FF “L.O.V.E” (PART 9) [Time to END 1 of 2]

Choi Si Won’s Scene present by Ririn Lestari

Kim Ryeo Wook’s Scene present by Husnul Khatimah

Henry Lau’s Scene present by Hilda Tamuu

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira 

Lee Dong Hae’s Scene present by Euricha Fany

 

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================ 

 

14 Februari 2012

 

*Choi Si Won’s Scene*

 

“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu?” sahut Siwon tak percaya.

Namja itu benar-benar tak habis pikir, kenapa Hye Bin melakukan itu padanya? Apa yeoja itu tidak tahu bahwa kejadian itu benar-benar sudah membuatnya merasa hampir gila?

“Kau ini!! Kau tidak tahu apa? aku sampai bingung setengah mati gara-gara perbuatanmu itu?” sahut Siwon dengan nada sedikit tinggi. Yah.. namja itu hanya ingin membalas Hyebin sedikit.

“Apa kau marah Siwon-ah?” sahutnya takut-takut.

“Apa masuk akal kalau aku tidak marah? Tentu saja aku sangat marah!!” jawabku masih dengan nada sedikit tinggi.

Sebenarnya Siwon tidak benar-benar marah, mana mungkin namja itu marah pada Hyebin. Namja itu justru bersyukur kejadian kemarin adalah rekayasanya. Sebenarnya Siwon sedikit curiga juga sih dengan yeoja itu. Kenapa dia bisa berani menciumnya?

“Mianhae..” gumamnya lirih.

“Kau harus menebus kesalahanmu itu.. aku tidak akan membiarkanmu tenang-tenang saja setelah mengerjaiku seperti itu.” Sahut Siwon sambil tersenyum evil ke arah Hyebin.

“Mwo? Mworagoyo??”

“Kajja!!” sahut Siwon sambil bangkit dan menarik tangan Hyebin.

“Eo.. Eodiga? Bukankah kau sedang bekerja?” Tanya Hyebin bingung dan menahan tangan Siwon.

“Aniya.. Yunho hyung memberiku ijin pulang karena pekerjaanku tidak ada yang benar dari tadi pagi. Dan itu berkat seseorang kurasa..”

Siwonlihat Hye Bin menggigit bibirnya.. dan itu membuat Siwon tersenyum puas.

‘Aku akan membalasmu Shin Hye Bin kekekeke~ batinnya..

****

Siwon menarik tangan Hye Bin dengan kasar menuju mobilnya yang terparkir di basement dekat CoffeeShop milik Yunho itu. Hye Bin hanya mengikutinya tanpa melawan sedikitpun, dia mengekor Siwon dari belakang.

“Masuklah..” sahut Siwon dingin dan membuat Hye Bin sedikit bergidik ngeri.

“Eodiga Siwon-ah?”

“Kau akan mengetahuinya nanti.” Jawab Siwon sambil duduk di depan kemudi mobil.

Siwon mulai menjalankan mobilnya setelah memastikan Hye Bin duduk di tempatnya dengan aman. Di sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.  Sampai salah satu diantara mereka memcah keheningan dengan menyalakan musik.

Yah.. dia itu Siwon. Hye Bin menatapnya tak mengerti. Dia tahu suasananya terlalu canggung untuk memulai percakapan, lagipula dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Menyesal? Sepertinya itulah yang berkecamuk di dalam hatinya saat ini.

“Kita sampai.. turunlah!” sahut Siwon membuyarkan lamunan Hye Bin.

Hye Bin mengedarkan pandangannya dan mengernyit heran saat menyadari tempat yang dituju Siwon adalah apartementnya. Siwon mulai keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Hye Bin yang masih tidak mengerti.

“Kenapa kesini? Bukankah ini basement apartementku?” sahut Hye Bin bingung.

“Ne, kau akan menebus kesalahanmu di apartementmu nanti.” Sahut Siwon sambil tersenyum nakal.

“Ap.. apa maksudmu??” tanya Hye Bin curiga.

Bukannya menjawab pertanyaan Hye Bin, Siwon malah kembali menarik lengan Hye Bin menuju lift. Sementara Hye Bin asyik dengan pikirannya dan menerka-nerka apa yang akan namjachingunya itu lakukan terhadapnya.

Ting..

Pintu lift terbuka, dan merekapun masuk ke dalamnya. Siwon menekan angka tiga dan pintu liftpun mulai tertutup lagi. Siwon merangkul bahu Hye Bin dan membuatnya sukses beralih menatap namja disebelahnya itu.

“Siwon? Eng..” sahut Hye Bin keheranan.

Ting..

“Kajja.. kita sudah sampai.” Sahut Siwon lalu menggandeng tangan Hye Bin menuju apartementnya.

Hye Bin mulai gugup, pikirannya melayang tak karuan. Hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya dan membuat Siwon ikut berhenti dan berbalik menghadap ke arahnya.

“Mianhae.. aku belum siap. Jangan lakukan ini Siwon-ah.” Gumam Hye Bin sambil menunduk.

PLETAKKKK

“Ya! Kenapa kau memukul kepalaku?” sahut Hye Bin sambil mengelus pucuk kepalanya yang terasa ngilu.

“Salah sendiri kenapa sampai berpikiran yang tidak-tidak. Aku melakukannya untuk menjernihkan otakmu itu.”

“Maksudmu?”

“Aish.. aku mengajakmu kemari hanya ingin memintamu membuatkan coklat Valentine untukku. Aku tidak mungkin mengajakmu melakukan hal yang tidak-tidak.” Sahut Siwon kemudian dan sukses membuat Hye Bin tertunduk malu.

Tanpa pikir panjang Hye Bin berlari menuju pintu apartementnya dan mulai masuk ke dalamnya. Dia merasa benar-benar malu, betapa bodohnya dia sampai berpikiran yang tidak-tidak. Siwon hanya terkekeh pelan dan mengikuti Hye Bin masuk ke dalam apartementnya itu.

****

Blue Hills Apartement, 3th Floor

Aish.. bodohnya! Kenapa Hyebin sampai memiliki pikiran kotor seperti itu? Hyebin benar-benar merasa malu saat ini. Siwon pasti sedang menertawakannya sekarang. Hyaaaa… eotteohkhae? Yeoja itu tidak sanggup menatap muka Siwon saat ini.

Setelah sampai di apartement, Hyebin langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat coklat. Sebenarnya Hyebin sudah menyiapkan coklat Valentine untuk Siwon, tapi karena sekarang yeoja itu tidak bisa berdekat-dekat dengannya, lebih baik Hyebin membuatnya lagi.

Untung tadi dirinya tidak sengaja meninggalkan coklat itu saat akan pergi ke Coffee Shop, jadi Siwon tidak tahu kalau Hyebin sudah menyiapkan coklat untuknya.

Hyebin mulai menyalakan kompor dan memasukan beberapa coklat batangan ke dalam sebuah mangkuk yang ia letakkan di atas wajan berisi air. Hyebin melakukan ini untuk melelehkan coklatnya. Karena pikiran yeoja itu kacau, ia lupa mengiris coklatnya hingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat coklat itu meleleh dengan sempurna.

“Hye Bin-ah.. aku minta minum ya.” Sahut Siwon sambil membuka kulkas di sebelah Hyebin.

“Ahh.. ne. Ambil saja.” Sahut Hyebin gugup tanpa menatap wajah Siwon.

Yeoja itu kembali berkonsentrasi pada coklat yang ia lelehkan, sepertinya sudah meleleh dengan sempurna. Hyebin mengangkatnya dengan hati-hati lalu menuangkannya pada cetakan yang berbentuk hati.

“Eh? Apa ini??” sahut Siwon kemudian.

Hyebin menoleh ke arah Siwon dan mendapati namja itu sedang memegang coklat yang sudah dipersiapkan  Hyebin untuk Siwon sebelumnya. Hyebin mendadak tidak tahu harus berkata apa hingga akhirnya ia berkata. “Eng.. itu sepertinya punya Yunho oppa.” Jawab yeoja itu sambil memasukkan coklat buatannya barusan ke dalam freezer.

 

“Mwo? Jinjja? Lalu kenapa ada namaku diatasnya?” sahut Siwon sambil menyeringai.

“Eh.. itu.. aku..”

“Kau sudah menyiapkan untukku sebelumnya kan?” sahut Siwon sambil mendekat ke arah Hyebin. Namja itu masih tetap memegang bungkusan coklat yang berbentuk kotak itu.

Hyebin menggigit bibirnya, sepertinya ia tidak bisa berbohong lagi. “Ne.. itu milikku. Dan tadinya memang akan kuberikan untukmu. Tapi sekarang tidak jadi karena aku sudah membuat yang baru. Jadi letakkan itu kembali ke tempatnya.” Sahut Hyebin kemudian.

“Aish.. Shireo.. kalau yang baru kau buat aku perlu waktu lama untuk bisa memakannya. Lebih baik yang ini saja. Lagipula aku bosan sendirian di ruang tengah. Kajja.” Sahut Siwon lalu menarik tangan Hyebin.

Yeoja itu mengikutinya dan duduk di sebelah Siwon yang sedang asyik menatap coklat buatan yeoja-nya. Apa Siwon sesenang itu mendapatkan coklat? Hyebin tidak mengerti jalan pikiran namja.

“Gomawo..” sahut Siwon lalu kemudian menatap Hyebin.

“Ne?? tidak perlu berterima kasih.” Sahut Hyebin sambil meraih remote TV yang ada di atas meja di depannya.

Hyebinmenekan remote tv itu dan menyalakan tv plat yang bertengger apik di depan mereka berdua, sedangkan Siwon asyik memakan coklatnya. Tidak ada yang seru hingga akhirnya Hyebin berhenti pada channel SBS, sepertinya menonton drama lebih baik daripada menonton Siwon yang asyik dengan coklatnya.

“Ya!! Kau tidak mau membaginya denganku?” sahut Hyebin kemudian.

“Shireo!! Ini kan untukku.. kalau kau mau kau buat lagi saja.”

“Aish.. tidak usah! Aku sudah sering makan coklat seperti itu. Aku ke kamar mandi dulu.” Sahut Hyebin sambil bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan Siwon.

Siwon tersenyum menanggapi ucapan Hyebin lalu mengalihkan pandangannya ke arah televisi. Oh.. jadi dari tadi dia menonton drama ini? City Hunter episode 9.Pemainnya tidak lebih tampan dariku, tapi yeojanya lumayan juga.

 

“Apa yang kau lakukan tengah malam begini? Kau pikir aman untukmu diam disini seperti ini? Jangan terlalu tenang hanya karena kau memiliki sabuk hitam.” Sahut namja dalam drama itu.

“Ne? aku hanya tidak bisa tidur dan mencoba menghirup udara segar.”

“Lagipula ada apa denganmu? Aku sangat mengkhawatirkanmu.. kenapa kau tidak mengabariku dan tidak mengangkat panggilanku?” lanjut yeoja di dalam drama itu lagi.

 

“Aku sibuk..” jawab namja itu kemudian.

 

“Aish..” gumam yeoja itu lalu kemudian namja itu bergerak mendekatinya dan kemudian mencium yeoja itu dengan lembut.

Siwon menatap adegan itu tanpa berkedip, sampai akhirnya Hye Bin memindahkan channel itu di bagian yang paling seru.

“Sejak kapan kau disini? Dan kenapa kau memindahkan channelnya? Aku sedang menontonnya..” sahut Siwon sambil menatap Hyebin

“Aku bosan dengan drama itu, aku sudah menontonnya beberapa kali.” Jawab Hyebin tanpa menatap Siwon.

“Tapi aku kan belum pernah. Cepat kembalikan remotenya..” sahut Siwon sambil berusaha merebut remote tv dari tangan Hyebin.

Hye Bin berdiri dan mengangkat remotenya tinggi-tinggi dan berusaha membuat gerakan agar Siwon tidak bisa menjangkaunya.

Aish.. yeoja menyebalkan.

Dengan sedikit kerja keras, Siwon berhasil menyentuh remote itu dan menariknya keras-keras dari tangan Hye Bin hingga membuat Hye Bin ikut tertarik dan limbung di atas tubuhnya dan terhempas secara bersamaan di atas sofa.

Sejurus kemudian Siwon merasakan detak jantungnya mengacau saat mendapati wajah Hyebin sangat dekat dengan wajahnya hingga namja itu bisa merasakan nafas Hyebin membelai wajahnya.

“Hye.. Hye Bin..” sahut Siwon sambil melingkarkan tangannya di tubuh Hyebin hingga membuat yeoja itu tidak bisa bergerak.

“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan?” sahut Hyebin gugup.

SIwon menatap mata Hyebin intens dan tidak mengindahkan pertanyaannya. Sepertinya namja itu mulai terbawa suasana dan mulai mendekatkan wajahnya ke arah Hyebin hingga akhirnya bibir Siwon sukses menyentuh bibir Hyebin yang lembut. Namja itu mulai melumatnya dengan lembut, tangannya juga masih saja mengunci gerakan tubuh Hyebin. Perlahan, Hyebin mulai membalas ciuman Siwon dan merka bertahan pada posisi ituhingga…

“Omo! sepertinya aku pulang disaat yang salah.” Sahut sebuah suara yang Siwon kenal hingga akhirnya ia melepaskan ciumannya dengan Hye Bin.

“Hyung..” sahut Siwon kaget bercampur malu.

“Gwaenchana.. teruskan saja. Aku tidak akan mengganggumu.” Sahut Yunho sambil bergerak menuju kamarnya. Siwon bisa mendengarnya sedang tertawa saat ini.

“Aa.. aku mau minum dulu.” Sahut Hye Bin hendak pergi meninggalkan Siwon, namun dengan sigap tangan namja itu mencegahnya.

“Wae?”

“Bukankah Yunho hyung menyuruh kita meneruskannya? Bagaimana kalau ke tahap selanjutnya?” sahut Siwon menggoda Hyebin.

“Mwo??”

“Emm.. ngomong-ngomong yang mana kamarmu?” sahut namja itu kembali menggoda Hyebin.

“Mwo?? Ya!!! Otak yadong!!” jerit yeoja itu sambil menimpuk Siwon dengan bantal sofa yang berada didekatnya.

“Aish appo!!” sahut Siwon sambil menarik tangan Hyebin dan membuat yeoja itu kembali mendekat ke arahnya.

“Aku hanya bercanda..” bisik Siwon lalu kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya lagi dan mulai mencium Hyebin kembali.

=======================================

*Lee Sung Min’s Scene*

Apartment ChungSang, 23 Floor, 1220 RoomAfternoon, 15.00 KST

“Ukh!” Sungmin membuka matanya perlahan menyentuh kepalanya yang masih terasa sakit. Ia menatap sekitar “Aku dikamar?” Batinnya.

Tak sengaja ia menyenyuh tangan Sue Yeon yang tidur di kursi samping tempat tidurnya. Sungmin tersenyum dan mengelus pelan rambut yeoja itu, sampai akhirnya Sue Yeon terbangun. “Mianhae, apa aku membangunkanmu?” Ujarnya dengan suara yang serak.

“Aku terbangun sendiri,Bagaimana keadaan mu? apa kepalamu masih sakit?” Tanya Sue Yeon khawatir.

“Happy Valentine Cho Sue Yeon” Ujar Sungmin tersenyum seakan ia tak mendengar pernyataan Sue Yeon. Sue Yeon menyentuh pelan tangan Sungmin “Aku punya target sekarang” Jawabnya dengan wajah licik.

“targetku,Lee Sungmin” Ucapnya kemudian. Sungmin tersenyum dan menyentuh lembut pipi Sue Yeon “Hangat” Balasnya,Sue Yeon tertawa kecil mendengar komentar Sungmin.

“Cakemu sangat enak. Aku tau itu cake pertamamu. Sweet Pinky Chocolate. nama yang sangat cocok untuk karya pertamamu”

“Apa kau memakannya?” “Ne, itu untuk ku kan?”

“Aniya!!” “Lalu untuk siapa?”

“Untuk targetku,Cho Sue Yeon” Sungmin menyunggingkan senyum aegyonya, membuat wajah Sue Yeon memerah padam. “Gomawo” Ujar Sue Yeon tenang.

“Untuk apa?” “Semuanya”

“Akhirnya setelah 5 tahun berlalu, bunga yang tak pernah mekar akhirnya hari ini mekar di sela kebahagian sepasang kekasih” –Lee Min Ho-

==========================================

*Kim Ryeo Wook’s Scene*

“Shin Yee~ah… Apa kau mendengarku? Aku harap kau tidak terkejut dengan semua ini… Mianhe, ini bukan ideku tapi… ide Seon Woo yang terus saja memaksaku… ah… ani… aku juga sudah lama ingin mengatakannya padamu. Shin Yee~ah… ‘SARANGHEYOOOO’” Ryeowook lalu membentuk bentuk hati dengan kedua tangannya

“Nae yeoja chingu halkkayo?”Sambung Ryeowook dalam video singkat itu

Langsung saja sorak-sorai kembali menggema diseluruh penjuru ruangan dan tampak Ryeowook keluar dari belakang panggung lalu music mengalun dengan indah. Ia bernyanyi dengan suaranya yang sangat merdu.

Saat ini aku bingung tentangmu dan bahkan lebih tentang diriku sendiri, apakah kita teman atau kencan.

 

Ketika kita sedang berjalan dan juga menonton film aku punya rahasia yang mendalam untuk memberitahumu 

 

Kau dan aku adalah teman yang lebih dekat dari pecinta Tapi apa yang harus aku lakukan, aku mencintaimu Baby

 

Tiba-tiba semuanya yang ada pada dirimu, aku menyukai segala sesuatu darimu Perlahan dan perlahan-lahan aku akan menjadi lebih dekat

 

 

Aku suka segala sesuatu tentangmu 

 

 

Aku tidak harus mengatakan kau adalah salah satu cintaku, silahkan tinggal bersamaku dan berjanji selama-lamanya 

 

Aku ingin mengakui segenap hati seperti pria Sebaiknya bawalah hatiku, Kau sebaiknya tahu hatiku Baby

 

Aku ingin memberikan cintaku yang sesungguhnya lebih dari cinta Perlahan dan perlahan-lahan aku akan memberikan semua hatiku

 

 

Aku suka segala sesuatu tentangmu Silahkan tinggal bersamaku 

 

 

Kadang-kadang seperti teman-teman, kadang-kadang seperti pecinta 

 

Tidak ada persahabatan antara kita, aku kembali tidak percaya kemudian… Tidak, meskipun kita pecinta kita masih menjadi teman baik.

 

 

Aku akan mendengarkanmu Lebih dari kata ‘Aku mencintaimu’ kita tetap, kita tetap merasa manis.

 

 

Lebih dari hari ini 

 

 

Aku suka segala sesuatu tentangmu Peganglah tanganku, aku tidak akan membiarkan kau pergi

 

 

Aku akan mengatakan aku mencintaimu selama-lamanya

Ryeowook turun dari panggung dan mengulurkan tangannya meminta Shin Yee menyambutya. Shin Yee yang sudah mengeluarkan air mata sejak melihat foto-foto mereka berdua kini telah benar-benar menangis dan segera menyambut uluran tangan Ryeowook.

Mereka berdua telah berdiri diatas panggung bersamaan dengan selesainya lagu yang dinyanyikan Ryeowook.

“Shin Yee~ah.. Nae yeoja chingu halkkayo?” Ryeowook mengulang ucapannya

Shin Yee mengangguk pasti. “Ne.. Nado Sarangheyo Wookie~ah..”jawab Shin Yee sambil menghapus air matanya.

Dengan malu-malu, Ryeowook memeluk Shin Yee dan mengecup puncak kepala yeoja itu singkat. Membuat para penonton berteriak.

Rasa malu Ryeowook akhirnya tertutupi oleh perasaan bahagia yang tengah menyelimutinya. Di sini, ditempat ini dan disaksikan oleh seluruh manusia di Theater Inha University akhirnya ia bisa dengan lantang mengatakan bahwa Shin Yee adalah Yeoja Chingunya.

When You Falling In Love With Friend… It’s Not A Mistake But A Gift That Will Never Be Forgotten In Your Life.

****

@Bbang Goom Teo Cafe, Daejon-Seoul, 17-Jan-2012, 03.00 pm KST

“Yaa!!!!!! Pergi kalian dari hadapan Namjaku!!!”Teriak Shin Yee membuat Ha Neul dan Ga Eun terlonjat kaget.

Shin Yee sudah berkacak pinggang didepan pintu saat baru saja datang ke Cafe dan telah melihat Ryeowook serta Ha Neul saling berpegangan tangan di depan meja kasir. Naluri Shin Yee sebagai seorang yeoja yang melihat namjachingunya sedang berpegangan tangan dengan yeoja lain seketika muncul tanpa diminta.

Shin Yee setengah berlari mendekati mereka bertiga dan menarik Ryeowook menjauh dari 2 yeoja itu.

Bukannya merasa bersalah, Ha Neul dan Ga Eun malah tersenyum.

Shin Yee akhirnya menatap kesal Ryeowook yang hanya tertawa dan mengerti sikap Shin Yee. Tanpa aba-aba, Ryeowook menarik Shin Yee keatas panggung dan mengangguk kearah Ga Eun. Terdengar suara music dan Ryeowook mulai mengambil ancang-ancang. Dance yang telah diajarkan Ha Neul akhirnya ia tunjukkan juga dihadapan kekasihnya.

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi (Tak ada yang sepertimu, bahkan jika aku melihat disekitarku, kemana lagi harus mencari?

 

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul (Seorang yang baik sepertimu, seorang yang baik sepertimu, seorang yang baik hati sepertimu, kau adalah sebuah anugerah terbesar)

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi(Betapa beruntungnya, bahwa aku adalah seorang yang akan mencoba dengan sungguh-sungguh untuk melindungimu, kemana lagi harus mencari?)

Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

(Seorang pria bahagia sepertiku, seorang pria bahagia sepertiku, pria dengan senyum bahagia sepertiku)

================================

*Henry Lau’s Scene*

 

@Y-Shaped-Cable-Stayed (Incheon)

“Ri-ya” panggil Henry pada Yeoja yang berdiri di sambingnya sambil menyandarkan tubuhnya ke mobil.

 

               “Ne Oppa, Wae?” jawab Hyuri, menatapnya

               “Ehmm, ingatkah kau saat kita pertama kali bertemu di tempat ini?”

 

               “Ne, ingat oppa sangat ingat..Kejadian itu membuat aku sering tertawa sendiri kalau mengingatnya..Aisshhh!”

 

               “Hhhhahh, saat itu aku sedang duduk di tempat ini, mencari insprasi untuk menciptakan lagu dan kau datang menabrak ku”

 

               “Aiiissssshhh! Dan kau tidak jadi membuat lagu itu dan hanya menciptakan pertengkaran Kecil dengan ku, sudahlah! Jangan ingat hal itu lagi oppa!”

 

               “Hhhaha, ne sekarang kita ke tempat selanjutnya”

               “Mwo? Kemana lagi?”

 

               “Tidak usah bertanya! Kajja!” 

 

****

 

@Nami Island

 

               “Nami Island?” tanya Hyuri pada namja yang duduk tepat di sebelahnya, memarkirkan mobilnya di tempat parker yang sudah di sediakan

 

               “Ne, kita akan di sini sampai matahari terbit lagi” jawabnya, keluar dari mobil lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Hyuri.

 

               “Gomawo Oppa”

               “Ne Cheonmaneyo Chagi-ya, Kajja! Ada banyak tempat indah di sini”

 

 

               “Ne aku tau itu Oppa”

 

Hyuri masih sibuk mengambil berbagai macam gambar yang ada di sini, ini untuk pertama kalinya dia datang ke sini bersama namjachingunya.

“Hyu-ri Ya” panggil Henry padanya, saat ini mereka berdua duduk di depan perapian yang di buat oleh Henry saat Hyuri sedang sibuk memotret tadi, udara di sini sangant dingin, mereka berdua duduk menatap laut yang terbentang di hadapannya, menunggu sang surya menampakkan cahanya lagi.

“Ne, wae Oppa?” jawabnya sambil mendekatkan telapak tangannya ke perapian.

“Kau kedinginan?” Tanya Henry, suaranya terdengar Cemas

“Sedikit” sahur Hyuri pelan, Henry memegang bahunya dan membuat mereka berdua saling berhadapan.

“Wajahmu tampak Pucat Chagi-ya”

“Mungkin hanya karena merasa dedikit kediangindan”

“Bibir mu juga terlihat sedikit pucat, oppa akan menghangatkan mu” balas Henry, mengecup Bibir Hyuri sekilas.

“Kau nakala Oppa” ucap Hyuri stengah mendorang tubuh namja yang ada di hadapannya.

“Nakal? Hahaha bakan Oppa bias berbuat lebih nakal dari ini”

“Aisssshhhhhhh!”

“Aigoo, Pabboya! Aku sampai lupa memberikan barang itu” ucap Henry tiba-tiba yang membuat Hyuri melihatnya degan wajah bingung.

“Ada apa? Apa yang ingin kau berikan Oppa?”

“Oppa ingin memberikan ini pada mu” jawabnya sambil memperlihatkan sebuah Kotak hitam kecil pada Hyuri.

“Cincin?”

“Ne, kau ingat hari ini? Hari ini adalah tepanya kita satu tahun menjadi sepasang ke kasih, dan malam ini Oppa akan memberiakan mu sebuah hadiah karenah telah menemani ku selama satu tahun ini, kau mau memakainya?” Tanya Henry yang hanya di balas dengan anggukan ringan darinya.

“Gomawo Chagia, Saranghaeyo” Ucap Henry setelah menyematkan cincin itu di jari manis Hyuri, mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuri dan mengecup bibirnya dengan sangat lembut, Hyuri pun membalas ciuman dari namja chingunya itu.

“Hyuri-ya?” panggilnya setelah melepaskan pagutan bibir mereka

“Ne” jawan Hyuri pelan menatap wajah namja itu

“Saranghaeyo”

“Nado, Jeongmal saranghaeyo Oppa”

==========================================

*Lee Dong Hae’s Scene*

 

‘Cause there something in the way you look at me.. This it is my hope for your the missing piece.. You make me believe there those nothing in the world I can be.. And never no one you see,but there’s something in the way you look at me..’,begitulah kira-kira sepenggal lirik lagu yang di nyanyikan namja tampan di atas panggung.

Dengan santainya namja itu bernyanyi sedangkan yeoja-yeoja dalam stadium sudah menjerit-jerit histeris menyerukan nama namja itu.

“KIM BUUUMMM kyaaaaa..”,begitulah kira-kira jeritan mereka yang membuat yeoja-yeoja yang awalnya tak tahu siapa namja itu menjadi tahu dan ikut meneriakkan namanya.

Donghae terhenyak setengah mati dan langsung berdiri dari tempat duduknya entah pergi kemana. Sedangkan Euhyun tersenyum sangat manis pada Kim Bum dan mengacuhkan sorakan-sorakan dari teman-temannya yang ikut menyerukan namanya.

Saat Kim Bum hendak turun panggung setelah menyanyi langkahnya terhenti karna sudah ada Donghae yang entah sejak kapan berada di belakang panggung dan berdiri seolah menantinya.

“Kim Bum~ssi”,sapa Donghae. Kim Bum hanya tersenyum dan membungkuk sedikit.

“Nuguseyo?”, namja itu pura-pura tak mengenal Lee Donghae padahal ia tahu semua tentang Donghae dari Euhyun.

“Kau Kim Bum kan?”,tanya Donghae lagi.

“Nde,wae geurayo?”,tanya Kim Bum balik.

“Joneun Lee Donghae imnida,aku namjachingu Euhyun”,jawab Donghae.

Seperti yang diceritakan Euhyun pada Kim Bum tentang Donghae, Kim Bum melihat Donghae begitu keren,tak hanya itu Donghae juga sederhana dalam berpakaian,sopan,rapi dan tutur katanya ramah walaupun Donghae tahu Kim Bum menyanyikan lagu untuk yeojachingunya tadi.

Kim Bum tertawa mendengar jawaban Donghae,sedangkan Donghae malah terlihat bingung. “Aku Kim Sang Bum,biasa di panggil Kim Bum,aku sahabat Euhyun di universitas ini. Apa ada yang bisa ku bantu Donghae~ssi?”,tanya Donghae tanpa dosa.

“Neo..apa kau menyukai Euhyun?”,tanya Donghae dan Kim Bum mengangguk mantap.

Donghae terkejut dan menegang namun sedetik kemudian terlihat kembali normal. “Arraseo. Tapi bisakah kau tak tunjukkan rasa sukamu padanya dihadapan banyak orang seperti tadi?? Karna mereka yang mengenal Euhyun pasti tahu ia telah menjalin hubungan selama 2,5 tahun denganku. Jadi kumohon kau bisa bersikap menghormatiku lain kali”,kata Donghae dengan nada dan ekspresi yang begitu sopan.

“Sepertinya kau salah paham padaku. Ikutlah denganku”,kata Kim Bum.

“Eodiga?”,tanya Donghae.

“Sudahlah kajja”,seru Kim Bum semangat dan Donghae hanya mengangguk mengikutinya.

Kim Bum terus menuntun Donghae ke suatu tempat yang sudah direncanakan untuk Donghae. Mereka  berjalan ke taman belakang yang cukup sepi karena perkuliahan di liburkan dan pusat mahasiswa saat ini berada pada stadium tempat berlangsungnya lomba.

Kim Bum terus membawa Donghae sampai paviliun di ujung taman,dengan pemandangan yang begitu hijau di sinari matahari yang bersinar cerah siang itu. Kim Bum dan Donghae terus berjalan hingga melewati air mancur malaikat dan hendak menghampiri yeoja manis dalam paviliun yang seperti kubah masjid itu.

“Euhyun~ah”,panggil Donghae. Euhyun menoleh dan tersenyum penuh kasih sayang pada Donghae.

“Donghae oppa”,panggilnya manja.

Donghae bergantian dari melihat Kim Bum lalu melihat Euhyun.

“Donghae~ssi sebenarnya aku dan Euhyun tidak ada apa-apa. Anggaplah lagu tadi adalah hadiahku untuk Euhyun. Karna dia adalah satu-satunya yang mau bersahabat denganku tanpa alasan khusus melainkan tulus. Dia ingin membuatmu cemburu,mianhae”,jelas Kim Bum pada Donghae.

Wajah Donghae terlihat malu lalu Donghae menyampaikan permintaan maafnya.

“Mianhamnida Kim Bum~ssi”,kata Donghae.

“Gweanchana Donghae~ssi”,jawab Kim Bum dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Euhyun dan Donghae.

“Kim Bum~ah,gomapta”,kata Euhyun sedikit berteriak.

Kim Bum hanya melambai tanpa menoleh pada Euhyun.

“Haahhh.. Kim Bum~ah,neo paboya??”,gumam Kim Bum hingga sendiri tertawa karnanya.

****

“Kau cemburu?”,tanya Euhyun pada Donghae. Donghae menunduk lalu memeluk Euhyun dari belakang dan mengangguk dalam pelukannya.

Tak lama kemudian ia melepaskannya dan berdiri di depan Euhyun. Dengan tatapan tajam kedua tangannya memegang pipi Euhyun,sedangkan Euhyun menaruh kedua tangannya di pinggang Donghae.

“Mianhae karna aku sempat cemburu”,kata Donghae.

“Gweanchana oppa,itulah yang ku inginkan”,jawab Euhyun.

“Oppa tak ingin kehilnganmu. Taukah kau apa yang oppa rasakan ketika kau dan Kim Bum jalan bersama waktu itu? Ketika kalian dalam pentas tadi dan ketika Kim Bum menyanyikan lagu untumu? Oppa merasa kalian memang serasi dan oppa seperti bukan apa-apa disampingmu. Oppa tak setampan,tak sepintar,tak sesempurna Kim Bum dari dalam maupun luar”,kata Donghae.

“Ssst oppaa jangan bilang begitu”,kata Euhyun sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Donghae.

Donghae menangkap tangannya dan mencium tangan Euhyun. Setetes air yang masih hangat kemudian jatuh ke tangan kanan Euhyun itu.

“Oppa”,kata Euhyun tersentak. Donghae mendongak dan tersenyum pada Euhyun.

“Bagiku oppa adalah satu-satunya namja untukku. Aku tak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintaimu. Aku merasa lengkap dengan semua kekuranganmu,dan merasa lebih dengan semua kelebihanmu. Tan ada satupun namja yang mampu melengkapi hidupku sesempurna kau melengkapi hidupku Donghae oppa”,kata Euhyun dengan pandangan teduhnya.

“Na do,cintaku hanya untukmu Euhyun~ah. Satu hatiku menjadi tempat semua perhatianku akan dirimu berpusat. Kau bukanlah yeoja manis sang balerina,kau juga bukan yeoja  biasa dari keluarga Lee. Tapi kau adalah Lee Euhyun,yeoja tersempurna yang ada di hidupku. Aku bersyukur kau hadir di dunia ini,aku bersyukur Tuhan memberikan dirimu untukku,dan aku sangat bersyukur memiliki ikatan takdir denganmu. Gomawo..gomawo for everything about you”,kata Donghae.

Donghae berjalan menjauh dan mengulurkan tangannya. Euhyun menyambutnya dan mereka mulai berdansa. Dengan kaos putih polos,celana denim dan vantofel senada di padu dengan cardigan hitam yang mmbalut dirinya,Donghae tampak serasi dengan Euhyun yang sudah berganti pakaian dengan dress putih polos selutut tanpa lengan dan  hign heels terbuka penuh tali bewarna hitam mengkilap.

Sungguh seperti pangeran dan putri yang sedang berdansa dalam istana,mereka berlenggak lenggok dalam pelukan mesra berdansa dengan wajah penuh kebahagiaan.

****

 

Malam ini kini giliran Donghae yang akan memberikan suatu hal yang romantis untuk Euhyun.

“Euhyun~ah oppa ingin makan malam bersamamu,datanglah sendiri ke La Forca. Oppa tak bisa menjemput karna sepeda oppa sedang bermasalah”,ucap Donghae ditelepon pada Euhyun.

Setelah Euhyun menyetujuinya namja itu segera menutup telepon dan menyiapkan banyak hal. Donghae bergegas pergi ke restoran tempatnya meyatakan cinta pada Euhyun dengan sepeda motornya. Sepeda motor rusak? Tentu itu hanya alasan belaka keke~

Ketika Donghae sudah sampai di La Forca , namja itu sudah di tunggu oleh manajer restoran tempatnya akan menyewa selama satu malam ini.

“Ahjussi mianhae aku merepotkanmu”,kata Donghae.

“Aniya Donghae~ah,duduklah dulu”,kata adik appa Donghae.

“Sebenarnya jika malam valentine seperti ini tempat ini akan sangat penuh dengan pengunjung seperti yang kau lihat saat ini,tapi ahjussi juga tak tega jika harus membiarkanmu gagal dalam cintamu. Berjanjilah pada ahjussi kau takkan pernah berpisah dari yeoja yang mencintai dan kau cintai ini,atau kalau tidak kau harus membayar mahal semuanya,arraseo??”,kata paman Donghae dengan sedikit nada mengancam.

“Jeongmal?? Ah gamsahamnidaaa ahjussi. Nde aku berjanji tak akan kehilangan Euhyun,dia sangat berarti bagiku ahjussi”,jawab Donghae penuh dengan kemantapan. Pamannya berdiri kemudian memeluk namja itu dan tertawa penuh kebanggaan,

“Hahaha jangan sungkan Donghae~ah,kalau begitu kau urus sendiri ahjussi akan pulang cepat hari ini”,kata paman Donghae.

“Mungkin menunggu para pelanggan ahjussi pergi dulu,karna ide ini dadakan jadi aku juga butuh waktu untuk memikirkannya”,jelas Donghae.

“Oh,geurrae,kalau begitu ahjussi pergi dulu nde?”,kata ahjussi lalu beranjak pergi.

****

 

Euhyun memoleskan pelembab,alas bedak lalu bedak itu sendiri,dengan hati-hati ia meratakan semua alat make up yang ia punya di wajahnya agar bisa tampil manis dengan natural. Sentuhan terakhir dan semuanya akan selesai,lipgloss. Dress,yah dress yang Euhyun pilih adalah dress bewarna putih dengan aksen pita di bagian belakang,renda di bagian bawah dan lengan dress itu serta sedikit sentuhan bando cream di rambut gelombang miliknya.

Setelah bagian atas selesai diatasi kini tinggal mencari sepatu yang baik untuk dipakai. Bagi wanita sepatu yang cantik akan membawa mereka ke tempat yang cantik pula. Dan pilihan Euhyun jatuh pada high heels putih dengan tinggi 15cm dengan motif gladiator yang anggun dan sedikit berlian di bagian leher pergelangan kaki. Tidak terlalu mewah namun cukup manis dan anggun untuk menemaniya hari ini. Setelah dirasa sempurna Euhyun berangkat dengan menaiki taxi menuju La Forca.

Sepanjang jalan entah mengapa dada Euhyun begitu deg deg an dan tak tenang,malam sudah akan memperlihatkan keindahannya,petang kini tengah bersemayam menghiasi langit. La Forca tempat yang Euhyun tuju terlihat redup cahaya dan tak seperti biasanya. Dari halaman depan tempatnya berhenti dan kini berjalan di batu-batu bulat di atas rumput menuju pintu depan restoran yang terdapat lilin-lilin di sepanjang kanan kiri jalan batu itu membuat Euhyun terpesona dengan sinarnya.

Perlahan yeoja itu terus maju dan betapa kagetnya ia ketika pintu kaca gelap di depannya di buka oleh seorang pelayan dan namja itu,dalam balutan serba putih memandang Euhyun dengan begitu teduh,tatapan matanya sangat menenangkan dan bisa Euhyun rasakan rasa cinta yang begitu mendalam terpancar dari tatapan matanya.

“Iggo mwoya oppa?”,tanya Euhyun bingung. Namja itu tersenyum dan berjalan kearahnya. Namja itu mendekat dan semakin mendekat lalu mengecup kening Euhyun lembut.

Donghae mengelus pipi Euhyun dengan punggung tangan kanannya,tangan kirinya memegang pelan pinggang Euhyun.

“Iggoo.. Aniya..Ini bukanlah apa-apa,kajja kita masuk dan makan dulu,oppa sudah memasakkan sesuatu untukmu”,kata Donghae. Lalu mereka berjalan menuju satu-satunya meja makan dalam restoran ini.

“Oppa kemana kursi dan meja yang lain?? Dan kemana semua orang? Bukankah biasanya disini selalu penuh?”,tanya Euhyun.

“Tidak untuk malam ini karna hanya akan ada oppa dan orang yang oppa sayangi”,kata Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

 

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Bagaimana kisah akhir dari :

 

Jung Soo – Seung Ri

 

Ye Sung – Hyun Jin

 

Kyu Hyun- Yeon Hyo

 

Dong Hae – Eu Hyun

 

Hee Chul – Rae Hee

 

Dalam perayaan Hari Kasih Sayang ?

 

SEE PART END ^^

5 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 9) [Time to END 1 of 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s