FF “L.O.V.E” (PART 10) [Time to END 2 of 2]

Park Jung Soo’s Scene present by Ernitha Sinaga

Lee Dong Hae’ Scene present by Euricha Fany

Cho Kyu Hyun’s Scene present by Yarica Eryana

Kim Jong Woon’s Scene present by Noffa Debiliastini

Kim Hee Chul’s Scene present by Nagita Yuanita Wadi

 

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================

 

 

14 Februari 2012

 

*Park Jung Soo’s Scene*

Setelah kejadian itu, Seung Ri seperti kehilangan semangat. Saat ini hari-harinya benar-benar sepi dan penampilannya kacau.

” Seung Ri -a…” Seru Jinki yang duduk disebelah Seung Ri  “Kau semakin kurus” Ujar Jinki

“Apa pedulimu?”  “Aku itu kasihan melihatmu seperti ini”

“Aku gak butuh dikasihani” Jawab Seung Ri ketus  ” Seung Ri -a, ini hari kasih sayang, Aku ingin kita balikan”

“Hah? Tidak akan” Jawab Seung Ri sambil pergi.

“Saranghae Seung Ri-a… Would You be my girlfriend?” Suara seseorang yang sangat Seung Ri kenal dan sangat ia rindukan

“Jung Soo Oppa?” Seru yeoja itu sambil melihat sekeliling

****

Park Jung Soo berangkat pagi-pagi sekali dari Jepang ke Korea. Namja itu ingin menemui tambatan hatinya di Seoul. ia pergi ke toko untuk beristirahat sejenak dan menemui Eun Ra disana.

“Oppa…” Ujar Eun Ra saat melihat Jung Soo  “Hyung…” Ujar Changmin

“Kalian? Apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini?” Tanya Jung Soo

“Yaa Oppa, Bisakah kau tidak berpikiran negatif? Aku membantu Changmin Oppa untuk membuat coklat. Dia kerepotan setelah kau pergi. Apa aku salah membantu namjachinguku?” Tanya Eun Ra

“Tunggu, Namjachingu?” Tanya Jung Soo bingung  “Ne hyung. Semalam Eun Ra resmi menjadi yeojachinguku” Jawab Changmin.

“Mwo? Dan kau tidak mengabariku?”

“Mianhe hyung. Hyung kau tau? Belakangan ini keadaan Seung Ri benar-benar kacau” Seru Changmin

“Maksudmu?” Tanya Jung Soo  “Ne Oppa. Semenjak kepergianmu, Seung Ri seperti kehilangan semangat”J elas Eun Ra

“Mwo…?” Jawab Jung Soo kaget.  “Kau bisa liat sendiri Oppa”

“Baiklah.. .aku akan menjadikannya milikku seutuhnya hari ini” jawab Jung Soo sambil tersenyum kecil

Jung Soo memasuki pelataran kampus. Jung Soo melihat Seung Ri duduk dibangku taman. Kondisinya benar-benar kacau. Jung Soo melihat Seung Ri semakin kurus.

“Dasar yeoja babo” Gumam Jung Soo pelan

Jung Soo melihat seorang namja mendekati Seung Ri dan ia berjalan kearahnya, tapi Jung Soo melihat  Seung Ri pergi meninggalkan namja itu.

“Saranghae Seung Ri-a…Would You Be My Girlfriend?” Ujar Jung Soo dengan sedikit berteriak.

Jung Soo melihat Seung Ri membalikkan tubuhnya dan melihat Jung Soo yang berdiri dihadapan namja itu. Seung Ri berjalan kearah Jung Soo dan menatap namja itu setelah ia tibda dihadapan Jung Sooo. Seung Ri menjatuhkan air matanya.

“Wae?” Tanya Jung Soo  “Kau jahat Oppa, Kau pergi tanpa pamit” seru Seung Ri

“Tapi aku kembali untukmu Seung Ri-a. Kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya Jung Soo

Seung Ri hanya tersenyum kecil dengan air mata yang belum berhenti.

“Apa kau membawakan aku sesuatu? Aku pernah bilang kalau aku ingin diberikan  sesuatu sewaktu valentine” Ujar Seung Ri

“Aku tau dan aku membawanya” Jawab Jung Soo  “Apa itu?”

Jung Soo memegang kedua bahu Seung Ri

“Ini yang akan kuberikan”

Jung Soo menarik Seung Ri dan mencium bibir yeoja itu lembut. Seung Ri menutup matanya.

“Would You be my girlfriend?” Tanyaku Jung Soo lagi  “Ne Oppa” ucap Seung Ri memeluk Jung Soo

“Saranghae Seung Ri-a…” Ucap Jung Soo sambil membelai kepala Seung Ri  “Nado Saranghae Oppa my chocolate love” dan Jung soo hanya tersenyum kecil

=========================================

*Lee Dong Hae’s Scene*

 

Donghae menarikkan kursi untuk Euhyun lalu duduk di depan yeoja itu.

“Neo areumdawaseyo”, kata Donghae tiba-tiba. Euhyun tersentak dan hanya bisa menahan malu mendengar pujian yang dilontarkan Donghae.

“Neo do, you’re so charming”, balas Euhyun dan Donghae tersenyum.

Pelayan datang membawa troli makanan dan menyajikan hidangan di atas meja untuk mereka berdua. Ada satu hidangan yang paling besar di tengah meja dan ketika membukanya mata Euhyun langsung berbinar ingin segera menyantap makanan itu, Ayam Goreng.

“Hwaaa”, air liur Euhyun serasa hendak menetes melihat makanan favoritnya tersedia seperti gundukan gunung di atas nampan makanan.

“Makanlah, ini oppa sendiri yang menggoreng dan meracik bumbunya”, kata Donghae.

“Jinjja?? Ah geurrae, mari makaaann, saya tidak akan sungkaaann”, ucap Euhyun dengan penuh semangat. Donghae  menyanggah dagunya sambil melihat Euhyun makan dengan lahapnya.

“Oppa makanlah, masak hanya aku sendiri?”, tanya Euhyun.

“Aniya,aku suka melihatmu makan dengan lahap seperti ini, oppa tak suka yeoja oppa kurus kering”, kata Donghae.

Setelah selesai makan dengan imbuhan  kata-kata Donghae yang selalu membuat Euhyun bergetar, lampu lampion di taman satu persatu menyala dan memadamkan api lilin. Di sebelah kami terdapat pintu sekaligus kaca jendela yang begitu besar, hingga pemandangan lampion tersebut terlihat begitu jelas. Euhyun sontak berdiri dan berjalan mendekati jendela, lampion-lampion China mungil bewarna merah muda berkelap-kelip di bawah terangnya langit malam bertabur bintang malam ini.

Euhyun merasakan tangan Donghae tiba-tiba saja merangkulnya dari belakang, dan bertanya tepat di telinganya. “Geurrom, neo joahae?”, tanya Donghae.

“Eung, geurrayo oppa”, jawab Euhyun. Donghae melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Euhyun sambil menggandeng tangannya, ”kajja”, katanya tiba-tiba.

“Eodiga??”

“Jalan-jalan ke taman belakang”, jawab Donghae.

“Oh”

Mereka berjalan berdampingan dengan tangan Donghae mengandeng erat namun terasa lembut di jemari Euhyun. Tiap mereka menapakkan satu langkah di depan maka sepasang lampion bewarna-warni menyala di samping mereka. Sedangkan di depan terdapat satu pohon entah apa, mereka berjalan mendekati pohon berukuran sedang itu.

Betapa kagetnya Euhyun ketika berpuluh lilin listrik di pasang paralel di sekitar mereka berdua berdiri membentuk hati dan lampu kerlap kelip menyala memutari pohon seperti pohon natal dan terdapat burung origami serta banyak kertas dengan berbagai tulisan terjuntai jatuh dari sela-sela kepala pohon.

“Oppa..iggo mwoya??”, tanya Euhyun yang benar-benar terpesona dengan pemandangan seindah di hadapannya.

Penuh lampu dan lilin, sungguh favorit Euhyun, dan Donghae tahu itu semua.

“Kau menyiapkan ini semua?”, tanya Euhyun lagi dan Donghae mengangguk. “Nde semuanya kesukaanmu, ayam goreng, lampion, lilin, malam penuh bintang dan satu lagi, dresscode serba putih, geurrachi??”, tanya Donghae dengan gaya begitu imut.

“Eung”, Euhyun mengangguk mantap dan berlari kedalam pelukan Donghae

“Gomawo oppa,aku sangat bahagia dan aku sangat menyukai semua ini”, ucap Euhyun didalam pelukan Donghae.

 “Kebahagiaanmu adalah keutamaan bagiku”, bisik Donghae

Bayangkan jika namja yang kau sukai melakukan dan memberikan semua yang kau sukai dan semuanya hanya karna dia mengutamakan kebahagiaanmu.

‘Tuhan.. Apakah Engkau memang menautkan benang merah di antara kami? Karna jika tidak, aku rela berdoa siang dan malam agar namja yang memelukku ini menjadi pendampingku untuk selamanya’ doa Euhyun dalam hati

Tiba-tiba Donghae melepaskan pelukkannya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Seuntai kalung emas putih dengan inisial huruf nama \ DE yang di balik huruf tersebut terdapat ukiran nama mereka berdua. Di balik inisial ‘D’ terukir Lee Euhyun sedangkan di balik inisial ‘E’ terukir Lee Donghae. Donghae lalu mengenakan kalung tersebut di leher Euhyun dan mencium bibirnya lembut.

“Saranghaeyo..”, bisik namja itu di tengah ciumanmereka.

“Na do saranghaeyo”, jawab Euhyun.

Dan mereka melanjutkan ciuman pertama mereka yang belum pernah mereka lakukan selama berpacaran 2,5 tahun  ini.

Sungguh, ini adalah valentine terindah dalam hidup Euhyun.

“Donghae oppa..My Love For You”…

=======================================

*Cho Kyu Hyun’s Scene*

 

-Kyunghee University, Seoul. 14 Februari 2012-

“Yeon Hyo-ah !!” panggil seorang yeoja cantik sambil melambaikan tangannya ke arah Yeon Hyo.

Yeon Hyo menoleh dan kemudian menghampiri yeoja itu dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Hatinya masih sakit. Kenyataan kalau Kim Hyun Joong kini telah menjadi namja chingu Kim Tae Hee membuat yeoja itu harus menyembunyikan kesedihannya sebaik mungkin.

“Kau mau kemana ?” tanya Tae Hee saat Yeon Hyo berdiri persis di hadapannya.

“Aniya… Aku baru saja  memberikan hadiah kecil untuk Kyuhyun…”

“Kyuhyun ? Maksudmu Cho Kyuhyun ?” tanya Tae Hee dengan pandangan tak percaya.

Yeon Hyo mengangguk.

“Jinjja ? Apa yang kau hadiahkan padanya ?”

“Hhmm.. Cokelat hasil buatan ku sendiri… Aku membuatnya semalaman untuk sedikit membuatnya senang.. Ku rasa dia suka cokelat, jadi ku berikan saja.. Lagipula aku sudah berhutang nyawa padanya…”

“Mwo ? Cokelat buatan sendiri ?”

Tae Hee terkejut. Yeoja itu ingat kalau ini tanggal 14 Februari. Dan sudah menjadi tradisi jika seorang yeoja memberikan cokelat buatan sendiri pada namja yang disukainya.

“Ne… Waeyo ?” tanya Yeon Hyo polos. Tae Hee tertawa. Yeoja itu tak dapat menahan tawanya saat melihat perubahan sikap Yeon Hyo yang tiba-tiba menjadi baik pada Kyuhyun.

“Hhahaha..aniya.. Bukankah kalau memberikan cokelat buatan sendiri itu pada seorang namja, itu artinya ada sesuatu yang ingin di sampaikan… Lagipula apakah kau lupa kalau ini tanggal 14 Februari ? Hhmm.. Yeon Hyo-ah, kau menyukainya ?”

“Mwo ??” Yeon Hyo tersentak kaget. Dia baru ingat kalau hari ini tanggal 14 Februari ! Yeoja itu menggerutu dalam hati saat mengetahui kenyataan kalau memberikan cokelat buatan sendiri pada hari ini, akan menimbulkan anggapan kalau dia menyukai Kyuhyun.

“Kau tak ingat ? Hhahaa.. Kau lucu sekali, Hyo-ah…” Tae Hee kembali tertawa keras. Membuat Yeon Hyo menunduk dan menyumpah dalam hati akan membuang cokelat itu secepatnya sebelum Kyuhyun menemukannya didalam loker pribadi namja itu !

“Eonni-ya, mianhae.. Tolong katakan pada Park songsaenim, Aku tak dapat mengikuti pelajarannya karna sakit perut.. Aku pergi dulu, ada urusan !” ucap Yeon Hyo cepat. Yeoja itu kemudian berlari meninggalkan Tae Hee yang berdiri dengan pandangan tak mengerti.

“Ya! Ya!! Kau mau kemana lagi, Hyo-ah ! kembali !!

****

“Kyaaaaa ! Dimana cokelat itu ?! Aku meletakkan nya disini ! Kenapa malah hilang ? Aiish… jangan-jangan…..”

“Kau mencari ini ?” tegur seorang namja yang membuat Yeon Hyo sontak menoleh dan berbalik. Mata nya membulat saat melihat bingkisan kotak berbentuk hati dengan pita putih itu berada didalam genggaman tangan Kyuhyun !

“Itu…itu…..” desis Yeon Hyo terbata-bata.

“Cokelatnya enak sekali… Hahha.. Gomawo.. Ternyata dugaan ku benar.. Aku tak menyangka jika kau…..”

“Ya!! Jangan salah paham !” elak Yeon Hyo cepat. Yeoja itu melangkah mendekati Kyuhyun dan merebut kotak yang masih berisi cokelat itu dari tangan Kyuhyun.

“Kyaakk!! Itu sudah jadi milik ku ! Kenapa kau malah mengambilnya ? Kembalikan !” protes Kyuhyun sambil merebut kembali kotak itu dari tangan Yeon Hyo.

“Ini bukan untuk mu, bodoh !”

“Kalau bukan untuk ku, kenapa kau diam-diam menaruhnya didalam loker pribadiku ?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum evil. Yeon Hyo mendengus. Dia ketahuan.

“Aiish…” desis Yeon Hyo kesal. Yeoja itu sudah tidak bisa mengelak lagi.

“Cokelat buatan sendiri, tanggal 14 Februari.. Hhmm.. Kau menyukai ku ?”

“Mwo ??!”

“Hhahaa… mengaku saja.. Aku tak keberatan..”

“Andwae !! Aku tak mungkin menyukaimu, Cho Kyuhyun bodoh !”

Kyuhyun tersenyum evil lalu dengan satu sentakan, namja itu berhasil menarik Yeon Hyo kedalam pelukannya.

“Jangan bohong, nona Yoon.. Kau itu bukan pembohong yang baik, kau tak bisa menutupi perasaan mu.. Aku bisa merasakannya..”

“Sejak kapan kau…..”

“Diam lah… Kau tak perlu bertanya karna aku yang akan menjelaskannya sendiri…”

“Huh ?”

“Entah kenapa sejak melihat dahan itu hampir jatuh menimpamu, tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang aneh dengan dirimu.. Seperti menemukan benda yang ku cari..”

“Maksudmu ?”

“Aku tak tahu kenapa, yang ku tahu selama ini aku tak menyimpan perasaan apapun terhadapmu… Dan menurutku kau itu yeoja menyebalkan, tidak menarik sama sekali… Bahkan Kim Tae Hee jauh lebih cantik darimu… Hahhahaa..”

“Aaiish… berhenti mengejek ku…”

“Hhahaa… aniya, kau cantik… Menurutku, Kau lebih cantik dari siapapun… Aku suka sifatmu yang keras kepala dan juga otak mu yang bodoh itu.. Kau menarik dimataku.. Entah sejak kapan aku merasakan hal ini.. Tapi perasaan itu makin mencuat ke atas saat melihat maut hampir merebutmu dari ku… ”

“Cho Kyuhyun ? ini benar-benar kau kan ?” tanya Yeon Hyo sambil melepaskan pelukan Kyuhyun.

Yeon Hyo meneliti wajah Kyuhyun dengan serius. Dia masih tidak yakin kalau namja yang mengucapkan kata-kata romantis itu adalah Cho Kyuhyun, musuh bebuyutannya.

Kyuhyun tertawa, namja itu mengacak pelan rambut kecokelatan milik Yeon Hyo.

“Ku rasa, aku kini terjebak dalam kutukan sialan itu…” desis Yeon Hyo sambil terkekeh.

“Kutukan ?”

“Ne… Kutukan sialan dari keluarga Cho itu !”

“Ya!! Itu keluarga ku ! Pabbo-ya !”

“Mwo  ??! Kau pernah mendengar tentang kutukan itu ?”

“Ne… Dari eomma-ku.. Waeyo ?”

“Jinjja ?! Berarti kau itu namja yang di takdirkan untuk ku ?”

“Eh ? Aku tak mengerti… Eomma memang pernah menceritakan hal itu padaku.. Tapi aku sama sekali tidak percaya.. Hhahahaa”

Yeon Hyo mendengus kesal. Dia benar-benar tak menyangka kalau namja yang ada dihadapannya itu begitu tidak peduli dengan kutukan yang nyaris membuat Yeon Hyo melajang seumur hidup !

“Kau percaya takdir ?”

“Takdir ? Hah ! Tentu saja tidak !”

“Lalu bagaimana menurutmu tentang pertemuan kita ini ? Kau pikir itu bukan takdir ? Aaiish…”

“Yeoja bodoh ! Aku menganggapnya itu bukan lah suatu takdir ! Tapi ‘ketentuan’ ! Kita memang ditentukan untuk bertemu, saling mengenal dan pada akhirnya bersama.. Bagaimana menurutmu ?”

“Pendapatmu aneh… Tetap saja disebut takdir atau mungkin kutukan ?”

“Kutukan ? Kau masih percaya dengan kutukan itu ? hhahaha…”

“Tentu saja ! Itu sebabnya kau masih ada disini kan ? Kalau tidak….”

“Ya!! Jangan bahas soal itu lagi, yeoja pabbo !”

“Aaiish…”

“Kutukan atau bukan, aku tidak peduli… Yang ku tahu, kau itu milik ku sekarang… dan jangan pikirkan Hyun Joong hyung lagi.. Tapi pikirkan Cho Kyuhyun ! Hanya Cho Kyuhyun !! Arraseo ?” seru Kyuhyun dengan nada memerintah.

Yeon Hyo mencibir, namun pada akhirnya yeoja itu tersenyum dan menjitak keras kepala Kyuhyun.

“Yaakk!! Kenapa kau malah memukulku ?!”

“Hhahaaa.. Sudah lama aku ingin melakukannya.. Aku pernah berjanji akan menjitak namja keturunan keluarga Cho yang memberikan kutukan sialan itu padaku… Karna kutukan itu, nyaris saja aku jadi perawan tua, pabbo !”

“Aaiish…”

“Cho Kyuhyun, saranghae….”

“Eehh ? Kau yakin ?”

Yeon Hyo melotot dan kembali menjitak kepala Kyuhyun. Membuat namja itu kembali meringis.

“Cepat katakan kalau kau mencintai ku ! Aku bisa jadi perawan tua jika kau tidak mengatakan mantra pemecah kutukan itu !”

“Mantra ? Hhahhaa…. shireo !”

“CHO KYUHYUN !!!”

“Aahh~ baik lah… tapi kau harus berjanji satu hal padaku…”

“Katakan saja !”

“Hhhmm… Kau harus mau menjadi yeoja chingu-ku, hahaha… cepat tutup matamu..”

“Aaiish… Dasar kau ini… Baiklah…” sahut Yeon Hyo sambil tersenyum. Yeoja itu menutup matanya dan berkonsentrasi.

Kyuhyun membelai wajah yeoja itu dengan lembut. Mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Yeon Hyo sekilas.

“Saranghae… Jeongmal saranghae… Yoon Yeon Hyo… Aku mencintaimu… mencintai keterbatasanmu, sifatmu dan semua yang ada dalam dirimu… Jadilah milik ku untuk selamanya, cintailah aku di sepanjang kehidupanmu, berbahagialah jika nanti hidup bersama dengan ku.. Menemukanmu, membebaskanmu, dan menjadikan mu sebagai milik ku sepenuhnya…”

“Nado saranghaeyo, Cho Kyuhyun… Aku mencintaimu… Mencintai apapun yang dapat ku temukan dalam dirimu… Jadilah pelindungku untuk selamanya, cintailah aku sampai titik darah terakhir hidupmu, berbahagialah jika nanti menghabiskan hari tua mu bersamaku… Menemukanmu, membebaskanmu, dan menjadikan mu sebagai milik ku sepenuhnya…”

Yeon Hyo membuka matanya. Bersamaan dengan berakhirnya kutukan itu, yeoja itu menemukan takdir atau lebih tepatnya seseorang yang memang harus dipertemukan dengannya.

“Kau sudah berhutang nyawa padaku dan kali ini kau berhutang mantra kutukan padaku, Nona Yoon… Hahahhaa..”

“Yaakk!! Kau ini ! Perhitungan sekali ! Bagaimana caraku membalasnya ?”

“Membalasnya ? Hhhmm… Bagaimana kalau kau membuatkan ku cokelat setiap hari ? Kkekekkee~”

“Cokelat ? Ya!! Aku saja butuh waktu semalaman untuk membuat sekotak cokelat itu, pabbo !”

“Mwo ? Hanya cokelat sedikit itu, kau butuh waktu semalaman ? Kau ini benar-benar payah…”

“Ya!! Berhenti mengejek ku !”

“Yeoja pabbo !”

“CHO KYUHYUN !!!!”

 

=======================================

*Kim Jong Woon’s Scene*

 

18.00 KSTBall Room Star City Hotel

“KAMI DISINI!!!” seketika Hyun Jin berteriak begitu kakinya menapak di backstage. Park Shin Hye terkejut, namun seketika ia berlari memeluk Hyun Jin dengan senang. Untung gilirannya 5 menit lagi, jadi ia masih memiliki kesempatan berhias, sementara Yesung hanya perlu merapikan rambutnya saja.

“Baiikkklaaahhh…sebagai peserta berikutnya…inilah dia!!! Jung Hyun Jin!!!! Penampilan spesial dari peserta yang satu ini berjudul… Passion of Love, Lets Draw and Sing!!!!”

 

Hyun Jin mendengar ‘panggilan’ itu. Ini memang sudah ia rancang. Sambil memeragakan hasil rancangannya, Hyun Jin dan Yesung akan berduet dalam lagu ciptaan Yesung yang berjudul “In My Heart”. Yeoja itu menyukai satu lagu itu dari sekian banyak lagu yang direkomendasikan oleh namja manis bernama Yesung.

Hati Hyun Jin berdebar kencang manakala tangan Yesung menggenggam jemarinya dengan erat lalu mereka berjalan pelan memasukki catwalk. Dan hatinya tambah berdebar ketika ratusan pasang mata memusat pada Hyun, pada Yesung, serta pada pakaian yang mereka gunakan saat ini. Wah…perasaan Hyun Jin mengatakan penonton tidak menyukai rancangannya.

Ya…tersenyumlah!” bisik Yesung sambil mengeratkan genggamannya. Hyun Jin tersentak kaget, seketika langsung menarik sudut bibirnya ke atas. Menebarkan senyum kepada penonton, lalu ia mendengar riuh tepuk tangan yang membahana.

Sesampainya di ujung catwalk, Hyun Jin mulai mendengar dentingan nada yang sudah ia hafal. Saatnya Hyun Jin bernyanyi. Yeoja itu berharap Appa-nya sedang menonton TV sekarang!

I ma-eum-ui neukkim

 iissdahamyeon gat-i iisgo sip-eo

 

Eojjeomyeon geugei

 bul-an geuliwo

 

nae ma-eumsog-eseoneun ajigdo dangsin-eul

yeongwonhi saranghamnida

 

busanghamdamyeon jagsog-eun nae

sarang-eul jikigi wihae 

(cr: translate google – song title : Di Hatiku, by : Overload Romance)

****

Han River.21.30 KST

“Chukkae Nona Jung! Neol Daebak!” ujar Yesung sambil memberikan piala kemenangan kontes tadi pada Jung Hyun Jin yang hari ini tampak manis dengan gaun rancangannya sendiri.

“Gomawo Oppa!!!” teriak yeoja itu senang sambil tersenyum manis. Yesung benar-benar sudah tak tahan lagi. Namja itu mengambil bunga mawar yang sudah ia beli tadi siang di Jeju, khusus untuk Hyun Jin. Malam ini, Yesung akan menyatakan perasaannya pada Hyun Jin.

“Aku mendapatkannya Oppa! Beasiswa untuk kuliah di Paris! Yaaayy!!!” ujar Hyun Jin lagi sambil membolak-balikkan brosur yang didapatkannya sebagai hadiah lomba juara 1, yang berhak mengikuti perkuliahan di Louvre of Design Art University – France, dengan jurusan design mode.

“Hyun Jin-ah…Happy Valentine’s Day,” ucap Yesung tulus sambil menyodorkan setangkai mawar indah. Yeoja itu tercengang, namun sedetik kemudian Hyun Jin langsung memeluk Yesung. Erat dan hangat. Dan Yesung merasa, kalau jantungnya mau loncat dari tempatnya !!

“Oppa!! Gomawo! Jeongmal Gomawoyo…Happy Valentine’s Day too Oppa!” ujar Hyun Jin lembut. Yesungg membalas pelukan yeoja itu. Rangkaian kata yang sudah ia susun sedemikian rupa seketika buyar hanya dengan satu ucapan yang Yesung ucapkan untuk Hyun Jin…

“Saranghae, Hyunnie.”

Buru-buru yeoja itu mengurai pelukannya.

“Mwo? Oppa kau…?

Yesung tak menjawab lagi pertanyaannya. Namja itu tak sanggup jika harus berkata-kata lagi. Perasaan yang Yesung rasakan begitu kuat melanda batinnya dan  tak sanggup lagi untuk ditahan. Segera namja itu meraih kedua tangan Hyun Jin dan mengecup lembut punggung tangan yeoja itu yang halus.

“Hyunnie…saranghae. Aku…aku sudah lama ingin menyatakan ini, keundae…baru malam ini aku sanggup mengatakannya. Maukah kau menjadi yeoja-ku, Hyunnie?”

Sejenak Hyun Jin menatap Yesung dengan wajah polos. Namun Yesung dengan jelas melihat sebulir bening jatuh dari kelopak mata yeoja itu. Tanpa sepatah kata, Hyun Jin mengangguk.

Yesung segera menarik Hyun Jin ke dalam pelukannya.

“Na do saranghae Oppa…kau…kau memberiku segalanya dan kau adalah segala hal yang aku inginkan…kau adalah penyemangatku…pendukungku…aku mencintaimu Oppa…sungguh…”

Yesung menatap manik mata Hyun Jin. Lalu perlahan jemarinya mulai menelusuri punggung Hyun Jin yang terbuka hingga mencapai leher yeoja itu yang jenjang. Yesung mendekatkan wajahnya, dan lalu mencium bibir yeoja itu. Seluruh hasrat dan cinta namja itu yang tulus diberikan untuk Hyun Jin. Untuk yeodongsaeng sahabatnya, untuk murid vokal-nya, untuk seseorang yang selalu terlihat menyedihkan.

Dan Hyun Jin merasakan lembut bibir Yesung di bibirnya. Yeoja itu merasakan cinta Yesung yang tulus untuknya. Jantung Hyun Jin berdegup makin kencang. Yeoja itu benar-benar bahagia saat ini. Hyun jin bahagia…impiannya menjadi seorang designer, bernyanyi bersama Yesung …benar-benar Passion of Love!

“Saranghae chagiya…” Yesung menempelkan dahinya di dahi Hyun Jin sehingga wajah mereka sejajar. Mata Hyun Jin dan Yesung bertemu, puncak hidung mereka pun bersentuh.

“Na do saranghae Oppa…” balas Hyun Jin singkat dan kemudian yeoja itu memejamkan mata, dan merasakan ciuman lembut dari Yesung di malam Valentine’s yang penuh dengan cinta ini.

 

=======================================

 

*Kim Hee Chul’s Scene*

 

February, 14th 2012.

Kim’s Village. Jeju Island..

 

“Chagiya…. ,” Raehee masuk kedalam kamar Heerae dan mengecup seluruh wajah putrinya itu hingga terbangun, “eomma…” Heerae berusaha menjauh dari ‘serangan’ cium ibunya, dan Raehee terkekeh..

“Kajja, kita akan buat coklat hari ini untuk appa. Ayo bangun, mandi..”

“Ne, eomma.. eomma tunggu disini yaa..,” ucap Heerae dan langsung masuk ke kamar mandi.

****

“Eomma, appa suka coklat ?”

“Yap, appamu suka coklat putih. Jadi sekarang kita buat coklat putih untuk appa ya?” sahut Raehee dan Heerae tersenyum.

Raehee memasangkan apron pink kecil pada Heerae, mengikatnya di bawah pungggung dan belakang leher. Lalu mulai aktivitas mereka setelah Raehee juga memasang apronnya.

“Ambilkan cokelatnya sayang..” pinta Raehee, “yang ini eomma?,” Heerae menunjukan satu cokelat berbentuk persegi panjang dan Raehee mengangguk.

“Ini harus diiris, jangan terlalu tipis dan jangan besar-besar. Soalnya kalo tidak sesuai nanti bisa pecah,”jelas Raehee dan Heerae hanya manggut-manggut. Raehee tertawa.

Raehee memasukan cincangan kasar cokelat tersebut ke dalam wajan, melelehkannya. Setelah meleleh, Raehee memasukkan mentega sedikit dan membiarkan Heerae mengaduknya. Sementara Heerae mengaduk dengan senang, Raehee memperhatikan mentega tersebut. Saat dilihat sudah meleleh dan bercampur dengan cokelat putihnya, Raehee memasukkan cream susu secara perlahan-lahan, masih dengan tangan Heerae yang mengaduk.

“Pegal?,” tanya Raehee saat melihat putrinya berganti tangan untuk mengaduk.

“Anniya eomma, aku bisa kok..” jawab Heerae dan Raehee tersenyum

Setelah beebrapa menit dan melihat adonan cokelat putih tersebut sudah merata dengan mentega dan cream-nya, Raehee mematikan kompor dan memindahkan wajan.

Heerae mengikuti Raehee yang menuangkan cokelat putih kedalam cetakan kecil-kecil. Setelah selesai, mereka membiarkannya hingga sedikit adem –tidak terlalu panas- lalu memasukan cetakan tersebut kedalam kulkas.

“Hahaha, sini eomma bersihkan,” Raehee berjongkok dan membersihkan wajah Heerae yang belepotan cream, lalu melepaskan apronnya.

“Kita tunggu sampai bekuya? Yuk, kita ke appa,” Raehee menuntun Heerae keluar dapur.

****

“Tarraaaaa~~!!!” Heerae menyuguhkan sepiring cokelat putih buatan gadis itu dan ibunya di atas meja, disambut senyuman yang merekah dari bibir Heechul

“Waahhh, apa ini buatanmu chagi?” tanya Heechul sambil mencoba cokelat putih itu. “eung.. aku dan eomma membuatnya tadi..  yang ini aku yang pilih cetakannya appa..” tunjuk Heerae pada satu bentuk cokelat. Heechul mengambilnya.

“Hemm.. yang ini lebih enak.. buatan anak appa sih yaa??”

“Jadi maksudmu buatanku tidak enak, huh?” Raehee pura-pura merengut

“Lihat, eomma ngambek.. hihihihi,” Heechul terkikik geli berdua dengan Heerae, “Awas yaa…rasakan ini”

Raehee mulai mengelitiki Heechul dan putrinya, namun aktivitas itu terhenti saat ponsel Raehee berdering nyaring..

Nama klien berkedip-kedip di layar, dan Raehee melihat Heechul menggeleng. Heechul benar, ini liburannya bersama suami dan anaknya, dan ia tidak ingin menyakiti Heerae lagi dengan masih menerima telepon dari pelanggannya disaat keluarga kecil ini sedang liburan bersama. Raehee tersenyum dan menunggu panggilan itu mati dengan sendirinya, lalu mematikan ponselnya seutuhnya.

Ia sudah berjanji, sesibuk apapun ia, Raehee harus bisa membagi waktu untuk suami dan anaknya. Kejadian yang lalu, tak akan diulangi lagi..

“Sebentar lagi sunset, kita ke pantai?,” ajak Heechul dan disusul anggukan Raehee dan Heerae.

“Appa.. gendong aku..”

Heechul menggendong putrinya dan merangkul pinggang Raehee, berjalan ke pantai.. Menyaksikan indahnya sunset. Menikmati kebahagiaan dan cinta yang besar dikeluarga kecil mereka.

THE END__________________________________

*) Copyright adalah Hak hukum (dalam hal ini) seorang penulis untuk memperbanyak, menerbitkan, mengedarkan hasil tulisannya. Ia memiliki hak atas tokoh-tokoh ciptaannya, berikut jalinan ceritanya. Penulis FF tidak mempunyai hak hukum atas tokoh-tokoh canon, ia hanya bisa meng-klaim OC-nya dan ide cerita.

 

Jangan cuma jadi SILENT readers, jadilah readers yang baik. Apalagi yang termasuk kedalam Beta Reader.

 

Beta Reader yaitu  pembaca suatu FF yang menganalisis kelemahan dan keunggulan FF tersebut. So, SHOW YOUR WORDS, GUYS ^^

Sekali lagi. TERIMA KASIH banyak buat yang bersedia baca. Apalagi KOMEN.

LOVE YOU ALL… *tebar BIAS (kecuali CHO KYUHYUN :p ) kekekkeke~~

NO BASHING, IT’S JUST FF, JUST FOR FUN..

=================================

 

Cinta itu disekitarmu..

 

Dalam bentuk apapun..

 

 

Bisa..

 

Cinta ibu dan ayahmu padamu..

 

 

Bisa..

 

Cinta teman-teman dan sahabatmu..

 

 

Bisa..

 

Cinta saudara-saudara mu..

 

 

Bisa..

 

Cinta keluargamu..

 

 

Beberapa jenis cinta sering terhalang oleh suatu yang sebenarnya kita buat sendiri..

 

Sebuah kesalahan..

 

Sebuah sifat keegoisan..

 

 

Namun pada akhirnya..

 

Cinta itu akan kembali menguasai kita jika kita menerima kehadirannya..

 

 

Tak peduli seberapa keras usaha untuk mengelak..

 

Jika cinta sudah berbicara…

 

Kita tak akan pernah mampu melawannya…

 

 

Selamat hari kasih sayang..

 

Tebarkanlah cinta, kasih, dan sayang untuk siapapun..

 

Karena setiap makhluk ciptaan Tuhan, berhak untuk mendapatkannya..

 

 

Dengan Cinta,

 

By : Kim Hee Chul – Choi Rae Hee

 

==================================

 

GOMAWO ^^

Eottohke ?

udah baca FF “L.O.V.E” dari PART 1 sampe 10 kan ?

kekkekekekeke~~

ini adalah FF ‘project’ yang dipersembahkan(?) oleh sembilan author berbeda…

kami memang mempunyai gaya penulisan yang berbeda, ide yang berbeda dan tentu saja bias yang berbeda :p

kkekkekekee~

tapi kami berusaha  bersatu dengan membuat FF bertemakan cintaaaaaa😄

yaahh…walaupun banyak konflik bertebaran disana-sini.. tapi intinya tetap SATU…

GOMAWO buat yang udah baca😄

berikan komentar kalian, arraseo ?

CHO KYUHYUN – YOON YEON HYO

_Yarica Eryana_

19 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 10) [Time to END 2 of 2]

  1. ahhh~ akhirnya selesai juga baca L.O.V.E nya .. ceritanya bener-bener romantiss.. bikin aku kesem-sem sendiri😄

    mian eon aku ga komen di beberapa part coz bingung mau komen apa .. kekeke~😀

  2. Hiya…
    Emang ya storynya admin mang bener2 daebak
    dgn berbagai feat admin
    smua ceritanya bagus dan dpt ku mengerti dgn baik….
    Ku tunggu FF selanjutnya ya…
    Gumawo…
    Bow….

  3. Ahh mo dong coklatnya admin
    storynya daebak
    walau dgn berbagai karakter utama dari masing2 admin dan berbagai jln cerita tetep aja bagus
    smua crtanya bagus dan dpt ku mengerti dgn baik
    so,,gumawo ya admin
    bow….

  4. Huaa Finally happy ending..
    tetep ya, hyo-kyu berantem tru hehe
    crta nya romantis mang pas buat hari valentine,, pi dsni sbgian bsar cinta buat kekasih, cinta buat klurga d scenenya heechul..
    Cba ada utk saudara, misalnya dongsaeng k oppa nya, krn sdh mnjaganya krn ortunya sibuk/tiada..
    S’suai quote d atas cinta bs utk spa sja, gak cm kekasih, tpi orng tua, sahabat, saudara🙂
    Pi, over all ‘re good..🙂

  5. Kalau menurut ku cerita ini baguuuuuuuuuss bangett…
    Tapi lebih bagus lagi klo di jadikan k-drama kekekeke *plaakk.
    Keren sumpah
    gak tau hrus blang apa lagi..
    Daebak

  6. annyeong eonnie, aku pendatang baru.. ga sengaja nemuin blog ini sekitar dua bulan yang lalu dan langsung suka sama FF2nya, tpi karna koneksiku ga perah bagus jdinya bru sekarang bisa komen, mianhae… *ninggalin jejak dulu*, aku suka sama FF yang eonnie buat, moga aku bisa kaya gtu juga, hhehehe

  7. HyAaaaaaaAAAaaaa ªк̲̣̣υ̲̣ sukaaaa bgt Ɣƍ versi cho kyuhyun, dan lee donghae….kereeeeeennnn…………..

    Ɣƍ versi kim jong woon, agak bingung sdikit….heheeeeee balas dendamnya itu dgn cara apa ya?? Bingung..Kkkkkk~ maklum readers agak pabbo hahahaaaaaaaa tapi……. smua daebakkkkk…………fighting (ง’̀⌣’́)ง

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s