FF “L.O.V.E” (PART 7)

Cho Kyu Hyun’s Scene present by Yarica Eryana

Kim Hee Chul’s Scene present by Nagita Yuanita Wadi

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira 

Kim Jong Woon’s Scene present by Noffa Debiliastini

Choi Si Won’s Scene present by Ririn Lestari

 

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================ 

 

13 Februari 2012

 

*Cho Kyu Hyun’s Scene*

-Star City Apartement, Tower C, 14th floor. Gwangjin, Seoul-

 

“Yaakk!! Bodoh ! Soal begini mudah saja tidak bisa !” pekik Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo sontak menutup buku dan melemparkannya ke sudut ruangan.

Yeon Hyo dan Kyuhyun tengah membahas soal-soal perhitungan statistika yang menjadi tugas yeoja itu minggu ini di apartemennya.

Yeon Hyo baru tahu kalau Kyuhyun hanya tinggal sendiri disini. Namja itu memilih untuk tinggal di apartemen ketimbang dirumah nya yang bisa dipastikan sangatlah mewah.

“Wae ??!! Kau bilang aku bodoh ?!” jerit Yeon Hyo tak terima. Yeoja itu menggeram. Mereka  berdiri berhadapan dengan nafas sama-sama memburu. Kemarin Kyuhyun tampak seperti malaikat, begitu baik. Kenapa hari ini aura setan nya muncul lagi ? Aarrgghh… kesal !

“Ne, kau itu yeoja pabbo ! Sudah hampir dua jam aku mengajarimu, tak tetap saja tidak mengerti ! Bagaimana kau bisa lulus dengan nilai yang baik, hah ?!”

“Berhenti mengejek ku, Cho Kyuhyun !!!”

“Wae ? Kau tidak suka ? Cepat ambil kembali buku mu itu ! Kita mulai lagi !”

“Shireo !!”

“Ya!! Kenapa tidak mau ?” tanya Kyuhyun tajam. Namja itu mendekatkan wajahnya ke arah Yeon Hyo. Membuat yeoja itu bisa merasakan aroma nafas segar Kyuhyun yang tengah menari-nari di permukaan wajahnya. Aigoo… Kenapa lagi-lagi Kyuhyun terlihat tampan ? Yeon Hyo lebih menyukai ekspresi Kyuhyun saat marah seperti itu. Terlihat menarik di matanya.

“Wae ?” tanya namja itu lagi. Kali ini wajahnya lebih dekat. Yeon Hyo bisa menatap bola mata cokelat kehitaman milik Kyuhyun dari jarak yang amat dekat. Jantung Yeon Hyo ! Kenapa jantungnya berdetak lebih cepat seperti ini ? Aarrgghh… Cho Kyuhyun bodoh ! Jangan lebih dekat dari ini !

“A..a.. aniya…” sahut Yeon Hyo terbata-bata.

Kenapa sulit sekali mengeluarkan suara ? Biasanya Yeon Hyo bisa dengan mudah balas meneriaki namja itu. Kenapa kali ini terasa lain ? Apa yang sebenarnya terjadi? Otak bodoh ! Kenapa sekarang Yeon Hyo malah mencium namja menyebalkan itu ? Yeoja itu benar-benar sudah gila !

Kenyataan kalau bibir Yeon Hyo tengah melumat bibir Kyuhyun dengan lembut, membuat yeoja itu sesak dan merasakan desiran aneh yang membuat jantungnya terasa bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Entah kenapa, yeoja itu menikmati sentuhan bibir Kyuhyun yang lembut. Membuat otak Yeon Hyo seakan tidak berfungsi untuk mencerna apa yang sedang terjadi.

Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya. Pandangan mata mereka berdua bertemu. Yeoja itu seperti tersihir sesuatu. Yang terlintas dalam pikiran Yeon Hyo adalah, matanya indah dan teduh. Membuat yeoja itu merasa ‘betah’ untuk berlama-lama menatap Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan ciuman mereka yang terasa cukup lama. Namja itu menatap Yeon Hyo. Entah apa yang ada di pikirannya, tiba-tiba saja Kyuhyun kembali mencium yeoja itu. Kali ini Yeon Hyo hanya mampu berdiri mematung tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

“Eottohke ? Kau menyukainya ?” tanya Kyuhyun sesaat setelah melepaskan ciumannya. Yeon Hyo tak menjawab. Kenapa kinerja otaknya jadi lamban seperti ini ? Kenapa juga tadi yeoja itu mencium namja ini duluan ? Aarrgghh.. Yoon Yeon Hyo, kau benar-benar sudah gila !

“Eerrr… Sudah malam, lebih baik aku pulang…” ujar yeoja itu sambil cepat-cepat membereskan buku-bukunya.

Kyuhyun hanya diam. Tiba-tiba saja suasana jadi kaku. Aaiish… Kenapa juga Yeon Hyo melakukan hal memalukan seperti itu ?

“Mianhae soal tadi.. Ku harap kau tidak terlalu memikirkannya…” tambah Yeon Hyo sambil meraih mantel putih berbulu kesayangannya dan sepasang sarung tangan hitam yang tergeletak di atas sofa.

“Gwaenchana.. Lagipula aku menikmatinya..” sahut Kyuhyun enteng. Namja itu memamerkan evil smile-nya yang menurut Yeon Hyo sangat menjengkelkan.

Yeoja itu melotot.

“Ya!! Lupakan soal itu ! Anggap tidak pernah terjadi !” pekik Yeon Hyo sambil berjalan menuju pintu keluar dengan sedikit tergesa.

“Chakkaman !” seru Kyuhyun yang membuat Yeon Hyo sontak menoleh dan berbalik.

“Wae ?”

“Kau mau ku antar ?” tawar namja itu dengan senyuman mengejek. Hah ! Dasar namja gila !

“Tidak perlu !” sahut Yeon Hyo cepat.

BRAAAKK !!

=========================================

13 Februari 2012

 

*Kim Hee Chul’s Scene*

 

Raehee membuka matanya perlahan. Menutupnya kembali saat cahaya matahari yang menerobos masuk lewat jendela begitu menusuk matanya. Setelah beberapa saat ia mengerjap-kerjap, akhirnya matanya bisa bersosialisasi dengan cahaya terang itu.

Raehee melihat kesamping dan menemukan boneka-boneka putrinya berjejer tidur. Kemudian ia menoleh saat pintu kamarnya terbuka. Heechul membukakan pintu itu agar Heerae bisa masuk. Heerae tersenyum lebar sambil membawakan dua lembar roti gandum diatas piring dan segelas susu. Gadis kecil itu meletakkannya di atas meja dan menempelkan punggung tangannya di kening Raehee, bertindak seolah dia adalah seorang dokter. Raehee dan Heechul tertawa.

“Kau tidak marah lagi sama eomma, chagi?” tanya Raehee sambil memegang lembut tangan putrinya, Heechul duduk di bed, disisi Raehee.

“Anniya.. kata appa, aku tidak boleh marah sama eomma lagi. Soalnya nanti adik aku akan marah padaku” jawab Heerae polos

“Mwo? Adik? Adik siapa? Yang mana?” tanya Raehee pada Heerae. Sadar kalau pertanyaan yang ia ajukan pada orang yang kurang tepat, Raehee menatap Heechul yang memandangnya lembut, “kau mengandung,” jawab Heechul dengan senyum yang terlukis di bibir.

“MWOYA? Bagaimana bisa?”

“Babo! Tentu bisa. Kau kan seorang istri”

“Errr.. lalu darimana kau tahu?”

“Kau ini babo sekali. Kau lupa siapa aku hah? Lagipula mengapa kau tidak tahu?”

“Aku tidak memperhatikan..”

“Kau memang sibuk sekali beberapa hari ini,” ucap Heechul dengan nada sedikit mencibir.

Dan ucapan terakhir Heechul membuat Raehee tersentak, “Omonaa.. gaunnya. Aku harus mengirim gaunnya,” Heechul menahan Raehee yang sudah hendak bangun, “kau tidak akan kemana-mana hari ini Nyonya Kim. Kau tidak tahu kalau kau pingsan semalam? Kau keletihan dan sayangi bayi ini dengan menjaga staminamu. Arra?” Heechul mengacungkan jari telunjuknya ke perut Raehee

“Tapi gaunnya?”

“Aku sudah mengatakan pada Heerin untuk mengantarkan gaunnya dan memberitahunya kalau kau tak akan masuk kerja sampai tanggal 20 nanti”

“Kita ke Jeju eomma… adik pasti senang!!” ucap Heerae riang dan Heechul mengangguk. Raehee mengernyit dan akhirnya ia tertawa juga melihat ekspresi putrinya, “peluk eomma…”

Heerae memeluk Raehee erat, “Saranghaeyo, eomma. Mianhae karena kemarin aku marah sama eomma”

“Gwaenchana chagiya.. maafkan eomma juga karena membuatmu marah. Besok kita buat cokelat  bersama oke?” ucap Raehee sambil melepaskan pelukannya pada putrinya. Heerae memandang dengan sorot berbinar, “Jinjjja? Kita akan membuat cokelat bersama??” tanya Heerae riang dan Raehee mengangguk.

“Chukkae, chagi..” Heechul mengecup kening Raehee dengan penuh cinta.

===================================

*Lee Sung Min’s Scene*

 

Apartment GoHyeon, 9 Floor 1056 Room. Morning, 11.00 KST

 

H-1 Before Valentine ~

“Sue Yeonnie?” Sungmin menggoyangkan pelan tubuh Sue Yeon. Sue Yeon membuka matanya dan menatap Sungmin dengan mata yang masih sayu

“Kenapa namja ini tidak berteriak seperti biasa?” Batin Sue Yeon sambil mengusap matanya.

“Bagaimana keadaanmu? Apa sudah membaik?” Tanya nya lembut

“Gwaenchana Sungmin sshi” Ujar Sue Yeon dan kembali menarik selimutnya.

“Sekarang jam berapa?” Tanya Sue Yeon, Sungmin menatap ke arah meja yang tak jauh dari tempat tidur Sue Yeon “11” Jawab Sungmin singkat.

“MWO?!” Sue Yeon langsung terduduk dan mengusap matanya.

“Rambutmu kusut sekali” Ujar Sungmin meluruskan rambutnya.

Sue Yeon memegang tangan Sungmin yang mengelus rambutnya. Mereka terdiam beberapa saat dan saling menatap satu sama lain.

“Gwa… gwaenchana” Jawab Sue Yeon akhirnya lalu ia turun dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi.

Sungmin termenung dan merasa kesal karna ia tak dapat menyatakan perasaan yang ia simpan dalam hatinya. Sue Yeon pun termenung di dalam kamar mandi itu. Ia menyentuh kepalanya dan tersenyum

“Namja itu menyentuh kepalaku dengan lembut” Batinnya. Ada kesenangan dalam hatinya yang tak bisa ia ungkapkan.

****

Hallim Cafe, Seoul. Afternoon, 12.00 KST

“Mianhae Il Woo sshi, aku terlambat. Apa kau sudah menunggu lama?” Sue Yeon duduk tepat dihadapan namja yang sedang sibuk dengan iPadnya. Ia menggunakan kacamata putih yang membantunya memperjelas kata kata dalam iPad tersebut.

Saat melihat Sue Yeon, ia melepas kacamatanya dan tersenyum “Gwaenchana, aku yakin kau belum sarapan pagi ini” Il Woo tersenyum seperti dapat membaca pikiran Sue Yeon saat ini. S

ue Yeon membalas senyumannya setelah mendengar perkataan Il Woo. “Kau, maukah pergi bersama ku nanti malam?”

“Eoddiga?”

“Ke suatu tempat, tepatnya Club malam?” Jawab Il Woo, Sue Yeon memang ingin pergi kesana malam ini. Sepertinya ia sudah membulatkan tekadnya mencari namjachingu agar Sungmin menyesal dengan perkataannya beberapa waktu lalu.

“Tentu saja. Aku mau” Jawab Sue Yeon akhirnya. Il Woo tampak tersenyum senang mendengar persetujuan Sue Yeon.

“Aku harus menjemputmu dimana?” Tanya Il Woo.

“Kita bertemu di sana saja, berikan aku alamatnya?” Ujar Sue Yeon, Il Woo mengeluarkan sebuah kartu kecil dan memberikannya pada Sue Yeon.

****

Cake MinkyShop, Seoul. 12.45 KST

“Dimana kau letakkan cream strawberry dan chocolatenya?” Teriak Sungmin pada Min Hoo yang sibuk dengan beberapa cake buatan terbarunya. Hari ini, Cake Shop di hias dengan berbagai macam yang berhubungan dengan valentine.

Sungmin sengaja meliburkan Sue Yeon agar ia dapat leluasa membuat Surprise Valentine untuknya. Meski begitu, toko tetap buka karna hari ini, khusus menjual cake Valentine seperti yang di buat oleh Sungmin dan Min Ho. Beberapa waiters lain tampak menyapa pelanggan dengan ramah.

“Disana Hyeong, apa kau sudah menyiapkan yang lain?”

“Sudah, semuanya ada disana” Sungmin menunjuk ke arah meja yang di atas nya terdapat sebuah boneka beruang pink dan sebuah bucket bunga mawar berwarna senada. Min Ho tersenyum menatap kerja keras namja yang telah ia anggap sebagai hyeongnya selama 2 tahun ini.

“Hyeong?” panggilnya pada Sungmin. Ia kini tengah sibuk menaburkan cream strawberry di atas cake tart buatannya selama 5 jam ini.

Sungmin menengadahkan kepalanya memandang Min Ho kebelakang “FIGHTING!!” Jerit Min Ho sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum. Sungmin membalas senyumannya dan kembali fokus pada cakenya.

***

Club JJ, Seoul Korea. Night, 23.00 KST ~

“Cho Sue Yeon?” Il Woo melambaikan tangannya disebuah meja. Sue Yeon tersenyum dan menghampiri Il Woo.

“Kau sudah lama menunggu?” Tanya Sue Yeon.

“Baru beberapa menit. Neomu yeppeudha” Puji Il Woo, ia lalu pindah ke tempat dimana Sue Yeon duduk. Music yang besar membuat mereka harus bicara dengan teriakan didalam sana.

“Kau mau minum apa?” Tanya Il Woo selembut mungkin

“Apa saja” Ujar Sue Yeon. Il Woo menuangkan segela whisky dan memberikan padanya.

****

Cake MinkyShop, Seoul. Night, 23.30 KST

“SELESAAAAI!!!!!!” Teriak Sungmin dan menatap dengan mata berbinar ke arah cakenya yang benar benar terlihat indah dimatanya. Min Ho terbangun oleh teriakan namja itu.

“Selesai?” Tanyanya setengah sadar. Sungmin mengangguk dan tersenyum. Min Ho dengan segera mengambil ponselnya agar bisa memotret cake pertama yang di buat Sungmin dengan tangannya sendiri.

Tapi ia lebih dulu melihat sebuah massage yang masuk ke ponselnya “Apa ini masuk saat aku tidur tadi” Ujar Min Ho, ia segera membuka massage yang ada diponselnya.

From : Cho Sue Yeon

Min Ho sshi, aku sekarang sedang di Club JJ bersama Jung Il Woo, namja yang ku kenal beberapa waktu yang lalu, sepertinya aku akan mendapatkan namjachingu tepat dihari Valentine seperti yang kukatakan pada Sungmin

“Jung Il Woo?” Min Ho berpikir sejenak. Sepertinya nama itu tak asing baginya. “Omo!! Hyeong!! Datangi Sue Yeon sekarang, ia ada diClub JJ, dia dalam bahaya!!” Pekik Min Ho.

Sungmin terkejut dan merasa heran karna Min Ho tiba tiba saja mengatakan bahwa Sue Yeon dalam bahaya “Jung Il Woo!! Manager Hotel Might di Gangnam!! Apa kau lupa riwayat hidupnya?!” Ujar Min Ho.

Sungmin berpikir sejenak “Aish!! Yeoja itu benar benar gila!!” Sungmin dengan segera mengambil kunci mobilnya dan meng-gas laju ke arah Club JJ tersebut.

****

Club JJ, Seoul. 23.30 KST

“Palli, minum lagi. Lebih banyak lagi Cho Sue Yeon” Ujar Il Woo sambil terus menuangkan minuman kedalam gelasnya. Il Woo mulai merangkul bahu Sue Yeon yang juga mulai tak sadar kan diri karna banyaknya meminum whisky.

“Aku tak kuat lagi”

“Baru 7 Gelas dan kau tak kuat lagi?” Balas Il Woo “Kau pengecut” Sambungnya membuat Sue Yeon kembali meminum whisky itu. Matanya mulai tertutup karna terasa berat saat terbuka.

“YA! HENTIKAN!!!!!” Sungmin merebut gelas yang berada di tangan Sue Yeon lalu menarik yeoja itu menjauh dari Il Woo

”Sungmin sshi?” Panggil Sue Yeon lemah. Matanya sangat terlihat sayu.

“YA!!” Teriak Il Woo, ia berdiri karna kesal melihat Sungmin mengambil yeojanya.

“Apa kau tidak puas merusak banyak yeoja!!!! Dan sekarang kau mau merusak yeoja yang aku cintai!! Napeun-nom!!” Teriak Sungmin tak kalah kesal dengan Il Woo.

Il Woo memerintahkan anak buahnya untuk menghajar orang yang telah mengganggu permainannya. Tapi sayang, Sungmin adalah seseorang yang ahli dalam Martial Art. Pertengkaran tak kunjung berhenti, Il Woo membawa Sue Yeon yang mulai tak sadar menjauh dari kerumunan.

“Cho Sue Yeon!!” Sungmin berusaha mengejar Sue Yeon yang telah menjauh. Tapi saat ia berusaha mengejar, tubuhnya di hantam oleh botol whisky dan mengenai kepala bagian belakangnya.

“YA!!!” Pekik seorang namja yang tiba tiba datang membawa dua botol whisky. Dan membuat hantaman seperti yang mereka lakukan pada Sungmin.

“Hyeong? Hyeong?” Panggil namja itu khawatir

“Sue Yeon, selamatkan Sue Yeon” Ujar Sungmin terbata

“Ne” Jawab namja itu, dan segera berdiri “Min Ho?” Panggil Sungmin sejenak, Min Ho menatap Sungmin yang tergeletak tak berdaya di lantai itu.

“Gamsahamnida” Jawab Sungmin dan matanya tertutup rapat.

=====================================

 

13 Februari 2012

 

Jeju’s Island, World Hotel

Berita pernikahan antara Shin Hyu Ra, seorang Designer ternama dunia dan satu-satunya dari Korea dengan Jannerstein Wright, sang Manajer yang berasal dari Prancis itu tampaknya telah menyebar di seluruh dunia.

Hyun Jin, Jong Woon, serta Yong Hwa yang malam itu baru saja sampai di World Hotel, hendak memesan kamar mengurungkan niatnya karena sang receptionist mengatakan kamar sudah full. Maka jadilah mereka menyewa sebuah faviliun kecil di dekat hotel.

Saat mereka keluar dari hotel itulah…

“Hyun Jin…Yong Hwa!”

Seorang yeoja cantik berambut blonde berbalik memanggil dua dari tiga orang yang baru saja di lewatinya. Yang dipanggil hanya menoleh sebentar, lalu saling berpandangan, tapi selanjutnya kembali mengacuhkan dan terus berjalan sambil menyeret kopernya dengan menahan sesak di hati.

“YA! JUNG YONG HWA! JUNG HYUN JIN!” teriak yeoja itu lantang sambil berlari mengejar. Adegan ini tentu saja menjadi tontonan gratis bagi para pemburu berita yang sudah banyak bersliweran di sekitar hotel.

Hyun Jin, Yong Hwa, dan Yesung segera mempercepat langkahnya. Benar-benar mengacuhkan panggilan yeoja itu. Setelah mendapatkan taksi, mereka langsung masuk sehingga yeoja itu tak memiliki kesempatan lagi mengejar mereka.

“Sudah kubilang aku tak ingin melihatnya!” ujar Hyun Jin dengan suara gemetar, berusaha keras menahan air matanya.

Yong Hwa yang duduk di depan tak menjawab, namun Yesung yang duduk di sebelah Hyun Jin secara refleks merangkul Hyun Jin. Tak lama terdengarlah isak tangis memilukan yang pecah dari yeoja itu. Yesung—seperti biasa dilakukannya—mengelus-elus puncak kepala yeoja itu. Sementara Yong Hwa melirik adegan itu tanpa reaksi.

****

Keesokkan harinya…

Riuh tepuk tangan membahana di dalam ballroom World Hotel tempat dilaksanakannya resepsi pernikahan designer ternama itu. Ruangan itu dipenuhi oleh undangan yang rata-rata adalah orang Eropa yang merupakan kerabat, sahabat, saudara kedua mempelai.

Beberapa wajah lokal juga hadir di sana, di antaranya anggota keluarga Shin. Sementara Hyun Jin, Yong Hwa, dan Yesung mencari tempat yang tidak kelihatan dari anggota keluarga Shin itu.

Mata Hyun Jin dan Yong Hwa benar-benar tak mau memandang wajah yeoja yang telah melahirkannya di altar utama. Mereka hanya akan menunggu saat Yesung dan Hyun Jin tampil.

Tak lama, terdengarlah panggilan untuk mereka.

Yesung segera bangkit. Hari ini dia benar-benar tampan sekali mengenakan setelan jas formal berwarna cokelat muda, hasil rancangan Jung Hyun Jin. Benar-benar pas di badannya. Sementara Hyun Jin tampak manis mengenakan gaun rancangannya sendiri.

Tepuk tangan kembali riuh membuka penampilan duet piano itu.

Hari ini, mereka akan memainkan sebuah melodi..ya hanya melodi yang sering mereka lantunkan bersama. Sebuah melodi indah yang sangat terkenal di Jerman. Kinderszenen Nomor 7, Traumerei.

Alunan melodi yang menyejukkan hati itu seketika membius para undangan.

Namun tidak untuk Shin Hyu Ra. Dia benar-benar shock. Putri yang dicintainya itu ternyata memang tak bisa mengikuti jejaknya sebagai designer. Ahhh~ andai yeoja itu tahu siapa perancang gaun yang digunakan Hyun Jin—yang sedari tadi menjadi perhatian para wartawan fashion yang hadir disana—pasti dia akan terkejut.

****

 

“YA!!! Apakah kau masih di Jeju?! Ppaliwa! Acara sudah dimulai! Dan kau mendapat giliran tampil nomor 6!” begitu teriak yeoja yang terdengar di balik sambungan telepon milik Hyun Jin. Mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju bandara.

“Kami akan terbang sekarang!”

****

Tepuk riuh penonton menghiasi Ball Room Star City Hotel tempat berlangsungnya Fashion Show of Valentine’s Day yang bertemakan “Passion of a Love”.

Puluhan pasang namja dan yeoja bergiliran menampilkan rancangan busana yang sangat indah, unik, menarik, dan luar biasa. Tentu saja hal ini mengundang banyak reaksi dari penontonnya, ada yang kagum, ada yang berteriak ‘norak’ dan lainnya.

Sementara itu, seorang yeoja bergaun pink selutut, sibuk mondar-mandir di belakang panggung sambil sesekali melirik jamnya. Lalu seorang ahjussi menghampirinya.

“Ya! Apakah Nona Jung belum tiba juga? Kami sudah tidak bisa menunda lagi gilirannya! Jika setelah penampilan nomor urut 18 ini mereka tidak datang, maka kami akan mendiskualifikasinya!” ujar Ahjussi itu tegas.

“Aahhh~ mohon tunggulah…”

“KAMI DISINII!!!!”

========================================

 

*Choi Si Won’s Scene*

“Aku tidak mau!! Lepaskan aku!” jerit seorang yeoja dengan poni rata sambil berusaha melepaskan jeratan tangan seorang namja di depannya.

“Dengarkan aku! Aku bisa menjelaskan semuanya.” Balas namja itu frustasi.

Namja bertubuh tegap itu berusaha menarik tubuh yeoja yang kini menatapnya dengan tatapan penuh benci. Dia benar-benar menyesal dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Jika dia tidak sebodoh itu, hal ini pasti tidak akan terjadi. Namun apa boleh buat, bukankah ini bagian dari pekerjaannya? Namja itu terus merutuk dalam hati.

“Kurasa kita sampai disini saja. Aku sudah lelah selalu bersabar untukmu.” Sahut yeoja itu tiba-tiba dan sukses membuat namja di depannya menegang.

“Mwo?”

“Dan jika Yunho oppa mencariku, katakan aku berhenti.” Tambah yeoja itu dingin lalu menghempaskan cengkraman tangan sang namja yang mulai melemah.

Dengan sigap yeoja itu berlari dan memanggil taxi, dia bahkan tidak menghiraukan lagi panggilan namja yang kini sedang menatap punggungnya itu dengan tatapan tak percaya. Beberapa kali namja itu menggeleng pelan, berusaha meyakinkan bahwa yang didengarnya adalah suatu kebohongan. Namun percuma, yeoja itu tak kembali dan membuat sang namja harus menerima kenyataan yang menyayat hatinya itu.

“Shin Hye Bin.. apa kau benar-benar tidak percaya padaku lagi?” sahut namja itu dengan lirih.

****

STAR’s Coffee Shop, Myeondong

 

February 14, 2012

Siwon sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, semua yang ia lakukan hari ini selalu berakhir dengan kegagalan. Siwon bahkan tidak bisa membuat cappuccino dengan benar, dan tidak jarang itu semua membuat pelanggannya menggerutu kesal. Hari ini pelanggan di Coffee Shop milik Yunho cukup ramai dan membuatnya sedikit kewalahan.

Bagaimana tidak? Siwon harus melayani mereka hanya seorang diri. Biasanya Hye Bin membantunya walau keahliannya bukan membuat kopi, tapi bantuan  yeoja itu cukup berpengaruh. Sudah hampir setahun ini Siwon bekerja di Coffee Shop milik Yunho. Ya.. benar! Siwon adalah seorang barista, kemampuan Siwon cukup diakui dan banyak pelanggan yang selalu memujinya.

Sedangkan Hye Bin, dia masuk satu hari setelah Siwon. Dia adik tiri Yunho dan mereka tinggal bersama dalam satu apartement. Setahu Siwon.. mereka hanya tinggal berdua karena appa Hye Bin dan umma Yunho mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan menuju Amerika.

Jika Siwon seorang barista, maka Hye Bin adalah seorang pembuat cake yang handal. Namun sepertinya itu hanya berlangsung hingga kemarin. Hye Bin mengundurkan diri karena Siwon. Ini semua gara-gara yeoja sialan itu, yeoja yang dengan santainya memeluk dan mencium pipi Siwon di depan yeojachingunya sendiri.

Siwon sendiri bahkan tidak mengenal siapa yeoja itu, dan sialnya.. Hye Bin salah paham karena hal itu. Haahhh… entah sudah berapa kali Siwon menghela nafasnya. Sampai akhirnya ia merasakan ada sosok yeoja yang berdiri disampingnya. Siwon menoleh dengan malas, sosok itu tersenyum.

Senyuman yang selalu ingin ia miliki. Tanpa sadar aku terus menatapnya tanpa berkedip, rasanya seperti mimpi bisa melihat senyumnya lagi setelah kejadian kemarin sore.

“Ya!! Siwon-ie.. kenapa kau malah bengong? Pelangganmu sudah menunggu dari tadi tahu!” sahut sosok itu mengagetkan Siwon.

‘Eh? Kenapa seperti ini? Bukankah yang tadi berdiri disampingku itu adalah Hye Bin? Kenapa menjadi Yunho hyung???’ batin Siwon

“Hyung? Kenapa bisa jadi hyung? Hye Bin mana?” sahut Siwon sambil mengedarkan pandangannya. Namja itu yakin sekali kalau tadi ia melihat Hyebin.

“Aish kau ini! Pantas saja tadi kau menatapku dengan pandangan menjijikan seperti tadi. Pasti kau sedang berhalusinasi dan menganggapku sebagai dongsaengku yang satu itu.” balas Yunho sambil berdecak.

“Eh? Jinjja?” sahut Siwon kemudian.

“Emm.. sudahlah. Cepat buatkan pesanan para pelanggan, kalau kelamaan nanti mereka mengajukan complain..” sahut Yunho sambil menepuk bahu namja itu lalu bergerak menuju dapur.

‘Aish!! Payah.. kenapa aku bisa mengira ada Hye Bin disini? Jelas-jelas kemarin bilang dia berhenti dari pekerjaannya. Babo!!’ gerutunya sendiri

****

Blue Hills Apartement, 3th Floor

 

Hyebin menggeliat malas di atas kasur, hari ini ia sengaja tidak datang ke Coffee Shop. Sebenarnya ia sama sekali tidak ada niat untuk berhenti. Mana mungkin ia bisa meninggalkan tempat itu? bukankah disana ada Siwon yang sangat iacintai? Hahaha ^^

“Hye Bin-ah..”

“Ne?”

“Apa kau tidak takut Siwon benar-benar menganggap perkataanmu benar dan dia memutuskan untuk tidak mengharapkanmu lagi?” sahut Tiffany.

Tiffany adalah sahabat Hyebin sejak kecil, mereka sangat dekat bahkan seperti saudara. Namun Tiffany pindah ke London saat berumur 16 tahun, dan dia baru pulang ke Korea tiga hari yang lalu.

“Emm.. aniya. Aku percaya padanya.” Sahut Hyebin singkat lalu mengubah posisinya jadi menghadap ke arah Tiffany.

“Aish kau ini! Percaya diri sekali… namja itu kan..”

“Gwaenchana Fany-ah.” Sahut Hyebin sambil tersenyum.

“Ngomong-ngomong gomawo buat bantuannya kemarin hehehe.”

“Tak masalah.. aku tak keberatan kalau harus mencium dan memeluk namja setampan namjachingumu.” Sahut Tiffany sambil tertawa jahil.

“Mwo? Ya!!” seru Hyebin sambil melemparkan bantal ke arah muka Tiffany.

‘Awas saja kalau dia benar-benar menyukai namjaku. Aish..’ gerutunya dalam hati.

“Ya!! Ya!! Berhenti! Aku hanya becanda! Aku juga sudah punya namjachingu!” jerit Tiffany saat Hyebin terus melemparinya dengan bantal dan bonekanya.

“Mwo?? Jinjja? Nugu?” sahut Tiffany sambil menghentikan aksi Hyebin melempari yeoja itu dengan bantal.

“Ahahaha.. kau sangat mengenalnya ko. Nanti kuceritakan!” Balas Tiffany sambil berlari dari kamar Hyebin.

“Ya!! Jamkanman!!”

Drrrttt… Drrtttt….

Hyebin terkesiap dan menghentikan aksinya untuk mengejar yeoja bernama Tiffany yang sudah menghilang dibalik pintu kamar itu. Hyebin meraih ponsel yang berada di dalam saku celananya. Ada satu pesan masuk, dari Yunho..

From: Sijelek Yunho

 

Ya!! Apa yang kau rencanakan? Cepat kembali kesini! Kau tidak tahu apa? Siwon terlihat sangat kacau sekarang.

Hyebin tersenyum membaca pesannya, ini berarti rencananya berhasil.

“Hahaha.. kau yeoja yang jahat Shin Hye Bin, tapi tak apalah sekali-sekali aku mengerjainya. Jangan hanya dia yang bisa puas mengerjaiku” ucap Hyebin lebih kepada dirinya sendiri

“Fany-ah.. rencanaku berhasil.” Seru Hyebin sambil berlari menuju ruang tengah dan menghampiri Tiffany.

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Yeon Hyo mencium Kyu Hyun !! Kutukan itu. Bagaimana jika Kyu Hyun adalah keturunan keluarga CHO yang ‘itu’ dan Yeon Hyo jatuh cinta ?

 

Seperti apakah suasana liburan keluarga kecil KIM di Jeju, dalam rangka Valentine dan ungkapan maaf Raehee terhadap suami dan putrinya karena kesibukannya ?

 

Bisakah Sue Yeon diselamatkan? Bagaimana dengan Sungmin?

 

Hyun Jin dan Yesung datang ! Disaat waktu yang sudah sangat singkat. Bisakah mereka untuk tetap mengikuti acara?

 

Apa yang direncanakan Hyebin? Lalu apa yang akan dilakukan gadis itu terhadap Siwon selanjutnya?

 

SEE THE PARTS ^^

8 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s