahan dan memberi jalan pada Yesung. Raut wajah namja itu benar-benar tidak bersahabat saat ini.

Yesung menghela nafas dan berjalan gontai ke arah tempat tidur putih yang dipenuhi oleh deretan kabel-kabel asing yang cukup menganggu pandangan matanya.

Di atas tempat tidur itu terdapat seorang gadis kurus dengan bibir pucat tengah tertidur lelap, seperti enggan membuka matanya lagi untuk melihat dunia ini.

Yesung menggigit bibir bawahnya dan kemudian berdiri disamping tempat tidur putih itu. Yesung menunduk dan perlahan mencium dahi gadis itu dengan lembut. Setetes kilauan bening menabrak kulit putih susu itu hingga menimbulkan kesan dramatis. Yesung menangis dalam diam. Rasanya ia benar-benar tidak sanggup menghadapi semua ini.

“Yoomi-ya…”

“………..”

“Bangun Yoomi-ya..” bisik Yesung parau. Namja itu memejamkan matanya dan merengkuh tubuh lemah Yoomi kedalam pelukannya dengan erat. Seperti benar-benar takut kehilangan sosok gadis itu.

“Aku sudah memperingatkanmu soal ini.. Kenapa kau tidak mau menerima sumsum tulang belakangku saja? Kenapa kau malah memilih sumsum tulang belakang appa? Bukankah kita adalah saudara? Aku tahu kalau kau membenci kenyataan ini.. Aku tahu hal itu, Yoomi-ya.. Tapi jika seandainya saja kau lebih memilih sumsum tulang belakangku sebagai donormu.. Mungkin tubuhmu tidak akan memberontak seperti ini.. Sumsum tulang belakangku lebih cocok denganmu daripada punya appa.. Tapi kenapa kau masih saja keras kepala dan menolak semuanya?”

Yesung menghela nafas dan melepaskan pelukannya. Namja itu menatap tubuh tak berdaya milik Yoomi dengan miris.

“Aku mencintaimu, Yoomi-ya.. Sangat mencintaimu..”

~XXX~

 

“Aku mencintaimu dengan sengaja..

Sengaja untuk melindungimu..

Sengaja untuk mengawasimu..

Sengaja untuk menghabiskan waktu bersamamu..

Aku mencintaimu dengan sengaja..

Hingga tak ada keraguan sedikitpun didalamnya..”

 

~XXX~

 

“Pagi Yoomi-ya…” ucap seorang namja sambil melepaskan mantel hitamnya dan melemparkan benda penjaga suhu tubuh itu ke atas sofa. Namja itu tersenyum kikuk dan berjalan mendekati seorang gadis cantik yang masih ‘betah’ tertidur selama seminggu ini.

Gadis itu mengalami koma. Dan sebenarnya tidak ada harapan hidup lagi untuknya.

“Kau belum bangun? Uumm.. Apa kau tidak lapar, Yoomi-ya?” tanya Yesung sambil tersenyum kecut. Namja itu membelai rambut tipis Yoomi secara hati-hati. Takut sekali jika rambut indah milik gadis itu kembali tersangkut disela-sela jarinya seperti waktu itu.

“Yeon Hyo menitipkan salam untukmu.. Nanti sore dia akan berkunjung kemari bersama Kyuhyun.. Karena itu cepat lah bangun dan mandi.. Kau pasti tidak mau diledek Yeon Hyo habis-habisan, bukan?”

“……………”

“Aahh~ ya, satu hal lagi.. Appa sudah keluar dari rumah sakit kemarin.. Luka bekas operasinya memang belum sembuh.. Tapi kondisinya sudah memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit.. Appa turut sedih atas kondisimu.. Dia tak bisa menemanimu disini, Yoomi-ya.. Karena itu dia meminta maaf soal ini..”

“……………”

Eomma sudah tidak marah pada ibumu lagi.. Mereka sudah berbaikan.. Walaupun ibumu tidak mau tinggal dirumahku.. Tapi itu bukan masalah.. Sampai saat ini ia belum sanggup menemuimu.. Putri tunggalnya yang cantik..”

Yesung tersenyum kecil dan membelai wajah Yoomi dengan penuh kasih sayang.

“Lalu sampai kapan kau mau tertidur seperti ini, Yoomi-ya? Bangun lah.. Dan kita akan membeli mawar merah yang banyak.. Kau suka sekali dengan mawar merah, bukan?”

“……………”

“Jangan membuatku menunggu, Yoomi-ya..”

~XXX~

 

“Bangun dan buka matamu..

Hadapilah dunia..

Tataplah aku yang menunggumu disini..

Menunggu hingga detik penghabisan membunuh waktu..”

 

~XXX~

 

“Kau masih tidak mau bangun?” tanya Yesung pelan. Namja itu menatap wajah Yoomi dengan intens. Masih tak bergerak. Yang terdengar hanya suara monitor jantung Yoomi yang tak henti-hentinya berbunyi, menandakan kalau masih ada kehidupan dalam tubuh gadis itu.

“Yoomi-ya.. Aku masih menunggumu bangun dan membuka matamu..”

“…………”

“Kapan kau akan bangun dan sadar? Kau sudah koma selama satu bulan ini.. Apa kau tidak lelah, Yoomi-ya? Ujian semester akan berlangsung dua hari lagi.. Apa kau juga ingin melewatkannya? Kasihan Yeon Hyo.. Dia sangat kesepian tanpamu, Yoomi-ya.. Dan aku juga merasa seperti itu.. Terasa benar-benar hampa saat kau tak ada..”

“…………”

“Aku merindukanmu, Yoomi-ya..”

Oppa?” panggil seorang gadis yang membuat Yesung sontak menoleh. Gadis itu tersenyum kecil dan menghampiri sosok namja tampan dengan wajah murung tak jauh darinya itu.

“Apa kata dokter?” tanya Yeon Hyo pelan. Yesung menggeleng dan kembali beralih menatap wajah pucat Yoomi.

“Tidak ada harapan.. Kita hanya bisa menunggunya sadar.. Atau tidak sama sekali..”

“Tidak sama sekali? Maksudnya?”

“Yoomi tidak akan sadar.. Jika dia bisa sadar dari koma-nya kali ini, itu merupakan suatu keajaiban..”

Jinjja? Kenapa bisa separah itu, oppa?” sahut Yeon Hyo sambil menutup mulut mungilnya dengan telapak tangan kanan. Rasanya gadis itu benar-benar tidak percaya kalau sahabatnya akan mengalami cobaan berat seperti ini.

“Tubuhnya bereaksi terlalu berlebihan.. Hingga membuat kesadarannya hilang.. Aku tak tahu lagi bagaimana caranya agar membuat Yoomi bangun dan sadar kalau aku masih setia disini menunggunya.. Sempat terpikir olehku untuk membawanya keluar negeri.. Tapi kondisi Yoomi yang lemah, tentu dapat membahayakan nyawanya jika aku masih bersikeras membawanya berobat..”

Jeongmal? Kenapa semua ini terjadi pada Yoomi?” ucap Yeon Hyo parau. Gadis itu membelai punggung tangan Yoomi secara perlahan. Butiran bening mulai membasahi raut wajah Yeon Hyo yang muram.

“Dia selalu memintaku untuk menjaga Kyuhyun dengan baik.. Entah kenapa saat itu aku merasa dia akan pergi jauh.. Yoomi pernah mengatakan sesuatu padaku yang membuatku selalu merasa bersalah..” ujar Yeon Hyo yang membuat Yesung mengernyit.

“Apa itu?”

“Dia pernah memintaku untuk jangan terlalu membenci Kyuhyun.. Dia mengatakan hal aneh yang seolah-olah dia juga turut merasakannya.. Yoomi berkata padaku, ‘saat hal itu terjadi padamu.. Kau tak kan pernah menyadarinya, Yeon Hyo-ya.. Bahkan ketika semua itu sudah terlambat’.. Dulu aku memang tak mengerti maksudnya.. Tapi sekarang aku paham, oppa.. Sebenarnya ucapan itu bukan ditujukan padaku.. Tapi lebih ditujukan untukmu..”

“M..maksudmu?” tanya Yesung terbata-bata. Perlahan rasa sakit itu menjalar menguasai ruang hatinya.

“Yoomi pernah berkata padaku.. Kalau dia akan berusaha membencimu, oppa.. Hubungan saudara diantara kalian mungkin menjadi penghalang terbesar untukmu dan Yoomi.. Dia mencintaimu, oppa.. Sangat mencintaimu.. Bahkan keputusan untuk melupakanmu adalah hal tersulit yang pernah ia hadapi dalam hidupnya.. Dan di detik-detik terakhir sebelum operasi itu.. Mungkin Yoomi menyadari kalau keputusannya itu salah.. Dia sadar kalau mencintaimu jauh lebih baik daripada terpuruk dalam kenyataan bahwa ia harus membuang rasa itu..”

“Yoomi berusaha sekeras itu?”

Ne, dan ternyata oppa memang tak pernah menyadarinya.. Bahkan ketika semuanya sudah terlambat..”

“Yeon Hyo-ya, bagaimana caranya agar aku bisa menebus semuanya? Aku terlalu menyakiti hati Yoomi! Aku tahu, kalau perpisahan yang ku minta darinya itu membuat Yoomi benar-benar merasa terpukul.. Keadaannya terpuruk dan aku sama sekali tidak menyadarinya! Aish! Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa?!”

“Karena takdir telah membuatmu buta, Hyung..” ucap seorang namja berperawakan tinggi yang membuat Yesung dan Yeon Hyo sontak menoleh.

Namja itu tersenyum kecut dan menepuk pundak Yesung pelan. Seakan memberi dukungan pada namja yang memiliki suara indah itu.

“Kyuhyun-ah?”

“Hubungan saudara antara kau dan Yoomi memang merupakan suatu masalah yang sangat besar.. Kalian mungkin tidak akan bisa bersama.. Tapi bukankah mencintai seseorang itu tidak memandang siapa dia? Seperti apa rupanya? Bagaimana sifatnya? Dan apa kedudukannya? Cinta tidak mengenal itu semua, Hyung.. Cinta hanya mengenal bagaimana cara kita menyayangi seseorang dengan tulus dan melindunginya segenap jiwa raga kita.. Aku belajar banyak tentang cinta dari Yoomi.. Dan seharusnya kau bisa menangkap itu semua, Hyung.. Mungkin ini memang sudah sangat terlambat, tapi tidak ada salahnya jika kau mau menebus semua ini demi Yoomi..” ujar Kyuhyun sambil tersenyum.

“Kau benar, Kyuhyun-ah.. Aku benar-benar bodoh karena tidak menyadari hal itu lebih cepat..” timpal Yesung sambil menunduk. Namja itu memijit dahinya secara perlahan. Tampak berpikir.

“Lalu? Apa yang harus ku lakukan sekarang, Yeon Hyo-ya?” tanya Yesung lirih.

Yeon Hyo hendak menjawab. Tapi niat itu buru-buru ia urungkan karena Kyuhyun melemparkan tatapan tajam menusuk ke arahnya. Tanda melarang gadis itu untuk mengatakan apapun.

Hyung bisa menemaninya setiap hari disini..” ucap Kyuhyun tenang. Yeon Hyo menghela nafas dengan kasar. Membuat Yesung kembali menatap gadis itu dengan bingung.

“Kenapa Yeon Hyo-ya?”

Aniya..” sahut Yeon Hyo cepat.

“Jika ada yang mau kau katakan.. Bilang saja..” desak Yesung yang membuat Yeon Hyo kembali mendesah.

“Aku..aku—“

“Tidak Yeon Hyo-ya! Itu bukan jalan keluar terbaik!” pekik Kyuhyun kesal.

“Bukan jalan keluar terbaik? Jadi kau mau menahan Yoomi terlalu lama disini? Kau tidak lihat, hah? Dia terlihat begitu menderita! Sudah cukup dia menderita selama ini! Aku tak kuasa melihatnya seperti itu lagi!” bentak Yeon Hyo emosi. Air mata mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik.

Yesung bangkit dari tempat duduknya dan menatap kedua sosok yang tampak serasi dihadapannya itu dengan bingung.

“Kalian kenapa? Katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya!” seru Yesung yang membuat Kyuhyun dan Yeon Hyo terdiam. Suasana mendadak hening dan semakin mencekam dengan adanya suara-suara monitor jantung Yoomi yang cukup berisik.

Aniya Hyung! Yeon Hyo hanya salah bicara!” ralat Kyuhyun cepat.

“Salah bicara? Aniya! Oppa, kau harus mendengarkan soal ini.. Memang sulit dipercaya dan mungkin akan membuatmu sedih.. Tapi kau harus tahu hal ini, oppa! Kemarin aku menemukan catatan kecil milik Yoomi dari dalam buku yang ku pinjam darinya sebelum ia melakukan operasi.. Disana tertulis kalau dia tak yakin akan membuka matanya lagi setelah operasi itu selesai dilakukan.. Oleh karena itu, dia minta agar oppa mau merelakannya pergi jika ia tak kunjung sadar juga.. Sungguh, sebenarnya aku tak kuasa mengatakan semua ini.. Tapi lihatlah! Yoomi kelihatan begitu tersiksa.. Dia sengaja bertahan selama sebulan ini karena masih banyak yang belum merelakan kepergiannya.. Dia terlalu banyak menderita, oppa.. Awalnya aku tak ingin ia pergi.. Siapapun tak ingin ia pergi.. Tapi bukankah lebih baik dia pergi daripada harus hidup dalam keadaan seperti ini?” ujar Yeon Hyo lirih. Gadis itu menyeka air matanya dengan cepat dan tersenyum.

“Oleh karena itu, tolong relakan dia.. Kau harus mengikhlaskannya pergi, oppa.. Masih ada tempat yang paling baik untuknya.. Kita tak bisa menahannya disini terlalu lama.. Kasihan dia, oppa.. Kasihan Yoomi..” tambah Yeon Hyo sambil terisak. Gadis itu tak kuasa menahan kesedihannya. Tangisnya pecah. Seiring dengan gerakan tangan Kyuhyun yang menarik tubuh Yeon Hyo kedalam pelukannya.

Kyuhyun terdiam. Tidak ada satu pun komentar yang sanggup ia ungkapkan. Rasanya waktu berjalan teramat sangat lambat. Bahkan Yesung pun belum bergeming dan menunjukkan tanda-tanda akan mengambil sebuah tindakan.

Hyung…” panggil Kyuhyun yang membuat Yesung tersentak.

Ne?”

“Kau harus kuat menghadapi semua ini, hyung…”

Yesung tidak menjawab. Namja itu hanya mengangguk kecil dan beralih menatap Yoomi.

“Yoomi-ya..”

“……………”

“Boleh kah aku mencium dahimu untuk yang terakhir kali? Setelah itu kau boleh pergi, Yoomi-ya.. Aku tak kan menahanmu lebih lama lagi disini..” ucap Yesung sambil menunduk.

Air mata Yesung mengalir hebat hingga membasahi pipi Yoomi. Namja itu memejamkan matanya dan mencium dahi gadis yang amat ia cintai itu dengan lembut.

Saranghae Yoomi-ya.. Aku mengikhlaskanmu.. Kau boleh pergi sekarang..” bisik Yesung tepat ditelinga Yoomi.

Namja itu memeluk tubuh Yoomi bersamaan dengan suara monitor jantung Yoomi yang berbunyi semakin berisik. Yesung mengeratkan pelukannya diiringi dengan tangisan menyayat hati milik Yeon Hyo saat menyadari monitor jantung itu menunjukkan garis lurus yang berarti sudah tidak ada kehidupan lagi dalam tubuh Yoomi.

Yesung terisak hebat. Namja itu menjerit berulang kali dan meremas bahu Yoomi kuat-kuat.

“Selamat jalan, Yoomi-ya.. Selamat jalan cintaku..”

~XXX~

 

“Ketika kematian memisahkan kita..

Apa yang dapat aku lakukan untukmu?

Apakah aku harus terpuruk dalam kesedihan yang berlarut-larut?

Atau kah mungkin aku harus bangkit dan percaya akan ada takdir yang lebih indah dari pada ini?

Semuanya memang terasa berbeda saat kau tak ada.

Tapi aku bisa apa untuk menentang semuanya?

Ingatlah..

Cinta tak kan pudar dimakan waktu dan usia..

Begitu juga rasa ini untukmu..

Cinta ini akan terus ada selama nyawa masih melekat dalam tubuhku..

Aku berjanji padamu..”

 

~XXX~

 

 

-EPILOG-

Hyung!”

Ne?” sahut Yesung sambil menoleh. Beberapa detik kemudian, namja itu mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas. Membentuk sebuah senyuman.

“Besok kau harus hadir dipernikahan kami, ne? Awas kalau sampai terlambat!” seru Kyuhyun setengah mengancam. Yesung mengangguk dan pada akhirnya tertawa.

“Tentu saja.. Aku tidak akan mungkin melewatkannya, Kyuhyun-ah..”

“Hhahahaa! Dan juga bawa serta seluruh anak asuhmu itu, ne? Yoomi pasti turut senang jika anak-anak itu diundang..”

Yesung mengangguk dan tersenyum. Dalam hati ia berjanji, akan merawat ketiga belas anak asuhnya itu dengan kasih sayang. Yoomi pernah bermimpi ingin mendirikan sebuah yayasan untuk menampung anak-anak yang kurang mampu dan mengidap kanker darah sepertinya. Dan ternyata impian itu diwujudkan oleh Yesung yang merasa kesepian dan meyakinkan diri bahwa Yoomi akan terus hidup dalam jiwa anak-anak pengidap Leukimia itu.

Musim dingin berakhir. Itu artinya sebuah cerita cinta ini juga berakhir dengan sendirinya. Tapi Yesung berjanji akan selalu mengingat dan menyimpan kenangan itu dalam hatinya sendiri. Jauh lebih baik lagi.

-THE END-

 

 

 

#JEDEEEEEERR !!

 

FF [4 Season Stories] akhirnya SELESAI😀

Hahahhahahaaa😄

 “Spring Blossom” dan “Summer Desire” memang HAPPY ENDING..

 Dan “Autumn Scene” plus “Winter Tale” harus SAD ENDING dong :p

 #dicekek Donghae dan Yesung =.=’

 

Wwkkwkwkkw

 


_Yoon Yeon Hyo_

112 thoughts on “FF [4 Season Stories] “Winter Tale” -OneShoot-

  1. annyeonghaseyo ..
    salam kenal ya eonni ..
    mian bru sekarang bisa komen soalnya biasanya baca lewat hp …

    ff eonni keren keren …
    yang ini juga …
    tapi sad ending …
    jadi gimana gitu …
    ikut sedih baca ceritanya ,,,,

    eonni memang daebakk …
    hehehe

  2. Daebaaaakkk saeng FFnya smpe bikin aku nangis bacanya.😥

    Terharu bacanya..knp FFini dipublish pas abis ultah nya si yeye oppa saeng,,udah gtu sad ending lg😥 bukannya happy ending kan yeye oppa lg ultah kkkkk~

    Gatau mau comment apalagi saeng kkkkk~ ditunggu FF selanjutnya yaa ^^

  3. Huaaaaa T.T eonni jahaatttt! Aku sampe nangis ginii bacanyaaa T.T
    Eonni icha hebat bisa bikin aku baca ff sampe nangis gini! Feelnya dapet banget! Pokoknya daebak eonn daebak!!!!! T⌣T

  4. wuuuuuaaaa, buat nangis. eonn bikin yang happy ending dong biar aku ga galau abis baca ff donghae sama yesung, yayay. tapi ceritanya bagus aku suka bgt makasih ya🙂

  5. akhirnya brojol(?) juga nih ff..kya!,kya!,kya!!! xDD….dabakk!!..aku suka nih ff..yaah walaupun air mataku baru mngalir pas selese baca!…..ff 4 season Storiesnya semuanya ada adegan Hyo-Kyu bertengkar!….emang ga cape yaah …sampe authornya pernah ngimpi ketemu kyu terus brntem ma kyu…kekek!..rahasia terbongkar!! #bakcsound:intro S.P.Y….xDD..oh ya ditunggu TSH part 2 nyaa!!! ^^..;D

  6. seseeeekkk bgd ampe btuh oksigen tmbhan dri siwon oppa *plaaak hahahaa
    kasiaan yeye oppa hrus nerima takdir mnyedihkan😦
    inii smua krna oenni nii *timpukkolorkyu :p
    hahaa
    dtunggu karyakaryaa slanjutnya oen🙂

  7. Annyeonghaseyo.. Nanda imnida, saya reader baru disini…. Salam kenal

    Ahh… FF ini sukses membuatku banjir air mata… T_T

    Daebakk !!Deh… Suka banget dengan kata-katanya..🙂

  8. huwaaaa T___________T unnie sukses buat nangisin anak orang *plak
    kau hebat unn ^^ kenapa ada author sehebat kau unn ..
    mian, aku baru koment ><

  9. Kyuhyun jeleeeekk !! tumben sekali kau dewasa :p

    halmeoni, kapan-kapan, kalo buat FF itu Yeon Hyo sama Kyuhyun itu akur napa ! nyari sensasi baru gtu lhooo~ :p

    bosen kalo sensasi Hyo-Kyu berantem mulu… gak asik😄

    abang Yesung, kasian bgt nasibmu bang… di tinggal mati sama aku XP
    mati juga yuk, bang😄
    #bunuh Yesung

  10. icha bikin galau nih ending ff’y, yesung sm yoomi emng nasib deh kyk gt, oh iyah jd inget mslh yg hina” HKS cha,yg sabar jg q jg sbg HKS ngrasa t’singgung tp sabar yah cha….

  11. kyyaa daebak. kau tau eoni. ff ini mengingatkan aku ama novel autumn in paris. haha eh or spring in london? #jeger amnesia selewat, prcintaan sedarah #alah apa itu? .. kyyaa bener2 bahagia komen aku di wall di tanggepn.

    saran : eoni jangan sering bkin ff sad ending donk T.T sedih tau! #disate eon. haha

  12. Pas buka blog ini rasanya ada yg kurang…
    ternyata…

    beberapa hari yg lalu aq bca FF ini trnyta aq nggk koment,
    ani…lupa koment -___-
    #gigit cangkang dadang(?)
    alhasil skrg aq bca 2kali,tp mata ini ttep brkaca2…apalagi wktu YeYe mengikhlaskan Yoomi,ngena bgt ! DAEBAK eon !

  13. Tissu thorr tissuu!!
    Huaa aq kira kisah yg ini bkal happy end krna tdi donghae dah sad end huaaa gga terima..
    Dah gitu ni hp ngedukung pula lgi sedih gini ekh hp malah muter lagu bigbang-haruharu huaa..😦

  14. huwwaaa.. sad ending lagii !! ><
    ksihan yesung oppa..😥
    tpii ngga apa" ding,, yesung oppa sama aku ajja😉 #peluk yesung oppa #di hajar clouds

    hahha.. keren eon,, Daebakk!!😀

  15. Knapa harus sad ending???
    Terlalu menyakitkan sepertinya *pelukYesung T.T
    Aku ga nangis tapi nyesek eon..
    Aigooo~
    HyoKyu emang ditakdirkan untuk tidak pernah akur yah?? *ditabok xD
    Ga sekalian itu Yesungnya nyusul Yoomi? *makinGarela >.<

  16. hwaa. keren. . wlau dr awal ud yakin c yoomi bkal ga brtahan. .tp ttp ja Ye-Mi momentx q suka, plgi pas yesung oppa blg Aq merelakanmu pergi skrag. .rasax tu Jedddeer, gmana gt. . .

    dtgu Ye-Mi story yg lain y eon

  17. okay, it’s my first time coming here^^
    that’s good and i’m satisfied with your story,
    kim jong woon, oh i miss him…

  18. sedih banget :””( aaa hiks hiks lagi-lagi nangis baca ff sad buatan eonni ㅠ_ㅠ. kasian yesung ditinggal yoomi tapi ga tega juga liat yoomi menderita. Daebakkkk banget eon! keep writing ya eon..

  19. baru nemu ff kaya gini, dan bisa membuat saya nangis. jujur saya orgnya gk prnh nangis setelah baca ni ff huwaaaaaa authornya daebak!! huhu😥 kereen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s