FF [4 Season Stories] “Summer Desire” -OneShoot-

[4 Season Stories] Summer Desire

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com


Main Cast : Sungmin Super Junior a.k.a Lee Sungmin

                        Aulya PuspitakyuhyunelfSparkyu a.k.a Cho Hae Rin

Sub Cast : Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

                        Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

Genre : AU!, Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu

                        Super Junior milik ELF, tapi Kyuhyun dan Fanfiction ini hanya milik Yeon Hyo😄

Credit pict : Masih Lestari Edited

Recommended Song :: Super Junior – Haru

 

 

 [4 Season Stories] “Summer Desire” –OneShoot-

———————————————————

 

“Musim panas..

Apakah dengan datangnya musim ini, cinta juga akan hadir?

Jika cinta tercipta dalam kehangatan musim ini..

Apakah akan bersinar layaknya mentari pagi yang menyapa dunia?

Dan atau kah mungkin, cinta akan menyinari seluruh ruang kosong dalam hati dan menghangatkan kebekuannya?

Jika saja sang hujan tidak mengacaukan segalanya..

Ketika semuanya berlalu dan musim gugur menjelang..

Meniupkan angin keabadian dan menebarkan aroma pinus tua yang mengering..

Akan kah cinta itu tetap datang pada saat yang tepat?”

 

——————————————————————-

~XXX~

-Nowon, Seoul-

Hari masih pagi. Musim panas baru saja beberapa hari yang lalu menyapa sebagian besar warga negeri gingseng yang kebanyakan tidak terlalu suka dengan datangnya musim ini. Cuaca saat ini cukup panas untuk ukuran pagi. Matahari bersinar terik dan membuat beberapa pejalan kaki tampak membawa payung dan sebagiannya lagi memakai topi atau pelindung kepala untuk menghindari panas.

Seorang gadis berkulit putih susu tampak berjalan beriringan bersama seorang namja tampan berperawakan tinggi dan juga memiliki kulit yang hampir sama dengan gadis itu. Warna kulit yang sempurna dan membuat mereka terlihat lebih rupawan diantara pejalan kaki yang lain.

“Yeon Hyo eonni menunggu kita dimana?” tanya gadis itu yang sontak membuat sang pria menoleh.

Amouris Coffee Shop.. Dia sudah berada disana sejak sepuluh menit yang lalu.. Dan aku yakin sekali kalau dia akan mengamuk padaku habis-habisan jika kita tidak segera sampai disana dalam waktu lima menit lagi..” sahut namja itu yang lebih terdengar seperti mengeluh.

“Hahhaha! Aku sudah bersiap secepat mungkin.. Oppa yang terlalu lama.. Jadi ini bukan salahku..” ucap Cho Hae Rin sambil terkekeh.

Kyuhyun mendengus. Adik perempuan satu-satunya itu memang suka sekali menggodanya. Melihat Yeon Hyo dan Kyuhyun berdebat adalah salah satu kegemaran Hae Rin. Walaupun pembawaannya sangat dewasa, tapi sebenarnya Hae Rin cukup kekanakan. Apalagi sampai sekarang gadis itu tidak pernah terlihat berkencan dengan pria mana pun. Dan lebih memilih untuk mengacaukan kencan Yeon Hyo dan Kyuhyun dengan mengikuti pasangan kekasih itu kemana pun juga.

Ne, setelah ini kau pasti menceritakan segala hal yang ku lakukan dirumah tadi pada gadis bodoh itu, huh? Kau dan Yeon Hyo sama saja.. Menyebalkan..” cibir Kyuhyun yang lagi-lagi membuat Hae Rin tertawa.

Aniya, tentu aku akan melewatkan cerita soal Oppa yang terpeleset didepan kamarku karena mendengar panggilan telepon dari Yeon Hyo eonni.. Tenang saja, aku tidak akan sekejam itu padamu, Oppa…”

Ya!! Kau ini!!” pekik Kyuhyun kesal. Hae Rin tersenyum dan meraih pergelangan tangan kakak kesayangannya itu dengan cepat.

Palli! Nanti Yeon Hyo eonni menunggu lama!”

~XXX~

 

“Cinta terkadang datang secara tiba-tiba..

Tanpa disadari, cinta itu muncul secara perlahan ke atas permukaan..

Membuat rinai hujan berubah menjadi indahnya pelangi..

Menyingkap misteri takdir yang menghubungkan perasaan diantara keduanya..

Mencerahkan dunia dan membuatnya menjadi lebih berwarna..

Cinta itu adalah kamu..

Sesuatu yang selalu membuatku tersenyum..”

 

~XXX~

 

            “Hae Rin-ah.. Perkenalkan, dia Lee Sungmin.. Sepupu Yeon Hyo.. Baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amsterdam, Belanda.. Dia akan berlibur disini selama beberapa hari sebelum kembali ke Tokyo untuk memimpin perusahaannya disana..” ujar Kyuhyun yang membuat Hae Rin sontak membeku ditempat.

Gadis itu meremas ujung kaus lengan panjang berwarna hijau miliknya dengan bibir bergetar hebat. Cho Hae Rin mengenali pria yang sedang mengulurkan tangan dihadapannya ini. Dia Lee Sungmin. Seorang namja yang berusia dua tahun lebih tua diatasnya. Namja yang dikenal sebagai ‘King of Aegyo’ saat mereka masih duduk dibangku sekolah menengah atas dulu. Hae Rin mengagumi Sungmin sejak dulu, jauh sebelum mereka bertemu dan berkenalan seperti ini. Tapi sepertinya Lee Sungmin tidak menyadari hal itu.

“Lee Sungmin imnida.. Senang berkenalan denganmu, Hae Rin-ssi…” ucap Sungmin sambil tersenyum manis.

Cho Hae Rin tidak menjawab. Gadis itu masih membeku ditempatnya berdiri tanpa bermaksud mengabaikan uluran tangan Sungmin. Tidak, Hae Rin tidak membenci pria dihadapannya ini. Dia hanya terlalu gugup sampai-sampai tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun.

“Hae Rin-ah? Waeyo?” tanya Yeon Hyo sambil menatap ekspresi Hae Rin dengan pandangan aneh. Gadis itu mengernyit dan kemudian menoleh ke arah Kyuhyun. Namja itu mengangkat bahu, tanda tak mengerti. Sama halnya dengan Yeon Hyo.

“Cho… Cho Hae Rin imnida…” sahut Hae Rin gugup. Gadis itu menyambut uluran tangan Sungmin dengan tubuh gemetar. Rasanya ada debaran aneh yang bergelojak dalam tubuh Hae Rin. Debaran kuat yang terasa menggebu-gebu. Entahlah, mungkin perasaan terlalu senang. Atau mungkin, cinta?

“Mari duduk..” ucap Yeon Hyo yang sontak membuyarkan lamunan Hae Rin.

Kyuhyun mengangguk, diikuti oleh Hae Rin yang kini wajahnya terasa mulai memanas.

“Hhmm.. Pertama-tama, aku ingin melayangkan tuntutan protes padamu, Tuan Cho..” ujar Yeon Hyo yang langsung membuat Kyuhyun mendengus.

Arra! Arra! Aku tahu kalau ini sudah terlambat setengah jam.. Tapi jalanan macet sekali, kau tahu? Bahkan aku harus memarkir mobilku jauh sekali dari tempat ini karena terlalu ramai! Dan berita bagusnya lagi, aku dan Hae Rin harus berjalan kaki ke tempat ini dibawah sinar matahari terik! Sangat menyebalkan!” gerutu Kyuhyun sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Sungmin tertawa. Sedangkan Yeon Hyo tidak. Pandangan tajam milik gadis itu masih mengarah fokus pada raut wajah tampan Kyuhyun.

Jinjja? Tapi kau tidak terlihat seperti itu, Kyuhyun-ah.. Kau bahkan terlihat lebih segar daripada Hae Rin..” cibir Yeon Hyo yang lagi-lagi membuat Kyuhyun terlihat kesal.

“Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, Nona Yoon.. Cepat katakan sebenarnya apa tujuanmu menyuruhku datang kemari?”

“Menurutmu?” sahut Yeon Hyo balik bertanya.

Aish! Aku sedang tidak ingin menebak-nebak! Katakan saja dengan jelas!” ucap Kyuhyun ketus. Yeon Hyo tertawa.

“Kau tahu sendiri kan kalau Sungmin Oppa akan berlibur disini selama beberapa hari?  Hhmm.. Karena aku cukup sibuk dengan kuliahku dan juga kau mungkin sibuk dengan pekerjaanmu.. Aku rasa, tidak ada yang bisa menemaninya berjalan-jalan mengelilingi Seoul.. Eerr.. Aku bermaksud untuk meminta Hae Rin menemaninya.. Beberapa hari saja…”

Mwoya?!” sahut Hae Rin bereaksi. Kyuhyun menoleh.

“Kau kenapa Hae Rin-ah? Keberatan?” sambar Kyuhyun cepat. Hae Rin tersentak dan pada akhirnya menggeleng kuat-kuat.

Aniya, hanya terlalu senang!” jawab Hae Rin yang sontak membuat Sungmin, Yeon Hyo dan Kyuhyun terdiam. Suasana mendadak hening.

“Uumm.. Maksudku.. Kebetulan kuliahku sedang libur dan aku banyak memiliki waktu luang..” ralat Hae Rin cepat. Gadis itu mengibas-ngibaskan tangan didepan wajahnya. Tampak gugup.

Jinjja? Kedengarannya itu bagus! Oppa bagaimana? Tidak apa-apa kan kalau Hae Rin saja yang menemanimu jalan-jalan?” ucap Yeon Hyo yang dijawab oleh anggukan ringan Sungmin.

“Tentu saja.. Aku pasti akan senang sekali..” sahut Sungmin sambil tersenyum.

~XXX~

 

“Sangat buruk.. Seseorang sepertimu..

Mengapa kau mengambil hatiku tanpa seizinku lebih dulu?

Aku hidup dengan sangat sulit..

Tapi kau tak pernah tahu..”

 

~XXX~

 

            “Bagaimana rasanya?” tanya Hae Rin yang membuat namja tampan yang mengenakan kaus putih lengan panjang itu sontak menoleh.

“Enak.. Bahkan ini lebih enak daripada ramyeon buatan Yeon Hyo semalam..” sahut Sungmin sambil kembali menyuapkan kuah ramyeon kedalam mulutnya.

Jinjja? Tentu saja enak! Aku suka sekali makan ramyeon ditempat ini.. Hhmm, aku pernah merasakan ramyeon hasil masakan Yeon Hyo eonni.. Rasanya aneh dan ramyeon itu lembek sekali..” komentar Hae Rin yang lagi-lagi membuat Sungmin tertawa.

Aniya, dia sudah berusaha sebaik mungkin.. Walaupun dia tipe gadis yang sering seenaknya.. Tapi Kyuhyun cukup beruntung memilikinya.. Yeon Hyo mencintai Kyuhyun.. Sangat mencintainya..”

“Aahh~ ya, kau benar Sungmin-ssi…” ujar Hae Rin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Eerr.. Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan ‘Oppa’? Aku rasa ini terlalu formal..” sambung Hae Rin yang dijawab dengan anggukan ringan Sungmin.

“Tentu saja, Hae Rin-ah.. Itu lebih baik..”

Arraseo.. Aku akan dengan senang hati memanggilmu, ‘Oppa’!” seru Hae Rin senang. Sungmin tersenyum.

“Kau lucu sekali, Hae Rin-ah.. Uumm.. Sepertinya kita pernah bertemu.. Tapi dimana?”

Aniya, kita tak pernah bertemu sebelumnya!” sahut Hae Rin parau. Gadis itu mendesah. Jangan sampai Sungmin tahu kalau mereka pernah satu sekolah.

Jinjja? Tapi wajahmu tampak tak asing.. Aku sepertinya pernah melihatmu di—“

Oppa! Kajja! Nanti toko es krim yang enak itu tutup!” potong Hae Rin cepat.

Gadis itu buru-buru meraih segelas air mineral yang terletak dekat mangkuk ramyeon miliknya yang masih bersisa setengah dan meminumnya sampai habis. Beberapa detik kemudian, gadis itu menarik pergelangan tangan Sungmin yang belum bereaksi sama sekali karena bingung.

Palli!”

~XXX~

 

“Aku pernah memiliki cinta itu, satu kali..

Tapi ternyata takdir tidak mengizinkan cinta itu bersemi..

Dan sekarang, aku memiliki cinta itu lagi..

Cinta yang mengingatkanku akan kehidupan lampau..

Cinta yang mengajarkanku bagaimana caranya menerima..

Dan cinta yang membimbingku akan kenyataan didepan mata..”

~XXX~


            “Hae Rin-ah, bagaimana pendapatmu tentang ini?” tanya Sungmin yang membuat gadis itu terdiam beberapa saat.

“Untuk siapa?” tanya Hae Rin lirih. Ada rasa menusuk yang menggerogoti hatinya ketika ia mengucapkan kalimat itu.

“Seseorang… Yang selalu ada dihatiku..” sahut Sungmin sambil tersenyum tipis. Hae Rin tersentak. Beberapa detik kemudian, gadis itu merasa tubuhnya melemas.

Jinjja? Itu indah sekali..” ucap Hae Rin parau. Gadis itu seperti kehilangan kemampuan bicara ketika menyadari kalau namja disampingnya ini tengah meminta pendapatnya soal cincin berlian yang akan ia berikan pada seorang gadis.

“Indah? Hhmm.. Pendapatmu juga sama denganku.. Menurutku ini sangat indah..” komentar Sungmin sambil mengembalikan cincin itu kedalam kotak beludru kecil berwarna merah dan menutup kotak itu secara perlahan.

“Aku ambil yang ini..” ucap Sungmin yang dijawab oleh anggukan ringan pelayan toko berlian itu. Hae Rin menoleh dan menatap namja itu lekat-lekat.

Oppa yakin akan membelinya? Bukankah itu sangat mahal?”

“Kalau benda itu bisa membuat gadis yang aku cintai merasa bahagia, kenapa tidak?”

Arraseo.. Betapa beruntungnya gadis itu..” jawab Hae Rin sambil menunduk. Sungmin mengernyit.

“Kau kenapa, Hae Rin-ah? Lapar?” tanya Sungmin khawatir.

Aniya, aku tidak lapar.. Kajja! Masih banyak tempat yang akan kita datangi hari ini!”

~XXX~

 

“Menapak jalan kehidupan yang berliku..

Menelusuri kerikil tajam dan pahitnya perasaan..

Rindu..

Sesuatu yang membuatku setengah mati memikirkanmu..

Rindu juga adalah bagian dari bukti kalau aku mencintaimu..

Dan rindu adalah nikmat yang tersirat dalam setiap pertemuan..

Betapa indah rindu itu..”

 

~XXX~

 

            “Bagaimana kau tahu kalau aku sangat menyukai makanan manis seperti ini, Hae Rin-ah?” tanya seorang namja yang membuat Hae Rin terdiam.

“Itu..itu—“

“Yeon Hyo yang memberitahumu?” tebak Sungmin.

Ne, itu dia! Yeon Hyo eonni yang memberitahuku soal apa yang Oppa sukai..” jawab Hae Rin berbohong. Hati gadis itu mencelos. Seperti ada batu yang menimpa kepalanya hingga semua terasa sangat janggal.

Jinjja? Ternyata sepupu-ku itu cukup perhatian, ne?” komentar Sungmin yang dibalas anggukan ringan Hae Rin.

“Tentu saja, dia sangat perhatian.. Apalagi pada Kyuhyun Oppa..” timpal Hae Rin yang lagi-lagi berbohong. Yeon Hyo sama sekali bukan tipe gadis yang perhatian. Setiap hari gadis itu selalu bertengkar dengan Kyuhyun hanya karena masalah-masalah sepele yang bahkan sebenarnya tidak penting.

Arraseo.. Bahkan Yeon Hyo selalu memeluk bingkai foto Kyuhyun setiap kali menjelang tidur..”

Jeongmal?” ucap Hae Rin kaget. Benar kah kalau Yeon Hyo selalu memeluk foto Oppa kandungnya yang menyebalkan itu sebelum tidur? Kenapa hal itu terdengar begitu romantis?

“Aku tak berbohong.. Setiap malam, aku selalu melihat Yeon Hyo membawa foto Kyuhyun yang ia letakkan di atas meja kecil diruang tengah untuk dibawa kedalam kamarnya.. Dan saat itu aku melihat dia tengah memeluk bingkai foto itu dengan kasih sayang.. Sepertinya dia sangat mencintai Kyuhyun.. Itu sebabnya aku selalu mengatakan kalau Kyuhyun adalah orang yang beruntung karena mendapatkan gadis sebaik Yeon Hyo..”

Aish! Benarkah hal itu yang terjadi? Tapi kenapa mereka berdua selalu bertengkar setiap hari, huh? Membuatku pusing saja..” timpal Hae Rin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungmin tertawa dan mengacak pelan rambut gadis itu.

Cho Hae Rin terdiam. Lagi-lagi gadis itu membeku karena perlakuan lembut yang Sungmin berikan padanya.

“Aku tidak merasa hal itu aneh.. Bukan kah pertengkaran itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa saling peduli? Saling memperhatikan satu sama lain?” komentar Sungmin sambil tersenyum.

“Eerr.. Oppa benar.. Tapi bukan kah lebih baik kalau mereka tidak bertengkar? Setidaknya jika mereka memang ingin bertengkar, perhatikan tempat dan waktu.. Aku sering kali terbangun dimalam hari karena mendengar Yeon Hyo eonni datang berkunjung ke apartemen kami tengah malam hanya untuk meributkan soal kenapa Kyuhyun Oppa tidak menjawab panggilan teleponnya.. Bukan kah itu adalah hal yang konyol? Seharusnya mereka pindah sementara ke planet lain jika ingin berdebat dengan bebas…” gerutu Hae Rin yang lagi-lagi membuat Sungmin tertawa lepas.

“Yeon Hyo terlalu mengkhawatirkan Kyuhyun.. Begitu juga sebaliknya.. Tidak ada masalah selama perdebatan itu berakhir dengan manis.. Selama ini selalu begitu, bukan?”

Ne, pertengkaran itu berakhir dengan hal-hal yang mereka anggap romantis.. Hhmm.. misalnya bermain game bersama.. Walaupun pada akhirnya Yeon Hyo eonni selalu kalah dan mereka berdebat lagi.. Tapi ada canda tawa yang tersirat disana.. Mereka begitu menikmatinya.. Aahh~ kapan aku bisa merasakan hal itu?” ucap Hae Rin yang membuat Sungmin menoleh.

“Kau belum pernah berkencan?” tanya Sungmin aneh. Namja itu mengernyitkan alis dan menatap Hae Rin bingung.

Ne, memalukan sekali bukan?” sahut Hae Rin cuek. Sungmin tersenyum.

“Uumm.. Kau mau merasakannya Hae Rin-ah?”

Mwo?!”

“Aku bisa menjadi kekasihmu selama beberapa hari ini jika kau mau.. Hhmm.. Anggap saja ini sebagai tanda terima kasihku karena telah merepotkanmu selama berada disini..” ucap Sungmin yang membuat Hae Rin membulatkan matanya. Gadis itu menatap Sungmin dengan pandangan tak percaya sekaligus takjub dengan pikiran namja itu.

“Bagaimana?” tanya Sungmin yang membuat Hae Rin tersentak kaget.

“Apa hal itu tidak merepotkanmu?” tanya Hae Ri parau. Ada rasa senang yang tiba-tiba tercipta menguasai dirinya. Gadis itu tersenyum. Manis sekali.

“Tentu saja tidak.. Siapa pun tidak akan menolak gadis secantik kau, Hae Rin-ah..”

~XXX~

 

“Cinta berasal dari pandangan mata..

Cinta juga berasal dari tutur kata ungkapan perasaan..

Dan cinta juga berasal dari kebaikan hati dan rasa saling membutuhkan..”

 

~XXX~

 

            Oppa, kita mau kemana?” tanya Hae Rin yang membuat namja yang tengah menyetir disampingnya itu sontak menoleh.

“Bioskop.. Ada film yang ingin ku tonton..” sahut Sungmin sambil tersenyum.

Jinjja? Aahh~ aku juga suka menonton film!”

“Kau suka film bertema apa? Romance? Horor?”

Romance!!” jawab Hae Rin senang.

“Aku juga suka…” sahut Sungmin yang lagi-lagi membuat Hae Rin merasa dirinya adalah gadis yang paling beruntung didunia ini karena telah mengenal seorang Lee Sungmin yang begitu baik dan manis.

“Kita nonton apa?” tanya Sungmin yang membuat Hae Rin sontak memutar kedua bola matanya. Berpikir.

“Hhmm.. Bagaimana kalau ‘Summer Desire’? Tentang kisah cinta romantis di musim panas! Fufufu.. cocok sekali dengan musim ini!” usul Hae Rin yang diiringi anggukan ringan Sungmin.

Arraseo.. Pilihanmu memang selalu bagus, Hae Rin-ah!” puji Sungmin sambil tersenyum.

Hae Rin mengernyit. Pilihannya selalu bagus? Bukankah baru kali ini Sungmin meminta pendapatnya? Lalu kenapa namja itu mengatakan kalau pilihan Hae Rin selalu bagus? Aneh sekali.

“Tentu saja..” sahut Hae Rin gugup.

~XXX~

 

“Aku suka menatap wajahmu..

Karena bagiku, wajahmu adalah permata yang paling rupawan dimuka bumi..

Aku suka menikmati senyumanmu..

Karena senyumanmu seperti madu pecandu yang membius setiap titik syaraf otakku..

Aku suka mendengar suaramu..

Karena suaramu bak nyanyian melodi rindu…”

 

~XXX~

 

            “Pagi Hae Rin-ah!” sapa Sungmin riang sambil melambaikan tangannya ke udara. Gadis yang tengah berkutat dengan novel romance klasik yang sejak tadi dibacanya itu sontak menoleh dan tersenyum.

Oppa!” seru Hae Rin senang.

Cho Hae Rin menutup buku fiksi setebal tiga ratus halaman itu dan meletakkannya di atas meja dengan cepat. Gadis itu kemudian menghampiri Sungmin yang tengah berdiri menunggunya didepan pintu masuk yang terbuka.

“Kita mau kemana hari ini?” tanya Hae Rin begitu matanya bertatapan langsung dengan kedua bola mata kecokelatan milik Sungmin.

“Hhmm.. Bagaimana kalau ke Yumkwang High School?“

“Eh?”

Waeyo?”

Aniya, hanya saja—“ Hae Rin menggantungkan kalimatnya. Membuat Sungmin mengernyit dan kembali bertanya pada gadis itu.

“Kau kenapa?”

Aniya, gwaenchanayo.. Kita berangkat sekarang?” tanya Hae Rin yang dijawab anggukan ringan Sungmin.

Arraseo.. Tunggu sebentar Oppa.. Aku mengambil kamera dulu!” ucap Hae Rin sambil bergegas masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan Sungmin yang hanya bisa berdiri mematung menatap punggung gadis itu yang baru saja menghilang dibalik pintu.

“Kamera? Untuk apa?”

~XXX~

 

“Ketika rasa itu sulit diungkapkan..

Dan masa lalu kembali menjelang..

Rasanya takdir terlalu pahit untuk menjadi nyata..”

 

~XXX~

 

Yumkwang High School

            “Aahh~ indah sekali.. Masih seperti yang dulu.. Tidak berubah..” komentar Sungmin sambil merentangkan kedua tangannya dan menghirup oksigen dalam-dalam.

Gadis yang sedari tadi mengenakan kaus hitam bermotif kotak-kotak persegi itu tidak bereaksi. Tubuhnya gemetar dan mulutnya terkatup rapat. Rasanya Hae Rin kehilangan kemampuannya untuk bicara.

“Aku selalu merindukan sekolah ini… Hhmm.. Dulu kau sekolah dimana, Hae Rin-ah?” tanya Sungmin yang membuat Hae Rin menoleh.

Aniya..” sahut Hae Rin tak jelas.

“Eh? Aku hanya bertanya dimana sekolahmu dulu?”

Hae Rin menggeleng perlahan dan menunduk. Raut wajahnya tampak muram. Benarkah Sungmin benar-benar tidak ingat kalau mereka satu sekolah? Cho Hae Rin memang tidak pernah menyapa Sungmin walaupun namja itu hanya dua tingkat diatasnya. Gadis itu hanya mampu menatap Sungmin dari jauh. Mengaguminya tanpa bisa berbuat apa-apa. Wajar jika Sungmin tidak ingat kalau Hae Rin adik kelasnya sewaktu masih menimba ilmu di sekolah menengah dulu.

“Kau kenapa Hae Rin-ah? Kau sakit?” tanya Sungmin khawatir. Lagi-lagi Hae Rin tidak menjawab. Gadis itu hanya menggeleng dan tersenyum.

Oppa mau diambil gambarnya? Aku sengaja membawa kamera dari apartemen tadi…” ucap Hae Rin dengan tujuan mengalihkan perhatian namja itu.

Jinjja? Kau tidak keberatan mengambil gambarku sendirian? Eerr.. bagaimana kalau kita berfoto bersama?” tawar Sungmin yang sontak membuat Hae Rin terhenyak.

“Eh? Apakah boleh?” sahut Hae Rin parau. Sungmin mengangguk.

“Aku saja yang mengambil gambarnya!” seru Sungmin riang. Namja itu meraih kamera saku itu dari tangan Hae Rin dan mengisyaratkan agar gadis itu mau berdekatan dengannya. Beberapa detik kemudian, sebuah cahaya kilat menyinari wajah Sungmin dan Hae Rin dalam sekejap secara bersamaan.

Sungmin tersenyum dan lantas melihat ke layar kecil kamera itu untuk melihat hasilnya.

Kyeopta…” puji Sungmin yang membuat wajah Hae Rin terasa memanas.

“Eerr.. Aku aneh…”

Aniya, kau cantik!” ucap Sungmin sambil mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas. Membentuk sebuah senyuman yang membuat namja itu semakin terlihat tampan.

Oppa terlalu memujiku..” elak Hae Rin cepat.

“Aku tidak berbohong, Hae Rin-ah…”

“Hhahahaha! Kau lucu sekali Oppa!” seru Hae Rin yang lagi-lagi berusaha mengalihkan pembicaraan Sungmin.

“Kau lebih lucu…”

Aniya, Oppa lebih lucu! Manis dan tampan!” puji Hae Rin yang membuat suasana mendadak hening. Hae Rin menutup mulut mungilnya dengan telapak tangan kanan. Gadis itu tak menyangka jika kalimat pujian itu bisa keluar dari bibirnya begitu saja tanpa bisa ia hentikan.

Gomawo…” sahut Sungmin pelan.

“Eerr.. Oppa, apa kita tidak ingin berkeliling dulu sebelum pulang?”

“Kau benar, Hae Rin-ah! Hahhaa! Sebaiknya kita berkeliling dulu.. Hhmm.. Besok siang aku harus kembali ke Tokyo.. Pasti aku akan sangat merindukan sekolah ini..”

“Eh? Kembali ke Tokyo? Besok?” tanya Hae Rin dengan raut wajah kecewa.

Ne… Waktu liburanku habis.. Besok malam aku harus memimpin rapat disana.. Waeyo Hae Rin-ah? Kau mau mengantarku ke bandara besok?” ucap Sungmin yang membuat Hae Rin tersentak. Namja itu meminta Hae Rin untuk ikut mengantarnya ke bandara besok. Tapi entah kenapa, Hae Rin merasa tidak akan sanggup melakukan hal itu.

Aniya, sepertinya besok aku sibuk.. Ada urusan dikampus..” sahut Hae Rin parau. Gadis itu menunduk, berusaha menyembunyikan rona kesedihan yang tiba-tiba saja tercipta di wajahnya yang cantik.

Jinjja? Aahh~ sayang sekali.. Padahal aku berharap kalau kau bisa mengantarku besok.. Uumm.. gwaenchana.. Mianhae selama berada disini, aku selalu merepotkanmu.. Gomawo karena telah membuat liburanku benar-benar terasa menyenangkan, Hae Rin-ah..” ujar Sungmin sambil tersenyum. Hae Rin mengangguk perlahan dan tersenyum kecut. Gadis itu benar-benar merasa hatinya kembali menangis dengan semua kenyataan yang ada dihadapannya.

Seharusnya Hae Rin tahu kalau waktu akan berputar lebih cepat jika ia menikmatinya. Kebersamaan dengan Sungmin selama beberapa hari ini telah mengajarkannya akan suatu hal yang sejak dulu tak pernah Hae Rin pahami.

Cinta…

~XXX~

 

“Ketika waktu menghentikan tawa..

Pilih lah detik terakhir untuk menyudahi semuanya dengan suka cita..

Dan ketika takdir menghentikan langkah..

Pilih lah jalan terbaik untuk membuatnya menjadi kebahagiaan yang tak bisa kau beli dengan mata uang mana pun didunia ini..”

 

~XXX~

 

            Hari masih pagi. Suasana tampak tenang dengan sinar matahari cerah yang menghangatkan tubuh setiap makhluk yang menerima perlakuannya. Seorang gadis cantik yang mengenakan kaus berwarna hijau gelap tampak merentangkan kedua tangannya ke udara. Menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Menikmati pagi.

Beberapa detik kemudian, gadis itu menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah seorang namja yang tengah sibuk bertengkar dengan seseorang di telepon. Raut wajah namja itu memerah, tampak gusar.

Gadis itu menghela nafas berat dan berjalan menghampiri sang pria yang sepertinya begitu kalut dengan keadaannya. Namja itu membanting ponselnya dengan keras bersamaan dengan tepukan lembut sang gadis dipundaknya.

Oppa, waeyo? Bertengkar lagi?” tanya Hae Rin yang membuat Kyuhyun seketika menoleh.

Aniya..” sahut Kyuhyun cuek.

“Kau bertengkar…”

“Dia menyebalkan..” jawab Kyuhyun sambil memijit dahinya secara perlahan. Tampak kesal.

“Yeon Hyo eonni pasti tidak bermaksud membuatmu marah, Oppa.. Dia hanya tak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya padamu..” ucap Hae Rin pelan. Kyuhyun mengernyit.

“Darimana kau belajar kata-kata bijak seperti itu?” tanya Kyuhyun sambil meraba dahi Hae Rin dengan punggung tangannya. Tidak panas.

Ya!! Aku tidak demam, Oppa bodoh!” sambar Hae Rin kesal. Kyuhyun terkekeh.

“Lalu atas dasar apa kau menasehatiku seperti itu, anak kecil?” sahut Kyuhyun terdengar meremehkan.

“Aku bukan anak kecil..”

“Aahh~ ne, kau sudah dewasa.. Sejak Sungmin Hyung berlibur disini..”

“Apa maksud Oppa?” tanya Hae Rin sambil menyipitkan matanya. Gadis itu menatap Kyuhyun tajam.

“Kau menyukai Lee Sungmin.. Dan aku mengetahui hal itu..”

Oppa!!”

“Jangan mengelak lagi, Hae Rin-ah.. Kenapa kau terus berpura-pura, huh?”

“Itu..itu—“

“Kau hanya tidak tahu cara mengungkapkan perasaanmu.. Hal yang sama dengan pendapatmu tentang Yeon Hyo..” ucap Kyuhyun tepat sasaran. Hae Rin terdiam.

“Kenapa kau masih disini? Bukankah siang ini Sungmin Hyung pergi ke Tokyo? Kenapa kau tidak mengejarnya saja?” tambah Kyuhyun yang membuat Hae Rin menunduk.

“Aku…aku—“

“Kesempatan tidak akan datang dua kali, Hae Rin-ah.. Dia adalah namja yang kau sukai saat masih berada di sekolah menegah dulu, ne? Kenapa kau melepaskan kesempatan ini? Setelah pulang ke Tokyo, dia tidak akan kembali lagi kemari…”

Oppa..”

“Ikuti kata hatimu.. Itu lah jalan yang terbaik untukmu, Hae Rin-ah…”

~XXX~

 

“Di taman sepiku.. ku sergap lagi bayangmu..

Terang memendar di antara nanar rindu yang terlantar karena ingkar…”

 

~XXX~

 

-Incheon International Airport, Seoul-

            “Sungmin Oppa!!” pekik Hae Rin sambil berlari menerobos kerumunan orang-orang yang sedang mengantri didepan pintu keberangkatan luar negeri. Gadis itu melangkahkan kakinya lebar-lebar sambil menoleh kesana kemari. Berusaha menemukan sosok namja tampan yang tengah ia cari sejak sepuluh menit yang lalu.

Oppa!!” jerit Hae Rin lagi. Tapi sia-sia saja, ekor mata Hae Rin sama sekali belum dapat menangkap sosok itu.

Mianhamnida, Nona tidak diperbolehkan masuk kedalam..” ucap seorang petugas keamanan yang sontak menghentikan langkah Hae Rin.

“Tidak boleh? Jeball.. Aku punya kepentingan mendesak.. Aku akan keluar begitu masalahku selesai.. Waktu tak banyak.. Aku mohon!” pinta Hae Rin yang dijawab dengan gelengan ringan namja paruh baya itu.

Mianhamnida Nona.. Saya tidak dapat membantu anda..”

Jeball.. Aku mohon sebentar saja! Aku pasti akan keluar setelah urusanku selesai!” ucap Hae Rin cepat.

Mianhamnida.. Saya benar-benar tidak dapat membantu Nona..”

Aish!”

Hae Rin terdiam. Gadis itu menunduk dan kemudian berjalan meninggalkan pintu yang dijaga ketat petugas keamanan itu.

Hae Rin melirik arloji keperakan yang melingkar dipergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul dua siang. Itu artinya pesawat Sungmin sudah berangkat lima menit yang lalu. Gadis itu menghela nafas dan menyeka kristal bening yang tanpa ia sadari sudah lebih dulu meluncur dengan bebas menuruni pipi kanannya.

Lee Sungmin. Orang yang selama ini ia cintai. Lagi-lagi harus pergi meninggalkannya tanpa mengetahui perasaan Hae Rin yang sebenarnya. Hae Rin merasa menyesal. Kenapa tidak dari tadi pagi saja Hae Rin menemui Sungmin dan mengungkapkan segalanya? Mengutarakan apa yang ia rasakan selama ini pada Sungmin? Kenapa takdir selalu tidak berpihak padanya? Dan kenapa juga Hae Rin melewatkan kesempatan yang ia miliki untuk yang kedua kalinya?

“Hae Rin-ah…” panggil seseorang yang sontak membuat Hae Rin menoleh. Beberapa detik kemudian, mata gadis itu membulat. Nafasnya tercekat. Jantung Hae Rin terasa dipacu terlampau cepat.

Cho Hae Rin mengerjap-ngerjapkan matanya. Inikah yang dinamakan dengan mimpi indah? Bahkan terlalu indah untuk menjadi nyata.

“Sungmin Oppa…” desis Hae Rin tak percaya. Sungmin mengangguk dan tersenyum.

“Benarkah ini kau? Tapi..tapi.. bukan kah—“

“Aku membatalkan keberangkatanku hari ini karena ada sesuatu yang belum aku selesaikan..” ucap Sungmin misterius.

“Eh? Waeyo?”

“Kau… Kau adalah masalah yang belum aku selesaikan..” jawab Sungmin lembut.

“A..ak..aku? Aku kenapa?” tanya Hae Rin cepat. Gadis itu mengusap tengkuknya. Tampak gugup sekaligus penasaran dengan alasan yang membuat Sungmin membatalkan penerbangannya ke Tokyo dan lebih memilih untuk menemui Hae Rin.

Lee Sungmin tidak menjawab. Namja itu berjalan mendekati Hae Rin dan meraih gadis itu kedalam pelukannya. Hae Rin tersentak. Dia benar-benar terkejut dan tidak percaya dengan apa yang sedang Sungmin lakukan sekarang.

Saranghae.. Aku mencintaimu, Hae Rin-ah…” bisik Sungmin lembut.

“Cinta?”

Ne, aku mencintaimu, Hae Rin-ah.. Mianhae jika selama ini aku berbohong padamu…” ucap Sungmin yang membuat Hae Rin melepaskan pelukan namja itu dan menatapnya dengan tatapan mata curiga.

“Maksud Oppa?”

“Apa aku harus menceritakan semuanya dari awal? Eerr.. Aku tahu kalau kau adalah Cho Hae Rin, adik kelasku sewaktu masih bersekolah di Yumkwang High School dulu.. Aku sering kali mendapatimu tengah memperhatikanku dari jauh karena kelas kita bersebelahan.. Lama kelamaan aku merasa kalau kau adalah gadis yang unik.. Kau selalu meletakkan bunga mawar setiap pagi diatas meja sekolahku, ne? Aku mengetahuinya..”

“Kenapa Oppa bisa tahu?” sahut Hae Rin kaget.

“Hhahaha.. karena aku menyukaimu, Hae Rin-ah.. Sejak dulu…”

“Eh?”

“Uumm.. Kau tak percaya? Aahh~ ya, begini.. Sebenarnya tujuanku kemari hanya ingin bertemu denganmu lagi.. Bukan untuk liburan tapi hanya untuk melihat wajahmu, Hae Rin-ah.. Dan ternyata takdir memang berpihak padaku, ne? Yeon Hyo adalah kekasih dari Kyuhyun, Oppa kandungmu yang berarti kau tinggal dengannya.. Suatu kemudahan bisa menemukanmu lagi, Hae Rin-ah..” ucap Sungmin sambil tersenyum.

“Lalu? Cincin itu?” tanya Hae Rin parau.

“Untukmu.. Aku sengaja mengajakmu saat membelinya agar aku tahu seleramu.. Cincin itu kini berada didalam laci meja belajarmu dikamar.. Aku yang menitipkannya pada Kyuhyun kemarin.. Karena ku pikir kau tidak akan menyusulku kemari dan akan menemukan cincin itu setelah aku tiba di Tokyo siang ini.. Tapi lagi-lagi takdir berpihak padaku.. Kau menyusulku, Hae Rin-ah.. Suatu kenyataan yang membuatku bahagia…”

Oppa…”

“Kau masih meragukanku?” tanya Sungmin sambil menatap kedua bola mata kecokelatan milik Hae Rin. Gadis itu menggeleng perlahan dan tersenyum.

Aniya, tidak ada satu pun keraguanku padamu, Oppa…”

“Aku ingin kau mengatakannya..” pinta Sungmin yang membuat muka Hae Rin terasa memanas.

“Itu susah sekali…” tolak Hae Rin cepat. Sungmin tertawa.

“Satu kali saja..”

“A..aku.. aku mencintamu, Lee Sungmin…” ucap Hae Rin gugup.

“Katakan lagi..”

“Saranghae… Aku mencintaimu, Lee Sungmin.. Sangat mencintaimu..”

 

~XXX~

 

 

-EPILOG-

“Kyaaaa!! Lihat! Betapa romantisnya mereka!” pekik Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun melirik gadis itu dengan tatapan dingin.

Ya!! Bisakah kau menghentikan teriakanmu itu, bodoh?! Telingaku sakit!” hardik Kyuhyun kesal. Yeon Hyo melotot.

Aish! Berhenti mengomel, Kyuhyun-ah! Mereka bisa mendengar kita!” seru Yeon Hyo sambil menahan pergelangan tangan Kyuhyun agar tubuhnya tetap berada dibalik tiang penyangga. Tak terlihat oleh pandangan Hae Rin dan Sungmin yang tampak tertawa karena kebodohan mereka yang tidak menyadari perasaan masing-masing sejak dulu.

“Kau yang diam!” bentak Kyuhyun sebal.

“Kau!”

“Yaakk!! Kau!”

“Cho Kyuhyun!!”

 

-THE END-

 

 

 

#JEDEEERRR !!!!

 

Aarrgghh ! FF paling hancur =.=

Maaf buat Aulya saeng kalo ceritanya beneran gaje, aneh dan gak sesuai dengan harapanmu…

Huwaaaaaa ~!

Baru kali ini bikin FF ONESHOOT sampe tiga hari lamanya ! ini gara2 gak mood -____-

Ya ampuuunn =.=’

Sumpah.. bikin stress =.=’ *plak #ditabok umin

GOMAWO buat yang udah baca atau gak sengaja nemu FF ini ditengah jalan(?)

Hohohoooo~

Saya tidak berbakat bikin FF dengan genre romance gilaaa kayak ginian.. #gigit pempek(?) wkwkkwkw

Komment..komment😄

Sampai ketemu dengan FF khusus [4 Season Stories] selanjutnya😄

= “Autumn Scene” (Donghae – Kyuhyun)

= “Winter Tale” (Yesung – Kyuhyun)

 

 

 

 

_Yoon Yeon Hyo_

 

67 thoughts on “FF [4 Season Stories] “Summer Desire” -OneShoot-

  1. Kyaaaaa awal FF nya udh bagus saeng..sumpah bagus banget ^^

    Tp kenapa Epilognya ganggu banget yaa ♉( ‘⌣’ )♉*kabuuuur sblm dilempar sendal sm saeng icha*kkkkk~ ..tuh orang 2 Kyuhyun-Yeon Hyo kaga pernah aku apa yaa selalu bertengkar mulu hahahhahaha

  2. Yg ne lebih dapet feelnya dari yg spring blossom maren..
    Bagus..
    Terus berusaha Yeonhyo-ya..
    Mu pasti bisa nulis ff dengan cast utama selain kyuhyun kalo kamu terus berusaha n percaya diri kalo kamu bisa..
    Hwating..!!

  3. huuaa😀 DAEBAK eonn😀
    paling suka pas kyuhyun kepleset . wkakakaa😄 #dicekikkyu
    tp epilognya mengganggu #digamparhyokyu .
    pokoknya DAEBAK deh eonn . wkakaa😀

  4. ff keren kok eonni. . .
    feelnya lebih dapet dari yg ff eunhyuk kemaren. .
    heheh. .
    yg ini quotesnya juga keren bgt .

    eh tp kenapa ff yg castnya sungmin selalu berakhir di bandara?????

  5. kyaaa….
    akhirnya Sungmin jga yg jdi cast utamanya..
    Daebak eonni.
    buat lagi yang castnya Sungmin oppa ya..

    Icha eonni FIGHTING!!!!

  6. Kerennnn… Feelnya lebih dapet daripada yg kemaren… Romance nyaa… Ahhhhhh mauu kayak gini ama Yeye oppa… Ehhh itu gigit pempek?? Eonni gak puasa??? Wkwkwkwwk #peace

  7. aigoooo…. neomu kyeopta.. ^^
    kisahnya benar-benar manis sekali eonnie.. 😄
    seandainya HyoKyu bisa semanis (?) itu #plakk
    kekekekkk~

  8. G I L A !! >o<
    si HyoKyu coupLe nih gak bsa berhnti kLai apa yaa ?? Sehari aja gak ada kLai gtu , cape dngerin'a .. Gak cape kah tuh si Yeon Hyo eonni treak2 trus ?? Btengkar'a cman msaLah sepeLe doank ?? tLpon'a gak d'angkat treak2 ?? Tapi ituLah yg mnarik dri Yeon Hyo eonni ..😀

    Aku ska kok ! Tnang aja msi ada Readers stia yaitu AKU !!😀 *banggain diri aLias pamer :p #plaaakkk

  9. Aaaarrrggghhh….. Sungmin sma Hae Rin
    Romantis bangeeett…

    Tp tetepp ya,, Hyo-Kyu tu dmna” harus aj brantem kga jelass
    wkwkwkw…

    KERENN…

  10. Keren ko’ unn..ngga gaje sama sekali
    pengin deh bisa nulis sebaik unni, itu berarti harus sering belajar..
    Gomawo eonni, ff eonni selalu memberi pencerahan kalau otak dan hati lagi kacau
    d tunggu next ff^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s