FF “Saranghae, My Evil Prince…” -OneShot-

 

 

“Saranghae, My Evil Prince…

 

 

Author : Yarica Eryana (Yoon Yeon Hyo)

 

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

 

Twitter : @IchaGaemGyu

 

Blog : http://www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

 

Main Cast : Cho Kyuhyun

 

                        Yoon Yeon Hyo

 

 

Sub Cast : Kim Hyo Ra

 

                        Kwan Hyun Jin

 

 

 

 

 

Genre : AU, Romance, Hurt, Sad

 

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu

                        Super Junior milik ELF, tapi Kyuhyun dan Fanfiction ini hanya milik Yeon Hyo😄

 

 

Lenght : 5.968 words

 

 

 

 

 

Recommended Song :: Yiruma – Kiss The Rain

 

Super Junior K.R.Y – My Love, My Kiss, My Heart

 

Infinite – Before The Dawn

 

 

 

 

 

 

 

FF “Saranghae, My Evil Prince…” –OneShot-

 

 

“Imi naneun dareun saranghaetkkaejiman… Neol chilsuga eobseo dashi dolikilsu oebseo…”

 

(Bahkan jika kau sudah memiliki cinta yang lain… Aku tak bisa melupakanmu, aku tak bisa berpaling…)

 

“Nan neoman saranghago shipeo jeoldae dashi han nun pal saenggak eobseo…”

 

(Aku hanya ingin mencintaimu… Aku tidak akan pernah berpikir untuk melihat yang lain lagi…)

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Author PoV*

 

“Bodoh ! Yeon Hyo bodoh !” teriak Kyuhyun menggema di seluruh penjuru ruangan. Yeoja yang sejak tadi menunduk itu pun akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun tajam.

“Ya!! Bisakah kau berhenti mengejek ku, huh ?” sahut Yeon Hyo dengan raut wajah tak senang.

Kyuhyun mendecak kesal dan membalas tatapan tajam Yeon Hyo. Matanya tampak berkilat-kilat marah, namun ada perbedaan yang ia tampilkan kali ini. Bukan marah yang sebenarnya, tapi lebih terlihat seperti khawatir.

“Yeon Hyo-ya, harus ku katakan berapa kali denganmu ? Apakah kau sama sekali tidak ingat dengan pesanku ? Apa kau tak ingat ? Kalau terjadi sesuatu padamu, bagaimana ? Kau mau membuatku selalu cemas karna memikirkanmu ?!” cecar Kyuhyun bertubi-tubi.

Yeon Hyo mendengus. Kali ini memang salahnya. Sudah sewajarnya ia dimarahi habis-habisan seperti ini. Kalau bukan karna proposal penelitian itu harus diantarkan dengan segera pada dosen pembimbingnya. Tentu saja yeoja itu tidak akan ngebut dijalanan dan hampir menabrak mobil.

Yeon Hyo pernah kecelakaan. Satu kali. Dan itu pun karna kecerobohannya sendiri. Yeoja itu harus masuk rumah sakit selama seminggu penuh dengan luka jahitan di kepalanya ditambah luka-luka lecet di kaki dan tangannya.

Sebenarnya ini bukan kecerobohan Yeon Hyo sepenuhnya, tapi karna yeoja itu mengantuk. Saat malam sebelum kejadian, Yeon Hyo harus menjalani dinas akhir di sebuah klinik sebagai petugas medis. Bukan karena yeoja itu sudah bekerja. Tapi karena ini adalah dinas terakhirnya sebagai mahasiswa.

Itu sebabnya Kyuhyun sangat marah saat mengetahui yeoja itu hampir mengalami kecelakaan lagi. Walaupun mereka sering kali bertengkar hebat tanpa alasan yang masuk akal. Bagaimanapun juga, Yeon Hyo adalah satu-satunya yeoja yang ia cintai.

“Kau masih ingat pesan ku kan, Yeon Hyo-ya ? Apa kau bermaksud melupakannya ?” sindir Kyuhyun tampak tak senang.

“Aniya.. Aku ingat semua pesanmu, Kyuhyun-ah.. Kau pernah berpesan padaku.. Untuk selalu berhati-hati, jangan bertindak ceroboh.. Jangan makan sembarangan dan jangan mudah percaya pada orang asing.. Jika terjadi apa-apa padaku, kau tak kan pernah mau memaafkanku…”

“Kalau kau ingat, kenapa kau masih bertindak ceroboh dan makan sesuka hatimu ? Sudah berapa kali ku peringatkan, makan makanan yang membuatmu kenyang ! Lihat lah, semalam penyakit maag-mu kambuh kan ? Apakah kau tidak tahu kalau aku selalu merasa pusing jika kau mengadukan hal itu padaku, Yeon Hyo-ya ?”

Yeon Hyo menunduk. Tampak menyesal. Dia tahu kalau Kyuhyun marah karna begitu mengkhawatirkannya.

“Mianhae… Kyuhyun-ah…” sahut Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun menghela nafas berat.

“Kau mau bersikap sopan saat aku marah padamu… Biasanya kau akan kembali mengejek ku, Yeon Hyo-ya…”

“Mianhae telah membuatmu cemas, Kyuhyun-ah… Aku janji akan lebih berhati-hati…”

Kyuhyun mengangkat kedua sudut bibirnya keatas. Membentuk sebuah senyuman.

“Saranghae… Aku mencintaimu, Yeon Hyo-ya…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Kau adalah kata tunggal… Dilipatan hatimu, rindu kubakukan… Tercetak dengan huruf tebal…”

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            Ddrrtt… ddrrttt…

 

Yeon Hyo menghentikan suapannya begitu ponselnya bergetar hebat. Satu pesan masuk. Tidak, bukan hanya satu. Melainkan empat pesan sekaligus.

 

From : Evil Prince

Message : “Makan lah yang benar..”

 

 

***

From : Evil Prince

Message : “Semangat chagi…”

 

 

 

***

From : Evil Prince

Message : “Saranghaeyo…”

 

 

***

From : Evil Prince

Message : “Aku sayang padamu…”

 

 

Yeon Hyo tersenyum kecil dan membalas pesan singkat itu dengan cepat. Bagaimana Kyuhyun tahu kalau saat ini ia sedang menikmati ramyeon ? Namja itu sudah berulang kali memperingatkannya untuk tidak terlalu banyak makan ramyeon dan sejenisnya karna itu tidak akan membuatnya kenyang.

Dan kali ini ternyata Kyuhyun kembali mengejeknya, bukan hanya mengejek Yeon Hyo. Tapi juga mengejek Kim Hyo Ra yang merupakan saudara sepupu Kyuhyun. Sahabat baik Yeon Hyo.

Yeon Hyo kembali memasukan ponsel kedalam saku celananya begitu selesai membalas pesan Kyuhyun. Yeoja itu cepat-cepat menghabiskan ramyeon kesukaannya mengingat hari sudah mulai menjelang sore. Dan ia harus pergi ke suatu tempat untuk mengurus surat penelitiannya. Yeon Hyo adalah mahasiswa semester akhir. Begitu juga dengan Kyuhyun. Mereka sama-sama sedang menyelesaikan tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana.

Baru saja Yeon Hyo melesat pergi. Tiba-tiba saja ponselnya kembali bergetar. Memaksa yeoja itu untuk menghentikan laju kendaraannya di pinggir jalan. Lagi-lagi satu pesan dari orang yang sama.

From : Evil Prince

Message : “Kim Hyo Ra gemuk.. Dulu waktu masih sekolah, dia tidak gemuk.. Tapi seperti tengkorak hidup.. Hhahaha.. Pulang lah chagi.. Aku selalu merasa tidak tenang jika kau masih berada di luar…”

Yeon Hyo mendecak kesal dan kembali memasukan ponselnya kedalam saku celana. Yeoja itu tidak bisa berkonsentrasi menyetir jika Kyuhyun menyebalkan itu terus-terusan menyuruhnya pulang. Tapi Yeon Hyo tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia sangat menikmati setiap perhatian yang diberikan Kyuhyun walaupun perhatian yang namja itu tunjukan padanya jauh dari kata romantis dan cenderung seenaknya sendiri.

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

            “Yeoboseyo ? Kyuhyun-ah… Kau sedang apa ?” tanya Yeon Hyo begitu mendengar suara namja yang sangat ia cintai itu di ujung sambungan telepon.

“Memperbaiki skripsi-ku… Hari ini lelah sekali, kau sedang apa ? Sudah makan ?”

“Aniya… Aku belum makan.. Kyuhyun-ah, Penyakit maag-ku kambuh…” rintih Yeon Hyo sambil meringis.

“Yeon Hyo bodoh ! Ceroboh !! Sudah berapa kali ku katakan padamu… Apakah kau lupa pesanku itu, huh ? Sekarang makan ! Setelah makan, baru hubungi aku lagi… Arraseo ?”

 

“Ne…” sahut Yeon Hyo sambil mematikan sambungan telepon dan menatap bubur hangat dihadapannya dengan enggan. Perasaannya tidak enak kali ini. Ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Bahkan lebih dari itu, yeoja itu tidak nafsu makan selama beberapa hari ini. Seperti ada yang sedang Kyuhyun sembunyikan darinya. Lagipula sikap Kyuhyun akhir-akhir ini begitu aneh. Tidak biasanya Kyuhyun begitu perhatian padanya.

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Aku memang picisan… Tapi peduli apa kamulah satu-satunya alasan yang butuh kukatakan…”

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Jangan halangi aku, Hyun Jin-ah !” bentak Kyuhyun kesal.

Yeoja itu menggeleng tegas dan kembali mencecar Kyuhyun dengan beberapa pertanyaan yang membuat namja itu merasa pusing.

“Kenapa kau tiba-tiba muncul dihadapanku ? Kenapa kau berada di Seoul ? Dari mana kau tahu alamatku, Hyun Jin-ah ?!”

“Siapa Yeon Hyo ? Apakah dia itu yeoja chingu-mu ?” sahut Hyun Jin balik bertanya. Yeoja itu menunggu jawaban dari Kyuhyun dengan rasa tidak sabar.

“Kalau dia yeoja chingu-ku, memangnya kenapa ? Ada masalah buatmu ?!”

“Oppa ! Aku mencintaimu, kita sudah saling mengenal sejak dulu… Apa kau sama sekali tidak memandangku ?”

“Cih… Hyun Jin-ah… Jangan mempersulit keadaan.. Aku lelah.. Mau pulang..”

Kyuhyun hendak masuk kembali kedalam mobilnya ketika Hyun Jin menarik ponsel yang sejak tadi berada didalam genggaman tangan Kyuhyun dan menatap layar ponsel itu dengan mata nanar.

“Aku tidak suka jika kau berhubungan dengan yeoja ini…Oppa ! Aku mencintaimu ! Aku tak rela jika orang lain memilikimu, oppa !” pekik Hyun Jin yang membuat Kyuhyun menatap yeoja itu emosi. Bagaimana bisa yeoja ini begitu keras kepala hingga menyusulnya kemari ?

“Kita tidak punya hubungan apapun… Aku tidak mencintaimu, Hyun Jin-ah ! Berhenti mengejarku ! Aku sudah punya Yeon Hyo, ku harap kau mengerti perasaanku !”

Kyuhyun merebut kembali ponselnya dari tangan Hyun Jin dan bergegas masuk kedalam mobil. Menghidupkan mesin dengan tergesa-gesa. Ingin rasanya Kyuhyun segera menghilang dari tempat itu. Pergi tanpa sepengetahuan Hyun Jin. Tapi ternyata yeoja angkuh itu malah berdiri tepat didepan mobil Kyuhyun. Berdiri sambil merentangkan tangannya. Menghalangi Kyuhyun pergi.

“Ya!! Minggir dari sana !!” bentak Kyuhyun kesal.

Yeoja itu menggeleng tegas dan malah semakin menghalangi jalan.

“Shireo ! Aku tak kan pergi dari sini ! Aku mencintaimu, Oppa !”

“Kau gila !! Cepat minggir !” bentak Kyuhyun lagi. Tapi yeoja itu tidak menghiraukan teriakan Kyuhyun dan masih berdiri tegak ditempatnya semula. Membuat Kyuhyun emosi dan mulai kehilangan kesabaran.

Tak ada pikiran lain yang terlintas didalam benak Kyuhyun selain menyingkirkan Hyun Jin. Melenyapkannya dari dunia ini. Tidak ingin melihat raut wajah yeoja menyebalkan itu lagi.

Kyuhyun memundurkan mobilnya. Mengambil jarak yang menurutnya cukup jauh dari tubuh Hyun Jin. Namja itu menggeram. Emosi benar-benar menguasai pikirannya.

Hyun Jin terlihat memejamkan mata saat Kyuhyun menginjak pedal gas dan memacu mobil sekencang-kencangnya ke arah Hyun Jin.

BRAAAKK !!

Tubuh Hyun Jin terpental. Menabrak mobil Kyuhyun hingga jatuh ke belakang mobil. Lalu tertabrak kendaraan lain yang kebetulan melintas.

Kyuhyun menoleh kebelakang dan mengatur nafasnya. Keadaan jalan mendadak ramai. Memaksa namja itu untuk turun dari mobil dan melihat keadaan Hyun Jin yang ternyata begitu parah. Tubuhnya berlumuran darah di beberapa bagian terutama wajah dan kakinya. Dan sepertinya yeoja itu kehilangan kesadaran.

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Jangan jadikan aku terdakwa… Menimpakan sebab perpisahan ke pundakku begitu saja… Menyisakan tanya di kelu lidahku…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Hyo Ra-ya… Apakah kau tahu kemana oppa-mu ? Seharian ini ia sulit sekali di hubungi…” keluh Yeon Hyo sambil menatap layar laptopnya. Berusaha berkonsentrasi untuk mengerjakan proposal yeoja itu yang terbengkalai.

“Molla… Memangnya aku membuntuti setiap gerak gerik Kyuhyun ? Yeon Hyo-ya, bisakah sekali-kali kau tidak menanyakan keberadaan oppa setan yang selalu menjahiliku itu, huh ? Aku bosan mendengarnya…”

 

“Ya! Ya!! Jangan pernah mengatakan dia itu setan… Dia itu calon suamiku, Hyo Ra-ya.. Arraseo ? Cepat panggil aku dengan sebutan ‘eonni’ !”

“Mwo ? Memanggilmu ‘eonni’ ? Ya! Shireo ! Walaupun pada akhirnya kau akan menikah dengan oppa-ku…. Aku tak kan mau memanggilmu dengan sebutan ‘eonni’ ! Umur mu itu jauh lebih muda dariku, Yeon Hyo-ya…”

 

“Aaiish.. kau ini… Sebenarnya oppa-mu itu kemana, Hyo Ra-ya ?” tanya Yeon Hyo yang membuat Hyo Ra mendengus.

“Aku akan cari tahu kemana dia… Kau tenang saja, arraseo ? Matikan saja dulu… Aku akan menyuruhnya menghubungimu, Yeon Hyo-ya…”

 

“Ne…”

Yeon Hyo menghela nafas dan kembali menatap layar laptopnya dengan pandangan malas. Bagaimanapun juga ia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi saat ini. Perasaannya tidak enak. Yeoja itu takut terjadi sesuatu pada Kyuhyun.

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

“Kyuhyun-ah… Mengapa kau menabraknya ? Kenapa kau menabrak Hyun Jin ?” desis Yeon Hyo dengan mata berkaca-kaca. Yeon Hyo berusaha menahan tangis. Bagaimana tidak, Yeon Hyo tahu siapa itu Hyun Jin dan bagaimana perasaan yeoja itu terhadap Kyuhyun.

 

            “Kau tahu Yeon Hyo-ya… Yeoja menyebalkan itu tiba-tiba saja muncul dihadapanku, merebut ponselku, membaca semua pesanmu dan marah-marah tidak jelas.. Aku kesal sekali padanya… Baru kali ini aku menghadapi yeoja yang membuatku frustasi… Kalau bukan Hyun Jin, siapa lagi ?”

 

Yeon Hyo terdiam. Yeoja itu berusaha menarik nafas yang mulai terasa sesak. Kenapa rasanya begitu sakit ? Yeon Hyo merasa takut sekarang. Takut kalau Hyun Jin yang licik itu menjadikan semua ini alasan untuk mendapatkan Kyuhyun.

“Kenapa kau menabraknya ?” ulang Yeon Hyo lemah.

 

            “Aku kesal, Yeon Hyo-ya… Kau tahu apa yang ku pikirkan saat itu ? Aku ingin ia menghilang dari hadapanku saat itu juga… Jadi saat ia berdiri dan menghalangiku pergi.. Aku menabraknya dan itu pun tanpa sadar… Semua orang menyalahkan ku, Yeon Hyo-ya.. Seharusnya mereka salahkan Hyun Jin, bukan aku..”

“Kau dimana sekarang ?” tanya Yeon Hyo berusaha setenang mungkin. Tapi setetes air mata sudah mengalir membasahi pipi kanan nya.

“Di rumah sakit… Eomma memaksaku untuk melihat keadaan Hyun Jin…”

 

“Oohh..”

“Kau marah Yeon Hyo-ya ? Ku mohon jangan marah… Jangan cemburu..”

 

“Aniya, aku tidak marah… Bagaimana keadaan Hyun Jin ? Hyo Ra bilang kejadian itu sudah terjadi empat hari yang lalu… Tapi mengapa kau baru memberitahuku sekarang ? Kenapa ?”

“Koma selama tiga hari… Dia baru sadar kemarin, Yeon Hyo-ya… Aku hanya mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semua hal mengerikan ini padamu… ”

 

Yeon Hyo kembali terdiam. Kenyataan ini seperti mimpi yang sulit ia terima. Bagaimana bisa Hyun Jin tiba-tiba muncul dihadapan Kyuhyun ? Bagaimana bisa Kyuhyun terbawa emosi hingga pada akhirnya menabrak yeoja itu dengan sengaja ? Kenapa hal ini bisa terjadi disaat Yeon Hyo benar-benar merasa bahagia ?

“Aku akan pulang sebentar lagi bersama eomma… Besok Hyun Jin akan dibawa ke Singapore… Eomma juga ikut kesana…”

 

“Eomma-mu ikut ? Bagaimana denganmu, Kyuhyun-ah ? Apakah kau juga akan ikut ?” tanya Yeon Hyo dengan suara bergetar. Tangan yeoja itu mulai gemetar. Rasa tidak tenang menyelusup jauh kedalam relung hatinya.

“Aniya… Aku tidak mungkin menelantarkan skripsi-ku demi menemani yeoja menyebalkan itu… Skripsi-ku lebih penting, Yeon Hyo-ya… Kau saja kalah melawan skripsi-ku… apalagi Hyun Jin…”

 

“Ne… sampaikan salam-ku untuk eomma…”

Yeon Hyo menutup sambungan teleponnya dan menghela nafas frustasi. Ini cobaan yang sangat berat. Memikirkan Kyuhyun bertemu dengan yeoja itu saja sudah membuat Yeon Hyo merasa begitu sesak. Apalagi memikirkan sesuatu yang sangat ia takuti begitu mendengar kabar itu dari Kyuhyun.

Yeon Hyo takut.

Takut sekali jika keluarga Hyun Jin akan menuntut Kyuhyun dan tidak akan melepaskan namja itu karna telah menabrak Hyun Jin dan membuat yeoja itu mengalami luka parah hingga tak sadarkan diri selama tiga hari.

Yeon Hyo takut kalau appa dan eomma Hyun Jin memaksa Kyuhyun untuk menikahi Hyun Jin. Itu sebabnya Yeon Hyo tidak akan dapat tidur nyenyak malam ini.

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Mencecap rindumu dalam satu rasa yang bermakna pahit… Berjarak dalam ruang keterpisahan itu sungguh menyesakkan, memang….”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

“Yeon Hyo-ya, mau kah kau menikah denganku akhir tahun ini ?” tanya Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo tersentak dan menatap namja itu dengan tatapan bingung.

“Menikah ?”

“Ne…. Kau mau kan ?”

Yeon Hyo terdiam. Rasanya sangat bahagia. Benar-benar sangat bahagia.

“Eomma-mu akan setuju atau tidak, ne ? Kalau kau belum siap… Aku tak kan menyentuhmu hingga kau siap, Yeon Hyo-ya… Aku hanya ingin serumah denganmu dan tak ada yang lain… Eottohke ?”

“Dengan senang hati oppa, tapi apakah itu tidak terlalu cepat ? Maksudku… Kita masih terlalu muda untuk membicarakan hal ini..”

“Kau harus tinggal bersamaku, Yeon Hyo-ya… Kalau kau keberatan untuk sekamar denganku, tidak apa-apa..”

“Tapi kenapa begitu tiba-tiba ?”

“Aku takut… Kau tahu kan maksudku ? Yeoja menyebalkan itu belum pulih…”

“Eerr… Tapi aku harus menanyakan hal ini pada eomma-ku dulu..” sahut Yeon Hyo sambil berpikir betapa menyenangkan bisa hidup bersama namja yang menguasai hati dan pikirannya itu. Pasti hidup mereka tidak akan pernah sepi dari pertengkaran dan adu mulut kecil. Tapi bukankah itu terdengar begitu romantis ? Tak ada yang lebih menyenangkan daripada hidup bersama dengan orang yang sangat kita cintai.

“Jangan buru-buru… Lagipula aku belum mengatakan hal ini pada eomma… Tunggu saat yang tepat..”

“Ne… Tapi apakah kau berjanji untuk menikahiku dan tidak berpaling pada yeoja lain ?” tanya Yeon Hyo terdengar khawatir. Lagi-lagi bayangan Hyun Jin menguasai pikirannya. Membuatnya kembali takut.

“Apakah aku terlihat mempermainkanmu, Yeon Hyo-ya ?” sahut Kyuhyun tajam. Yeon Hyo hanya bisa terdiam dan pada akhirnya menggeleng lemah.

“Kau tahu ? Aku tak mau hidup dengan yeoja manapun dimuka bumi ini kecuali kau, Yeon Hyo-ya… Jadi hentikan pikiran bodohmu itu.. Arraseo ?”

“Arraseoyo…”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Kalau cuma main-main, untuk apa aku proklamirkan cinta dan rela terbakar bersamanya ?”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Kapan wisuda ?” tanya Kyuhyun memecah keheningan yang menyelimuti mereka berdua selama lima menit terakhir. Yeon Hyo menoleh. Akhir-akhir ini semua kejadian yang terjadi begitu tidak masuk akal. Begitu aneh dan rumit.

“Bulan agustus… Kalau kau kapan ?” sahut Yeon Hyo balik bertanya.

“Pertengahan mei…”

“Mwo ? Apakah aku boleh menghadiri wisuda-mu, Kyuhyun-ah?”

“Tentu saja ! Dengan senang hati… Kau boleh datang untuk menghadirinya, chagi..”

“Jinjja ? Hhahha.. Lalu bagaimana dengan kau ? Apakah kau akan datang dan menghadiri wisuda-ku ?”

“Kau ingin aku menghadirinya, Yeon Hyo-ya ?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan ringan Yeon Hyo.

“Aahh~ baiklah… Aku akan datang…”

“Benarkah ? Kau berjanji padaku ?” tanya Yeon Hyo terdengar tidak yakin.

“Ne, aku berjanji padamu, Yeon Hyo-ya… Kau akan memakai baju warna apa saat wisuda nanti ? Aku ingin menyesuaikan pakaianku agar serasi denganmu..” ucap Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo tersenyum senang.

“Molla… Nanti ku beri tahu lagi…”

“Jinjja ? Hhaha.. Yeon Hyo-ya, minggu depan eomma akan pulang kemari… Hhmm.. Aku akan memberitahu eomma soal rencana pernikahan kita setelah eomma pulang, ne ?”

“Mwo ? Hahhaha..”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Bertahan dalam diam… Membiarkan rindu itu memungut indah dalam kesakitannya… Aku rela…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Aku milikmu.. Aku tak kan mencari yang lain.. Aku mau hidup denganmu.. Kau pernah berjanji suatu saat nanti, kau ingin memberiku seorang anak perempuan kan ?”

Yeon Hyo terdiam. Pikirannya begitu kalut saat ini.  Besok Hyun Jin pulang dari Singapore dan Kyuhyun terpaksa menjemputnya dibandara karna perintah eomma Kyuhyun. Hal itu yang membuat Yeon Hyo merasa tidak tenang seharian.

“Ne, kelak dia akan ku beri nama, Na Yuki… Na itu artinya ‘saya atau aku’ dan Yuki dalam bahasa Jepang yang berarti ‘Salju’… Eottohke ? Dan untuk anak laki-laki, itu tugasmu untuk mencarikan nya nama, Kyuhyun-ah..”

“Mwo ? Kau sudah punya nama untuk anak kita nanti ? Hhaaha…”

“Ya! Jangan tertawa ! Aku serius soal ini..” sungut Yeon Hyo sambil memasang tampang sebal.

“Hahaha.. Kau ini lucu sekali, Yeon Hyo-ya ! Seperti anak kecil ! Hahhaha..”

“Jangan mengejek ku ! Cho Kyuhyun pabbo ! Jutek, menyebalkan !”

“Ya!! Tidak sopan ! Cepat panggil aku ‘oppa’ !”

“Shireo ! Hhahahaa..”

“Aaiish.. Yeon Hyo jelek !”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

 

            “Hyo Ra-ya… Eottohke ? Bahan proposal-ku tidak ada… Tidak bisa diambil lagi.. Aku harus bagaimana Hyo Ra-ya ?”

Yeon Hyo kembali menyeka air matanya. Pikirannya terlalu banyak. Soal kecelakaan Hyun Jin yang sengaja ditabrak oleh Kyuhyun. Deadline tugas akhirnya. Dan sekarang masalah proposal yang kacau. Semua bertumpuk menjadi satu. Membuat yeoja itu mencurahkan seluruh keluh kesahnya pada sahabat baiknya selama ini. Kim Hyo Ra.

“Jinjja ? Aaiish… Yeon Hyo-ya, kenapa kau begitu ceroboh ?”

 

“Aku tidak tahu, Hyo Ra-ya… Pikiranku terlalu banyak, aku pusing..”

“Tenang saja, aku akan membantumu.. Kita kerjakan besok secara bersama-sama, ne ?”

 

“Tapi…”

“Ya! Jangan khawatir.. Oppa setan itu menyuruhku membantumu… Aaiish.. Tanpa disuruh olehnya pun, aku pasti akan membantumu, Yeon Hyo-ya.. Kau tenang saja ! Jangan menangis lagi, arraseo ?”

 

“Jinjja ? Dia menyuruhmu ?” tanya Yeon Hyo sambil tersenyum kecil. Walaupun Kyuhyun terlihat jutek dan terkadang sangat menyebalkan. Tapi ternyata dia adalah namja yang perhatian. Namja yang mengerti keadaan Yeon Hyo. Dan tentu saja Yeon Hyo sangat menyukai hal itu.

 

            “Ne… Dia ribut sekali.. Aaiish.. Aku bosan mendengar celotehannya itu, Yeon Hyo-ya… Bisakah kau punya namja chingu yang lebih normal daripada dia ?”

“Ya! Bagaimanapun juga dia itu namja chingu-ku !” protes Yeon Hyo yang membuat Hyo Ra tertawa keras.

“Hhaaha.. Jangan sedih lagi, ne ?”

 

“Ne… Gomawo Hyo Ra-ya…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

            “Yeon Hyo-ya, kau dimana ? Cepat pulang.. Hari hampir gelap !”

 

Yeon Hyo mendengus kesal dan berusaha berkonsentrasi  pada suara yang berada diujung sambungan telepon. Suara yang paling ia sukai didunia ini. Cho Kyuhyun.

“Aaiish.. bisakah kau hentikan teriakanmu itu, Tuan Cho ? Aku lelah seharian ini dan kau masih bisa meneriaki ku, huh ?”

“Ya! Ya! Aku ini khawatir padamu, bodoh ! Kau kemana saja ? Mana Hyo Ra ?”

 

“Aku tidak bersama Hyo Ra saat ini… Sebentar lagi aku pulang.. Bahannya sudah ketemu, tapi aku harus menyalinnya dengan cepat…”

            “Mwo ? Tidak bersama Hyo Ra ? Ya!! Jadi kau ini kemana ? Tunggu sebentar, akan ku marahi Hyo Ra karna dia tidak menjagamu dengan baik !”

“Ini bukan salahnya, bahan yang ku butuhkan sangat banyak.. Aku tak mau merepotkan orang lain, ne ? Sudahlah.. Aku bisa pulang sendiri, Kyuhyun-ah…”

“Pabbo ! Ini sudah hampir malam ! Berbahaya sekali untukmu !”

“Hyo Ra tadi menawarkan taxi untuk ku, tapi aku ini sudah dewasa ! Aku bisa pulang sendiri.. Kau tahu, Hyo Ra sudah banyak membantuku… Aku tak mau merepotkannya lebih banyak lagi..”

            “Sudah sewajarnya dia membantumu, pabbo ! Kau itu calon eonni-nya ! Dia memang harus menjagamu dengan baik !”

 

“Aaiish… bahkan umurku lebih muda darinya, apakah aku harus tetap menjadi eonni-nya ?”

            “Kau masih menanyakan hal itu ?”

 

Yeon Hyo terdiam.

            “Aku mencintaimu, Yeon Hyo-ya… Jaga dirimu baik-baik selama aku tak berada disisimu…”

 

“Maksudmu ?”

“Aniya.. Aku tak tahu mengapa… Tiba-tiba saja aku berpikir kalau Hyo Ra harus menjagamu untuk ku…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Dulu ada satu keajaiban yang membangunkanku dari ruang hampa.. Dan itu kamu…

Dan aku percaya, akan ada keajaiban kedua… Siapa lagi kalau bukan kamu lagi…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

            Yeon Hyo mengaduk milk shake strawberry dengan malas. Yeoja itu melirik kearah arloji yang melingkar dengan indah dipergelangan tangan kirinya.

Yeon Hyo mendengus kesal dan meraih ponselnya. Mencoba menghubungi Kyuhyun yang sudah terlambat setengah jam. Dan yeoja itu sudah mulai kehilangan kesabaran. Yeon Hyo tidak suka menunggu. Lagipula apa yang menyebabkan namja itu memintanya untuk bertemu secara tiba-tiba seperti ini ?

Baru saja Yeon Hyo mendekatkan speaker ponsel ungu itu didekat telinganya. Tiba-tiba seorang namja masuk kedalam cafe itu dan menarik kursi dengan cepat didepan Yeon Hyo. Namja itu pada akhirnya duduk dan langsung menatap Yeon Hyo secara intens. Membuat yeoja itu terpaku dan hampir saja ponsel itu terlepas dari genggamannya.

“Kenapa tampangmu begitu bodoh ?” sindir namja itu yang membuat Yeon Hyo kembali ke alam sadarnya.

“Ya! Kau terlambat setengah jam !” protes Yeon Hyo ketika berhasil menguasai dirinya lagi.

Entah kenapa menurut pandangan matanya, Kyuhyun terlihat sangat tampan hari ini. Berbeda dari biasanya. Namja itu sukses membuat Yeon Hyo terkesima dan hampir lupa kalau dia harus marah pada Kyuhyun atas keterlambatannya kali ini.

“Ada pemotretan tadi…” sahut Kyuhyun cuek. Seperti biasa.

Yeon Hyo mengangguk. Kyuhyun memang seorang model. Jadwalnya padat sekali sehingga kadang-kadang namja itu hanya menghubungi Yeon Hyo pada malam hari. Belum lagi ditambah dengan skripsi Kyuhyun yang sangat menyita waktunya.

“Aku sudah lihat hasil pemotretanmu minggu lalu… Kau tahu Kyuhyun-ah ? Itu tampan sekali !” pekik Yeon Hyo antusias dengan mata berbinar.

“Foto yang mana ? Kau dapat foto itu dari siapa, hah ?”

“Eerr… yang serba putih itu.. Kenapa kau tidak tersenyum ? Tampangmu jutek sekali, Kyuhyun-ah…”

“Ya! Tadi kau bilang itu sangat tampan ! kenapa malah protes ?” balas Kyuhyun pura-pura marah.

“Aniya… Itu memang tampan sekali… Tapi aku lebih suka kalau kau tersenyum..” sahut Yeon Hyo jujur.

Yeon Hyo menyukai Kyuhyun, bukan tanpa alasan. Yeoja itu menyukai semua yang ada didalam diri Kyuhyun. Sifat pemarahnya, keras kepalanya dan bahkan Yeon Hyo sangat menyukai tatapan tajam Kyuhyun yang memancarkan kalau namja itu tidak terlalu bersahabat dan sulit didekati. Dan entah kenapa, Yeon Hyo sangat menikmati setiap perdebatan anehnya dengan Kyuhyun. Bahkan yeoja itu suka sekali mendengar Kyuhyun menyebut dirinya ‘bodoh’ dan memarahi setiap tindakan cerobohnya.

“Tersenyum ?” ulang Kyuhyun terlihat terkejut.

“Ne… Kau itu lebih tampan jika tersenyum, Kyuhyun-ah…” sahut Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun salah tingkah.

“Tunggu dulu ! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi… Kau dapat dari siapa foto itu, hah ?”

“Hyo Ra yang memberikannya padaku…”

“Aaiish.. anak itu !”

“Ya! Memangnya kenapa ? Aku tak boleh memiliki foto hasil pemotretanmu, huh ?” sungut Yeon Hyo pura-pura marah.

“Aniya, bukan seperti itu… Tapi…. Aahh~ sudahlah.. Jangan dibahas lagi.. Kita makan sekarang, ne ?”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“TENTANGMU.. Melupakan, tak mampu…

Menjaga dan menyimpannya rapi disudut hati, itu kuasa pilihanku…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

            Ddrrtt….ddrrtt…

 

Yeon Hyo menghentikan kegiatannya selama satu jam ini –membaca referensi untuk bahan proposalnya- dan meraih ponsel ungu itu dengan cepat. Yeoja itu mengernyitkan alis begitu melihat nama yang tertera dilayar ponsel.

Evil Prince… Calling…

 

“Yeoboseyo ?” ucap Yeon Hyo ketika berhasil menguasai dirinya lagi. Kyuhyun tidak biasanya menghubungi yeoja itu siang hari seperti ini. Pasti ada sesuatu yang tidak beres.

            “Yeoboseyo ? Yeon Hyo-ya, kau sedang apa ?”

 

“Mencari bahan untuk proposalku… Kau dimana, Kyuhyun-ah ?”

“Dijalan, menuju bandara… Kau tahu ? Hyun Jin pulang hari ini… Dan eomma memaksaku untuk menjemput yeoja menyebalkan itu…” sahut Kyuhyun terdengar kesal.

Yeon Hyo terdiam. Menjemput Hyun Jin ? Di bandara ? Kenapa rasanya begitu sesak ?

            “Kau kenapa ? Kau marah padaku, Yeon Hyo-ya ? Aaiish… Aku hanya menjemputnya saja… Dia akan dibawa menggunakan ambulance rumah sakit.. Tidak akan naik kemobilku, kau tenang saja…”

 

“Tapi… Tadi kau bilang….”

“Aku hanya menjemputnya dan ini juga perintah eomma… Dewasa lah sedikit… Aku yang bersalah karna telah menabraknya, Yeon Hyo-ya… Mau tidak mau aku harus menjemput yeoja itu…”

 

“Arraseo…”

“Kau marah padaku ?”

 

“Apa aku tak boleh marah padamu, Kyuhyun-ah ?”

            “Tapi aku hanya menjemputnya, Yeon Hyo-ya !”

 

Yeon Hyo terdiam. Setetes kilauan bening mulai mengalir membasahi pipinya. Membuat yeoja itu semakin merasakan sakit yang sangat menyiksa hatinya.

“Bersikaplah dewasa sekali-kali…”

“Apa aku kurang dewasa dalam menghadapi semua ini, hah ?! Apa perasaanku ini tidak wajar ? Bagaimana jika kau berada diposisiku, Kyuhyun-ah ? Aku menjemput seorang namja yang jelas-jelas menyukaiku dan rela mati karna ulah ku ! Itu sama saja memberinya harapan ! Menunjukkan kalau aku memperhatikannya ! Dan itu juga membuatnya berpikir kalau selama ini aku tidak membencinya ! Apa aku salah kalau aku merasa cemburu padamu, Kyuhyun-ah ? Kau meluangkan waktumu untuk menjemput Hyun Jin ! Sedangkan meluangkan waktu untukku terasa begitu sulit bagimu !”

“Yeon Hyo-ya….”

 

“Cukup ! Aku sudah muak dengan semua ini, Kyuhyun-ah !” pekik Yeon Hyo emosi. Nafas yeoja itu tidak teratur. Hatinya terasa sesak. Seperti ada beban yang mengganjal pikirannya selama ini. Dan akhirnya Yeon Hyo menyadari siapa beban itu sebenarnya. Siapa lagi kalau bukan Kwan Hyun Jin ? Yeoja yang nekat membuat dirinya hampir mati dengan cara yang begitu konyol.

            “Mianhae…..” desis Kyuhyun terdengar menyesal. Yeon Hyo terdiam. Yeoja itu berusaha menahan diri untuk tidak menangis.

“Aku baru mengerti perasaanmu sekarang, Yeon Hyo-ya… Mianhae…”

 

“Gwaenchana… Kenapa kau minta maaf ? Apa kau lupa ? Apapun yang kau lakukan, aku tidak akan pernah marah padamu, Kyuhyun-ah… Tak perlu meminta maaf..”

            “Tapi…”

 

“Jaga dirimu baik-baik… Aku tak mau terjadi sesuatu padamu, arraseo ?” sahut Yeon Hyo berusaha setenang mungkin.

“Arraseoyo… Gomawo Yeon Hyo-ya….”

 

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Sudahi semunya tawa hari ini, berteman sepi lagi…

Nyatanya.. Begitu beda tanpamu… Dan aku tak terbiasa…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Kyuhyun-ah, kau kemana ?”

“Mianhae Yeon Hyo-ya, seharian ini aku sibuk… Baru sempat menghubungimu…. Mianhae…”

 

“Gwaenchana… Kau dimana ? Sudah pulang ?” tanya Yeon Hyo khawatir. Kyuhyun biasanya tidak seperti ini. Ini aneh. Yeon Hyo juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres saat ini. Entah kenapa perasaannya mengatakan seperti itu.

            “Aku pusing Yeon Hyo-ya…” sahut Kyuhyun terdengar frustasi. Yeon Hyo menajamkan pendengarannya. Kyuhyun merasa pusing ? Apakah Yeon Hyo telah menganggu kesibukannya ?

“Wae ? Kau kenapa, Kyuhyun-ah ?”

            “Ada suatu hal yang harus ku katakan padamu, Yeon Hyo-ya….”

 

“Katakan…”

            “Kau tahu ? Hari ini aku kerumah sakit karna eomma memintaku untuk melihat keadaan Hyun Jin… Disana sudah berkumpul keluarga Kwan… Dan apakah kau tahu apa yang Kwan ahjussi katakan padaku ?”

 

“Aniya..” desis Yeon Hyo lemah. Entah kenapa Yeon Hyo merasa apa yang akan dikatakan Kyuhyun adalah suatu hal yang buruk. Bahkan lebih buruk daripada mengetahui kenyataan kalau Kyuhyun menabrak Hyun Jin dengan sengaja.

            “Kwan ahjussi… Eerr… Kwan ahjussi tadi memintaku untuk menikahi Hyun Jin… Dan aku menolaknya…”

 

“M..me..menikah ?” tanya Yeon Hyo terbata-bata. Air mata yeoja itu hampir tumpah kalau saja Yeon Hyo tidak cepat-cepat menahannya.

“Ne… Dan eomma menyetujui hal itu… Hyun Jin cacat… Eomma merasa kasihan padanya dan menyetujui permintaan keluarga Kwan untuk menikahkan aku dengan Hyun Jin… Kau tahu ? Ini buruk… Sangat buruk sekali, Yeon Hyo-ya….”

Yeon Hyo terdiam. Tak ada lagi yang bisa ia ungkapkan. Semuanya terasa begitu hampa. Hancur tak tersisa lagi.

“Kau akan menikah dengannya ? Wae ?! Kenapa kau tega melakukan hal ini padaku, Kyuhyun-ah ?! Bukankah kau berjanji akan menikahi-ku akhir tahun ini ?”

            “Yeon Hyo-ya…”

 

“Shireo !! kau harus menentangnya, Kyuhyun-ah ! Kau anak tunggal ! Tidak mungkin eomma-mu tega membiarkanmu hidup menderita dengan cara menikahi orang yang kau benci ! Ini tidak mungkin ! Cho Kyuhyun, jangan bercanda ! Ini sama sekali tidak lucu !!” teriak Yeon Hyo mulai menangis.

            “Mianhae telah mengecewakanmu, Yeon Hyo-ya… Kau tahu ? Hanya kau satu-satunya yeoja yang ingin ku nikahi… Tapi keadaan ini….. Aku benci keadaan ini ! Semua ini terlalu rumit !”

 

Yeon Hyo menangis. Kenyataan ini benar-benar menyiksanya. Sangat menyiksa.

“Lupakan aku, Yeon Hyo-ya… Aku tak mau membuatmu menderita lebih lama lagi… Jaga dirimu baik-baik, Yeon Hyo-ya… Saranghae…”

 

“Shireo !! Aku tak mau, Kyuhyun-ah ! Aku tak bisa hidup tanpa adanya kau ! Jangan pernah memintaku untuk melupakanmu ! Aku tak kan pernah mau melakukan hal itu, Kyuhyun-ah ! Tidak akan pernah !”

            “Kau tahu…. Sampai kapanpun juga, kau adalah edelweis-ku… Yeoja yang sangat ku cintai… Lupakan aku… Hiduplah dengan baik, Yeon Hyo-ya….”

 

 

Tuutt…Tuutt…

 


“Kyuhyun-ah ?!! Kyuhyun-ah ?!! Aaaarrrggghhh !!!!!”

Yeon Hyo menjerit dan membanting ponselnya dengan suasana hati kacau balau. Tak lama kemudian yeoja itu menangis. Tangisan yang menyayat hati.

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Setelah kau putuskan pergi… Aku seperti tak tahu lagi bagaimana caranya bahagia…”

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

 

“Ku mohon makanlah sedikit saja… Kau tak boleh menyiksa dirimu seperti ini, Yeon Hyo-ya…” bujuk Hyo Ra terdengar putus asa.

Yeon Hyo menggeleng dan kembali menatap layar ponselnya. Yeoja itu mengamati setiap lekuk wajah Kyuhyun yang menjadi wallpaper ponselnya. Tersenyum kecil dan kemudian menangis lagi.

“Kau tahu, Kyuhyun oppa memintaku untuk menjagamu, Yeon Hyo-ya… Memastikan kalau kau akan baik-baik saja walaupun dia tak ada disisimu..”

“Baik-baik saja ? Kau pikir aku masih bisa baik-baik saja setelah apa yang ia lakukan padaku, Hyo Ra-ya ? Apa kau lupa kalau oppa-mu telah menjanjikan berbagai macam kebahagiaan padaku ? Hingga aku bermimpi suatu saat aku akan benar-benar menjadi Nyonya Cho… Sekaligus menjadi bagian keluargamu, Hyo Ra-ya.. Kau tahu ? Bagaimana harapanku padanya ?”

“Lupakan dia, Yeon Hyo-ya.. Dia hanya akan menyakitimu lebih dalam lagi.. Lenyapkan dia dari pikiranmu !”

“Aniya, aku tak dapat melupakannya, Hyo Ra-ya… Aku mencintainya ! Aku sangat mencintainya !”

“Aku benci melihatmu jadi seperti ini ! kau harus kuat, Yeon Hyo-ya ! Kau harus lanjutkan hidupmu ! Kau tahu ? Aku benci oppa-ku sendiri ! Walaupun dia itu sepupuku, tapi aku membencinya, Yeon Hyo-ya ! Sangat membencinya ! Aku benci caranya membuatmu jadi seperti ini !”

“Ini bukan salahnya…” desis Yeon Hyo lemah. Tubuhnya seperti kehilangan kekuatan. Ditambah lagi yeoja itu tidak makan selama dua hari. Membuat Yeon Hyo seperti orang yang kehilangan arah. Tidak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki hidupnya.

“Sudahlah Yeon Hyo-ya.. kau harus bisa melupakan namja setan itu ! Masih banyak namja lain yang lebih baik daripada oppa-ku itu… Aku yakin banyak namja yang menyukaimu, Yeon Hyo-ya…”

“Aniya… aku tak bisa, Hyo Ra-ya… Dia pangeranku… Pangeran iblis-ku..”

“Aaiish… makan lah sedikit saja, ne ? Aku tak mau kau sakit…”

“Aku tak mau makan, kecuali evil prince yang menyuruhku..”

“Jadi kau baru mau makan kalau Kyuhyun oppa yang menyuruhmu ? Arraseo… Akan ku minta dia untuk memarahimu, Yeon Hyo-ya !”

Yeon Hyo tersenyum kecil. Yeoja itu tahu kalau Hyo Ra begitu peduli padanya. Bukan karena Kyuhyun adalah oppa-nya, tapi karena Hyo Ra adalah sahabat Yeon Hyo. Orang yang sangat mengerti watak asli Yeon Hyo. Dan tentu saja Hyo Ra tahu kalau Yeon Hyo sangat mencintai Kyuhyun. Melebihi apapun didunia ini.

Hyo Ra meraih ponselnya. Berusaha menghubungi seseorang. Tapi tiba-tiba saja raut wajah yeoja itu berubah. Membuat Yeon Hyo mengernyitkan alis dan menatap Hyo Ra tak mengerti. Seperti ada yang membuat Hyo Ra terkejut dan Yeon Hyo bisa menebak ini pasti masalah Kyuhyun.

“Yeon Hyo-ya…”

“Ne ? Waeyo ? Kau kenapa, Hyo Ra-ya ?” tanya Yeon Hyo tak sabar.

“Kyuhyun oppa…. Kyuhyun oppa…”

“Wae ? Cepat katakan !”

“Kyuhyun oppa… Dia kabur dari rumah.. Tidak pulang sejak semalam…” desis Hyo Ra yang membuat Yeon Hyo tersentak dan menatap yeoja itu tajam, berusaha meminta penjelasan.

“Tak ada yang tahu dia dimana sekarang… Ahjumma Cho memaksanya untuk segera menikah dengan Hyun Jin… Kyuhyun oppa menolak dan pada akhirnya kabur dari rumah… Belum kembali sampai sekarang dan parahnya lagi Ahjumma Cho sakit karena hal ini…”

Yeon Hyo terdiam. Bibir yeoja itu bergetar hebat. Seperti hendak mengatakan sesuatu. Tapi sia-sia saja, semakin ia berusaha. Tetap tidak ada satupun kalimat yang meluncur dari bibirnya.

“Eottohke ? Apa yang harus ku lakukan Hyo Ra-ya ?” Yeon Hyo menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan tangis. Ini berat. Terlalu berat untuknya.

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Karena kata hanya perantara, tak bisa seutuhnya…

Biarkan rasa yang bicara dari kedalamannya…

Detik ini, masih.

Rindu ini, untukmu…”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

“Kenapa kau kabur dari rumah, Kyuhyun-ah ? Kembalilah… Eomma pasti akan memikirkan jalan yang terbaik untukmu…” ucap Yeon Hyo yang membuat Kyuhyun menggeleng tegas.

“Kau tahu ? Aku tak bisa dipaksa menikah dengan yeoja itu, Yeon Hyo-ya ! Tidak bisa ! Aku tidak mungkin bisa menikahinya ! Aku tidak mencintainya sedikitpun !”

“Aku tahu… Tapi apakah eomma-mu tidak bisa dibujuk ? Maksudku… Bukankah kau adalah anak tunggal, Kyuhyun-ah ? Eomma-mu pasti sangat menyayangimu… Tidak mungkin ia membiarkanmu menderita dengan cara menikah dengan yeoja yang tidak kau sukai…”

“Aku sudah membantahnya, Yeon Hyo-ya.. Tapi kali ini aku tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan eomma… Lagipula keluarga Kwan mendesak eomma terus-terusan… Apalagi Hyun Jin sialan itu ! kau tahu ? Aku ingin sekali yeoja itu lenyap dari hadapanku ! Kenapa dia diciptakan untuk merusak hidupku ? Kenapa ?! Apa aku tak boleh bahagia dengan pilihanku sendiri ?! Apa aku tak punya pilihan lain selain menikahi yeoja sialan yang menghancurkan seluruh masa depan yang ku rancang bersamamu, Yeon Hyo-ya ?! Kenapa hidup begitu tidak adil padaku ? Kenapa ?!!”

Yeon Hyo terdiam. Saat ini hatinya sudah hancur. Kosong. Hampa tak tersisa lagi. Bagaimana bisa kau menerima kenyataan kalau orang yang sangat kau cintai harus meninggalkanmu dan menikah dengan yeoja lain ? Itu sangat buruk. Lebih buruk daripada kedengarannya.

“Aku hancur, Kyuhyun-ah… Aku sudah hancur…”

“Yeon Hyo-ya…”

“Kau tahu ? Aku selalu bermimpi dapat berada disisimu selamanya… Tapi ternyata Tuhan tidak mengizinkan semua itu terjadi… Ini berat… Dan aku tahu, cepat atau lambat kau memang harus menikahinya, Kyuhyun-ah… Berbahagialah… Saranghae… Aku mencintaimu, semampuku… sebisaku.. selamanya ada didalam hatiku… Tak kan pernah ku berikan cintaku yang berlebihan ini pada orang lain… Kau harus tau, bagaimanapun juga hati ini masih milikmu, Kyuhyun-ah… Kau satu-satunya orang yang memiliki hatiku… Setelah kau pergi, aku tak punya hati lagi… Aku kehilangan cinta.. Kau harus bahagia, ne ? Berjanjilah padaku… Kau harus bahagia…” Yeon Hyo menunduk. Tak lama kemudian yeoja itu terisak hebat. Menangisi apa yang menjadi keadaannya saat ini. Ini terlalu berat untuknya.

Kyuhyun terdiam. Rahang namja itu mengeras. Semua ini bukan kehendaknya. Tidak ada satupun namja yang mau dipaksa menikah dengan yeoja yang sangat dibencinya dan meninggalkan yeoja yang menjadi semangat hidupnya selama ini.

Tapi inilah kenyataan. Takdir yang harus dihadapi oleh Kyuhyun dan Yeon Hyo.

“Hiduplah dengan baik, Yeon Hyo-ya… Saranghae….”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Terjatuh… Ke dasar yang paling dalam…

Kehilangan cinta…

Kehilangan cahaya hidup…

Kehilangan matahari pribadi…

Aku tak tahu lagi bagaimana rasanya bahagia…

Karena kebahagiaanku ikut lenyap bersama hilangnya dirimu….”

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

To : Evil Prince

Message : “Pagi chagi… Jangan terlalu lelah, ne ? Jaga kesehatanmu…”

 

 

****

Yeon Hyo tersenyum kecil saat pesan itu terkirim. Yeoja itu kembali menatap layar ponselnya. Berharap akan ada balasan dari namja yang sangat ia cintai. Dari dulu hingga saat ini. Cinta yang dirasakan yeoja itu tidak akan berubah sedikitpun.

Yeon Hyo menghela nafas dan kembali memasukkan ponsel kedalam saku celananya. Yeoja itu sudah tahu kalau sia-sia saja jika berharap Kyuhyun akan membalas pesannya. Kyuhyun menghindarinya bukan tanpa alasan.

Yeon Hyo tahu kalau Kyuhyun ingin yeoja itu dapat melupakannya secepat mungkin. Tapi Kyuhyun salah. Yeon Hyo tidak akan menyerah. Apapun yang terjadi, cinta yang dimiliki yeoja itu hanya untuk Kyuhyun.

Hanya untuk seorang Cho Kyuhyun.

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Diantara seribu bukit, hanya satu yang ingin kudiami…

Adalah kamu… Belantara hati yang tak bertepi dan tak henti kusiangi…

Dan sampai detik ini, aku tak pernah berniat memisahkan diri dari marka jalanmu…

Terbesit pun, Tidak !

Aku tetap berjalan di tempat yang sama…

Berlari di garis yang sama…

Berhenti di titik yang sama…

Di jalanmu…”

 

 

“Saranghae, My Evil Prince…”

 

 

 

 

 

-THE END-

 

 

 

 

 

 

Eottohke ? Aneh ? Gak jelas ?

Ini KISAH NYATA.. beda dari FF yang biasa ku bikin yang berdasarkan cerita fiksi dan khayalan ku semata…

Ini NYATA…

Bahkan kata-kata yang ada di FF ini persis sama…

mian bikin READERS yang baca FF ini jadi galau T.T

_Yoon Yeon Hyo_

105 thoughts on “FF “Saranghae, My Evil Prince…” -OneShot-

  1. Ini bneran NYATA KISAHNYA? TRAGIS!! Menydhkan bgt! Aku bhkan bcnya cman sepotong ga ampe kelar -__-‘
    it kyuhyun JADI NIKAH g ama yg ce jahat egois (?) it? Soale akhrny aku ga faham😄

  2. jinjaa ? ini kisah nyata ? terus lanjutnya gimana eon ?

    yaa aku jadi sedih sendiri, antara percaya atau enggak

    benar-benar cinta sejati menurutku eon🙂

  3. Eonni ffnya daebak bangeettt, sukses banget bikin aku nangis :’)
    kisah nyata eon? Huwahh, sedih banget TT eonni harus semangat ya. Tuhan tu nggak pernah tidur eonn, semangaatt *apa ini?* #abaikan #readergeje
    eonni fightingg ^^9

  4. Eonn.. #sok akrab
    Yg tabah ya eonn?
    G jd nikah ma kyu, sma aye aja! #lah?! Gue kan cewe?
    Huweeeee.. Aye nangis, mewek n ngluarin air mata nih!
    Hayo! Tanggung jawab!! #d bakar idup2

    Daebak!!
    Cinta sama ni ff..
    Tp, g bisa d bilang ff krna ini kisah nyata..

    Makasi ya eonn..

    -sider yg tobat-

  5. saya turut sedih author dengan kehidupan cintamu… memang hidup kedepan bagaimana tak ada yang bisa menebak….sing sabar ya….

  6. Bwt FF dg pnglmn pribadi mmng bikin emosi’a nyata, semua yg d’alami bs d’curahkan tnpa pikir keras
    Aq ska ff mu thor
    semangat ne……:)

  7. wah ini kisah nyata, sedih bgt T_T
    Annyeong eonni *sok kenal
    aku reader baru dan ini ff pertama yg aku baca di blog ini dan kesannya adalah keren ngt
    mulai hari ini aku akan jadi fans author *bersujud *lebay
    aku mau baca karya author yg lain ah… *ngga ada yg tanya
    hehehe

  8. sedih banget eonni..
    terus jadi gg tuh nikah ama cewe sialan itu..

    ini kisahnyta eonni.. eonn yang sabar yah..

    daeebak untuk eonnn..:)

  9. geez~ kemarin ingin comment, jaringan tak bersahabat -__-”
    but why.. I cannot imagine if I’m in eonni’s position..
    eonni,, fighting!!! it’s not the end of the world ^^
    if he’s you destiny, you’ll be his in another way meet in other time together and forever.. ^^
    god is working in you eon, dun be sad eonni..
    he’s not the one.. you can find other guy who be better than him..😀
    fighting!!fighting!!

  10. Masa si kisah nyata?? masalahnya bener” tragis…
    kalo aku jadi eonni, aku bener” nda bisa hidup… mungkin sudah jadi mayat hidup, bener” terpuruk..

    eonni, fighting!!!

  11. nyeseeek nangiiss ampe. guling2an djlan aq oeen😥
    daebbaak crtanyaa
    fightiing oeenn.. smoga bisa bangkit lg dri musibah patah hati 😦

  12. huaw..aq nangis saeng sedih seakan aku jd hyo hrz mrelakan namja yg aq cintai untk orang ln..aq jg dh ngira klw ni ksh nyata sl nya menyentuh bgt critanya

  13. Ya ampun!! Kenapa nasib yeonhyo bisa semiris itu… Jadi kesel sama kyuhyun!! Padahal dia udah janji sama yeonhyo, eh! Malah dia yg ngejauhin yeonhyo >.<

  14. Yyaaakkkk wae wae wae kayak gini akhirnya aiiiissshh hyun jin perusak tuh kekeke ! ! Kesel tingkat dewa ma tu cewe , , aku ga suka sad ending😦 ! ! Tpi keren aku bsa ngerasa apa yg diceritakan di ff nie keren angkat 4 jempol

  15. Dari awal aku sudah yakin ad yg janggal sama ff ini, karena biasany kalau eon buat ff pasti ada yg beginian ‘Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun a.k.a Yoon Yeon Hyo’ taunya bneran ini KISAH NYATA
    Eottohke?? gimana nasib sih hyun jin? bneran nikah sm kyu?
    Hhhh, benar-benar… aku ga nyangka ad kisah nyata seperti ini…
    biasanya ngeliat cm dlm bntuk fiksi atau khayalantpi yg kli ini NYATA
    It’s ok eon !! Fighting !!
    Mungkin Tuhan ingin menunjukkan eon ke takdir eon yang sebenarnya🙂 Move on !!

  16. Duh, sukses bikin aku nangis.
    Kisah nyata? Kudo’akan untuk siapapun yang mengalaminya, semoga bisa kembali pada cintanya yg sejati

  17. HUAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ANDWE….
    hiks hiks hiksss … di awal aq di bkn iri sama yeonhyo karena kyuhyun begitu perhatian & cinta sama yeon ….

    eh di akhir ……………. aku di bikin nangis bombay …….. huahhhh hiks hiks … ( author jahat kok di bikin pisah sih ? SAD ENDING deh … hiks … mian ya aq ga bisa nulis coment yg panjang … hiks sibuk ngelap airmata …)

  18. Kisah nyata author sedih bnget……
    Knpa author gk bersikap egois ajha toh lw cwe pengganggu itu cacat bukan salah cwo.y author itu salah dia sendiri mau nambrakin diri…….

  19. Omg ini kisah nyatanya eon? *sksd dah*
    sumpah eon bikin kejet2 ni FF😦 yang sabar ya eonn.. :” mungkin besok Tuhan udh nyiapin jodoh yang lebih baik ^^ Hwaiting ne eon! :”D

  20. eonni sedih banget!!😥 aaa ga rela kyuhyun sama orang lain. Kisahnya dalem banget eon, jadi ikut ngerasain gimana rasanya jadi.yeon hyo😥 FF yang eonni buat selalu daebak! ^^ ada sequelnya ga eon?:/

  21. eon, nyesek banget… ini nyata kan?! pantes aja eonni pinter bikin ff yang nyesek2, udah pernah ngalamin sndiri sih…
    ntar klo kyu punya pacar gmna ya thor? nangis berjamaah yuk =..=

  22. Rasa sakit ini membuat yeon hyo seperti jatuh di dalam jurang yang dalam,jurang tanpa penghuni dan sangat sepi.
    hanya harapan Akan ada yg menolong ya suatu saat nanti..
    tp harapan itu sungguh kecil ,melihat jurang selalu tidak berpenghuni…

    Yg punya kisah semoga di beri kekuatan….

  23. Hwaa!! malem2 baca FF ini nangis sendiri dikamar😥
    Cerita author tragis bgt deh,, pas diawal sih cerita.ny seru krna mreka ber2 sering brantem😀 ,, trus pas sama Donghae itu agak sebel ;( ,, tpi pas Hyun Jin muncul itu bner2 bkin emosi apalagi waktu Kyunhyun nabrak Hyun Jin😦 ,. Langsung ketebak deh klo Kyuhyun bakal di jodohin sama HyunJin,, tpi aku kaget waktu trakhir mreka nikah bneran,, aku pikir Kyuhyun bkal sama Yeon Hyo,, 😥
    Pokoknya FF ini daebak bgt deh,, berhasil bkin aku mewek😥
    Ini bneran kisah author sendiri,, trus gmn nasib author?? Author yg sabar yaa,, smua pasti ada jalan.ny kok :’) yg penting kita tetap bersabar dan berdo’a sama Allah :’) keep fighting author!! ^_^

  24. hiks hiks sedih bangett… Sampe nangis bacanya. Ish tega banget orang-orang yang misahin mereka, JAHAT!! Kan kasihan -,-. Bkin squel dong, kyuhyun cerai trus bersatu lg sama hyo hehe. Author daebak

  25. Huwaa ffnya Galau bgt TT___TT
    Tapi bagus Kok eon, sukses buat dada nyesek setengah mati😀

    Eonni buat ff yang lebih Galau lagi dong , eottohke :*

  26. Ya ampun,apa ini kisah nyta eonni yg gk bisa mmliki kyuhyun oppa ?? T.T
    nyesek bget bcanya T.T
    apa kyu udh nikah sma yeoja sialan itu ?? Kyuhyun bodoh!!!
    Takdir juga kejam !! /?
    Smuanya kejam!! Gak adil bget stiap bca ff yyh gk bisa bersama sama kyuhyun ><
    lain kali bkin ff happy ending please eon –'
    oke,slmat ya eon udh berhasil buat aku nangis,,wakss~

  27. daebak…dah lama gak mampir…sesekali mampir baca yg nyesek..
    apalagi ini kisah nyata..astaga gak kebayang klo ini terjadi sama aq…hiks
    aq gak suka cerita yg sad ending…tapi asli…yg ini bikin nyesek…bikin kebawa suasana…aq gak suka wanita perusak itu….hiks
    selamat aq suka jalan ceritanya….selamat….

  28. Saeng, apa yg saeng rasakan ktika udh membagi n mnumpahkan kisah saeng ini ke readers..?
    Author hebat, author bisa..
    FF nya bagus bgt, dan yg lbh mngagumkan adlh author bs njalani smua pait itu sampe skrg.
    I pray for ur bright n bless future🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s