FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 11)

 

“Ya!! Namja Babo!”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

 

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

 

Twitter : @IchaGaemGyu

 

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

 

Main Cast :   Kyuhyun  Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

 

Sungmin Super Junior a.k.a Lee Sungmin

 

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

Azk Ririn Kiseki-vipelf Kyunnie a.k.a Yoon Rin Rin

 

 

Sub Cast : Kibum Super Junior a.k.a Kim Kibum

 

Yesung Super Junior a.k.a Kim Jong Woon

 

Siwon Super Junior a.k.a Choi Siwon

 

Kim Sky Kyu a.k.a Shim Na Na

 

Tyaas Permana a.k.a Choi Shi Yuan

 

 

 

Genre : AU, Romance, Comfort, Sad, Angst

 

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

 

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

 

 

 

 

 

 

 

“Ya!! Namja Babo!” *PART 11*

 

 

 

 

“Sampaikan salamku pada evil magnae Super Junior !! Tolong bilang padanya untuk follow back twitter-ku !” pekik Yeon Hyo di balik tubuhku.

 

“Ya !! Cho Kyuhyun ! Hentikan !!” teriaknya saat aku mulai menutup mulutnya dengan telapak tanganku.

 

“Berhenti melakukan hal yang bodoh ! Yeoja babbo !” pekik ku tak sabar. Aku benar-benar cemburu saat melihatnya tadi.

 

“Kau yang babbo !! Baru kali ini aku bertemu salah satu dari mereka ! Dan kau menghalang-halangiku !!” teriaknya tak mau kalah.

 

“Aaiish.. yang tadi itu memalukan ! Bodoh !” pekik ku lagi.

 

“Ya!! Namja babo !” teriaknya semakin keras. Aku menutup mulutnya dengan telapak tanganku lagi, tapi kali ini tak berhasil. Dia menjulurkan lidahnya ke arahku dan berteriak-teriak memanggilku dengan sebutan namja babo. Aku tak tahan lagi, dengan segera aku menarik tubuhnya ke dinding dan langsung menempelkan bibirku dengan bibirnya yang tipis. Tanpa sadar… Aku menciumnya…

Aku mencium Yeon Hyo tanpa memberinya kesempatan untuk bicara. Entah kenapa aku jadi sangat cemburu tadi. Dia kelihatan kesulitan bernafas, tapi aku tak peduli. Tiba-tiba pintu ruangan yang telah ku pesan khusus ini terbuka. Tampak wajah kaget namja itu saat melihat ku mencium Yeon Hyo.

 

“Cho Kyuhyun ?”

Aku melepaskan ciumanku dengan cepat dan menoleh dengan malas. Aaiish ! Menganggu saja !

 

“Ya!! Kenapa langsung membuka pintu ?!” bentak ku pada namja yang tengah berdiri di ambang pintu dengan raut wajah takut.

 

“Mianhae Tuan Cho.. pesanan anda telah siap..” jawab namja yang ternyata pelayan itu sambil membungkuk berkali-kali seraya meminta maaf.

 

“Ya!! Apa tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu ?!” teriak ku lebih kencang.

 

Yeon Hyo hanya menunduk, tampaknya dia juga ketakutan melihatku begini.

 

“Mianhae Tuan Cho…” jawab pelayan itu dengan raut wajah menyesal. Lagi-lagi dia membungkukkan badan dan meminta maaf berulang kali.

 

“Kau membuatku kaget setengah mati ! Apa kau mau bertanggung jawab jika yeoja ini pingsan karena ulahmu ?!!” suaraku semakin meninggi. Aku tak ingin penyakit jantung Yeon Hyo kambuh lagi. Dan acara makan malam ini telah direncanakan olehku dan Sungmin hyung sedemikian rupa. Aku tak ingin mengecewakan hyung-ku. Tapi aku memang telah mengecewakannya dengan diam-diam mulai menyukai Yeon Hyo. Benar-benar sebuah pemikiran yang gila !

 

“Mianhae tuan….” sahut pelayan itu terbata-bata. Yeon Hyo mengangkat wajahnya dan menatap mataku.

 

“Ya !! Hentikan !! Kenapa kau kasar sekali Cho Kyuhyun ?!” pekik Yeon Hyo tiba-tiba. Aku tersentak kaget. Pelayan itu membungkukkan tubuhnya dan meminta maaf. Yeon Hyo kembali meneriakiku.

 

“Ya !! Kenapa diam saja ?!!” teriak Yeon Hyo dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Aku melotot.

 

Aaiish ! Yeoja bodoh ini…benar-benar tidak paham maksudku.

 

“Ahjussi… silahkan pergi.. aku yang akan membereskan namja menyebalkan ini..” Yeon Hyo menoleh sebentar pada pelayan itu dan tersenyum ramah. Perlahan pintu ruangan kami kembali ditutup, sepertinya pelayan itu menurut.

 

“Cho Kyuhyun ! Jawab aku !!” pekiknya lagi.

 

Aku terdiam dan entah apa yang ada dalam pikiranku. Tiba-tiba saja tubuhku bergerak sendiri dan meraih Yeon Hyo dalam pelukanku.

 

Yeon Hyo menolak dan berusaha melepaskan diri.

 

“Mianhae…jangan marah padaku…” ujarku pelan. Yeon Hyo tak menjawab. Yeoja itu memilih untuk diam daripada menjawabku.

 

“Yeon Hyo-ya…mianhae….”

 

Yeon Hyo lagi-lagi tidak menjawab pertanyaanku. Kurasakan tangan kirinya bergerak-gerak, seperti sibuk sendiri. Perlahan aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya yang ternyata sudah penuh dengan noda darah.

 

“Yeon Hyo-ya ! Wae ?!” tanya ku panik. Aku melihat tangan kirinya sibuk menyeka darah yang menetes dari hidung. Yeon Hyo hanya menunduk tanpa berani menatapku. Gaun putih keperakannya mulai dipenuhi bercak-bercak darah.

 

“Yeon Hyo-ya……” aku tak sanggup melanjutkan ucapanku lagi. Jas putihku yang serasi dengan gaun Yeon Hyo juga mulai dipenuhi bercak darah saat aku memeluknya lagi. Kali ini aku benar-benar memeluknya erat sekali. Sangat takut kehilangan yeoja ini.

 

“Oppa….aku tak apa-apa…” sahutnya parau. Sebutir air bening menetes melampaui kelopak mataku. Aku tak sanggup melihatnya seperti ini.

 

“Oppa… wae ?” tanya nya saat melihat kilauan bening itu mulai deras mewarnai wajahku.

 

“Yeon Hyo-ya… bertahanlah untuk hidup…” aku mulai terisak.

 

“Ne…”

 

Yeon Hyo tersenyum dan menatap wajahku secara intens. Tampak darah segar kembali mengalir dari sela-sela hidungnya. Aku tersenyum sambil menyeka air mataku. Aku tak boleh menangisinya seperti ini. Aku tahu, dia akan semakin terbebani jika melihatku seperti ini.

 

Dan aku tak boleh mengecewakan Sungmin hyung. Walaupun aku mulai menyukai Yeon Hyo, tapi aku telah berjanji pada Sungmin hyung untuk mengembalikan ingatan Yeon Hyo. Setelah ingatan Yeon Hyo kembali, aku akan segera pergi meninggalkan Seoul.

Aku membimbing Yeon Hyo untuk kembali duduk. Tapi kali ini kami duduk berdampingan dihadapan sebuah grand piano dengan Jas dan gaun yang penuh bercak darah. Benar-benar miris.

 

Piano ini sangat besar dan berwarna putih. Aku mulai menekan tuts piano dan memainkan sebuah lagu. Lagu kenanganku dulu bersama cinta pertamaku, Yoon Rin Rin.

 

 

Na oerowododoe neol saenggakhalddaen
misoga naui eolgule beonjyeo
na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
sarangi nae mam gadeukhi chaewo

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
joyonghi neoneun naegero waseo
na apahaneunji maeil oerounji
geuriumeuro neoneun naege danyeoga

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana
hangsang niga naui gyeote isseunigga
meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga
geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

sueobsi neomeojyeo biteuldaedo
naneun ireohgeseo itjana
nae mam hanabbuninde
himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae
neoreul hyanghae yeongwonhi

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae
miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge
ijeneun apeuji ana

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango
galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge
nae maeum dahae saranghaneun neoreul

 

Aku melihat Yeon Hyo meneteskan air matanya berulang kali saat aku bernyanyi. Dia tampak menikmati permainan piano ku barusan. Dan kini ia memperlihatkan senyumannya yang selalu membuatku merasa ragu akan Rin Rin. Senyuman ini seperti yang terakhir ku lihat saat meninggalkan Paris.

 

Evil smile.

 

Ya, ini evil smile yang sangat mirip denganku.

 

Hanya dia… Hanya cinta pertamaku yang memiliki senyuman seperti ini. Benarkah ? Aahh~ apakah aku terlalu berharap kalau Yeon Hyo itu cinta pertamaku ? Tapi cinta pertamaku dulu tidak mempunyai penyakit jantung seperti Yeon Hyo. Dan Rin Rin bilang kalau Yeon Hyo menderita penyakit kelainan jantung sejak masih kecil.

 

Dan kalung itu… Jika memang Yeon Hyo itu cinta pertamaku, tapi kenapa Rin Rin yang memiliki kalung itu ? Bukan Yeon Hyo ?

 

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Lagu ini… Cho Kyuhyun yang menciptakannya hanya untuk ku. Lagu perpisahan kami… Aku mengingat jelas saat itu. Saat-saat yang paling membuatku merasa kehilangan. Saat Cho Kyuhyun pindah ke Seoul enam belas tahun yang lalu. Saat bermain kejar-kejaran dengannya. Saat dia mengukir nama kami di pohon. Bahkan saat ia memberikan kalung itu padaku. Aku berjanji untuk selalu menyimpannya.

 

Tapi belakangan ini, aku selalu melihat Rin Rin memakainya. Dia terlihat cantik dengan kalung itu di lehernya. Sepertinya dongsaeng kesayanganku itu sangat menyukai kalung bintang dengan mutiara yang ku akui benar-benar indah.

 

Aahh~ lebih baik kalung itu Rin Rin saja yang memakainya.  Jika aku sudah tak berada lagi di dunia ini. Rin Rin bisa menggantikan posisi ku disamping Cho Kyuhyun. Ya, menggantikan posisiku di hati Cho Kyuhyun. Hanya dia yang pantas untuk mendapatkannya.

 

Tanpa sadar air mataku semakin mengalir deras saat Cho Kyuhyun mengakhiri lagu itu. Namja itu menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku membalas senyumannya. Hanya saja kali ini senyuman bahagia. Rasanya benar-benar bahagia. Seperti diberi kesempatan untuk hidup kembali.

 

“Oppa, wae ? Kenapa menatapku terus ?” tanya ku yang seperti menghentikan lamunannya.

 

“Aniya… ada kejutan kecil untukmu, Yeon Hyo-ya..” sahut Kyuhyun yang membuatku semakin penasaran.

 

“Kejutan ?”

 

Namja tampan dihadapanku ini mengangguk dan menjentikkan jarinya sekali lagi. Persis  saat memberi kejutan dengan kedatangan Henry Super Junior tadi.

 

Beberapa detik kemudian, sepuluh orang namja masuk ke ruangan kami dengan seratus bunga mawar putih didalam keranjang kayu mereka masing-masing. Biar ku tebak ! Sepertinya ada seribu mawar putih yang sangat cantik yang disusun sedemikian rupa dan diletakkan disekelilingku. Aku berada tepat ditengah-tengah seribu mawar putih tersebut.

 

Cho Kyuhyun tersenyum sekilas dan mulai berlutut dihadapanku dan memberikanku setangkai mawar merah yang kontras dengan mawar putih yang dibawa oleh namja-namja barusan.

 

“Yoon Yeon Hyo… Maukah kau menjadi yeoja chingu-ku ?” tanya Kyuhyun yang membuatku tersentak.

 

Tunggu dulu ! Sepertinya aku pernah mengalami kejadian seperti ini. Tapi dimana ? Kepala ku terasa berat dan sekelebat bayangan mulai muncul didepan mataku.

 

“Yoon Yeon Hyo… Maukah kau menjadi yeoja chingu-ku ?” tanya namja yang tengah berlutut di hadapanku. Disekeliling kami terdapat seribu bunga mawar pink kesukaan ku. Dan tangannya mengulurkan setangkai mawar merah cantik. Namja itu mengangkat wajahnya dan ternyata dia Sungmin oppa !

 

Ya, aku mengingatnya dengan jelas. Di ruangan ini, seribu bunga mawar dan pernyataan cinta. Ini pernah terjadi sebelumnya dengan namja yang berbeda, Lee Sungmin.

 

“Sungmin oppa ?” desisku tak sadar. Cho Kyuhyun mengangkat wajahnya dan tersenyum.

 

“Oppa, apa kejadian persis seperti ini pernah terjadi ?” tanya ku terbata-bata. Kepala ku terasa sangat berat, darah segar mulai menetes dari hidungku.

 

“Yeon Hyo-ya.. saranghae~” ucap Kyuhyun oppa sambil menarik ku kedalam pelukannya.

 

Aku tak mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja pandangan mataku berubah menjadi sangat gelap…

 

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

 

“Yoon Yeon Hyo… Maukah kau menjadi yeoja chingu-ku ?” tanya ku tiba-tiba. Aku menirukan ucapan Sungmin hyung. Yeon Hyo tampak terkejut dan memegangi kepalanya.

 

“Sungmin oppa ?” tanya nya yang membuatku senang. Aku mengangkat wajahku dan tersenyum. Sepertinya Yeon Hyo mulai bisa mengingat Sungmin hyung.

 

“Oppa, apa kejadian persis seperti ini pernah terjadi ?” tanya nya terbata-bata. Tak lama kemudian tampak darah segar mulai menetes dari hidungnya. Membuatku begitu tertekan dan segera memeluknya.

 

“Yeon Hyo-ya.. saranghae~” ucapku sambil tersenyum miris.

 

Aku tak ingin yeoja ini menderita, itu saja. Perlahan aku merasakan pelukannya melonggar. Kenapa dia ?

 

Aku melepaskan pelukanku dan melihat Yeon Hyo tampak lemas dan mulai tak sadarkan diri. Eottohke ?

 

Aku merogoh saku jas-ku dengan cepat. Berusaha mencari ponsel untuk menghubungi Sungmin hyung.

 

“Hyung !! Sungmin hyung !! Yeon Hyo pingsan !” jerit ku kacau. Sungmin hyung tak bicara sedikitpun dan tampaknya langsung memutuskan sambungan teleponku.

 

“Kyu !!” teriak seorang namja yang buru-buru menyeruak masuk kedalam ruangan dan berusaha menghampiriku. Aku menoleh ke arah Sungmin hyung sambil memeluk Yeon Hyo yang terkulai lemas di atas lantai marmer putih. Ruangan ini beraroma mawar.

 

Sungmin hyung terjatuh dan menimpa bunga-bunga mawar tepat di hadapanku. Bunga-bunga itu tampak rusak dan Sungmin hyung sepertinya tak sanggup lagi untuk berdiri tegak. Ia merangkak dan menggapai tangan kiri Yeon Hyo dengan susah payah.

 

“Yeon Hyo-ya….” desis Sungmin hyung parau. Aku menjerit. Seperti tak ada tanda-tanda kehidupan di tubuh yeoja ini. Tak ada tarikan nafas lagi.

 

“Tolong !! Siapapun tolong aku !!” pekik ku histeris. Aku menggoncang-goncangkan tubuh Yeon Hyo dan meraba nadinya. Nadi jantungnya lemah sekali, hampir hilang. Beberapa petugas keamanan restoran mewah ini tampak datang dengan tergesa-gesa dan membantuku mengangkat tubuh Yeon Hyo.

 

Kaki ku seakan kaku dan lemas melihat keadaannya yang terlihat semakin buruk.

 

“Hyung…” aku berusaha membantu Sungmin hyung untuk berdiri tegak. Air mata berlinangan di wajahnya. Petugas keamanan itu telah memanggil ambulance untuk Yeon Hyo. Dan kami berdua hanya bisa menunggu ambulance datang.

 

“Kyuhyun-ah… cepat beri nafas buatan…” desis Sungmin hyung hampir tak terdengar. Aku menoleh ke arahnya yang kini berada tepat di samping kananku. Aku membaringkan kepala dan badan Yeon Hyo di atas pangkuanku. Dan Sungmin mendapatkan bagian kakinya.

 

“Tapi hyung….” bantah ku lemah. Aku tak sanggup kalau memberi nafas buatan didepan Sungmin hyung. Itu sama saja mencium Yeon Hyo. Aku tak ingin melukai perasaan Sungmin hyung.

 

“Gwaenchana… Aku tak ingin menyulitkanmu Kyu. Hanya saja…aku pasti akan menangis saat memberikan nafas buatan untuknya…” sahut Sungmin hyung. Aku menghela nafas berat. Dan kemudian mengangguk pelan.

 

“Mianhae hyung…” sahutku sambil membuka mulut Yeon Hyo dan memberikan nafas buatan untuknya. Aku melirik Sungmin hyung sekilas. Tampak matanya yang berkaca-kaca menahan tangis. Beban yang dia rasakan mungkin sangat berat. Yeoja chingu yang sangat ia cintai, sama sekali tak mengenalinya. Dan harus menelan kenyataan pahit kalau Yeon Hyo hanya ingin bersamaku bukan dengannya.

 

Dan sekarang Sungmin hyung dengan rela menyuruhku melakukan hal ini demi membuat Yeon Hyo bertahan tanpa tabung oksigen. Hyung… apakah aku salah jika aku menyukai yeoja ini ? Bahkan kini mulai mencintainya….

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Lee Sungmin PoV*

 

“Mianhae hyung…” sahut Kyuhyun sambil membuka mulut Yeon Hyo dan memberikan nafas buatan untuknya. Aku tak dapat melukiskan perasaanku saat ini. Aku berusaha menahan tangisanku yang hampir pecah. Tapi ternyata tidak bisa. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang kurasakan selama ini.

 

Aku sangat mencintai yeoja ini, tapi kenapa Tuhan bermaksud hendak mengambilnya dariku ?

 

Aku bisa melihat tatapan Kyuhyun pada Yeon Hyo tadi. Aku tahu kalau Kyuhyun sepertinya mencintai Yeon Hyo. Tapi aku masih saja berharap kalau suatu saat Yeon Hyo akan mengingat semuanya dan menoleh ke arahku lagi.

 

Tapi jika seandainya Yeon Hyo mencintai Kyuhyun dan begitu juga sebaliknya, aku akan merelakan Yeon Hyo. Asal dia bahagia.

 

Ya, benar… Jika Yoon Yeon Hyo bahagia, Lee Sungmin pasti juga akan bahagia…

 

 

*Lee Sungmin PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Rin Rin PoV*

 

“Yeoboseyo ? Wae ? Eonni masuk rumah sakit ?!! Ne, oppa. Rin Rin kesana sekarang !” Aku segera memutuskan sambungan teleponku dengan Sungmin oppa.

 

Ada apa dengan eonni ? Seharian ini aku tak bertemu dengannya. Dan sekarang eonni masuk rumah sakit ? Wae ? Terjadi sesuatu padanya ? Perasaanku benar-benar tidak enak.

 

Dengan cepat aku menyambar tas blue shappire ku yang tergeletak di atas meja belajar dan mengganti piyama-ku dengan kaos lengan pendek berwarna shappire blue dan celana biru tua.

 

“Rin-ah, wae ? Mau kemana ?” tanya Yuan eonni yang baru saja masuk ke kamarku. Di tangannya sudah ada semangkuk bubur hangat.

 

“Yeon Hyo eonni masuk rumah sakit lagi. Sudah ada Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa disana..” jawabku terburu-buru.

 

“Mwo ? Benarkah ?” tanya Yuan eonni seakan tak percaya ucapanku.

 

“Ne eonni… eonni mau ikut ?” Yuan eonni menggeleng.

 

“Aniya.. sebentar lagi Siwon akan menjemputku, nanti kami akan kerumah sakit bersama-sama. Lalu siapa yang akan mengantarmu, Rin-ah ? Bukankah Kibum sedang membelikanmu novel di toko buku ?” tanya Yuan eonni yang membuatku semakin bingung saja. Aku tidak di izinkan Yuan eonni membawa mobil sendiri karena kondisiku sekarang.

 

“Denganku saja.. Rin-ah, kita pergi sekarang.. Kajja !!” tiba-tiba Na Na eonni muncul di pintu kamarku. Aku mengangguk cepat dan berpamitan pada Yuan eonni. Kami menuruni tangga dengan cepat dan segera masuk ke dalam mobil hijau kura-kura kebanggaan Na Na eonni setelah kami sampai di garasi mobil.

 

Sepintas terlihat olehku motor balap Yeon Hyo eonni terparkir persis di samping mobilnya yang serba pink itu. Tampak bekas tabrakan yang keras di bagian depan motor, dan kini motor itu telah rusak karena kecelakaan itu. Aku tak berniat membawanya ke bengkel karena trauma dengan kecelakaan eonni yang tampak jelas didepan mataku.

 

“Rin-ah, wae ? Kenapa melamun ?” tanya Na Na eonni yang melirik ku dengan menggunakan kaca spion yang tertempel foto kura-kura Jong Woon oppa yang bernama Ddangkoma itu. Sangat terlihat jelas kalau ini mobil aneh. Begitu banyak pernak-pernik kura-kura bertebaran disana sini.

 

Dan apa ini ? Aaiish ! Boneka kura-kura ini menghalangi pandangan mataku ke arah jalanan kota Seoul. Bahkan saat aku mengambil tissue, tissue yang ada di mobil ini semuanya bermotif kura-kura. Sepertinya tissue ini di pesan secara khusus. Dan lebih anehnya lagi, ada bingkai foto yang semakin menghalangi pandanganku saja.

 

Bingkai foto bermotif kura-kura ini membingkai foto seukuran telapak tangan dan tampak Jong Woon oppa tersenyum bersama Shim Na Na eonni dan tentu saja ada anak mereka di foto itu. Anak mereka yang bernama ddangkoma itu.

 

“Rin-ah, waeyo ?” tanya Na Na eonni yang memergoki ku tengah asik memperhatikan bingkai foto itu dihadapanku.

 

“Aniya…gwaenchanayo..” sahutku sambil tersenyum hambar.

 

“Kita sampai.. Kajja !!” Na Na eonni segera keluar dari mobil dan aku mengikutinya.

Tapi tak lama kemudian, sepertinya Na Na eonni menerima telepon penting. Sampai-sampai yeoja itu menghentikan langkahnya dan menerima telepon itu dengan buru-buru.

 

“Yeoboseyo ? Wae ? Masalah gaun pernikahan itu belum selesai juga ? Aigo !! Besok lusa kan pernikahannya.. Ne, tunggu saja.. Sebentar lagi sampai !” Na Na eonni memutuskan sambungan teleponnya dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

 

“Eonni, waeyo ?” tanya ku penasaran.

 

“Aniya…hanya saja.. eonni harus pergi ke butik sekarang, Gaun pengantinku sedikit bermasalah. Nanti eonni akan kembali kesini bersama Jong Woon oppa untuk melihat keadaan Yeon Hyo…” Aku mengangguk pelan.

 

“Ne eonni… gomawo sudah mengantarkanku..” sahutku sambil melambaikan tangan ke arahnya.

 

“Ne, cheonmaneyo !!” teriaknya sambil menjalankan mobil hijau kura-kuranya dengan cepat.

 

Aku berlari menuju ruang UGD, sepertinya eonni berada di sana. Dan ternyata tebakan ku benar. Dari kejauhan aku melihat kedua namja tampan itu sedang menatap cemas ke arah ruang UGD, jantung-ku kembali bereaksi saat melihat tatapan sedih dari namja yang aku cintai, Cho Kyuhyun.

 

“Oppa, wae ? Apa yang terjadi ?” tanya ku dengan nafas tersengal sehabis berlari di sepanjang koridor rumah sakit.

 

“Yeon Hyo…..” Sungmin oppa terdiam dan hanya bisa menunduk menatap lantai.

 

“Kyuhyun oppa, apa yang terjadi ?” Tanya ku pada Kyuhyun oppa yang sedari tadi berjalan kesana kemari tanpa arah yang jelas.

 

“Penyakit jantung Yeon Hyo kambuh lagi… Bahkan saat dia mulai mengingat kenangan tentang Sungmin hyung…” jawab Kyuhyun oppa tersendat.

 

Aku terpaku menatap ruangan yang tertutup rapat di hadapanku. Berharap tak terjadi apapun pada Yeon Hyo eonni.

 

“Uisa !! Bagaimana keadaan Yeon Hyo ?” tanya Kyuhyun oppa begitu ekor matanya menangkap sosok Uisa yang berjalan ke arah kami.

 

“Semakin buruk. Dia benar-benar membutuhkan transplantasi jantung dalam jangka waktu seminggu ini..” jawab Uisa yang membuat mataku melotot.

 

“Seminggu ? Bukankah kemarin Uisa bilang kalau eonni bisa bertahan dalam waktu 2 minggu ?” tanya ku tak sabar.

 

“Ne, tapi sekarang kondisinya semakin memburuk. Jantung nona Yeon Hyo tadi hampir tak dapat berfungsi lagi, tapi Tuhan masih memberikannya waktu untuk hidup sampai sekarang. Hanya saja, menurut perkiraanku. Dia hanya bisa bertahan sampai seminggu. Setelah itu, semuanya tergantung pada keajaiban dari Tuhan…” jawab Uisa barusan membuatku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya.

 

Aku menatap wajah Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa yang tampak frustasi. Mereka pasti sangat menyayangi eonni-ku. Yeon Hyo eonni sudah cukup lama menderita. Dan aku harus menebus segala keegoisan ku selama ini terhadap eonni.

 

“Uisa… Apakah aku boleh mendonorkan jantungku untuk eonni ? Aku dongsaeng kandungnya. Mungkin saja cocok…” ujarku mantap.

 

Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa sontak menoleh ke arahku.

 

“Ne, tapi kau harus menjalani serangkaian test kecocokan organ dengan eonni-mu. Besok datanglah kesini dan aku akan memproses hasil testnya secepat mungkin…” aku tersenyum lebar dan kemudian mengangguk.

 

“Ya !! Kau tak boleh begitu Rin-ah !! Tidak boleh !!” pekik Kyuhyun oppa histeris. Aku hanya bisa terpaku menatap Kyuhyun oppa saat Sungmin oppa mencoba menenangkannya.

 

“Jangan lakukan hal itu Rin-ah !! Kau bisa mati !! Jangan lakukan !!” teriaknya lebih kencang. Aku menutup kedua telingaku dan mulai menangis. Tapi kemudian aku menyeka air mata ku dan tersenyum. Ini demi eonni… Eonni harus sembuh bagaimanapun caranya…

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

 

 

 

Apakah Rin Rin bisa mendonorkan jantungnya untuk Yeon Hyo ?

Dan bagaimana cara Yeon Hyo untuk bertahan hidup seminggu kedepan ?

 

Yang baca WAJIB komment !! *maksa*

 

wkwkwkwkw

 

Happy reading😄

 

43 thoughts on “FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 11)

  1. “FIRST COMENT” …
    hhehehhe ….
    yaa .. salah dehh ..
    kirain yg bka pintu umin ..
    trnyata pelayan rstorann ..
    ayoolah kyu ..
    sadaarr .. yeon-hyo itu cnta prtama muu ..
    aduuh .. knp kyu jdii pabbo bnget siih dii FF inii eon .. ??!!
    lnjut.nyh jgn lama2 ya eonn .. !!
    akuu akan stia menunggu …
    hhehehe …

  2. mati aku ?!!!
    tau gak , FF ini bikin sesak nafas ?
    kenapa juga si kyuhyun jadi gak punya pendirian gitu …
    tpi untuk semua , saya sangat menyukai FF ini ..
    LANJUTKAN SEGERA !!!!!!

  3. annyeong,, aku readers baru disini,, sumpah haru bgt baca ff nya:( sampe nangis nangisT_T,, hyo nya mulia banget hatinya kaya malaikatt ,, pengen dehh punya eon kaya hyo^^
    trus juga itu sii evil knpa gasadar sadar,,-_-dasar namja pabo*dijewer sparkyu*

  4. astagaaa.. T.T..kapan pangeranku sadar ? katanya IQnya tinggi..tapi masa nggak sadar-sadar juga si ? Cinta memang mampu mengalahkan logika😀

  5. aahhh Kyuhyun belum sadar kalau Yeon Hyo itu cinta pertamnyaa..
    kemudian di tmbah lgi Rin Rin yg mau mndonorkan jantungnya untk Yeon Hyo..
    ckckck -,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s