[FREELANCE] FF “Herzlichen Gluckwunch zum geburgstaat, Cho Kyuhyun!” -OneShoot-

Tittle : Herzlichen Gluckwunch zum geburgstaat, Cho Kyuhyun!

 

Author : Veynicca Jung  a.k.a Jung Hyun Jin

 

 

Main Cast :

–          Cho Kyuhyun

–          Yoon Yeon Hyo

 

Support Cast :

–          Lee Sung Min

–          Shin Hyu Ri

–          Other cast find by ur self

 

Length : Oneshoot

 

Genre : AU, gaje, terserah deh xD

 

Disclaimer : This FF is dedicated to Hyo-Kyu evil couple and special  Kyuhyun’s Birthday edition^^. This is my first FF using Hyo-Kyu couple, so I’m really sorry if u didn’t get the real feeling of Hyo-Kyu’s ^^

In this FF, everythings is a fiction so don’t BASH me, please don’t COPAS because this FF is pure from my lil’brain.  Cho Kyuhyun is belong to Yeon Hyo, Kim Jong Woon is belong to me, and other cast is for you😀

Oke daahh ngga banyak cincau lagi, author langsung ajaaa yuaaaaaa😀

LET’s GOOOOOO==============================>>>>>>>>>>>>

 

 

^HAPPY READING^

 

 

“You’re my precious lady, the one that make me crazy of all the girls I’ve ever known…I always spend my times to thinking about you, more…and more!

And I know…you’re same with me. U’re evil too…the beautiful evil I’ve ever known…”

 

****

 

Author POV

 

Seorang namja berwajah aegyo berdiri di depan sebuah kaca besar yang membatasi dinding lantai 25 dengan hamparan kota Seoul membentang di bawahnya. Seorang yeoja berambut panjang di belakangnya berdiri dengan tegak. Wajah cantiknya tak tersenyum, membuatnya tampak tegas. Yeoja itu sedang menunggu perintah.

 

“Namanya Cho Kyuhyun. Tanggal 2 Februari, tepat pukul 12 malam, bawa dia ke markas selatan. Aku akan membalaskan dendamku disana, arraseo?” ujar namja berwajah aegyo itu dengan tegas.

 

“Aku tak akan mengecewakanmu, Tuan Lee. Serahkan semuanya padaku,” ujar yeoja itu sambil membungkuk. Satu isyarat tangan namja itu segera menggiring langkah sang yeoja untuk keluar dari ruangan itu.

**

Seorang namja jangkung sedang duduk di taman sambil menunduk menatap layar PSP putih yang dipegangnya. Kedua matanya seolah sudah terpatri pada layar itu, sehingga namja itu menulikan telinganya dari panggilan seorang yeoja cantik memasang tampang bete di sebelahnya.

 

Tiba-tiba saja dengan secepat kilat, tangan yeoja itu sudah menyambar PSP putih itu dan disusul oleh teriakan frustasi si namja.

 

“Neol!!! Arrgghhh…jinjja! Yeonni! Kembalikan!” ujar namja itu sambil berusaha meraih PSP yang disembunyikan yeoja itu dibelakang punggungnya.

 

“YA! Cho Kyuhyun! Sebentar lagi usiamu akan bertambah setahun lagi! Apa kau tak bisa berhenti memainkan ‘istrimu’ ini?” ujar yeoja itu galak. Namun namja itu –Cho Kyuhyun—tak menghiraukan kata-kata yeoja dihadapannya itu. Ia tetap berusaha merebut kembali PSP-nya.

 

“Yeoja babo! PPALIWA! Hanya tinggal satu babak lagi! Arrrggghhh!!!” teriak namja itu ketika PSP-nya mengeluarkan sebuah bunyi yang menandakan bahwa levelnya failed. Kyuhyun menyerah. Ia menghempaskan kembali tubuhnya ke kursi taman, sementara si yeoja menyunggingkan senyum kemenangannya.

 

Yeoja itu ikut duduk di sebelah namja itu. Cukup dekat, sehingga Kyuhyun menggeser lagi jaraknya. Hatinya masih kesal pada yeoja itu.

 

“Sudahlah…aku pulang saja!” ujar yeoja itu sambil beranjak pergi setelah mengembalikan PSP putih itu kepada pemiliknya. Kyuhyun bereaksi kembali, bukan pada PSP-nya, tapi pada yeoja itu.

 

“YA! Yoon Yeon Hyo-ssi! Kau mau kemana?!” namja itu bangkit seraya mengejar yeoja itu. Secepat kilat ditariknya tangan yeoja yang sedang kesal itu.

 

“YA!!! Lepaskan tanganmu dari tanganku, Tuan Cho! Aku lelah menghadapi namja sepertimu!” yeoja itu menatap dengan tatapan yang menakutkan, tapi Kyuhyun malah nyengir dan berkata, “Kau lelah? Aku bosan mendengarkan satu kata itu. Tapi kau tak pernah bosan pada namja tampan sepertiku, ya kan Nona Yoon?”

 

“Haiiissh…namja narsis!” Yeon Hyo segera berpaling lagi dan terus berjalan. Sementara Kyuhyun mengikuti dari belakang sambil menggodanya. Tanpa pernah mereka sadari, sepasang mata menatap mereka dengan penuh arti dari kejauhan.

“Target sudah kutemukan. Sepertinya…yeoja itu bisa aku manfaatkan,” desah si pemilik mata sambil tersenyum licik.

****

 

Yeon Hyo POV

 

CHO KYUHYUN menyebalkan!

 

Aku menghempaskan tubuhku di atas ranjang dalam kamarku yang penuh kedamaian, walau sangat berantakan. Ini entah sudah yang keberapa kalinya—aku lupa—aku bertengkar dengan namjachingu menyebalkan itu. Sejauh ingatanku, setiap kali bertemu pasti selalu begitu. Saling memaki dan meneriaki. Dan herannya, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan namja babo itu?

 

Aku melemparkan pandanganku pada kalender di atas meja. Angka 3 sengaja aku lingkari dengan spidol warna merah dengan tulisan ‘my evil’s birthday’. Sekarang tanggal 1, itu berarti lusa adalah ulang tahunnya. Aku segera memikirkan cara untuk memberikan surprise untuknya.

 

Tiba-tiba handphone-ku bernyanyi.

 

Aku melihat sedertan nomor tak kukenal tertera pada layar. Aku bimbang. Haruskah aku mengangkatnya?

 

“Yeoboseyo?”

 

“…”

 

“Ne, aku Yoon Yeon Hyo. Nuguseyo?”

 

“…”

 

“Apa yang kau inginkan?”

 

“…”

 

“Arraseo, setengah jam lagi aku sampai di sana. Annyeong.”

 

Seorang yeoja menginginkan sebuah pertemuan denganku tanpa alasan yang jelas. Cih~ dia kira aku yeoja babo? Aku takkan datang!

 

Tiba-tiba simbol pesan mampir di layarku. Aku membacanya.

 

“Jangan berpikir untuk tidak datang, kalau kau tak ingin namjachingumu mati!”

 

Aku tertegun membacanya. Kenapa membawa-bawa Kyuhyun?

 

Aaiisshh~

 

Ini pasti masalah penting. Aku segera berlari ke tempat yang sudah ditentukan yeoja dalam telepon itu.

 

****

 

Kyuhyun POV

 

Huaaahh!!! Yeoja Babo! Jeongmal Baboya! Dia berhasil membuatku mengulang dari awal lagi. Aku benar-benar kesal. Tapi ngomong-ngomong, kenapa sampai malam begini dia tak menelepon atau meng-sms-ku ya?

 

Segera aku alihkan perhatian pada ponselku yang membisu. Segera aku mencari daftar speed dial.

 

Aku mendengar bunyi sambung, namun tak seorangpun mengangkatnya. Ahh~ pasti dia ketiduran dalam bathup lagi. Yeoja babo! Aku kembali asyik bercinta dengan istriku, PSP-ku yang cantik.

 

Sejam.

 

Dua jam.

 

Sekarang sudah hampir pukul 11 malam! Aku mulai galau (isshh…bahasanya ih). Segera aku lirik ponselku. Tak ada sms ataupun telepon dari yeoja itu. Aku segera menghubunginya lagi. Tapi nihil. Aku mengirimkan sms, tapi tak ada balasan. Aku benar-benar galau!

 

Aku segera memacu mobilku menuju apartemen tempat tinggal Yeon Hyo bersama kakaknya, Hyun Jin Noona.

 

“Ahhh~ Kyunnie. Mana Yeon Hyo?”

 

Aku tercengang. Kata-kata Hyun Jin Noona menyatakan dengan pasti bahwa saat ini Yeon Hyo tak ada di rumah.

“Aku kemari justru mencarinya, Noona. Benarkah dia tak di rumah?’ tanyaku sambil berusaha menekan rasa galauku. Noona berambut pendek itu mengangguk dan tampak meyakinkan sekali. Sekali lagi, aku mencoba menelepon yeoja itu. Tak ada yang mengangkatnya!

 

“Sialan!” desisku.

 

“Kyunnie, sebaiknya kita cari dia, aku takut dia kenapa-napa,” ujar Hyun Jin Noona cemas. Wajahnya yang memang sendu itu bertambah sendu. Sebenarnya aku sedang tidak enak perasaan karena pertengkaran tadi, tapi sekarang makin jadi tidak enak dengan raibnya Yeon Hyo.

 

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Sederet nomor asing terpampang dilayarku yang berkedip-kedip. Tanpa pikir panjang aku mengangkatnya.

 

“Yeoboseyo? Nuguseyo?”

“…”

“MWOOOO????!!!”

“…”

 

Tidak! Ini tidak mungkin!

 

Aku segera beranjak menuju suatu tempat yang disebutkan oleh si penelepon tadi. Sementara Hyun Jin Noona tak kuijinkan ikut, dengan alasan sudah malam. Yeoja itu menangis, dan memohon agar membawa pulang yeodongsaengnya dengan selamat. Aku mengiyakannya.

 

Aku memacu mobil dengan kecepatan tinggi ke arah kota Incheon.

Aku benar-benar tak menyangka jika Yeon Hyo mendapatkan kesialan itu! Kesialan yang seharusnya menimpaku.

“Bertahan sedikit lagi Yeonnie! Aku akan menyelamatkanmu!”

****

 

Author POV

 

Seorang yeoja berambut panjang dengan penuh senyum licik melangkah perlahan menuju kursi dimana seorang yeoja terikat dan tak sadarkan diri. Yeoja itu menatap lekat-lekat wajah yeoja yang tak sadar itu.

 

“Mian jika aku menjadikanmu umpan, Nona Yoon. Tapi ini semua demi kebahagiaan Tuan Muda Lee. Dendamnya harus terbalaskan,” desah yeoja itu sambil tersenyum simpul. Yeoja itu segera memberikan perintah kepada seorang namja berperawakan kekar yang sedang berjaga di depan pintu masuk.

 

“Awasi gadis itu, jika dia terbangun sebelum aku datang, kau tahu apa yang harus kau lakukan. Arrachi?” yeoja itu memberi perintah dengan sangat tegas dan si namja kekar itu mengangguk sambil tersenyum. Setelah mendapat kepastian, yeoja itu langsung keluar dari ruangan itu menuju sebuah ruangan lain yang lebih tinggi, dimana segala sesuatu untuk pembalasan dendam itu dipersiapkan.

**

 

-BRAAKKK!!!-

Kyuhyun menendang bemper mobilnya sekuat tenaga. Hatinya benar-benar kesal karena disaat gawat seperti ini, mobilnya tiba-tiba mati di tengah jalan.

 

“Aiiissshhh… jinjja!!!!! Damn it!!!!” berulang kali namja itu mengumpat. Jalanan sudah sangat sepi, mengingat ini sudah pukul satu malam. Yang lewat hanya beberapa pejalan kaki yang tampak sedikit teler, mungkin mabuk juga. Kyuhyun tak peduli dan juga tak takut. Yang dipikirkannya sekarang adalah keselamatan Yeon Hyo.

 

Namja itu tak habis pikir. Bisa-bisanya Yeon Hyo mau menerima tawaran orang tak dikenal untuk bertemu.

“Dasar yeoja ceroboh!” rutuknya lagi sambil menendang pintu mobilnya dengan kasar. Segera diambilnya ponsel, lalu dihubunginya sebuah nama.

 

“Yeoboseyo, Kyunnie…” sebuah suara lembut di seberang menyapanya.

 

“Sungmin Hyung! Tolong aku, jeballyo!” cerocos Kyuhyun setengah memelas pada orang yang diteleponnya itu.

 

“Mwo? Museum irriya (ada apa) ?” tanya suara itu lagi, sedikit terselip nada cemas disana.

 

“Yeonnie…dia diculik!” ujar Kyuhyun nyaris berteriak. Hatinya benar-benar galau saat ini, sementara yang diteleponnya hanya mendesah.

 

“Neol baboya? Ettohke? Aku  di Amerika sekarang. Bagaimana caraku menolongmu?”

 

****

 

Yeon Hyo POV

 

Perlahan aku mulai membuka mataku. Pertama yang bisa kulakukan hanya menyipit, mencoba menghindari silaunya cahaya yang menerobos masuk ke dalam ruangan gelap melalui lubang-lubang ventilasi udara. Aku mencoba mengerjap-erjapkan kedua kelopak mataku, memberikan sedikit air untuk membasahi bola mataku yang cukup lama terpejam.

 

Aku membiarkan mataku menjelajahi ruangan ini hingga ke sudut-sudutnya. Ruangan yang cukup luas namun tetap gelap karena tak ada lampu yang terpasang. Tak ada jendela satupun, yang ada hanyalah lubang-lubang kecil sebagai ventilasi udara. Lalu mataku tertumbuk pada satu sosok yang sedari tadi –sangat aku sadari—menatapku dengan mata tajamnya.

 

“Dimana aku?” tanyaku lemah. Namja itu mendekatiku, lalu tersenyum. Omo~ dia manis sekali!

 

“Kau ada di ruang penyekapan milik Nona Shin sekarang,” ujar namja itu singkat, sesaat setelah senyumannya lenyap. Matanya menatap tajam sekarang, dan ia mulai mendekat.

Ingatanku mencoba kembali ke hari kemarin, saat bertemu yeoja cantik yang mengaku namanya Shin Hyu Ri.

 

-flashback-

 

Aku memarkir mobilku di parkiran sebuah hotel besar di pinggiran kota Incheon. Hotel yang sangat sepi-menurutku. Aku melangkah masuk, lalu menuju receptionist dan menanyakan orang yang ingin bertemu denganku dengan membawa Kyuhyun sebagai ancaman. Cih~ benar-benar pengecut!

 

Aku masuk ke lift, dan memencet tombol bernomor 5.

 

Seorang yeoja yang mengenakan kacamata berwarna biru muda menyapaku begitu aku sampai di balkon atap. Yeoja cantik berambut panjang serta mengenakan dress warna senada dengan sunglass-nya itu kemudian mengajakku masuk ke kamar hotel.

 

“Siapa kau? Apa yang kau inginkan?” aku bertanya sambil mengikuti langkahnya perlahan.

 

“Aku? Ah yaa… namaku Shin Hyu Ri. Dan yang aku inginkan adalah…” belum selesai wanita itu mengakhiri kalimatnya, sebuah bau menyengat menusuk indra penciumanku, rasa dingin menjelar ke otakku dan melemaskan segala syaraf. Dan seketika semuanya gelap.

 

-flashback end-

 

“Minumlah!” sebotol air mineral terulur di depan wajahku dan membuyarkan lamunanku. Baru aku sadari –ketika hendak mengambil botol itu—tangan dan tubuhku terikat!

 

“YA! Neol baboya?! Bagaimana aku bisa mengambilnya jika badanku terikat hah?!” aku berteriak cukup keras hingga namja itu terkejut, namun sesaat kemudian ia tersenyum.

 

“Ahh~ Mianhae Nona Yoon. Aku lupa,” aku melihat namja itu melangkah pergi, lalu datang lagi dengan membawa sebotol air mineral yang sama, namun sekarang berisi sedotan.

 

“Aaaaarrrggg!!! Jangan perlakukan aku seperti kriminal !!! Ya! Lepaskan aku!” kakiku menendang-nendang bagian tubuh namja itu, bagian manapun yang kena aku tak peduli.

 

“YA!!! Beraninya kau…!” tiba-tiba saja namja itu menyiramkan air mineral ke tubuh Yeon Hyo, yang dibalas Yeon Hyo dengan satu tendangan tepat di selangkangan namja itu.

 

“AAaaaaaaaawwwww!!!!!!!!!!!!!!!! Yeoja kurang aaajjjjaaarrr!!!!!!!” namja itu sontan memegangi selangkangan yang menjadi sasaran empuk kakiku.

 

“RASAKAN!!!”

 

“Apa-apaan ini?!” pintu terbuka, masuklah seorang yeoja. Ya…yeoja yang bernama Shin Hyu Ri. Aku menatapnya dengan sinis, hatiku seketika terbakar dan panas.

 

“YA!!! Shin Hyu Ri-ssi! Apa yang kau inginkan dariku, HAH?! Apa yang akan kau lakukan pada Kyuhyun-ku?!” aku berteriak sekuat tenaga.

 

-PLAAAAKKKK-

 

Rasanya perih sekali ketika tangan itu mendarat dengan keras dipipiku. Aku meringis. Ku dongakkn kepalaku, menatap wajah yang penuh kemarahan dengan sinar mata yang ‘panas’ seolah benar-benar ingin memakanku hidup-hidup saat ini juga!

 

“Sekali lagi kau berteriak, namja ini mati!” tukas yeoja itu dengan geram sambil memamerkan foto Kyuhyun yang babak belur dalam ponsel milik Hyu Ri. Gambar itu di ambil kira-kira sejam yang lalu. Sontak mataku terbelalak!

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA KYUHYUN HAAAAHHH???!!!!!!!”

 

****

 

Kyuhyun POV

 

BRUUGHHH~

 

Aku terpental, merasakan sakit yang melanda tengkukku. Kemudian, seseorang menendang tulang keringku.

Seorang berpakaian serba hitam lengkap dengan masker dan kacamata hitam.

 

Anniya…

 

Ada seorang lagi…

 

Seorang yang tersenyum licik. Senyum yang amat aku kenal. Tawa yang begitu akrab ditelingaku…

 

Keundae…benarkah itu dia?

 

Aku tak yakin…

 

Namun mata ini mulai tertutup saat aku merasakan pelipisku mengeluarkan cairan hangat yang lengket.

 

**

 

Aku mencium aroma yang sudah terlalu lama tak pernah aku cium lagi. Aroma yang mampu membangkitkan kenangan masa laluku. Aroma yang sangat menyesakkan dada…

 

Aku membuka mataku perlahan. Tak ada yang dapat ku lihat. Disini terlalu gelap.

 

Lalu aku mendengar suara derap kaki melangkah perlahan menuju tempatku. Tak lama, sebuah tangan sedingin es meraba pipiku dengan lembut, dan…

 

“Ini sudah lama sekali, Cho Kyuhyun…”

 

-DEG-

 

Suara ini…

 

“Sungmin Hyung, kau kah itu?”

 

****

 

Author POV

 

Shin Hyu Ri menggiring Yeon Hyo menuju sebuah tempat yang lebih ‘layak’ untuk gadis itu. Pakaiannya basah akibat siraman namja tadi, pipinya merah bekas tangan Hyu Ri, sementara matanya sembab. Namun hatinya lebih sakit lagi. Cho Kyuhyun, apakah ada orang yang menolongnya setelah di babak belurkan seperti itu?

 

Hyu Ri melangkahkan kakinya sebuah meja satu-satunya di ruangan itu. Dikeluarkannya sebuah belati. Sementara Yeon Hyo terbelalak.

 

“Apalagi yang akan kau lakukan, Hyu Ri-ssi? Kau ingin membunuhku? YA! Silakan lakukan! Tapi tolong jangan sakiti Kyuhyun!” teriak Yeon Hyo sambil menahan isak dan takutnya.

 

Hyu Ri lalu tertawa. Yeon Hyo kemudian tercengan ketika belati yang diambil Hyu Ri digunakannya untuk memotong sebuah tali yang membentang dari pilar utama ruangan ini. Lalu yang terjadi selanjutnya membuat Yeon Hyo tercengang dan kaget dalam rentang waktu sepersekian detik.

 

“Jadi ini alasanmu menculikku?” tanya Yeon Hyo tanpa melepaskan matanya dari apa yang tertera dihadapannya. Namun Hyu Ri menggeleng.

 

“Karena hanya kau yang bisa membawanya ke hadapan Tuan Muda-ku, sekarang Tuan Muda-ku sudah nyaris membunuhnya,” ujar Hyu Ri sambil mengikatkan kembali tali yang ditebas itu pada tempatnya.

 

“Kalian benar-benar licik! Siapa sebenarnya Tuan Muda-mu itu? Dan kenapa dia begitu ingin membunuh Kyunnie?” Yeon Hyo menatap Hyu Ri dengan tajam. Namun Hyu Ri malah tertawa lagi.

 

“Kau akan tahu nanti,” ujar yeoja itu singkat. Diliriknya benda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

 

“15 menit lagi,” desahnya. Tiba-tiba saja ponsel Hyu Ri berkedip, menandakan sebuah panggilan masuk.

 

“Ne, Tuan Muda…”

 

“…”

 

“Arraseo, segalanya sudah siap,” ujar Hyu Ri kemudian, lalu ditariknya lengan Yeon Hyo dengan paksa. Yeoja itu di geret menuju sebuah ruangan yang jauh lebih gelap. Sebuah ruangan dengan jendela besar.

 

“Mianhae Yeon Hyo-ssi, ini adalah perintah,” ujar Hyu Ri sambil mengikat lagi tangan Yeon Hyo,menggantungkannya pada sebuah terali besi dan menariknya perlahan mendekati jendela. Seketika jendela itu terbuka lebar, membiarkan angin memasuki ruangan itu, menerbangkan segala yang ada.

 

“Kyuhyun akan membunuh kalian, jika sampai aku terjatuh dan mati!” kecam Yeon Hyo dengan hati ketar-ketir. Dia mempertaruhkan nyawa untuk kekasihnya sendiri. Untuk sebuah rencana yang tak pernah sekalipun diinginkannya namun harus diturutinya. Sebuah rencana yang menyingkap kejadian di masa lalu.

 

**

 

“Sssstt…ini sangat berbahaya, Noona! Jadi Noona jangan gerak-gerak ya…ini harus berhasil,” ujar seorang namja berwajah evil sambil mengikatkan sebuah tali tambang yang mengikat dua tangan seorang yeoja cantik berambut hitam panjang, ke sebuah gantungan besi tinggi di dekat jendela lantai dua rumahnya.

 

“Oppa akan membunuhmu jika sampai aku celaka, Kyunnie!” yeoja itu mencibir kesal, namun ia pasrah saja. Semua ini memang ide yeoja itu untuk memberikan kejutan untuk ulang tahun Sungmin yang jatuh pada awal tahun.

 

“Ingat, ini idemu Ah Ra Noona!” ujar Kyuhyun pada Noona-nya yang notabene adalah kekasih Sungmin. Dari kejauhan tampaklah Sungmin berjalan tergesa setelah menerima sms dari Kyuhyun tadi yang mengatakan Noonanya akan dibunuh oleh perampok.

 

“AH RA-YAAA!!!!” secepat kilat Sungmin berlari menuju jendela tempat Ah Ra yang menggantung dengan lemas. Adegan ini benar-benar akan berakhir perfect, andai saja jika Sungmin tak menginjak serat pengikat yang ada di lantai dan Kyuhyun memotong tapi pilar tepat waktu.

 

Namun segalanya kacau…

 

Tubuh Ah Ra meluncur bebas ke tanah, dengan kepala mendarat terlebih dahulu.

 

“RAAA- YAAAA!!!!!”

 

“NOOOOONNNNAAAA!!!!”

 

Yang tersisa dari kejadian itu adalah ukiran nama Cho Ah Ra pada batu nisan. Memilukan memang. Kyuhyun harus kehilangan Noona satu-satunya, sementara Sungmin kehilangan calon istrinya.

 

**

 

“Kau ingat itu? Kenapa kau menuruti perintahnya CHO KYUHYUN?!” Lee Sungmin berteriak kencang di hadapan wajah Kyuhyun yang memerah dan basah oleh air mata Sungmin dan juga air matanya.

 

“Hyung…”

 

“Aku akan membalasmu, Kyunnie, kekasihmu akan mati hari ini juga. Tepat di malam ulang tahunmu!” Sungmin lalu menyeret paksa Kyuhyun yang memberontak sekuat tenaganya. Namun Sungmin terlalu kuat.

 

Hingga sampailah mereka di ruangan yang penuh dengan tebaran kertas-kertas putih. Sebuah ruangan yang memiliki keadaan yang sama. Hanya saja di sini lebih terang.

 

“Mianhamnida, Tuan muda Lee. Yeoja itu memberontak dan talinya putus,” ujar satu-satunya yeoja yang berdiri di ruangan itu sambil memegang seutas tali yang memang sudah putus.

 

“NONA SHIN! Apa yang kau lakukan?!” Lee Sungmin berteriak, namun Kyuhyun secepat kilat sudah menghilang di balik pintu.

 

****

 

Kyuhyun POV

 

Nafasku berpacu dengan langkahku.

 

Andwe!

 

Ini hanya mimpi!

 

Yeoja babo itu tak boleh mengalami nasib sama seperti Ah Ra Noona!

 

Aku sampai di taman bawah tepat dimana seharusnya Yeon Hyo berada. Tapi nihil.

 

“Yeon Hyo-ya! Kau dimana? Jangan mengerjaiku, yeoja babo!” air mata mulai membasahi mataku. Aku mencarinya ke setiap jengkal taman.

 

“Babo! YAAA!!! NONA YOON!  Kau dimana?!” aku benar-benar frustasi dibuatnya.

 

“Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida…”

 

Aku menoleh ke asal suara.  Dan aku melihatnya. Dia bersama Lee Sungmin hyung membawa sesuatu dengan taburan cahaya di atasnya. Tanpa pikir panjang aku segera berlari langsung memeluknya setelah aku menyingkirkan black forrest yang di bawanya.

 

“YAAAA!!!! TUAN CHO! Aku belum selesai menyanyikan lagu itu,” teriak yeoja itu ‘menolak’ pelukanku. Aku tak peduli. Aku hanya sangat…sangat bahagia dia baik-baik saja.

 

“Yeonnie, aku senang kau baik-baik saja,” isakku pelan. Namun yeoja itu malah mendorongku menjauh.

 

“Ya! Namja babo, tentu aku akan baik-baik saja. Dan kau, lihatlah! Kau menghancurkan kue yang di bawa Sungmin oppa!” gerutunya kesal. Dia benar-benar memancing emosiku. Cckkk~ dasar yeoja evil!

 

“YAAAA!!!Neol!!!” aku menarik tangan yeoja itu, menyeretnya menjauh. Dia harus kuberi pelajaran.

 

“Lepaskan tanganku, Tuan Cho!”

 

“Shirreo!”

 

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau tak menghiraukanku lagi, huh?!” teriak Sungmin hyung dari kejauhan, dan aku hanya melemparkan evilsight padanya.

 

**

 

Aku mengunci Yeon Hyo di sudut tembok dengan kedua tanganku, namun wajahnya justru menantangku. Yeoja ini, jauh lebih evil dariku.

 

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” ujarku sedikit halus. Aku takut jika nanti aku berteriak, dia malah balas meneriakiku

.

“Ini bukan rencanaku,” sahutnya enteng sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, menatap kegelapan.

 

“Lalu kenapa kau ikut? Kau tahu, itu tadi sangat berbahaya! Dan aku tak ingin kehilanganmu, Nona Yoon!’’ aku memaksanya agar menatapku dengan meninggikan suara. Dan dia memang menatapku.

 

“Tapi aku baik-baik saja kan? Kau tak seharusnya khawatir. Sungmin oppa dan Hyu Ri eonni sudah menyiapkannya dengan baik…” baru kali ini aku mendengar suaranya yang lembut. Tapi aku tetap tak terima dia terlibat-atau lebih tepatnya dilibatkan secara paksa-dalam acara itu.

 

“Yoon Yeon Hyo-ssi…jika kau ingin memberikan surprise kepadaku lagi di tahun depan, jeball…gunakan cara lain,” ujarku akhirnya. Yeon Hyo tersenyum, tangannya mengusap lembut pipiku.

 

“Arra Kyuhyunie, mianhae ne?”

 

Aku –secara refleks—merengkuhnya ke dalam pelukanku. Yeon hyo sudah hendak memaksaku untuk melepaskannya, namun aku tak mau. Aku semakin mengeratkannya.

 

“Ya!!!! Aku sesak nafas!!!” desahnya pelan.

 

“Aku tak peduli!” balasku ketus. Akhirnya dia pasrah.

 

“Kyunnie, neol gwaenchannayo? Bukankah kemarin kau dipukuli?”

 

Aku mengangguk pelan. Kemarin aku memang di siksa oleh dua orang bodoh yang mencegatku dijalan. Sungmin hyung dan seorang temannya.

 

Sepertinya aku harus menemui hyung untuk minta penjelasan atas pengeroyokan kemarin.

 

“Kajja…!” aku melepaskan pelukanku dan langsung menyeretnya lagi. Dan reaksinya sudah aku pastikan…

 

“CHO KYUHYUUUNNNN!!!!! Berhenti menyeret-nyeretku seperti ini! Kau kira aku apa, hahhh?!!!” teriak yeoja babo itu memekakkan telingaku.

 

****

 

Author POV

 

Kyuhyun menyeret Yeon Hyo dengan paksa menuju tempat semula. Namun Sungmin dan Hyu Ri tak disana lagi.

“Kemana dia?” tanya Kyuhyun pada Yeon Hyo.

 

“Molla! Kenapa kau tanya padaku?!” ujar yeoja itu sambil menyentakkan tangannya yang sakit akibat dicekal oleh Kyuhyun dengan paksa.

 

Kyuhyun kembali meraih tangan itu, dan di seretnya lagi. Namun…

 

-PLAAAKKK-

 

“Itu hadiah ulang tahunmu Cho Kyuhyun! Kau pikir aku ini piaraanmu ya, yang bisa seenaknya kau geret kemana-mana?” protes Yeon Hyo dengan wajah kesal. Sementara Kyuhyun meringis sambil memegangi puncak kepalanya yang dijitak oleh yeojanya.

 

“YA!! Seharusnya kau memberikan hadiah yang spesial untukku, bukan jitakan, yeoja BABO!!” ujar Kyuhyun sambil mendelik. Mata Yeon Hyo menyipit lalu berpaling ke arah lain.

 

“Shirreo! Aku tak ingin memberikan hadiah spesial untukmu,” ujarnya. Hal itu makin membuat Kyuhyun kesal.

 

“Kalau begitu aku akan memintanya dengan paksa!” Kyuhyun menarik pundak Yeon Hyo dengan sdikit kasar. Dicekalnya tangan yeoja itu dengan kuat, memaksanya menghadapi wajah Kyuhyun sekali lagi yang tersenyum licik.

 

“Mau apa kau, babo?” ujar Yeon Hyo ketus. Namun Kyuhyun diam, satu tangannya memegangi belakang kepala Yeon Hyo, memaksanya mendekat pada wajahnya lalu…

 

“AAaaaaaawwww!!!!!!!!!!!!!!!!!! Nona Yoon!!! Kau menggigitku?!”Kyuhyun meringis sambil menutup mulutnya. Sementara Yeon Hyo tertawa keras. Dia senang sekali bisa menjahili kekasihnya itu.

 

“Tak bisakah kalian tenang? Ini sudah hampir pagi, dan kalian masing saling teriak seperti itu disini. Kalian mengganggu,” ujar sebuah suara yang tiba-tiba menghampiri. Kyuhyun yang masih meringis sambil memegangi bibirnya yang digigit Yeon Hyo tadi, hanya menoleh sambil memasang wajah kesal.

 

“Ahh Sungmin oppa,” Yeon Hyo menyambut kedatangan namja itu dengan senyum. Namja berwajah aegyo itu hanya mengedik sedikit, lalu menghampiri Kyuhyun.

 

“Museum irriya? Kenapa kau meringis seperti itu?” tanyanya pada Kyuhyun. Namja evil itu sudah hendak menjawab, namun Yeon Hyo lebih sigap.

 

“Bibirnya kejedug di daguku,” begitu seloroh yeoja itu singkat sambil menyipitkan matanya pada Kyuhyun.

“Mwo?! Dia bohong! Dia menggigitku hyung!” ujar Kyuhyun.

 

“Ya! Aku bukan yeoja ganas seperti itu,” balas Yeon Hyo tak mau kalah.

 

“STOOOPPPP!!!!! Kalian berdua, bisakah untuk sekali ini jangan bertengkar di hadapanku?!’ teriak Sungmin. Kedua kubu yang berlawanan itu langsung terdiam, namun tak jarang mata mereka bertemu dan memercikkan percikan-percikan api emosi yang siap meledak lagi.

 

“mianhae Hyung,’’ ujar Kyuhyun lemah.

 

Sungmin lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

 

“Saengil chukkae, Kyunnie,” ujar namja itu sambil menyodorkan si kotak pada Kyuhyun.

 

“Gomawo Hyung, keundae…ige mwoya?” ujar Kyuhyun sedikit bingung.

 

“Bukalah…”

 

Kyuhyun segera membuka kotak kecil itu. Dan matanya langsung terbelalak melihat sebuah benda yang amat dikenalnya itu ada di dalamnya.

 

Sebuah kalung perak murni, dan ada lionting berbentuk salib menghiasi. Itu kalung Ah Ra, Noonanya. Kalung kesayangan Noonanya.

 

Yeon Hyo tertegun melihat Kyuhyun menitikkan air mata.

 

****

 

3 Februari 2012

Yeon Hyo POV

Kyuhyun’s apartemen

 

Aku memperhatikan wajah Kyuhyun saat tertidur. Ya…dia tertidur pulas setelah kejadian semalam. Beberapa lebam di wajahnya sudah aku kompres dengan alkohol. Dia benar-benar manis saat tertidur.

 

Jemariku mulai nakal menelusuri tiap lekuk yang terpahat di wajahnya. Dahinya, pipinya, hidungnya, bibirnya…

Ingin sekali aku mencium bibir yang tak pernah berhenti berteriak padaku…

 

Aahhh…aku beruntung memilikimu, Cho Kyuhyun. Kau memang evil…dan hanya akulah yang pantas mendampingi evil sepertimu. Tiap detik ingin selalu kulewati bersamamu. Sehari tanpa pertengkaran diantara kita rasanya sepeti memakan sesuatu yang hambar dan tidak enak.

 

“Saengil chukkae Kyunnie…saranghae,” aku berbisik sekilas, lalu memberikan kecupan di dahinya. Aku harus memasakkan sesuatu sebagai hadiah ulang tahunnya hari ini. Sekali lagi aku mengusap lembut pipinya. Aku segera beranjak.

 

-Greebbb-

 

“Na do saranghae, Yeonnie.

Aku berbalik dan mendapati tanganku dipegang oleh Kyuhyun yang sudah membuka matanya dan memberikanku senyuman evil sedunianya.

 

“Ahh~ kau bangun? Tidurlah lagi. Aku sibuk…” ujarku berkilah. Tapi dia malah menarikku hingga aku tertelungkup di sebelahnya.

 

“Kau sibuk apa? Dari tadi kau meraba-raba wajahku,” ujarnya terkekeh.

 

Mwo? Jadi tadi dia tidak tidur? Aiiissshhh..jinjja!

 

“Ya! Neol?! Sudahlah, aku harus memasak. Kau belum makan apa-apa dari kemarin kan?” ujarku sambil berusaha bangkit lagi.

 

“Gwenchanna…aku tidak lapar. Aku ingin menagih hadiahmu, Nona Yoon!” ujarnya sambil nyengir.

 

“Mwo? Aku belum membelikannya,” ujarku ketus dan mulai beranjak. Namun seketika Kyuhyun menarik tanganku lagi. Kali ini lebih keras. Aku tersentak kaget dan jatuh tepat di atas tubuh namja babo ini.

 

“Tidak ada yang menjualnya. Jadi percuma kau membelinya,” ujarnya dengan nada manis. Aku mengerti apa yang dia maksudkan.

 

“Ahhh~ kau harus makan terlebih dalulu, ne?” ujarku berkilah.

 

“Shirreo, aku hanya menginginkanmu Nona Yoon. Bolehkah aku ‘memakanmu’ sebagai hadiah ulang tahunku?”

 

-PLUUKKKKKK-

 

Aku melemparkan bantal tidur ke wajahnya. Bulu-bulu bantal itu keluar beberapa helai dan terbang di sekitar kami dengan anggun.

 

“YA! Kenapa kau memukulku?” ujar namja itu kesal. Aku hanya membalasnya dengan tawa. Dan dia pun balas menimpukku dengan bantal saat aku tertawa. Sontak beberapa helai bulu itu masuk ke mulutku.

 

“YAAAA!!!! CHO KYUHYUNNNN!!!! Menyebalkan!” teriakku marah. Namun namja itu sudah menghindar, dia lari ke ruang tamu. Aku mengejarnya. Namun aku rasa aku menginjak sesuatu…

 

-TALI!!!-

 

Aahhhhhhh!!! Ini belum saatnya!

 

Sial!

 

Aku segera berlari ke ruang tamu. Tempat dimana namjaku sedang tertegun menatap sebuah poster besar dari kain yang sudah aku buat berminggu-minggu sebelumnya.

 

“Yeonnie…ini…kau yang membuatnya?” ujarnya tanpa melepaskan pandangan dari tulisan-tulisan yang aku rangkai dari berbagai benda yang aku temukan di jalanan. Ada bulu ayam, dedaunan kering, kain perca…

 

Semuanya itu aku rangkai di atas sebuah kain hitam dan aku buat tulisan…

 

“Herzlichen Gluckwunch zum Geburgstaat, my lovely Evil…”

Aku selalu berharap kau akan panjang umur agar bisa menemaniku selamanya, karena aku sangat mencintaimu. Aku harap kau tetap sehat agar kau selalu bisa berteriak padaku…aku menyukai tiap momen bertengkar denganmu…

Dan aku berharap segala yang terbaik untukmu…

Iech Liebe Dich…

With love

Yoon Yeon Hyo

 

seketika Kyuhyun berbalik dan langsung memelukku. Tak henti-hentinya namja itu mengucapkan terimakasih.

 

“Segala yang terbaik telah aku miliki, Yeonnie. Denganmu aku memiliki semuanya, lengkap dan utuh. Gomawo chagiya… Saranghae,” ia mendekatkan wajahnya padaku, namun aku menolaknya.

 

“Ya! Tuan Cho, hari ini kaulah yang berulang tahun, jadi…aku yang akan memberikannya,” aku tersenyum lalu perlahan aku mendekatkan wajahku pada wajahnya yang manis itu. Perlahan bersamaan kami menutup mata, dan aku menciumnya. Mencium bibir namja yang paling aku cintai.

 

 

THE END____________________________________________

 

 

 

 

 

Huaahhh….Icha-ya, mian yaaa kalo di FF ini ngga full ada adegan pertengkaran Hyo-Kyu couple..keke~ mohon dimaklumi yaa..alnya ini pertama kalinya aku bikin Hyo_Kyu couple. Mian banget kalo feelnya ngga terasa.

*bow*

Dan gamsahae telah memberikan aku kesempatan utk menuliskan kisah tentang Hyo Kyu yang hasilnya malah gaje kayak gini…

Skalian, aku mau ucapin “SAENGIL CHUKKAHAMNIDDA” UNTUK CHO KYUHYUN…semoga slalu dapat yang terbaik, dan makin dicintai ELF dan Sparkyu^^

 

 

Jung Hyun Jin^^

39 thoughts on “[FREELANCE] FF “Herzlichen Gluckwunch zum geburgstaat, Cho Kyuhyun!” -OneShoot-

  1. aku kira ini ff buatan icha eonni, dari judulnya aku terheran-heran..itu bahasa dari planet mana *plak di tabok author
    tapi ff nya keren kok, ceritanya udah kayak hyokyu couple kok…selalu bertengkar setiap saat, dimanapun dan kapanpun hahaha *ditabok icha eonni dan kyu

  2. ahay~ cute.
    baca judulnya, nebak2 ini pasti kyu dikerjain pas ultah.tapi pas baca hyo diculik kok kyknya ga mungkin kalo becandaan. extrim banget ngerjainnya..
    eh ternyata beneran ngasih surprise ke kyu nyahaha xD

  3. Eeaaa….. Romantis bgt
    itu judul artinya apa yah?
    Feelnya dpt kok
    hyo kyu nya jg berasa.. Kecuali kata2 kyu pas dia bilang ‘aku galau’ haha itu bukan gayanya kyu #ditabok
    tp itu yg bikin lucu, ngebayangin kyu ngomong bgtu hahahh
    ah ra eonni meninggal? Astaga..kasian
    ff nya keren
    gumawo

  4. Stiap ff yg ber-cast hyokyu couple dan d publish d “Lingkarn”(?) ka icha emang DAEBAK
    dan emang udh jdi ciri KHAS nya kLo HyoKyu Couple sllu “BERISK” d stiap ff nya hehe

  5. Herzlichen Gluckwunch zum Geburgstaat artinya apa ya? Dijelasin dong. Kan banyak readers yg lain yg nggak tau artinya.. Dari segi cerita, bagus kok aku suka hehe~

  6. Astaga sungguh kejutan yg manis wehhh hhahahah pdhal td ak pikir ini beneran kejadiannya astaga smua orng jg bkln jantungan klo di bri surprise kyak gitu hahahah
    #very nice

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s