FF “Complicated” (PART 3) – 2 Different Tears

Tittle                                     : Complicated Part 3 –  2 Different Tears

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Hangeng,  Kim Yesung, Kenichi Matsuyama, Shim Changmin, Henry Lau, Kim Eun So, Kim Ryeo Wook, Zhou Mi, Jung Yunho, Kim Jungmo

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Raehee milik Heechul. Yeonhyo milik Kyuhyun. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright*

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

      

 

 

                         

Summary                             :
Kyuhyun yang berjalan dibelakang Donghae, mencuri pandang ke arah gadis itu.. “Nona Yoon, jika kau ingin selamat, kusarankan untuk mundur dari sekarang,” ucap Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menghela nafas. Sebenarnya ia sendiri juga tidak yakin apakah dirinya akan selamat dari drama ini? Hanya satu hal yang jelas ia ketahui, ia sudah berjanji untuk menjaga Donghae apapun resikonya..

 

 

 

 

Happy Reading ^^

================================

 

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin

 

Suasana sedih masih menyelimuti rumah duka keluarga Lee. Siapa yang sangka kalau sang Pengusaha Kondang Korea Selatan, meninggal tertimpa tumpukan balok yang terjatuh dari lantai 23 di tempat proyek pembangunan perusahaan baru keluarga Lee ?– atau setidaknya seperti itulah yang diberitakan media.

 

Lee Nam Gil tertimpa tumpukan balok yang terjun bebas di atas kepalanya, membuat sang Pengusaha tewas ditempat. Dua orang bodyguard yang sangat dekat dengan posisinya juga ikut tewas. Lee Siwon, sang putra yang datang bersama sang ayah, mendapat cedera di kaki karena kakinya ikut tertiban balok. Leeteuk, asisten pribadi Nam Gil yang juga datang bersamanya, sekarang koma di rumah sakit. Dan beberapa bodyguard lain, luka ringan.

 

Hangeng mendorong kursi roda Tuan Muda-nya menuju kamar Lee Donghae. Kyuhyun yang menjaga Donghae segera membukakan pintu lebar-lebar ketika tahu siapa yang datang. Siwon menatap adiknya sendu.

 

Sesaat ketika berita kematian ayah mereka, Donghae demam dan tidak berhenti menangis sampai akhirnya tertidur. Kini mereka yatim-piatu, tak punya ibu dan ayah. Ibu Siwon, Lee Tae Hee meninggal ketika Siwon berumur 12 tahun dan Donghae 7 tahun. Sedangkan Lee Reika, ibu dari Donghae, meninggal ketika Donghae berusia 4 bulan. Berbeda dengan Siwon, Donghae tidak tahu kalau mereka berdua berbeda ibu.

 

Dan sekarang, kedua kakak-beradik itu sudah harus kembali kehilangan sang ayah yang sangat mereka cintai. Siwon menyelimuti Donghae, rautnya tak bisa terbaca.

 

Henry mengetuk pintu kamar Donghae, membuat Siwon menoleh, “Ne?”

 

“Tuan Changmin datang, Tuan Muda,” lapor Henry, bodyguard Siwon yang lain.

 

“Biarkan saja. Para tamu juga masih di bawah,”

 

“Tuan Kim Yesung dan Tuan Kenichi Matsuyama juga datang,” lanjut Henry.

 

Siwon mengernyit, lalu ia mengangguk pada Hangeng yang segera mendorong kursi rodanya ke lantai bawah.

****

 

“Terima kasih sudah datang, Yesung-ssi.” Siwon menundukkan kepalanya sejenak.
“Saya harap Anda bisa tegar menghadapi semua ini,” ujar Yesung prihatin.

 

“Mungkin saya memang harus cepat tegar, tapi untuk Donghae, sepertinya ia membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan Ken-ssi, Anda langsung terbang dari Kariuzawa?” tanya Siwon pada Kenichi Matsuyama.

 

“Tidak, kebetulan saya sudah di Seoul dua hari lalu. Saya turut prihatin Siwon-ssi. Bagaimanapun, Nam Gil-ssi adalah sahabat saya,” ujar Ken berduka.

 

“Terima kasih.”

 

Mata Yesung tertuju pada satu titik di belakang Siwon, melihat hal itu Siwon dan Ken juga ikut melihat, bersama tamu-tamu yang lain.

 

Donghae menuruni tangga sempoyongan. Menepis tangan Kyuhyun yang berusaha memeganginya, berulang kali. Akhirnya bodyguard itu mengalah, dan berjalan di belakang Tuan Muda-nya, sementara dua bodyguard lain, berada di depan Donghae, mengantisipasi ‘tumbang’nya Tuan Muda mereka.

 

Donghae melihat kesatu titik, namun tatapan matanya kosong dan sama sekali tidak berekspresi.  Perlahan ia mendekati foto almarhum ayahnya yang sudah selesai dimakamkan. Ia mengambil foto tersebut.

 

~PRANG!!!

 

Abbeoji jahat! jahaaat! Kenapa meninggalkanku dan hyung? Apa kau tidak sayang lagi pada kami, hah?!!” Donghae berteriak lagi, seketika itu juga Kyuhyun langsung memeluk Donghae dan berniat membawa Tuan Muda-nya yang sudah menjadi tontonan masyarakat itu, pergi ke kamarnya.

 

“Lepaskan, hyung.. aku mohon,” pinta Donghae lirih.

 

Menengar Donghae hanya meminta dengan begitu sedih, refleks Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Donghae, sedikit mundur namun tetap waspada.

 

Donghae mengambil foto sang ayah yang sudah tanpa pigura, terduduk dan memeluk foto tersebut sambil menangis tertahan. Semua tamu yang melihat itu, secara naluriah, meneteskan air matanya. Air mata yang tercipta antara haru dan prihatin.

 

****

 

Sebuah Porsche 356A hitam terparkir tak jauh dari rumah bercat putih, melihat orang-orang dengan pakaian hitam berlalu lalang keluar-masuk kediaman Keluarga Lee.

 

“Kita pulang sekarang,” ucap Rae Hee pada Heechul yang duduk menyetir di sampingnya, pria itu mengangguk.

 

Disaat yang sama, Yoon Yeon Hyo juga baru tiba di kediaman keluarga Lee tersebut, ia memarkirkan mobil polisinya dan berdiri di depan rumah.

 

“Apa aku harus masuk juga?” ia bimbang dan memutar  tubuhnya, enggan untuk masuk. ”tapi kan aku usdah  tahu kalau Namgil meninggal. Lagipula tadi Donghae juga bertemu denganku,”

 

Yeon Hyo berbalik, dan tepat saat Porsche hitam milik SHADOW melintas. Tatapan Rae Hee dan Yeon Hyo bertemu. Tatapan sepersekian detik itu cukup membuat Yeon Hyo merasakan hal aneh. Ada sesuatu yang membuat perasaan Yeon Hyo menjadi penasaran dan tidak enak. Namun gadis itu tidak menghiraukan, ia segera masuk kedalam rumah duka tersebut.

 

Siwon melihat Yeon Hyo masuk kedalam rumahnya dengan canggung, ia menyuruh Hangeng untuk mendorongnya ke arah polisi wanita tersebut.

 

Yeon Hyo yang melihat Siwon menekat, membungkuk dan mengucapkan salam. Sang pemilik rumah pun membalas salamnya.

 

“Apa Anda kesini karena ingin mengatakan kalau apa yang terjadi pada Ayah saya bukan kecelakaan?” tanya Siwon langsung.

 

“Ah.. annimida, Siwon-ssi. Mianhamnida. Saya kesini karena mendengar berita duka ini sewaktu Donghae-ssi menemui saya di markas tadi pagi,”

 

“Ah.. Arrayo. Jadi, Anda menerima tawaran Donghae?”
Ye, Siwon-ssi. Hari Minggu.”

 

“Kalau begitu, bisakah Anda membantu saya sekarang?”
“Membantu? Apa yang bisa saya bantu, Siwon-ssi?”

 

Siwon menoleh kebelakang, ke arah Donghae yang masih bersimpuh dengan Kyuhyun yang masih mencoba menariknya bangun. Siwon berkata lirih, “Bujuklah dia agar beristirahat. Aku tidak sanggup melihatnya seperti ini,”

 

Yeon Hyo tertegun. Kenapa harus dirinya? Bodyguard-nya saja tidak bisa membujuk anak itu, apalagi dia? Entah setan apa yang merasuki tubuh Yeon Hyo, sehingga membuat gadis itu mengangguk dan berjalan pelan menghampiri Donghae.

 

Yeon Hyo menoleh sekilas ke arah Yesung yang berdiri kaku tak jauh dari Donghae. Samar-samar Yeon Hyo mengenali laki-laki tersebut, namun ia tidak mengindahkannya.

 

“Donghae-ssi..” panggil Yeon Hyo membuat Donghae dan Kyuhyun menoleh.
Noona, apa yang kau lakukan disini?”

 

“Aku mengkhawatirkanmu. Kajja, berdirilah. Kau menjadi tontonan orang,”
“Biarkan saja, noona. Kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku,”

 

“Aku juga pernah kehilangan sepertimu, Donghae-ssi. Dalam satu waktu sekaligus, orang tuaku meninggal karena kecelakaan, jadi jelas aku merasakan sama seperti yang kau rasakan saat ini. Tapi aku yakin orangtuaku tidak ingin melihatku bersedih, makanya aku berusaha tegar dan tidak menangis. Sama sepertimu, aku yakin Tuan Lee tidak ingin kau seperti ini. Ia ingin kau menjadi anak laki-lakinya yang kuat dan tegar. Yang bisa berdoa untuknya di surga,”

 

Donghae tertegun dengan ucapan Yeon Hyo. Anak muda itu mengangguk dan membiarkan Kyuhyun membantunya berjalan, dengan Yeon Hyo dibelakangnya.

 

Kepergian Donghae, Kyuhyun serta Yeon Hyo diikuti pandangan mata Siwon, yang mengatakan pada Hangeng..”Sepertinya polisi itu bisa ‘mempengaruhi’ Donghae..”

 

“Kelihatannya seperti itu, Tuan Muda.”

 

===========================================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan.

 

“Seorang polisi? Apa hubungannya?” tanya Ryeowook pada Heechul yang sudah duduk sambil memakan nasi goreng buatan Ryeowook.

 

“Donghae tidak mau di ajar bela diri oleh Kyuhyun. Dia meminta Yeon Hyo untuk menjadi pembimbingnya,” jawab Heechul cuek.

 

“Apa kau merasakan sesuatu tentang polisi itu?” tanya Rae Hee pada suaminya.
“Merasakan apa? Jatuh cinta?” goda Heechul.

 

Rae Hee menjejalkan kue yang dimakannya langsung kemulut Heechul, membuat pria  itu tersedak. Ryeowook segera menuangkan air putih dan menyodorkannya pada Heechul. Setelah meneguk habis airnya, Heechul menatap galak pada Rae Hee.

 

“Kau bisa membunuhku, babo!”
“Seriuslah sedikit. Aku bertanya sungguh-sungguh,”

 

“Pertanyaanmu rancu, Nyonya Kim. Jabarkan apa yang kau maksud dengan ‘merasakan sesuatu’,” tuntut Heechul lalu memakan kembali nasi gorengnya.

 

“Entahlah, aku merasa seperti mengenalnya,” Rae Hee melamun.
“Aku tidak merasakan apapun,” jawab Heechul acuh.

 

“Wookie-ya, buatkan aku ramyun yah?” pinta Yunho yang baru masuk dapur.

 

“Ada lagi?” tanya Ryeowook

 

“Ah.. Zhou Mi ge bilang dia mau sup Tofu,”

 

“Siap!”

 

“Rae Hee-ssi, bisa kemari sebentar?” pinta Yunho disusul anggukan Rae Hee.

 

Yunho membawa gadis itu ketempat penyimpanan persenjataan. Yunho mengambil sebuah kotak dari bawah meja kecil di samping lemari dan membuka isinya.

 

Rae Hee terperangah melihat semua pistol yang tersimpan rapi di dalam kotak. Ketika ia hendak mengambilnya, Yunho buru-buru menepis tangan gadis itu.

 

“Ini,” Yunho memberikan salah satu dari pistol bertabur berlian dari dalam kotak ke Rae Hee. Gadis yang semula cemberut itu, langsung tersenyum senang lagi.

 

“Cobalah,” pinta Yunho, “ke kucing itu.”

 

“Aku bisa dicekek Heechul kalo aku membunuh kucingnya, Yunho-ssi. Yang benar saja kau,”

“Baiklah. Ke tikus itu saja,”

 

Rae Hee melihat seekor tikus kecil sedang menggerogoti kabel di sudut ruangan, gadis itu mengangkat bahu dan bersiap menembak.

 

Pelatuk sudah ia tekan, tapi ia tidak menengar suara letupan yang keluar, yang ia lihat, sedetik kemudian si tikus sudah diam tak bergerak. Rae Hee menatap tanya ke arah Yunho yang tersenyum puas.

 

“Pistol ciptaanku. Isinya peluru bius –atau mungkin lebih tepat disebut jarum bius. Akan masuk lewat pori-pori dan mencair di dalam darah. Membius selama 48 jam,” terang Yunho dan langsung mengambil lagi pistol di tangan Rae Hee.

 

“Jadi itu bukan untukku? Kukira kau memberikannya.”

 

“Akan kuberikan jika diperlukan, bodoh.”

 

“Dasar pelit!”

 

========================================

 

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin.

 

Changmin selaku asisten pengacara keluarga Lee baru saja selesai membacakan surat wasiat yang diberikan Lee Nam Gil kepada Leeteuk 4 hari lalu. Sudah dua hari sejak kematian Lee Nam Gil dan Leeteuk yang masih koma dirumah sakit. Changmin merasa harus cepat memberitahukan tentang surat wasiat ini karena kondisi perusahaan yang membutuhkan pemimpin. Ia tidak mungkin menunggu Leeteuk tersadar.

 

Ekspresi Siwon datar. Sebenarnya ia sangat perih dengan apa yang diputuskan oleh sang Ayah. Seluruh harta jatuh ke tangan Donghae, tidak menyisakan sepeserpun untuk dirinya. Padahal ia-lah yang selama ini berdiri tepat disamping ayahnya sejak perusahaan mulai berkembang.

 

Berbeda dengan Siwon, ekspresi yang ditunjukkan Donghae sangat mengundang tanya. Anak muda itu masih saja terperangah dan mengerjapkan mata tak percaya. Sesekali mengucapkan ‘tidak mungkin’ dan ‘mustahil’.

 

Hyung.. aku tidak bisa. Yang benar saja! Aku bahkan belum lulus kuliah dan masuk perusahaan. Changmin-ssi, kau pasti salah baca. Atau mungkin, abbeoji yang salah tulis? Salah menulis nama?” tanya Donghae bertubi-tubi. Namun yang didapatnya hanyalah gelengan kepala dari Changmin.

 

“Mungkin dewan akan membiarkan Tuan Muda Siwon di perusahaan sampai Tuan Muda Donghae siap menggantikan mendiang Tuan Lee,” ujar Changmin seolah memberi solusi.

 

Siwon menghela nafas, berusaha mengerti keadaannya sekarang. “Baiklah, hyung rasa hyung harus mulai mengajarimu berbisnis. Dan jangan lagi membolos kuliah, Hae!” ucap Siwon tegas.

 

Ne, hyung…”

 

“Kalau begitu, saya permisi Tuan Muda,” pamit Changmin dengan membungkuk.

 

Ye, gamsahamnida Changmin-ssi. Atas semuanya.”
Cheonmaneyo, Tuan Muda Siwon, Tuan Muda Donghae.”

 

Donghae mengangguk dan tersenyum manis.

 

======================================

 

Gwangjin-gu, Seoul

 

Yeon Hyo memarkirkan mobil Civic silvernya di depan pagar rumah putih mewah. Security yang menghampirinya menyuruh Yeon Hyo untuk parkir di dalam. Yeon Hyo menurut dan mulai mengendarai lagi mobilnya,  masuk kedalam rumah tersebut.

 

Yeon Hyo turun dari mobilnya, menggendong tas berisi pakaian ganti yang akan ia kenakan untuk melatih Donghae bela diri hari ini. Ia tidak tahu, apakah anak muda itu sudah ‘siap’ atau belum, karena baru dua hari lalu, ia telah kehilangan sang Ayah.

 

Yeon Hyo mengetuk pintu kayu ek tersebut, menunggu 5 detik sebelum seorang pelayan membukanya. Pelayan itu membungkuk dan tersenyum pada Yeon Hyo, mempersilakan gadis itu untuk masuk. Setelah mengucapkan terima kasih, Yeon Hyo akhirnya duduk menunggu pelayan yang sedang melaporkan kedatangannya pada Tuan Muda mereka.

 

“Nona Yoon,” sapa Siwon membuat gadis itu terlonjak. Yeon Hyo segera berdiri dan membungkuk sebentar, mengucap salam kepada sang pemilik rumah.

 

Jika Yeon Hyo tidak bisa mengontrol emosinya, ia pasti sudah meleleh melihat Siwon yang berdiri dengan kaus tanpa lengan. Cedera kakinya sudah sembuh. Siwon sangat tampan dengan caranya berdiri yang gagah. Keringat yang ada di tubuh pemuda itu menambah keseksian Siwon. Yeon Hyo menelan ludah, ia buru-buru mengalihkan pikirannya ke hal lain.

 

Noona..” panggil Donghae yang baru turun dari lantai dua, diikuti Kyuhyun tentunya

 

Annyeong haseyo, Tuan Muda. Eotteohke jinaeyo? (Bagaimana kabar Anda?)

 

“Aisshh, sudah kubilang jangan panggil Tuan Muda!” Donghae menggembungkan pipinya, kesal.

 

Yeon Hyo nyengir, ia menatap Siwon yang mengangguk, “Kau bukan pelayannya, Yeon Hyo-ssi. Tak perlu memanggilnya dengan sebutan ‘Tuan Muda’,”

 

“Ah, arraseo. Donghae-ssi, kita latihan sekarang?” tanya Yeon Hyo pada Donghae.

 

Anni. Aku mau jogging dulu.”

 

“Baiklah. Ayo kita jogging.”

 

Hyung, aku mau kau ikut juga. Tapi ganti pakaianmu, tidak pantas jogging dengan jas seperti itu,” pinta Donghae pada Kyuhyun.

 

“Saya dan pengawal lain hanya akan mengikuti Anda dari belakang, Tuan Muda. Kami tidak jogging,” jawab Kyuhyun kalem.

 

“Aku tidak mengajak yang lain, bodoh! aku mengajakmu saja! Kita bertiga.”

 

Kyuhyun menoleh pada Siwon. Kyuhyun melihat Tuan Muda tersebut menghela nafas, lantas mengangguk, “Ganti bajumu dan pergilah. Setidaknya, Donghae bersama seorang polisi dan pengawal terbaik,” Siwon mengizinkan sehingga membuat Donghae tersenyum senang- atau menang.

 

Kyuhyun mengangguk mengerti, ia pamit untuk mengganti bajunya. Sementara Donghae dan Yeon Hyo menunggu di luar gerbang rumah besar itu.

 

“Tuan Muda…”

 

Donghae dan Yeon Hyo menoleh berbarengan dan mendapati Kyuhyun dengan penampilan ‘santai’. Yeon Hyo tersenyum, ia berpikir kalau Kyuhyun tidak jauh berbeda tampannya dengan Siwon.

 

“Nona, sampai kapan kau akan memandangaku?” ucap Kyuhyun dingin yang langsung membuat Yeon Hyo salah tingkah.

 

“Ah, kajja,” Donghae dan Yeon Hyo berlari beriringan, sementara Kyuhyun berlari dibelakang mereka.

“Hyung! Kemarilah,” panggil Donghae yang mengajak Kyuhyun untuk berada di sampingnya. Kyuhyun menurut dan mereka berlari menyusuri Gwangjin, menuju taman dekat sungai Han.

 

“Nona Yoon, kuharap kau membawa ID CARD-mu,” ucap Kyuhyun sedikit mencibir.

 

“Tak usah khawatir Kyuhyun-ssi. Kali ini aku membawanya, bersama pistol untuk kuledakkan dikepalamu jika kau mencibirku lagi,” sungut Yeon Hyo kesal, sementara Donghae terkekeh geli.

 

============================

 

Han Park, Gwangjin, Seoul
“Letakkan kakimu seperti ini. Ini namanya kuda-kuda, tahap awal dalam pertahanan maupun menyerang. Kakimu harus kuat, jika kekuatan kaki ini lemah…” Yeon Hyo menendang kaki Donghae, membuat anak muda itu jatuh, “…maka akan kau akan jatuh.” Yeon Hyo membantu Donghae berdiri yang masih meringis.

 

“Mulai lagi. Buka lebar kakimu, kedua kaki itu berfungsi sebagai tumpuan keseimbanganmu.” Yeon Hyo menendang kaki Donghae lagi, dan kini anak itu tidak terjatuh, “bagus, seperti itu.”

 

Yeon Hyo mulai memutari Donghae, memegang kedua tangan pria muda itu, membuat telapak tangan Donghae mengepal dan memposisikannya di depan dada.

 

“Sekarang, coba serang tanganku. Keluarkan seluruh energimu, fokus untuk  menyerangku,” perintah Yeon Hyo.

 

Donghae berkonsentrasi, ia melihat fokus kearah tangan Yeon Hyo yang terbuka lebar di depan wajah. Dengan sekuat tenaga, Donghae meninju tangan Yeon Hyo, tapi…

 

“Jangan biarkan tanganmu terperangkap oleh lawan.” Yeon Hyo melepaskan tangan Donghae yang berhasil di tangkapnya.

 

“Aku lelah.” Donghae menyerah dan ngeloyor pergi menuju Kyuhyun yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka. Memberikan handuk kecil bersih dan sebotol air mineral pada Tuan Muda-nya, sementara dari kejauhan, Yeon Hyo berteriak, “HYA! Kita bahkan baru mulai!!” Yeon Hyo berkacak pinggang dengan muka sebal.

 

“Lihat hyung, dia persis seperti eomma.” Donghae berbisik pada Kyuhyun dan tersenyum geli. Sementara Kyuhyun, menatap Donghae dengan raut.. entahlah, mungkin iba?

 

****

 

“Sudah berapa lama kau menjadi pengawalnya, Kyuhun-ssi?” tanya Yeon Hyo yang sedang duduk bersama Kyuhyun, memperhatikan Donghae yang sedang asik bermain bersama segerombolan anak kecil.

“Sejak Tuan Muda berumur 13 tahun,” jawab Kyuhyun seadanya.
“Bagaimana sifatnya?”

 

“Manja, mudah menangis. Lihat saja, saat ini Tuan Muda bahkan sedang menangis. Aku belum pernah melihat Tuan Muda sebahagia ini, apalagi setelah kematian Tuan Lee. Yang kudengar tempo hari, saat Tuan Muda tertidur, ia terus mengatakan ‘aku berjanji akan selalu bahagia’, entah siapa yang ada di dalam mimpinya.”

 

Yeon Hyo mengikuti arah pandang Kyuhyun, melihat Donghae yang menyeka air matanya sambil tersenyum tulus pada anak-anak disekitarnya. Kemudian Donghae mulai meniupkan lagi balon sabun yang ada dalam genggamannya, membuat anak-anak itu mengejar dan memecahkan balon yang melayang.

 

“Setidaknya dia benar-benar terlihat bahagia.”
Ye..”

 

“Ehmm…. Kyuhyun-ssi,” panggil Yeon Hyo.
“Ne?” Kyuhyun menoleh.

 

Tatapan keduanya bertemu. Yeon Hyo mendadak gugup melihat sinar yang dipancarkan oleh Kyuhyun. Entah perasaan apa yang berkecamuk dalam hati gadis itu. Yang jelas, Yeon Hyo merasakan bahwa jantungnya berdegup kencang.

 

“Apa… apa .. kita pernah bertemu?” ujar Yeon Hyo setelah berhasil mengatasi kegugupannya.

 

Kyuhyun memandang Donghae lagi, ia masih harus menjaga Tuan Muda-nya agar tak luput dari pandangan. Namun Yeon Hyo dapat melihat jelas kalau pria disampingnya ini, mengernyit.

 

Annimida, Yeon Hyo-ssi. Kita belum pernah bertemu. Pertemuan pertama kita di rumah Tuan Lee, saat kau dan atasanmu membawa berita tentang kematian Choi Minho.”

 

Yeon Hyo teringat, “Lalu, bagaimana dengan Choi Minho?”

 

Jeda cukup lama diantara mereka, sebelum akhirnya Kyuhyun mengatakan… “Jika alasanmu untuk mengajari Tuan Muda bela diri hanyalah untuk mencari informasi tentang Choi Minho, kusarankan kau lebih baik mundur Nona Yoon. Semuanya tidak semudah apa yang kau lihat,”

 

Kyuhyun berdiri dan melangkah menghampiri Donghae. Yeon Hyo menatap punggung Kyuhyun dengan raut datar dan menyimpulkan sesuatu, “Jadi benar, ada ‘sesuatu’ di balik tewasnya Choi Minho,”

 

“Tuan Muda, sudah waktunya Anda pulang.” Donghae menoleh ketika Kyuhyun berdiri disampingnya. Anak muda itu mengangguk sambil menghapus sisa air mata yang masih membekas di pipinya lantas memberikan botol untuk menciptakan balon sabun kepada seorang anak di depannya.

 

Kyuhyun yang berjalan dibelakang Donghae, mencuri pandang ke arah gadis itu.. “Nona Yoon, jika kau ingin selamat, kusarankan untuk mundur dari sekarang,” ucap Kyuhyun dalam hati.

 

Kyuhyun menghela nafas. Sebenarnya ia sendiri juga tidak yakin apakah dirinya akan selamat dari drama ini? Hanya satu hal yang jelas ia ketahui, ia sudah berjanji untuk menjaga Donghae apapun resikonya.

 

****

 

Tak jauh dari situ, seorang wanita menurunkan teropongnya dan menutup kaca mobil. Tak lama kemudian, Porsche 356 A Hitam yang dikendarai Choi Rae Hee itu, melesat pergi.

 

“Polisi itu yang ada dalam target ?” tanya Rae Hee pada gadis yang berada di sebelahnya.
Ne, gadis itu yang kulihat dalam data,” jawab Euhyun sekenanya.

 

“Jadi… kita hanya mengikuti rencana? Apa ada perubahan?”
“Rae Hee-ssi, biasanya kau cerdas,” cibir Lee Eu Hyun.

 

Rae Hee melirik sebal ke arah partner-nya tersebut. Melihat Euhyun sedang bermake-up ria.

 

“Aku akan ganti baju dulu dibelakang. Kerumah Lee Siwon, dia menyuruhku datang.”

 

Euhyun menyuruh Rae Hee untuk mengantarnya ke rumah Lee Siwon, karena ‘atasannya’ itu menyuruhnya untuk datang. Euhyun pindah kekursi belakang, mulai mencopot pakaiannya dan menggantinya dengan baju formal kantoran

 

****

 

Markas Besar Rahasia SHADOW, Busan.

 

“Polisi itu…”
“Kita tidak punya pilihan.”

 

Zhou Mi hanya diam memandang Yunho dan Jungmo yang membicarakan tambahan orang dalam ‘target’ mereka. Seharusnya semuanya berjalan mulus dan baik-baik saja. Kini mereka harus merombak ulang semua strategi yang akan mereka gunakan hanya karena seorang polisi wanita bernama Yoon Yeon Hyo yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan Lee Donghae.

 

“Tembak mati saja,” ucap Zhou Mi ‘memberi’ solusi, dan melangkah keluar dapur.

 

Ryeowook yang baru masuk dapur membawa sebungkus penuh bahan masakan, menatap aneh pada Jungmo dan Yunho yang tiba-tiba diam.

 

“Dia memang seperti itu.. tak usah dipikirkan..” ujar Ryeowook.

 

“Ada yang melihat melihat Rae Hee?” tanya Heechul saat masuk dapur.

 

“Pergi bersama Euhyun, pagi-pagi sekali,” jawab Jungmo.

 

“Dimengerti BOS”

 

Jungmo, Yunho, dan Heechul sontak menoleh ke sumber suara. Mereka sama sekali tidak menyadari kalau Ryeowook telah melakukan sebuah sambungan dengan BOS mereka.

 

“Jungmo-ssi, kau dipanggil BOS,” ucap Ryeowook seraya membersihkan sayuran.

 

Dengan enggan, Jungmo melangkah menuju ruangan dimana BOS-nya menunggu.

 

****

 

Jungmo masih diam diposisinya sekarang. Masih terkejut dengan titah yang diberikan oleh sang BOS untuk dirinya.

 

“Anda bilang, aku harus membunuhnya?” tanya Jungmo memastikan.
“Jika memang situasi tidak memungkinkan, Jungmo-ssi. Kita tak punya pilihan,” ucap sang BOS dingin.

 

“Dimengerti,” angguk Jungmo pada akhirnya. Jungmo pamit pada sang BOS dan melangkah keluar.

 

“Yoon Yeon Hyo….” ujar sang BOS pelan.

 

TO BE CONTINUED

 

 

 

 

19 thoughts on “FF “Complicated” (PART 3) – 2 Different Tears

  1. makasih min! kau mengabulkan permintaanku!..kkekekekke…..tapi min mau tanya…. itu siSHADOW sebatulnya jahat ga sih min?! terus siSHADOW itu yg ngebunuh lee namgi ya min?

  2. yess!! keluar jga lanjutan nya..😄
    gomawo eon udh di lanjut part 3 nya.. aku tunggu part 4 nya.. ^^

    seru bnget, aku suka crita nya.. walaupun agak bikin bingung, tp seru! jd penasaran n pngen bca terus.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s