FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 12)

[Hyo-Kyu couple] “My Love, My Kiss, My Heart”

Author : Yarica Eryana ( admin Ye-Kyu^^ )

Facebook : Icha Elf-Sparkyu Cho Kyuhyun

Twitter : @IchaGaemGyu

Main Cast :   Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

Kim Jong Woon a.k.a Jong Woon / Yesung Super Junior

Lee Hyuk Jae a.k.a Hyuk Jae / Eunhyuk Super Junior

Admin Ye-Kyu^^ a.k.a Yoon Yeon Hyo

Anisa Sujueunhyuklovers Zwanzig a.k.a Yoon Chae Eun

Kim Sky Kyu (admin *Jongwoon) a.k.a Shim Na Na

Sub Cast :      Azk Ririn Kiseki-vipelfKyunnie (admin rin-kyu) a.k.a Shin Rin Rin

                        Frisca Setiawan a.k.a Shin Ri Young

Kim Hyun Sang

ALL member Super Junior

Genre : Romance, Comfort

Disclaimer : CHO KYUHYUN IS MINE😄 *ditabok Sparkyu*

Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine ~

Share by admin Ye-Kyu^^ for BFEI.

 

Credit pict : Thennia Elyciabeth

 

~[Hyo-Kyu quotes]~

 

“Bagiku dirinya itu seperti api. Sering meledak-ledak, tak bisa dihentikan. Tapi aku selalu membutuhkan api itu untuk membuatku tetap bertahan hidup. Tanpanya disisiku, seperti memakan makanan mentah setiap hari.” –Cho Kyuhyun-

 

“Dia itu seperti musik. Hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telingaku.” –Yoon Yeon Hyo-

 

 

FF “My Love, My Kiss, My Heart” *PART 12*

 

 

 

“Ada yang bisa di bantu, Tuan ?” sapa pramuniaga itu ramah. Kyuhyun mengangguk dan menunjuk ke arah tedy bear putih itu. “Bungkus kan untuk istri ku…” ujar Kyuhyun. Pelayan toko itu tampak bingung. “Mianhamnida Tuan… Tapi boneka itu sudah di beli oleh Tuan yang berdiri di sebelah sana…” Aku dan Kyuhyun sontak menoleh ke arah yang di tunjuk oleh pramuniaga itu. Namja yang semula membelakangi kami itu berbalik dan raut wajah yang tampak terkejut. Tanpa sadar aku mundur beberapa langkah dari tempat ku berdiri. “Kim Hyun Sang ??”

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Namja itu. Kenapa dia juga bisa berada disini ? Aku menoleh ke arah Yeon Hyo yang sudah melepaskan genggaman tangannya dariku. Yeoja itu tampak terkejut sekali. Jaraknya sudah beberapa meter di belakang ku. “Hyo-ah?” namja itu berjalan mendekati Yeon Hyo dan memberikan tedy bear putih itu pada Yeon Hyo. “Sebenarnya aku membeli ini untuk diberikan padamu Hyo-ah…” ujar Namja itu. Yeon Hyo itu hanya mematung di tempatnya berdiri. Aku mengepalkan tangan ku dengan geram.

“Ya!! Jangan dekati dia !” bentak ku yang membuat namja itu menoleh. “Ini bukan urusan mu…” sahut namja itu yang membuat ku semakin kesal. “Kau mau ku pukul lagi ?” ancam ku. Namja itu tersenyum tipis. “Apapun yang kau lakukan, tidak masalah bagiku..” jawabnya enteng. “Kau !!” pekik ku kesal. Yeon Hyo menahan pergelangan tangan ku agar tidak memukul namja itu. “Lakukan lah sesuka hatimu Cho Kyuhyun. Aku tidak akan membalasmu.. Aku tahu, jika aku melawan mu. Itu sama saja menyakiti hati yeoja yang ku cintai..” namja itu menatap ku tajam. Yeon Hyo semakin memperkuat genggamannya dan bersembunyi di belakang ku. “Apa mau mu ?” tanya ku, berusaha bersikap wajar. Beberapa pengunjung toko tampak ketakutan dan mulai berbisik. “Jangan membuat Yeon Hyo menangis lagi. Atau ku rebut dia dari tangan mu..” jawabnya lantang. Aku melepaskan genggaman tangan Yeon Hyo dan kembali mengepalkan tanganku ke udara.

“Hentikan !!” tiba-tiba saja yeoja itu sudah berdiri tepat di hadapan ku. Sorotan matanya begitu tajam. “Kau kasar sekali…” desis nya dengan nafas memburu. Yeoja itu merentangkan kedua tangannya tepat di hadapanku. Aku balas menatapnya tajam. “Wae? Kau lebih membela namja ini ketimbang suami mu sendiri ?!” tanya ku sinis. Yeoja itu terdiam. “Jawab pertanyaan ku !!” pekik ku kesal. Aku kembali mengepalkan tangan ku ke udara. Yeoja itu kembali bereaksi. “Jangan sakiti dia !!” jerit yeoja itu sambil mendorong tubuh ku kebelakang. Aku tersentak. “Ternyata memang kau lebih membela dia..” ucapku sinis. “Aniyo..bukan seperti itu….hanya saja…” suaranya terputus. “Sudah cukup ! Aku tak mau mendengarnya lagi !!” bentak ku kesal. Dengan cepat aku berbalik menuju pintu keluar. Aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan ini. Dia selalu membela namja itu. Tanpa ku sadari, yeoja itu menarik pergelangan tangan ku dengan kuat. Membuat tubuhku kembali berhadapan dengan nya.  Tiba-tiba saja dia berjinjit, melepaskan masker ku dan kemudian menciumku. Aku merasakan bibirnya yang lembut menempel di bibirku. Yeoja itu menutup kedua matanya. Aku membalas ciumannya dan menariknya ke dalam pelukan ku. Kim Hyun Sang tampak berdiri mematung ditempatnya. “Saranghae… Jeongmal saranghaeyo…”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Ponselnya sibuk…” ucap Sungmin yang membuatku menghela nafas berat. Sudah dua jam yang lalu latihan di mulai tanpa Kyuhyun. Tapi sampai saat ini magnae nakal itu belum menunjukkan batang hidungnya. “Lalu bagaimana dengan yeoja itu?” tanya ku sambil menoleh ke arah Eunhyuk yang juga sibuk dengan ponselnya. “Ponselnya juga tidak bisa dihubungi..” sahut Eunhyuk tampak frustasi. “Sebenarnya kemana mereka berdua ?” Leeteuk hyung bicara sendirian. Shindong yang sedari tadi sibuk dengan cemilannya tampak ikut mendengarkan.

“Hyung sudah menghubungi Chae Eun?” tanya Ryeowook yang di jawab dengan anggukan ringan oleh Eunhyuk. “Chae Eun bilang, dia belum bertemu eonni nya hari ini..” timpal Eunhyuk. Donghae yang sejak tadi hanya mendengarkan, mulai angkat suara. “Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan mereka berdua..” ujar Donghae yang membuat Siwon bereaksi. “Itu terdengar terlalu mengerikan, Hyung. Semoga saja Tuhan melindungi mereka berdua…” sambar Siwon. Leeteuk hyung berusaha menenangkan kami semua yang mulai panik dengan pikiran masing-masing.

“Mereka pasti baik-baik saja…” ucap Leeteuk hyung. Aku membenarkan ucapan Leeteuk hyung. “Sungmin-ah…bagaimana jika kau yang menyusul kyu ?” usul ku yang membuat semuanya menoleh. “Ne…tapi kemana hyung ?” tanya Sungmin bingung. Donghae menjetikkan jarinya, tanda mengetahui sesuatu. Perhatian kami semua tertuju pada Donghae. “Lapangan basket Kyunghee University…pasti disana !”

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Indah sekali bukan ?” tanya ku setengah berbisik. Aku merentangkan kedua tangan ku, namja itu mengikuti apa yang ku kerjakan. Menikmati salju. “Cho Kyuhyun..kau berbohong pada ku…” namja itu menoleh dengan wajah juteknya seperti biasa. “Tentang apa ?” tanyanya pura-pura bodoh. “Kau bohong…kau bilang bahwa kau itu benci musim dingin, benci salju.. Padahal pada kenyataannya kau adalah pemain ski yang baik.. Dan kau sangat suka salju…” Namja itu terkekeh pelan. “Dari mana kau tau semua itu Nyonya Cho ?” tanya nya sambil memeluk ku dari belakang. “Dari google…” sahutku polos. Tawa namja itu meledak. Aku melepaskan diri dari pelukannya dan menatapnya dengan sinis. “Wae ? Ada yang lucu ?” Aku cemberut. Namja itu menjitak kepalaku pelan. “Pabbo-ya! Kau mencari semua yang ku sukai lewat google ?? Ya! Kenapa tidak tanya langsung padaku !” serunya protes. “Kau tak bisa di percaya..” sahutku mencibir.

“Jadi kau lebih percaya pada fakta-fakta tentang ku di pencarian google ketimbang mendengar dari mulut ku sendiri ?” tanya namja itu sambil menyipitkan matanya. Aku tersenyum. “Aku hanya mengetikkan kata-kata ‘evil magnae’ di pencarian google. Dan ternyata malah foto dan segala info tentang mu yang keluar… Kau ternyata benar-benar jelmaan setan..”  tawaku meledak seketika. Aku berguling di atas tumpukan salju, masih menertawainya. “Ya!! Jangan tertawa!” protesnya kesal. Namja itu menggembungkan pipinya, raut wajahnya benar-benar lucu. “Sakit !!” pekik ku saat namja itu menjitak kepalaku. Aku segera bangun dan berniat membalasnya. Tapi namja itu menghindar dan malah melemparkan segumpal salju yang tepat mengenai wajahku. “Ya!! Cho Kyuhyun!” jeritku kesal. Aku meraih segumpal salju dan melemparkan gumpalan itu ke arahnya. Ternyata meleset. Namja itu tertawa mengejek.

“Awas kau!” ancam ku sambil membulatkan gumpalan salju dengan kedua telapak tangan ku yang memerah karena dingin. Namja itu malah mendekat, membuang salju dari tangan ku. Aku menatapnya seakan tak percaya saat namja itu melepaskan sarung tangan hitam tebalnya dan memakaikannya di kedua telapak tanganku. “Kau tak boleh kedinginan..” ucapnya serius. Aku hanya berdiri mematung tanpa bisa bersuara sedikit pun. “Kau mau mendengarku bernyanyi ?” tanya nya tiba-tiba. Aku mengangguk perlahan. Namja itu membimbingku untuk duduk di bangku kayu dekat lapangan basket Kyunghee University. “Lagu ini ku nyanyikan khusus untuk mu…Cho Yeon Hyo…”

na oerowododoe neol saenggakhalddaen
misoga naui eolgule beonjyeo
na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
sarangi nae mam gadeukhi chaewo

 

Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku teringat padamu
Senyum menyebar di wajahku
Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali Kau senang
Hatiku penuh dengan cinta

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

Hari ini saya bisa hidup di dunia yang sangat keras
Bahkan jika aku lelah, ketika ku menutup mata, aku hanya melihat wajah Mu
Mimpi yang masih terngiang di telinga ku
Apakah meninggalkan sisi ku terhadap Mu?

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya

Setiap hari hidup Ku seperti mimpi
Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai
Aku akan berdiri lagi
naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga
Akan lebih hangat selama masa-masa sulit
Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
joyonghi neoneun naegero waseo
na apahaneunji maeil oerounji
geuriumeuro neoneun naege danyeoga

Seperti bayangan di sisiku Kau selalu
Diam-diam datang kepada ku
Untuk melihat apakah aku sakit?, untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari
Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana
hangsang niga naui gyeote isseunigga
meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga
geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado

Bahkan jika dunia ini membuat ku menangis, aku baik-baik saja
Karena Kau selalu di sisiku
Seperti debu, akan mereka berubah dan meninggalkan kenangan?
Aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
dasi ileoseol geoya

Setiap hari hidup ku seperti mimpi
Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai
Aku akan berdiri lagi
naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga
Akan lebih hangat selama masa-masa sulit
Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

sueobsi neomeojyeo biteuldaedo
naneun ireohgeseo itjana
nae mam hanabbuninde
himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae
neoreul hyanghae yeongwonhi

Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh
Aku masih berdiri seperti ini
Aku hanya memiliki satu hati
Saat aku lelah Kau menjadi kekuatanku
Hati Ku terhadap Mu selamanya

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae
miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge
ijeneun apeuji ana

Jadi Aku menelan sakit dan kesedihan
Aku hanya akan menunjukkan kepada mu senyuman indah
Sampai aku mati, kau selalu ada di hatiku

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango
galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge
nae maeum dahae saranghaneun neoreul…

ku akan selalu berpegang pada mimpi ku ingin memenuhi dengan Mu
Aku akan mencoba untuk memanggil nama mu di tempat Aku tak dapat lagi mencapainya
Aku mencintai mu sepenuh hati ku…

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

“Sudah ditemukan ? Ne… gomawoyo oppa !” aku menutup sambungan telepon ku dan tersenyum senang. Eunhyuk oppa baru saja memberi tahu kalau eonni dan Kyuhyun oppa sudah ditemukan. Sungmin oppa yang menemukan keduanya ditengah lapangan basket Kyunghee University. Pasti eonni yang memaksa Kyuhyun oppa untuk pergi kesana.

Aku kembali meneruskan aktifitasku, memasukkan koper yang berisi beberapa pakaian ku ke dalam bagasi mobil. Malam ini aku akan mulai tidur dirumah eonni ku, menemaninya. Aku tidak tega meninggalkannya sendirian di rumah sebesar itu. Kyuhyun oppa akan sibuk sekali nanti. Mungkin tidak akan bertemu eonni sama sekali dalam beberapa waktu yang tak bisa ditentukan.

Aku meraih mantel ku yang tersampir di sofa cokelat didepan kamar lama eonni. Tanpa sengaja aku melihat pintu kamar itu terbuka sedikit. Aku mengeryitkan alis ku. Perlahan aku mendekati kamar itu, membuka pintu kamar dan memandang sekeliling. Tak ada seorang pun dikamar ini. Kamar ini memang kosong sejak eonni pindah ke rumah barunya bersama Kyuhyun oppa. Dengan perlahan aku masuk ke dalam kamar eonni dan berdiri mematung tepat di depan bingkai foto yang berukuran cukup besar itu. Namja ini… namja yang membuat eonni harus berpisah dengan Kim Hyun Sang oppa. Membuat eonni menolak perasaan tulus Hyun Sang oppa. Membuat eonni menyendiri selama beberapa waktu. Membuat eonni menangis setiap kali mengenangnya. Membuat eonni harus lumpuh bahkan menikah dengan namja yang sama sekali tidak di cintainya. Namja ini… namja yang menjadi kekuatan tersendiri bagi eonni ku. Seseorang yang ia cintai melebihi dirinya sendiri. Cho Kyuhyun… Bukan Cho Kyuhyun Super Junior… Tapi Cho Kyuhyun, namja yang selalu berada di hati eonni yang paling dalam..

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

            “Baik lah.. latihan cukup sampai disini !” ujar Leeteuk hyung sambil bertepuk tangan. Yang lain sontak ikut bertepuk tangan. Aku menyeka keringatku, latihan cukup keras hari ini. Sungmin belum kembali sejak satu jam yang lalu. Mungkin dia ikut mengantar Yeon Hyo pulang kerumahnya. Ku lihat Donghae meraih sebotol air mineral dan meminumnya sampai habis. Perlahan aku mendekatinya dan menepuk pundaknya kencang. Donghae tersedak. “Hyung !!” protesnya. Aku tersenyum lebar. “Lanjutkan rencana kita..” ujarku yang membuat Donghae mengeryitkan alisnya. “Rencana apa Hyung ?” tanyanya tak mengerti. “Ya!! Baru beberapa jam saja sudah lupa !” seru ku yang membuat Eunhyuk dan Siwon menoleh. “Aahh~ rencana agar tidak di tolak yeoja itu ?!” sahut Donghae dengan suara menggema. Aku sontak menutup telingaku saat Eunhyuk berteriak dan mendekat. “Katakan padaku ! Katakan padaku !” pekik Eunhyuk antusias. Aku langsung menjitak kepala Eunhyuk. Namja berambut blonde itu hanya meringis.

“Ya!! Kim Jong Woon, sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari kami ?” todong Leeteuk hyung. Aku gelagapan. Aaiish! Ini gara-gara ikan mokpo itu ! “Ani…tidak ada Hyung..” jawabku gugup. “Hyung, berbohong itu tidak baik !” tandas Siwon sambil menggelengkan kepalanya. “Benar sekali !” timpal Eunhyuk sambil cengengesan. Ryeowook yang sejak tadi diam pun ikut berbicara. “Jangan menyembunyikan sesuatu dariku, Hyung !” seru Wookie dengan tatapan menuduh. Aku menyipitkan mataku dan memandang sekeliling. Donghae tampak bersembunyi di balik badan besar Shindong. “Donghae-ah! Jelaskan pada mereka !” seru ku yang di sambut cengiran tak jelas oleh Donghae. “Ne…Begini ceritanya…”

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Hyung, tunggu disini sebentar..” ujarku pada Sungmin hyung sambil mempersilahkannya duduk di sofa. Sungmin hyung mengangguk. “Jangan membuatnya sedih Kyunnie…” Sungmin hyung menepuk pelan pundak ku. Aku hanya tersenyum tipis dan mulai menaiki anak tangga, menuju lantai dua.

Yeoja itu ada di dalam kamar, tengah mengganti pakaiannya yang basah karna salju tadi. Aku mengetuk pelan pintu kamar ku itu. Terdengar sayup-sayup suara yeoja di dalam menyuruhku masuk. Aku menghela nafas berat dan mulai memutar gagang pintu. Terlihat olehku seorang yeoja tengah berbaring ditempat tidur dengan selimut tebal menutupi sebagian besar tubuhnya. Aku mempercepat langkahku, mendekatinya.

“Hyo-ah? Waeyo? Kau kedinginan?” tanya ku cepat sambil meraba keningnya. Terasa dingin sekali. “Ku rasa…” desisnya hampir tak terdengar. “Sebaiknya kau tidur dan minum susu hangat ini..” Aku memyodorkan segelas susu hangat pada yeoja itu. Yeon Hyo meminumnya dengan cepat. “Apa yang kau rasakan? Apakah ada yang sakit?” tanya ku cemas. Tanpa sadar aku sudah membelai rambutnya sejak tadi. Yeoja itu hanya tersenyum. “Gwaenchanayo..aku sehat…” sahutnya pelan. “Benarkah ?” tanya ku lagi. “Ne…cepatlah kau pergi, bukan kah Sungmin oppa sudah menunggu mu ?” Aku mengangguk.

“Tapi aku harus pulang ke dorm malam ini…” Yeoja itu tersenyum tipis. “Lalu ?” tanya nya tampak tak mengerti. Aku menghela nafas panjang. “Mungkin selama beberapa waktu ini, aku tak akan bisa bertemu dengan mu Hyo-ah…” Raut wajah yeoja itu tampak kecewa. Seharusnya dia senang bila tak bertemu denganku, tapi dia terlihat kecewa ? Waeyo ? atau ini perasaan ku saja ?

“Ne….” sahutnya pelan. Yeoja itu menarik selimut, menutupi wajahnya. “Hyo-ah…” panggil ku lembut. Yeoja itu tak menjawab. “Aku tahu, kau pasti mendengarkan semua perkataan ku saat ini. Aku mungkin tak bisa memberikan perhatian yang lebih untuk mu, Hyo-ah… Tapi aku tidak akan pernah berbohong lagi tentang perasaan ku.. Aku mencintaimu… Cho Yeon Hyo, saranghaeyo….”

Aku beranjak dari tempat ku duduk, dan mulai berjalan menuju pintu keluar. Baru saja aku memutar gagang pintu besi itu, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluk ku dari belakang. Terdengar isakan darinya. Dia menangis. “Berjanjilah…” ujarnya terisak. Aku mengangguk tanpa menoleh kebelakang. “Berjanjilah untuk cepat kembali….” tangisannya semakin kuat. “Aku akan menunggumu Cho Kyuhyun… akan selalu menunggu mu…”

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

“Eonni….” panggilku lembut. Yeoja yang berada satu tahun di atasku itu tetap diam tak bergeming. Pandangannya masih saja terfokus pada bingkai foto berukuran besar di sudut kamarnya. Foto pernikahannya dengan Kyuhyun oppa.

“Eonni…jangan menyiksa dirimu seperti ini…” yeoja itu akhirnya bereaksi dan menoleh ke arahku. “Eonni..katakan sebenarnya apa masalah mu… katakan saja..” ucapku sambil memeluknya. Baru saja Kyuhyun oppa pergi beberapa jam yang lalu, eonni sudah kembali menjadi penyendiri seperti ini.

“Aku baru menyadarinya saeng…Ya! aku ini pabbo sekali !” seru eonni sambil melepaskan pelukanku. “Ceritakan padaku eonni…” ujarku berusaha menenangkannya. Yeoja itu mengacak rambutnya kesal. “Selama ini aku tak pernah menyadarinya… Aku benar-benar bodoh !” pekik eonni tampak kesal sekali. Aku mengeryitkan alisku, eonni ku hari ini benar-benar aneh. “Eonni…apa maksudmu ?” tanya ku hati-hati.

“Chae Eun-ah… aku mencintainya ! Aku mencintai Cho Kyuhyun !!” aku tersenyum mendengar pengakuan eonni ku barusan. “Aku selalu beranggapan kalau aku membencinya… Aku benar-benar tidak suka dengan sikapnya yang jutek, dingin dan seenaknya sendiri… Dan aku selalu menganggap dia itu sejenis hama yang semakin membuat hidup ku terpuruk !” tambahnya lagi. Aku tertawa renyah. “Ya…ya.. lalu apakah eonni sekarang sadar kalau eonni mencintainya?” tanya ku sedikit menggoda. “Ne… aku baru sadar saat dia tak di sampingku…” timpalnya jujur. Aku mengangguk dan tersenyum jahil. “Apakah eonni tahu kapan bisa bertemu dengannya lagi ?” tanya ku dan membuat raut wajahnya berubah. “Ani…aku tak tahu kapan bisa bertemu dengannya lagi.. Dia tak menyebutkan tanggal, hari atau semacamnya padaku !” sahutnya tampak protes.

“Jinjja?” tanya ku lagi. “Ne…Dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.. Dia kejam sekali….” gerutu eonni sambil melipat kedua tangannya dan kemudian melirik ke arah foto Kyuhyun oppa dengan sadis. Aku tertawa. “Ya!! Chae Eun-ah, apakah Eunhyuk oppa mengatakan sesuatu padamu ? Bukan kah mereka sama-sama member Super Junior ?” tanya eonni sambil menyipitkan matanya ke arahku. “Kami masih bisa bertemu sesekali karna Eunhyuk oppa itu bukan member Super Junior-K.R.Y…” jelasku yang membuat eonni mengeryitkan alisnya. Tampak bingung. “Jelaskan padaku !” todongnya yang membuatku tersentak kaget. Eonni memang tidak tahu sama sekali dengan sub group Super Junior. Tampaknya dia juga belum mengetahui kalau Kyuhyun oppa itu salah satu lead vocal Super Junior dan itu sebabnya dia tergabung di Super Junior-K.R.Y.

“Kyuhyun oppa itu salah satu lead vocal Super Junior. Jadi dia juga tergabung di Super Junior-K.R.Y yang beranggotakan lead vocal utama Super Junior. Dia tergabung di Super Junior-K.R.Y bersama Ryeowook oppa dan Yesung oppa..” jelasku panjang lebar. “Lalu Eunhyuk oppa mu itu ?” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. “Eunhyuk oppa itu lead dance nya Super Junior, bersama Donghae oppa, Shindong oppa dan Kyuhyun oppa…” eonni mengangguk tanda mengerti. “Jadi namja jutek itu lead vocal dan lead dancenya Super Junior ?” tanya eonni lagi. Aku mengangguk cepat. “Dengan kata lain, dia juga punya jadwal bersama Super Junior-K.R.Y ?” Aku mengangguk lagi.

“Arraseo…” sahutnya sambil menghela nafas panjang. Yeoja itu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Aku tersenyum melihat tingkah lucu eonni ku. “Heeii ! Itu berarti Na Na juga tidak akan bertemu Yesung oppa ?!” seru eonni tiba-tiba. Aku terlonjak kaget. “Ne…” jawabku terbata-bata. “Arraseo…” ujarnya sambil menarik selimut. Aku tersenyum geli.

“Eonni…ada yang mau ku berikan padamu..” Yeoja itu membuka matanya. “Wae ?” tanyanya pelan. Aku menyerahkan sebuah kotak pada eonni. Eonni bangkit dari tempat tidurnya dan meraih kotak itu dari tangan ku, membukanya dengan cepat. “Liontin ?” Raut wajahnya tampak bingung. “Ne… itu milik eonni..” ujarku sambil tersenyum. “Milik ku ? tapi sejak kapan?” tanyanya heran. Aku mengatur nafasku. Aku harus berbohong pada eonni tentang hal ini. Ini perintah dari Leeteuk oppa demi kebaikan eonni ku sendiri. “Kyuhyun oppa yang memberikannya untuk eonni…” jawabku terdengar gugup. “Kyu ?” tanya nya lagi. Aku mengangguk cepat. “Tapi kenapa bukan dia sendiri yang memberikannya padaku ?” Yeoja itu tampak curiga. “Ani…dia malu untuk menyerahkannya secara langsung…” jawabku cepat. Yeoja itu akhirnya tersenyum dan langsung memakai liontin itu di lehernya. Tampak cantik sekali. “Gomawoyo Chae Eun-ah…”

*Chae Eun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Jong Woon PoV*

 

“Haruskah aku melakukan hal ini ?” Aku mengedarkan pandanganku sekeliling. Sungmin dan Kyuhyun sudah kembali. Sedangkan Shindong harus mengikuti jadwal diet ketatnya, sehingga tidak diperbolehkan ikut dalam misi rahasia ini. Mereka semua mengangguk setuju. “Tapi bagaimana jika dia malah menendang ku?” tanya ku sedikit takut. Donghae tertawa. “Setidaknya kau sudah berusaha sesuai kemampuanmu, Hyung…” ujar Ryeowook memberi semangat. “Fighting Hyung !!” seru Sungmin. Leeteuk hyung mengancungkan ibu jarinya, tanda memberikan dukungan penuh. “Baik lah…kita hanya cuma punya waktu sampai tengah malam saja, setelah ini semua akan menjadi sia-sia…” sambar Siwon terdengar mengingatkan. Lagi-lagi semuanya mengangguk setuju. Kali ini Siwon yang menjadi dalang aksi gila ini. Sungguh di luar dugaan =.=’

“Ne…tim pertama segera bersiap !” seru Leeteuk Hyung. Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook tersenyum penuh arti dan langsung memakai penyamaran mereka. Pakaian serba hitam, lengkap dengan topi, kacamata dan masker yang juga berwarna hitam. “Oke…siapa yang akan mengemudikan mobilnya ?” tanya Siwon. Donghae langsung bereaksi. “Berikan kunci itu padaku Wonnie !” teriaknya semangat. “Jangan berikan kunci mobil padanya, Hyung!” jerit Ryeowook panik. “Ya!! Aku masih mau hidup, Hae !” pekik Eunhyuk. Donghae langsung cemberut. Aku tertawa melihat tingkah mereka. “Hyung, kau saja yang menyetir !” sambar Ryeowook sambil meraih kunci mobil dari tangan Siwon dan memberikannya pada Eunhyuk. Namja berambut blonde itu tersenyum senang. Donghae menggerutu kesal.

“Sekarang tim kedua cepat bersiap !” seru Leeteuk Hyung lagi. Sungmin dan Siwon segera memakai jas hitam mereka dan menyemprotkan parfum lembut ke tubuh mereka. Mereka berpakaian sangat rapi. “Jangan lupakan kode itu..” ujarku mengingatkan Sungmin. Namja yang dijuluki ‘prince aegyo’ itu mengangguk cepat. Siwon memberikan secarik kertas kecil padaku. “Itu alamatnya Hyung, jangan sampai hilang..” Aku mengangguk dan segera menyimpannya di dalam saku jas putihku.

“Tim ketiga segera bersiap !” seru Leetuk hyung. Kyuhyun mengangguk malas. “Haruskah aku sendirian yang melakukan semua ini ?” tanya Kyuhyun berusaha membuat negosiasi. Namja itu menyipitkan matanya, menatap kami para Hyung-nya, seolah berkata -‘Ini tidak adil Hyung !’-

Aku terkekeh pelan. “Hanya kau yang cocok dengan tugas ini Kyu…” ujar Leeteuk hyung. Kyuhyun menggerutu kesal. Tapi pada akhirnya dia memakai penyamaran yang sudah di siapkan oleh Siwon. Setelah semua terpasang di tubuhnya dengan baik, namja itu kembali menggerutu kesal. “Ya!! Ini sangat tidak adil Hyung!!”

*Jong Woon PoV END*

 

 

 

~XXX~
*Yeon Hyo PoV*

 

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo ? Yeon Hyo eonni ?” Aku mengeryitkan alisku.

“Ne… nugu ?”

“Shin Ri Young…” Aku cepat-cepat mengatur nafas ku. Kenapa Young-ah menelpon ku malam-malam seperti ini ?

“Young-ah…waeyo ?” tanya ku terdengar gugup.

“Ani…aku butuh bantuan mu eonni…” perasaan ku tidak enak.

“Eonni ku ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa, juga ingin bertemu dengan mu…” Wae ? bertemu dengan ku ? sebenarnya apa yang ingin di lakukan Shin Rin Rin ?

“Kyuhyun tidak sedang bersama ku… waeyo ?”

“Apakah eonni bisa bertemu dengan Rin Rin eonni besok siang ?” aku menghela nafas berat. Sebenarnya aku tak sanggup bertemu dengan yeoja itu lagi. Terlalu menyakitkan untuk ku.

“Ne… bilang padanya untuk menemui ku di Lapangan basket Kyunghee University besok pukul satu siang..”

“Aahh~ gomawoyo eonni… aku akan memberitahu eonni ku..”

“Ne…arraseo…”

Aku segera menutup sambungan telepon ku dan melemparkannya ke atas tempat tidur. Chae Eun sudah terlelap sejak satu jam yang lalu. Dia tak terbangun sedikitpun. Aku meraih laptop dari dalam tas dan menghidupkannya dengan perasaan tak sabar. Dengan cepat aku mengetikkan sebuah kata di pencarian google. Tak lama kemudian, tampil beberapa buah foto. Aku menatap layar laptopku dengan tatapan tak percaya. “Jadi Shin Rin Rin itu…..”

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

 

*Author PoV*

Tiga namja tampan berpakaian serba hitam itu bergegas memasuki mobil yang terparkir di bawah pohon cemara yang tertutup salju tebal. Lee Hyuk Jae atau yang lebih dikenal sebagai Eunhyuk Super Junior tampak memberi komando pada kedua namja yang berusia lebih muda darinya. Kedua namja itu mengangguk dan langsung menghubungi seseorang menggunakan ponsel silver yang di genggam oleh namja yang berperawakan lebih kecil dari keduanya.

“Wookie-ya! Bagaimana keadaan disekitar sana ?” tanya Eunhyuk di balik kemudi. Namja itu melirik wookie menggunakan kaca spion mobil. Ryeowook yang ditanya malah balik bertanya pada hyung-nya itu. “Maksud hyung ?” tanya Ryeowook yang membuat Eunhyuk langsung menoleh ke belakang. “Ya!! Tanyakan pada Kyu, bagaimana keadaan disana ?” tanya Donghae yang di balas dengan anggukan ringan oleh eternal magnae itu. Ryeowook langsung sibuk dengan ponsel silvernya, mencoba menghubungi kyu.

Tak lama kemudian, wajahnya tampak putus asa. “Kyu tidak menjawab panggilan ku Hyung…” sahut Ryeowook. Donghae langsung menoleh ke arah Eunhyuk. ‘Mesin Dance’ Super Junior itu hanya menggelengkan kepalanya. “Coba tanya kyu lewat message…” ucap Eunhyuk. Eternal magnae itu lagi-lagi mengangguk dan melaksanakan perintah Hyung-nya.

Wookie menekan tombol ponselnya dengan sedikit tergesa.

To : Evil Magnae – Kyu Hyun

Message : Kyu-ah, bagaimana keadaan di sekitar lokasi ?

Ryeowook menunggu balasan dari Kyuhyun dengan wajah tak sabar. Lima detik kemudian, ponselnya bergetar hebat.

From : Evil Magnae – Kyu Hyun

Message : Aman terkendali.

Donghae yang sejak tadi tak sabar menunggu wookie berbicara, dengan cepat merebut ponsel silver itu dari tangan Ryeowook. Wajahnya yang tampan langsung berubah. “Aman terkendali ?” tanya nya sendirian. Pandangannya beralih ke Eunhyuk yang sejak tadi fokus pada jalanan Seoul yang sangat padat, mengingat ini hari sabtu malam.

“Itu kodenya…” timpal Eunhyuk, seolah mengetahui pikiran Donghae. Namja itu mengangguk dan menyerahkan kembali ponsel itu pada Ryeowook. “Lalu langkah selanjutnya apa, Hyung ?” tanya eternal magnae itu dari kursi belakang. “Melakukan aksi penculikan pada tokoh utamanya…” sahut Eunhyuk sambil meminjam ‘evil smile’-nya Kyuhyun. Ketiga namja tampan itu sontak tertawa.

*Author PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Aaiish! Kenapa hanya aku sendirian yang harus melakukan semua ini ?” gerutu ku kesal. Aku merapatkan mantel cokelat tua ku dan kembali menatap ke arah gedung perkantoran yang tampak megah itu. Aku menyipitkan mataku, belum ada tanda-tanda orang itu keluar dari gedung. Situasi masih aman terkendali, setidaknya untuk saat ini. Tiba-tiba saja ponsel ku bergetar, aku merogoh ponselku dengan malas. Ternyata dari Ryeowook hyung.

From : Wookie kecil

Message : Kyu-ah, bagaimana keadaan di sekitar lokasi ?

Aku menatap layar ponsel dengan malas, kenapa juga harus aku yang mendapat tugas ini ? Sejak tadi Ryeowook hyung menelepon ku berkali-kali. Tapi aku malas menjawab penggilannya. Dengan cepat aku membalas pesan itu.

To : Wookie kecil

Message : Aman terkendali.

Aku kembali memasukkan ponsel android-ku ke dalam saku mantel. Cuaca dingin sekali. Kalau dalam waktu setengah jam lagi, dia belum muncul juga, aku bisa mati kedinginan disini. Aku tidak mau berita heboh media massa besok memuat artikel seperti ini -‘Kyuhyun Super Junior ditemukan mati kedinginan akibat salju’- Aaiish! Itu sangat memalukan sekali ! Aku kembali merapatkan mantel cokelatku dan mengintip ke arah pintu keluar masuk utama gedung itu.

Sosok yang sejak tadi ku tunggu-tunggu itu pun muncul ! Aku segera merogoh ponsel ku dengan cepat dan mengirimkan pesan singkat ke Ryeowook hyung.

To : Wookie kecil

Message : Now !

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

 

 

~XXX~

 

 

 

*Chae Eun PoV*

 

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Ku lirik jam dinding yang tertempel disudut kamar eonni. Sudah pukul sepuluh malam. Rasanya aku haus sekali. Dengan keadaan setengah mengantuk, aku meraih gelas di atas meja dan meminumnya sampai habis. Tanpa sadar, mataku menangkap sesuatu yang ganjil di ruangan ini. Di atas tempat tidur masih ada laptop dengan keadaan menyala, sedangkan eonni tidak berada di sampingku. Aku menepuk pipi ku perlahan. Aku tidak sedang bermimpi ! Eonni benar-benar tidak ada di kamar ini !

Dengan gugup aku melihat ke arah layar laptop eonni yang menyala itu. Tampak beberapa buah foto terpapar jelas didepan mataku. “Ini kan Shin Rin Rin……”

 

-To Be Continued-

 

 

Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh Leeteuk oppa ?

Foto apakah yang di lihat oleh Yeon Hyo dan Chae Eun ?

Dan apa misi yang sedang di lakukan oleh member Super Junior demi membantu Yesung oppa ?

**Nantikan jawabannya di FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 13)

-coming soon-  *plaakk

 

Yaakk!! Ini FF waras(?) generasi kedua. Yang baca…WAJIB komment..

41 thoughts on “FF “My Love, My Kiss, My Heart” (PART 12)

  1. ooo jd yg beli Teddy bear itu hyun sang dan mau di kasih ke yeon hyo …
    jiahhhh … kyuhyun ” ngamuk ” kan … ( pasti deh kalo dah menyangkut hyun sang .. pasti kyuhyun ” panas ” )

    MWO ………………….apa apa an itu …
    Tiba-tiba saja yeonhyo berjinjit, melepaskan masker kyuhyun dan kemudian menciumnya. yeonhyo itu menutup kedua matanya. kyuhyun membalas ciumannya dan menarik yeonhyo ke dalam pelukan nya.& berkata “Saranghae… Jeongmal saranghaeyo…” —- Kim Hyun Sang tampak berdiri mematung ditempatnya.
    DAEBAK …………………………………

    aigoo .. yeonhyo … lucu bgt yah masa cari info ttg suami nya di google …
    “Pabbo-ya! Kau mencari semua yang ku sukai lewat google ?? Ya! Kenapa tidak tanya langsung padaku !” kata kyuhyun ………….
    betul ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    aiiii so sweet kyuhyun nyanyi buat yeonhyo ………………

    YAK ngapain rin rin mau ketemu kyuhyun & yeonhyo ?

    knp di blg liontin itu dari kyuhyun ?kan dari leeteuk …

    jiahhhh … super junior mulai deh menjalankan rencana buat yesung – na na … hwaiting …………….. ayo harus berhasil demi yesung…………..

    pengen liat rencana suju nihhhhhhhhh
    nexttttttttttttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s