FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 12)

 

“Ya!! Namja Babo!”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

 

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

 

Twitter : @IchaGaemGyu

 

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

 

Main Cast :   Kyuhyun  Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

 

Sungmin Super Junior a.k.a Lee Sungmin

 

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

Azk Ririn Kiseki-vipelf Kyunnie a.k.a Yoon Rin Rin

 

 

Sub Cast : Kibum Super Junior a.k.a Kim Kibum

 

Yesung Super Junior a.k.a Kim Jong Woon

 

Siwon Super Junior a.k.a Choi Siwon

 

Kim Sky Kyu a.k.a Shim Na Na

 

Tyaas Permana a.k.a Choi Shi Yuan

 

 

 

Genre : AU, Romance, Comfort, Sad, Angst

 

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

 

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

 

 

Credit pict : Thennia Elyciabeth

 

 

 

 

 

“Ya!! Namja Babo!” *PART 12*

 

 

 

 

“Uisa… Apakah aku boleh mendonorkan jantungku untuk eonni ? Aku dongsaeng kandungnya. Mungkin saja cocok…” ujarku mantap.

 

Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa sontak menoleh ke arahku.

 

“Ne, tapi kau harus menjalani serangkaian test kecocokan organ dengan eonni-mu. Besok datanglah kesini dan aku akan memproses hasil testnya secepat mungkin…” aku tersenyum lebar dan kemudian mengangguk.

 

“Ya !! Kau tak boleh begitu Rin-ah !! Tidak boleh !!” pekik Kyuhyun oppa histeris. Aku hanya bisa terpaku menatap Kyuhyun oppa saat Sungmin oppa mencoba menenangkannya.

 

“Jangan lakukan hal itu Rin-ah !! Kau bisa mati !! Jangan lakukan !!” teriaknya lebih kencang. Aku menutup kedua telingaku dan mulai menangis. Tapi kemudian aku menyeka air mata ku dan tersenyum. Ini demi eonni… Eonni harus sembuh bagaimanapun caranya…

 

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Jangan lakukan hal itu Rin-ah !! Kau bisa mati !! Jangan lakukan !!” teriak ku lebih kencang. Aku tak mau Rin Rin mati ! Menjadi donor transplantasi jantung bukan kah pendonornya harus dalam keadaan meninggal ?  Tidak ! Aku tidak mungkin membiarkan semua ini terjadi !

 

Rin Rin menutup kedua telinganya dan mulai menangis. Beberapa detik kemudian, gadis itu menyeka air matanya dan tersenyum. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Rin Rin. Benar-benar membuatku frustasi.

 

“Mianhae oppa… Aku harus melakukan hal ini demi eonni…”

 

“Tapi Rin-ah… itu sama saja bunuh diri…” desis Sungmin hyung lirih. Aku hanya menunduk menatap lantai. Rin Rin cinta pertamaku dan Yeon Hyo adalah orang yang sangat berarti bagi Sungmin hyung bahkan kini dia juga berarti untukku. Tapi kenapa kenyataan ini begitu kejam ? Kenapa harus Yeon Hyo yang mengalami semua ini ? Dan kenapa juga Rin Rin berniat seperti itu ? Aaarrgghh !

 

“Tak ada jalan lain oppa… Eonni sudah menunggu donor jantungnya sejak kecil.. Aku sangat mengerti penderitaan eonni… Dan aku harus–” Sebelum Rin Rin melanjutkan ucapannya itu, aku kembali menutup telingaku. Aku tak mau mendengarnya lagi. Terlalu menyakitkan !

 

“Ya !! Apa yang sedang kalian bicarakan ? Eonni tidak mau menerima jantungmu Rin-ah !!” pekik seorang yeoja yang tiba-tiba muncul dihadapan kami. Seketika aku dan Sungmin hyung menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka. Yeon Hyo berdiri sambil menyeka hidungnya yang mengeluarkan tetesan-tetesan darah.

 

“Eonni…..” desis Rin Rin tampak terkejut.

 

“Sebenarnya apa yang kau inginkan ? Lebih baik eonni mati saja daripada mengorbankan dirimu !!” pekik Yeon Hyo. Rin Rin terdiam. Aku hanya mampu menatap mereka berdua tanpa bisa berkata apa-apa. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk memperbaiki semuanya.

 

“Wae eonni ? Aku hanya ingin menyelamatkan eonni… Aku tak mau kehilangan eonni…” sahut Rin Rin pelan.

 

“Kau pikir eonni akan bahagia dengan menerima donor jantung darimu, Rin-ah ? Aniya ! Eonni juga tidak mau kehilanganmu !!” Yeon Hyo kembali berteriak. Rin Rin terdiam.

 

“Benar kata eonni-mu Rin-ah…” ujar Sungmin hyung yang membuat Rin Rin bereaksi.

 

“Mwo ? Kenapa Oppa malah menyalahkanku ? Oppa tak mengerti perasaanku !” jerit Rin Rin histeris. Aku langsung menarik lengan Rin Rin dan mengajaknya pergi ke ujung koridor. Ini harus dihentikan.

 

“Oppa ! Lepaskan !!” teriaknya berusaha melepaskan diri. Aku menghentikan langkah dan menatap matanya tajam.

 

“Yoon Rin Rin ! Sebenarnya apa yang kau pikirkan, hah ?! Tindakanmu itu sama saja membunuh eonni-mu ! Yeon Hyo akan mengalami serangan jantung kalau kau tetap keras kepala seperti ini !!” bentak ku kesal. Rin Rin kembali diam.

 

“Kau harus mengerti Rin-ah ! Transplantasi jantung itu tak semudah kedengarannya ! Kau harus mati jika ingin jadi pendonor jantung untuk eonni-mu ! Dan apakah kau tahu ? Semua orang yang menyayangimu tidak ingin kau meninggal Rin-ah !! Termasuk aku !!”

 

“Shireo ! Aku tidak ingin membatalkan pemeriksaan calon pendonor itu ! Dan jika harus mati, aku rela ! Ini demi menebus segala kesalahanku pada eonni !!” teriak Rin Rin yang membuatku tak mengerti.

 

“Maksudmu ? Kesalahan apa ?” tanya ku tak sabar. Aku menatap Rin Rin tajam.

 

“Merebut oppa dari tangan eonni-ku sendiri !!” jeritnya sambil menangis.

 

“Mwo ? Merebutku dari Yeon Hyo ?” tanya ku semakin tak mengerti. “Ne… aku merebut Oppa dari eonni… Apakah oppa tak mengerti maksudku ?” jawabnya sambil terisak.

 

“Aku tak mengerti ! Katakan dengan jelas apa maksudmu, Rin-ah ?!”

 

“Ya !! Jangan bertengkar !” teriak Yeon Hyo sambil menghampiri kami.

 

Aku dan Rin Rin sontak terdiam saat yeoja itu menatap wajah kami satu persatu.

 

“Kau… Ikut aku, Rin-ah…” ucap Yeon Hyo dingin.

 

“Oppa… mianhae…” desis Rin Rin saat Yeon Hyo menarik pergelangan tangannya.

 

“Ya !! Mau kemana ?!!” teriak ku pada kedua yeoja yang wajahnya hampir sama persis itu.

 

Yeon Hyo menoleh dan tersenyum samar. “Ke suatu tempat…chagiya, kau tak boleh ikut…” sahut Yeon Hyo sambil menggandeng lengan dongsaengnya.

 

“Chagiya ?” desisku tak sadar. Yeon Hyo tak pernah memanggilku seperti itu. Dia selalu menyebut namaku, Cho Kyuhyun. Atau dengan seenaknya saja memanggilku dengan namja babo ! Dan kalau dia sedang mood, dia hanya memanggilku oppa.  Tapi kali ini….chagiya ?

 

Wajahku terasa memanas. Kenapa lagi ini ? Aku mengacak rambutku frustasi. Ya !! Sedang memikirkan apa aku ini ?! Kenapa jantungku bekerja dua kali lipat saat mendengar yeoja bodoh itu memanggilku dengan sebutan yang ‘mengerikan’ itu ? Aaish !!

 

Ekor mataku tak sengaja menangkap sosok yang tak jauh dari tempatku berdiri. Di balik tiang itu ia bersandar dengan pandangan kosong. Sungmin hyung ? Wae ? Apakah Sungmin hyung mendengar perkataan Yeon Hyo barusan ? Aku menggeleng cepat dan langsung menghampiri Sungmin hyung yang masih bersandar ditempat tadi.

 

“Hyung….” panggil ku pelan. Sungmin hyung tak bereaksi.

 

“Sungmin hyung…..” aku menepuk pundak kanannya secara perlahan. Sungmin hyung menoleh dan tersenyum kecut.

 

“Yeon Hyo sepertinya benar-benar melupakan keberadaanku… Dia hanya membutuhkanmu, kyu…. Jagalah dia… Aku hanya bisa berharap dia bahagia…”

 

“Hyung…mianhae… Tapi aku tak suka kalau hyung menyerah seperti ini ! Aku berjanji padamu hyung. Aku akan membuat Yeon Hyo mengingatmu lagi. Jangan menyerah seperti ini !”

 

“Yeon Hyo mencintaimu, Kyuhyun-ah. Dia sama sekali tak mencintaiku…..” aku tersentak. Sungmin hyung yang ku kenal tidak pernah bersikap seperti ini. Dia hyung yang baik dan begitu mencintai Yeon Hyo. Tapi kenapa dia bersikap seperti ini ?

 

“Hyung…Yeon Hyo mencintaimu ! Percayalah padaku hyung !!” teriak ku kesal. Tapi sepertinya Sungmin hyung benar-benar kehilangan harapannya.

 

“Aniya…dia mencintaimu, kyu… Aku bisa merasakannya… Tolong jaga Yeon Hyo demi aku… Aku benar-benar mencintainya melebihi diriku sendiri.. Tolong jaga dia…” sahut Sungmin hyung sambil melangkah meninggalkanku. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Semakin lama perasaanku semakin dalam. Entah apa lagi ini…

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Eonni….” Rin Rin berulang kali memanggilku. Tapi tetap saja aku tak menjawab bahkan tak menoleh sama sekali padanya.

 

“Eonni…mianhae… Jangan marah…” Aku masih tak memberikan respon sedikitpun dan fokus menatap jalanan kota Seoul yang semakin padat. Aku kabur dari rumah sakit dan sekarang memaksakan diri untuk menyetir. Aku tahu hidupku tak akan lama lagi. Tapi masih banyak yang harus aku lakukan sebelum aku pergi.

 

“Eonni…kita mau kemana ? Jawab aku eonni…” tanya Rin Rin lagi. Aku mendengus. Aku tak menyangka dia akan bertindak gegabah dengan mendonorkan jantungnya demi aku. Aku tak butuh jantung Rin Rin untuk bertahan hidup lebih lama lagi. Karena impian ku sudah tercapai walaupun hanya setengahnya. Berhasil menjadi mahasiswi fakultas Kedokteran Kyunghee University saja sudah membuatku senang. Dan sekarang aku telah bertemu Cho Kyuhyun. Mungkin impianku adalah menikah dengannya. Tapi bertemu dengannya sebentar saja sudah membuatku merasa cukup. Aku lelah dengan penyakit ini. Sudah saatnya aku pergi.

 

“Eonni…kita mau kemana ?”

 

“Ikut balapan motor…” sahutku singkat.

 

“Mwo ? Balapan motor ?!” pekiknya histeris.

 

“Ne.. Kau hanya perlu diam saja dan menonton balapannya… Tak usah lakukan apapun..” sahut ku yang membuat Rin Rin terkejut.

 

“Tapi eonni… Bagaimana dengan jantungmu ? Aku tak mau terjadi sesuatu pada eonni..”

 

“Gwaenchana… Aku baik-baik saja..”

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Eonni !! Hentikan !” teriak Rin Rin dari pinggir jalan. Ya, aku sekarang berada di area balapan liar di daerah Incheon. Motor balapku rusak parah dan Rin Rin tak membawanya ke bengkel. Dan aku meminjam motor ini dari salah satu teman kampusku di Kyunghee University. Aku membuka helm-ku dengan perlahan dan melambai ke arahnya. Raut wajah Rin Rin tampak cemas. Salah seorang namja dengan kostum hitam-hitam tampak mengangkat kedua bendera hitam garis-garis putih ke samping kiri dan kanannya. Itu aba-aba, begitu namja itu mengangkat bendera itu tinggi-tinggi ke udara. Aku dan peserta balapan lain melesat meninggalkan garis start.

 

Aku melaju dengan kecepatan tinggi. Berusaha mendahului motor-motor dihadapanku. Sejak dulu aku ingin sekali ikut balapan liar seperti ini. Tapi tetap saja penyakit jantung ini berhasil mencegah akal sehatku untuk ikut serta. Namun tidak untuk hari ini, semua keinginanku sudah tercapai. Seandainya Tuhan mengambil nyawaku, aku sudah siap. Aku benar-benar tak ingin Rin Rin mendonorkan jantungnya hanya untuk aku yang penyakitan ini. Aku tak mau merusak hidupnya bahkan membuatnya meninggal. Dia dongsaengku. Tugas seorang eonni adalah menjaga dongsaengnya.

 

Cho Kyuhyun, dia namja yang sangat ku cintai. Tapi entah kenapa, aku rela jika ia bersama Rin Rin. Dia lebih pantas berada disisi Yoon Rin Rin dibandingkan dengan Yoon Yeon Hyo yang hanya bisa menyusahkannya.

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Rin Rin PoV*

 

“Yeoboseyo ? Oppa ! Eonni ikut balapan liar di daerah Incheon sekarang !! Aku butuh bantuan oppa untuk menghentikannya !” teriak ku berusaha mengalahkan kebisingan yang terjadi di area balapan liar ini. Kyuhyun oppa tidak menjawab. Namja itu langsung memutuskan sambungan teleponku. Eottohke ? Sebaiknya aku menelepon Sungmin oppa untuk memberitahu hal yang sama.

“Yeoboseyo ? Oppa !! Eonni ikut balapan liar di daerah Incheon sekarang ! Cepatlah datang… aku tak bisa menghentikan eonni !!” pekik ku lagi.

 

Kyuhyun pasti segera kesana. Oppa sedang ada urusan. Nanti oppa menyusul…” Sungmin oppa memutuskan sambungan teleponku. Aku terdiam.

 

Wae ? Sungmin oppa menjadi seperti ini ? Sebenarnya apa yang terjadi pada Sungmin oppa ? Urusan apakah yang lebih penting daripada keselamatan eonni ? Aku benar-benar tak mengerti.

 

Aku menatap cemas ke arah eonni yang telah dua kali melewati garis start. Masih ada delapan putaran lagi.  Aku benar-benar tak bisa menahan keinginan gila eonni. Seorang pasien penyakit kelainan jantung yang divonis tidak akan bisa bertahan lebih dari seminggu kini sedang mengikuti balapan liar ? Aigo ! Kyuhyun oppa cepatlah datang !

 

“Rin-ah !!” teriak seorang namja tampan dari kejauhan.

 

“Kyuhyun oppa !!” seru ku senang. Namja itu berusaha menyelinap diantara keramaian remaja yang sedang menonton balapan. Dengan susah payah akhirnya namja itu berhasil sampai ditempat ku berdiri.

 

“Rin-ah ! Apa yang terjadi ? Mana Yeon Hyo ?” tanya nya tak sabar.

 

“Aku sudah melarang eonni. Tapi eonni tak mau mendengarkanku. Aku tak tahu lagi oppa. Dan eonni sudah melewati putaran ketiga sekarang. Aku hanya bisa berharap kalau eonni baik-baik saja..”

 

Kyuhyun oppa tampak gelisah dan matanya tampak mencari sosok eonni.

 

“Itu eonni !!” pekik ku sambil menunjuk seorang yeoja yang mengenakan jaket kulit hitam dan motor balap yamaha berwarna merah. Kyuhyun oppa mengikuti arah jari telunjuk ku dan tampak terkejut melihat eonni.

 

“Ya !! Gadis bodoh itu ! Mau cari mati rupanya !!” teriaknya kesal. Namja yang sejak tadi berdiri di sampingku kini berusaha menyelinap dan kemudian berlari menuju area balapan.

 

“Kyuhyun oppa ! Kembali !!” pekik ku histeris saat ku lihat namja tampan itu hendak menghalangi laju motor yang dikendarai eonni. Eonni hampir menyelesaikan putaran ke empatnya saat namja itu menghadangnya di garis start. Beberapa orang tampak menjerit histeris.

 

“Oppa !!!” pekik ku saat melihat eonni tak juga memperlambat laju motornya. Sepertinya eonni tak melihat adanya Kyuhyun oppa disana.

 

“Oppa !!!!” Aku berteriak sambil menutup kedua mataku, tak berani melihat apa yang akan terjadi.

 

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Ya !! Gadis bodoh itu ! Mau cari mati rupanya !!” teriak ku kesal. Aku berusaha menyelinap dan kemudian berlari menuju area balapan.

 

“Kyuhyun oppa ! Kembali !!” pekik Rin Rin dari kejauhan. Aku tak menghiraukannya. Yang ada dipikiranku sekarang hanya lah gadis bodoh yang sedang mengendarai motor balap merah dengan kecepatan tinggi. Beberapa orang tampak menjerit histeris.

 

“Ya !! Oppa !!!” aku mendengar teriakan Rin Rin. Tapi tubuhku seakan bergerak sendiri, berusaha menghalangi jalur yang akan dilewati Yeon Hyo sebentar lagi.

 

“Oppa!!!!” Aku mendengar Rin Rin berteriak sekali lagi bersamaan dengan suara keras motor Yeon Hyo yang menabrak pembatas jalan tepat dihadapanku. Tampaknya dia menghindariku. Dan malah menabrakkan motornya ke samping kiri, tepat di pembatas jalan.

 

“Yeon Hyo-ya !!!” Aku berlari secepat mungkin ke yeoja yang tersungkur itu.

 

Yeoja itu terjatuh tapi langsung bangkit berdiri menatap wajahku yang kini berhadapan persis didepan wajahnya.

 

“Ya !! Namja pabbo ! Kau bisa mati tadi !!” teriaknya gusar sambil meringis karena lengannya tergores.

 

“Kau juga bisa mati !! Dasar gadis bodoh !” teriak ku tak mau kalah. Yeon Hyo tidak menjawab dan malah membuka helm-nya. Gadis itu terkekeh pelan.

 

“Ya !! Wae ? Ada yang lucu ?!!” pekik ku sambil menatap matanya tajam.

 

“Hahhaa…Ani… Hanya saja, cepat atau lambat aku juga bakalan meninggal kan ? Kau tak perlu cemas..” sahutnya yang membuat mataku semakin menatap tajam ke arahnya.

 

“Kau tak boleh bicara seperti itu, bodoh !” pekik ku kesal.

 

“Benar kan ? Aku juga akan mati sebentar lagi. Jadi tak perlu mengkhawatirkanku oppa…” suaranya terdengar putus asa.

 

“Kau tak boleh mati !!”

 

“Hahhaa…semua manusia pasti akan mati.. Hanya menunggu waktu saja oppa. Mungkin waktu ku sebentar lagi…”

 

“Ya !! Yoon Yeon Hyo, bodoh ! Dengarkan satu hal, aku akan berusaha mencarikan donor untukmu ! Kau harus sembuh !!”

 

“Percuma saja oppa… Aku tak membutuhkan donor. Hidup ini sudah terasa cukup untuk ku. Aku mempunyai eomma dan appa yang selalu berusaha mencari donor jantung sampai ke luar negeri. Dongsaengku Rin Rin yang selalu menghiburku, membuat hari-hari yang tersisa tampak bahagia. Dan juga ada kau, Cho Kyuhyun. Bagiku.. oppa membuat waktu ku yang tinggal sedikit ini sangat berharga… Gomawoyo oppa.. Saranghae~” ujarnya sambil tersenyum.

 

Aku menahan air mataku yang hampir saja tumpah. Berusaha sekuat tenaga agar tidak  terjatuh ditempat ini. Kaki ku terasa kaku dan mulutku tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Aku melihat Rin Rin dari kejauhan yang tampak menangis sesengukan.

 

“Yoon Yeon Hyo…saranghae~” desisku pelan sambil memeluk erat tubuh yeoja cantik dihadapanku ini. Yeon Hyo terdiam, beberapa detik kemudian terdengar tangisan kecil yang membuatku gemetar.

 

“Aku akan menemanimu menghadapi semuanya.. Kau tidak sendirian, Yeon Hyo-ya… Ada aku disini…” aku mulai menangis lagi. Entah untuk keberapa kalinya aku menangis hanya karena takut kehilangan yeoja ini. Yeoja yang seharusnya menjadi noona-ku. Karena dia yeoja chingu dari Lee Sungmin. Sahabat yang sudah ku anggap sebagai hyung-ku sendiri. Dan yeoja ini adalah eonni dari Yoon Rin Rin, cinta pertamaku. Tapi entah kenapa perasaan ku terhadap Rin Rin tidak jauh lebih besar daripada Yeon Hyo.

 

Apakah itu artinya aku mulai mencintai Yeon Hyo melebihi perasaanku terhadap Rin Rin. Apakah aku sudah gila ? Aku bisa menyakiti perasaan dua orang sekaligus kalau aku semakin mencintai Yeon Hyo seperti ini. Menyakiti perasaan Sungmin hyung dan Rin Rin. Aahh ! Cho Kyuhyun.. Kau memang bodoh !!

 

“Kau pasti sembuh, Yeon Hyo-ya… bagaimana pun caranya…” bisik ku pelan. Yeon Hyo tak menjawab sepatah kata pun.

 

“Eonni…jangan menangis…” desis seorang yeoja yang ternyata telah berdiri disamping kanan ku. Yeon Hyo melepaskan pelukanku dan menatap yeoja itu dengan mata basah.

 

“Rin-ah….” Yeon Hyo meraih Rin Rin kedalam pelukannya.

 

“Eonni…berjanjilah untuk tidak meninggalkanku…”

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Rin Rin PoV*

 

“Kau pasti sembuh, Yeon Hyo-ya… bagaimana pun caranya…” bisik namja itu pelan namun terdengar jelas olehku. Eonni tak menjawab sepatah kata pun. Aku mendekati mereka dan berdiri disamping Kyuhyun oppa. Pemandangan ini sungguh membuat nafasku sesak. Tepat didepan mataku, orang yang aku cintai malah memeluk eonni dengan erat bahkan menyatakan perasaannya.

 

Aku tak tahu apakah Kyuhyun oppa masih menganggapku sebagai yeoja chingu-nya atau tidak. Yang jelas perasaanku masih sangat mencintainya. Tapi aku tak boleh egois. Kyuhyun oppa itu namja yang telah eonni cari selama 16 tahun ini. Namja yang sangat eonni cintai.

 

“Eonni…jangan menangis…”

 

Eonni melepaskan pelukan Kyuhyun oppa dan menatapku dengan mata basah. Aku tak sanggup melihat eonni seperti ini. Rasanya dunia benar-benar berlaku kejam terhadapku.

 

“Rin-ah….” Eonni memelukku dengan erat.

 

“Eonni…berjanjilah untuk tidak meninggalkanku…”

 

“Rin-ah… Kau akan baik-baik saja tanpa aku…”

 

Aku melepaskan pelukan eonni dan menatapnya kecewa.

 

“Ya !! Aku tak suka eonni berkata seperti itu !!” jeritku yang membuat eonni terkejut.

 

“Rin-ah….”

 

“Aku benci eonni !! Benci eonni !!!” teriak ku kecewa. Aku tak suka eonni-ku seperti ini. Dia bukan eonni-ku yang dulu. Yeon Hyo eonni itu yeoja yang kuat. Tapi kenapa eonni jadi putus asa seperti ini ?

 

Aku tak tahan lagi. Perlahan aku berbalik dan mulai berlari meninggalkan kedua sosok yang tampak serasi itu. Kyuhyun oppa berteriak memanggil nama-ku. Aku mempercepat langkahku menuju parkiran mobil. Tak ku hiraukan teriakan Kyuhyun oppa maupun eonni. Dengan cepat aku meninggalkan arena balapan liar itu menuju sebuah rumah sakit terkenal di Seoul.

 

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Ku rasakan tubuhku gemetar akibat menahan rasa sakit yang semakin menjadi tepat dijantungku. Sudah dua jam aku berada dikamarku, tapi Rin Rin belum pulang juga. Kyuhyun muncul di pintu kamarku yang terbuka, tampak membawa semangkuk bubur.

 

“Yeon Hyo-ya…makanlah.. Aku membuatnya dengan susah payah.” Ujarnya sambil menyuapkanku sesendok bubur yang kelihatannya aneh.

 

“Kyaak ! Makanan apa ini ?!!” teriak ku sambil berusaha menelan bubur yang berwarna tak jelas itu.

 

“Eh ? Bukan kah ini enak ? Ya !! Yeon Hyo-ya…jangan manja ! Cepat makan !!” perintahnya sambil memaksa ku memakan suapan kedua. Benar-benar membuatku mual.

 

“Ini tidak enak !!!” teriak ku sambil menunjuk semangkuk bubur yang rasanya tidak jelas itu. Entah bahan-bahan apa yang dimasukkan olehnya. Yang jelas rasanya itu benar-benar mengerikan !

 

“Ini enak !! Cepat makan !” namja tampan dihadapanku ini masih memaksa ku untuk menelan makanan yang tak layak konsumsi itu. Aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Namja itu tampak kesal.

 

“Ya !! Kapan kau bisa sembuh kalau tidak mau makan ?!” teriaknya lagi sambil menjejalkan bubur horor itu dimulutku.

 

“Shireo ! Aku bisa mati kalau makan ini !!” pekik ku histeris. Namja itu melotot dan tersenyum iblis. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi padaku.

“Hen…hentikan !!!” teriak ku saat namja itu membuka paksa mulutku dan memasukkan tiga sendok bubur sekaligus. Kemudian memencet hidungku agar aku segera menelan bubur itu untuk bisa bernafas lewat mulut.

 

“Ya !! Cho Kyuhyun !!” jeritku frustasi. Namja itu tertawa.

 

”Gyahhahahaa…rasakan !!” pekiknya tepat ditelingaku. Aku menjitak kepalanya karena kesal.

 

“Berhenti menjitak ku, bodoh !!” protesnya sambil berusaha menyuapiku bubur aneh itu. Aku berteriak dengan keras. Kyuhyun tertawa, sepertinya dia puas mengerjaiku. Aku berusaha menjauhkan sendok bubur itu dari mulutku. Warnanya saja sudah tak jelas apalagi rasanya.

 

“Ada apa ini ?!” aku menoleh ke arah pintu dan mendapati Jong Woon oppa dan Shim Na Na berteriak ke arah kami. Kyuhyun seketika menghentikan perlakuan kejamnya padaku.

 

“Oppa… dia makhluk yang kejam !! Dia berniat membunuhku !!” teriak ku yang disambut dengan tatapan tajam Jong Woon oppa.

 

“Ya !! Kyuhyun-ah ! Apa yang kau lakukan ?!” seru Jong Woon oppa sambil berjalan menghampiri kami. Na Na langsung duduk di tepi tempat tidurku.

 

“Aniya hyung…aku hanya menyuapi bubur padanya ! Tidak lebih !” sahut Kyuhyun membela diri. Namja tampan itu tersenyum iblis padaku. Aku mendengus kesal.

 

“Kau memaksa ku makan bahkan menyuapiku bubur yang tak jelas itu !” teriak ku lagi. Jong Woon oppa hanya terkekeh. Aku merinding mendengar tawanya. Apakah Jong Woon oppa ini jelmaan malaikat maut yang akan mencabut nyawaku ? Omoo….kalau itu benar.. Malaikat maut ini tampan sekali. Lebih tampan daripada si setan. Aku refleks melirik Kyuhyun saat memikirkan setan. Mereka mirip.

 

“Ya !! Apa yang kau pikirkan ?!” teriak Kyuhyun sambil menjitak kepalaku.

 

“Sakiit !!”

 

“Gwaenchanayo ?” tanya Na Na dengan tatapan khawatir. Aku hanya menunjuk ke arah Kyuhyun, berusaha membuatnya dimarahi oleh Jong Woon oppa.

 

“Ya !! Apa yang kau lakukan Kyuhyun-ah ?! Kau menyakitinya !!” Jong Woon oppa membela ku. Kkekkkee~ Rasakan kau setan !

 

“Hyung ! Dia yang mulai duluan !!” sahut Kyuhyun sambil menatapku sinis. Aku mencibirnya.

 

“Hentikan ! Kalian seperti anak kecil !!” seru Jong Woon oppa tampak murka. Aku dan Kyuhyun langsung bersembunyi dibalik punggung Shim Na Na.

 

“Chagiya…kau tampak mengerikan…tapi tampan sekali !!” teriak Na Na histeris dan malah ikutan bersembunyi. Kali ini Na Na bersembunyi dibalik punggung Kyuhyun.

 

“Apa yang kalian bertiga lakukan ?!” Jong Woon oppa melotot ke arah kami menggunakan mata sipitnya.

 

“Jong Woon oppa seraamm…” bisik ku pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk diiringi jitakan pada kepalanya.

 

“Hyung !! Sakiit !!” jeritnya sambil memasang tampang polos. Aigo ! Dia tampan sekali !! Aku menatap Kyuhyun tak berkedip.

 

“Ya !! Kenapa lihat-lihat ?!” serunya jutek. Aku mendengus kesal dan kembali berbaring menarik selimutku.

 

“Selesaikan masalah kalian. Setelah itu kita pergi ke butik untuk mengambil baju kalian berdua..” kata-kata Jong Woon oppa membuatku langsung terduduk.

 

“Mwo ? Maksud oppa ?” tanya ku tak mengerti.

 

“Besok pernikahan kami…apakah kalian tidak ingin terlihat serasi dengan kostum yang sama ?” tanya Na Na yang membuatku mengerutkan kening. Kyuhyun hanya menatap tak mengerti.

 

“Kalian akan menjadi pendamping pengantin… Yeon Hyo akan mendampingi Na Na dan Kyuhyun akan mendampingiku..” jelas Jong Woon oppa yang membuat mataku membulat.

 

“Shireo !!” teriak kami bersamaan. Aku dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain. Aku menjulurkan lidah ke arahnya dan ternyata dia melakukan hal yang sama.

 

“Hahhaha…kalian lucu sekali.. Kami akan menunggu kalian dibawah begitu kalian siap..” ujar Na Na sambil tersenyum.

 

“Ne, kami tunggu dibawah 15 menit lagi…” tambah Jong Woon oppa sambil menggandeng lengan Shim Na Na mengajaknya keluar kamarku. Aku mendengus kesal dan kembali berbaring sambil menarik selimut menutupi wajahku.

 

“Yeon Hyo-ya…jangan marah…” Kyuhyun berusaha membujuk ku.

 

“Belikan aku CD album 6jib Super Junior dulu baru kau dimaafkan !” sahutku sambil terkekeh dibalik selimut.

 

“Mwo ?  Bisakah yang lain saja ? Misalnya album solo-ku saja ? Yang album ‘about game’ itu.. Eottohke ?” tanya nya memberi pilihan.

 

“Aku bukan fans-mu, Kyuhyun-ah !” balasku sambil tersenyum iblis.

 

“Ya !! Kau tidak memanggilku oppa !!” serunya protes.

 

“Ne…Tuan Cho yang tampan, Kyuhyun O.P.P.A !!” ujarku sambil memberikan penekanan pada kata ‘Oppa’ agar dia merasa tersindir. Kyuhyun mendecak kesal saat aku tersenyum dan kembali menarik selimut untuk menutupi wajahku.

 

Kyuhyun menarik selimut. Dan aku kembali mengulang hal yang sama.

 

“Ya !! Hentikan !!” pekik ku kesal saat terjadi aksi tarik menarik selimut.

 

“Album 6jib Super Junior atau tidak sama sekali ?!!” tantangku saat dia berhasil menarik selimutku dan melemparkannya di pojok kamar.

 

“Ne…baik lah ! Album 6jib Super Junior plus tanda tanganku disampulnya !!” jawabnya sambil tertawa.

 

“Shireo !! Hanya album 6jib Super Junior minus tanda tanganmu !” ujarku sambil mencibirnya.

 

“Baiklah…bagaimana dengan kumpulan foto eksklusif-ku? Para sparkyu sangat memperebutkannya !” tawarnya lagi.

 

“Gomawo, Cho Kyuhyun yang tampan… Tapi aku bukan sparkyu.. Jadi aku tak membutuhkannya..” sahutku sambil menjulurkan lidah.

“Ya !! Bagaimana dengan ini ?!” teriaknya kesal sambil mencium bibirku sekilas. Aku langsung melempar wajahnya yang tampan itu dengan bantal guling bermotif kelinci pink. Kyuhyun terkekeh dan langsung menarik tanganku. “Jong Woon Hyung dan Na Na sudah lama menunggu, Kajja !!” teriaknya dengan senyuman khas itu. Evil smile. Aku mendengus kesal, tak lama kemudian wajahku memerah.

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Rin Rin PoV*

 

“Yeoboseyo ? Sungmin oppa ! Ne.. aku dirumah sakit sekarang. Ani, bukan eonni yang sakit… Wae ? Aahh~ gwaenchanayo oppa. Mwo ? Oppa juga disini ?” aku masih sibuk menerima telepon dari Sungmin oppa ketika kedua namja tampan itu muncul tepat dihadapanku.

 

“Rin-ah ?” Sungmin oppa tersenyum saat melihatku. Aku terkejut dan langsung mematikan sambungan teleponku. Kibum oppa terlihat tidak sehat.

 

“Kibum oppa ? Waeyo ?” tanya ku tak sabar.

 

“Gwaenchanayo, Rin-ah. Hanya sedikit flu..” Jawab Kibum oppa sambil tersenyum. DEG ! Perasaan apa ini ? Kenapa setiap kali melihat senyumannya itu aku merasa gelisah seperti ini ?

 

“Rin-ah.. Mau ikut pulang bersama kami ?” tawar Sungmin oppa yang ku balas dengan gelenggan ringan.

 

“Ani…aku bawa mobilku sendiri..” sahutku sambil tersenyum.

 

“Mwoo ? Benarkah ? Oppa juga ingin kerumahmu Rin-ah. Mau melihat keadaan Yeon Hyo. Kau bilang dia ikut balapan liar ? Tapi Kyuhyun berhasil menghentikannya…” Sungmin oppa tampak begitu tertekan, sama sepertiku.

 

“Ne…Kyuhyun oppa berhasil membujuk eonni…”

 

“Hyung, aku ikut Rin Rin saja…” ujar Kibum oppa tiba-tiba. Sungmin oppa mengangguk.

 

“Ne…nanti kita bertemu dirumah Rin Rin saja. Kajja!!”

 

Kami bertiga bergegas menuju parkiran rumah sakit. Aku baru saja menjalani serangkaian test rumit tentang donor jantung itu. Tapi hasilnya baru diketahui besok lusa. Eomma dan appa akan pulang besok lusa. Kepulangan mereka dipercepat karena eonni akan berulang tahun lima hari lagi. Bertepatan dengan vonis sisa umur eonni. Eonni harus segera mendapatkan donor jantung.

 

“Rin-ah ?” aku menoleh ke arah namja yang tengah menyetir mobilku. Dia tersenyum.

 

“Waeyo oppa ?” tanya ku lembut. Namja itu tampak berpikir dan sepertinya enggan melanjutkan kata-katanya.

 

“Oppa ?” tanya ku lagi.

 

“Gwaenchanayo Rin~ah… Hanya saja…” sahutnya terputus. Aku jadi sangat penasaran.

 

“Wae ?” balasku sambil menatapnya. Kibum oppa tiba-tiba meraih tanganku dan mengengamnya erat.

 

“Yoon Rin Rin…saranghae~”

Aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Kibum oppa hanya tersenyum.

 

“Maukah kau menjadi yeoja chingu-ku ?” tanya nya membuat jantungku hampir berhenti berdetak. Dia bisa membaca ekspresi wajahku yang terlihat bingung.

 

“Berikan jawabannya padaku nanti saat kau siap…” katanya sambil menatap jalanan kota Seoul. Tangannya semakin mengenggam erat tanganku. Aku salah tingkah dan tak tahu harus berbuat apa-apa.

 

“Gomawo sudah menyukaiku oppa…” ujarku pelan. Dia mengangguk dan kembali tersenyum.

 

Aku terdiam. Eottohke ? Bagaimana ini ? Kenapa rasanya ada sesuatu yang mengganjal pikiranku ?

 

“Kita sudah sampai Rin-ah. Kajja !!”

 

Aku tersentak. Aah~ ternyata sudah sampai.

 

Kami keluar dari mobil sapphire blue-ku. Di depan kami sudah tampak Sungmin oppa yang menunggu di halaman. Aku melirik garasi mobil sekilas. Tak ada mobil mercedes hitam disana, berarti Kyuhyun oppa sudah pulang. Kami bertiga berjalan menaiki tangga yang melingkar dengan hiasan patung-patung peri di pegangan anak tangganya. Rumahku memang bergaya eropa. Perlahan ku ketuk pintu kamar eonni yang serba pink itu. Tak ada jawaban.

“Eonni ?” desis ku sambil membuka pintu kamar eonni yang lagi-lagi tidak dikunci. Hening. Tampaknya eonni sedang pergi bersama Kyuhyun oppa. Aku menghela nafas berat, eonni pasti kecewa padaku karena aku tidak mendengar permintaannya dan masih saja keras kepala. Aku memaksa Uisa untuk memperbolehkanku menjalani serangkaian test donor jantung. Mungkin eonni sudah tahu dan merasa kesal padaku.

“Oppa…sepertinya eonni pergi bersama Kyuhyun oppa..” ujarku pelan. Sungmin oppa mengangguk dan tersenyum. Dia memang namja yang baik.

 

“Ne, kau merasa lelah, Rin-ah ? Nanti oppa antarkan kau ke kamarmu. Kibum-ah, tolong ambilkan segelas susu hangat buat Rin Rin..” Kibum oppa mengangguk mematuhi permintaan hyung-nya dan mulai menuruni tangga menuju dapur. Aku berjalan memasuki kamarku diikuti Sungmin oppa.

 

“Tidurlah Rin-ah.. Nanti oppa yang akan menjagamu sampai kau tertidur…” katanya sambil tersenyum. Aku mengangguk dan mulai berbaring sambil menarik selimutku yang bernuansa sapphire blue. Tak lama kemudian aku terbawa oleh mimpi. Mimpi tentang Cho Kyuhyun.

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Lee Sungmin PoV*

 

“Tidurlah Rin-ah. Nanti oppa yang akan menjagamu sampai kau tertidur…” kata ku sambil tersenyum. Rin Rin mengangguk dan mulai berbaring sambil menarik selimut. Tak lama kemudian ia tampak tertidur pulas. Aku beranjak dari kursiku duduk dan menuju pintu keluar. Tapi ekor mataku melihat sesuatu yang membuatku begitu tertarik.

 

Aku mendekati meja Rin Rin yang diatasnya terdapat sebuah buku tebal, mirip novel. Bahkan ini kelihatannya tampak lebih tebal dari novel harry potter. Aku membaca judul di sampul depannya.

 

“My Life”

 

Ini novel ? Bukan ! Ini bukan sebuah novel, tapi sebuah diary. Aku membuka halamannya secara acak. Dan mulai membacanya…

 

 

Hari ini sebagian jantungku pergi…

Ya…aku kesakitan karena menahan emosiku…

Cho Kyuhyun… .namja yang selalu menemaniku bermain game…

Namja yang selalu membantu mengerjakan PR matematika-ku…

Namja yang selalu ada untuk membuatku ceria…

Kini pergi…

Dia meninggalkanku sendirian dan pindah ke Seoul…

Entah kapan aku bisa bertemu dengannya lagi…

Aku mencintainya…Sungguh…

Tapi kenapa dia harus pergi di saat keadaanku yang terpuruk seperti ini…

Kenapa Tuhan memisahkan kami ?

Entah sampai kapan aku bisa bertahan melawan penyakit ini…

Cho Kyuhyun tak pernah tahu tentang penyakitku…

Aku tak ingin membuatnya sedih…

Tuhan…. bolehkah aku memohon satu hal ?

Kau boleh mengambil nyawaku… Menjemputku dengan kematian…

Asal kan aku bisa bertemu dengannya lagi…

Hanya untuk menyampaikan segenap cinta yang ku miliki untuknya…

Tuhan… sebelum aku mati…

Izinkan lah aku bertemu dengannya…

Aku ingin berada disampingnya saat kematian menghampiriku…

Aku mohon padamu Tuhan…

Kabulkan lah permintaan terakhirku ini…

 

 

Yoon Yeon Hyo @Paris, 20 July 1995

 

 

Cho Kyuhyun ? Aku tak mengerti isi dari diary ini. Ternyata diary ini milik Yeon Hyo dan tulisan ini dibuat di Paris tanggal 20 july 1995 ? Bukankah itu 16 tahun yang lalu ? Lalu kenapa ada nama Cho Kyuhyun disini ? Aku membuka lembar-lembar berikutnya dengan rasa penasaran…

 

 

Cho Kyuhyun… Dimana kau berada sekarang ini ?

Aku mencarimu sejak aku pindah ke Seoul sebulan yang lalu…

Tapi sampai sekarang…

Aku tak menemukan tanda-tanda adanya kau…

Setiap hari aku berkeliling kota Seoul hanya untuk mencarimu…

Tapi kau sama sekali tak menampakkan diri…

Apakah kau merindukanku ?

Aku sangat merindukanmu Cho Kyuhyun…

Entah kenapa…aku selalu mencarimu walaupun aku tak tahu kau ada dimana…

Nafasku menjadi sangat sesak saat mengingat pertemuan terakhir kita…

Umurku mungkin tidak akan lama lagi…

Tapi aku harus bertemu denganmu sebelum kematian datang padaku…

Apakah kau masih mencintaiku ?

Aku sangat mencintaimu Cho Kyuhyun…

Jeongmal Saranghae~

 

Yoon Yeon Hyo @Seoul, 14 January 2009

 

 

Tulisan ini dibuat 3 tahun yang lalu ? Berarti ini saat Yeon Hyo pindah ke Seoul ? Benarkah kalau Cho Kyuhyun yang dimaksud di diary ini adalah Cho Kyuhyun yang sedang bersama Yeon Hyo sekarang ? Cho Kyuhyun, sahabat yang sudah ku anggap dongsaeng-ku sendiri itu pindah ke Seoul. Tepatnya disebelah rumahku 16 tahun yang lalu. Dia teman bermainku sejak dia pindah kesini. Apakah orang yang sama ? Aku semakin penasaran dan membuka beberapa halaman berikutnya..

 

 

Lee Sungmin… Dia pangeran aegyo di Kyunghee University…

Semua yeoja dikampusku membicarakannya…

Tapi tak ku sangka, hari ini dia menyatakan cintanya padaku !!

Aigo ! Dia tampan sekalii…

Dia menyatakan perasaannya dengan seribu bunga mawar pink yang sangat ku sukai !

Dia benar-benar pangeran aegyo !!

Aku memang menyukainya… tapi aku tak tahu apakah aku mencintainya atau tidak…

Yang jelas… Aku merasa sangat nyaman bila berada didekatnya…

Aku menerima perasaannya tadi…

Bersedia menjadi yeoja chingu dari seorang Lee Sungmin…

Tapi aku masih sangat mencintai Cho Kyuhyun….

Entah sampai kapan aku menyimpan perasaan cinta ini pada Cho Kyuhyun…

Dan otak ku masih sering berkhayal kalau suatu saat marga-ku berubah menjadi marga ‘Cho’

Ya…saat menikah dengannya nama-ku bukan lagi ‘Yoon Yeon Hyo’…

Tapi berubah menjadi ‘Cho Yeon Hyo’….

Aahh~ apakah mungkin malah menjadi ‘Lee Yeon Hyo’ ?

kekekeee~

Tapi aku berharap kalau nama-ku berganti menjadi Cho Yeon Hyo suatu hari nanti…

Tuhan…sebelum waktu ku habis…

aku ingin bertemu dengannya…

Bertemu Cho Kyuhyun….

Sebentar saja….

 

Yoon Yeon Hyo @Seoul, 10 Juni 2010

 

 

Air mataku mulai menetes saat membaca halaman demi halaman diary ini. Bahkan saat membuka halaman yang paling tengah. Aku menemukan sebuah foto kusam. Foto seorang yeoja kecil yang tengah tersenyum dengan rambut di kuncir dua dan sebelahnya ada seorang namja kecil dengan senyuman yang sama. Namja ini…. Bukankah ini Cho Kyuhyun 16 tahun yang lalu ?

 

Ya !! Tidak salah lagi… ini Cho Kyuhyun… sahabat yang sudah ku anggap dongsaeng sendiri. Perlahan kilauan bening menetes dari sudut mataku. Kenapa Tuhan membuat takdir yang serumit ini ? Aku menyeka air mataku yang mulai menetes di atas diary tua ini.

 

“Hyung ?” aku menoleh ke arah suara namja yang berdiri di depan pintu. Wajahnya tampak gelisah.

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

 

Siapa namja yang tiba-tiba masuk kekamar Rin Rin ?

Ada yang tau ?

*plaaakk*

 

Yang baca WAJIB komment !! *maksa*

 

Wkwwkkww

Happy reading😄

48 thoughts on “FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 12)

  1. eonni aq readers baru d sini, sumpah cerita eonni keren2 semua sungguh menyentuh….
    pokonya keren deh, aq tnggu ff slanjutnya eon😀

  2. Wah eon ni f” di edit lg ya?crita’a kyk rda” bda sma yang di fb,atw emang q yng udh lp crta’a y??tau ah,tp q suka bgt ma f” ni,n q suka smua f” hyokyu bkinan eonni😄

  3. Eonn.., ada yg diubah dikit yaa?? Kan kalo yg waktu itu aku baca di BFEI itu bukan 6Jib tapi masih 5Jib… Berhubung sekarang jamannya 6Jib, jadii yaaa ikutin saja lahhh

  4. Kya….aku nangissss!!!
    Y ampun sedih bgt crtanya….
    Pasti yg msk kmr rin rin itu kibum!
    Kya…..bgmnkah kelanjutannya….
    Penasaraaaaaaaaaaaannnnnnn
    ff mu selalu daebaaaaaaaakkkkkk!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s