FF “L.O.V.E” (PART 6)

Cho Kyu Hyun’s Scene present by Yarica Eryana

Henry Lau’s Scene present by Hilda Tamuu

Lee Dong Hae’s Scene present by Euricha Fany

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira 

Kim Hee Chul’s Scene present by Nagita Yuanita Wadi

 

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================ 

 

 

12 FEBRUARI 2012

 

*Cho Kyu Hyun’s Scene*

“Aniya.. Aku hanya tak sengaja menabraknya oppa… Tapi dia sepertinya memang mencari masalah denganku.. Eottohke ?” sahut Yeon Hyo dengan tampang memelas.

Yeon Hyo benar-benar tak ingin bertemu dengan namja itu. Mungkin saja dia itu keturunan keluarga Cho yang memberikan kutukan itu ! Aaiish.. Bagaimanapun juga Yeon Hyo tak boleh bertemu dengannya lagi !

****

“Hyung !” pekik seorang namja sambil menghentikan permainan PSP-nya. Tampang namja itu saat ini begitu polos. Yeon Hyo bahkan hampir tidak mengenalinya ! Kim Hyun Joong kembali menarik pergelangan tangan Yeon Hyo saat menyadari langkah yeoja itu terhenti tiba-tiba begitu melihat namja tampan itu bereaksi terhadap kedatangan Yeon Hyo dan Hyun Joong.

“Hyung ?” desis Yeon Hyo tak percaya. Jangan-jangan apa yang dikatakan namja menyebalkan tadi pagi itu benar ?! Kim Hyun Joong yang selama ini Yeon Hyo kagumi itu adalah Hyung-nya ?! Aahh~ andwae ! Tidak mungkin Hyun Joong yang baik hati, tampan dan manis itu adalah Hyung dari seorang Cho Kyuhyun, si namja menyebalkan ! Kenyataan macam apa ini ?!

“Hyo-ah ?” tegur Hyun Joong saat Yeon Hyo hanya bisa menatap yeoja itu dan Kyuhyun secara bergantian. Yeon Hyo masih belum percaya kalau Hyun Joong dan Kyuhyun masih ada hubungan keluarga.

“Jadi kalian benar-benar saudara sepupu ?”

“Hhahhaa.. Wae ? Kau terkejut ?” sambar namja yang bernama Cho Kyuhyun itu sambil tersenyum mengejek. Aaiish.. Awas saja dia !

“Kau belum tahu, Hyo-ah ? Kyuhyun adalah anak dari dongsaeng eomma… Marga kami memang berbeda karna appa-ku bermarga Kim…”

“Aahh~ ne…” jawab Yeon Hyo seadanya. Yeon Hyo tak mungkin memancing keributan dengan namja menyebalkan itu di depan Hyun Joong. Bagaimanapun juga ia harus membuat Hyun Joong tertarik padanya untuk melepaskan kutukan itu ! Harus !

“Kyunnie, kau punya masalah dengan yeoja ini ?”

Kyuhyun menggeleng.

“Aniya, aku bahkan tidak menyuruhnya kemari…”

Jawaban yang meluncur dari bibir Kyuhyun membuat Yeon Hyo sontak melotot ke arah Kyuhyun. Wae ?! Dia bilang tak menyuruhnya kemari ?! Aaiish.. Dasar namja menyebalkan !

“Jinjja ? Hhmm.. Kalau begitu aku pamit…” ucap Yeon Hyo cepat.

“AWAS !!!”

Baru saja yeoja itu membungkuk tanda berpamitan. Tiba-tiba saja tubuhnya di tarik, atau lebih tepatnya dipeluk oleh seseorang. Gerakan yang tiba-tiba itu sontak membuat Yeon Hyo kehilangan keseimbangan dan jatuh bersamaan dengan tubuh yang menariknya tadi.

“Kyaaaaaa !!” pekik Yeon Hyo kesakitan saat menyadari punggungnya lebih dulu menyentuh tanah dengan cukup keras. Dinginnya salju seakan merasuk ke dalam tulang-tulangnya. Sakit sekali. Tubuh Yeon Hyo juga seperti tertimpa sesuatu yang berat. Yeoja itu berusaha membuka matanya yang sejak tadi terpejam. Mencoba mencerna apa yang sedang terjadi.

Mwo ? Dia ini mimpi atau apa ? Kenapa wajah yang sedang memeluk Yeon Hyo ini tampak seperti…..

“CHO KYUHYUN ??!!” pekik yeoja itu histeris sambil mendorong tubuh Kyuhyun agar segera bangkit. Posisi tubuh namja itu berada di atas  Yeon Hyo.

Tapi namja itu tak bergerak, matanya terpejam. Lalu hidungnya… Kenapa hidungnya berdarah ?

“Kyuhyun-sshi ! Bangun ! Aku mohon bangun lah, Kyuhyun-sshi !”

Yeon Hyo mencoba menepuk-nepuk pelan wajah tampannya. Tapi namja itu sama sekali tidak bereaksi. Eottohke ? Yeon Hyoharus bagaimana ?

“Hyun Joong oppa ! Oppa !!” pekik Yeon Hyo sambil mencari sosok namja yang ia yakin tak berada jauh dari sini. Tapi hasilnya nihil. Kemana Hyun Joong sebenarnya ? Apa pergi mencari bantuan ?

Yeon Hyo berusaha bangkit dan menoleh ke samping kirinya. Mwoya ?! Jadi itu alasan namja ini mendorong Yeon Hyo sekeras itu ?

Yeon Hyo menatap tumpukan salju dengan ranting-ranting pohon besar itu dengan ngeri. Kalau saja Kyuhyun tidak mendorongnya, tentu yeoja itu akan mati secara mengenaskan karna ranting-ranting tajam itu.

Yeon Hyo terpana. Kenapa Kyuhyun menolongnya ? Kenapa ?

“Hyo-ah !!”

Yeon Hyo sontak menoleh dan menemukan Hyun Joong tengah berlari menuju ke arahnya dan Kyuhyun dengan beberapa orang namja yang tampak mengekornya dari belakang.

“Kyunnie ?! Bangun ! Ya!! Cepat bawa dia ke klinik !” seru Hyun Joong tampak panik.

Namja-namja itu mengangkat tubuh Kyuhyun yang sedang dalam posisi tidak sadarkan diri. Sedangkan Hyun Joong membantuku berdiri.

“Gwaenchana ?” tanya Hyun Joong tampak khawatir.

Yeon Hyo mengangguk cepat dan kembali menatap ke arah Kyuhyun yang kini akan di bawa ke klinik kampus mereka. Yeoja itu yakin Kyuhyun tadi terkena dahan pohon yang ambruk itu saat melindungi Yeon Hyo tadi. Aigoo.. Eottohke ?  Yeoja itu berharap Kyuhyun baik-baik saja. Walaupun namja itu  menyebalkan dan selalu membuatku kesal.

****

“Kenapa kau menyelamatkan ku ?” tanya Yeon Hyo pelan.

Namja itu tak menjawab, hanya menatap lurus ke arahnya dengan tatapan yang tak bisa Yeon Hyo jelaskan.

“Sakit ? Katakan padaku, mana bagian yang sakit..”

Yeon Hyo beranjak dari tempatnya duduk, tangan kanannya terulur menyentuh dahinya. Tapi tiba-tiba namja itu menepisnya dengan kasar.

“Ya!! Kau ini kenapa ?!” seru Yeon Hyo terkejut. Yeoja itu baru saja ingin berbaik hati pada Kyuhyun karna sudah menyelamatkan nyawanya, tapi dia malah kasar seperti ini ! Aaiish !

“Jangan sentuh aku…” desis Kyuhyun tajam.

Yeon Hyo menatap namja itu dengan pandangan aneh. Namja itu, benar-benar tidak bisa ditebak ! Kalau saja Yeon Hyo tidak berhutang nyawa padanya, tentu ia tak kan sudi duduk berlama-lama disini untuk menunggu Kyuhyun sadar !

“Kau tidak terluka kan ?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Yeon Hyo melongo.

Namja ini menanyakan keadaan Yeon Hyo ? Apa Kyuhyun mengkhawatirkannya ? Dasar namja aneh.

“Aniya.. Aku baik-baik saja.. Gomawo sudah menyelamatkan ku…” sahut Yeon Hyo sambil tersenyum tulus.

Namja itu lagi-lagi tidak menjawab dan kembali menatap Yeon Hyo tajam. Yeoja itu balas menatap. Keadaan hening. Entah kenapa, Yeon Hyo selalu kehilangan kata-kata saat berdekatan dengan Kyuhyun. Walaupun Yeon Hyo membenci namja itu, tapi ia suka sekali memandangi wajah Kyuhyun yang jutek. Namja itu tetap terlihat tampan bagaimanapun juga keadaannya.

“Hari sudah sore, pulang lah… Besok aku akan membantu mu mengerjakan tugas…”

“Mwoya ??!! Darimana kau…….”

“Tak perlu tahu.. Pulanglah sebelum aku berubah pikiran..” ucapnya dingin.

Namja itu mengalihkan pandangannya dari wajah Yeon Hyo. Kini mata Kyuhyun tertuju pada kaca jendela yang berembun. Entah apa yang Kyuhyun pikirkan sekarang. Tapi menurut Yeon Hyo, Kyuhyun tak seburuk kelihatannya. Kyuhyun namja yang baik di saat-saat tertentu.

Yeon Hyo mengangguk dan segera menyambar mantel putih berbulunya. Kembali mengucapkan terima kasih walaupun Yeon Hyo yakin namja itu tidak akan menjawabnya.

Kim Tae Hee sudah menunggu Yeon Hyo di luar sejak tadi. Mungkin Tae Hee sudah mati bosan karna yeoja itu berada didalam sejak satu jam yang lalu.

Tapi baru saja Yeon Hyo meraih gagang pintu dan hendak membukanya, tiba-tiba yeoja itu mendengar percakapan yang sebenarnya tak boleh ia dengar. Bukan tidak boleh, tapi tidak seharusnya !

Yeon Hyo hanya mampu berdiri dalam diam. Tangannya  gemetar. Air matanya hampir saja tumpah kalau saja yeoja itu tidak cepat-cepat menahannya.

“Eottohke ? Aku harus bagaimana, oppa ? Aku bahkan tidak mampu menyembunyikannya… Aku mencintaimu, jauh sebelum aku mengetahui kenyataan kalau Yeon Hyo juga menyukaimu…”

Kim Tae He berdiri tak jauh dari Yeon Hyo. Wajah cantik Tae Hee terlihat jelas tengah berbicara atau lebih tepatnya mengutarakan perasaannya pada seorang namja yang sangat sempurna dimata Yeon Hyo. Kim Hyun Joong.

Mereka…

Mereka berpelukan ?

Kenapa hati Yeon Hyo rasanya sakit sekali ?

Tanpa yeoja itu sadari, kakinya perlahan bergerak mundur. Tubuhnya berbalik dengan sendirinya. Dan kemudian Yeon Hyo berlari. Lari ke arah seseorang yang baru saja mencoba berdiri dengan sempoyongan. Cho Kyuhyun.

Tubuh yeoja itu bergerak sendiri. Yeon Hyo tak sadar ! Ya, Yeon Hyo sudah tak sadar dan tidak peduli lagi siapa yang ia peluk saat ini. Yang yeoja itu tahu, dirinya membutuhkan tempat untuk menjadi kekuatannya agar berhenti menangis.

“Ya! Ya!! Waeyo ?! Kau kenapa ?!” tanya Kyuhyun setengah protes.

Yeon Hyo menggeleng dan kembali membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Memeluk namja itu erat. Rasanya sakit. Sakit yang tak tertahankan lagi. Yeon Hyo tak menyangka kalau Kim Tae Hee dan dirinya mencintai namja yang sama. Kenapa kenyataan begitu menyakitkan ?

“Diam lah, jangan menangis…”

Yeon Hyo tahu Kyuhyun pasti bingung kenapa yeoja itu tiba-tiba menangis seperti ini. Apalagi menangis di hadapannya. Yeon Hyo sama sekali tidak pernah melakukan hal itu. Tapi hari ini yeoja itu tak tahan lagi, tak ada tempat yang bisa ia tuju selain Kyuhyun.

Kyuhyun hanya berdiri tanpa reaksi apapun. Tiba-tiba saja tangan namja itu membelai rambut Yeon Hyo. Kyuhyun, pada akhirnya balas memeluk Yeon Hyo.

“Kau tahu ? Saat menangis, kau tampak jelek sekali… Oleh karna itu, jangan menangis lagi.. Aku benci melihatnya.. Aku tak mengenal nona Yoon yang lemah seperti ini.. Arraseo ?”

Yeon Hyo mengangguk dan melepaskan pelukan Kyuhyun. Menyeka air matanya dengan cepat. Kyuhyun tersenyum. Bukan senyuman mengejek, tapi senyuman paling tulus yang baru pertama kali Yeon Hyo lihat tampak di wajah Kyuhyun.

“Kyuhyun-sshi… Gomawo…”

====================================

*Henry Lau’s Scene*

 

@Dongdaemun Night Market

Henry menhentikan mobilnya tepat di sisi jalan, menegok ke belakang melihat yeoja yang ada di belakannya, sambil tersenyum.

“Untuk apa kita ke sini?” Tanya Hyuri padanya yang kemudian turun da berdiri di sebelahnya yang masih duduk di atas motornya.

“Oppa sangat lapar, kita singgah di sini sebentar, ne?” balas Henry padanya.

“Ahh!~ baiklah!

“Kajja!” Seru Henry kemudian menarik tangannya.

Mereka berdua berhenti tepat di sebuah toko yang menjual berbagai macam model rajutan tangan.

“Ya! Untuk apa kita ke sini Oppa?”

“Jangan bertanya lagi! Ahjumma tolong berikan sepasang syal putih” seru henry, menyuruh pada seorang ahjumma yang sedang menjaga toko itu, Ahjumma itu mengangguk sambil tersenyum pada mereka dan menyerahkan syal putih itu ke tangah Henry.

“Kalian berdua sangat serasi” ucap Ahjumma itu, yang di balas dengan senyuman ramah dari mereka berdua.

“Gomawo Ahujumma” balas Hyuri, setengah membungkukkan badannya pada ahjumma itu dan kemudian keluar dari toko kecil itu.

“Pakai ini” ucap Henry sambil menglungkan Syal itu ke leher Hyuri.

“Gomawo! Bukankah kau bilang tadi kau lapar?” Tanya Hyuri pada namja yang sedang tersenyum padany setelah mengalunkan syal itu pada leher Hyuri.

“Ne kita makan di sana” ucap Henry sambil menunjuk kea rah sebuah resrtoran cepat saji ‘Burger King’.

****

@Hyu Ri Home’s

Malam ini adalah hari pertunangan Victoria dan Nichkhun, para tamu undangan yang telah di undang oleh keluarga mereka mulai berdatangan.

Hyuri yang saat itu menggenakan gaun putihnya sedang sibuk menekan tombol-tompol yang ada di ponselnya, menghubungi seseorang.

“Aissssshhhh! Ponselnya tidak aktif!” ucap Hyuri kesal sambil menghetakkan kaki kirinya yang sedang memakai HighHeels ke lantan, seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Membuatnya tersentak kaget.

“Aigoo! Kenapa ponsel mu tidak bias di hubungi oppa?” Tanya Hyuri mengangkat sebelah alisnya melihat namja tampan yang menggunakan setelan jas putih di hadapannya, membuatnya semakin tampan.

“Mianhae Hyuri-ya, ponsel Oppa tertinggal di rumah” balas namja itu sambil mengacak pelan rambut Hyuri.

‘Aigooo, kau sangat tampan oppa’ ucap Hyuri dalam hati, segera menggelaengkan kepalanya. Ingin sekali ia memeluk namja. Henry tampak bingun melihat tingkah yeojachingunya ini.

“Wae? Kanapa kau menggeleng seperti itu? Apa yang sedang kau fikirkan?” Tanya Henry padanya.

“Anni, bukan apa-apa” balas Hyuri kemudian tersenyum.

****

“Henry, kau sudah di sini?” suara sapaan seorang namja dari belakannya.

Henry membalikkan tubuhnya melihat siapa yang menyapanya. Meliha seorang namja dengan setelan jas Hitamnya sedang menggandeng tangan Yeoja cantik yang berdiri di sampingnya, henry tersenyum pada mereka berdua.

“Ahh~ Victoria, Nichkhun Chukkae” ucap Henry pada Nichkhun & Victoria, ukiran senyum bahagia terukir dari sudur bibir mereka berdua.

“Gomawo Hendri-ya” balas Victoria padanya

“Oppa, kau terlihan ‘Sedikit’ tampan malam ini” ucap Hyuri pada Nichkhun sambil tersenyum meremehkan.

“Ya! Kau! Dari dulu oppa memang sangat tampan” Balas Nichkhun setengah berteriak padanya.

“hahahah, kau terlalu percaya diri oppa”

“Aishhhhh! Anak ini, mana mungkin aku tidak tampan. Victoria saja menyukaiu” balas Nichkhun sambil melirik Yeoja yang sedang tertawa mendengar perkataannya itu.

“Kau tertawa? Apakah ada yang lucu di sini?”

“Ne, kau sangat Lucu Chagiya. Haahaha”

“Aiiisssshhh! Sebaiknya kita pergi dari sini, sebelum Hyuri mengatakan yang tidak-tidak tentang ku. Kita pergi ke sebelah dulu Henry dan ajari Yeojachingu mu ini cara bersopan santun kepada orang yang lebih tua darinya” ucap Nichkhun samba menepuk bahu sebelah Henry.

“Hhhhahh, ne..ne. Aku akan mengarajinya” balas Henry, melirik ke arah Hyuri yang sedang subuk dengan ponselnya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Henry pada yeoja yang ada di sebelahnya yang masih sibuk dengan ponselnya.

“Anni, foto-foto kemarin saat kita ‘dongdaemun’ semuanya terhapus begitu saja, Aiissshhhh!”

“Hanya itu saja? Kita bias kembali dan mengambil foto-foto kita bersama di sana, kau tidak perlu cemas seperti itu” ucap Henry, sambil memegang pergelangan tangan Hyuri

“Ne” jawab Hyuri tampak tak bersemangat lagi.

“Jangan pasang wajah seperti itu, kau terlihat sangat jelek”

“Aisshhhhhh!”

“Besok oppa akan menjemput mu, dan harap kau memakai baju dan Syal yang aku berikan pada mu Hyuri-ya. Arra?”

“Ne, arraseo Oppa”

====================================

 

*Lee Dong Hae’s Scene*

 

“Mianhae apa kalian kenal Euhyun?”,tanya Donghae pada 3 yeoja yang duduk di depan gedung jurusan tari dengan masih mengenakan baju baletnya. Satu berambut lurus,satu berambut coklat emas,satu lagi berambut keriting.

“Eh?? Euhyun? Sepertinya tadi masih ada di dalam studio latihan. Neo nuguya?”,kata yeoja berambut keriting dengan tatapan terpesona pada Donghae.

“Eh..eh..eh..”,kata salah seorang yeoja berambut hitam yang datang dari dalam gedung sambil berlari,Han Ga In.

“Kim Bum.. Kim Bum dia dan Euhyun di dalam studio kyaaa”,kata yeoja itu.

“Kim Bum – Euhyun wae??”,tanya yeoja berambut lurus.

“Mereka sedang di potret pelatih dengan pose berpelukan”,kata Ga In.

“MWOO?? Kyaaa.. Kim Bum dan Euhyun?? Mereka tertangkap basah sedang bermesraan maksudmu?”,tanya yeoja berambut coklat emas.

“Aniya.. Kim Bum malah sengaja berpose dengan Euhyun agar di potret bersama oleh pelatih.

“Padahal selama ini Kim Bum tak pernah mau dekat dengan yeoja manapun. Bahkan putri kampus yang menyatakan cinta padanya pun ia tolak,kenapa malah dengan Euhyun?? Sudah ku duga hubungan mereka tak sebatas dalam pementasan saja nde?”,kata Ga In.

Keempat yeaoja itu menggosip tanpa mereka tahu Donghae memperhatikan mereka sejak lama.

“Ah mianhae,neo nuguya?? Sepertinya Euhyun  masih ada dalam studio”,kata yeoja berambut keriting yang menyadari keberadaan Donghae masih di depan mereka.

Donghae tersenyum dan dengan santainya ia menjawab,”Naea.. Euhyun namjachinguimnikayo”,kata Donghae membuat semua yang ada disitu berhenti bernafas. “Geurrom”,kata Donghae lalu menundukkan kepalanya.

Langkah Donghae terhenti di depan undakan tangga pintu gedung ketika ia melihat dengan matanya langsung Euhyun turun dengan seorang namja. Mata mereka bertemu dan Euhyun tersenyum pada Donghae.

Kim Bum yang awalnya tak tahu siapa Donghae namun ia bisa menebaknya bahwa namja di depannya itulah yang bernama Lee Donghae. Kim Bum dengan sengaja menggandeng tangan Euhyun dan dengan wajah penuh senyum seperti malaikat ia menarik Euhyun menuruni tangga.

Euhyun tersentak kaget dan ia semakin terkejut ketika tangan kanannya yang bebas kini ada yang menahan. Donghae memegang tangan Euhyun dan mereka bertiga saling berpandangan.

“Euhyun~ah oppa datang untuk menjemputmu”,kata Donghae tanpa mengalihkan matanya dari Kim Bum.

“Kim Bum~ah dia adalah namjachinguku”,kata Euhyun. “

Ah mianhae,geurrom”,kata Kim Bum lalu melepaskan cengkramannya pada Euhyun dan berjalan mundur.

“See you tomorrow my Juliet”,kata Kim Bum tanpa dosa.

“Kajja”,kata Donghae.

“Oppa neo wae?”,tanya Euhyun.

“Aniya,gweanchana”,kata Donghae,ia terus menggandeng Euhyun dalam diam menuju parkiran.

Donghae memakaikan helm dan memakaikan jaket pula pada Euhyun. Donghae memang bukanlah tipikal namja yang tega pada perempuan,terlebih pada Euhyun ia selalu menjaganya. Semarah apapun ia pada Euhyun,cintanya pada Euhyun tetap mengalahkan ego nya.

Donghae mengelus pipi Euhyun. “Kajja”,katanya sambil tersenyum. ‘Oppa..mianhae..’,batin Euhyun

 

============================================

*Lee Sung Min’s Scene*

 

Apartment GoHyeon, 9 Floor, 1056 RoomMorning, 06.00 KST 

 

 

H-2 Before Valentine ~

“YA Cho Sue Yeon!!!!” Suara Nyaring itu kembali terdengar di pagi hari yang damai ini. Sue Yeon menyadari bahwa itu adalah Suara Sungmin. Ia segera membuka matanya perlahan dan menyentuh kepalanya. Ia mengeluarkan sedikit suara desahan kesakitan agar Sungmin dapat mendengarnya

“Ya? Gwaenchanayo?” Tanya Sungmin cemas. Ia duduk di tepian kasur Sue Yeon dan menyentuh dahi Sue Yeon lembut “Apa kau sakit?” Tanya Sungmin lagi. Sue Yeon mencoba menggeleng.

“Kepalamu sakit?” Sepertinya Sungmin sangat khawatir dengan keadaan Sue Yeon saat ini

“Sedikit, bisakah kau ambilkan aku obat sakit kepala? Ada di atas sana” Pinta Sue Yeon dengan suara serak, ia masih menyentuh kepalanya. Sungmin dengan segera mengambil kotak P3K yang terletak di atas lemari Sue Yeon.

“Kau istirahatlah hari ini. Apa kita perlu ke dokter?” Tanya Sungmin ketika menyerahkan obat sakit kepala itu.

Sue Yeon menggeleng cepat dan segera duduk “Aku hanya butuh istirahat, kepalaku sakit sekali” Rengeknya.

“Arrasseo, istirahatlah. Aku harus ke toko, sekarang sudah jam 8. Jangan lupa sarapan” Ujar Sungmin memperingatkan. Sue Yeon mengangguk dan Sungmin keluar dari kamarnya. Dengan cepat Sue Yeon berlari ke jendelanya melihat apakah Sungmin sudah benar benar pergi.

Dan saat mobil Sungmin telah keluar dari pekarangannya, ia meloncat kegirangan. “Yeeeeiii!!!!” Teriaknya, akhirnya ia berhasil menipu namja yang menjadi penghalang bagi salah satu rencananya.

Seperti yang Min Ho katakan sebelumnya, hari ini ia akan mencari gaun atau sebuah dress untuk ia bawa ke Club malam H-1 sebelum valentine nanti. Dengan segera Sue Yeon berlari menuju kamar mandi setelah memilih baju untuk di pakai membeli pakaiannya nanti.

Sedangkan Sungmin baru saja sampai ke cake shopnya dan menyapa pelanggan yang duduk di kursinya masing masing. Memang, untuk seorang pemilik cake shop sepertinya harus ramah pada semua pelanggan agar ia di senangi oleh mereka.

Min Ho mengernyit menatap Sungmin yang tak membawa Sue Yeon bersamanya “Hyeong? Mana Sue Yeon? Bukankah kau bilang ingin menjemputnya dulu sebelum datang ke sini?” Tanya Min Ho heran.

“Sue Yeon sedang sakit, wajahnya pucat dan tak seperti biasanya, hari ini dia ku biarkan izin” Jawab Sungmin, ia lalu berjalan menuju ruangannya.

“Hyeong?” panggil Min Ho, Sungmin membalikkan tubuhnya menatap namja yang kini memegang sebuah adonan di tangannya

“Jangan khawatir. Besok ia akan kembali bekerja seperti biasa” Ujar Min Ho, ia seakan memberikan semangat pada Sungmin karna ia paham perasaan Sungmin saat ini. Sungmin hanya tersenyum dan kembali berjalan menuju ruangannya.

****

 

E-Mart Mall, Seoul Korea. 3 Floor. Afternoon, 14.00 KST 

 

“Aku lapar sekali” Sue Yeon mengusap usap perutnya yang sejak tadi tak berhenti berdering.

Sejak ia masuk ke sebuah mall untuk memburu dress tak ada yang cocok untuk tubuhnya karna ia tak terbiasa menggunakan dress atau gaun. Sue Yeon menemukan sebuah restorant kecil dan ia segera masuk mencari meja kosong. Hanya satu yang tertinggal.

Ia segera berjalan menghampiri meja tersebut dan duduk dengan perasaan kacau. Tapi seorang namja juga bersamaan duduk saat ia menduduki meja itu. Alhasil mereka duduk berhadapan. Sue Yeon terkejut dan tersenyum agar terlihat sedikit menghormati namja yang ada di depannya

“Ku kira tempat ini masih kosong. Mianhamnida, aku akan pindah” Ujar namja itu dan segera berdiri, ia sedikit membungkuk agar menghormati Sue Yeon

“ah, aniya. Anjdaeyo. Apa kau makan sendirian?” Tanya Sue Yeon. Namja itu mengangguk. “Aku juga sendirian, jadi tak masalah” Jawab Sue Yeon.

Namja itu kembali mengangguk dan duduk. Seorang witers datang membawakan buku menu dan mereka sibuk memilih satu sama lain.

“Spaghetti” jawab mereka serentak. Weiters itu tampak tersenyum dan mengangguk karna mendengar jawaban kompak dari kedua pelanggannya.

“Ireumi mwoya?” tanya namja itu setelah mereka memesan makanan.

“Cho Sue Yeon imnida” Jawab sue Yeon ramah

“Jung Il Woo imnida” lalu mereka sama sama tersenyum satu sama lain.

Mereka berbincang sampai akhirnya mereka selesai makan. Sue Yeon tampak berbicara ramah pada Il Woo. Bagi Sue Yeon, selain tampan namja ini sepertinya punya pendidikan yang tinggi.

“Besok, maukah kau makan bersama ku lagi? Seperti ini juga?” Tawar Il Woo, Sue Yeon terperangah sesaat dan mengangguk. Inilah yang ia cari, seorang namja yang perfect seperti Jung Il Woo.

Mereka serentak berdiri dan berjalan ke daerah cassier, “Biar aku yang membayarnya. Sebagai tanda terima kasih karna kau mau makan malam bersamaku” Jawab Il Woo.

Sue Yeon semakin di buat terperangah oleh sikap Il Woo yang sangat baik hati baginya. Mereka sempat bertukar nomor telfon sebelum berpisah.

“Aku harus kembali ke kantor” Ucap namja itu gugup namun tetap merespon senyuman Sue Yeon. “Apa kau bekerja di sebuah kantor?”

“Aku manager sebuah hotel di Gangnam” Sejak tadi Il Woo selalu menyunggingkan senyumannya

“Ia ramah sekali” Batin Sue Yeon.

Lalu beberapa saat kemudian mereka pergi ke jalan yang berbeda. Sue Yeon kembali mencari apa yang ia cari dan Il Woo kembali ke kantornya.

===================================

*Kim Hee Chul’s Scene*

February, 12th 2012. 

 

Kediaman Keluarga Kim. Wonju, Kangwondo.

Raehee membuka mata dan menyadari ada yang aneh. Ia menoleh kesamping dan sudah mendapati Heechul tak ada.

Raehee menoleh saat ia mendengar suara pintu terbuka. Heechul muncul dari dalam kamar mandi. Pria itu tersenyum.

“Good morning~~”

“Good morning..” Raehee duduk bersandar di headbed . “aku tidak ingat kalau aku tidur di kamar dan berganti baju”

“Memangnya kau mau tidur semalaman dengan bergelung duduk di ruang kerjamu hah? Jadi aku mengangkatmu kesini. Berat badanmu sepertinya bertambah ya?” ucap Heechul sambil melemparkan handuk bersih pada istrinya itu, “mandi sana. Tebus kesalahanmu pada Heerae dengan mengantarnya hari ini”

Raehee merengut dan berjalan ke kamar mandi. “Tunggu, kau bilang aku berat? Bertambah berat badan? Aigo~~ apa aku terlihat gemuk?”

“Mandi sana!!”

“Kekekekek”

****

Raehee melihat kamar putrinya sudah kosong dan ia yakin kalau Heerae sudah turun kebawah untuk sarapan. Oke. Ia harus menebus kesalahannya kemarin.

Dan benar, disana, ia melihat Heerae sedang asik melahap roti selai favoritnya. Dan Heechul yang juga membaca koran, kebiasaan pagi.

“Good morning chagiya..” Raehee menyodorkan pipinya untuk dikecup Heerae, tapi gadis kecil itu tidak menggubrisnya, sepertinya ia benar-benar marah pada Raehee. Raehee yang tahu akan hal itu, sepat mencium lembut pipi Heerae yang masih bergeming, tidak mengacuhkan kehadiran ibunya.

Heechul memperhatikan mereka dan mengangkat bahu saat Raehee memandangnya.

“Hari ini eomma antar ya??” tawar Raehee pada Heerae. “aku berangkat bersama Siu Lin. Siu Lin, kajja” ucap Heerae yang sepertinya tidak mengacuhkan Raehee

Heerae berdiri setelah menghabiskan susunya. Mengecup sekilas Raehee dan agak lama di Heechul. Kemudian menggandeng Siu Lin yang meminta izin pada Raehee serta Heechul. Wanita itu hanya bisa mengangguk pasrah.

“Dia benar-benar marah padamu” ucap Heechul yang tidak memperbaiki suasana hati Raehee

“Aku tahu. Tak usah diperjelas. Lalu aku harus bagaimana?”

“Jemput dia hari ini dan ajak pergi jalan-jalan. Kurasa itu bisa membuatnya memaafkanmu”

“Tak bisa. Aku saja baru mau minta ijinmu, aku pulang larut hari ini. Gaun itu harus diserahkan untuk di coba besok, dan aku harus menyelesaikannya hari ini juga. Kumohon, ijinkan aku?”

Heechul berdecak kesal. Raehee sukses membuat dua orang kesal karena pekerjaannya saat ini.

“Kau harus berjanji satu hal padaku,” ucap Heechul kemudian

“Apa?”

“Aku tidak mau kau bekerja dari tanggal 14 sampai 20 nanti. Aku sudah pesan untuk liburan kita di Jeju, jangan gagalkan hanya karena pekerjaanmu. Lihat saja, kau sudah membuat Heerae marah..”

Raehee menghela napas. Ia sudah berjanji untuk menghadiri pesta pernikahan itu sebenarnya. Tapi saat ini, keluarga kecilnya memang lebih penting. Apalagi Heerae, Raehee yakin gadis itu marah padanya, dan Raehee tak ingin membuat putrinya bertambah kesal hanya karena liburannya tidak dihadiri Raehee atau malah mungkin batal sama sekali. Raehee akhirnya mengangguk dan pamit pergi. Ia harus segera membereskan pekerjaannya agar selesai tepat waktu.

****

February, 13th 2012.

Sialnya Heechul juga pulang larut. Tak menyangka kalau ada tiga orang yang melahirkan hari ini dan membuat tubuhnya sangat kelelahan. Heechul adalah dokter kandungan, sama seperti Hye Neul yang merupakan dokter tempat Seo Ri Rin berobat dulu.

Heechul melihat jam di pergelangan tangan kirinya. Jam satu malam. Ia memikirkan putrinya yang ia yakini pasti sudah tidur.

Heechul berbelok di tikungan perumahannya dan melihat kalau mobil Raehee baru saja memasuki halaman rumah. Pria itu yakin kalau Raehee juga baru saja pulang, sama sepertinya. Ada sirat khawatir karena sempat melihat wajah Raehee yang pucat sejak kemarin. Lalu ia ingat saat Raehee ketiduran di ruang kerjanya. Istrinya itu pasti sangat lelah.

Heechul membelokkan mobilnya dan memasuki pekarangan rumah. Sayangnya, sebelum mobilnya masuk dengan sempurna, Heechul sudah melompat keluar mobil saat melihat Raehee terbaring tak jauh dari mobilnya. Istrinya itu pingsan.

Heechul dengan sigap menggendong Raehee dan meletakkannya ke atas ranjang. Memeriksa dengan seksama keadaan istrinya yang ia yakini sangatlah kelelahan. Heechul tersenyum pada Heerae yang sudah masuk kekamar mereka.

“Belum tidur chagi?” tanya Heechul sambil tetap memeriksa Raehee, pria itu sedikit mengernyit dan menatap Raehee lama.

“Sudah. Tapi terbangun karena mendengar appa berteriak memanggil eomma tadi. Eomma kenapa appa? Apa eomma seperti ini karena aku?” pertanyaan polos dari Heerae membuat Heechul kembali memfokuskan diri pada putri kecilnya.

 

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Bagaimana keadaan hati Yeon Hyo saat ia tahu bahwa ‘cinta’nya gagal?

 

Kemana Henry mengajak Hyuri pergi ?

 

Akankah Sue Yeon mendapatkan Il Woo sebagai namjachingunya?

 

 

Apakah yang terjadi pada Raehee ?

 

SEE THE PARTS ^^

5 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s