FF “L.O.V.E” (PART 3)

Park Jung Soo’s Scene present by Ernitha Sinaga

Lee Dong Hae’s Scene present by Euricha Fany

Lee Sung Min’s Scene present by Niken Refanthira

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================

 

6 FEBRUARI 2012

 

*Park Jung Soo’s Scene*

 

 

Seung Ri menghabiskan coklat yang ada dihadapannya. Baru kali ini ia bisa menghabiskan coklat yang seperti ini. Biasanya ia tidak pernah menyentuh coklat seperti ini.

Seung Ri  menoleh kebelakang , “Aneh, Seperti ada yang memperhatikan aku” Gumamnya karena tidak menemukan siapapun. Hanya ada seorang namja yang sibuk dengan desain coklat yang ada dihadapannya.

“Wae Seung Ri-a…?” Tanya Eun Ra  “Gwencana” Jawab Seung Ri sambil melahap sisa coklat yang ada dihadapannya

 

“Biar aku yang bayar” Ujarnya lagi sambil beranjak dari tempatnya

Seung Ri berjalan menuju kasir. Ia melihat Jung Soo sibuk dengan coklatnya.

 

“Ahjussi” Panggil Seung Ri

 

“Ne” Jawabnya sambil menegakkan tubuhnya yang sedari tadi menunduk sambil membentuk Coklat itu.

“Mwoya?” Tanyanya

 

“Aku mau bayar” Ujar Seung Ri sambil menyerahkan uang 100.000 Won padanya.  “Tunggu sekejap”Ujar Jung Soo.

 

Jung Soo mengambil uang kembalian Seung Ri. Seung Ri melihat-lihat cokelat-cokelat yang ada dilemari kaca mereka. Ada 1 Coklat yang menarik perhatian Seung Ri. Coklat dengan bentuk wajah yang beragam-ragam.

“Nona,..Ini kembalianmu”

“Aku pesan itu” Ujar Seung Ri sambil menunjuk kearah coklat berbentuk wajah  “Akan kuambilkan” Ujar Jung Soo.

 

“Jadi semuanya total 100.000 Won” Ujar namja itu lagi

 

“Ne,Gomawo” Jawab Seung Ri sambil tersenyum pada Jung Soo dan langsung meninggalkannya menuju Eun Ra. Seung Ri pun menarik Eun Ra pulang dari toko itu.

 

****

 

Yeoja itu menghilang dari pandangan Jung Soo setelah dia keluar dari pintu Toko.

 

“Hyung…” Lagi dan lagi Changmin mengagetkan Jung Soo  “Hyung…Belakangan ini kau menjadi lebih banyak melamun” Ujar Changmin

 

“Ania…” Jawab Jung Soo  “Kau Jatuh Cinta kan ?” Tanya Changmin

 

“Mwo…? Ania…”  “Aigoo hyung,Kau jangan berbohong padaku”

 

“Ne, Aku tidak berbohong” “Kau jatuh cinta pada Chingunya Eun Ra bukan?” Tanya Changmin

 

“Kau ini” Jawab Jung Soo sambil menjitak kepala Changmin dan pergi

 

“Sakit hyung, Hyung… kau tidak bisa bohong padaku” Teriak Changmin  “Sudahlah, Kau jaga saja toko. Aku ingin istirahat” Jawab Jung Soo

 

Jung Soo langsung naik kelantai atas toko, masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya diatas ranjang putih. Memejamkan matanya.

“Apa benar aku menyukainya?”

Tiba-tiba saja bayangan wajah Seung Ri muncul dipikirannya. Jung Soo spontan membuka matanya saat itu juga.

“Jung Soo-a… ada apa denganmu? Apa benar ucapan Changmin?” Gumamnya lagi

 

“Ah Sudahlah…” Gumam Jung Soo sambil merapikan penampilannya dan segera turun untuk membantu Changmin dibawah.

 

****

 

7 FEBRUARI

 

Seperti biasa, Jung Soo melakukan tugasnya ditoko. Jung Soo membereskan seisi toko. Jung Soo mencari-cari sosok Seung Ri , tapi tidak menemukannya.

 

Bel tanda mata kuliah dimulai sudah berbunyi. Jung Soo menarik nafas panjang saat ia tidak menemukan yeoja itu. Ada  perasaan kesal dihatinya. Ia  kembali kedalam toko dan melanjutkan tugasnya membentuk coklat-coklat itu.

 

“Ahjussi, aku pesan satu” Ujar seseorang  “Ne” Jawab Jung Soo tanpa menoleh

“Kau..?” Serunya kaget saat melihat Seung Ri  “Mana pesananku?” Tanya yeoja itu

“Mian, Chankaman” jawab Jung Soo sambil cepat-cepat menyiapkan pesananannya dan mengantar Coklat itu kemejanya.

“Kau cabut?” Tanya Jung Soo  “Ne, Aku malas bertemu dengan mantan namjachinguku” Jawab Seung Ri

 

“Kenapa bisa putus?” “Bukan urusan Anda bukan?” Sahut Seung Ri ketus

 

“Mianhe” Jawab Jung Soo sambil berjalan meninggalkan Seung Ri dan kembali ketempatnya.

 

Jung Soo meninggalkan Seung Ri sendiri. Yeoja itu melihat sekeliling. Hanya ada mereka bedua di toko itu. Lama-lama Seung Ri merasa. Setelah ia berbicara kasar pada Jung Soo tadi, namja itu tidak mengganggunya lagi. Sibuk dengan coklatnya. Seung Ri berjalan mendekati Jung Soo yang sibuk dengan coklat.

 

“Mianhe…” “Buat..?” Tanya Jung Soo cuek

“Aku tadi berbicara kasar padamu”  “Gwencana” Jawab namja itu dengan nada yang masih sedingin tadi.

“Mian Ahjussi… Aku boleh tahu namamu?”  “Jung Soo”

Seung Ri hanya diam mendengar jawaban Jung Soo, dan ia memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya.

“Chankaman” ujar Jung Soo sambil menatap Seung Ri “Ne?”

 

“Mau kuajari membentuk coklat yang indah?” Tanya namja itu  “Jinjayo?”

“Ne”  “Ne, Aku mau”

“Kenakan ini agar tidak mengotori pakaianmu” Ujar Jung Soo sambil memberikan celemek pada Seung Ri.

 

“Coba kerjakan itu” Seru namja itu lagi sambil memberikan adonan coklat yang belum terbentuk pada Seung Ri

“Aku tidak tau” Jawab yeoja itu polos  “Baiklah, Lihat ini” seru Jung Soo sambil menunjukkan cara-caranya.

 

Seung Ri mencoba cara-cara yang diberitahu Jung Soo.Tapi ternyata tidak semudah yang ia duga. Ini benar-benar sulit.

 

“Itu bukan seperti itu. Seperti ini” ucap Jung Soo sambil memeluk Seung Ri dari belakang dan memegang tangannya.

‘Deg Deg Deg’

‘Ada apa denganku?Kenapa aku jadi jantungan begini?’ Gumam Seung Ri dalam hati

 

“Waeyo?” Tanya Jung Soo pada Seung Ri  “Gwencana Ahjuss…

 

“Panggil Oppa saja” potong Jung Soo sebelum Seung Ri menyelesaikan ucapannya. “Gwencana Oppa” Jawab Seung Ri sambil tersenyum.

 

Dia kembali mengajariku untuk membentuk coklat-coklat itu.

 

“Seung Ri -a…”

 

Eun Ra memanggil Seung Ri, mendengar itu, Jung Soo langsung melepaskan tangan Seung Ri.

“Waeyo…?” Tanya Seung Ri  “Apa yang kalian lakukan?” Tanya Eun Ra

“Aku malas masuk kuliah. Jadi kuputuskan cabut kemari dan Jung Soo Oppa mengajariku membentuk coklat”

 

“Oppa? Sejak kapan kalian begitu dekat?” Tanya Eun Ra  “Dekat? Maksudmu?” Tanya Seung Ri

“Ah lupakan. Oppa, kau mau mengajariku jugakan?” Tanya Eun Ra  “Tentu saja” Jawab Jung Soo sambil tersenyum

 

“Gomawo…” Sahut Eun Ra  “Cheonma, Ayo gunakan ini” Seru Jung Soo sambil menyerahkan celemek pada Eun Ra.

 

 

“Aku ingin istirahat dulu” Ujar Seung Ri sambil melepas celemeknya.  Jung Soo menatap yeoja itu dan menghentikan aktivitasnya mengajari Eun Ra.

 

“Oppa, Paliwa” Seru Eun Ra membuyarkan lamunan Jung Soo.  “Ne” Jawab namja itu sambil memegang tangan Eun Ra lagi.

 

“Kau bisa melanjutkannya kan ?”  “Ne” Jawab Eun Ra.

 

Jung Soo meninggalkan Eun Ra dan berjalan kearah Seung Ri

 

“Ini” Ujarnya sambil memberi segelas susu coklat pada yeoja itu

 

“Gomawo…” seru Seung Ri  “Gwencana?” Tanya Jung Soo sembari duduk dikursi kosong yang ada dihadapan yeoja itu.

 

Seung Ri hanya diam dan meminum susu coklat yang diberikan Jung Soo secara perlahan.

 

” Seung Ri -a…..” Seru Changmin  “Changmin-ah…?” Balas Seung Ri

“Kalian saling kenal?” Tanya Jung Soo bingung  “Ne hyung. Dia chinguku sewaktu SMA” Jawab Changmin

“Oh God,Ternyata chingu Eun Ra itu kau Seung Ri -a…” Seru Changmin dan langsung memeluk Seung Ri .

Jung Soo melihat Seung Ri dan Changmin yang saling berpelukan dihadapannya dengan tatapan sinis. Entah kenapa ia merasa cemburu melihat mereka.

 

“Sebaiknya aku melanjutkan kerjaanku” Seru Jung Soo sambil meninggalkan mereka.

 

****

 

@Malam Harinya

 

Changmin kelihatannya benar-benar senang.

 

“Kau sepertinya sangat senang”  “Ne hyung, Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya”Jawab Changmin

“Berapa lama?”  “2 Tahun”Jawab Changmin sambil menutup toko.

“Kau menyukainya?”  “Hah? Ania…”Jawabnya

Suasana kembali sunyi seperti tadi.

“Wae hyung? Kau cemburu?” Tanya Changmin memecahkan keheningan. Jung Soo terhenti mendengar pertanyaan Changmin

 

‘Apa iya aku cemburu padanya?’ Gumamnya pelan

“Aku benarkan hyung? Kau cemburu” Sahut Changmin  “Ania…” Jawab Jung Soo sambil melanjutkan aktivitasnya.

“Sebaiknya kau tidur hyung” Seru Changmin sambil naik kelantai atas.  “Aku benar-benar seperti orang pabo” Ujar Jung Soo setelah Changmin naik.

 

****

 

Seung Ri merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Wajah Jung Soo kini terbayang diingatannya.

“Aku menyukainya” Gumam yeoja itu setelah ia meyakinkan hatinya tentang perasaannya

 

“Tapi apakah dia mencintaiku?” Gumamnya lagi sambil duduk dipinggir ranjang.

Seung Ri benar-benar tidak mengetahui perasaan Jung Soo. Ia memutuskan untuk membiarkan semuanya mengalir. Yeoja itu yakin nanti pasti ada jawabannya.

 

Valentine sekitar seminggu lagi. Tapi ia belum juga menemukan jawaban tentang perasaannya. Bahkan Changmin juga tidak mengetahuinya. Seung Ri sudah 3 hari tidak pergi ketoko Coklat itu.

 

” Seung Ri -a…” Panggil Eun Ra saat Seung Ri duduk melamun dikelas  “Aiisshh kau mengagetkan aku” Serunya kesal

 

“Mianhe,.. Aku ingin bercerita denganmu” Ujar Eun Ra  “Mwoya?”

“Aku menyukainya” Jawab Eun Ra  “Nuguya?” Tanya Seung Ri bingung

 

“Si Pembuat coklat”   “Pembuat coklat?”

 

‘Apakah yang dimaksudnya itu Jung Soo Oppa?’ Gumam Seung Ri

 

“Aku menyukai Changmin Oppa” “Mwo..?” Seru Seung Ri

“Ne. Dan kurasa dia juga tau dan menyukaiku juga”  “Aiisshh, Kau terlalu PD”

 

“Kau tidak percaya? Lihat saja nanti” Jawab Eun Ra sambil tersenyum kearah Seung Ri.

 

Seung Ri menarik nafas lega mendengar pengakuan Eun Ra itu. Untung saja mereka tidak menyukai namja yang sama.

 

“Wae? Kau pikir aku menyukai Jung Soo Oppa?” Tanya Eun Ra  “Ehh…”

 

” Seung Ri -a… aku tau kau menyukainyakan?” Tanya Eun Ra  “Ha…?” Jawab Seung Ri kaget mendengar perkataan Eun Ra

 

“Sudahlah,Lebih baik kau jujur akan perasaanmu. Sepertinya Jung Soo Oppa juga menyukaimu” Ujar Eun Ra lagi

 

“Aiisshh kau ini”  “Yaa,Apa kau tidak menyadari hal itu?” Tanya Eun Ra

 

“Lupakan saja”ucap Seung Ri “Kau memang keras kepala” Jawab Eun Ra. Seung Ri hanya tersenyum sendiri mendengarnya

 

“Kajja temani aku ke toko coklat itu” Seru Eun Ra sambil menarik tangan Seung Ri.

 

**

 

“Oppa..Kami pesan seperti biasa” Ujar Eun Ra setibanya di toko coklat itu.  “Kemana selama ini?” Tanya Jung Soo

“Nuguya Oppa? Seung Ri? Dia mencari pelabuhan hatinya sebelum Valentine” Jawab Eun Ra  “Yaa!!…” seru Seung Ri

“Oppa,Apa kau belum mempunyai yeojachingu?” Tanya Eun Ra sambil menarik Jung Soo duduk.

“Aku? Aku lagi mengejar seorang yeoja” Jawab Jung Soo

 

‘Mwo..? Dia punya yeoja yang disukai?’ batin Seung Ri

 

“Apa kau tidak mengejarnya?” Tanya Eun Ra lagi  “Aku sedang mengejarnya saat ini” Jawab Jung Soo sambil melirik kearah Seung Ri.

 

‘Apa dia serius dengan ucapannya?’ batin Seung Ri. Rasanya, ia cemburu saat ini. Eun Ra benar-benar maju membuat Seung Ri membuka perasaannya sendiri.

 

“Apakah oppa yakin yeoja itu juga mencintaimu Oppa?” Tanya Eun Ra  “Aku yakin” Jawab Jung Soo

“Yaa…ku benar2 seperti wartawan saja” Ujar Seung Ri  “Wae? Kau ingin diwawancara juga?” Tanya Eun Ra

 

“Ani” Jawab Seung Ri  “Apakah kau sudah menemukan pelabuhan hatimu?” Tanya Eun Ra tiba-tiba

 

Pertanyaan Eun Ra benar-benar membuat Seung Ri terdiam. Jung Soo menatap Seung Ri yang terdiam.

“Wae?” Tanya Eun Ra memecah keheningan.

 

“Aku sudah menemukannya. Kuharap dia memberikanku sesuatu dihari valentine dan menyatakan perasaannya.Tapi sepertinya itu hanya khayalan”S ahut Seung Ri

 

“Wae?”Tanya Eun Ra.

 

Sekilas Jung Soo melihat Seung Ri meliriknya. Namja itu menatap Seung Ri bingung.

 

“Karena dia menyukai yeoja lain” Jawab Seung Ri  “Maksudmu?” Tanya Jung Soo bingung

“Yah..perasaanku bertepuk sebelah tangan” Jawab Seung Ri dan langsung pergi meninggalkan Eun Ra dan Jung Soo.

” Seung Ri -a…” Panggil Eun Ra.

Tapi Seung Ri tidak menghiraukannya dan melangkah pergi meninggalkan mereka berdua

“Oppa..aku harus mengejarnya” Ujar Eun Ra.

Jung Soo benar-benar bingung melihat tingkah Seung Ri. Tidak biasanya yeoja itu seperti ini.

 

” Ada apa dengannya?” ucap Jung Soo pelan

“Dia cemburu hyung” Ujar Changmin yang muncul dari belakang Jung Soo “Maksudmu?”

“Aku mendengar pembicaraan kalian tadi. Sepertinya dia salah sangka. Dia mengira kau menyukai yeoja lain” Jawab Changmin

“Apa maksudmu dia juga menyukaiku?” tanya Jung Soo  “Hmm…” Jawab Changmin sambil mengangguk mengiyakan.

 

=============================================

 

*Lee Dong Hae’s Scene*

 

Seorang namja dan seorang yeoja berdiam di tempat yang berbeda, namun memandang langit yang sama. Mereka sama-sama tersenyum sembari memegang cincin yang terpasang di jari manis tangan kanan mereka.

 

Si namja begitu tampan,mengenakan kemeja putih, dasi ramping hitam dan celana jeans. Dengan rambut coklat nya ia berdiri di tepi jendela tempatnya bekerja, memandang hamparan langit dan tersenyum begitu manis.

 

Tanpa menyadari kaum hawa yang melewatinya tengah tertampar satu persatu oleh pesonanya. Namun namja itu seolah hanya memiliki cincin yang di kenakan di jari manis tangan kanannya itu untuk di pandang.

 

Namja itu tak sekalipun menoleh memandang yeoja-yeoja yang sedari tapi terperangah akan senyum manis seorang guru dance sebuah sekolah seni di Seoul itu, Lee Donghae.

 

Sedangkan si yeoja,dengan baju baletnya ia asyik menikmati waktu istirahatnya dengan duduk di tepi jendela ruang latihannya. Ia mendekap lututnya dan tersenyum-senyum sendiri melihati cincin yang ia kenakan.

 

Bahkan ia tak menyadari jika waktu istirahatnya telah habis dan ia harus segera memenuhi panggilan pengajarnya untuk memulai ulang adegan drama musical yang harus ia mainkan dengan baletnya.

 

Hingga lawan mainnya dalam drama tersebut mendekatinya dan mengulurkan tangan untuknya. “Belum selesai melamunnya tuan putri?”,tanyanya.

 

Yeoja itu tertawa malu melihat semua temannya menggeleng-gelengkan kepala melihat hoby nya yang suka sekali melamun itu.

 

“Mianhae”,katanya lalu menyambut tangan namja itu,berdiri dan mulai menari, Lee Euhyun.

 

****

“Songsaengnim..”,panggil sebuah suara mengagetkan Donghae. “Ah ye?”,tanyanya.

 

“Bel sudah berbunyi 15 menit lalu dan kau tak kunjung datang mangkanya aku menjemputmu kemari songsaengnim”,kata salah satu murid Donghae.

 

“Ah matta,mianhae. Geurrom,kajja kita masuk studio latihan”,kata Donghae dan mereka bersama-sama masuk ke studio tempat mereka biasa melakukan latihan menari.

 

Setelah sampai dalam ruangan ternyata semua murid Donghae sudah berkumpul dan menunggunya. Donghae adalah seorang guru menari di salah satu SMA Seni di Seoul,dan lebih tepatnya ia mengajar untuk kelas 3.

 

“Mianhae karna aku datang terlambat”,ucap Donghae.

 

“Nde oppa gweanchana”,

 

“Ayo hyung kita pelajari lagi tarian untuk perlombaan drama tari musical nanti”,kata dua orang muridnya.

 

Begitulah murid-murid jika di luar jangkauan pengawasan guru-guru lain, Donghae menyuruh muridnya memanggilku ‘hyung’ dan ‘oppa’. Karena ia tak sepintar maupun sehebat seorang guru.

 

Donghae adalah penari amatiran yang menerima keberuntungan besar karna appanya adalah pemilik sekolah itu sehingga ia bisa menjadi guru pengajar disana. Ia tak suka melakukan apa yang tak ingin dilakukan seperti bekerja di kantor atau duduk saja di balik kekuasaan perusahaan appany.

 

“Geurrom,aku akan ganti baju dulu ne?”

”Yeee”

 

Donghae pergi ke ruang ganti dan langsung mengganti kemejanya dengan kaos dan celana yang lebih longgar dalam lokernya.

 

Setelah dirasa pakaiannya cukup santai untuk berlenggak lenggok di depan kaca studio,Donghae berjalan kembali menghadap murid-muridnya.

 

“Ahh..”,teriak Donghae di tengah tarian dancenya. Kaki Donghae terkilir setelah melakukan breakdance.

 

“Hyung~ah gweanchana??”,tanya salah seorang muridnya

 

“Gweanchana”,ucap Donghae dan tersenyum pada murid-muridnya.

 

Donghae kemudian memijit-mijit kakinya dan sedikit agak miris ketika menekan bagian pergelangan kakinya yang terluka tadi.

 

Salah seorang muridnya membantunya untuk meluruskan kakinya yang sakit akibat terajatuh tadi.

 

“Arrgh”,rintih Donghae sedikit setelah bunyi tulang-tulangnya di luruskan.

 

Namun beberapa detik setelah itu wajahnya tampak lega menandakan lukanya tak seberapa. Kemudian Donghae berdiri dan mengambil ponselnya di saku celananya. Ia mengisyaratkan agar murid-muridnya menunggu untuk dia menelepon.

 

****

 

Alunan musik klasik karya Coopin melatari tarian demi tarian masing-masing mahasiswa seni jurusan balet tempat Euhyun menimba ilmu dan menyalurkan hoby menarinya.

 

“SCENE 2!! Kim Bum bersiaplah!! Ayo Euhyun~ah hwaiting”,teriak pelatih balet Euhyun.

 

Ditengah tarian konflik dari sebuah drama tari musical dengan memakai gerakan tari sebagai penyampaian makna cerita yang akan kami tampilkan sebagai tuan rumah dari perlombaan drama tari musical siswa-siswi SMA yang diadakan universitas Euhyun.

 

Setelah gerakan dimana Euhyun harus melompat dan langsung berputar 5x putaran,kaki kirinya harus bisa terangkat sempurna 90 derajat dan itu menjadi tugas Kim Bum lawan mainnya untuk menangkap tubuh Euhyun.

 

Dari situlah Euhyun dan Kim Bum mulai berduet sebagai pemeran utama dalam drama yang menceritakan tentang Romeo and Juliet. Gerakan demi gerakan,scene demi scene mereka jalani dengan berbagai ekspresi sesuai jalan ceritanya.

 

 

Gerakan terakhir dari scene 10 yang akan Euhyun dan Kim Bum lakukan adalah berlari dari dua arah yang berbeda dan ketika berada di tengah kami harus mampu melompat dan membentuk tubuh kami seindah mungkin seperti seekor angsa terbang.

 

Dengan latar musik yang semakin menegang dan ritme piano yang semakin keras, Euhyun dan Kim Bum melompat dan bertemu silang di udara seperti angsa.

 

“Akkh”,rintih Euhyun ketika ia mendarat dengan sedikit terpeleset karna kaki kirinya sempat berbenturan dengan kaki kiri Kim Bum di tengah udara.

 

“Euhyun~ah”,teriak Kim Bum bebarengan dengan semua chingunya.

 

Mereka menghampiri Euhyun dan melihat keadaan yeoja itu. “Gweanchana?”,tanya pelatih Euhyun.

 

“Hehe gweanchana,mianhae aku ceroboh,kajja kita ulang”,ucap Euhyun sembari berdiri namun…

 

“Akhhh”,yeoja itu langsung terjatuh kembali namun sempat di tangkap oleh Kim Bum yang bergerak gesit di sampingnya.

 

“Kakimu sedikit terkilir Euhyun~ah”,kata salah seorang chingu Euhyun,Han Ga In.

 

Kim Bum tersenyum dan mendudukkan Euhyun perlahan, lalu namja itu memegang pergelangan kaki Euhyun. Kim Bum sedikit mengurutnya lalu ia menariknya dengan keras.

 

“AHHHH”,jerit Euhyun.

 

“Masih sakit?”,tanya namja itu tanpa dosa.

 

“YA!! KIM BUM~AH!! Tentu saja sakit,aiigooo”,jawab Euhyun.

 

Kim Bum malah tertawa dan langsung menarik tangan yeoja itu hingga berdiri dan membuat semua orang terkejut.

 

“YA!!..”,ketika Euhyun hendak marah pada Kim Bum,kata-katanya langsung menghilang karna ia baru menyadari bahwa kakinya sudah tak sakit lagi.

 

“Eh??”,respon Euhyun begitu lambat hingga Kim Bum lagi-lagi tertawa dan mengacak rambutnya.

 

“Hehehe,gomawo Kim Bum~ah”,kata Euhyun.

 

“Kajja kita latihan lagi”,kata Kim Bum dan membuat semua orang terpesona dengan kebaikannya yang memang menjadikannya begitu terkenal di kalangan para yeoja di perguruan tinggi ini.

 

“Kalau begitu langsung kita mulai dari scene terakhir saja arraseo!!”,kata pelatih. Drrttt..ddrttt…

 

“Yeoboseyo?”,terdengar suara di seberang sana. “Euhyun~ah”,suara Donghae terdengar ceria. “Neo gweanchana??”,tanya Donghae kemudian.

 

“Gweanchana oppa,waeyo?”,tanya Euhyun.

 

“Aniya Euhyun~ah,hanya saja kaki oppa habis terkilir dan entah kenapa oppa ingin sekali meneleponmu”,kata Donghae sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Jinjja oppa?? Neol eottokheso?”,terdengar suara Euhyun yang begitu khawatir.

 

“Gweanchana”,jawab Donghae.

“Aku juga habis terkilir oppa ketika melakukan salah satu gerakan balet”,kata Euhyun.

 

“Jinjja?? Lalu bagaimana?”,tanya Donghae khawatir.

“Aniya oppa,nae gweanchana”,kata Euhyun.

 

“Euhyun~ah”,terdengar seseorang memanggil Euhyun. “Kita harus kembali sekarang Julietku”, terdengar suara Kim Bum berbicara pada Euhyun dari ponsel Donghae

 

 

Juliet?? Siapa yang memanggilnya begitu??’ batin Donghae

.

==================================================

 

9 Februari 2012

 

*Lee Sung Min’s Scene*

Apartment GoHyeon, 9 Floor. 1056 Room. Morning, 06.00 KST

 

 

H-5 Before Valentine~

 

Mentari tampak telah meninggi, pancaran sinar nya membuat Sue Yeon terbangun dari khayalannya menjadi seorang putri dalam sebuah istana. Tapi mimpi itu berlalu pergi saat ia mendengar teriakan yang tak asing lagi baginya.

“YA Cho Sue Yeon!! Kau mau tidur sampai kapan!!!” inilah teriakan yang setiap pagi membuatnya harus menutup telinga.

 

“YA Lee Sungmin!! Apa kau tidak lihat aku sedang tidur?!” Pekiknya membalas teriakan namja yang sedang berdiri dengan mata tajam ke arahnya.

 

“5 menit lagi jika kau tak siap. Gajimu akan ku potong 50%” Sungmin berjalan keluar dan membanting pintu dengan keras. Sue Yeon melempar selimutnya ke pintu dimana terakhir Sungmin tampak di matanya.

 

“Aish! Namja gila itu! YAAA!!! Kau kira bisa memotong gajiku 50% hanya karna ini!!” Sue Yeon masih saja memekik keras.

 

Membuat Sungmin terkekeh karna menghirup udara pagi dengan gaya kemenangan yang seperti biasa ia lakukan. Ia berlari ke mobil dan meng-gas mobil menuju cake shop kesayangannya.

“Ia pergi sendirian? Lalu aku..? aku harus pergi dengan apa??? Aish Lee Sungmin PABBO!! Apa yang kau lakukan padaku!!” Sue Yeon dengan cepat berlari ke kamar mandi dan membanting pintunya setelah melihat Sungmin pergi meninggalkan rumahnya, tanpa tau bahwa jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.

 

****

 

“Cho Sue Yeon dilarang masuk?! Pemberitahuan apa ini!! Aku dilarang masuk?! Bagaimana bisa aku dilarang masuk ke tempat kerja ku sendiri. YA Lee Sungmin!!!” Sue Yeon merobek kertas yang tertempel manis di depan cake shop tempat ia bekerja.

 

Sungmin datang membawa beberapa roti yang tampaknya baru saja selesai di masak oleh Lee Min Ho, seorang koki andalan cake shop ini.

 

“Aigo~ Kenapa kau bisa masuk? Bukankah sudah di katakan di luar sana, Cho Sue Yeon dilarang masuk ke sini!” Jawab Sungmin meledek nya.

 

Sue Yeon menarik nafas kesal lalu memasang baju waiters seperti yang biasa ia gunakan.

 

“Miwo!” Ujar Sue Yeon menjulurkan lidahnya

 

“Aigo yeoja itu sssh!!” dengan geram Sungmin hampir saja melempar sebuah roti ke kepala Sue Yeon, namun karna ia mencintai roti ini, ia berpikir beberapa kali untuk melemparkannya.

 

“Seperti biasa, kalian selalu semangat pagi ini” Komentar Lee Min Ho pada Sue Yeon yang sibuk dengan beberapa kue tart buatannya.

 

“Namja itu yang memulainya. Bahkan ia tak menungguku! Karna ini aku jadi terlambat” Ketus Sue Yeon kesal. Ia menaburkan beberapa candy kecil ke atas kue tarnya.

 

“Bagus juga, candy itu manis. Jika di campur dengan coklat rasanya akan sangat enak. Kalian sama seperti candy dan coklat ini” Min Ho tersenyum lebar dan menaburkan coklat kecil ke atasnya.

 

“Apa maksudmu Min Ho sshi!” Sue Yeon menatap tajam ke arah Min Ho.

 

“Kalian tidak bisa jujur satu sama lain. Hyeong, dan Kau selalu saja bertengkar padahal kalian mempunyai perasaan yang sama” Jawab Min Ho. Sue Yeon mengernyit. “Jangan bicarakan hal yang tak penting” Ujarnya se-dingin mungkin.

 

“Lalu kenapa sampai sekarang kau tak punya namjachingu?” Tanya Min Ho penasaran.

 

“Karna ia tak laku sama sekali!” jawab seseorang di balik tirai. Sue Yeon mendengus “Cih! Namja itu, apa ia tidak sadar bahwa ia juga tak laku?” bisik Sue Yeon pada Min Ho.

 

“Aku mendengar itu Cho Sue Yeon~” Sungmin melangkah menuju tempat dimana Min Ho dan Sue Yeon berada.

 

“Yeoja, sangat mengagumiku. Hanya saja, aku sudah punya target untuk ku dekati. Karna itu aku sampai sekarang tak punya yeojachingu! Sedangkan kau? Apa kau punya target? Jangan kan target.. Namja yang kau kenal hanya kami berdua kan?” Jelas Sungmin mengeluarkan senyuman mautnya.

 

Sue Yeon tak mempedulikan kata kata namja yang kini terkekeh keras di depannya. Min Ho ikut terkekeh karna yang di sebut Sungmin 80% adalah sebuah kenyataan.

 

“YA!! Diam kalian!! Aku bisa mendapatkan namjachingu dengan mudah” Tukas Sue Yeon, matanya memerah menatap kedua namja di hadapannya.

 

“Dalam waktu berapa tahun? 10? 20?” Ujar Sungmin meledek dengan jarinya. Sue Yeon menggigit bibir bawahnya dengan geram.

 

“Aku akan mendapatkannya tepat di hari Valentine. Dimana nanti di hari valentine kami akan bertukar kado! Lihat saja!!” Sue Yeon menghempaskan cream yang ada di tangannya dan melepaskan baju weitersnya.

 

Kemudian ia pergi meninggalkan cake shop dimana Sungmin dan Min Ho terperangah oleh kata katanya.

 

“YA!! Eddiegayo!!” teriak Sungmin, namun Sue Yeon tidak mengindahkan pertanyaannya.

 

Sue Yeon berjalan dengan wajah yang masih memerah.

 

“Mwo?! Namja itu mengatakan aku tidak punya target? Aku mengenal banyak namja. Hanya saja aku tak dekat dengan mereka. Lihat saja Sungmin! Aku akan segera mendapatkan namjachingu. Dan kau harus berlutut di hadapanku karna telah menghinaku seperti tadi” Geram Sue Yeon, ia menggumpal kan kedua tangannya.

 

“Keundaeyo..” Sue Yeon berhenti melangkah kan kakinya dan berpikir. “Aku harus mencari namjachingu kemana? Aku bahkan tak tau dimana namja yang aku kenal saat SMA! Aigo Cho Sue Yeon pabboya!! Apa yang harus kau katakan pada Sungmin jika semua yang ia katakan itu benar!!” Ujar Sue Yeon, ia memukul pelan kepalanya. Sementara itu, Sungmin masih terkekeh melihat wajah Sue Yeon yang terlihat sangan pabbo di matanya.

 

“Kau menyukainya kan Hyeong? Kkaja, jawab aku! Kau takkan bisa berbohong padaku” Min Ho mengambil beberapa roti yang baru saja keluar dari oven.

 

“Aniyeo. Kau kira aku menyukai yeoja seperti itu? Rendah sekali seleraku” Jawab Sungmin sedikit menghentakkan suaranya di kata ‘Rendah’ sambil tengah membersihkan beberapa gelas dengan sebuah kain.

 

“Jangan mengelak lagi Hyeong, aku dapat melihat dengan jelas pandangan matamu berbeda saat menatapnya”

 

“YA! Jangan menilai dari mataku. Mataku sudah rusak. Seharusnya aku memakai kacamata. Dan aku tidak dapat melihatnya karna ia terlalu kecil” Sanggah Sungmin cepat.

 

“Mungkin sekarang kau bisa berkata begitu, Tapi tunggu saja sebentar lagi. Beberapa hari kemudian, Aku yakin perasaan mu itu akan terlihat jelas. Saranku, kejar ia sebelum namja lain mengejarnya. Jangan terlambat memahami perasaan mu atau kau akan menyesal” Min Ho berkata sebijak mungkin membuat Sungmin mengernyit.

 

“YA!! Jangan bersikap seolah kau mengetahui semuanya!”

 

“Aku berpengalaman dalam bidang ini, Hyeong” Jawab Min Ho santai, ia segera keluar karna melihat ada beberapa pelanggan masuk ke toko mereka.

 

Sungmin tak lagi membalas perkataan Min Ho. Ia hanya sibuk dengan pikirannya yang tengah kacau karna banyak nya perkataan Min Ho yang belum ia pahami.

 

“Namja itu tau apa tentang perasaan ku. Dasar gay!” Ketus Sungmin sambil memasang jaket kulitnya dan mengambil kunci mobil yang ada di ruangannya.

 

“Hyeong, eoddiegayo?” Tanya Min Ho saat melihat Sungmin berlari keluar shop mereka.

 

“Jalan-Jalan” Ucapnya singkat dan segera meng-gas mobilnya. Min Ho hanya menggeleng dan kembali mengerjakan pekerjaannya dengan menjual senyumannya pada pelanggan.

 

****

 

Sue Yeon duduk termenung di sebuah kursi taman. Tepatnya di bawah pohon yang daunnya berguguran.

 

“Aku tak dapat melihat namja yang sesuai dengan type ku di taman ini. Aish! Kenapa di antara mereka selalu bergandengan dengan yeoja. Aku tak melihat namja yang berjalan sendirian. Kalaupun ada itu adalah anak sekolahan yang pulang bersama chingu nya” Sue Yeon mengacak rambutnya frustasi.

 

Ia kembali berjalan mengelilingi taman kota yang penuh dengan bunga yang tampak mekar.

 

“Kenapa masih ada yang gugur di awal musim semi. Seharusnya daun daun ini mekar. Bukan malah gugur seperti musim gugur. Atau karna aku mencari namjachingu lalu daun daun ini mengatakan itu mustahil? Aish! Cho Sue Yeon, sejak kapan daun bisa mengerti perasaan dan takdir!!” Sue Yeon terus melangkah memutari semua taman dan jalan setapak yang ada di hadapannya.

 

Sejak tadi ia tak berhenti bicara pada dirinya sendiri. Bahkan ia mencoba bicara pada daun yang ia kutip dari bawah. Kadang orang orang di sekitarnya merasa bahwa ia adalah orang aneh. Ada juga yang tertawa melihatnya namun ia tak pernah mempedulikan itu.

 

Sampai akhirnya seorang anak kecil menarik bajunya “Noona” Ujar anak kecil itu.

 

Ia memegang setangkai ice cream di tangannya. Sue Yeon tersenyum dan berjongkok agar pandangan mereka sama.

 

“Mwoyeo namja dongsaeng? Apa kau ingin noona menambah ice cream mu?” Sue Yeon mencubit lembut pipi anak kecil yang kini tengah berdiri di depannya

 

“Aniyeo, apakah noona tadi terjatuh ketika berjalan?” Tanya nya sepolos mungkin, Sue Yeon mengernyit “Aniyeo. Wae?”

 

“Bagian belakang noona ku rasa sedang terluka. Aku akan memberi noona sebuah plaster kesayanganku” anak kecil itu menyodorkan sebuah plaster berwarna biru dengan gambar animasi.

 

Sue Yeon terkejut dan berdiri “Apa aku mendapatkannya hari ini? Ottokhae.. ottokhae..” Sue Yeon mulai panik dengan keadaannya

 

“Noona? Ini, pakai sebelum lukanya semakin parah” Sue Yeon tersenyum dan mengambil plaster itu “Gamsahamnida, sekarang katakan pada noona dimana toilet umum di taman ini?”

 

“Disana noona, tapi kau harus berjalan jauh sekali” anak itu menunjuk tikungan dari taman tersebut.

 

Wajah Sue Yeon tampak pucat menanggung malu. Sekarang ia tau kenapa sejak tadi orang orang menertawakannya.

 

“Arrasseo, gamsahamnida” Sue Yeon berlari menghampiri tikungan yang di sebut oleh anak kecil itu. “Aigo kenapa harus hari ini? Aku sudah menunggumu selama 2 hari tapi kenapa kau muncul di taman? PABBO!” ucapnya sendiri.

“Pakai ini” Sue Yeon menatap sebuah jaket kulit yang kini berada di depannya. Lalu perlahan melihat pemilik jaket kulit tersebut.

 

“Wae? Apa sekarang kau ingin jual mahal dengan namja seperti ku?” Sue Yeon mendengus kesal dan menarik jaket kulit itu lalu melingkarkan di pinggangnya.

 

“Naiklah ke mobilku, ada di sana” Namja itu menunjuk mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri.

 

“Lee Sungmin!! Apa yang kau lakukan disini!!” pekik Sue Yeon kesal, sehingga beberapa orang yang ada di sekitarnya menatap mereka dengan heran.

 

“Sssst!! Pabbo! Jangan berteriak! Kau tidak tau ini sebuah taman. Masuk ke mobilku!!” Sungmin segera mendorong paksa Sue Yeon kemobilnya.

 

Sue Yeon hanya mengikuti dengan terpaksa karna namja yang kini tengah mendorongnya telah menyelamatkannya dari kejadian memalukan.

“Apa kau tidak lemas mengeluarkan darah sebanyak itu? Kau bisa pingsan” Jawab Sungmin polos. Sue Yeon mendengus kesal.

 

“Apa kau belum pernah mendengar kata ‘menstruasi’ untuk yeoja?” Sungmin menggeleng.

 

“Jangan cerita kan hal memalukan ini lagi. Cepat jalankan mobilnya kerumahku!” Perintah Sue Yeon kesal. Sungmin hanya dapat mengiyakan.

 

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Benarkah Seung Ri menyukai Jung Soo? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?

 

Apakah yang akan dilakukan Donghae saat mendengar ada seorang namja yang memanggil Euhyun dengan sebutan JULIET ? Siapakah namja itu ?

 

Apakah Sue Yon berhasil mendapatkan seorang namjachingu? Bagaimana dengan Sung Min ?

 

SEE THE PARTS ^^

 

 

6 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s