FF “His Twin..” -OneShot-

 

Tittle                                     : His Twin

 

Author                                  : raeHEEchul

 

Twitter                                 : @nagita0412

 

Blog                                       : http://naddictator.wordpress.com 

Genre                                   : PG, Angst, Darkfict, Hate,

 

Lenght                                  : Oneshoot

  

Main Cast                            : Yoon Yeon Hyo ; Cho Kyuhyun

 

Support Cast                      : Choi Rae Hee ; Kim Heechul ; Shin Hye Bin; Choi Siwon.

 

As Tagged                           : Lee Eu Hyun; Lee Sungmin; Lee Donghae; Yesung; Hangeng;  Soo Young

 

Disclaimer                          : FF ke-11 ini punya saya. Raehee milik Heechul. Yeon Hyo milik Kyuhyun. Other Cast? For You, guys ^^

 

Note                                   : Authorfic, Challenge, Copyright*

 

Credit Picture                    : nAdDictator

 

Summary             :

 

Namja itu menggali dan mengeluarkan semua organ dari dalam tubuh eonnie. Jika saja organ itu akan dijual mungkin akan jauh lebih baik –meski masih dibawah kesadaran manusia normal- daripada… MEMAKANNYA!!! Namja itu memakan ‘hati’ dan ‘jantung’ eonnie dengan rakus. Lalu kemudian ‘menghabiskan’ organ yang lain.. Aku segera berlari dari tempat itu. Dengan dada yang sesak karena melihat kematian seseorang yang kukenal didepan mataku.. Sekilas sebelum aku berlari, aku sempat melihat bekas luka yang tersingkap di pinggang namja itu…. Luka bakar yang mengerikan…

 

Happy Reading !!

 

====================================

 

^Yeon Hyo pOv^

 

Aku turun dari bus dengan tergesa-gesa. Hari sudah larut dan aku baru pulang dari part-timeku. Jika aku tidak membutuhkan uang untuk biaya sekolahku, aku tidak akan rela kerja susah payah seperti ini. Aku menyalahkan Appa dan Eomma yang lebih dulu meninggalkan aku sendirian, bersama perusahaan Appa yang sudah bangkrut. Sungguh sial nasibku ini. Setelah kebangkrutan Appa, aku diusir dari rumah oleh pihak Bank. Oppaku, Hangeng, lebih memilih melarikan diri ke China menghindari para rentenir yang ia pinjami uangnya untuk berjudi, meninggalkan aku sendirian di kota menyakitkan ini.

 

Mengingat perih yang kualami, tanpa sadar aku meneteskan air mata. Aku menghentikan langkahku  sejenak untuk menenangkan perasaanku. Tapi yang terjadi adalah aku semakin menangis. Baiklah aku menyerah. Kukeluarkan semua beban yang telah membuat dadaku sesak. Sejak Appa dan Eomma meninggal aku tidak pernah menangis lagi, tapi sekarang, aku tidak sanggup untuk pura-pura kuat.

 

Aku masuk ke dalam gang kecil yang tak jauh dari toko-toko yang sudah tutup. Memilih menangis dengan suara tertahan  didalam gang gelap itu ketimbang dipinggir jalan yang menjadi pusat perhatian orang-orang.

 

Air mataku jatuh lagi dan lagi. Tak bisa dihentikan. Dada ini sungguh sakit. Sesak. Aku ingin menjerit. Sungguh.. Namun sesuatu mengejutkanku. Itu bukan teriakanku, itu teriakan seseorang. Teriakan yang menyayat lalu.. tiba-tiba teredam..

 

Aku menghapus air mataku dan berjalan menyusuri gang gelap itu. Perlahan tapi pasti, aku semakin jauh masuk kedalamnya.. Selama beberapa detik aku mendengar suara lenguhan seseorang dan suara berisik -entah apa- aku tidak tahu.

 

Aku memelankan langkahku, mencopot high heels yang kukenakan agar tidak menimbulkan bunyi yang akan ‘memancing sesuatu’ yang akan aku lihat. Sejujurnya aku takut berada dalam keadaan seperti ini, apalagi yang kutahu kalau akhir-akhir ini banyak pembunuhan sadis terhadap seorang yeoja dan pelaku pembunuhan itu belum juga tertangkap. Tapi sialnya, sifat penasaranku tak bisa kukendalikan. Jadilah aku disini, bersembunyi dibalik tembok sudut gang,  bersiap mengintip ‘sesuatu’ yang menarik perhatianku.

 

Seorang namja kurasa, berlutut disamping seorang yeoja yang tergeletak.. Namja yang berlutut itu membelakangiku, aku tidak tahu apa yang di lakukan, tapi kurasa.. namja itu telah menemukan yeoja yang sepertinya menjerit tadi dan mencoba menolongnya.

 

Tapi aku salah! Sungguh aku benar- benar salah!!! Namja itu tidak menolong, justru dialah yang melukai yeoja itu…  Sang namja berpindah posisi sehingga aku dapat melihat jelas wajah yeoja dan namja itu.. Yeoja yang sangat cantik.. dia… Soo Young eonnie  astaga!! Dia kan mantannya Hangeng oppa!!!

 

Jika aku tidak menyaksikan apa yang dilakukan namja bermata merah menyala  yang sebenarnya tampan itu kemudian, aku pasti sudah berlari menghampiri Soo Young eonnie dan menyelamatkannya, tapi naas.. Namja dengan senyum sinis  itu telah  berhasil mengoyak perut Soo Young eonnie dan mengeluarkan isinya. Aku mau muntah!!

 

Namja itu menggali dan mengeluarkan semua organ dari dalam tubuh eonnie. Jika saja organ itu akan dijual mungkin akan jauh lebih baik –meski masih dibawah kesadaran manusia normal- daripada… MEMAKANNYA!!! Namja itu memakan ‘hati’ dan ‘jantung’ eonnie dengan rakus. Lalu kemudian ‘menghabiskan’ organ yang lain.. Aku segera berlari dari tempat itu. Dengan dada yang sesak karena melihat kematian seseorang yang kukenal didepan mataku.. Sekilas sebelum aku berlari, aku sempat melihat bekas luka yang tersingkap di pinggang namja itu…. Luka bakar yang mengerikan…

 

****

 

Hueeek!!!

 

Bagus!! Ini sudah yang kelima kalinya aku muntah karena berita pembunuhan tadi malam yang disiarkan di televisi, membuatku mengingat kejadian semalam… Aku belum menghubungi Hangeng oppa karena memang dia tidak bisa dihubungi!!!

 

Kutenggak habis Orange Juice dalam botol, berharap bisa menghilangkan rasa mual yang terus timbul.

 

Aku merogoh saku ku dan melihat handphone. Siapa yang menghubungiku pagi-pagi buta ini..?

 

Yeoboseyo??”

 

“Yeon Hyo-ya! Lama sekali kau hah?? Aku sudah didepan apartemenmu daritadi !!” suara yeoja yang merupakan sahabatku itu membuatku menjauhkan ponsel dari telinga.

 

Ne aku turun!” jawabku ketus dan memutuskan sambungan sepihak.

 

Aku memencet Power Off pada televisi dan mengunci apartemenku. Menghampiri mobil Rae Hee Choi –bukan– mobil namjachingu Rae Hee, Heechul Kim.

 

Annyeong..” sapaku ramah, terlihat sewajar mungkin agar mereka berdua tidak tahu apa yang kualami semalam dan tadi pagi.

 

‘’Kau lama sekali sihh??” Rae Hee kesal, sementara Heechul hanya tersenyum melihat sifat yeojachingunya dan mulai menjalankan mobil.

 

Mianhae…” aku memalingkan wajahku keluar jenela, melihat jalanan kota Seoul yang sudah mulai padat.

 

Eodi apeuseyo, Yeon-ah??” tanya Rae Hee cemas dari balik kursi samping kemudi.

 

Sementara aku melihat Heechul menatapku lewat spion… “Mau ke rumah sakit dulu??” tanya namja itu kemudian.

 

Anniya.. Nan Gwaenchanayo. Cepat saja sampai ke sekolah, pelajaran matematika Kang In seonsaengnim kan?? Kita tidak boleh telat,”

 

Aku melihat Heechul mengangguk dan Rae Hee kembali ke posisinya. Dua sahabat baik yang tetap bersamaku meski aku ‘bangkrut’, tidak seperti Hye Bin Shin dan namjachingunya, Yesung Kim yang ternyata cuma memanfaatkan kekayaan dan kepintaran otakku saja. Huh ! Menyebalkan!

 

****

 

Annyeong haseyo, hagsaeng. Kang In seonsangnim masuk kedalam kelas.

 

Annyeong haseyo, seonsaengnim.”

 

“Hari ini saya tidak datang sendirian, saya membawa asisten yang mulai hari ini akan membantu saya dalam memberikan materi, terutama ketika saya berhalangan hadir. Dan yang speaial adalah, asisten saya itu murid baru yang akan ditempatkan dikelas ini… Silahkan masuk…” aku melihat Kang In seonsaengnim menyuruh seseorang masuk, dia….seorang namja

 

OMO!! Aku refleks menutup mulutku, membuat Rae Hee yang duduk disebelahku terheran-heran.

 

Ne! Aku tidak salah lagi! Namja itu adalah namja yang semalam. Yang membunuh Soo Young eonnie!! Dia disini?? Tidak mungkin!!! Aku harus melaporkannya pada polisi bahwa buronan yang mereka cari sedang berdiri di hadapanku!!

 

“Berhenti menatapku,” ucapku setengah berbisik pada Rae Hee yang masih belum mengalihkan tatapannya padaku.

 

Rae Hee mengangguk, dan kami memokuskan pandangan kami kearah namja yang sedang diminta memperkenalkan dirinya itu.

 

Choneun Kyuhyun Cho imnida. Pindahan dari Irlandia walau sesungguhnya saya asli Korea Selatan.  Dowajuseyo.”

 

Beberapa yeoja dikelasku sudah berbisik-bisik membicarakan ketampanan dan cara memperkenalkan dirinya yang menurut mereka sangat sopan. Andai mereka semua tahu, siapa namja yang menyebut dirinya Kyuhyun Cho itu sebenarnya.

 

“Tuan Cho, kau bisa duduk disebelah sana, bersama Tuan Kim. Tidak keberatan kan Tuan Kim?”

 

“Sama sekali tidak, seonsaengnim,” jawab Heechul, yang duduk tepat didepanku!

 

Aku melihat namja itu berjalan kearah tempat duduk barunya. Ketika ia sudah duduk, Heechul memperkenalkan dirinya dengan ramah..

 

“Kau bisa memanggilku Heechul, dan ini yeojachingu-ku, Rae Hee Choi,”

 

“Cukup Rae Hee, Tuan Cho,”

 

“Kyuhyun,” ralat namja itu dengan senyumannya. Senyuman yang dapat membuat yeoja manapun ‘meleleh’ melihatnya. Tapi maaf, tidak denganku.

 

“Kau nona??” dia mengulurkan tangannya padaku, aku menatapnya sinis. Tapi dia tetap tersenyum. Senyuman yang kukatakan… sangat tulus. Sangat berbeda dengan senyuman yang dia ‘tampilkan’ semalam.. Dan warna matanya, bukan merah seperti sebelumnya, tapi cokelat kehitaman..  Apa aku salah orang? Jangan-jangan hanya mirip?? Aku harus memastikan satu hal.

 

“Aku Yeon Hyo Yoon, panggil saja Yeon Hyo. Dan kusarankan kau perhatikan ke depan,” jawabku sinis. Menyadari aku tak ‘membuka’ diriku padanya, namja bernama Kyuhyun itu mengangguk dengan senyuman yang sedkit berbeda dari sebelumnya, memperhatikan pelajaran pertama pagi ini.

 

****

 

^Author pOv^

 

“Ya! Tuan Kim!! Cepat kejar!!, Rae Hee berteriak pada Heechul yang sedang bertanding basket dengan kelas sebelah yang dipimpin Sungmin Lee, Prince of Aegyo. Sementara yang diteriaki hanya nyengir dan melemparkan ‘kiss’ pada yeojachingunya yang langsung tersenyum malu.

 

“Aissh.. dasar namja! Pamer!”, gerutu Yeon Hyo yang duduk disamping Rae Hee sore itu.

 

“Itu karna kau tidak punya namjachingu, Yeon Hyo-ya.. kekekek,”

 

“Tak perlu. Sudah cukup tahu aku, kalau setiap laki-laki yang dekat denganku hanya memandang hartaku saja, tak ada yang benar-benar tulus. Lihat Donghae Lee.” Yeon Hyo menunjuk seorang namja yang menjadi partner Sungmin di tengah lapangan.

 

“…Namja itu memutuskanku sehari setelah  berita kebangkrutan perusahaan appa mencuat ke media, alasannya, karena aku sekarang miskin. Cih.“

 

Rae Hee tersenyum lemah disampingnya…”Kau cantik Yeon Hyo-ya, dan juga pintar.. Aku yakin kau akan mendapatkan seseorang yang tulus mencintaimu,”

 

“Kupikir kau sedang dalam tahap membujukku secara halus untuk menerima Sungmin, Hee-ya??”

 

Rae Hee terkekeh.. ”Anni. Itu urusanmu mau ‘menyambut’ Sungmin atau tidak, tapi yang sedang aku maksudkan disini adalah namja lain..”

 

“Aku tidak akan pernah menerima Sungmin menjadi namjachingu-ku. Aku tahu dia tulus, tapi aku hanya ingin dia cukup menjadi temanku saja. Aku tidak mau pegal hati setiap hari karena melihat Sungmin dikelilingi yeoja sekolah.. Salah satunya, yeoja jutek bernama Lee Eu Hyun itu… Dan… siapa maksudmu dengan  ‘namja lain’?”

 

“Kyuhyun Cho? Dari Irlandia itu?? Hahaha aku belum tahu bagaimana dia bisa sampai ke Korea lagi..”

 

“Aku tidak tertarik,”

 

“Tapi sepertinya dia tertarik padamu. Karena, aku perhatikan, permainannya dari tadi selalu terpecah karena ia melihamu. Seperti sekarang,”

 

Tepat. Saat Yeon Hyo menoleh ke arah namja yang sedang mereka bicarakan, pandangan Yeon Hyo dan Kyuhyun  bertemu. Kyuhyun mengunci tatapan Yeon Hyo dengan senyumannya.. Paduan senyuman yang dilihat Yeon Hyo tadi malam dan tadi pagi.. benar-benar mempesona.. Yeon Hyo mengalihkan lagi tatapannya dari namja yang kini tengah sibuk melempar bola ke ring tapi gagal dan langsung disambar Heechul,  menembakannya ke ring dan masuk. Berpura-pura membaca komik yang sedari tadi  dipegang.. Rae Hee terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya dan bersorak atas kemenangan kelasnya yang diberikan Heechul dengan tembakan terakhir.

 

“Aku tidak akan menyukai namja bernama Kyuhyun itu, Hee-ya. Camkan itu baik-baik,” ucapnya sinis, tidak mempedulikan suara gaduh yang ditimbulkan supporter kelasnya.

 

“Apa karena Kyuhyun lebih terpilih menjadi asisten Kang In seonsaengnim ketimbang dirimu??”

 

“Maksudmu aku iri? Aku tidak punya rasa itu. Sebelum ia datang, aku adalah satu-satunya murid yang dibanggakan Kang In seonsaengnim dan pihak sekolah, bahkan mungkin sampai sekarang.. Aku tetap yang membuat nama sekolah dan negara harum dengan prestasi Internasional Olympiade yang kuraih. Kyuhyun hanya asisten yang tidak dapat menggantikan posisiku itu. Meski aku akui, dia memang sangat pintar.” Yeon Hyo mengakhiri pembicaraannya karena melihat sang objek dan juga Heechul sedang menghampiri kedua yeoja itu dengan senyuman kemenangan yang terukir diwajah mereka.

 

Kedua namja itu langsung duduk lesehan didepan mereka. Meluruskan kaki yang terasa ingin putus.

 

Chagi, airnya mana??” Heechul meminta sebotol air mineral yang langsung diberikan Rae Hee dengan senyuman termanis yang ia punya, sekaligus mengelapi keringat Heechul dengan handuk pink miliknya.

 

Gomawo, chagi..” Heechul menarik Rae Hee kedalam dekapannya.

 

“Ya! Kau bau tau!! Dan basaaah!! Aaaahh.. Heechul-ah!!” Rae Hee melepaskan pelukan yang diberikan Heechul dengan merengut. Sementara Heechul dan Kyuhyun terkekeh.

 

“Minumanku mana??” tanya Kyuhyun.

 

“Didekat Yeon Hyo, minta sama dia..” ucap Rae Hee sambil merogoh tasnya, mencari kaus ganti untuk Heechul.

 

“Yeon Hyo-ssi, bisa tolong minumanku?” pinta Kyuhyun dengan ramah. Merasa namanya dipanggil, Yeon Hyo menoleh, namun kembali asyik membaca komik.

 

“Kyuhyun-ssi, kau punya tangan dan kaki. Jarak darimu dan minumanmu itu dekat. Jadi.. kau bisa mengambilnya sendiri,” jawab Yeon Hyo tak acuh.

 

“Minuman itu disebelahmu, Nona Yeon.. Tak bisakah kau membantuku??” ucap Kyuhyun dengan memelas.

 

Yeon Hyo bangkit dari tempat duduknya, lalu duduk disamping Rae Hee yang sedang menyuapi Heechul dengan semangka yang dibawanya, jauh dari Kyuhyun.

 

“Tuan Cho, jarakmu-lah yang lebih dekat dibandingkan dengan jarakku. Jadi.. kau bisa mengambilnya sendiri,”

 

Kyuhyun menghela napas pasrah dan berdiri dengan malas, mengambil minumannya dan kembali duduk. Menenggak habis air dalam botol itu. Sementara Heechul dan Rae Hee terkekeh geli melihat tingkah keduanya.

 

“Kyuhyun-ssi, ikut kamu merayakan ini. Bar Nol jam 8,” ajak Heechul.

 

Gamsahmnida, Heechul-ssi, aku sungguh tak bisa jika malam.. Tak bisa keluar rumah,” ucap Kyuhyun dengan nada menyesal.

 

“Anak rumahan rupanya kau?? Hahaha.” Heechul tertawa.

 

“Kau jangan mabuk ya! Awas kalau besok pagi aku mencium alkohol dari mulutmu,”

 

“Tenang chagi.. Aku tidak akan mengecewakanmu,” saat itu juga Heechul mencium lembut pipi Rae Hee yang langsung membuat wajahnya bersemu merah.

 

Kyuhyun memeriksa ponselnya dan terbelalak kaget. Melihat hal itu, Heechul bertanya, “Waeyo?”

“Aku harus segera pulang. Sudah malam. Sampai jumpa.” Kyuhyun berdiri dan langsung berlari meninggalkan teman-temannya yang mengernyit kebingungan dengan kalimat yang diucapkannya.

 

“Ini bahkan baru jam 5 sore,” sahut Rae Hee pelan.

 

Sementara itu, Yeon Hyo menatap kepergian motor putih milik Kyuhyun dengan senyuman tipis yang tersungging dibibirnya, “Dia punya tugas malam,” ucapnya lemah.

 

****

 

^Kyuhyun pOv^

 

Bagus. Hari pertama sekolah, aku malah mendapatkan satu yeoja yang tidak menyukaiku.. Aku sungguh ingin hidup normal, bisakah? Mengapa semua ini dibebankan padaku? Aku melarikan diri dari ‘bayang-bayang pembunuh’ yang terus mengusikku. Pindah dari satu negara ke negara lain dan pada akhirnya kembali lagi ke negaraku yang dulu. Tempat dimana aku mendapakan ‘parasit’ itu. Aku ingin sekali mengusirnya, tapi sungguh tak tahu bagaimana.

 

Yeon Hyo Yoon. Yeoja manis yang langsung menarik perhatianku ketika aku masuk kelas hari ini. Dengan ekspresi yang tidak biasa yang dia pancarkan.. Seolah.. dia terlalu terkejut.. Jangan-jangan.. yeoja itu sudah melihat-‘nya’. Tolong jangan biarkan yeoja itu melihat’nya’!!

 

“Cepat kekamarmu. Matahari sudah hampir tenggelam. Aku harus keluar.” parasit itu berbicara padaku. SHIT!

 

“Sampai kapan? Aku lelah.. Berhentilah.. cari orang lain yang bisa kau susahkan,”

 

“Hahahaha, Kyuhyun Cho! Kau Bodoh! Aku tidak bisa meninggalkanmu, kau makhluk yang tampan dan jenius, itu bisa menyembunyikanku, bodoh! Mungkin aku akan pergi jika menemukan seseorang yang mirip denganmu. Tapi sampai saat itu tiba, kau sama sekali tidak punya kekuatan untuk mengusirku,”

 

Ya, memang. Seharusnya aku lebih mengeluarkan seluruh energiku untuk mengusirnya. Tapi entah kenapa aku terlalu lemah.

 

Waktu itu aku sudah hampir bisa mengusirnya, tapi bayangan eomma membuatku lemah kembali. Energi yang kudapatkan waktu itu berasal dari kemarahan yang besar. Karena.. eomma kami- eomma KU- telah dibunuhnya.

 

Kututup pintu jenela dengan rapat dan menutupinya dengan korden bewarna hijau toska, sesuai permintaannya.. Lalu duduk menekuk lutut di pojok ruangan. Hal yang selalu aku lakukan tiap malam. Sejujurnya, aku tidak membutuhkan tempat tidur mewah yang berada di tengah kamarku, karena aku tak pernah tidur disana, sekalipun.

 

Matahari terbenam. Kurasakan tubuhku semakin melemah. Ini perbuatan’nya’. Menyebalkan. Bahkan aku tak punya kuasa atas diriku sendiri. ‘Dia’ lebih mendominasiku sekarang.

 

Perlahan tapi pasti. Tubuhku terangkat dengan lemah. ‘Dia’ pasti melompati pagar, dan aku.. hanya bisa diam. Menyerah akan dibawa kemana tubuhku sekarang.

 

Setelah kurasakan sudah cukup lama ‘dia’ membawaku.. Hal yang terakhir aku dengar adalah.. sebuah teriakan. Teriakan seorang wanita yang sudah sering aku dengar  tiap malam.. Dan aku.. tertidur..

 

****

 

^Yeon Hyo^

 

Gomawo, Heechul-ssi, Rae Hee-ya.. hati-hati dijalan,”

 

“Kau juga jangan pulang kemalaman, rawan, ingat?” ucap Rae Hee.

 

“Aku hanya akan membeli beberapa kebutuhan saja. Nanti akan kuhubungi jika aku sudah sampai apartemen oke?”

 

“Baiklah, bye.”

 

“Hati-hati menyetir, Heechul-ssi. Sahabatku lebih berharga daripada nyawamu,”

 

“Waw. Kau menusuk hatiku dengan ucapanmu, Yeon Hyo-ssi.. Tapi kau benar, dia lebih berharga daripada nyawaku.” Heechul mengusap lembut kepala Rae Hee.

 

“Sudah sana, jangan membuat scene mesra dihadapanku,”

 

So envy…”, Heechul menyeringai dan aku melotot.

 

“oke, kami pergi. Bye..” Rae Hee melambaikan tangan sebelum Heechul melajukan mobilnya.

 

****

 

Aku memutari bagian demi bagian dalam supermarket ini. Mencari barang-barang yang kubutuhkan untuk sebulan kedepan..

 

“Kapan kau akan memutuskan Yesung?”

 

Yesung? Ah.. sepertinya aku mengenali suara itu.. Aku sedikit menggeser barang yang tertata di atas rak. Dan benar!  Siwon Choi, dan… Hye Bin Shin??

 

“Bersabarlah, dear.. Dia belum melakukan kesalahan yang fatal. Aku belum punya kesempatan,”

 

“Aku bosan melihatmu bermesraan dengan Yesung disekolah. Kau harus memilih, aku atau Yesung?”

 

“Aku memilihmu Siwon, tapi bersabarlah sedikit. oke? “

 

Cih! Dasar yeoja matrealistis. Kasian Yesung… walau mereka berdua sebenarnya memang sama-sama matrealis.. Dan betapa bodohnya Siwon. Tahu bahwa Hye Bin hanya menginginkan hartanya, tapi masih mau mengemis ‘pengakuan’ dari yeoja itu.

 

“Aku tidak akan berbicara denganmu sampai kau putus dengannya, arraseo?”

 

Siwon pergi meninggalkan Hye Bin. Hye Bin hanya menghentakkan kakinya kesal, lalu ia berjalan ke kasir. Aku menyusulnya.

 

Sepertinya dia sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Dasar yeoja babo. Jika sudah marah, dia tidak akan mempedulikan sekitarnya.

 

****

 

Hahahaha, aku melihat Hye Bin berjalan kaki! Biasanya dengan sombongnya dia selalu menggunakan taksi!! Apa uangnya sudah habis??

 

“Siwon sialan! Sudah tau aku tidak bawa dompet, hanya beberapa lembar seribu won yang sudah habis di supermarket tadi. Tapi dia malah meninggalkan aku! Dasar namja brengsek!”

 

Oh.. Tidak bawa dompet? Aku terkekeh… Ups!!

 

Aku memungut shampoo yang terjatuh dari kantung belanja dan meneruskan langkahku. Kemana Hye Bin? Bukannya tadi didepanku?? Mungkin sudah naik taksi. Hahaha.

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

 

Aku menghentikan langkahku. Menoleh kesebuah gang –yang sama dengan yang semalam. Suara itu, teriakan itu, dari dalam sini. Ini… Ini suara…

 

“TIDAKK!!”

 

Refleks aku menjatuhkan belanjaanku dan berlari dengan tertahan, tidak ingin menimbulkan suara, karena rasa yang sama. MENGERIKAN.

 

Tidak!! Ini.. Kyuhyun Cho!! Kau brengsek! Psikopat! Pembunuh!

 

Aku melihatnya lagi. Hye Bin Shin. Meskipun aku membencinya karena dia hanya memanfaatkanku. Tapi sebagai seseorang yang pernah dekat dengannya, aku tidak rela jika dia mati dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang sama dengan Soo Young eonnie.

 

Kyuhyun membelah tubuh Hye Bin dengan dari dada sampai perut. Merobeknya dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang mengerikan. Mengoyak dan mengeluarkan seluruh organ-organ tubuh yeoja itu. MEMAKANNYA dengan rakus!

 

Tapi lagi… Nurani dan pikiranku mengatakan bahwa aku harus segera melarikan diri dari tempat itu. Sesuatu yang kurasakan, bahwa aku akan berada dalam bahaya yang sama jika Kyuhyun sempat melihatku.

 

Ini harus diakhiri. Aku harus segera melaporkannya. Aku harus mencari kepastian bahwa memang benar itu adalah  Kyuhyun Cho, si murid baru.. Luka bakar itu… aku harus melihatnya..

 

****

 

Hari ini pelajaran di sekolah kami ditiadakan. Kami keluarga besar sekolah menghadiri pemakaman Hye Bin yang meninggal mengenaskan. Yesung tak sanggup menyembunyikan air matanya, mengetahui kekasih yang amat dia cintai telah pergi meninggalkannya. Seandainya Yesung tahu, bahwa Hye Bin akan memutuskannya karena harta Siwon, aku jamin, Yesung-lah yang akan menjadi satu-satunya orang yang tertawa disini.

 

Siwon. Aku tahu dia sangat shock dengan semua ini. Tapi dia hanya bisa menangis tertahan karena tidak mau kebusukannya dengan Hye Bin terungkap.

 

Rae Hee Choi. Yeoja malang yang menjadi sepupu Hye Bin. Marga ibu Rae Hee adalah Shin, begitu juga dengan marga ayah Hye Bin. Ayah Hye Bin dan Ibu Rae Hee adalah saudara kandung.. Jadi Hye Bin Shim  adalah sepupu dari pihak ibu Rae Hee Choi. Meskipun tidak begitu dekat, aku tahu Rae Hee menyayangi Hye Bin. Dan sekarang, mengetahui sang sepupu sudah tiada, dia hanya bisa menangis lemah dalam pelukan Heechul Kim.

 

Kyuhyun Cho. Murid baru yang juga pelaku penyebab kematian Hye Bin. Dia hanya menatap jasad ‘korban’ nya dengan pandangan kosong.. Matanya menyiratkan kemarahan.. Tangannya terkepal kencang. Kenapa? Bukannya ini semua perbuatannya??

 

 

****

 

“Aku tahu itu kau.” Aku mengambil kunci motor Kyuhyun yang sudah menempel dengan manis di motornya.

 

Mwola guyo?” Namja itu mengernyitkan keningnya, menatapku penuh tanya.

 

“Tidak usah sok polos. Hye Bin. Kau yang melakukannya,” ucapku langsung.

 

Aku melihat perubahan pada dirinya. Tubuhnya menegang. Rahangnya mengeras. Tatapannya berubah menjadi marah dan menyesal.

 

“Aku benar kan??”

 

“Kau .. ada di lokasi??” tanyanya lemah.

 

“Cih. Ternyata benar, itu kau. Ne. Aku berada di lokasi. Termasuk saat kau membunuh mantan kekasih oppa-ku dua malam lalu, kau ingat?”

 

Aku melihat namja itu mengernyit, seperti mengingat sesuatu. Apa-apaan ini!! Bahkan dia tidak ingat siapa saja korbannya??

 

“Jangan melarikan diri. Polisi akan menjemputmu dirumahmu. Aku tahu  alamatmu,”

 

“Kau tahu itu berbahaya untukmu?” Ia mengalihkan pernyataanku.

 

“Apa?”

 

“Kau sudah dua kali berada di lokasi. Kau tahu.. ‘dia’ mungkin melihatmu. Itu membahayakanmu,”

 

Aku mengernyit. ‘dia’ ? ‘dia’ siapa?? Apa sih maksud orang ini? Dia ngomong apa??

 

“Apa yang kau bicarakan hah? Mau mengarang cerita? Kau-lah pembunuhnya!!”

 

“Dengarkan aku baik-baik!” dia memegangi bahuku dengan kuat, aku berontak.

 

“Lepaskan!”

 

“Tolong dengarkan aku baik-baik. Jangan keluar malam ini, apapun yang terjadi. Aku mohon dengan sangat kepadamu. Bisa kau lakukan itu??”

 

Aku melihat matanya.. Ketulusan dan kekhawatiran terpancar dari balik sorot matanya yang tajam. Kenapa? Kenapa aku begitu ingin mempercayainya???

 

Ini sungguh diluar akal ku.. Kyuhyun yang kulihat sekarang benar-benar berbeda dengan Kyuhyun yang kulihat selama dua malam berturut-turut. Sejauh pengamatanku -DI SEKOLAH- dia adalah namja yang baik. Aku tidak tahu apakah itu hanya ‘alibi’-nya saja, atau memang DIA seperti itu.. Lalu .. mengapa dia begitu mencemaskan aku? Dan siapa ‘dia’ yang disebutkan Kyuhyun tadi??

 

“Kyuhyun-ssi…. aku mau memastikan satu hal,”

 

Kyuhyun menurunkan tangannya dari pundakku dan mundur selangkah.. “Mwoya??”

 

Aku mendekatinya, memutari tubuhnya. Kini aku sudah berdiri dibelakang namja yang masih diam tak bergerak itu.. Perlahan kuangkat kemeja putihnya yang terpasang rapi dibalik celana panjang hitamnya.. Aku.. menyingkap kemeja itu..

 

Aku menutup mulutku dengan tangan. Dan aku merasakan butiran air mengalir keluar tanpa permisi dari mataku..

 

Kenapa? Kenapa ini begitu menyakitkan? Mengetahui bahwa namja dihadapanku sekarang, mempunyai bekas luka pembunuh itu? Apa karena aku menyukainya? Tadinya aku sedikit berharap, bahwa aku salah orang. Ternyata, harapanku lah yang salah.

 

“Kaulah pembunuhnya, Tuan Cho. Luka itu, itu adalah luka yang aku lihat saat kau membunuh dua malam lalu,”

 

Kyuhyun berbalik menghadapku. Matanya terpejam.. Dan aku melihat butiran bening menetes dari balik matanya -yang kuakui- memang indah..

 

“Yeon Hyo-ssi.. Kau boleh melaporkanku sekarang juga, saat ini.. Jangan pada malam hari. Aku memohon padamu agar tidak keluar saat malam. Bisa?”

 

“Aku punya pekerjaan, Kyuhyun-ssi. Dan pembunuh sepertimu tidak akan bisa melarangku. Ataukah jangan-jangan, kau ingin membunuhku dirumah? Karena aku korban berikutnya?? Omong kosong.” aku pergi meninggalkan dirinya.

 

Samar-samar aku mendengar dia berucap… “‘Dia’ itu adalah….. kembaranku. parasit dalam hidupku.”

 

****

 

^Kyuhyun pOv^

 

“Bisa kau tidak keluar malam ini?”

“Aku lapar bodoh!”

 

“Jangan yeoja itu,”

 

“Oh.. yeoja yang menyaksikanku selama dua malam ini?? Malah menurutku, dia akan membuatku kenyang. Karena kecantikannya dan kurasa dia juga pintar. Dua hal itu lah yang bisa membuatku bertahan tanpa ‘makan’ selama , yaa.. setidaknya dua hari,”

 

“SUDAH KUKATAKAN JANGAN DIA !!” bentakku, aku sungguh murka.

 

“Kenapa hah? Kau menyukainya??”, tanyanya dengan nada mengejek

 

Aku diam… Aku juga tidak mengerti kenapa aku tidak rela jika ‘makhluk’ ini mengambil nyawa Yeon Hyo.

 

“Kau menyukainya??” tanyanya lagi dengan nada mendesak.

 

“Aku mencintainya,” jawabku lemah pada akhirnya.

 

“Cih. Cinta.. Itulah yang membuatmu lemah, Tuan Cho!”

 

“Berjanjilah,”

 

“Itu tergantung hasratku. Jika yeoja itu muncul didepanku, maka aku akan ‘menikmati’-nya,”

 

“Brengsek.”

 

“Hahahaha. Bersiaplah.. menjelang malam.”

 

Dengan malas, aku kembali melakukan rutinitasku. Menutup jenela dan menurunkan korden. Lalu duduk menekuk lutut di pojok ruangan. Tak lama.. ‘makhluk’ itu berhasil membawa tubuhku lagi. Melompati pagar seperti biasa.. Aku was-was.. semoga Yeon Hyo menuruti perkataanku .. Aku sungguh memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan nyawanya.

 

Aku memang bisa merasakan apa yang dilakukan ‘makhluk’ itu dengan tubuhku, tapi aku tidak punya kekuatan untuk mendominasi ‘nya’ jika malam tiba, karena saat malam, itu adalah saat dimana aku melemah dan ‘dia’ menguat.

 

“Kyuhyun Cho.. Apa yang kau lakukan?? Kau benar-benar akan membunuhku?”

 

Sial. Ini suara Yeon Hyo! Aku yakin!

 

“Kau telah menyaksikanku selama dua malam, nona.. Dan aku tidak ingin meninggalkan saksi, karena itu akan merepotkanku.” Sial! ‘DIA’ benar- benar akan melakukannya!

 

“Kau sudah berjanji padaku !” aku mengumpulkan seluruh energi yang aku punya untuk berinteraksi dengannya.

 

“Aku tidak berjanji. Tapi aku mengatakan akan kuusahakan untuk tidak mengganggu ‘kekasih’mu ini, Kyuhyun. Tapi .. memang ‘takdir’nya malam ini. Jadi aku tidak bisa berpaling,”

 

“Brengsek! Keluar dari tubuhku sekarang! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dalam tubuhku lagi!” aku benar-benar marah.. Aku menggeser sedikit ‘ruang’ dalam tubuhku  yang selama ini menjadi miliknya. Aku bersumpah akan mengeluarkannya malam ini juga, meski nyawaku taruhannya.

 

“Berhenti mendorong bagian ‘tubuhku’ Tuan Cho !”

 

“Kenapa? Kau sakit?” mengetahui dia kesakitan semakin membuatku mengumpulkan tenagaku yang sebenarnya kuketahui tidak ada.

 

“Yeon Hyo-ssi! Pergi dari sini sekarang juga! Aku mohon!!” pekikku. Aku tahu dia bisa mendengarku

Sementara aku tetap berjuang dan semakin kukeluarkan tenagaku ketika aku mendengar teriakan Yeon Hyo. Kumohon jangan.

 

“TIDAAAAAAAAAAAAAK!!!”

 

Aku mendorong ‘tubuhnya’ sekuat mungkin. Dan berhasil! Tubuh ini sekarang seutuhnya menjadi miliku.

 

“Yeon Hyo-ssi??” mengapa sulit membuka mata??

 

“Ahh!!” aku merasakan sakit di bagian dadaku.. perlahan aku membuka mata, dan mendapati Yeon Hyo duduk berlutut disebelahku.

 

“Yeon Hyo-ssi.. saranghae…”

 

“Yeon Hyo-ya!”

 

“Kyuhyun-ssi!”

 

Aku mendengar suara dua orang yang sangat aku kenal, sebelum semuanya gelap.

 

****

 

^Yeon Hyo pOv^

 

“Kyuhyun Cho.. Apa yang kau lakukan?? Kau benar-benar akan membunuhku?” aku tak menyangka akan bertemu pembunuh ini sekarang. Warna matanya berbeda. Merah membara.

 

“Kau telah menyaksikanku selama dua malam, nona.. Dan aku tidak ingin meninggalkan saksi, karena itu akan merepotkanku,” ucapnya yang membuatku terkejut. Setahuku, suaranya sangat lembut, berbeda dengan suara yang terdengar serak kasar saat ini.

 

“Kau sudah berjanji padaku!” dia mengucapnya lagi.. Tapi ini suara Kyuhyun yang kukenal. Dimana dia?? Ah!! Matanya berubah warna, cokelat kehitaman.

 

“Aku tidak berjanji. Tapi aku mengatakan akan kuusahakan untuk tidak mengganggu ‘kekasih’mu ini,  Kyuhyun. Tapi .. memang ‘takdir’nya malam ini. Jadi aku tidak bisa berpaling,”

 

Apa yang dia bilang? Kekasih? Siapa? Aku? Dan dia berbicara pada dirinya sendiri? Matanya berubah lagi? Apa-apaan ini??!!

 

“Brengsek! Keluar dari tubuhku sekarang! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dalam tubuhku lagi!” ini suara Kyuhyun lagi, warna mata Kyuhyun. Siapa sebenarnya yang ada dihadapanku sekarang??

 

“Berhenti mendorong bagian tubuhku Tuan Cho !” suara serak dengan mata merah muncul lagi.

 

“Kenapa? Kau sakit?… Yeon Hyo-ssi! Pergi dari sini sekarang juga! Aku mohon!!” Ini suara Kyuhyun lagi. Dia menyuruhku pergi? Ya, bagus. Ini benar-benar mengerikan. Aku semakin tak mengerti.

 

Aku mundur perlahan dan bersiap pergi, tapi tubuhku tertarik oleh namja berwujud Kyuhyun atau entahlah apa namanya.

 

“AAAAAAAAAAAA!!”

 

“TIDAAAAAAAAAAAAAK!!!” aku mendengar Kyuhyun berteriak kalut. Sementara aku merasakan tubuhku melemah.. Diam tak berdaya.

 

“Yeon Hyo-ssi??”, aku mendengar Cho Kyuhyun memanggilku. ‘YA?’  mengapa tidak ada suara yang keluar? Apa aku begitu lemah??

 

Dalam gelap aku hanya merasa, seperti tanganku digunakan untuk ‘sesuatu’.

 

“Ahh!!” itu teriakan Kyuhyun. Kyuhyun! Apa yang terjadi padamu??? Tolong! Tolong biarkan aku berbicara!

 

yeoja manis, sabarlah sebentar, aku akan keluar dari tubuhmu setelah memberikan pelajaran untuk namja yang tidak bertanggung jawab ini.’

 

Suara ini.. suara serak yang tadi.. dan apa maksudnya keluar dari tubuhku?? Apakah ini yang dimaksud ‘kembaran’ oleh Kyuhyun tadi siang?? Mengapa dia lebih dominan dari pada diriku sendiri??

 

Tanpa sadar aku meneteskan air mataku saat aku mendengar Kyuhyun berkata…“Yeon Hyo-ssi.. saranghae…”

 

“Yeon Hyo-ya!”

 

“Kyuhyun-ssi!”

 

“Ahh!!” aku merasa seperti jiwaku tercabik keluar. Apakah aku sudah mati?? Beginikah proses kematian??

 

Aku membuka mataku perlahan… Betapa terkejutnya aku ketika mendapati keadaan yang sama persis dengan keadaan Soo Young eonnie dan Hye Bin, PADA KYUHYUN!!!

 

“TIDAAAAK!!!! Kyuhyun-ssi.. Bangun.. Kumohon.. Jangan matii… Aku menyukaimu juga.. Nado Saranghae, Kyuhyun-ssi!! Kyuhyuuuuuuun!!!!” aku menangis histeris. Memeluk tubuh namja yang sudah tergeletak tanpa organ itu.

 

Aku merasakan kehadiran orang lain yang telah kukenali suaranya.. Aku menoleh dan mendapati sahabatku tengah terkulai lemah dipangkuan namjachingunya…

 

“Apa yang terjadi dengan Rae Hee, Heechul-ssi?” tanya ku lemah.

 

 

—-

 

Heechul masih belum bisa mengatupkan mulutnya yang ‘ternganga’ karena shock, rautnya tegang.. namun sebisa mungkin mengontrol kengeriannya melihat ‘pembedahan’ tak bertanggung jawab yang baru saja ia saksikan, yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang Kyuhyun Cho.. Dengan napas tertahan ia berkata, “Dia melihat aksimu terhadap Kyuhyun..”

 

—-

 

“Aksi? Aksi apa?? Dan apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Mengapa dia seperti ini?? KATAKAN !!!” aku sungguh tidak sabar mendengar penjelasan namja ini!

 

Saat itu Rae Hee-lah yang menjawab. Dengan nada shock dan menuduh, yang sungguh membuat hatiku sakit.

 

“Kau membunuhnya, Yeon Hyo-ya. Kau membunuh Kyuhyun Cho.”

 

Aku merasa… Duniaku runtuh seketika..

 

 

 

 

THE END

 

 

 

 

*) Copyright adalah Hak hukum (dalam hal ini) seorang penulis untuk memperbanyak, menerbitkan, mengedarkan hasil tulisannya. Ia memiliki hak atas tokoh-tokoh ciptaannya, berikut jalinan ceritanya. Penulis FF tidak mempunyai hak hukum atas tokoh-tokoh canon, ia hanya bisa meng-klaim OC-nya dan ide cerita.

 

 

 

yaaakk !! ini FF punya Nagita saeng yang dipersembahkan(?) untuk saya😄 *plaakk

karena suka sama cerita Hyo-Kyu couple disini…

jadi saya minta IZIN sama Nagita saeng buat posting di blog~

kekekkeke~~

 

eottohke ?

aku NYESEK sendiri bacanya *plaakk

masa’ CHO KYUHYUN mati !!! *huuueehh😥

 

 

43 thoughts on “FF “His Twin..” -OneShot-

  1. first komen *plak*
    iiiih qaqa [?] ini bagus banget [?] siapa yang bikin[?] kenalan dong sama author[?]nya … hoakakakakakaka
    *dilempar kerumah sakit jiwa* -_______________-

  2. Eon, aku jadi mual dehh. Masa, Yeonhyo meluk Kyu yg organ tubuhnya udah gak ada. Pasti kan bagian dada sampe perutnya robek. Berdarah-darah. Mungkin ada organ yg keluar kaya usus gitu. Iiihhhh. Trus dimakan sama kembarannya Kyu?? Mentah2??? Huekkk… Jadi ngeriii… Hiiiyy

  3. bagus banget ni ff eon. . .
    tapi ngeri. . ..
    hii. . .
    kalo kyuhyun oppa mati harusnya yeon hyo juga mati #lirik icha eonn
    kekeke~ piss. . .

  4. akuu prnah baca FF inii eon ..
    tpii lupa dii mana ..
    wktu prtama baca aku gak mnger mksd trsmbunyi (?) drii FF inii ..
    tpii skrng aku dah menger ..
    hhehe ..
    bkiin lgii yg kayak ginii donk eon ..
    tpii pmran utama.nyh siwon oppa ..
    bsa gak .. ??

  5. Aiishhh~ nagita bkin ff ini ga muntah muntah apa. Hwuekk hwuekk ><…
    Aku pkir ending'a HyoKyu samaan. Makhluk itu'a menghilang. eh Trnyata Kyu mati d tangan yeon hyo T.T stress bgt dah tu. Hoho…
    Astaga rasa'a aneh heechul romantis #plakk
    SEMANGAT BERKARYA ^^

  6. Yakkkk.. nyesekkk beudd ane baca ini fanfic😥
    ngapa si abang epil mati gituuu.. ngenes tanpa organ lagi -.- #amit-amit ya olloh~
    tapi feel nyaaa duapettt bangettt… jadi diaduk2(?) emosi ane xD
    Good Fanfic ^^

  7. Aku kurang ngerti sama jalan ceritanya T.T
    Tapi bagus kok^^
    btw, ini ff jenis Thriller ya? Kalo iya, aku baru pertama kali loh baca ff jenis ini hehe

    agak garela si parasit ngambil tubuh yeon hyo trus bunuh kyu, T.T

  8. aku reader yg udah sering baca tapi gak pernah komen, dan ini koment pertamaku *gaknanya
    Aku baca FF ini.. Aigoooo, mirip banget sama film horor ya.. akhirnya SADIS ending,huaa😥

  9. hueee, eonn, ceritanya…. ih, Kyuhyunnya mati?😦
    histeris sendiri pas bagian merobek tubuhnya itu.. :O
    aish, kasian Kyuhyunnya eonni. tapi bagus😀

  10. AKU UDA BACA ikutan komen aaah~

    Hihihi, parah, mau ngilangin bayangan film kemaren sore malah dapet bayangan yg bikin mual –a

    Jangan tanya kenapa!!! Aku asal buka –a aku emang aneh ya, kaya Heechul *dilirik Gita eon

  11. haaa……. kasian Kyuhyuun….
    ga nyangka banget, aku kira Yeon Hyo bakal tau siapa pembunuh nya dan percaya ama Kyuhyun..
    eeh ga tau nya Yeon Hyo sendiri yang membunuh Kyuhyun oppa…
    hwaaa!! nyesek banget.. ><
    tapi keren ceritanya.. bikin deg-degan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s