FF “Complicated” (PART 4) – Unexpectedly Group

 

 

 

Tittle                                     : Complicated Part 4 – Unexpectedly Group

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Jung Hyun Jin, Lee Eu Hyun, Changmin, Jungmo, Yunho, Ryeowook, Zhou Mi, Hangeng, Eunhyuk, Yoon Eun Mi, Taemin, Kibum.

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Kyuhyun milik Yeon Hyo. Heechul  milik Rae Hee. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright*

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

 

Summary                             :
“KAU ! KAU AKAN KUPECAT SETELAH DONGHAE DITEMUKAN! KAU MASIH MEMEGANG TANGGUNG JAWAB SAMPAI ADIKKU DITEMUKAN. KALAU TIDAK, AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBUNUHMU!” Siwon benar-benar murka. Bahkan Tuan Muda itu sudah menodongkan pistol tepat di kening Kyuhyun, sementara Kyuhyun, mencoba ‘tenang’ dengan ancaman Tuan-nya

 

Happy Reading ^^

================================

 

Markas Besar Kepolisian, Seoul
“Jadi Nona Yoon, apa yang sudah kau dapatkan selama dua minggu ini?” tanya Kangin kwanjangnim serius.

 

Yeon Hyo yang memang libur di hari Minggu, khusus dipanggil untuk ke ruang kerja atasannya, melaporkan apa yang seharusnya ia dapatkan selama bekerja di rumah Keluarga Lee. Sejujurnya Yeon Hyo tidak bisa menemukan apapun, semuanya seolah terkunci rapat oleh sesuatu yang tak terlihat. Yeon Hyo hanya mengetahui –secara insting– kalau tewasnya Choi Minho, dilakukan oleh orang ‘dalam’.

 

Yeon Hyo ingat saat pertama kali dia mengajari Donghae bela diri, Kyuhyun memberikan peringatan padanya agar berhenti jika tujuannya untuk mencari kebenaran tentang tewasnya Choi Minho. Yeon Hyo sendiri tidak mengerti, ia ingin percaya dengan apa yang dikatakan Kyuhyun, tapi disisi lain, ia punya rasa penasaran tentang apa yang keluarga itu rahasiakan. Sebagai seorang polisi, rasa kebenaran tetap ia junjung, tidak melihat siapapun yang melakukan kejahatan. Prinsip itu akan terus ia pegang selamanya, –atau mungkin hanya untuk saat ini.

 

“Belum, kwanjangnim. Saya mencoba mengorek informasi dari para pelayan dan pengawal lain, seolah sudah diperingatkan terlebih dahulu, mereka tidak ada yang ‘berani’ mengatakannya.”

 

Kangin menghela nafas, sejujurnya ini hanyalah masalah kecil dari segelintir masalah yang bertumpuk dalam file di atas meja kerjanya. Tapi sama seperti Yeon Hyo, rasa penasaran itu tidak bisa dipendam.

“Baiklah, kau boleh pergi. Kurasa Tuan Muda itu sudah menunggumu.”
“Permisi, kwanjangnim.”

 

Yeon Hyo membungkuk dan berjalan keluar gedung, tempat mobilnya di parkir. Ia lalu melajukan mobilnya cepat, ke wilayah Gwangjin.

 

==========================================

 

Markas Besar Rahasia SHADOW, Busan.


“Rae Hee-ssi!”

 

Rae Hee menoleh dan melihat Yunho yang mengisyaratkan dia untuk mengikuti pria itu. Rae Hee meletakkan pistolnya di atas meja, lantas menyusul Yunho, keruang penyimpanan senjata.

 

“Ini. Gunakan baik-baik. Jangan sampai meleset.”

 

Rae Hee menerima pistol bius bertabur berlian ciptaan Yunho dengan senyum senang. Gadis itu menyelipkan pistolnya dibalik celana kulit hitam di punggungnya.

 

“Euhyun?”

 

“Dia bersama Siwon, tidak bisa ikut bersama kita. Nanti Tuan Muda itu curiga,” ujar Yunho dengan nada mengejek.

 

“Hey kalian. Ditunggu Zhou Mi-ge,” panggil Ryeowook yang melongokkan diri dari pintu.

 

Rae Hee dan Yunho mengangguk, lantas memakai masker dan kaca mata dengan warna kelompok, hitam.

 

Zhou Mi, Jungmo, dan Yunho masuk ke dalam Van. Heechul yang sudah siap di belakang kemudi, langsung menancap gas begitu memastikan sang istri yang duduk disebelahnya, sudah siap.

 

Van dengan kapasitas 6 orang tersebut melaju kencang menuju suatu tempat. Menyisakan satu kursi untuk seseorang yang akan mereka ‘jemput’.

 

===============================

 

Han Park, Gwangjin

 

Harusnya hari Minggu adalah hari yang paling ramai, tapi tidak untuk hari ini. Cuaca di pagi hari yang jarang sekali mendung, membuat orang-orang enggan keluar rumah. Entah apa yang diinginkan Donghae sehingga anak muda itu lebih memilih latihan diluar dengan cuaca cukup dingin, ketimbang didalam rumah besarnya yang hangat, seperti biasa.

 

Kyuhyun tetap berdiri sejauh 10 meter di sekitar Donghae yang sedang mencoba meninju Yeon Hyo. Sementara 5 bodyguard lain berpencar disekeliling pemuda itu.

 

Yeon Hyo terus saja menghindar, bahkan ia berhasil menepis tangan Donghae dan membuat anak itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

 

Yeon Hyo tertawa. Latihan mereka memang sekali seminggu, tapi harusnya Donghae mempunyai kemajuan mengingat jam latihan mereka yang mencapai 5 jam sehari. Yeon Hyo benar-benar tidak percaya terhadap anak laki-laki dihadapannya ini, begitu lemah.

 

Yeon Hyo membantu Donghae untuk berdiri. Anak muda itu mengambil cap yang dipakai Yeon Hyo dan memakainya di kepalanya. Terlihat lebih tampan.

 

Yeon Hyo segera menguncir rambut panjangnya, tidak meminta kembali topi yang sudah dipakai Donghae.

 

Noona…”

 

Yeon Hyo menoleh dan,

 

~CHUU

 

Donghae mencium pipi Yeon Hyo dan berlari menjauhi gadis yang bersemu merah itu. Kyuhyun sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Tuan Muda, begitu pula dengan Yeon Hyo. Tak membutuhkan waktu lama untuk Yeon Hyo kembali ‘sadar’, ia segera berteriak dan mengejar anak laki-laki muda yang nakal itu.

 

Donghae tertawa lepas, terus berlari sambil sesekali mengedikkan sebelah matanya untuk Yeon Hyo. Perbuatan itu semakin membuat Yeon Hyo panas dan menambah kecepatan larinya. Sementara Kyuhyun ikut berlari kecil ‘menyusul’ keduanya.

 

Yang terjadi kemudian adalah sesuatu yang sangat cepat. Kyuhyun dan bodyguard lain mendadak menghentikan langkahnya, lalu mulai berlari dengan kecepatan penuh, menyusul Tuan Muda-nya yang digeret paksa oelh seorang wanita untuk masuk ke dalam van.

 

Yeon Hyo refleks mengeluarkan pistolnya, menembakkan peluru ke salah satu pria disekitar Donghae. Peluru Yeon Hyo tepat mengenai kaki pemuda itu. Tapi semuanya terlambat. Saat Yeon Hyo, Kyuhyun, dan bodyguard lain sampai dimana van tadi terparkir, mobil van hitam itu sudah melesat jauh, membawa Lee Donghae bersama mereka.

 

Yeon Hyo shock dan marah, ia segera berlari ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari taman, sementara Kyuhyun mengepalkan tangannya. Ia gagal.

 

tiiin.tiiin.tiiin.

 

Kyuhyun tersadar dan segera masuk kedalam mobil Yeon Hyo, sementara bodyguard lain mengikuti civic silver itu dari belakang.

 

Yeon Hyo terus mengemudikan mobilnya cepat, hampir menyusul van tersebut saat ban mobilnya berdecit.

 

Mobil Yeon Hyo oleng dan menabrak pembatas jalan. Bukan hanya ban mobilnya saja yang ditembak oleh orang di dalam van tersebut. Mobil-mobil yang digunakan bodyguard lain di belakang pun, bernasib sama.

 

======================================

 

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin

 

~PLAK!

 

~BUG!

 

Siwon menghajar Kyuhyun habis-habisan.. ia marah, sangat. Bagaimana bisa seorang bodyguard bia ‘kecolongan’? Kini Donghae ditangan orang yang tidak diketahui, membuat pria berusia 23 tahun benar-benar dalam taraf emosi tinggi.

 

Yeon Hyo yang juga merasa ‘gagal’ karena tidak bisa mencegah sebuah kejahatan terjadi di depan matanya, begitu terpukul. Ditambah oleh sebuah perasaan aneh yang muncul saat melihat Kyuhyun yang menahan sakit.

 

“KAU ! KAU AKAN KUPECAT SETELAH DONGHAE DITEMUKAN! KAU MASIH MEMEGANG TANGGUNG JAWAB SAMPAI ADIKKU DITEMUKAN. KALAU TIDAK, AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBUNUHMU!” Siwon benar-benar murka. Bahkan Tuan Muda itu sudah menodongkan pistol tepat di kening Kyuhyun, sementara Kyuhyun, mencoba ‘tenang’ dengan ancaman Tuan-nya.

 

“HANGENG!”

 

“Ye, Tuan.” Hangeng menghampiri Siwon.

 

“Suruh semua orang-orang kita melacak keberadaan Donghae.”
“Dimengerti.”

 

Hangeng keluar dari ruangan ‘panas’ itu. Lantas Siwon menatap Yeon Hyo yang masih berdiri mematung di tempatnya. “Nona Yoon, kami membutuhkan bantuan polisi,”

 

Yeon Hyo mengangguk, lalu ia permisi untuk melapor ke markas tentang tragedi yang terjadi di depan matanya

 

=================================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan


~PLAK!

 

Tamparan yang kedua mendarat di pipi Rae Hee. Semua anggota yang terlibat dalam misi ini sudah merasakan tamparan pedas dari sang BOS yang murka. Hanya Rae Hee yang mendapat tamparan untuk kedua kalinya. Gadis itu menunduk, ia tahu ia telah gagal.

 

“BAGAIMANA BISA KAU GAGAL HAH? AKU HANYA MINTA KAU MENCULIK DONGHAE! DAN SEKARANG, ANAK ITU BERADA DITANGAN YANG SALAH!” Sang Bos berteriak tepat dimuka Rae Hee.

 

“Ini semua salah saya, Bos. Saya kurang cepat ketika menyetir.” Heechul membuka mulut, tapi ia justru mendapat pukulan diperut.

 

~BUG

 

“JANGAN MEMBELA ISTRIMU, HEECHUL-SSI! KALIAN SEMUA TIDAK BECUS!” Sang BOS menggebrak meja kerjanya dengan keras, membuat kaca yang menjadi lapisan teratas meja tersebut, retak.

 

“Rae Hee-ssi, seharusnya kau bisa mengalahkan wanita itu. Heechul-ssi, kau seharusnya bisa lebih cepat. Zhoumi-ssi dan Jungmo-ssi, kenapa kalian tidak meledakkan kepala orang-orang itu, hah?” Sang BOS melotot.

 

“Dan kau, Yunho-ssi! Strategimu GAGAL TOTAL!!”

 

Ruangan dengan cahaya remang-remang itu begitu hening, hanya ada desahan nafas yang terdengar.

 

Kali ini sang BOS berbicara dengan nada pelan, yang justru malah membuat terdengar mengerikan. ”Cari tahu dimana Donghae berada, jangan sampai terlambat atau kubunuh kalian semua,”

 

~DOOR!

 

Sang BOS menembakkan peluru yang tepat melewati telinga Rae Hee, membuat gadis itu menegang, “Dan kau Rae Hee-ssi! Tanggung jawab Donghae masih kuserahkan padamu,”

 

“Baik, Bos.”

 

Zhou Mi, Jungmo, Yunho, Heechul, dan Rae Hee keluar ruangan dengan pipi yang berdenyut-denyut merah.

 

Zhou Mi, Jungmo, Yunho segera menuju dapur, meminta es batu kepada Ryeowook yang memasang tampang prihatin sekaligus sedih. Sementara Rae Hee dan Heechul, langsung menuju kamar mereka.

 

“Setidaknya kita masih punya waktu dua hari,” ucap Yunho yang sontak membuat tiga temannya mengernyit.

“Maksudmu?” tanya Zhou Mi

 

“Mereka tidak akan membunuh ‘Tuan Muda’ itu dalam keadaan tidak sadar. Sedangkan Rae Hee, sudah membuat Donghae tertidur selama dua hari.” Yunho meneguk air putih yang disediakan Ryeowook.

 

“Aku tak mengerti. Bagaimana caranya?” tanya Jungmo penasaran, sementara Yunho hanya tersenyum penuh arti dan mengeluarkan pistol bius ciptaannya yang tadi digunakan Rae Hee.

 

****

 

Rae Hee menghempaskan dirinya keatas bed. Mencopot boot heels hitam selutut yang dikenakannya. Mengambil bantal dan menutupi wajahnya, serta berteriak sekencang-kencangnya.

 

Gwaenchana?” tanya Heechul pada istrinya yang masih menampakkan wajah sedikit kesal.

“Aku butuh pelampiasan.” Gadis itu mencium ganas suaminya, melampiaskan segala amarah dan rasa kesal yang menjalar dihatinya, membuat Heechul mengerang kesakitan.

 

=================================

 

Markas Besar Kepolisian, Seoul

 

Hal yang tidak berbeda juga terjadi pada Yeon Hyo. Gadis yang berprofesi sebagai polisi itu tengah merenung setelah dimarahi habis-habisan oleh atasannya. Ia tahu bahwa Kangin benar. Bagaimana bisa seorang polisi seperti dirinya gagal menyelamatkan seseorang yang diculik di depan matanya?

 

Yeon Hyo frustasi. Ia benar-benar merasa gagal kali ini. Ia merasa bahwa dirinya bukanlah polisi yang berguna.

 

“Hyo-ya…”

 

Yeon Hyo tersadar dari lamunannya. Capuccino dingin yang sedari tadi hanya dimainkannya kini dihisap sampai habis. Gadis itu menatap temannya.

 

“Hyun Jin-ah... Bisa aku minta obat penenang?”

 

Jung Hyun Jin menggeleng, “Anni. Obat penenang bukan untuk sembarang diminum, Yeon Hyo-ya,”

 

Jebal? Semua ini membuatku tertekan dan aku butuh istirahat. Sedangkan aku sama sekali tidak bisa berpikir untuk tidur.”

 

Anni, Yeon Hyo-ya, mianhae.”

 

Yeon Hyo menesah, “Baiklah, akan kubeli sendiri, aku tidak tahu berapa dosis yang kuperlukan. Jadi misalnya aku overdosis aku hanya meminta…”

 

“DEAL! Kau membuatku gila! Ini.” Hyun Jin memberikan satu butir obat yang di masukkan kedalam plastik untuk Yeon Hyo, “jangan bicara macam-macam lagi.”  Hyun Jin melotot.

 

Yeon Hyo tersenyum menang, ia lalu mengambil satu butir kapsul yang disodorkan Hyun Jin. Jung Hyun Jin cukup pintar. Dokter itu tidak memberikan Yeon Hyo satu botol, karena sudah dapat dipastikan kalau Yeon Hyo akan meminum lebih dari apa yang gadis itu anjurkan.

 

Gomawo, eonnie…”

 

Jung Hyun Jin adalah ‘saudara’ Yeon Hyo sewaktu gadis itu di adopsi oleh keluarga Jung. Kecelakaan yang menyebabkan kedua orang tua Yeon Hyo meninggal telah membuat gadis itu sebatang kara.

 

Dulu, Ayah Hyun Jin-lah yang menangani ibunya sampai akhirnya ibunya dinyatakan meninggal setelah 30 menit berada di ruang operasi. Sedangkan ayah Yeon Hyo, tewas terbakar hangus ditempat kejadian.

 

Yeon Hyo yang pada waktu menangis sendirian, ditemani oleh Hyun Jin yang sedang menunggu ayahnya dirumah sakit sendirian. Karena ibu Hyun Jin, sudah meninggal sewaktu melahirkan Hyun Jin.

 

Tuan Jung merasa iba dengan apa yang terjadi pada Yeon Hyo, lalu ia memutuskan untuk mengangkat Yeon Hyo sebagai anak, sekaligus adik dari Jung Hyun Jin yang terpaut 5 bulan diatas Yeon Hyo.

 

Kini Hyun Jin sudah menjadi dokter hebat. Gadis itu meneruskan pekerjaan mendiang sang ayah.

 

==================================

 

Suatu tempat di daerah terpencil, Mokpo
Taemin mengerang ketika Eunmi berusaha mencabut paksa peluru yang menempel di kaki Taemin.  Setelah berhasil mengeluarkan peluru bewarna kuningan tersebut, Eunmi segera menumpahkan alkohol tepat di atas ‘lubang’ yang tercipta.

 

“ARRRRGHKKKK!!!” Taemin menjerit. Lalu Eunmi melilitkan perban disekeliling kaki Taemin.

 

Yeoja brengsek! Jika aku bertemu dengannya, akan kubunuh dia!” umpat Taemin kesal.

 

Eunmi hanya tersenyum sinis. Ia merapikan kotak berisi perlengkapan obat-obatan yang tadi digunakan untuk ‘mengoperasi’ Taemin. Lantas menuju wastafel dan mencuci tangannya yang terkena darah.

 

“Aku akan mengecek ‘Tuan Muda’ itu dulu. Masa sudah 6 jam dia belum bangun juga.” Eunmi pergi meninggalkan Taemin berdua dengan Kibum.

 

“Dia seorang polisi yang dikatakan Bos. Cukup hebat juga refleks-nya. Bahkan Kyuhyun-pun kalah,” ucap Kibum sambil bermain game dikomputernya.

 

“Tidak peduli dia mau seorang apa, polisi kek, tentara kek, atau model yang memiliki pekerjaan sebagai tentara dan polisi, aku akan tetap membunuhnya. Beraninya dia memberikan luka di kakiku yang indah ini,” sungut Taemin kesal plus narsis.

 

“Bos sudah dihubungi?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba masuk dan duduk disamping Kibum.
“Sudah, baru saja. Dia bilang kalau ‘Tuan Muda’ itu jangan diapa-apakan dulu. Bos yang mau menyiksanya ketika anak itu tersadar,” jawab Kibum tak acuh.

 

“Baiklah…”

 

===========================

 

Perusahaan Keluarga Lee, Seoul

 

Changmin tetap berdiri diam dibelakang Siwon. Asisten pengacara Keluarga Lee tersebut baru saja melaporkan kalau belum ada kabar sama sekali dari Donghae, bahkan para penculik pun belum menghubungi mereka untuk bernegosiasi mengenai ‘uang tebusan’.

 

Siwon menatap keluar jendela. Kantornya yang berada di lantai 58 ini cukup menggoda dirinya untuk mencoba terjun.

 

“Kau boleh pergi. Panggilkan Euhyun,”

 

“Baik. Permisi Tuan.”

 

Setelah Changmin keluar, tak berapa lama sekretaris pribadi Siwon itu masuk.

 

“Euhyun-ssi.. aku membutuhkanmu,” ucap Siwon singkat. Lee Eu Hyun tersenyum manis, lantas mengangguk.

 

==========================

 

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin.


“Bagaimana menurutmu?” tanya Siwon pada Euhyun yang bersender diatas dadanya yang bidang

Siwon memainkan jemarinya menyusuri lekuk tubuh Euhyun yang hanya tertutup oleh selimut.

 

“Bagaiman apanya?” tanya Euhyun berusaha terdengar sewajar mungkin. Mendadak, perasaannya menjadi tidak enak.

 

“Siapa dibalik semua ini? Siapa yang menculik Donghae?”

 

Euhyun mengernyit dan mendongak. Ia menatap wajah Siwon yang sama sekali tidak berekspresi, “Molla. Para penculik bukannya belum menghubungi?”

 

Siwon menunduk dan menatap dalam mata Euhyun, “Ne.. tapi .. bukankah hal itu justru malah membahayakan?”

 

Ne, sangat membahayakan..,” ucap Euhyun lirih dan mulai mencium Siwon.

 

Siwon menyambut ciuman itu dengan lembut. Ia memeluk gadis itu dan menariknya lebih dekat. Memposisikan Euhyun di atas tubuhnya.

 

Tak lama kemudian terdengar lenguhan panjang yang keluar dari bibir Euhyun, dan Siwon memposisikan Euhyun dibawah tubuhnya, serta melingkarkan kedua tangannya di sekeliling Euhyun. Gadis itu tercekik.

 

“Si-Siwon.. a-apa yang kau la..kukan??” tanya Euhyun terputus-putus. Ia sudah tidak bisa merasakan oksigen mengalir dalam tubuhnya. Napasnya sesak, tenggorokkannya sakit. Sementara Siwon terus mengencangkan tangannya.

 

“Siwon-ssi, lepaskan aku !” Euhyun berusaha menampar Siwon dengan sisa tenaga yang ia punya, tapi sia-sia.

 

“Lee Eu Hyun. Jangan kau pikir aku tidak tahu siapa kau. Seberapa ahlipun kau menyamar, kau tetap tidak bisa membodohiku. Kau sama seperti Minho, mata-mata. Entah apa yang kalian incar dariku, tapi aku bersumpah kalau kalian tidak akan mendapatkannya. Dan salahkan pemimpinmu yang ‘mengumpankanmu’.. menuju kematian.”

 

Siwon melepaskan cengkraman tangannya di leher Euhyun ketika melihat mata Euhyun yang terbuka lebar. Tak berkedip. Tak ada napas dan degup jantung. Setelah beberapa menit sebelumnya Siwon memberikan sensasi yang dapat membuat Euhyun ‘melayang’ sampai ke surga, kini pria itu benar-benar membuat Euhyun, melayang, tak kembali, selamanya….

 

“Ke kamarku sekarang.”

 

Siwon menutup ponselnya. 30 detik kemudian terdengar pintu yang diketuk. Siwon menyuruh Hangeng masuk.

 

Hangeng sebenarnya terkejut dengan apa yang ia lihat, tapi ia berusaha menyembunyikannya, dengan ekspresi datar yang harus dilakukannya.

 

“Buang. Dan cari tahu siapa yang menyuruhnya,”

 

Perintah Siwon sambil berlalu keluar kamar. Hangeng menghampiri tubuh gadis yang sudah tak bernyawa itu. Menutup kedua matanya yang terbuka, dan meneteskan air mata.

 

Rahang Hangeng mengeras. Ia begitu mencintai gadis ini. Ia tahu cepat atau lambat, Tuan Muda-nya akan mengetahui kalau Euhyun adalah seorang ‘mata-mata’, dan seharusnya Hangeng bisa menjaga gadis itu. Tapi semuanya terlambat dan sia-sia. Dengan luka perih yang menjalar hatinya, Hangeng memakaikan Euhyun pakaian, dan mengangkat tubuh gadis itu untuk dibuang, sesuai dengan ‘titah’ Tuan Muda-nya.

 

TO BE CONTINUED

 

29 thoughts on “FF “Complicated” (PART 4) – Unexpectedly Group

  1. waaaa ..
    tetemku ko’ jdi penculik narsis gitu yah ..
    ternyata mengerikan siwon di balik semua ini ..
    donghae mesum ya di sini maen cium aja
    hihihihiii .. ^^v
    brapa bnyak sich yg mw nyulik tuan muda donghae .. ??

  2. hah… hah.. hah…
    sesak napas eon..apalagi pas part nya siwon.. aaagh… ><
    gila! bner2 keren! ampe jungkir balik gini baca nya..*lebay😄

    eonni, saeng tunggu part 5 nya.. wookie? ^^ (y)

  3. Entah mengapa sya merasa kalo Kyuhyun di FF ini hanya sperti sbg pemeran pendukung (?) doang,perannya sperti tidak terlalu penting,cocoknya cast utamanya Donghae dan Yeon hyo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s