[FREELANCE] FF “One Last Kiss” -OneShoot-

 

“One Last Kiss”

 

Author : Nurnisa Kartika Damayanti

 

Disclaimer          : super junior milik SME 

                                 Personilnya (termasuk author) milik Tuhan YME dan Orang tua masing-masing

                                Story milik saya (fb: Nurnisa kartika damayanti)

Cast                       : Cho Kyuhyun-main cast

                                 admin Ye-Kyu ^^ as Yoon Yeon Hyo-main cast (Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun)

Rate                       : T for Teen

Genre                    : romance, angst.

Author’s note    : ini janji saya -_-‘ yang sekuel belum jadi..😄

At last, enjoy reading! ^^

 

-believe to promise-

 

#Kyuhyun’s POV

Kubuka mataku perlahan ketika sinar matahari mengganggu tidur panjangku. Kukerjapkan mataku berkali-kali untuk membiasakan cahaya yang ada, setelah itu kutelisik tiap inci ruangan yang kutempati kini. Tembok bercat putih bersih, sofa panjang berwarna oranye gelap, meja dengan kotak pandora dan telepon antik diatasnya. Aku berusaha bangkit dari tidurku, berusaha mencari sesuatu yang lebih dari ruangan tertutup ini. Nihil. Semuanya bersih, kecuali… bingkai foto usang di atas meja kecil dekat sofa.

Kupicingkan mataku untuk melihat foto dalam bingkai tersebut. Tampak jelas di bingkai foto tersebut terdapat seorang namja bertubuh kurus dengan evil smilenya yang tak lain diriku sendiri. Sepertinya aku mengambil foto itu saat hatiku sedang gembira, tapi entah apa yang menyebabkan diriku segembira itu. Aku tak dapat mengingatnya sama sekali.

Kuraih bingkai foto itu lalu kuamati gambar diriku dengan teliti. Mencoba mencari petunjuk dari foto yang terlihat tak sempurna itu. Yeah, sepertinya semua ingatan tentang masa laluku terhapus begitu saja. Tak berbekas.

Kupejamkan mataku sejenak, berusaha menerka, membuat imajinasi atas foto diriku dalam bingkai tersebut. Diriku yang berbalut jumper hijau kebiruan dan jeans tak lupa dengan topi hitam ber-brandedmenutupi rambut cokelat keriting sedang tersenyum lebar kearah fotografer tersebut. berbackground bianglala berwarna-warni membuat penampakanku semakin ceria dalam foto tersebut. Namun semua imajinasiku berhenti begitu saja ketika tangan kananku tampak memegang sesuatu. Sesuatu yang telah hilang dan tak bisa kuingat lagi.

 

-believe to promise-

 

#Author’s POV

“Where will we go, now?” tanya Kyuhyun menggunakan bahasa inggris fasih. Kini ia mengenakan jumper hijau kebiruan dengan evil smile khasnya. Yeoja sebelahnya yang sibuk menghabiskan bubble tea-nya membalas senyum lembut.

“Uhmm, I think we must go to bianglala, Oppa! It will be romantic!!” ajak yeoja itu langsung menyeret Kyuhyun ke bianglala. Namun belum sampai mereka di ticket box, ada seorang fotografer yang menghadang mereka. Menawarkan untuk memfoto mereka.

“Chankkaman!! Apakah tuan-nona berminat untuk mengambil foto? Hanya 5 ribu won selembar, sangat murah untuk mengabadikan moment kebahagiaan tuan-nona,” tawar fotografer tersebut dengan nada semanis mungkin dengan bahasa korea. Yeoja itu hendak menolak tawaran tersebut namun Kyuhyun menyerobotnya.

“Oke, selembar 5 ribu won.”

“Oppa! kita naik bianglala dulu!!” protes yeoja kurus itu manja namun tak dihiraukan sedikitpun. Tanpa sadar, ia menggunakan bahasa tanah airnya, melupakan kenyataan bahwa kekasihnya baru saja pulang dari Amerika selama setengah tahun meninggalkannya tepat setelah ia resmi menjadi kekasih Kyuhyun.

“Jangan cemberut, harusnya kau memasang wajah manismu untuk foto perdana kita.”

“Ta, Tapi…”

“Saranghae…”

Klik.

 

 

#Kyuhyun’s POV

Kubuka mataku kembali. Air mata mengalir di sudut mataku, sungguh aneh. Hatiku merasa senang sekaligus sakit secara bersamaan ketika potongan memori masa laluku mulai terkuak. Kuusap bingkai foto itu sekali lagi, berusaha mengingat-ingat yeoja yang bersamaku saat itu. Seseorang yang sepertinya sangat berharga bagiku.

Kuhempaskan badanku di sofa dengan kesal. Ya, aku kesal karena tak mampu mengingat wajah yeoja itu apalagi namanya. Bodoh, kenapa saat itu aku tak menyebutkan namanya sedikitpun? Dan kenapa saat memori itu terlintas, tak satupun wajahnya yang mampu kuingat? Kenapa aku menjadi aneh seperti ini?

Kuhela nafasku singkat. Sepertinya untuk merutuki kesalahanku adalah perbuatan yang menyita energi secara sia-sia. Aku tak bisa berdiam begini saja menunggu keajaiban datang dan memberikan semua memori masa laluku secara tiba-tiba. Aku harus berusaha mencarinya sendiri. Ya, harus!

Kini manik mataku berhenti pada telepon antik dan kotak pandora yang terletak diatas meja seberangku. Lantas aku berjalan mendekatinya dengan harapan aku mampu mengingat secuil masa laluku lagi seperti sebelumnya. kuraih gagang telepon itu dan memutar angka tanpa tujuan.

Rrrrrrr…

Rrrrrrrr….

Rrrrrrr…

Klik.

“Maaf, Aku sedang ada urusan. Silahkan tinggalkan pesan, lalu aku akan menghubungimu nanti. Have a good day!”

Trek.

Salah, ini pasti salah. Kenapa bisa aku menelepon seseorang dan tersambung dengan telepon diriku sendiri?

“Oppa, kau dimana? cepat datang ke rumahku! Hari ini hujan lebat juga berangin. Aku takut.”

Ah, potongan masa laluku kembali terngiang di telingaku. Suara alto lembut itu membuatku hangat mendengarnya. Kupejamkan mataku kembali, berusaha memutar terus ingatan yang baru saja kudapatkan. Dari sini aku semakin yakin kalau hatiku semakin perih.

 

-believe to promise-

 

#Author’s POV

“Oppa cepat telepon aku kembali! Aku sendirian di rumah. Semua sedang pergi.”

“Oppa, petirnya mengerikan. Aku takut, cepat datang.”

“H-Oppa, a-aku b-benar ketakutan.”

“OPPA BALAS TELEPONKU!!”

Kyuhyun tersenyum kecil sebelum akhirnya berubah menjadi khawatir ketika mendengar voice mail dari yeojachingunya. Dengan cepat ia meraih kunci mobilnya lalu segera memacu mobilnya membelah jalanan yang sedang hujan lebat. Tak lupa ia membawa kado berisi kue tart hasil jerih payahnya sendiri. Sebetulnya dia ingin memberikan surprise kepada yeojachingunya untuk memeringati setahun hubungan mereka.

Di saat kekalutannya dengan keadaan yeojachingunya yang mungkin meringkuk ketakutan di sudut kamarnya, ia semakin mempercepat laju mobilnya di perempatan jalan yang sedang lampu merah. Dari arah berlawanan tampak cahaya terang yang membutakan matanya.

Ia membuka matanya dan mendapati dirinya berada di depan teras yeojachingunya. Di tangannya membawa kado yang berisi kue tart buatannya, sedang tangan kirinya yang kosong berusaha memencet bel rumah tersebut.

Ting tong!

Duk, duk, duk, brak!!!

“Oppa???” teriak yeoja itu dengan wajah berbinar-binar dan dibalas dengan senyuman hangat Kyuhyun seperti biasanya. Namun kekasihnya tak merespon, cahaya matanya kembali redup. Ia menutup pintu rumahnya dengan lesu, membiarkan Kyuhyun mematung kedinginan di depan rumahnya.

Tak menyerah, Kyuhyun kembali memencet bel rumah yeojachingunya. Dan bersiap menyemburkan pertanyaan atas apa yang dilakukan oleh yeojachingunya barusan.

Ting tong!

Klep.

“Hhh, sepertinya bel rumah rusak.” Gumam yeoja kurus itu pelan sembari menutup pintunya kembali. Tampak jejak-jejak air matanya yang ia susut secara paksa di kedua belah pipinya. Kyuhyun menatap nanar yeojachingunya yang tak menganggap dirinya. Hey! Bukankah ia telah datang ke rumahnya, kenapa ia masih tak dianggap?! Kenapa kehadirannya tak disambut?

Molla.

Dan semuanya terjadi dengan singkat, tiba-tiba sinar putih menyilaukan kembali memenuhi pupilnya, ditekan dalam pusaran cahaya putih. Dan ketika ia membuka matanya kembali, ia berada di ranjang putih di ruangan yang ia tempati kini.

 

 

#Kyuhyun’s POV

Aku kembali menangis melihat imajinasi rekaman ingatanku yang terlupakan. Dadaku terasa sesak namun tak ada detak perih yang menyertainya membuatku tersadar sejenak. Mencerna apa yang terjadi pada diriku sekarang.

Tanganku bergetar hebat ketika berusaha mengambil kotak pandora yang terletak disamping telepon antik itu. Entah kenapa aku menjadi takut untuk mencari ingatanku yang lain. Terlambat, tanganku sudah membuka penutup kotak pandora tersebut. aku terpaku.

Semua potongan ingatanku membayang sempurna dalam imajinasi otakku. Semua kenanganku dengannya, tingkah manjanya, senyumnya, ucapan-ucapan manisnya berdengung-dengung hingga telingaku pengang.

Klontang!

Aku menangis sesenggukan kini. Ya, aku telah ingat siapa yeojachingu yang paling kucintai, seperti apa wajahnya, apa kebiasaannya, apa hobinya, apa yang dibencinya, apa yang ia pakai di kencan pertama kami, aku ingat semua.

Yoon Yeon Hyo.

Bisakah aku bertemu dengan Yoon Yeon Hyo-ku? Bisakah aku bercakap-cakap di teras rumah Yoon Yeon Hyo-ku, menghabiskan malam seperti biasanya? Bisakah aku memagut pengecap Yoon Yeon Hyo-ku di tiap pertemuan kami? Bisakah aku memeluk Yoon Yeon Hyo-ku untuk menghalau dinginnya udara yang menusuk tulang? Atau bisakah aku menatap penuh cinta kepada Yoon Yeon Hyo-ku barang sekali saja? Bisakah aku?

Untuk terakhir kalinya…

 

-believe to promise-

 

#Author’s POV

Seorang yeoja kurus tengah meringkuk di kasur putih yang ada di ruangan mungil bercat soft creamsembari memeluk erat pigura kecil didadanya. Air matanya tak berhenti mengalir hingga ia kelelahan lalu tertidur. Kedua matanya sembab, membengkak dan berkantung. Wajahnya yang putih bak pualam tampak pucat tak bersinar seperti biasanya. Bahkan kemeja hitam besar melekat tak sesuai dengan ukuran tubuhnya yang kurus. Rambut hitam panjang miliknya tampak berantakan membuat penampilannya semakin buruk. 

“Kyuhyun oppa, mianhae. J-Jeongmal mianhae…” igau yeoja kurus itu lirih hampir tak terdengar. Air matanya kembali mengalir walau jiwanya dibawa ke alam mimpi. Ia masih tak dapat menerima kekasihnya telah meninggal lalu menyalahkan dirinya sendiri.

Angannya berharap, seandainya ia tak menelepon kekasihnya. Seandainya ia mengirimkan voicemail-voicemail itu. Seandainya ia tak membentak kekasihnya. Seandainya ia tak memaksa kekasihnya untuk datang menemaninya, pasti sekarang ia sedang tertawa bersama merayakan satu tahun hubungan mereka.

Tapi semua itu terlambat dan kabar buruknya apa yang telah terjadi tidak bisa diputar ulang.

Tes.

“Ullijima, Yeonnie…”

Seketika Yeon Hyo membuka matanya dan menenggelamkan dirinya di dada bidang transparan namjachingunya. Walau tak sehangat dulu dan senyaman dulu, setidaknya Kyuhyun masih ada disini untuk menemuinya.

Kyuhyun tersenyum tipis walau air matanya kembali menetes. Ia berhasil melewati ruang dan waktu hingga menyalahi aturan untuk bertemu dengan Yoon Yeon Hyo-nya. Ia berusaha memeluk erat kekasihnya namun tak bisa. jiwanya tak bisa memeluk raga hidup kekasihnya, karena mereka telah berbeda.

“Please look at me, Yeonnie..” pinta Kyuhyun lirih namun masih tertangkap di gendang telinga Kyuhyun. Yeon Hyo terpaksa melepas pelukan kosong terhadap namjachingunya lalu mendongak keatas, menatap lekat Kyuhyun.

“No matter which separated us, I will Always love you. Please, go ahead and get your happiness. Always love you,” bisik Kyuhyun sungguh-sungguh di samping daun telinga kekasihnya yang bergetar hebat.

“Give me one last kiss, jebal…” pintanya sembari membelai lembut pipi chubby Yoon Yeon Hyo-nya. Yeon Hyo menurut. bibirnya memagut bibir Kyuhyun dalam. Begitu dingin, begitu menyesakkan.

Dan semuanya telah berakhir.

“Still alive, Yeonnie…”

 

-THE END-

66 thoughts on “[FREELANCE] FF “One Last Kiss” -OneShoot-

  1. sedih bgt ternyata kyuhyunnya meninggal ,
    ini one shoot ya ? yah berarti gk ada lanjutannya dong
    tapi keren ff nya ^^
    dari sekian banyak aku baca ff cuma ff di blog ini yg paling keren ^^
    author daebak bgt🙂

  2. nganga pas baca ini sambil dengerin lagu katy perry-the one that got away

    kereeeen eon critanya TT__TT

    gg terlalu panjang tapi menyentuh gitu..hha apalah bahasanya ==”

    yaampun dua dua nya mennyedihkan si raja evil ko’it dan mrs.evil nya jadi stengah waras gitu
    kekekek

  3. Huuuuuaaaa…prtama baca aku ga ngerti,, lolla #pabo..
    tpi stelah di akhir2 ngrti….
    andwe.. aku kira kyunnie nya msih idup.. trnyata eh trnyata udah mati😦
    tisu mana tisu….. author ayo tnggung jawab… kkkkkkk~

  4. huuuaaah galau akut! xD….walau tulisanya THE END tapi masih nyangkut!…ga rela kalo THE END!!…..apalagi aku lg dengerin Daydream….lngsung jllebb! xD….

  5. Omo… Kyuhyun meninggal?? Kirain cuma lupa ingatan doank… Ckckckck nggak nyangka bisa meninggal..😦 Yeon Hyo pasti merasa tersiksa sekali… Uljima !! Still alive!!🙂
    FF nya bagus eonn.. alurnya juga nggak cepat walaupun ceritanya sebenanya hanya memiliki 1 satu hari saja…😀

  6. Huaakkkkkkkssssssss nyesek abis
    siapa ini autornya #plaak lupa
    sorry
    hiya…kyuhyun mati..hue….. ToT
    ff nya keren keren
    nyesek, aku suka ff yg sedih2 hahaha……
    Ceritanya jelas dan menarik
    kasian yeon hyo..ckck…
    Sabar yah saeng…kamu ditggl sm kyuhyun wakakakakakkk #ditabok
    kabur…

  7. Awalnya gak ngerti ceritanya, aku kira Kyu amnesia ._.v
    Ternyata Kyu meninggal u,u
    Walaupun simple, tapi mengandung kisah yang mengharukan.
    One Last Kiss :’)
    Sedih, penyesalan Yeon Hyo u,u
    Daebak eonni! ^^/

  8. FFnya daebak!!!

    Seneng deh disini Kyuhyun mati, abisnya di FF-FF sebelumnya Yoon Yeon Hyo mulu yang mati. HUAHAHHAHA #dilindesSparkyu #digampareonni

    Eonnie, jeballl~ buatkan FF yang sad ending, dan ujung-ujungnya Kyuhyun yang mati T-T… aku juga ingin melihat Yoon Yeon Hyo menangis gara-gara Kyuhyun egak ada. HWAHAHAHA~ #dilindesSparkyuPlusHKS

  9. Simple, feelnya dapat, jelas, singkat, padat, awalnya tidak tertebak, apalagi ya?
    Pokoknya DAEBAK ~~ Keren ~~
    Ga nyangka awalnya Kyuhyun mati >,<
    Yeon Hyo nya kasihan ditinggal kyu,
    kenapa ga nyusul Kyuhyun aja ? *digampar*😄
    Buat lagi lah yang sad ending #plaaak🙂

    • Kalo mau baca FF ONESHOOT yg panjang, coba baca yg ini :
      FF “Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!” (1 jam)
      FF “Perfection” -sekuel FF “Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun!”- (1 jam)
      FF “Not a Prince, But He is a Handsome Devil” (3 jam lebih)

  10. Annyeong😀
    iseng – iseng mampir di situs ini, pertama- tama baca ff Please Stop Teasing Me, Cho Kyuhyun! Suka banget sama ff nya walaupun panjang -_-”
    terus obrak-abrik ff yang lain dan semuanya bagus bagus. salut buat authornya !
    Situs ini saya bookmark di laptop, saya tunggu ff yang baru. Gomawo ^^

  11. oh Tuhan trnyata kyunya dah menggal,
    hikkssss,,,
    meski aq sangat teramat telat bacanya tpi aq sangat mnikmatinya,#apa2an ini heee
    salam kenal author,
    oia aq kta temanan lwt fb ato twiter,tpi aq gk nemu fb ato twiter author,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s