FF “Complicated” (PART 2) / Plan

 

Tittle                                     : Complicated Part 2 – Plan

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 :  @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com

 

Genre                                   : AU! , Action, Brothership, Familyship

 

Rating                                   : T-17

 

Lenght                                  : Multi-chaptered

 

Cast                                       : Yoon Yeon Hyo, Cho Kyu Hyun, Choi Rae Hee, Kim Hee Chul, Lee Dong Hae, Lee Si Won

 

Support Cast                      : Lee Nam Gil, Leeteuk, Hangeng, Yunho, Jungmo, Zhou Mi, Kang In, Ryeowook

 

Disclaimer                          : FF ke-19 ini punya saya. Raehee milik Heechul. Yeonhyo milik Kyuhyun. Other cast ? for you guys ^^

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Note                                      : Sequel of His Twin. Authorfic, Copyright*

 

Warning                              : Characters Death.

 

Dedicated To                     : HyoKyu Shipper dan HEE Shipper

 

Thanks To                            : Iddabbong eonnie with A Short Journey yang memberikan saya inspirasi dan keberanian menulis genre seperti ini, dengan pinjaman satu scene dari FF nya.

 

Summary             :

 

Sontak kedua preman itu tertawa dan mulai menyerang Yeon Hyo. Dengan sigap, gadis itu menghalau segala tinju dan tendangan yang diarahkan kepadanya dengan bertubi-tubi. Donghae melihat Yeon Hyo yang sudah mati-matian melawan, dengan isak tertahan. Disaat seperti ini, ia menyesal karena tidak belajar bela diri dari Kyuhyun.

 

Happy Reading ^^

================================

 

112 Achaseong-gil, Gwangjin-gu, Seoul

 

Ketika Yeon Hyo datang, ia langsung ditarik oleh rekan sekerjanya, seorang pria berumur 27 tahun berbadan gempal, bernama Shindong.

 

“Hya, hya, hya. Shindong-ssi jangan tarik-tarik, aku bisa jalan sendiri tahu!”
“Ssstt.. ini hanya kutunjukkan padamu.” Shindong berbisik pada Yeon Hyo.

 

Yeon Hyo yang penasaran, akhirnya menurut untuk ‘ditarik’ Shindong.

 

“Ada yang aneh dengan pembunuhan ini,”
Molla, aku baru datang dan belum sempat memeriksa,”

 

Shindong memutar bola matanya, lantas mengeluarkan sesuatu dari balik jaket yang ia kenakan.

 

“Aku yang pertama datang dan menggeledah mayat. Ada foto ini,”

 

Yeon Hyo menerima foto yang diberikan Shindong, rautnya berubah menjadi waspada.

 

“Lee Donghae, putra kedua dari pengusaha besar, Lee Nam Gil. Masih belum jelas identitas mayat, yang jelas aku merasakan keanehan disini,”

 

“Aneh?”

 

Ne, seperti pembunuhan ini memang direncanakan,”

Babo! Seharusnya kau langsung lapor pada kwanjangnim, bukannya padaku.”

 

“Kau kan tahu kalau aku selalu memberikan apa yang kudapat, kepadamu dulu,”

 

Ne, dan kau akan terancam di pecat. Bisa tidak sih kalau percaya diri saja dengan pekerjaanmu? Ini sesuatu yang penting tahu,”

 

Kini Yeon Hyo yang menggeret Shindong untuk menghadap pemimpin mereka. “Kangin kwanjangnim!” seru Yeon Hyo.

 

“Bagaimana?” tanya Kangin.

 

“Ini.” Yeon Hyo memeberikan foto Lee Donghae pada Kangin, “Shindong-ssi menemukannya di tubuh mayat. Bagaimana identitasnya?”

 

“Identitasnya diketahui. Namanya Choi Min Ho, merupakan salah seorang  dari pengawal pribadi Lee Donghae,”

 

Yeon Hyo dan Shindong terkejut, dugaan mereka ternyata salah.

 

“Aku harus mengirim berita ke kediaman Tuan Lee. Nona Yoon, ikut bersamaku,”

“Baik.”

 

“Shindong-ssi, gomawo,” ucap Kangin seraya menunjukan foto yang diberikan Shindong, sementara polisi gemuk itu tersipu.

 

Di perjalanan Yeon Hyo bertanya pada Kangin tentang pembunuhan itu. “Sama sekali tidak ada saksi mata? Bahkan pegawai resto?”
“Metode yang digunakan adalah dengan menaruh bubuk racun Kalium Sianida yang langsung membakar kerongkongan. Pegawai restauran juga tidak bisa mengingat siapa saja pelanggan yang datang karena bertepatan dengan jam makan siang dimana seluruh resto dalam keadaan ramai,”

 

Keundae.. apa yang dilakukan seorang pengawal pribadi di restauran, saat jam makan siang dan sendirian? Apa itu tidak aneh? Apalagi dengan membawa foto Tuan Muda mereka?”

 

Kangin tersentak, ia melupakan keanehan itu.

 

“Kau benar. Kronologisnya mungkin seperti ini : Minho-ssi pergi diam-diam atau dengan izin ke restauran saat itu untuk bertemu dengan seseorang sambil membawa foto Lee Donghae. Sebelum Minho bertemu dengan orang yang akan ditemuinya, ‘seseorang’ meracuninya dan membiarkan dia tewas. Seolah.. tidak ingin membiarkan Minho-ssi berbagi informasi kepada orang yang akan ia temui,”

 

“Lalu.. kita harus bagaimana?”

 

“Belum ada bukti yang kuat untuk meng-konkret-kan pemikiran kita. Jangan gegabah dan tetap selidiki saja. Di sana belok kanan,” tunjuk Kangin pada Yeon Hyo yang menyetir.

 

****

Kediaman Keluarga Lee. Gwangjin.

 

Siwon menatap lurus dua orang polisi dihadapannya. Wajahnya datar. Ia saling menautkan kedua tangannya, menggenggam erat.

 

Sementara Donghae sudah menangis  karena shock dengan apa yang baru saja ia dengar. Kyuhyun yang tidak bisa berbuat banyak, hanya terus memberikan tissue untuk Tuan Muda-nya.

 

“Hangeng,” panggil Siwon ke Pengawal Pribadi-nya.
Ye, Tuan,”

 

“Hubungi Abbeoji, katakan apa yang terjadi pada Minho-ssi,”
Arraseo,”

 

Hangeng membungkuk dan berlalu keluar ruang tamu yang bernuansa tegang itu. Yeon Hyo menatap aneh pada Donghae yang ‘terlalu’ cengeng untuk kategori ‘pria’, dan Kangin yang menyadari itu, menyenggol kaki Yeon Hyo, membuat gadis itu tersadar.

 

Siwon mengisyaratkan dengan matanya, menyuruh Kyuhyun membawa Donghae ke kamar. Kyuhyun mengangguk dan segera menuntun Tuan Muda-nya itu kelantai dua.

 

“Jadi maksud Anda, kalau adik saya diincar?”

 

“Masih kesimpulan sementara yang belum didasari bukti, Tuan Lee. Mengingat pengawal pribadi adik Anda membawa fotonya dan ‘memisahkan’ diri dari pengawal lain,”

 

“Anda bisa memanggil saya Siwon. Sebenarnya dia bukanlah pengawalnya Donghae. Minho adalah mantan pengawal saya. Dia saya pecat hari ini. Dan, jika dugaan Anda itu terbukti, saya mungkin akan menambah pengawal untuk menjaga adik saya,”

 

Kangin mengangguk, “Apa Anda mempunyai data tentang Minho-ssi, Siwon-ssi,”

 

“Setiap pelayan dan pengawal yang sudah dipecat, data tentang mereka sudah ‘bersih’, tidak ada catatan apapun,”

 

Siwon yang melihat ekspresi kecewa Kangin mengucapkan, “Mianhamnida,”

 

Gwaenchanikka, Siwon-ssi. Kalau begitu kami permisi. Kami akan berusaha untuk mencari kejelasan tentang foto Lee Donghae-ssi yang ia bawa,”

 

Gamsahamnida atas informasinya, Inspektur”,

 

Kangin dan Yeon Hyo membungkuk lantas berjalan keluar dari rumah mewah itu. Siwon langsung bergegas menuju kamar Donghae, mengecek keadaan adiknya.

 

Sebelum Yeon Hyo masuk ke mobil, tatapannya bertemu dengan Kyuhyun yang berdiri di balkon kamar Donghae. Keduanya merasa ‘terikat’ oleh sesuatu yang magis, yang tidak pernah bisa dijelaskan. Yang pasti, mereka ‘merasakan’ bahwa mereka saling mengenal..

 

========================================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan.

 

“Choi Minho tewas,” lapor Heechul pada BOS-nya.
“Siapa yang melakukannya?”

 

“Hangeng,” jawab Heechul datar

 

Sang BOS diam, menatap Heechul dengan pandangan kosong, lalu menghela napas.

 

“Jadi, kita ketahuan?” tanya Sang BOS kemudian.

 

Anniya. Siwon  hanya tahu kalau Minho adalah mata-mata, tapi ia tidak tahu ‘siapa’ yang mengirim Minho. Maka dari itu Siwon ‘membungkam’ Minho ketika ia ingin memberikan informasi pada kita,”

 

“Hangeng…” gumam Sang Bos, “bagaimana dengan dia?”
“Masih setia pada Siwon,”

 

“Lalu, Lee Nam Gil?”

 

“Akan mengunjungi pembangunan perusahaannya yang baru, bersama Lee Siwon,”

 

“Kapan tepatnya?”
“Dua hari lagi”

 

“Lakukan hari itu. Buat seperti kecelakaan,”
“Dimengerti.”

 

“Lalu, bagaimana dengan Siwon?”

 

“Diketahui bahwa sebagian besar harta Lee Nam Gil jatuh pada Lee Dong Hae. Mungkin Lee Si Won tetap mendapat bagian,”

 

“Kenapa bisa begitu?”
“Informasi dalam pencarian, Bos.”

 

“Baiklah. Kau boleh pergi,”

 

Heechul permisi kepada Bos-nya. Sang Bos langsung men-dial nomor seseorang yang sudah ia hapal.

 

“Ketua…”
“……….”

 

Ye, akan dilakukan dua hari lagi,”
“……….”

 

“Hanya Lee Siwon yang akan bersamanya,”
“……….”

 

“Dimengerti,”

 

Sang Bos menutup teleponnya. Memandang pigura yang terpajang manis di atas meja kerjanya

“Reika-ya, jeongmal mianhae…” gumamnya lirih.

 

=============================

 

Perusahaan Keluarga Lee, Seoul.

 

“Leeteuk-ssi.”
“Ye, Tuan.”

 

“Duduklah.”

 

Lee Nam Gil menyuruh asisten pribadi sekaligus pengacaranya untuk duduk di depannya.

 

“Bacalah.”

 

Nam Gil menyodorkan sebuah map merah untuk Leeteuk baca. Pria itu membolak-balikan halaman demi halaman, membaca lembaran demi lembaran dan menatap tanya kepada Nam Gil.

 

“Tuan..”
“Surat Wasiat, kuberikan padamu untuk dijaga dan ditunjukan jika waktunya tiba,”
“Untuk Tuan Muda Donghae? Semua? Bagaimana dengan Tuan Muda Siwon?”
“Siwon akan mendapatkan khusus dariku. Tidak akan kutunjukan sekarang. Semuanya ada di dalam brankas rahasia di belakang foto Tae Hee di ruang kerjaku. Jangan dibuka jika hubungan antara Siwon-Donghae dalam keadaan baik-baik saja. Dan ingat, hanya sidik jari Siwon yang bisa membukanya,”
“Ada sesuatu yang Anda rahasiakan dari saya, Tuan?”
“Aku selalu mempercayaimu, Leeteuk-ssi. Namun kali ini, aku tidak ingin membuat  hubungan antara kakak-beradik itu memburuk. Jika suatu saat memang benar demikian, kau bisa mengatakan pada Siwon untuk membuka brankas tersebut,”

 

“Tuan, nada bicara Anda seperti orang yang akan ‘pergi’“

 

“Apakah seperti itu? Ahh.. mungkin waktuku untuk menyusul Tae Hee dan Reika semakin dekat. Aku merasakan kehadiran mereka disini. Hahahha.” Nam Gil tertawa.

 

“Tuan, jangan berbicara yang tidak-tidak,”

 

“Leeteuk-ssi. Rileks-lah sedikit. Aku tidak akan kemana-mana. Dan bagaimana dengan lusa?”

 

“Jam 10, Tuan. Bersama Tuan Muda Siwon,”

 

Ye. Kau boleh pergi,”
“Permisi, Tuan.”

 

============================================

 

2 Hari Kemudian

 

Yeon Hyo berlari di sepanjang trotoir wilayah Gwangjin, dengan earphone yang terpasang manis di di telinganya. Gadis itu mengelap keringat dengan handuk kecil yang ia kalungkan di leher. Saat memasuki gang kecil untuk memotong rute-nya, tiba-tiba..

 

~BRUKK!!

 

“Aduuuuhh…” Yeon Hyo merintih sambil mengusap-usap pantatnya yang langsung mencium trotoir dengan keras, sementara sang penabrak juga melakukan hal yang sama.

 

“Hya!! Punya mata tidak ka-” Yeon Hyo menutup mulutnya ketika melihat siapa yang menabraknya.

 

“Ah… mianhamnida, aggashi. Aku tidak melihat.” Donghae meringis dan Yeon Hyo refleks berdiri dan membantu Donghae untuk berdiri.

 

Neo, gwaenchanikka?” tanya Yeon Hyo sambil meneliti seluruh tubuh Donghae
nan gwaenchanikka, aggashi,”

 

“Yeon Hyo Yoon.” Yeon Hyo mengulurkan tangannya dan disambut oleh Donghae dengan ekspresi bingung, “aku polisi yang tempo lalu datang kerumahmu,” jelas gadis itu.

 

“Ahh… ne, aku ingat. Dan Yeon Hyo-ssi, maafkan aku karena menabrakmu,”

 

Gwaenchana, Donghae-ssi.” Yeon Hyo merubah bahasanya ketika menengar bahwa ‘Tuan Muda’ dihadapannya ini berbicara semi-formal padanya

 

“Dimana pengawalmu? Harusnya kau kan bersama mereka. Tidak baik sendiri seperti ini,” tanya Yeon Hyo

 

“……….”

 

“Donghae-ssi?” Yeon Hyo menjentikkan jarinya di depan Donghae yang diam. Saat menyadari apa yang Donghae lihat, gadis itu langsung berbalik.

 

“Beri kami uang. Kami tahu kau orang kaya anak muda,, ucap salah seorang ‘preman’ berbadan besar.

 

“Aku tidak punya uang,” jawab Donghae lantang, meski Yeon Hyo tahu kalau anak itu sedikit bergetar.

 

“Ah, nona.. bujuk pacarmu untuk memberikan kami uang,” pinta salah seorang lagi yang bertubuh kurus, namun penampilannya tak kalah seram.

 

Yeon Hyo merogoh celana trainning-nya dan menyesal ketika ia tidak membawa ID CARD. Ia bersumpah, kalau lain kali ia hendak jogging lagi, ia akan tetap membawa ID card nya.

 

Baik Donghae maupun Yeon Hyo tidak ada yang menuruti permintaan dua preman dihadapan mereka sehingga  memicu amarah keduanya.

 

“Donghae-ssi. Kau bisa bela diri kan?” bisik Yeon Hyo saat para pria itu mencoba menekat
anni. aku tidak bisa,” jawab Donghae polos.

 

Mwo? Jadi aku harus melawan mereka sendiri?” Yeon Hyo frustasi
noona~~ aku takut.” Donghae menelan ludah, air matanya sudah hampir tumpah.

 

“Jangan menangis sekarang. Baiklah, tak ada pilihan lain,”

 

Yeon Hyo langsung memposisikan dirinya di depan Donghae, berusaha melindungi anak itu.

 

“Jangan mencoba maju, tuan-tuan. Atau kalian akan berakhir,” ancam Yeon Hyo

 

Sontak kedua preman itu tertawa dan mulai menyerang Yeon Hyo. Dengan sigap, gadis itu menghalau segala tinju dan tendangan yang diarahkan kepadanya dengan bertubi-tubi. Donghae melihat Yeon Hyo yang sudah mati-matian melawan dengan isak tertahan. Disaat seperti ini, ia menyesal karena tidak belajar bela diri dari Kyuhyun.

 

Yeon Hyo berhasil menumbangkan yang ‘kecil’, sedangkan yang ‘gemuk’ berhasil membuat gadis itu tersungkur. Yeon Hyo berdiri dan mengelap darah yang tercipta di bibirnya, bersiap melakukan penyerangan lagi, atau minimal.. pertahanan diri.

 

Si kurus mengambil balok kayu dan mengarahkan ke Yeon Hyo ketika gadis itu sedang bertarung melawan si gemuk. Melihat hal itu, Donghae berteriak.

 

Noona ! Awas!!!”

 

~BRUUK

 

Si kurus tersungkur dan tak sadarkan diri karena seseorang telah memukulnya dari belakang. Orang itu langsung berlari ke arah Donghae, sementara Yeon Hyo masih melawan si gemuk yang terus menerus mencoba meninju gadis itu.

 

“Tuan Muda, Gwaenchanikka?” tanya Kyuhyun dengan wajah panik
gwaenchana, hyung. Sebaiknya kau tolong Yeon Hyo noona,” tunjuk Donghae.

 

“Baiklah. Anda pegang ini.” Kyuhyun memberikan balok kayu pada Donghae, “jika yang kurus itu bangun dan hendak menghampiri Anda, Anda bisa memukulnya. Anda bisa memukul ‘kan, Tuan Muda?”

 

“Aiiisshhh, kalau memukul aku sih bisa. Sudah sana, bantu dia,”

 

Kyuhyun tersenyum simpul lalu mengangguk sementara Donghae berjongkok dengan balok ditangannya.

 

“Kau polisi yang payah,” ejek Kyuhyun pada Yeon Hyo.

 

Tak terima, gadis itu melotot, “Bodoh. Badannya saja sudah tak sebanding denganku, apalagi tenagaku sudah terkuras melawan dua orang tadi,”

 

“Gunakan ID-mu. Itu memudahkan segalanya,”
“Aku lupa membawanya. Aku hanya membawa borgol,”

 

Kyuhyun dan Yeon Hyo melawan si gemuk sambil ‘mengobrol’. Lalu mereka berdua saling melirik dan mengangguk.

 

Kyuhyun melompat dan menyikut tengkuk si gemuk sehingga preman itu jatuh tersungkur. Saat melihat itu, Yeon Hyo langsung memposisikan dirinya dia atas punggung sang preman dan meyatukan kedua tangannya untuk di borgol. Setelah sukses memborgol, Yeon Hyo menghubungi Shindong untuk menjemput kedua ‘preman’ itu di lokasi.

 

~DUG!!!

 

Yeon Hyo dan Kyuhyun menoleh bersamaan ke arah Donghae yang baru saja membuat si kurus pingsan lagi.

 

Dengan polosnya, Donghae mengatakan..”Dia terbangun dan aku tidak suka wajahnya. Wajahnya jelek,”

 

Yeon Hyo dan Kyuhyun hanya tersenyum geli.

 

========================================

 

Kediaman Keluarga Lee, Gwangjin.

 

Siwon mengepalkan tangannya kencang, rahangnya mengeras menahan amarah. Di depannya berdiri Kyuhyun dengan wajah tertunduk. Pipi Kyuhyun masih terasa panas ketika beberapa saat lalu,  tangan Siwon mendarat mulus di pipinya

 

“Kau adalah pengawalnya! Bagaimana bisa kau kehilangan dia!” Siwon murka.
Hyung! Aku-lah yang melarikan diri,”
“Diam kau, Hae!”

 

“Tuan Muda Siwon benar, Tuan Muda.. Ini semua salah saya.” Kyuhyun menatap Donghae sambil mengisyaratkan ‘jangan membelaku’.

 

Donghae diam. Mengamati hyung-nya yang memarahi Kyuhyun karena kecerobohan Donghae melarikan diri dari pengawalnya itu. Donghae hanya ingin merasakan bagaimana jika ia tanpa seorang ‘pengawal’, akankah menjadi bebas?

 

Mianhamnida, Tuan Muda.” Kyuhyun menundukan kepalanya lebih dalam.

 

“Bagaimana jika tadi tidak ada polisi itu? Apa yang akan terjadi pada Donghae?” tanya Siwon dingin.

“Saya sangat menyesal, Tuan Muda,”

 

Siwon menghela napas. Sebenarnya ia enggan untuk mengeluarkan emosi di pagi hari, apalagi setelah ini ia harus pergi dengan Lee Nam Gil untuk mengecek pembangunan perusahaan baru keluarga mereka.

 

“Aku tidak mau menengar kejadian yang sama terulang lagi, mengerti?”
“Dimengerti, Tuan Muda,”

 

Siwon hendak melangkah pergi dari ruang keluarga itu dan berhenti ketika Donghae memanggilnya.

 

“Ada apa?”
“Aku ingin belajar bela diri, hyung,” ucapnya bulat.

 

“Setelah mengalami kejadian yang berbahaya,  baru kau akan belajar? Bukankah seharusnya kau sudah belajar dari dulu?”

 

“Hya! Hyung! Aku serius!”

 

“Belajarlah dengan Kyu-ssi, kenapa harus bilang dulu padaku?”

 

“Karena aku tidak mau dengan Kyuhyun hyung, aku mau dengan polisi itu.” Donghae nyengir nakal.

 

“Hae-ya.. dia itu seorang polisi. Punya pekerjaan, bagaimana bisa dia mengajarimu?”

Hyuuuu~~~ng, pokoknya aku mau sama Yeon Hyo noona!!” Donghae menghentakkan kakinya ke lantai, merengek.

 

“Hae-ya! Kau sudah besar, kenapa harus seperti anak kecil begitu sih?”

 

Ne, hyung? Jebal???” Donghae tidak mempedulikan ejekan hyungnya, ia malah semakin mengeluarkan tampang innocent ditambah dengan puppy eyes-nya.

 

Siwon memutar bola matanya , “Deal! Pergilah dan ajak ‘noona’ itu. Kalau dia mau, ya syukuur dan kalau tidak, kau tidak boleh memaksa.”

 

Gomawo hyung~” Donghae mencium pipi hyung-nya dan langsung menarik Kyuhyun pergi, menuju markas polisi, mencari Yeon Hyo.

 

Lee Nam Gil yang berdiri diam di belakang mereka hanya tersenyum geli melihat tingkah kedua putranya. Sementara Hangeng, sudah di suruh ‘mingkem’ oleh Siwon yang juga ikut tertawa.

 

===============================

 

Markas Rahasia SHADOW, Busan.

 

Kim Heechul meraba-raba meja di samping bed saat menengar dering telepon. Matanya masih terpejam saat mengangkat telepon itu…

 

“Ne?” jawabnya dengan suara serak.
“WOY!!! KALIAN TIDAK SEDANG DALAM BULAN MADU! JADI BANGUNLAH SEKARANG!!!!”

 

 

Heechul langsung menjauhkan ponselnya dan terbelalak kaget ketika Jungmo berteriak dengan kencang.

 

“Hey! Tidak perlu teriak seperti itu! Aku akan siap dalam lima menit! Lihat saja!”

 

Heechul mematikan ponselnya sepihak, kesal karena ‘dibangunkan’ dengan tidak enak oleh rekannya yang menyebalkan.

 

Ia melirik jam di meja samping bed. 6.58 am. Pria berwajah tampan dan cantik sekaligus itu melirik Rae Hee yang masih terpejam dengan selimut yang melingkari tubuhnya. Lalu Heechul melumat cepat dan lembut bibir istrinya, membuat sang istri bangun dengan cara ‘halus’, sangat bertolak belakang dengan apa yang Heechul alami.

 

“Hey..” Rae Hee mendorong tubuh suaminya menjauh.
“Jungmo sudah berteriak padaku, ayo bangun.”

 

“Masih ngantuk dan aku pegal-pegal.” Rae Hee memejamkan matanya lagi.
“Hya!! Baru seperti itu saja sudah lelah. Kemarin kau mengataiku lemah, Nyonya Kim!”

 

“Semalam kau seperti orang kesetanan tau! Sudah sana, siap-siap duluan, aku akan bangun sebentar lagi.” Rae Hee menendang Heechul dari bed membuat pria itu jatuh sambil bersungut-sungut.

 

“Rasakan ini!” Heechul melompat ke atas bed dan mencium bibir istrinya dengan ganas, lalu kabur ke kamar mandi.

 

“HYA!!! KIM HEECHUL!! KAU MENYEBALKAN!”

 

*****

 

Rae Hee menghampiri  Yunho yang sedang memilih-milih senjata. Gadis itu memakai sarung tangan hitam sepanjang siku, lantas menguncir tinggi rambutnya. Memakai heels yang sewarna dengan baju kelompoknya, hitam.

 

SHADOW. Adalah sebuah sebuah kelompok dengan orang-orang pilihan.  Kim Heechul merupakan informan hebat dan seorang pengemudi yang handal. Segala informasi serahasia apapun, akan langsung terkuak olehnya.

 

Choi Rae Hee. Gadis bermarga Choi ini adalah istri dari Kim Heechul. Ahli bela diri dan jago bertarung. Perempuan andalan BOS dan KETUA kelompok. Direkrut oleh KETUA karena gadis ini merupakan sahabat mendiang adiknya.

 

Kim Jungmo dan Zhou Mi. Keduanya adalah snipper handal. Tembakan mereka tidak pernah meleset. Jika peluru sudah keluar dari mulut riffle, itu adalah saat dimana peluru tersebut akan masuk menembus jantung dan membuat punggung bolong.

 

Jung Hyun Jin. Perempuan yang menyamar menjadi sekretaris pribadi Lee Siwon. Karena kepintarannya dalam berbaur, gadis ini terpilih untuk menyamar dan mengawasi gerak-gerik Keluarga Lee.

 

Ryeowook. Koki kelompok yang tanpanya semua anggota akan mati kelaparan. Meski ada dua gadis di markas, keduanya tidak bisa diandalkan. Jung Hyun Jin sangat jarang mengunjungi markas, sedangkan Kim Rae Hee, seorang yeoja dan istri yang tidak bisa memasak, atau lebih tepatnya TIDAK MAU memasak. Selain menjadi koki, Ryeowook bertugas untuk mengurusi persenjataan. Memperbaharui yang lama dan yang sudah rusak.

 

Jung Yunho. Keahliannya dalam mengatur strategi tidak diragukan lagi. Selain itu, ia berdua dengan Ryeowook, bertugas untuk mengupdate persenjataan terbaru.

 

Dan segelintir orang yang belum terungkap semua..

 

“Dimana Heechul?” tanya Jungmo yang baru datang pada Rae Hee.
“Masih siap-siap. Bahkan aku lebih cepat darinya. Ckckckck.” Rae Hee menjawab cuek.

 

“Lagian kalian ngapain sih? Jam segitu belum bangun!” sungut Jungmo.

 

“Urusan suami-istri Jungmo-ssi. Makanya menikah, biar tahu,” jawab Heechul yang tiba-tiba muncul.

 

“Bodoh!” Jungmo menyalakan rokoknya.

 

“Rae Hee-ssi, jangan ambil yang itu. Itu rusak.” Yunho mengambil  senapan jenis Strurmgewehr 44 dari tangan Rae Hee.

 

“Hey! Itu senjata favoritku!” Rae Hee merengut.

 

“Gunakan ini.” Yunho melempar senapan jenis Le-Enfield SMLE kepada Rae Hee yang langsung ditangkapnya, “Lee-Enfield  SMLE, senapan standar infantry Inggris dari mulai Perang Dunia ke-1 hingga krisis Suez. Punya reputasi baik dalam hal akurasi, kehandalan, serta jumlah tembakan per menit yang luar biasa. Magasin Lee-Enfielf SMLE mampu membawa 10 peluru, merupakan jumlah terbanyak dari senapan apapun,” jelas Yunho.

 

“Tetap saja aku lebih menyukai Strurmgewehr 44 itu,”
“Terserah. Dan kalian berdua,” ucap Yunho pada Jungmo dan Zhou Mi yang baru bergabung.

 

“Gunakan ini.” Yunho memberikan dua snipper rifle pada mereka berdua.

 

“Punya Jungmo, Barret 50cal. Buatan Amerika. Berat 11,36 kg. Panjangnya 50,4 inchi. $4.000. punya Zhou Mi, M24. Buatan Amerika juga. Berat 5,49 kg. Panjangnya 43 inchi. Lebih kecil dari punya Jungmo tapi lebih hebat,” ucap Yunho bangga.

 

“Hebatnya?” tanya Heechul.

 

“Terbuat dari komposit Kevlar, grafit dan fiberglass yang diikat dengan resin epoxy dan fitur seperai blok alumunium dan plat butt yang diseusaikan. Serbuk logam yang dilapisi untuk daya tahan ekstrim. Kecepatan peluru nya menempuh 875 yards.”

 

“Lalu, senjataku?” pinta Heechul

“Suamiku sayaaang, tugasmu hanya menyetir, OK?” Rae Hee menepuk pelan pipi suaminya dan berjalan menuju mobil, diikuti Jungmo dan Zhoumi serta Yunho yang tertawa melihat Heechul cemberut.

 

======================================

 

Markas Kepolisian Seoul

 

Yeon Hyo terus memperhatikan targetnya. Mencoba fokus pada satu titik yang sama sekali belum tergores sedikitpun. Biasanya, ia hanya membutuhkan dua-tiga peluru untuk dapat menembak titik merah di seberang sana. Tapi entah kenapa, sudah 15 peluru yang ia tembakan, titik merah pada kayu berbentuk orang itu .. tak juga tersentuh.

 

Ia memikirkan Kyuhyun. Pengawal pribadi Lee Donghae yang menarik ‘sesuatu’ di hatinya. Gadis itu merasa seperti mempunyai ikatan antara dirinya dan Kyuhyun. Seolah mereka pernah bertemu dan saling mengenal, padahal.. kenyataannya adalah, Yeon Hyo sama sekali belum pernah bertemu dengan Kyuhyun. Apa dirinya lupa ingatan? Ah tidak mungkin, benar ‘kan?

 

Yeon Hyo terus menembak tanpa sadar. Pikirannya mengarah pada kejadian tadi pagi, saat dimana dirinya bekerja sama untuk melawan sang preman bertubuh besar. Koordinasi keduanya sangat kompak, seperti koreografi yang sudah diatur sebelumnya. Ketika Yeon Hyo menyerang sisi kanan, Kyuhyun menghindar dan mengambil sisi kiri. Begitu juga sebaliknya, saat Kyuhyun hendak menghajar pria itu, Yeon Hyo yang ‘mengobrol’ berhadapan dengan Kyuhyun, refleks menunduk. Seperti sudah diatur sebelumnya.

 

Peluru ke-50 tepat membolongi titik merah yang berada sejauh 80 meter diseberangnya. Yeon Hyo menoleh ketika Kangin kwanjangnim berdiri disampingnya.

 

Kwanjangnim.” Yeon Hyo membungkuk pada Kangin.

 

“Yeon Hyo-ssi. Aku ingin bertanya padamu,” ucap Kangin serius.

 

Ye?”

 

“Apa kau bersedia menggunakan hari liburmu untuk mengajar privat bela diri?”

“Eh?”

 

“Tugasmu menjawab,”

 

Yeon Hyo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Yang dia tahu, seorang polisi tidak diperbolehkan merangkap dua pekerjaan, lalu.. kenapa atasannya ini menanyakan hal demikian? Dia memang membutuhkan uang untuk biaya hidup, tapi itu semua masih terpenuhi walau dia hanya seorang polisi.

 

“Yeon Hyo-ssi?”
“Apa diperbolehkan?” tanya Yeon Hyo ragu.

 

“Tentu. Karena selain bekerja sebagai guru privat, kau harus menyelidiki sesuatu,”
Yeon Hyo mengernyit, “Sesuatu?”

 

“Kematian Choi Minho tempo lalu. Masih harus diselidiki,”

 

Yeon Hyo menelan ludah, “Itu artinya…”

 

“Ne. Lee Nam Gil memintamu untuk mengajari putranya bela diri. Bahkan Lee Donghae beserta beberapa pengawalnya sudah menunggumu disana,”

 

Kangin membalikan badannya, menunjukkan ke satu titik dimana terdapat 5 orang berbaju hitam, dan seorang anak muda berkaus biru diantara mereka.

 

Mata Yeon Hyo tertuju pada satu titik. Orang yang berdiri di sebelah kanan belakang Donghae. Ekspresinya datar. Gadis itu menghela napas.

 

“Baiklah, kwanjangnim. Aku akan menerima tugas ini,”

“Lakukan dengan baik dan hati-hati. Jika ternyata Minho dibunuh oleh orang ‘dalam’, kau harus cepat memisahkan diri,”

 

“Dimengerti,”

 

Kangin meninggalkan Yeon Hyo, sementara gadis itu berjalan menuju Donghae dan.. Kyuhyun..

 

Noona!!” seru Donghae.
“Hai Tuan Muda, apa kau baik-baik saja?”

 

“Oh Tidak! Jangan ikut-ikutan memanggilku Tuan Muda, Yeon Hyo-ssi. Aku ingin punya ‘teman’. Kyuhyun-ssi sering kupanggil dengan sebutan ‘hyung’ tapi tetap saja ia memanggilku ‘Tuan Muda’.” Donghae menggembungkan pipinya, membuat Yeon Hyo tertawa.

 

“Baiklah Donghae-ssi. Kau serius ingin di ajari olehku? Memangnya ada apa dengan Kyuhyun-ssi?” tanya Yeon Hyo sambil melirik Kyuhyun yang bergeming.

 

“Karena di setiap pelatihan dia selalu memanggilku ‘Tuan Muda’, aku tidak suka. Aku sudah menyuruhnya untuk memanggilku dengan sebutan ‘biasa’ tapi dia tidak mau.” Donghae menganggkat bahu.

 

“Baiklah, tapi aku hanya ada shift  kosong hari Minggu,”

“Tak masalah. Kalau begitu, sampai ketemu tiga hari lagi, noona.” Donghae mengedipkan matanya tepat saat ponsel disaku kemeja Kyuhyun berbunyi.

 

Kyuhyun mengangkat teleponnya. Rautnya berubah. Keningnya mengkerut dan rahangnya mengeras. Kemudian ia memberikan ponsel itu kepada Donghae.

 

Naega,” ucap Donghae

 

Entah apa yang dibicarakan diseberang sana, sedetik kemudian Donghae menjatuhkan ponselnya, dan tubuh anak muda itu juga perlahan tersungkur kebawah, terkulai lemah di tangan Kyuhyun yang sempat menyangganya.

 

Yeon Hyo panik melihat Donghae yang tiba-tiba pingsan. Tiga pengawal lain langsung membawa Donghae kemobil. Kyuhyun memungut ponselnya yang retak di bagian LCD. Membungkuk dan mengucap permisi pada Yeon Hyo yang masih bingung.

 

Yeon Hyo refleks menarik tangan Kyuhyun, dan bertanya “Apa yang terjadi?”

 

Kyuhyun menghela nafas. Entah kenapa ia merasa ‘tidak apa-apa’ jika ia memberitahukan gadis polisi didihadapannya ini. Dengan perlahan, Kyuhyun mengatakan.. “Tuan Lee Nam Gil meninggal dunia, sementara Tuan Muda Lee Siwon dirawat di rumah sakit.”

 

 

TO BE CONTINUED___________________________________

 

 

*) Copyright adalah Hak hukum (dalam hal ini) seorang penulis untuk memperbanyak, menerbitkan, mengedarkan hasil tulisannya. Ia memiliki hak atas tokoh-tokoh ciptaannya, berikut jalinan ceritanya. Penulis FF tidak mempunyai hak hukum atas tokoh-tokoh canon, ia hanya bisa meng-klaim OC-nya dan ide cerita. 

 

 

27 thoughts on “FF “Complicated” (PART 2) / Plan

  1. oke..oke…sedikit2 udh mulai mngerti nie jln ceritany…hehehe
    pasti eonni bca bnyk referensi nie buat bikin nie cerita…kerennn kerenn bgt…
    lanjut eon…

  2. eon… pusing ama jalan ceritanya😀
    aq gk ngerti, apalagi ama yg beladirinya itu tuh… -_-
    tapi tetep keren.. wkwkwkwk😄

  3. haepa manja bgt neomu kyeopta,kshan bgt haepa khlangan appanya tp siapa ya BOS it?makin penasaran,saeng kamu blg ni kan sequel dari his twin tp aq ubek2 d library knp g ada ya?

  4. Onnie hebat dech ttn5senjata,,
    oh ya,,, sekian bnyk ff yang aq baca,,, bru kali ini kyuppa yg menjadi hyun tuk donghae,, lucu sih

  5. Wuih.. makin keren aja ceritanya..
    oia eon, yg His Twinnya aku ga ketemu dimana nyarinya? jadi aku lanjut baca aja.

    M.. sbebernya SHADOW itu jahat g sih? trs jg Siwon itu jahat ya? kok tega gt sih. Minhonya d bunuh. kasian😦

  6. masih blum ngerti ini masalah nya di mana , hehehe
    yg pasti seh aq curiga am bang siwon itu di balik pembunuhan minho , segala kemungkinan bsa terjadi kan !!
    dan bingung rae am heechul itu polisi atau pembunuh bayaran ??!!!!
    dan bener” geli deh bayangin hae sok imut gtu , kkkkkkk
    pertama kali nya baca ff yg bang hae jd super aegyo gtu , hahahaha😄
    hyo am kyu punya ikatan batin , gg sama” dimasa lalu ya di msa depan bsa bersama” membuat kyuhyun junior / apa coba gw , ansurd banget / *abaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s