FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 14)

 

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu (admin *Jongwoon) a.k.a Shim Na Na

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Thennia Elyciabeth

 

 

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

WARNING ::

Recommended Song : Hot Stuff by Davichi (OST drama My Fair Lady)

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 14*

 

 

 

 

“Oppa…” desisku pelan. Aku menatap wajah bersalah dari namja itu. “Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu. Tapi dia memaksa ku…” sahutnya lirih. “Gwaenchanayo oppa… Tapi kemana eonni pergi ?” Namja itu menggeleng. “Molla… aku tak tahu kemana perginya Yeon Hyo.. Mungkin menenangkan diri.. Aku keterlaluan terhadapnya tadi…” sahut Hyun Sang oppa sambil menunduk. “Ne…arraseo..” balasku cepat. Aku bergegas meninggalkan namja yang kini terduduk lesu dibangku taman. Tampak menyesali segala yang terjadi. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus ku perbuat sekarang. Tapi ku harap eonni baik-baik saja…

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Cho Yeon Hyo….” gumam ku sendirian sambil memandangi wallpaper layar ponsel ku. Yeoja yang sangat menyebalkan, tapi juga selalu membuat jantungku berdebar lebih cepat saat bersamanya. Sesak. Aku merasakan perasaan seperti ini lagi. Perasaan menyesakkan saat tak bisa menemuinya. Aku pernah merasakan perasaan ini setiap hari selama tiga tahun saat eomma memaksa ku untuk tidak menemui Rin Rin. Selama itu batin ku selalu tersiksa. Dan kali ini aku juga merasakan hal yang sama saat tidak bisa bertemu dengan Yeon Hyo. Apakah aku mencintai dua orang yeoja dengan perasaan yang sama ?

Aku memang mencintai Rin Rin di masa lalu, sampai sekarang perasaan itu masih ada. Dan akan tetap selalu ada. Tapi disisi lain, aku mencintai Yeon Hyo. Benar-benar mencintainya. Aku mungkin tak bisa hidup tanpanya. Aku tak bisa hidup tanpa teriakannya itu di telingaku. Berpisah dengannya sebentar saja sudah membuatku begitu tersiksa. Tapi aku tak bisa membohongi perasaan ku sendiri. Masih ada Shin Rin Rin yang mengisi ruang hatiku, ada tempat khusus untuknya di hatiku. Aku masih sangat mencintainya hingga saat ini.

“Kyu ?” suara Sungmin hyung terdengar serak. Aku menoleh, ku dapati hyung kesayanganku itu membuka matanya sedikit. “Tidurlah, ini hampir pagi…” ujarnya sambil menarik selimut. “Ne…” sahutku pelan. Saat di dorm, aku memang tidur sekamar dengan Sungmin hyung. Hari ini melelahkan sekali. Setelah mengantar Na Na pulang, kami cepat-cepat pulang ke dorm untuk mandi. Semuanya penuh dengan krim kue tanpa terkecuali. Setelah itu tidur dikamar masing-masing.

Aku melirik Sungmin hyung yang tertidur pulas. Kadang aku berpikir, bagaimana bisa Sungmin hyung menjalin hubungan dengan Shin Ne Yon yang jelas-jelas jauh dari jangkauannya ? Ne Yon kuliah di Jerman, sedangkan Sungmin hyung disini. Mereka bahkan tidak pernah bertemu selama dua tahun ini. Tapi Sungmin hyung begitu setia pada Ne Yon. Bagi nya Ne Yon itu putri yang di kirimkan oleh Tuhan hanya untuknya. Romantis memang. Tapi tetap saja aku tak bisa seperti itu, rasanya aku tak bisa jauh dari Yeon Hyo. Ini sangat menyiksa ku. Dan saat aku memikirkan Yeon Hyo, lagi-lagi bayangan Rin Rin selalu muncul. Apalagi setelah aku mengetahui apa saja yang terjadi pada Rin Rin selama ini. Aku benar-benar tak bisa melupakan Rin Rin. Yeoja itu juga membutuhkan ku. Ini benar-benar tidak adil untuknya.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aku benar-benar tak bisa menghentikan air mataku sekarang. Kenapa kenyataan selalu terasa menyakitkan ? Haruskah aku kehilangan ‘Cho Kyuhyun’-ku untuk yang kedua kalinya ? Kenapa Tuhan membiarkan aku menikah dengannya jika hal ini yang harus terjadi ? Aku harus bagaimana ?

Lututku benar-benar lemas. Aku berusaha berdiri dari tempatku duduk. Sudah hampir pagi. Aku merapatkan mantelku. Benar-benar dingin. Perlahan aku melangkah menuju mobil mercedes silver ku yang terparkir tak jauh dariku. Pandanganku samar. Tiba-tiba saja seseorang memeluk ku dari belakang.

“Hyo-ah…” aku berbalik dan menatap wajahnya dengan samar. Cho Kyuhyun. Kenapa dia ada disini ? “Jeongmal bogoshippo….” ujarnya sambil menarik ku kedalam pelukannya yang begitu hangat. “Kau kabur lagi. Waeyo ?” tanyanya sambil memeluk ku. Aku menggeleng perlahan. “Jangan lakukan hal yang membuatku cemas…” tambahnya lagi. Aku melepaskan pelukannya dan menatap matanya yang teduh.

“Bukan kah….” aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Aku benar-benar tak percaya hal ini terjadi didepan mataku. Ini bukan Cho Kyuhyun Super Junior. Tapi dia ! Cho Kyuhyun-ku yang meninggal setahun yang lalu !

Aku mundur beberapa langkah dan menatapnya tak percaya. Namja itu tersenyum lembut. Ini tak mungkin terjadi ! Tak mungkin Cho Kyuhyun-ku ada disini !

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Kyuhyun-ah…” ujarku sambil menarik kaki Kyuhyun. Namja itu membuka matanya sedikit dan kembali memejamkan matanya. “Young-ah mencarimu, Rin Rin masuk rumah sakit lagi..” Kyuhyun sontak membuka matanya dan buru-buru bangkit dari tempat tidur. “Hyung ! Jangan bercanda !” serunya panik. Aku menggeleng cepat. “Young-ah menunggu mu di mobil. Cepat mandi dan ganti baju mu !” aku mendorong tubuh Kyuhyun kedalam kamar mandi. Tiga menit kemudian namja itu keluar dengan tergesa. Wajahnya tampak begitu khawatir.

“Apa yang terjadi padanya, Hyung ?!” tanya Kyuhyun sambil menyambar mantel cokelatnya dan memakai penyamaran lengkap. “Molla…Young-ah menemukannya tak sadarkan diri..” sahutku yang dibalas dengan anggukan ringan Kyuhyun. Namja itu bergegas keluar. Aku menghela nafas berat. Sebenarnya apa lagi yang terjadi ?

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Dia kritis…” ujar Uisa itu. Aku terduduk lemas di lantai rumah sakit. Young-ah menangis keras. Rasanya aku tak punya lagi kekuatan untuk berdiri. “Sebenarnya apa yang terjadi ?” tiba-tiba Yesung hyung sudah berdiri di belakangku. “Leukimia yang diderita nona Shin Rin Rin sudah berada di stadium akhir. Kondisinya saat ini kritis, mungkin satu-satunya jalan adalah operasi sumsum tulang belakang. Tapi karna kondisi tubuhnya saat ini benar-benar buruk, operasi sumsum tulang belakang malah akan membahayakan nyawanya…” Aku menyeka air mataku dengan cepat. “Apa saja. Tolong lakukan apa saja untuk menyelamatkan hidupnya ! Tolong lakukan !!” bentak ku kesal. Ini tidak mungkin. Shin Rin Rin tidak boleh mati !

“Mianhamnida Tuan Cho, kita hanya bisa menunggu kondisinya membaik baru bisa melakukan tindakan operasi…” Uisa itu membungkuk dan pamit meninggalkan kami. Yesung hyung menepuk pelan pundak ku. Berusaha memberiku kekuatan.

“Aku sudah terpisah dengannya selama tiga tahun… Aku berharap dapat selalu bersamanya.. Tapi ternyata dia pergi.. Dan sekarang, saat aku bertemu dengannya lagi… Tuhan malah menyuruhnya untuk pergi… Aku tak ingin dia pergi untuk kedua kalinya dalam hidupku, Hyung..” Air mataku mengalir deras. Aku benar-benar tak ingin kehilangan Rin Rin. Yesung hyung memeluk ku erat.

“Tuhan pasti tau apa yang terbaik untuknya, Kyu…” ujar Yesung hyung. “Tapi dia sangat menderita Hyung… Ini benar-benar tak adil untuknya !” pekik ku sambil melepaskan pelukan Yesung hyung dan melangkah menuju ruangan Rin Rin. Yesung hyung hanya memandangiku dan kemudian beralih menenangkan Ri Young. Bagaimana pun juga pada kenyataannya Rin Rin dan Young-ah adalah sepupu jauh Yesung hyung.

Aku membuka pintu ruangan Rin Rin dengan perlahan. Seorang yeoja cantik berwajah pucat tampak tertidur dengan damainya. Ada selang oksigen menghiasi wajahnya, dan beberapa kabel yang tak jelas tertempel di tubuhnya. Aku melangkah ragu ke arah Rin Rin. Dan pada akhirnya aku duduk di samping tempat tidurnya. Menatap wajah cantiknya dengan perasaan yang tidak bisa ku jelaskan. Begitu sesak, menyakitkan.

“Rin-ah…” desis ku lirih. Lagi-lagi aku menyeka air mataku. Aku tak sanggup melihatnya seperti ini. Aku memeluk tubuh Rin Rin yang tak bergerak. Aku tidak bisa menghentikan air mataku lagi.

“Bangun lah…” bisik ku tepat ditelinganya. Tak ada reaksi. Aku sungguh-sungguh berharap yeoja ini akan bangun dan memeluk ku. Aku ingin melihat senyumnya yang manis. Aku ingin dia bangun dan melihatku disini.

Darah. Aku melihat darah mengalir di sela-sela hidungnya. Tapi lidahku terasa kaku. Aku tak mampu berteriak untuk memanggil uisa atau siapapun. Yang mampu ku lakukan hanya lah menyeka darah itu dengan punggung tanganku. Aku kembali menatap wajah pucat Rin Rin dengan pandangan samar. Air mata menghalangi penglihatanku. “Rin-ah… Jeongmal saranghaeyo….”

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

“Ini semua salahku…” ujar namja itu dengan bibir bergetar. Perlahan kilauan bening menetes dari sudut matanya. “Seharusnya aku tak berkata seperti itu padamu, Hyo-ah…” ujarnya sambil mengenggam tangan eonni. Hyun Sang oppa menemukan eonni tak sadarkan diri dan membawanya kerumah sakit. Aku menepuk pundak Hyun Sang oppa dengan pelan.

“Sebaiknya oppa pulang sekarang. Sebentar lagi aku akan menghubungi Kyuhyun oppa…” Namja itu menoleh. “Bolehkah aku menemani eonni-mu sebentar lagi ?” tanya nya dengan raut wajah bersalah. Aku menggeleng perlahan. “Oppa tau sendiri apa yang akan dilakukan Kyuhyun oppa jika melihat mu disini…” ujarku pelan. Hyun Sang oppa kembali menatap wajah eonni dan membelainya lembut. “Cepat sembuh, Hyo-ah… Jeongmal saranghaeyo…” Namja itu kembali menyeka air matanya dan akhirnya bangkit dari tempatnya duduk.

“Chae Eun-ah, beritahu aku jika eonni mu sudah sadar..” Aku mengangguk ringan dan tersenyum. “Ne…aku akan memberitahu oppa begitu eonni sadar..” Namja itu tersenyum tipis. “Gomawo Chae Eun-ah…”

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Aku menatap wajah Rin Rin yang pucat. Perlahan aku membelai wajah cantik yeoja itu. Kilauan bening mulai menetes dari sudut mataku. Air mata itu mengalir perlahan membasahi pipiku dan pada akhirnya jatuh di atas jari-jari tangan Rin Rin. Semakin lama air mataku semakin banyak. Tangisku kembali pecah. Aku menutup wajahku dengan kedua belah tanganku. Sesak sekali rasanya.

“Cho… Cho Kyuhyun….” aku menoleh ke arah yeoja cantik yang sejak tadi tertidur. Matanya terbuka sedikit. “Ne..Rin-ah…aku disini..” aku menyeka mataku cepat dan buru-buru bangkit dari tempat ku duduk. Aku menatap wajahnya dan tersenyum lembut. Yeoja itu membalas senyumanku. “Kyuhyun-sshi, kenapa kau ada disini ?” tanya nya lirih. Aku sontak memeluknya erat. “Jangan tinggalkan aku Rin-ah. Kau harus sembuh. Kau tak boleh pergi dari dunia ini…” bisik ku tepat di telinganya. “Kau sudah tau semuanya ?” tanyanya terbata-bata. Tubuhnya bergetar hebat. “Ne…” sahutku sambil melepaskan pelukanku dan menatap matanya dalam. “Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku lagi, Rin-ah.. Arraseo ?” Yeoja itu mengangguk dan tersenyum samar. “Arraseo…” jawabnya lemah.

Aku tersenyum dan mengacak rambutnya pelan. Saat menarik tanganku, beberapa helai rambut Rin Rin berada di sela-sela jariku. Raut wajah Rin Rin berubah. Tampak terluka. “Rambutku rontok lagi…” ujarnya sambil tersenyum getir. Aku tak mampu menyembunyikan kesedihanku. Aku hanya bisa terdiam tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun. “Gwaenchana…aku bisa memakai rambut palsu..” tambahnya. Yeoja itu tersenyum manis. Tapi yang ku rasakan saat ini adalah kesedihan hatinya. Rin Rin sudah banyak menderita selama ini. Tapi dia sama sekali tidak membagi penderitaannya itu dengan orang lain. Termasuk aku.

Tiba-tiba ku rasakan ponsel ku bergetar. Aku merogoh saku mantel ku dan cepat membuka pesan singkat itu.

From : Yoon Chae Eun

Message : Eonni tak sadarkan diri. Sekarang berada di Shinhwa hospital. Oppa, cepatlah datang…

 

Shinhwa hospital ? Bukankah aku sekarang berada di Shinhwa hospital ? Berarti Yeon Hyo ada dirumah sakit ini ! Aku kembali memasukkan ponselku kedalam saku mantel dengan tergesa. Rin Rin tampak mengamati perubahan sikapku. “Kyuhyun-sshi… waeyo ?” tanyanya lemah. “Yeon Hyo sakit, tak sadarkan diri. Aku harus menemuinya…” sahutku cepat. Aku bergegas menuju pintu keluar. “Kyuhyun-sshi !!” aku menoleh. Ku lihat Rin Rin berusaha bangun dari tempat tidurnya. Aku sontak bergegas menuju Rin Rin dan membaringkannya kembali ke tempat tidur. “Ya!! Kau mau kemana ?!” seruku panik. “Mengejarmu…” sahutnya sambil mencengkram pergelangan tanganku. “Jangan pergi…” tambahnya lagi. Ku lihat darah segar kembali menetes dari hidungnya. Aku buru-buru menyeka darah Rin Rin dengan tissue.

“Tapi aku harus…” aku tak mampu melanjutkan kata-kataku lagi saat yeoja itu mulai menangis. “Kau harus menemui Yeon Hyo ? Kau tak peduli padaku, Kyuhyun-sshi !” ujarnya parau. Yeoja itu menyeka air matanya. “Kau bahkan tak peduli padaku yang sudah sekarat ! Kau sama sekali tak pernah tahu apa yang ku rasakan selama ini ! Kau tak pernah tahu bagaimana hancurnya aku saat mengetahui kalau yeoja itu adalah istrimu !” pekiknya di luar kendali. Aku mematung di tempatku berdiri. “Kau bahkan tak memikirkan perasaanku !” jeritnya lagi. Darah segar itu kembali menetes dari sela-sela hidungnya. Rin Rin meronta-ronta dan menjerit. Aku memeluk yeoja itu dengan erat. Berusaha menenangkannya. “Saranghaeyo…” desis ku lirih. Yeoja itu terdiam. “Shin Rin Rin, saranghae… Jeongmal saranghaeyo…”

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Oppa…” aku segera bergegas mendekati yeoja itu. Yeon Hyo tersenyum tipis. “Hyo-ah… Gwaenchanayo ?” tanyaku cemas. Yeoja itu mengangguk. “Ne..nan gwaenchanayo… Aku kenapa ?” ujarnya bingung. “Kau pingsan…” sahutku sambil menyodorkan segelas air mineral untuknya. Yeoja itu meminumnya sampai habis. “Mana Kyu ?” tanya nya lagi. Akhirnya dia menanyakan soal Kyu. Aku harus jawab apa ? Tidak mungkin aku bilang kalau Kyu tengah menemani Rin Rin di rumah sakit ini juga. “Ani…manager Kim tidak mengizinkannya pergi..” ujarku berbohong. Tampak raut wajah kecewa dari yeoja cantik itu. Yeon Hyo menghela nafas berat. “Manager kalian yang tidak mengizinkannya pergi atau dia memang tak mau pergi ?” tanya Yeon Hyo membuatku tersudut. Aku menunduk menatap lantai, menghindari sorotan mata Yeon Hyo. “Manager Kim yang tak mengizinkannya…” sahutku sambil menunduk.

“Oppa…jangan berbohong padaku… Kau masih menganggapku ini dongsaeng mu kan ?” todong Yeon Hyo. Aku tersentak kaget. Yeon Hyo tampak tak mempercayai ucapanku. Aku kembali menatap wajah Yeon Hyo. “Apa oppa terlihat membohongimu ?” balasku cepat. Yeon Hyo mengangguk. “Kau tak bisa berbohong padaku oppa…” sahutnya lagi.

Aku terdiam beberapa saat. “Kau tahu, siapa yang ku lihat semalam ?” tanya Yeon Hyo. Aku mengernyitkan alisku. “Cho Kyuhyun…namja chinguku yang meninggal setahun yang lalu…” desis Yeon Hyo. Jantungku berdebar hebat. Tidak mungkin namja yang telah lama meninggal itu bangkit lagi. “Ya!! Cho Yeon Hyo! Jangan bercanda !” seruku tak percaya. “Dia memberitahuku semuanya, tentang perasaan Kyuhyun terhadap Rin Rin dan terhadapku. Aku tidak tahu, itu kenyataan atau bukan. Aku yakin, aku pasti dalam kondisi tidak sadar saat itu. Tapi aku rasa, dia benar-benar menemuiku. Atau setidaknya mencoba menemuiku melalui mimpi !” ucapan Yeon Hyo membuatku tak percaya. “Apa saja yang dia katakan padamu ?” tanya ku tak sabar. Aku yakin Yeon Hyo hanya bermimpi.

“Tentang masa lalu Cho Kyuhyun dan Rin Rin, dan rahasia dibalik liontin ini…” sahutnya sambil mengenggam erat liontin yang melingkar dengan indah dilehernya. Liontin itu. Bukankah liontin itu yang ditunjukkan Kyuhyun beberapa tahun yang lalu ? Dan bukankah liontin itu seharusnya berada di tangan Rin Rin ? Kenapa sekarang bisa ada di Yeon Hyo ? Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat. Sebenarnya apa yang terjadi ?

“Darimana kau dapatkan liontin itu, Hyo-ah ?” tanya ku terbata-bata. Tidak mungkin Yeon Hyo tahu rahasia dibalik liontin itu. “Chae Eun yang memberikannya…” sahut Yeon Hyo cepat. Yeoja itu menatap mataku tajam. “Sebenarnya memang takdirku yang harus memakai liontin turun temurun ini. Bukan Shin Rin Rin…” tambahnya lagi. “Takdir ? Maksudmu ?” tanya ku bingung. Yeoja itu buru-buru melepaskan liontin itu dan memberikannya padaku. “Liontin ini punya keistimewaan tersendiri. Coba oppa perhatikan permata shappire blue itu secara seksama…” Aku sontak mengamati liontin itu. Terlihat seperti ada huruf-huruf kecil bertuliskan nama ‘Cho Yeon Hyo’.

“Cho Yeon Hyo ?” gumamku heran. Aku kembali menatap wajah Yeon Hyo. Yeoja itu hanya tersenyum tipis. “Aku memang sudah ditakdirkan untuk menjadi istri Cho Kyuhyun, bukan Shin Rin Rin…” Aku mengernyitkan alisku. Benar-benar tidak mengerti maksud perkataan yeoja ini. “Maksudmu ? Jelaskan pada oppa !” seru ku tak sabar. “Ini liontin turun temurun dari keluarga Cho. Setiap namja keluarga Cho akan mewarisi liontin ini dari eomma mereka. Kyuhyun mewarisi liontin ini dari ahjumma karna dia satu-satunya anak laki-laki dari keluarga Cho. Karna Cho Ahra eonni adalah seorang yeoja. Ahra eonni tidak bisa mewarisi liontin ini. Liontin ini pada akhirnya akan diberikan pada yeoja yang akan menjadi menantu keluarga Cho. Nama yeoja itu secara aneh akan terukir didalam permata shappire blue yang terdapat pada liontin ini… Walaupun liontin ini jatuh ditangan yeoja lain, tapi pada akhirnya liontin ini akan tetap dipakai oleh yeoja yang sudah menjadi takdir dari namja dari keluarga Cho…” jelas Yeon Hyo. Aku mengangguk cepat. “Darimana kau tahu semua ini ? Padahal Kyuhyun juga tidak mengetahui rahasia liontin ini…” Yeon Hyo tersenyum tipis. “Kyuhyun, namja chingu ku yang sudah meninggal itu yang memberitahukan semuanya..” lagi-lagi Yeon Hyo membahas kejadian aneh itu.

“Lupakan soal Kyuhyun yang kau lihat semalam…jadi maksudmu walaupun liontin ini diberikan pada Rin Rin, tapi pada akhirnya akan kembali ke tangan mu ?” tanya ku masih penasaran. Yeon Hyo mengangguk. “Seperti yang oppa lihat, entah bagaimana caranya Chae Eun mendapatkan liontin ini dan tiba-tiba saja memberikannya padaku…” Aku menghela nafas berat. “Aku tahu darimana Chae Eun mendapatkan liontin itu…” ujarku yang membuat Yeon Hyo terkejut. “Nugu ?” tanyanya penasaran. Tampaknya Yeon Hyo memang tidak tahu soal ini. “Leeteuk hyung…”

 

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

“Oppa…” ujarku lirih. Namja itu menoleh dengan raut wajah terkejut. “Chae Eun-ah..kenapa kau bisa berada disini ?” tanya namja itu sambil berjalan mendekatiku. “Eonni sakit….” Namja itu mengernyitkan alisnya. “Jinjja ? Sakit apa ?” Aku menggeleng perlahan. “Molla…tapi kurasa eonni hanya kelelahan…” Namja itu menghela nafas lega. “Lalu apa yang oppa lakukan disini ?” todongku. Aku menyipitkan mataku dan menatap wajah namja itu tajam. “Oppa kemari bukan untuk hal yang aneh kan ?” todongku lagi. Namja itu hanya memamerkan senyum gusinya yang khas. “Chae Eun-ah! Jangan berpikir macam-macam =.=” balasnya sambil mengacak pelan rambutku. Aku cemberut. “Lalu apa yang oppa lakukan disini ?” cecarku yang membuatnya terdiam untuk beberapa saat. “Aniyo…tidak ada..” sahutnya gugup. Aku menatap Eunhyuk oppa dengan tatapan tajam. “Oppa…jangan berbohong…” Namja itu tampak gelisah. “Cepat katakan padaku oppa…” desak ku lagi. Eunhyuk oppa menghela nafas berat. “Ikut oppa, dan kau akan tahu semuanya..”

Aku mengangguk dan menuruti langkah kaki Eunhyuk oppa. Namja itu menarik pergelangan tanganku, membimbingku ke suatu ruangan yang sangat asing bagiku. “Oppa…untuk apa kita kemari ?” tanya ku cepat saat tangan namja itu menyentuh gagang pintu yang terbuat dari besi. “Kau akan tahu sendiri….” sahutnya misterius. Namja itu membuka pintu ruangan itu sedikit, agar aku bisa mengintip apa yang terjadi didalam. Tapi ini benar-benar diluar akal sehat ku. Aku melihat Kyuhyun oppa memeluk Rin Rin eonni dengan erat. Sebuah kata-kata atau lebih tepatnya sebuah pengakuan meluncur dari bibir tipis namja itu. “Shin Rin Rin, saranghae… Jeongmal saranghaeyo…”

Aku sontak menutup pintu itu dan berbalik menatap Eunhyuk oppa. Tanpa sadar, air mataku menetes. Eunhyuk oppa meraih tanganku yang mulai gemetar dan membimbingku untuk menjauh dari ruangan itu. Tangannya menyeka air mata yang terlanjur menetes di pipiku. Aku terisak hebat. “Oppa…bagaimana dengan eonni ku ? Bagaimana dengan Yeon Hyo eonni ?! Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan untuk menghentikan semua kegilaan ini ?! Kyuhyun oppa tidak boleh meninggalkan eonni ku ! Tidak boleh !!”

 

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Jadi bukan Kyuhyun yang menitipkan liontin ini pada Chae Eun untuk diberikan padaku ?” Yesung oppa mengangguk pelan. “Leeteuk hyung yang melakukan semua ini…” Aku mengernyitkan alisku. “Lalu untuk apa semua ini ?” tanya ku cepat. Yesung oppa menghela nafas berat. “Saat kami menjenguk Rin Rin yang dalam keadaan koma, Leeteuk hyung tanpa sengaja melihat liontin itu dipakai Rin Rin. Dan memperhatikan permata shappire blue yang ada di tengah liontin itu. Entah kenapa, Leeteuk hyung seperti melihat ukiran-ukiran samar bertuliskan nama ‘Cho Yeon Hyo’. Itu terlihat aneh karna liontin itu dipakai oleh Shin Rin Rin, bukan olehmu. Aku berulang kali mencoba mencari ukiran yang dikatakan oleh Leeteuk hyung, tapi tetap saja aku tak bisa menemukannya. Sampai akhirnya kau memberitahuku dimana letak ukiran samar itu. Dan Leeteuk hyung pada akhirnya memutuskan untuk melepaskan liontin itu dari leher Rin Rin. Memberikannya pada Chae Eun dan pada akhirnya liontin itu dipakai olehmu…” jelas Yesung oppa panjang lebar. Aku merasakan tubuhku bergetar hebat. Keringat dingin menetes dari dahiku.

“Jadi sebenarnya Leeteuk oppa mengambil liontin ini dari Shin Rin Rin secara diam-diam hanya untuk diserahkan padaku ? Yaa!! Itu sangat tidak adil untuk Rin Rin !” protesku kesal. Seharusnya Leeteuk oppa tidak melakukan hal ini. Yeoja itu pasti kebingungan karna kehilangan liontinnya.

“Ini semua demi kau, Hyo-ah… Kami semua melakukan hal ini untuk kebaikan mu dan Kyuhyun. Dan juga untuk kebaikan Shin Rin Rin…” ujar Yesung oppa yang semakin membuatku tak mengerti saja. “Maksud oppa ?” tanyaku gugup. Kyuhyun pasti akan marah besar jika mengetahui semua ini. “Seperti yang kau bilang tadi, liontin itu milik mu, sudah seharusnya berada ditanganmu…”

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Aku menyeka air mata yang mengalir diwajah yeoja yang amat ku cintai hingga saat ini. Rin Rin sejak tadi menangis tanpa henti. Kurasakan ada gejolak batin yang tak dapat dikatakannya padaku. Matanya sembab karna terlalu lama menangis. “Rin-ah…jangan menangis lagi…” ucapku setengah berbisik. Raut wajah yeoja itu tampak sangat terluka. “Mianhaeyo Kyuhyun-sshi…” ujarnya lemah. “Untuk apa ?” tanya ku bingung. “Aku kehilangan liontin itu…” Aku tersentak kaget. “Bagaimana bisa ?” Yeoja itu menggeleng. “Molla…saat aku tersadar dari koma ku, liontin itu sudah tidak ada..”

Rin Rin kembali menangis. “Aku menghilangkannya…mianhaeyo…” desisnya terisak. “Gwaenchana…kita pasti menemukannya…” sahutku menenangkan Rin Rin. Aku membelai rambutnya perlahan. Yeoja itu masih terus menangis. Aku kembali menariknya kedalam pelukanku. Membuatnya merasa tenang, hingga tangisnya mereda.

“Kyuhyun-sshi….” aku melepaskan pelukan ku dan berbalik menatap pintu. Seorang yeoja tengah berdiri tegak dengan raut wajah terluka. Ku lihat kilauan bening membasahi pipi kanannya, yeoja itu menangis. “Hyo-ah ?” ucapku dengan bibir bergetar. Yeon Hyo pasti melihatku tengah memeluk Rin Rin. Kejadian ini sama persis dengan yang terjadi waktu itu. Perlahan yeoja itu melangkah mendekati ku dan Rin Rin. Pandangan matanya sangat terluka, aku memalingkan wajahku. Tak berani menatapnya.

“Ku kira kau mencintaiku…” ujarnya tertahan. Sesak. Itu yang kurasakan saat ini. Yeon Hyo terus melangkah mendekatiku dan Rin Rin. Yeoja itu lantas membuka syal putih yang melingkar di lehernya. Rin Rin sontak mencengkram pergelangan tanganku. “Liontin itu….” desis Rin Rin terkejut. Aku menoleh ke arah Yeon Hyo dan menatap liontin yang melingkar di lehernya dengan seksama. Benar ! itu liontin yang ku berikan pada Rin Rin beberapa tahun yang lalu. Darimana Yeon Hyo mendapatkan liontin itu ?

“Hyo-ah…darimana kau dapatkan liontin itu ?” tanya ku cepat. Aku beranjak dari tepi tempat tidur Rin Rin dan melangkah menuju Yeon Hyo yang kini berhenti ditengah-tengah ruangan. “Kau tidak perlu tahu darimana aku mendapatkannya Kyuhyun-sshi…” sahutnya lirih. Aku menatap raut wajahnya yang terlihat kecewa. Yeoja itu melepaskan liontin yang melingkar dilehernya dan memberikannya pada Rin Rin. “Ini milik mu, Rin-ah…” ujar Yeon Hyo sambil tersenyum tipis. Rin Rin hanya bisa menerima liontin itu dalam diam.  Yeon Hyo berjalan ke arahku dan menatap mataku dalam. Aku bisa merasakan kesedihan yang menyelimutinya saat ini. Ingin sekali aku memeluknya, dan berkata kalau aku juga mencintainya. Tapi keadaan yang memaksa ku untuk menahan semua ini. Aku tak bisa melakukan itu semua di hadapan Rin Rin. Aku bisa menyakiti hati Rin Rin dan membahayakan nyawanya.

“Kyuhyun-sshi…jaga kesehatanmu dengan baik… Aku tak ingin melihatmu sakit, arraseo ?” ujar Yeon Hyo dengan suara serak. Aku mengangguk ragu dan beralih menatap Rin Rin. Yeoja itu masih terdiam sambil memandangi Yeon Hyo. “Kau mau kemana, Hyo-ah ?” tanya ku pelan. Yeoja itu tersenyum getir. “Pulang kerumah, bayi dalam kandungan ku butuh istirahat…” sahut Yeon Hyo. Aku terdiam. Aku benar-benar menyakiti hati Yeon Hyo. Bahkan membiarkannya pulang sendirian seperti ini. Yeoja itu melangkah menuju pintu keluar. “Chakkaman !” seru ku cepat. Yeon Hyo menoleh dan menghentikan langkahnya. “Ini akan membuatmu tetap hangat…” ujarku sambil memakaikan mantel cokelatku pada Yeon Hyo. Yeoja itu mengangguk dan tersenyum tipis. “Gomawoyo…” balasnya lirih dan kemudian keluar dari ruangan Rin Rin dengan tergesa. Aku menghela nafas berat. Aku tahu dia pasti menahan kesedihannya untuk Rin Rin. Aku benar-benar menyakiti hatinya. Ya!! Namja macam apa aku ini ?! Aku bahkan menyakiti hati dua yeoja sekaligus dalam satu hari !

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Lagi. Aku merasakan perasaan sesak ini lagi. Aku berusaha terlihat tegar dihadapan Kyuhyun dan Rin Rin tadi. Tapi ternyata aku tak bisa. Air mataku masih saja jatuh menandakan perasaanku sangat terluka. Aku berusaha menerima kenyataan bahwa Kyuhyun masih sangat mencintai Shin Rin Rin. Aku tak bisa memaksakan kehendak ku sendiri. Aku harus memikirkan perasaan orang lain. Aku terduduk dibangku taman rumah sakit. Menatap butiran-butiran salju yang jatuh dihadapan mataku. Salju, selalu mengingatkan aku tentang namja itu. Mengingatkan aku pada Cho Kyuhyun. Membuat luka di hati ku semakin terbuka lebar.

“Eonni…jangan menangis lagi…” ujar seorang yeoja sambil memeluk tubuhku. “Kyuhyun oppa sangat menyayangimu, arra ?” ujarnya lirih. Aku kembali terisak. “Eonni…ku mohon jangan menangis lagi…jeball…” Chae Eun melepaskan pelukannya dan menatap wajahku. “Eonni….” desisnya pelan. Chae Eun menyeka air mataku. “Eonni-ku itu seorang yeoja yang kuat… Bukankah eonni selalu tertawa saat bertengkar dengan Kyuhyun oppa ? Bukankah eonni sangat menyukai teriakan Kyuhyun oppa ? Eonni…ini bukan lah dirimu… Kau tidak biasanya menangis seperti ini eonni..” ujar Chae Eun sambil menepuk pelan pipi ku. Ku rasakan air mataku semakin mengalir deras. “Eonni..katakan padaku, apa yang sedang terjadi pada mu ? cepat katakan eonni !” desak Chae Eun.

“Aku akan mengalah dan menyerahkan Kyuhyun pada Rin Rin…” sahutku terbata-bata. Tangisku kembali pecah. “Eonni…jangan lakukan hal itu !” seru Chae Eun sambil menguncangkan tubuhku. Aku menggeleng cepat. “Kyuhyun mencintainya, Rin Rin juga sangat mencintai Kyuhyun. Mereka saling mencintai. Aku hanya lah penghalang dari cinta mereka… Aku harus pergi, Chae Eun-ah… Aku tak sanggup lagi !” jeritku keras.

“Eonni…sadar ! Kau tak boleh seperti ini, eonni !! Pikirkan eomma, ahjumma dan calon bayi mu ! Kau tak boleh seperti ini !!” jerit Chae Eun yang membuat tangisanku semakin keras. “Ya!! Cho Yeon Hyo! Jangan lakukan hal itu !” aku dan Chae Eun sontak menoleh ke arah sumber suara. Namja itu mengatur nafasnya yang tersengal. Aku menyeka air mataku dan bangkit dari tempat ku duduk.

“Sepertinya aku harus pergi dari sini…” ujar Chae Eun sambil bergegas meninggalkan ku. Yeoja itu tersenyum sekilas dan menepuk pelan pundak ku. Aku hanya bisa terpaku menatap namja yang kini tengah menatapku dengan pandangan yang tak dapat ku lukiskan. Tatapan yang begitu menusuk.

“Kau mau pergi dari hidupku, Hyo-ah ?” tanyanya dengan suara bergetar. Aku mengangguk pelan. Namja itu menghela nafas berat dan bergegas mendekatiku. “Kau tidak mencintaiku ?” tanya nya lagi. Aku terdiam. Lidahku begitu kelu. “Apakah kau tak ingin aku menjadi appa dari bayi-mu ?” Ku rasakan nafasku sesak. Pertanyaannya sungguh menyakitkan. “Kau sungguh tidak mencintaiku lagi ?” Aku terdiam. Aku sangat mencintainya. Tapi ini demi kebaikan kami semua. Aku tak mungkin terus-terusan menjadi penghalang antara Kyuhyun dan Rin Rin. Yeoja itu sudah cukup menderita selama ini. Aku hanya ingin membagi sedikit kebahagiaan yang ku punya untuknya. Walaupun itu sama saja menyakiti diri ku sendiri.

“Hyo-ah! Cepat jawab aku !!” pekiknya kesal. Aku menunduk menatap tanah yang tertutup salju musim dingin. Perlahan air mataku kembali jatuh. Aku tak bisa menahan tangisanku. “Pergilah… pergilah bersama Rin Rin…” ucapku dengan suara bergetar. Hanya kata-kata itu yang bisa ku katakan saat ini. Perasaan ku benar-benar hancur.

“Apakah kau tidak mencintaiku lagi ? Cho Yeon Hyo, jawab aku !!” sentak Kyuhyun kesal. Aku mengangguk dan mulai melangkah pergi. Namja itu mematung di tempatnya berdiri. Aku mempercepat langkahku, makin lama makin cepat. “Chakkaman !!” jeritnya berusaha menghentikan ku. Aku tak menghiraukan jeritannya dan terus berjalan. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluk ku dari belakang. Aku tersentak dan berusaha melepaskan diri.

“Jangan bergerak…” desisnya tepat ditelingaku. “Aku sudah lama ingin memeluk mu seperti ini…” tambahnya lagi. Aku terdiam, ku rasakan wajahku memanas. “Lepaskan aku…” ujarku pada akhirnya. Namja itu makin mempererat pelukannya dan membuat tubuhku berhadapan dengannya. “Kau tahu…aku tak bisa berpisah dengan mu Hyo-ah… Tidak bertemu dengan mu sehari saja, sudah membuatku kesal setengah mati.. Aku benar-benar tak bisa melepaskan mu, Hyo-ah…” kata-katanya membuat nafasku semakin sesak. Sakit. Itu yang ku rasakan saat ini. Apa yang harus ku lakukan sekarang ? Aku bahkan tidak bisa melepaskan diri dari pelukannya. Aku benar-benar mencintainya. Bahkan melebihi diriku sendiri. Dia berbeda. Dia memang namja jutek yang menyebalkan. Tapi entah kenapa, aku tak sanggup melepaskan diri darinya. Dia seperti belenggu yang mengikatku. “Cho Yeon Hyo, saranghaeyo~”

 

 

-To Be Continued-

 

 

Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Akankah Yeon Hyo merelakan Kyuhyun untuk Rin Rin ?

Sebenarnya siapa yang akan di pilih Kyuhyun ?

 

**Nantikan jawabannya di FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 15)

-coming soon-  *plaakk

 

 

62 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 14)

  1. Arggghhh… KYUHYUN OPPA!!!! #teriakpakeTOAmasjid

    Gampang banget bilang saranghae ke dua yeoja sekaligus???? Ahhh… oppa tetapkan pilihanmu dong!! >,<

  2. wuiihh!!!!…sekarang blognya jadi terang(?) nuansa pinky”…..romantisnya jadi lebih kerasa deh!..hehehe …tapi sedikit bingung ….

  3. part ini bikin q nangis ja,,,, bikin perasaan q campur aduk agak kesel ke kyuhyun krn ngeduluin si rin rin tp jg ada rasa ngak tega jg krn dia sakit n hyo akhir y nyerah ninggalin kyu krn dia ngerasa tersingkirkan akhhhhhh….q pusing kyk ngerasa d posisi y kyuhyun…

  4. huwaaa eon aku nangis baca part ini :'(:'(
    kyuhyun plin plan bgt si -____- sebenernya siapa yg kyuhyun suka ? Rin rin atw yeon hyo –”
    kasian sama yeon hyo nya.. :”
    bikin bingun nih kyuhyun😦
    moga aja kyu milih yeon hyo ^^

  5. Kenapa kyuhyun perasaannya gak tetap gitu? Kadang bilang cinta sama yeon hyo, kadang sama rinrin. Sebenarnya kyuhyun cinta sama siapa?
    Makin penasaran

  6. sebenernya aku rada sebel juga sama kyu disini karna kesannya dia bener-bener plin plan
    tapi gitu sih kalo move on nya belom berhasil huahahahaha

  7. aaaaa nangiiiisss bgd oeen baca part inii😦
    nyeseeknyaa berasaa bgd :*nangisdpelukansiwon*
    knp si rin rin g dbuat ngalah aj coba >,<

  8. aigoo … kasihan kyuhyun … galau ….
    “Aku memang mencintai Rin Rin di masa lalu, sampai sekarang perasaan itu masih ada. Dan akan tetap selalu ada. Tapi disisi lain, aku mencintai Yeon Hyo. Benar-benar mencintainya. Aku mungkin tak bisa hidup tanpanya. Aku tak bisa hidup tanpa teriakannya itu di telingaku. Berpisah dengannya sebentar saja sudah membuatku begitu tersiksa. Tapi aku tak bisa membohongi perasaan ku sendiri. Masih ada Shin Rin Rin yang mengisi ruang hatiku, ada tempat khusus untuknya di hatiku. Aku masih sangat mencintainya hingga saat ini. ”
    sebenarnya kyuhyun itu cinta sama yg mana sih?

    HUAAAAAAAAAAAhhhhh … kasihan liat yeonhyo … hiks hiks ” Haruskah aku kehilangan ‘Cho Kyuhyun’-ku untuk yang kedua kalinya ? ‘” … andweeee

    MWO …yeon hyo ktm kyuhyun yg sdh meninggal ? kok bisa ? mimpi ya?

    Aigoo … gawat …………… gawat ………. ( geleng2 kepala ) rin rin masuk RS lg & kyuhyun yg panik pun setia menemani nya ….
    YAK apa mksd kata2 kyuhyun ini ” Jangan tinggalkan aku Rin-ah. Kau harus sembuh. Kau tak boleh pergi dari dunia ini… – Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku lagi, Rin-ah.. – Shin Rin Rin, saranghae… Jeongmal saranghaeyo… ”

    MWO … rin rin jg masuk RS yg sama ….? ( gubrak …………..)
    YAK kyuhyun … knp bkn nya temani yeonhyo ? malah mesra2 an sama rin rin …. huh …. gawat chae eun & eunhyuk melihat adegan itu lg …

    OMMO jd liontin itu ukiran saphire nya membentuk nama cho yeon hyo ? kok bisa ? karena itu leeteuk mengambil liontin itu dari rin rin dan memberikannya pada yeonhyo ?
    aishhh knp hrs bohong kyuhyun ga bisa jenguk karena ga di kasih ijin sama manager ? blg aja lg sama rin rin …. biarin perang sekalian …………

    BAGUSSSSSSSSSSSSSSS … huh … ketahuan kan kyuhyun ada dimana …
    yeon hyo kok bisa ada di kamar rin rin ? eeee dia pulangin liontin itu ke rin rin ? ( huaaaahhh ga tega liat reaksi yeonhyo nih … aku sampai ikutan nagis bacanya … pasti nesek banget tuh perasaan yeonhyo … kyuhyun JAHAAAAATTTTTTTTTT)

    huaaaaa tambah nesek & sedih liat pertengkaran yeonhyo – chae eun …
    “Eonni…jangan menangis lagi…. Kyuhyun oppa sangat menyayangimu, arra ?Eonni-ku itu seorang yeoja yang kuat… Bukankah eonni selalu tertawa saat bertengkar dengan Kyuhyun oppa ? Bukankah eonni sangat menyukai teriakan Kyuhyun oppa ? Eonni…ini bukan lah dirimu… Kau tidak biasanya menangis seperti ini eonni..Eonni..katakan padaku, apa yang sedang terjadi pada mu ? cepat katakan eonni !” desak chae eun
    “Aku akan mengalah dan menyerahkan Kyuhyun pada Rin Rin…Kyuhyun mencintainya, Rin Rin juga sangat mencintai Kyuhyun. Mereka saling mencintai. Aku hanya lah penghalang dari cinta mereka… Aku harus pergi, Aku tak sanggup lagi !” jerit yeon hyo eras.
    “Eonni…sadar ! Kau tak boleh seperti ini, eonni !! Pikirkan eomma, ahjumma dan calon bayi mu ! Kau tak boleh seperti ini !!
    HUAAAAAAAAAAAAAAA ( sukses deh aku nangis bombay …. hiks hiks )

    hiks hiks … situasi kyuhyun – yeon hyo ini jg bkn aku tambah nagis bacanya … ( author jahat ……..)
    “Kau mau pergi dari hidupku, Hyo-ah ?. Kau tidak mencintaiku ? Apakah kau tak ingin aku menjadi appa dari bayi-mu ? Kau tahu…aku tak bisa berpisah dengan mu Hyo-ah… Tidak bertemu dengan mu sehari saja, sudah membuatku kesal setengah mati.. Aku benar-benar tak bisa melepaskan mu, Hyo-ah…Cho Yeon Hyo, saranghaeyo~”

    Huaaaahhhh chapter ini benar2 bikin aku NYESEK & NANGIS …..

    hiks hiks …nexttt

  9. kenapa jadi seperti ini?
    kenapa membingungkan?
    aigoo eonni lagi lagi air mataku meluncur sempurna. gak mau liat yeon hyo nangis trus.
    ayolah eonni buat dy bahagia bersama kyu.
    jebal😥

  10. khajiman….yeonhyo ssi…jgn berkorban d saat kondisimu lg ky gt….

    kyu memang masih syg ma rin2 v aq yakin perazaan itu bkn cinta yg seperti d rasakan ma hyo v perasaan bersalah mungkin…*bnr ga thor*

  11. Hallo aq reader baru, tp aq lngsung baca part ini hehehe. Ternyata menguras emosi n perasaan. Kyuhyun plinplan bnget jd orng. Masak cnta ma 2 cewek, aq harap yeon hyo tinggalin ae kyyhyun. Kyuhyun mu emang udh mati jd itu bukan kekasihmu. Trus buat apa bertahan ma suami yg mendua tambah sakit nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s