FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 18)

 

 

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu (admin *Jongwoon) a.k.a Shim Na Na

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

Niken Refanthira a.k.a Shin Ne Yon

Adinda Firdha Dewi a.k.a Shin Ha Ra

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Thennia Elyciabeth

 

 

 

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

WARNING ::

Recommended Song : Hot Stuff by Davichi (OST drama My Fair Lady)

                                    Super Junior K.R.Y – My Love, My Kiss, My Heart

 

 

 

**PART 18 ini penuh dengan hal-hal gaje yang tidak sesuai untuk anak di bawah umur #plaakk

Author lagi galau dan ditambah tugas kuliah yang menumpuk… Jadi mian kalo aneh dan gaje -__-

#NO BASHING !!

 

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 18*

 

 

 

 

Aku menghabiskan sebotol wine dan mulai membuka botol kedua. Tapi rasanya ruangan ini berputar. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Hah ! Aku tak mungkin mabuk !

Dengan kepala yang terasa makin berat, aku menggapai tepian tempat tidur dan merebahkan diriku tepat di samping sosok yang tertutup selimut. Aku lupa siapa yang sedang tidur disampingku ini. Semuanya terasa berputar. Dingin. Sepertinya suhu AC ruangan ini terlampau rendah. Tanganku mencari selimut, tapi tidak ku temukan. Aku merasakan tubuhku akan membeku sebentar lagi.

Aku membalik kan tubuhku, menghadap sosok yang aku lupa siapa dia. Tangan ku menarik selimut dan aku ikut masuk kedalamnya. Masih terasa cukup dingin. Aku menarik selimut sampai menutupi wajahku dan memeluk sosok itu dengan harapan tubuhku akan terasa hangat. Ternyata benar. Rasanya nyaman sekali.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Berat. Kenapa rasanya berat sekali ? Aku merasakan kaki ku mati rasa. Sepertinya tertimpa sesuatu. Aku membuka mata ku secara pelahan. Rasanya masih mengantuk sekali. Tapi sesuatu yang berat ini harus segera ku singkirkan.

Walaupun dengan susah payah, akhirnya aku berhasil membuka mataku dengan sempurna. Perlahan ku rasakan tangan ku juga mati rasa. Aku melirik jam dinding yang tertempel di dinding. Masih jam tiga pagi ! Wajar saja aku masih mengantuk sekali.

Aku berusaha bergerak. Tapi ternyata sulit sekali. Dengan malas aku menoleh ke samping. Sesosok namja tengah memeluk ku erat. Kaki kirinya menimpa kedua kaki ku. Badannya di condongkan ke depan. Wajahnya dekat sekali dengan wajahku. Aku meneliti setiap lekuk wajahnya yang sempurna. Aku sangat mengenali sosok ini. Juga sangat mengenali pelukan hangat ini.

“Yaakk!! Cho Kyuhyun !!” pekik ku tepat di telinga nya.

Namja itu menggeliat dan membuka matanya sedikit. Tersenyum sekilas dan pada akhirnya menutup kedua kelopak matanya lagi dengan sempurna.

“Aaiishh….namja ini…” gerutu ku sendirian. Tak ada reaksi darinya. Namja itu malah memeluk ku makin erat.

“Jauhkan tubuh mu itu dariku Tuan Cho, kau itu berat sekali…”

“Shireo….” sahutnya pelan. Aku mendengus kesal dan mendorong tubuhnya agar sedikit menjauh dari ku. Hah ! Aku bebas sekarang. Saatnya kembali tidur tanpa gangguan Cho Kyuhyun. Baru saja aku menutup mataku, ku rasakan namja itu bergerak lagi.

Namja itu membuka matanya dan malah bergeser kembali. Kali ini Kyuhyun bangun dan memeluk atau lebih tepatnya menimpa tubuhku dari atas. Membuat jantungku terasa berdebar dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

“Yaakk! Tuan Cho ! Kau itu berat !” seruku sambil berusaha melepaskan diri. Namja itu malah mendekatkan wajahnya. Bau wine tercium dari nafasnya. Membuatku pusing.

“Kau mabuk ?” tanya ku cepat. Namja itu menggeleng dan malah melumat bibirku dengan bibir tipisnya yang lembut. Aku hanya bisa mematung dan menatap matanya yang terpejam. Tapi lama kelamaan, aku membalas ciumannya itu. Menikmati setiap sentuhan bibirnya menggunakan indera pengecapku.

Makin lama, ciumannya semakin liar. Membuatku kesulitan bernafas. Aku kembali mendorong tubuhnya, berusaha melepaskan diri.

“Yaakk!! Kau ini mabuk, Tuan Cho ! Berhenti melakukan hal aneh padaku !”

“Aniya…aku tidak mabuk…” elak nya sambil tersenyum. Aneh sekali dia.

“Cho Kyuhyun !!”

“na oerowododoe neol saenggakhalddaen…. misoga naui eolgule beonjyeo…. na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen… sarangi nae mam gadeukhi chaewo…”

“Wae ? kau bernyanyi dalam keadaan mabuk ? Aaiishh….”

Namja itu kembali tersenyum. Aku mengernyitkan alisku. Tingkahnya aneh sekali. Aku berani bertaruh, namja ini benar-benar mabuk !

“Yeonnie… Saranghaeyo…”

“Kau pasti mabuk berat…”

“Jeongmal saranghaeyo, Cho Yeon Hyo…”

“Kyuhyun-sshi… bisa kah kau turun ? Aku kesulitan bernafas…”

Namja itu menggeleng dan malah memainkan bulu mataku dengan jari-jarinya. Aku menghela nafas berat.

“Kau benar-benar tidak mengerti bahasa manusia ?”

“Menurutmu ?” suaranya terdengar manja sekali. Seperti bukan Cho Kyuhyun saja. Pasti dia ingin menggoda ku lagi, dasar evil !

“Cepat turun atau kalau tidak, aku akan menendang mu…”

“Shireo….”

“Cho Kyuhyun !!”

“Biarkan untuk kali ini saja, aku kedinginan….”

“Aaiishh…”

Namja itu menutup matanya dan memeluk ku erat. Ku rasakan tubuhku benar-benar mati rasa sekarang.

“Biarkan seperti ini sebentar saja….” bisiknya tepat di telingaku.

“Tapi….”

“Saranghae….”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

“Ya!! Yeoja pemalas ! Cepat bangun !!”  aku mendengar suara teriakan yang tidak asing lagi di telinga ku. Perlahan aku membuka mataku dengan malas. Namja itu. Lagi-lagi namja itu mengusik tidurku yang nyenyak !

“Bisa kah kau tidak berteriak, Tuan Cho ? Telingaku sakit mendengar teriakan mu setiap hari..” gerutu ku kesal. Semalam dia manja sekali padaku. Tapi pagi-pagi sudah kembali ke wujud yang sebenarnya. Dasar aneh !

“Seharusnya kau itu bangun lebih awal dariku, yeoja pabbo !”

“Ini karna kau semalam menganggu tidurku Cho Kyuhyun !!”

“Mwoya ?! Kau bilang aku menganggu tidur mu ?”

“Ne… Kau bahkan manja sekali ! Membangunkan ku, memeluk dan mencium ku secara tiba-tiba ! Menyebalkan !”

“Ya!! Kapan aku mencium mu, hah ?!”

“Kau tidak ingat ?”

“Memangnya apa yang terjadi ?”

“Aaiishh…”

Aku mendengus kesal dan melemparkan bantal di sampingku tepat di wajahnya. Namja itu terlonjak kaget dan menatapku tajam.

“Yaakk! Kau ini kenapa ?!”

“Tanyakan saja pada dirimu sendiri, Tuan Cho !”

Aku bangkit dari tempat tidur, menyambar handuk dan bergegas menuju kamar mandi.

“Chakkaman !” serunya yang membuatku menoleh.

“Wae ?” sahutku dingin.

“Ciuman mu semalam hebat sekali…” ujarnya sambil tersenyum evil.

BLAAMM !

Aku membanting pintu kamar mandi dengan keras. Dasar Cho Kyuhyun pabbo ! Menyebalkan sekali dia !

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

Aku tengah sibuk membantu eomma-ku di Hendel & Gretel saat yeoja cantik dengan blouse berwarna hijau itu masuk. Sorotan matanya tampak menyita seluruh ruangan. Aku menurunkan topi ku dan mundur beberapa langkah. Tak lama kemudian, yeoja itu duduk di sudut paling kanan dan tampak memesan sesuatu. Aku menyipitkan mataku, berusaha memandang wajahnya dengan jelas. Wajah yang sangat ku rindu kan.

“Kau tak ingin menemui nya ?” suara eomma tiba-tiba membuatku terlonjak kaget. Aku menatap eomma sebentar lalu menggeleng perlahan.

“Wae ? Kalian bertengkar ?” tanya eomma tampak khawatir. Yeoja separuh baya itu berdiri di sampingku dan mengikuti arah pandanganku. Menatap Shim Na Na.

“Aniya… Tapi ada sesuatu yang tak dapat ku jelaskan padanya…”

“Maksudmu tentang Shin Ha Ra ?”

“Ne…” Aku mengangguk lemah. Eomma menepuk pundak ku pelan. Dan tersenyum ramah.

“Kau pasti bisa memilih yang terbaik untuk mu, Jong Woon..”

“Arraseo…”

Eomma kembali melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan ku yang berdiri mematung menatap yeoja yang sangat ku cintai. Raut wajah nya tampak kusut. Tidak seperti Shim Na Na yang ku kenal. Dia tampak lebih kurus dari sebelumnya. Wae ? sebenarnya apa yang terjadi padanya ? Apakah aku terlalu jahat dengan cara menghindarinya terus seperti ini ?

Drrtt….ddrrtt…

Ponsel ku bergetar hebat. Aku merogoh saku celana ku dan menatap layar ponsel hitam ku. Satu pesan masuk.

           

            From : Wookie

            Message : “Hyung, jeongmal mianhaeyo… Aku tak tahan dengan keadaan Na Na.. Dia terlihat sangat kehilangan mu, Hyung… Aku yang menyarankan nya untuk datang ke Hendel & Gretel pagi ini… Mianhaeyo…”

 

Aku menghela nafas berat dan memasukan ponsel ku kembali. Pandangan mataku kembali tertuju pada yeoja cantik yang menunduk dengan wajah kusut. Dia terlihat kacau. Aku memang terlalu kejam padanya.

Dengan langkah ragu, aku memberanikan diri untuk berjalan mendekatinya. Yeoja itu masih menatap espresso hangat di hadapannya tanpa minat.

“Nana-sshi…” sapaku pelan.

Yeoja itu sontak mengangkat wajahnya dan menatapku dengan pandangan kosong. Aku tersenyum miris dan meraih pergelangan tangannya yang mungil.

“Kita harus bicara, tapi tidak disini….”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

Aku menatap awan-awan di langit dalam diam. Sepuluh menit dalam keheningan seperti ini, sungguh menyiksaku. Na Na menunduk. Kami larut dalam pikiran masing-masing.

“Nana-sshi….” ujarku lirih. Aku memanggilnya dengan sapaan hormat. Tidak memanggilnya dengan sebutan ‘chagiya’ seperti biasanya. Mungkin dengan ini akan terasa lebih mudah untuk ku.

Yeoja itu menoleh dan menatapku dengan raut wajah yang tak bisa ku jelaskan. Terlihat begitu menderita.

“Mulai detik ini, aku tak akan menyakiti hatimu lagi…”

“Maksud oppa ?” tanya nya tertahan. Raut wajahnya tampak bingung. Angin memainkan rambutnya yang tergerai indah. Membuatnya tampak cantik walaupun terlihat sederhana. Taman ini cukup sepi. Aku memang membawa Na Na pergi ke tempat yang jauh dari Seoul. Setidaknya tempat ini cukup aman untuk membicarakan hal yang menganggu pikiran ku ini berdua saja dengan Na Na.

Tangan kanan ku menyentuh wajahnya dengan lembut. Wajah yang selalu ada dalam pikiran ku. Na Na tak menolak dan balas menatap mataku.

Perlahan aku mendekatkan wajahku dan mencium bibirnya. Melumatnya beberapa kali. Rasanya masih sama. Lembut dan membuatku nyaman. Yeoja itu membalas ciuman ku walaupun terkesan masih ragu.

Satu detik.

Dua detik.

Lima detik.

Aku melepaskan ciumanku walaupun terasa enggan. Perasaan bersalah kembali menghantui ku. Aku menunduk. Tak berani menatap wajah itu lagi.

“Jeongmal mianhaeyo….”

“Eh ?”

“Nana-sshi… Mianhae… Aku tak bisa meneruskan semua ini… Aku harus meninggalkan mu…”

“Oppa….”

“Hidup lah dengan baik, Shim Na Na… Saranghaeyo…”

Aku bangkit dari tempatku duduk. Mengecup dahi nya sekilas dan mulai melangkah meninggalkannya.

“Kim Jong Woon !!” teriaknya keras.

Aku berhenti tanpa berani menoleh. Rasanya ada seseorang yang memeluk ku dari belakang.

“Jangan pergi…” desisnya lirih. Tampak menahan tangis. Ini bukan Shim Na Na yang seperti biasanya. Dia terlihat sangat rapuh.

“Lepaskan aku, Nana-sshi… Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri…” sahutku dingin. Rasanya aku ingin berbalik dan menariknya kedalam pelukan ku. Aku sangat mencintainya. Tapi dorongan hebat memaksa otak ku untuk tidak melakukan hal itu.

“Jelaskan padaku…..” kalimatnya terpotong. Yang terdengar hanya lah isakan hebat darinya. Baru kali ini aku mendengar Shim Na Na menangis. Hatiku rasanya sakit, kecewa dan hampa. Aku tak ingin menyakitinya lebih dari ini.

“Tak ada yang bisa ku jelaskan padamu, Nana-sshi… Aku tidak ingin menyeretmu kedalam masalah yang lebih besar…” Kali ini suaraku terdengar serak. Aku berusaha menahan air mata ku yang bisa jatuh kapan saja.

“Kau tidak mencintaiku lagi ?” tanya nya lemah. Yeoja itu melepaskan pelukannya dan berdiri di belakang ku. Aku benar-benar tak bisa menoleh untuk menatap wajah nya lagi. Terlalu sakit.

“Ne…” sahutku datar. Kali ini air mata ku menyeruak keluar tanpa bisa ku hentikan lagi. Aku sangat mencintai Shim Na Na. Tapi aku harus mengambil keputusan pahit ini untuk melindunginya. Aku tak ingin menyeretnya kedalam masalahku. Dia yeoja yang amat ku cintai.

“Jaga lah dirimu baik-baik, Nana-sshi…” aku kembali melangkah meninggalkannya. Tangisan Na Na kembali menusuk setiap inci hatiku. Semakin lama rasanya semakin berlubang. Hingga akhirnya tak dapat ku rasakan lagi.

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Shireo ! Aku tak mau ikut !!” pekik nya lagi. Aku menutup kedua telingaku. Teriakan yeoja ini bahkan lebih nyaring daripada teriakan Ryeowook hyung. Membuat telingaku sakit.

“Ya!! Kau itu harus ikut ! Kau mau ku tinggal sendirian disini ?!” jeritku tak mau kalah. Yeoja itu mendengus kesal dan melemparkan sepatu putih manik-manik yang baru saja ku berikan padanya ke lantai.

“Aku tak suka menonton pertandingan sepak bola ! Shireo !!”

“Kau ini keras kepala sekali…” Gerutu ku kesal. Aku memungut sepatu putih yang baru saja di lemparkan olehnya.

“Jangan memaksa ku !” teriak nya lagi.

“Cepat pakai sepatu mu, kita pergi lima menit lagi…” ujarku sambil menyodorkan sepatu putih itu ke arahnya. Yeon Hyo menatapku tajam dan menepis tanganku.

“Aku benar-benar tak ingin pergi, Tuan Cho !!”

Aaiishh….yeoja ini ! Selalu keras kepala. Yeon Hyo menggembungkan pipinya. Sudah tiga menit berlalu, tapi yeoja itu tidak beranjak dari tepian tempat tidur. Aku menghela nafas berat dan duduk di sampingnya.

“Baik lah kalau itu mau mu…” ujarku sambil menyentuh dagu nya. Yeoja itu menghindar.

“Ya!! Apa yang kau pikirkan Tuan Cho ?!” seru nya tampak waspada. Ekspresinya lucu sekali. Membuatku gemas.

“Kau tak perlu tahu…”   ujarku sambil menciumnya paksa. Yeon Hyo memberontak. Aku tertawa dan mendorong tubuhnya hingga yeoja itu jatuh di tempat tidur. Dengan cepat aku melepaskan t-shirt merah ku dan menindih tubuhnya.

“Kyaaaaaaaaaa!!! Jangan sentuh aku, Cho Kyuhyun !!” jeritnya histeris. Yeoja itu berusaha melepaskan diri. Aku tertawa dan kembali melumat bibirnya. Membuatnya tampak kehabisan nafas.

“Kau mau lebih dari ini ?” tanya ku di sela-sela ciumanku. Yeoja itu mendorong tubuhku sekuat tenaga. Tapi tentu saja dia tak kan bisa mendorongku kali ini.

“Shireo !! Hentikan !!” teriaknya saat aku melepaskan ikat pinggang celana ku. Yeoja itu menutup matanya dengan telapak tangan. Aku tertawa.

“Kau mau ikut menonton pertandingan sepak bola dengan ku atau bercinta dengan ku sampai malam ??” ujarku memberi pilihan.

“Menonton sepak bola !!” serunya cepat. Yeon Hyo masih menutup kedua matanya. Membuatku geli. Ekspresi wajahnya sungguh aneh.

“Arraseo…” ujarku sambil turun dari tubuhnya dan memakai ikat pinggang ku kembali.

“Cepat pakai baju mu !!” ujarnya setengah menjerit. Yeoja itu memalingkan wajahnya seperti enggan menatapku. Aku mengangguk pelan dan memakai t-shirt ku kembali. Hahahhaa… Ancaman ku berhasil dengan baik kali ini. Ternyata mudah sekali membuatnya menuruti keinginanku dengan ancaman seperti itu.

“Kau boleh membuka matamu sekarang…”

Yeoja itu membuka matanya dan menarik nafas lega.

“Kau itu hampir membunuhku, Cho Kyuhyun !!” protesnya sambil kembali duduk di tepian tempat tidur. Aku tertawa mengejek.

“Bukan kah kita sudah pernah melakukan nya ?” tanyaku sambil tersenyum evil. Yeon Hyo melotot.

“Yaakk!! Itu semua di lakukan dalam keadaan tidak sadar, pabbo ! Saat itu kau mabuk dan melakukan hal yang tidak-tidak padaku ! Cho Kyuhyun menyebalkan !!”

Aku terkekeh dan dengan cepat mencium bibirnya sekilas. Yeoja itu terkejut dan sontak menjitak kepalaku keras. Aku meringis.

“Pagi-pagi sudah berbuat mesum !” pekiknya sambil melemparkan bantal ke arahku.

“Ciuman selamat pagi… Mulai sekarang kau harus terbiasa dengan hal itu, Yeonnie…” Yeoja itu menyipitkan matanya. Menatapku tajam.

“Kau memanggil ku ‘Yeonnie’ ?” tanya nya tampak bingung. Aku mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan.

“Ne…dan kau harus memanggil ku ‘Oppa’ ! Arraseo ?”

“Shireo !”

“Ya!! Sopan lah sedikit !”

“Sampai kapan pun, aku tidak akan memanggil mu ‘oppa’, Kyuhyun-sshi !!”

“Aaiish…yeoja ini…” desis ku sambil pura-pura akan membuka t-shirt ku kembali. Yeon Hyo melotot.

“Jangan lakukan hal itu !!” pekiknya histeris. Aku tertawa.

“Cepat panggil aku ‘oppa’ !”

“Kau ini memaksa sekali…” gerutunya kesal.

“Cepat katakan !”

“Aahh…Ne.. Op… oppa..” ucapnya pelan sambil menunduk. Sepertinya dia malu. Hhahaha…lucu sekali jika berhasil mengerjai nya seperti ini.

“Ulangi….”

“Shireo !”

“Cepat katakan atau aku akan……”

“Oppa ! Oppa ! Oppa !! Kau puas ?!” serunya setengah berteriak. Aku tergelak saat melihat wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus. Tampaknya dia benci sekali jika harus memanggilku dengan sebutan ‘oppa’.

“Bagus sekali…” ujarku sambil tersenyum.

“Dasar evil prince !!” gerutunya lagi.

“Terserah kau Yeonnie,  Kita pergi berbelanja sekarang dan nanti malam kita akan menonton pertandingan sepak bola itu…  Kajja !”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

“Bisa kah kita beristirahat sejenak ?” rengek nya manja. Aku menatap wajah Yeon Hyo yang mungkin dibuatnya se-memelas mungkin. Yeoja itu menarik pergelangan tanganku menuju bangku di depan stadion. Kami berkeliling Spanyol seharian untuk membeli beberapa barang dan tentu saja oleh-oleh untuk eomma-ku. Dan sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Orang-orang sudah mulai ramai di sekitar sini sejak sore tadi. Yeon Hyo tampak lelah.

“Ne… Tapi kau harus mengambil gambarku dulu…” sahutku enteng.

“Kau mau berfoto sendirian dan tidak mengajak ku ?” tanya nya dengan tatapan tajam yang begitu menusuk.

“Apa kau mau jadi sasaran amukan sparkyu ?” balasku sambil tersenyum evil.

“Ya!! Bilang saja kau tak mau mengajak ku, Cho Kyuhyun !”

“Panggil aku ‘oppa’ !”

“Shireo !” sahutnya sambil menjulurkan lidah. Yeoja ini… Awas saja dia di hotel nanti !

“Kau menentang perintahku, Yeonnie ?” aku mengeluarkan evil smile-ku. Yeoja itu bergidik. Sepertinya dia mendapatkan firasat buruk.

“Aahh~ Ne… Oppa…” sahutnya pasrah. Aku tertawa dan langsung menyerahkan ponselku.

“Cepat ambil gambarku !”

Yeoja itu mengangguk dan menyuruhku untuk berdiri beberapa meter dari nya.

Aku merentangkan kedua tanganku dan tersenyum lebar ke arah kamera.

 

“Yaakk! Selesai !” seru nya sambil memberikan ponsel ku kembali.

“Ambil gambarku sekali lagi…”

“Shireo ! Aku sangat lapar, Tuan Cho ! Bisa kah kau menunda acara pemotretan pribadi mu itu dan menyelamatkan aku dari kematian ?” serunya kesal.

“Kau lapar ?” tanya ku sambil tersenyum evil.

“Sangat lapar ! Dan kau hampir membunuh anak mu sendiri !” jeritnya sambil menunjuk perutnya sendiri. Aku tertawa.

“Aahh~ Baik lah… Kita makan, setelah itu kita masuk kedalam dan menonton pertandingan.. Arraseo ?”

“Ne…”  sahutnya pasrah.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

“Oppa… eottohke ? Apa yang harus ku lakukan ?” tanya ku pada Ryeowook oppa. Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Molla….” sahutnya yang membuatku semakin frustasi.

Aku baru saja menceritakan semua kejadian yang ku alami akhir-akhir ini pada Ryeowook oppa. Aku benar-benar tak sanggup jika harus menghadapi ini sendirian. Rasanya benar-benar berat, membuatku tidak bersemangat untuk melakukan apapun.

“Jika aku tidak menyerahkan eonni, semuanya akan hancur…”

“Tapi kau harus memilih…”

“Pilihannya terlalu sulit oppa… Aku tak tahu harus bagaimana…”

Namja itu menyesap cappucino hangat dihadapannya dan kemudian kembali menatapku.

“Kau harus membuat siasat…” ujar Ryeowook oppa tiba-tiba. Aku mengernyitkan alisku. Tak mengerti dengan apa yang dikatakannya.

“Maksud oppa ?”

“Serahkan Yeon Hyo pada Hyun Sang.. setelah itu lakukan rencana selanjutnya…”

“Apakah oppa yakin ini akan berhasil ?”

“Ne… Tapi jangan beritahu siapa pun termasuk eonni-mu dan Kyuhyun… Sekaligus mengukur seberapa besar cinta dua orang yang sama-sama keras kepala itu…” ujar Ryeowook oppa sambil ber-smirk ria. Aku mengangguk setuju.

“Arraseo…”

 

 

 

~XXX~

 

 

 

“Yeoboseyo ? Hhmm…Ne.. Aku sudah membuat keputusan… Oppa bisa membawa eonni setelah mereka pulang dari Spanyol.. Tapi ingat janji mu itu oppa… Arraseo…”

Aku menutup flip ponsel ku dan kembali menekan layar ponsel android-ku dengan sentuhan jari.

“Yeoboseyo ?  Ryeowook oppa ! Aku sudah menghubungi namja pemaksa itu dan memberitahu kalau dia bisa membawa eonni, apakah sudah benar ? Ne… Tidak akan ada yang tahu soal ini… Gomawo..”

Aku memutuskan sambungan telepon ku dan kembali menatap layar laptop yang menyala dihadapanku sejak tadi. Sebentar lagi semua kasus skandal itu akan terbongkar sendiri oleh Hyun Sang oppa. Aku akan kembali hidup normal dan tidak akan ada akibat yang mengerikan setelah ini. Kecuali satu.

“Eonni-ya… ku harap kau bisa bersabar sebentar saja… Aku yakin, Kyuhyun oppa akan menyelamatkan mu…” bisik ku sendirian. Aku bangkit dari tempat ku berdiri saat terdengar langkah kaki di belakang ku.

“Sungmin oppa ?” desisku terkejut. Namja itu tersenyum manis dan mengalihkan pandangannya ke layar laptop yang menyala di atas meja.

“Bolehkah aku ikut membantu rencana mu itu, Chae Eun-ah ? Aku tak akan membiarkan Kyunnie mati karna kesepian terlalu lama…”

Aku mengangguk dan tersenyum lebar.

“Ne oppa…dengan senang hati…”

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

4 Days later…

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

            “Yeonnie, bisa kah kau mempercepat langkah mu ? Lambat sekali !” ujarnya setengah berteriak.

Aku mendengus kesal dan menyeret koperku dengan malas. Hari ini kami akan kembali ke Seoul. Liburan di Spanyol selama seminggu cukup menyenangkan walaupun setiap harinya telinga ku selalu sakit karna teriakan namja jutek yang tengah memakai masker di hadapanku ini.

“Mereka tak akan mengenali mu, Tuan Cho…” gerutuku saat namja itu mengeluarkan kacamata hitamnya. Kyuhyun menurunkan topi hitamnya lebih rendah lagi. Membuatku seakan berjalan dengan ‘buronan’ di sampingku.

“ELF ada dimana-mana.. Nanti sparkyu akan mengenaliku, pabbo…”

“Cih… Sebegitu terkenal kah dirimu, Cho Kyuhyun ?” sahutku dengan nada mengejek.

“Di belahan dunia bagian manapun kau akan tetap menemukan poster ku tengah di perebutkan oleh para gadis…”

“Kau terlalu percaya diri…”

“Apakah kau lupa kalau ‘suami-mu’ ini seorang magnae boyband Super Junior ?”

“Aahh~ baik lah… Aku akan berusaha mengingatnya….”

Namja itu tertawa dan menarik pergelangan tanganku. Menyeretku memasuki pintu keberangkatan. Rasanya senang sekali bisa kembali ke Seoul. Tapi entah kenapa sepertinya ada yang menganggu pikiranku.

 

 

 

~XXX~

 

 

“Kenapa kau tidak tidur ? Biasanya setiap kali berada di pesawat, kau selalu tertidur yeoja pemalas….” ujarnya sinis sambil memainkan PSP putih di tangannya. Aku menoleh ke arah namja itu dan menatap wajahnya. Entah kenapa aku tidak merasa ngantuk sama sekali. Hari ini aku ingin melihat wajah namja itu sepuas hatiku.

“Wae ? Terpesona melihat ketampanan ku ?” Kyuhyun tersenyum evil dan menghentikan gerakan jemarinya yang sejak tadi berkutat dengan PSP pusakanya itu. Namja itu kini berbalik menatap wajahku.

“Mwoya ? Terpesona kata mu ? Yaakk! Lebih baik aku memandangi wajah tampan Siwon oppa ketimbang wajah jutek mu itu, Tuan Cho…”

“Dia Hyung-ku ! Kau tak boleh meliriknya !”

“Ani…aku tidak meliriknya, hanya memandanginya saja…” sahutku sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Itu lebih parah, pabbo !”

“Wae ? Kau cemburu ?” tanya ku blak-blakan. Namja itu terdiam dan memalingkan wajahnya. Kembali menatap PSP putih yang berada didalam gengaman tangannya.

“Aniya…untuk apa cemburu pada yeoja seperti mu…” Raut wajahnya memerah, lucu sekali.

“Mengaku saja…”

“Sudah ku bilang, tidak !”

“Cho Kyuhyun pabbo…”

“Panggil aku ‘oppa’ !”

“Shireo…. tak pantas untuk mu…”

“Aaiish…kau ini.. Awas saja nanti…”

Hahhaa…lagi-lagi dia mengancamku. Dasar evil prince.

“Tidur lah, nanti kau kelelahan….” ujarnya tiba-tiba. Aku mengernyitkan alisku dan menatapnya bingung.

“Kau menyuruhku tidur ?” tanyaku tak percaya.

“Ne… Kau pucat, aku tak mau membuatmu sakit…”

Aku mengangguk dan mulai mengambil posisi yang nyaman untuk tidur. Tiba-tiba saja namja itu mencondongkan tubuhnya ke arahku.

“Wae ?”

“Kau bisa pinjam bahu ku sebagai bantal…” ujarnya jutek. Dasar aneh.

“Bahu mu tak enak, terlalu kurus…”

“Jangan protes ! Cepat tidur !” serunya dengan nada memerintah. Namja itu memaksa kepala ku untuk bersandar di bahunya. Aku menurut.

Tak lama kemudian, rasa kantuk menyerangku. Aku menutup kedua mataku dengan cepat, semoga bisa cepat sampai di Seoul. Aku sangat merindukan Chae Eun.

 

 

 

~XXX~

 

 

 

“Yeonnie, bangun lah….” aku mendengar suara namja dengan samar. Rasanya mataku masih berat sekali. Namja itu menepuk-nepuk pelan pipi ku.

“Kita sudah sampai…” ujarnya lagi. Aku memaksa mataku untuk terbuka. Ku tatap wajah tampan yang tersenyum di hadapanku itu. Wajah yang selalu ingin ku lihat setiap kali aku membuka mata.

“Tidur mu nyenyak ? Kita turun sekarang, penumpang yang lain sudah turun sejak tadi…” ucapnya lembut. Baru kali ini dia membangunkan ku dengan lembut seperti ini. Wae ? Apakah kepalanya lagi-lagi terbentur ?

Aku mengangguk malas dan berusaha bangkit dari tempatku duduk. Rasanya masih mengantuk sekali.

Kyuhyun membantu ku untuk berdiri. Namja itu menuntun ku untuk keluar dari pesawat. Kami berjalan beriringan. Biasanya Kyuhyun selalu berjalan lebih cepat dariku dan berteriak agar aku bisa berjalan dengan kecepatan sama sepertinya. Tapi tidak untuk kali ini. Namja itu memperlambat langkahnya dan sesekali melirik ke arahku.

“Kau aneh….” ungkapku jujur. Namja itu tertawa.

“Entah kenapa, aku merasa kita akan terpisah lama….”

“Shireo…Kau tak boleh kemana-mana, Kyuhyun-shhi…” ujarku sambil mempererat genggaman tangan ku. Namja itu tersenyum.

“Panggil aku ‘oppa’…”

“Aku paling benci jika kau kembali memaksaku…”

“Aku hanya ingin mendengar kau memanggilku seperti itu, Yeonnie…” sahutnya sambil terus berjalan menyeretku. Aku mendesah pelan dan meliriknya sekilas.

“Aahh~ baik lah… Kyuhyun oppa…”

“Ulangi…”

“Kyuhyun oppa…” ucapku selembut mungkin. Namja itu menghentikan langkahnya dan mengacak pelan rambutku.

“Pertahankan ucapan mu itu…” ujarnya sambil kembali merendahkan topinya. Aku mengangguk pasrah. Rasanya tak mau bertengkar dengannya saat ini.

Aku dan Kyuhyun berhasil keluar dari pintu kedatangan internasional tanpa seorang pun mencurigai kami. Ku rasa akan ada yang menjemput kami nanti. Dan benar saja, dua orang namja ber-setelan jas serba hitam tampak membawa papan besar bertuliskan namaku. Mungkin itu jemputan ku dan Kyuhyun.

Kami berdua bergegas menuju namja paruh baya yang berdiri didekat sedan mewah berwarna biru metalik.

“Nyonya Cho ?” tanya nya sambil tersenyum. Aku mengangguk.

“Tuan Park menyuruhku untuk menjemput anda dan Tuan Cho…”

“Ne…”

“Nyonya Cho ikut dengan ku… Sedangkan Tuan Cho ikut dengan supir Hwang…”

Aku mengernyitkan alisku dan beralih menatap Kyuhyun yang juga tampak bingung.

“Kenapa tidak sekalian saja ?” tanya Kyuhyun heran. Aku dan Kyuhyun di jemput dengan mobil yang berbeda ? Ini sangat aneh sekali.

“Mianhamnida.. kami hanya menjalankan tugas… Nyonya Cho sudah ditunggu oleh Nona Chae Eun.. Sedangkan Tuan Cho ada jadwal pemotretan majalah siang ini…”

Aku mengangguk mengerti dan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Namja itu tampak kaget dan menatapku.

“Aku akan pulang kerumah nanti malam…” ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan membuka kan pintu mobil untuk ku.

“Ne… Kau harus pulang, kalau tidak… Kau akan terima akibatnya, Cho Kyuhyun !” seru ku sambil masuk kedalam mobil dan menutup pintunya. Namja itu mengangguk dan melambaikan tangan kanannya.

“Hati-hati…”

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Mwoya ?! Tidak ada jadwal pemotretan siang ini ? Hyung, jangan bercanda !” seru ku setengah berteriak. Semuanya menoleh.

“Ani.. Memang tidak ada jadwal pemotretan siang ini Kyunnie… Waeyo ?” tanya Leeteuk hyung yang membuat ku tak mengerti.

“Jadi siapa yang menjemputku dan Yeon Hyo tadi ? Bukan kah itu perintah darimu Hyung ?! Tuan Park, bukan kah itu dirimu ?”

Leeteuk hyung beralih menatap Sungmin hyung yang sejak tadi hanya diam di tempatnya duduk. Berusaha mencari jawaban tentang pertanyaanku, tapi sepertinya sia-sia.

“Aku tak pernah menyuruh siapapun untuk menjemputmu Kyunnie…”

“Hyung, berhenti lah bercanda ! Aku tidak ingin bermain-main saat ini !” sahutku panik. Ini aneh. Sangat aneh. Dan perasaan ku tidak enak saat ini.

“Aniya…aku serius.. Aku baru saja tiba dengan Donghae… Tidak mungkin bisa menyuruh orang untuk menjemputmu…”

Aku terduduk. Ini tidak mungkin. Kalau bukan Leeteuk hyung, jadi siapa yang melakukan semua ini ?

Dengan cepat aku merogoh saku ponselku dan berusaha menghubungi Chae Eun. Seharusnya yeoja pabbo itu ada bersama Chae Eun saat ini.

“Yeoboseyo ? Chae Eun-ah ! Kau bertemu eonni-mu pagi tadi ? Mwoya ?! Kau tidak bertemu dengannya ? Aaiishh…”

Aku menutup flip ponselku dengan kesal. Ekor mataku menatap semua Hyung-ku yang tengah memperhatikan tingkah ku. Mereka semua ada di ruang latihan ini, termasuk Yesung hyung yang tampak uring-uringan sejak tadi. Namja itu hanya duduk diam di kursinya tanpa berkomentar apapun.

Ku rasakan air mata ku hampir jatuh. Tapi segera ku tepis pikiran buruk ku itu.

“Kyunnie, gwaenchanayo ?” tanya Sungmin hyung sambil menghampiriku. Aku menggeleng perlahan.

“Sebenarnya apa yang terjadi, Kyunnie ?” tanya Donghae hyung tampak khawatir. Aku ingin menjawab pertanyaannya, tapi suaraku sulit sekali keluar.

Tanpa bisa ku hentikan, kilauan bening mulai mengalir di wajahku. Ryeowook hyung sontak memeluk ku.

“Kyunnie…..” ujar Ryeowook hyung. Aku menatap raut wajah Ryeowook hyung dengan berbagai perasaan berkecamuk dalam hatiku. Rasanya lututku benar-benar lemas. Aku bahkan kehilangan kemampuan ku untuk berdiri tegak.

“Dia hilang… Yeon Hyo-ku hilang….”

“Mwoya ?”

“Hilang !! Yeon Hyo-ku hilang, Hyung !! Aku harus mencarinya !!” jeritku pada akhirnya. Aku bergegas bangkit dari tempat ku duduk dan terhuyung menuju pintu keluar. Siwon hyung menahan pergelangan tanganku.

“Tenang lah Kyunnie, kita akan mencarinya bersama-sama..” ujar Siwon hyung berusaha menenangkan ku.

“Dia hilang !! Tak ada yang tahu dimana keberadaannya, hyung !!” jeritku lagi.

“Kyunnie, tenang lah…” ujar Eunhyuk hyung ikut bicara.

“Jika Chae Eun menghilang, apakah Hyung bisa tenang ?!”

“Kyunnie…”

“Jawab aku, Hyung !!!!”

Siwon Hyung dan Leeteuk Hyung menahan kedua tangan ku dengan kuat. Aku memberontak, minta di lepaskan. Yang ada didalam pikiran ku sekarang hanya lah keberadaan Yeon Hyo. Aku harus mencari yeoja itu sebelum sesuatu terjadi padanya.

“Lepaskan aku, Hyung !” jeritku untuk ke sekian kalinya.

“Tenanglah Kyu !” kini Sungmin hyung yang berteriak di depanku. Aku terdiam.

“Aku sudah minta bantuan untuk melacak keberadaan Yeon Hyo, kita pasti dapat menemukannya…” ujar Sungmin hyung. Baru saja aku akan menjawab, ponsel Sungmin hyung berbunyi. Membuat perhatian kami semua kini tertuju pada Sungmin hyung.

“Private number…” desis Sungmin hyung sambil menatap ke arah ku.

“Speakernya…” saran Leeteuk hyung. Sungmin hyung mengangguk dan menekan tombol pada ponselnya.

“Yeoboseyo ?” sapa Sungmin hyung pelan.

“Yeoboseyo ? Lee Sungmin ?” suara seorang namja. Dan sepertinya aku mengenal suara ini. Tapi siapa ?

“Nuguya ?” tanya Sungmin hyung. Kami hanya diam mendengarkan.

“Kim Hyun Sang…” Aku tersentak begitu namja itu menyebutkan namanya. Kim Hyun Sang ? Apa jangan-jangan dia yang ada di balik hilangnya Yeon Hyo ?

“Hyun Sang-sshi, waeyo ?”

“Aniya…hanya ingin berbicara dengan Cho Kyuhyun, dia ada disana kan ?”

“Berikan padaku !” seru ku sambil melepaskan kedua tanganku dari Siwon hyung dan Leeteuk hyung.

Sungmin hyung menyerahkan ponselnya pada ku. Aku menghela nafas sejenak dan mulai berusaha mengeluarkan suara kembali.

“Ini aku…”

“Cho Kyuhyun ? Hahha…senang mendengar suaramu..”

“Apa yang kau inginkan ?” sahutku dingin. Aku benar-benar muak mendengar suara namja ini.

“Ani…aku tak ingin apa-apa dari mu.. Hanya saja aku akan memberitahukan satu hal yang bagus untukmu, Cho Kyuhyun…”

“Cepat katakan !”

“Hhmm.. Yeon Hyo ada bersama ku di Jepang sekarang… Ku harap kau bisa merestui kami dan kembali pada Shin Rin Rin…”

“Yeon Hyo di Jepang ?! Ya!! Jangan bercanda !!” emosi ku memuncak. Rasanya aku ingin membunuh Kim Hyun Sang saat ini juga.

“Hahhaha… Terima saja kalau ‘istri-mu’ ini akan segera menjadi milik ku…”

“Jangan sentuh dia !!!!” aku mengepalkan tanganku. Siwon hyung mencengkram bahu ku. Berusaha membuatku tenang.

“Tenang saja.. Dia masih tertidur dengan obat bius… Aku tak akan menyentuhnya sebelum kalian resmi bercerai…”

“Kau gila !!! Kembalikan Yeon Hyo-ku !!!”

“Hhahhaa…lebih baik sekarang kau pikirkan Shin Rin Rin yang tengah sekarat di rumah sakit daripada kamu mengejar Yeon Hyo yang tidak kau cintai…”

Piiipp !

Sambungan teleponnya terputus. Aku menatap nanar para Hyung-ku yang terlihat iba. Yeon Hyo berada di Jepang sekarang  dan Rin Rin sekarat. Apa yang harus ku lakukan ? Apa yang harus ku dahulukan saat ini ? Aku harus mengejar Yeon Hyo atau pergi menemui Rin Rin ?

Pikiran ku kacau. Ku rasakan lutut lemas. Aku tak sanggup menopang tubuhku sendiri. Duniaku serasa runtuh menimpaku. Pandangan mataku mulai kabur. Aku mendengar teriakan dari para Hyung-ku sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

 

Apa yang terjadi pada Kyuhyun dan Yeon Hyo?

Apa keputusan Kyuhyun selanjutnya ? Mengejar Yeon Hyo atau menemui Rin Rin ?

*Nantikan jawabannya di FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 19)

-Coming soon- *plaakk

 

Mau baca FF admin Ye-Kyu^^ secara lengkap ?

Kunjungi aja blog admin Ye-Kyu^^

www.gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com

 

Yang ngerasa Hyo-Kyu shipper atau yang baca…WAJIB LIKE dan KOMMENT !!

Semakin banyak LIKE dan KOMMENT…semakin cepat kelanjutannya di rilis😄

Jangan jadi SILENT READERS~

Saya tidak suka *plaakk

 

 

Don’t copas !!

 

_admin Ye-Kyu^^_

 

 

43 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 18)

  1. uhhh….akhirnya aku coment lagi dipart ff ini.sklian absen dulu deh…mian klo bru coment lg dpart ini.bis kbawa suasana jadi pengen buru” bacanya,eh jd lupa coment’y deh…hehehehe ‘V’

    sumpah ff’y DAEBAK thor…

    ku mau lanjut baca next part ajj deh

  2. kyuhyun bakal ngeduluin siapa nih,,,, hyo yg dijepang pa Rin Rin yg lg di rmh sakit…..
    uhhhh semua y ngegalu nih part ini yesung putus, chae Eun milih nyerahin hyo n trus kyu n hyo pisah deh pusing jadi y…

  3. ommo … yesung melepas na na … huh ini semua pasti ulah ha ra … ( dasar yeoja iblis ) kasihan na na ….

    wkwkwk dasar ya evil magnae … dia maksa yeonhyo ikut nonton pertandingan bola … pakai ngancam lg ( dasar dasar ……….) “Kau mau ikut menonton pertandingan sepak bola dengan ku atau bercinta dengan ku sampai malam ??”
    dasar MESSSUUUUUMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

    trus suruh yeon hyo manggil dia ” oppa ‘ lg
    ( huahahahahahahahaha)

    OOOO akhirnya yeon hyo curhat sama ryewook & minta solusi nya …
    “Kau harus membuat siasat…Serahkan Yeon Hyo pada Hyun Sang.. setelah itu lakukan rencana selanjutnya…Tapi jangan beritahu siapa pun termasuk eonni-mu dan Kyuhyun… Sekaligus mengukur seberapa besar cinta dua orang yang sama-sama keras kepala itu…”
    waaa usul ryewook boleh jg … asal ga ngerugi in evil couple ya …
    ehh ternyata sung min jg turut serta …

    MWO yeonhyo ” hilang ” …. ottokhe … kyuhyun dah ngamuk nih …..
    ANDWE … yeonhyo di culik hyun sang …. gawat ….
    apa ini termasuk rencana chae- ryewook – sungmin ?

    Penasaraaaannnnnnnnnnnnnnnn

    Nexxxxttttttttttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s