FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 17)

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu (admin *Jongwoon) a.k.a Shim Na Na

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

Niken Refanthira a.k.a Shin Ne Yon

Adinda Firdha Dewi a.k.a Shin Ha Ra

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Thennia Elyciabeth

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

 

WARNING ::

Recommended Song : Hot Stuff by Davichi (OST drama My Fair Lady)

                                    Super Junior K.R.Y – My Love, My Kiss, My Heart

 

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 17*

 

 

 

 

 

            “Berikan Yeon Hyo padaku, maka masalah ini akan segera ku selesaikan…” ucapnya yang membuatku terkejut. “Eonni ?? Kenapa harus eonni-ku ??” tanyaku tak percaya. Kenapa dia begitu menginginkan eonni-ku ? Kim Hyun Sang oppa benar-benar telah berubah !

“Kau dapat membersihkan nama baik mu, membuat hidupmu kembali tenang. Aku akan bahagia bersama Yeon Hyo dan tentunya Rin Rin juga dapat kembali bersama Cho Kyuhyun… Semoga orang akan merasa bahagia… Itu hal yang adil bukan ?” ujarnya yang membuatku mundur beberapa langkah. Aku tak percaya Hyun Sang oppa jadi sekejam ini. “Oppa…kau keterlaluan !!” jeritku kesal. “Terserah apa katamu, Chae Eun-ah… Lakukan saja hal itu.. Atau keadaan akan semakin buruk dari ini…”

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Yaakk! Cepat bangun !” jeritku lagi. Yeon Hyo membuka matanya sedikit dan pada akhirnya kembali menutupnya lagi. Yeoja itu menarik selimut sampai menutupi wajahnya.

“Cho Yeon Hyo ! Ini sudah pagi !!” Aku menarik selimut itu dan melemparkannya ke pojok ruangan. Yeon Hyo meraih bantal dan menutup wajahnya lagi.

“Aaiish…kau ini…” gerutuku kesal. Aku duduk di tepian tempat tidur. Seperti biasa, aku semalam tidur di sofa dan membiarkan yeoja itu menguasai ‘double-bed’ yang sangat luas dan cukup untuk menampung dua orang di atasnya.

Tanpa sadar, sudut bibirku tertarik ke atas. Membentuk sebuah senyuman yang tak tahu apa artinya.

“Bangun lah chagi…” kata-kata itu meluncur dari bibirku tanpa bisa ku hentikan. Yeon Hyo sontak melemparkan bantal yang menutupi wajahnya ke arahku.

“Yaakk!! Kau ini anarkis sekali !” protesku sambil menarik pergelangan tangannya, berusaha untuk membuatnya terbangun.

Yeon Hyo membuka matanya dengan malas.

“Shireo….” sahutnya serak. Yeoja itu kembali menjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Menutup matanya dan tersenyum evil.

“Ternyata kau memang mencari gara-gara dengan ku, Cho Yeon Hyo….”

Aku mendekatkan wajahku. Bibirku hampir menyentuh bibirnya saat yeoja itu sontak membuka mata dan mendorong tubuhku keras.

“Jangan macam-macam padaku, Tuan Cho !” seru Yeon Hyo sambil memukul-mukul kan bantal ke punggung ku.

“Yaakk! Hentikan !” Aku berusaha menghindar, tapi yeoja itu masih saja memukul ku dengan bantal berukuran besar di tangannya. Tak lama kemudian, Yeon Hyo menghentikan aksi ‘penyiksaan’ nya dan tertawa keras.

“Cho Yeon Hyo !!!” pekik ku sambil melotot ke arah yeoja itu. Tapi dia sama sekali tidak berhenti menertawaiku. Aku cemberut dan memalingkan wajahku. Dasar yeoja menyebalkan !

“Selamat pagi, Kyuhyun-sshi…”  ujarnya sambil tersenyum. Aku menoleh. Kali ini bukan senyuman sinis yang biasa di tunjukan nya padaku. Tapi senyuman termanis yang belum pernah ku lihat sebelumnya.

Aku tertegun untuk beberapa saat, hingga akhirnya yeoja itu mencubit pipiku gemas.

“Kau lucu…” ujarnya lagi. Yeon Hyo tersenyum lagi dan kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Tak lama kemudian, yeoja itu kembali menutup mata dan tertidur.

Aku tidak mencegahnya lagi. Mungkin kepalanya terbentur sesuatu, jadi sikapnya bisa manis seperti itu. Aku tersenyum sekilas dan meraih selimut yang ku lemparkan di pojok ruangan hotel tadi. Kembali duduk di tepian tempat tidur dan menyelimuti yeoja itu. Tanpa sadar, tangan kanan ku terangkat ke udara. Berusaha menyentuh dahi Yeon Hyo, tapi dengan segera niat itu ku urungkan. Aku mendesah pelan dan bangkit dari tepian tempat tidur. Berjalan menuju dapur mini yang terletak di ruangan sebelah.

Aku meraih gelas berukuran sedang dan meletakannya di atas meja. Tubuhku seolah bergerak sendiri. Aku menuangkan satu sendok gula, susu dan krimer manis. Dengan hati-hati aku menuangkan air panas dari dispenser di pojok dapur dan mengaduknya perlahan. Setelah semuanya bercampur, aku kembali ke ruangan sebelah. Tempat dimana Yeon Hyo tertidur dengan damainya.

Tanpa bisa ku hentikan, aku tersenyum menatap yeoja itu dan meletakan segelas susu hangat itu diatas meja di samping tempat tidur.

“Selamat pagi chagiya…” desisku hampir tak terdengar.

Aku kembali mengulum senyumku dan berjalan menuju pintu keluar. Rasanya aku ingin berjalan sendirian di pagi buta seperti ini. Mencari udara segar yang dapat melegakan pernafasanku yang sejak kemarin selalu sesak saat berdekatan dengannya.

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

Aku baru saja tiba di Bandara Incheon saat ponselku kembali bergetar hebat. Aku merogoh ponselku dan menekan layar nya dengan sekali sentuhan.

 

            From : 09657373xxx

            Message : Shim Na Na berada tak jauh dari mu, Jong Woon-sshi. Menghindar lah darinya atau semuanya akan berakhir.

 

Aku membaca pesan itu berulang kali. Na Na ada disini ? Benarkah ?

Sambil berjalan mengikuti manager Kim, ekor mataku sibuk mencari sosok yeoja yang sangat ku rindukan. Itu dia ! Shim Na Na ternyata menungguku sendirian. Yeoja tampak sibuk memainkan ponselnya. Tampaknya dia akan akan menghubungiku. Dengan cepat aku mematikan ponselku dan kembali menyimpannya di dalam saku celana. Aku tak ingin Na Na bertemu denganku dan mendapatkan masalah. Aku harus menghindarinya untuk mencegah segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Ryeowook yang sejak tadi berjalan di sampingku tampak curiga.

“Hyung, waeyo ?” tanyanya dengan mimik wajah serius. Aku menggeleng.

“Gwaenchanayo… Hanya sedikit lelah…” sahutku datar. Aku berjalan menunduk. Dan memasang headset di telingaku, berusaha untuk menunjukkan sikap se-normal mungkin di hadapan semuanya. Ratusan ELF yang menunggu kami pulang di bandara Incheon mulai menjerit histeris. Aku melirik sekilas, ku lihat Na Na melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahku. Ingin sekali aku membalas senyuman itu, tapi rasanya sesak sekali. Aku mengalihkan pandanganku, pura-pura tak melihatnya. Ku harap aku tak menyakiti hatinya lebih dari ini.

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aku membuka mataku dengan malas. Rasanya sepi sekali. Tidak berisik seperti tadi. Aku merentangkan tanganku dan menghirup oksigen pagi sebanyak-banyaknya. Rasanya begitu segar. Perlahan aku bangkit dan duduk di tepian tempat tidur. Mataku memandang sekeliling, sepi sekali. Tidak ada tanda-tanda ada orang lain disini. Cho Kyuhyun ? Dimana dia ?

Tanpa sengaja, mataku tertuju pada gelas putih di samping tempat tidur. Seingatku tak ada gelas itu semalam. Aku berdiri dan meraih gelas itu. Segelas susu hangat dengan krimer manis. Aku tersenyum simpul. Pasti namja itu yang menyiapkan ini untuk ku. Baik sekali dia. Apa kepalanya terbentur sesuatu ? Aahh~ mungkin karna aku tadi memukul kepalanya dengan bantal cukup keras. Sehingga ada syarafnya yang terputus, dia jadi manis seperti ini.

Aku meminum susu hangat itu dengan cepat. Dalam waktu singkat, aku menghabiskannya. Kenapa terasa enak sekali ? Apa karna ini buatan Kyuhyun, jadinya terasa enak ? Hahaha…itu terlalu berlebihan. Aku yakin namja itu sedang frustasi atau otaknya sedikit mengalami gangguan.

Aku beranjak menuju dapur. Terlihat berantakan dengan gula berceceran dan kulkas yang terbuka. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Namja ini. Tetap seperti biasanya. Walaupun dia mempunyai inisiatif yang cukup manis untuk memanjakan ku pagi ini. Tapi tetap saja, dia seenaknya sendiri. Aku membereskan semua hal yang menganggu pandangan mataku. Biasanya aku selalu menggerutu saat membereskan sesuatu yang disebabkan oleh Kyuhyun. Tapi tidak kali ini, menurutku dia malah seperti anak kecil. Begitu lucu dan manis. Aku tersenyum saat mencuci gelas kosong itu di dapur.

“Gomawo, Kyuhyun-sshi….”

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

Aku mengacak rambut frustasi dan memacu mobil mercedes silver milik Yeon Hyo eonni makin lama makin cepat. Aku tak tahu akan pergi kemana lagi. Rasanya tak ada lagi tempatku untuk bersandar dan mencurahkan semuanya. Aku tak ingin membuat Yeon Hyo eonni menderita.  Walaupun dengan cara menyerahkan eonni pada Hyun Sang oppa akan membuat keadaan ini berubah. Tapi aku tidak akan mengorbankan eonni-ku. Bagaimana pun juga ini masalahku, aku tak ingin membuat semua orang jadi menderita demi menyelamatkan diriku sendiri.

Hyun Sang oppa mengancam akan memberitahukan pada media massa kalau Yeon Hyo eonni itu adalah istri dari Kyuhyun Super Junior. Itu sama saja mencelakakan eonni-ku dan membuat karir Kyuhyun oppa menjadi hancur. Sparkyu pasti akan mencari eonni-ku dan membuatnya merasa tertekan.

Dan namja itu juga mengancam akan menghancurkan bisnis appa-ku. Membuat hidupku hancur dan tentu saja mengacaukan semuanya. Entah kenapa Hyun Sang oppa menjadi begitu menginginkan eonni-ku yang jelas-jelas sama sekali tidak mencintainya.

Aku melirik kaca spion ku, tampak mobil-mobil bodyguard utusan Leeteuk oppa itu mengikuti ku kemana pun aku pergi. Tapi rasanya sudah tak ada tujuan lagi. Jika aku menyusul Eunhyuk oppa yang sedang pergi berlibur. Itu malah akan memperkeruh keadaan. Dan tentu saja akan semakin di manfaatkan Hyun Sang oppa untuk mengancamku.

Waktu yang di berikannya hanya satu minggu. Bertepatan dengan pulangnya Yeon Hyo eonni dan Kyuhyun oppa dari Spanyol. Dan semua itu tergantung padaku. Aku semakin mempercepat laju mobilku, membuka kaca jendela lebar-lebar dan menangis sejadi-jadinya.

*Chae Eun PoV END*

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Aku berjalan dengan tergesa melewati jalanan yang sangat sepi. Menggerutu dalam hati. Kenapa aku dengan bodohnya berjalan kaki sendirian di negara yang asing bagiku ? Seharusnya aku tak jauh-jauh dari hotel. Dan mungkin sekarang Yeon Hyo sedang mengomel karna aku menghilang tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Aku merogoh ponsel ku. Ku tatap layar ponsel itu. Kosong. Aiishh…ternyata ponselku mati ! Bagaimana aku menghubungi Yeon Hyo kalau ponselku mati ?

Aku kembali menggerutu sendirian dan menendang kerikil dengan ujung sepatuku. Jalanan sangat sepi. Sepertinya tak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar sini.

Tiba-tiba aku mendengar suara deru langkah dari belakangku. Rasanya aku ingin berbalik, tapi takut sekali. Aku hanya bisa mempercepat langkahku tanpa niat untuk menoleh.

“Dale a tu dinero !!!” tiba-tiba seorang namja separuh baya berwajah seram berteriak ke arahku. Aku tak mengerti yang dikatakan nya. Yang jelas itu bahasa Spanyol yang sama sekali tidak ku mengerti.

“Give your money !!” ulangnya dengan bahasa Inggris yang berlepotan. Aku tersentak kaget dan mundur beberapa langkah. Namja itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah benda tajam dari balik jaket. Aku melotot. Omonaa ! Ternyata itu pisau !

“Shireo !!!” pekik ku sambil menghindar. Aku berlari sekencang mungkin karna efek ketakutan yang luar biasa. Makin lama lari ku makin cepat. Ahjussi berwajah seram itu mengejarku hingga aku berbelok di tikungan gang. Tanpa sadar, aku sudah berada di dekat hotel tempat aku dan Yeon Hyo menginap.

Aku menghentikan lariku dengan nafas tersengal. Dengan sedikit keraguan, aku memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Tidak ada ! Ahjussi mengerikan itu tidak mengejarku sampai sini rupanya !

Aku menarik nafas lega dan menyeka keringat yang mengucur deras di dahiku. Dengan langkah tergesa aku memasuki pintu utama hotel. Beberapa orang yang berada di lobby tampak memperhatikan ku.

Aku mempercepat langkah menuju lift. Menekan tombol lift dengan tergesa, menuju lantai empat belas. Tempat dimana kamar ku berada.

Tanganku gemetar saat menekan tombol untuk membuka kunci kamarku.

Piipp !

Akhirnya pintu kamar hotel ini terbuka juga, aku menghela nafas lega dan bergegas masuk ke dalam.

Baru saja aku membuka pintu. Seorang yeoja cantik dengan balutan dress manis sebatas lutut berwarna abu-abu gelap tengah bersandar di dinding dan menatap ke arahku. Raut wajahnya yang semula dingin, berubah menjadi khawatir. Yeoja itu buru-buru mendekatiku.

“Kyuhyun-sshi, gwaenchanayo ?!” serunya cemas. Aku hanya menunduk. Yeoja itu berjongkok dan membantu melepaskan sepatuku. Aku hanya bisa menurut saat yeoja itu menyeretku untuk duduk di sofa cokelat yang ada di dekat tempat tidur. Yeon Hyo kemudian meninggalkan ku dan tampaknya pergi ke dapur. Tak lama kemudian, yeoja itu datang membawakan segelas air mineral dan menyerahkannya padaku.

“Minum lah…” ujarnya singkat. Aku mengangguk dan meneguk air itu sampai habis. Haus sekali.

“Gwaenchana ?” tanyanya lagi. Aku menggeleng. Raut wajah yeoja itu semakin cemas.

“Kau kenapa ? Ceritakan lah semuanya padaku, Kyuhyun-sshi…”

Aku terdiam. Tanpa sadar, aku berdiri dan menariknya kedalam pelukanku. Yeoja itu terkejut, tapi tidak berusaha untuk menolak.

“Yeon Hyo-sshi, aku takut sekali…” desisku sambil memeluk yeoja itu erat.

“Kau…kau kenapa ?” sahutnya terbata-bata.

“Aniya…aku hanya trauma… Rasanya takut sekali…”

Yeoja itu melepaskan pelukanku dan menyipitkan matanya.

“Kau kenapa Kyuhyun-sshi ? Cepat ceritakan padaku !” serunya tak sabar. Kembali ke sifatnya yang seperti semula.

Eottohke ? Haruskah aku menceritakan semua yang ku alami tadi padanya ? Aku meneliti setiap lekuk wajah sempurna itu dan menghela nafas. Mencari oksigen untuk sekedar menenangkan diri.

“Yeon Hyo-sshi…”

“Wae ?”

“Aku hampir di rampok….”

“Mwoya ?!!”

“Ahjussi menyeramkan itu sudah menodongkan pisaunya ke arahku, aku ketakutan dan berhasil kabur…”

“Kau di ancam ?”

“Ne…”

“Apakah ada yang terluka ?!” tanyanya panik sambil membuka kancing bajuku.

“Ya!! Apa yang kau lakukan ?!” seruku terkejut.

“Pabbo-ya ! Aku ingin melihat kau terluka atau tidak !!” balasnya setengah berteriak.

“Kyaaaaa! Aku baik-baik saja ! Ahjussi gila itu tak sempat melukai ku !” Jeritku sambil kembali mengancingkan bajuku yang berhasil di buka yeoja itu sedikit.

Yeon Hyo cemberut dan menjatuhkan dirinya di sofa.

“Mianhaeyo… aku hanya terlalu mengkhawatirkanmu…” ucapnya jujur. Yeoja itu memalingkan wajahnya, menatap ke arah TV yang menyala tanpa berniat menontonnya. Aku mematung di tempatku berdiri. Dia mengkhawatirkan ku ? Apa yeoja ini salah bicara ?

Aku tersenyum sekilas dan mengacak pelan rambutnya yang berwarna kecokelatan. Yeon Hyo mengangkat wajahnya, menatapku tak mengerti.

“Gomawo, Yeon Hyo-sshi…”

*Cho Kyuhyun PoV*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Author PoV*

 

Namja itu menyesap kopinya perlahan dan menatap yeoja manis yang tengah sibuk memotong cake di hadapannya.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku ?” tanya namja itu dingin. Raut wajahnya tidak menunjukkan ekspresi sama sekali. Yeoja itu menghentikan suapannya dan balas menatap namja itu. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman.

“Kau pasti tahu apa yang ku inginkan, Jong Woon-sshi…”

Yesung menghela nafasnya sejenak dan memalingkan wajahnya. Menatap ke arah jalanan kota Seoul yang padat dari jendela besar yang tertutup tirai tipis.

“Aku tak dapat memenuhi permintaan mu…” sahut Yesung kemudian. Namja yang biasa mengumbar senyum itu tampak begitu dingin.

“Kalau kau tidak menyetujuinya, maka Shim Na Na dalam bahaya…” Yesung sontak menoleh dan menatap yeoja manis dihadapannya dengan nanar. Tangannya mencengkram ujung meja. Menahan gejolak emosi yang di rasakannya.

“Jangan mengancamku !” balas Yesung setengah berteriak. Yeoja itu tak bergeming dan malah mengembangkan senyuman terbaiknya.

“Itu kesalahanmu sendiri, Jong Woon-sshi… Kau tahu ? Bagaimana sakitnya aku ? Dan sekarang giliran yeoja itu yang merasakannya…”

“Shin Ha Ra !!!!” bentak Yesung marah. Namja itu bangkit dari tempatnya duduk dan memukul meja dengan kesal.

Shin Ha Ra hanya kembali mengumbar senyumnya tanpa memperdulikan tatapan tajam Kim Jong Woon.

“Kau tahu ? Sejak dulu.. Hanya aku yang pantas mendampingimu Jong Woon-sshi… Apakah kau lupa kalau Jong Jin sangat menyayangiku sebagai noona-nya ? Aku akan kembali merebut posisi yang memang sudah sepantasnya menjadi milik ku…”

Yesung terdiam dan kembali memalingkan wajahnya. Ini memang kesalahannya di masa lalu. Tapi Yesung sama sekali tidak menyangka kalau yeoja di hadapannya ini akan kembali di saat hidupnya benar-benar tenang.

“Pikirkan karir mu dan kelangsungan hidup yeoja itu. Setelah mengambil keputusan, kau boleh mencariku…”

Shin Ha Ra beranjak dari kursinya dan membungkuk.

“Sampai jumpa lagi, Jong Woon-sshi… Kamsahamnida atas sarapannya…” Yeoja itu tersenyum dan bergegas menuju pintu keluar. Meninggalkan Yesung yang kini tengah kalut dengan pikirannya sendiri.

~XXX~

 

 

 

Chae Eun memainkan pianonya dengan tempo cepat. Jari-jarinya yang terlatih sejak kecil membuatnya dapat memainkan lagu yang terbilang sulit. Yeoja itu mengakhiri permainan piano dengan menekan tuts piano dengan kesepuluh jarinya. Menimbulkan suara berisik yang memekak kan telinga.

“Eonni-ya, aku harus bagaimana ?!” jerit Chae Eun sendirian. Suaranya menggema di ruangan yang penuh dengan barang antik tersebut. Yeoja itu memutuskan untuk kembali kerumahnya dan tidak tinggal di hotel lagi karna bodyguard-bodyguard itu menjamin akan menghindarkan Chae Eun dari kejaran wartawan.

Chae Eun menatap ke sekeliling. Kini pandangan matanya tertuju pada sebuah bingkai foto yang cukup besar di sudut ruangan. Foto namja tampan yang meninggal setahun yang lalu. Ruangan yang di penuhi barang antik ini dulunya adalah kamar Yeon Hyo. Hingga akhirnya yeoja itu pindah kerumah barunya bersama Kyuhyun.

“Oppa….” desis Chae Eun sambil berusaha bangkit dari tempatnya duduk. Lututnya terasa sangat lemas. Yeoja itu berjalan menuju bingkai foto itu dan menyentuhnya perlahan.

“Oppa…kenapa kau harus meninggal ? Kenapa kau membiarkan eonni-ku berada dalam kesusahan seperti ini ?!” jerit yeoja itu kesal.

“Kalau oppa tidak pergi, eonni-ku pasti akan bahagia bersama oppa ! Tidak ada Cho Kyuhyun ! Tidak ada pernikahan diam-diam ! Dan tidak ada Kim Hyun Sang !!!”

Chae Eun terduduk dengan lemas di lantai. Yeoja itu menekuk kakinya dan kembali memandang foto namja tampan itu.

“Oppa… Aku ingin sekali melihat eonni-ku kembali tertawa bersamamu… Aku tak ingin menjadi dongsaeng yang malah memberatkan dirinya… Jika kau tidak meninggal, mungkin eonni-ku akan menikah dan bahagia denganmu… Dan tentu saja aku tidak akan pernah menjadi yeoja chingu dari seorang Lee Hyuk Jae seumur hidupku… Tapi entah kenapa takdir semakin menyeretku lebih dalam… Aku kini terjebak di dalam lorong gelap dan aku sama sekali tidak tahu dimana jalan keluarnya…”

Chae Eun menyeka air mata yang mulai membasahi pipinya. Yeoja itu tak bisa menahan kesedihan yang berlarut-larut didalam pikirannya. Bimbang atas pilihan yang cepat atau lambat harus diambil olehnya sendiri. Antara mengorbankan perasaan atau menghancurkan semuanya.

*Author PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

            “Kenapa kau tidak memakannya ?” tanyanya dingin. Aku menggeleng perlahan.

“Tidak enak, aku tak terbiasa makan masakan luar seperti ini…” Namja itu mengernyitkan alisnya dan menatapku tajam.

“Ya!! Cepat makan, nanti kau kelaparan !”

“Shireo ! Aku ingin masakan Korea, bukan Spanyol !” sahutku kesal. Aku meletakkan sendok dan pisau yang sejak tadi berada didalam gengaman tanganku. Dan menyingkirkan makanan itu ke arah Kyuhyun yang memasang wajah juteknya seperti biasa.

Namja itu tersenyum sinis dan kembali melahap makanannya sampai habis. Aku cemberut di kursiku dan hanya meminum lemon tea segar tanpa berniat menatap wajah tampan dihadapanku.

Aaiish…dia sama sekali tidak peka dengan keadaan. Dasar Cho Kyuhyun… Kau benar-benar menyebalkan !

Tiba-tiba namja itu bangkit dari kursinya dan menarik pergelangan tanganku. Aku menoleh dan memasang tampang sedingin es.

“Kau mau makan masakan korea kan ? Ikut aku, kajja !” serunya sambil menyeretku keluar dari restoran Spanyol. Perlakuannya kasar sekali !

Namja itu memanggil taxi dan menyuruhku untuk segera masuk. Entah apa yang di perintahkannya pada supir taxi itu. Yang jelas aku hanya duduk terdiam disampingnya dan menatap ke jendela samping kiriku. Mengamati setiap inci jalanan Spanyol. Disini cukup menarik rupanya. Pantasan saja namja jutek di sebelahku ini ingin sekali berlibur ke negara ini.

Sekitar dua puluh menit berada didalam taxi tanpa bicara sedikitpun. Akhirnya Kyuhyun menyuruh supir taxi itu untuk menepi di depan sebuah toko kaset. Namja itu menyuruhku ikut turun bersamanya. Aku mendengus kesal dan dengan sangat terpaksa mengikutinya masuk kedalam toko kaset itu.

Kyuhyun menurunkan topi dan membenarkan letak kacamata hitamnya. Namja itu meraih pergelangan tanganku karna toko kaset yang terbilang besar ini cukup ramai oleh pengunjung.

“Nanti kau tersesat…” bisiknya sambil tersenyum meremehkan. Aku mendecak kesal. Namja ini ! Sudah membiarkan ku mati kelaparan dan sekarang mengajak ku ke dunianya yang membosankan ! Menyebalkan !

Sudah hampir tiga puluh menit aku berdiri disampingnya. Namja itu masih saja tidak beranjak dan sibuk memilih kaset game. Terlihat bingung dengan kaset game apa yang akan dia pilih. Seharusnya dia mengambil semuanya saja ! Uangnya kan banyak ! Dasar Cho Kyuhyun pabbo !

Aku menunduk dan memijat lututku yang terasa pegal. Namja itu melirik ku sekilas dan kembali melanjutkan aktifitas kesukaannya –memilih kaset game- sambil tersenyum evil.

“Aku lapar…” rengek ku manja. Aku berusaha semanis mungkin dihadapan namja menyebalkan ini agar dia merasa kasihan dan segera menunjuk kan restoran yang menjual masakan korea padaku. Perutku berbunyi. Aaiish…jika dalam waktu sepuluh menit namja ini tak juga selesai dengan ‘urusan game’ nya. Aku benar-benar bisa mati kelaparan !

Kyuhyun menoleh dan pada akhirnya menyeretku ke meja kasir. Aku menghela nafas lega. Setidaknya penderitaanku akan segera berakhir dan aku bisa mengisi lambungku yang kian menciut karna belum makan sejak pagi.

Setelah membayar semua kaset-kaset game yang entah berapa jumlahnya itu. Namja itu kembali menarik pergelangan tanganku. Aku menurut dan mengekornya dari belakang. Dengan susah payah kami keluar dari toko kaset yang ramai itu dan berjalan menuju minimarket di sebelahnya. Aku pun mengikuti Kyuhyun yang masih menyeretku untuk ikut masuk bersamanya.

Namja itu meraih beberapa botol susu siap minum, berbagai cemilan dan wine. Hah ! Jangan bilang dia akan membeli semua wine itu !

Mataku melotot saat namja itu memasuk kan tujuh botol wine Spanyol ke dalam troli belanjaan kami. Dia akan mabuk malam ini ? Jangan sampai dia meminum wine-wine itu !

“Kyuhyun-sshi, apa itu tidak terlalu banyak ?” tanya ku berusaha terdengar wajar. Kyuhyun tidak menjawab dan hanya melirik ku sekilas. Aaiish..namja ini benar-benar menyebalkan !

Tak lama kemudian, namja kembali menyeretku menuju mesin kasir. Membayar semua barang yang di belinya dan memberikan sekantung besar berisi kaset game untuk ku bawa. Sedangkan dia sudah cukup kesulitan dengan tujuh botol wine Spanyol yang berat itu.

“Kau lapar ?” tanyanya kemudian. Aku mengangguk. Dasar Cho Kyuhyun pabbo ! Aku sudah hampir mati kelaparan dari tadi ! Kalau saja perutku sudah terisi penuh, tentu sejak tadi aku sudah mengomel dan membuat telingamu sumbang karna teriakan ku !

“Di sekitar sini mungkin ada resto yang menjual masakan korea…” ujarnya tanpa ekspresi. Kini namja itu tidak menarik pergelangan tanganku lagi, karna di tangannya sudah terdapat dua buah kantung plastik besar yang kelihatannya sangat berat.

“Aku lapar sekali…” rengek ku lemah. Namja itu mempercepat langkahnya. Aku mengikutinya dengan tergesa.

Kami sudah berjalan di sepanjang pertokoan ini dan kaki ku benar-benar terasa sangat pegal. Tapi tidak ada satupun resto yang menjual masakan korea.

Pada akhirnya namja itu mengajak ku masuk kedalam restoran cepat saji dan memesan burger serta kentang goreng ukuran besar. Aku duduk dengan wajah cemberut dan menatap makanan itu dengan tak bernafsu.

“Makan lah…” ujarnya cuek. Namja itu menyeruput soft drinknya sambil memainkan ponsel. Aku menatapnya curiga.

“Nuguya ?”

“Aku hanya meng-update status twitter ku. Tak perlu cemburu…” sahutnya sambil tersenyum evil. Aku menatapnya sadis.

“Ya!! Kau pikir aku cemburu ?!” elak ku cepat. Namja itu tertawa dan mencubit pipi ku. Aku menepis tangannya yang penuh dengan minyak kentang goreng itu dan mendengus kesal. Dia selalu seenaknya sendiri.

“ELF mengkhawatirkan keadaan-ku… Ahahhaha…” serunya riang. Namja itu sibuk dengan ponselnya sedangkan aku menatap burger itu dengan enggan.

“Aku tak mau makan ini…” ujarku sambil menyingkirkan burger itu dari hadapanku.

Kyuhyun bereaksi dan menatapku dingin.

“Ya!! Kau harus makan !”

“Shireo ! Aku mau masakan korea !”

“Disini sulit mencarinya pabbo ! Cepat makan, kasihan bayi itu !” serunya sambil menyodorkan burger itu ke dekat mulutku.

“Ini tidak bergizi !”

“Lebih baik tidak bergizi daripada kau mati kelaparan dan menyiksa anak itu !” Kyuhyun beranjak dari tempatnya duduk dan menempati kursi kosong disebelahku. Aku memalingkan wajahku. Tak mau menatapnya

“Makan lah… Kau tak ingin bayi itu kelaparan kan ?”

“Shireo….”

“Kau ini…. keras kepala sekali !”

“Terserah kau…”

“Yeon Hyo-sshi, makan lah ini…” suaranya terdengar melunak. Aku melirik ke arahnya. Namja itu tersenyum di sampingku. Bukan senyuman sinis atau pun evil. Tapi senyuman yang begitu manis. Membuat wajahnya terlihat sangat tampan.

“Ne….” Akhirnya aku menyerah dan mulai memakan burger berukuran besar yang aku sendiri tak yakin dapat menghabiskannya.

“Uumm…ini baru calon eomma yang baik…” ujarnya sambil mengacak pelan rambutku. Aku tertegun. Lagi-lagi dia memperlakukan ku lembut seperti ini. Membuatku semakin tak dapat melepaskannya apalagi meninggalkannya.

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Hyung, kenapa kau mematikan ponsel mu ?” protes Ryeowook. Aku menggeleng dan tetap meneruskan makan siangku di sudut Babtol. Namja yang di juluki ‘eternal magnae’ itu mendengus kesal dan merogoh ponselnya yang berdering nyaring.

“Lihat lah ini… Na Na meneleponku lagi. Aku harus mencari alasan apa lagi pada yeoja chingu-mu itu Hyung ? Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian ? Kenapa Hyung tak mau menjawab panggilan dari Na Na ?” cecar Ryeowook tak sabar. Aku hanya menunduk dan menatap makan siangku yang masih tersisa banyak. Padahal ini makanan favorite-ku.

“Kau tak perlu tahu, wookie-ya…”  sahutku dingin.

“Tapi Hyung….”

“Tak ada yang bisa ku ceritakan padamu, lebih baik kau bilang saja pada Na Na kalau jadwal kita padat…”

“Na Na tahu kalau kita sedang berlibur, Hyung.. Aku tak punya alasan lagi…”

“Matikan saja ponselmu…”

“Tapi….”

“Lakukan saja !” bentak ku kesal. Baru kali ini aku membentak Ryeowook seperti ini. Dia adalah dongsaeng kesayangan-ku. Tapi masalah ini benar-benar membuatku frustasi.

Ryeowook mengangguk dan mematikan ponselnya. Aku menunduk dan mengutuk diriku sendiri.

“Wookie-ya.. mianhae…”

“Ne… Gwaenchanayo.. Aku tahu masalah mu pasti besar sekali… Semoga kau dapat menemukan jalan keluarnya, Hyung….”

“Gomawo…”

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Ya!! Jangan minum terlalu banyak, Kyuhyun-sshi !” teriak Yeon Hyo berusaha memperingatkan ku. Aku mengangguk malas dan mulai membuka botol wine. Yeoja itu duduk di tepian tempat tidur sambil menatap layar TV yang menyala. Raut wajahnya terlihat lelah dan akhirnya dia merebahkan diri di tempat tidur dan menarik selimut.

“Awas saja kalau kau mabuk…” ujarnya dari balik selimut. Aku tersenyum sekilas.

“Aku tak akan mabuk walaupun minum sebotol wine ini sampai habis..” sahutku sekenanya. Yeoja ini pasti menyangka aku adalah peminum wine yang payah. Aku tak akan mabuk semudah itu.

“Itu pernyataan yang bagus. Ku ingat ucapan mu itu, Tuan Cho…”

Aku tersenyum walaupun yeoja itu tak melihatnya. Aku mulai meminum gelas wine-ku yang pertama. Langsung ku teguk sampai habis. Tak terjadi apa-apa. Wine Spanyol memang enak !

Hingga pada gelas ke enam, ku rasakan kepalaku mulai terasa berat. Sepertinya akan mabuk. Tapi aku tetap menuangkan wine kedalam gelasku.

Aku menghabiskan sebotol wine dan mulai membuka botol kedua. Tapi rasanya ruangan ini berputar. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Hah ! Aku tak mungkin mabuk !

Dengan kepala yang terasa makin berat, aku menggapai tepian tempat tidur dan merebahkan diriku tepat di samping sosok yang tertutup selimut. Aku lupa siapa yang sedang tidur disampingku ini. Semuanya terasa berputar. Dingin. Sepertinya suhu AC ruangan ini terlampau rendah. Tanganku mencari selimut, tapi tidak ku temukan. Aku merasakan tubuhku akan membeku sebentar lagi.

Aku membalik kan tubuhku, menghadap sosok yang aku lupa siapa dia. Tangan ku menarik selimut dan aku ikut masuk kedalamnya. Masih terasa cukup dingin. Aku menarik selimut sampai menutupi wajahku dan memeluk sosok itu dengan harapan tubuhku akan terasa hangat. Ternyata benar. Rasanya nyaman sekali.

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

Sebenarnya siapa Shin Ha Ra itu ?

Apa keputusan yang akan diambil oleh Chae Eun ?

Dan bagaimana kelanjutan liburan di Spanyol ala Hyo-Kyu couple ?

Nantikan jawabannya di FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 18)

-Coming Soon-

*plaakk

Wahahahaaa😄

[Hyo-Kyu couple] Romantis amat disini😄 *plaakk

Author teriak2 gaje~ kekekekkeke~

Hyo-Kyu shipper atau yang baca…WAJIB KOMMENT dan LIKE

Kalo jadi SILENT READERS… author sumpahin gak bakal ketemu sama bias *kejam*

Ahahahahhaa *ketawa ala bonamana*

Hasil kerja kerasku bersama kyu~

Don’t copas !!

_admin Ye-Kyu^^_

46 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 17)

    • whahhaha😄
      iyaaa~ Kyu nya menggila😄 *plaakk
      terinspirasi dari twitternya KYU >.<
      kan ada dia posting minum wine Spanyol…di rampok lah…dan sebagainya *ditabok kyu
      gomawo eonn udah RCL disini…
      yang lain biasa RCL di FB =.='

  1. wuaaaahhhh,,,, FF nya keren banget, dalem banget mpe bikin nangis.. heehehehe

    Mianhe,, aku reader baru & baru bisa koment disini tp aku udah baca dari part 1.

    Kyu&Hyo bener2 evil couple ~~~~Kim Hyun Sang knp jadih jahat bgt???

  2. Kyuhyun sangat aneh.. tapi romantis, aku suka itu.. Kyu menikah denganku saja… oh iyaa eonni, jgn kira kalau aku ini namja krna namaku ‘kitano akira’
    aku ini yeojaaa.. hehehe

  3. Hha.. Kesambet apa si evil prince kok jd lembut gtu?
    Si hyun sang jg kok bsa jd king of evil gtu yak?
    ckckck.. pnasaran saya.. konfliknya makin besar..

  4. bkal trjd apaya ma hyo?pas bulan madu pertama aja trjd sesuatu shingga ada lah aegy wkwk aduh gmana nsb couple ye-na ya kshan kalau hrz pisah

  5. Huaa frustasii kalo jdi chae eun gmana sich ni hyukie gga da kbar d part ini dah tao yeojachingu’a lgi ada masalah.chae eun gga punya tmpat wat b’sandar slain hyuki n hyo tpi ni menyangkut mereka gmna donk??
    Next part ya thorr ..

  6. Aigoo. Itu shin ha ra pngin nyiksa yeppa ama nana ya?
    Ksian banget nana jdi digantung gitu.
    Ga habis pikir klo aku jdi chae eun.. Pasti berat hrus ambil keputusan disaat genting sperti ini dgn situasi begini. :s

  7. dasar yeonhyo … yeoja aneh … masa dah bangun … trus ” nyiksa ” kyuhyun – blg selamat pagi … eh dia tidur lg …. anehhhhh
    kyuhyun baikkkk lohhh … itu bikin in segelas susu buat istrinya …

    MWO … kyuhyun mau di rampok ?????? huaahhhh kyu lari kencang amat ? wkwkwkwkw masa evil kyu takut …. ( geleng2 kepala )

    ooooo jadi dalang perusak hub yesung – na na itu ha ra ?
    eee apa maksud perkataan ha ra ini ” Sejak dulu.. Hanya aku yang pantas mendampingimu Jong Woon-sshi… Apakah kau lupa kalau Jong Jin sangat menyayangiku sebagai noona-nya ? Aku akan kembali merebut posisi yang memang sudah sepantasnya menjadi milik ku…”
    ( ada lagi yg seperti rin rin ….. ckckckckcckck )

    Kasihan chae eun yg bingung tuh …………… apa ya jalankeluar untuk nya ?

    KYA … kyuhyun mabuk ….
    tuh kan mulai peluk yeonhyo …. wahhh mulai ‘ mesum ‘ nih …

    Nexxxxtttttttttttt

  8. ne eonni.
    dr part pertama aku comment ko. kkkk~
    ceritanya gak ngebosenin.
    slalu mau tau terus kelanjutannya.
    huahhh aku mau jadi yeon hyo😀

  9. Baru di part ini nih ngebaca “Kalo jadi SILENT READERS… author sumpahin gak bakal ketemu sama bias” jadi ngoment._. Mian thor baru ngomen disini, soalnya……….

    Gausah lah. Pokoknya ff nya bagus bangettt… Hehe._.v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s