FF “L.O.V.E” (PART 8)

Choi Si Won’s Scene present by Ririn Lestari

Henry Lau’s Scene present by Hilda Tamuu

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira 

Lee Dong Hae’s Scene present by Euricha Fany

 

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================ 

 

14 Februari 2012

 

*Choi Si Won’s Scene*

 

STAR’s Coffee Shop, Myeondong03.35 pm

Siwon terlihat sedang asyik dengan pikirannya sendiri disalah satu meja. Sesekali dia menyesap cappuccino yang dibuatnya sendiri. Dan tak jarang dia menundukkan kepalanya lesu. Dia terduduk lesu padahal Coffee Shop sedang sangat ramai.

Wajar saja karena pada hari Valentine, Coffee Shop banyak dikunjungi oleh pasangan-pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk bersantai atau sejenak melupakan kepenatan aktivitas mereka. Sedangkan Siwon, disuruh Yunho untuk beristirahat karena pekerjaannya selalu berakhir dengan kesalahan dan itu cukup membuatnya frustasi.

“Siwon-ie?”

“Ne?”

“Sebenarnya ada apa denganmu dan Hye Bin? Apa kalian bertengkar?” sahut Yunho yang entah sejak kapan sudah duduk dihadapan Siwon.

“Yah.. sedikit salah paham hyung.” Jawab Siwon lemas.

“Sepertinya kau tidak bersemangat. Padahal tadinya besok aku akan menitipkan Coffee Shop ini padamu.”

“Wae?”

Yunho tersenyum lalu kemudian menjawab. “Aku ada kencan.”

Siwon terlihat kaget namun sejurus kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi sedih. “Jinjja? Mianhae hyung. Kurasa lebih baik jika ditutup saja, atau kau berikan tanggung jawab itu pada pegawai lain. Aku tidak yakin akan bekerja dengan baik. Jadi daripada terjadi kekacauan..”

“Arraseo.. sepertinya lebih baik aku menutupnya. Aku hanya mempercayaimu, kalau pegawai lain rasanya aku tidak yakin.”

“Ne..”

“Ahh.. apa kau tidak mencoba menghubunginya? Menghubungi Hye Bin maksudku.” Sahut Yunho saat matanya menangkap sosok dua orang yeoja yang sangat dikenalnya.

“Aniya.. aku yakin dia tidak akan menjawab panggilanku.”

“Ahh.. joha. Kalau kau ingin ijin pulang boleh saja. Aku harus kembali, sepertinya ada yang sedang mencariku.” Jawab Yunho lalu bangkit dari kursinya dan kembali meninggalkan Siwon sendirian.

****

Hyebin melihat Yunho sedang mengobrol bersama Siwon. Yeoja itu memberi isyarat agar Yunho meninggalkan Siwon dan menghampirinya. Tiffany yang sedang bersama Hyebin tersenyum saat Yunho bergerak menuju ke arah kami.

“Fany-ah? Kau datang?” sahut Yunho lalu merangkul bahu Tiffany.

“Aish..” gumam Hyebin merasa risih melihat kedekatan mereka.

Hyebin benar-benar dongsaeng yang payah, ia sama sekali tidak tahu kalau oppanya sudah menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri sejak lama. Hyebin salut pada mereka, padahal mereka mengalami hubungan jarak jauh. Tapi sepertinya mereka sangat saling mencintai. Seperti dirinya dengan Siwon kekeke~

“Oppa.. aku kesana dulu.” Sahut Hyebin sambil berjalan meninggalkan pasangan itu tanpa mempedulikan jawaban mereka.

Tadinya Hyebin akan menemui Siwon nanti malam dan memberikan kejutan Valentine untuknya, tapi yeoja itu merasa kasihan juga kalau Siwon harus merasa bersalah selama itu. Hyebin berjalan menuju meja tempat Siwon berada sambil menenteng sebuah tas kecil.

Dengan perlahan Hyebin duduk dihadapan Siwon yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Yeoja itu melihat banyak pasangan yang berjalan mesra melintas dihadapan mereka.

Hyebin bisa merasakan pandangan Siwon benar-benar sedih saat menatap pemandangan di depannya itu. Tanpa sadar yeoja itu terkikik pelan melihat ekspresinya. Dan itu membuat Siwon kembali pada kesadarannya dan mengalihkan padangannya ke arah Hyebin. Siwon menatap yeoja itu  dengan sorot mata yang sama sekali sulit untuk dijabarkan artinya.

“Ya! Jangan menatapku dengan ekpresi seperti itu Choi Siwon-ssi.” Sahut Hyebin sambil tersenyum dan memberikan sedikit penekanan pada akhir kalimatnya.

Siwon terbelalak kaget. Apa ada yang salah dengan ucapannya?

“Kau kenapa?” sahut Hyebin sambil mengipas-ngipaskan tangan di depan muka Siwon. Sejurus kemudian Siwon menangkap tangan yeoja itu dan membuat Hyebin menghentikan aksinya.

“Wae?” sahut yeoja itu lagi.

Bukannya menjawab Siwon malah mencubit pipi Hyebin dan sukses membuat yeoja itu meringis kesakitan, ada apa dengan namja itu sebenarnya?

“Ya!! Kau ini kenapa sih? Kau tidak senang aku datang kesini?” sahut Hyebin sambil mengelus pipinya yang tadi dijadikan Siwon objek cubitan.

Dia menggeleng cepat lalu kemudian tersenyum senang. “Aku hanya memastikan kalau kau ini nyata.” Sahut Siwon polos.

“Aish..” gumam Hyebin kemudian.

“Hye Bin-ah.. mianhae..” sahutnya tiba-tiba.

“Untuk apa?” sahut Hyebin sambil tersenyum.

“Eh? Bukankah kemarin kau..”

“Oh itu.. sebenarnya… akulah yang harus minta maaf padamu.”

“Ye?”

=FlashBack=

“Jebal Fany-ah.. bantu aku..” sahut Hyebin sambil mengatupkan kedua tanganku didepan Tiffany.

Tiffany memutar bola matanya dan menatap sahabatnya dengan ekspresi tak percaya. Hyebin tahu permintaan ini sedikit gila, tapi ia hanya ingin memberikan kejutan untuk namjachingunya.

“Ya! Shin Hye Bin! Aku tidak mengerti jalan pikiranmu itu, kenapa aku harus melakukan itu semua? Mana mungkin aku mau memeluk dan mencium namjamu? Apa kau sudah gila?” sahut Tiffany kemudian.

“Hanya pipi ko.. ayolah.. jebal..” kali ini Hyebin mengatakannya dengan manja dan membuat Tifanny semakin mengernyit tak mengerti.

“Aish kau ini.. arraseo. Tapi jangan salahkan aku jika terjadi hal diluar rencanamu itu.” Sahut Tiffany pasrah.

“Kalau itu kau tenang saja Fany-ah. Aku akan menemui Siwon dulu sekarang, kau tunggu didepan pintu masuk arra?” sahut Hyebin kemudian.

Kulihat Tiffany mengangguk dan tersenyum. Hyebin berlari dan kembali ke dalam Coffee Shop, ia melihat Siwon sedang asyik melayani pesanan para pelanggan. Yeoja itu bergerak mendekatinya dan membantu Siwon sebisanya.

“Kau dari mana saja eoh?”

“Ehehe.. tadi ada temanku lewat saat aku buang sampah. Jadi aku keasyikan mengobrol dengannya.” Sahut Hyebin jujur. Yeoja itu memang tidak sengaja bertemu Tiffany dan tiba-tiba terbersit ide gila itu.

“Kau ini.. tapi apa hari ini kau tidak membuat cake?”

“Aniya.. aku sedang malas. Aku membantumu saja ya?” sahut Hyebin sambil bergelayut manja dilengan Siwon. Namja itu menatap Hyebin tak percaya lalu tersenyum.

“Arraseo.. tolong didihkan kopi lagi ya.” Sahut Siwon kemudian.

Hyebin mengangguk dan berjalan menuju boiler, yeoja itu melihat Tiffany sudah stand by di depan pintu. Bagus.. saatnya memulai pertunjukkan.

“Siwon..” sahut Hyebin kemudian.

“Ada apa?” sahut Siwon lalu berbalik ke arah Hyebin dan mulai menghampiri yeoja itu

“Sepertinya aku menghilangkan gelang yang kau berikan untukku. Bisa tolong kau bantu mencarikannya? Sepertinya jatuh disekitar pembuangan tempat sampah tadi. Tapi.. jalan belakang terkunci, jadi kau lewat depan saja. Aku juga tadi lewat sana.” Sahut Hyebin memelas.

“Jinjja? Joha.. aku akan membantumu mencarinya mumpung sekarang tidak ada pelanggan.” Jawab Siwon sambil mengacak rambut Hyebin pelan.

“Gomawo..”

“Ne.”

Siwon mulai berjalan meninggalkan Hyebin dan menuju pintu depan. Yeoja itu memberi isyarat kepada Tiffany agar memulai aksinya. Saat Siwon bergerak mendekatinya Tiffany pura-pura tergelincir dan hampir jatuh sehingga Siwon refleks menopang tubuhnya. Tiffany terlihat sedikit meringis.. aish.. bagus juga aktingnya itu. Perlahan Hyebin menghampiri mereka yang sedang setengah berpelukan.

“Ahgassi? Gwaenchanayo?” sahut Siwon sambil berusaha membantu Tiffany berdiri.

Chu~

Hyebin melihat Tiffany mencium Siwon, sedangkan Siwon terlonjak kaget. “Gomawo..” sahut Tiffany sambil tersenyum lalu berusaha berjalan dengan kaki terpincang.

Hyebin mulai mendekati tempat Siwon yang masih mematung dengan perbuatan Tiffany, sepertinya dia benar-benar kaget.

“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan huh?” sahut Hyebin kemudian.

Namja itu mengalihkan pandangannya ke arah  Hyebin dan terlonjak lebih kaget dari sebelumnya. “Itu.. aku tidak tahu. Tiba-tiba saja dia menciumku, aku sama sekali tidak mengenalnya.” Sahutnya gugup.

“Kau pikir itu masuk akal? Mana mungkin dia berani menciummu kalau dia tidak mengenalmu?” sahut Hyebin dengan nada dingin.

Tanpa mempedulikan jawaban Siwon, Hyebin berlari meninggalkan namja itu yang mulai mengejar dan meneriakkan nama yeojachingunya.

=FlashBack END=

“Yah begitulah ceritanya.. Mianhae ^^” sahut Hyebin sambil tersenyum.

“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu??”

=========================================

*Kim Ryeo Wook’s Scene*

@Inha University Theater Building, 14-Feb-2012, 06.00 pm KST 

 

 

Gedung theater dimana pertunjukan yang akan menampilkan beberapa artis pendukung acara di Inha University telah dipenuhi oleh orang-orang yang hendak menonton acara pertunjukan itu. Tidak seperti theater musical lainnya, theater musical itu hanya dilakukan sekali. Itulah mengapa para pengunjung membludak.

Ditambah lagi beberapa Fans dari artis-artis yang telah diundang ikut menonton dengan membawa berbagai macam barner bertuliskan nama Idola mereka. Gedung Theater Inha University memang besar dan dapat menampung ribuan orang, jadi tidak ada masalah dengan para pengunjung yang datang diluar dugaan.

Yang kelabakan hanyalah security dan beberapa panitia acara. Untung saja para Fans dapat diarahkan dan mengikuti instruksi dari para pengarah acara. Dengan ancaman, mereka tidak dapat melihat idola mereka jika mereka bersikap anarkis.

Ryeowook mengintip dari balik panggung dan memperhatikan para pengunjung yang sudah duduk dengan rapi menunggu sajian yang telah mereka persiapkan beberapa minggu terakhir.

“Banyak sekali…”Ucap Ryeowook dengan suara yang sedikit bergetar “Kau gugup Wookie~ah?”Tanya Seon Woo yang juga ikut mengintip

“Ne… sangat..” Jawab Ryeowook “Aku juga… mudah-mudahan mereka semua puas dengan pertunjukan ini..”

Ryeowook berbalik menatap Seon Woo “Itu sudah pasti, Shin Yee adalah penulis naskah yang baik.. ditambah lagi, para pemain yang sangat hebat… aku yakin semuanya akan baik-baik saja..” Ryeowook mencoba menenangkan dirinya.

“Nde… pasti… Geunde… bagaimana kau dan Shin Yee? Apa kau sudah bicara padanya?”

Ryeowook menggeleng pasti“Aku harap semuanya akan berjalan lancar… do’a kan aku Seon Woo~ah…”

“Tentu saja, kalian adalah sahabat-sahabatku.. mana mungkin aku tidak mendukung kalian… haha” Seon Woo menepuk bahu Ryeowook mencoba memberikan semangat pada kawannya.

“Ryeowook~ah…”

Seseorang memanggil Ryeowook dan dia, Dae Woong.

“FIGHTING!!!”Serunya

Ryeowook tersenyum dan semakin yakin dengan apa yang akan ia hadapi nanti.

Suara gemuruh dan teriakan puas serta Outstanding Aplause dari para penonton menggema diseluruh gedung Theater Inha University. Mereka semua tersenyum puas dengan pertunjukan yang baru saja mereka lihat.

“MIN HYUK OPPAA…. SARANGHEYO…!!!”Teriak seorang fans  “EONNI… LEE JI EUN… Argghhhh…..”Kembali mereka berteriak.

Semuanya hanyut dalam kegembiraan, tak terkecuali dengan para dosen dan mereka yang ada dibelakang panggung yang telah mengerahkan seluruh kerja keras mereka sehingga pertunjukan ini dapat diselenggarakan dengan ‘SEMPURNA’.

Shin Yee dan Dae Woong segera berlari ketempat dimana Direktur Kang duduk untuk mendapatkan selamat darinya.

“Chukkae Sin Yee~shi, Dae Woong~shi… kalian telah bekerja keras..”Direktur Kang memberikan selamat dan menjabat tangan mereka.

Tiba-tiba saja kembali terdengar teriakan histeris dari para penonton.

Shin Yee, Dae Woong dan Direktur Kang yang tadinya sibuk saling memuji berbalik ke arah panggung melihat apa yang terjadi sehingga membuat para Fans wanita itu kembali berteriak histeris.

Ternyata, dari atas panggung sebuah layar putih yang sangat lebar terbentang dengan lampu proyektor menyinari layarnya. Kemudian, Min Hyuk yang masih memakai pakainnya yang tadi tengah berdiri dengan memegang sebuah mawar putih.

Shin Yee memandangi Dae Woong. Setahunya, hal yang sekarang terjadi tidak ada sama sekali saat mereka melakukan latihan. Dan Dae Woong hanya menggeleng cepat berpura-pura tidak tahu apa-apa padahal sebenarnya ia tahu semuanya. Dan apa yang akan terjadi selanjutnya….

“Annyeong… video ini kami persembahkan kepada kalian semua yang telah menonton pertunjukan musikal kami yang pertama, kisah cinta yang tak akan pernah pupus oleh waktu. Bertepatan dengan Valentine’s Day kali ini…. seseorang telah mempersiapkan persembahan khusus kepada salah satu teman kami yang telah bekerja keras demi kesuksesan event ini. For You…. Kim Shin Yee~shi…”Min Hyuk kemudian berjalan kebelakang panggung dan proyektor yang telah siap sejak tadi mulai menampilkan beberapa foto yang sangat dikenali Shin Yee.

“Itu… itukan… foto-fotoku bersama Wookie…”Ucap Shin Yee tak percaya

Disana, diatas sana…. foto Shin Yee dan Ryeowook dari berbagai sudut dan moment tengah tampil dengan bebasnya. Mulai dari saat Shin Yee ulang tahun yang ke-17 hingga foto saat kelulusannya yang ia rayakan bersama Ryeowook. Berdua, hanya mereka berdua. Kemudian, foto Shin Yee yang ia kenali baru saja diambil oleh Saen Woo.

Ekspresinya sangat aneh karena memang ia sedang dalam keadaan tak siap saat Saen Woo mengambil gambar itu. Setelah itu video diputar dan muncul wajah seseorang yang telah dirindukannya selama berminggu-minggu.

Namja itu tertunduk dan tersenyum malu “Apa yang harus aku katakan???” Wajah namja yang ada dalam video itu tampak bingung.

Ryeowook yang masih ada dibelakang panggung menatap jengkel pada Seon Woo.

“Kau merekamnya? Aissh… Jinjja!!”Gerutu Ryeowook

Seon Woo hanya nyengir.

=================================

*Henry Lau’s Scene*

Hari ini adalah hari yang sangat special bagi sepasang kekasih ataupun sahabat, hari yang biasa di gunakan oleh seseoranguntuk mengumkapkan isi hatinya pada orang yang mereka sukai dan saling bertukar hadiah satu sama lain, hari ini sering di sebut dengan hari ‘Valetine Day’

Hyuri beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah jendela kamarnya yang tidak tertutup dan hanya tertutup dengan kain putih yang sangat tipis, yeoja itu melihat ke arah halamannya yang tampak sunyi.

Hyuri menutup kembali jendela kamarnya dan berjalan kembali ke ranjangnya, merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya. Matanya beralih ke sebuah Sweater berwarna pink dengan gambar hati di tengahnya dan ada sebuah rajutan tangan di sana membentuk huruf ‘U’.

Hyuri kembali beranjak dari tempat tidurnya, mengambil baju itu dan memakainya di padunya baju itu dengan Celana Jeans berwarna Biru tua tak lupa dia memakai Syal yang di belikan Oleh Hendry 2 hari yang lalu, Hyuri mulai berjalan ke arah pintu kamarnya. Belum saja ia keluar dari kamar dia telah mendengar alunan music dari halamannya.

Hyuri segera berlari ke arah jendelakamarnya, melihat seorang namja yang memakai Sweater berwarna merah denga tulisan ‘I Love’ di tengahnya dengan syal putih yang menglalung di lehernya sama seperti Hyuri mengisyaratkan padanya untuk segera turun. Namja itu sedang memainkan piano, alunana music yang indah keluar dari piano itu.

Dan saat ini Hyuri telah berdiri di hadapan nanja tampan yang memakai baju yangsama dengannya, sedang memainkan sebuah lagu. ‘All My Heart’.

Igeon jinsim-iya Baby neolo gadeughan nae sog-e

 

 

gaseum-e ne son-eul dae bwa. dugeungeolineun geol.

 

meolis-sog-en ontong neoya. sesang an-e geot dol deon nal

 

 

jichin nal sal su issge hae jun neoya

hancham-eul banghwang kkeut-e(honja)

 

 

gyeondyeoss-eo neo eobs-i. (neo eobs-i)

ijeya naega chacheum pyeonghwalobge misoleul jisne

 

 

eodum-eul judeon keoteun(meolli) geod-eojun songil. (ne songil)

 

 

nun-ap-e nega bichwo seulpeum ttawin jiwojyeo

ajig kkaji mos haejun geu mal.

 

 

mog-i meyeosikeunhae geu mal nuguboda saranghae.

 

 

ojig neowa na nannana nannana nanna

i sungan-i haengbogkae jeongmal.

 

 

naege waseo gomawo jeongmal. naleul da jul han saram

 

 

ojig neowa na nannana nannana balo neo.

Lagu yang Henry nyanyikanpun selesai, namja itu segara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kea rah Yeoja yang berdiri di hadapannya.

“Kau memakai baju ini juga” ucapnya Pada Hyuri yang sedang mentapnya sambil tersenyum.

“Ne, dank au juga memakainya. Hahaha terlihat sangat lucu” balas Hyuri setengah tertawa.

“Hyu-ri ya” panggil Hendy padanya

“Ne, wae?”

“Apakah kau tidak menginginkah hadiah?”

“Hadiah? Tentu aku menginginkannya oppa mana Hadiah untuk ku?”

“Sudah ku tau kau menginginkannya, Kajja!” seru Henry, menarik pergelangan tangannya dan menyertnya masuk ke dalam mobil.

“Malam ini sangat Special bagi kita berdua, jadi kau harus menemani Oppa sampai matahari terbit, ne” ucap Henry memecahkan keheningan di antara mereka berdua, mobilnya melaju di tengah jalanan kota ‘Seoul’ yang sangat ramai, terlihat banyak sepasan kekasin memakaui baju yang sama, hiasan-hiasan yang bertuliskan ‘Happy Valentine Day’ banyak tertempel di setiap tempat yang mereka lewati.

Hyuri mengernyitkan alisnya ketika mendengar kata Namja yang sedang berkonsentrasi menyetir di sebelahnya ini, melihatnya degan tatapan bingungun.

“Mwo? Sampai pagi? Apakah Oppa ingin di bunuh Oleh Nichkhun Oppa? Aisshhhhh!” ucap Hyuri yang kemudian memalingkan wajahnya menatap jalanan seoul yang terbentang di hadapannya.

“Tidak mungkin oppa meminta mu kau temani sampai pagi kalau tampa ijin darinya Hyuri-ya” balas namja itu menatap Hyuri sekilas dan kemudian berkonsentrasi lagi untuk menyetir mobilnya.

“Lalu kita akan ke mana?” Tanya Hyuri Lagi

“Nanti kau tau juga” balas Henry, masih berkonsentrasi menyetir.

=============================================

*Kim Jong Woon’s Scene*

18.00 KSTBall Room Star City Hotel

Hyun Jin’s POV

“KAMI DISINI!!!”

Seketika Hyun Jin berteriak begitu kakinya menapak di backstage. Park Shin Hye terkejut, namun seketika yeoja itu berlari memeluk Hyun Jin dengan senang. Untung giliran Hyun Jin 5 menit lagi, jadi ia masih memiliki kesempatan berhias, sementara Yesung hanya perlu merapikan rambutnya saja.

“Baiikkklaaahhh…sebagai peserta berikutnya…inilah dia!!! Jung Hyun Jin!!!! Penampilan spesial dari peserta yang satu ini berjudul… Passion of Love, Lets Draw and Sing!!!!”

 

Hyun Jin mendengar ‘panggilan’ itu. Ini memang sudah ia rancang. Sambil memeragakan hasil rancangannya, Hyun Jin dan Yesung akan berduet dalam lagu ciptaan Yesung yang berjudul “In My Heart. Hyun Jin menyukai satu lagu itu dari sekian banyak lagu yang direkomendasikan oleh namja manis itu.

Hati Hyun Jin berdebar kencang manakala tangan Yesung menggenggam jemarinya dengan erat lalu mereka berjalan pelan memasukki catwalk. Dan hati Hyun Jin tambah berdebar ketika ratusan pasang mata memusat padanya, pada Yesung, serta pakaian yang mereka gunakan saat ini. Wah…perasaannya mengatakan mereka tidak menyukai rancangan Hyun Jin.

Ya…tersenyumlah!” bisik Yesung sambil mengeratkan genggamannya.

Hyun Jin tersentak kaget, seketika langsung menarik sudut bibirnya ke atas. Menebarkan senyum kepada penonton, lalu Hyun Jin mendengar riuh tepuk tangan yang membahana.

Sesampainya di ujung catwalk, Hyun Jin mulai mendengar dentingan nada yang sudah ia hafal. Saatnya Hyun Jin bernyanyi. Yeoja itu berharap Appa sedang menonton TV sekarang!

I ma-eum-ui neukkim

 iissdahamyeon gat-i iisgo sip-eo

 

Eojjeomyeon geugei

 bul-an geuliwo

nae ma-eumsog-eseoneun ajigdo dangsin-eul

yeongwonhi saranghamnida

 

busanghamdamyeon jagsog-eun nae

sarang-eul jikigi wihae…”

(cr: translate google – song title : Di Hatiku, by : Overload Romance)

================================

*Lee Sung Min’s Scene*

 

Apartment ChungSang, 23 Floor, 1220 Room. Morning, 08.00 KST.

Sue Yeon membuka matanya lalu menyentuh kepalanya yang terasa agak berdenyut. Ia menatap sekitar kamarnya yang desain nya sangat berubah “Dimana ini?” Tanya nya pada diri sendiri. Ia mencoba untuk duduk. “Kau sudah bangun?” Min Ho membuka pintu kamarnya, tampak membawa sebuah nampan dengan sepiring bubur dan segelas susu.

“Aku membawakan sarapan untukmu” Ujar Min Ho dan meletakkan nampan kecil itu di samping tempat tidurnya. “Gamsahaeyo, aku dimana?” Tanyanya. “Di apartment Sungmin Hyeong, kau menyusahkan sekali tadi malam” Ujar Min Ho. “Sungmin eodisseo?” Tanya Sue Yeon “Ia ada di kamarnya, kepala nya terluka”

“Terluka?” Sue Yeon terkejut, bagaimana Sungmin bisa terluka?

“Ne, ia terkena hantaman botol whisky di Club JJ tadi malam” Sue Yeon berpikir sejenak. “Omo!!” Ujar Sue Yeon yang akhirnya ingat kejadian tadi malam. Ia berdiri dan berlari ke kamar Sungmin. Saat membuka pintu kamar Sungmin, ia melihat namja itu tengah terbaring lemah dengan perban putih dikepalanya.

“Su…Sungmin sshi..?” Sue Yeon berjalan perlahan menuju tempat tidur Sungmin. Ia menutup mulutnya karna shock melihat wajah Sungmin yang di penuhi dengan bekas biru. Dan bagian tepi bibir yang sedikit terluka.

“Sungmin ah?” panggilnya pelan.”Sungmin ah?” Ujarnya lagi karna Sungmin tak kunjung membuka matanya. “Sungmin ah,mianhasseo” Terdengar isakan dari bibirnya, kini ia tengah berlutut ke arah Sungmin yang masih terbaring.

Min Ho menatap iba kepada Sue Yeon lalu berusaha untuk mendekati yeoja yang masih berlutut karna merasa bersalah “Sue Yeon sshi?” Min Ho menyentuh bahu Sue Yeon lembut. Lalu memberikan sebuah boneka bear pink dan mawar berwarna senada di iringi dengan sebuah cake.

Sue Yeon menghentikan tangisnya dan menatap Min Ho “Hyeong menyiapkan ini untuk mu di hari Valentine” Ujar Min Ho sambil menyerahkan semuanya. “Sungmin?” Tanya nya memastikan agar ia tak salah dengar, ia menyeka air matanya

“Hyeong mencintaimu, sejak 5 tahun yang lalu” Sambung Min Ho, ia tersenyum dan pergi dari ruangan itu agar Sue Yeon bisa lebih mengerti perasaan Sungmin saat ini. “5… tahun?” Ulang nya tak yakin.

===========================================

 

*Lee Dong Hae’s Scene*

 

Euhyun sengaja bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan dirinya dalam pembukaan pementasan drama tari musical. Ketika ia sedang sarapan,bel apartemennya berbunyi nyaring. TING..TONG..

Sambil meminum susu coklat favoritnyaa,Euhyun membuka pintu.

Euhyun bingung kala melihat tak ada siapapun yang berdiri di luar pintu apartemennya,namun ia mendapati setangkai mawar merah dengan secarik kertas menempel pada tangkainya  tergeletak di bawah pintu. Euhyun mengambilnya dan membaca apa yang tertulis di atas kertas itu. ‘Yang Mencintaimu..L’,Euhyun tersenyum karna mengetahui siapa pelaku kejahilan tersebut.

Tak berhenti disitu saja,terdapat lima kelopak bunga mawar putih yang tergeletak satu persatu di lantai. Euhyun mengikutinya hingga berbelok kanan dan di depannya terhampar jalan lurus menuju lift di ujung lorong,dan di sepanjang jalan tersebut terdapat beberapa tangkai bunga yang di batasi dengan 5 kelopak mawar putih.

‘Yang Menyayangimu..E’, ’Datanglah padaku..E’, ’Apa Kau Tak Merindukanku..D’, ’Aku Sangat Merindukanmu..O’, ’Hatiku Hanya Untukmu..N’, ’Kau Adalah Nafasku..G’, ’Kau Yang Teristimewa..H’, ’Kaulah Duniaku..A’, ’Yang Menunggumu..E’.

Ketika Euhyun telah sampai pada bunga terakhir ia tepat berdiri di depan pintu lift dan menyatukan semua huruf-huruf tersebut. “LEE DONGHAE”,kata Euhyun lalu pintu lift berdenting dan terbuka.

Betapa kagetnya Euhyun ketika Donghae telah berada di dalamnya memakai kaos merah muda dengan kerah hingga setengah dari dadanya di padukan dengan sweater putih sampai setengah punggung tangannya. Memperlihatkan bentuk tubuh dan sedikit abs nya yang indah dan mempesona.

Donghae tersenyum sangat manis sambil menggengam sebuket besar bunga mawar merah dan coklat dalam wadah hati lengkap dengan pita pink.

“Valentine tidak akan lengkap tanpa coklat dan bunga mawar kan?”,katanya dengan begitu manis.

Euhyun menutup mulut dan langsung berlari kedalam pelukan Donghae. Donghae terkejut dan hanya bisa merentangkan kedua tangannya agar bawaannya tidak jatuh. Ia membiarkan Euhyun memeluknya dengan begitu bahagia.

“Gomawo oppa”,kata Euhyun lalu mengeratkan pelukannya. Setelah ia melepasakan Donghae,mereka berjalan bersama menuju apartemen Euhyun.

“Chagiya aku masih punya sesuatu lagi untukmu”,kata Donghae lalu pergi ke dapur dan langsung memakai celemek.

Tanpa segan ia segera memasak bahan-bahan dalam lemari es Euhyun. Euhyun ikut membantu Donghae hingga terkadang mereka memotong wortel bersama,saling menyuapi untuk mencicipi bumbu masakan mereka.

“Kurang sedikit lagi,jadi kau duduklah,biar aku yang membereskan sentuhan terakhir masakan kita”,kata Donghae lalu menggendong Euhyun di depan dan menarik kursi meja makan lalu mendudukkan Euhyun disana.

“YA!! Oppa,aku kan belum selesai membantu”,protes Euhyun.

“Juliet hari ini kau akan lelah,dan ini adalah salah satu hadiah valentine dari oppa. Oppa akan melayanimu seharian penuh”,kata Donghae dengan tatapan tajam pada Euhyun lalu mencium dahinya singkat sebelum kembali ke dapur. Wajah Euhyun merona merah setelah lepas dari hadapan Donghae.

“Kau selalu membuat detak jantungku berdetak tak karuan oppa”,gumam Euhyun.

Lalu Donghae kembali dengan beberapa masakan di hadapannya. Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan sarapan bersama,sesekali Donghae menghentikan detak jantung Euhyun tiap kali Donghae mendekatkan wajahnya pada Euhyun dan mengelap kotoran di ujung bibirnya.

“Euhyun~ah minumlah dulu,jangan makan terus”,kata Donghae.

“Gweanchana oppa,makanan buatanmu neomu maaashita”,kata Euhyun semangat.

“Tapi kau bisa tersedak”,kata Donghae sambil memegang pipi Euhyun,membuat si empunya pipi menegang saat itu juga,namun Donghae tak hanya berhenti disitu saja. Donghae malah melempar senyuman terindahnya dan membuat Euhyun tersedak betulan.

“Uhuk..Uhuukk..”,kata Euhyun.

“YA! Gweanchana?”,kata Donghae yang langsung jongkok di sebelah Euhyun.

“Oppa,aku tahu ini hari valentine,tapi kenapa kau aneh sekali??”,tanya Euhyun setelah menegak minuman yang diminumkan Donghae padanya. Tangan mereka saling menindih memegang gelas,mata Euhyun menatap tangan mereka yang entah mengapa mampu membuat jantungnya kembali berdetak cepat.

“Biasanya kau memang romantis,tapi tidak sedetail ini,aku merasa seolah aku ini anae mu”,kata Euhyun dengan polosnya.

“Wae? Kau tak mau menjadi anae ku?”,tanya Donghae. Euhyun hanya menunduk dengan wajah merona.

“Hahaha oppa hanya bercanda”,kata Donghae.

****

Setelah membereskan kegiatan pagi mereka di apartemen Euhyun,mereka bersama-sama pergi menuju Indoor Stadium Seoul Art University tempat perlombaan drama tari musical berlangsung. Universitas seni tempat Euhyun mengadakan perlombaan tari begitu ramai dan di hadiri begitu banyak peserta dari berbagai sekolah menengah dan dari berbagai mahasiswi jurusan seni lainnya.

Rombongan Donghae mendapat tempat duduk tepat di belakang para petinggi universitas dan undangan penting lainnya. Ketika lampu penonton telah di matikan seluruh mata peserta tertuju pada panggung.

“Hyung,bukankah itu yeojamu hyung??”,kata salah seorang murid Donghae yang duduk tepat di sebelahnya.

“Ah ye”,jawab Donghae dengan penuh senyuman.

Euhyun mengenakan bando bulu angsa bewarna putih di sepanjang lingkar setengah kepalanya. Memakai gaun balet yang begitu indah dengan perpaduan putih dan biru salem. Warna biru hanya ada pada bagian tengah dada dan beberapa tempat.

Selebihnya adalah warna puitih yang penuh keanggunan yang membalut tubuhnya. Bagian bawah bajunya mengembang dengan begitu sempurna menampilkan kaki jenjang Euhyun memakai stoking putih tebal. Dengan penuh kagum Donghae memandangi yeojachingunya.

Ketika balet pembukaan Euhyun dan kawan-kawannya berlangsung,Donghae hanya mampu tersenyum kagum sampai Scene 1 karna pada babak selanjutnya Euhyun sudah mulai berperan dengan berbagai gerakan bersama Kim Bum lawan mainnya dalam pementasan tersebut.

”Hwaaa mereka serasi sekali,tarian mereka sungguh bagus”,kata salah seorang yeoja di belakang Donghae. Donghae terdiam dengan wajah yang tak pasti menunjukkan entah ekspresi apa.

Setelah pementasan pembukaan Euhyun selesai,kini giliran para peserta lomba yang menari dengan tema masing-masing tarian mereka. Ada yang tarian tradisional,ada yang tarian modern,dan juga klasik balet.

Ketika tiba saatnya peserta terakhir yaitu tim Donghae maju untuk menampilkan tarian mereka yang bertema sama yaitu Romeo dan Juliet versi dance. Tim Donghae mampu menampilkan semua gerakan yang mereka pelajari dengan sempurna hingga mereka mendapat applause yang begitu meriah.

Tiba-tiba saja lampu panggung padam ketika semua penonton tengah melemaskan tubuh mereka yang terlalu lama duduk dan menunggu hasil dari Juri. Semua mata termasuk Euhyun dan tim baletnya yang duduk di tempat duduk paling atas dan paling belakang menoleh kembali ke arah panggung. ‘CKLEK’

Lampu sorot panggung langsung menyala dan menampilkan sosok pangeran dengan tuxedo putihnya lemgkap dengan piano putih di depannya.

“Lee Euhyun lagu ini untukmu”,kata namja itu. Kemudian ia mulai memainkan jemarinya dengan lembut di atas tuts dan menyanyi dengan suara merdunya.

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Setelah mendapatkan pengakuan dari Hyebin, apakah yang akan dilakukan Siwon untuk ‘merespon’ yeojanya itu?

 

Penasaran dengan isi video yang menampilkan wajah Ryeowook itu?

 

Kemana lagi Henry akan membawa Hyuri pergi? Benarkah Henry nekat untuk mengajak Hyuri ‘berkeliaran’ sampai pagi?

 

Sue Yeon kaget atas pernyataan Minho tentang Sungmin yang sudah mencintainya selama lima tahun. Bisakah Sue Yeon menerima Sungmin?

 

Siapakah namja yang bernyanyi untuk Euhyun ?

 

SEE THE PARTS ^^

6 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s