FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 8)

 

“Ya!! Namja Babo!”

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

 

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

 

Twitter : @IchaGaemGyu

 

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

 

Main Cast :   Kyuhyun  Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun

 

Sungmin Super Junior a.k.a Lee Sungmin

 

Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

Azk Ririn Kiseki-vipelf Kyunnie a.k.a Yoon Rin Rin

 

 

Sub Cast : Kibum Super Junior a.k.a Kim Kibum

 

Yesung Super Junior a.k.a Kim Jong Woon

 

Siwon Super Junior a.k.a Choi Siwon

 

Kim Sky Kyu a.k.a Shim Na Na

 

Tyaas Permana a.k.a Choi Shi Yuan

 

 

 

Genre : AU, Romance, Comfort, Sad, Angst

 

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

 

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

 

 

 

 

 

 

 

“Ya!! Namja Babo!” *PART 8*

 

 

 

“Operasi transplantasi jantung.. Itu satu-satunya cara untuk membuatnya sembuh.. Nona Yeon Hyo harus menemukan donor jantung yang cocok untuk melakukan operasi tersebut.. Hanya saja, menemukan donor seperti itu sangat sulit.. Saya sudah mencocokkan jantung Nona Yeon Hyo dengan beberapa pendonor.. Namun tak ada satu pun yang cocok.. Dia harus mendapatkan donor jantung secepat mungkin..” Kata-kata Uisa semakin membuatku histeris.

 

Aku segera berlari keluar menuju koridor rumah sakit dan segera mendatangi ruangan kaca tempat eonni dirawat intensif.

 

“Eonni !! Bangun eonni !!” aku mengguncang-guncangkan tubuh lemah eonni sambil menangis histeris. Tapi tetap saja tak ada reaksi. Beberapa petugas medis berusaha menenangkanku.

 

Tuhan… andai kan aku mendapatkan suatu pilihan… Jangan ambil nyawa eonni… Jangan ambil eonni dari sisi ku… Aku akan melakukan apa saja untuk membahagiakannya… Apa saja… Termasuk mengorbankan kebahagiaan ku untuknya…

 

 

~Flashback END~

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Eomma ?” desisku terkejut saat melihat eomma telah berada di sampingku. Sepertinya aku tertidur saat Jong Woon oppa dan Na Na berada disini.

 

“Yeon Hyo-ya ? Sudah bangun ?” tanya eomma lembut.

 

“Ne, wae eomma ? Kenapa eomma ada di Seoul ?” tanyaku pada yeoja separuh baya yang merupakan ibu kandungku dan Rin Rin.

 

“Eomma mencemaskan keadaanmu, Yeon Hyo-ya.. Bagian mana yang terasa sakit ?” sahut eomma dengan raut wajah khawatir. Aku tersenyum tipis.

 

“Ani…Hanya kepala ku yang sedikit pusing. Tapi eomma tak perlu khawatir. Yoon Yeon Hyo adalah gadis yang kuat. Aku tak apa-apa eomma..”  Jawabku sambil membelai wajah eomma-ku. Aku tak ingin membuatnya sedih.

“Benarkah ?” tanya eomma lagi.

 

“Ne, eomma.. Nan gwaenchanayo..” Aku mengangguk ringan. Eomma tersenyum padaku sekali lagi.

 

“Yeon Hyo-ya ?” aku menoleh ke arah pintu saat mendengar suara berat yang sangat ku rindukan.

 

“Appa !” pekik ku senang. Aku kemudian mencoba untuk duduk bersila di tempat tidurku.

 

“Yeon Hyo-ya, jangan terlalu memaksakan diri..” Tegur appa sambil membantu ku untuk duduk.

 

“Aigoo…Appa jangan terlalu khawatir terhadapku.. Aku tak apa-apa..” Aku berusaha meyakinkan pada appa dan eomma kalau aku baik-baik saja. Dan layak keluar dari rumah sakit ini secepatnya.

 

“Appa..bukan kah sekarang sedang sibuk dengan perusahaan di Jepang ? Kenapa bisa ada di Seoul ?” tanyaku sambil menatap wajah appa yang terlihat sedih.

 

“Appa khawatir padamu, Yeon Hyo-ya.. Uang bisa dicari.. Tapi putri-ku yang cantik ini tak bisa dicari lagi penggantinya..” sahut appa lirih. Aku tahu kalau appa sedih melihat keadaanku. Tapi aku tak ingin melihatnya larut dalam kesedihan seperti ini.

 

“Hahaha…Kan masih ada Rin Rin.. Walaupun aku sudah tak berada lagi di dunia ini, masih ada Rin Rin yang akan menjaga kalian..” Jawabku sambil tersenyum. Mencoba menghibur eomma dan appa.

 

“Yeon Hyo-ya, jangan pernah berkata seperti itu ! Kau pasti sembuh !” teriak eomma. Aku hanya tersenyum.

 

“Tapi eomma… Umurku tak akan lama lagi. Setidaknya aku telah bertemu dengan Cho Kyuhyun sebelum aku pergi..” Eomma mulai menangis.

 

“Eomma jangan menangis…” lirihku pelan. Appa hanya terdiam dan menatap lantai.

 

“Eomma, appa… Kalian harus tahu, aku telah bertemu kembali dengan cinta pertamaku dulu, Cho Kyuhyun. Dia namja yang selalu bermain bersamaku saat aku kecil dulu. Eomma ingat ?” Eomma hanya mengangguk pelan.

 

“Eomma… seandainya saja Tuhan memberiku pilihan… Aku ingin Rin Rin mencintai Cho Kyuhyun sepenuh hatinya, seperti cintaku pada namja itu… Hanya dia yang berhak menggantikan posisi ku disamping Cho Kyuhyun… Ne, aku ingin mereka bersama…” Eomma menangis keras. Ku lihat appa mulai beranjak dari tempatnya duduk. Dan pergi keluar ruangan, sepertinya appa sangat sedih dengan kata-kata ku barusan.

 

Tapi aku harus mengatakan hal ini pada eomma dan appa. Aku takut tak bisa menyampaikannya lagi. Uisa bilang umur ku tak akan lama lagi. Waktuku tinggal sedikit dan akan ku manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

“Eomma… Kau harus tahu, aku menyukai namja bernama Lee Sungmin, aku kagum terhadapnya. Dia begitu baik dan lembut. Tapi eomma… Entah kenapa sampai detik ini yang ada di pikiranku hanya Cho Kyuhyun, aku mencintainya…” Eomma memeluk ku erat sambil menangis. Aku membalas pelukannya sambil tersenyum hambar.

 

Uisa pernah bilang kalau aku bisa bertahan selama tiga tahun lagi. Dua tahun lebih sudah berlalu. Itu berarti, tinggal beberapa bulan lagi menjelang kematianku. Dan tadi siang saat Sungmin oppa melihat darah segar keluar dari hidungku, aku berpura-pura kalau aku tak tahu kenapa hidungku bisa mengeluarkan darah segar seperti itu.

 

Itu pertanda kalau jantungku mulai bermasalah. Sebenarnya aku sering mengalami hal itu akhir-akhir ini. Dan tak ada satu pun orang yang tahu, termasuk dongsaengku Yoon Rin Rin. Aku tak ingin melihat mereka khawatir terhadap keadaanku.

 

Dan sekarang amnesia sialan ini hinggap di otak ku. Aku benar-benar tak bisa mengingat apapun yang terjadi selama setahun ini. Apa aku melupakan sesuatu yang penting ? Tuhan…bantu aku untuk mengingat semuanya sebelum ajal menjemputku….

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Appa !!” teriak yeoja cantik yang sedari tadi tertawa lepas bersama Kibum hyung. Aku hanya terdiam. Yeoja ini bukankah yeoja cinta pertama ku dulu ? Lalu kenapa aku bisa rela membiarkannya tertawa bersama namja yang baru saja dikenalnya beberapa jam yang lalu ? Aku ini bodoh atau apa ? Aahh~ sudahlah ! Bukan kah aku akan segera meninggalkan Seoul ?

 

Apa sebaiknya aku membiarkan Rin Rin bahagia bersama Kibum hyung ? Sepertinya Kibum hyung juga menyukai yeoja ini. Aku tetap duduk tak bergeming di atas kursi panjang sambil menatap malas. Aku sendirian disini, dan Rin Rin tidak mempedulikanku seakan-akan aku tidak ada disini. Sungmin hyung baru saja pergi ke toko roti untuk membelikan roti cokelat kesukaan Yeon Hyo. Dia memang namja yang baik.

 

“Appa… wae ?” suara yeoja cantik itu membuyarkan lamunanku. Aku kembali menatapnya tak berkedip. Dan menangkap aura kegelisahan yang terpancar dari raut wajah appa-nya. Sepertinya telah terjadi sesuatu yang janggal disini.

 

“Ani…Gwaenchana Rin-ah… Mana namja yang bernama Cho Kyuhyun ? Appa ingin bicara sebentar dengannya..” Rin Rin refleks menunjuk ke arahku.

 

“Cho Kyuhyun ?”  Namja separuh baya itu menyapaku dan lantas mengajak ku mengobrol sebentar hanya berdua dengannya. Aku mengangguk dan mengikutinya menuju koridor rumah sakit yang terletak cukup jauh dari ruangan ICU tempat Yeon Hyo dirawat.

 

Sepertinya ini pembicaraan penting menyangkut Yeon Hyo, tapi aku tak bisa menebak apa yang akan disampaikan oleh ahjussi ini.

“Kyuhyun-ah, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu..” kata ahjussi itu membuka pembicaraan.

 

“Ne, ahjussi… Wae ?” aku menatap wajah ahjussi itu sambil tersenyum.

 

“Ani… aku ingin kau membahagiakan putri-ku, Yoon Yeon Hyo.. Menikah lah dengannya…” jawab ahjussi itu membuatku tersentak kaget.

 

“M..me..menikah ?” sahutku terbata-bata. Apa katanya barusan ? Menikah dengan yeoja menyebalkan itu ? Andwae !

 

“Ne…Kyuhyun-ah.. ini demi kebahagiaan Yeon Hyo.. Tolong pikirkan baik-baik…” Aku terdiam. Lidahku kelu. Bagaimana caraku menolaknya ? Eottohke ? Aku harus bagaimana ?

 

“Aku tunggu jawabanmu minggu depan.. Aku harap kau bisa memberikan jawaban yang bisa membuat putri-ku merasa senang… Gomawo Kyuhyun-ah..” Yoon Ahjussi tersenyum sekilas dan pamit untuk kembali ke ruangan Yeon Hyo. Aku hanya bisa menatap punggung Yoon Ahjussi yang makin lama makin menjauh dariku. Dan pada akhirnya menghilang di ujung koridor.

 

Aku harus menikah dengan Yeon Hyo ? Tapi kenapa harus aku ? Bukan kah Yoon ahjussi tahu kalau Sungmin hyung adalah namja chingu-nya Yeon Hyo ? Kenapa bukan Sungmin hyung saja yang di minta untuk menikahi yeoja aneh dan menyebalkan seperti dia ?

 

Andwae !!

 

Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Tadi siang Sungmin hyung memintaku melakukan berbagai macam hal bodoh demi Yeon Hyo. Dan sekarang ahjussi itu memintaku menikah dengan putrinya ? Bukan dengan putri-nya yang bernama Yoon Rin Rin, tetapi dengan putri-nya yang menyebalkan itu ! Aaarrgghh !

 

Aku melangkah cepat disepanjang koridor rumah sakit. Berusaha melenyapkan ingatan tentang pembicaraan horor antara aku dan ahjussi tadi. Mata ku tertuju pada ruangan ICU yang hanya beberapa meter dari tempatku berdiri. Ku lihat tak ada seorangpun di kursi panjang didepan ruang ICU tempat Yeon Hyo dirawat.

 

Kemana Rin Rin dan Kibum hyung ? Bukan kah mereka tadi berada di sini ? Aahh~ mungkin mereka menemani Yeon Hyo didalam. Aku memutar gagang pintu besi dihadapanku. Tampak sebuah pemandangan yang mengharukan terpapar tepat didepan mataku.

 

“Eomma… Jangan menangis lagi.. Waktu aku kecil, Uisa bilang umurku tinggal lima tahun lagi.. Tapi lihatlah eomma… Umurku saat ini hampir mencapai 21 tahun… Dan aku masih bisa bertahan sampai sekarang…” lirih yeoja cantik itu sambil meneteskan bulir-bulir bening yang kemudian mengalir cepat di pipinya.

 

“Yeon Hyo-ya, kau memang gadis yang kuat.. Tetaplah hidup demi eomma….” sahut yeoja paruh baya itu sambil memeluk Yeon Hyo erat.

 

Aku tertegun dan tak mampu berkata-kata. Segera ku tutup pintu besi itu secara perlahan. Dan kemudian tanpa dikomando lagi, kaki ku berjalan secepat mungkin menuju parkiran rumah sakit. Semakin lama semakin cepat. Koridor ini tampak semakin panjang saja. Aku tak tahan, dan aku berlari secepat yang ku bisa. Buliran bening jatuh di pelupuk mataku.

 

Aku berhasil memasuki mobil mercedes hitamku dan mengemudikan cepat meninggalkan rumah sakit. Tak lama kemudian, tangisku pun pecah.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

*Rin Rin PoV*

 

“Yeoboseyo ? Aahh~ eomma ! Mianhae, aku sedang berada di kantin rumah sakit bersama Kibum oppa. Kami kelaparan, kekkeke~ Wae ? Bukankah ada Kyuhyun oppa disana ? Ne..ne.. aku akan segera kesana eomma..”  Aku memutuskan sambungan teleponku. Dan dengan segera ku masukan kembali ponsel shappire blue-ku kedalam tas berwarna serupa.

 

“Rin-ah, wae ?” tanya namja tampan yang sedang mengunyah Kimchi tepat dihadapanku.

 

“Aniya, hanya saja eomma dan appa harus segera pulang ke Jepang.. Tak ada yang menjaga eonni sekarang.. Aku harus segera mengantarkan eomma dan appa ke Bandara Incheon dan kembali kesini lagi untuk menjaga eonni…” jawabku lembut.

 

“Aahh~ Jangan biarkan eonni-mu sendirian Rin-ah.. Aku saja yang mengantar eomma dan appa-mu ke Bandara Incheon sekarang..” sahut namja itu dengan mulut penuh. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya.

 

“Ya!! Jangan tertawa !” pekiknya malu.

 

“Ne..ne..oppa.. Gomawo..” Aku tersenyum dan berpamitan pada namja tampan dihadapanku ini. Dia benar-benar menyenangkan.

 

Tak lama kemudian, aku bergegas menuju ruangan eonni-ku. Eomma dan appa sudah berada diparkiran sekarang. Dan tidak ada yang menjaga eonni. Aku mempercepat langkah menuju ruangan ICU tempat eonni dirawat.

 

“Eonni ?” desisku ketika masuk kedalam ruangan steril ini. Bau obat-obatan menyeruak menusuk hidungku. Aku mendapati eonni tengah berbaring membelakangiku. Secara perlahan, aku menarik kursi disamping tempat tidur putihnya. Dan duduk menatap ke arah punggung eonni yang tertutup selimut.

 

“Eonni ?” panggilku lirih sambil menepuk bahu kanannya secara perlahan. Namun tak ada reaksi sedikitpun. Aku mulai curiga, tubuhnya begitu dingin. Perlahan ku balik tubuh eonni menghadap ke arahku.

 

“EONNI !!!!” teriak ku histeris saat ku lihat wajah eonni begitu pucat dan tampak darah segar mengalir dari sela-sela hidungnya.

 

“Eonni !! Bangun ! Jangan tinggalkan aku !!” pekik ku histeris. Aku segera berlari keluar ruangan. Dan berteriak disepanjang koridor rumah sakit seperti orang gila.

 

“Uisa !! Dimana Uisa ?! Siapapun bantu aku !! Bantu aku !!” seketika beberapa petugas medis mendatangiku. Aku tak mampu berkata apapun dan jatuh terduduk. Dengan susah payah tanganku bergerak untuk menunjukkan ruangan eonni pada mereka semua. Tak lama kemudian, Uisa masuk kedalam ruangan eonni-ku. Aku hanya terpaku sambil menangis histeris.

 

Tuhan… Aku mohon padamu… Jangan ambil eonni dari sisi-ku… Aku begitu menyayanginya… Kenapa harus eonni yang mengalami semua ini ? Kenapa bukan aku saja ?!

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

~Flashback~

 

“Eonni…apakah Tuhan itu baik ?” tanya gadis kecil berkuncir dua itu sambil menatap bintang yang bertaburan di langit kota Paris.

 

“Ne, Tuhan itu sangat baik.. Kau bisa lihat kan… Kita mempunyai eomma dan appa yang sangat menyayangi kita..” sahut gadis kecil dengan rambut tergerai sebahu yang berusia dua tahun lebih tua dari yeoja yang duduk disampingnya itu.

 

“Ne… Dan apakah kau tahu eonni ? Aku lebih beruntung dari pada kau.. Karena aku mempunyai seorang eonni yang begitu menyayangiku..” Balas gadis kecil itu sambil tetap menatap langit.

 

“Hahhaa, Rin~ah.. Aku juga sangat beruntung memiliki dongsaeng sepertimu…” jawab yeoja itu terkekeh geli.

 

“Ya!! Eonni, wae ? Kenapa tertawa ?” cibir Rin Rin.

 

“Wajahmu lucu sekali Rin-ah…” Yeon Hyo kembali tertawa sambil menjitak kepala dongsaengnya itu.

 

“Ya!! Eonni ! Tanganmu tak bisa diam ! Selalu menjitak kepalaku !” protes yeoja berkuncir dua itu sambil mengalihkan pandangannya dari langit dan kemudian menatap wajah eonni-nya dengan sadis.

 

“Eonni, apakah kau bisa sembuh ? Kau tadi bilang kalau Tuhan itu baik..” tanya gadis kecil itu lagi.

 

“Kalau Tuhan mengizinkan….” jawab yeoja itu sambil tersenyum kecut.

 

“Benarkah ? Itu artinya aku tidak akan kehilangan eonni ?” gumam yeoja berkuncir dua itu sambil tersenyum.

 

“Rin-ah… Apakah kau tahu, bintang itu sangat cantik.. Aku menyukainya..” Yeon Hyo berusaha mengalihkan pembicaraan. Rin Rin hanya mendengus kesal.

 

“Ya!! Eonni ! Yang kau sukai itu hanya pink, bintang, salju dan namja yang selalu kau ceritakan itu ! Aku pun tak tahu siapa namanya.. Kau selalu merahasiakannya dariku eonni.. Dan parahnya, aku tak termasuk kedalam daftar hal-hal yang kau sukai !!” Yeon Hyo tertawa.

 

“Kau salah Rin-ah.. Kau itu dongsaeng-ku yang paling ku sayangi.. Melebihi apapun.. Dan suatu saat jika kita telah dewasa nanti, seandainya kita mencintai namja yang sama, aku akan merelakan namja itu untukmu Rin-ah…” ujar Yeon Hyo sambil menatap Rin Rin serius.

 

“Benarkah eonni ?” bisik Rin Rin seakan tak percaya. Yeon Hyo hanya mengangguk.

 

“Walaupun namja itu cinta pertamamu yang kau bilang baru saja pindah ke Seoul itu ?” tanya Rin Rin sambil menatap eonni-nya terharu.

 

“Hhmm…Ne, sekalipun itu Cho Kyuhyun.. Eonni akan mengalah dan menyerahkannya padamu, Rin-ah..” sahut Yeon Hyo.

 

“Eehh ? Siapa nama namja yang barusan eonni katakan ? ‘Cho’ ? ‘Cho’ apa eonni ?” tanya Rin Rin penasaran.

 

“Hahhaa…itu rahasia !” Rin Rin kembali mendengus kesal. Yeon Hyo hanya tersenyum evil dan kemudian bersenandung sambil menatap bintang yang bertaburan di langit…

 

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango
galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge
nae maeum dahae saranghaneun neoreul

 

*Flashback END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Eomma… Jangan menangis lagi.. Waktu aku kecil, Uisa bilang umurku tinggal lima tahun lagi. Tapi lihatlah eomma… Umur ku hampir mencapai 21 tahun… Dan aku masih bisa bertahan sampai sekarang…” Kata-kata Yeon Hyo semakin lama semakin melekat erat didalam pikiranku. Aku benar-benar tak bisa menahan tangisanku.

 

Aku Cho Kyuhyun, tak pernah menangis seperti ini, apalagi hanya karna seorang yeoja menyebalkan yang tak ada hubungannya sama sekali denganku. Tapi entah kenapa, aku tak bisa menahan kesedihan yang kurasakan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Yeon Hyo ? Dia sakit ? Kenapa aku bisa menangis seperti ini hanya karna yeoja pabbo seperti dia !

 

Aku semakin mempercepat laju mobil mercedes hitamku. Menuju ke suatu tempat yang pernah aku kunjungi bersama Rin Rin. Aku menghentikan mobilku secara perlahan saat mendengar deru ombak.

 

Pantai ini… Tempat aku dan Rin Rin bermain istana pasir dan saling mengejar satu sama lain. Entah kenapa, tempat ini yang ku tuju. Aku rindu tawa polos dari seorang yeoja cantik yang pernah membawaku ke tempat ini, Yoon Rin Rin. Aku tak pernah menyangka kalau dia itu cinta pertamaku. Dia ternyata yeoja yang ku berikan kalung bintang 16 tahun yang lalu. Tapi kenapa ahjussi itu malah memintaku untuk menikah dengan Yoon Yeon Hyo ? Bukan dengan cinta pertamaku, Yoon Rin Rin ? Lalu bagaimana dengan perasaan Sungmin hyung ?

 

Andwae !! Aku tidak tega menyakiti perasaan Sungmin hyung. Aku tidak mungkin menikahi Yeon Hyo. Tapi apa yang akan terjadi jika aku tak menikahinya ? Umur Yeon Hyo tak akan lama lagi… Itu penjelasan Uisa yang ku temui secara tidak sengaja saat di parkiran mobil tadi.

 

Uisa itu juga bilang agar bisa membuatnya bahagia di saat-saat terakhir. Tapi kenapa harus aku ? Apakah Sungmin hyung tak bisa membuatnya bahagia ?

 

Pikiranku begitu kacau. Sampai pada akhirnya, aku melihat sesosok yeoja yang amat ku kenali. Aku melihat wajahnya yang begitu kusut. Perlahan aku berjalan mendekatinya.

 

“Rin-ah ?” tanya ku terkejut. Yeoja itu hanya diam terpaku menatap ombak.

 

“Kenapa kau berada disini ? Siapa yang menjaga Yeon Hyo ?” tanya ku lagi.

 

Yeoja itu menunduk dan mulai menangis.

 

“Rin-ah, Wae ?” tanya ku tak sabar.

 

“Eonni…eonni….” sahutnya terbata-bata. Dia menangis histeris. Aku menariknya ke dalam pelukanku.

 

“Wae ? Apa yang terjad i?” tanya ku dengan bibir bergetar. Rin Rin hanya menangis tanpa menjawab pertanyaanku. Tiba-tiba ponselku berbunyi, aku merogoh ponsel di saku celana ku.

 

“Yeoboseyo ? Ne, hyung ! Rin-ah bersamaku.. Wae ? Hyung jangan bercanda !! Ne, aku segera membawa Rin-ah kesana..” Aku memutuskan sambungan telepon ku dengan Sungmin hyung. Telah terjadi sesuatu yang gawat pada Yeon Hyo.

 

Aku segera menarik lengan Rin Rin dan mengajaknya kembali kerumah sakit. Rin Rin menurut dan segera memasuki mobil mercedes hitamku. Aku segera menyetir dengan kecepatan tinggi. Rin Rin hanya terisak di kursi sebelah kemudi.

 

“Rin-ah, sebenarnya apa yang terjadi ? Jawab aku..” ucapku yang membuatnya mengangguk pelan.

 

“Eonni… Penyakit kelainan jantungnya kumat lagi.. Dia harus segera mendapatkan donor transplantasi jantung dalam waktu dua minggu.. Kalau tidak, nyawanya tak bisa terselamatkan….” sahut Rin Rin yang membuatku tercekat.

 

Yeon Hyo akan meninggal ? Andwae !! Yeoja babo itu tak bisa meninggal begitu saja. Harus ada cara untuk menyelamatkannya !

 

“Transplantasi jantung ?” tanya ku terbata-bata.

 

“Ne, oppa… tapi sampai sekarang belum ada pendonor yang cocok untuk jantung eonni….” desis Rin Rin yang membuatku semakin sulit bernafas.

 

“Separah itu kah ?” tanya ku tak percaya. Rin Rin hanya mengangguk dan kembali meneteskan air matanya.

 

Aku dan Rin Rin segera turun dari mobil begitu kami sampai di parkiran rumah sakit. Hari sudah larut malam. Kami segera bergegas menuju ruangan ICU di ujung koridor.

 

Tampak raut wajah Sungmin hyung yang begitu kusut. Kantong plastik bening berada disampingnya, tampaknya Sungmin hyung baru saja kembali dari toko roti kesukaan Yeon Hyo.

 

“Hyung ?” desisku sambil menepuk pelan bahu kirinya. Sungmin hyung hanya menoleh, tampak frustasi.

 

“Aku tak pernah menyangka kalau dia mengidap penyakit itu.. Yeon Hyo tak pernah cerita apapun padaku. Kenapa harus dia yang mengalami semua ini ? Kenapa harus Yeon Hyo ?!!” jerit Sungmin hyung yang membuatku tertegun. Sungmin hyung tak pernah seperti ini terhadap yeoja manapun. Aku begitu mengenal Sungmin hyung.

 

“Kenapa harus Yeon Hyo ?! Kenapa?!!” Sungmin hyung memukul dinding koridor dengan air mata mengalir di kedua pipinya. Aku tak sanggup berkata-kata lagi. Rin Rin menangis histeris. Aku hanya bisa menatap kosong ke arah ruangan ICU yang kini tertutup.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Lee Sungmin PoV*

 

“Uisa ! Bagaimana keadaan Yeon Hyo ?!” teriak Kyuhyun yang membuatku tersadar kembali.

 

“Penyakit jantungnya semakin parah, mungkin hanya sanggup bertahan dalam waktu dua minggu saja.. Nona Yoon Yeon Hyo harus segera mendapatkan transplantasi jantung untuk membuatnya sembuh.. Hanya saja, susah sekali menemukan donor jantung yang cocok untuknya.. Sekarang kondisinya sudah stabil.. Sebaiknya kalian mengabulkan segala permintaannya di saat-saat terakhir..” Penjelasan Uisa barusan membuatku ambruk. Aku terduduk lemas sambil menatap kepergian Uisa itu. Aku benar-benar tak menyangka Yeon Hyo mengalami semua ini. Kenapa ia menanggung semua bebannya sendirian saja ? Ini terlalu berat untuknya.

 

Aku melangkah masuk kedalam ruangan steril itu. Kyuhyun dan Rin Rin mengikutiku dari belakang. Aku melihat yeoja cantik yang kini sangat lemah. Aku segera duduk disamping tempat tidurnya. Kyuhyun dan Rin Rin berdiri mengawasiku.

 

“Yeon Hyo-ya ?” panggil ku lembut sambil membelai wajahnya yang polos. Dia membuka mata secara perlahan dan kemudian tersenyum hambar.

 

“Bagaimana keadaanmu ?” tanya ku dengan bibir bergetar. Aku tak sanggup menatap wajahnya, rasanya ingin menangis saat ini juga.

 

“Gwaenchana oppa….Aku sehat..” jawabnya terbata-bata. Yoon Yeon Hyo, kenapa kau harus berbohong padaku ?

 

“Jinjja ?” tanya ku lagi. Dia mengangguk sambil tersenyum. Senyuman ini, benar-benar mirip Cho Kyuhyun.

 

“Oppa…Besok aku mau pulang kerumah… Sangat membosankan disini..” katanya lirih membuatku semakin tak kuasa menatap wajahnya.

 

“Ne…kau akan pulang besok…” sahutku dengan senyuman terpaksa. Aku harus menuruti semua kemauannya saat ini.

 

*Lee Sungmin PoV END*

 

 

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

Yang baca WAJIB komment !! *maksa*

 

Wkwkwkkwk
eottohke  ?
NYESEK yaa -_____-

#digorok

 

Happy reading😄

 

 

47 thoughts on “FF “Ya!! Namja Babo!” (PART 8)

  1. aku nangis eonni… ;'(
    Aku nangis baca.n hikss…hikss.. Sedih banget sih.. Knpa harus se’sedih ini😦
    Kerennn FF.n keren… Suka aku… Makin seru… Lanjutkan.. Jempol-ku berikan semuanya untuk eonni deh.

  2. Kok aku nangis ya?
    Waa……sedihnya….nyesek bgt bacanya……
    Eonni hebat bgt sih bikin ff, aku sampe bingung keke~
    ff part 8 ini bener2 T.O.P bgt deh
    kuharap kyu tau klo cinta pertamanya tuh bukan rinrin tp yeon hyo,,ahh semoga saja si mister Cho itu segera diberikan pencerahan(eh?) keke~
    gumawo eonni

  3. Aku reader baru disini..
    Ceritanya keren bgt onnie, kapan kyuhyun tahu kalau cinta pertamanya tuh yeon hyo?
    Ini sedih bgt ceritanya, aku tunggu next chapnya ^^

  4. eonni emang ddaebak deh ..
    ff.nyh ampe bkiin aku nangiis bombay .. hheehe …
    part akhir lbih sdiih lagi .. ??
    wahh ..
    hrus nbung air mata nih spya bsa nangis lama ..
    hehehe …

    spluh jempol deh buat eonni ..

  5. eonnie aku mewek😦
    pasti kyuhyun oppa mendonarkan jantungnya buat Yoon yoen hyo ? bener gak eonnie !!

    eonnie part ini saja udah sedih aplagi endingnya entar -,-

  6. Waktu itu eon, aku baca ni FF pas ENDINGnya, yg eonni share di BFEI. Aku kan bacanya di kamar sambil tiduran (pake iPad)… Nangis langsung, pas ada mama aku, aku pura2 ngantuk aja, trus nyerahin iPadnya dehh… Jdinya gak ketara kalo aku nangis… Kekeke~

  7. nangis gue baca adegan rinrin yeon hyo…
    Inget dongsaengku… Huhu
    tapi kug si hyo inget sama yuan onnie? Itu kan kembaranya ming? Kan dy gag inget ama ming??
    Haishh. Si kyu bener2 babo tingkat akut. Masa dy gag bs ngenalin first love nya sendiri sih…

  8. merinding q bacanya thor,
    bkand krna ad hantunya,hehe
    tp critanya yg so sad bgt…,,,:'(((

    agak BT,kpan c kyu sdar klo hyeon hyo tu cnta prtmanya bkn rin rin???
    g rela jg klo nntinya kyu cma rin rin bkn cma hyeon hyo…,,

    penasaran…,,,
    aq lnjut bca next part’y y thor,

    misi..,,;p

  9. Duhh apa ini?-___- endingnya yeonhyo sama kyu kann????!!! Awas aja kalo ga *plakk

    Kkk.. Penasaran banget sama lanjutannya. Padahal tadi pengen baca sampe 5 part dulu terus tidur. Tapi ternyata gara gara penasaran sama kelanjutannya jadi sampe part 8 gini-__- haha.. Ff nya baguss thorrr

  10. Aku nangis bacanya thoorr~😥
    Hayoo tanggung jwb hayoo.. #plakk

    Sad ending kah?? ANDWAEE!!!
    Pokonya Hyo-Kyu hrs bersatu pas ENDING! Gmw tauu thooorrr!! *ditabok author ._.v*
    Yg pnting mah DAEBAK lah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s