FF “L.O.V.E” (PART 5)

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira 

Henry Lau’s Scene present by Hilda Tamuu

Park Jung Soo’s Scene present by Ernitha Sinaga

Cho Kyu Hyun’s Scene present by Yarica Eryana

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================ 

11 FEBRUARI 2012

 

*Lee Sung Min’s Scene*

 

Apartment JjaMyeon, 12 Floor, 1980 Room. Night, 02.00 KST

 

“Hyeong? Kenapa ke rumah malam malam begini?” Min Ho mengusap kedua matanya karna ia tiba tiba melihat Sungmin di hadapannya. Sungmin menggaruk tengkuknya dan tersenyum kecut

 

“Bolehkah aku belajar membuat chocolate denganmu? Aku tak bisa membuat chocolate” Ujar Sungmin “Mwo? Untuk apa Hyeong?”

 

“Surprise valentine” Ujar Sungmin gugup. Min Ho berpikir “Untuk … Sue Yeon?”

 

“Aku tak ingin mengakuinya, tapi memang untuknya” Jawab Sungmin menunduk, ia menyimpan malunya saat ini.

 

Min Ho tersenyum dan menarik Sungmin “Kkaja, aku takkan mungkin menolak membantumu Hyeong, kau harus bisa mendapatkannya” Ucap Min Ho menepuk nepuk bahu Sungmin, dan Sungmin hanya diam karna malu.

 

“Kebetulan aku punya resep dan bahan untuk membuat chocolate, apa Hyeong tau apa yang di sukai Sue Yeon?”

 

“Hm.. kalau tidak salah ia menyukai warna Pink dan chocolate sama sepertiku. Jadi aku ingin memberikannya sebuah boneka dan sebuah chocolate berwarna pink, ottokhae? Aku tau banyak tentangnya karna aku adalah sunbae saat di SMA” Ujar Sungmin mencoba berdiskusi .

 

Dengan cepat Min Ho langsung bertepuk tangan “Waw.. Jadi sudah 5 tahun kau menyukainya? hyeong, seharusnya kau mencintaiku. Bukan Sue Yeon. Karna kau begitu romantis” Ujar Min Ho memeluk Sungmin erat.

 

“Ya! Apa apa’an kau! Aku masih normal!!” teriak Sungmin kesal.

 

 

****

 

Cake MinkyShop, Seoul. Morning, 10.00 KST

 

H- 3 Before Valentine ~

 

“Sungmin eoddiesseo?” tanya Sue Yeon heran. Tidak biasanya ia tak datang bekerja di hari kerja. Sue Yeon sangat tau bahwa Sungmin bukan orang yang lalai dalam mengerjakan sesuatu.

 

“Hyeong sedang keluar kota, ia punya pekerjaan disana, mungkin sekalian pergi mengunjungi makam kedua orang tuanya”

“apa ia ke Jin’an ?”

 

“Mungkin saja” Jawab Min Ho asal. Sebenarnya ia tau dimana Hyoengnya berada. Min Ho membuka flip ponselnya dan mencari nama yang selalu ia telfon disaat Sue Yeon sibuk bertanya tentangnya.

 

“Waeyo? Aku sedang sibuk!” Jawab Sungmin kesal. Min Ho menjauh dari Sue Yeon agar yeoja itu tak mendengarnya.

 

“Hyeong, apa kau masih membuat chocolate itu? Apa kau tidak bosan ? Sue Yeon menanyakanmu sejak tadi. Aku bilang bahwa kau sedang ke Jin’an” Bisik Min Ho hati hati. Matanya mengawasi agar yeoja itu tak mendekat ke arahnya.

 

“Kau berdosa membohonginya, tapi untuk kali ini dosa mu biar aku yang menanggung” Jawab Sungmin terkekeh kecil

 

“Hyeong, jangan datang ke toko hari ini atau aku akan dibunuh oleh yeoja itu” Ujar Min Ho dan ia memutuskan panggilan telfon mereka.

 

“Aku lupa memasukkan apa sehingga rasa coklatnya asin begini? Cih!! Sampai kapan aku harus berlatih?!” Sungmin melemparkan buku resep yang sejak tadi ia pegang, lalu ia menarik nafas panjang, diam sejenak agar hatinya dapat tenang. Dan akhirnya memulai kembali pelatihan memasaknya.

 

“Min Ho, aku ingin bertanya sesuatu padamu” Sue Yeon menarik lengan Min Ho saat ia sibuk dengan beberapa pelanggan mereka. “Mwoya?”

 

“Bagaimana caranya agar aku mendapatkan namjachingu? Tinggal 4 hari lagi. Lebih tepatnya 3 hari lagi” Ujar Sue Yeon, Min Ho terdiam sejenak dan berkata

 

“Bagaimana kalau kau pergi ke sebuah Club malam? Disana kan banyak namja yang tampan dan kaya?”

 

“Club malam? Aku belum pernah kesana sebelumnya” Jawab Sue Yeon, ia merasa agak takut jika harus pergi ke sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Apalagi ia harus pergi sendirian. “Aku tak yakin”

 

“Kau harus bisa, aku yakin kau bisa” Jawab Min Ho yakin Sue Yeon tersenyum

“Geuraeyo, kembalilah bekerja” Sue Yeon menepuk pelan bahu Min Ho dengan tersenyum.

 

“Beli lah gaun atau dress agar kau terlihat yeppeudha” Ujar Min Ho sebelum pergi menjauh dari Sue Yeon.

 

“Gaun atau Dress?” Pikir Sue Yeon. Namun akhirnya Sue Yeon mengangguk membenarkan perkataan Min Ho.

 

“Min Ho, aku pulang duluan.. jangan lupa tutup toko dengan baik. Kalau tidak, kau yang akan ku salahkan jika terjadi sesuatu pada toko kita” Ancam Sue Yeon, ia mengambil beberapa roti dan memakannya sambil berjalan keluar dari toko.

 

Min Ho dengan segera mengangguk dan tersenyum di iringi dengan lambaian perpisahan yang selalu ia lakukan ketiga mereka bertiga selesai bertugas di hari itu.

===========================================

 

*Henry Lau’s Scene*

 

“Agiooo! Semoga Nichkhun oppa sudah tidur”  Seru Yeoja itu dan kemudian turun dari sebuah mobil hitam yang di ikuti oleh seorang namja tampan yang juga ikut keluar.

 

“Wae Chagi-ya?”

 

“Aisshhhh! Kurasa Nichkhun oppa akan meneriaki ku lagi oppa! Pulang selarut ini” Ucap yeoja itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Dia tidak akan memarahi mu, cepat masuk! Oppa akan mengantarkan mu sampai di depan pintu”

 

“Ehh? Dari mana kau tau dia tidak akan memarahi ku oppa?”

 

“Aissshhhh! Yeoja ini, Kajja!” Seru namja itu, menarik pergelangan tangan Hyu Ri, sampai di depan pintu rumahnya.

 

“Cepat masuk! Cuci muka dan kaki mu dan kemudian tidur! Oppa besok akan menjemput mu besok, dan kau! Harus bangun jam 7 pagi! Arra?!”

 

“Mwo? Jam 7 pagi? Untuk apa Oppa menjemput ku sepagi itu dan mau ke mana?”

“Aishhhh! Yeoja ini cerewet sekali”

 

“Cerewer? Kau bilang aku cerewet oppa?” Sahut Hyu Ri yang kemudian mengangkat sebelah alisnya menatap namja tampan yang  ada di hadapannya sekaran.

 

“Ne, kau sangat Cerewet Hyuri-ya” balas manja  itu setengah tertawa.

“Aiiissshhhhh”

 

“Sudahlah, cepat masuk, oppa akan menunggu mu di sini sampai kau masuk” balas Henry sambil mengacak pelan rambut Hyuri dan kemudian mengecup dahinya sekilas.

 

“Ne aku masuk oppa”

 

“Inggat jam 7! Saranghae” ucap Henry tepat di telinga sebelah kiri Hyu ri, yeoja itu tersenyum sekilas

 

“Nado saranghae” jawab Hyuri kemudian masuk ke dalam rumah. Tak beberapa lama setalh Hyuri masuk terdengar suara deru bunyi mobil meninggalkan halaman rumah itu.

 

Hyuri berjalan mengendap-ngendap sambil menjinjitkan kakinya setelah melepaskan High Heelsnya.

 

“Semoga Nichkhun sudah tidur” ucap Hyuri hampir tak terdengar, masih berjalan sambil menjinjitkan kakinya pelan.

 

“Kyaaaaaaaaaaaa!” teriak Hyuri setelah lampu rumah di nyalakan oleh seseorang dan melihat sosok seorang namja yang telah berdiri di hadapannya, menatapnya tajam.

 

“Aisshhhhh! Oppa! Kau membuat ku kaget!”

 

“Dari mana saja kau Hyuri ya?! Kenapa pulang selarut ini?! Dam siapa yang mengantar mu?”

 

“Aishhhhh! Pelankan sedikit suara mu oppa! Bukankah kau sudah tau orang yang mengatar ku oppa? Sudahlah jangan berpura-pura tidak tau seperti itu”

 

“Ya! Kau!”

 

****

 

12 February 2012

 

Jam 9 Pagi. Cahaya matahari pagi mulai masuk melalui celah jendela kamar Hyuri, gadis itu menarik selimut tebal yang meyelimutinya sampai menutupi kepalanya, namun tiba-tiba selimut itu di tarik oleh seseorang sampai di betis kakinya.

 

“Aisshhhh! Ya! Siapa yang menarik selimut ku” teriak Hyuri yang kemudian mengambil bantal yang ada di sebelahnya untuk menutupi kepalanya.

 

“Ya! Ayo bangu! Bukankah oppa sudah menyuruh mu untuk bangun jam 7? Sekarang sudah hampir jam 9 dan oppa sudah menunggu mu untuk bangun sejak 2 jam yang lalu, ayolah bangun! Palli!” Seru Henry, menarik tangan Hyuri untuk turun dari tempat tidurnya.

 

“Mwo? Henry Oppa? Sejak kapan kau di sini? Dan bagaiman bisa kau masuk ke kamar ku? Aigooo! Pasti Nichkhun oppa akan membunuh mu kalau dia tau kau sedang ada di kamar ku” Ucap Hyuri yang kemudian bangun dari tempat tidurnya, melihat najma tampan yang sedah berdiri di hadapnya.

 

“Tentu tidak! Aku sudah mendapat izinnya lebih dulu, dan kau! Cepat mandi! Kita sudah hampir terlambat”

 

“Ne, ne! Dan kau! Cepat keluar!” seru Hyuri, menyuruh manja ini keluar

 

“Anni! Oppa akan menunggu mu di sini sampai kau selesai mengganti pakaian mu” balas Henry, setengah tertawa dan kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang Hyuri.

 

“Mwo?! apakah kau ingin mati di bunuh oleh Nichkhun oppa?! Keluar sekarang ! Palli!” Teriak Yeoja ini sambil menarik tubuh Henry keluar kamarnya.

 

“Kau! Tunggu di luar!”

 

****

 

@Dadohae Haesang NP

 

Sebuah mobil hitam mewah di berhenti di depan taman ‘Dadohae Haesang’ taman terbesar di ‘Korea Selatan. terletak di pantai wilayah Jeolla Selatan, yang merupakan wilayah hijau Korea.

 

Terlihat seorang namja keluar dari mobil itu sambil berlari kecil ke arah pintu mobil sebelahnya untuk Hyuri.

 

“Oppa, untuk apa kita ke sini?” tanya Hyuri pada namja yang berdiri di sampinnya itu, Henry menatapnya seekilas dan kemudian tersenyum.

 

“Bukan apa-apa, Oppa hanya ingin mengajak mu ke sini, Kajja! Kita ambil sesuatu di mobil” Ucap Henry, menarik pergelangan tangan Hyuri menuju ke belakan mobil dan kemudian membuka bagasi mobil itu.

 

“Mwo? ini semua untuk apa?” tanya Hyuri saat melihat berbagai macam keperluan untuk piknik yang ada di dalam bagasi mobil namjachingunya itu.

 

“Aishhhhh! Kau bodoh sekali tentu ini keperluan untuk picknik, kamu bawa selimut piknik ini dan oppa akan bawa kerangjang ini”

 

“Anni! Kau bawa sendiri saja aku akan menunggu di sana”

“Ya! Hyuri-ya Cepat bantu oppa, ini berat”

 

“Anni-ya, kau bawa sendri saja, hahahahh”

“Aishhhhhh!”

 

****

 

Hyuri duduk di samping namja tampan yang sedang memandang ke arah laut, melihat matahari yang sudah hampir tebenam kembali ke peraduannya, debudaran ombak kecil terdengar sangat jelas, bulan dan bintangpun mulai menampakkan cahaya indahnya.

 

Hyuri melihat sekilas wajah tampan yang ada di sampingnya dan kemudian memalingkan wajahnya setelah namja itu menyadari kalau Hyuri sedang menatap wajahnya.

 

“Wae Chagiya?” tanya Henry pada Hyuri.

“Anni-ya aku hanya melihat wajah mu saja”

 

“hhhahaha, kau terpesona?”

“Aissshhhh! Tentu tidak”

 

“Jangan mengelak lagi, aku bisa melihat jawabannya”

“Mwo? melihat?”

 

“Ne, aku bisa melihat jawabannya dari kedua mata mu”

 

“Hhhahh, kau sangat pintar berkata-kata oppa, pantas saja semua gadis di sekolah music mu sangat mengidolakan mu”

 

“Maka dari itu kau harus bersyukur karena telah memiliki ku sekarang”

“Ya! Jangan terlalu percaya diri”

 

“Itulah kenyataannya”

“……”

 

“Hyuri-ya”

“Ne”

 

“Maukah kau mendengar oppa bernyani?”

“Ne”

 

“Baiklah, tunggu sebentar”

 

Ucap Henry pada Hyuri dan kemudian lari ke arah mobilnya mengambil sesuatu. Tak berapa lama kini namja itu kembali duduk di samping Hyuri sambil memegang biolanya. Perlahan mulai terdengar nada-nada  indah dari biola yang di mainkan oleh namja itu. Ya..namja itu adalah seorang guru sekolah musik dan khususnya alat musik biola

 

Isn’t  She Lovely, lagu yang Henry mainkan dengan biolanya, sangat indah, Hyuri sangat menyukai lagu itu dan Henry juga tau hal itu. Saat itu juga untuk sekian kalinya Henry memainkan lagu itu untuk Hyuri.

 

Matanya terpejam sambil memainkan biola ini, membuat wajahnya bertambah menjadi sangat tampaa, aku sangat menyukai raut wajah ini.

 

Tak lama kemudian lagu yang Henry mainkanpun selesai, dia membuka kedua bola matanya, meletakkan biola yang dia mainkan tadi di sampingnya dan kemudian menatap ku.

 

“Aku memainkan lagu kesukaan mu lagi, apakah kau menyukainya?”

“Ne, sangat..sangat menyukainya oppa”

 

“Jinjja?”

“Ne”

 

“Hyuri-ya”

“Ne, wae Oppa?”

 

“Saranghaeyo”

 

“Nado Sarnghaeyo” balas Hyuri pada Henry setelah ia mengucapkan kata itu padanya, menarik tubuh Hyuri ke dalam pelukannya, terasa sangat hangat.

 

“Kau ingat 3 hari lagi hari apa Chagi?”

“Aku ingat Oppa, tidak mungkin aku melupakannya”

 

“Baguslah kau tidak melupakannya”

 

“Oppa”  panggil Hyuri, Henry pun melepaskan pelukannya dan menatap yeoja itu tepat di manik matanya, membuat jantung Hyuri berdegup semakin cepat.

 

“Ne, wae Hyuri-ya?”

“Basakah kita pulang sekarang Oppa? Ini sudah malam”

 

“Anni”

“Ya! Untuk apa lagi kita di sini?”

 

“Untuk ini…” kata terputus, Henry mengecup bibir Hyuri dengan lembut sangat lembut, yeoja itu pun membalas lumatan Henry di bibirnya, cukup lama.

 

“Oppa!” panggil Hyuri lagi setelah Henry melepakan ciumannya

“Oppa sudah tau yang ingin kau katakan, ayo kita pulang. Kajja!”

 

****

 

Henry memarkirkan mobilnya  tepat di depan sebuah toko setelah pulang dari mengajarkan murid-murid nya yang sebagian besarnya adalah yeoja yang masih berstatus pelajar, yang membuat Hyuri sering memarahi namja itu jika murid-muridnya bersikap aneh padanya (menurut Hyuri).

 

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” sapa Pramuniaga yang saat ini telah berdiri di samping Henry sambil tersenyum ramah.

 

“Ne, bisakah kau berikan pada ku baju yang ada di sana?” ucap Henry, menunjuk ke arah baju untuk sepasang kekasih.

 

“Ahh~ yang itu, baiklah tunggu sebentar tuan” balas Pramuniaga itu dan kemudian mengambilnya.

 

“Bisakah kau bungkuskan baju itu di kotak yang ada di sana?”

“Baiklah”

 

****

 

Henry berjalan turun dari mobilnya menghampiri pintu rumah Hyuri,  perlahan namja itu menyentuh layar monitor yang ada di depan pintu rumah dengan jari telunjuknya.  Tak berapa lama pintupun terbuka, terlihat seorang yeoja cantik dengan rambul panjangnya, melemparkan senyuman pada Henry. Victoria, dia adalah yeoja chingu dari Nichkhun dan sebentar lagi akan bertunangan, seperti itulah kabar yang Henry dengar dari Hyuri.

 

“Henry? Mau bertemu Hyuri? Dia ada di dalam silahkan masuk” ucap Victoria ramah.

 

“Anni-ya, aku hanya ingin mengantarkan ini, tolong berikan padanya” balas Henry, menyerahkan sebuah kotak pink besar, yang tadi ia pinta pada pramuniaga di toko itu untuk menghiasnya.

 

“Ahh~ baikalah akan aku sampaikan”

“Ne aku perrgi dulu” balas Henry, meninggalkan rumah itu.

 

****

 

Drrttttt…Drrttttttt..

 

Ponsel yang ada di saku celana Henry tiba-tiba bergetar, ia segera melihatnya, dan mengangkat telepon itu.

 

“Yeoboseyo Hyuri-ya”

“….”

 

“Kau sudah melihatnya?”

“….”

 

“Jinjja-yo? Kau menyukainya?”

“……”

 

“Ahhh~ Gomawo Chagi-ya. Mwo? Kau di mana? Oppa akan menjemput mu ”

“…..”

 

“Baiklah..15 menit lagi oppa akan ke sana?

 

‘Clikkkkk’

 

Henry memutuskan sambungan telepon itu, menyambar jaket kulitnya. Melajukan motornya di tengah ramainya jalanan kota Seoul untuk menjemput Hyuri. Mata Henry beralih melihat seorang yeoja yang tengah berdiri di halte bus. Hyuri. Dia berada di sana. Henrypun segera berbalik menuju halte itu dan menghentikan motornya tepat di depan Hyuri.

 

“Oppa” ucap Hyuri pada Henry

 

“Ne, Ya! Kenapa kau tidak memakai mantel mu?” Henry berteriak saat melihat yeoja utu tidak memakai mantel penghantnya, udara sangat dingin, dan yeoja itu hanya memakai kemeja tipis dan celana Jeansnya saja. Aishhhhhhh!

 

“ Mantelku tertinggal di loker ku oppa, aku lupa mengambilnya”

“Aisshhhhh! Kau ini, pakai jaket ku!”

 

“Anni! Kau saja yang pakai Oppa!”

“Jangan menolak Yeoja kkadaloun (cerewet)! Ayo pakai! Palli!”

 

“Aisshhhhhh! Jangan bilang aku cerwer Mochi! Baikalah aku pakai”

“Mwo? Mochi? Jangan memanggil ku mochi”

 

“Aku tidak akan memanggil mu seperti itu sebelum kau yang mulai. Mochi”

“Aisshhhhh! Jangan memanggil ku dengan sebutan itu lagi”

 

“Hhhahah..itulah kenyataanya, apakah kau tidak perhan berkaca untuk meliha pipi mu ini? Kau sangat lucu..hahahahh” seru Hyuri menertawa ku.

 

“Ya! Jangan tertawa! Oppa akan mengajak mu ke suatu tempat”

“Ke mana?”

 

“Aisssshhhhh! Jangan bertanya lagi, cepat naik!”

“Ne Mochi-ya”

 

“Aissshhhh! Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi! Arra?!”

“Hhhhaha..Ne Arraseo”

 

==================================

 

*Park Jung Soo’s Scene*

 

Sudah 3 hari Jung Soo tidak melihat Seung Ri. Yeoja itu tidak datang ketoko juga.

 

“Kemana dia?” Gumamnya

 

[Super Junior – All My Heart] 

 

 

‘Appa Calling..’ 

 

 

“Ne Appa” Jawab Jung Soo

“……..”

“Ne.Arrasseo” Jawab namja itu lagi dan mematikan ponselnya

 

“Wae hyung?” Tanya Changmin yang melihat perubahan wajah Jung Soo.  “Appa menyuruhku kembali. Dia bilang percobaanku selesai” Jawab Jung Soo

 

Spontan Changmin memeluk ‘hyung’nya itu.

“Hyung… Gomawo atas semuanya, Kau mengajariku banyak hal” Ujar Changmin  “Kau berat sekali Changmin-ah…”

“Tapi kau harus pergi hyung. Kuharap bisa bertemu denganmu lagi” Ujar Changmin  “Ne. Aku harus meninggalkannya”

“Hyung,Apa kau tak ingin mengungkapkan semuanya pada Seung Ri ?” Tanya Changmin

 

Jung Soo menarik nafas panjang. Tapi sampai saat ini ia belum bertemu  yeoja itu

 

“Sepertinya dia tidak ingin melihatku lagi. Aku harus belajar melupakannya”

“Aku harus merapikan semua barang-barangku” Ujar Jung Soo sambil masuk dan menyusun semua barang-barangnya.

“Annyeong Changmin-ah…”Ujarnya setelah selesai menyusun semua perlengkapank kedalam koper

 

Jung Soo melangkahkan kakinya meninggalkan toko itu. Sesekali ia melihat kebelakang berharap Seung Ri datang ke toko ataupun meliha Seung Ri untuk yang terakhir sebelum ia pergi. Tapi ternyata sampai taxi datang, Jung Soo belum juga melihatnya.

 

“Selamat Tinggal Seung Ri-a…”Gumam Jung Soo pelan.

 

****

 

@Park Company, Japan

 

 

Jung Soo masuk kekantor besar itu.

“Jung Soo-a…” Ujar Sang Appa yang sudah menunggunya

“Ne Appa” Jawab Jung Soo sambil memeluk appa-nya. Sudah 2 Tahun ia tidak bertemu dengan appa-nya sejak ia disuruh untuk praktek dulu.

“Sepertinya kau calon pemimpin yang berbakat” Ujar Appa-nya sambil memegang kedua bahu Jung Soo

Namja itu hanya tertunduk mendengarnya

 

“Apakah kau juga membawakan calon menantu buat appa?” Tanya Appa-nya

Jung So hanya tersenyum kecil sambil mengangkat kedua bahu. Ia benar-benar tidak tau apa yang harus dikatakan pada appa-nya saat ini.

 

****

 

Entah kenapa Seung Ri ingin sekali menemui Jung Soo hari itu. Ia pun pergi ke toko itu. Tapi suasananya sangat sepi. Dan Seung Ri tak melihat Jung Soo.Hanya Changmin yang terlihat disana.

 

“Oppa”  “Ne”Jawabnya

 

“Dimana Jung Soo Oppa?”Tanya Seung Ri sambil melihat kesekitarnya  “Dia sudah pulang” Jawab Changmin

 

“Mwo…?” “Ne, Dia itu calon pemilik perusahaan. Dan appanya menyuruhnya pulang” Jawab Changmin

 

“Kemana?” Tanya Seung Ri  “Jepang”

 

“Jepang? Dia pergi tanpa pamit denganku?”  “Kau menyukainya?” tanya Changmin tepat sasaran

 

Seung Ri terdiam mendengar pertanyaan dari Changmin. Seung Ri benar-benar pabo yang tidak berani mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Seung Ri tidak mau kehilangan Jung Soo,Tapi karena ketidakberaniannya, ia malah kehilangan Jung Soo.

 

“Kau tidak salah Seung Ri -a,” Ujar Changmin.

 

Saat ini Seung Ri hanya bisa tersenyum getir melihat Changmin. Rasa penyesalan masih terus melanda perasaannya. Yeoja itu  melangkahkan kaki keluar dari toko dan pulang kerumah.

 

Setibanya dirumah, Seung Ri langsung masuk kekamarnya dan menguncinya. ia menangis.

 

“Kau Jahat Oppa…”Serunya.

 

“Aaaa….” Teriak Sung Ri lagi.

 

“Kau benar-benar memberiku harapan kosong” Ujar Seung Ri lirih.

=====================================

 

*Cho Kyu Hyun’s Scene*

-Kyunghee University, Seoul. 12 Februari 2012-

 

 

“Yeoja bodoh ! Kau taruh dimana matamu ?!”

 

Yoon Yeon Hyo tidak menghiraukan jeritan namja itu dan sibuk membereskan beberapa buku tebal miliknya yang berserakan di lantai. Buku itu lebih penting dari apapun. Mereka adalah nyawanya untuk semester ini !

 

“Ya!! Kau ini tidak bisa bicara ? Cepat minta maaf !” pekiknya lagi.

 

Yeon Hyo menghela nafas dan pada akhirnya berdiri setelah ‘nyawa-nya’ itu kembali berada dalam pelukan yeoja itu.

 

Dengan malas Yeon Hyo menatap wajah namja yang sepertinya sangat murka terhadap dirinya. Eh ? Namja ini ? Hah ! Dia ini musuh bebuyutan Yeon Hyo ! Aigoo… ada apa dengan matanya? Kenapa dia terlihat tampan sekali ? Hiyaaaaaa… dia tampan ! Bahkan Kim Hyun Joong yang yeoja itu taksir sejak dua tahun yang lalu itu pun kalah darinya !

 

“Kenapa malah menatapku seperti itu ? Kau terpesona ? Aaiish… Cepat minta maaf !” bentaknya yang membuat Yeon Hyo tersadar.

 

Namja ini ! Yeon Hyo mengakui dia memang tampan, tapi sifatnya itu ! Kasar sekali ! Aaish.. Yeon Hyo tidak suka dengan tipe namja seperti dia !

 

“Mianhaeyo…” ucap Yeon Hyo setengah tidak ikhlas.  Yeja itu tidak sengaja menabraknya, sungguh ! Lagipula Yeon Hyo buru-buru sekali, tapi kenapa dia malah terlihat menyalahkan Yeon Hyo seperti itu ? Namja itu menatap Yeon Hyo dengan tajam. Wajahnya sedingin es. Dengan mantel hitam berbulu seperti itu, membuatnya benar-benar mirip dengan pangeran kegelapan !

 

“Ulangi.. Aku mau mendengarnya secara jelas…” sahut namja itu angkuh.

 

“Ya!! Aku sudah minta maaf ! Apa perlu ku ulangi lagi ? Aahh~ sudahlah, aku buru-buru !” balas Yeon Hyo kesal. Yeoja itu berjalan cepat meninggalkan sang namja, tiba-tiba saja pergelangan tangan kanannya di tahan seseorang. Membuat Yeon Hyo kembali menoleh dan berbalik. Aaiish.. Namja menyebalkan itu lagi rupanya !

 

“Wae ?” tanya yeoja itu  dingin.

“Kau tanya kenapa ?! Ya!! Aku belum puas jika kau belum mengulangi permintaan maaf mu !”

 

“Shireo !”

“Cepat katakan, Nona Yoon !!”

 

“Shireo !!”

“Kau tak mau minta maaf ? Aahh~ baik lah.. Akan ku laporkan kelakuan burukmu pada Hyung-ku.. Hahahaha kau ini selalu membuntuti hyung-ku selama dua tahun ini kan? Mengaku sajalah…”

 

“Hyung-mu ? Nuguya ?” Yeon Hyo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Baru saja namja itu bilang kalau Yeon Hyo membuntuti Hyung-nya selama dua tahun terakhir ini ? Mwoya ?! Jangan bilang kalau Kim Hyun Joong itu Hyung-nya !!

 

Namja itu tersenyum mengejek dan tampak meneliti wajah Yeon Hyo yang mungkin terlihat sangat konyol saat ini.

 

“Kim Hyun Joong… Dia itu Hyung-ku ! Lebih tepatnya saudara sepupu ku.. Kau jangan coba-coba mendekatinya, arraseo ?!”

 

“Ya!! Apa alasanmu melarangku ? Ciihh.. Shireo !”

 

“Kau tanya kenapa ? Hhahaha.. Nanti kau juga tau alasannya, Nona Yoon… Aahh~ sudahlah, nanti saat jam istirahat kau harus menemui ku untuk kembali meminta maaf ! Kalau tidak, akan ku beritahu Hyun Joong hyung kalau kau itu yeoja yang sangat tidak sopan.. Hahhahaa..”

 

Namja itu kembali tersenyum mengejek dan kemudian berjalan mendahului Yeon Hyo. Kenapa dia menyuruh Yeon Hyo menjauhi Hyun Joong ? Dasar namja gila ! Aaarrgghh ! Cho Kyuhyun bodoh ! Awas saja dia !

 

****

 

“Eonni.. Eottohke ? Haruskah aku menemui namja menyebalkan itu ?” tanya Yeon Hyo sambil menatap ke arah jendela dengan malas. Di luar masih turun salju. Cuaca sangat dingin, membuat beberapa mahasiswa memilih untuk tetap bertahan di kelas ketimbang menikmati jam istirahat di luar sana.

 

“Hhmm ? Maksudmu menemui Tuan muda Cho ?” sahut Kim Tae Hee balik bertanya. Yeon Hyo mengangguk dan menghela nafas berat.

 

Kenapa Yeon Hyo harus menemui orang menyebalkan itu di saat-saat jam istirahat yang teramat singkat itu ? Otaknya sudah penuh dengan materi yang di berikan oleh Han songsaenim tadi. Belum lagi tugas-tugas yang bertumpuk itu ! Aaarrgghh !

 

“Hhahaa.. Temui saja dia.. Lagipula kau punya tugas perhitungan statistika itu kan ? Tuan muda Cho itu pintar sekali, dia juara olympiade matematika se-Korea sewaktu masih sekolah dulu ! Pasti tugas itu sangat mudah baginya !”

 

“Mwo ?! Jadi eonni menyuruhku untuk meminta bantuannya ?” tanya Yeon Hyo tak percaya. Yeon Hyo menatap Tae Hee yang tersenyum lebar. Apa pendengarannya mengalami gangguan ? Menemuinya saja Yeon Hyo tak sudi ! Apalagi meminta tolong pada namja jutek itu ?!

 

“Yaakk!! Shireo ! Sampai mati pun aku tak kan meminta bantuannya !”

 

“Kau yakin ? Aahh~ Padahal sayang sekali, dia itu sangat tampan menurutku… Hhaha.. Jangan terlalu membencinya, Hyo-ah.. Nanti kau bisa jatuh cinta padanya…”

 

“Mwoya ?! Andwae ! Aku tak kan mungkin jatuh cinta padanya, eonni ! Kalau aku sampai jatuh cinta padanya, itu berarti aku terkena kutukan !”

 

“Kutukan ? Hahhaa.. Kau ini aneh sekali Hyo-ah.. Kau masih percaya kutukan keluarga mu itu ?”

 

Yeon Hyo mengangguk cepat. Kim Tae Hee tertawa.

 

Kutukan. Memang tidak ada seorang pun yang percaya pada Yeon Hyo tentang cerita kutukan keluarga Cho itu.

 

Dulu ada seorang Tuan muda dari keluarga bermarga Cho yang jatuh cinta mati-matian pada salah satu keluarga Yoon, keluarga Yeon Hyo lebih tepatnya.

 

Tapi gadis itu menolaknya, mengabaikannya, bahkan membencinya. Hingga akhirnya gadis itu menikah dengan orang lain. Ternyata Tuan muda dari keluarga Cho itu merasa sakit hati dan mengutuk suatu hari akan ada keturunan keluarga Yoon yang bertemu dengan salah satu keturunan keluarga Cho.

 

Gadis keluarga Yoon yang mewarisi kutukan itu akan jatuh cinta pada keturunan keluarga Cho ia temukan dalam hidupnya secara tidak sengaja. Dan apabila keturunan keluarga Yoon itu jatuh cinta, tapi dia tidak mendapatkan cinta dari namja keturunan keluarga Cho itu. Maka gadis yang mewarisi kutukan itu akan melajang seumur hidupnya. Kecuali gadis itu berhasil bertemu dengan namja yang benar-benar mencintainya sepenuh hati sebelum bertemu dengan namja keturunan keluarga Cho itu.

 

Kutukan yang mengerikan.

 

Dan parahnya, karna Yeon Hyo anak tunggal. Jadi dialah gadis satu-satunya dari keluarga Yoon yang mewarisi kutukan itu.

 

Pandangan Yeon Hyo menerawang jauh. Ia  sudah sering bertemu dengan namja bermarga yang sama. Marga Cho itu bertebaran disana sini. Tapi ia  tak tahu yang mana keturunan keluarga Cho yang memberikan kutukan itu. Oleh sebab itu, Yeon Hyo selalu membenci setiap namja yang bermarga Cho. Berusaha untuk tidak jatuh cinta pada namja yang mempunyai marga ‘Cho’ bagaimana pun keadaannya.

 

Yeon Hyo menghela nafas dan buru-buru mengalihkan wajahnya saat pandangan mata yeoja itu tidak sengaja bertemu dengan namja yang menyita perhatiannya selama dua tahun terakhir ini. Kim Hyun Joong !

 

“Hhahaha… Jinjja ? Ku kira kau menyukai Tuan muda Cho.. Lihat saja, wajahmu memerah karna membahasnya !”

 

“Ya!! Eonni.. ini bukan karna Tuan muda Cho yang menyebalkan itu ! Tapi karna….” Ucapan Yeon Hyo terputus saat namja yang diam-diam ia  kagumi itu tiba-tiba saja berada tepat di hadapannya ! Aahh~ senyumannya….. Jantung Yeon Hyo ! Jantungnya !

 

Namja itu tersenyum dan mengacak pelan rambut Yeon Hyo. Membuat yeoaj itu terpana untuk sepersekian detik ! Aigoo… tampan sekali ! Kenapa dia begitu tampan ? Sentuhannya juga begitu lembut. Tidak ! Tidak ! Yoon Yeon Hyo sadarlah ! Kau harus bernafas agar kau tidak mati konyol di hadapannya !

 

“Hyo-ah ? Wae ? Wajahmu pucat ?”

 

Aigoo…suaranya merdu ! Aahh~ sampai kapan Yeon Hyo bisa menghentikan isi otaknya agar tidak begitu menanggapi perhatiannya ?

 

“Tae Hee-ya, kalian tidak makan ?” tanya nya lagi. Tapi kali ini pada Kim Tae Hee yang duduk tenang disamping Yeon Hyo. Kim Tae Hee adalah seorang yeoja yang sangat cantik. Umurnya setahun di atas Yeon Hyo. Yeon Hyo dekat dengan Tae Hee, itu sebabnya yeoja itu selalu memanggil Tae Hee dengan sebutan ‘eonni’ walaupun mereka satu kelas.

 

“Aniya… Cuaca di luar dingin sekali.. Mmm.. Oppa, kau bisa mengantarkan Yeon Hyo menemui Tuan muda Cho ? Yeon Hyo akan mendapatkan masalah besar jika tidak menemui namja itu..” ujar Tae Hee eonni yang membuat Yeon Hyo tersentak kaget dan sontak berdiri dari tempat duduknya.

 

“Aku ? Kenapa aku harus kesana ? Shireo !” tolak  yeoja itu cepat. Namja itu bermarga Cho. Yeon Hyo tak ingin berdekatan dengan namja bermarga seperti itu. Sangat membahayakan !

 

“Hhahaa.. Waeyo ? Memang kau punya masalah dengannya, Hyo-ah ?” tanya Hyun Joong yang Yeon Hyo  jawab dengan anggukan ringan.

 

“Jinjja ? Aaiish.. Memangnya kau berbuat salah apa ?”

 

“Aniya.. Aku hanya tak sengaja menabraknya oppa… Tapi dia sepertinya memang mencari masalah denganku.. Eottohke ?” sahut Yeon Hyo dengan tampang memelas.

 

Yeon Hyo benar-benar tak ingin bertemu dengan namja itu. Mungkin saja dia itu keturunan keluarga Cho yang memberikan kutukan itu ! Aaiish.. Bagaimanapun juga Yeon Hyo tak boleh bertemu dengannya lagi !

 

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Apakah Sue Yeon akan tetap pergi ke club malam meski ia belum pernah kesana, demi mendapatkan namjachingu?

 

Bagaimana kelanjutan kisah Henry dan Hyuri ?

 

Jung Soo benar-benar meninggalkan Seung Ri, terlambatkah gadis itu untuk mengungkapkan cintanya? Masihkah Seung Ri punya kesempatan untuk bertemu Jung Soo kembali ?

 

Bisakah Yeon Hyo menghindar untuk tidak bertemu dengan Cho Kyu Hyun ?

 

Benarkah kalau Kyu Hyun yang ‘itu’ lah yang berasal dari keluarga CHO yang memberikan kutukan terhadap keluarga YOON ?

 

SEE THE PARTS ^^

 

6 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 5)

  1. Hahh…aku br bc lg…
    Br tau ternyata udah ada kelanjutannya y min?..
    Aku rada lupa ma crtanya
    mo bc dr awal lg supaya inget haha
    part yg ini storynya daebak min
    gumawo…
    Bow..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s