FF “L.O.V.E” (PART 2)

 

Kim Ryeo Wook’s Scene present by Husnul Khatimah

Kim Jong Woon’s Scene present by Noffa Debiliastini a.k.a Admin –J.H.J-

Park Jung Soo’s Scene present by Ernitha Sinaga

 

Disatukan oleh Nagita Yuanita Wadi a.k.a Admin raeHEEchul

 

 

Happy Reading ^^

 

============================================

 

-JANUARY-

 

*Kim Ryeo Wook’s Scene*

 

@ Inha University Theater Building

 

“Ottohke..ottohke…ottohke?????” Seru Seo Woon panik

 

“Waegeure Seon Woo~ah?” Tanya Ha Neul yang sedang serius berlatih vokal

 

“Apa yang harus aku lakukan?? Yeoja itu pasti akan membunuhku!!!” Seon Woo semakin frustasi dan kini telah menjambak rambutnya beberapa kali.

 

Dengan segala rasa bersalah, ia menceritakan kejadian kemarin malam. Ia sungguh tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu. Malam itu ia telah salah memberikan gelas berisi air yang ia campurkan dengan obat pencahar kepada Shin Yee. Air yang telah ia campur itu sebenarnya akan ia berikan kepada ‘Boom’, anjing peliharaannya yang sudah beberapa hari tidak buang air. Ia memang telah terbiasa memberikan obat seperti itu kepada hewan peliharaannya jika sudah tidak buang air selama seminggu.

 

Karena terburu-buru ingin membuat Shin Yee tenang maka ia lupa bahwa air yang sejak tadi ia pegang bukanlah air biasa melainkan air campuran obat pencahar dosis tinggi.

 

“MWO????”

 

Ryeowook tanpa diduga telah berdiri didepan pintu dan mendengarkan seluruh pengakuan Seon Woo.

 

“Seon Woo~ah…. kau ini.. ah… tapi… kau juga tidak salah… Shin Yee~ah..” Ucap Ryeowook bingung sendiri

 

Seon Woo hanya bisa memperlihatkan wajah bersalahnya.

 

“Sudahlah Seon Woo~ah… kau tidak sengaja kan? Bukankah hal itu sebuah keuntungan bagi kita?” Ucap Ha Neul sedikit serius

 

“Keuntungan?” Seon Woo mengernyitkan dahinya

 

“Ne, keuntungan…. setidaknya Ryeowook bisa jauh dengannya sementara waktu ini.. bukankah rencana kita akan sia-sia jika ia terus menerus berada disamping Ryeowook?” Ha Neul tersenyum jahil.

 

Ryeowook dan Seon Woo yang mendengar kata-kata Ha Neul saling berpandangan kemudian langsung mengangguk bersama.

 

 

****

 

@Shin Yee Home, 8-Jan-2012, 09.09 pm KST

 

Terus saja Shin Yee memainkan ponselnya, sesekali ia banting tubuhnya ke atas kasur dengan penuh rasa jengkel yang telah memenuhi dada. Lagi. Sudah 3 hari Ryeowook tidak menghubunginya. Apa dia marah karena shin Yee mereject teleponnya saat itu? Itu sebuah hal yang tidak disengaja, sungguh… Shin Yee benar-benar tidak sengaja memencet tombol End Call. Dia juga tidak pernah menghubungi Shin Yee.

 

“Wookie~ah…” Lirih yeoja itu menahan air mata

 

Tiba-tiba, ponselnya berdering.

 

 

“Sorry Sorry Sorry Sorry.. Naega naega naega munjuh.. Nehgae nehgae nehgae bbajuh bbajuh bbajuh party baby”

 

“Yeobseo…” “Shin Yee~ah… kau sedang apa?”

 

Dae Woong, tumben ia menelphon Shin Yee

 

“Aniyo, aku baru saja akan tidur..”Bohong yeoja itu “Apa keadaanmu sudah baik?”

 

“Yah, kata dokter Lee aku sudah sehat hanya harus banyak istirahat saja” “Geurom… Semoga cepat sembuh Shin Yee~ah… Jaljayo… ”

 

“Ne, Gomawo…” Ucap Shin Yee mengakhiri pembicaraan.

 

Tanpa sadar bibirnya tersenyum tipis. Dae Woong namja yang sangat perhatian dan baik. Tapi… hey, Wookie-nya juga namja yang perhatian, tapi mengapa kali ini… untuk pertama kalinya Ryeowook tidak ada disisinya saat ia membutuhkan namja itu?

‘Wookie~ah….Bogoshippo!!!’

****

@ Inha University, 9-Jan-2012, 11.56 am KST

 

 

Seluruh mahasiswa berlari dengan terburu-buru, banyak juga diantara mereka yang berteriak histeris. Sorak-sorai menggema diseluruh penjuru saat beberapa orang mulai turun dari atas mobil berwarna hitam dan masuk dengan terburu-buru kedalam Theater Building di salah satu Universitas ternama di Korea itu serta dibantu oleh beberapa Body Guard yang bertampang seram serta kacamata hitam yang semakin membuat mereka garang.

 

“Aduuhh…” Erang Shin Yee yang tak sengaja ditabrak oleh seorang mahasiswi yang terburu-buru berlari menuju kerumunan yang ada.

 

“Mianhamnida…” Ucap yeoja yang menabrak Shin Yee kemudian dengan cepat telah bergabung dengan yang lainnya. Meneriakkan beberapa nama yang tidak asing bagi Shin Yee.

 

“MUN HYUK OPPA…. SOOYOUNG EONNI… LEE JI EUN… IU… Arrghhhh… SARANGHEYOOOO…!!!!” teriak Yeoja yang tadi menabrak Shin Yee

 

“Ada apa ini???” Shin Yee meloncat mencoba melihat siapa gerangan yang datang. “Shin Yee~ah…”

 

Shin Yee berbalik dan melihat sosok Seon Woo tengah melambai kearahnya. Wajah Shin Yee seketika berubah jutek. Yah, ia sudah menunggu namja itu untuk dihabisinya. Tapi baru saja Shin Yee akan melemparkan tinjunya pada Seon Woo, namja itu menahannya dengan cepat.

 

“Jangan sekarang Shin Yee~ah… nanti saja kau marah padaku… sekarang kau dipanggil oleh Direktur Kang…”Seon Woo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

 

Dengan kesal, Shin Yee melepaskan tangannya kasar yang telah dipegang oleh Seon Woo.

 

“Ada apa dia mencariku?” Tanya Shin Yee malas

 

“Molla… Oh iya, apa kau tahu… kampus kita akan mengadakan Big Event..”Seon Woo terlihat bersemangat membicarakannya.

 

Wajah Shin Yee mulai tampak biasa dan tak ada kemarahan lagi yang terlihat.

 

“Cheongmal? Big Event apa?”

 

“Kau tidak lihat itu? Mereka berteriak histeris karena baru saja beberapa artis terkenal datang ke kampus kita..”

 

“Nugu??”

 

“Kau akan tahu jika bertemu dengan Direktur Kang.. dan Aku mohon… simpan dulu amarahmu padaku Shin Yee~ah… kau harus baik-baik padaku beberapa minggu kedepan… hahaha.. Jebal… aku akan siap menerima hukuman darimu jika semuanya telah selesai…” Seon Woo menelungkupkan kedua tangannya mencoba memohon pada Shin Yee

 

“Apa sih maksudmu?” Shin Yee mendengus kesal dan berlalu meninggalkan Seon Woo. Seon Woo tersenyum licik saat Shin Yee pergi. Rencananya baru saja berjalan dengan lancar.

 

“Siap-siap saja kau Shin Yee~ah..”Lirih Seon Woo hampir tak terdengar

 

Shin Yee mengetuk beberapa kali ruangan Direktur Kang dan tedengar suara berat yang sangat dikenalnya menyahut dari dalam ruangan.

 

“Masuk…”

 

Shin Yee membuka pintu dan dengan pelan memasuki ruangan Direktur Kang. Ada banyak manusia didalam sana, beberapa dosen, KANG MIN HYUK CN BLUE, SOOYOUNG SNSD, dan IU termasuk Ryeowook, Ha Neul, Ga Eun, Dae Woong dan Seon Woo.

 

Mata Shin Yee terbelalak kaget. Benarkah ia benar-benar melihat 3 orang artis ternama dihadapannya sekarang? Dia tidak sedang bermimpi kan? Dan, Seon Woo… sejak kapan ia ada disana?

 

“Kemarilah Shin Yee~sshi..”Perintah Direktur Kang

 

Shin Yee berjalan dengan canggung masuk kedalam ruangan direktur Kang. Canggung karena ada beberapa artis terkenal di dalam sana dan keberuntungan macam apa yang ia alami saat ini sehingga ia dapat duduk berdampingan dengan mereka? Kecanggungan lainnya adalah karena ada Ryeowook, entah mengapa Ryeowook tidak melihat kearahnya sedikitpun.

 

“Baiklah… karena semuanya telah berkumpul maka aku akan mulai pembicaraan ini. Shin Yee~ah…”  “Nde, Kang Sajangnim….” awab Shin Yee sopan

 

“Sebentar lagi kau akan ikut ujian akhir dan meraih gelar sarjanamu dan proposal yang kau serta Dae Woong ajukan kemarin telah aku pertimbangkan. Kami menyetujui usulanmu untuk membuat Theater Musical bersama Fakultas Cinema dan Art. Dan tugas akhirmu terpilih sebagai naskah yang akan di jadikan sebagai drama musical kampus kita menyambut ulang tahun kampus pada tanggal 14 Februari nanti…”

 

Mata Shin Yee berbinar.

 

“Cheongmal??” Tanpa sadar ia melompat seketika saking senangnya membuat orang-orang yang ada didalam ruangan terkekeh melihat tingkah konyol Shin Yee. Begitu pula dengan Ryeowook. Walau bagaimanapun Shin Yee terlihat sangat lucu.

 

Sadar dengan tingkahnya yang sedikit berlebihan, Shin Yee segera menguasai dirinya dan melemparkan senyum pada semua orang tapi matanya fokus pada Dae Woong. Ia ingin memberitahukan partnernya bahwa mereka telah berhasil. Tidak sia-sia perjuangan mereka selama ini. Dan tatapan Shin Yee pada Dae Woong membuat Ryeowook berpikir.. apakah mereka pacaran?

 

“Semuanya telah diberi tugas sesuai keahlian masing-masing… Untuk pemeran utama sesuai Script yang diberikan… kami telah memilih Kang Min Hyuk dari CN Blue, IU, dan Sooyoung dari SNSD. Kebetulan mereka sudah berada ditengah-tengah kita. Sementara, Ryeowook, Ha Neul, Ga Eun, dan Seon Woo dari Fakultas Cinema Art akan membantu kalian dalam tata panggung. Aku harap kalian dapat bekerja sama dengan baik” Direktur Kang menjelaskan dengan tenang.

 

Min Hyuk, IU, dan Sooyoung kemudian berdiri dan membungkuk “Mohon bimbingan kalian..”Ucap mereka bersamaan

 

Yang lain juga berdiri dan membungkuk membalas ketiga artis yang telah ditunjuk dalam theater musical mereka.

 

****

@Inha University Theater Building, 19-Jan-2012, 09.54 pm KST

 

 

Hari ini adalah hari ke-10 semenjak latihan untuk Theater Musical karya Shin Yee dan Dae Woong Sunbae. Mereka bekerja sangat keras, Sae Woon bertanggung jawab untuk mendekorasi panggung, Ga Eun menjadi dancer, sementara Ha Neul memberikan latihan vokal pada IU dan Sooyoung. Dan Ryeowook, diberi tugas untuk mengaransemen backsound dan lagu yang akan dinyanyikan oleh pemeran utama.

 

Melelahkan memang, tapi semuanya sangat mengasyikkan hingga Ryeowook tidak pernah sempat untuk berbicara secara pribadi layaknya teman yang biasa ia lakukan bersama Shin Yee. Jika pun mereka bicara, itu semua hanya menyangkut masalah pertunjukan. Ryeowook merindukan Shin Yee yang selalu peduli padanya.

 

Tanpa sengaja, matanya menangkap sosok yeoja itu yang tengah duduk di sudut ruangan sambil sesekali menghela nafas. Dia pasti kelelahan, dan ia akan segera segar kembali jika meminum secangkirHot Coffee. Dan Ryeowook memutuskan untuk membelikannya secangkir.

 

Segera ia berlari mengambil koin dan memasukkan kedalam mesin minuman lalu memilih ‘Hot Coffee’. Tak lama, gelas plastik itu telah penuh dengan Coffee kesukaan Shin Yee. Mudah-mudahan saja yeoja itu menyukainya sekalian saja Ryeowook ingin menanyakan suatu hal yang selama beberapa hari ini mengganjal dalam hatinya.

Tapi… sepertinya, pertanyaan itu baru saja terjawab. Baru lima langkah kaki Ryeowook berjalan, Dae Woong sudah terlebih dahulu berada disana dan menawarkan secangkir Hot Coffee pada Shin Yee.  Tiba-tiba saja seseorang menepuk punggung Ryeowook. Namja itu berbalik dan Kang Min Hyuk sedang tersenyum padanya.

 

****

 

Shin Yee menghela nafas dalam-dalam dan duduk disudut ruangan sambil sesekali melihat sekeliling. Matanya saling betautan dengan Dae Woong yang entah sengaja atau tidak sedang melihat kearahnya. Dae Woong semakin bersikap ramah pada yeoja itu. Bukannya tidak suka tapi Shin Yee tidak nyaman dengan hal itu. Dengan segera ia alihkan pandangannya dan melihat Wookie sedang berdiri di depan keyboard sambil memencet tutts dan bersenandung. Shin Yee merindukan Ryeowook, namja itu tak pernah lagi menanyakan kabar Shin Yee. Benarkah namja itu melupakannya? Tapi mengapa? Apa baru saja ia melihat kearah Shin Yee? Benarkah? Eh, dia malah pergi dengan terburu-buru.

 

Shin Yee menundukan kepalanya mencoba menghilangkan semua kegalauan hatinya.

 

“Untukmu…”

Shin Yee mendongakkan kepala dan Dae Woong memberikan segelas Hot Coffee. Hal itu membuat Shin Yee semakin rindu pada Wookie. Namja itu yang selalu memberikan minuman itu jika ia sedang lelah. ‘Wookie~ah… mengapa bukan kau yang memberikannya padaku?’, batin Shin Yee

“Shin Yee~ah…. kau tidak suka?” Tanya Dae Woong

Shin Yee menggeleng ragu, dan mengambil gelas berisi minuman yang sangat ia sukai itu.

 

“Gomawo…” Ucapnya pelan “Kau belum pulang?” Dae Woong kini duduk disamping Shin Yee

 

“Sebentar lagi…” “Sunbae….” Seon Woo datang dengan terburu-buru

 

“Min Hyuk ingin berbicara sesuatu padamu… dia bilang ingin merubah sedikit dekorasi panggung”

 

“Ne.. Shin Yee~ah… aku pergi dulu.. jangan terlalu lelah nanti kau bisa sakit.. Arasseo??” Dae Woong kemudian pergi meninggalkan Shin Yee dan Seon Woo

 

“Kau… pacaran dengan Dae Woong Sunbae?” Seon Woo yang ternyata belum juga pergi langsung menghujani Shin Yee dengan sebuah pertanyaan ‘Bodoh’. Mana mungkin yeoja itu menyukai namja yang telah ia tolak?

 

“Apa urusannya denganmu, Heh??” Jawab yeoja itu setengah jengkel

 

“Shin Yee~ah… bisakah kau bersikap ramah padaku? Aku hanya bertanya..tapi, benar kau pacaran dengannya?”

 

Aiishhh.. anak ini…

 

“TIDAK!!! Kau puas?” Kini Shin Yee berteriak tepat ditelinga Seon Woo

 

“Ya~!!!” Seon Woo mencoba menghindar

 

Seon Woo kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

 

“Shin Yee~ah… Cheers…”Serunya

 

‘Klikk’

 

 

Seon Woo ternyata memotret Shin Yee dan kemudian beralih mengambil Handycam lalu merekam yeoja itu.

 

“Apa yang kau lakukan???” Shin Yee berusaha menghalanginya agar tak mengambil gambar dirinya lagi

 

“Kau ini, aku hanya membuat dokumentasi… semua yang terlibat dalam Event ini juga sudah aku rekam tinggal kau saja.. ayolah Shin Yee~ah… jangan pelit seperti itu pada temanmu sendiri… Haha…”

 

Yang benar saja, Seo Woon bertambah gila dengan terus menerus mengambil gambarnya. Akhirnya, Shin Yee pasrah juga… biarkanlah… terserah Seon Woo saja.

 

=====================================

 

-FEBRUARY-

 

*Kim Jong Woon’s Scene*

 

2 Februari 2012Jung’s House15.45 KST

 

 

Sepasang yeoja dan namja sedang duduk bersama dalam satu bangku panjang menghadap sebuah piano hitam yang tampak mengkilat.

 

“Kita mulai, Nona Jung. Kau sudah menghafal not-notnya kan?” tanya namja itu mempersiapkan jemarinya di atas tuts piano. Yeoja itu sedikit tersenyum, hal yang sama dilakukannya.

 

“Kinderszenen No.7 kan?” ujar yeoja itu yang disambut anggukkan dari si namja.

 

“Ne. Traumerei…” balas si namja. Kemudian perlahan, terdengarlah dentingan nada yang mengalun dari tuts piano yang dimainkan si namja dengan lincah itu.

 

Si yeoja kemudian menyusulnya dengan nada-nada pengimbang. Sebuah melodi yang harmonis dan menyentuh, mengalun dari piano itu. Memberikan suasana lirih ke seluruh penjuru ruangan yang ada dalam rumah besar itu. Dan sampai ke telinga sang pemilik rumah, yang sedang duduk santai di halaman belakang.

 

Laki-laki paruh baya itu menghentikan aktifitasnya, lalu beranjak mengikuti alunan nada, hingga terhenti di ruang musik. Tempat dimana piano hitam kesayangannya kini sedang dimainkan oleh putri bungsunya dan seorang namja sahabat putra sulungnya. Mendengarkan nada yang begitu indah ini, sudut bibir Jung Il Soo tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.

 

“Lihat dan dengarkanlah, Hyu Ra…dia tidak mengikuti jejakmu,” gumam Tuan Jung dengan nada bangga. Diperhatikannya lagi putrinya. Yeoja itu tampak bahagia sekali. Sesekali dia beradu pandang dengan namja di sebelahnya lalu tersenyum. Jung Il Soo tiba-tiba terhenyak. Dalam pikirannya terbersit sebuah rencana.

 

****

 

Jung Hyun Jin dan Kim Jong Woon sedang bersantai di taman belakang sambil menikmati jamuan teh yang diberikan Hyun Jin. Mereka berdua saja karena Yong Hwa seperti biasa sedang bekerja di Chatarsis Café.

 

“Inilah sketsa-sketsaku. Bagaimana menurutmu, Oppa?” tanya Hyun Jin sambil menyerahkan file berwarna ungu. Yesung menerimanya. Lalu dibukanya dan melihat isinya lembar demi lembar. Matanya terperangah.

 

“Hyun Jin-ah…ini bagus sekali. Sepertinya kau berbakat dalam merancang fashion,” ujar Yesung tanpa melepaskan matanya dari sketsa-sketsa itu. Hyun Jin tersenyum senang.

 

“Seandainya saja aku bisa mengikuti parade busana di Star City saat Valentine’s Day nanti… tapi itu mustahil. Appa akan membunuhku jika aku ikut,” rajuk Hyun Jin dengan wajah sedih. Yesung kembali menatapnya. Tangannya sudah hendak terulur untuk membelai kepala yeoja itu, namun urung. Tidak sopan, menurutnya.

 

“Ikut saja, aku akan merencanakannya untukmu, Hyun Jin-ah. Tentu saja Yong Hwa harus membantu kali ini, eotte?” tanya Yesung sambil tersenyum. Hyun Jin balas menatap namja itu. Tapi kemudian yeoja itu menggeleng.

 

“Itu tidak mungkin Oppa. Yong Hwa Oppa takkan mau membantuku, dia itu penurut sekali pada Appa,” ujar yeoja itu lagi. Kali ini Yesung tak bisa lagi menahan perasaanya untuk membelai kepala Hyun Jin.

 

“Percayalah padaku Hyun Jin. Kalau Yong Hwa tak mau membantu dongsaengnya sendiri, maka aku yang akan membantumu,” ujar Yesung sambil tersenyum lembut. Seketika Hyun Jin merasakan sepersekian detik hatinya menegang, wajahnya terasa memanas ketika melihat senyuman namja yang memang diperuntukkan padanya.

 

“Oppa…gomawo. Keundae…waeyo? Kenapa kau mau membantuku?” tanya yeoja itu sambil menatap manik mata Yesung. Sekilas Yesung tampak salah tingkah, namun sedetik kemudian namja itu tersenyum.

 

“Karena aku menyayangimu…” ujarnya yang sontak membuat mata Hyun Jin membulat.

 

****

 

Hyun Jin’s Room23.55 KST 

 

 “Karena aku menyayangimu…” 

 

Kata-kata itu terus terngiang di benak Hyun Jin. Berputar-putar dengan cepat bagai gasing lalu memendar memenuhi setiap ruang kosong yang tersisa.

 

“Karena aku menyayangimu…”

 

Hyun Jin meletakkan lagi pensil 4B-nya. Yeoja itu tak bisa berkonsentrasi jika terus begitu. Kata-kata itu terlalu indah untuk ia terima. Apakah… apakah Yesung Oppa menyukai-nya? Hyun Jin menatap sketsa yang tak kunjung selesai walau sudah tiga jam lebih sudah ia coba menggambarnya. Sketsa yang akan ia wujudkan dalam parade busana nanti.

 

Sketsa sebuah pakaian namja yang bisa digunakan untuk Valentine’s Day. Ya … hanya tinggal sketsa untuk pakaian namja, karena untuk yeoja-nya Hyun Jin sudah menyiapkan sketsa gaun yang menjadi gaun impiannya. Sebuah gaun berwarna pink cerah, dengan batas sampai lutut dengan bagian bawah mengembang, serta bagian atas yang tanpa lengan serta memiliki kerutan-kerutan kecil yang dihiasi oleh bunga lily besar.

 

Berkat dukungan Yesung Oppa, Hyun Jin sudah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta dalam parade busana Valentine’s Day itu dan ia sudah mendaftarkan diri via online tadi sesudah Yesung pamit pulang.

 

“Karena aku menyayangimu…”

 

Pikirannya bertambah kacau karena kata-kata itu. Aaaaaarrrrrrggghhhh~

 

-Tok…Tok…Tok-

 

Hyun Jin mengalihkan pandangan ke pintu.

 

“Nuguya?”

 

“Appa…” begitu Hyun Jin mendengar suara itu, secepat kilat ia mengosongkan meja di hadapannya. Kertas-kertas file Hyun Jin masukkan ke dalam laci, lalu menebarkan kertas-kertas berisi not-not balok milik Yesung Oppa, seolah-olah ia sedang belajar musik.

 

Lalu ia berlari ke pintu dan membukanya. Tampak Appa Hyun Jin tersenyum manis.Yeoja itu jadi curiga.

 

“Sedang apa kau? Boleh Appa masuk?” tanya Appa Hyun Jin, Hyun Jin –tanpa menjawab—segera melebarkan daun pintu, member namja itu ruang agar bisa masuk ke kamarnya yang bernuansa ungu, warna favorit Hyun Jin.

 

“Kau belum tidur, chagi?” tanyanya sejurus kemudian sambil duduk di ranjang Hyun Jin.

 

‘Mwo? Chagi? Sejak kapan Appa memanggilku chagi? Aku benar-benar jadi tak enak perasaan,’ ujar Hyun Jin dalam hati. Yeoja itu duduk di kursi yang memang sedari tadi ia duduki.

 

“Museum irriya Appa? Tumben sekali kau main ke kamar putrimu ini?” ujar Hyun Jin sedikit sinis.

 

Hyun Jin dan Appa-nya memang jarang akur dari kecil, bahkan semenjak Omma-nya meninggalkan keluarga mereka untuk mengejar pria bule yang menjadi manajernya semenjak dia menjadi seorangdesigner ternama dan terkenal di seluruh dunia. Jangan tanyakan nama wanita itu, Hyun Jin muak menyebutkannya. Hyun Jin benci dengan wanita yang tega meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil serta pria yang sangat mencintainya, demi karir dan seorang namja bule yang kaya raya.

 

“Aigoo~ kau masih marah padaku, chagi? Hahaha…Appa sudah mendengarkan hasil kerja kerasmu selama ini, Nak. Duetmu dengan Kim Jong Woon pada saat bermain piano tadi sore, benar-benar memukau. Jadi Appa menawarkan sesuatu, untukmu dan Jong Woonie,” ujar Appa-nya sambil mengusap-usap puncak kepala Hyun Jin dengan lembut.

 

“Mwo? Penawaran apa?” Tanya Hyun Jin singkat.

 

Appa-nya kemudian mengambil sebuah amplop dari saku. Sebuah amplop berwarna pink muda dengan ukiran bunga-bungan indah. Undangan pernikahan?

 

“Apa ini? Siapa yang menikah…”

 

Seketika mataku terbelalak begitu melihat sebuah nama yang sangat tak asing bagiku. Tidak! Ini… Ini… pernikahan Omma-nya? Dan Jannerstein Wright? Dan bertempat di sini? Jeju? Korea?! 14 Februari 2012? Apa-apaan ini?!

 

“Appa?! Jinjjayo?! Shirreo! Aku tak mau lagi melihat wajahnya! Shirreo!” balas Hyun Jin sambil melemparkan kembali undangan itu pada Appa-nya. Hyun Jin segera menghindar ke balkon. Tapi Appa Hyun Jin mengikutinya.

 

“Chagiya…jeballyo…tolong balaskan rasa sakit ini, hanya kau yang mampu membalasnya. Apakah kau sudah tidak menyayangi Appa?” ujar Appa Hyun Jin sambil menepuk pundak putrinya pelan. Hyun Jin benar-benar tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Hancur saat mengetahui Omma-nya benar-benar meninggalkan mereka dengan pria bule itu.

 

“Aku takkan sanggup Appa…”

 

“Jebal…jika kau mau…setelah semuanya selesai, aku akan memenuhi apapun keinginanmu,” ujar Appa Hyun Jin menundukkan kepalanya, benar-benar memohon. Tapi…t unggu dulu! Tadi Appa bilang akan memenuhi apapun keinginan Hyun Jin?

 

“Apa kau serius akan menuruti segala keinginanku?” Tanya Hyun Jin tegas. Appa mengangguk kuat-kuta.

 

“Geurae. Setelah aku membalaskan dendam Appa, biarkan aku tetap menjadi designer! Dan jangan menghalangiku lagi! Eotte Appa?” ujar Hyun Jin penuh senyum kemenangan dan melihat Appa-nya tersenyum sambil mengangguk pasrah.

 

======================================

 

*Park Jung Soo’s Scene*

 

5 FEBRUARI

 

 

Sinar rembulan dan angin malam dibiarkan memasuki kemar Lee Seung Ri melalui jendela kamarnya yang dibiarkan terbuka.

 

Seung Ri merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang berwarna biru safir. Ia memejamkan matanya menikmati angin malam yang memasuki kamarnya.

 

“Jinki-a…,Kau benar2 mengesalkan” Gumam yeoja itu.

 

=FlashBack=

 

 

Seung Ri menghampiri Lee Jinki yang sedang bersama seorang yeoja dikampus.

 

“Jinki-a…..” Panggil yeoja itu  ” Seung Ri -a…”Ujar Jinki

 

“Nuguya?” Tanya Seung Ri  ” Seung Ri -a…Tolong dengarkan aku” Jawab Jinki

 

“Mwoya…?”  “Aku ingin kita akhiri semuanya”

 

“Mwo..?” Sahut Seung Ri  “Mianhe…” Jawab Jinki dan langsung pergi meninggalkan Seung Ri

 

=FlashBack END=

 

“Tapi kenapa aku tidak menangis?” Gumam Seung Ri sambil duduk diranjangnya

 

“Apakah aku tidak mencintainya lagi?” Gumamnya lagi

 

“Ah sudahlah,Lebih baik aku segera mandi” Serunya

 

Seung Ri bangkit dari ranjangnya dan segera memasuki kamar mandi. Badannya benar-benar penat.

 

****

Park Jung Soo membentuk coklat yang dihadapannya sedemikian rupa.

 

“Kyeopta….” Ujar namja itu saat coklat itu selesai terbentuk.  “Hyung…kau benar2 berbakat” Ujar Shim Changmin yang tiba-tiba muncul dari belakang Jung Soo.

 

“Aiisshh….kau mengagetkanku saja” Jawab Jung Soo sambil membersihkan tangannya menggunakan lap tangan yang ada disebelahnya

“Kau benar2 calon koki hebat hyung” puji Changmin  “Kau ini bisa saja changmin-ah…” Ujar Leeteuk sambil menutup mukanya dengan topi  “Yaa hyung, Aku serius” Ujar Changmin lagi

“Sudahlah, sebaiknya kau tutup toko ,ini sudah larut malam” Ujar Jung Soo sambil mendorong tubuh Changmin kearah pintu

 

“Arra…” Ujar namja tinggi itu. Jung Soo hanya tersenyum kecil melihatnya.

 

Jung Soo  melihat kearah coklat yang baru saja ia buat.

 

“Sebenarnya kenapa aku bisa membuat bentuk seperti ini?” Gumam Jung Soo

 

Baru sekali ini Jung Soo membuat bentuk coklat seperti itu. Berbentuk wajah seseorang yang iasendiri tidak tahu wajah siapa.

“Sudahlah…” ucapnya lagi sambil memasukkan coklat itu kedalam lemari kaca tempat coklat-coklat yang lain diletakkan

 

****

 

6 FEBRUARI 2012

07.00 am

Jung Soo  membuka toko Coklat mereka –dia dan Changmin-.Seperti biasa, ia-lah yang membersihkan toko sebelum pengunjung datang. Para pelanggan mereka kebanyakan adalah para mahasiswa yang kampusnya ada didekat toko, Seoul University. Leeteuk juga mahasiswa sana dan baru saja lulus dengan gelar sarjana atau S1.

 

“Oppa…kau begitu cute” Ujar beberapa mahasiswa yang hendak masuk kuliah. Sebagian dari mereka sudah mengenal Jung Soo.

 

Tiba-tiba mata Jung Soo tertuju pada satu sosok. Orang itu berjalan sendiri dengan tatapan kosong.

 

“Kenapa aku tidak pernah melihatnya?” Gumam Jung Soo.  “Hyung…” Seperti biasa lagi dan lagi Changmin mengagetkannya

 

“Kau ini…” Ujarnya  “Wae hyung?” Tanya Changmin penasaran

 

“Ania. Palli… Sebentar lagi para pelanggan akan datang” Ujar Jung Soo sambil mengajak Changmin masuk kedalam toko.

 

****

 

Seung Ri ada mata kuliah pagi hari ini. Dan ia berangkat sendiri. Biasanya Jinki selalu menjemputnya. Tapi setelah kejadian semalam, mereka tidak saling bicara.

Seung Ri menarik nafas panjang saat  berpapasan dengannya. Dia menggandeng seorang yeoja.

“Annyeong Jinki-a…” Seru Seung Ri sambil berusaha bersikap netral dan tersenyum  “Annyeong…”Jawab Jinki.

Seung Ri melewati namja itu dan berjalan masuk ke kelasnya.

” Seung Ri -a…” Panggil Cho Eun Ra  “Mwoya?” Tanya Seung Ri sambil meletakkan buku di meja

“Sebentar lagi valentine, Apa kau sudah menyiapkan sesuatu buat Jinki?” Tanya Eun Ra  “Buat apa?” Jawab Seung Ri ketus

“Buat apa? Diakan namjachingumu” Sahut Eun Ra  “Sudahlah, Aku malas membahasnya” Jawabnya lagi

“Yaa, Apa kau dan Jinki Oppa sudah…putus” Ujar Eun Ra.

 

Seung Ri hanya diam dan mengangguk mendengarnya.

“Mwo…?” seru Eun Ra kaget  “Aiisshh…Kau tidak perlu sampai begitu Eun Ra-a…”Jawab Seung Ri

 

“Eotte…?” Tanya Eun Ra  “Sudahlah, aku malas buat bercerita saat ini”

 

“Temani aku buat beli coklat di toko depan nanti ne” Seru Eun Ra  “Ne”

 

****

 

Mata kuliah sudah usai. Eun Ra langsung menarik Seung Ri untuk ke Toko Coklat yang ada didepan kampus.

“Yaa, Valentine masih lama, Kenapa kau buru2 sekali?” Tanya Seung Ri “Kalau gak mesan sekarang bisa-bisa kehabisan tahu” Jawab Eun Ra sambil terus menarik Seung Ri

“Kehabisan? Kan bisa beli ditoko lain” Jawab Seung Ri “Ini itu toko coklat terenak. Bukan cuma itu, pelayannya juga tampan” Ujar Eun Ra

 

Seung Ri menarik nafas panjang mendengarnya

“Namanya Jung Soo Oppa,Tenang saja, aku akan memperkenalkan kau padanya, mungkin saja nanti dia bisa menjadi namjachingumu” Jawab Eun Ra.

Seung Ri hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Eun Ra.

 

****

 

LC Chocolate Shop adalah toko coklat favorit Eun Ra. Karena suka dengan coklat mereka, Eun Ra  jadi berteman baik dengan pekerjanya. Bukan cuma Eun Ra, Para mahasiswi dikampus juga demikian.  Toko itu sekarang berada dihadapan kami

 

“Sepertinya masih sepi Seung Ri -a…Kajja” Ujar Eun Ra sambil menarik tangan Seung Ri memasuki toko itu.

 

“Annyeong….” Sapa Eun Ra  “Annyeong…Eun Ra-a…” Jawab namja yang bernama Jung Soo itu.

 

“Oppa…Aku pesan coklat” Ujar Eun Ra  “Kau mau bawa pulang atau…

 

“Aku makan disini.” Jawab Eun Ra sebelum Jung Soo melanjutkan pembicaraannya  “Kau ini memang kebiasaan” Ujarnya.  Eun Ra hanya tersenyum nyengir mendengarnya

 

“Apa dia juga?” Tanya Jung Soo sambil menunjuk Seung Ri  “Ne”Jawab Eun Ra

“Chingumu?” Tanya Jung Soo sambil menyiapkan coklat pesanan Eun Ra dan Seung Ri  “Ne,Namanya Seung Ri. Dia baru saja putus dengan namjachingunya” Jawab Eun Ra

 

“Jinja?” Tanya Jung Soo

 

“Oppa, Kulihat kau selalu sendiri, Apa kau tidak ingin mencari yeojachingu?” Tanya Eun Ra saat Jung Soo  selesai menyiapkan pesanan

“Ani” Jawab Jung Soo

 

“Oppa,Kalau kau mau dengannya aku bisa uruskan. Kau hubungi aku saja ne” Seru Eun Ra sambil mengangkat pesanannya dan berjalan menuju Seung Ri

 

“Mianhe kelamaan” Ujar Eun Ra  “Gwencana” Jawab Seung Ri

 

“Eotte? Kau suka?” Tanya Eun Ra

 

“Ne,Tempatnya nyaman” Ujar Seung Ri . “Dan Coklatnya juga enak” tambah Seung Ri lagi setelah memakan coklat yang ada dihadapannya

 

“Benerkan? Liat saja, Kau pasti ketagihan” Ujar Eun Ra.

 

Seung Ri hanya tersenyum mendengarnya. Yeoja itu menghabiskan coklat yang ada dihadapannya. Baru kali ini ia bisa menghabiskan coklat yang seperti ini. Biasanya ia tidak pernah menyentuh coklat seperti ini.

Seung Ri  menoleh kebelakang , “Aneh, Seperti ada yang memperhatikan aku” Gumamnya karena tidak menemukan siapapun. Hanya ada seorang namja yang sibuk dengan desain coklat yang ada dihadapannya.

 

TO BE CONTINUED_______________________________

 

Apakah Seon Woo punya ‘rencana’ lain dibalik aksi ‘dokumentasi’-nya?

 

Sanggupkah Hyun Jin untuk bertemu lagi dengan eomma-nya ?

 

Dan apakah Appa Hyun Jin akan menepati janji untuk membiarkan Hyun Jin menjadi designer?

 

Siapakah yang memperhatikan Seung Ri ?

 

SEE THE PARTS ^^

 

 

8 thoughts on “FF “L.O.V.E” (PART 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s