FF “Hate U, Love U” [OneShot]

“Hate U, Love U”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast : Lee Sungmin a.k.a Sungmin

                        Kim Ryeowook a.k.a Ryeowook

                        Birgitta Eifelia a.k.a Han Mei Ran

Sub Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

                        Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

 

Genre : Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Birgitta Eifelia

 

Recommended Song : Super Junior – “Hate U, Love U”

 

 

 

 

FF “Hate U, Love U” –OneShot-

 

 

            “Cinta dan benci itu beda tipis. Bahkan saat kau membenci seseorang, sebenarnya kau itu sedang belajar untuk mencintainya…”

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Author PoV*

 

Yeoja itu berlari dengan cepat. Berusaha mengejar bis yang akan membawanya pulang kerumah. Itu adalah bis terakhir malam ini. Jika tidak berhasil naik, maka yeoja itu harus terpaksa mencari taxi. Dan itu sama saja dengan pemborosan baginya.

“Yaaakkk!! Tunggu aku ! Ahjussi !! Hentikan bis nya !!” jeritnya lagi. Tapi bis itu tetap saja melaju meninggalkannya. Hingga yeoja itu menyerah dan akhirnya berhenti berlari dengan nafas tersengal.

“Aaiish…aku ketinggalan bis lagi.. Ini gara-gara Tuan Muda Lee yang sialan itu ! Aarrrggghh !!”

Yeoja itu mengacak rambutnya frustasi dan terduduk di aspal. Ekor matanya berusaha mencari taxi untuk membawanya pulang malam ini. Tapi hasilnya nihil. Jalanan ini terlalu sepi. Tak tampak satu kendaraan pun yang melintas.

Yeoja itu menggerutu kesal dan melepas high heels yang dikenakan nya. Kerja paruh waktu di restoran mewah paling terkenal di Seoul membuatnya harus pulang larut malam.

Tiba-tiba sorot lampu dari kejauhan membuat yeoja itu berdiri dan menyipitkan matanya. Berusaha melawan cahaya menyilaukan yang menusuk bola mata cokelat kehitamannya yang indah.

Han Mei Ran dengan cepat merentangkan kedua tangannya. Dan sesuai dengan keinginannya, mobil sport berwarna merah itu berhenti. Sedetik kemudian, pengendara mobil itu membuka kaca jendela mobilnya lebar-lebar dan tersenyum. Sepertinya dia sangat mengenali Han Mei Ran.

“Masuk lah !” seru namja itu dari dalam mobil. Mei Ran mengangguk dan bergegas masuk kedalam mobil. Yeoja itu tak menyangka kalau salah satu teman kampusnya akan melintas di jalanan sepi ini.

“Aahh~ gomawo wookie-ya ! Aku sangat tertolong !” ucap Mei Ran dengan raut wajah senang. Namja itu tersenyum manis dan mulai memacu mobilnya dengan cepat.

“Kau dari mana ? Ini sudah larut malam sekali…” tanya Ryeowook tanpa menoleh. Namja itu fokus dengan jalanan yang terbentang dihadapannya.

“Kerja paruh waktu… Kau tahu sendiri kan, kalau aku hanya hidup sendirian di Seoul ?” sahut Mei Ran. Yeoja itu memijit lututnya yang terasa pegal. Berdiri di meja kasir selama berjam-jam dengan sepatu high heels membuat kakinya benar-benar merasa tersiksa.

“Tapi kau tak perlu bekerja sekeras ini Mei Ran-sshi…”

“Gwaenchana… Aku hanya tak ingin memberatkan Yeon Hyo eonni…”

“Eehh ? Kau mempunyai eonni ?”

“Ne.. tapi dia bukan eonni kandung-ku… Dia itu anak dari sahabat eomma… Karna dia dan aku sama-sama hidup sendirian, dia mengajak ku untuk tinggal di apartemennya yang mewah..”

“Jinjja ? Aku tak pernah mendengar soal itu…”

“Walaupun dia tak mengizinkan aku untuk kerja paruh waktu, tapi tetap saja aku tak bisa diam dan bersantai di apartemennya itu… Cepat atau lambat, aku harus hidup mandiri…”

“Pemikiran yang bagus…” timpal Ryeowook. Namja itu melirik Mei Ran dan tersenyum.

“Sebentar lagi kita sampai, di tikungan itu belok kanan…”

“Arraseo…”

 

 

~XXX~

 

 

 

            “Aku sangat lelah, Tuan Cho.. Bisakah kita berhenti bertengkar ?!” jerit yeoja itu lagi. Namja yang berdiri tegak di hadapannya hanya menatap tajam ke arah yeoja itu tak bergeming.

“Kau yang memulainya !” pekik namja itu tak mau kalah.

“Mwoya ?! Kau bilang aku penyebab semua kekacauan ini, hah ?!”

“Kau terlalu keras kepala dan tak mau mengalah !”

“Haruskah aku mengalah padamu ? Ini semua karna ulah mu sendiri Cho Kyuhyun !!”

“Kau sama sekali tak berubah, kau tetap egois !”

“Kau bilang aku egois ? Apa kau tak pernah berkaca pada diri mu sendiri ?!”

“Kau salah paham !!!”

“Aku tak mempercayai ucapanmu ! Pergi dari hadapanku !!”

“Wae ? Kau menyuruhku pergi ?!”

“Ne… Kita putus ! Tak ada hubungan apa-apa lagi ! Aku benci padamu, Cho Kyuhyun !! Kau namja yang paling menyebalkan dalam hidupku !!”

Kyuhyun terdiam dan berjalan menuju yeoja yang sebenarnya sangat dicintai nya itu.

“Jaga baik-baik dirimu, Yeonnie… Saranghae…” Kyuhyun mengecup bibir Yeon Hyo sekilas dan berbalik menuju pintu keluar.

Yeoja itu hanya bisa menatap punggung Kyuhyun yang menghilang di balik pintu. Sedetik kemudian, yeoja itu menjatuhkan dirinya di atas lantai. Air mata mengalir membasahi pipinya.

“Cho Kyuhyun, saranghae…..”

~XXX~

 

 

            “Eonni-ya ! Waeyo ?!” seru Mei Ran terkejut. Yeoja itu langsung menghampiri Yeon Hyo yang menekuk kakinya dan menangis tanpa suara.

“Eonni, mianhaeyo… Lagi-lagi aku pulang terlambat..” Yeon Hyo menatap Mei Ran dengan pandangan kosong.

“Eonni… Kau marah padaku ?” tanya Mei Ran tak mengerti. Yeoja itu merogoh saku nya, mencari sapu tangan.

“Aaiishh…pasti sapu tangan-ku ketinggalan disana…” gerutu Mei Ran sendirian. Yeoja itu kembali menatap Yeon Hyo dengan pandangan heran. Tidak biasanya yeoja yang sudah di anggapnya eonni itu menangis seperti ini. Pasti ada masalah yang sangat besar.

“Eonni… Sebenarnya apa yang terjadi padamu ?” Yeon Hyo tidak menjawab semua pertanyaan Mei Ran. Membuat yeoja itu semakin bingung.

“Apa perlu ku panggil Kyuhyun oppa kemari agar membuatmu tenang, eottohke ?”

Yeon Hyo menggeleng dan menarik Mei Ran kedalam pelukannya. Yeoja itu terisak hebat dan menangis sejadi-jadinya.

“Eonni… Jangan menangis.. Ceritakan semuanya padaku, Ne ?”

“Aku membencinya…”

“Mwoya ?!”

“Mulai sekarang.. Aku akan melupakan namja menyebalkan itu !”

“Eonni-ya ! Kontrol emosimu !”

Yeon Hyo terdiam. Emosi menguasai pikirannya. Yeoja itu menghapus sisa-sisa air matanya dan melangkah menuju pintu kamar yang terbuka lebar. Mei Ran hanya memandangi Yeon Hyo yang tiba-tiba saja membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat Mei Ran terlontak kaget.

Sedetik kemudian, terdengar suara tangisan lagi. Mei Ran menghela nafas berat dan merogoh ponsel di saku celananya. Menekan layar ponsel android-nya dengan sentuhan jari. Dan menempelkan ponsel silver itu di telinga kirinya. Mencoba menghubungi Kyuhyun.

Tapi yang terdengar hanya nada sibuk. Mei Ran menyerah dan akhirnya memasukan ponselnya kembali kedalam saku. Masih terdengar tangisan dari kamar yang tertutup rapat itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua ?” desis Mei Ran sendirian. Yeoja itu melangkah menuju kamarnya yang terletak bersebelahan dengan kamar Yeon Hyo. Menghidupkan lampu kamar dan merebahkan diri di tempat tidurnya yang serba putih.

“Entah kenapa, tapi aku merasa kalau Kim Ryeowook itu namja yang sangat baik….”

*Author PoV END*

~XXX~

 

 

 

 

*Han Mei Ran PoV*

 

“Lagi-lagi terlambat ! Aku bisa memotong gajimu, Nona Han !” namja itu kembali meneriaki ku. Huh ! Padahal aku baru terlambat lima menit. Tapi dia mengomel lebih dari setengah jam lamanya. Menyebalkan !

“Mianhamnida.. Tuan Muda Lee… Tapi jadwal kuliah ku padat sekali hari ini….” sahutku membela diri. Namja itu menatapku dengan angkuh. Wajahnya sangat tampan dan manis.  Membuat semua karyawan resto ini selalu membicarakannya. Tapi sifatnya yang mengerikan itu membuatku sangat membencinya. Aku hanya bisa menunduk dan menyumpah dalam hati.

“Ne… Kali ini kau di maafkan, tapi jika terjadi lagi. Kau akan di pecat !” teriaknya lagi. Aku hanya bisa mengangguk dan mengulum senyum palsuku. Bagaimanapun juga aku harus bersikap hormat dengan namja tampan pemilik resto yang paling terkenal di Seoul ini.

“Dan satu hal lagi… Jangan lupa kerjakan tugas ku ! Besok Kwan songsaenim memintaku untuk segera mengumpulkannya…” ujarnya sambil berlalu. Aku mendecak kesal. Setiap hari selalu begini ! Lee Sungmin sekelas denganku di kampus. Sebenarnya aku sangat membenci namja itu dan tak mau berdekatan dengannya. Tapi entah mengapa, takdir hidupku berkata lain.

Aku harus memenuhi semua permintaannya. Termasuk menjadi yeoja chingu-nya di hadapan keluarga Lee dan juga teman-teman kampusku. Tak ada yang tahu soal ini. Bahkan Yeon Hyo eonni pun tak tahu bagaimana penderitaanku yang sebenarnya. Semua orang menganggap kalau aku ini beruntung, bisa menjadi yeoja chingu dari seorang pewaris tunggal keluarga Lee. Dan tentu sangat kaya raya. Tapi di balik semua itu, aku harus menahan semua rasa kebencianku dan menunjukan pada semua orang kalau aku ini yeoja chingu-nya Lee Sungmin yang baik. Benar-benar membuatku muak !

Aku kembali ke posisi utama-ku di resto ini. Dibalik mesin kasir dengan senyuman yang harus ku tampilkan setiap menitnya. Keluarga Lee mengetahui latar belakang keluargaku. Mereka juga tahu kalau Yeon Hyo eonni itu bukan lah eonni-ku yang sebenarnya. Dan aku hanya hidup sebatang kara di dunia ini karna orang tua ku meninggal dalam kecelakaan pesawat sepuluh tahun yang lalu.

Sebelum mereka berangkat ke Jepang menggunakan pesawat itu, Eomma menitipkan ku pada keluarga Yoon. Dan dengan anehnya meminta Yeon Hyo eonni untuk menjagaku dengan baik. Kedua orang tuaku adalah composer hebat. Dan keluarga Lee sangat menyukai semua lagu ciptaan mereka. Kecelakaan itu membuat aku harus kehilangan hidupku yang bahagia. Yang ku punya sekarang hanya lah Yeon Hyo eonni dan tentu saja keluarga Yoon.

Karna keluarga Lee sangat mengagumi kedua orang tuaku. Mereka memang sejak awal berniat menjodohkan ku dengan putra tunggal mereka, Lee Sungmin. Aku dijodohkan dengan Lee Sungmin sejak masih kecil. Kedua orang tua tentu sangat menyetujuinya. Ku kira dia tipe namja yang manis dan perhatian. Tapi ternyata tidak sama sekali. Dia itu seenaknya sendiri. Membuatku sangat membencinya !

~XXX~

 

 

 

Aku kembali berdiri di pinggir jalan dengan kaki sakit. Sudah tidak ada lagi bis terakhir. Membuatku harus bersabar menunggu taxi yang lewat. Tiba-tiba saja sorot cahaya lampu mobil menyilaukan mataku. Aku tidak merentangkan tanganku seperti semalam. Tidak mungkin kalau Ryeowook kebetulan lewat lagi dalam waktu dua hari.

Tapi mobil itu tiba-tiba berhenti persis dihadapanku. Membuat tanganku terangkat untuk menutupi kelopak mataku yang silau karna cahaya lampu mobil.

Kaca jendela mobil itu mulai terbuka. Tampak seorang namja tampan dengan kacamata hitam bertengger di wajahnya. Membuatku terkejut dan mundur beberapa langkah. Namja itu tersenyum angkuh. Bukan, itu bukan Kim Ryeowook. Tapi itu Lee Sungmin !

“Masuk lah !” serunya dari dalam. Aku menggeleng tegas.

“Ya!! Han Mei Ran ! Ini sudah larut malam, tak ada kendaraan lain yang akan melintasi jalan ini !” teriaknya lagi. Aku memandang raut wajah namja tampan itu dengan ragu. Kebencian terhadapnya sudah merasuki jiwaku.

“Palli !” teriakannya kali ini sukses membuatku bergegas masuk kedalam mobil mercedes hitam itu.

“Pasang sabuk pengaman mu…” ujar namja itu dengan dingin. Aku mengangguk dan segera memasang sabuk pengaman di tubuhku. Sungmin memacu mobilnya makin lama makin cepat. Aku hanya terdiam dan memandang lurus kedepan. Atmosfer aneh selalu membayangi ku saat berdua saja dengan namja ini. Aku sangat membencinya, tapi aku seperti kehilangan kekuatan ku untuk melawan semua perintahnya yang terkadang sangat keterlaluan.

“Cium aku…” ujarnya sambil menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Namja itu menatapku tajam dan menusuk.

Aaiishh…lagi-lagi dia memerintahku dengan seenaknya sendiri.

“Shireo….” tolak ku lemah.

“Ini bukan permintaan… Tapi perintah…” Namja itu mulai mendekatkan wajahnya. Dan lagi-lagi dia memaksa ku untuk merasakan bibir tipisnya yang ku akui sangat lembut.

Lima detik kemudian, namja itu melepaskan ciumannya dan kembali menghidupkan mesin mobil. Seperti tak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Selalu saja seperti ini. Membuatku semakin membencinya.

~XXX~

 

 

 

            “Eonni…” desisku lirih. Aku menemukan Yeon Hyo eonni tengah menonton TV dengan pandangan kosong. Yeoja itu terlihat kacau dengan piyama pink yang terlihat lusuh karna air matanya. Pasti dia menangis seharian. Aku melangkah mendekatinya dan menjatuhkan diriku di sofa tepat disampingnya.

“Eonni-ya… Maukah kau berbagi cerita dengan ku ?” tanya ku sehalus mungkin. Yeon Hyo eonni tidak meresponku. Aku takut sesuatu terjadi padanya.

“Jangan seperti ini….” ujarku lagi. Aku memeluk Yeon Hyo eonni yang mulai menangis. Aku tak tahan melihatnya seperti ini. Seperti bukan Yeon Hyo eonni saja !

“Ternyata aku sangat mencintainya…” akhirnya Yeon Hyo eonni membuka suaranya.

“Ne… Aku paham sekali perasaan mu itu eonni… Tapi sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua ? Aku lebih suka melihatmu berteriak memaki Cho Kyuhyun-mu itu ketimbang melihatmu menangis karna nya…”

“Aniya… Aku hanya terlalu egois…”

“Maksudnya ?” tanya ku penasaran. Aku melepaskan pelukanku dan menatap Yeon Hyo eonni dengan pandangan menyelidik.

“Aku terlalu cemburu… Aku tak bisa melihatnya berfoto seperti itu dengan yeoja lain…”

“Kyuhyun oppa di kontrak agency lagi ?”

“Ne…. Dan aku dengan emosi memutuskan hubungan dengannya… Bodoh sekali aku…” sahutnya kembali terisak. Aku mengangguk tanda mengerti. Kyuhyun oppa memang namja yang tampan. Dia juga seorang model yang terkenal. Membuat beberapa agency besar mengontraknya untuk iklan dan sebagainya. Dan Yeon Hyo eonni tipe yeoja pencemburu. Dia tak bisa menahan emosinya saat melihat hasil-hasil pemotretan Kyuhyun oppa. Atau bahkan iklannya di TV. Lebih parahnya lagi, mereka berdua sama-sama keras kepala dan tidak ada satu pun yang mau mengalah.

“Eonni… Tenanglah.. Cepat atau lambat, kalian akan berbaikan.. Aku tahu kalau Kyuhyun oppa juga tak bisa hidup tanpamu, eonni…”

Yeon Hyo eonni mengangguk dan akhirnya tersenyum. Dia memang lebih cantik saat tersenyum seperti ini.

“Fighting !!” seru ku berusaha memberinya semangat.

“Ne… gomawo saengi..” sahut Yeon Hyo eonni sambil kembali tersenyum. Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan di pintu apartemen kami. Dengan cepat aku membuka pintu dan tersenyum saat melihat siapa yang datang malam-malam begini.

“Eonni-ya… Aku tidur duluan, Ne ? Jangan bertengkar lagi…”

Aku bergegas menuju kamarku dan berusaha membiarkan mereka berdua untuk berbincang tentang masalah yang mereka hadapi. Ternyata aku benar, Kyuhyun oppa itu tak dapat hidup tanpa eonni-ku.

 

~XXX~

 

 

 

Aku membuka mataku dengan malas. Masih terasa sangat mengantuk. Tapi aku harus berangkat pagi-pagi agar tidak ketinggalan bis. Aku memang pergi sendirian. Perusahaan Yoon, tempat Yeon Hyo eonni menjabat sebagai direksi utama berlawanan arah dengan kampusku.

Yeon Hyo eonni pernah menawari untuk membelikanku mobil. Tapi aku dengan cepat menolaknya. Selain aku tak mau menghabiskan uangnya lebih banyak, tentu saja aku tak dapat menyetir.

Ddrrttt…..ddrrttt….

Tiba-tiba saja ponselku bergetar hebat. Aku meraih ponselku dan menekan layarnya dengan sekali sentuh. Mataku membulat saat membaca pesan singkat itu. Terlalu shock !

           

From : Namja menyebalkan

            Message : “Aku sudah menunggu di luar. Ku beri kau waktu sepuluh menit untuk mandi.”

           

Aku melemparkan ponsel itu ke tempat tidur dan langsung menyambar handuk putih yang tersampir di dekat kamar mandi. Waktuku sangat singkat dan namja itu pasti akan memotong gajiku jika dia terlalu lama menunggu.

Tidak sampai sepuluh menit aku menyelesaikan mandiku dan dengan cepat membuka lemari. Banyak terdapat pilihan pakaian disini. Ini karna Yeon Hyo eonni sangat suka membelikan ku baju yang selalu kembar dengannya. Dia memang anak tunggal sepertiku. Dan tentu saja dia sangat mendambakan seorang dongsaeng untuk menemaninya. Mungkin aku memang sudah dianggap sebagai dongsaengnya sendiri.

Ponselku kembali bergetar. Pasti Lee Sungmin menyebalkan itu !

Dengan malas aku membuka pesan itu. Lagi-lagi dia mengancamku.

From : Namja menyebalkan

            Message : “Waktu mu habis, nona Han ! Cepat turun dan pakai gaun yang sudah ku titipkan pada eonni-mu ! Kalau tidak, gajimu dipotong setengahnya !”

           

Hah ! Gaun ?! Aku harus memakai gaun untuk pergi ke kampus ? Dasar namja gila !

Aku bergegas keluar dari kamarku. Dan benar saja, Yeon Hyo eonni sudah menunggu ku dengan bingkisan besar di tangannya.

“Dari Sungmin…” ujarnya sambil tersenyum. Tampaknya keadaan Yeon Hyo eonni lebih baik hari ini. Aku mengangguk malas dan menerima bingkisan itu.

Dengan cepat aku kembali masuk ke kamarku dan mulai membuka bungkusan besar itu. Tampak sebuah gaun putih dengan pita besar di bagian perutnya. Rancangan Oscar de La Renta. Terdapat manik-manik berbentuk bunga kecil menghiasi setiap inci gaun itu. Membuatnya terlihat mewah dan tentu saja harganya pasti sangat mahal.

Aku memakai gaun itu dengan cepat dan tak lupa mengenakan high heels lima senti dengan warna senada. Aku memoleskan bedak tipis dan juga sedikit berdandan. Membuatku terlihat sangat berbeda hari ini. Tapi untuk apa ? Bukan kah aku ingin pergi ke kampus ? Kenapa harus memakai gaun se-formal ini ? Aku menggeleng cepat dan menepis semua pikiran anehku. Sebaiknya aku cepat menemui namja itu sebelum gaji ku habis karna di potong olehnya.

~XXX~

 

 

 

“Eonni-ya… Kenapa tidak memberitahuku…” desisku sambil menahan tangis. Yeon Hyo eonni hanya menarik ku kedalam pelukannya yang begitu hangat. Berusaha membuatku kuat.

Aku –Han Mei Ran- kini tengah berada di resepsi pernikahan ku dengan namja yang sangat ku benci. Berdiri dengan raut wajah yang harus selalu tersenyum walaupun sebenarnya aku ingin menangis sejadi-jadinya.

Ku lihat Kim Ryeowook memandangiku dari kejauhan. Aku hanya bisa menunduk dan meratapi nasibku yang kini sangat lah buruk. Menikah dengan paksa. Aku tak bisa menolak permintaan Nyonya Lee saat dia mengajak ku untuk datang ke hotel mewah ini. Ku kira aku hanya di minta menemani Lee Sungmin untuk menghadari sebuah acara resepsi pernikahan. Tapi ternyata ini pernikahan ku dengan namja itu. Pernikahan yang sama sekali tak ku harapkan.

“Saengi… Mianhaeyo… Eonni juga baru mengetahuinya pagi ini…” sahutnya lemah. Tampak merasa bersalah padaku.

Aku berusaha tersenyum dan melepaskan pelukan Yeon Hyo eonni.

“Gwaenchana.. Aku tahu, cepat atau lambat hal ini akan terjadi padaku…” ujarku sambil kembali tersenyum. Aku melihat Kyuhyun oppa menatapku iba. Namja tampan itu berdiri sambil mengenggam erat tangan Yeon Hyo eonni. Aku senang mereka akhirnya bisa berbaikan.

Aku kembali menunduk menatap lantai ketika Kim Ryeowook datang menghampiriku dengan senyum yang terlihat di paksakan.

“Chukkae….” ucapnya lirih. Aku mengangguk dan membalas uluran tangannya. Aku tahu kalau dia menyukaiku. Dia namja yang sangat baik, tidak seperti Lee Sungmin.

“Semoga kau berbahagia, Mei Ran-ya….” tambahnya lagi.

Aku tersenyum padanya, walaupun sebenarnya hatiku sakit sekali. Aku tak mau namja ini mengucapkan kata-kata selamat itu padaku.

Kim Ryeowook berlalu dari hadapanku, membuatku tak bisa melihat wajah tulus itu lagi. Yang berdiri disampingku kini adalah namja yang paling ku benci. Namja yang kini resmi menjadi ‘suamiku’.

~XXX~

 

 

 

“Tidurlah… Ini sudah larut..” ujar namja itu lagi. Ini bukan terdengar seperti permintaan, tapi perintah.

“Lee Mei Ran ! Sampai kapan kau akan berdiri disana ?!” bentaknya keras. Aku terdiam dengan tubuh gemetar. Tak ku sangka, namja berwajah tampan dengan senyuman manis ini tega membentak ‘istrinya’ sendiri.

Mau tidak mau, aku harus pindah dari kamarku yang nyaman. Lebih tepatnya pindah dari apartemen Yeon Hyo eonni. Dan memulai hidup baru ku dengan ‘marga’ Lee yang tentu saja mengharuskan aku untuk hidup di penjara mewah ini.

“Kalau kau tak mau tidur disampingku, kau bisa tidur di sofa itu…” ucapnya kejam. Namja itu menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Membuatku kembali berada di posisi yang sulit. Tidur di sofa dan membeku kedinginan atau tidur disamping namja yang sama sekali tidak mau menyentuhku.

Aku lebih memilih pilihan yang kedua. Dengan perlahan aku merebahkan diri disamping sosok yang tertutup selimut. Berusaha memejamkan mata walaupun berbagai perasaan berkecamuk didalam diriku.

Namja itu sudah tertidur rupanya. Aku melirik sosok yang tertutup selimut itu. Dan terbesit hal aneh yang menganggu pikiran ku. Entah kenapa, aku ingin sekali melihat wajah namja ini saat tidur.

Perlahan tanganku membuka selimut yang menutupi wajah namja itu.

Aigoo…dia terlihat sangat manis. Seperti malaikat. Raut wajahnya begitu damai.

Tanpa sadar, aku menyentuh kelopak matanya yang tertutup rapat. Memainkan bulu matanya yang panjang dan lentik. Baru ku sadari kalau namja ini sangat lah tampan. Kalau saja dia seperti ini terus, lama-lama aku bisa tertarik padanya. Heeii ! Sebenarnya apa yang ku pikirkan ?! Aku tak boleh jatuh cinta padanya, walaupun sekarang status namja ini adalah suami sah-ku.

~XXX~

 

 

 

Cahaya matahari seakan menusuk mataku. Dengan berat aku berusaha membuka mataku lebar-lebar. Merasakan hangatnya cahaya matahari musim panas. Aku melirik daerah kosong di sampingku. Ternyata namja itu bangun lebih dulu.

“Kau selalu bangun terlambat seperti ini ?”

Suara yang familiar itu sontak membuatku menoleh. Namja itu tersenyum sinis dan menyodorkan segelas espresso dan beberapa sandwich padaku.

“Eomma menyuruhmu sarapan di kamar…” nada suaranya terdengar dingin. Aku mengangguk dan mulai mengunyah pelan sandwich-ku. Rasanya enak sekali.

“Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, kenapa keluarga ku sangat menyukai yeoja yang bisanya hanya menyusahkan sepertimu…” ujarnya yang membuatku tersedak hebat dan cepat-cepat meminum espresso hangat ku.

“Setelah sarapan, cepat mandi dan ganti bajumu… ”

Namja itu berjalan menuju pintu keluar. Entah apa yang ada di pikiranku saat ini. Yang jelas kata-kata itu meluncur bebas dari mulutku tanpa bisa ku hentikan.

“Sungmin-sshi !” Namja itu menoleh dan menatapku bingung.

“Hhmm… Wae ?”

“Walaupun kau membenciku, tapi aku akan membuatmu mencintaiku…”

Namja itu tertawa meremehkan dan kembali berbalik.

“Buktikan saja ucapan mu itu, Mei Ran-ya…”

~XXX~

 

 

 

“Pilih saja yang mana pun kau mau…” ujarnya dingin. Aku kini berada di sebuah butik ternama di Seoul. Memilih pakaian formal yang harus ku pakai saat makan malam besar bersama keluarga Lee nanti malam.

Aku menatap puluhan dress cantik itu dengan bingung. Semuanya terlihat bagus. Aku tak tahu harus memilih yang mana.

“Kau suka semuanya ?” tanya Sungmin tiba-tiba. Aku tak tahu harus menjawab apa dan kembali fokus menatap deretan dress rancangan designer ternama itu. Aku harus memilih salah satu.

“Ambil saja semuanya jika kau mau…” tambahnya lagi. Namja itu memanggil pramuniaga yang sejak tadi berdiri tak jauh dari kami. Aku hanya menatap namja itu dengan bingung.

“Aku membeli semuanya, cepat bungkuskan untuk ku !” hentaknya kasar yang membuat pramuniaga itu dengan cepat menjalankan tugasnya. Namja ini membelikan semuanya untuk ku ? Ya!! Dia gila !

“Sungmin-sshi, Aku tak butuh sebanyak itu !” sergahku cepat. Namja itu tak menggubris ucapanku dan malah mengawasi kinerja pramuniaga yang tengah sibuk karna ulahnya.

~XXX~

 

 

 

“Kalian terlihat sangat serasi…” ucap ahjumma yang sekarang harus ku panggil dengan sebutan ‘eomma’. Aku hanya tersenyum. Setidaknya kami terlihat baik-baik saja dihadapan semua keluarga Lee. Terdapat sekitar dua puluh orang lebih yang mengikuti perjamuan makan malam besar ini.

Lee Sungmin meraih pergelangan tanganku dengan lembut. Aktingnya sangat bagus. Dia memanjakanku malam ini.

“Sudah larut, Mei Ran tampaknya sangat lelah…” ucap Sungmin yang membuat jantung ku terasa berdesir hebat. Perhatian yang ditujukan olehnya selama dua jam terakhir ini membuat otak ku tak berfungsi.

Entah kenapa, aku sangat merasa nyaman didekatnya seperti ini. Bukan seperti Lee Sungmin yang ku kenal. Malam ini dia sangat manis.

“Kamsahamnida atas makan malamnya…” ujarku sambil membungkuk. Keluarga yang hadir malam ini semuanya tersenyum ke arahku. Aku tahu persis kalau mereka semua menyayangiku. Dan tentu saja sangat menerimaku sebagai keluarga Lee yang baru.

~XXX~

 

 

 

            Tiga bulan berlalu. Tapi sikapnya sama sekali tidak berubah. Tetap dingin dan bicara seperlunya. Terkadang juga membentak ku. Tapi aku selalu berusaha untuk tersenyum dan menjalani hari-hari ku sebagai ‘istri’ Tuan Muda Lee dengan sabar.

Pagi ini aku kembali membuka mata dengan malas. Rasanya tubuhku sangat pegal karna semalam aku mengerjakan seluruh tugas kuliah ku sekaligus. Dan tentu saja tugas Lee Sungmin juga harus ku kerjakan. Dia tetap seenaknya dan terus menindasku. Tapi entah kenapa, dari hari ke hari kebencian itu berkurang dan terasa semakin menipis.

Aku melirik daerah kosong di sampingku. Seperti biasa, dia sudah bangun lebih dulu dariku. Dan pada akhirnya mengantarkan sarapanku ke kamar. Berteriak memaki-ku dan menyodorkan segelas susu atau espresso hangat untuk ku minum. Tapi ada yang aneh dengan pagi ini. Aku tidak melihatnya muncul dari pintu itu. Kemana dia ?

Dengan kepala berat, aku memakai sendal bulu-bulu warna putih ku dan berjalan keluar kamar. Para pelayan di rumah ini sontak membungkuk hormat padaku. Aku memang seorang nona besar dirumah ini.

Aku bergegas menuju ruang makan yang terletak di lantai bawah. Mencari keberadaan Lee Sungmin. Mungkin saja namja itu tengah sarapan dengan sandwich kesukaannya. Tapi hasilnya nihil.

Aku mulai mencarinya di setiap sudut rumah dan bertanya pada pelayan rumah ini. Tapi tidak juga melihat batang hidung namja itu.

Ini masih sangat pagi. Tapi dia tidak ada dimanapun. Sebenarnya dia pergi kemana ?

Aku memutuskan untuk kembali ke kamar dan mandi dengan air hangat. Setelah mandi, aku bergegas membuka lemari dan memakai blouse yang terlihat cukup santai untuk pergi kuliah. Tapi ada sesuatu yang ganjil dimataku. Sebagian besar pakaian Sungmin tidak ada !

Aku dengan cepat meraih ponselku yang tergeletak di atas meja. Tetapi mataku malah tertuju pada sehelai amplop berwarna shappire blue yang terselip dibawah ponselku.

Dengan cepat aku membuka amplop cantik itu dan membaca surat di dalamnya. Tanpa sadar, tetesan air mata mulai berjatuhan mewarnai wajahku.

“Mei Ran-ya….

Kau bangun terlambat lagi…

Dan dengan tampang bodohmu itu, kau pasti menungguku membawakan sarapan ke kamar seperti biasanya kan ?

Hhhahaa… Tapi pada akhirnya kau menyadari kalau aku tidak datang dan kau pasti mencariku ke setiap sudut rumah…

Wae ? Merindukan ku ?

Jujur saja… Jangan mengelak lagi…

Mei Ran-ya…

Mianhaeyo… Aku selalu bersikap dingin terhadapmu…

Sebenarnya aku sangat mencintaimu…

Kau tahu ?

Aku selalu bersikap acuh padamu, untuk membuatmu membenciku…

Dan ternyata aku berhasil menjalankan peranku dengan baik….

Aku menjadi suami yang sangat kejam terhadapmu…

Bahkan aku tidak menyentuhmu sama sekali…

Apalagi memeluk mu…

Kau tahu… Aku menahan semua rasa cintaku ini karna aku tak ingin melihatmu bersedih Mei Ran-ya…

Hari ini aku akan pergi ke Jerman…

Mengurusi resto keluarga Lee yang ada disana…

Dan aku tak kan kembali selama tiga tahun….

Aku sudah berjanji pada eomma untuk mengembangkan usaha keluarga Lee untukmu…

Yaahh… semua ini untukmu…

Karna itu lah aku meminta eomma untuk cepat-cepat menikahkan kita agar aku bisa tenang…

Aku hanya ingin memastikan kalau kau itu memang milik ku….

Mianhaeyo…

Aku tak sanggup mengatakan semua ini padamu secara langsung…

Hidup lah dengan baik Mei Ran-ya….

Tunggu lah aku…

Saranghae….”

 

-Lee Sungmin-

 

 

Aku melipat kertas itu dengan kasar. Ya!! Namja gila itu tak boleh seenaknya sendiri !

Aku bergegas keluar dari kamarku dan menuruni tangga dengan cepat. Berteriak memanggil supir pribadiku. Aku harus menyusulnya ke bandara Incheon sekarang. Sebelum semuanya terlambat.

~XXX~

 

 

 

“Ya!! Sungmin-sshi !” pekik ku keras. Membuat beberapa orang berada di sekitar ku menatapku dengan aneh. Tapi tetap saja namja itu tak menoleh ke arahku. Aku sontak berlari ke arahnya. Memeluknya dari belakang.

“Ku mohon… Jangan pergi…”  desisku sambil menahan air mataku yang hampir tumpah. Entah kenapa, mulutku seakan bicara sendiri.

“Lepaskan….” ujarnya dingin. Masih tidak menoleh ke arahku.

Aku terdiam dan membalik kan tubuhnya secara paksa. Dengan kesal aku memukul-mukul dadanya yang bidang.

“Pabbo-ya ! Kau pikir bisa meninggalkan ku semudah itu, hah ?! Lee Sungmin pabbo !! Aku sangat membencimu !!” pekik ku tak terkontrol.

Namja itu tersenyum sinis.

“Wae ? Membenciku ?”

“Ne…. Aku sangat membencimu, Lee Sungmin !!”

“Bagaimana dengan ini ?” Tiba-tiba namja itu melumat bibirku dengan bibirnya yang tipis. Membuat syaraf-syaraf otak ku seakan lumpuh. Beberapa orang yang ada disana sontak bertepuk tangan heboh. Aku melepaskan ciuman paksa dari ‘suamiku’ yang menyebalkan ini.

“Sudah lama aku ingin melakukannya… Ciuman tiga bulan yang lalu itu terasa sangat singkat…” ujarnya sambil tersenyum. Kali ini bukan senyuman sinis seperti biasanya. Tapi senyumannya yang begitu hangat dan manis.

Aku mematung di tempatku berdiri. Berusaha mencerna apa yang terjadi pada diriku dan juga hatiku saat ini.

“Aku tak akan pergi jika kau mengatakan suatu hal padaku…”

Aku mengernyitkan alisku. Tanda tak mengerti ucapannya.

“Apa itu ?” tanyaku penasaran. Namja ini benar-benar aneh !

“Katakan kalau kau itu sebenarnya mencintaiku…”

“Mwoya ?!”

“Katakan saja…”

“Andwae !! Aku ini sangat membencimu, Lee Sungmin !!”

“Hhmm…baik lah… Aku pergi.. Sampai jumpa tiga tahun lagi…” ujarnya sambil tersenyum nakal. Namja itu menyeret kopernya dan berlalu dari hadapanku.

“Lee Sungmin !!” jeritku berusaha menghentikan langkahnya. Namja itu berbalik dan memasang wajah dinginnya seperti biasa.

“Saranghaeyo !!!!” pekik ku di luar kendali. Entah kenapa kata-kata gila itu bisa meluncur bebas dari mulutku.

Namja itu tersenyum dan berjalan menghampiriku. Sedetik kemudian, aku sudah meleleh dalam pelukannya yang hangat. Rasanya begitu nyaman.

“Saranghaeyo… Mei Ran-ya…”

*Han Mei Ran PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

            “Lee Sungmin… Entah apa yang ku rasakan saat ini… Tapi kau benar… Cinta dan benci itu hanya dibatasi sehelai benang tipis… Aku selalu menganggap kalau aku sangat membencimu… Tapi ternyata anggapan ku itu salah…. Aku sangat mencintaimu, Lee Sungmin…. Jeongmal saranghaeyo….”

 

 

 

-THE END-

 

 

Happy ending😄

*tebar PSP*

Gimana ? Aneh ? Gak jelas ? whahahahhaa

[Hyo-Kyu couple] muncul di FF ini😄

Ahahhahaa…. *ketawa ala bonamana*

Mian…author gak bisa bikin FF tanpa Cho Kyuhyun dan Yoon Yeon Hyo didalamnya *aneh*

Kekekekekke~

Yang baca…WAJIB KOMMENT dan LIKE *plaakk

Kalo jadi SILENT READERS…author sumpahin gak bakal ketemu bias *kejam*

Over all…gomawo buat Cho Kyuhyun yang selalu menjadi inspirasi author selama ini…

*hug kyu*

#ditabok Sparkyu

_admin Ye-Kyu^^_

63 thoughts on “FF “Hate U, Love U” [OneShot]

  1. hahahahaha😄
    han mei ran mau komeen ~~ *sombong ==* #plaaaak
    eonnii~~
    aku ngga pernah bosen sama yang satu ini ! *yaiyalah ini kan ada elunye == #bhuaaaaghh
    aku seSUJU sama alinda ! ^^ biikin sekuelnyaa❤ #pletaaak

  2. wah.. ceritanya ajaib min.. Gk nyangka itu pernikahan dikitain sungmin cuma ngajak tunangan aja..

    Tpi kasian ryeowooknya. Jadi gk jelas#plak

    Lanjutkan ff yg autum yg min.. Dan perbakin juga oneshootnya he..he..
    *nyusahin*

  3. eoonnniiiiiiee…seru banget…heheheh..hmm ryeowook oppa gak ada psangnnya..sma kyu aja …*plak*……kekeke..ah..pokoke…eonnie daebak…lanjutkan,,,,,,,

  4. Keren bgt chingu..
    Aq smpe snyum2 sndri bacax..
     H̲̣̣̣̥є̲̣̣̣̥ •⌣•  нё •⌣• н̣̣̣̝̇̇̇є̲̣̣̣̥ 

  5. ini nih FF favorit sepanjang masa…
    aku baru2 ini bacanya..udah gak fresh!!
    tapi akan ku taruh kulkas otakku biar fresh setiap saat *gagal gombal*

    demi apa ini FF bikin aku tergila2 ama SUNGMIN!! berharap aku bisa jadi yeoja kek Han Mei Ran..
    eh tapi kalo bukan SUNGMIN serem juga x yak?? *ngapa jd curhat*

    ini FF bener2 daebak! double WOW!!
    gabosen bacanya..
    bahkan selama seminggu berturut2 aku baca ulang sebelum tidur u,u
    “cium aku!!” Kekeke …
    dan kalo aku lagi bete brb buka google ketik gaemgyuchokyuhyun.wordpress.com > library > hate u, love u…

    love this too much
    \mumumu/

  6. Aku mau komen! *mumpung bisa buat komen*
    #plaaakk!

    cekidot ::::»»

    Demi apa Yeon! aku demen pakek banget ama ini FF satu! Ciyus! enelan! a oong! mi sotoy babat dah!!!

    KECEH BEGETE CERITANYA!!!
    sebenernya aku udah baca lama sebelum aku komen tapi dulu kaga bisa komen dan baru sekarang komen *hening*

    ini FF sukses bikin aku klepek-klepek ama SUNGMIN dan seketika aku menjadikannya sebagai bias kedua setelah DONGHAE (mian ya teukiie oppa -_-)
    ceritanya so sweet gimanaaaaaa gitu…
    dan kalo aku lagi bengong sering menghayal kalo aku ini ‘Han Mei Ran’ nya ;;aa;;
    bahkan ni FF bikin aku semacem ketagihan…
    taukah kau??
    Dalam waktu satu minggu berturut-turut setelah kali pertama baca nih FF selalu kebayang-bayang..
    makanya dalam waktu satu minggu itu setiap malem sebelum tidur aku sempetin buka google.. ketik http://Www.gaemgyuchokyuhyun.com lari ke library dan klik ‘Hate U, Love U’

    Kekeke…
    Gomawo Hyo-ah karena selama ini kau sudah menyuguhkan banyak sekali FF yang super duper daebak!!!

    *salam cipok*

  7. Omonaaa.~ apa yg hrus kukatakaan.. keren abis.! Daebak.. Daebak.. Hatiku smpe begetar sdikit nyesek sama Sungmin tp akhirny senyum2 sendiri xD
    Wook oppa jgn sedih.. Aq kan disini.. wkwkwk xD

  8. bayangin Sungmin imut jadi ketus..
    ewww~.. *mikirLama>>kebayangMingDenganWajahSeriusBawaNunchaku>>mrinding
    Author, saya lebih percaya kalo cinta tu karma..
    semakin benci, semakin cinta di akhir cerita.. ^_^.)
    nice FF..

  9. dari semua FF yg ak baca, paling suka sama FF yg di buat eonni aja, gaya bahasa na bkin ga bosan baca, berasa kyak bca novel aja, klo bca ff di blog lain jd berasa kurang sreg gtu,,,

  10. Anyeong chingu,,ni ff p’tma dsni yg aq bca n komen…
    Hmmmmm overall aq ska ff’x,,coz jln crta’x ringan trs g ngebosenin😀 walau awal’x sempet kesel sm umin yg dingin,,tp pas ending’x seneng krn t’nyta umin jg cinta sm mei ran😀 aq jg sempet sdh wktu ngbayangin wookie yg patah hati dtnggl nikah *poor_wookppa #hugh

    Tp apapun yg trjd sm wookie,,aq ttp ska ma crta’x😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s